jurnal geografi kompetensi pengembangan profesi

advertisement
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
JURNAL GEOGRAFI
Media Pengembangan Ilmu dan Profesi Kegeografian
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujet
KOMPETENSI PENGEMBANGAN PROFESI DAN POLA
PEMBINAAN GURU BIDANG STUDI GEOGRAFI SMA NEGERI
SE EKS KARESIDENAN PATI
Apik B udi Santoso, Erni Suharini, Sriyono
Dosen Jurusan Geografi, FIS, Unnes
Email: [email protected]
Info Artikel
________________
Sejarah Artikel:
Diterima desember 2016
Disetujui Januari 2017
Dipublikasikan Januari
2017
________________
Keywords: competence,
profession, geography
teacher.
____________________

Abstract
___________________________________________________________________
In order to achieve the objectives of the National Education educating the nation and
develop the whole person is needed role professional educators. In accordance with the Law of the
Republic of Indonesia No. 20 Year 2003 on National Education System, the position of teachers as
educators are professional positions. Development of teacher competency standards aimed at
improving the quality of teachers and teacher development patterns in a structured and systematic.
However, the reality on the ground needs to be studied more in depth whether the teachers have
been able to improve the competence of their professional development and how development
patterns regarding the agencies or other competent parties. The population is all Geography teacher
who has been certified and teach in high schools in Pati residency Ex se, but the data information
obtained by means of random sampling. Variables include teacher professional development
competence variable Geography and development patterns related to geography teacher professional
development competencies. Data collection using documents, questionnaires and interviews. While
data analysis using descriptive analysis percentage.
The results showed that: 1) the research subjects have had a long teaching experience, have
all been certified thus formally as a professional teacher. Professional development activities that
stand turned out to be activities of the new book, student work activities (LKS). In MGMPs rides,
teachers often team up matter for LKS material. Competence is quite encouraging professional
development is the productivity of the preparation of papers, preparation of props Although there
has been an increase in productivity of academic scholarly side in supporting the development of
the profession, but in general (71.00%) level of competence of their professional development is still
far from ideal, 2) pattern coaching competence Geography teacher professional development in
SMA se Ex Pati residency, in the form of in-house training, discussions, workshops have been
conducted by the teachers of Geography. However, other activities such as internships, partnerships
with other schools and distance learning has not been optimally implemented either by the
government (Kemendikbud, District Education Office, LPMP) and profider / other competent
parties. So generally coaching competency Geography teacher professional development in the
study area is not patterned in a clear and steady.
Suggestions put forward related to this include: a). need to change the paradigm that every
teacher to achieve keprofesinalannya level should be supported by scientific work, not just teaching
and a pass UKG and graduated as a teacher learners, b). teachers need to be encouraged ability /
competence development profession with appreciation and / reward (it may include funding), in
order to awaken the passion attitudes and behavior as a professional teacher, c). the schools and
other government agencies as well as to always earnestly reprogrammed professional development
activities of teachers in a structured time and funding.
Alamatkorespondensi:
Gedung C1 Lantai 1
FIS UNNES Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
E-mail : [email protected]
79
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
I. PENDAHULUAN
Dalam
Sehubungan
rangka
mencapai
tujuan
undang
Pendidikan Nasional yakni mencerdaskan
Program
kehidupan
bangsa
berisi
manusia
seutuhnya
dan mengembangkan
dibutuhkan
peran
profesional.
Sesuai
maka
sangat
pendidik
dengan
yang
Undang-
undang Republik Indonesia No. 20 Tahun
No.
dengan
25
itu,
Undang-
Tahun 2000
Pembangunan
perintisan
tentang
Nasional
pembentukan
yang
Badan
Akreditasi dan Sertifikasi Mengajar
daerah
merupakan
bentuk
di
dari upaya
peningkatan kualitas tenaga kependidikan
secara nasional.
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Berdasarkan
uraian
di
atas,
jabatan guru sebagai pendidik merupakan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
jabatan
Menengah,
profesional.
Untuk
itu
Departemen
Pendidikan
profesionalisme guru dituntut agar terus
Nasional menerapkan standar kompetensi
berkembang sesuai dengan perkembangan
guru
jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi,
Komponen
serta
Pembelajaran
kebutuhan
masyarakat
termasuk
yang
berhubungan
Kompetensi
dengan
(1)
Pengelolaan
dan
Wawasan
kebutuhan terhadap sumber daya manusia
Kependidikan; (2) Komponen Kompetensi
yang berkualitas dan memiliki kapabilitas
Akademik/Vokasional
untuk
pembelajaran; (3) Pengembangan Profesi.
mampu bersaing baik di forum
regional, nasional maupun internasional.
Berbagai
masalah
dengan
kondisi guru,
adanya
keberagaman
yang
Komponen-komponen
berkaitan
Kompetensi
Guru
antara lain: (1)
kompetensi
profesional,
materi
Standar
ini
mewadahi
personal
dan
guru
sosial yang harus dimiliki oleh seorang
dan
guru. Pengembangan standar kompetensi
(2)
belum
guru diarahkan pada peningkatan kualitas
yang
akurat
untuk
guru
mengetahui
kemampuan
guru,
(3)
pembinaan
yang
dalam
proses
penguasaan
adanya
alat
mencerminkan
kemampuan
sesuai
pembelajaran
pengetahuan,
ukur
dilakukan
kebutuhan,
dan
dan
pola
pembinaan
guru yang
terstruktur dan sistematis.
belum
Disadari atau tidak, sampai saat ini
(4)
masih dijumpai kompetensi profesi guru
kesejahteraan guru yang belum memadai.
khususnya,
dirasa masih memprihatinkan
Jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka
kalau tak mau dibilang rendah. Demikian
akan berdampak pada rendahnya kualitas
pula kondisi yang dialami oleh banyak
pendidikan.
guru (termasuk para guru bidang studi
80
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
Geografi – di SMA) se Eks Karesidenan
Pati.
Kompetensi sangat diperlukan untuk
melaksanakan
Berdasarkan latar belakang masalah
2008:3).
fungsi
profesi
Adapun
(Hamalik,
Kompetensi
guru
tersebut, maka dapat dijabarkan tujuan
(teacher competency) the ability of a
penelitian
untuk
teacher to responsibibly perform has or
kompetensi
her duties appropriately. Kompetensi guru
antara
mengetahui
lain
:
1)
kondisi
pengembangan profesi guru bidang studi
merupakan
Geografi
dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban
di
SMA
Negeri
se
Eks
kemampuan
Karesidenan Pati, dan 2) untuk mengetahui
secara
bertanggung
pola pembinaan yang telah dilakukan baik
(Usman, 2011:14).
seorang
jawab
dan
guru
layak
oleh lembaga sekolah maupun lembaga
Tujuan adanya Standar Kompetensi
lain yang berkompeten terhadap kondisi
Guru adalah sebagai jaminan dikuasainya
kompetensi pengembangan
tingkat
profesi guru
tersebut.
Telah banyak yang dilakukan oleh
pemerintah
dalam rangka
meningkatkan
kompetensi
minimal
sehingga
yang
melakukan
tugasnya
bersangkutan
secara
serta
satunya adalah meningkatkan kinerja guru
berkepentingan
berupa terwujudnya sikap profesionalitas
pembelajaran,
insan
sesuai bidang tugasnya.
selain komponen-komponen
guru
dapat
profesional,
dapat dibina secara efektif dan efisien
kualitas pendidikan di Indonesia. Salah
guru,
oleh
dapat
melayani
pihak
terhadap
dengan
yang
proses
sebaik-baiknya
yang dapat mempengaruhi produk kualitas
Adapun manfaat disusunnya Standar
pendidikan. Dalam pembahasan penelitian
Kompetensi Guru ini adalah sebagai acuan
ini
pelaksanaan
akan
menyoroti
kompetensi
penyelenggaraan
pengembangan profesi guru.
Kompetensi
uji
diartikan
sebagai
maupun
acuan
diklat,
kompetensi,
dan pembinaan,
bagi
pihak
yang
pengetahuan, keterampilan, dan nilai- nilai
berkepentingan terhadap kompetensi guru
dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan
untuk melakukan evaluasi,
berpikir
bahan ajar dan sebagainya bagi tenaga
dan bertindak.
kompetensi
adalah
Arti lain dari
spesifikasi
dari
pengembangan
kependidikan.
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
Standar Kompetensi Guru meliputi
dimiliki seseorang serta penerapannya di
tiga komponen yaitu : (1) Komponen
dalam pekerjaan, sesuai dengan standar
Kompetensi
kinerja yang dibutuhkan oleh lapangan.
dan
Pengelolaan
Wawasan
Pembelajaran
Kependidikan;
(2)
81
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
Komponen
Kompetensi
Akademik/Vokasional
pembelajaran; (3)
Masing-masing
mencakup
ketiga
sesuai
materi
Pengembangan Profesi.
komponen
kompetensi
seperangkat kompetensi. Selain
komponen
kompetensi
tersebut,
Cara pengumpulan data menggunakan :
kuesioner
(untuk
menggali
dan
informasi
disertifikasi),
positip
dimana
sikap
tersebut
senantiasa
dan
yang
kepribadian
melingkupi
dan
melekat pada setiap komponen kompetensi
yang menunjang profesi guru.
Eks
dan
guru
Pati yang
dokumen
telah
(untuk
memperoleh data guru, kinerja dan pola
pembinaan profesi yang telah dilakukan).
Analisis
persentase
data
dilakukan
analisis
untuk
gambaran
Populasi dalam penelitian ini adalah
profesi
Karesidenan
menggunakan
II. METODE PENELITIAN
pembinaan
khususnya guru Geografi di SMA Negeri
memiliki
kepribadian
tentang
pengembangan
se
dan
data
pengembangan profesi, wawancara (untuk
guru sebagai pribadi yang utuh harus juga
sikap
memperoleh
deskriptif
maksud
menyeluruh
dengan
memberikan
mengenai kondisi
kompetensi pengembangan
profesi guru
seluruh guru bidang studi Geografi yang
bidang studi Geografi dan pola pembinaan
telah tersertifikasi dan mengajar di SMA
terkait dengan kompetensi pengembangan
Negeri di se Eks Karesidenan Pati. Dalam
profesi
memperoleh
informasi,
bersangkutan.
menggunakan
sebagian
random
digunakan
(acak).
penelitian
populasi
Teknik
dengan
ini
yang
undian
untuk
menentukan tiga lokasi kabupaten yang
juga dengan tiga
sebagai
(Geografi)
Rumus Deskriptif Persentase adalah:
DP =
𝑛
𝑁
x 100%
sekolah (SMA Negeri)
sampel,
namun
guru
yang
Keterangan
dijadikan responden ada sejumlah tujuh
% : Tingkat persentase yang diperoleh
orang.
n : Jumlah jawaban responden
Variabel
meliputi
yang
secara
random
cara
guru
dalam
variabel
:
penelitian
1).
ini
kompetensi
pengembangan profesi guru bidang studi
Geografi, dan 2) pola pembinaan yang
terkait dengan kompetensi pengembangan
N : Jumlah Responden (Ali, 1984: 184)
Formulasi
ini
dimaksudkan
untuk
memberikan gambaran kuantitatif kondisi
para guru mengenai tingkat kompetensinya
dalam pengembangan profesi.
profesi guru Geografi.
82
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Demikian pula dalam hal menulis
3.1 Kompetensi Pengembangan Profesi
Guru.
tulisan
ilmiah
pendidikan
Untuk
mengetahui
kompetensi pengembangan
tingkat
profesi guru
sekolah
d.
juga
bidang
menyatakan
Menulis prasaran/makalah berupa
tinjauan,
komponen-komponen
ilmiah
meliputi,
antara lain:
a.
di
belum pernah.
khususnya guru Geografi perlu dijabarkan
yang
popular
gagasan
yang
atau
ulasan
disampaikan
pada
pertemuan ilmiah
Menulis
karya
ilmiah
hasil
penelitian/pengkajian/survei
di
bidang pendidikan
Dalam
menulis
prasaran/makalah,
ternyata ada 28 % guru pernah menulis
makalah untuk disajikan dalam pertemuan
Dalam menulis karya ilmiah baik
ilmiah baik tingkat regional maupun lokal.
dari hasil penelitian, survei maupun hasil
Mereka membuat makalah tersebut rerata
pengkajian,
dalam 4
ternyata
terungkap
bahwa
yang menyatakan setahun dapat menulis
makalah.
sebuah karya ilmiah ada 14 % dan
e.
tahun baru membuat sebuah
Menulis buku pelajaran/modul
umumnya belum ada yang pernah menulis
Para
guru bidang studi Geografi
karya ilmuah tersebut dalam bentuk buku
yang menjadi subjek penelitian ini ternyata
teks.
72 % menyatakan sudah pernah menulis
b.
Menulis karya tulis berupa tinjauan
buku
atau ulasan ilmiah hasil gagasan
sebagian besar mereka menulisnya dalam
sendiri
bentuk
di
bidang
pendidikan
sekolah
pelajaran/modul/diktat.
modul/diktat
untuk
Tetapi
kebutuhan
internal sekolah.
Berdasarkan penelitian ternyata para
f.
guru Geografi umumnya ( 79 %) juga
Menulis buku teks/diktat
Hanya seorang guru (7 %) yang
belum pernah menulis karya tulis berupa
pernah
tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan
pelajaran (buku teks). Itupun masih hanya
sendiri dan hanya 21 % yang menyatakan
bersifat kolaborasi (sebagai anggota).
setahun menulis sebuah karya tersebut.
g.
c.
Menulis tulisan ilmiah popular di
bidang
pendidikan sekolah pada
media massa
menulis
dalam
bentuk
buku
Menemukan teknologi tepat guna
Dari
sekian
guru
Geografi yang
menjadi subjek penelitian belum ada yang
menyatakan pernah menemukan teknologi
tepat guna.
83
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
h.
Membuat
alat
pelajaran/peraga
atau alat bimbingan
Hampir
semua
(72
%)
guru
lainnya
(71,00%)
masih
dinyatakan
guru
Demikian
gambaran
belum
yang
professional.
tingkat
kompetensi
menyatakan pernah membuat alat peraga
pengembangan
atau media pembelajaran untuk / sebagai
yang pada dasarnya terasa masih perlu
alat bimbingan belajar siswa. Alat peraga
dipupukkembangkan
tersebut baik yang konvensional maupun
peningkatan
yang berbasis IT. Rerata sebuah produk
melalui system dan paradigma.
dalam rentang waktu 2 tahun.
3.2 Pola
i.
Menciptakan karya seni
Semua
guru
menyatakan
belum
menciptakan
karya
hal
ini
yang
pernah
Ini
karena
seni.
guru
Geografi,
baik
kompetensi
melalui
diri
Pembinaan
Pengembangan
dalam
ada
profesi
dapat
maupun
Kompetensi
Profesi
Guru
Bidang Studi Geografi.
Para guru siapapun orangnya yang
telah
tersertifikasi
sebagai
guru
yang
geografi tidak terkait dengan karya seni.
professional
j.
Mengikuti kegiatan pengembangan
sikap dan sifat profesionalismenya melalui
kurikulum
proses pembinaan. Proses pembinaan ini
Dalam
mengikuti
kegiatan
sangat
perlu
dapat
melalui
pengembangan kurikulum ternyata ada 35
bentuk
baik
% guru bidang studi Geografi di se Eks
eksternal yakni dari pemerintah maupun
Karesidenan Pati yang pernah mengikuti.
pihak
Umumnya
berwenang.
mereka
adalah
para
ketua
MGMP atau mantan ketua/pengurusnya.
Sementara
yang
43
mengikuti
sosialisasi
%
hanya
tugas
kurikulum,
dan
internal
lain
(non
dijabarkan
a.
kurikulum sekolah (SMA).
kompetensi pengembangan
Geografi
yang
“professional” hanya
memiliki
“cukup
25,50
sedangkan
pemerintah)
yang
penelitian
IHT
ini
ternyata
dilaksanakan oleh sekolah-sekolah yang
bersangkutan yang pada umumnya berupa
kategori
peninjauan
,
yang
workshop perangkat pembelajaran dengan
professional”
ada
3,50
berkategori
%,
profesi guru
maupun
Kegiatan In House Training (IHT)
Kegiatan
Berdasarkan hasil analisis, ternyata
sekolah
hasil data subjek
terlibat
pengembangan
maupun
pembinaan perihal tersebut, maka akan
sebagai berikut.
kegiatan
jalur
Untuk memperoleh gambaran pola
masih ada 22 % yang belum pernah
dalam
beberapa
ditingkatkan
%
sebagian
besar
mengundang
program
nara
kurikulum
sumber
dan
(kebanyakan
pengawas). Bagi semua sekolah kini tidak
84
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
ada pembedaan (dulu SBI dan RSBI) ,
hanya
semua berkesempatan sama tidak ada yang
berpartisipasi
lebih intensif dan lebih mengarah kepada
Namun
pembinaan
internal kegiatan MGMP mereka sering
kompetensi
pengembangan
sekitar
melaksanakan
karya ilmiah dan buku/diktat.
sekali.
b.
f.
Kegiatan
program
magang
peningkatan
kompetensi
dan/keahlian
ternyata
belum
yang
kegiatan
aktif
diskusi.
diskusi yang bersifat
sekurang-kurang
sebulan
Kegiatan Workshop
untuk
keprofesian
dalam
demikian
profesi guru, seperti workshop penulisan
Kegiatan Program Magang
separuhnya
Kegiatan
workshop
baik
yang
dilakukan oleh sekolah, dinas pendidikan
pernah
kabupaten, LPMP (propinsi) telah sering
dilakukan oleh para guru bidang studi
diikuti oleh para guru Geografi, terlebih
Geografi.
bagi guru yang berstatus sebagai pengurus
Kalaupun ada berupa upaya
pribadi dengan studi lanjut dengan biaya
MGMP.
sendiri (tanpa bantuan).
berupa
c.
maupun karya-karya ilmiah lain seperti:
Kegiatan Kemitraan Sekolah
Kegiatan kemitraan hanya dilakukan
oleh
SMA
RSBI,
sedangkan
yang
Materi workshop
penyusunan
penulisan
Kerja
artikel
Siswa,
sering pula
proposal
penelitian
ilmiah,
Buku/Lembar
perangkat
pembelajaran,
berstandar nasional kemitraan ini belum
penyusunan bahan ajar dan lain sejenisnya.
dilakukan.
g.
biasanya
Kegiatan
berupa
kemitraan
penyatubahasa
ini
Kegiatan Penelitian
dalam
Kegiatan
penelitian
hampir
tidak
manajemen perangkat pembelajaran.
pernah dilakukan oleh para guru Geografi.
d.
Hal
Kegiatan Belajar Jarak Jauh
Sedangkan
kegiatan
belajar jarak
ini
terbentur
pada
dana
dan
kemampuan guru serta regulasi apresiasi
jauh, ternyata juga belum ada yang pernah
kualitas
melaksanakan. Penggunaan media internet
Padahal menurut pengakuannya, mereka
hanya berupa pencarian sumber-sumber
sering
belajar yang secara langsung kurang/tidak
proposal/desain penelitian (PTK).
terkait dengan kompetensi pengembangan
3.3 Pembahasan
keprofesian guru.
e.
memiliki
Kegiatan diskusi ilmiah relatif telah
dilakukan,
mengikuti
yang
workshop
terabaikan.
penyusunan
Secara umum subjek penelitian telah
Kegiatan Diskusi
sering
penelitian
baik
tingkat
cukup
pengalaman
lama
bahkan
mengajar
ada
yang
yang
telah
lokal
mengajar 30 tahun. Sehingga semua dari
maupun regional bahkan nasional. Mereka
mereka telah tersertifikasi rerata 5 tahun
85
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
yang lalu. Mereka ini tergolong guru yang
karena
secara formal legal sebagai guru yang
direkomendasi
professional (memiliki sertifikat pendidik).
dikonsumsi oleh semua siswa yang ada di
Tingkat pendidikan rerata sarjana,
bawah
secara
financial
telah
Diknas
untuk
oleh
naungan
wilayah
bersangkutan.
telah
sisa hasil usaha dari penyusunan LKS ini
Magister.
Kompetensi
informasi
pengembangan profesi para guru Geografi
digunakan
di wilayah eks Karesidenan Pati ini, dari
MGMP itu sendiri selain dari iuran rutin
tingkat
para anggota MGMP.
produk
karya-karya
ilmiahnya
secara umum masih minim, seperti halnya
untuk
menurut
yang
namun ada 14 % guru (Geografi) yang
bergelar
Meski
MGMP
Kompetensi
karya ilmiah berupa penulisan buku teks,
yang
artikel
produktifitas
popular,
artikel
ilmiah
bahkan
cukup
pendanaan
kegiatan
pengembangan
profesi
menggembirakan
adalah
penyusunan
makalah.
penelitian. Hanya ada 7 % guru yang
Mereka ternyata hampir separuhnya rajin
pernah berkolaborasi menyusun buku teks,
membuat makalah untuk disajikan dalam
namun
kegiatan seminar atau pertemuan ilmiah.
terbentur
masalah
penerbitan
/
pencetakan. Sehingga praktis belum ada
Dalam
produk buku teks yang mereka buat.
bersifat lokal, regional maupun nasional,
Sumbangan tulisan untuk menyusun buku
mereka
teks ini juga sering didorong oleh pihak
peserta
penerbit,
makalah (meski beberapa ada yang hanya
namun
pada
akhirnya
juga
mentah di tengah jalan. Kendala ini terjadi
mungkin
karena
apresiasi
dari
kurang/belum
pihak
sekolah
selain
juga
ilmiah
baik
berpartisipasi
ada
yang
yang
sebagai
mengumpulkan
sebagai makalah pendamping).
ada
untuk
pertemuan
Alat peraga telah banyak mereka
susun
sebagai
bahan
sumber
belajar,
mendorong ke arah sana. Selain itu juga
bahkan kebanyakan berupa alat peraga
secara
yang berbasis IT (terkhusus yang sekolah
akademik
belum
terkondisi
atmosfer akademiknya seperti para dosen
SBI/RSBI).
di perguruan tinggi.
semua
Kegiatan
yang
paling
pengembangan
menonjol ternyata
Ini
sekolah
dimungkinkan
yang
menjadi
karena
objek
profesi
penelitian telah memiliki computer yang
berupa
dilengkapi dengan IT (internet).
kegiatan menyusun buku kegiatan kerja
Meskipun telah ada sisi peningkatan
siswa (LKS). Dalam wahana MGMP, para
produktivitas akademik keilmiahan dalam
guru sering secara tim menyusun materi
menunjang pengembangan profesi, namun
untuk
secara
bahan LKS.
Dorongan ini ada
umum
tingkat
kompetensi
86
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
pengembangan
keprofesionalan
mereka
masih jauh dari harapan ideal.
Pola
profesi guru Geografi di daerah penelitian
belum terpola secara jelas dan mantap.
pembinaan
kompetensi
Nampak
di
sana-sini
pengembangan profesi guru Geografi di
yang
SMA Negeri se Eks Karesidenan Pati,
pengembangan
yang berupa in house training dapat
nampak
dikatakan
dan
sekolah,
pendanaannya (oleh sekolah), meski esensi
maupun
kegiatannya
belum
berkompeten,
kepada
pembinaan
cukup
terpola
jadwal
mengarah
langsung
kompetensi
terkait
kegiatan-kegiatan
dengan
profesi
sering
pembinaan
guru,
dilakukan
Diknas
baik
oleh
Kabupaten,
profider/pihak
ternyata
“insidental” (tak
kalaupun
LPMP
lain
yang
masih
bersifat
terpola penjadwalannya
pengembangan profesi. Ini terbukti bahwa
maupun pendanaannya). Ini tampak sekali
esensinya
pada pengadaan kegiatan-kegiatan seperti
yang
berupa pengarahan pengawas
terkait
dengan
pembelajaran.
perangkat
Sedangkan
kegiatan
workshop, diklat dan sejenisnya itu tidak
ada
program
berkelanjutannya.
pemagangan dan kemitraan juga belum
workshop
terarah pada tujuan pembinaan kompetensi
(PTK), setelah proposal jadi (atau sering
pengembangan
tidak jadi sempurna / jadi asal-asalan)
guru
profesi
bidang
belajar
studi
jarak
pengayaan
khususnya
Geografi.
Kegiatan
tidak
ditindaklanjuti
hanya
sekedar
dana
atau
jauh
materi/bahan
pengembangan
guru,
penyusunan
profesi
desain
Misal
dengan
bimbingan
hingga
penelitian
penyediaan
“action”
ajar
(bukan
penelitiannya.
yang
nyata).
bahwa tingkat profesionalisme guru-guru
Kegiatan diskusi telah sering dilakukan
Geografi
khususnya pada sesama rekan (kolega)
Karesidenan Pati belum optimal.
guru bidang studi dalam forum pertemuan
di
Sehingga dapat dikatakan
Kondisi
SMA
Negeri
semacam
ini
se
Eks
terbangun
MGMP. Workshop-workshop juga sering
karena adanya paradigm yang kurang pas
dilakukan oleh para guru Geografi, meski
kalau
menunggu dana (blokgrand) dari LPMP.
semata dengan UKG (Uji Kompetensi
Hampir
Guru) yang berupa tes tentang konsep-
semua
terancang
kegiatan tersebut tidak
dalam
perencanaan
kegiatan
keprofessionalan
guru itu diukur
konsep / teori keilmuan dari bidangnya
yang terstruktur (short term and long
masing-masing
term).
mengulang seperti waktu kuliah dulu).
Dengan
pembinaan
demikian,
kompetensi
secara
(sama
tak
ubahnya
umum
pengembangan
87
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
Pertama,
penelitian
secara
telah
umum
memiliki
umum
sehingga
kompetensi
subjek
pengembangan profesi guru Geografi di
pengalaman
daerah penelitian belum terpola secara
mengajar yang cukup lama, semua telah
tersertifikasi
pembinaan
secara
jelas dan mantap.
formal
Terkait
dengan
kendala-kendala
sebagai guru yang profesional. Kegiatan
yang berupa belum terdongkraknya tingkat
pengembangan
kompetensi pengembangan
profesi
yang
menonjol
ternyata berupa kegiatan menyusun buku
Geografi
kegiatan
Karesidenan Pati dan pola pembinaannya,
kerja
siswa
(LKS).
Dalam
di
SMA
profesi guru
Eks
maka
tim menyusun materi untuk bahan LKS.
diungkapkan saran sebagai berikut: a).
Kompetensi pengembangan profesi yang
perlu mengubah paradigma bahwa setiap
cukup
guru
produktifitas
adalah
penyusunan
kesempatan
se
wahana MGMP, para guru sering secara
menggembirakan
pada
Negeri
untuk
ini
perlu
mencapai
tingkat
makalah,
keprofesinalannya harus ditunjang dengan
penyusunan alat peraga Meskipun telah
karya ilmiah, bukan hanya mengajar dan
ada
sekedar lulus UKG serta lulus sebagai
sisi
akademik
peningkatan
keilmiahan
pengembangan
umum
pengembangan
dalam
profesi,
(71,00%)
produktivitas
menunjang
namun
tingkat
secara
kompetensi
keprofesionalan
mereka
masih jauh dari harapan ideal
guru pembelajar,
b).
didorong
kemampuan/kompetensi
pengembangan
profesinya
apresiasi
dan/
para guru perlu
reward
dengan
(bisa
berupa
pendanaan), agar terbangun gairah sikap
Kedua, pola pembinaan kompetensi
dan
perilaku
guru
yang
pihak
sekolah
dan
pengembangan profesi guru Geografi di
professional,
SMA Negeri se Eks Karesidenan Pati,
pemerintah (dalam hal ini Kemendikbud
yang
dan jajaran di bawahnya) agar senantiasa
berupa
in
house
b).
sebagai
training,diskusi,workshop telah dilakukan
bersungguh-sungguh
oleh para guru Geografi. Namun kegiatan-
kegiatan pengembangan profesi para guru
kegiatan lain seperti magang, kemitraan
secara
dengan sekolah lain dan belajar jarak jauh
pendanaannya.
terstruktur
memprogram
waktu
dan
belum optimal terlaksana baik oleh pihak
pemerintah
(Kemendikbud,
Diknas
Kabupaten, LPMP) maupun profider/pihak
lain yang berkompeten. Sehingga secara
88
JURNAL GEOGRAFI VOLUME 14 NO. 1 JANUARI 2017
V. DAFTAR PUSTAKA
Dawam, Ainurrofiq. 2008. KiatMenjadi
Guru Profesional.Jogjakarta: ArRuzz Media.
Hamalik, Oemar. 2008. Pendidikan Guru
Berdasarkan
Pendekatan
Kompetensi.
Bandung:
Bumi
Aksara.
Moh Uzer Usman. 2011. Menjadi Guru
Profesional. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya. Hlm. 14.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 19 tahun 2005 tetang
Standar
Nasional
Pendidikan (SNP).
Soekirno,
Soewalni.
2014.
Jurnal
Pendidikan
Ikatan
Sarjana
Pendidikan Nasional (ISPI) Jawa
Tengah.
Hubungan
antara
Kebutuhan Pengembangan Diri,
Pemilihan Strategi dan Sikap
Inovatif
dengan
Kemampuan
Profesional Guru SD di Kota
Surakarta Jawa Tengah. ISSN 2442-6350
Volume 1 Nomor 1 Nopember
2014.
Undang-Undang
Republik
Indonesia
Nomor 14 Tahun 2005 tetang
Guru dan Dosen.
89
Download