kep. 042/dj-p2sdkp/2008 tentang

advertisement
KEPUTUSAN
DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN
NOMOR: KEP. 042/DJ-P2SDKP/2008
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS OPERASIONAL PENGAWASAN
PENGOLAHAN, PENGANGKUTAN DAN PEMASARAN IKAN
DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN
Menimbang
:
a. bahwa dalam rangka pelaksanaan
pengawasan pengolahan,
pengangkutan dan pemasaran ikan telah diterbitkan berbagai
peraturan perundang-undangan;
b. bahwa agar peraturan perundang-undangan sebagaimana
dimaksud pada butir a dapat dilaksanakan secara tertib dan
mencapai sasaran,
pelaksanaannya;
maka
dilakukan
pengawasan
atas
c. bahwa agar tercipta pengertian yang sama, kesepahaman
dalam pelaksanaan pengawasan, khususnya bagi petugas
pengawas, dipandang perlu adanya petunjuk teknis
operasional pengawasan pengolahan, pengangkutan dan
pemasaran ikan yang ditetapkan dengan keputusan Direktur
Jenderal.
Mengingat
:
1. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2001 tentang Organisasi
dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2006;
2. Keputusan Presiden Nomor 13/1997 tentang Standar Nasional
Indonesia;
3. Peraturan
Menteri
Kesehatan
RI
Nomor
722/Menkes/Per/IX/1988 Pasal 3 Ayat 1 tentang Bahan
Tambahan Makanan;
4. Peraturan
Menteri
Kesehatan
(Menkes)
Nomor
1168/Menkes/Per/X/1999 tentang perubahan atas Peraturan
Menteri Kesehatan 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan
Tambahan Makanan;
5.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
KEP.06/MEN/2002 tentang Persuratan dan Tata Cara
Pemeriksaan Mutu Hasil perikanan yang Masuk ke Wilayah
Republik Indonesia;
6.
7.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
KEP.24/MEN/2002 tentang Tata Cara dan Tehnik Penyusunan
Peraturan Perundang-undangan
Kelautan dan Perikanan;
di
Keputusan
dan
Menteri
Kelautan
Lingkungan
Departemen
Perikanan
Nomor
KEP.21/MEN/2004 tentang
Sistem Pengawasan
dan
Pengendalian Mutu Hasil Perikanan untuk Pasar Uni Eropa;
8.
Peraturan
Menteri
Kelautan
dan
Perikanan
Nomor
PER.07/MEN/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Departemen Kelautan dan Perikanan sebagaimana diubah
beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Kelautan dan
Perikanan Nomor PER.08/MEN/2007;
9.
Peraturan
Menteri
PER.04/MEN/2006
Kelautan
tentang
dan
Unit
Perikanan
Nomor
Pelaksana
Teknis
Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan;
10.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.18/MEN/2006 tentang Skala Usaha Pengolahan Hasil
Perikanan;
11.
Keputusan
Menteri
Kelautan
dan
Perikanan
Nomor
KEP.01/MEN/2007 tentang Persyaratan Jaminan Mutu dan
Keamanan Hasil Perikanan pada proses Produksi, Pengolahan dan
Pengangkutan (Pemasaran);
12.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.01/MEN/2007 tentang Pengendalian Sistem Jaminan
Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan;
13.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.05/MEN/2008 tentang Usaha Perikanan Tangkap;
14.
Surat
Keputusan
Dirjen
Perikanan
No.3511/DPT.0/PI.320.S4/ VII/2004
:
Tangkap
tentang Persyaratan
higiene di kapal penangkap ikan yang hasilnya untuk pasar Uni
Eropa;
MEMUTUSKAN
Menetapkan
: KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN DAN
PENGENDALIAN
SUMBERDAYA
KELAUTAN
DAN
PERIKANAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS OPERASIONAL
PENGAWASAN PENGOLAHAN,
PEMASARAN IKAN
PENGANGKUTAN
DAN
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Keputusan ini, yang dimaksud dengan:
1.
Pengawas Perikanan adalah Pegawai Negeri Sipil, baik yang berstatus Penyidik
Pegawai Negeri Sipil Perikanan maupun non-Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perikanan,
yang diangkat dan ditunjuk oleh Menteri Kelautan dan Perikanan atau pejabat yang
ditunjuk, untuk melakukan kegiatan pengawasan perikanan.
2.
Tugas Pengawas
Perikanan
adalah mengawasi
tertib
pelaksanaan
peraturan
perundang-undangan di bidang perikanan.
3.
Produksi adalah rangkaian kegiatan penangkapan di laut dan perairan umum termasuk
kekerangan hidup.
4.
Pengolahan adalah rangkaian kegiatan dan atau perlakuan dari bahan baku ikan
sampai menjadi produk akhir untuk menjadi konsumsi manusia.
5.
Kapal penangkap ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk
menangkap ikan, termasuk menampung,
mengawetkan.
6.
menyimpan,
mendinginkan dan/atau
Kapal pengangkut ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk
mengangkut ikan, termasuk memuat, menampung, menyimpan, mendinginkan,
dan/atau mengawetkan.
7.
Unit Pengolahan Ikan yang selanjutnya disebut UPI adalah tempat yang digunakan
untuk mengolah hasil perikanan, baik yang dimiliki perorangan, atau badan hukum.
8.
Distribusi adalah rangkaian kegiatan penyaluran hasil perikanan dari suatu tempat ke
tempat lain sejak produksi, pengolahan sampai pemasaran.
9.
Sertifikat Pengolah Ikan adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh Menteri
Kelautan dan Perikanan dalam hal ini Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran
hasil Perikanan yang menerangkan bahwa seseorang telah memperoleh pendidikan
tertentu dan menguasai pengetahuan di bidang pengolahan ikan.
10.
Hasil Perikanan adalah ikan termasuk biota perairan lainnya yang ditangani dan/atau
diolah untuk dijadikan produk akhir yang berupa ikan segar, ikan beku dan olahan
lainnya yang digunakan untuk konsumsi manusia
11.
Produk Perikanan adalah setiap bentuk produk pangan berupa ikan utuh atau produk
yang mengandung bagian ikan, termasuk produk yang sudah diolah dengan cara
apapun yang berbahan baku utama ikan.
12.
Sistem Jaminan Keamanan Hasil Perikanan adalah upaya-upaya yang harus
diperhatikan dan dilakukan sejak pra produksi sampai dengan pendistribusian untuk
memperoleh hasil perikanan yang memenuhi persyaratan keamanan hasil perikanan
konsumsi.
13.
Hazard Analisis Critical Control Point yang selanjutnya disebut HACCP adalah
sistem manajemen keamanan pangan yang mendasarkan kesadaran bahwa dapat
timbul pada tahap-tahap proses, namun dapat dikendalikan melalui tindakan
pencegahan dan pengendalian titik-titik kritis.
14.
Sertifikat Kelayakan Pengolahan yang selanjutnya disebut SKP adalah sertifikat yang
diberikan kepada UPI yang telah menerapkan Good Manufactaring Practice (GMP)
serta memenuhi persyaratan Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP) dan
Good Hygiene Practices (GHP) sesuai dengan standar dan regulasi dari Otoritas
Kompeten.
15.
Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh
laboratorium yang ditunjuk oleh pemerintah yang menyatakan bahwa ikan dan hasil
perikanan telah memenuhi persyaratan jaminan mutu dan keamanan untuk konsumsi
manusia.
16.
Surat izin Usaha Perikanan, yang selanjutnya disingkat SIUP adalah izin tertulis yang
harus dimiliki perusahaan perikanan untuk melakukan usaha perikanan dengan
menggunakan sarana produksi yang tercantum dalam izin tersebut.
17.
Sertifikat Mutu adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh laboratorium penguji
yang menerangkan bahwa suatu hasil perikanan telah memenuhi standar mutu.
18.
Pengawas Mutu Hasil Perikanan adalah Pegawai Negeri yang mempunyai kompetensi
melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian sistem jaminan mutu dan
keamanan hasil perikanan yang ditunjuk oleh Menteri atas rekomendasi dari otoritas
kompetensi.
19.
Nomor Registrasi adalah nomor yang diberikan kepada unit pengolahan yang telah
memenuhi persayaratan sanitasi dan teknik pengolahan untuk memberikan jaminan
mutu kepada konsumen.
20.
Produk Olahan adalah setiap hasil perikanan yang telah mengalami proses kimia atau
fisika seperti pemanasan, pengasapan, penggaraman, pengeringan atau pengacaran
dan lain-lain, baik yang berasal dari produk yang didinginkan atau produk beku, baik
yang dikombinasikan dengan bahan makanan lain atau kombinasi dari beberapa
proses.
21.
Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT adalah UPT bidang pengawasan
sumberdaya kelautan dan perikanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan
Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan.
22.
Satuan Unit Kerja adalah Satuan Kerja Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan
Perikanan.
23.
Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya
Kelautan dan Perikanan.
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2
(1) Petunjuk teknis operasional pengawasan pengolahan, pengangkutan dan pemasaran
ikan ditetapkan dengan maksud sebagai acuan Pengawas Perikanan dalam
melaksanakan tugas pengawasan.
(2) Petunjuk teknis operasional pengawasan pengolahan, pengangkutan dan pemasaran
ikan ditetapkan dengan tujuan terciptanya satu kesatuan kesepahaman dalam
melaksanakan pengawasan.
BAB III
OBYEK DAN TEMPAT PENGAWASAN
Pasal 3
(1) Obyek pengawasan pengolahan meliputi:
a. SIUP;
b. SKP;
c. Sertifikat PMMT/HACCP;
d. Bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong dan/atau alat yang membahayakan
kesehatan manusia;
e. Izin menggunakan tenaga kerja asing (IMTA);
f. Produk hasil perikanan;
g. Kapal penangkap/pengangkut ikan yang melakukan pengolahan.
(2) Obyek pengawasan pengangkutan dan pemasaran Ikan meliputi:
a. SIKPI;
b. SKP;
c. Sertifikat Kesehatan untuk konsumsi manusia;
d.
e.
f.
g.
Sertifikat Kesehatan Ikan;
SKAI;
Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB);
Pemberitahuan Impor Barang (PIB);
h. Produk hasil perikanan;
i.
Lalu lintas ikan hidup dan jenis ikan yang membahayakan manusia dan lingkungan.
Pasal 4
Pengawasan pengolahan, pengangkutan dan pemasaran ikan dilakukan di:
a. Penanganan ikan dan/atau UPI, Lokasi pengumpul;
b. Pelabuhan laut, pelabuhan udara dan tempat pendaratan ikan;
c. Kapal penangkap/pengangkut ikan yang melakukan pengolahan ikan.
BAB IV
TUGAS DAN KEWENANGAN PENGAWAS PERIKANAN
Pasal 5
(1) Pengawas Perikanan dibidang pengolahan, pengangkutan dan pemasaran ikan bertugas
untuk mengawasi tertib pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang usaha
pengolahan, pengangkutan dan pemasaran ikan.
(2) Pengawas Perikanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (1), dalam melaksanakan
tugasnya mempunyai kewenangan:
a. memasuki tempat-tempat yang akan dilakukan pemeriksaan;
b. memeriksa dokumen perizinan;
c. memeriksa sertifikat kelayakan pengolahan;
d. memeriksa sertifikat penerapan PMMT/HACCP;
e. memeriksa sertifikat kesehatan, untuk konsumsi manusia;
f.
memeriksa sertifikat kesehatan ikan;
g. memeriksa asal bahan baku, penggunaan bahan tambahan, penggunaan bahan
penolong dan/atau alat yang membahayakan kesehatan manusia;
h. memeriksa Izin Penggunaan Tenaga Kerja Asing (IMTA);
i.
memeriksa kesesuaian produk ikan;
j. memeriksa Surat Keterangan Asal Ikan (SKAI);
k. memeriksa Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB);
l.
(3)
memerika Pemberitahuan Impor Barang (PIB).
Dalam melaksanakan tugasnya pengawas perikanan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2), dapat berkoordinasi dengan pihak terkait.
Pasal 6
(1)
Dalam rangka pengawasan pengolahan, pengangkutan dan pemasaran ikan dapat
dilakukan verifikasi.
(2)
Verifikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan cara pemeriksaan
kesesuaian dokumen perijinan dengan fisik.
BAB V
PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN
Pasal 7
Prosedur pengawas perikanan dalam melakukan pengawasan pengolahan, pengangkutan
dan pemasaran ikan meliputi:
a. Pengawas perikanan sebelum melakukan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 5
ayat (2) terlebih dahulu memberitahukan kepada penanggung jawab UPI;
b. Mendatangi lokasi usaha pengolahan ikan serta menunjukkan Surat Perintah Tugas;
c. Pengawas Perikanan melakukan pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan dokumen
dan hal lainnya yang menjadi objek pengawasan sebagaimana tercantum pada lampiran
1 sampai dengan lampiran 3;
d. Dalam hal ditemukan ada dugaan tindak pidana perikanan, Pengawas Perikanan
menyerahkan kepada PPNS perikanan untuk dilakukan proses penyidikan.
Pasal 8
Pengawasan pengolahan, pengangkutan dan pemasaran ikan, dilakukan dengan cara
memeriksa:
a. Kesesuaian dokumen perizinan, meliputi:
1. SIUP untuk usaha pengolahan;
2. SIKPI untuk usaha pengangkutan hasil perikanan.
b. Kesesuaian sertifikat UPI meliputi:
1. Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP);
2. Sertifikat Penerapan PMMT/HACCP;
3. Sertifikat Kesehatan (Health Certificate).
c.
d.
e.
f.
Kesesuaian Sertifikat Kesehatan Ikan;
Kesesuaian Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB);
Kesesuaian Pemberitahuan Impor Barang (PIB);
Kesesuaian bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong dan/atau alat yang
membahayakan kesehatan manusia dengan yang diizinkan sebagaimana tercantum pada
lampiran 4;
g. Kesesuaian penggunaan tenaga kerja asing (IMTA) dengan yang diizinkan;
h. Kesesuaian pemasukan ikan (impor);
i.
Kesesuaian pengeluaran ikan (ekspor);
j.
Kesesuaian produk (jenis, jumlah dan ukuran) hasil perikanan dengan yang diijinkan.
Pasal 9
(1) Dalam hal hasil pemeriksaan diduga terdapat penyimpangan atau tidak sesuai dengan
ketentuan teknis, Pengawas Perikanan merekomendasikan kepada Direktur Jenderal
untuk:
1. diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku;
2. diberikan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku;
(2) Setiap hasil pemeriksaan dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan yang dilengkapi
dengan form hasil pemeriksaan usaha pengolahan dan/atau pengangkutan dan/atau
pemasaran ikan, sebagaimana tercantum pada lampiran 5.
BAB VI
PELAPORAN
Pasal 10
(1)
Setiap Pengawas Perikanan yang melakukan pengawasan kegiatan usaha pengolahan,
pengangkutan dan pemasaran ikan wajib melaporkan hasil pengawasannya kepada
satuan unit kerjanya;
(2)
Satuan unit kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan rekapitulasi
pelaporan hasil pengawasan pengolahan, pengangkutan dan pemasaran ikan dan hasil
pengawasan lainnya untuk selanjutnya dilaporkan kepada Direktur Jenderal dengan
tembusan kepada UPT Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang
membawahinya, selambat-lambatnya setiap bulan pada minggu pertama;
(3)
Form laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), sebagaimana tercantum pada
lampiran 6.
BAB VII
PENUTUP
Pasal 11
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal, 28 Juli 2008
DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN
Dr.Ir. AJI SULARSO, MMA
NIP. 950 000 116
Lampiran 1.
Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan dan
Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
No. KEP.042 / DJ-P2SDKP/2008
Tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan
Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran Ikan
Lampiran 2.
Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian
Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
No. KEP. 042/DJ-P2SDKP/2008
Tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan
Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran Ikan
Lampiran 3.
Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian
Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
No. KEP.042 /DJ-P2SDKP/2008
Tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan Pengolahan,
Pengangkutan dan Pemasaran Ikan
Lampiran 4. Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan dan
Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
No. KEP. 042/DJ-P2SDKP/2008
Tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan
Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran Ikan
BAHAN TAMBAHAN YANG DILARANG DIGUNAKAN DALAM MAKANAN BERDASARKAN
PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 1168/MENKES/PER/X/1999 TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR:722/MENKES/
PER/IX/1988 TENTANG BAHAN TAMBAHAN MAKANAN
No.
Jenis Bahan Tambahan
Nama Latin
1.
Asam Borat dan senyawanya
Boric acid
2.
Asam Salisilat dan garamnya
Salicylic Acid and its salt
3.
Dietilpirokarbonat
Diethylpirocarbonate DEPC
4.
Dulsin
Dulcin
5.
Kalium Klorat
Potassium Chlorate
6.
Kloramfenikol
Chloramphenicol
7.
Minyak Nabati yang dibrominasi
Brominated vegetable
8.
Nitrofurazon
Nitrofurazone
9.
Formalin
Formaldehyde
10
Kalium Bromat
Potassium bromate
Lampiran 5.
Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya
Kelautan dan Perikanan
No. KEP.042/DJ-P2SDKP/2008
Tentang
Petunjuk
Teknis
Operasional
Pengawasan
Pengolahan,
Pengangkutan dan Pemasaran Ikan
FORM HASIL PEMERIKSAAN PENGAWASAN PENGOLAHAN DAN PENGANGKUTAN/PEMASARAN HASIL PERIKANAN
DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN
Nama UPT/Satker Pengawasan SDKP
BERITA ACARA HASIL PEMERIKSAAN PENGAWASAN PENGOLAHAN DAN PENGANGKUTAN/PEMASARAN HASIL PERIKANAN
DI ISI OLEH PENGAWAS PERIKANAN
No.
Pemeriksaan Pengawasan Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran
Ikan
Data Pada Izin
Hasil Pemeriksaan
Sesuai Izin (Ya/Tidak)
A. Data Umum UPI
1. Nama Perusahaan
2. Penanggung Jawab Perusahaan
3. Jenis kapal yang dimiliki (penangkap/pengangkut)
a. Penangkap (Nama & No. SIPI)
b. Pengangkut (Nama & No. SIKPI)
4. Alamat
a. Kantor Pusat
b. Unit Pengolahan Ikan
c. Telepon/ Faksimil
5. Jenis ikan yang diolah
6. Status Modal
7. Kapasitas
a. Produksi rata-rata perhari(ton/hari)
b. Gudang penyimpanan bahan baku (ton)
c. Gudang penyimpanan hasil produksi (ton)
8. Asal bahan baku
a. Tangkapan (dari perairan)
b. Budidaya (lokasi)
c. Pembelian dari Depo (alamat)
9. Bahan tambahan makanan yang dipakai
10. Pengangkutan/Pemasaran
a. Dalam Negeri (jenis & jumlah)
b. Luar Negeri (jenis, tujuan, jumlah)
11. Merk Produk
12. Jumlah Karyawan
a. Tenaga Kerja Indonesia
b. Tenaga Kerja Asing
B
Dokumen Unit Pengolahan Ikan, Pengangkutan dan Pemasaran Ikan
1. SIUP
2. Sertifikat Kelayakan Pengolahan
3. Sertifikat PMMT / HACCP
4. Sertifikat Kesehatan untuk konsumsi manusia
5. Sertifikat Kesehatan Ikan
6. Surat Keterangan Asal Ikan/ SKAI
7. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
8. Pemberitahuan Impor Barang (PIB)
Tempat dan Tanggal Pemeriksaan:
Mengetahui,
Penanggung Jawab UPI/Pelaku Usaha
( ……………………………………………………………….. )
Nama dan Tanda Tangan
Pengawas Perikanan
( ……………………………………………………………….. )
Nama, NIP dan Tanda Tangan
Analisa Hasil Pemeriksaan
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….……………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….…………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Lembar
Lembar
Lembar
Lembar
I (Putih)
II (Merah)
III (Kuning)
IV (Biru)
:
:
:
:
Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
Pengawas Perikanan
Penanggung Jawab UPI/Pelaku Usaha
UPT Pengawasan SDKP
Lampiran 6
Keputusan
Direktur
Jenderal
Pengawasan
dan
Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
No. KEP.042/DJ-P2SDKP/2009 tentang Petunjuk Teknis
Operasional Pengawasan Pengolahan, Pengangkutan
dan Pemasaran Ikan
FORM PEMERIKSAAN PRODUK PERIKANAN HASIL OLAHAN
(UNTUK KEPERLUAN EKSPOR)
DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN (MINISTRY OF MARINE AFFAIRS AND FISHERIES)
DIREKTORAT JENDERAL PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN
(DIRECTORATE GENERAL OF SURVEILLANCE AND CONTROL OF MARINE RESOURCES AND FISHERIES)
Nama Unit Pengawasan Perikanan
Name of Fisheries Surveillance Unit
BERITA ACARA PEMERIKSAAN PRODUK PERIKANAN HASIL OLAHAN
DI ISI OLEH PENGAWAS PERIKANAN (FILLED BY FISHERIES SURVEILLANCE OFFICER)
Berdasarkan (On the bases of) :
1. Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan
2. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : PER.05/MEN/2008 tentang Usaha Perikanan Tangkap
No.
Rincian Pemeriksaan Dokumen Produk Perikanan
Hasil Pemeriksaan
Sesuai Izin
(Ya/Tidak)
ASAL PRODUK
I.
ORIGIN OF PRODUCT
1.
2.
Nama dan Alamat Perusahaan
Name and Adrress of Company
Nomor Registrasi/Lisensi (SKP)
Register Number/License
DESKRIPSI PRODUK
II.
DESCRIPTION OF COMMODITY
1.
2.
3.
4.
III.
1.
2.
3.
Jenis Pengolahan
Type of Processing
Nama Ikan
Name of Fish
Jumlah Kemasan
Number of Packages
Berat Bersih
Net Weight
TUJUAN PRODUK
DESTINATION OF PRODUCT
Produk Perikanan dikirim dari
The fishery product are to be dispatched from
Ke
To
Dengan Menggunakan Cara Transportasi
By the following means of transport
a. Angkutan Darat
Road Vehicle
b. Kapal Laut
Ship
c. Pesawat Terbang
Aeroplane
4.
d. Lainnya
Other
Nama dan Alamat Pembeli
Name and Address of Importer
Tempat dan Tanggal Pemeriksaan/Place and Date of Inspection:
Analisa Hasil Pemeriksaan (Analysis of Result Inspection)
Menyetujui,
Penanggung Jawab Perusahaan
(…………………………………….)
Lembar
Lembar
Lembar
Lembar
Pengawas Perikanan
(Fisheries Surveillance Officer)
( ……………………………………………………………….. )
( ……………………………………………………………….. )
Nama dan Tanda Tangan (Name and Signature)
Nama, NIP dan Tanda Tangan (Name and Signature)
I (Putih)
: Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
II (Merah)
: Pengawas Perikanan
III (Kuning)
: Penanggung Jawab Perusahaan
IV (Biru)
: UPT/Satker Pengawasan SDKP
Nomor
Seri
Kode
Tahun
Nomor Urut
Lampiran 7
Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan dan
Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
No. KEP.042/DJ-P2SDKP/2009 tentang Petunjuk
Teknis
Operasional
Pengawasan
Pengolahan,
Pengangkutan dan Pemasaran Ikan
FORM PEMERIKSAAN JENIS IKAN LAUT HASIL TANGKAPAN YANG
MENURUT SIFATNYA TIDAK MEMERLUKAN PENGOLAHAN
(UNTUK KEPERLUAN EKSPOR)
DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN (MINISTRY OF MARINE AFFAIRS AND FISHERIES)
DIREKTORAT JENDERAL PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN
(DIRECTORATE GENERAL OF SURVEILLANCE AND CONTROL OF MARINE RESOURCES AND FISHERIES)
Nama Unit Pengawasan Perikanan
Name of Fisheries Surveillance Unit
BERITA ACARA PEMERIKSAAN JENIS IKAN LAUT HASIL TANGKAPAN YANG
MENURUT SIFATNYA TIDAK MEMERLUKAN PENGOLAHAN
DI ISI OLEH PENGAWAS PERIKANAN (FILLED BY FISHERIES SURVEILLANCE OFFICER)
Berdasarkan (On the bases of) :
1. Kep Dirjen P2SDKP Nomor; KEP.019/DJ-P2SDKP tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan Kapal Perikanan
2. Kep. Dirjen P2HP Nomor KEP.033/DJ-P2HP/2008 tentang Jenis Ikan Laut Hasil Tangkapan Yang Menurut Sifatnya Tidak Memerlukan
Pengolahan.
3. Kep. Dirjen P2HP Nomor: KEP.083/DJ-P2HP/2008 tentang Perubahan I Kep. Dirjen P2HP Nomor KEP.033/DJ-P2HP/2008
No.
Rincian Pemeriksaan Dokumen dan Fisik Kapal Perikanan
Hasil Pemeriksaan
Sesuai (Ya/Tidak)
Nama Perusahaan
1
2
3
4
5
6
Nama Kapal Pengangkut Ikan / Name of Carrier Vessel
Bendera Kebangsaan Kapal / Flag Nationality of Vessel
No. SIKPI
Negara Tujuan / Destination Country
Ruang Penyimpanan Ikan / Fish Hold
a. Jumlah /Amount
(unit)
b. Kapasitas / Capacity
(m3)
Jumlah Ikan dalam Palkah / Number of Fish Species in Hold
Jenis ikan yang diangkut / Carried of fish spesies
1. Tuna Sirip Biru Selatan (Thunnusmaccoyii)
2. Tuna Bersirip Kuning (Thunnus albacares)
3. Tuna Mata Besar (Thunnus Obesus)
4. Kerapu (Epinephelus sp)
5. Bronang/Baronang (Siganus spp)
6. Bawal Hitam (Farnio niger)
7. Bawal Putih (Pampus argenteus)
8. Ekor Kuning (Caesio erythrogaster)
9. Udang Laut (Penaeus semisulcaltus)
10. Udang Pasir (Thenus orientalis)
11. Udang Karang/Lobster (Palinurus spp.)
12. Cumi-cumi (Loligo spp)
13. Gurita
14. Sotong/Blekutak (Sepia spp)
15. Kuwe (Caranx sexfasciatus)
16. Layaran (Istiophorus plalypterus)
17. Scampi (Metanephrops sp)
18. Albaqora (Thunus alalunga)
19. Cakalang (Katsuwonus pelamis)
20. Kakap Merah (Lutjanus Spp)
21. Kakap Putih (Lates calcarifor)
22. Layur (Trichiurus savala)
Jumlah
Tempat dan Tanggal Pemeriksaan/Place and Date of Inspection:
Analisa Hasil Pemeriksaan ( Analysis of Result Inspection )
8
Hasil Pemeriksaan (Kg)
Menyetujui,
Nakhoda Kapal Perikanan
Pengawas Perikanan
(Fisheries Surveillance Officer)
(Captain of Fisheries Vessel)
Lembar
Lembar
Lembar
Lembar
Sesuai (Ya/Tidak)
( ……………………………………………………………….. )
( ……………………………………………………………….. )
Nama dan Tanda Tangan (Name and Signature)
Nama, NIP dan Tanda Tangan (Name and Signature)
I (Putih)
: Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
II (Merah)
: Pengawas Perikanan
III (Kuning)
: Nakhoda Kapal
IV (Biru)
: UPT/Satker Pengawasan SDKP
Nomor
Seri
Kode
Tahun
Nomor Urut
Lampiran 8. Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan
No. KEP.042/DJ-P2SDKP/2008
Tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran Ikan
FORM VERIFIKASI PENANGANAN DUGAAN PELANGGARAN TERHADAP USAHA PENGOLAHAN,
PENGANGKUTAN DAN PEMASARAN IKAN
Usaha Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran Ikan
No
Nama
No. SIUP
Dugaan Pelanggaran
Hasil Verifikasi
Pasal yang
disangkakan
Barang Bukti
Tindak Lanjut
Lokasi
Pelanggaran
Sanksi
Administratif
Proses Penyidikan
Analisa Yuridis dan Teknis:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………
Tempat dan Tanggal Pemeriksaan : ……………………………………………………………
Mengetahui
Kepala UPT/Satker Pengawasan SDKP
Pengawas Perikanan
(........................................)
NIP. .........................
(........................................)
NIP. .........................
Download