1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bagi - Library

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bagi setiap perusahaan, baik perusahaan jasa ataupun manufaktur, pemasaran
adalah salah satu kegiatan pokok yang sangat penting untuk mencapai tujuannya. Dalam
pemasaran terdapat berbagai permasalahan yang penting dan harus segera diselesaikan,
mengingat dewasa ini persaingan barang dan jasa yang dipasarkan semakin ketat. Hal ini
menyebabkan setiap perusahaan harus menggunakan strategi pemasaran yang tepat agar
dapat memenangkan persaingan tersebut.
Dalam strategi pemasaran, dua variabel utama yang perlu diperhatikan, yaitu
variabel yang dapat dikontrol dan variabel yang tidak dapat dikontrol. Salah satu dari
variabel yang dapat dikontrol oleh perusahaan adalah bauran pemasaran (marketing mix),
yaitu kombinasi dari berbagai variabel pemasaran (7P) yang dapat dikendalikan oleh
perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam penjualan, sehingga
akan dicapai volume penjualan dengan biaya yang memungkinkannya mencapai tingkat
laba yang diinginkan.
Menurut Sumarni Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau
kegiatan yang merupakan kesimpulan variabel-variabel yang yang dapat dipergunakan
oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen. Oleh karena itu dapat
dikatakan marketing mix merupakan satu perangkat yang akan menentukan tingkat
keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada
pangsa pasar atau konsumen yang dipilih. (Sumarni, 1996)
Pada sektor jasa, strategi pemasaran juga mutlak diperlukan untuk meningkatkan
volume penjualannya. Selama ini para pemasar telah mengenal empat komponen dasar,
1
yaitu produk, harga, promosi dan distribusi atau yang biasa disebut dengan 4P (Product,
price, promotion, & place).
Dalam pemasaran jasa, ada elemen-elemen lain yang bisa dikontrol dan
dikombinasikan untuk keperluan komunikasi dengan konsumen jasa. Elemen-elemen
tersebut adalah: orang (People or Personal traits), lingkungan fisik dimana jasa diberikan
atau bukti fisik (physical evidence), dan proses jasa itu sendiri (process). Dengan demikian
4P yang pada mulanya menjadi bauran pemasaran barang, perlu diperluas menjadi 7P jika
ingin digunakan dalam pemasaran jasa.
Dalam menentukan strategi bauran pemasaran yang tepat, yang perlu dipahami
terlebih dulu adalah perilaku konsumen. Dengan mengenal konsumen akan dipahami
karakteristik pembeli maupun bagaimana seorang pembeli membuat keputusannya serta
berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku mereka dalam mengambil keputusan atas
pembelian suatu produk.
Konsumen dalam memantapkan keputusan pembelian suatu produk, terlebih dahulu
akan mempertimbangkan berbagai informasi yang mereka terima, termasuk diantaranya
unsur-unsur bauran pemasaran. Bauran pemasaran produk yang ditanggapi atau direspon
dengan baik (positif) oleh konsumen akan memiliki peluang yang besar bagi produk
tersebut untuk dibeli. Dapat diasumsikan bahwa penilaian atau tanggapan konsumen
terhadap bauran pemasaran akan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Oleh
karena itu perusahaan perlu mengetahui tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran
yang dilakukannya. Perusahaan yang memahami betul bagaimana tanggapan konsumen
terhadap unsur-unsur bauran pemasaran produknya akan mempunyai kelebihan-kelebihan
dibanding pesaingnya.
Seperti halnya barang, ketika konsumen akan memilih jasa suatu perguruan tinggi
swasta, mereka juga dipengaruhi oleh banyak faktor dan salah satunya adalah faktor
2
bauran pemasaran yang dilakukan oleh perguruan tinggi swasta tersebut. Perguruan tinggi
memiliki hubungan dengan mahasiswa saat ini, calon mahasiswa, media, pemerintah pusat
dan lokal, otoritas pendidikan, staf administratif dan akademis, organisasi-organisasi
profesional, sekolah-sekolah, para guru, dan bimbingan kejuruan, lulusan, majikan dan
industri, dan keluarga. Sehingga bagaimanapun sebuah perguruan tinggi memang harus
berusaha untuk memperbaiki kualitasnya sehingga bisa diterima di masyarakat.
Saat ini adanya fenomena bahwa kesempatan belajar di sebuah perguruan tinggi
cenderung digunakan untuk tujuan memperoleh status daripada menguasai suatu bidang
keahlian. Dari sisi penyelenggara, mendirikan perguruan tinggi swasta dianggap sebagai
kegiatan bisnis semata sehingga melupakan semangat yang tersirat dalam visi dan misi
perguruan tinggi.
Hadirnya Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan hal
yang perlu mendapat perhatian perguruan tinggi. Perguruan tinggi swasta dituntut mampu
membuktikan kualitas yang memadai agar terus dapat menyajikan layanan dan proses
belajar - mengajar yang bermutu. Untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat, jaminan,
pengendalian dan pembinaan serta perbaikan kualitas dapat diberikan kepada perguruan
tinggi yang telah dievaluasi secara cermat melalui proses akreditasi secara nasional (BANPAT,1998). Selain evaluasi kualitas oleh BAN-PT, perguruan tinggi sebagai salah satu
organisasi jasa yang bergerak di bidang pendidikan juga perlu dievaluasi kualitas jasanya
oleh konsumen sendiri yaitu mahasiswa dengan mampu menerapkan konsep bauran
pemasaran jasa yang sesuai.
Perguruan tinggi merupakan salah satu tempat dimana siswa yang telah lulus dari
sekolah bisa memilih program studi yang dia kehendaki untuk selanjutnya kemungkinan
akan menjadi tujuan hidupnya untuk mendapatkan bidang pekerjaan. Peranan sebuah
perguruan tinggi secara keseluruhan diukur dari keberhasilannya dalam memberikan
3
pelayanan pendidikan secara baik dan memuaskan sehingga dapat membantu para
mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan keahliannya menurut program
studi yang diambilnya. Mahasiswa yang sudah berhasil lulus diharapkan mampu
menerapkan bidang keahliannya dan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.
Kemampuan perguruan tinggi swasta dalam memberikan layanan pendidikan dapat
membentuk persepsi konsumen yaitu mahasiswa terhadap perguruan tinggi tersebut. Untuk
itu perguruan tinggi swasta harus senantiasa mengembangkan diri untuk dapat
meningkatkan pelayanannya seoptimal mungkin guna memperkokoh citra baik di mata
masyarakat dan tentu saja akan mendukung upaya perguruan tinggi swasta tersebut dalam
menjaring konsumen.
Dengan semakin banyaknya perguruan tinggi baik negeri dan swasta ini,
menyebabkan adanya persaingan yang ketat, karena masing-masing perguruan tinggi
apalagi swasta berusaha mendapatkan tempat/posisi yang baik dalam pasar, sementara
pasar yang ada semakin sempit. Hal ini ditambah dengan adanya beberapa perguruan
tinggi negeri yang mempunyai program non-reguler atau ekstensi dengan menggunakan
tenaga pengajar yang sama sesuai dengan program reguler dan menawarkan fasilitas,
kualitas, dan lulusan yang sama dengan program reguler.
Dengan demikian, untuk mencapai tujuannya yaitu mendapatkan tempat/posisi yang
baik dalam pasar, maka sebuah perguruan tinggi swasta harus memahami betul faktorfaktor yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih perguruan tinggi
swasta, dimana faktor yang sangat penting untuk diperhatikan adalah faktor bauran
pemasaran, karena faktor bauran pemasaran ini merupakan faktor yang ada dalam kendali
perusahaan.
4
Di sisi lain, pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan pembelian suatu
produk melewati lima tahap yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi
alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.
Keputusan konsumen dalam melakukan pembelian juga merupakan fokus penelitian
karena konsumen sebelum melakukan pembelian melakukan beberapa tahapan diatas akan
tetapi konsumen dapat melewatkan atau membalik beberapa tahap. Konsumen yaitu
mahasiswa yang telah memilih perguruan tinggi itu berdasarkan keadaan dimana
mahasiswa tersebut sudah merasakan pelayanan yang diberikan oleh perguruan tinggi
tersebut. Perguruan tinggi yang sudah terakreditasi akan memberikan pelayanan yang lebih
baik daripada perguruan tinggi yang belum mendapatkan akreditasi.
Penelitian dilakukan di UMN berdasarkan pertimbangan-pertimbangan bahwa:
Keputusan konsumen dalam memilih jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang
menjadi prioritas keputusan konsumen.
Berdasarkan uraian di atas, maka mengambil judul skripsi “Analisis Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Masing-masing Program Studi Yang Sudah
Memilih UMN. “
1.2
Rumusan Masalah
1. Apakah variabel product mempengaruhi konsumen dalam pengambilan
keputusan?
2. Apakah
variabel
price
mempengaruhi
konsumen
dalam
pengambilan
keputusan?
3. Apakah variabel promotion mempengaruhi konsumen dalam pengambilan
keputusan?
5
4. Apakah
variabel
place
mempengaruhi
konsumen
dalam
pengambilan
keputusan?
5. Apakah variabel people mempengaruhi konsumen dalam pengambilan
keputusan?
6. Apakah variabel process mempengaruhi konsumen dalam pengambilan
keputusan?
7. Apakah
variabel
physical
evidance
mempengaruhi
konsumen
dalam
pengambilan keputusan?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel dalam bauran pemasaran secara
bersama-sama terhadap keputusan mahasiswa memilih UMN.
2. Untuk menganalisis variabel bauran pemasaran yang paling dominan pengaruhnya
terhadap keputusan mahasiswa memilih UMN.
1.4 Kegunaan Penelitian
1. Bagi Peneliti
1. Untuk menerapkan ilmu yang diperoleh khususnya dalam bidang pemasaran dan
memperluas wawasan.
2. Sebagai pembanding bagi temuan penelitian sebelumnya dan sebagai rujukan
informasi bagi penelitian serupa di masa yang akan datang.
2. Bagi UMN
1. UMN dapat mengetahui apakah bauran pemasaran yang dilakukannya dapat
mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih UMN sebagai perguruan
tinggi yang berkualitas.
6
2. Sebagai tambahan informasi bagi UMN dan bahan masukan dalam pengambilan
keputusan pemasaran.
3. Memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam
bidang pemasaran khususnya yang berkaitan dengan konsumen.
1.5
Sistematika Penulisan Skripsi
Skripsi ini terdiri dari lima bab, yang kesemuanya merupakan suatu rangkaian
kesatuan yaitu meliputi:
BAB I
: Pendahuluan
Menjelaskan mengenai latar belakang penelitian, perumusan masalah,
tujuan penelitian, serta sistematika penulisan skripsi.
BAB II
: Landasan Teori
Menjelaskan tentang teori yang berhubungan dengan masalah penelitian
yaitu teori yang berkenaan dengan teori marketing mix dan teori tentang
proses keputusan pembelian jasa juga kerangka pikir penelitian ini. Pada
akhir bab ini diajukan rumusan hipotesis yang digunakan dalam penelitian
ini.
BAB III
: Metode penelitian
Menjelaskan tentang metode penelitian termasuk di dalamnya jenis
penelitian, variabel dan pengukurannya, penentuan sampel, metode
pengumpulan data, instrumen penelitian, serta metode analisis data.
7
BAB IV
: Hasil dan Pembahasan
Menjelaskan tentang penyajian data yang menguraikan tentang pengujian
validitas, reliabilitas dan analisis data serta interpretasinya.
BAB V
: Kesimpulan dan Saran
Berisi kesimpulan dan saran-saran dari hasil penelitian ini.
8
Download