BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Stabilitas dan

advertisement
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Stabilitas dan kemajuan ekonomi merupakan sesuatu yang ingin dicapai
oleh negara karena perkembangan ekonomi merupakan tonggak berhasil tidaknya
pembangunan nasional negara tersebut, Sehingga banyak negara yang melakukan
tindakan-tindakan dan kebijakan-kebijakan yang mendukung. Salah satu yang
bisa mendorong kegiatan ekonomi adalah kegiatan Investasi.
Investasi merupakan penanaman sejumlah dana pada saat ini dengan
harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa mendatang. Seperti yang kita
ketahui, krisis ekonomi global pada tahun 2008 memberikan Dampak yang sangat
buruk terhadap perekonomian negara berkembang dan maju di dunia. Berawal
dari krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat kemudian merambat menjadi
krisis ekonomi global. Termasuk indonesia sendiri yang merasakannya akibat dari
krisis global tersebut, ditandai dengan meningkatnya pengangguran, terganggunya
kegiatan ekspor impor, nilai tukar rupiah yang semakin melemah, kondisi pasar
modal yang semakin tertekan akibat jatuhnya Bursa Asing Global, dan puncaknya
penutupan bursa efek indonesia selama tiga hari berturut-turut. Oleh karena
kondisi tersebut banyak para investor yang gagal dalam investasinya yang
kemudian mengakibatkan terganggunya kegiatan pasar modal. Namun pada tahun
2011 kondisi pasar mulai pulih kembali, ditandai dengan kembali bergairahnya
kegiatan jual beli dalam pasar modal. Pembelian efek atau surat berharga di pasar
modal melalui bursa efek merupakan salah satu cara dalam berinvestasi dana yang
dapat menjadi pilihan bagi para investor. Hal ini dapat dikatakan karena pasar
modal merupakan salah satu penggerak perekonomian suatu negara, karena pasar
modal merupakan sarana pembentuk modal dan akumulasi dana masyarakat untuk
menunjang biaya pembangunan. Namun apabila investor ingin memutuskan untuk
menginvestasikan dana di bursa efek atau pasar modal maka diperlukan berbagai
pertimbangan, pengalaman, naluri berbisnis dan analisis yang cukup matang
untuk mengurangi kemungkinan risiko yang terjadi dikemudian hari. Beberapa hal
yang perlu dipertimbangkan investor adalah tingkat pengembalian yang
diharapkan (expected rate of return), tingkat risiko (rate of risk) dan ketersediaan
jumlah dana yang akan diinvestasikan.
Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa
return realisasian yang sudah terjadi atau return ekspektasian yang belum terjadi
tetapi yang diharapkan akan terjadi dimasa mendatang. Return realisasian dihitung
menggunakan data historis. Return realisasian penting karena digunakan sebagai
salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return realisasian atau historis ini
juga berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasian (expected return) dan
risiko dimasa datang. Return ekspektasian (expected return) adalah return yang
diharapkan akan diperoleh investor dimasa mendatang. Berbeda dengan
realisasian yang sifatnya sudah terjadi, return ekspektasian sifatnya belum terjadi.
Sedangkan Komponen return meliputi capital gain atau capital loss dan yield.
Capital Gain atau Capital Loss merupakan selisih untung (rugi) dari harga
investasi sekarang relatif dengan harga periode lalu. Sedangkan Yield merupakan
persentase penerimaan kas periodik terhadap harga investasi periode tertentu dari
suatu investasi. Selain tingkat return investor juga harus memperhatikan tingkat
risiko dari investasi, karna return dan risiko mempunyai hubungan yang sangat
positif, semakin besar risiko yang ditanggung, maka semakin besar return yang
harus dikompensasikan. Risiko yang diartikan kemungkinan tingkat keuntungan
yang diperoleh menyimpang dari keuntungan yang diharapkan. Salah satu
instrumen pengukur risiko adalah deviasi standar dan dinyatakan dengan symbol
, atau apabila dinyatakan dalam bentuk kuadrat disebut sebagai variance
σ2 .
Pada prinsipnya risiko dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu
yang pertama Risiko Sistematis (systematic risk) Adalah risiko yang tidak dapat
dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena fluktuasi risiko ini
dipengaruhi oleh faktor-faktor makro yang dapat mempengaruhi pasar secara
keseluruhan. Misalnya perubahan tingkat bunga, kurs valuta asing, kebijakan
pemerintah, dan sebagainya. Risiko ini bersifat umum dan berlaku bagi semua
saham dalam bursa saham yang bersangkutan. Yang kedua Risiko Tidak
Sistematis (Unsystematic Risk) Adalah risiko yang dapat dikurangi dengan
melakukan diversifikasi, karena risiko ini hanya ada dalam satu perusahaan atau
industri tertentu. Fluktuasi risiko ini besarnya berbeda-beda antara satu saham
dengan saham yang lain. Karena perbedaan itulah maka masing-masing saham
memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap setiap perubahan pasar.
Misalnya faktor struktur modal, struktur asset, tingkat likuiditas, tingkat
keuntungan, dan sebagainya. Penjumlahan kedua jenis risiko dinamakan risiko
total.
Preferensi investor terhadap risiko dibedakan menjadi tiga yang pertama
investor yang tidak menyukai risiko atau menghindari risiko (Risk Averter) Yaitu
investor yang apabila dihadapkan pada dua pilihan investasi yang memberikan
tingkat pengembalian yang sama dengan risiko yang berbeda, maka ia akan lebih
suka mengambil investasi dengan risiko yang lebih rendah. Biasanya investor
jenis ini cenderung mempertimbangkan keputusan investasinya secara matang dan
terencana. Yang kedua investor yang menyukai risiko (Risk Seeker) Yaitu
merupakan investor yang apabila dihadapkan pada dua pilihan investasi yang
memberikan tingkat pengembalian yang sama dengan risiko yang berbeda, maka
ia akan lebih suka mengambil investasi dengan risiko yang lebih tinggi. Biasanya
investor jenis ini bersikap agresif dan spekulatif dalam mengambil keputusan
investasi. karena meraka tahu bahwa hubungan tingkat pengembalian dan risiko
adalah positif. Dan terakhir Investor yang netral terhadap risiko (Risk Neutral)
Yaitu investor yang akan meminta kenaikan tingkat pengembalian yang sama
untuk setiap kenaikan risiko. Investor jenis ini umumnya cukup fleksibel dan
bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan.
Oleh karena itu Investor sebagai pihak yang mempunyai kelebihan dana
sebaiknya tidak menginvestasikan seluruh dana mereka pada satu saham saja
melainkan kombinasi dari beberapa saham. Hal tersebut bisa diartikan membentuk
portofolio, Sehingga investor dapat mengantisipasi jika di kemudian hari salah
satu saham mengalami kerugian, Maka kerugian pada satu saham tersebut dapat
ditutup dengan keuntungan pada saham lainnya. Untuk mengetahui saham mana
yang memiliki tingkat keuntungan yang tinggi dengan risiko tertentu, Serta
bagaimana meminimalkan risiko tersebut maka perlu dilakukan analisis portofolio
terlebih dahulu, Dengan menganalisis portofolio, maka akan membantu investor
mengambil keputusan untuk menentukan portofolio yang efisien yang mempunyai
tingkat keuntungan yang diharapkan terbesar dengan risiko tertentu, atau yang
mempunyai risiko terkecil dengan tingkat keuntungan yang diharapkan tertentu
dari portofolio yang dibentuk.
Berdasarkan pada pemikiran di atas, maka pada penelitian ini penulis
mengambil judul :
“Analisis Return Dan Risiko Saham Untuk Membentuk Portofolio Yang Efisien
Pada Saham Sektor Industri Manufaktur Yang Termasuk Dalam Indeks LQ-45
Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan
masalah penelitian ini adalah :
“Bagaimana Seorang Investor Dapat Menganalisis Return Dan Risiko Saham
Untuk Membentuk Portofolio Yang Efisien Pada Saham Sektor Industri
Manufaktur Yang Termasuk Dalam Indeks LQ-45 Yang Go Public Di Bursa Efek
Indonesia”.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis return dan risiko
saham agar dapat memaksimalkan tingkat keuntungan dan meminimalkan tingkat
risiko saham untuk membentuk portofolio yang efisien pada saham sektor industri
manufaktur yang termasuk dalam indeks LQ-45 Yang Go Public di Bursa Efek
Indonesia.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut.
1.
Kontribusi Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu investor dalam mengambil
keputusan untuk menentukan portofolio yang efisien yang mempunyai tingkat
keuntungan yang diharapkan terbesar dengan risiko tertentu, atau yang
mempunyai risiko terkecil dengan tingkat keuntungan yang diharapkan
tertentu dari portofolio yang dibentuk.
2.
Kontribusi Teoretis
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sarana informasi untuk meningkatkan
wawasan dan pengetahuan tentang investasi dalam portofolio. Selain itu
memberikan kontribusi sebagai bahan referensi untuk penelitian sejenis.
3.
Kontribusi Kebijakan
Keberadaan badan pengawas pasar modal (BAPEPAM) diharapkan dapat
mewujudkan kegiatan pasar modal yang teratur, wajar dan efisien serta
melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat dari perlakuan yang tidak
fair dari emiten (informasi yang tidak benar) ataupun perusahaan, lembaga
dan profesi yang berkaitan dengan pasar modal (misalnya jual beli saham
harus dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku).
1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, batasan masalah
penelitian ini adalah analisis return dan risiko portofolio untuk membentuk
portofolio yang efisien pada saham sektor industri manufaktur yang termasuk
dalam indeks LQ-45 Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011.
Adapun Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.
PT. Astra International, Tbk
2.
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
3.
PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk
4.
PT. Unilever Indonesia, Tbk
5.
PT. Semen Gresik (Persero), Tbk
Download