perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 1 BAB I

advertisement
1
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Komunikasi secara sederhana adalah ketika satu organisasi hanya
mempunyai satu atau dua orang di dalamnya, kompleksitas dari komunikasi
berkembang dan menyesuaikan dengan ukuran organisasi tersebut. Di dalam
organisasi yang lebih besar, komunikasi yang terjadi dengan cara pertemuan
langsung (tatap muka) sangat jarang terjadi, dibandingkan dengan cara
perseorangan seperti voicemail dan pesan e-mail. Komunikasi sangat penting
bagi kehidupan bisnis dan organisasi. Komunikasi sangat penting untuk
menjalin hubungan kerja sama antara manusia dengan organisasi untuk saling
membantu dan mengadakan interaksi.
Komunikasi memegang peran yang sangat penting bagi suatu perusahaan
maupun organisasi. Komunikasi berperan penting dalam menjalin kerja sama
agar organisasi bisa tercapai dan mempunyai pengaruh sangat besar dalam
proses pencapaian tujuan. Komunikasi bertujuan untuk menciptakan saling
pengertian antara pengirim berita atau komunikator dan penerima berita atau
komunikan. Maka dalam menyusun berita hendaknya jelas, singkat, padat,
sopan serta mengandung makna kebenaran. Kegiatan komunikasi dapat
mempengaruhi kegiatan intern meliputi
pengarahan, pemberian perintah,
penyampaian laporan dalam kegiatan sehari-hari, sedangkan kegiatan
commit to user
2
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
komunikasi eksternal adalah merupakan salah satu kegiatan antara karyawan
dengan pihak luar organisasi.
Pada dasarnya komunikasi yang efektif merupakan kunci sukses
seseorang dalam bekerja apapun pekerjaan orang tersebut (Gibson and
Donnelly, 2002: 40). Arus komunikasi yang mengalir secara vertikal yaitu dari
atas ke bawah maupun dari bawah ke atas serta komunikasi horisontal sangat
berpengaruh terhadap kelancaran kerja karyawan. Komunikasi yang terjadi di
dalam organisasi meliputi: proses komunikasi, proses pengambilan keputusan,
proses evaluasi, proses sosialisasi dan proses karier. Kelangsungan hidup suatu
organisasi berkaitan dengan pemikiran oleh pihak manajemen untuk menerima,
menyampaikan dan melalui komunikasi karena fungsinya dalam perencanaan,
pengorganisasian dan pengendalian. Kebutuhan akan informasi penting guna
mempercepat tugas pekerjaan, mengeluarkan pendapat serta menyampaikan
saran dan keluhan.
Komunikasi yang berkembang cepat di abad ke-20, memegang peranan
yang besar dalam perubahan ini. menakjubkan sekali bagaimana komunikasi
dapat mentransfer informasi, pesan-pesan, sistem nilai, norma-norma sosial,
budaya, pemikiran dan sebagainya secara cepat ke dalam rungan dan pikiran
masyarakat saat ini. Komunikasi telah telah menghapuskan batas-batas
teritorial negara dan berusaha menjadikan masyarakat dunia saat ini sebagai
masyarakat global, yang berpikiran sama, bersistem nilai sama, berprinsip
sama pula.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
3
digilib.uns.ac.id
Dalam pengaplikasiannya, komunikasi banyak dipakai di segala aspek
kehidupan. Salah satunya digunakan pula dalam bidang seni. Masyarakat
Indonesia pada umumnya ataupun masyarakat Jawa khususnya adalah
masyarakat yang berbudaya, tetapi budaya yang telah menjadi sistem nilai
masyarakat Indonesia selama ini tampaknya statis dan tidak relevan lagi.
Sementara budaya-budaya lain kian bermunculan dan mengisi ruang-ruang
kosong kebutuhan masyarakat saat ini lewat media massa dan lewat media
massa pula budaya-budaya lain yang dinamis dan sesuai dengan kebutuhan
manusia itu hadir lebih dekat dan lebih lekat kepada kehidupan masyarakat
saat ini dan dijadikan sistem nilai baru yang dianggap sesuai dengan tuntutan
zaman, hal ini jelas bahwa komunikasi memegang peranan penting dalam
perubahan budaya.
Begitu pula komunikasi yang terjadi disuatu lembaga seni budaya di
Kraton Mangkunegaran khususnya di Sanggar Tari Soerya Soemirat yang
dalam kesehariannya bekerja di dalam organisasi tersebut selalu berkomunikasi
secara vertical maupun horizontal antara bawahan, atasan, ataupun satu level.
Kegiatan komunikasi selalu sering dilakukan khususnya dalam melaksanakan
pekerjaan. Pekerjaan akan terasa sangat ringan dan mengasyikkan bila
komunikasi yang terjalin di dalam organisasi tersebut selaras antara pekerja atau
pegawai yang satu dengan pegawai yang lain.
Sanggar Tari Soeryo Soemirat merupakan salah satu organisasi di Kraton
Mangkunegaran dalam melestarikan tari budaya tradisional kraton. Tari Jawa
salah satu kekayaan budaya yang mengakar kuat di daerah Solo harus
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
4
digilib.uns.ac.id
dilestarikan, dengan tujuan menjaga tari Jawa agar terhindar dari kepunahan
atau tergerus oleh modernisasi yang tidak selaras dengan nilai-nilai tradisi Jawa.
Dalam pelesterian tari tradisional khususnya dibutuhkan peran komunikasi
internal, dimana peran komunikasi terjalin yang harmonis antara pemimpin
Sanggar Tari Soeryo Soemirat kepada bawahannya yang terdiri dari pelatih tari,
pengurus sanggar hingga para anggota sanggar tari. Komunikasi internal yang
berupa pemberian intruksi atau perintah dan pengarahan kepada semua anggota
akan memberikan respon balik dengan memberikan masukan pelatih. Tujuan
komunikasi internal diharapkan pimpinan dapat mengetahui langsung keadaaan
bidang di bawahnya, sehingga berlangsung operasional yang efisien,
meningkatkan rasa tanggung jawab semua anggota dan melibatkan mereka pada
kepentingan organisasi, memunculkan saling pengertian dan saling menghargai
tugas masing-masing anggota sanggar meliputi pelatih tari dan pengurus.
Begitu juga peran komunikasi eksternal sangat dibutuhkan dalam
pelestarian tari tradisional Jawa agar supaya dikenal di masyarakat.
Komunikasi eksternal hanya dilakukan dengan orang yang berada di luar
organisasi. Kegiatan komunikasi eksternal dapat dilakukan dalam bentuk
misalnya : untuk publik umum, untuk publik pers, untuk publik dibidang
pendidikan, untuk publik pelanggan, penginformasian kebijakan perusahaan
melalui media massa. Pencapaian komunikasi eksternal yang efektif dibutuhkan
media sebagai suatu sarana untuk menjembatani suatu pesan ketika kebutuhan
akan informasi dirasakan semakin meningkat dan tidak lagi dapat diatasi dengan
komunikasi antar personal. Informasi harus sampai pada khalayak secara cepat
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
5
digilib.uns.ac.id
dan menyebar seluas-luasnya tentang sanggar tari Soeryo Soemirat, hal ini yang
melahirkan konsep media massa yang memiliki ciri-ciri komunikatornya
terlembaga, bersifat satu arah, pesannya bersifat umum, menimbulkan
kesepakatan dari komunikan heterogen. Sejak kebutuhan itu lahir mediapun
hadir dengan berbagai jenis atas media massa elektronik dan media massa cetak.
Thitthongkam (2010) dalam jurnal penelitiannya menyatakan sebagai
berikut :
Internal and external communication is the key to get all people
together and then inspiring them to deliver the best (King, 2008), and
to encourage employees to be active (Buck and Likely, 2009). It has
enabled mankind to progress and become advanced organization.
Komunikasi internal dan eksternal adalah kunci untuk mendapatkan
semua orang bersama-sama dan kemudian menginspirasi mereka untuk
memberikan yang terbaik (King, 2008), dan untuk mendorong
karyawan untuk menjadi aktif (Buck dan kemungkinan, 2009). Ini dapat
membuat manusia menjadi lebih maju dalam organisasi.
Dari uraian tersebut menunjukkan bahwa aspek komunikasi internal dan
eksternal dianggap membantu manajemen dalam proses pencapaiaan tujuan
organisasi, anggota organisasi dalam hal ini adalah dalam rangka melestarikan
seni budaya tari di sangar tari Soerya Soemirat. Untuk itulah dalam pelestarian
tari tradisional Jawa sangat membutuhkan peran komunikasi baik internal di
dalam sanggar tari Soerya Soemirat dan komunikasi eksternal dari masyarakat
yang seimbang dan selaras. Untuk itulah peneliti mengambil judul
AKTIVITAS KOMUNIKASI INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM
PELESTARIAN KESENIAN TRADISIONAL TARI (Studi Deskriftif
Kualitatif Tentang Aktivitas Komunikasi Internal dan Eksternal Sanggar
Tari Soerya Soemirat Dalam Pelestarian Tari Tradisional Jawa).
commit to user
6
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana aktivitas komunikasi internal yang dilakukan oleh para anggota
Sanggar Tari Soeryo Soemirat dalam melestarikan kesenian tradisional
khususnya Tari Jawa ?
2. Bagaimana aktivitas komunikasi eksternal yang dilakukan Sanggar Tari
Soeryo Soemirat dalam melestarikan kesenian tradisional khususnya Tari
Jawa ?
C. Tujuan Penelitian
Pada penelitian ini pun memiliki maksud dan tujuan yang menjadi bagian
dari penelitian sebagai ranah yang perlu diketahui sebagai berikut:
1. Mengetahui aktivitas komunikasi internal yang dilakukan Sanggar Tari
Soeryo Soemirat dalam melestarikan kesenian tradisional khususnya Tari
Jawa.
2. Mengetahui aktivitas komunikasi eksternal yang dilakukan Sanggar Tari
Soeryo Soemirat dalam melestarikan kesenian tradisional khususnya Tari
Jawa.
commit to user
7
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
D. Kegunaan Penelitian
1. Teoritis
a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu manfaat atau
kegunaan yang digunakan oleh masyarakat luas lagi peneliti, penelitian
ini diharapkan menjadi suatu wacana untuk menambah dan
meningkatkan pengetahuan dalam segi keilmuan khususnya komunikasi
dan kepemimpinan organisasi.
b. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat memberikan sumbangsih
pemikiran dalam eksplorasi konsep komunikasi dan kepemimpinan
dalam organisai.
2. Praktis
a. Penelitian ini diharapkan menjadi sebuah pengetahuan yang dapat
dibaca dan dianalisa kembali oleh mahasiswa.
b. Penelitian ini diharapkan menjadi tambahan khasanah keilmuan dalam
kehidupan dan salah satu alternative langkah untuk mengumpulkan
pembentukan komunikasi dan kepemimpinan yang ideal.
E. Telaah Pustaka
1. Komunikasi
Setiap ahli mendefinisikan komunikasi dari sudut yang berbeda-beda
akan tetapi pada intinya adalah sama. Berelson dan Steiner mendefinisikan
komunikasi adalah :”penyampaian informasi, ide, emosi, keterampilan dan
commit to user
8
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
seterusnya melalui penggunaan simbol-kata, gambar, angka, grafik dan
yang lain-lain” (Fisher, 1986 : 10).
Dance mendefinisikan komunikasi dalam kerangka psikologi
perilaku manusia yang luas melalui pendefinisian komunikasi manusia
sebagai : “pengungkapan respon melalui simbol-simbol verbal, dimana
simbol-simbol verbal itu bertindak sebagai perangsang (stimuli) bagi
respon yang terungkapkan tadi” (Fisher, 1986 : 10).
Komunikasi atau proses komunikasi harus adanya persamaan makna
antara komunikator dengan komunikan, sehingga pesan yang disampaikan
oleh komunikator dapat direrima dengan baik oleh komunikan (Effendy,
2003:9). Wexley dan Yulk dalam Wursanto (2002:153) mengemukakan
komunikasi adalah communication can be defined\ as the transmission of
information between two or more person (komunikasi dapat diberikan
definisi sebagai pengiriman informasi antara dua orang atau lebih).
Sedangkan menurut Kartono (2004:23) mengemukakan bahwa komunikasi
adalah kapasitas individu dan kelompok untuk menyampaikan perasaan,
pikiran, ide-ide sendiri kepada orang lain .
Dari beberapa pengertian mengenai komunikasi di atas, dapat
disimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses pertukaran pesan
atau informasi antara dua orang atau lebih, untuk memperoleh kesamaan
arti atau makna diantara mereka. Proses komunikasi itu sendiri menurut
Schramm terdiri dari sembilan elemen yaitu:
commit to user
9
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
a. Pengirim, pihak yang mengirim pesan kepada pihak yang lain (juga
disebut sumber atau komunikator).
b. Penulisan
dalam
bentuk
sandi
(encoding)
adalah
proses
mengungkapkan pendapat ke dalam bentuk simbolik.
c. Pesan, serangkaian simbol yang dikirim oleh pengirim.
d. Media, saluran-saluran komunikasi yang dipakai untuk menyampaikan
pesan-pesan dari pengirim kepada penerima.
e. Pembacaan sandi (decoding), proses ketika penerima mengartikan
simbol-simbol yang dikirim oleh pengirim.
f. Penerima, pihak yang menerima pesan yang disampaikan oleh pihak
lain (disebut juga pendengar atau tujuan).
g. Tanggapan, serangkaian reaksi dari penerima setelah melihat atau
mendengar pesan-pesan yang dikirimkan oleh pihak pengirim.
h. Umpan balik, bagian dari tanggapan penerima bahwa penerima itu
mengkomunikasikan kembali kepada pengirim.
i. Gangguan, atau distorsi yang tak terduga selama proses komunikasi,
mengakibatkan penerima memperoleh pesan berbeda dari yang
dikirimkan pengirim (Kotler, 1998 : 244)
Model-model di atas menekankan faktor-faktor penting dalam
komunikasi yang efektif. Pengirim harus tahu yang akan mereka jangkau
dan bagaimana tanggapan yang mereka inginkan. Mereka juga harus tahu
bagaimana cara menyandikan pesan mereka dengan baik agar dapat
dimengerti oleh khalayak sasaran mereka, dan mereka juga harus
commit to user
10
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
menyediakan saluran-saluran umpan balik sehingga mereka dapat
mengerti bagaimana tanggapan khalayak terhadap pesan yang mereka
sampaikan. Menurut Schramm, supaya suatu pesan efektif, maka proses
penyandian pesan dari pengirim harus bertautan dengan proses pembacaan
sandi dari penerimanya. Pesan harus merupakan simbol-simbol penting
yang dikenal dengan baik oleh penerimanya.
Dari definisi komunikasi di atas, maka di bawah ini akan dijelaskan
komponen-komponen yang mencakup untuk terjadinya suatu proses
komunikasi menurut pendapat A.W. Widjadja (1986 : 39-41)
yaitu
sebagai berikut :
a. Communicator (Komunikator)
Komunikator dapat berupa individu, kelompok, organisasi dan media
massa seperti surat kabar, radio, televisi dan sebagainya.
b. Message (Pesan)
Pesan
adalah
keseluruhan
dari
apa
yang
disampaikan
oleh
komunikator. Pesan seharusnya mempunyai inti pesan (tema) sebagai
pengarah di dalam usaha mencoba mengubah tingkah laku komunikan.
Bentuk pesan dapat berupa :
1) Informatif
Memberikan keterangan-keterangan dan kemudian komunikan
dapat mengambil kesimpulan sendiri. Dalam situasi tertentu pesan
informatif lebih berhasil dari pesan persuasif, misalnya pada
kalangan cendekiawan.
commit to user
11
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
2) Persuasif
Yaitu pesan yang bersifat rujukan, yakni membangkitkan
pengertian dan kesadaran bahwa apa yang disampaikan akan
memberikan rupa atau pendapat atau sikap sehingga ada perubahan
sikap seperti yang diinginkan oleh komunikator.
3) Coersif/Instruktif
Memaksa dengan menggunakan sanksi-sanksi. Bentuk yang
terkenal dari penyampaian pesan ini adalah agitasi dengan
penekanan-penekanan yang menimbulkan tekanan batin dan
ketakutan diantara sesamanya dan pada kalangan publik.
Sedangkan pesan yang bersifat instruktif, juga memiliki daya untuk
memerintah
agar
orang
yang
diberi
perintah
dapat/mau
melaksanakan apa yang diperintahkan.
c. Channel (Saluran)
Saluran atau media komunikasi merupakan sarana atau alat-alat yang
dipergunakan untuk menyebarluaskan pesan yang akan disampaikan
kepada komunikan.
d. Communican (Komunikan)
Komunikan atau penerima pesan dapat digolongkan ke dalam tiga
bentuk yaitu personal, kelompok dan massa. Komunikasi akan berhasil
apabila pesan yang disampaikan sesuai dengan kerangka pengetahuan
dan lingkup pengalaman komunikan.
commit to user
12
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
e. Effect (Efek)
Yang dimaksudkan dengan efek komunikasi adalah berbagai
perubahan yang timbul pada diri komunikan disebabkan terjadinya
kegiatan komunikasi. Efek itu bisa berarti penambahan pengetahuan,
perubahan sikap, perubahan tingkah laku dan sebagainya. Menurut
Effendy (2003: 10), di dalam kegiatan komunikasi dapat di bagi ke
dalam tiga bentuk efek, yaitu :
1) Efek kognitif, adalah yang timbul pada diri komunikan yang
menyebabkan
komunikan
menjadi
tahu,
atau
bertambah
pengetahuannya (intelektualitasnya) dikarenakan informasi yang
diberikan.
2) Efek afektif, yaitu mempunyai kadar lebih tinggi dari efek kognitif
dikarenakan disini komunikan telah mempunyai rasa atau pesan
tersebut telah menimbulkan perasaan tertentu, seperti terharu, sedih
dan lain sebagainya.
3) Eek behavioral, yakni efek yang timbul dari dalam diri komunikan
dengan adanya perilaku tertentu dikarenakan esan yang disampaikan
oleh komunikator.
Sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik
organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi
perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi
tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang
tergabung dalam organisasi tersebut. Berdasarkan sifat komunikasi dan
commit to user
13
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
jumlah komunikasi menurut Effendy
(2003 : 10), komunikasi dapat
digolongkan ke dalam tiga kategori:
a. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha
menyampaikan
informasi
yang
dimaksudkan
untuk
mencapai
kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai
keinginan bersama.
b. Komunikasi kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan
adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas.
Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok
tidak seperti komunikasi antar pribadi.
c. Komunikasi massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa
yang meliputi cetak dan elektronik.
2. Bentuk Komunikasi
Aliran informasi di suatu organisasi dibagi menjadi dua dimensi
yakni komunikasi secara internal dan eksternal. Komunikasi internal
adalah proses penyampaian pesan-pesan yang berlagsung antara anggota
organisasi, dapat berlangsung antara pemimpin dan bawahan, pimpina
dengan pimpinan, maupun bawahan dengan bawahan (Muhyadi.
2008:164). Komunikasi internal adalah komunikasi yang terjadi dalam
suatu perusahaan atau organisasi (Haryani, 2001:43). Komunikasi internal
commit to user
14
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
adalah proses penyampaian keterangan dan ide-ide yang berlangsung
didalam organisasi (Westra :2002 : 48).
Komunikasi internal merupakan proses penyampaian ide-ide yang
berlangsung dua arah secara timbal balik untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Hubungan timbal balik tersebut dilakukan antara
pimpinan dalam hal ini pemilik sanggar dengan para anggotanya dan
sebaliknya serta hubungan antara anggota sanggar dengan anggota yang
lainnya. Oleh karena itu pimpinan harus mengupayakan suatu suasana
yang memungkinkan terciptanya aliran informasi dengan bawahan serta
memotivasi timbulnya komunikasi mendatar. Komunikasi dalam suatu
organisasi pada dasarnya merupakan kegiatan internal didalam organisasi.
Komponen dasar dalam organisasi ada lima yaitu pengirim pesan.
Pesan, saluran, penerima pesan, dan balikan (Muhammad,2001:17). Untuk
dapat mewujudkan komunikasi internal di suatu organisasi dalam hal ini
pimpinan sanggar, maka pemimpin perlu memperhatikan prinsip-prinsip
yang dikemukakan oleh Suprihatin (2004 : 23), sebagai berikut :
a. Bersikap terbuka, tidak memaksaka kehendak namun dapat mendukung
terciptanya suasana yang demokratif.
b. Mendorong pimpinan
untuk
mau
serta
mampu
untuk
bebas
mengemukakan pendapat disamping untuk terus meningkatkan
kreativitas dalam melaksanakan aktivitasnya.
c. Mengembangkan kebiasaan untuk berdiskusi secara lebih terbuka dan
mau mendengarkan pendapat orang lain.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
15
digilib.uns.ac.id
d. Mendorong para pimpinan dalam mengambil keputusan yang terbaik
serta menaatinya.
e. Berlaku sebagai pengarah, pengatur pembicaraan, serta sebagai
pengambil kesimpulan secara redaksional.
Komunikasi internal organisasi adalah proses penyampaian pesan
antara anggota-anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan
organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dengan bawahan, antara
sesama bawahan, dan sebagainya. Proses komunikasi internal ini bisa
berujud komunikasi antarpribadi ataupun komunikasi kelompok. Juga
komunikasi bisa merupakan proses komunikasi primer maupun sekunder
(menggunakan media nirmassa). Komunikasi internal ini lazim dibedakan
menjadi tiga, yaitu:
a. Komunikasi vertikal, yaitu komunikasi dari atas ke bawah (downward
communication) dan dari bawah ke atas (upward communication).
Komunikasi dari pimpinan kepada bawahan dan dari bawahan kepada
pimpinan. Dalam komunikasi vertikal, pimpinan memberikan instruksiinstruksi, petunjuk-petunjuk, informasi-informasi, dan lain-lain kepada
bawahannya. Sedangkan bawahan memberikan laporan-laporan, saransaran, pengaduan-pengaduan, dan sebagainya kepada pimpinan.
Terdapat 5 jenis informasi yang biasanya terdapat dalam downward
communication : informasi tentang bagaimana melaksanakan suatu
pekerjaan, informasi tentang alasan mengerjakan pekerjaan itu,
informasi tentang kebijakan dan petunjuk praktis, informasi tentang
commit to user
16
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
kinerja karyawan dan informasi untuk mengembangkan kesamaan visi.
(kahn&katz, 1966, dalam Pace)
b. Komunikasi horizontal atau lateral, yaitu komunikasi antara sesama
seperti dari karyawan kepada karyawan, manajer kepada manajer. Pesan
dalam komunikasi ini bisa mengalir di bagian yang sama di dalam
organisasi
atau
mengalir
antarbagian.
Komunikasi
lateral
ini
memperlancar pertukaran pengetahuan, pengalaman, metode, dan
masalah. Hal ini membantu organisasi untuk menghindari beberapa
masalah dan memecahkan yang lainnya, serta membangun semangat
kerja dan kepuasan kerja (Wiryanto, 2005 : 15)
c. Komunikasi Diagonal
Komunikasi diagonal adalah komunikasi antar pimpinan antara
pimpinan seksi dengan pegawai seksi lain . komunikasi ini dapat
mengacu pada informasi yang berlangsung secara informal atau
grapevine (selentingan). (Pace, 1983:39)
Komunikasi eksternal organisasi adalah komunikasi antara pimpinan
organisasi dengan khalayak di luar organisasi. Pada organisasi besar,
komunikasi ini lebih banyak dilakukan oleh kepala hubungan masyarakat
dari pada pimpinan sendiri, yang dilakukan sendiri oleh pimpinan
hanyalah terbatas pada hal-hal yang ianggap sangat penting saja.
Komunikasi eksternal terdiri dari jalur secara timbal balik:
a. Komunikasi dari organisasi kepada khalayak. Komunikasi ini
dilaksanakan umumnya bersifat informatif, yang dilakukan sedemikian
commit to user
17
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
rupa sehingga khalayak merasa memiliki keterlibatan, setidaknya ada
hubungan batin. Komunikasi ini dapat melalui berbagai bentuk, seperti:
majalah organisasi; press release; artikel surat kabar atau majalah;
pidato radio; film dokumenter; brosur; leaflet; poster; konferensi pers.
b. Komunikasi dari khalayak kepada organisasi. Komunikasi dari
khalayak kepada organisasi merupakan umpan balik sebagai efek dari
kegiatan dan komunikasi yang dilakukan oleh organisasi.
2. Peran Komunikasi dalam Pelestarian Budaya
Komunikasi merupakan dasar dari interaksi manusia. Kesepakatan
atau kesepahaman dibangun melalui yang berusaha bisa dipahami bersama
sehingga interaksi berjalan dengan baik.
Komunikasi bertujuan untuk
menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran atau perasaan hatinya kepada
orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi
tingkahlaku manusia, sehingga komunikasi dikembangkan dan dipelihara
secara terus menerus. Komunikasi bertujuan untuk memudahkan,
melancarkan, melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka
mencapai tujuan optimal, baik komunikasi dalam lingkup pekerjaan
maupun hubungan antar manusia.
Komunikasi di dalam pelestarian budaya merupakan salah satu
bentuk komunikasi dari public relations. Public Relations adalah suatu
seni untuk menciptakan pengertian publik yang lebih baik, yang dapat
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
18
digilib.uns.ac.id
memperdalam kepercayaan publik terhadap seseorang atau sesuatu
organisasi/badan) (Abdurrachman 2003:25).
Komunikasi dalam tujuannya sebagai public relations dapat bersifat
timbal balik, dalam hal ini bukan berarti komunikasi yang harus bersifat
langsung, melainkan bersifat tertunda (delayed) oleh karena itu, setiap
upaya yang memungkinkan terjadinya arus timbal balik dapat disebut
sebagai komunikasi kehumasan. Upaya-upaya tersebut misalnya dengan
menyediakan sarana, media komunikasi seperti kotak surat, buletin, atau
media internal. Suatu forum atau pertemuan yang formal untuk terjadinya
dialog misalnya program orientasi bagi anggota baru, rapat pertemuan
forum bebas, dan sebagainya.
Pemanfaatan sarana/media/area komunikasi tersebut harus menjadi
perhatian bagian Public Relations disini merupakan dinamisator dan
pendorong bagi publik untuk memanfaatkan sarana dan media komunikasi
secara efektif. Bagian Public Relations haruslah membudayakan
timbulnya komunikasi dua arah.
Dalam kaitannya dengan public relations, maka public relations
dalam suatu instansi bisa dikatakan berfungsi apabila public relations
tersebut menunjukan kegiatan yang jelas yang dapat dibedakan dari
kegiatan lainnya. Berbicara fungsi berarti berbicara masalah kegunaan
public relations dalam mencapai tujuan organisasi/lembaga. Pada
prinsipnya public relations menekankan diri pada komunikasi yang berarti
memberikan pemahaman bahwa kegiatan public relations adalah kegiatan
commit to user
19
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
komunikasi dimana komunikasi ini menekankan pada komunikasi
organisasi yang sasarannya yaitu untuk publik di dalam dan publik di luar
organisasi yang berlandaskan pada pengertian diantara keseluruhan publik
yang berkepentingan terhadap organisasi juga.
Aktivitas PR biasanya di desain untuk membangun atau menjaga
citra positif sebuah perusahaan dan hubungan baik dengan berbagai pihak.
Pihak internal perusahaan seperti pemegang saham, karyawan, buruh dan
juga pihak eksteral perusahaan seperti konsumen, prospek, warga
setempat, maupun pemerintah. Kegiatan PR yang baik dapat tercapai
dengan memberikan sumbangsih nyata pada kegiatan- kegitan yang
berkaitan dengan kemanusiaan, berpartisipasi dalam kegiatan sosisal,
mensponsori
aktivitas
olah
raga
atau
pementasan
kesenian,
menyelenggarakan pameran dan sebagainya.
Public relations itu suatu kegiatan untuk menanamkan dan
memperoleh good will, kepercayaaan penghargaan pada dan dari publik
suatu badan khususnya dan masyarakat pada umumnya, dalam public
relations terdapat suatu usaha untuk mewujudkan suatu hubungan yang
harmonis antara suatu badan dengan publiknya, usaha untuk memberikan
atau menanamkan kesan yang menyenangkan sehingga akan timbul opini
publik yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup badan itu
Ada dua fungsi Public Relations atau Humas, yakni “fungsi
konstruktif dan fungsi korektif”
commit to user
20
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
a. Fungsi konstruktif, fungsi ini sebagai “perata jalan” jadi Humas/PR
merupakan “garda” terdepan yang dibelakangnya terdiri dari
“rombongan” tujuan-tujuan perusahaan. Ada tujuan marketing, tujuan
produksi, tujuan prsonalia dan sebagainya, peranan Humas/PR dalam
hal ini mempersiapkan mental publik untuk menerima kebijakan
organisasi/lembaga, Humas mengevaluasi perilaku, publik maupun
organisasi
untuk
direkomendasikan
kepada
manajemen,
PR
menyiapkan prakondisi untuk mencapai saling pengertian, saling
percaya, dan saling membantu terhadap tujuan-tujuan publik
organisasi/lembaga
yang
diwakilinya.
Fungsi
konstriktif
ini
mendorong PR membuat aktifitas ataupun kegiatan-kegiatan yang
terencana, berkesinambungan yang cenderung bersifat proaktif,
termasuk disini PR bertindak secara prefent (mencegah).
b. Fungsi Korektif, artinya apabila sebuah organisasi/lembaga terjadi
masalah-masalah krisis dengan publik, maka PR harus berperan dalam
mengatasi terselesaikannya masalah tersebut (Rosady Ruslan,
2003:21-22)
Kegiatan Public Relations harus dikerahkan ke dalam dan ke luar.
Kegiatan yang ditujukan kedalam disebut Internal Public Relations dan
kegiatan yang ditujukan keluar disebut External Public Relations.
a. Internal Relations
Public Relations (PR) terus mengalami perkembangan, semakin
banyaknya organisasi atau perusahaan, lembaga swadaya masyarakat
commit to user
21
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
hingga perbankan semakin pesat kemajuan PR dalam memajukan
perusahaan maupun organisasi. Diterima maupun tidak diterimanya
suatu produksi tergantung hasil karya PR dari perusahaan tersebut.
Peran komunikasi timbal balik dalam perusahaan masa kini adalah hal
yang mutlak. Peran tersebut biasanya diserahkan pada pihak public
relations, hal tersebut yang membuat public relation/PR adalah
mengemban fungsi dan tugasnya dalam melakukan hubungan
komunikasi ke dalam dan keluar. Melakukan pembinaan hubungan
yang harmonis antara pemimpin manajemen dengan para karyawan dan
antara pimpinan dengan pemilik perusahaan atau sebaliknya. Ini juga
menentukan hasil hidup matinya sebuah perusahaan.
Didalam menjalankan profesi Public Relations ada yang namaya
Publik Internal yakni publik yang menjadi bagian dari kegiatan usaha
pada suatu organisasi atau instansi perusahaan. Misalnya (karyawan,
manajemen, stakeholder, keluarga karyawan,dan sebagainya).
Hubungan internal menurut Cutlip & Center adalah hubungan
masyarakat internal atau kepegawaian yang mempuai arti sebagai
kelompok orang-orang yang sedang bekerja disuatu perusahaan atau
organisasi yang jelas baik secara fungsional, organisasi maupun bidang
teknis dan jenis pekerjaan yang dihadapinya. (Ruslan, 2003, 14).
Pengertian Public Internal adalah Publik yang berada didalam
perusahaan seperti karyawan. Karyawan tersebut bisa terdiri dari
manager, secretary, supervisor, receptionist dan lain sebagainya.
commit to user
22
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Menurut Cutlip & Center dalam Ruslan (2003 : 25), pengertian publik
internal atau lebih dikenal dengan sebutan employee relations yaitu
sekelompok
orang
bekerja
(karyawan/pegawai)
didalam
suatu
perusahaan.
Pada prinsipnya, fungsi PR secara struktural dalam organisasi
merupakan bagian yang integral yang tidak dapat dipisahkan dari suatu
kelembagaan atau organisasi dan sekaligus terkait langsung dengan
fungsi top manajemen. Suatu fungsi PR akan berjalan optimal kalau
berada dibawah pimpinan atau mempunyai hubungan langsung dengan
pimpinan tertinggi (pengambil keputusan) pada organisasi/perusahaaan
yang bersangkutan. Artinya, PR berfungsi membantu memelihara
aturan main bersama melalui saluran komunikasi ke dalam dan keluar
agar tercapai saling pengertian diantaranya.
Secara Internal, PR dituntut untuk mampu mengkomunikasikan
kinerja perusahaan atau menjelaskan lebih lanjut tujuan – tujuan
strategik organisasinya. Visi, misi dan nilai – nilai yang dicanangkan
oleh
kepala
eksekutif
harus
secara
jelas.
Keefektifan
suatu
organisasi/perusahaan ditentukan dengan alur sistem informasi dan
keefisiensian aliran informasi yang mampu memberikan fungsi kualitas
informasi yang dapat diakses. Dengan demikian, komunikasi itu tidak
hanya sekedar menyampaikan pesan mengenai visi, tujuan atau sasaran
perusahaan namun juga membangkitkan keingintahuan atau paling
tidak kesetujuan/dukungan dari pihak – pihak intern tentang tujuan
commit to user
23
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
tersebut. Kegiatan Public Relations ke dalam perusahaan tersebut
diperlukan untuk memupuk adanya suasana yang menyenangkan
diantara para karyawannya, komunikasi antara bawahan dan pimpinan
atau atasan terjalin dengan akrab dan tidak kaku serta meyakini rasa
tanggung jawab akan kewajibannya terhadap perusahaan
Tugas –tugas pokok dari Public Relations perusahaan ataupun
internal menurut Coulson and Thomas (2005 : 18) adalah sebagai
berikut :
1) Mengevaluasi
kekuatan
dan
kelemahan
perusahaan,
baik
perusahaan sendiri maupun perusahaan saingan juga ancaman dan
peluangnya, mendiagnosis masalah-masalah yang dapat dipecahkan
melalui sarana-sarana public relations, mengidentifikasi masyarakat
yang dituju dan saluran-saluran yang paling efektif digunakan
untuk menjangkau mereka.
2) Memberi nasihat kepada pihak manajemen di semua tingkatan,
terutama mengenai perkembangan intern dan ekstern yang
mungkin
dapat
mempengaruhi
reputasi
perusahaan
dalam
hubungannya dengan kelompok-kelompok lain yang menjadi
sasaran komunikai perusahaan.
3) Menjadi ahli depositor karena itu harus mengetahui semua aspek
komunikasi perusahaan baik intern maupun ekstern
4) Membuat kontak dengan para pengambil keputusan ekstern yang
penting
commit to user
24
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
5) Memastikan arus informasi yang efektif untuk kelompok-kelompok
masyarakat yang terpilih
6) Membentuk komisi-komisi riset untuk proyek-proyek khusus agar
dapat menentukan dan memperkirakan situasi dan masalah atau
mengukur efektivitas program-program dari public relations yang
telah dilaksanakan
7) Mengevaluasi masalah-masalah dan aktivitas public relations
sehingga dapat memberikan laporan-laporan yang teratur kepada
pihak manajemen
8) merencanakan
dan
memanage
kegiatan-kegiatan
delegasi
perusahaan
9) Membantu bagian-bagian lain dengan menganalisis masalahmasalah komunikasi, menulis dan menerbitkannya
10) Memastikan seluruh organisasi dan tidak melakukan sesuatu
tindakan yang dapat mencemarkan nama baik organisasi.
Praktisi humas dalam mengerjakan tugasnya tidak lepas dari
konsep dan prosedur tentang menejemen kinerja yang menjanjikan atau
menawarkan sebuah cara untuk menghubungkan aktivitas mikro dalam
mengelola individu dan kelompok dengan isu-isu makaro dalam tujuan
perusahaan. Maka manfaat yang didapatkan oleh perusahaan dengan
memfokuskannya serta melibatkan praktisi humas internal. Beberapa
manfaat yang diberikan oleh adanya humas internal (Witono, 2007:23):
commit to user
25
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
1) Tersedianya layanan penuh waktu. Praktisi humas dapat dihubungi
setiap saat, memberikan layanan jasa yang dibutuhkan kapan saja
dan tentunya tidak dibatasi oleh fee yang umumnya adalah dihitung
per jam konsultasi. Staff humas internal, umumnya juga lebih
permanen sifatnya, dan staff yang melaksanakan pekerjaan itu
memiliki pengetahuan dan pemahaman
yang lebih tentang
perusahaan karena telah ikut berkembang bersama perusahaan,
sehingga memahami setiap permasalahan secara lebih mendalam.
2) Umumnya memiliki jalur komunikasi yang baik keseluruh lini
perusahaan, baik dalam tahap nasional maupun internasional.
Sebagai bagian integral perusahaan, praktisi humas dikenal setiap
personil sehingga memiliki jalur komunikasi yang jelas, serta
mampu memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
3) Humas internal akan lebih memiliki pengetahuan dan pemahaman
yang baik tentang industrinya, karena tumbuh dan berkembang
bersama perusahaannya. Hal menjadi penting, khususnya dalam
distribusi informasi kemedia massa sebagai sumber informasi.
4) Mampu bekerja secara ekonomis, karena keberadaanya yang terjun
langsung di perusahaan, kemampuan untuk mengakses sumbersumber informasi, dan melakukan berbagai tugas dan kegiatan
komunikasi secara menyeluruh untuk kepentingan perusahaan.
commit to user
26
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
5) Akses langsung kepada pengambil keputusan dan sumber informasi.
Khususnya dalam situasi krisis, humas internal dapat langsung
mengakses kepucuk pimpinan perusahaan.
6) Keberadaan humas internal diperusahaan lebih mampu meyakinkan
manajemen perusahaan akan nilai dan pentingnya fungsi humas,
sehingga manajemen lebih memahami dan mampu menghargai
upaya yang dilakukan humas.
Keunggulan dari pemakaian public relations internal yang sudah
disebutkan Witono (2007 : 27), memang menjadikan perusahaan yang
menjalaninya akan lebih percaya diri dan lebih terbuka (tidak ada yang
dirahasiakan).
Karyawan atau anggota dalam suatu perusahaan atau organisasi
merupakan aset yang cukup penting, karena karyawan itu sendiri terkait
dengan status atau kedudukan yang saling berbeda antara satu dengan
yang lainnya tapi pada prinsipnya memiliki keinginan yang sama
terhadap perusahaan atau organisasi.
Menurut Jefkins (2001 : 65) menyatakan bahwa hubungan
publik internal sama pentingnya dengan hubungan publik eksternal,
karena kedua bentuk hubungan publik tersebut diumpamakan sebagai
dua sisi mata uang yang mempunyai arti sama dan saling terkait satu
sama lain. Dengan demikian dapat juga diartikan bahwa hubungan
kepegawaian atau antar anggota (Employee Relations) tersebut tidak
dilihat dalam pengertian yang sempit, yaitu sama dengan hubungan
commit to user
27
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
industrial yang hanya menekankan pada unsur dua proses “produksi &
upah“ yang terkait dengan “lingkungan kerja“ pengertiannya lebih dari
itu, hubungan tersebut dipengaruhi oleh hubungan komunikasi internal
antar karyawan dengan karyawan lainnya atau hubungan karyawan
dengan manajemen perusahaan yang efektif.
Pelaksanaan program Internal Relations (hubungan publik
internal) yang tepat bagi suatu perusahaan merupakan sarana teknis atau
suatu kegiatan metode komunikasi yang memiliki kekuatan mengelola
sumber daya manusia demi pencapaian tujuan perusahaan. Kemudian
pada akhirnya hal tersebut bermuara pada peningkatan produktivitas
perusahaan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Bentuk produk,
barang atau pemberian jasa yang ditawarkan kepada publik sasarannya.
Keberhasilan pelaksanaan program kerja Public Relations
Internal dalam membina komunikasi antar karyawan atau anggota, akan
menghasilkan kualitas teknis produk atau jasa yang lebih baik dan dapat
memberikan kepuasan terhadap karyawan atau anggota.
Public Relations internal juga menjadi corong informasi dari
para karyawan kepada pihak perusahaan atau sebaliknya, mampu
bertindak sebagai mediator dari perusahaan ( pimpinan ) terhadap para
karyawan, mampu mempertemukan atau menyampaikan tujuan – tujuan
dan keinginan – keinginan dari pihak karyawan kepada perusahaan atau
sebaliknya (Coulson and Thomas, 2005 : 14).
commit to user
28
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Berkaitan dengan tugas, hubungan antara manajemen dan
karyawan umumnya merupakan hubungan formal yang kaku dan
birokratis. Terdapat beberapa jenjang dan jalur yang membatasi
komunikasi sehingga menjadi kurang efektif dan panjang. Hal ini
seringkali menimbulkan salah pengertian dan penafsiran karyawan
terhadap kebijakan yang diambil oleh manajemen karena kurang
efektifnya hubungan tersebut. Dalam rangka mengatasi kesenjangan
hubungan manajemen dan karyawan, dapat dilakukan hubungan secara
informal. Hubungan informal dapat mereduksi jenjang birokrasi dan
jalur komunikasi, sehingga hubungan komunikasi dapat berlangsung
secara lebih cepat, tepat dan efektif. Jalur informal dapat dilakukan
melalui pertemuan informal antara manajemen dan karyawan (Coulson
and Thomas, 2005 : 14).
Aktivitas PR internal biasanya di desain untuk membangun atau
menjaga citra positif sebuah perusahaan dan hubungan baik dengan
berbagai pihak. Pihak internal perusahaan seperti pemegang saham,
karyawan, buruh dan juga pihak eksteral perusahaan seperti konsumen,
prospek, warga setempat, maupun pemerintah.
Interaksi public relations internal turut menentukan keberhasilan
kegiatan humas dalam suatu organisasi. Internal humas sama
pentingnya dengan kegiatan eksternal humas karena bagaimanapun
tanpa dukungan publik dalam ini keberhasilan suatu organisasi atau
perusahaan suit tercapai. Hal tersebut memberikan konsekuensi bagi
commit to user
29
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
pihak organisasi untuk dapat meraih perhatian publik dalam dan
menarik simpatik publik dalam organisasi. Sehingga mereka mau
bekerjasama.
b. External Relations
Hubungan dengan publik diluar perusahaan merupakan keharusan
yang mutlak. Karena perusahaan tidak mungkin berdiri sendiri tanpa
bekerja sama dengan perusahaan yang lain. Karena itu perusahaan harus
menciptakan hubungan yang harmonis dengan publik-publik khususnya
dan
masyarakat
umumnya.
Salah
satunya
dengan
melakukan
komunikasi dengan publik ekstern secara informatif dan persuasif.
Informasi yang disampaikan hendaknya jujur, teliti dan sempurna
berdasarkan fakta yang sebenarnya. Secara persuasif, komunikasi dapat
dilakukan atas dasar membangkitkan perhatian komunikan (publik)
sehingga timbul rasa tertarik.
Yang dimaksud dengan public eksternal adalah public umum
(masyarakat). Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran yang
positif public terhadap lembaga yang diwakilinya (Ruslan, 2003 : 20).
Humas mempunyai 3 fungsi utama Humas bagi publik eksternal
adalah: memberikan penerangan kepada masyarakat, melakukan
persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara
langsung dan berupaya untuk mengintergrasikan sikap dan perbuatan
suatu lembaga/badan, sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat
atau sebaliknya (Ruslan, 2003 :22).
commit to user
30
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Public
External
adalah
Publik
yang
berada
diluar
organisasi/instansi misalnya (pemerintah, media massa, komunitaskomunitas, dan sebagainya) tentunya harus diberikan penerangan atau
informasi untuk dapat membina hubungan baik dan menciptakan
goodwill. Sama halnya dengan Public Internal, dimana Publik
Eksternal juga harus mampu beradaptasi dengan orang-orang yang
bersangkutan (sifat atau karakter) dari organisasi tersebut.
Dalam Konsepnya, fungsi public relations officer ketika
menjalankan tugas dan oprasionalnya, baik sebagai Komunikator dan
mediator,maupun organisiator,menurut Effendy (1998:100) adalah
sebagai dalam rangka menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai
tujuan organisasi
Dalam Public Relations eksternal terdapat suatu usaha untuk
mewujudkan suatu hubungan yang baik antara suatu badan dengan
publiknya. Usaha-usaha untuk memberikan atau menanamkan kesan
yang menyenangkan, sehingga akan timbul opini Public yang
menguntungkan bagi kelangsungan hidup badan itu. Hal ini dapat
dilaksanakan oleh Public Relations dengan menunjukkan hal-hal positif
tentang apa yang telah dilaksanakan,dan direncanakannya, salah satu
aplikasinya, yaitu memberikan keterangan atau penjelasan kepada
Public dengan jujur, sehingga Public merasa well-informed dan
diikutsertakan dalam usaha badan tersebut.
commit to user
31
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Public
Relations
pada
dasarnya
berfungsi
untuk
menghubungkan public-public atau pihak-pihak yang berkepentingan di
dalam suatu instansi atau perusahaan. Hubungan yang efektif antara
pihak yang berkepentingan itu, adalah hal yang penting demi
tercapainya kepentingan dan kepuasan pelanggan. Kegiatan Eksternal
Public
Relations
ini
ditujukan
untuk
publik
eksternal
organisasi/perusahaan, yaitu keseluruhan elemen yang berada di luar
perusahaan yang tidak berkaitan secara langsung dengan perusahaan,
seperti masyarakat sekitar perusahaan, pers, pemerintah, konsumen,
pesaing dan lain sebagainya.
Tujuan utama eksternal PR adalah mengusahakan tumbuhnya
sikap dan gambaran yang positif dari publik terhadap organisasi serta
mempererat hubungan dengan publik di luar organisasi tersebut
sehingga akan tumbuh opini publik yang menguntungkan bagi
organisasi Tugas penting dari humas kegiatan eksternal adalah
mengadakan komunikasi yang efektif, baik bersifat informatif maupun
persuasif yang ditujukan kepada publik. Informasi harus diberikan
secara jujur berdasarkan fakta dan harus teliti. Sebab publik memiliki
hak untuk mengetahui keadaan sebenarnya tentang sesuatu yang
menyangkut
kepentingannya.
Perhatian
yang
besar
terhadap
kepentingan publik dan bertindak sesuai dengan kepentingan mereka
akan membangkitkan simpati dan kepercayaan publik terhadap
commit to user
32
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
organisasi..
Merupakan
tugas
humas
untuk
menemukan
dan
memperhatikan setiap kepentingan publik tersebut.
Kegiatan Eksternal Public Relations ini ditujukan untuk publik
eksternal organisasi/perusahaan, yaitu keseluruhan elemen yang berada
di luar perusahaan yang tidak berkaitan secara langsung dengan
perusahaan, seperti masyarakat sekitar perusahaan, pers, pemerintah,
konsumen, pesaing dan lain sebagainya
Melalui kegiatan eksternal ini, diharapkan dapat menciptakan
kedekatan dan kepercayaan publik eksternal kepada perusahaan.
Dengan begitu maka akan tercipta hubungan yang harmonis antara
organisasi/ perusahaan dengan publik eksternalnya, sehingga dapat
menimbulkan citra baik atas perusahaan dimata publiknya. Kegiatan
hubungan eksternal yang dilakukan oleh seorang Public Relations
Officer, yaitu : (Jefkins, 2001 : 45-47)
1) Hubungan dengan komunitas (community relations)
Membina
hubungan
dengan
komunitas
merupakan
wujud
kepedulian perusahaan terhadap lingkungan disekitar perusahaan.
Ini juga dapat diartikan sebagai tanda terima kasih perusahaan
kepada komunitas. Dengan begitu menunjukan bahwa perusahaan
tidak hanya sekedar mengambil keuntungan dari mereka,
melainkan ikut peduli dan mau berbagi apa yang diperoleh
perusahaan dari lingkungan yang merupakan milik bersama.
commit to user
33
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Hubungan dengan komunitas ini seringkali diwujudkan dalam
program Corporate Social Responsibility.
2) Hubungan dengan pelanggan (costumer relations)
Membina hubungan baik dengan pelanggan, dilakukan agar dapat
meningkatkan loyalitas dan kepercayaan pelanggan terhadap
produk dan perusahaan itu sendiri. Menurut Seitel (2001:455)
tujuan hubungan konsumen antara lain :
pelanggan
lama,
(2)
menarik
(1) mempertahankan
pelanggan
baru,
memasarkan/memperkenalkan produk atau jasa baru,
memudahkan penanganan keluhan pelanggan
(3)
(4)
(5) mengurangi
biaya. Costumer relations dapat dilakukan dengan berbagai cara,
antara lain plant tour, iklan, film, pameran, publisitas, brosur, dan
special events.
3) Hubungan dengan media massa dan pers (media & press relations)
Hubungan dengan media dan pers merupakan sebagai alat,
pendukung atau media kerja sama untuk kepentingan proses
publikasi dan publisitas berbagai kegiatan program kerja atau untuk
kelancaran aktivitas komunikasi humas dengan pihak publik.
Dengan hubungan baik dengan media dan pers, perusahaan bisa
mengontrol,
mencegah,
dan
meminimalisir
pemberitaan-
pemberitaan negatif atau salah tentang perusahaan di media massa.
Hubungan dengan pers dapat dilakukan melalui kontak formal dan
kontak informal. Bentuk hubungan melalui kontak formal antara
commit to user
34
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
lain konfrensi pers, wisata pers (press tour), taklimat pers (press
briefing), dan resepsi pers. Sedangkan bentuk hubungan melalui
kontak informal antara lain keterangan pers, wawancara pers, dan
jumpa pers (press gathering).
4) Hubungan dengan pemerintah (government relations)
Hubungan yang baik dengan pemerintah bisa memudahkan
perusahaan dalam menyesuaikan kebijakan yang akan diambil
dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, sehingga kebijakan
tersebut terwujud sesuai dengan aturan pemerintah dan tidak
melanggar hukum.
Publik eksternal sebagai sasaran kegiatan humas terdiri dari
orang-orang atau anggota-anggota masyarakat di luar organisasi yang
mempengaruhi maupun dipengaruhi oleh organisasi. Unsur-unsur
dalam lingkungan eksternal cenderung lebih kompleks dan sukar
dikendalikan oleh organisasi. Oleh karena itu humas perlu membina
hubungan baik dengan publik eksternalnya. Adapun publik eksternal
dari suatu instansi/organisasi antara lain: (Oemi, 2004 : 49 – 54).
1) Hubungan dengan konsumen
Konsumen yaitu para pemakai produk atau jasa yang
dihasilkan oleh organisasi. Dalam membina hubungan baik dengan
publik konsumen, tugas humas adalah: ”menanamkan keperayaan
pada masyarakat dan konsumen, akan produk barang atau jasa yang
dihasilkan organisasi” Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh
commit to user
35
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
humas, maka praktisi humas dapat memberikan masukkan kepada
organisasi tentang produk atau jasa yang diinginkan atau dibutuhkan
okeh konsumen. Kemudian, humas dapat merencanakan suatu
program untuk mendukung gagasan bahwa konsumen merupakan
pusat kegiatan organisasi.
Sasaran manajerial bagi kegiatan
membina hubungan baik dengan konsumen antara lain:
a) Untuk membangun program-program kegiatan bagi konsumen
yang akan menghasilkan sebuah reputasi sebagai organisasi yang
memperhatikan para knsumennya
b) Untuk mencapai reputasi sebagai organisasi yang responsif
terhadap pelanggan
c) Untuk memberikan landasan usaha sebagai kontribusi bagi
kegiatan organisasi
Kegiatan komunikasi terutama dapat dilakukan pada penyebaran
informasi terbaru dari organisasi melalui media khusus bagi para
konsumen. Informasi yang disebarkan dapat berupa keunggulan
produk atau jasa dari organisasi dibandingkan dengan produk atau
jasa sejenis dari pesaing dan tata cara pemakaian produk.
2) Hubungan dengan media massa
Hubungan dengan media massa adalah suatu usaha untuk
mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan
atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan
pemahaman bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan yang
commit to user
36
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
bersangkutan. Humas harus membina hubungan baik dengan media
(pers) karena: media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi
opini khalayak, media massa mampu menjadi wahana demokarsi dan
demokratisasi dan media massa dikonsumsi oleh massa yang sangat
heterogen
Dalam membina hubungan baik dengan media maka tugas
humas antara lain:
a) Membina
hubungan
baik
dengan
media
massa
dengan
mengadakan acara-acara media massa
b) Mendidik pimpinan untuk bersedia menjadi publik figure agar
tahu kepada siapa mereka berbicara dan apa akbatnya terhadap
citra organisasi atau perusahaan secara menyeluruh
c) Mengatur pertemuan dengan media massa dengan cara
menentukan
siapa
yang
layak
ditemui
oleh
wartawan
diorganisasinya dan mengatur jadwal untuk bertemu
d) Memberitahukan hak-hak sumber berita, misalnya hak untuk
tidak berbicara, hak untuk membantah dan lain-lain.
e) menyusun strategi waeancara dalam bentuk tertulis yang
berisikan isu-isu yang hendak dilontarkan, sumber lain yang
diminta turut berpendapat, suasana wawancara dan lain-lain.
Beberapa prinsip umum yang harus dipahami oleh humas
dalam membina hubungan media yang baik antara lain memahami
dan melayani media, jujur dan terus terang, tidak membeda-bedakan
commit to user
37
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
pelayanan pada media massa, membangun reputasi sebagai orang
yang dapat dipercaya dan bekerja sama dalam penyediaan materi
Selain itu karena mdia massa membantu pembentukan opini
publik, maka ada baiknya humas juga memberitahukan mengenai
sejarah, kebijakan perusahaan, prestasi dan aspek positif lainnya dari
organisasi yang perlu diketahui oleh masyarakat. Dengan demikian
diharapkan mereka akan memiliki pendapat yang baik mengenai
organisasi.
3) Hubungan Komunitas
Kegiatan hubungan komunitas merupakan hubungan yang
berorientasi aksi dan bersifat partisipatif. Artinya, keuntungan itu
bukan hanya untuk organisasi itu sendiri, tetai juga untuk
lingkungannya. Karena itu kegiatan yang akan dilakukan harus
direncanakan
dengan
baik
dan
dilaksanakan
secara
berkesinambungan. Komunikasi yang merasakan hubungan baik
dengan organisasi akan memberi keuntungan bagi organisasi,
Komunitas mengharapkan agar organisasi dapat terlibat dan
berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan. Organisasi dapat
berbagi fasilitas seperti sekolah, taman bermain, tempat peribadatan,
tempat parkir, sarana olah raga, kebudayaan dan sebagainya.
Menurut Oemi (2004 : 32) menyatakan bahwa salah satu tujuan
External Public Relations adalah untuk mengeratkan hubungan dengan
commit to user
38
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
orang-orang diluar badan/instansi sehingga terbentuklah opini publik
yang favourable terhadap badan/instansi itu sendiri.
Tari merupakan salah satu bentuk kebudayaan, dan sebagai bentuk
kebudayaan maka keberadaan tari tersebut perlu dilestarikan. Menurut
Romain (2002) dalam jurnal penelitiannya menyatakan bahwa :
All of these dances sprang up from different geographical parts of
the country due to separate social stimuli. Although their present
use, they have all been appropriated to serve one main purpose: The
Preservation of culture. The use of dance can be used to achieve a
variety of diverse ends such as spiritual, governmental, and physical
independence. Dance has the power to bind people together into one
unified force.
Semua tarian berasal dari bagian geografis yang berbeda dari negara
karena stimulis sosial yang terpisah, meskipun mereka sekarang
menggunakan, mereka telah semua telah disesuaikan untuk melayani
satu tujuan utama: pelestarian budaya. Penggunaan tari dapat
digunakan dengan maksud yang berbeda-beda misalnya
kemerdekaan rohani, pemerintah, dan fisik. Tari memiliki kekuatan
untuk mengikat orang bersama-sama ke dalam satu kesatuan
kekuatan.
Tari merupakan salah satu kebudayaan bangsa Indonesia, oleh karena
itu keberadaanya harus dilestarikan. Pelestarian adalah kegiatan atau yang
dilakukan secara terus menerus, terarah dan terpadu guna mewujudkan
tujuan tertentu yang mencerminkan adanya sesuatu yang tetap dan abadi,
bersifat dinamis, luwes, dan selektif (Jacobus, 2006:115). Mengenai
pelestarian budaya lokal. Jacobus (2006:114) mengemukakan bahwa
pelestarian norma lama bangsa (budaya lokal) adalah mempertahankan
nilai-nilai seni budaya, nilai tradisional dengan mengembangkan
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
39
digilib.uns.ac.id
perwujudan yang bersifat dinamis, luwes dan selektif, serta menyesuaikan
dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah dan berkembang.
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pelestarian
adalah sebuah upaya yang berdasar, dan dasar ini disebut juga faktorfaktor yang mendukungnya baik itu dari dalam maupun dari luar dari hal
yang dilestarikan. Maka dari itu, sebuah proses atau tindakan pelestarian
mengenal strategi atapun teknik yang didasarkan pada kebutuhan dan
kondisinya masing-masing.
Kelestarian tidak mungkin berdiri sendiri, oleh karena senantiasa
berpasangan dengan perkembangan, dalam hal ini kelangsungan hidup.
Kelestarian merupakan aspek stabilisasi kehidupan manusia, sedangkan
kelangsungan hidup merupakan percerminan dinamika. (Soekanto, 2003:
432). Salah satu tujuan diadakannya pelestarian budaya adalah juga untuk
melakukan revitalisasi budaya (penguatan). Mengenai revitalisasi budaya
Alwasilah (2006 : 16) mengatakan adanya tiga langkah, yaitu : (1)
pemahaman untuk menimbulkan kesadaran, (2) perencanaan secara
kolektif, dan (2) pembangkitan kreatifitas kebudyaaan.
Revitaliasasi kebudayaan dapat didefinisikan sebagai upaya yang
terencana, sinambung, dan diniati agar nilai-nilai budaya itu bukan hanya
dipahami oleh para pemiliknya, melainkan juga membangkitkan segala
wujud kreativitas dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menghadapi
berbagai tantangan. Demi revitalisasi maka ayat-ayat kebudayaan perlu
dikaji ulang dan diberi tafsir baru. Tafsir baru akan mencerahkan manakala
commit to user
40
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
ada kaji banding secara kritis dengan berbagai budaya asing (Alwasilah,
2006: 18)
Pelestarian itu hanya bisa dilakukan secara efektif manakala
kesenian
yang dilestarikan itu tetap digunakan dan tetap
ada
penyungsungnya. Kapan budaya itu tak lagi digunakan maka budaya itu
akan hilang. Kapan kesenian itu tak lagi digunakan oleh masyarakat, alatalat itu dengan sendirinya akan hilang.
Salah satu contoh berdirinya lembaga pelatihan tari Soeryo Soemirat
dengan tujuan penyebar luasan dan sekaligus pengembangan seni tari gaya
Surakarta pada masyarakat di luar keraton Surakarta. Dengan harapan seni
tari gaya Surakarta menjadi salah satu media untuk mengukuhkan rasa
kebangsaan atau nasionalisme (Kussudiardjo, 2000 : 72).
Organisasi-
organisasi dan yayasan-yayasan bertumbuhan di dalam negeri Indonesia.
Tujuan dari organisasi atau yayasan adalah menemukan warna daan
bentuk bentuk baru dalam seni tari. Baik itu dari jenis tari tradisional
maupun jenis tari klasik. Seni tari juga mulai terlibat dalam
pernyelenggaraan kegiatan kegiatan besar, baik kegiatan–kegiatan olah
raga, kongres, dan sebagainnya. Bentuk seni tari yang dipakai itu pun
kadang-kadang kolosal juga kadang-kadang yang nonkolosal. Yang jelas
antara seni tari dengan bidang yang lain sudah terjalin kerja sama yang
dampaknya tentu positif, baik untuk seni tari itu sendiri maupun
menunjang dari suatu kegiatan yang dilaksanakan,. Pada saat itulah seni
tari sudah mulai diakui keberadaannya.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
41
digilib.uns.ac.id
F. Kerangka Pemikiran
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman.
Bentuk umum manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gesture dan
broadcasting. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau
sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi
hanay akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan oleh
penerima pesan tersebut. Komunikasi membawa hubungan manusia dari
hakekat ke eksistensi di mana komunikasi dapat memberikan informasi kepada
orang lain.
Dalam suatu institusi komunikasi sangatlah penting sebagai sarana
dalam menjalin hubungan dengan
pihak intern dan ekstern dalam
mengembangkan institusinya. Maju mundurnya Paguyuban Tari Soeryo
Soemirat sebagai suatu institusi sangat bergantung pada bagaimana cara
institusi tersebut membina hubungan yang baik dengan sesama anggota
sanggar ataupun dengan pihak luar yang terkait dalam proses perkembangan
institusi tersebut sehingga terciptalah citra yang baik dimata pihak intern dan
ekstern dalam upaya pelestarian budaya. Dalam hal ini peran komunikasi
menjadi sebuah public relations yang sangat diperlukan dalam upaya menjaga
kelestarian budaya tersebut.
Oleh karena itu diperlukan pengefektifan komunikasi sebagai public
relations melalui anggota sanggarnya dalam menjalin komunkasi dengan
sesama anggota ataupun dengan pihak luar. Keberadaan anggota sanggar
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
42
digilib.uns.ac.id
sebagai public relations sangat menunjang dalam melakukan komunikasi yang
efektif baik internal maupun eksternal, tentu saja seorang public relations
dalam hal ini harus tahu bagaimana cara mengembangkan apa yang ada dalam
dirinya termasuk dalam memberikan informasi kepada khalayak.
G. Metode Penelitian
1. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif untuk melihat
kondisi alami dari suatu fenomena. Pendekatan kualitatif bertujuan
memperoleh pemahaman dan menggambarkan realitas yang kompleks,
penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan
data-data deskriftif bempa kata-kata tertulis atau lisan yang didasari oleh
orang atau perilaku yang diamati. Penelitian ini menggunakan penelitian
kualitatif untuk melihat kondisi alami dari suatu fenomena. Pendekatan
kualitatif bertujuan memperoleh pemahaman dan menggambarkan realitas
yang kompleks (Nasution, 1992 : 3)
Menurut Bogdan dan Taylor penelitian kualitatif merupakan
prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriftif berupa katakata tertulis atau lisan yang didasari oleh orang atau perilaku yang diamati.
Pendekatan diarahkan pada latar dan individu secara utuh. Dalam metode
kualitatif, realitas dipandang sebagai sesuatu yang berdimensi banyak,
suatu kesatuan yang utuh serta berubah-ubah. Sehingga biasanya, rencana
penelitian tersebut tidak di susun secara rinci dan pasti sebelum
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
43
digilib.uns.ac.id
penelitiannya dimulai. Untuk alasan itu pula pengertian kualitatif sering
diasosiasikan dengan teknik analisis data dan penulisan laporan penelitian.
Dalam hal ini, Borg (1988) menyakan bahwa “Uqualitative
research is much more difficult to do well than quantitative research
because the data collected are ussually saubjective and the main
measurement tool for collecting data is the investigator himself.”
Penelitian kualitatif lebih sulit bila dibandingkan dengan penelitian
kuantitatif, karena data yang terkumpul bersifat subyektif dan instrumen
sebagai alat pengumpul data adalah peneliti itu sendiri. Dalam penelitian
kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi oleh dinamakan social
situation atau situasi sosial yang terdiri atas tiga elemen yaitu : tempat
(place), pelaku (actors), dan activitas (activity) yang berinteraksi secara
sinergis.
2. Obyek Penelitian
Obyek penelitian dalam hal ini adalah komunikasi internal dan
ekstemal dalam melestarikan tari tradisional Jawa digunakan sebagai
media bantu untuk mempermudah peneliti memperoleh informasi dapat
membantu peneliti dalam menganalisis adanya makna tujuan, proses dan
umpan balik sehingga diperoleh makna yang sesungguhnya.
Obyek penelitian dalam penelitian ini anggota Sanggar Tari Soerya
Soemirat beserta, para pelatih serta penanggung jawab Sanggar Tari
commit to user
44
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Soerya Soemirat, dan orang tua murid sebagai objek untuk mengetahui
pengetahuan umumnya mengenai Sanggar Tari Soerya Soemirat.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan
wawancara dan studi pustaka.
a. Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara periset-seseorang yang
berharap mendapatkan
informasi
dan informan-seseorang
yang
diasumsikan mempunyai informasi paling penting tentang suatu objek.
Maka, dalam hal ini peneliti pun mengumpulkan data-data dengan salah
satu caranya melalui wawancara untuk mendapatkan informasi yang
benar-benar relevan dari narasumber terkait, dengan itu mengetahui
kebenaran dan menjadikan keyakinan bagi peneliti.
b. Studi Pustaka
Merupakan tehnik pengumpulan data dengan cara melakukan
pencatatan terhadap data-data yang dibutuhkan, yang dapat berupa
dokumen atau dalam bentuk lainnya guna melengkapi data primer
yang telah tersedia. Dalam penelitian ini data hasil studi kepustakaan
(dokumentasi), digunakan sebagai data sekunder.
4. Analisa Data
Analisa data merupakan salah satu langkah yang sangat penting
dalam suatu kegiatan penelitian, terutama bila digunakan untuk
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
45
digilib.uns.ac.id
menyimpulkan masalah yang sedang diteliti. Dimana data-data yang telah
dikumpulkan tidak akan mempunyai makna apabila belum dianalisis dan
diinterpresentasikan.
Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah
analisis statistik deskriptif, yaitu metode yang penelitian yang dilakukan
denganjalan pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penganalisisan data
agar dapat memberikan gambaran yang teratur tentang suatu peristiwa atau
fenomena. Teknik analisis data pada penelitian ini didasarkan pada
pendapat yang dikemukakan oleh Glaser dan Straus, dimana teknik
analisis data yang dilakukan disusun berdasarkan prosedur-prosedur
berikut ini:
a. Analisis deskriptif dengan mengembangkan kategori-kategori yang
terdiri dari basil wawancara yang mendalam dari para sumber sesuai
dengan indikator yang ada pada masing-masing variabel dan kategori
ini diperoleh sesuai dengan pedoman wawancara yang telah disusun.
b. Penafsiran terhadap hasil analisis deskriptif dengan berpedoman pada
teori-teori yang sesuai.
c. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan dilapangan diolah dan
diinterpresentasikan secara kualitatif dengan tujuan untuk menjawab
masalah penelitian (Meoleongm 2002 :198)
Pada tahap ini merupakan bagian yang tidak mudah untuk
dilakukan dalam peneguhan kualitatif, karena data dan informasi yang
dikumpulkan meliputi deskriptif yang panjang dan rumit. Dalam penelitian
commit to user
46
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
ini analisa data yang digunakan adalah analisis interaktif mengalir Milles
dan Huberman (2002:19) mengemukakan bahwa "analisis terdiri dari tiga
alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian
data dan penarikan kesimpulan / verifikasi". Untuk lebih jelasnya teknik
analisis tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
GAMBAR 1
ALUR PROSEDUR PENELITIAN
Pengumpulan Data
Sajian Data
Reduksi Data
Penarikan
Kesimpulan
Sumber : (HB. Sutopo, 2002 : 98)
Berikut keterangan atas bagan model analisis interaktif :
a. Pengumpulan data
Pengumpulan data dengan cara wawancara dengan subjek peneliti dan
observasi di lokasi penelitian.
b. Reduksi data
commit to user
47
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian
pada penyederhanaan, dan transformasi data "kasar" yang muncul dari
catatan-catatan tertulis di lapangan.
c. Penyajian data
Penyajian data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang
memberikan
kemungkinan
adanya
penarikan
kesimpulan
dan
pengambilan tindakan. Penyajian data dapat bempa matrik, grafiks
maupun teks Naratif yang didesain secara sistematis sehingga
memudahkan dalam pemahamannya.
d. Penarikan kesimpulan
Dan data yang telah dikumpulkan sejak awal penelitian, dicari pola,
tema, keterangan-keterangan, penjelasan dan kesamaan-kesamaan yang
muncul.
5. Validiatas dan Reliabilitas Data
Menurut Moleong (2002:170) Menyatakan bahwa keabsahan data
adalah "usaha meningkatkan derajat kepercayaan data". Dalam penelitian
ini digunakan Triangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan
pengecekan atau sebagai pembanding data itu. Teknik ini dapat dibedakan
menjadi empat macam, disesuaikan sebagai teknik pemeriksaan yang
memanfaatkan penggunaan sumber, metode penyidik dan teori. Dalam
penelitian ini menggunakan teknik pemeriksaan yang menggunakan
sumber data. Hal yang dicapai dengan jalan:
commit to user
a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.
48
digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id
b. Membandingkan apa yang dikatakan orang - orang tentang situasi
penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.
c. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai
pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang
berpendidikan menengah dan tinggi, berada, dan orang pemerintahan.
d. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang
berkaitan. (Moleong, 2002:200)
Dalam hal ini peneliti dengan menggunakan teknik Triangulasi
dengan sumber, yaitu dengan cara membandingkan hasil wawancara
dengan suatu dokumen yang terkait dengan suatu penelitian. Dengan
demikian keberadaan data yang satu akan dikonfirmasikan dengan data
yang diperoleh dari sumber data yang lain, sehingga dianggap valid oleh
karena itu perlu dilakukan reduksi agar data yang dianalisis benar-benar
memiliki validitas dan variabel yang tinggi seperti yang tampak dalam
diagram ini:
GAMBAR 2
DIAGRAM TEKNIK TRIANGULASI
(Sumber : Moelong, 2002:178 )
Wawancara
Observasi
Wawancara
Dokumen
commit to user
Download