pendidikan seni sebagai penunjang kreatifitas

advertisement
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
Vol.1, No.1, April 2016
ISSN 2503-4626
PENDIDIKAN SENI SEBAGAI
PENUNJANG KREATIFITAS
Suhaya
FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Email : [email protected]
Abstract: Concept of art education in primary school is aimed to build the character so
that the intelectuality and sensibility, rational and irational, logic and emotional senses,
are equally balance. It is because during this primary school age period, students’ mental
and physical developments are in a maximum condition; hence, to optimalize their
creativities and potentials, art education is one of the best ways to be applied. Basically,
students of age period are still innocently honnest and pure in expressing and developing
their creativity. Accordingly, art education programs such as music, sculpture, dance,
drama, etc., should be able to absorb and develop those potentials. The demands of
creativity for children are important and required to fulfill their art and daily lifes.
Creativity is not only about the ability to create but also including the capabilities to
understand the situation, adapt the environments, making the exact analysis, as well as
able to create fresh and brandly new innovations. Thus, through the art education
program, students are able to practice and increase their creativities by doing the
activities based on the objectives stated in the curriculum.
Keywords : Creative Art Education
Abstrak: Konsep pendidikan seni di Sekolah Dasar diarahkan pada pembentukan sikap,
sehingga terjadi keseimbangan intelektual dan sensibilitas, rasional dan irasional, akal
pikiran dan kepekaan emosi. Karena pada masa usia Sekolah Dasar, perkembangan
mental dan fisik anak sedang dalam tahap maksimal sehingga untuk mengoptimalkan
kreativitasnya maka pendidikan seni merupakan salah satu cara yang tepat untuk
digunakan. Pada usia SD anak masih memiliki kejujuran dan kepolosan dalam
berekspresi dan mengembangkan kreativitasnya. Oleh karena itu, pendidikan seni baik
seni rupa, seni music, seni tari maupun drama seharusnya dapat menjadi wadah atau
sarana bagi anak untuk mengembangkan dan menuangkan kreativitasnya. Kebutuhan
akan kreativitas bagi anak tidak hanya bagi kehidupan seninya saja tetapi juga dalam
kehidupannya sehari-hari, kreativitas memiliki peranan yang sangat penting. Kreativitas
bukan hanya kemampuan untuk menciptakan tetapi lebih dari itu yaitu meliputi
kemampuan membaca situasi, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, kemampuan
membuat analisis yang tepat, serta kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru
yang lain dari pada yang lain. Maka dari itu, melalui pendidikan seni, anak dapat melatih
dan meningkatkan kreativitasnya melalui kegiatan-kegiatan seni yang sesuai dengan
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, tetapi kegiatan-kegiatan seni yang dilakukan ini
tetap menyenangkan bagi anak.
Kata Kunci: Pendidikan Seni Kreatif
1
2 Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, Vol.1, No.1, April 2016 : 1-15
Dalam dunia pendidikan, seni juga
PENDAHULUAN
Seni merupakan istilah yang
identik
dengan
keindahan,
memberikan
terhadap
pengaruh
penting
perkembangan
mental
kesenangan, dan rekreasi. Saat kita
maupun fisik peserta didik. Bahkan,
mendengar kata seni maka yang
dengan pendidikan seni, perilaku
mungkin muncul dalam benak kita
peserta didik dapat terbentuk kearah
adalah suatu karya seni entah berupa
yang lebih baik karena seni dapat
benda, music, bangunan, lukisan atau
mengenalkan nilai-nilai dan norma-
benda-benda indah lainnya yang
norma yang ada dalam masyarakat
dihasilkan oleh seorang seniman
kepada peserta didik.
Dalam
yang tentunya sangat berbakat dan
seni,
orang
memiliki kreativitas yang tinggi.
dinilai
Dewasa
hanya
kecerdasannya masing-masing. Seni
merupakan suatu karya yang hanya
dapat memfasilitasi setiap orang
bisa dinikmati saja, akan tetapi seni
untuk
juga memiliki beberapa fungsi antara
mencurahkan
segala
berdasarkan
kehendak
ini
seni
tidak
lain:
memiliki
setiap
kreatifitas
menuangkan
dan
atau
kreativitas
masing-
1. Fungsi Religi / Keagamaan
masing orang itu sendiri. Oleh
2. Fungsi Komunikasi
karena itu, dalam makalah ini akan
3. Fungsi Rekreasi / Hiburan
dibahas
4. Fungsi Artistic
Pendidikan Seni menunjang atau
5. Fungsi Guna, Dan ;
mempengaruhi kreativitas seseorang.
6. Fungsi Terapi / Kesehatan
Semoga dengan makalah ini, kita
Berdasarkan berbagai fungsi
seni
tersebut,
dikembangkan
seni
dan
mulai
dimasukkan
dalam bidang pendidikan. Dengan
dapat
mengenai
membentuk
mengembangkan
seseorang
bagaimana
dengan
atau
kreativitas
memanfaatkan
pendidikan seni.
berbagai guna / fungsi seni tersebut,
seni
bidang
dapat
dimanfaatkan
pendidikan
pencapaian
tujuan
ISSN 2503-4626
dalam
dalam
PEMBAHASAN
usaha
A. Pengertian Pendidikan Seni
pendidikan.
Pendidikan Seni Sebagai Penunjang Kreatifitas (Suhaya) 3
Kehidupan
manusia
perbuatan aktif melalui kegiatan seni,
bersifat dinamik, terus berkembang
maksudnya adalah anak dapat belajar
dan berubah demi untuk mencapai
dengan
kesempurnaan
kehidupan.
“pelajaran” dari apa yang telah
Sebagai komponen dari kebudayaan
dialaminya sendiri, bukan hanya
baik
pendidikan
melalui cerita, teori ataupun ceramah
mengalami pola perubahan yang
saja. Selain itu untuk melatih kedua
sejalan
perkembangan
tangannya supaya supaya syaraf dari
pandangan hidup masyarakat. Pada
otak kanan dan otak kiri terlatih
dasarnya, konsep pendidikan seni
dalam menjalankan fungsinya.
seni
budaya
dalam
maupun
dengan
baik
dan
mendapatkan
ada dua macam, yang pertama yaitu
konsep
pendidikan
seni
yang
berkaitan dengan aspek ekspresi
2. Konsep Pendidikan Seni untuk
Apresiasi
artistic dan kedua yaitu konsep
pendidikan
seni
yang
Konsep ini dipelopori oleh
dikaitkan
Alfred Lichtwart dan Konrad Lange,
dengan tujuan pendidikan. Beberapa
dengan pemikiran bahwa “persepsi”
konsep pendidikan seni yang pernah
ada antara lain.
anak-anak
kepada
keindahan
perlu
seni
dan
dekembangkan
melalui penghayatan langsung, baik
1. Gerakan Reform
melalui
Gerakan reform adalah usaha
pembaruan
di
bidang
konsep
kegiatan
menggambar
maupun kegiatan observasi, dengan
mengunjungi
obyek-obyek
seni
pendidikan seni yang mengutamakan
seperti museum, sanggar seniman,
kebebasan ekspresi sebagai cara
pameran dan lainnya.
untuk memberi peluang kepada anak
didik mengembangkan kemampuan
yang ada pada dirinya. Gerakan ini
3. Konsep Pendidikan Seni untuk
Pembentukan Konsepsi
bertujuan untuk mendewasakan anak
Konsep ini bermula dari pemikiran
didik
segi
bahwa “ menggambar adalah alat
tetapi
untuk mengungkapkan pikiran” yang
bukan
intelektualnya
hanya
saja,
pada
akan
menghendaki agar anak belajar dari
ISSN 2503-4626
4 Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, Vol.1, No.1, April 2016 : 1-15
dicetuskan oleh
Gambar
Walter Sargent.
adalah
bahasa
6. Konsep Seni sebagai Imitasi
yang
Menurut konsep ini yang
digunakan untuk melahirkan dan
dimaksud
dengan
kegiatan
seni
mengembangkan
ide-ide.
adalah kegiatan meniru alam, dan
Menggambar suatu obyek berarti
setiap hasil seni haruslah tiruan dari
menerjemahkan persepsi ke dalam
bentuk alam.
bahasa visual. Kegiatan menggambar
merupakan kegiatan mental dan pikir
yang
dapat
membentik
konsep.
7. Konsep Seni sebagai Hiburan
yang Menyenangkan
Konsep ini memandang seni pada
proses
kegiatannya
yang
terkait
dengan kemampuan kognitif.
Konsep ini berpendapat bahwa
seni
haruslah
sesuatu
yang
menyenangkan dan dapat menghibur
pengamat. Suatu karya disebut karya
4. Konsep Pendidikan Seni untuk
Pertumbuhan
Mental
dan
seni
jika
pengamat
dapat
dan
dinikmati
pengamat
oleh
dapat
menangkap makna atau mengerti
Kreatif
Menurut konsep ini, anak
adalah idealnya, sedangkan seni
adalah
sarananya.
konsep
ini
pesan/ide penciptaannya.
Dalam
pendidikan
seni
di
Maksud
dari
sekolah dasar, konsep pendidikan
bahwa
seni
seni diarahkan pada pembentukan
merupakan sarana bagi anak dalam
sikap, sehingga terjadi keseimbangan
proses pertumbuhan mental dan jiwa
intelektual dan sensibilitas, rasional
kreatifnya.
dan irasional, akal
adalah,
pikiran dan
kepekaan emosi. Konsep ini mulai
5. Konsep Seni sebagai Keindahan
Konsep
bahwa
seni
ini
menyatakan
identik
dengan
dikembangkan oleh Plato dalam
tesisnya “Art should be The Basis of
Education“.
Konsep
ini
keindahan. Hasil seni yang indah
menempatkan seni sebagai materi,
didapatkan dari benda-benda yang
alat atau media dan metode yang
terseleksi.
digunakan dalam mencapai tujuan
pendidikan.
ISSN 2503-4626
Pendidikan Seni Sebagai Penunjang Kreatifitas (Suhaya) 5
1. Kreativitas
B. Pengertian Kreativitas
Semua
orang
tau
akan
merupakan
proses,
bukan hasil.
pentingnya kreativitas bagi individu
2. Proses itu mempunyai tujuan yang
dan masyarakat. Di masa lampau,
mendatangkan keuntungan bagi
orang yang kreatif ditemukan hanya
orang itu sendiri atau kelompok
jika mereka telah membuat suatu
sosialnya.
produk
yang
orisinil.
Padahal
3. Kreativitas
mengarah
pada
dari
penciptaan sesuatu yang baru,
terbatas
berbeda dan karenanya unik bagi
seperti itu saja. Kreativitas adalah
orang itu, baik berbentuk lisan
kemampuan
atau tulisan, maupun konkret atau
pengertian
atau
kreativitas
tidak
menghasilkan
maksud
hanya
sesorang
untuk
komposisi,
produk
atau gagasan apa saja yang pada
abstrak.
4. Kreativitas muncul dari pemikiran
dasarnya baru, dan sebelumnya tidak
divergen,
ada yang membuatnya. Ia dapat
konformitas
berupa
masalah sehari-hari yang timbul
kegiatan
imajinatif
atau
sintesis pemikiran yang hasilnya
lain
halnya
atau
dengan
pemecahan
dari pemikiran konvergen.
bukan hanya perangkuman, tetapi
5. Kreativitas merupakan suatu cara
mencakup pembentukan pola baru
berpikir yang tidak sama dengan
dan
yang
kecerdasan,
kemampuan
gabungan
informasi
diperoleh
dari
pengalaman
sebelumnya
dan
pencangkokan
yang
mental
selain
berpikir.
hubungan lama ke situasi baru dan
6. Kemampuan
mungkin mencakup pembentukan
bergantung
korelasi baru. Hasil dari sebuah
yang diterima.
kreativitas dapat berupa produk seni,
mencakup
7. Kreativitas
untuk
pada
mencipta
pengetahuan
merupakan
bentuk
kesusastraan, produk ilmiah, atau
imajinasi yang dikendalikan yang
mungkin bersifat procedural atau
menjurus kearah beberapa bentuk
metodologis.
prestasi.
Unsur
karakteristik
kreativitas, yaitu antara lain :
ISSN 2503-4626
6 Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, Vol.1, No.1, April 2016 : 1-15
Pada
umumnya,
diartikan
dengan
kreativitas
daya
atau
dan
cepat selesai sehingga para
pekerja
memiliki
banyak
waktu
kemampuan untuk mencipta, tetapi
luang. Namun, banyaknya waktu
sebenarnya kreativitas memiliki arti
luang ini tidak dimanfaatkan dengan
yang lebih yaitu meliputi :
baik untuk penyaluran energy ke
1. Kelancaran
menanggapi
suatu
masalah, ide atau materi.
biasanya dilakukan oleh sebagian
2. Kemampuan untuk menyesuaikan
diri dalam setiap situasi.
mengungkapkan
besar
orang
adalah
mereka
cenderung mengikuti hiburan secara
3. Memiliki keaslian atau selalu
dapat
usaha atau ke kegiatan kreatif, yang
sesuatu
yang lain daripada yang lain.
4. Mampu berpikir secara integral,
pasif
atau
melakukan
kegiatan
kelompok yang semuanya sudah
ditentukan aturan mainnya. Bahkan
dalam
kehidupan
pribadi
dan
bisa menghubungkan yang satu
keluarga tampak kecenderungan kuat
dengan yang lain serta dapat
ke
membuat analisis yang tepat.
seakan-akan perilaku orisinil atau
arah
pensteroetipan
(klise),
yang “lain daripada yang lain”
C. Kebutuhan akan Kreativitas
Ditinjau dari aspek kehidupan
dirasakan sebagai sesuatu yang aneh
dan bahkan berbahaya.
Kemajuan
manapun, kebutuhan akan kreativitas
teknologi
sangatlah terasa. misalnya saja pada
ledakan
penduduk
jaman tekhnologi saat ini. Kita
dengan
berkurangnya
menghadapi
sumber-sumber alami di lain pihak,
tantangan
macam-macam
baik
dalam
bidang
ekonomi, kesehatan, politik maupun
dalam bidang budaya dan social.
Peningkatan
perusahaan
dampak
otomatisasi
modern
berkurangnya
dalam
lebih-lebih
orang
dengan
lagi
untuk
disertai
persediaan
menuntut
dapat
memiliki
kemampuan
yang
dan
setiap
beradaptasi
pemikiran
dan
kreatif
serta
yang
mempunyai
pemecahan
yang
tuntutan
Kesadaran
akan
imajinatif.
pentingnya
konstruktif,
kreativitas dewasa ini telah dirasakan
pekerjaan pun menjadi lebih ringan
oleh sebagian besar orang. Bahkan
pemikiran
ISSN 2503-4626
yang
Pendidikan Seni Sebagai Penunjang Kreatifitas (Suhaya) 7
banyak
perusahaan
departemen
membutuhkan
dan
bahkan
adalah usia bermain, kehidupan anak
pemerintahan
banyak dicurahkan untuk bermain.
orang-orang
yang
Bermain
adalah
mencoret,
meiliki potensi kreatif, akan tetapi
mencoreng,
berteriak,
meloncat,
kebutuhan ini belum cukup dapat
bergerak
dilayani.
bermain yang disenangi anak ini
dan
lainnya.
Kegiatan
dapat diwujudkan dalam pendidikan
D. Pembinaan Kreativitas melalui
seni baik itu seni rupa, tari maupun
Pendidikan Seni di Sekolah
music. Kegiatan-kegiatan inilah yang
Dasar
diarahkan
Anak usia SD merupakan masa
kepada
pengembangan
kreativitas.
Dengan demikian, berekspresi
keemasan berekspresi kreatif. Kadar
kreativitas anak masih sangat tinggi.
seni
anak
dimanfaatkan untuk membina dan
dapat
berolah
melakukan
seni
secara
kegiatan
wajar
dan
spontan, karena daya nalar anak
belum
sampai
membatasi
secara
kreatif
mengembangkan
pada
usia
pada
anak
kreativitas
dini.
anak
Pendidikan
merupakan usaha dalam membantu
keleluasaan untuk berkarya secara
anak
mencapai
kesuksesannya,
murni dan lugu. Ungkapan perasaan
demikian pula dengan pendidikan
anak
masih
polos
seni. Karena itu, segala cabang
mereka
untuk
dalam seni dapat digunakan sebagai
berekspresi secara wajar dan penuh
media dalam bidang pendidikan.
spontan sehingga proses tersebut
Seni sebagai cara dan seni sebagai
memiliki
sarana. Seni sebagai sarana/media
yang
memungkinkan
kebermaknaan
bagi
perkembangan mereka. Masa anakanak
merupakan
awal
pendidikan
adalah
konsep
pendidikan seni yang sesuai bagi
berkembangnya
kreativitas.
anak-anak sekolah dasar. Sedangkan
Kreativitas
di
seni sebagai tujuan yang utama
tampak
awal
kehidupan anak dan tampil dalam
seringkali
bentuk
kita
sekolah-sekolah seni atau disanggar.
ketahui bahwa usia Sekolah Dasar
Oleh sebab itu, untuk pendidikan
permainan.
Seperti
diselenggarakan
di
ISSN 2503-4626
8 Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, Vol.1, No.1, April 2016 : 1-15
seni di sekolah dasar, guru tidak
perkembangan kreativitas anak agar
mengajarkan
bagaimana
untuk
tumbuh optimal, pendidikan seni
menggambar,
bagaimana
untuk
memegang peranan
bagimana
untuk
penting yaitu sebagai sarana yang
menari
dan
menyanyi saja, tetapi juga harus
dapat
mengarah kepada pembinaan dan
mengekspresikan pikiran dan jiwa
pengembangan
untuk
mereka. Tentu dengan bimbingan
mengangkat bakat dan potensi yang
dan arahan dari guru, pendidikan
dimiliki oleh masing-masing siswa.
seni
Dalam
meningkatkan
kreativitas
pendidikan
seni,
anak
memfasilitasi
yang sangat
sangat
anak
dalam
membantu
dalam
dan
dibebaskan untuk mengekspresikan
mengoptimalisasikan perkembangan
apa yang ada dalam jiwanya baik itu
kreativitas anak.
melalui gambar, kegiatan menyanyi
ataupun gerakan-gerakan tari. Bebas
1. Pengertian Guru Kreatif
berekspresi membuat anak dapat
Kreativitas guru merupakan
mengembangangkan apa yang ada
istilah yang banyak digunakan, baik
dalam dirinya, kreativitas anak untuk
di lingkungan sekolah maupun luar
menciptakan sesuatu juga semakin
sekolah.
berkembang.
menghubungkan kreativitas dengan
Pada usia SD, anak mengalami
masa
keingintahuan
perkembangan
dan
kognitif,
Pada
umumnya
orang
produk-produk kreasi. Dengan kata
lain
produk-produk
kreasi
itu
afektif
merupakan hal yang penting untuk
maupun psikomotor yang cepat.
menilai kreativitas. Clark Monstakos,
Perkembangan
seorang
anak
ini
akan
terhambat jika mereka “dibunuh”
rasa keingintahuan dan kreativitas
psikolog
humanistis
menyatakan bahwa kreativitas adalah
pengalaman
mengekspresikan
mereka. Kreativitas anak pada masa
(mengaktualisasikan)
ini sangat beragam sesuai dengan
individu dalam bentuk terpadu dalam
tingkat
hubungan
kematangan
dan
perkembangan otak mereka. Oleh
karena
itu,
ISSN 2503-4626
untuk
menunjang
dengan
identitas
diri
dengan alam dan orang lain.
sendiri,
Pendidikan Seni Sebagai Penunjang Kreatifitas (Suhaya) 9
Pada
dasarnya
kreatif
pengertian
berhubungan
dengan
penemuan sesuatu, mengenai hal
didiknya untuk menjadi anggota
masyarakat yang dewasa.
Pada
hakikatnya,
mengajar
yang menghasilkan sesuatu yang
jika dilakukan dengan baik telah
baru dengan menggunakan sesuatu
dikatakan kreatif. Kunci keberhasilan
yang telah ada.
pengembangan kreatif itu terletak
Dari situlah sehingga dapat
pada mengajar dengan kreatif dan
diartikan bahwa guru yang kreatif
efisien
adalah
mampu
kondusif. Hal ini tidaklah mudah dan
dan
dibutuhkan keahlian dan kreativitas
optimal
dalam kegiatan pembelajaran agar
segala kemampuan yang ia miliki
tercapai apa yang diharapkan. Secara
dalam
umum
guru
yang
mengaktualisasikan
mengekspresikan
secara
rangka
membina
dan
dalam
dapat
interaksi
dinyatakan
yang
bahwa
mendidik anak didik dengan baik.
individu dengan potensi kreatif dapat
Seorang guru yang kreatif akan
dikenal melalui pengamatan ciri-ciri
memiliki sikap kepekaan, inisiatif,
sebagai berikut:
cara
a. Memiliki
baru
dalam
mengajar,
kepemimpinan serta tanggungjawab
yang tinggi dalam pekerjaan dan
tugasnya sebagai seorang pendidik.
hasrat
keingintahuan
yang cukup besar.
b. Bersikap
terbuka
terhadap
pengalaman baru.
c. Panjang akal.
d. Mempunyai keingintahuan untuk
2. Ciri-ciri Guru yang Kreatif
Sebagaimana
dikemukakan
telah
sebelumnya,
bahwa
guru bukanlah sekedar orang yang
berdiri
di
depan
kelas
untuk
menyampaikan materi pengetahuan
tertentu, akan tetapi adalah anggota
masyarakat yang harus ikut aktif dan
berjiwa besar serta kreatif dalam
menemukan (meneliti).
e. Cenderung lebih menyukai tugas
yang berat (sulit).
f. Cenderung mencari jawaban yang
luas dan memuaskan.
g. Memiliki dedikasi, bergerak dan
aktif menjalankan tugas.
h. Berfikir fleksibel.
mengarahkan perkembangan anak
ISSN 2503-4626
10 Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, Vol.1, No.1, April 2016 : 1-15
i. Menanggapi
pertanyaan
yang
3.
Faktor-faktor yang
diajukan serta cenderung memberi
mempengaruhi Kreativitas
jawaban yang lebih banyak.
Guru
j. Kemampuan
membuat
analisis
dan sintesis.
k. Memiliki semangat bertanya serta
meneliti.
l. Memiliki daya abstraksi yang
cukup baik.
m. Memiliki latar belakang membaca
yang cukup luas.
Proses perkembangan pribadi
seseorang pada umumnya ditentukan
oleh perpaduan antara faktor-faktor
internal (warisan dan psikologis) dan
faktor eksternal (lingkungan sosial
dan budaya). Faktor internal adalah
hakikat dari manusia itu sendiri yang
dalam dirinya ada suatu dorongan
Ada yang mengatakan bahwa
untuk berkembang dan tumbuh ke
mengajar itu adalah seni (art), karena
arah usaha yang lebih baik dari
mengajar itu membutuhkan inspirasi,
semula, sesuai dengan kemampuan
intuisi, dan kreativitas.
pikirnya untuk memenuhi segala
A. A. Mangun-harjana yang
menukil salah satu ilmuwan
barat mengata-kan bahwa
mengembangkan kreativitas
itu menjadi sesuatu yang
sangat berpengaruh dalam
kemajuan hidup. Orang yang
berkreatif atas itu bercirikan
lincah, kuat mental .dapat
berfikir dari segala arah
maupun ke segala arah, dan
yang terpenting mempunyai
keluwesan
konseptual,
orisinalitas dan menyukai
kerumitan. Ciri-ciri tersebut
masih harus ditambah lagi
dengan sifat mau bekerja
keras, mandiri, pantang
menyerah, dan lebih tertarik
pada konsep besar, punya
selera humor dan fantasi
serta tidak menolak ide-ide
yang ada di depanya.
kebutuhan
yang
diperlukannya.
Begitu juga seorang guru dalam hal
melaksanakan
pelaksana
tugasnya
sebagai
pendidikan
pasti
menginginkan dirinya untuk tumbuh
dan berkembang ke rah yang lebih
baik dan berkualitas
Ada teori yang mengatakan
"kreativitas
merupakan
titik
pertemuan yang khas antara tiga
atribut Psikologis yaitu intelegensi,
gaya kognitif, dan kepribadian atau
motivasi. Secara bersamaan tiga segi
dalam
pikiran
memahami
apa
ini
yang
membantu
melatar
belakangi individu yang kreatif.
ISSN 2503-4626
Pendidikan Seni Sebagai Penunjang Kreatifitas (Suhaya) 11
Intelegensi
kemampuan
lancar,
meliputi
a. Latar belakang pendidikan Guru
verbal,
pemikiran
pengetahuan,
perumusan
profesional, yaitu guru yang tahu
strategi,
secara mendalam tentang apa
keterampilan
yang diajarkannya, cakap dalam
masalah,
penyusunan
representasi
mental,
pengambilan
keputusan
keseimbangan
serta
dan
integrasi
intelektual secara umum.
Guru
yang
mengajarkannya
secara
efektif
dan efisien dan guru tersebut
berkepribadian
Gaya kognitif atau intelektual
berkualifikasi
yang
mantap.
Untuk mewujudkan guru yang
dari pribadi kreatif menunjukkan
cakap
kelonggaran
diutamakan dari lulusan lembaga
konvensi,
dan
keterikatan
menciptakan
aturan
dan
pendidikan
PGSD
caranya
sendiri
(Universitas)
masalah
yang
menyukai
tidak
terlalu
tentunya
keguruan
sendiri, melakukan hal-hal dengan
dan
ahli
seperti
(Diploma)
pendidikan
FKIP
atau
lembaga
keguruan
lainnya.
berstruktur. Dimensi kepribadian dan
Karena kecakapan dan kreativitas
motivasi meliputi ciri-ciri seperti
seorang guru yang profesional
kelenturan,
bukan sekedar hasil pembicaraan
dorongan
untuk
berprestasi dan mendapat pengakuan
atau
keuletan
terkondisi, tetapi perlu pendidikan
dalam
menghadapi
latihan-latihan
jabatan
yang
yang
rintangan dan pengambilan resiko
pra
terprogram
yang moderat.
secara relevan serta berbobot,
Faktor eksternal juga sangat
terselenggara secara efektif dan
berpengaruh pada dorongan dan
efisien dan tolak ukur evaluasinya
potensi dari dalam, yaitu pengaruh-
terstandar.
pengaruh yang datangnya dari luar
yang dapat mendorong guru untuk
mengembangkan
diri.
Faktor
b. Pelatihan-pelatihan
Guru
dan
organisasi keguruan
eksternal ini dapat dikelompokkan
Pelatihan-pelatihan dan organisasi
menjadi empat, sebagai berikut :
sangat
dalam
bermanfaat
bagi
guru
mengembangkan
ISSN 2503-4626
12 Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, Vol.1, No.1, April 2016 : 1-15
pengetahuannya
serta
Tidak dapat dipungkiri bahwa
pengalamannya terutama dalam
guru adalah juga seorang manusia
bidang
biasa
pendidikan.
mengikuti
Dengan
yang tak terlepas dari
kegiatan-kegiatan
berbagai kesulitan hidup, baik
tersebut, guru dapat menambah
hubungan rumah tangga, dalam
wawasan baru bagaimana cara-
pergaulan
cara yang efektif dalam proses
kesejahteraan, ataupun masalah
pembelajaran
yang
apa saja yang akan mengganggu
dikembangkan
saat
sedang
ini
dan
sosial,
kelancaran
tugasnya
kemudian diterapkan atau untuk
seorang
menambah
pembelajaran.
perbendaharaan
ekonomi,
guru
sebagai
dalam
proses
wawasan, gagasan atau ide-ide
yang inovatif dan kreatif yang
akan
semakin
meningkatkan
kualitas guru.
Gaji
yang
tidak
seberapa
ditambah dengan keadaan ekonomi
negara saat ini sedang dilanda krisis
c. Pengalaman mengajar Guru
berpengaruh
pada
kesejahteraan
Seorang guru yang telah lama
guru. Oleh karena itu, tidak sedikit
mengajar
telah
guru yang berprofesi ganda misalnya
menjadikannya sebagai profesi
seorang guru sebagai tukang ojek
yang
demi
utama
dan
akan
mendapat
memenuhi
kebutuhan
pengalaman yang cukup dalam
keluarganya. Hal ini akan sangat
pembelajaran. Hal ini pun juga
berpengaruh pada kreativitas guru
berpengaruh terhadap kreativitas
dalam kegiatan pembelajaran.
dan keprofesionalismenya, cara
Dikarenakan kesibukan di luar
mengatasi kesulitan, yang ada dan
profesi keguruannya menyita banyak
sebagainya.
waktu, maka ia tidak mempunyai
mendorong
Pengalaman
guru
untuk
lebih
kesempatan untuk berpikir kreatif
kreatif lagi dalam menciptakan
tentang pelaksanaan pembelajaran di
cara-cara baru atau suasana yang
sekolah dan terkesan asal-asalan.
lebih edukatif dan menyegarkan.
Akan tetapi jika gaji guru yang
d. Faktor kesejahteraan Guru
ISSN 2503-4626
diperoleh
mampu
memenuhi
Pendidikan Seni Sebagai Penunjang Kreatifitas (Suhaya) 13
kebutuhannya, maka ia pun akan
menghasilkan sejumlah karya dan
memiliki waktu yang longgar untuk
dapat memberi contoh dari hal-hal
lebih memaksimalkan diri dalam
yang dituntut siswa.
menciptakan suasana belajar yang
lebih
edukatif,
karena
tidak
dibayang-bayangi pekerjaan lainnya.
Usaha pengembangan profesi
tenaga
kependidikan,
khususnya
guru meliputi :
a. Program Pre Service Education
Sejak Indonesia merdeka sampai
4. Usaha-usaha dalam
meningkatkan kreativitas Guru
sekarang
Pemerintah
telah
Tugas mengajar dan mendidik
mengusahakan berbagai lembaga
diumpamakan dengan sumber air,
yang menata usaha perbaikan
jika tidak terisi air maka akan kering.
mutu guru. Usaha tersebut adalah
Demikian juga jabatan guru, jika
dengan
tidak berusaha menambah wawasan
sekolah guru yang perjalanannya
baru, melalui membaca, dan terus
terus mengalami perbaikan dan
belajar maka materi yang ia sajikan
peningkatan untuk menjadi lebih
ketika mengajar akan terasa gersang.
mengadakan
sekolah-
terfokus.
ilmu
Di samping itu ada pula program
pengetahuan dan tekhnologi yang
akta mengajar yang diberikan
semakin cepat, menuntut para guru
kepada mereka yang berasal dari
untuk terus belajar dalam banyak hal
fakultas
yang terkait dengan pembelajaran
memperoleh
secara berkesinambungan agar peran
mengajar pada berbagai tingkatan
guru dalam pengajarannya tetap
sekolah. Dengan cara ini profesi
bermutu, kreatif dalam membimbing
kependidikan
Perkembangan
non
keguruan
untuk
kemampuan
menjadi
terbuka
bagi yang berada di luar fakultas
siswa.
Adapun hal-hal yang dapat
kependidikan untuk menjadi guru
dilakukan oleh guru dalam memacu
dan memberi proteksi kepada
kreativitas antara lain aktif membaca,
profesi ini dengan mengharuskan
gemar berapresiasi, mencintai seni,
mengambil akta mengajar bagi
respek
yang
terhadap
perkembangan,
ingin
menjadi
guru,
ISSN 2503-4626
14 Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, Vol.1, No.1, April 2016 : 1-15
sehingga
dengan
demikian
kualitas guru dapat ditingkatkan.
b. Program In Service Education
pembelajaran.
Yang
dimaksud
dengan kualitas pembelajaran adalah
tinggi
rendahnya
atau
efektif
Program In Service Education
tidaknya proses pembelajaran dalam
yaitu
mencapai
usaha
yang
memberi
tujuan
pembelajaran.
kesempatan pada guru-guru untuk
Sedangkan unsur-unsur yang dapat
mendapatkan
mempengaruhi kualitas pembelajaran
penyegaran
atau
menurut istilah lainnya sebagai
adalah
kompetensi
penyegaran yang membawa guru
karakteristik kelas dan karakteristik
ke arah yang lebih baik.
sekolah. Hal ini berarti bahwa dalam
pembelajaran
suatu
sistem yang di mana di dalamnya
KESIMPULAN
Untuk
dibutuhkan
guru,
mencapai
prestasi
terdapat
komponen-komponen
belajar yang baik, diperlukan sesuatu
pembelajaran yang saling berkaitan
proses pembelajaran yang efektif dan
antara bahan pembelajaran, metode,
efisien,
dan tujuan pembelajaran.
sehingga
kegiatan
Dengan
pembelajaran dapat berjalan lancar
demikian
maka
seorang guru yang merupakan salah
dan sukses.
Hal ini berarti bahwa hasil
satu
komponen
dalam
sistem
belajar ini tidak lepas dari faktor
pembelajaran dituntut untuk kreatif
yang bersal dari dalam siswa itu
dalam menjalankan tugasnya sebagai
sendiri berupa kemampuan yang
seorang
dimilikinya, seperti minat perhatian,
pembelajaran akan lebih efektif dan
motivasi belajar, sosial ekonomi,
terarah yang nantinya akan mudah
fisik dan psikis.
mencapai tujuan dari pembelajaran
Sungguhpun demikian hasil
guru,
sehingga
proses
dalam hal ini prestasi siswa akan
belajar yang dapat diraih juga sangat
lebih
bergantung pada lingkungan belajar
kekreativan seorang guru baik dalam
siswa. Salah satu lingkungan belajar
mengelola
yang paling dominan mempengaruhi
dalam menghadapi siswa.
hasil
belajar
ISSN 2503-4626
adalah
kualitas
meningkat
dengan
pembelajaran
adanya
maupun
Pendidikan Seni Sebagai Penunjang Kreatifitas (Suhaya) 15
DAFTAR PUSTAKA
Herawati, Ida Siti. Iriaji. 1998.
Pendidikan
Seni
Rupa.
Jakarta: Depdikbud Dirjen
Pendidikan Tinggi.
Hurlock,
Elizabeth
B.
1978.
Perkembangan Anak Jilid 2.
Jakarta: Erlangga.
Munandar,
Utami.
2009.
Pengembangan Kreativitas
Anak Berbakat. Jakarta:
Rineka Cipta.
Nurdin, Syarifuddin. dkk. 2002.
Guru
Profesional
dan
Implementasi
Kurikulum. Jakarta: Ciputat
Pers Saud, Syaefudin. 2009.
Pengembangan
Profesi
Guru. Bandung: CV Alfabet
Aka, Hawari. 2012. Guru Yang
Berkarakter Kuat. Jakarta:
Laksana
Bafadal, Ibrahim. 2003. Peningkatan
Profesionalisme Guru di
Sekolah Dasar. Jakarta: PT
Bumi Aksara.
Widiastono,
Tonny.
2004.
Pendidikan
Manusia
Indonesia. Jakarta: Buku
Kompas
ISSN 2503-4626
Download