identifikasi transaksi keuangan mencurigakan oleh penyedia jasa

advertisement
IDENTIFIKASI TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN OLEH
PENYEDIA JASA KEUANGAN BANK SEBAGAI UPAYA
PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Hukum
Oleh :
SUSI. H. PARDEDE
NIM : 110200225
DEPARTEMEN HUKUM PIDANA
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2015
IDENTIFIKASI TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN OLEH
PENYEDIA JASA KEUANGAN BANK SEBAGAI UPAYA
PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Hukum
Oleh :
SUSI. H. PARDEDE
NIM : 110200225
DEPARTEMEN HUKUM PIDANA
Disetujui Oleh :
Ketua Departemen Hukum Pidana
Dr. M. Hamdan, S.H., M.H.
NIP: 195703261986011001
PEMBIMBING I
PEMBIMBING II
Dr. Madiasa Ablisar, S.H., M.S.
NIP : 196104081986011002
Nurmalawaty, S.H., M.Hum.
NIP : 196209071988112001
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2015
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena berkat Kasih dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan skripsi yang berjudul “ Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan
Oleh Penyedia Jasa Keuangan Bank Sebagai Upaya Pencegahan Dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang”
Adapun penulisan skripsi ini bertujuan untuk melengkapi dan memenuhi
persyaratan untuk meraih gelar Sarjana Hukum di Universitas Sumatera Utara
yang merupakan kewajiban bagi setiap mahasiswa/mahasiswi yang akan
menyelesaikan perkuliahannya.
Penulis dalam pembuatan skripsi ini tidak sendirian, ada banyak pihak
yang membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. Untuk itu
dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya
kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Runtung, SH, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, M.Hum, selaku Pembantu Dekan I
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Syafruddin Hasibuan, SH., MH, DFM, selaku Pembantu Dekan II
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Dr.O.K. Saidin, SH., M.Hum, selaku Pembantu Dekan III
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Dr. M. Hamdan, SH., MH, selaku Ketua Jurusan Departemen
Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
6. Ibu Liza Erwina, SH, M.Hum, selaku Sekretaris Departemen Hukum
Pidana Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
7. Bapak Dr. Madiasa Ablisar, SH., M.S, selaku Dosen Pembimbing I, yang
telah membimbing, mengarahkan dan mendukung penulis selama masa
penulisan dan penyelesaian skripsi ini.
8. Ibu Nurmalawaty, SH., M.Hum, selaku Dosen Pembimbing II, yang telah
membimbing, mengarahkan, dukungan, ide, waktu dan sarannya selama
penulisan skripsi ini.
9. Seluruh keluarga tercinta yang telah mendukung dan memberikan motivasi
dalam penulisan skripsi ini, terkhusus kepada kedua orang tua saya bapak
Hulman Pardede dan Ibu Pita Ambarita yang saya sangat cintai
terimakasih buat kasih sayang, pengorbanan, dan perhatian yang sangat
banyak diberikan kepada penulis.
10. Sahabat-sahabat saya selama perkuliahan David, Erma, Rendi, Novliana,
Daniel, Deea, Fetricya, Dian dan teman-teman lainnya yang memberikan
dukungan serta semangatnya kepada penulis.
Penulis,
Susi. H. Pardede
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii
ABSTRAK ..................................................................................................................... vi
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................................................... 1
B. Perumusan Masalah ............................................................................................. 8
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan ............................................................................. 8
D. Keaslian Penulisan ............................................................................................. 10
E. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian Tindak Pidana ...................................................................... 10
2. Pengertian Tindak Pencucian Uang ....................................................... 14
3. Pengertian Transaksi Keuangan Mencurigakan ..................................... 17
4. Pengertian Penyedia Jasa Keuangan (PJK) ............................................ 19
F. Metode Penelitian............................................................................................... 21
G. Sistematika Penulisan ........................................................................................ 24
BAB II.
UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK
PIDANA PENCUCIAN UANG MENURUT UNDANG-UNDANG
NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
A. Sejarah Terjadinya Pencucian Uang ..................................................... 26
B. Objek dan Tahapan Tindak Pidana Pencucian Uang ............................. 33
C. Alasan Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang........................... 43
D. Pembentukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
(PPATK) ................................................................................................ 51
1. Tugas, Fungsi dan Kewenangan PPATK ......................................... 53
2. Peranan PPATK dalam Mencegah dan Memberantas Tindak
Pidana Pencucian Uang .................................................................... 58
BAB III.
IDENTIFIKASI TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN
OLEH PENYEDIA JASA KEUANGAN BANK
A. Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan .................................... 70
B. Peranan Penyedia Jasa Keuangan Bank ................................................. 76
C. Prinsip Mengenali Pengguna Jasa .......................................................... 83
D. Tujuan Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa Oleh
Penyedia Jasa Keuangan Bank ............................................................... 90
E. Tata Cara Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan oleh
Penyedia Jasa Keuangan Bank ............................................................... 92
1. Pemantauan Transaksi Pengguna Jasa ....................................... 93
2. Analisis Transaksi Pengguna Jasa.............................................. 96
3. Penetapan
Transaksi
sebagai
Transaksi
Keuangan
Mencurigakan (TKM) ................................................................ 98
F. Pelaporan Transaksi Keuangan Mencurigakan kepada PPATK oleh
Penyedia Jasa Keuangan ........................................................................ 99
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .......................................................................................... 108
B. Saran ..................................................................................................... 109
DAFTAR PUSTAKA
ABSTRAK
Susi. H. Pardede*
Madiasa Ablisar **
Nurmalawaty ***
Pencucian uang merupakan upaya untuk mengaburkan asal usul harta kekayaan
dari hasil tindak pidana sehingga harata kekayaan tersebut seolah-olah berasal dari
aktivitas yang sah. Berdasarkan undang- undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan
dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dilakukan dengan membentuk PPATK.
PPATK sebagai suatu badan yang berwenang melakukan analisis terhadap segala
transaksi keuangan mencurigakan sebagai indikasi terjadinya tindak pidana pencucian
uang memiliki kewenangan membentuk peraturan bagi penyedia jasa keuangan sebagai
pihak pelapor, peraturan tersebut adalah Peraturan Kepala PPATK Nomor: PER11/1.02/PPATK/06/2013 Junto Peraturan Kepala PPATK Nomor: PER04/1.02/PPATK/03/2014 tentang identifikasi transaksi keuangan mencurigakan bagi
penyedia jasa keuangan. Peraturan tersebut menjadi acuan bagi penyedia jasa keuangan
bank maupun non-bank dalam mengidentifikasi transaksi keuangan mencurigakan.
Adapun rumusan permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah
mengenai upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang
berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan identifikasi transaksi keuangan
mencurigakan oleh penyedia jasa keuangan bank.
Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah penelitian
kepustakaan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan meneliti bahan-bahan kepustakaan
khususnya perundang-undangan dan kepustakaan hukum yang berkaitan dengan
teknologi informasi. Data sekunder yang berupa dokumen-dokumen resmi, buku-buku
karya ilmiah pendapat sarjana, artikel-artikel, dan sebagainya. Kemudian data diolah
secara kualitatif.
Upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang di Indonesia
dilakukan dengan pembentukan undang–undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan
dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang serta dengan pembentukan PPATK
yaitu suatu lembaga yang tugas pokoknya mencegah dan memberantas tindak pidana
pencucian uang. PPATK dalam menjalankan tugasnya bekerjasama dengan penyedia jasa
keuangan bank sebagai salah pihak pelapor, laporan dari penyedia jasa keuangan bank
akan dianalisa oleh PPATK untuk mengetahui apakah transaksi yang dilaporkan adalah
transaksi keuangan mencurigakan sebagai indikasi adanya tindak pidana pencucian uang
atau tidak. Dalam pelaksanaan kerja sama tersebut PPATK memiliki kewenangan untuk
membuat peraturan tentang bagaimana mengidentifikasi transaksi keuangan
mencurigakan yang tepat serta peraturan tersebut menjadi acuan bagi penyedia jasa
keuangan bank dalam memberikan laporan berkualitas kepada PPATK.
*Penulis, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara
**Pembimbing I, Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara
***Pembimbing II, Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara
Download