sosialisasi peraturan dapenda no. 4 tentang kepesertaan

advertisement
Tangerang, 15 Juni 2013
PESERTA
AKTIF
Karyawan Pemberi Kerja
(PT AP II) yang memenuhi
syarat kepesertaan sesuai
Peraturan Dana Pensiun dan
telah terdaftar pada DAPENDA
PESERTA
PENSIUNAN
Peserta yang telah berhenti
bekerja dan telah menerima
pembayaran Manfaat Pensiun
sesuai Peraturan Dana Pensiun;
adalah karyawan PT Angkasa Pura II (Persero)
yang telah terdaftar di DAPENDA pada saat
Peraturan Dana Pensiun disahkan oleh
Menteri Keuangan.
tidak dapat mengundurkan diri atau
PESERTA AKTIF
menuntut haknya dari DAPENDA apabila
yang bersangkutan masih memenuhi syarat
kepesertaan.
setiap Peserta Aktif diberikan bukti
Kepesertaan berupa Kartu Peserta Aktif.
menyampaikan pendapat dan saran mengenai
perkembangan investasi dan hasilnya kepada
Pendiri, Dewan Pengawas dan Pengurus.
mengajukan wakilnya di Dewan Pengawas.
HAK-HAK
PESERTA AKTIF
memperoleh informasi dari Pengurus meliputi:
a. Neraca dan Perhitungan Hasil Usaha;
b. Ringkasan hasil investasi semesteran/
tahunan;
c. Ringkasan hasil evaluasi Dewan Pengawas
tentang investasi;
d. Setiap perubahan Peraturan Dana Pensiun;
e. Mengkases web-site DAPENDA.
membayar Iuran Peserta sebesar 5 % (lima
perseratus) dari PhDP terakhir yang ditetapkan
oleh Pemberi Kerja (AP II).
membayar iuran tidak berlaku apabila Peserta
Aktif menjalani cuti di luar tanggungan
KEWAJIBAN
PESERTA AKTIF
perusahaan.
Iuran Peserta dimulai sejak karyawan AP II
terdaftar sebagai Peserta dan berakhir pada saat
Peserta berhenti bekerja atau pensiun atau
tewas atau meninggal dunia.
Iuran Peserta Aktif dipotong langsung oleh
Pemberi Kerja dari PhDP Peserta dan disetorkan
kepada Dana Pensiun.
Peserta Aktif yang telah mencapai usia pensiun normal,
berhak atas Manfaat Pensiun Normal.
Peserta Aktif yang berhenti bekerja dan telah mencapai
usia pensiun dipercepat, tetapi belum mencapai usia
pensiun normal, berhak atas Manfaat Pensiun
Dipercepat.
Peserta Aktif yang berhenti bekerja karena Cacat,
berhak atas Manfaat Pensiun Cacat.
Peserta Aktif yang berhenti bekerja dan belum
mencapai usia pensiun dipercepat dan telah memiliki
masa kepesertaan sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun,
berhak atas Pensiun Ditunda.
Peserta Aktif yang berhenti bekerja dan memiliki masa
kepesertaan kurang dari 3 (tiga) tahun berhak atas
iuran Peserta ditambah bunga yang layak, yaitu bunga
deposito berjangka 12 (dua belas) bulan pada bank
Pemerintah yang paling menguntungkan bagi Peserta
dan dibayarkan secara sekaligus.
REKONSILIASI DATA PESERTA AKTIF
Dalam rangka penyesuaian dan pemutakhiran data Peserta
Aktif, setiap tahun diadakan rekonsiliasi data antara
DAPENDA dengan Pemberi Kerja.
Butir2 yang direkonsiliasikan sekurang-kurangnya meliputi:
a. Jumlah Peserta Aktif;
b. Perubahan PhDP;
c. Data Peserta Aktif, seperti: NIP, tanggal mulai bekerja,
status keluarga, tanggal lahir, masa kerja, unit kerja;
d. Besaran Iuran Pemberi Kerja dan Iuran Peserta
;
Hasil Rekonsiliasi menjadi dasar untuk melakukan
penyesuaian data base kepesertaan dan besarnya Iuran
Pemberi Kerja serta Iuran Peserta yang harus disetorkan
kepada DAPENDA;
KEWAJIBAN PEMBERI KERJA
Pemberi kerja wajib membayar Iuran Pemberi Kerja
kepada DAPENDA;
Iuran Pemberi Kerja terdiri dari:
a. Iuran Normal, dan
b. Iuran Tambahan jika terdapat defisit Rasio
Kecukupan Dana (RKD).
Besarnya Iuran Normal dan Iuran Tambahan yang
ditetapkan berdasarkan perhitungan aktuaria yang
dilakukan oleh aktuaris yang ditunjuk oleh Pemberi Kerja
(± 30% dari PhDP Peserta Aktif).
KEWAJIBAN PEMBERI KERJA
Dalam hal Pemberi Kerja terlambat menyetorkan Iuran Peserta
Aktif dan Iuran Pemberi Kerja melampaui 2,5 (dua setengah)
bulan sejak jatuh tempo, maka iuran yang belum disetorkan
tersebut dianggap sebagai:
Utang Pemberi Kerja yang dapat ditagih dan dikenakan
bunga yang layak, yaitu bunga deposito bank Pemerintah
yang paling menguntungkan bagi Peserta
sebagai piutang DAPENDA yang memiliki hak utama dalam
pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan, apabila
Pemberi Kerja dilikuidasi.
PENSIUNAN
Pensiunan adalah Peserta yang telah berhenti
bekerja dan telah menerima pembayaran Manfaat
Pensiun sesuai Peraturan Dana Pensiun;
Setiap Pensiunan diberikan bukti Pensiunan berupa
Kartu Peserta Pensiunan
HAK-HAK PENSIUNAN
1.
Menyampaikan pendapat dan saran mengenai
perkembangan investasi dan hasilnya kepada
Pendiri, Dewan Pengawas dan Pengurus.
2.
Berhak mengajukan wakilnya di Dewan Pengawas.
3.
Berhak atas Manfaat Pensiun (Manfaat Pensiun
Normal atau Manfaat Pensiun Dipercepat atau
Manfaat Pensiun Cacat atau Pensiun Ditunda),
yang yang dihitung berdasarkan PhDP terakhir
yang ditetapkan oleh Pendiri.
HAK-HAK PENSIUNAN
4.
5.
Berhak memperoleh informasi dari Pengurus
meliputi:
• Neraca dan Perhitungan Hasil Usaha;
• Ringkasan hasil investasi
semesteran/tahunan;
• Ringkasan hasil evaluasi Dewan Pengawas
tentang investasi;
• Setiap perubahan Peraturan Dana Pensiun.
Berhak memperoleh layanan informasi yang
disampaikan baik melalui media cetak atau
elektronik seperti: bulletin DAPENDA, Majalah
Panorama, SMS broadcast, web-site DAPENDA.
KEWAJIBAN PENSIUNAN
1. wajib menyampaikan informasi setiap terjadi
perubahan data (perubahan alamat ataupun perubahan
susunan keluarga) kepada DAPENDA.
2. Wajib melakukan Data Ulang setiap tahun sekali dengan
tujuan untuk mendapatkan data yang mutakhir tentang
Pensiunan dan Penerima Manfaat Pensiun, sekurangkurangnya meliputi:
a. Nama Pensiunan.
b. Nama Penerima Manfaat Pensiun.
c. Status Penerima Manfaat Pensiun (mis: Pensiunan,
Pensiunan Janda/Duda, Pensiunan Anak).
d. Nomor Pensiunan.
e. Alamat/domisili terakhir dan nomor telepon.
f. Perubahan data lainnya.
DATA ULANG
(ATTESTATIE DE VITA)
Pensiunan diwajibkan mengisi data ulang
kepesertaannya 1 (satu) kali dalam setahun (Pasal 30
ayat (6) PDP)
Data Ulang dilakukan kepada Pensiunan dan Penerima
Manfaat Pensiun yang telah pensiun sekurangkurangnya 12 (dua belas) bulan pada bulan Januari
tahun berjalan.
Bagi Pensiunan Janda/Duda wajib menyertakan surat
keterangan atau legalisasi surat keterangan status
janda/duda dari Desa/Kelurahan setempat.
DATA ULANG
(ATTESTATIE DE VITA)
Janda/Duda adalah isteri/suami yang sah dari Peserta
yang tewas atau meninggal dunia yang telah terdaftar
pada DAPENDA sebelum Peserta berhenti bekerja atau
tewas atau pensiun.
Bagi Pensiunan Anak yang berusia di atas 21 tahun
wajib menyertakan surat keterangan masih
sekolah/kuliah dari sekolah yang bersangkutan atau
surat keterangan belum menikah atau belum memiliki
penghasilan dari Kepala Desa/Lurah setempat.
DATA ULANG
(ATTESTATIE DE VITA)
Apabila sampai dengan akhir bulan Juli tahun
berjalan, Penerima Hak atas Manfaat Pensiun belum
menyampaikan Formulir Data Ulang yang telah
dilengkapi, maka pembayaran Manfaat Pensiun
ditangguhkan sementara.
Manfaat Pensiun dibayarkan kembali setelah Pensiunan
atau Penerima Manfaat Pensiun yang bersangkutan
menyampaikan Formulir Data Ulang yang telah
dilengkapi dan Penerima Manfaat Pensiun yang
bersangkutan masih memenuhi syarat sebagai Penerima
Manfaat Pensiun.
JENIS MANFAAT PENSIUN
MANFAAT PENSIUN NORMAL
Diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja dan telah
mencapai usia pensiun normal
Besarnya Manfaat Pensiun Normal (MPN) sebulan dihitung
dengan rumus:
MPN = (2,5 % x Masa Kerja x Penghasilan Dasar
Pensiun/PhDP)
Besarnya adalah setinggi-tingginya 80 % (delapan puluh
perseratus) dari PhDP.
JENIS MANFAAT PENSIUN
MANFAAT PENSIUN DIPERCEPAT
Diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja sebelum
mencapai usia pensiun normal tapi telah berusia ≥ 46
tahun
Besarnya Manfaat Pensiun Dipercepat (MPD) sebulan
adalah:
Usia 46 tahun = 80% x MP Normal (2,5 % x MK x PhDP)
Usia 47 tahun = 85% x MP Normal
Usia 48 tahun = 90% x MP Normal
49 tahun
= 95% x MP Normal
≥ 50 tahun
= 100% x MP Normal
JENIS MANFAAT PENSIUN
Manfaat Pensiun Ditunda (MPD)
MPD = Nilai Sekarang x (2,5 % x Masa Kerja x PhDP)
Besarnya Nilai Sekarang mengacu pada tabel Nilai Sekarang
berdasarkan hasil perhitungan aktuaria
MPD dibayarkan setelah Peserta mencapai usia pensiun dipercepat
atau setelahnya
Berdasarkan pilihan Peserta, hak atas Pensiun Ditunda dapat:
•
•
•
tetap dibayarkan oleh DAPENDA, atau
dialihkan ke Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) lain, atau
dialihkan kepada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Dalam hal Peserta memilih hak atas Pensiun Ditunda dialihkan ke
DPPK lain atau ke DPLK, dana yang dialihkan adalah Nilai Sekarang
dari Pensiun Ditunda pada saat pengalihan.
JENIS MANFAAT PENSIUN
Manfaat Pensiun Cacat (MPC)
Diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja karena
cacat
Besarnya Manfaat Pensiun Cacat (MPC) dihitung dengan
menggunakan rumus:
MPC = (2,5 % x Masa Kerja x PhDP)
Masa Kerja diakui/dihitung seolah-olah Peserta mencapai
usia pensiun normal.
JENIS MANFAAT PENSIUN
Manfaat Pensiun Janda/Duda
Dalam hal Peserta Meninggal Dunia atau Tewas, atau
Pensiunan Meninggal Dunia, maka Janda/Duda berhak
atas Manfaat Pensiun Janda/Duda.
Janda/duda yang berhak atas Manfaat Pensiun
sebagaimana dimaksud di atas adalah isteri/suami yang
menikah secara sah dengan Peserta, yang dibuktikan
dengan Buku Nikah dari Kantor Urusan Agama atau Akta
Nikah dari Kantor Catatan Sipil, dan telah terdaftar pada
DAPENDA sebelum Peserta berhenti bekerja atau Tewas
atau meninggal atau pensiun;
JENIS MANFAAT PENSIUN
Manfaat Pensiun Janda/Duda
Isteri/suami yang menikah dengan Peserta setelah
Peserta berhenti bekerja/Pensiun tidak berhak atas MP
Janda/Duda
Besarnya Manfaat Pensiun Janda/Duda = 80 % dari MP
yang diterima Pensiunan
MP Janda/Duda berakhir jika Janda/Duda meninggal
dunia atau menikah lagi
JENIS MANFAAT PENSIUN
Manfaat Pensiun Anak
Dalam hal Peserta Aktif Tewas atau Meninggal Dunia/Pensiunan
meninggal dunia tidak mempunyai Janda/Duda, atau
Janda/Duda meninggal dunia atau Janda/Duda kawin lagi, maka
Manfaat Pensiun dibayarkan kepada Anak.
Anak yang berhak atas Manfaat Pensiun Anak adalah anak yang
sah dari Peserta atau Pensiunan yang telah terdaftar pada Dana
Pensiun sebelum Peserta berhenti bekerja atau Tewas atau
Meninggal Dunia atau Pensiun
(Anak yang lahir setelah Peserta Aktif berhenti bekerja atau
Tewas atau Meninggal Dunia atau pensiun, tidak berhak atas
Manfaat Pensiun Anak);
JENIS MANFAAT PENSIUN
Manfaat Pensiun Anak
Manfaat Pensiun Anak wajib dibayarkan sampai anak
mencapai usia 21 (dua puluh satu) tahun.
Dalam hal penerima Manfaat Pensiun Anak telah berusia
21 (dua puluh satu) tahun namun belum menikah atau
belum berpenghasilan atau masih sekolah, maka Manfaat
Pensiun Anak diberikan hingga anak bersangkutan
berusia setinggi-tingginya 25 (dua puluh lima) tahun.
JENIS MANFAAT PENSIUN
Manfaat Pensiun Anak
Dalam hal anak mengalami cacat sebelum mencapai usia 21
tahun atau maksimum 25 tahun (jika belum menikah/belum
berpenghasilan/masih sekolah, Manfaat Pensiun Anak
dibayarkan seumur hidup.
Pembayaran Manfaat Pensiun Anak sebagaimana tersebut di
atas hanya dapat dilakukan apabila Anak tersebut tidak bekerja.
Cacat adalah cacat total atau tetap yang dinyatakan oleh dokter
yang ditunjuk dan disetujui oleh Pemberi Kerja, yang
menyebabkan Karyawan Perusahaan tidak mampu lagi
melakukan pekerjaan
Besarnya Manfaat Pensiun Anak sama dengan besarnya Manfaat
Pensiun Janda/Duda.
PEMBAYARAN MP 20% SEKALIGUS
berdasarkan pilihan Peserta pada saat Peserta berhenti bekerja
(tidak dapat diajukan setelah pembayaran MP pertama), atau
bagi Janda/Duda atau Anak pada saat Peserta Tewas atau
Meninggal Dunia, dapat dibayar secara sekaligus sebanyakbanyaknya 20% dari Nilai Sekarang dari MP
Nilai sekarang menggunakan Tabel Nilai Sekarang sesuai
asumsi aktuaria terakhir.
Jika Pensiunan menerima Pembayaran MP Sekaligus 20% dari
Nilai Sekarang maka MP Bulanan adalah 80% dari MP Normal
Untuk mendapatkan pembayaran Manfaat Pensiun sekaligus
sebesar 20% dari Nilai Sekarang, Peserta wajib mengajukan
permohonan dengan mengisi formulir pilihan peserta dan
ditandatangani di atas meterai.
Hak atas Manfaat Lain (SHR)
Kepada Penerima Manfaat Pensiun yang telah menerima
Manfaat Pensiun bulanan, sebelum hari raya diberikan
Manfaat Lain sebesar Rp 1.300.000,- (satu juta tiga
ratus ribu rupiah) yang dibayarkan selambat-lambatnya
7 (tujuh) hari kerja sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atas Manfaat Lain
menjadi beban Dana Pensiun
NOPEN
NIP
TMT BEKERJA
TMT PENSIUN
AKUMULASI
IURAN
AKUMULASI MP
DITERIMA
1
8501331258S
1/11/1960
01-02-1989
38.918
182.721.300
5
8505470619T
1/4/1968
01-05-1988
30.573
131.627.200
6
8503530767S
31/3/1973
01-07-1989
23.369
128.208.500
7
8503421118S
1/2/1959
01-03-1989
15.947
126.852.600
8
8510611927S
1/10/1981
01-09-1989
35.018
138.505.600
9
8504451387R
30/4/1968
01-06-1988
29.557
141.091.300
11
8508390807S
1/8/1961
01-09-1989
77.177
193.279.600
12
8508450125N
1/9/1967
01-07-1988
24.378
135.092.000
14
8504331261B
1/10/1960
01-05-1989
71.856
189.433.300
16
8507390995K
1/4/1964
01-02-1989
24.665
171.202.700
17
8509330011S
1/10/1960
01-10-1989
110.469
246.953.500
Download