Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap... Peranan Guru

advertisement
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
Peranan Guru Terhadap Mutu Pendidikan
Burhan1 dan Saugadi2
Abstrak
Guru memegang peran utama dalam pembangunan pendidikan, khususnya yang di selenggarakan
secara formal di sekolah. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik, terutama dalam
kaitannya dengan proses mengajar. Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap
terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, upaya perbaikan apapun
yang di lakukan uuntuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang
signifikan tanpa di dukung oleh guru yang profesional dan berkualitas.Mutu sekolah sangat ditentukan
oleh keberadaan guru yang berkualitas yang mencakup dan menekankan pada tiga kemampuan, yaitu
kemampuan akademik, kemampuan keterampilan, dan kemampuan sosial moral. mutu sekolah
ditentukan oleh tiga variabel, yakni kultur sekolah, proses belajar mengajar dan realitas sekolah.
Kultur sekolah merupakan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan,upacara, slogan, dan berbagai perilaku
yang terbentuk di sekolah dan diteruskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya baik secara sadar
maupun tidak. Oleh karena itu, upaya perbaikan apapun yang di lakukan uuntuk meningkatkan
kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa di dukung oleh guru
yang profesional dan berkualitas. Dengan kata lain, perbaikan kualitas pendidikan harus berpangkal
dari guru, berujung pada guru pula demi tercapainya mutu pendidikan yang baik.
Kata Kunci : Peranan, Guru, Mutu, Pendidikan
1
2
Burhan, FKIP Universitas Madako, Sulawesi Tengah Email: [email protected]
Sauga, FKIP Universitas Madako Tolitoli, Sulawesi Tengah Email: [email protected]
ISSN 2086 – 1397
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |59
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
nasional berfungsi mengembang kemampuan
PENDAHULUAN
dan membentuk watak serta peradaban bangsa
1. Latar Belakang
Upaya meningkatkan mutu pendidikan
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
adalah fokus utama dalam pengembangan
kehidupan
pendidikan dewasa ini. Pembelajaran yang baik
berkembangnya potensi peserta didik agar
oleh guru profesional adalah faktor utama
menjadi manusia yang beriman, bertaqwa
peningkatan mutu. Guru sebagai pendidk
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq
profesional dengan tugas utama mendidik,
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
dan menjadi warga Negara yang demokratis
menilai, dan mengevaluasi peserta didik,
dan bertanggung jawab.
membutuhkan peningkatan profesional secara
terus
menerus.
pendidikan
di
Dalam
penyelenggaraan
sekolah,
program-program
bangsa,
bertujuan
untuk
Sesuai dengan tujuan pendidikan yang
telah dijelaskan dalam tujuan tersebut di atas,
maka
pendidikan tidak hanya bertujuan
sekolah diarahkan pada tujuan jangka panjang
mencerdaskan kehidupan anak bangsa tetapi
pembelajaran
juga
yaitu
untuk
meningkatkan
bertujuan
membentuk
watak
dan
kemampuan siswa, agar ketika mereka sudah
kepribadian peserta didik sehingga tugas guru
meninggalkan bangku sekolah, mereka akan
menjadi lebih berat. Guru juga mempunyai
mampu mengembangkan diri sendiri dan
tugas mendidik peserta didik agar mempunyai
mampu memecahkan masalah yang muncul
moral sesuai dengan nilai-nilai agama. Guru
(Depdiknas, 2004.a:1). Demikian pula dengan
harus mempunyai moral dan kepribadian yang
pelaksanaan program pembelajaran di sekolah
baik karena guru merupakan suri tauladan bagi
dilakukan
untuk
anak didik dan dalam masyarakat merupakan
membentuk pola pikir siswa, suatu pola pikir
orang yang pantas diteladani. Selain mendidik
yang logis, rasional, kritis, cermat, jujur,
tugas guru yang lain yaitu membimbing peserta
efisien, dan efektif (Depdiknas (2004.b:1).
didik dengan cara memberi contoh dan
dengan
tujuan
yaitu
Guru merupakan salah satu komponen
pengaruh serta mampu mengendalikan peserta
menentukan dalam sistem pendidikan secara
didik untuk mencapai tujuan yang ingin
keseluruhan, yang tentunya harus mendapat
dicapai. Oleh kerena itu upaya perbaikan
perhatian sentral, pertama dan utama. Figur
apapun yang dilakukan untuk meningkatkan
yang satu ini akan senantiasa menjadi sorotan
kualitas
strategis ketika berbicara masalah pendidikan
sumbangan yang signifikan tanpa didukung
kerena guru terkait dengan komponen manapun
oleh guru yang professional dan berkualitas.
dalam sitem pendidikan. Guru adalah sosok
pengembang
tanggung
Dalam
tidak
proses
akan
memberi
pembelajaran,
dalam
penggunaan metode dan strategi mengajar
mewujudkan tujuan pendidikan seperti yang
haruslah lebih menitikberatkan penggunaan
telah dijelaskan dalam UU No. 20 Tahun 2003
metode yang lebih banyak memberikan peluang
tentang
bagi siswa untuk ikut berperan serta aktif dalam
SISDIKNAS
ISSN 2086 – 1397
jawab
pendidikan
bahwa:Pendidikan
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |60
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
kegiatan belajar yang bertujuan dan bermakna.
kreatif dan inovatif dapat mengemas metode-
Penggunaan
strategi
metode atau strategi pembelajaran, sumber-
pembelajaran
sangat
dalam
perlu
kegiatan
karena
untuk
sumber
belajar
dan
berbagai
model
mempermudah proses pembelajaran sehingga
pembelajaran yang sesuai materi pembelajaran.
dapat mencapai hasil yang optimal. Tanpa
Persiapan
strategi yang jelas, proses pembelajaran tidak
pengetahuan
akan terarah sehingga tujuan pembelajaran
pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa,
yang telah ditetapkan sulit untuk tercapai secara
konsentrasi dan partisipasi siswa pada proses
optimal atau dengan kata lain pembelajaran
belajar atau pembelajaran menjadi maksiamal
tidak dapat berlangsung secara efektif dan
dan akhirnya hasil pembelajaran menjadi
efisien.
bermakna bagi siswa. Ketidak berhasialn proses
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas,
maksimal
sosial
mendeteksi
dan
penyebabnya,
: ”Peranan Guru terhadap Mutu pendidikan”
pembelajaran
Berdasarkan permasalahan di atas,
guru
sebelum
ilmu
proses
pembelajaran dapat dihindari bila guru dapat
maka rumusan masalah dalam artikel ini adalah
3. Tujuan Penulisan
oleh
membuat
berdasarkan
sebelumnya.
peta
masalah
pengalaman
Guru
dapat
merefleksikan segala asfek penunjang dan
penghambat
keberhasilan
atau
ketidak
maka tujuan penelitian ini adalah untuk
berhasilan pembelajaran. Pemilihan strategi
mengetahui peranan guru dalam meningkatkan
yang sesuai dengan kondisi siswa dan sekolah
mutu pendidikan
tempat guru mengajar serta karakteristik materi
4. Manfaat Penulisan
Hasil penulisan ini diharapkan dapat
pembelajaran
harus
diperhatikan
sebelum
proses pembelajaran.
memberikan manfaat bagi Guru/Dosen sebagai
Menurut Mulyasa (2009: 5) Guru
informsi dan refleksis diri tentang pentingtanya
mempunyai peran utama dalam pembangunan
peranan guru dalam rangka meningkatkan
pendidikan,
kualitas individu, lembagan, institusi dan
keberhasilan peserta didik dan guru paling
Bangsa pada umumnya
berpengaruh pada terciptanya proses dan hasil
KAJIAN TEORI
pendidikan yang berkualitas. Menurut Roman
karena
guru
menentukan
Peranan guru sangat sentral dalam
(2012: 121) guru merupakan faktor yang
meningkatkan kualitas pendidikan, karena guru
mempengaruhi motivasi, prestasi, dan perilaku
merupakan ujung tombak dan pengeraka paling
siswa dan kualitas komunikasi antara guru
mikro dalam sistem pendidikan dimana guru
dengan siswa merupakan faktor penting proses
yang bersentuhan lansung dengan perubahan
pembelajaran yang optimal.Menurut Undang-
perilaku. proses belajar,bimbingan yang akan
Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
bermuara pada tujuan pendidikan nasional oleh
dan Dosen pasal 1 No.1 bahwa: Guru adalah
karena itu, dibutuhkan guru yang profesional,
pendidik professional dengan tugas utama
berkarakter inovatif dan kreatif. Guru yang
mendidik,
ISSN 2086 – 1397
mengajar
dan
membimbing,
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |61
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
mengarahkan,
melatih,
dan
kinerja artinya sama dengan prestasi kerja.
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan
Menurut Mangkunegara (2007: 67) bahwa
anak usia dini jalur pendidikan formal,
kinerja atau prestasi kerja adalah hasil kerja
pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
secara kualitas yang dicapai oleh seorang
Menurut
menilai,
7)
pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai
bahwa:Tugas guru sebagai profesi meliputi
tanggungjawab yang diberikan kepadanya.
mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik
Sedangkan menurut Wibowo (2008: 41) bahwa
berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-
kinerja
nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan
sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan
mengembangkan
organisasi.
teknologi.
Usman
ilmu
pada
pengetahuan
Sedangkan
mengembangkan
siswa.
(2005:
kegiatan
pengelolaan
berarti
Lebih lanjut Wibowo (2008: 49)
keterampilan-keterampilan
mengatakan bahwa sasaran kinerja merupakan
Tugas
melatih
dan
merupakan
guru
dalam
bidang
suatu
pernyataan
secara
spesifik
yang
kemanusiaan disekolah harus dapat menjadikan
menjelaskan hasil yang harus dicapai, kapan,
dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus
dan oleh siapa sasaran yang ingin diselesaikan.
mampu menarik simpatik sehingga menjadi
Sasaran yang efektif dinyatakan dengan baik
idola bagi siswanya dan pelajaran apapun yang
dalam bentuk kata kerja secara spesifik dan
diberikan
bagi
dapat diukur. Standar kinerja menjelaskan apa
siswanya.Seorang guru harus menjadi guru
yang diharapkan manajer dari pekerja sehingga
yang inspiratif selalu mengikut perkembangan
harus dipahami oleh pekerja. Standar kinerja
dan senantiasa mengembangkan pengetahuan
merupakan tolok ukur terhadap pengukuran
yang
akan
kinerja agar efektif. Standar kinerka harus
disampaikan kepada peserta didiknya. Hal ini
dihubungkan dengan hasil yang ingin dicapai
dilakukan agar menjadi peserta didik yang
dari setiap pekerjaan.
akan
menjadi
dimilikinya
yang
motivasi
nantinya
memiliki pengetahuan yang luas sehingga guru
harus menjadi pendidik yang professional.
Menurut
Danin (2012:111)
Kinerja dapat dipandang sebagai proses
kerja dan sebagai pekerjaan (Wibowo, 2008:
bahwa
67). Kinerja sebagai proses kerja merupakan
kinerja atau penampilan bagian integral dari
tentang bagaimana suatu pekerjaan berlangsung
kompetensi, tetapi kinerja berbeda dengan
untuk mencapai hasil kerja. Tetapi hasil
kompetensi karena kompetensi merupakan
pekerjaan itu sendiri menunjukkan kinerja.
kemampuan teoritis yang latent dalam diri
Berdasarkan beberapa pendapat diatas tentang
seseorang,
merupakan
pengertian kinerja diatas, maka disimpulkan
tampilan nyata yang dapat dilakukan seseorang
bahwa kinerja adalah tentang bagaimana proses
pada suatu ruang kerja.
seseorang
sedangkan
kinerja
atau
kelompok
orang
dalam
Menurut Usman (2009: 487) bahwa
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
kinerja adalah hasil kerja dan kemajuan yang
serta bagaimana hasil dari pelaksanaan tugas
telah dicapai seorang dalam bidang tugasanya,
tersebut.
ISSN 2086 – 1397
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |62
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
Menurut Alma (2010: 155) bahwa
peningkatan mutu akan mendorong perilaku
standar unjuk kerja guru meliputi kemampuan
warga sekolah kea rah peningkatan mutu
professional,
dan
sekolah, sebaliknya kultur sekolah yang tidak
kemampuan personal. Hal ini berarti bahwa
kondusif akan menghambat upaya menuju
guru dalam melaksanakan tugasnya harus
peningkatan mutu sekolah.
kemampuan
sosial,
menunjukkan: (1) standar penguasaan materi
Kultur
sekolah
dipengaruhi
dua
pelajaran landasan, dan wawasan pendidikan,
variabel, yakni variabel pengaruh eksternal dan
(2) standar kemampuan penyesuaian diri
realitas sekolah itu sendiri. Pengaruh eksternal
terhadap tuntutan kerja, dan (3) kemampuan
dapat
penampilan sikap positif terhadap tugas dan
dikeluarkan pemerintah, perkembangan media
kemampuan menjadikan diri sebagai panutan.
massa dan lain sebagainya. Realitas adalah
Menurut Sallis TQM (Total Qaulity
Manajemen)
merupakan
perluasan
dan
berupa
kebijakan
pendidikan
yang
keadaan dan kondisi faktual yang ada di
sekolah, baik kondisi fisik seperti gedung dan
pengembangan jaminan mutu.TQM adalah
fasilitasnya,
tentang
usaha menciptakan sebuah kultur
hubungan antar guru yang tidak harmonis dan
mutu, yang mendorong semua stafnya untuk
peraturan sekolah yang kelewat kaku. Realitas
memuaskan pelangganya.Dalam konsep mutu
sekolah mempengaruhi mutu sekolah. Sekolah
terpadu pelanggan adalah raja.Ini merupakan
yang memilki peraturan yang diterima dan
pendekatan populer yang digunakan Peters dan
dilaksanakan oleh warga sekolah akan memiliki
Waterman dalam In Search of exellence, adn
dampak ats mutu yang berbeda dengan sekolah
telah menjadi tema khas dalam tulisan-tulisan
yang memliki peraturan tetapi tidak diterima
Tom Peters. Teori ini menjelaskan bahwa mutu
warga sekolah.
sekolah mencakup dan menekankan pada tiga
kemampuan,
yaitu
non
fisik
seperti;
Kualitas kurikulum dan proses belajar
akademik,
mengajar merupakan variabel ketiga yang
kemampuan sosial, dan kemampuan moral.
mempengaruhi mutu sekolah. Variabel ini
Menurut teori ini, mutu sekolah ditentukan oleh
merupakan variabel yang paling dekat dan
tiga variabel, yakni kultur sekolah, proses
paling menentukan mutu lulusan. Kualitas
belajar mengajar dan realitas sekolah. Kultur
kurikulum dan PBM memilki hubungan timbal
sekolah
kebiasaan-
balik dengan realitas sekolah. Di samping itu
kebiasaan, upacara-upacara, slogan-slogan, dan
juga dipengaruhi oleh factor internal sekolah.
berbagai perilaku yang telah lama terbentuk di
Faktor internal adalah aspek kelembagaan dari
sekolah dan diteruskan dari satu angkatan ke
sekolah seperti struktur organisasi, bagaimana
angkatan berikutnya baik secara sadar maupun
pemilihan kepala sekolah, pengangkatan guru.
tidak.
Faktor
merupakan
Kultur
ini
kemampuan
maupun
nilai-nilai,
diyajini
mempengaruhi
internal
ini
akan
mempengaruhi
perilaku komponen sekolah, yaitu guru, kepala
pandangan dan pengalaman sekolah. Selain itu,
sekolah, staf administrasi, siswa, dan juga
pandangan dan pengalaman sekolah juga akan
orang tua siswa. Kultur yang kondusif bagi
di pengaruhi oleh factor eksternal.
ISSN 2086 – 1397
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |63
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
Dua hal yang sangat mendasar untuk
penerima.Karena jasa memiliki kedetakan
membedakan ketika bericara mutu akan terpikir
oleh
kita
apa
pelangganya?
produknya?
Sallis
siapa
b Jasa harus diberikan tepat waktu.
produk
c Jasa tidak dapat ditambal atau diperbaiki.
pendidikan ada yang berpendapat yakni peserta
Makanya yang jelek tetap jelek.Maka
didik atau pelajar sendiri. Hal ini melihat
standar
pendidikan dari penerapan disiplin dan cara
awal.Kendatpun kesalahan manusia tidak
bersikap di institusi-intitusi tertentu.Pendidikan
bisa dipungkiri.
seolah-olah
Menurut
Dan
langsung tanpa perantara.
merupakan
sebuah
jalsur
jasa
harus
baik
sejak
d Jasa selalu berhadapan dengan ketidak
prduksi.Masalah dari pertanyaan di atas adalah
pastian.Mendeskripsikan
pelanggan
sulit menerapkan defenisi tersebut dalam dunia
potensi untuk menjadi objek tawaran
pendidikan yang bersifat praktis. Produk adalah
merupakan hal yang luar biasa sulit.
sebuah subyek dari proses jaminan mutu, maka
e Staf Senior pada umumnya jauh dari
hal pertama yang harus dilakukan produsen
pelanggan.Maka pelatihan dan pendidikan
adalah menentukan dan mengontrol sumber
bagi staf sebagai garda depan dalam
persediaan.Kedua,
memberikan pelayanan (forn office) sangat
„bahan
mentah‟
harus
melewati sebuah atau beberapa proses stnadar
yang telah ditetapkan, dan hasil produksi harus
menentukan kepuasan pelanggan.
f Kesulitan
untuk
tingkat
produktivitas
dalam
memenuhi spesifikasi yang ditetapkan dan
keberhasilan
didentifkasi sebelumnya. Model seperti ini
jasa.Karena satu-satu indikator pelayanan
tidak
jasa adalah kepuasan pelanggan.
mudah
pendidikan.Menurut
ditetapkan
dalam
Gray
untuk
sulit
dan
mengukur
Globalisasi
mempertinggi
arus
menyamakan bahan baku manusia dengan
kompetisi disegala bidang termasuk bidang
memiliki berbagai macam pengalaman, emosi,
pendidikan
dan opini yang mustahil bisa disamakan. Maka
sekolah(customer internal) terlibat didalamnya.
defenisi
dilihat
Untuk dapat mempertahankan eksistensinya,
pendidikan tersebut sebuah jasa atau layanan
maka setiap organisasi dan semua elemen-
dan bukan sebuah produksi. Membedakan
elemen
antara produk dengan jasa sangat penting, agar
meningkatkan mutu pelayanannya secara terus
bisa dilakukan kedunya jaminan mutu apa yang
menerus.
paling tepat.
manajemen kinerja.. Kecenderungan masa kini
produk
Mendefinsikan
tersebut
mutu
jasa
harus
sangat
sulit
dan
dimana
guru
dalam organisasi
masa
Sistem
depan
dan
harus
kepala
berupaya
pengembangan
menunjukkan
dan
bahwa
dibandingkan dengan produk.Maka perbedaan
masyarakat semakin menyadari pentingnya
tersebut menurut Sallis terlihat sebagai berikut:
peningkatan dan mempertahankan kualitas
a Jasa meliputi hubungan langsung antara
hidup (quality of life). Oleh karena itu
pemberi dan penerima, ada hubungan
pelayanan pendidikan yang bermutu semakin
emosional langsung antara pemberi dan
dicari untk memperoleh jaminan kepastian
ISSN 2086 – 1397
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |64
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
terhadap mutu pelayanan pendidikan yang
diterimanya.
Semakin
tinggi
6) Tingkatkan cara kerja. Bila semua orang
tingkat
mau meningkatkan dan mengembangkan
pemahaman masyarakat terhadap pentingnya
sistem
pendidikan untuk
menghasilkan mutu yang lebih tinggi
mempertahankan kualitas
hidup, maka customer akan semakin kritis
guru,
kepala
sekolah,
dan
perlu dilakukan terus menerus.
akan
dapat
Philip. B. Crosby berpendapat bahwa :
1)
stakeholders internal pendidika. Oleh karena itu
peningkatan mutu kinerja setiap pendidikan
efisien
dengan beaya yang rendah.
dalam menerima produk jasa, termasuk jasa
pelayanan
yang
Mutu
adalah
derajat
dipenuhinya
persyaratan yang ditentukan.
2)
Mutu
adalah
kesesuaian
terhadap
kebutuhan, bila mutu rendah merupakan
Manajemen mutu adalah suatu proses
hasil dari ketidak sesuaian. Mutu tidak
dimana orang-orang bergerak untuk mencapai
sama dengan kemewahan. Suatu produk
tujuan.Pendapat
defenisi
mutu
atau pelayanan yang sesuai dengan
bermacam-macam.Menurut
Sallis
“Mutu
segala spesifikasinya akan dikatakan
merupakan
licin”,
sebuah
bermutu, apapun bentuk produknya.
memiliki
Diakui bahwa ada korelasi erat antara
pandangan yang berbeda. Tiga orang pakar
beaya dan mutu. Mutu harus dapat
terkenal dalam bidang bisnis mengemukakan
dicapai, dapat diukur, dapat memberi
pendapatnya tentang mutu.W. Edward Deming
keuntungan dan untuk mencapainya
adalah seorang genius yang terkenal karena
diperlukan kerja keras. Suatu sistem
telah merevitalisasi industri bisnis Jepang,
yang berorientasi pada peningkatan mutu
dengan
akan
gambaran
tentang
konsep
betapa
berfokus
yang
konsep
pada
mutu
"Total
Quality
dapat
mencegah
kesalahan-
Management (TQM) " dan “Continous Quality
kesalahan
Improvement (CQI). Konsep mutu dalam
mengidentifikasi 14 langkah peningkatan
“Deming Chain Reaction" menekankan bahwa
mutu. Kata kunci mutu: kerjakan sesuatu
untuk tercapainya sukses organisasi atau bisnis,
dengan benar sejak awal dan kerjakan
telah dibuat formulasi sebagai berikut:
tugas yang benar dengan baik.
1) Meningkatkan mutu berkesinambungan;
2) Menekan biaya dengan cara; menekan
kesalahan dalam pekerjaan, mencegah
terjadinya
pengulangan,
menekan
dalam
penilaian.
Crosby
Yoseph M. Juran terkenal dengan konsep
"Trilogy" mutu dan mengidentifikasikannya
dalam tiga kegiatan:
1) Perencanaan
mutu
meliputi:
siapa
terjadinya kelambatan dan penggunaan
customer,
apa
waktu dan sumber sumber yang lebih baik;
meningkatkan produk sesuai kebutuhan,
kebutuhannya,
3) Tingkatkan produktifitas;
dan merencanakan proses untuk suatu
4) Menangkap pangsa pasar dengan mutu
produksi.
bagus dan harga lebih rendah;
5) Tetap dalam koridor bisnis;
ISSN 2086 – 1397
2) Pengendalian mutu: mengevaluasi kinerja
untuk mengidentifikasi perbedaan antara
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |65
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
kinerja aktual dan tujuan.
3) Peningkatan
c Manajemen Berdasarkan Faka
mutu:
infrastruktur
membentuk
untuk
fakta, maksudnya semua keputusan harus
melaksanakan peningkatan mutu. Setiap
berdasarkan fakta bukan ingatan (feeling)
kegiatan
langkah-
atau ingatan semata.Ada dua hal yang
Iangkah yang semuanya mengacu pada
terkait dengan ini; (1) Prioritas, yakni
upaya peningkatan mutu.
sebuah konsep bahwa perbaikan tidak bisa
Slogan
dan
team
Sekolah kelas duna harus berorientasi
dijabarkan
tentang
dalam
mutu
ini
dilakukan secara bersamaan, mengingat
adalah"Return to Quality" untuk peningkatan
keterbatasan sumber daya yang ada.(2)
pelayanan, artinya apapun yang kita lakukan
Variasi
seharusnya
manusia.Data statistik dapat memberikan
mengacu
pada
saat
standar,
atau
variabilitas
mengevaluasi tindakan-tindakan yang telah
gambaran
dilakukan apakah telah memenuhi kriteria atau
merupakan bagian yang wajar dari setiap
spesifikasi-spesifikasi yang dibutuhkan untuk
sistem organisasi.
memenuhi kepuasan customer.
mengenai
kinerja
variabilitas
yang
d Perbaikan Terus Menerus
Menurut Hensler dan Brunell (dalam
Setiap sekolah harus beroroetnasi kepada
Husaini Usman, 2008) ada empat prinsip utama
perbaikan secara terus menerus.Konsep
dalam Konsep Mutu Terpadu Pendidikan:
yang berlaku adalah siklus PDCA, yang
a Kepuasan Pelanggan
terdiri dari perencanaan, melaksanakan
Konsep mengenai pelanggan diperluas.
rencana, memeriksa hasil perencanaan,
Mutu tidak hanya bermakna kesesuaian
dan melakukan tindakan korektif.
dengan
spesifikasi-spesidikasi
tertentu,
tetapi mutu tersebut ditentukan oleh
Menurut
Dr.Edward
mengembangkan 14 perkara prinsip Mutu:
pelanggan.Pendidikan adalah pelayanan
a. Menciptakan konsistensi Tujuan;
jasa maka pelanggan internal dan eksternal
b. Mengadopsi Filosofi Mutu Total;
sekolah
c. Mengurangi Kebutuhan Pengujian
haruds
diberikan
pelayanan
sebaik-baiknya.
d. Menilai Bisnis Sekolah dengan Cara Baru;
b Respek Terhadap Setiap Orang
e. Memperbaiki Mutu dan Produktivitas serta
Sekolah yang bertaraf dunia, setiap orang
Mengurangi Biaya;
disekolah dipandang memiliki potensi.
f. Belajar Sepanjang Hayat;
Orang yang ada di dalam organisasi
g. Kepemimpinan dalam Pendidikan;
dipandang sebagai sumber daya organisasi
h. Mengenamilasi Rasa Takut;
yang
i. Menciptakan Budaya Mutu;
paling
bernilai
dan
dipandang
sebagai aset organisasi.Maka pandangan
j. Perbaikan Proses;
ini memberikan kesempatan kepada setiap
k. Membantu Siswa Berhasil;
oran untuk berpartisipasi, berkarir, dan
l. Komitmen;
berprestasi dalam pengambilan keputusan.
m. Tanggung jawab.
ISSN 2086 – 1397
Deming
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |66
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
Dalam
“proses
pendidikan”
yang
dirumuskan lebih dahulu oleh sekolah, dan
bermutu, terlibat berbagai input, seperti bahan
harus jelas target yang akan dicapai untuk
ajar
setiap kurun waktu lainnya. Beberapa input dan
(kognitif, afektif dan
metodologi
kemampuan
proses harus selalu mengacu pada mutu hasil
guru), sarana sekolah, dukungan administrasi
(output) yang ingin dicapai. Dengan kata lain,
dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya
tanggung jawab sekolah dlam school based
serta menciptakan suasana yang kondusif.
quality improvent bukan hanya pada proses,
Manajemen sekolah, dukungan kelas berfungsi
tetapi tanggung jawab akhirnya adalah pada
mensinkronkan berbagai input tersebut. Antara
hasil
lain mensinergikan semua komponen dalam
hasil/prestasi
interaksi (proses) belajar mengajar, baik antara
terutama yang menyangkut aspek kemampuan
guru, siswa dan sarana pendukung di kelas
akademik(kognitif)
maupun di luar kelas, baik konteks kurikuler
benchmarking
maupun ekstra-kurikuler, baik dalam lingkup
standar nilai).
subtansi yang akademis maupun non akademis
KESIMPULAN
dalam
(bervariasi
psikomotorik),
suasana
yang
sesuai
mendukung
yang
proses
pembelajaran.
oleh
sekolah
dapat
dilakukan
(menggunakan
titik
acuan
yang
berkualitas
maka
saatnya
berinvestasi pada pendidikan. Pendidikan tidak
Pendidikan” mengacu pada prestasi yang
bisa hanya terfokus pada kebutuhan material
dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu
jangka pendek ( seperti yang banyak di
tertentu (apakah
cawu, akhir
prakekkan sekarang ), tetapi harus menyentuh
semester, akhir tahun, 2 tahun, atau 5 tahun
dasar untuk memberikan watak pada visi dan
bahkan 10 tahun). Prestasi yang dicapai atau
misi pendidikan, yaitu perhatian mendalam
hasil pendidikan (student achievement) dapat
pada etika moral dan spiritual yang luhur.
berupa hasil tes kemampuan akademis (misal :
Dalam hal ini, kualitas pendidikan di pengaruhi
ulangan harian, ujian semester atau ujian
oleh
nasional). Dapat pula prestasi di bidang lain
seluruh
seperti prestasi di suatu cabang olahraga, seni
peninhkatan
atau keterampilan tambahan tertentu. Bahkan
penyebaran
prestasi sekolah dapat berupa kondisi yang
sempurnakan, sumber belajar, sarana dan
tidak
seperti
prasarana yang memadai, iklim pe,belajaran
saling
yang kondusif, serta di dukung oleh kebijakan (
suasana
tiap
dipegang
disiplin,
konteks
dicapai
mengetahui
“hasil
dapat
dalam
yang
Untuk
Dalam mempersiapkan sumber daya
manusia
Mutu
dicapai.
akhir
(intangible)
keakraban,
menghormati, kebersihan dan lain-lain.
penyempurnaan
komponen
kualitas
guru,
sistematik
terhadap
pendidik,
seperti;
dan
kurikulum
pemerataan
yang
di
politifical will ) pemerintah, baik di pusat
Antara proses dan hasil pendidikan
maupun di daerah. Dari semua itu komponen
yang bermutu saling berhubungan. Akan tetapi
paling menentukan berada di tangan guru,
agar proses yang baik itu tidak salah arah, maka
maka kurikulum, Sumber belajar, saran dan
mutu
prasarana, dan iklim pembelajaran menjadi
dalam
artian
ISSN 2086 – 1397
hasil
(output)
harus
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |67
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
sesuatu yang berarti bagi kehidupan peserta
didik. Guru merupakan komponen paling
menentukan dalam sistem pendidikan secara
keseluruhan, yang harus mendapat perhatian
sentral, pertama dan utama. Figur ini akan
menjadi sorotan srtategis ketika berbicara
masalah pendidikan, karena guru selalu terkait
dengan komponen manapun dalam sistem
pendidikan.
Guru memegang peran utama dalam
pembangunan pendidikan, khususnya yang di
selenggarakan secara formal di sekolah. Guru
juga sangat menentukan keberhasilan peserta
didik, terutama dalam kaitannya dengan proses
mengajar. Guru merupakan komponen yang
paling berpengaruh terhadap terciptanya proses
dan hasil pendidikan yang berkualitas. Oleh
karena itu, upaya perbaikan apapun yang di
lakukan
uuntuk
meningkatkan
kualitas
pendidikan tidak akan memberikan sumbangan
yang signifikan tanpa di dukung oleh guru yang
profesional dan berkualitas. Dengan kata lain,
perbaikan kualitas pendidikan harus berpangkal
dari guru, berujung pada guru pula.
ISSN 2086 – 1397
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |68
Burhan dan Saugadi, Peranan Guru Terhadap...
DAFTAR PUSTAKA
Alma, B. 2010. Guru Profesional, Menguasai Metode dan Trampil Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Arcaro, Jerome, S. 2006. Pendidikan Berbasis Mutu, Pustaka Pelajar, Yogyakarta: cet.3.
Danim, S. 2012. Pengembangan Profesi Guru, dari Prajabatan, Induksi, ke Profesional Madani.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Darma. A. 2003. Manajemen Supervisi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Depdiknas. 2010. Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Jakarta: Depdiknas.
Mulyasa.E. 2012. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sallis, Edward. 2007. Total Quality Managemen in Education,IRCiSoD, Yogyakarata: Cet.VI
Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 2005. Bandung: Citra Umbara
Depdiknas. 2004.Model pembelajaran dan metode pembelajaran.Jakarta:Departemen Pendidikan
Nasional.
Usman, Husaini. 2008. Manajemen Teori Praktik dan Riset Pendidika. Yogyakarta: Bumi Aksara.
Usman, M. U. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Usman, U. 1994. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Wibowo. 2008. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
ISSN 2086 – 1397
Volume 8 Nomor 1. Januari – Juni 2017 |69
Download