Manajemen Lingkungan Rumah Sakit dalam rangka

advertisement
Kode:
SP-014-008
diisi panitia
Proceeding Biology Education Conference (ISSN: 2528-5742), Vol 13(1) 2016: 757-762
Manajemen Lingkungan Rumah Sakit dalam rangka
Mewujudkan Green Hospital
Sunarto
FKIP Universitas Kristen Indonesia
Corresponding Email: [email protected]
Abstract:
Penelitian ini mengkaji tentang manejemen lingkungan Rumah Sakit dalam rangka mewujudkan Green
Hospital. Obyek penelitian di rumah sakit Persahabatan, Rawamangun Jakarta Timur, waktu penelitian
Januari 2016 sampai dengan Maret 2016. Penelitian ini bertujuan membuat gambaran secara sistematis
factual dan akurat mengenai fakta upaya Rumah sakit Persahabatan dalam mewujudkan rumah sakit yang
ramah lingkungan (green hospital). Metode yang digunakan adalah analisa deskriptif yaitu jenis penelitian
yang bertujuan menjelaskan perumusan dan implementasi pilihan strategic melalui analisa SWOT yang
dihadapi Rumah sakit Persahabatan. Temuan penelitian ini adalah bahwa rumah sakit Persahabatan sedang
menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan untuk mewujudkan green hospital, dengan keunggulan
pendidikan ramah lingkungan (green education) serta adanya taman terapi dan releksasi yang dikenal
sebagai taman penyembuhan (Healing Gardens).
Keywords:
Manajemen Lingkungan, Green Hospital, Healing garden, pendidikan ramah lingkungan.
1.
PENDAHULUAN
Konsep pengelolaan lingkungan dewasa ini telah
berkembang pesat seiring dengan tuntutan terhadap
keharmonisan dan sinergisme antara kualitas
lingkungan dan laju pembangunan. Khususnya
Rumah Sakit, konsep pengelolaan lingkungannya
ditekankan pada pengolaan limbah. Yang dimaksud
limbah disini adalah limbah rumah saki yaitu semua
limbah yang dihasilkan dari kegiatan Rumah Sakit
dalam bentuk padat, cair dan gas ( Pengelolaan
Limbah, Keutusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia
Republik
Indonesia
Nomor
1204/Menkes/SK/X/2004), maka perlu adanya sistem
manajemen lingkungan yang merupakan struktur
strategi manajemen organisasi secara keseluruhan
yang mengantisipasi dampak jangka pendek maupun
jangka panjang dari produk, layanan dan proses dari
organisasi ini mempengaruhi lingkungan hidup.
1
Rumah Sakit yang ramah lingkungan ( Green
Hospital ) dapat menjadi jawaban terhadap efisiensi
dan
kualitas
kesehatan
yang
baik
dan
berkesinambungan. Green Hospital merupakan
Rumah Sakit yang berwawasan lingkungan dan
jawaban atas tuntutan kebutuhan pelayanan dari
pelanggan Rumah Sakit yang bergeser ke arah
pelayanan paripurna serta berbasis kenyamanan dan
keamanan lingkungan Rumah Sakit. Sebuah Rumah
Sakit agar berdaya guna, memberikan manfaat,
kenyamanan, keuntungan, dan mendapatkan citra
yang baik khususnya bagi masyarakat, tentu
pemberian pelayanan yang baik dengan dukungan
segala aspek yang terkait dan terikat di internal
1
http/www.sumeks.co.id
Rumah Sakit harus berjalan seimbang, seperti prinsip
Good Corporat Governance dan Green Hospital.
Green hospital memiliki banyak terminologi, ada
yang menyebut rumah sakit hijau, ada juga yang
mengartikan rumah sakit ramah lingkungan. Tidak
ada standard global yang menetapkan bagaimana
seharusnya ”rumah sakit hijau dan sehat” yang
mendefinisikan tentang green hospital. Namun
konsep green hospital dapat dijelaskan oleh Azmal
(2014)2 :
Green hospital is the one which is continuously
upgrading public health by reducing enivoronmental
impact and eventually by eliminating hospital roles in
disease burden. Green hospital officially recognizes
and confirms ther relationship between human health
and the enivironment, indicating that we could
understand it only through governance, strategy and
its operations. Green hospital connect local needs to
environmental actions and primary prevention
methods through active participation in community
and environment health, justice in health and green
economy.
Joint Comission International Accreditation
telah merumuskan prinsip green pada rumah sakit
sebagai berikut :1) Rumah sakit dimasa mendatang
harus menjadi tempat yang sehat baik di dalam
maupun dilingkungan sekitarnya. 2) Mengurangi
tingkat toksisitas pada bahan-bahan yang digunakan
oleh rumah sakit. 3) Rumah sakit harus sesedikit
2
Mohammad Azmal: Going toward Green hospital
by Sustainable Healthcare Waste Management:
Segregation, Treatment and Safe Disposal.
http://www.scirp.org/journal/health.
Seminar Nasional XIII Pendidikan Biologi FKIP UNS
757
Sunarto. Manajemen Lingkungan Rumah Sakit dalam rangka Mewujudkan Green Hospital
mungkin menggunakan sumber daya energi dan air
dan mengurangi produksi limbah yang dihasilkan 4)
Mengsejajarkan kesehatan lingkungan dalam
mempertimbangkan prioritas sistem kesehatan sesuai
ketentuan bangunan hijau. 5) Memasukkan “konsep
berkelanjutan” dalam pelayanan kesehatan.
Prinsip green hospital yang dapat diterapkan
akan meliputi beberapa area, yaitu: 1) Lokasi yang
berkelanjutan yaitu pengelolaan tapak/halaman yang
ramah lingkungan dan berkelanjutan. 2) Efisiensi
dalam pengunaan air dalam hal ini rumah sakit
berupaya agar terjadi efisiensi pemanfaatan air dan
konservasi sumberdaya air. 3) Penggunaan energi dan
udara outdoor yaitu rumah sakit berusaha agar dapat
dicapai efisiensi energi dan penggunaan energi
alternatif serta reduksi emisi carbon. 4) Pengunaan
material dan sumber daya dalam hal ini rumah sakit
menggunakan material nontoxic, ramah lingkungan,
berkelanjutan, dan daur ulang. 5) Kualitas udara
didalam ruangan terjadi sirkulasi yang baik bebas dari
polusi, meningkatkan kualitas udara ruang indoor dan
kenyamanan penghuni. 6) Pengembangan inovasi
yaitu manajemen rumah sakit dapat mengembangkan
inovasi dan kreativitas kegiatan yang berbasis green
hospital.
Penulisan makalah ini berdasarkan penelitian
yang mengkaji aspek manajemen lingkungan di
rumah sakit Persahabatan dalam rangka menuju
Green Hospital. Rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah bagaimanakah strategi
manajemen
lingkungan
yang
diterapkan
rumah
sakit
Persahabatan dalam rangkamewujudkan
green
hospital? Penelitian ini bertujuan membuat gambaran
secara sistematis factual dan akurat mengenai fakta
upaya Rumah sakit Persahabatan dalam mewujudkan
rumah sakit yang ramah lingkungan (green hospital).
Metode yang digunakan adalah analisa deskriptif
yaitu jenis penelitian yang bertujuan menjelaskan
perumusan dan implementasi pilihan strategic
melalui analisa SWOT yang dihadapi Rumah sakit
Persahabatan
2.
METODE PENELITIAN
Lokasi penelitian di Karanganyar dengan lima
penggunaan lahan yang meliputi: agroforestri
komplek, agroforestri sederhana, lahan Jati, lahan jati
Acasia dan kacang tanah.
Analisis kadar bahan organik dilakukan di
laboratorium dengan metode spektofotometer. Untuk
mengetahui perbedaan kadar bahan organik tanah
diberbagai lahan menggunakan analysis of variance
(ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95 %.
3.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kandungan bahan organik tanah sangat bervariasi,
dari yang rendah sampai tinggi. Dari gambar 1 dapat
ditunjukkan bahwa dari lima penggunaan lahan
ternyata tanah yang paling banyak mengandung
bahan organiknya adalah penggunaan lahan tanaman
758
semusim kacang tanah (PL5) hal ini disebabkan
karena tanaman semusim kacang tanah petani
menggunakan pupuk. Sedang penggunaan lahan
agroforestri sederhana (PL2) paling sedikit
ditemukan bahan organik tanah hal ini disebabkan
pada agroforestri sederhana produksi ketebalan
seresah relatif sedikit dibandingkan penggunaan
lahan yang lain. Dari hasil uji statistik dengan uji
Anova maka didapatkan ada perbedaan yang
signifikan (sig <0.05) adanya bahan organik tanah
(BOT) pada berbagai penggunaan lahan.
Program Strategis Green Hospital RSUP
Persahabatan 2008 – 2013
Kebijakan green hospital RSUP Persahabatan
merupakan salah satu kebijakan strategis rumah sakit
yang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam
melaksakan fungsi dan kegiatan rumah sakit. RSUP
Persahabatan dengan potensi lingkungan dan potensi
manajemen, sehingga berbagai upaya untuk
menyelamatkan dan melestarikan lingkungan serta
upaya untuk menyebarkan pendidikan ramah
lingkungan bagi masyarakat rumah sakit akan terus
dilaksanakan secara berkelanjutan.
Untuk mewujudkan tujuan green hospital RSUP
Persahabatan, maka diperlukan program strategis
guna menjadi acuan dalam pencapaian visi dan misi
green hospital RSUP Persahabatan. Penerapan rumah
sakit
ramah
lingkungan
(green
hospital
implementation) di Indonesia saat ini tel;ah
berkembang menjadi pendekatan sisi baru dalam
mengelola rumah sakit. Rumah sakit ramah
lingkungan dalam perancangan pembangunan,
pengoperasiannya dan pemeliharaannya akan
senantiasa menerapkan prinsip keberlanjutan dan
praktik-praktik ramah lingkungan.
Pada saat ini keberadaan rumah sakit yang
merupakan dalam satu kesatuan ekosistem yang
ditengah isu dampak perubahan iklim dan pemanasan
global serta adanya degradasi lingkungan, maka
dipandang
perlu
bertangunggjawab
atas
keberlanjutan kualitas lingkungan dan pemanfaatan
sumber daya alam. Sumber daya rumah sakit berbasis
alam dan lingkungan hidup seperti air bersih, energy,
kertas dan material lainnya yang merupakan
kebutuhan input secara terus menerus untuk
operasioanl rumah sakit perlu dilandasi oleh prinsip
ecoefficiency, sementara produk samping rumah
sakit seperti limbah cair, padat dan gas perlu diolah
sehingga targetnya tidak saja untuk memenuhi kaidah
baku mutu limbah, juga untuk memenuhi kaidah
reuse, recycle dan recovery. Pada prinsipnya, model
rumah sakit dimasa mendatang perlu dikelola secara
baik dengan selalu mempertimbangkan aspek
ekologi, sehingga prinsip pemenuhan konsep
pembangunan
berkelanjutan
(sustainable
development) dalam bidang kesehatan akan
terpenuhi.
Paradigma terkini dalam manajemen rumah
sakit bahwa pengelola rumah sakit wajib
menempatkan aspek keseimbangan ekologi, sosial
dan estetik menjadi dasar pada setiap perumusan
Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajarannya
Proceeding Biology Education Conference (ISSN: 2528-5742), Vol 13(1) 2016: 757-762
kebiojakan
melalui
optimalisasi
pengelolaal
lingkungan hidup dan pemberdayaan, sehingga
keberadaan rumah sakit dengan kompleksitas
kegiatannya tidak menambah beba negatif berupa
pencemaran lingkungan, bahkan memberikan
manfaat positif bagi kelestarian lingkungan
masyarakat sekitar.3 Disisi lain pola tuntutan
kebutuhan masyarakat saat ini terhadap layanan
rumah sakit telah bergeser pada tuntutan pelayanan
kesehatan yang berbasis prinsip green/ramah
lingkungan. Hal ini disebabkan masyarakat telah
mampu menyadari bahwa jaminan kenyamanan dan
keamanan lingkungan selama ini berinteraksi di
lingkungan rumah sakit merupakan bagian pelayanan
yang akan mereka peroleh sebagai sati kesatuan
pelayanan rumah sakit dengan kegiatan yang berbasis
green/ramah linkungan, yang sekaligus sebagai salah
satu upaya menuju pembangunan kesehatan yang
berkelanjutan.
Memahami persoalan-persoalan tersebut di atas,
maka Rumah Sakit Persahabatan yang berkedudukan
di Kotamadya Jakarta Timur yang berdiri sejak tahun
1963 diatas lahan seluas +134.521 M2 dengan
manajemen
baru telah berkomitmen untuk
mengakomodir perkembangan tuntutan kebutuhan
masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit yang
berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan
dengan tiopologi masyarakat perkotaan. Pendekatan
pelayanan paripurna yang telah dilaksanakan di
rumah sakit Persahabatan, selain peningkatan mutu
pelayanan (kuratif) berbagai bidang layanan rumah
sakit yang bermutu dan professional, juga telah
dikembangkan dengan menjadikan Rumah Sakit
yang berwawasan ekologis yaitu menjadikan
lingkungan hijau, maka
rumah sakit menjadi
kekuatan (strength) untuk mendukung peningkatan
mutu pelayanan rumah sakit.
Manajemen yang dijalankan sekarang meyakini
bahwa lingkungan hijau RS Persahabatan dengan
inovasi pembentukan lingkungan hijaunya telah
memberikan rasa nyaman dan aman bagi pasien yang
berkunjung dan secara tidak langsung telah
mempercepat proses penyembuhan pasiennya
sekaligus sebagai sarana relaksasi.
Berkaitan dengan hal tersebut , maka telah
dirumuskan kesepakatan dan keyakinan bahwa
lingkungan hijau yang telah dikembangkan sejak
digulirkannya “Gerakan Sejuta Pohon” oleh
Pemerintah pada tahun 1995 lalu merupakan potensi
prospektif bagi rumah sakit, sehingga atas
pertimbangan diatas maka dalam rumusan
Masterplanning RS Persahabatan tahun 2007,
kedepan RS Persahabatan akan mewujudkan
keberlanjutan potensi lingkungan hijau melalui
kebijakan “Green Hospital” dalam rangka
meningkatan mutu pelayanan rumah sakit, selain
pertimbangan lain pemanfaatan lahan hijau saat ini,
peletakan bangunan atau zoning agar alur pasien
dapat menjadi efisien dan mempercepat waktu
pelayanan.
3
Program strategis Green Hospital RSUP
Persahabatan 2008 – 2013. H.2
Keberadaan RS Persahabatan saat ini dan
dimasa mendatang sebagai Green Hospital
merupakan ciri khas rumah sakit yang telah dan akan
terus memberikan keuntungan ekologis bagi
masyarakat internal rumah sakit, begitu juga
masyarakat
sekitar
rumah
sakit
dan
masyarakat/lingkungan hidup secara makro di
wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. RS
Persahabatan sebagai green hospital telah dan akan
mewujudkan pembangunan Kota Jakarta yang
berwawasan lingkungan dan berwawasan kesehatan.
Kebijakan Green Hospital ini dengan konsep
memperluas semaksimal mungkin ruang terbuka
hijau yang mampu meningkatkan kontribusi oksigen
bagi lingkungan hidup di rumah sakit dan kota
Jakarta pada umumnya telah sesuai dengan Visi
Rumah Sakit Persahabatan yaitu :Menjadi Rumah
Sakit Terdepan dalam Menyehatkan Masyarakat
dengan Unggulan Kesehatan Respiratori Kelas
Dunia”
Tujuan
Tujuan program Green Hospital RSUP
Persahabatan yang ingin dicapai adalah:
a. Menciptakan model rumah sakit yang
dibangun, dikembangkan dan dioperasikan
dengan menempatkan”kepentingan ekologi”
sebagai salah satu isu strategi dalam kebijakan
rumah sakit
b. .Mewujudkan rumah sakit yang memnuhi
standar “green building”/Bangunan Ramah
Lingkungan.
c. Menciptakan sisi baru bisnis rumah sakit yang
unik melalui kebijakan pemanfaatan ruang dan
lahan “green” secara efisien sebagai nilai jual
bagi kepentingan peningktan mutu pelayanan
yang berbasis kenyamanan dan keamanan
lingkungan.
d. Menciptakan rumah sakit yang efisien dalam
pemanfaatn sumber daya (energy, air bahan dll)
e. Menciptakan rumah sakit yang bebas dari
pencemaran dan kontaminasi lingkungan.
f. Menciptakan rumah sakit dengan
masyarakat yang berbudaya”green”.
Ruang Lingkup Program.
Ruang lingkup program green hospital RSUP
Persahabatan mengacu pada ketentuan (standarisasi)
baik nasional maupun internasional. Ketentuan
internasional mengacu pada penerapan green hospital
di beberapa Negara maju seperti Amerika Serikat,
Australia, Singapura,, dan Lembaga International
seperti WHO (World Health Organization), LEED
(Leadership in Energy and Environmental Design).
Dari standar/ketentuan tersebut, maka lingkup
program green hospital RSUP Persahabatan meliputi:
a. Pengembangan lokasi (Sitting)
b. Efisiensi air (Water Efficiency)
c. Effisiensi energy dan pencegahan pencemaran
udara (Energy and Air Pollution)
Seminar Nasional XIII Pendidikan Biologi FKIP UNS
759
Sunarto. Manajemen Lingkungan Rumah Sakit dalam rangka Mewujudkan Green Hospital
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
Material dan sumber daya Rumah Sakit (
Material and Resources)
Kualitas Udara Indoor (Indoor Environmental
Quality)
Makanan sehat (Health Hospital Food)
Pendidikan
ramah
lingkungan
(Green
Education)
Pengadaan
barang
ramah
lingkungan
(Procurement)
Pencegahan kontaminan (Contaminant)
Kebersihan
ramah
lingkungan
(Green
Cleaning)
Pengurang Limbah 3 R (Waste Reduction)
Taman Penyembuhan (Healing Gardens)
f.
g.
h.
4. Strategi
a.
b.
c.
3.3 Pendekatan Penerapan Program
Green Hospital Sub Bab
d.
Secara skematis, pendekatan pelaksanaan green
hospital di RSUP Persahabatan dijelaskan sebagai
berikut:
e.
Kebijakan dan Strategi Green Hospital
g.
Hasil penelusuran dokumen yang ada didapatkan
Kebijakan dan Strategi Green Hospital dengan Visi
dan misi adalah
1. Visi Green Hospital RSUP Persahabatan
adalah “Menjadi Percontohan Pendidikan Green
Hospital di Indonesia”
2. Misi Green Hospital RSUP Persahabatan
adalah
a. Menyiapkan tenaga yang handal dan
professional bidang green hospiotal
b. Mengelola penggunaan dan pemberdayaan
sumber daya rumah sakit berbasis green.
c. Menyediakan sarana, prasarana dan
fasilitas pendidikan green hospital secara
komprehensif.
d. Melakukan layanan pendidikan, penelitian
dan pengembangan konsep green hospital
dengan pengetahuan dan teknologi
kekinian secara berkelanjutan.
e. Melakukan
proses
edukasi
kepada
masyarakat akan pentingnya hidup da
berbudaya green.
3. Kebijakan
a. Pemenuhan kriterian dan ketentuan gree
building dan green healthcare sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
b. Pemanfaatan potensi hijau lingkungan
rumah sakit sebagai ciri khas dan nilai jual
pelayanan rumah sakit.
c. Memaksimalkan
pemanfaatan
ruang
terbuka hijau dalam setiap pengembangan
fisik rumah sakit.
d. Penerapan budaya “green hospital “ pada
seluruh lapisan masyarakat rumah sakit.
e. Penerapan kaidah efisien dalam setiap
pemanfatan sumber daya.
h.
760
Penyiapan teknologi pengolahan limbah
rumah sakit dengan menerapkan prinsip
zero waste (minimalisasi limbah)
Menciptakan lingkungan rumah sakit
sebagai lumbung oksigen dan air tanah
guna pemulihan lingkungan.
Membangun manajemen, system informasi
dan kemitraan dengan pihak luar.
f.
i.
Menyusun master plan berbasis green
healthcare dan green building dan pemenuhan
peraturan Lingkungan Hidup.
Menyusun strategi marketing nilai jual
lingkungan hijau Rumah Sakit.
Mempertahankan
ruang
terbuka
hijau
maksimal 80%
Sosialisasi budaya green hospital secara
berkelanjutan
Pemanfaatan sumber daya energy air, kertas
dan sumber daya lainnya secara efisien.
Penyediaan fasilitas pengplahan limbah rumah
sakit.
Merancang inovasi dalam pemulihan mutu
lingkungan hidup rumah sakit.
Menyusun system informasi lingkungan/green
hospital di rumah sakit dan kemitraan
program.
Penyiapan sumber daya manusia yang
professional dalam mengimplementasikan
program green hospital.
Manajemen Lingkungan
Manajemen lingkungan sangat dibutuhkan untuk
dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan saat ini
karena banyaknya dampak lingkungan yang dapat
menjadikan lingkungan berkurang atau bahkan rusak
dalam segi peruntukkannya. Dalam manajemen
lingkungan perlu diidentifikasi terlebih dahulu agar
dapat memahami sehingga mampu menerapkan
dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka mencegah
terjadinya kerusakan lingkungan. Made4 menjelaskan
dalam bukunya ”Konsep-konsep dasar Ekologi dalam
berbagai aktivitas lingkungan”, mengidentifikasi
beberapa alasan sebagai berikut
1. ”Pragmatic reason”: akal sehat masyarakat
atau administrator menuntut untuk menghindari
masalah.
2. .’Desire to save cost” lebih baik menghindari
masalah atau menghadapinya (counter them)
dari pada menderita karena konsekuensinya,
misalnya pencemaran , kepunahan spesies
langka dsb.
3. ”Compliance”:
individu,
pemerintah,
perusahaan-perusahaan mengkin memerlukan
aturan-aturan agar mereka peduli terhadap
lingkungan.
4
I Made Putrawan, Konsep-konsep Dasar Ekologi
dalam Berbagai Aktivitas Lingkungan: Alfabeta
Bandung 2014.h97-98
Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajarannya
Proceeding Biology Education Conference (ISSN: 2528-5742), Vol 13(1) 2016: 757-762
”Shift in ethics: penelitian, media, kelompok
aktivis dapat mendorong sikap-sikap baru,
kesepahaman atau undang-undang.
5. ”Macro-economics”: promosi manajemen
lingkungan dapat mengarah pada ekspoansi
ekonomi, misalnya diperlukannya alat-alat
pengontrol pencemaran, alat efisiensi energi
dsb.
Dari uraian tersebut di atas dasar alasan-alasan
tersebut , maka secara umum manajemen lingkungan
memiliki akar ilmu manajemen yang sangat kuat
apabila disimak batasan manajemen tersebut.
Manajemen adalah suatu alat untuk mencapai tujuan
organisasi secara efisien dan efektif melalui fungsifungsi
manajemen
seperti
perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Sedangkan menurut Richard L Daft5, manajemen
(management) adalah pencapaian tujuan-tujuan
organisasional secara efektif dan efisien melalui
perencanaan, pengelolaan, kepemimpinan dan
pengendalian
sumber
daya-sumber
daya
organisasional.
Jadi ada dua kata penting dalam batasan
manajemen tersebut yaitu efisien dan efektif untuk
memecahkan atau mencegah terjadinya berbagai
masalah lingkungan, sebagaimana tertera pada
alasan-alasan di atas. Logikanya mempelajari
manajemen lingkungan, bukan gabungan antar
manajemen dan lingkungan, sehingga kalau ini yang
dipahami akan menyesatkan (misleading). Karena itu
perlu dimengerti terlebih dahulu batasan-batasan
yang menjadi ”kavling” manajemen lingkungan.6
Manajemen lingkungan telah diderkripsikan sebagai
suatu proses dalam mengalokasikan sumber-sumber
daya alam maupun buatan sampai batas optimal
pemanfaatan manusia untuk memuaskan kebutuhan
dasar manusia atau paling tidak sampai batas
minimal bila memungkinkan guna masa depan yang
tidak tentu. Demikian UNEP (United Nations on
Environmental Program, dalam Madu, 2007) ”saw
environmentalmanagement as the control of all
human activities which have sa significant impact on
the environment”. Oleh karena itu tujuan umum
manajemen lingkungan adalah
meminimalkan
dampak lingkungan dalam rangka meningkatkan
kualitas hidup manusia bagi kehidupan manusia
dimasa depan melalui pembangunan berkelanjutan
(sustainable development).
Dalam manajemen lingkungan terdapat
beberapa macam dilema untuk memecahkan masalah
lingkungan yang tidak memiliki solusi efektif yang
tunggal dan sederhana, yaitu (1) ”ethical dilemmas”
misalnya apa yang dilestarikan; (2)
”efficiency
dilemmas” (3) ”equity dilemmas” siapa yang
memperoleh keuntungan dari keputusan manajemen
lingkungan, siapa yang bayar? (4) ” liberty
dilemmas” sejauh mana masyarakat dibatasi dalam
proteksi terhadap lingkungan, (5) ”uncertainty
dilemmas” (6) ” evaluation dilemmas” bagaimana
4.
membandingkan pengaruh-pengaruh opsi atau
tindakan yang bervariasi.
Dalam manajemen lingkungan sangat penting
untuk diketahui proses atau langkah-langkah
pengambilan keputusan seperti yang tampak dibawah
ini7Manajemen
lingkungan
apabila
akan
dipergunakan terdapat satu dari dua pendekatan yang
dapat diadaptasikan yaitu (1) Multidiciplinary, yang
melibatkan komunikasi antar berbagai disiplin tanpa
banyak harus memecah batasan disiplin itu sendiri
dan (2) Interdiciplinary (bahkan holistik); secara
koheren berbagai disiplin berkaitan erat menjadikan
keseluruhan dan diakui pendekatan ini secara luas
diakui sebagai penyelamat berbagai ilmu yang
terbelah belah. Jika manajemen llingkungan ingin
mengembangkan strategi dan peluang eksploitasi
secara efektif, maka harus melakukan hal yang lebih
dari pada hanya mengaplikasikan ilmu, sehingga
manajemen lingkungan juga dapat diartikan sebagai
seni yang memerlukan pemahaman tentang interaksi
antara manusia dengan lingkungan, keterampilan
manajemen , diplomasi dan kemampuan persuasi .
Dalam managemen lingkungan terdapat hubungan
yang erat antara sistem natural dengan sistem sosial.8
Berdasarkan gambar tersebut tampak bahwa
sistem sosial mungkin dapat mempengaruhi
manajemen sistem alam, pada umumnya hubungan
timbal balik kedua sistem itu divisualisasikan seperti
pada (A) gambar di atas dan bagian yang gelap
adalah aktivitas utama dari manajemen lingkungan.
Namun hanya beberapa saja lingkungan itu masih
berupa alam murni, sebagian besar sudah dipengaruhi
oelh kegiatan-kegiatan manusia. Oleh karena itu
sistem sosial dan sistem alam tidak terlalu
independen, sehingga pola hubungan seperti gambar
(B) lebih mungkin dapat diterima ( Barrow, 2006,
pp.39-41, dalam Putrawan, 2014).
4.
KESIMPULAN
Rumah sakit Persahabatan yang letaknya di daerah
Rawamangun Jakarta Timur telah merencanakan dan
melaksanakan manajemen lingkungan dalam rangka
mewujudkan Green Hospital sesuai dengan kaidah
peraturan perundangan dan prinsip prinsip green
hospital serta prinsip manajemen lingkungan.
7
5
New Era Of Management (Era Baru Manajemen,
hal.6)
6
Opcit. Made. Hal 103
.Barrow CJ., Environmental Management for
Sustainable Development, New York:
Routledge,2006.hal 31
8
. Ibid.h.31
Seminar Nasional XIII Pendidikan Biologi FKIP UNS
761
Sunarto. Manajemen Lingkungan Rumah Sakit dalam rangka Mewujudkan Green Hospital
5.
DAFTAR PUSTAKA
Barrow, C. J., Environmental Management for
Sustainable
Development.
New
York:
Routledge, 2006.
Enger, Eldon D., & Smith, Bradley F.,
Environmental
Science,
A
Study
of
Interrelationships. New York: Mc Graw Hill
Higher Education, 2006.
Chiras, Daniel D. Environmental Science: a Frame
Work for Decision Making. California:
Cumming Publishing Company Inc, 1982.
David, Fred R., Strategic Management, Concepts and
Cases. New Jersey: Prentice Hill, 2010.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44
Tahuhn 2009 tentang Rumah Sakit
1
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah
Sakit.
1
M.emil Azhary, Potret Bisnis Rumah Saakit
Indonesia. Economic Review. N0.218.Desember
2009
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah
Sakit.
Wiku Adisasmito, 2007. Sistem Manajemen
Lingkungan Rumah Sakit. Hal.6
http/www.sumeks.co.id
National Health Service, Sustainable Development
Unit. Saving Carbon, Improving Health: NHS
carbon reduction strategy, Cambrige, January
2009.
1
EnergyConversionand
management.
Energy
consumtion indicator and CHPtechnical
potential in the Brazillian hospital sector, 2004.
International trade Administration. China
Healthcare
Contruction
Market,2005.
http://www.ita.doc.gov/td/health/china
Healthcare Contruction05.pdf
1
World Health Organization. Health in the Green
EconomyCo-Benefits to Health of Climate
Change Mitigation. Health Facilities 2010.
Balifokus.Activity
Report.
Assesment
of
Environmental Conditions and Inventory for
Guidance and Technical Support to Develop
Sound Management Practices for Hospital
Wastes. February 2010
1
Sekretariat PROPER, Kementerian Lingkungan
Hidup. Laporan Hasil Penilaian PROPER 2011.
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan
dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.2011
Foto-foto sebagai representasi “mewujudkan Green
Hospital di Rumah Sakit Persahabatan.
762
Penanya:
Dr. Sri Dwiastuti, S.Pd , M.Si
Pertanyaan:
Apa yang dimaksud dengan “Green Building” dalam
“Green Hospital”?
Jawaban :
Green building adalah konsep bangunan yang
mengutamakan efektifitas fungsional dari banunan
tersebut seperti bagaimana penggunaan AC otomatis
sesuai dengan jumlah individu dalam runagan
tersebut dan suhu rata-rata tubuh orang tersebut,
penggunaan kertas daur ulang, plastik daur ulang
bahkan bangunan tersebut harus memiliki space yang
memadai untuk membangun taman-taman disekitar
Rumah Sakit, bukan suasana sintesis dari aroma yang
diciptakan dengan sengaja akan tetapi tercipta karena
suasana yang mendukung.
Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajarannya
Download