MODUL IV KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN

advertisement
MODUL IV
KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN SYARIAH (KDPPLKS)
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat:
 memahami tujuan dan peranan KDPPLKS

memahami paradigma transaksi syariah

Memahami azas transaksi syariah

Memahami karakteristik transaksi syariah

Memahami basis transaksi syariah

Memahami karakteristik laporan keuangan syariah

Memahami tujuan laporan keuangan

Memahami unsur laporan keuangan

Memahami pengakuan dan pengukuran transaksi syariah
===================================================
A. PENDAHULUAN
Menurut sifatnya, ilmu akuntansi adalah termasuk ilmu hilir, yaitu ilmu yang bersifat
terapan, yang mempunyai kaitan erat dengan ilmu atau peristiwa
sebelumnya.
yang terjadi
Ilmu ekonomi, yang merupakan ilmu tentang bagaimana manusia
memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menggunakan sumber daya yang telah tersedia
di alam semesta ini, yang akan melibatkan sektor produksi, distribusi, investasi, dan
konsumsi,
sangat mempengaruhi ilmu akuntansi di sektor-sektor tersebut.
ekonomi akan diikuti oleh teori ekonomi, yang menjelaskan dan memprediksikan gejalagejala ekonomi, akan sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang dianutnya dalam
negara yang menerapkannya. Di dunia ini dikenal adanya sistem ekonomi kapitalis,
sistem sosialis, dan juga sistem ekonomi syariah (shariah economic system). Masingmasing sistem ekonomi tersebut memiliki paradigma yang berbeda diantara satu dan
lainnya. Oleh karena sistem ekonomi mempengaruhi sistem akuntansi maka sistem
akuntansi akan sangat tergantung dari paradigma sistem ekonomi yang dipakainya di
suatu negara.
‘12
1
Akuntansi Syariah
Drs. Slamet Wiyono, Ak. MBA.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Ilmu
tingkat kesempurnaan sebagai landasar penyusunan standar akuntansi, maka revisi
kerangka dasar ini akan dilakukan dari waktu ke waktu sesuai dengan pengalaman
badan penyusun standar akuntansi keuangan syariah dalam penggunaaan kerangka
dasar tersebut.
2. Ruang Lingkup
Seperti dijelaskan (IAI, 2007), Kerangka dasar ini membahas :
a. tujuan laporan keuangan;
b. karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan
keuangan; dan
c. defenisi pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan
keuangan.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kerangka dasar ini membahas laporan keuangan
untuk tujuan umum (general purpose financial statements yang selajutnya hanya disebut
”laporan keuangan”), termasuk laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan
disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan
sejumlah besar pemakai. Beberapa di antara pemakai ini memerlukan dan berhak untuk
memperoleh informasi tambahan disamping yang tercakup dalam laporan keuangan.
Namun demikian, banyak pemakai sangat tergantung pada laporan keuangan sebagai
sumber utama informasi keuangan dan karena itu laporan keuangan tersebut
seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka.
Laporan keuangan dengan tujuan khusus seperti prospektus, dan perhitungan yang
dilakukan untuk tujuan perpajakan tidak termasuk dalam kerangka dasar ini.
Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan
keuangan yang lengkap meliputi laporan keuangan atas kegiatan komersial dan atau
sosial. Laporan keuangan kegiatan komersial meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dengan beberapa cara seperti,
misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan perubahan ekuitas), laporan
perubahan dana investasi terikat, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang
merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Laporan keuangan atas kegiatan
sosial meliputi laporan sumber dan penggunaan dana zakat, dan laporan sumber skedul
‘12
3
Akuntansi Syariah
Drs. Slamet Wiyono, Ak. MBA.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
dan penerima zakat, infak, sedekah dan wakaf, pengawas syariah, karyawan, pemasok
dan mitra usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaganya, dan
masyarakat. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa
kebutuhan ini meliputi :
a. Investor. Investor dan penasihat berkepentingan dengan risiko yang melekat
serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka
membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli,
menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada
informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan entitas syariah
untuk membayar deviden.
b. Pemberi dana qardh. Pemberi dana qardh tertarik dengan informasi keuangan
yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah dana qardh dapat
dibayarkan pada saaat jatuh tempo.
c. Pemilik dana syirkah temporer. Pemilik dana syirkah dengan informasi
keuangan yang memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan investasu
dengan tingkat keuntungan yang bersaing dan aman.
d. Pemilik dana titipan. Pemilik dana titipan tertarik dengan informasi keuangan
yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah dana titipan dapat
diambil setiap saat.
e. Pembayaran dan penerima zakat, infak, sedekah dan wakaf. Pembayar dan
penerima zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta mereka yang berkepentingan
akan informasi mengenai sumber dan penyaluran dana tersebut.
f.
Pengawas syariah. Pengawas syariah yang berkepentingan dengan informasi
tentang kepatuhan pengelola bank akan prinsip syariah.
g. Karyawan. Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik
pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitan entitas syariah. Mereka juga
tertarik dengan informasi yang memungkikan mereka untuk menilai kemampuan
entitas syariah dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan
kerja.
h. Pemasok dan mitra usaha lainnya. Pemasok dan mitra usaha lainnya tertarik
dengan informasi yang memungkinkan merek untuk memutuskan apakah jumlah
yang terhutang akan dibayarkan pada saat jatuh tempo. Mitra usaha
berkepentingan pada entitas syarah dalam tenggang waktu yang lebih pendek
‘12
5
Akuntansi Syariah
Drs. Slamet Wiyono, Ak. MBA.
Pusat Bahan Ajar dan Elearning
Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Download