Bab1,2,3,4 Totolan ke 4

advertisement
PEREKRUTAN TENAGA KERJA
DI GOOGLE.INC
MAKALAH TOPIK-TOPIK LANJUTAN
SISTEM INFORMASI
Oleh
Abraham Ginting
1401140592
Wilson Chandra
1501172310
Hendy Citra
1501172323
Khansa Dinar Adibah
1501199880
Felicia Utama Widjaya
1501203083
Audria Gupitarini
1501203846
06 PKM / Kelompok 01
Universitas Bina Nusantara
Jakarta
2014/2015
Universitas Bina Nusantara
Jurusan Sistem Informasi
School of Information Systems
Makalah Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi
Semester Genap 2014/2015
PEREKRUTAN TENAGA KERJA
DI GOOGLE.INC
Abraham Ginting
Wilson Chandra
Hendy Citra
Khansa Dinar Adibah
Felicia Utama Widjaya
Audria Gupitarini
1401140592
1501172310
1501172323
1501199880
1501203083
1501203846
Kelas / Kelompok : 06 PKM / 01
Abstrak
TUJUAN PENULISAN, ialah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Topik-Topik
Lanjutan Sistem Informasi serta untuk mengetahui dan menganalisa mengenai cara perekrutan
tenaga kerja pada Google.Inc .
METODOLOGI PENELITIAN Metode tersebut menggunakan metode studi pustaka, yaitu
suatu metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengkajian terhadap sumber-sumber
yang autentik seperti membaca buku, serta literature dari internet yang berhubungan dengan
permasalahan, sehingga diperoleh data-data yang dibutuhkan dalam pembuatan paper tentang
“Perekrutan Tenaga Kerja di Google.inc” ini.
HASIL YANG DICAPAI adalah dapat mengetahui cara perekrutan tenaga kerja di Google.Inc
SIMPULAN Dalam proses perekrutan karyawannya, Google mempunyai cara yang unik yaitu
dengan adanya wawancara yang dilakukan oleh tim perekrutan maupun Googler. Uniknya,
Google tidak begitu memperhatikan mengenai transkrip nilai melainkan lebih mengenai
kemampuan para calon karyawan dalam bekerja dalam tim, memecahkan masalah dan kreativitas
dari
calon
karyawannya.
Kata Kunci
Perekrutan, Calon, Google, Wawancara, Kreatif
i
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di saat sekarang ini, peranan Sistem Informasi menjadi salah satu kunci yang
penting dalam mendukung proses bisnis di perusahaan dan organisasi. Hampir setiap
perusahaan dan organisasi telah dituntut untuk memperhatikan Sistem Informasi yang
dimiliki perusahaan secara menyeluruh agar dapat terus beradaptasi pada perubahanperubahan yang bakal terjadi dari perkembangan Sistem Informasi karena dengan
memanfaatkan Sistem Informasi makan perusahaan akan berjalan dengan lebih cepat dan
dapat mengelola data dengan lebih akurat.
Dunia bisnis sekarang ini hamper semuanya telah menerapkan Sistem Informasi
yang digunakan untuk mempermudah proses bisnis dalam perusahaan. Penerapan Sistem
Informasi pada perusahan dapat digunakan dalam proses di perusahaan seperti proses
perekrutan tenaga kerja pada perusahaan.
Dengan adanya Sistem Informasi pada proses perekrutan tenaga kerja pada
perusahaan, perusahaan dapat meningkatkan kualitas dalam proses perekrutan tenaga
kerja karena dengan memiliki Sistem Informasi maka tenaga kerja yang dipilih dapat
berdasarkan dengan kriteria yang benar-benar diinginkan perusahaan. Perusahaan dapat
memilih tenaga kerja yang berkualitas berdasarkan pengelolaan data yang dilakukan
secara akurat.
Proses perekrutan berdasarkan Sistem Informasi tersebut dapat diterapkan dalam
perusahaan-perusahaan yang telah mengglobal salah satunya yaitu Google.inc.
Google.inc merupakan sebuah perusahaan yang telah mendunia dan telah dikenal oleh
semua kalangan yang digunakan sebagai search engine dalam memperoleh berbagai data
yang berguna bagi si pengguna. Oleh karena itu perekrutan pada Google.inc dilakukan
dengan sangat mendetail untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas dan dapat
menyokong Google.inc dalam menjadi perusahaan yang dapat dipercaya dalam
mengelola informasi-informasi secara akurat dan terpercaya.
1
1.2
Ruang Lingkup
Dalam penulisan makalah ini, maka akan dibahas mengenai tata cara
perekrutan tenaga kerja pada perusahaan global, dimana sistem informasi
diterapkan pada proses-proses yang dijalankannya. Penerapan sistem
informasi tersebut dibahas dari segala proses perekrutan tenaga kerja seperti
pendaftaran tenaga kerja, lingkungan tenaga kerja, proses perekrutan, proses
pengambilan keputusan, dan juga mengenai keuntungan bekerja. Masingmasing proses yang dibahas akan diberikan contoh-contoh dari perekrutan
tenaga kerja pada perusahaan Google.inc.
1.3
1.4
Tujuan dan Manfaat
1.3.1
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah :
a. Sebagai pemenuhan tugas dari mata kuliah Topik-Topik
Lanjutan.
b. Untuk mengetahui dan menganalisa mengenai cara
perekrutan tenaga kerja pada Google.inc .
1.3.2
Manfaat
Manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah :
a. Dapat menambah pengetahuan mengenai cara perekrutan
tenaga kerja pada perusahaan global.
b. Topik yang diberikan dapat menjadi referensi dalam
penulisan skripsi nantinya.
Metodologi Penelitian
Metode tersebut menggunakan metode studi pustaka, yaitu suatu
metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengkajian terhadap
sumber-sumber yang autentik seperti membaca buku, serta literature dari
internet yang berhubungan dengan permasalahan, sehingga diperoleh datadata yang dibutuhkan dalam pembuatan paper tentang “Perekrutan Tenaga
Kerja di Google.inc” ini.
2
BAB 2
LANDASAN TEORI
Pengertian Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung
dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif
dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang
terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang
seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih
dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi.
Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil
penjurusan industri serta organisasi.
Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau
(MSDM). Dalam bidang ilmu ini, terjadi sintesa antara ilmu manajemen dan
psikologi. Mengingat struktur SDM dalam industri-organisasi dipelajari oleh ilmu
manajemen, sementara manusia-nya sebagai subyek pelaku adalah bidang kajian ilmu
psikologi.
Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya
belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena
itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau
Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset
yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan
portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini
perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka. [1]
Manajemen Sumber Daya Manusia
Sebelum mengemukakan beberapa pendapat mengenai apa yang dimaksud
dengan manajemen sumber daya manusia, maka perlu dijelaskan terlebih dahulu
mengenai arti manajemen itu sendiri, karena manajemen sumber daya manusia
3
merupakan bagian dari fungsi manajemen. Menurut Hasibuan (2008:29), manajemen
adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan
tertentu. Pengertian ini menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu ilmu dan
seni dimana dalam pelaksanaannya seorang manajer perlu mencari cara dalam
memberdayakan sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien guna mencapai
tujuan perusahaan.
Sedangkan menurut Samsudin (2010:300) mengemukakan bahwa manajemen
adalah bekerja dengan orang-orang untuk mencapai tujuan organisasi dengan
pelaksanaan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan
personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan
pengawasan (controlling). Sedangkan menurut Terry (dalam Samsudin 2010:304)
mengemukakan bahwa manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari
tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang
dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan
melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam
perusahaan.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
definisi manajemen sebagai ilmu dan seni dalam melakukan perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, penyusunan personalia dan pengendalian secara
terarah melalui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki dalam mencapai tujuan.
Sumber daya manusia dalam organisasi merupakan human capital, karena
sumber daya manusia memberikan kontribusi terhadap profitabilitas. Seringkali juga
disebut sebagai modal intelektual (intelectual capital), karena kemampuan
memberikan ide-ide cemerlang dalam pengembangan organisasi. Manajemen sumber
daya manusia merupakan konsep luas tentang filosofi, kebijakan, prosedur dan
praktek yang digunakan untuk mengelola individu atau manusia melalui organisasi.
Penggunaan konsep dan sistem sumber daya manusia adalah kontrol secara sistematis
dari proses jaringan fundamental organisasi yang mempengaruhi dan melibatkan
semua individu dalam organisasi, termasuk proses perencanaan sumber daya
manusia, desain pekerjaan, susunan kepegawaian, pelatihan dan pengembangan,
4
representasi dan perlindungan tenaga kerja, serta pengembangan organisasi. Untuk
mengendalikan dan mengatur proses tersebut, maka sistem harus direncanakan,
dikembangkan dan diimplementasikan oleh manajemen.
Manajemen sumberdaya manusia mempunyai kekhususan dibandingkan
dengan manajemen secara umum, karena yang di “manage” adalah manusia, sehingga
keberhasilan atau kegagalan manajemen sumberdaya manusia ini mempunyai dampak
yang sangat luas.
Rachmawati (2008:14) memberikan definisi manajemen sumber daya manusia
sebagai berikut: “Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan
pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan
dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu,
organisasi dan masyarakat”.
Selanjutnya, Yuniarsih dan Suwatno (2008:3) mengemukakan bahwa
: “Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang
memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam
kegiatan suatu organisasi“.
Hal senada dikemukakan pula oleh Rivai (2009:1) bahwa : “Manajemen
sumber daya manusia merupakan salah satu bidang dari manajemen yang meliputi
segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Karena
sumber daya manusia dianggap semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan
organisasi, maka berbagai pengalaman dan hal penelitian dalam bidang sumber daya
manusia dikumpulkan secara sistematis. Istilah manajemen mempunyai arti sebagai
kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya mengelola sumber daya
manusia”.
Selanjutnya menurut Mondy (2008:90) mengemukakan bahwa: “Manajemen
sumber daya manusia adalah pemanfaatan sejumlah individu untuk mencapai tujuantujuan organisasi. Konsekuensinya, para manajer disetiap tingkat harus melibatkan
diri mereka dengan manajemen sumber daya manusia. Pada dasarnya, semua manajer
membuat segala sesuatunya terselesaikan melalui upaya-upaya lain, ini memerlukan
sumber daya manusia yang efektif”. Manajemen sumber daya manusia mempunyai
5
peranan yang penting yang dimainkan oleh sumber daya manusia dalam suatu
organisasi yang menuntut pengelolaan sumber daya manusia yang semakin efektif
sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan profesionalisme dalam bidang
manajemen personalia dan manajemen sumber daya manusia dalam suatu organisasi
guna mencapai tujuan bisnis atau sebagai suatu mekanisme pengintegrasian antara
kebijakan-kebijakan perusahaan dengan penerapannya dalam mengelola sumber daya
manusia dan kaitannya dengan strategi organisasi.
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu strategi dan menerapkan
fungsi-fungsi manajemen yaituperencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan. Perencanaan sumber daya manusia dimulai dalam setiap aktivitas/fungsi
operasional sumber daya manusia SDM mulai dari proses penarikan, seleksi,
pelatihan dan pengembangan, penempatan yang meliputi promosi, demosi dan
transfer, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, hubungan industrial, hingga
pemutusan hubungan kerja, yang ditujukan bagi peningkatan kontribusi produktif dari
sumber daya manusia organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih
efektif dan efisien (Sofyandi, 2008:6).
Hasibuan (2008:21) memberikan pendapatnya tentang fungsi dari manajemen
sumber daya manusia, menjadi sebelas fungsi, yaitu:
1.
Perencanaan. Perencanaan adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif serta
efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya
tujuan.
2.
Pengorganisasian. Pengorganisasian adalam kegiatan untuk mengorganisasi semua
karyawan dengan menetapkan pembagian tenaga kerja untuk mengorganisasi semua
karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja dan koordinasi
dalam organisasi.
3.
Pengarahan. Pengarahan adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan, agar mau
bekerja sama efektif serta efisien dalam membantu tujuan organisas, individu dan
sosial.
4.
Pengendalian. Pengendalian atau controllong adalah kegiatan mengendalikan semua
karyawan agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan
rencana.
6
5.
Pengadaan. Pengadaan adalah proses penerimaan, seleksi, penempatan, orientasi
dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
6.
Pengembangan. Pengembangan adalah proses peningkatan kemampuan dan
ketrampilan karyawan melalui pelatihan dan pendidikan yang sesuai dengan
kebutuhan.
7.
Kompensasi. Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung
uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan balas jasa yang diberikan kepada
perusahaan.
8.
Pengintegrasian. Pengintegrasian adalah kegiatan mempersatukan kepentingan
perusahaan dengan kepentingan karyawan agar tercipta kerja sama yang serasi dan
saling menguntungkan.
9.
Pemeliharaan. Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan
kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan agar mereka mau bekerja sama.
10. Kedisiplinan. Kedisiplinan adalah keinginan untuk mentaati peraturan-peraturan
perusahaan dan norma-norma sosial. Tanpa kedisiplinan amak tujuan organisasi akan
sulit dicapai secara maksimal.
11. Pemberhentian. Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu
perusahaan atau organisasi.
Berikut ini akan dibahas mengenai perencanaan sumber daya manusia,
khususnya proses rekrutmen dan seleksi.
Perencanaan Sumber Daya Manusia
Menurut Rachmawati (2008:56) melalui program perencanaan sumber daya
manusia yang sistematis dapat diperkirakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang
dibutuhkan pada setiap periode tertentu hingga dapat membantu bagian SDM dalam
perencanaan rekrutmen, seleksi, serta pendidikan dan pelatihan. Perencanaan
merupakan peramalan kebutuhan sumber daya manusia dalam konteks perencanaan
bisnis strategik. Sedangkan rekrutmen merupakan proses menarik pelamar untuk
posisi yang diperlukan. Proses ini harus terintegrasi penuh dengan proses
7
perencanaan sumber daya manusia dan aktivitas-aktivitas manajemen sumber daya
manusia yang lain, khususnya proses seleksi.
Menurut Dessler (2002:73) perencanaan sumber daya manusia adalah suatu
proses dari memformulasikan suatu rencana guna pemenuhan kebutuhan tenaga kerja
di masa yang akan datang dari perusahaan, berdasarkan pada suatu proyeksi atas
kejadian di masa yang akan datang dan dengan pertimbangan apakah kebutuhan
tersebut akan diisi dari lingkup internal ataupun eksternal perusahaan.
Proses perencanaan dari sumber daya manusia Ivancevich (2002:47) meliputi
4 fase tahapan efektif, yaitu:
1. Analisis terhadap situasi dan lingkungan
Dalam melakukan suatu perencanaan, akan menjadi sangat penting apabila pihak
manajemen melakukan observasi dan menganalisa keadaan sekarang, baik keadaan
internal dari perusahaan ataupun kondisi eksternal yang ada di luar dari perusahaan.
Hal ini akan sangat penting bagi perusahaan apabila ingin melakukan perencanaan,
karena hal tersebut akan memberikan landasan dasar bagi perusahaan dalam
memperkirakan elemen-elemen bagi perencanaan.
2. Memprediksi permintaan akan sumber daya manusia
Tahap selanjutnya dari kegiatan perencanaan sumber daya manusia adalah melakukan
estimasi, tidak hanya berdasarkan banyaknya, namun juga jenis dan karakteristik
karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan di masa yang akan datang. Dimana aspek
yang paling penting dalam melakukan prediksi kebutuhan sumber daya manusia yang
efektif adalah memberikan akses informasi yang akurat dan bebas baik mengenai
kondisi sumber daya manusia sekarang maupun apa yang menjadi rencana dari
manajemen di masa yang akan datang terkait pengaruhnya terhadap manajemen
sumber daya manusia.
3. Analisis penawaran dari sumber daya manusia
Tahapan ini memfokuskan pada ketersediaan akan sumber daya manusia, baik dari
sumber-sumber internal di dalam perusahaan, melalu mutasi, promosi ataupun
demosi, dan dari sumber-sumber eksternal dari luar perusahaan, melalui proses
rekrutmen dan seleksi, ataupun alih daya untuk tenaga kerja. Karena dalam
melakukan perencanaan, selain memperkirakan kebutuhan, juga akan esensial untuk
8
turut memperkirakan ketersediaan dari tenaga kerja yang ada di lingkungan eksternal
tersebut.
4. Pengembangan dari rencana untuk aplikasi
Perencanaan yang baik adalah apabila perencanaan kebutuhan sumber daya manusia
tersebut feasible, dapat dilakukan secara nyata. Hal ini terkait dengan seberapa
akuratnya proyeksi atau prediksi yang dilakukan oleh pihak MSDM dalam
merencanakan kebutuhan akan sumber daya manusia perusahaan yang dibandingkan
dengan perkembangan bisnis perusahaan di masa yang akan datang.
Proses Rekrutmen
Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dalam pencapaian
tujuan perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada sejauh mana
perusahaan mampu memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman dari lingkungan
eksternal dengan segala potensi dari sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.
Sumber daya berkualitas yang tersedia merupakan kekayaan (asset) yang tidak
ternilai bagi perusahaan. Perusahaan berusaha memperoleh dan menempatkan
karyawan yang tepat sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing agar tujuan
perusahaan dapat tercapai. Sistem rekrutmen dan penempatan kerja karyawan lakukan
sesuai dengan potensi sumber daya manusia.
Rekrutmen merupakan suatu keputusan perencanaan manajemen sumber daya
manusia mengenai jumlah karyawan yang dibutuhkan, kapan diperlukan, serta
kriteria apa saja yang diperlukan dalam suatu organisasi. Rekrutmen pada dasarnya
merupakan usaha untuk mengisi jabatan atau pekerjaan yang kosong di lingkungan
suatu organisasi atau perusahaan, untuk itu terdapat dua sumber sumber tenaga kerja
yakni sumber dari luar (eksternal) organisasi atau dari dalam (internal)
organisasi. Penarikan (rekrutmen) pegawai merupakan suatu proses atau tindakan
yang dilakukan oleh organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai melalui
beberapa tahapan yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber-sumber penarikan
tenaga kerja, menentukan kebutuhan tenaga kerja, proses seleksi, penempatan, dan
orientasi tenaga kerja. Penarikan pegawai bertujuan menyediakan pegawai yang
9
cukup agar manajer dapat memilih karyawan yang memenuhi kualifikasi yang
mereka perlukan (Mathis dan Jackson, 2001:273).
Rekrutmen yang efektif memerlukan tersedianya informasi yang akurat dan
berkesinambungan mengenai jumlah dan kualifikasi individu yang diperlukan untuk
melaksanakan berbagai pekerjaan dalam organisasi. Aktivitas rekrutmen akan
menyisihkan pelamar yang kurang tepat dan memfokuskan upayanya pada calon yang
akan dipanggil kembali. Aktivitas rekrutmen dapat membangun opini publik yang
menguntungkan dengan cara mempengaruhi sikap para pelamar sedemikian rupa
terlepas mereka diangkat atau tidak.
Hasibuan (2008:41) menyatakan bahwa rekrutmen merupakan usaha mencari
dan mempengaruhi tenaga kerja, agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ada
dalam suatu organisasi. Sedangkan pengertian rekrutmen menurut Simamora
(2004:170) merupakan serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja
dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan untuk
menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Aktivitas
rekrutmen dimulai pada saat calon mulai dicari, dan berakhir pada saat lamaran
mereka diserahkan.
Handoko (2008:69) menjelaskan bahwa rekrutmen merupakan proses
pencarian dan “pemikatan” para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk
melamar sebagai karyawan. Lebih jauh lagi, Rivai (2009:1) menjelaskan rekrutmen
sebagai suatu rangkaian kegiatan yang dimulai ketika sebuah perusahaan memerlukan
tenaga kerja dan membuka lowongan sampai mendapatkan calon yang diinginkan
atau memenuhi kualifikasi sesuai dengan jabatan yang ada.
Rekrutmen merupakan masalah yang penting bagi perusahaan dalam hal
pengadaan tenaga kerja. Jika suatu rekrutmen berhasil dengan kata lain banyak
pelamar
yang memasukkan
lamarannya,
maka
peluang perusahaan
untuk
mendapatkan karyawan yang terbaik akan menjadi semakin terbuka lebar, karena
perusahaan memiliki banyak pilihan yang terbaik dari para pelamar yang ada.
Nawawi (2008:167) mengemukakan terdapat 4 (empat) sikap yang
berbeda dalam lingkungan organisasi/perusahaan dalam melakukan rekrutmen.
Keempat sikap dalam rekrutmen tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut ini :
10
1)
Sikap pasif tanpa diskriminasi, sikap ini merupakan sikap para eksekutif
dilingkungan
organisasi/perusahaan
untuk
meniadakan
perbedaan
dan
memberlakukan secara sama dalam mengangkat, menggaji dan memberikan promosi
bagi para calon dan para pekerja.
2)
Rekrutmen berdasarkan perbedaan, rekrutmen ini dilakukan secara aktif untuk
mengelompokkan para pelamar, dengan hanya menerima kelompok tertentu.
3)
Rekrutmen berdasarkan prioritas, rekrutmen ini dilakukan dengan mendahulukan
atau memprioritaskan kelompok tertentu.
4)
Rekrutmen dengan penjatahan, rekrutmen ini dilakukan dengan menetapkan jatah
untuk kelompok tertentu.
Berdasarkan keempat sikap tersebut, maka keputusan dalam rekrutmen dan
pengaturan staff sebaiknya dilakukan berdasarkan kasus masing-masing. Dengan
demikian ras dan jenis kelamin yang seringkali menjadi masalah, dapat dijadikan
salah satu faktor saja dalam pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak
calon pelamar. Keputusan harus berdasarkan pada kombinasi semua faktor yang ada,
dengan harus mengutamakan hasil skor (nilai) tes sebagai usaha dalam memprediksi
kemampuan calon sebelum diterima.
Menurut Handoko (2008:70), proses rekrutmen (penarikan) memiliki
beberapa istilah popular; Job Analysis, Job Description, Job Specification, Job
Evaluation, dan Job Classification. Uraiannya adalah sebagai berikut:
1)
Job Analysis (Analisis Jabatan)
Merupakan prosedur untuk menentukan tanggung jawab dan persyaratan,
ketrampilan dari sebuah pekerjaan dan jenis orang yang akan dipekerjakan.
2)
Job Description (Uraian Jabatan)
Uraian jabatan adalah mengihktisarkan fakta-fakta yang diberikan oleh
analisis jabatan dalam susunan yang sistematis. Uraian jabatan merupakan garis-garis
besar yang ditulis dan dimaksudkan untuk memberikan keterangan tentang faktafakta yang penting dari jabatan yang diperlukan.
3)
Job Specification (Persyaratan Jabatan)
Persyaratan pekerjaan adalah catatan mengenai syarat-syarat minimum yang harus
dimiliki untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik.
11
4)
Job Evaluation (Penilaian Jabatan)
Menurut Moekijat (2010) penilaian jabatan adalah kegiatan yang dilakukan guna
membandingkan nilai dari suatu jabatan dengan nilai dari jabatan dengan jabatan
lainnya.
5)
Job Classification (Penggolongan jabatan)
Penggolongan jabatan adalah pengelompokan jabatan-jabatan yang memiliki nilai
yang sama (Moekijat, 2010).
Menurut Hasibuan (2008:42), dasar penarikan calon karyawan harus
ditetapkan lebih dahulu supaya para pelamar yang akan memasukkan lamarannya
sesuai dengan pekerjaan atau jabatan yang diminatinya. Dasar penarikan harus
berpedoman pada spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan untuk menduduki
jabatan tersebut. Job Specification harus diuraikan secara terperinci dan jelas agar
para pelamar mengetahui kualifikasi yang dituntut oleh lowongan kerja tersebut. Jika
spesifikasi pekerjaan dijadikan dasar dan pedoman penarikan, maka karyawan yang
diterima akan sesuai dengan uraian pekerjaan dari jabatan yang diperlukan oleh
perusahaan.
Menurut Sastrohadiwiryo (2002:162) rekrutmen merupakan masalah penting
dalam pengadaan tenaga kerja. Oleh karena itu dalam melaksanakan rekrutmen
perusahaan harus mempertimbangkan beberapa hal penting yang menjadi dasar
perekrutan tenaga kerja, yaitu :
1.
Rekrutmen dilaksanakan sesuai dengan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
2.
Rekrutmen dilaksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan perusahaan yang telah
ditentukan.
3.
Rekrutmen dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai prosedur perekrutan
perusahaan.
Rekrutmen
dilakukan
untuk
memenuhi
kebutuhan. Setelah
diketahui
spesifikasi jabatan atau pekerjaan karyawan yang diperlukan, maka harus ditentukan
sumber-sumber penarikan calon karyawan. Sumber penarikan calon karyawan bisa
berasal dari internal dan eksternal perusahaan.
a)
Sumber Internal
12
Sumber internal menurut Hasibuan (2008:43) adalah karyawan yang akan mengisi
lowongan kerja yang diambil dari dalam perusahaan tersebut. Hal ini dapat dilakukan
dengan cara melakukan mutasi atau memindahkan karyawan yang memenuhi
spesifikasi jabatan atau pekerjaan tersebut. Pemindahan karyawan bersifat vertikal
(promosi atau demosi) maupun bersifat horizontal. Jika masih ada karyawan yang
dapat memenuhi spesifikasi pekerjaan, sebaiknya perusahaan mengambil dari dalam
perusahaan khususnya untuk jabatan manajerial. Hal ini sangat penting untuk
memberikan kesempatan promosi bagi karyawan yang ada.
Adapun kebaikan dari sumber internal yaitu :
1.
Tidak terlalu mahal
2.
Dapat memelihara loyalitas dan mendorong motivasi karyawan yang ada
3.
Karyawan telah biasa dengan suasana dan budaya perusahaan
Sedangkan kelemahan dari sumber internal yaitu :
1.
Pembatasan terhadap bakat-bakat
2.
Mengurangi peluang
3.
Dapat meningkatkan perasaan puas diri
Adapun sumber-sumber internal antara lain melalui :
1.
Penawaran terbuka untuk suatu jabatan (Job Posting Program).
Merupakan sistem mencari pekerja yang memiliki kemampuan tinggi untuk
mengisi jabatan yang kosong dengan memberikan kesempatan kepada semua
karyawan yang berminat.
2.
Perbantuan pekerja (Departing Employees).
Rekrutmen ini dapat dilakukan melalui perbantuan pekerja untuk suatu
jabatan dari unit kerja lain.
b)
Sumber Eksternal
Menurut Hasibuan (2008), sumber eksternal adalah karyawan yang akan
mengisi jabatan yang lowong yang dilakukan perusahaan dari sumber-sumber
yang berasal dari luar perusahaan. Sumber-sumber ekternal berasal dari :
1.
Kantor penempatan tenaga kerja
2.
Lembaga-lembaga pendidikan
3.
Refrensi karyawan atau rekan
13
4.
Serikat-serikat buruh
5.
Pencangkokan dari perusahaan lain
6.
Nepotisme atau leasing
7.
Pasar tenaga kerja dengan memasang iklan pada media massa
8.
Sumber-sumber lainnya.
Seleksi
Seleksi merupakan bagian materi dari operasional manajemen sumber daya
manusia yaitu pengadaan (procurement), sedangkan pengadaan itu sendiri terdiri dari:
perencanaan, perekrutan, seleksi, penempatan, dan produksi. Proses seleksi
merupakan tahap-tahap khusus yang digunakan untuk memutuskan pelamar mana
yang akan diterima. Proses tersebut dimulai ketika pelamar kerja dan diakhiri dengan
keputusan penerimaan. Proses seleksi merupakan pengambilan keputusan bagi calon
pelamar untuk diterima atau tidak.
Menurut Simamora (2004:202), seleksi merupakan proses pemilihan dari
sekelompok pelamar yang paling memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang tersedia
di dalam perusahaan. Sedangkan menurut Teguh (2009:6) menjelaskan bahwa seleksi
adalah proses yang terdiri dari berbagai langkah yang spesifik dari kelompok pelamar
yang paling cocok dan memenuhi syarat untuk jabatan tertentu. Ada tiga hal yang
menyebabkan seleksi menjadi hal yang penting, yaitu:
a)
Kinerja para manajer senantiasa tergantung pada sebagian kinerja bawahannya.
b)
Seleksi yang efektif penting karena biaya perekrutan yang dikeluarkan oleh
perusahaan dalam pengangkatan pegawai tidak sedikit.
c)
Seleksi yang baik itu penting karena implikasi hukum dari pelaksanaannya secara
serampangan.
Proses pengambilan keputusan pengangkatan yang baik akan sangat
tergantung pada dua prinsip dasar proses seleksi, yaitu:
a)
Perilaku dimasa lalu yang merupakan predictor terbaik atas perilaku dimasa yang
akan datang.
b)
Perusahaan harus menghimpun data yang handal sebanyak mungkin yang dapat
dimanfaatkan untuk menyeleksi pelamar yang terbaik.
14
Adapun cara seleksi yang digunakan oleh perusahaan maupun organisasi
dalam penerimaan karyawan baru dewasa ini dikenal dengan dua cara yaitu:
a)
Non ilmiah
Yaitu seleksi yang dilaksanakan tidak didasarkan atas kriteria standar, atau spesifikasi
kebutuhan nyata suatu pekerjaan atau jabatan. Akan tetapi hanya didasarkan pada
perkiraan dan pengalaman saja. Seleksi dalam hal ini dilakukan tidak berpedoman
pada uraian spesifikasi pekerjaan dari jabatan yang akan diisi. Unsur-unsur yang
diseleksi biasanya meliputi hal-hal seperti:
1.
Surat lamaran bermaterai atau tidak
2.
Ijasah sekolah dan daftar nilainya
3.
Surat keterangan kerja dan pengalaman
4.
Refrensi atau rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya
5.
Wawancara langsung dengan yang bersangkutan
6.
Penampilan dan keadaan fisik pelamar
7.
Keturunan dari pelamar
8.
Tulisan tangan pelamar.
b)
Ilmiah
Metode ilmiah merupakan metode seleksi yang didasarkan pada spesifikasi pekerjaan
dan kebutuhan nyata yang akan diisi, serta berpedoman pada kriteria dan standarstandar tertentu. Seleksi ilmiah mengacu pada hal-hal antara lain:
1.
Metode kerja yang sistematis
2.
Berorientasi pada kebutuhan riil karyawan
3.
Berorientasi kepada prestasi kerja
4.
Berpedoman kepada undang-undang perburuhan
5.
Berdasarkan kepada analisa jabatan dan ilmu sosial lainnya.
Sedangkan menurut Bowen, Ledford, and Nathan (dalam Indahwati : 2002:77)
mengemukakan 2 praktek seleksi dan rekrutmen:
1.
Praktek seleksi konvensional, merekrut karyawan yang KSA (Knowledge, Skill
dan Ability) “fit” dengan persyaratan pekerjaan tertentu. Praktek ini mengabaikan
karakteristik personal dalam rekrutmen, dengan alasan karakteristik personal tidak
15
relevan dengan persyaratan pekerjaan tertentu, lebih sering disebut “person-job
fit”.
2.
Praktek seleksi model baru, merekrut karyawan “seutuhnya”, direfleksikan
padaorientasi karyawan yang direkrut tidak hanya “fit” antara KSA dengan
persyaratanpekerjaan, tetapi juga harus “fit” antara karakteristik personal dengan
budaya organisasi, sering disebut dengan “person-organization fit”.
Perusahaan tentu akan mengharapkan para pelamar yang datang memiliki
prestasi dan kemampuan yang memuaskan dalam pekerjaannya. Kriteria seleksi
menurut Simamora (2004: 202) pada umumnya dapat dirangkum dalam beberapa
kategori yaitu :
1.
Pendidikan
2.
Referensi
3.
Pengalaman kerja
4.
Kemampuan bahasa Inggris
5.
Kesehatan
6.
Tes tertulis
7.
Tes wawancara.
Sebelum perusahaan memutuskan karakteristik yang akan di seleksi, maka
perusahaan sebaiknya memiliki kriteria sukses yang telah ditetapkan sebelumnya
untuk menentukan cara untuk memprediksi pelamar mana yang mencapai tingkat
yang diharapkan. Adapun beberapa teknik seleksi antara lain: Interview, Tes
psikologi, Tes mengenal hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, Pusat
pelatihan, Biodata, Refrensi, Gfafologi
(ilmu
yang
berkenaan
tangan). Sedangkan langkah-langkah dalam seleksi yaitu :
1.
Seleksi surat-surat lamaran
2.
Pengisian blanko lamaran
3.
Pemeriksaan refrensi
4.
Wawancara pendahuluan
5.
Tes penerimaan
6.
Tes psikologi
7.
Tes kesehatan
16
dengan
tulisan
8.
Wawancara akhir atasan langsung
9.
Keputusan diterima atau ditolak.
Simamora (2004:234) menjelaskan proses seleksi dibuat dan disesuaikan
untuk memenuhi kebutuhan kepegawaian untuk menduduki sebuah posisi atau
jabatan dalama suatu perusahaan atau organisasi. Ketelitian dari proses seleksi
bergantung pada beberapa faktor, yaitu:
1.
Konsekuensi seleksi yang salah diperhitungkan
2.
Yang mampu mempengaruhi proses seleksi adalah kebijakan perusahaan dan sikap
dari manajemen
3.
Waktu yang tersedia untuk mengambil keputusan seleksi yang cukup lama
4.
Pendekatan seleksi yang berbeda umumnya digunakan untuk mengisi posisi-posisi
di jenjang yang berbeda di dalam perusahaan
5.
Sektor ekonomi dimana individu akan dipilih baik swasta, pemerintah atau nirlaba
juga dapat mempengaruhi proses seleksi.
Pelaksanaan seleksi selalu memiliki kendala walaupun telah direncanakan
secara cermat. Hal ini terjadi karena yang akan diseleksi adalah manusia yang
memiliki pikiran, dinamika, dan harga diri. Kendala-kendala tersebut antara lain:tolak
ukur, penyeleksi, dan pelamar.
Seleksi merupakan fungsi yang penting karena berbagai macam keahlian yang
dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya diperoleh dari proses seleksi.
Proses seleksi akan melibatkan proses menduga yang terbaik (best-guest) dari
pelamar yang ada.
17
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1
Tentang Google
Google Inc. adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat
yang berkekhususan pada jasa dan produk Internet. Produk-produk tersebut
meliputi teknologi pencarian, cloud computing, software, dan online
advertising. Sebagian besar labanya berasal dari AdWords.
Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin saat masih
mahasiswa Ph.D. di Universitas Stanford. Mereka berdua memegang 16
persen saham perusahaan. Mereka menjadikan google perusahaan swasta pada
tanggal 4 September 1998. Pernyataan misinya adalah mengumpulkan
informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan bermanfaat oleh semua
orang.
Sejak didirikan, pertumbuhan perusahaan yang cepat telah
menghasilkan berbagai produk, akuisisi, dan kerja sama di bidang mesin
pencari inti Google. Perusahaan ini menawarkan online productivity software
yang meliputi email (Gmail), office suite (Google Drive), dan social
networking (Google+). Produk-produk desktop yang meliputi aplikasi untuk
web browsing, organizing, dan editing photos, dan instant messaging.
Perusahaan ini memprakarsai pengembangan sistem operasi Android dan
browser – hanya sistem operasi Chrome untuk netbook yang dikenal sebagai
Chromebook. Google sudah beralih ke perangkat keras komunikasi. Mereka
bekerja sama dengan berbagai produsen elektronik besar untuk memproduksi
perangkat Nexus-nya dan mengakuisisi Motorola Mobility pada Mei 2012.
Tahun 2012, infrastruktur fiber-optic dipasang di Kansas City untuk
memfasilitasi layanan internet Google Fiber broadband service.
Perusahaan ini diperkirakan mengoperasikan lebih dari satu juta server
di beberapa pusat data di seluruh dunia dan memproses lebih dari satu miliar
kueri pencarian dan sekitar 24 petabytes data buatan pengguna setiap harinya.
Pada bulan Desember 2012, Alexa menyebut google.com sebagai situs web
yang paling banyak dikunjungi di dunia. Situs-situs Google dalam bahasa lain
masuk peringkat 100 teratas, sebagaimana halnya situs milik Google seperti
YouTube dan Blogger.
3.2
Lingkungan Kerja Google
Lingkungan kerja Google adalah terbuka dan menyenangkan, dan
menggabungkan pendekatan kolaboratif untuk pengembangan semua proyek.
Filosofi ini meluas ke proses perekrutan Google dan metode untuk
mempertahankan karyawan.
Sementara banyak dari praktik perekrutan Google dapat diterapkan
pada organisasi lain seperti bidang pelatihan manajemen dan meningkatkan
wawancara, Google juga berfokus pada cara-cara non-tradisional pada proses
18
perekrutannya. Google memiliki paket kompensasi yang baru seperti cuti
hamil dan berbagai bonus lainnya untuk menarik dan mempertahankan
karyawannya. Perusahaan memastikan bahwa proses perekrutan dapat
dilakukan dengan banyak cara sebagaimana fungsinya, bahwa semua
keputusan harus dibuat dengan memiliki data sebanyak mungkin tentang
orang yang akan diwawancarai perusahaan. Hal ini menyajikan model yang
sangat baik untuk organisasi lainnya yang belum merevisi proses perekrutan
mereka untuk menunjukkan perubahan dalam pasar dan kebutuhan karyawan.
Karyawan Google memiliki latar belakang yang unik dan kreatif.
Untuk bekerja di Google, perusahaan ingin mengetahui apa yang membuat
orang berbeda dari yang lain dan apa yang akan membuat calon potensial
menjadi karyawan Google yang diinginkan. Karyawan Google harus fleksibel,
memiliki berbagai interest, dan tidak takut dengan perubahan. Organisasiorganisasi lain cenderung mencari karyawan dengan fokus yang lebih sempit
dari bidang keahliannya di mana mereka akan dipekerjakan.
Google mencari orang-orang yang mengambil pendekatan kolaboratif
dalam semua yang mereka lakukan. Pendekatan kolaboratif ini berlaku untuk
proses perekrutan itu sendiri, sebagai calon karyawan yang diwawancarai
melalui proses kerja tim. Karyawan yang berpotensial yang nyaman dengan
proses perekrutan ini cenderung akan merasa nyaman dengan lingkungan
Google yang kolaboratif. Ini adalah proses perekrutan yang khas di organisasi
lain, di mana seorang manajer atau perekrut dapat membuat keputusan
perekrutan.
Google mencari orang-orang yang sangat tertarik dengan teknologi
dan yang mencintai pekerjaan mereka. Perusahaan mencari orang yang senang
untuk memecahkan teka-teki, terutama yang bersifat teknis di alam.
Perusahaan ingin seseorang yang dapat bekerja dengan baik dengan orang lain
dari latar belakang internasional yang berbeda. Sehingga, karyawan harus
memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan memiliki derajat tingkat
yang lebih tinggi.
Google percaya bahwa ia memiliki campuran unik dari individu, yang
memungkinkan perusahaan untuk menjadi sukses. Perusahaan menghargai
dan menyambut baik keragaman. Google percaya bahwa budaya inklusi
memungkinkan pekerja untuk menjadi kreatif dan untuk mengekspresikan
kepribadian mereka. Dalam lingkungan ini, karyawan akan berkembang dan
menjadi produktif.
3.3
Proses Perekrutan Google
Seorang pelamar kerja Google terlebih dahulu akan dihubungi oleh
anggota tim perekrutan. Orang tersebut akan membahas bagaimana rasanya
bekerja di Google. Hal ini diikuti dengan 30-45 menit wawancara melalui
telepon dengan seseorang dari Google yang memiliki peran yang sama dalam
pekerjaan yang akan dilamar oleh calon pekerja.
19
Jika seseorang calon lolos penyaringan pertama melalui telepon,
kemudian aka nada panggilan telepon kedua atau kunjungan onsite untuk
wawancara pribadi. Pada umumnya calon akan memiliki empat wawancara
dalam satu hari, bertemu dengan manajer dan rekan potensial. Jenis
wawancaranya tidak selalu terpaku dalam memperoleh pendapat rekan-rekan
untuk mempengaruhi keputusan perekrutan. Google juga memiliki kandidat
pewawancara dengan seseorang dari departemen yang berbeda. Setiap
wawancara berlangsung sekitar 45 menit. Selama wawancara, para calon diuji
dengan kemampuan pemecahan masalah mereka pada bidang mereka masingmasing. Para calon diberi masalah di kehidupan nyata untuk memecahkannya
secara real-time. Google akan mengevaluasi proses yang para calon gunakan
untuk memecahkan masalah, bukan tentang benar atau salahnya para calon
memecahkan masalah dengan benar. Yang dicari oleh para perekrut adalah
kreativitas dari calon pekerja. Wawancara ini telah dijelaskan oleh calon, yaitu
dalam satu hari ada ujian yang sangat sulit dan adanya sharing tentang
pengalaman yang menarik dari calon. Perspektif yang berbeda ini biasanya
menunjukkan kandidat yang lebih mungkin untuk dipekerjakan, biasanya
mereka yang menunjukkan kreativitas dan pengalaman mereka yang menarik
adalah calon yang terkuat untuk direkrut.
Dalam melakukan wawancara dengan Google, Google mecari orangorang yang cerdas yang mampu bekerja sama dalam tim. Ketika melakukan
wawancara di Google, para calon akan diwawancarai dengan empat atau lima
Googler. Mereka mencari empat hal, yaitu
 Leadership
Google ingin mengetahui bagaimana calon pekerja
menggerakkan sebuah tim dalam situasi tertentu. Hal ini
membutuhkan peran kepemimpinan di tempat kerja atau
dengan organisasi, atau dengan membantu tim agar sukses
ketika para calon tidak resmi ditunjuk sebagai pemimpin tim.
 Role-Related Knowledge
Google mencari orang-orang yang memiliki berbagai kelebihan
dan passion, bukan hanya keahlian. Google juga ingin
memastikan bahwa para calon memiliki pengalaman dan latar
belakang yang membuat para calon siap untuk menjadi sukses
dalam perannya. Untuk para calon engineering secara khusus
Google akan melihat dulu kemampuan coding para calon
pekerja dan keahlian teknis lainnya.
 How You Think
Google kurang peduli dengan nilai dan transkrip nilai dan lebih
tertarik pada bagaimana para calon berpikir. Google cenderung
mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan
peran yang akan ditempati para calon ketika bekerja yang
member wawasan tentang bagaimana para calon memecahkan
masalah. Hal tersebut akan menunjukkan pada Google tentang
bagaimana para calon akan menangani masalah-masalah yang
dihadapi, tidak terpaku pada jawaban benar atau salah.
20

Googleyness
Google ingin memastikan bahwa di tempat kerjanya para calon
tersebut dapat berkembang, sehingga Google akan membuat
para calon pekerja untuk merasa nyaman bila telah berhasil
untuk menjadi pekerja di Google untuk menunjukkan kinerja
kerjanya dan sifat kolaboratifnya.
Sehingga dapat disimpulkan proses-proses perekrutan di Google,
antara lain sebagai berikut :
 Google mencari orang-orang yang kreatif dengan latar
belakang yang beragam.
 Para calon harus memiliki ketertarikan yang kuat dengan
teknologi dan memiliki kemampuan untuk memecahkan
masalah.
 Karyawan Google yang berpotensial harus memiliki latar
belakang pendidikan yang kuat.
 Proses perekrutan dimulai dengan panggilan telepon dari
anggota tim perekrutan.
 Setelah melewati wawancara screening telepon akan
dilanjutkan dengan wawancara screening telepon kedua atau
bertemu di tempat.
 Wawancara di tempat cukup panjang sekitar empat kali dengan
waktu 45 menit yang berlangsung dalam satu hari, yang
diwawancarai oleh para manajer dan rekan-rekan.
 Selama wawancara di tempat, para calon diberikan masalah
untuk dipecahkan untuk menentukan kekreatifitasan mereka
dalam proses pemecahan masalah.
 Karyawan Google yang berpotensial cenderung menikmati
proses perekrutan, karena mereka dapat bertemu dengan
pekerja lain yang mungkin akan berhubungan dengan mereka
ketika telah menjadi pekerja tetap di Google.
3.4
Cara Google Mengambil Keputusan Perekrutan
Dalam mengambil keputusan, ada hal-hal penting yang diperhatikan
oleh Google agar mereka selalu merekrut kandidat yang tepat sesuai role nya, yaitu


Google mengumpulkan feedback dari Googler lainnya
Googler adalah orang-orang yang bekerja di Google. Di
Google, setiap proyek memiliki grup atau tim Googler yang
berbeda di berbagai Negara dengan perbedaan waktu. Googler
dapat menjadi seseorang yang mewawancarai kandidat untuk
melihat apakah mereka cocok untuk bekerja dan berkolaborasi
dengan Google
Komite Independen Googler membantu untuk memastikan
mereka menyewa untuk jangka panjang
Sebuah komite independen Googler meninjau feedback dari
semua pewawancara. Komite ini bertanggung jawab untuk
21
memastikan proses perekrutan adalah adil dan bahwa mereka
berpegang pada prinsip standar mereka yaitu “good for
Google”seperti yang mereka lakukan sampai saat ini seiring
dengan berjalannya waktu dan ketika mereka berkembang.
Google percaya bahwa jika mereka memperkerjakan orang-orang yang
hebat dan melibakan mereka secara intensif dalam proses perekrutan, mereka akan
mendapatkan orang-orang hebat lainnya. Google memanfaatkan waktu perekrutan se
efisien dan efektif mungkin serta meningkatkan komunikasi mereka terhadap
kandidat.
Google tidak hanya menerima perbedaan tetapi mereka merayakannya
, mereka mendukung itu , dan mereka berkembang di atasnya untuk kepentingan
karyawan, produk dan masyarakat. Google bangga menjadi tempat kerja
berkesempatan sama dan merupakan affirmative action employer.
3.5
Benefit Bekerja di Google
Sama seperti perusahaan besar lainnya, Google sudah pasti
memberikan asuransi kesehatan, tunjangan pension, dan lainnya. Mereka tidak hanya
menawarkan hal-hal yang dasar saja. Benefit mereka merupakan bagian dari mereka
dan benefit itu dirancang untuk mengurus dan memenuhi kebutuhan karyawan untuk
memastikan karyawan tetap sehat secara fisik, emosional, finansial atau sosial.
Google ingin membuat hidup para karyawannya lebih baik dan mudah.
Ini semua tentang menghapus halangan sehingga Googler dapat fokus pada hal-hal
yang mereka cintai, baik di dalam maupun di luar pekerjaan. Google terus mencari
cara yang unik untuk meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan Googler. Harapn
Google adalah para Googler akan menjadi orang yang lebih baik dengan bekerja di
Google.
Sebagai perusahaan besar, Google ingin manfaat-manfaat mereka
bekerja pada Googler. Seperti yang kita ketahui, kepentingan dan kebutuhan
berkembang sepanjang hidup. Demikian juga, Google mengevaluasi benefit mereka
secara teratur dan menyesuaikan dengan kebutuhan penduduk yang berubah.
Karyawan merupakan hal yang berharga untuk Google, sehingga benefit merupakan
percakapan terbuka di Google dan feedback Googler merupakan bagian dari
persamaan.
Tidak hanya peduli pada Googler, Google juga peduli terhadap
keluarga dari Googler. Benefit mereka adalah untuk memastikan bahwa para
karyawan diurus dengan baik. Keluarga merupakan hal yang penting untuk karyawan
sehingga mereka juga penting untuk Google. Google memiliki sejumlah program
manfaat dan fasilitas penukaran untuk mendukung karyawan dan orang yang dicintai
melalui berbagai tahap dan situasi kehidupan.
Google menawarkan banyak fasilitas di dalam dan di luar. Mereka
memberikan layanan kesehatan di dalam kantor. Ketika bepergian (traveling),
Googler dan keluarga tidak perlu khawatir karena mereka mendapatkan asuransi
bepergian dan bantuan darurat serta liburan pribadi. Google bahkan memberikan
waktu libur lebih lama untuk orang tua yang baru memiliki bayi dan memberikan
22
uang lebih untuk dinikmati bersama kebahagian barunya. Tidak hanya itu, Google
juga membiayai semua kelas dan program gelar untuk membantu Googler mencapai
mimpinya.
23
BAB 4
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1
Kesimpulan
Google merupakan sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang
bergerak di bidang jasa dan produk internet yang didirikan oleh Larry Page
dan Sergey Brin. Goolge sendiri telah mempunyai lebih dari satu juta server di
beberapa pusat data di seluruh dunia.
Dalam proses perekrutan karyawannya, Google mempunyai cara yang
unik yaitu dengan adanya wawancara yang dilakukan oleh tim perekrutan
maupun Googler. Uniknya, Google tidak begitu memperhatikan mengenai
transkrip nilai melainkan lebih mengenai kemampuan para calon karyawan
dalam bekerja dalam tim, memecahkan masalah dan kreativitas dari calon
karyawannya.
Google juga fokus dalam 4 hal yang dinilai mereka merupakan kriteria
penting dalam perekrutan calon karyawan mereka. 4 hal tersebut adalah :
Leadership, Role-Related Knowledge, How You Think , dan Googleyness.
Dengan uniknya cara perekrutan karyawan Google dibanding
perusahaan lainnya, maka dapat dilihat bahwa Google merupakan salah satu
perusahaan yang tidak kaku dan melihat potensi - potensi calon karyawannya
dengan baik, tidak hanya melalui transkrip nilai melainkan dari cara-cara para
calon karyawan dalam menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, dan juga
kreativitas yang tinggi dimana hal-hal tersebut merupakan modal utama dalam
dunia kerja saat ini.
4.2
Saran
Dalam dunia kerja sekarang, transkrip nilai bukanlah satu-satunya hal yang
paling diperhatikan. Akan tetapi banyak faktor-faktor lain yang dapat
menunjukkan kualitas diri seseorang.
Seperti halnya Google, dan juga banyak perusahaan multinasional
lainnya yang tidak hanya melihat potensi diri kita berdasarkan nilai transkrip
melainkan berbagai aspek-aspek yang tidak termasuk dalam edukasi seperti :
kemampuan memecahkan masalah, karakteristik diri, kreativitas, dan
kemauan serta kerja keras.
Oleh karena itu, saat ini kita tidak hanya dituntut untuk fokus pada
edukasi saja tetapi juga kita harus bisa mengembangkan diri untuk bisa
bekerja di perusahaan multinasional seperti Google ini.
24
DAFTAR PUSTAKA
Interviewing
at
Google.
Diperoleh
19
Maret
2014,
dari
http://www.saylor.org/site/wp-content/uploads/2013/02/BUS208-6.1.3-Interviewingat-Google-FINAL.pdf
Google.
Diperoleh
19
Maret
2014,
http://www.google.com/about/careers/lifeatgoogle/hiringprocess/
Google. Diperoleh 20 Maret 2014, dari http://en.wikipedia.org/wiki/Google
25
dari
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
: Wilson Chandra
Tempat, Tanggal Lahir
: Binjai, 22 Juni 1993
Jenis Kelamin
: Laki-Laki
Alamat
: Jl. U No. 9A
Nomor Telepon
: 085265647567
Riwayat Pendidikan dan kursus
:
 Tahun 1999- 2005
: SD Santa Maria - Pekanbaru
 Tahun 2005- 2008
: SMP Santa Maria - Pekanbaru
 Tahun 2008- 2011
: SMA Santa Maria - Pekanbaru
 Tahun 2011- sekarang
: Universitas Bina Nusantara - Jakarta
 Tahun 2008-2009
: Kursus Bahasa Inggris, English First
Pengalaman Kerja
 Tahun 2012 – sekarang
:
: Mentor Duta Binusian
26
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
: Hendy Citra
Tempat, Tanggal Lahir
: Pekanbaru, 22 Maret 1994
Jenis Kelamin
: Laki-Laki
Alamat
: Jl. U No. 9A
Nomor Telepon
: 08992188976
Riwayat Pendidikan dan kursus
:
 Tahun 1999- 2005
: SD Santa Maria - Pekanbaru
 Tahun 2005- 2008
: SMP Santa Maria - Pekanbaru
 Tahun 2008- 2011
: SMA Santa Maria - Pekanbaru
 Tahun 2011- sekarang
: Universitas Bina Nusantara - Jakarta
 Tahun 2005-2008
: Kursus Bahasa Inggris, LBPP LIA
27
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
: Khansa Dinar Adibah
Tempat, Tanggal Lahir
: Jakarta, 19 Juni 1994
Jenis Kelamin
: Perempuan
Alamat
: Binus Square Hall of Residence Jl Budhi Raya
No 21
Nomor Telepon
: 081290926902
Riwayat Pendidikan dan kursus
:
 Tahun 1999- 2005
: SD Labschool -Surabaya
 Tahun 2005- 2008
: SMP Al-Falah - Sidoarjo
 Tahun 2008- 2011
: SMA The English Modern School, Doha,
Qatar
 Tahun 2011- sekarang
: Universitas Bina Nusantara - Jakarta
 Tahun 2000 - 2005
: Kursus Piano Yamaha
 Tahun 2005 – 2006
: Kursus Biola Privat
 Tahun 2005 – 2006
: Kursus Bahasa Inggris I-Tutor
Pengalaman Kerja
 Tahun 2012 – sekarang
:
: Mentor Duta Binusian
28
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
: Felicia Utama Widjaya
Tempat, tanggal lahir
: Balikpapan, 19 Februari 1993
Jenis kelamin
: Perempuan
Alamat
: Jalan Budi Raya No. 21 Kebon Jeruk, Jakarta
Barat (Binus Square)
No. telepon
: 085251822128
Riwayat pendidikan dan kursus
:
 Tahun 1999 – 2005
: SD Katolik Santa Theresia – Balikpapan
 Tahun 2005 – 2008
: SMP Katolik Santo Mikail – Balikpapan
 Tahun 2008 – 2011
: SMA Negeri 1 Balikpapan
 Tahun 2011 – sekarang
: Bina Nusantara University, Jakarta
 Oktober 2013
: Training Taking Notes Skill, SAC, Binus
University
 November 2013
: Training Effective Communication, SAC,
Binus University
 Oktober – November 2013
Pengalaman Kerja
: Training LKMM, SCDC, Binus University
:
 September 2013 – sekarang : Mentor Duta Binusian
29
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
: Audria Gupitarini
Tempat, Tanggal Lahir
: Yogyakarta, 26 Desember 1993
Jenis Kelamin
: Perempuan
Alamat
: Komp. BBD Blok B IV No.159, Mekarsari,
Cimanggis, Depok
Nomor Telepon
: 087880149553
Riwayat Pendidikan dan kursus
:
 Tahun 1999- 2005
: SDI PB Sudirman - Jakarta
 Tahun 2005- 2008
: SMPN 103 - Jakarta
 Tahun 2008- 2011
: SMAN 39 - Jakarta
 Tahun 2011- sekarang
: Universitas Bina Nusantara - Jakarta
 Tahun 2006-2009
: Kursus Bahasa Inggris, International Language
Program
 Tahun 2012-2013
: Kursus dasar Bahasa Mandarin, Binus Square
Language Class
30
Download