PENGARUH MUSIK TERHADAP KEJIWAAN MANUSIA MENURUT

advertisement
PENGARUH MUSIK TERHADAP KEJIWAAN MANUSIA
MENURUT Al-FĀRᾹBῙ
(Studi Kasus Musik Gambus El Syamwel Cilandak, Jakarta Selatan)
Skripsi
Diajukan Ke Fakultas Ushuluddin untuk Memenuhi
Persyaratan Mendapatkan Gelar Sarjana Agama (S.Ag)
Oleh:
Siti Rahayu Rahmayanti
(1110033100009)
JURUSAN AQIDAH dan FILSAFAT ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2016
PENGARUH MUSIK TERHADAP
KEJIWAAN MANUSIA MENURUT AL-FĀRĀBĪ
(Studi Kasus Musik Gambus el-Syamwel Cilandak Jakarta Selatan)
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Agama (S.Ag)
Oleh:
Siti Rahayu Rahmayanti
NIM: 1110033100009
Pembimbing:
Dra.Wiwi Siti Sajaroh,M.A.
NIP: 19690210 199403 200
PROGRAM STUDI AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI (UIN)
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
1437 H. / 2016 M.
i
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Skripsi yang berjudul “PENGARUH MUSIK TERHADAP KEJIWAAN MANUSIA
MENURUT Al-FĀRᾹ BῙ studi kasus musik gambus el-Syamwel Cilandak Jakarta
selatan. Telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam
Negeri (UIN) Syarih Hidayatullah Jakarta pada tanggal 29 Desember 2016, skripsi ini telah
diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) pada Program
Studi Aqidah dan Filsafat Islam.
Jakarta, 29 Desember 2016
Sidang Munaqasyah,
Ketua merangkap anggota
Sekretaris merangkap anggota
Dr. Bustamin, SE.,M.Si
NIP. 19630701 199803 1 003
Dra. Tien Rahmatin, MA
NIP. 19680803 199403 2 002
Penguji I
Penguji II
Drs. Agus Darmaji, M. Fils
NIP. 19610827 199303 1 002
Drs. Hanafi Arsyad. MA
NIP. 19691216 199603 1 002
Dosen Pembimbing
Dra. Wiwi Siti Sajaroh. MA
NIP. 19690210 199403 200
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini adalah hasil asli karya saya yang diajukan untuk memenuhi salah
satu syarat memperoleh gelar strata I di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Segala sumber yang saya gunakan untuk kepentingan penulisan ini sesui
dengan ketentuan yang berlaku di Univesitas Islam Negri Jakarta ( UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Segala hal yang membuktikan jika ini bukan hasil karya saya, atau ada pihakpihak yang mengklaim bahwa ini hanya hasil tiruan orang lain, maka saya
bersedia menerima sangsi yang berlaku di Universitas Islam Negri Jakarta
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ciputat 7 September 2016
Siti Rahayu Rahmayanti
ii
PEDOMAN TRANSLITERASI
PEDOMAN TRANSLITERASI
Arab
‫ا‬
‫ب‬
‫ت‬
‫ث‬
‫ج‬
‫ح‬
‫خ‬
‫د‬
‫ذ‬
‫ر‬
‫ز‬
‫س‬
‫ش‬
‫ص‬
‫ض‬
Indonesia
a
b
t
ts
J
ḥ
kh
d
dz
r
z
s
sy
ṣ
ḍ
Inggris
a
b
t
th
J
ḥ
kh
d
dh
r
z
s
sh
ṣ
ḍ
Arab
‫ط‬
‫ظ‬
‫ع‬
‫غ‬
‫ف‬
‫ق‬
‫ك‬
‫ل‬
‫م‬
‫ن‬
‫و‬
‫ه‬
‫ء‬
‫ي‬
‫ة‬
Indonesia
ṭ
ẓ
‘
gh
f
q
k
l
m
n
w
h
’
y
h
Vokal Panjang
Arab
‫أ‬
‫إى‬
ْ‫أو‬
Indonesia
ā
ī
ū
iii
Inggris
ā
ī
Ū
Inggris
ṭ
ẓ
‘
gh
f
q
k
l
m
n
w
h
’
y
h
ABSTRAK
Al-Fārābī dilahirkan pada tahun 257 H. Atau sekitar 870 Masehi di desa
wasij, selatan Samarkand, Asia Tengah yang sekarang dikenal dengan kota Atrar,
negara Turki. Beliau terkenal seseorang yang sering berpindah-pindah tempat.
Perpindahan yang sering dilakukan membuat beliau kaya akan ilmu pengetahuan.
Pengetahuan tercurahkan dalam bidang musik sungguh sangat mengagumkan.
Al-Fārābī seorang komposer musik yang terkenal pada zaman nya, mampu
menciptakan berbagai jenis musik dalam beberapa cara. Cara yang digunakan
berbeda-beda menyesuaikan dengan jenis keadaan jiwa manusia. Sehingga manusia
dapat dengan mudah menerima dengan cepat apa yang dimaksud dari irama tersebut.
Saat ini kita dapat merasakan hal yang sama akan tetapi dalam bentuk yang
berbeda. Yakni melalui musik gambus el-Syamwel. El-Syamwel adalah salah satu
grup gambus yang berdiri sejak tahun 2003 yang didirikan oleh Muhammad
Fadhlullah di Cilandak Jakarta Selatan. Musik berjenis religi ini hanya membawakan
jenis musik Sholawat Qasidah yang isinya benar-benar mengangungkan Nabi
Muhammad. Kecintaan yang mendalam membuat jiwa rindu akan kasih sayang
Allah dan Nabi. Jiwa-jiwa manusia yang berbeda membuat grup ini mengaplikasikan
teori Al-Fārābī yang membuat komposer musik secara bercampuran agar dapat
dengan cepat menangkap syair yang dibuat dalam album el-Syamwel.
iv
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
nikmat rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun skripsi
dengan judul Pengaruh Musik Terhadap Kejiwaan Manusia Menurut Al-Fārābī
(Studi Kasus Musik Gambus el-Syamwel Cilandak Jakarta Selatan). Shalawat serta
salam selalu terlimpahkan kepada junjungan Nabi kita Muhammad SAW. Nabi yang
membawa manusia menuju jalan yang lurus, meninggalkan zaman kegelapan yang
penuh dengan kebodohan. Semoga beliau mengingat dan mendengarkan seruan kita
yang sangat merindukannya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan berjalan lancar dan tersusun
baik tanpa bantuan, motivasi serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karna itu
penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Masri Mansoer, M. A. Selaku Dekan Fakultas Ushuluddin,
Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, sekaligus sebagai
pembimbing akademik yang selalu memberikan motivasi dan semangat dalam
penulisan skripsi ini.
2. Bapak Dr. Syamsuri M.A. Selaku Ketua Jurusan Aqidah dan Filsafat, Universitas
Islam Negri Syarif (UIN) Hidayatullah Jakarta.
3. Ibu Dra. Tien Rahmatien, M.A. Selaku Sekertaris Jurusan Fakultas Ushuluddin
dan Filsafat, Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
v
4.
Ibu Dra.Wiwi Siti Sajaroh, M.A. Selaku Dosen Pembimbing yang telah
memberikan banyak masukan dan arahan yang berguna bagi penulis dalam
proses penyelesaian skripsi.
5. Segenap jajaran dosen yang telah mecurahkan segala ilmunya kepada penulis
sejak awal perkuliahan hingga akhir perkuliahan yang tidak dapat saya sebutkan
satu persatu.
6. Seluruh staf perpustakaan Fakultas Ushuluddin dan Perpustakaan Utama yang
sangat
membantu
untuk
menambah
referensi
yang
dibutuhkan
demi
keberlangsungan skripsi ini.
7. Ayahanda tercinta Ust. Marjaya dan Ibunda tersayang Ibu Suciati sebagai sumber
penyemangat terbesar yang tiada henti dalam setiap kesusahan.
8. Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel Ust. Muhammad Fadhlullah beserta
keluarganya yang selalu menginspirasi penulis dalam setiap tahapnya.
9. Kawan-kawan seperjualangan Aqidah dan Filsafat Islam yang senantiasa
memberikan motivasi yang membantu memudahkan segala kesulitan yang telah
kita lalui bersama.
10. Suami tercinta yang selalu menemani dalam proses pembuatan skripsi ini, serta
tiada henti memberikan semangat yang tinggi sehingga terselesaikan segala
kesulitan yang ada.
Semoga dalam penulisan skripsi ini, penulis dapat memberikan kotribusi
yang baik dalam dunia musik. Serta dapat membuka mata masyarakat yang masih
sedikit mengetahui sisi lain dalam memanfaatkan musik.
vi
Jakarta 7 September 2016
Penulis
vii
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING...........................................................i
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN SKRIPSI.......................................ii
LEMBAR PERNYATAAN KARYA ASLI............................................................iii
PEDOMAN TRANSLITERASI...............................................................................iv
ABSTRAK...................................................................................................................v
KATA PENGANTAR..............................................................................................vi
DAFTAS ISI...............................................................................................................ix
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah..................................................................1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah..............................................6
C.Tinjauan Pustaka...............................................................................7
D. Tujuan Penelitian.............................................................................8
E Metode Penelitian.............................................................................8
F. Sistematika Penulisan.....................................................................11
BAB II
BIOGRAFI AL-FĀRĀBĪ
A. Latar Belakang Keluarga Al-Fārābī...............................................13
B. Karya-Karya Al- Fārābī..................................................................16
BAB III
PANDANGAN AL-FĀRĀBĪ TENTANG MUSIK
A. Pengertian Musik............................................................................28
B. Jenis-Jenis Musik............................................................................34
C. Efek musik pada jiwa.....................................................................41
BAB IV
SKETSA BIOGRAFIS MUSIK GAMBUS EL-SYAMWEL
A. Sejarah Perjalanan Musik Gambus el-syamwel.............................45
B. Karya-karya Lagu Musik Gambus El-syamwel..............................54
C. Konsep Musik Gambus el-Syamwel..............................................68
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan.....................................................................................83
B. Saran-saran.....................................................................................84
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................85
LAMPIRAN-LAMPIRAN
viii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Musik Arab merupakan hasil kebudayaan yang diciptakan untuk mencapai
kebahagiaan. Memperoleh kebahagiaan bisa melalui cara apa saja ada yang
menggunakan jalan yang baik bahkan ada yang menggunakan jalan yang buruk.
jika kita memilih jalan yang baik maka ada dua jenis kebahagiaan yang dapat kita
raih dalam hidup. Kedua kebahagiaan itu adalah kebahagiaan jasmani dan rohani.
Kebahagiaan jasmani yang bisa kita dapatkan seperti menari, bernyanyi, bersorak
sorai, dan bahkan menghentak hentakan tubuh karena terpengaruh dari alunan
musik yang mengajak jiwa untuk melakukanya, namun untuk menggapai
kebahagiaan rohani tidak mudah mendapatkanya manusia harus berdekatan
dengan Tuhan baru bisa merasakan ketenangan hati.1
Kebahagiaan jasmani bisa juga kita dapatkan dengan mudah lewat
mendengarkan musik sambil menyanyi dan menari, walaupun dengan makna yang
bebas tentang hal apa saja. Hal yang belum diketahui adalah bagaimana jiwa
rohani menyerap energi ketuhanan hanya dengan mendengarkan musik.
Menggapai kebahagiaan rohani, bisa saja kita dapatkan jika syair yang terdapat di
dalamnya mengandung makna yang menyeru pada kebaikan dan keagungan
Tuhan. Menemukan jenis musik berkarakter hanya bertujuan untuk ketenangan
jiwa sangat sulit ditemukan di zaman sekarang. Musik-musik yang sering beredar
1
Raghib As-sirjani, Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia, Team Penerjemah Alkausar, (Jakarta, Pustaka Al-kautsar, 2009), h. 670.
1
2
hanyalah musik yang bersifat musiman saja yang setelah mencapai nilai komersil,
pesona musik tersebut akan hilang tak berbekas dan tidak akan terkenang lagi di
masa yang akan datang. Musik yang tepat harus mengandung irama yang
menyenangkan dan bersifat abadi, bukan hanya bersifat musiman semata
kemudian ditinggalkan begitu saja tanpa menyisakan makna yang mendalam
dalam hati. Berusaha agar musik tidak terlupakan begitu saja usaha yang
dilakukan adalah dengan menciptakan irama musik yang telah diolah sedemikian
rupa, agar bisa dirasakan oleh jiwa yang besifat rohani.2 Ada berbagai jenis musik
yang berasal dari Arab yang kemudian berkembang dan tersebar ke berbegai
belahan dunia. Salah satunya adalah negara Indonesia. jenis musik Arab yang
terkenal di Indonesia bernama musik gambus. Dalam penggunannya musik
gambus pada konteks ini masih bersifat universal dan belum bisa dikatakan
sebagai musik religi yang dapat mempengaruhi jiwa yang sifatnya rohani.
Faktanya musik gambus pada masa sekarang hanya dijadikan topeng saja yang
isinya bukan berisi pujian-pujian kepada Tuhan, melainkan syair-syair cinta yang
tujuannya sebagai pengisi suasana hiburan semata. Oleh sebab itu berhati-hati dan
ekstra waspada dalam memilih lagu Arab yang kita dengarkan adalah cara yang
dapat kita lakukan, karena bisa jadi jiwa kita yang tenang akan terbawa arus
negatif dan bahkan tidak pernah mengingat Tuhan yang telah menciptakan bumi
dan isinya. Hal inilah yang menjadi titik rawan untuk kalangan muda yang
2
Sidi Gazalba, Asas Kebudayaan Islam Pembahasan Ilmu dan Filsafat Tentang Ijtihad,
Fiqih, Akhlaq, Bidang-Bidang Kebudayaan, Masyarakat, Negara.(Jakarta: Bulan Bintang, 1978),
h.302.
3
jiwanya membutuhkan bimbingan menuju jalan yang lurus.3 Untuk mencapai
jalan yang lurus, jenis musik harus disesuaikan dengan keadaan jiwa masingmasing, karena jiwa manusia itu sangat beragam pengalaman yang dialaminya
sehingga tidak semua jiwa mudah menerima masukan yang berasal dari luar.
Dalam permasalahan ini jenis musik yang seperti apakah dapat sesuai dan
diterima kondisi jiwa yang membutuhkan ketenangan dan kebahagiaan? Seorang
filsuf Islam yang bernama Abu Nashr Al-Fārābī memberikan serangkaian metode
irama yang yang dapat memberikan efek positif untuk ketenangan jiwa manusia.
Ada 10 jenis irama musik yang diterapkan Al-Fārābī dan beberapa fungsinya.4
Musik yang dimaksud oleh Al-Fārābī dalam istilah Arab disebut māqām. Māqām
adalah
nada-nada instrumen yang telah disempurnakan dengan syair yang
memiliki makna dan tidak akan berubah dan berpindah teknik penggunaanya,
makna di sini sudah pasti memiliki efek terhadap jiwa yang dapat mendekatkan
diri manusia pada Tuhan. Penjabaran isi ke sepuluh fungsi musik ini, memiliki
banyak sekali manfaat dan efek yang berbeda antara satu sama lain. Jenis Māqām
yang pertama adalah Rāst, kedua Bāyātī, ketiga Sīkāh, keempat Sābā, kelima
hījāz, keenam nāhwānd, ketujuh jīhārkāh, kedelapan ājām, kesembilan kûrd, dan
yang terakhir Īrāqī. Contoh dari jenis musik yang paling mudah diterima jiwa
adalah musik yang memberikan kesenangan dan kebahagiaan.5
3
http://yogjazogzaz.blogspot.com/2012/07/pengobatan terapi-dengan-media-musik.html.
4
Al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr, (Cairo: Dār al-Katib), h.62.
5
Al-Fārābī, Madkhal al-Mūsīqī, (Cairo: Dār el Katib), h. 20
4
Kebahagiaan dapat dihasilkan dari jiwa yang bahagia. Setelah jiwa bahagia
dampak yang muncul hati manusia pasti bersifat positif. Jika emosi berjalan stabil
jiwa bebas dari berbagai macam gangguan. Untuk membebaskan jiwa dari
gangguan yang jelek kita bisa mendengarkan irama musik yang indah. Irama
musik yang indah membuat manusia lupa kesedihan bahkan harinya menjadi
semakin cerah. Seperti seorang musisi memainkan alat musik qasidah, yang
mencoba menghadirkan rasul ke dalam jiwanya maka disitulah ia dapat menyihir
pendengar agar dapat ikut merasakan bahwa rasul hadir di hadapan mereka, jadi
efek yang tersebar kepada orang lain dapat sampai merasuk dalam lubuk hati
mereka. Ini adalah salah satu per misalan dari intuisi musik. Setelah manusia
dapat mengahdirkan suatu sosok yang agung dalam dirinya melalui perantara
musik, jalan selanjutnya adalah secara langsung jiwa mereka akan bertambah
ketaqwaannya untuk tetap berdiri di jalan yang benar. Ini adalah salah satu jenis
irama bersifat religi jika kita sudah dapat menghadirkan keindahan hakiki dalam
jiwa maka akan mudah ketaqwaan itu dapat bertambah. Segala jenis musik yang
dapat mengeluarkan energi spritualitas dalam jiwa itulah yang disebut karya seni
sejati.6
Salah satu contoh grup musik gambus yang menerapkan teori Al-Fārābī
bernama el-Syamwel. Gambus el-Syamwel didirikan oleh Ust Muhammad
Fadhlullah pada tahun 2003, tepatnya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.
Gambus el-Syamwel adalah salah satu grup musik Islami yang bernafaskan lagulagu religi, yang identik dengan syair pujian kepada Nabi dan Tuhan. Isi dalam
6
Wahid Bakhsh Rabbani, Sufisme Islam,(Jakarta, Sahara Publisher, 2004), h. 207.
5
setiap penampilannya selalu menggugah suasana hati yang mendengar, setelah
mendengar seketika itu pula akan terhubung perasaannya seolah nabi hadir berdiri
di hadapan kita. Selain iringan lagu bernuansa sholawat, tarian dari penari sufi
juga semakin menghiasi penampilan di setiap konser mereka.
Al-Fārābī mengatakan bahwa apabila imajinasi bisa menciptakan semua
ilustrasi, maka ia dapat membentuk ilustrasi-ilustrasi tersebut dengan bentuk alam
rohani, makna yang mendorong manusia untuk segera dekat dengan penciptanya
akan menambah semangat jiwa untuk taat beribadah. Makna yang dimaksud bisa
berupa zikir. Manusia berzikir sudah pasti ingat dengan Allah, sebaliknya jika kita
mengingat Allah maka Allahpun akan ingat kepada kita. Jika kita menarik
kesimpulan dari penjelasan di atas sebenanrnya al-Fārābī ingin membawa kita
pada suatu kebahagiaan yang didambakan manusia.7 Manusia dapat meraih
kebahagiaan dengan mendengarkan musik berisikan zikir. Zikir yang telah ada
dalam musik sangat menyenangkan jika didengar. Ada perkataan Al-Fārābī yang
mengungkapkan bahwa:
“ kebahagiaan adalah jiwa manusia menjadi sempurna dalam wujud yang
tidak membutuhkan eksistensi kepada suatu materi. Caranya manusia harus
berada pada globalisasi esensi yang terpisah dengan materi. melakukan
tindakan-tindakan yang berguna demi mencapai kebahagiaan, tindakan yang
baikpun harus selalu dibiasakan. Sebaliknya tindakan yang menghalangi
kebahagiaan adalah perbuatan jelek. Sementara kondisi yang menimbulkan
perbuatan jelek adalah segala kekurangan, kerendahan, dan kehinaan.’’
7
H.A Mustofa, Filsafat Islam, (Bandung, Pustaka Setia, 2007), h. 142.
6
Kutipan diatas menjelaskan bahwa jika ingin mendapat kebahagiaan
manusia harus melakukan tindakan yang berguna, demi terciptanya keseimbangan
dalam jiwa. Manusia yang ingin bahagia harus berusaha semaksimal mungkin
agar kebahagiaan yang dicapai akan lebih mudah dengan cara selalu mengingat
Allah. mengingat Allah dengan berzikir bisa dilakukan sambil bermusik, berirama
saja atau hanya dengan lisan. 8
Sebab inilah yang membuat penulis tertarik untuk membahas teori musik alFārābī isi cara bermusik beliau dapat menambah ketaqwaan manusia pada Tuhan,
di samping itu pula musik mampu memberikan ketenangan jiwa yang bermasalah
agar kembali stabil. Penyebab lainnya juga di karenakan masih sedikit sekali yang
mampu menggali masalah pemikiran al-Fārābī tentang musik, karena selama ini
kita hanya berfokus hanya pada masalah kenegaraan, politik, kenabian, logika,
filsafat, serta ilmu pengetahuan lainnya, yang tanpa di sadari sebenarnya di dalam
musik itu mencakup segala macam aspek ilmu pengetahuan tersebut. Sisi lainnya
yang mendorong penulis menciptakan karya ini di karenakan banyak ilmuwan
yang meragukan tentang kemurnian karya Al-Fārābī dalam masalah musik, dan
mereka menganggap bahwa pemikirannya hanyalah imitasi dari pemikiran Turki
dan Yunani yang diolah sedemikian rupa kemudian yang hanya di jadikan
ensiklopedia tebal tentang sejarah perkembangan musik Islam, ilmu pengetahuan
dan seni yang dihimpun pada abad ke-10 H. Oleh karenanya penulis ingin
membuat skripsi yang berjudul “Pengaruh Musik Terhadap Kejiwaan Manusia
8
Ibrahim Madzkur, Aliran dan Teori Filsafat Islam, penerjemah Yudian Wahyudi, (Jakarta,
Bumi Aksara, 1995), h. 231.
7
Menurut Al-Fārābī (Studi Kasus Musik Gambus el Syamwel Cilandak Jakarta
Selatan).
B. perumusan Masalah
Berusaha untuk menjauhi kekeliruan dalam memahami masalah yang
dibahas, perlu untuk membatasi perumusan masalah sesuai dengan judul yang
dimaksud dalam skripsi ini.
1. Bagaimana pengaruh musik terhadap jiwa manusia menurut Al-Fārābī?
C. Tinjauan Pustaka
Mempelajari tentang musik Islam dan pengaruhnya, yang tentunya khusus
yang berhubungan dengan al-Fārābī tampaknya telah banyak ditemukan oleh
sejumlah sarjana. Diantaranya skripsi yang berjudul Musik Menurut al-Fārābī
yang di tulis oleh Hasan Sadikkin di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia
2007. Isi dari penulisanya berupa not-not yang tersusun menjadi suatu irama.
Irama di hasilkan dari nada-nada yang telah dihitung besar kecilnya. Not ½, not
¾, dapat menghasilkan bunyi yang berbeda dari musik yang bukan religi.
Perbedaan bunyi yang dihasilkan dapat membuat jiwa lebih sehat dan rileks.
Dalam karya lainya ditemukan juga disertasi yang di tulis Dina Apriani,
yang berjudul Pengaruh Musik Terhadap Emosi Religius menurut al-Fārābī di
Bandung, disertasi S3 Pascasarjana, Universitas Indonesia, 2010. Disertasi ini
menjelaskan bahwa musik selain dapat menimbulkan efek dalam jiwa, akan tetapi
8
juga dapat digunakan sebagai pengobatan penyakit hati. Penyakit hati diantaranya,
iri, dengki, hasut, dan riya.
Perbedaan yang jelas terlihat dari tulisan ini dengan yang lainya adalah
bagaimana aplikasi musik religi dapat cepat menempel pada jiwa manusia. Jika
yang lain hanya berfokus pada manfaat tanpa melihat isi dari teori al-Fārābī secara
menyeluruh. lewat skripsi yang berjudul Pengaruh Musik Terhadap kejiwaan
Manusia Menurut Al-Fārābī (Studi Kasus Musik Gambus el-Syamwel Cilandak,
Jakarta Selatan), yang sangat fokus pada kajian teori yang di terjemahkan secara
menyeluruh penulis dapat menjelaskan jenis musik yang berbeda beda, kemudian
dapat disesuaikan dengan keadaan jiwa yang berbeda-beda pula.
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini dibagi menjadi dua, yakni tujuan umum dan tujuan
khusus, secara umum penelitian ini diajukan untuk mengungkap dimensi musik
dalam Islam. Sedangkan tujuan khususnya adalah yang telah dijelaskan
sebelumnya dalam rumusan masalah menjelaskan tentang pengaruh musik
terhadap jiwa menurut Al-Fārābī.
Sebagai karya penulisan ini di harapkan dapat memberikan manfaat yang
bersifat teoritis maupun praktis, di antaranya:
1. Mengenal lebih dalam sejarah kehidupan, pemikiran, dan karya-karya AlFārābī sebagai khazanah ilmu pengetahuan bagi pembaca terutama pada
penulis khususnya.
9
2. Menjadi suatu sumbangan akademik bagi perkembangan studi tentang
falsafah Islam. Khususnya pada falsafah musik Al-Fārābī.
3. Penelitian ini di harapkan dapat menjadi sumbangan praktis untuk
memberikan pandangan berbeda mengenai musik perspektif falsafi yang
masih menjadi perdebatan dalam islam.
4. Menjadi
sumbangan
akademik
yang
bermanfaat
di
masyarakat,
memberikan informasi pada pembaca tentang makna dan manfaat musik
yang sesungguhnya.
E. Metode Penelitian
Penelitian yang dilakukan penulis demi mencapai hasil yang baik
menggunakan beberapa macam penelitian yaitu:
1. Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan bertujuan untuk mendapatkan informasi yang jelas dan
relevan. Informasi yang didapatkan berdasarkan metode kualitatif atau studi
kasus. Penulis melakukan wawancara dan observasi kepada 4 orang pihak yang
berkaitan dengan pembahasan yang sedang diteliti di Daerah Cilandak Jakarta
Selatan. Pihak yang berkaitan yaitu: Ust Muhammad Fadlullah selaku ketua dari
Grup Gambus el-Syamwel, sebagai penanggung jawab Grup Gambus el-syamwel,
dan Ahmad Sahlani, Ahmad Syauqi, dan Muhammad Arief, sebagai anggota dari
Grup Gambus el-Syamwel.
2. Studi Kepustakaan
Data selanjutnya yang mendukung dalam penulisan ini diantaranya berasal
bahan-bahan tertulis, yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku atau penelitian
10
kepustakaan (library reseach), yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang
dibahas. Sebagai rujukan utama penulis menggunakan Kitab karya al-Fārābī yang
berjudul madkhal al mūsīqī
meskipun buku ditemukan terpisah akan tetapi
sebenarnya ini bagian pertama yang ada di dalam kitab Mūsīq al Kabīr serta
membahas tentang pemikiran musik Al-Fārābī, kemudian Kitāb al-īq’āt berisi
penjabaran dari teori yang beliau uraikan berisi bagian-bagian ritme yang
mengarahkan pada perkembangan musik lewat jiwa serta efek yang dihasilkan di
dalamnya. Kemudian dikutip oleh Ibn Zaila.9
Karya lainya yang membahas tentang al-Fārābī adalah, Kalām filshir, isi
karya beliau membahas tentang ekpresi musik yang mengandung puisi bermakna
dan arti kata yang mendalam, yang membuat manusia semakin dekat dengan
Tuhan bukan malah sebaliknya.
Sedangkan buku sekunder atau pembantu dari buku utama adalah The
Music or Arabs. Karangan Habib Hasan Touma, (Daar El Mashreq, 1973). A
History of Arabian Music. Karangan Henry George Farmer (Burleigh Press,
1929). Sejarah Kesenian Islam. Karangan C. Israr (Bulan Bintang.1999). Sufisme
Islam , Karangan Wahid Bakash Rabbani (Sahara Publisher. 2004).
Teknik penulisan dalam skripsi ini disesuaikan dengan Pedoman Penulisan
Karya Ilmiah (Skripsi,Tesis, dan Disertasi) yang di terbitkan oleh Center fot
Quality Development and Assurance (CeQDA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Adapun penyusunan ini mengikuti translitasi yang digunakan oleh jurnal Ilmu
Ushuluddin, HIPIUS.
9
Henry George Farmer, The Sources of Arabian Music, (Scotland: Author, 1940)h. 36
11
F. Sistematika Penulisan
Susunan pembuatan skripsi ini agar lebih mudah di fahami penulis
membaginya menjadi lima bab, yakni bab I merupakan pendahuluan, yang akan
membahas Latar Belakang Masalah mengenai teori musik al-Fārābī yang
diaplikasikan oleh grup gambus el-syamwel, Rumusan Masalah, Tujuan dan
Manfaat Penelitian, Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian, dan Sistematika
penulisan. Penyusunan di lakukan dengan tujuan mempermudah penulis
memperdalam penelitian, pengaruh musik terhadap kejiwaan manusia menurut
Al-Fārābī studi kasus Musik Gambus el-Syamwel yang terletak di Cilandak
Jakarta Selatan.
Bab II, berisi tentang biografi dan kehidupan Al-Fārābī. Bab ini
menerangkan kisah perjalanan beliau yang selalu berkeliling dunia demi
mendapatkan Ilmu pengetahuan yang sebanyak-banyaknya. Kehidupan yang
selalu berpindah membuat beliau banyak menghasilkan karya yang luar biasa,
karya-karyanya dapat kita lihat dalam bidang apa saja.
bab III menjelaskan tentang pandangan al-Fārābī tentang musik, bab ini
menjelaskan tentang Pengertian Musik yang baik bagi kejiwaan manusia,
kemudian dilanjut dengan Jenis-jenis musik. Jenis musik yang dijelaskan
disesuaikan dengan keadaan jiwa masing-masing. Kemudian selanjutnya berisi
efek musik Pada Jiwa. Demi mencapai kesehatan jiwa al-Fārābī memberikan
suatu teori yang mudah digunakan untuk para pengguna musik yang hatinya sulit
dekat dengan Tuhan.
12
Bab VI berisi tentang sejarah perjalanan musik gambus el-syamwel. Pada
bab ini penulis memaparkan sejarah kebiasaan masyarakat Arab, menggunakan
musik yang sangat memprihatinkan sebelum Islam. Setelah Islam datang di Arab
masyarakat mulai mengenal musik secara baik dan benar. Hal ini diterapkan pula
oleh gambus el-syamwel dalam setiap penampilanya. Melanjutkan pembahasan
penulis juga mencantumkan karya-karya lagu musik gambus el-syamwel, karya
bermusik mereka sangat bermakna demi memperoleh keridhoan dan demi
sampainya salam untuk Nabi Muhammad. Selanjutnya adalah Konsep Musik elSyamwel. Konsep yang berisi aplikasi teori al-Fārābī yang digunakan oleh grup
ini berhasil mempesona siapapun yang mendengarkan. Serta mengkondisikan
keadaan jiwa masing-masing ke musik yang berbeda karakter.
Bab V, menerangkan kesimpulan yang dapat diambil, serta saran-saran dari
skripsi tentang pengaruh musik terhadap kejiwaan manusia menurut Al-Fārābī
studi kasus musik gambus el-syamwel yang berada di Cilandak Jakarta Selatan.
BAB II
BIOGRAFI AL-FĀRĀBĪ
A. Latar Belakang Kehidupan Al-Fārābī
Nama Al-Fārābī diambil dari nama Kota Farab yang tidak lain adalah
kota kelahirannya. Beliau dilahirkan pada tahun 257 H. atau sekitar 870 Masehi
di desa wasij, selatan Samarkand, Asia Tengah yang sekarang dikenal dengan
kota Atrar, Turki. Al-Fārābī mempunyai nama lain yaitu Abu Nāshr Ibnu Audāgh
Ibnu Thorkhān Al-Fārābī. Beliau terkadang juga disebut orang Turki karena
ayahnya yang berasal dari Iran menikah dengan wanita Turki. Ayahnya adalah
seorang jendral bernama ībnu Māhmud Al-Sāhruzī. Al-Fārābī dikenal dengan
pribadi yang rajin dan tekun belajar. Dalam berolah kata, tutur kata juga
dikuasainya dengan luar biasa. Sejarah mencatat beliau dapat berbicara dalam
tujuh puluh macam bahasa, akan tetapi yang paling ia kuasai betul adalah bahasa
Iran, Turki, dan Kurdistan.1
Setelah menguasai berbagai bahasa beliau melanjutkan untuk mempelajari
ilmu fiqih di Kota Bukhara. Bukhara juga disebut kota pusat intelektual. Kota ini
menganggap dirinya sebagai keturunan dari bangsa Persia. Kota ini di pimpin oleh
Nashr Ibnu Ahmad. Beliaulah yang telah memberikan kepercayaan kepada AlFārābī untuk menjadi qadhi. Kota lautan inilah awal mula dari pelajaran
1
H.A. Mustofa, Filsafat Islam, ( Bandung: Pustaka Setia, 2007), h. 126.
13
14
musiknya. Setelah lepas dari jabatan qadhi-nya al-Fārābī hijrah ke Merv untuk
mendalami logika Aristoteles dan filsafat.2
Untuk memulai karir pengetahuannya beliau hijrah dari negerinya ke kota
Baghdad, yang pada waktu itu disebut sebagai kota ilmu pengetahuan. Beliau
belajar di sana kurang lebih dua puluh tahun, beliau benar-benar memanfaatkan
waktu untuk menimba ilmu. Setelah lama belajar beliau mencoba pergi ke Harran
sebagai salah satu kota pusat kebudayaan Yunani di Asia Kecil. Akan tetapi tidak
begitu lama beliau kembali lagi ke Baghdad untuk mendalami kembali ilmu
pengetahuan seperti filsafat, dan ilmu mantiq. Karena kesungguhan beliau dalam
mendalami berbagai ilmu pengetahuan dalam hal ini beliau mendapat predikat
Guru Kedua. Maksud dari Guru Kedua ini karena beliau memasukan ilmu logika
ke dalam kebudayaan Arab yang mana keahilan ini sama dengan Aristoteles
sebagai Guru Pertama karena Aristoteles lah yang menemukan ilmu logika.3
Gelar guru kedua ini juga diberikan oleh ahli-ahli filsafat Islam karena
jasanya dalam lapangan ilmu logikanya. Al-Fārābī telah membicarakan berbagai
sistem logika menunjukkan bagian-bagian yang penting untuk membentuk
pikiran, baik secara deduktif maupun secara induktif. Sehingga dapat dipahami
oleh pembaca-pembaca dalam bahasa Arab. Setelah membuat sistem logika alFārābī juga menafsirkan apa yang tersembunyi di dalamnya, membuka cadarcadar yang menutup rahasianya, kemudian diolah menjadi lebih mudah, dipilih
mana yang perlu untuk digunakan, terakhir ditulisnya dalam buku dengan susunan
2
Ibrahim Madzkoer, Filsafat Islam Metode dan Penerapan (Yogyakarta: Rajawali
Press,1987), h. 29.
3
H.A. Mustofa, Filsafat Islam (Bandung: Pustaka Setia,2007), h. 126.
15
yang teratur. Makna lain dari predikat guru kedua yakni karena usahanya
meletakkan dasar ilmu musik. Jika Aristoteles dikenal sebagai guru pertama yang
mengenalkan ilmu logika, maka dalam bagian ini Al-Fārābī lah yang di katakan
sebagai guru pertama yang mengenalkan ilmu dasar musik. Sebagaimana telah
kita ketahui bahwa musik telah diperkenalkan oleh Al-Fārābī, adapun sedikit isi
dari apa yang beliau jelaskan mengenai penyempurnaan dari kekurangan yang
telah dibuat dari musik Pythagoras.4
Setelah meletakan berbagai ilmu pengetahuan beliau hijrah dari Baghdad
ke Damaskus karena kondisi politik yang memburuk. Kondisi keburukan ini
disebabkan oleh seorang jendral yang bernama Tuzun dari Daiman memasuki
Baghdad dan membunuh khalifah Mutaqqi pada tahun 329 H. atau sekitar 940 M.
Selama dua tahun tinggal di Damaskus, saat siang hari beliau bekerja menjadi
tukang kebun dan saat malam hari beliau membaca lalu menulis karya-karya
falsafah. Sekian lama di Damaskus beliau sempat hijrah ke Mesir, lalu kembali
lagi ke Damaskus tahun 949 M. Ketika tiba di Damaskus untuk yang kedua
kalinya beliau mendapatkan perlindungan dari putra mahkota penguasa baru kota
Siria yang bernama Saif al-Daulah. Sultan saif al-Daulah adalah raja yang sangat
baik kepada Al-Fārābī. Sultan Saif al-Daulah juga menjamin hidup al-Fārābī
dengan uang yang berlimpah. Akan tetapi al-Fārābī hanya mengambil empat
dirham saja untuk memenuhi hidupnya sebagai seorang failasuf yang zahid. Sifat
kesederhanaan inilah yang membuat Sultan sangat terkesan kepada-Nya. Selain
dari sifat kesederhanaan yang dimiliki al-Fārābī ada hal lai yang membuat Sultan
4
Oemar Amin Hoesin, Filsafat Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1959), h.89.
16
mengagguminya yaitu tidak lain karena ilmu pengetahuan dan kemampuannya
dalam bidang filsafat, musik serta kemampuan dalam berbagai bahasa. 5 Selama
tinggal di istana Sultan, beliau juga bertemu dengan para sastrawan, penyair, ahli
fiqih, kaum cendikiawan dan ahli bahasa lainnya. Kolaborasi antara para ilmuan
yang berbeda-beda membuat hubungan beliau semakin baik dan harmonis
begitupun juga hubungan baik selalu terjaga antara al-Fārābī dan sultan Saif, akan
tetapi hidup yang indah tidak selamanya abadi berjalan, tidak lama kemudian
beliau sakit dan wafat pada tahun 339 H. atau 941 M. pada usia 80 tahun.6
C. Karya Karya Al-Fārābī
Berdasarkan dari hasil penelusuran para penulis Abad Pertengahan tentang
karya al-Fārābī, produk filsafatnya amat banyak sekali ada sekitar ratusan yang
telah ditulis, akan tetapi hanya sebagian kecil saja yang dapat diselamatkan.
Banyak di antara karya-karya ini yang baru belakangan tersedia dalam edisi
modern sehingga interpretasi atas tulisan al-Fārābī terus mengalami revisi.7
Pada Abad Pertengahan al-Fārābī menjadi sangat terkenal sehingga orangorang Yahudi banyak yang mempelajari karya-karya beliau dan di salin ke dalam
bahasa Ibrani. Hingga saat ini salinan tersebut masih tersimpan di perpustakaan
5
Abdul Aziz Dahlan, Pemikiran Falsafi dalam Islam (Jakarta:Djambatan,2003), h. 60.
6
Ahmad Fuad Al-Ahwani, Filsafat Islam, Team Penerjemah Pustaka Firdaus,
(Jakarta:Pustaka Firdaus,2004), h. 74.
7
Sayyed Hossein Nasr, Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam, Team Penerjemah Mizan,
(Bandung: Mizan, 2001) h. 222.
17
perpustakaan Eropa. Ada yang langsung di salin ke dalam bahasa Arab atau
bahasa lain.8
Al-Fārābī memberikan kontribusi cukup untuk ilmu pengetahuan seperti,
falsafah, logika, sosiologi, kedokteran, matematika dan musik tahun 942 M.
Kontribusi besar tampaknya dalam filsafat, logika dan sosiologi, yang sekarang
tersusun dalam sebuah ensiklopedi. Selain belajar berbagai ilmu pengetahuan
yang telah dijelaskan ternyata beliau juga menggeluti masalah moral, politik dan
psikologi. Beliau juga memperhatikan tingkah laku individu dan serius mengatur
urusan kemasyarakatan. Pengetahuan ini menjadi penting karena menurutnya
manusia akan mencapai kebahagiaan jika mereka melakukan hal-hal yang terpuji
dalam kehidupan mereka.9
1. Falsafah Emanasi
Al-Fārābī mengatakan bahwa falsafah tidak boleh dibocorkan dan sampai
ke tangan orang awam. Orang awam tidak boleh mengetahui semua hal yang di
ketahui oleh seorang failasuf, hal ini dilakukan karna di khawatirkan terjadi
kesalahfahaman ber fikir. Oleh sebab itu failasuf-failasuf harus menuliskan
pendapat-pendapat dari hasil pemikiran mereka sendiri dalam bahasa yang gelap,
agar tidak dapat di ketahui oleh sembarangan orang dengan demikian iman serta
keyakinan tidak menjadi kacau. Beliau juga menyatakan bahwa Agama dan
falsafah tidak bertentangan, malahan dapat membawa kepada kebenaran. Falsafah
8
Thawil Ahkyar Dasoeki, Sebuah Komplikasi Filsafat Islam, (Semarang: Dina Utama
Semarang, 1993), h.27.
9
231.
Ibrahim Madzkour, Aliran dan Teori Filsafat Islam, (Jakarta: Bumi Aksara,1995), h.
18
dan Agama dapat berjalan seiring saling menguatkan satu sama lain. Salah satu
contoh yang dapat dijelaskan seperti dunia dan seluruh isinya. Sesuatu yang ada di
dunia menjadi cerminan Tuhan untuk menyadarakan manusia bahwa seluruh
makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan yang satu. Cara mempercayai bahwa Tuhan
itu satu ada sebuah rumusan yang disebut falsafah emanasi. Falsafah emanasi
mencoba menjelaskan bagaimana yang banyak timbul dari yang satu. Tuhan tidak
berubah, jauh dari materi, jauh dari arti banyak, maha sempurna dan tidak berhajat
pada siapapun. Sebab inilah yang membuat al-Fārābī mengatakan bahwa alam
terjadi melalui emanasi. Tuhan sebagai akal pertama, berpikir tentang dirinya dan
dari pemikiran suatu keadaan lain. Tuhan merupakan wujud pertama yang disebut
akal pertama yang tidak bersifat materi, wujud kedua berpikir tentang wujud
pertama dan dari itulah timbul wujud ketiga, disebut akal kedua. Wujud kedua
atau disebut akal pertama berfikir tentang dirinya itu di ibaratkan sebagai langit
pertama. Wujud ketiga di contohkan sebagai akal kedua ibarat bintang-bintang
yang bertaburan di langit. Wujud akal ke empat atau disebut akal ketiga di
ibaratkan sebagai planet saturnus. Wujud ke lima atau akal ke empat memikirkan
dirinya sebagai planet jupiter. Wujud ke enam atau akal ke lima memikirkan
dirinya sebagai planet mars. Wujud ke tujuh atau akal ke enam memikirkan
dirinya sebagai matahari yang menyinari bumi. Wujud ke delapan atau akal ke
tujuh memikirkan dirinya sebagai planet venus. Wujud ke sembilan atau akal ke
delapan memikirkan dirinya sebagai planet merkuri. Wujud ke sepuluh atau akal
ke sembilan memikirkan tentang dirinya sebagai bulan. Pada pemikiran wujud ke
sebelas atau akal ke sepuluh berhentilah proses kejadian akal-akal. Pada akal ke
19
sepuluh timbulah bumi yang di barengi dengan roh-roh dan materi yang menjadi
dasar dari ke empat unsur elemen yaitu api, udara, air, dan tanah. Jadi pada
akhirnya ada sepuluh akal dan sembilan langit yang kekal berputar di sekitar
bumi. Akal ke sepuluh mengatur dunia yang di tempati manusia ini. 10
2. Falsafah Kenabian
Akal yang ke sepuluh itu dapat di samakan dengan malaikat dalam faham
Islam.
Failasuf-failasuf
dapat
mengetahui
hakikat-hakikat
karena
dapat
berkomunikasi dengan akal ke sepuluh. Nabi dan Rasul dapat menerima wahyu
karena mempunyai kelebihan menerima wahyu dan punya kesanggupan untuk
mengadakan komunikasi dengan akal ke sepuluh. Tetapi kedudukan Nabi dan
Rasul itu lebih tinggi dari failasuf. Nabi dan Rasul adalah makhluk pilihan yang
kemampuan berkomunikasi dengan akal ke sepuluh terjadi karena di berikan
kelebihan tersendiri oleh Tuhan, bukan dengan usaha sendiri baru bisa
berkomunikasi dengan Tuhan. Namun jika seorang failasuf ingin mengadakan
komunikasi semacam ini harus melakukan usaha dengan latihan kontemplasi.
Komunikasi yang dilakukan dengan akal ke sepuluh di lakukan melalui akal
tertinggi. Sedangkan Nabi tidak perlu memperoleh macam macam tingkatan
seperti akal tertinggi. Nabi dapat berkomunikasi secara langsung karena tidak
menggunakan akal akan tetapi Nabi melakukan kontak melalui daya imajinasi.
Daya imajinasi tinggi memang sengaja diberikan untuk Nabi tanpa harus
melakukan latihan-latihan khusus seperti yang dilakukan para failasuf. Daya
imajinasi ini juga berfungsi menjauhkan nabi dari pengaruh-pengaruh panca indra
10
27-28.
Harun Nasution, Falsafat Mistisisme dalam Islam, (Jakarta: Bulan Bintang,1992), h.
20
dan tuntutan-tuntutan badan. Sehingga beliau dapat memusatkan perhatian dan
mengadakan hubungan dengan akal kesepuluh. Inilah yang menjadi perbedaan
antara kemampuan failasuf dan Nabi dalam memperoleh pengetahuan mereka.
Pengetahuan yang didapatkan dengan cara yang berbeda akan tetapi tetap pada
satu tujuan yaitu akal ke sepuluh. 11
3. Āl-Jām’ū Bāinā Rājai āl-Hākimāin ( mempersatukan pendapat kedua failasuf
yaitu Plato dan Aristoteles)
Falsafah al-Fārābī merupakan sesuatu intelektual dalam bentuk kongkrit
dari apa yang disebut falsafah pemanduan. Sebagai ciri yang sangat menonjol dari
falsafah Islam. Pemikirannya merupakan pemanduan Falsafah Aristoteles-Plato
dan Neo-Platonisme dengan pemikiran Islam yang bercorak aliran Syiah
Imamiyyah. Dalam ilmu logika dan fisika, beliau di pengaruhi oleh Aristoteles,
dalam masalah akhlak dan politik, beliau di pengaruhi oleh Plato. Sebenarnya
upaya pemaduan ini sudah lama dimulai sebelum Al-Fārābī muncul dan telah
mendapat pengaruh yang luas di lapangan falsafah terutama sejak munculnya
aliran Neo-Platonisme akan tetapi beliau berusaha memperluas literatur ilmu
pengetahuan keduanya karena ini bukan saja mempertemukan aneka aliran
falsafah yang bermacam-macam, tetapi beliau berusaha meyakinkan siapa saja
bahwa aliran-aliran tersebut pada hakikatnya hanya mencari kebenaran, meskipun
berbeda corak ragamnya. Kebenaran yang satu berasal dari suatu pemikiran,
sedangkan perbedaan pendapat hanyalah pada lahirnya saja tidak pada hakikat.
11
Harun Nasution, Falsafat Mistisisme dalam Islam, h.20
21
Perbedaan sudut pandang yang terjadi bukan semata-mata mengambil dari hasil
pemikiran pribadi. Segala hal yang terlahir menggunakan pendapat dan pedoman
yang bersumber dari sumber yang sama.12
4. Tashil Asāa’dah (Mencari Kebahagiaan)
Kebahagiaan itu adalah kesabaran jiwa manusia dalam mencapai
kesempurnaan wujud dirinya yang tidak butuh materi suatu kesabaran terhadap
benda-benda yang sama sekali tidak terlibat materi intinya adalah kebebasan dari
ikatan materi-materi.13 Menurut beliau kebahagiaan itu mengandung kelezatan.
Sedangkan kelezatan terbagi menjadi dua. Ada kelezatan jasmani dan kelezatan
akal, atau rasa nikmat yang dirasakan akal. Menurut beliau kelezatan jasmani
mudah didapat akan tetapi mudah pula hilang, berbeda dengan kelezatan akal
yang sifatnya awet dan merupakan tujuan hakiki manusia karena akal adalah
hakikat jiwa manusia. Tidak mudah mendapatkan kelezatan akal karena harus
dikembangan dengan sifat-sifat baik pada jiwa, seperti mengembangkan dengan
baik daya pikir, kemapuan membedakan dan kemauan keras.14
5. ūjunul-Māsāil (Pokok-Pokok Persoalan)
Pokok persoalan yang di maksud mengenai cara mengetahui jalan keluar
untuk memecahkan suatu permasalahan yang ada. Persoalan-persoalan di ciptakan
12
Ahmad Daudy, Kuliah Filsafat Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1986), h. 14.
13
Thawil Ahkyar Dasoeki, Sebuah Komplikasi Filsafat Islam, (Semarang: Dina Utama
Semarang, 1993), h. 30.
14
Abdul Aziz Dahlan, Pemikiran Falsafi dalam Islam, (Jakarta: Djambatan, 2003), h. 75.
22
demi terbentuknya sebuah jawaban yang nantinya akan menjadi sebuah solusi.
Bisa dikatakan seperti solusi permasalahan politik yang hanya berputar-putar di
tempat saja, bisa permasalahan ekonomi yang sirkulasinya terkadang naik dan
turun, bisa juga mengenai permasalahan sosial tentang bagaimana menangani
masyarakat agar dapat hidup damai dan tentram. Banyak hal yang dapat kita
lakukan dari adanya pokok persoalan yang terjadi.
6. Al-Mādināh Fādilāh ( Pikiran-Pikiran Penduduk Kota Utama)
Al-Fārābī berpendapat negara yang bodoh itu memiliki beberapa ciri,
pertama yaitu: negara yang penduduknya hanya memperoleh minuman dan
kebutuhan hidup seperti makan, dan juga tempat tinggal. Mereka tidak
memikirkan hal-hal lain yang lebih penting dari kedua hal tersebut, bagi mereka
jika sudah makan dan punya tempat untuk berteduh adalah hal yang sudah cukup
untuk
kelangsungan
hidup
selanjutnya.
Kedua,
negara
kapitalis
yang
penduduknya hanya memikirkan harta kekayaan harta benda. bagi kelompok ini
hidup tidak cukup hanya sampai di ranah mendapatkan makanan dan tempat
tinggal saja, akan tetapi mengumpulkan uang yang banyak merupakan kebutuhan
yang sangat dan paling penting demi terwujudnya kehidupan yang diinginkan
dengan uang manusia bisa melakukan apa saja tanpa memikirkan hal yang lainya.
Ketiga, negara gila hormat yang mementingkan kekejian dan foya-foya.
Kehormatan yang di agungkan mengesampingkan hidup orang lain yang berbeda
dengan dirinya adalah hal yang sangat tercela. Berbahagia di atas penderitaan
orang lain, seperti hidup dalam kemewahan sedangkan orang lain kesusahan dan
23
memerlukan bantuan. Kelima, negara hawa nafsu yaitu negara yang penduduknya
merdeka melalui keinginanya masing-masing. Hal ini adalah hal yang laing
berbahaya jika dibandingkan dengan jenis negara yang ada diatas. Penyebabnya
karna manusia sudah tidak lagi mementingkan, moral, hukum, bahkan bisa jadi
agamapun ikut terkorbankan. Manusia hanya sibuk melakukan apa yang mereka
inginkan, mengikuti hawa nafsu untuk berbuat yang tidak baik.15
Konsep negara ini berasal dari Plato yang mempersamakan negara dengan
tubuh manusia. Negara utama adalah serupa dengan badan yang sempurna
sehatnya. Seluruh anggotanya saling bekerja sama untuk membantu dan
menyempurnakan serta memelihara hidupnya. Hati adalah anggota pengendali
demikian halnya negara terdapat seorang kepala sebagai pemimpin. Pekerjaan
yang terpenting adalah pekerjaan kepala masyarakat. Yang dalam hidup manusia
serupa dengan pekerjaan akal. Setelah akal barulah anggota badan saling melayani
begitu juga dalam negara terdapat warga negara yang saling membantu. Badan itu
membentuk sebuah satu kesatuan yang saling berkaitan dan di atur menurut
tingkat kadar kepentingan. Kepala negara disini mempunyai ciri-ciri yang harus
dimiliki yaitu, sehat anggotanya, baik pemahaman dan pemikiran serta hafal akan
apa yang diketahui, cerdas, berbahasa baik, mencintai ilmu pengetahuan, tidak
rakus kepada makan, minum, mencintai kebenaran dan membenci kebohongan,
berjiwa besar mencintai kemuliaan, tidak tamak pada harta, mencintai keadilan,
membenci kezaliman, kuat cita-cita tidak penakut dan tidak lemah mental, adil
dan tidak mempimpin secara ambisius. Sebaik-baiknya kepala negara adalah Nabi
15
Poerwantana, Seluk Beluk Filsafat Islam, (Salatiga, CV Rosda, 1997), h.140.
24
dan Rasul. Tugas kepala negara bukan hanya mengatur negara, akan tetapi
mendidik manusia mempunyai akhlak yang baik. Kepala seperti inilah yang yang
dapat mengadakan peraturan-peraturan yang baik dan berfaedah bagi masyarakat,
sehingga
masyarakat
menjadi
makmur
dan
anggota-anggotanya
dapat
memperoleh kesenangan.16 Manusia yang bersifat sosial, tak dapat hidup sendiri.
Kesenangan manusia dapat dicapai hanya dengan hidup bermasyarakat dan
berkerjasama demi kepentingan bersama. Jiwa yang kekal adalah jiwa fadilah.
Jiwa fadilah adalah jiwa-jiwa yang berbuat baik dan dapat melepaskan diri dari
ikatan jasmani. Jiwa yang telah lepas dari ikatan jasmani tidak akan hancur seperti
hancurnya badan setelah mati.17
7. Ihsaul Ulum ( Statistika Ilmu)
Statistika ilmu membicarakan macam-macam ilmu dan bagian-bagianya.
Mulai dari ilmu bahasa atau ilmu lisan, ilmu mantiq, ilmu matematika, ilmu fisika,
ilmu ketuhanan, ilmu kekotaan, ilmu fiqih, dan ilmu kalam. Sebenarnya ilmu
tersebut telah ditemukan oleh orang sebelumnya. Hanya saja Al-Fārābī
menambahkan dua cabang, yaitu fiqih dan kalam sebagai ilmu keislaman yang
mendapatkan perhatian besar pada masanya. Pelajaran ilmu fiqih dan kalam
sangat penting untuk mengetahui tata cara menyembah tuhan. 18
8. Aghradu Kītabī ma Bāda at-Thabiāh ( Intisari Buku Metafisika)
Masalah hubungan yang esa dengan alam yang pluralis ini merupakan
masalah falsafi yang telah menjadi tema pembahasan utama dalam kalangan
16
17
h.22
18
Ahmad Daudy, Kuliah Filsafat Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1986), h.52.
Harun Nasution, Falsafat dan Mistisme dalam Islam, (Jakarta, Bulan Bintang, 2014),
Poerwantana, Seluk Beluk Filsafat Islam (Salatiga,CV Rosda,1997), h. 135
25
failasuf Yunani. Masalah ini juga telah menduduki tempat yang khusus dalam
pemikiran failasuf Islam. Dalam falsafah Yunani problema ini dibahas dalam
tingkat fisika, sedangkan dalam falsafah Neo-Platonisme dan Islam dikaji dalam
suatu problema keagamaan. Cara dan tujuannya pun tidak sama, dalam mazhab
Neo-Platonisme dan falsafah Islam, tujuan pembahasan metafisika adalah untuk
membangun suatu sistem alam semesta yang dapat memadukan ajaran agama
dengan tuntunan akal. Sistem yang semacam ini merupakan titik berangkat atau
dasar utama dalam membangun falsafah seluruhnya.19
9. Al-siyāsah al-Madaniyah ( Politik Sosial)
Masyarakat yang sempurna bila dilihat dari besar-kecilnya
yaitu jika
sudah lengkap bagian-bagianya untuk bekerja sama memenuhi kebutuhan negara
dan dapat membentuk masyarakat kota. Bangsa dan masyarakat yang terbesar
terdiri dari beberapa bangsa besar bersatu dan dapat bekerja sama. Sebuah kota
dapat dikatakan kota utama apabila mengenal kebenaran dan keutamaan berkerja
sama itu. Masyarakat hidup sesuai dengan tuntunan kebenaran dan keutamaan
dengan demikian meraka akan hidup bahagia di dunia dan kebahagiaan jiwa
mereka berlanjut ke akherat. Aturan-aturan penting dibuat demi mengatur
kesejahteraan hidup manusia dimasyarakat. Masyarakat yang banyak dan luas
akan hidup tentram dan damai tanpa menghawatirkan tentang apa yang akan
terjadi nantinya. 20
19
Ahmad Daudy, Kuliah Filsafat Islam, h. 33.
20
Abdul Aziz Dahlan, Pemikiran Falsafi dalam Islam (Jakarta: Djambatan, 2003), h.37.
26
10. Mūsīq Al-Kabīr (Musik Besar)
Al-Fārābī telah mengarang ilmu musik dalam lima bagian. teorinya
tentang harmoni membicarakan tentang estetika dan harganya. Seorang sarjana
Barat yang bernama Sarton telah menerbitkan buku yang berjudul Introduction
to the History of Science, yang mengatakan bahwa Al-Fārābī mempunyai
pengetahuan tentang musik dan telah mengetahui tentang adanya mayor ketiga
4:5 dan minor ketiga 5:6 sebagai konsonansi. Selanjutnya al-Fārābī mengatakan
manusia itu adalah kekuatan berakal dengan akal tersebut ia memperoleh
kecerdasanya membedakan antara yang baik dan buruk, antara cantik dan jelek.
Dengan akal itulah manusia memperoleh seni dan pengetahuan. Setelah
mengetahui dan membedakan antara yang baik dan buruk, cantik dan tidak, manis
dan pahit, hitam dan putih, jauh dan dekat, sakit dan sembuh akal telah mengenali
hidup yang indah. Pengalaman yang di alamai semakin lama membuat akal
semakin cerdas dan kaya. Kekayaan yang telah didapatkan tidak dapat dirasakan
bila hanya dikenal saja karena akal tidak dapat merasakan apa yang di namakan
kecerdasan. Oleh sebab itu untuk merasakan hal-hal yang terjadi akal
membutuhkan sesuatu yang bernama hati. Hati adalah alat pemikir yang
menerima perasaan setelah menghilang dari rasa. Kekuatan berpikir menguasai
seluruh perasaan yang menjadi penghubung antara kekuatan merasa dan kekuatan
memikir. Hal kecil nya adalah mimpi. Mimpi
di terangkan sebagai operasi
perasaan. Kekuatan imajinasi manusia saat bermimpi dapat menggambarkan apa
yang tidak pernah ia gambarkan sebelumnya. Bisa di katakan imajinasi
menyampaikan informasi tentang hal baru. Manusia mengaplikasikan sesuatu
27
yang baru karena mendapatkan informasi dari imajinasi. Lewat perasaan yang
ujungnya adalah sebuah keinginan berkesplorasi menjadi sebuah tujuaan. Bisa
dikatakan juga imajinasi saat bermimpi adalah pengalaman yang pernah kita
lakukan di masa lalu. Biasanya pengalaman masa lalu yang dialami jarang sekali
terbawa dalam mimpi. Mimpi yang dialami terkadang pengalaman yang baru
yang akan terjadi di masa depan.
Penjelasan di atas merupakan salah satu contoh dari hasil imajinasi mimpi.
Berbeda halnya dengan imajinasi saat bermusik. Menciptakan musik yang bagus
tidak akan tercapai jika hati tidak dapat merasakan kecerdasan yang di peroleh
dari akal. Kecerdasan bermusik timbul karna dorongan perasaan ingin
mengutarakan suatu yang telah dialamai oleh seseorang dengan maksud agar
tujuan yang disampaikan bisa di rasakan untuk orang yang di tuju. Jadi bisa kita
lihat perbedaan antara kedua pengertian tentang imajinasi tersebut. Tidak mudah
memang mengutarakan maksud yang kita ingin sampaikan agar bisa di terima
baik oleh sang tertuju. Tapi dengan ketulusan dan semangat jiwa yang membara
mampu mengubah segala keraguan yang timbul.21
21
Oemar Amin Hoesin, Filsafat Islam (Jakarta:Bulan Bintang,1959), h. 90.
BAB III
PANDANGAN AL -FĀRĀBĪ TENTANG MUSIK
A. Pengertian Musik
Musik adalah hasil kreasi dari susunan lagu dan suara. Ia merupakan
hubungan dari pembentukan irama sesuai dengan ukuran jenis yang telah dihitung
ukuran rendah tingginya nada. Pada dasarnya musik adalah hal naluri manusia
yang diciptakan karena kebutuhan dan kesenangan batin terhadapnya. Dengan
mengeluarkan lagu dari sisi-sisi yang beragam ketika ia terketuk ke dalam jiwa,
jiwa merasa adanya kenikmatan yang berdampak pada kesehatan dan ketenangan
saat terjadi ketukan, jika sebaliknya maka jiwa merasa gelisah dan sakit karena
hilangnya makna-makna di dalam syair-syair yang mengiringinya.1
Komposisi susunan musik yang mengandung makna baik dan benar akan
membuat jiwa manusia semakin tentram dan damai, untuk menumbuhkan
ketenteraman jiwa, penanganan yang tepat jiwa harus di arahkan dengan sederet
kata dan syair bermakna yang menyentuh hati, karena keindahan suatu karya
adalah tercurahnya suatu perasaan yang ditumpahkan dalam sebuah syair yang
baik.2 Inilah saat yang tepat dan waktu yang sangat mudah untuk lebih dekat
dengan Tuhan karena jiwa telah mendapatkan kedamaiannya sehingga mudah
sampai kepada hal yang suci. Perkataan-perkataan atau syair yang baik akan
1
Al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr (Cairo: Dār al-Kutub), h.11.
Team Penyusun Sejarah Kebudayaan Islam, Sejarah Kebudayaan Islam, (Ujung
Pandang,Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi IAIN ALAUDDIN, 1982),hal. 176.
2
28
29
menambah pesona musik yang mengikutinya. Akan tetapi syair pada masa awal
Islam tidak dapat perhatian dari siapapun pada zamannya. Zaman Arab sebelum
Islam status syair belum dapat digunakan karena di anggap sebagai hal yang ilegal
dan tidak layak untuk digunakan. masyarakat di zaman tersebut bukan hanya di
sibukan dengan masalah politik yang rumit, tetapi juga menganggap bahwa syair
musik akan membawa dampak negatif dan merusak akhlak bagi setiap orang yang
mendengarkan musik.
Orang Arab menganggap musik tidak berguna sama sekali, tidak akan
berpengaruh dengan apapun. Hal yang akan timbul jika mendengarkan musik
justru hanya kekacauan dan kerusakan yang akan memicu perselisihan antara
umat manusia. Begitulah gambaran musik yang di yakini masyarakat Arab
kebanyakan. Walaupun demikian di balik situasi keadaan yang tidak
memungkinkan untuk mengenalkan musik ada seorang penyair yang punya jiwa
membara mengenalkan musik pada masyarakat demi menghancurkan dogma
lama, yang mengatakan bahwa musik itu buruk dan tidak bermanfaat. Beliau
menciptakan suatu karya seni yang berasal dari syair biasa akan tetapi diperindah
dengan alunan suara musik.
Beliau tidak pernah menyerah meyakinkan hati masyarakat yang telah
tertutup oleh keyakinan lama. Demi bangkitnya semangat bermusik yang
dianggap merusak menjadi suatu hal yang menyenangkan dan sebenarnya
memiliki berbagai manfaat yang dibutuhkan banyak orang di dunia. Beliau berani
mengatakan demikian dan sangat bersikeras membangun kepercayaan bermusik
30
karena satu alasan yang penting yakni, musik itu baik jika memiliki syair yang
isinya manfaat dan hanya memohon untuk kebaikan apalagi tujuanya berdoa
kepada Tuhan demi mengharap keridhoanya. Pada dasarnya syair puji-pujian di
dapatkan melalui renungan yang khusuk agar manusia tidak salah mengenal
Tuhan dan Rasul. 3
Seiring berjalannya waktu karena usaha yang dilakukan sang pahlawan ini
serta dukungan dari para pembela syair musik, pada akhirnya keadaan
menemukan titik terang. Salah satu pembelanya bernama Hasan bin Tsabit.
Menurut Hasan bin Tsabit tidak ada dalil yang akurat mengenai larangan yang
jelas tentang pembuatan syair yang ada karena syair yang digunakan adalah jenis
syair yang baik berisi pujian kepada rasulullah SAW.4 Pujian disampaikan untuk
Nabi sudah pasti mengandung unsur kebaikan yang mana membawa seni musik
bersyair pujian Nabi ini membawa pengaruh besar yang berdampak baik untuk
kemakmuran bangsa Arab. Kebaikan musik dengan syair ini dapat kita dengarkan
dalam qasidah dari pencipta yang sangat mencintai Nabi.5
Musik Qasidah bisa disebut juga sebagai irama curahan hati atau musik vokal.
Musik vokal bernama Qasidah adalah curahan hati seorang hamba yang
merindukan hal yang di rindukan. Musik qasidah memberikan nuansa panggilan
hamba atau rintihan hati yang berharap kerinduanya akan sampai terdengar oleh
Tuhan-Nya. Kerinduan yang dirasakan begitu dahsyat berbeda dengan rindu yang
407 .
3
Al-Fārābī, Madkhal al-Mūsīqī,(Cairo: Dār al-Kutub). h.28.
4
Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta, Kalam Mulia,2003), Hal.
5
Al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr (Cairo: Dār al-Kutub), hal.33
31
dirasakan kepada manusia. Harapan yang tercurahkan tidak akan pernah
merugikan karena hanya kepada Tuhanlah sebaik-baiknya tempat berharap.
Melihat dari sisi lain musik Qasidah mempunyai saudara-saudara yang bernama,
qitāh atau bisa juga disebut sebagai lagu perpecahan. Lagu perpecahan di artikan
sebagai lagu mengundang perasaan sakit hati, kecewa, merana, gelisah, risih,
tidak tenang menjalani hidup, kegagalan hidup, kesukaran, kesialan dan lain
semacamnya.
Pengalaman hidup seperti kekecewaan terhadap sesama manusia yang
disebabkan karena suatu hal yang terjadi dalam kehidupannya. Kecewa yang di
rasakan timbul karena salah satu dari mereka merasa adanya ketidak adilan dalam
hidup mereka sehingga kecewa yang di rasakan ia curahkan kedalam sebuah lagu.
Begitupun dengan kegagalan, kegagalan yang dirasakan oleh seorang karna tidak
mencapai cita-cita yang di impikan sejak sekian lama membuat hatinya merasa
terpukul dan hilang semangat yang dahulu pernah berkobar, demi terwujudnya
cita-cita yang diimpikan, harus hilang termakan kenangan yang harus ia lupakan.
Pada akhirnya jiwa sulit kembali normal seperti biasanya dan memerlukan banyak
waktu untuk mengembalikan keadaan sebelum ia merasa terpukul.6
Selanjutnya Ghāzal jenis musik yang bercerita tentang kisah cinta. Kisah
cinta romantis pasti di sukai setiap orang. Orang beraneka suku bangsa di
manapun letaknya pasti pernah merasakan cinta. Mencintai dan di cintai adalah
hal yang indah dan memiliki pesona tersendiri bagi tiap-tiap insan yang hidup dan
6
Team Penyusun Sejarah Kebudayaan Islam, Sejarah Kebudayaan Islam, (Ujung
Pandang,Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi IAIN ALAUDDIN, 1982), hal.88.
32
bernafas. Merasakan cinta dan menjaga cinta agar tetap bersemi sepanjang masa
memerlukan sebuah perjuangan pula jika tidak ingin berujung pada kekecewaan.
Kisah cinta itu banyak sekali macamnya, tidak semua kisah cinta itu berujung
pada kebahagiaan tetapi ada juga yang berujung tragis, mengerikan bahkan ada
juga cerita cinta yang sangat mengharukan. Salah satu contoh kisah cinta berujung
manis seperti perjalanan cinta yang pada awalnya tidak saling mengenal, jadi
mengenal satu sama lain. Setelah mengenal timbulah perasaan ingin tahu lebih
dalam tentang pasangan yang sedang kita sukai.
Setelah mengetahui apa yang kita inginkan kita terus menjalani hidup
bersamanya, menghabiskan hari-hari dengan dia dan pada akhirnya menikah dan
hidup bahagia. Cerita cinta yang menyedihkan adalah ketika seorang yang kita
cintai pergi dan mati sebelum kita menyampaikan kerinduan padanya. Salah satu
contohnya seperti kisah Laila Majnun yang amat sangat bersedih karena di tinggal
mati oleh kekasih yang sangat dicintainya. Berpuluh-puluh kilo jauhnya ia
berjalan, melewati berbagai macam rintangan.7
Selanjutnya adalah irama musik mādah atau yang di sebut lagu keindahan.
Lagu keindahan pengumpamaan dari salah satu contoh fenomena alam yang
indah. Menyadari bahwa alam semesta ini memiliki sisi keindahan yang
menakjubkan. Bisa berasal dari ekosistem alam yang menyejukan, suasana
pegunungan yang sejuk, keindahan panorama sungai yang jernih, hamparan
ladang padi yang tumbuh hijau subuh disebuah pedesaan sangat menyegarkan
7
72.
Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta, Kalam Mulia,2003), Hal.
33
mata dan membuat hati bahagia. Contoh kedua seperti cuaca. Cuaca dan iklim
suatu negara berbeda-beda keadaanya. Misalnya saja negara Indonesia memiliki
iklim tropis yang tidak terlalu ekstrim. Tetapi di bagian negara lain seperti Kanada
justru memiliki musim yang ekstrim. Betapa dinginnya saat salju turun menutupi
atap rumah. Terakhir adalah keindahan langit dan benda-bendanya. Peredaran
bumi dan benda-beda langit lainya merupakan sebuah perputaran yang sudah
teratur dan tidak akan berbenturan antara satu dan yang lainnya.
Inilah kemaha besaran Tuhan yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun.
Fenomena alam langit terkadang menimbulkan warna warna indah saat terjadinya
pelangi, matahari terbenam menjadi kemerahan, dan malam yang diterangi oleh
sinar bulan ditemani bintang-bintang yang bertaburan menghiasi gelapnya malam.
Saat menciptakan sebuah karya seni juga bisa disebut sebagai keindahan.
Keindahan lukisan yang berupa kaligrafi indah bertabur ayat Al-Quran sangat
indah jika dipandang mata. Akan tetapi yang akan penulis bahas di sini hanyalah
jenis musik Qasidah yang berisi curahan hati seorang hamba yang merindukan
kasih sayang Tuhan. Kasih sayang keridhoanya menjadi hal penting yang harus
manusia dapatkan untuk menjalani hidup yang lebih baik.8
Salah satu sumber terciptanya irama musik qasidah dan gambus, serta seni
membaca al-Quran dengan nada berawal dari lantunan pertama yang disemarakan
oleh Bilal bin Rabbah ketika beliau mengumandangkan azan di zaman Nabi
Muhammad Saw. Berkembang dari satu jenis nada atau biasa disebut māqām
8
Team Penyusun Sejarah Kebudayaan Islam, Sejarah Kebudayaan Islam, (Ujung
Pandang,Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi IAIN ALAUDDIN, 1982), hal.90.
34
yang ada maka terciptalah māqām- māqām lain dan beragam jenisnya.9 Māqām
adalah jenis irama khusus yang mempunyai tehnik yang berkarakter yang tidak
akan berpindah dan berubah seiring berjalannya waktu. Satu buah nada irama dari
māqām sudah memiliki satu karakter yang tidak bisa diubah kembali nadanadanya , jadi nada yang sudah mendapat nama telah menjadi satu kesatuan nada
yang tersusun sesuai dengan perhitungan dinamika iramanya.
Berbicara mengenai musik māqām penggunaan untuk nada qasidah dan
nada bacaan tajwid itu sangat berbeda dari jenis pemakaian dan jumlah yang
digunakan. Pemakaian māqām untuk musik qasidah, dan gambus lebih banyak
digunakan dan lebih banyak diaplikasikan ketimbang dengan māqām untuk seni
membaca Al-Quran.10
A. Jenis-Jenis Musik
Ābû Khālkhān mengatakan bahwa banyak jenis musik yang di gunakan
Āl-Fārābī. Āl-Fārābī bukan saja terkenal mahir dalam membuat alat musik, akan
tetapi juga mahir dalam membuat jenis musik.11 Jenis musik yang digunakanberbeda. Contohnya ada jenis musik yang membuat orang bahagia, senang, sedih,
merasa hatinya membara-bara, jatuh cinta dan yang paling penting adalah jatuh
dekat dengan sang pencipta. Mendekati sang pencipta yang agung perlu tata cara
untuk mendekatinya, salah satunya menggunakan irama musik. Irama musik yang
9
Team Penyusun Sejarah Kebudayaan Islam, Sejarah Kebudayaan Islam, hal.178
10
Habib Hasan Touma, The Music or Arabs, (Libanon, Daar El Mashreq, 1973), hal. 21.
11
Team Penyusun Sejarah Kebudayaan Islam, Sejarah Kebudayaan Islam, (Ujung
Pandang, Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi IAIN ALAUDDIN, 1982), hal.185.
35
yang akan membawa suasana gembira dan mengajak untuk selalu berfikir positif
adalah salah satu dari jenis musik yang telah diciptakan oleh Āl-Fārābī. Beliau
sangat berbakat dalam meyelaraskan segala macam perbedaan jenis musik satu
dengan jenis musik lainnya. Berikut penjelasan beberapa jenis musik yang ada.12
1. Māqām Rāst
Tangga nada di atas gambaran dari māqām Rāst. Māqām Rāst adalah nada
yang dapat membangkitkan perasaan kebebasan berpikir positif, kebanggaan hati,
kesehatan pikiran, dan maskulinitas. Pada māqām ini jiwa dapat merasakan
keceriaan hati yang tumbuh dari pikiran-pikiran positif kemudian mestimulasi
otak sehingga membuat suasana menjadi tenang, nyaman dan damai. Māqām Rāst
membuat hati tenang karena di susun memang untuk menenangkan hati.
Penyembuh untuk jiwa sakit agar kembali bersemangat.13
2. Māqām Bāyātī
Māqām Bāyātī adalah jenis nada yang menumbuhkan rasa suka-cita dalam
jiwa, menimbulkan kebahagiaan, imajinasi dengan perasaan jiwa yang tenteram
akan memicu hati menjadi lapang serta berbahagian ketika sedang mengalami
12
13
Habib Hasan Touma, The Music or Arabs, (Libanon, Daar El Mashreq,1973), hal.111.
Al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr (Cairo: Dār al-Kutub), hal.16.
36
momen yang menyenangkan hati. Ini adalah māqām wajib yang selalu digunakan
dalam tradisi musik Arab dari zaman dahulu hingga sampai detik ini. Kecerian
dan keistimewaanya yang membuat jiwa tenteram dan damai selalu menjadi
andalan dalam irama musik ini. Tidak heran jika māqām ini juga sering
digunakan dalam pembacaan lantunan ayat suci Al-Quran. Jenis musik ini
merupakan sebuah karya yang menjadi curahan jiwa saat bahagia dalam
kehidupannya.14
3. Māqām Sīkāh
Māqām ini adalah salah satu māqām yang sering di gunakan jika
seseorang sedang jatuh cinta. Karakternya yang khas membuat masyarakat Arab
sangat sering menggunakan jenis māqām ini, selain musik yang dihasilkan sangat
indah, syair cinta yang dihasilkan dari perasaan jiwa jatuh cinta ini dapat dengan
mudah kita mengerti. Jiwa-jiwa yang haus akan cinta kasih sang maha kuasa akan
mudah di dapatkan dengan cara mendekatkan diri kepada-Nya dengan menjauhi
segala laranganya dan mematuhi segala yang Tuhan perintahkan. Irama ini dapat
mengantarkan kepada jiwa yang rindu akan kasih sayang Allah karena telah lama
jiwanya sepi terbengkalai termakan zaman.15
14
Al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr (Cairo: Dār al-Kutub), hal.19
15
Al-Fārābī.Madkhal al-Mūsīqī.(Cairo: Dār al-Kutub). h. 35.
37
4. Māqām Sābā
Māqām Sābā ini adalah jenis māqām yang memicu perasaan haru dan
menyentuh. Nada-nada dan syair yang mempesona penuh dengan keindahan akan
menambah suasana emosi dalam jiwa akan semakin terasa tersentuh dan terharu
akan keindahan māqām ini. Hati siapa yang tidak akan tersentuh jika mendengar
irama yang indah, sudah pasti ia akan masuk kedalamnya bersatu dengan
keidahanya kemudian merasa bahagia yang tiada terkira. Peristiwa semacam ini
akan membuat jiwa merekam memori dalam pikiranya selama hidup di dunia.
Musik ini bukan hanya saja membuat yang mendegarnya akan merasa bahagia
karena terharu oleh keindahanya akan tetapi juga membuat bekas yang tidak akan
pernah dilupakan.16
5. Māqām Hīzāj
Māqām hījāz adalah māqām yang menghasilkan perasaan jiwa jauh ke
dalam lubuk hati yang terdalam. Perasaan yang tercipta dari emosi-emosi dalam
jiwa yang berasal dari pengalaman alami seseorang dapat menuntun kedalam
lubuk jiwa terdalam menuju kedekatan dengan Tuhan. Pengalaman yang di alami
16
Al-Fārābī.Kalām Fil-Shir.(Cairo: Dār al-Kutub). H. 36.
38
bisa berkisah apa saja, baik pengalaman buruk maupun tidak. Keindahan pada
nada ini akan menghapus segala pengalaman yang buruk dan membawanya pada
jalan yang baik. Sehingga suasana jiwa sang pendengar akan senantiasa bahagia
dan rindu pada penciptanya.17
6. Māqām Nāhwānd
Māqām nāhwānd
adalah māqām yang dapat menimbulkan perasaan
merenung atau tempat berpikir. Berpikir di sini mengarah pada rasa kesedihan
yang memilukan akan tetapi tidak terlalu dalam melubuk hati hingga seorang
tersebut merasa pedih. Sedih merasakan sebuah cerita yang sedang ia alami
terkadang juga tentang masa lalu yang pernah ia alami. Seperti mengingat dosadosa yang telah ia lakukan selama ia hidup di dunia akan tetapi ia tidak pernah
merubah hidupnya untuk jalan yang lebih baik.18
7. Māqām Jīhārkāh
Māqām jīhārkāh ini memberi kesan yang manis dan mengharukan.
Iramanya selalu mendorong perasaan yang mendalam. Iramanya berisi sebuah
kebahagiaan untuk merayakan sebuah kemenangan atas apa yang telah di peroleh
17
al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr (Cairo: Dār al-Kutub), h.20
18
Habib Hasan Touma,The music or arabs,( Libanon, Daar El Mashreq,1973), hal.105
39
dalam mengusahakan sesuatu yang telah di lalui oleh seseorang. Kebahagian yang
di peroleh akhirnya akan menimbukan suatu motivasi yang akan membangun
semangat baru dalam jiwa agar menjadi manusia yang lebih baik lagi dari
sebelumnya.19
8. Māqām Ājām
Alunan yang cemerlang akan menimbulkan keceriaan dalam jiwa siapa
saja, begitulah yang di gambarkan pada māqām ājām ini. Māqām ini bermanfaat
untuk jiwa yang sepi dan kosong, jiwa yang merasa jauh dari kebahagiaan dan
keramaian hidup. Māqām ini akan membantu jiwa untuk mengisi kekosongan
dalam jiwa-jiwa yang kosong yang membutuhkan sebuah kebahagiaan dalam
dirinya.20
9. Māqām Kûrd
Māqām kûrd biasa digunakan untuk membuat siapa saja akan terbahak-bahak
jika mendengarnya. Irama ini selalu di gunakan dalam cerita komedi atau cerita
konyol pada drama kehidupan manusia sepanjang masa. Irama ini akan terasa
19
Al-Fārābī.Madkhal al-Mūsīqī.(Cairo: Dār al-Kutub). h.50.
20
Al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr (Cairo: Dār al-Kutub), h.25.
40
sangat menyentuh jiwa yang senang akan segala cerita konyol dan jenaka.
Penggunaan māqām lucu ini selalu di sukai siapa saja yang mendengar tanpa
mengenal usia. Seseorang akan merasa lebih segar walaupun hanya mendengar
lewat media mana saja.
10. Māqām Īrāqī
Māqām Īrāqī adalah suatu irama musik menandakan sebuah peristiwa
yang genting dan menyeramkan. Irama ini selalu membuat jiwa manusia akan
merasa ketakutan dan was-was, jenis musik ini memyebabkan semua yang
mendengar akan ketakutan walaupun mereka tidak tahu apa peristiwa yang
sebenanrnya tengah terjadi. Siapa saja akan menjadi resah, kalang kabut
mendegarkan irama ini, walaupun tidak melihat peristiwa yang terjadi tapi jiwa
akan menyadari melalui perasaannya tentang apa yang ia rasakan lewat irama
yang telah mereka dengarkan.21
Setelah membahas berbagai macam jenis musik, manusia pun mengalami
berbagai pengalaman dalam hidupnya secara berbeda-beda, ada yang selalu
senang hati dan ada yang selalu kesusahan, ada yang selalu sedih, ada yang selalu
bersemangat bahkan ada pula yang selalu merasa pilu. Terkadang sebuah
pertolongan harus di lakukan untuk membantu manusia agar selalu hidup bahagia
tanpa merasakan suatu kesedihan. Melalui irama musik yang beragam seperti
21
25.
Henry George Farmer, A History of Arabian Music, ( London, Burleigh Press, 1929), H.
41
yang sudah di paparkan di atas kita dapat mengolahnya kembali agar menjadi
sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Jadi musik bukan hanya saja
dapat digunakan untuk suatu kesenangan semata, hiburan, atau untuk mencari
nilai komersil saja, akan tetapi di balik semua itu tanpa di sadari musik memiliki
segudang manfaat yang dapat kita gunakan dalam kebutuhan hidup sehari-hari.
Efek yang hasilkan oleh irama musik ini menjadi solusi selain obat. Pengobatan
untuk jiwa-jiwa yang lemah dan terkadang terkesan menurun imannya sangat sulit
untuk kembali jika tidak di tangani dengan benar dan tepat. Di sini penulis akan
mencoba menjelaskan bagaimana efek musik bekerja dalam jiwa yang
membutuhkan sebuah pertolongan.22
C. Efek Musik Pada Jiwa
Jiwa yang sehat akan mudah menerima rangsangan yang berasal dari luar.
Jiwa yang sakit sedikit sulit menerima masukan-masukan yang berguna demi
kesembuhan mentalnya. Jika ingin memiliki jiwa yang sehat manusia harus jauh
dari ketegangan, jauh dari perasaan lelah, jauh dari perasaan cemas, jauh dari
perasaan rendah diri, jauh dari perasaan sakit hati, yang akhirnya akan menganggu
efisiensi kegiatan sehari-hari. Orang yang jiwanya sehat adalah orang yang
mampu mengembangkan dirinya . Mengembangkan potensi yang di miliki adalah
salah satu bentuk usaha kepercayaan diri yang berkesplorasi untuk menambah
kualitas
diri
seseorang.
Kemudian
mengembangkan
potensinya
menuju
kedewasaan yang membuat dia di hargai oleh orang lain. Menyesuaikan diri
22
Al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr (Cairo: Dār al-Kutub), h.106
42
dengan masyarakat, ikut berbaur di segala macam kegiatan sosial, pada akhirnya
akan timbul rasa keharmonisan yang sungguh-sungguh antara sesamanya. Setelah
berhasil mencapai keharmonisan jiwa pasti mampu menghadapi problemaproblema yang terjadi dalam kehidupan dan dapat menghadapi kegelisahan yang
terjadi disebabkan oleh pertentangan batin yang berkepanjangan. Keserasian dan
keharmonisan yang terwujud itu berlandaskan pada ketaqwaan dan keimanan pada
Tuhan. Segalanya
berjalan beriringan sehingga hubungan yang terjalin jadi
seimbang. Keimanan dan ketaqwaan bisa membuat manusia bahagia. Bahagia
yang dirasakan itu berasal dari jiwa yang bersih.23
Membahas tentang kesehatan jiwa tetap saja keadaan jiwa manusia itu
pasti berbeda-beda jenis dan bentuk perasaanya. Tidak ada manusia yang jiwanya
sehat tanpa pernah merasakan sakit. Contoh ada jiwa yang fokus dengan apa yang
ia tekuni, ada jiwa yang santai dengan apa yang ia tekuni, ada juga manusia yang
jiwanya terkadang fokus dan tekadang tidak, ada jiwa yang dekat dengan Tuhan
dan ada jiwa yang jauh dari Tuhan, ada juga jiwa terkadang jauh dari Tuhan dan
terkadang dekat dari Tuhan. Menyadari akan hal ini musik punya cara yang unik
untuk mendorong jiwa manusia yang lemah menjadi kuat dengan menyeru jiwa
secara lembut untuk dapat merasakan perasaan damai. Cara yang unik adalah
musik menyesuaikan dengan jenis jiwa terlebih dahulu, jika seorang tersebut
memiliki karakter yang pendiam maka musik yang digunakan haruslah jenis
musik yang lebih riang gembira, kemudian diberikan syair yang menstimulasi ke
otak bertujuan menuju jalan Tuhan kemudian kembali lagi ke musik gembira.
23
Muzakkir, Membumikan Tasawuf dari Paradigma Ritual Formal Menuju Aksi Sosial,(
Jakarta: Ciputat,2011), h.115.
43
Contoh lainya jika seorang tersebut mempunyai jiwa yang yang terlalu ceria dapat
menggunakan yang mengandung irama ketenangan kemudian di sambung ke
jenis musik gembira yang berisi irama keceriaan lalu kembali lagi kemusik
tenang.24
Salah satu jalan untuk lebih dekat dengan Tuhan dalam sejarah musik
Arab kita dapat menggunakan musik māqām. Musik māqām yang paling tepat
adalah dengan menggunakan jenis māqām hījāz, cara menggunakannya dengan
mendengarkan jenis musik ini lalu menghayati hingga masuk ke dalam jiwa
terdalam. Menghayati musik yang berirama tenang ini dapat di aplikasikan sambil
bergerak dengan gaya memutar dan melangkah membentuk sebuah lingkaran.
Cara ini persis seperti penari sufi yang ada pada umumnya hadir di acara seputar
dunia Arab dan musik Arab, akan tetapi perbedaan antara kebiasaan orang Arab
dan teori Āl-Fārābī adalah jenis musik yang digunakan. Jika orang Arab pada
umumnya menggunakan para penari sufi untuk acara apa saja dan jenis musik apa
saja hanya sebagai hiburan semata, Āl-Fārābī justru menggunakan cara ini hanya
dengan satu jenis musik yaitu māqām hījāz yang hanya dimaksudkan untuk cara
mendekatkan diri pada sang pencipta.25
Āl-Fārābī juga menjelaskan selain bisa dekat dengan Tuhan, jiwa juga
dapat merasakan hal-hal tertentu dengan pengantar melalui musik seperti jiwa
yang merindukan kenangan masa lalu yang telah silam termakan zaman. Manusia
24
Henry George Farmer, A History of Arabian Music, ( London, Burleigh Press, 1929),
25
Al-Fārābī.Kitab al-Īq’āt. (Cairo: Dār al-Kutub ). H.76.
H.99.
44
yang hidup di dunia pasti melalui dan merasakan sesuatu hal yang berbeda-beda
pada setiap masa di dalam jiwanya. Masa yang di jalani sekarang dengan masa
yang telah lalu memiliki cerita yang berbeda.26
Jiwa akan merasa bangkit dan rindu akan masa lalunya melelehkan hatinya
kemudian menteskan air mata. Contoh lainnya jika seorang sedang jatuh cinta ia
akan merasakan jauh lebih bahagia ketika kebagiaan yang tengah ia rasakan
tampak seperti nyata dalam kehidupannya. Pada perasaan ini manusia akan jauh
membayangkan hal-hal yang indah, bahagia, mendorong pada jalan yang positif,
padahal itu hanyalah musik yang sedang ia dengarkan. Contoh lainnya lagi seperti
manusia yang ingin merasakan kebahagiaan masa depan jenis musik ini
didengarkan lalu masuk ke dalam jiwa, setelah jiwa yang terlena olehnya secara
langsung otak akan merespon dan mendorong imajinasi untuk berjalan lebih
dalam dan jauh ke dalam lubuk yang terdalam. Imajinasi harus dihubungkan
dengan jiwa yang telah terpisah dari satu jiwa yang lain, jiwa yang lain adalah
jiwa aktif yang terhubung dengan Allah. Jiwa yang telah terhubung dengan Allah
pasti akan merasakan suatu ketenangan dan ketenteraman karena ia sang maha
pemberi keindahan dan kebahagian. Inilah sedikit gambaran efek musik yang
dapat membuat manusia merasakan apa saja yang ingin ia rasakan. Perasaanperasaan yang timbul dalam jiwa dibarengi dengan pemilihan jenis musik yang
telah dijelaskan di atas.27
26
Al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr (Cairo: Dār al-Kutub), h.88.
27
Al-Fārābī.Madkhal al-Mūsīqī.(Cairo: Dār al-Kutub). h.150.
BAB IV
SKETSA BIOGRAFIS MUSIK GAMBUS EL-SYAMWEL
A. Sejarah Musik Gambus El-Syamwel
Seni musik, suara dan syair bukan suatu hal yang baru dalam masyarakat
Arab. Orang Arab telah mengenal musik dari sebelum lahirnya Islam. Kebiasaan
masyarakat yang seiring hilir mudik berpindah tempat dan pemukiman membuat
orang punya kebiasaan baru yang terpengaruh oleh keadaan tempat yang
ditinggali. Sehingga suku Arab terbiasa menikmati alunan musik yang mereka
sukai. Lama-kelamaan kondisi ini sangat berpengaruh pada kemakmuran bangsa
Arab zaman dahulu. Salah satu kebiasaan suku Arab menggunakan musik untuk
sebuah keuntungan komersial. Pada awal abad ke enam seni musik di perkenalkan
pada masyarakat melalui seorang penyanyi dengan menggunakan pakaian minim
yang byasa disebut qīyan. Penyanyi yang berjulukan qīyan kebanyakan berasal
dari Persia.1
Qīyan bekerja bukan hanya saja sebagai seorang yang pandai menyanyi dan
menari akan tetapi ia juga sebagai pelayan yang menuangkan anggur kepada
setiap pelanggan dan memberikan pelayanan seksual yang sangat marak terjadi di
zaman ini. Selain itu qīyan juga dapat diperjual belikan layaknya budak. Qīyan
terkenal tinggal dan bekerja di Madinah, Mekkah, Yamannah, Yaman, dan
Hadramaut. Keindahan dan keanggunan adalah karakteristik yang membedakan
1
Habib Hasan Touma, The music or arabs, ( Libanon, Daar El Mashreq,1973), hal.67.
45
46
Qīyan dengan penyanyi lainnya, karena mereka selalu merawat dirinya agar
tampak selalu menarik dan terlihat sempurna oleh laki-laki yang melihatnya.
Seorang qīyan yang telah terawat tubuhnya akan melanjutkan proses kecantikanya
dengan berpakaian bagus, yang banyak dihiasi dengan perhiasan mewah nan
gemerlap bak intan berlian yang selalu bersinar sepanjang malam. Tambahan
parfum berharga mahal juga membantu mempesona aura kecantikanya. 2
Keuntungan yang besar didapatkan seolah menjadi bisnis yang
menjanjikan. Bagi seorang yang berbisnis di bidang seni ini mereka berusaha
melatih qīyan menjadi penyanyi yang handal dan profesional. Berbicara mengenai
keindahan seorang qīyan sebenarnya perawatan yang di lakukan sudah cukup
memenuhi kebutuhan, tapi misi serta tujuan utama mereka bukan sampai di situ
saja para penguasa qīyan menginginkan para petinggi kerajaan tergoda dengan
kecantikan dan kemerduan suara qīyan- qīyan yang selalu beredar diclub malam.
Tradisi lagu yang digunakan untuk menyanyi adalah lagu yang betema cinta.
Salah satu contoh pengaruh lagu cinta di masa ini adanya seorang pemuda
yang cemburu pada kekasihnya lantaran dia adalah seorang penyanyi yang selalu
disuka oleh orang-orang Arab. Kemudian pemuda itu mati akibat tidak dapat
menahan rasa tersiksa hatinya yang terluka. Hukuman yang mengenai hal
semacam ini belum terbuat, sehingga masyarakat bebas melakukan apa saja yang
mereka sukai, tanpa memikirkan akibat yang akan dihadapi setelah itu. Berbuat
2
C.Israr. Sejarah Kesenian Islam, (Jakarta,Bulan Bintang.1999), hal.70.
47
hal yang tidak baik sah-sah saja dan diperbolehkan. Budaya kebebasan merayu
dan berbuat keji terus berjalan hingga datangnya Islam di tanah Arab. 3
Berlanjut ke jenis golongan qīyan ini bukan saja hanya sebagai penyanyi
perempuan, akan tetapi qīyan juga ada yang berjenis laki-laki. Bagi mereka yang
senang terhadap sesama jenis, mereka dapat membeli seorang qīyan laki-laki
kemudian menjadikan budak-budak mereka yang melayani setiap kebutuhanya.
Sangat tragis jika kita memandang ke zaman Arab sebelum islam. Keadaan ketika
masyarakat terhanyut dalam budaya begitu nista dan penuh dengan kemaksiatan.
Perbuatan maksiat sangat mudah mendorong manusia untuk cepat melakukan
dosa-dosa yang tanpa ia sadari.4
Jika melihat sejarah dan sisi lain dari budaya Arab zaman lalu, sungguh
berbeda dengan masa setelah datangnya Islam. ketika Islam lahir bangsa Arab
memanfaatkan fungsi suara indah utuk jihad dalam rangka meninggikan Islam.5
Masa setelah datangnya Islam para penguasa Amawiyah dan penguasa Abbasiyah
membuat sebuah kelompok musik yang terbagi menjadi 3 macam jenis kelompok.
1. Kelompok pertama orang yang mahir dalam bernyanyi dan bermain musik.
2. kelompok kedua orang yang mahir bermusik saja
3
Henry George Farmer. The Sources of Arabian Music an Annotated Bibliography
(London, Burleigh Press, 1953), hal.106.
4
Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam,( Jakarta, Kalam Mulya, 2003),
Hal.453
5
J. Spancer Trimingham, The Sufi Order in Islam, (London, Oxford University Press,
1973), Hal.15.
48
3. kelompok ketiga hanya mahir rebab atau rebana saja.
Biasanya kelompok pertama selalu bermain di dalam istana khalifah.
Kelompok dua dan tiga biasanya berada dalam ranah rakyat biasa. Khalifah pada
waktu senggang selalu di temani pemusik lalu mendegarkan Qasidah dari para
penyair religi, bahkan sebagian penguasa amawi tidak tanggung-tanggung
mengeluarkan uang yang banyak hanya demi membayar penyanyi tersohor dari
berbagai kota lalu membiarkan masyarakat bercengkrama dengan mereka.6 Jika
menilai dari masa sebelum Islam sebagai generasi penerus seharusnya kita merasa
prihatin dengan apa yang telah terjadi di masa lampau dengan adanya seorang
pelaku seni yang seharusnya menjadi pelopor, mendorong manusia untuk menuju
jalan kebaikan justru malah sebaliknya. Penyanyi hanya sebagai pelayan dan
tidak punya nilai kebaikan bahkan sangat jauh dari keagamaan. Lalu bagaimana
jika kita jauh dari sisi keagamaan dapat dekat dengan Tuhan jika tidak dengan
memuji dan memohon dengan syair yang baik kepada-Nya. Inilah yang menjadi
alasan mengapa Gambus el-Syamwel ingin melakukan dan berbuat untuk dapat
dekat dengan Tuhan dengan cara menyampaikan shalawat Qasidah kepada Nabi
Muhammad Saw sebagaimana yang telah di lakukan masyarakat pada masa
setelah datangnya Islam. Manusia yang sangat jauh dengan kebaikan dan
keindahan musik, kembali dekat kepada Sang Maha Pencipta.7
6
Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta, Kalam Mulya, 2003),
Hal.410.
7
Suka Hardjana.Corat-Coret Musik Kontenporer Dulu dan Kini, (Jakarta, Ford Foundation
dan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia,2003),hal.203.
49
Perjalanan karir Gambus el-Syamwel berawal pada tahun 2012 yang di
dirikan oleh Muhammad Fadhlullah di Yayasan Hidayatut Thalibin, yang tepatnya
di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Berawal dari sebuah grup marawis, yang
berkecimpung hanya di ranah syair tanpa menggunakan alat musik. Kecintaan
yang dalam pada sang pujaan alam, membuat grup ini terus maju berjuang demi
sampainya salam yang di lantunkan. Perjuangan di lakukan dengan penuh
semangat walaupun tidak memiliki satu alat musikpun yang dapat di gunakan
untuk melantunkan sholawat. Setelah lama berjuang akhirnya el-Syamwel
mendapatkan titik terang, bermusik menggunakan alat yang lengkap adalah suatu
kebahagiaan yang tak terduga. Grup musik religi ini masih berdiri sampai
sekarang. Memang grup ini belum berdiri terlalu lama akan tetapi mereka
mempunyai misi yang tinggi dan sangat mulia yaitu menyanyi menggunkan syair
menyeru agar dapat menghadirkan sosok seorang dambaan hati tidaklah lain yaitu
Nabi Muhammad Saw.8
Walaupun kita tidak tahu bentuk dan sosok sang pujaan ini akan tetapi
setidaknya kita dapat merasakan kehadiranya di dalam hati kita masing-masing
dan membayangkan seolah-olah Nabi hadir di hadapan kita. Jika sudah merasakan
hal semacam ini sudah barang tentu kita dapat dengan mudah mendekati Sang
Penciptanya. Awal sejarah perjalananya mereka hanya Grup Gambus biasa dan
tidak mempunyai misi atau tujuan apapun pada perjalanan karir mereka. Sejatinya
seperti Grup Gambus pada umumnya mereka juga menghibur penonton yang
8
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 9
September 2016
50
menyaksikan penampilnya di suatu acara-acara perayaan. Namun suatu saat
mereka berpikir apa yang akan kita dapatkan di akhirat jika kita hanya mencari
kebahagiaan dunia, akan tetapi akhirat sudah dilupakan begitu saja.
Kemudian mereka berpikir keras bagaimana agar dapat menghasilkan
suatu karya yang dapat di nikmati dengan baik oleh pendegarnya dan dapat
menimbulkan efek yang bukan hanya saja bermutu bagi pendegar tapi juga
mengajak menyeru agar sampai dan ikut merasakan bahwa Nabi Muhammad akan
hadir dalam jiwa kita masing masing.9
Perjalanan waktu yang singkat pada tahun 2014 grup ini berhasil
mengubah citra musik gambus yang sebelumnya sangat jatuh dan membawa
dampak buruk bagi pecintanya. Berawal dari sebuah Grup marawis yang pada
akhirnya berkembang menjadi grup gambus. Perjalanan awal grup sama sekali
belum memiliki alat musik yang lengkap demi menciptakan hasil yang maksimal.
Hingga pada akhirnya ada seorang donatur yang tertarik mengembangkan grup ini
hingga el-Syamwel sukses sampai saat ini. Seseorang tersebut bernama H. Hasan.
Beliau adalah seorang yang sangat berjasa dalam sejarah pembentukan grup
gambus el-Syamwel. Sampai pada akhirnya el-Syamwel berhasil memasuki dapur
rekaman dan menciptakan berbagai macam judul lagu pada tahun 2012.
Kesuksesan yang menjulang mengantarkan grup ke kota demi kota. Acara tidak
rutin yang dihadiri dari jarak terdekat sekitar Jakarta dan sekitarnya saja.
9
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah, (Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 22
Mei 2015
51
Sedangkan jarak jauh Indonesia dan sekitarnya seperti, Padang, Batulicin, Medan,
Kalimantan, Banjarmasin, Gorontalo, Ambon, Jawa-Tengah, Jawa-Timur, terakhir
kali di Karawang.10 Pengaruh dari makna yang mendalam sampai saat ini beliau
tidak pernah tertarik dengan grup yang lain selain el-Syamwel karena beliau
sudah merasa nyaman dan begitu bahagia dengan pesona keindahannya. Beberapa
hasil karyanya telah terjual habis di kalangan masyarakat pencinta seni budaya
Islam.11
Berbeda dengan musik gambus pada umumnya yang sering terjadi di
lapangan musik gambus hanya di jadikan sebagai topeng atau hanya sebutannya
saja, akan tetapi di dalamnya dimasukkan unsur musik dangdut yang
membangkitkan syahwat bahkan lagu dangdutnya yang didendangkan oleh para
musisi musik gambus. Ini hal yang sering terjadi di ranah dunia pergambusan
Indonesia, bahkan tidak sedikit yang banyak mengambil keuntungan darinya.
Gambus el-Syamwel hanya menggunakan jenis irama musik sholawat yang berisi
pujian kepada Nabi saja dan tidak mencampurnya dengan jenis musik lainya
seperti irama dangdut, Qasidah, dan Nasyid. Sholawat adalah perintah Allah
SWT. Sebab Nabi Muhammad adalah mahluk termulya yang eksistensinya sudah
ada sebelum bumi ini diciptakan. Sholawat juga merupakan jalan wasilah menuju
keridhoan Tuhan. Manfaatnya jika bermusik sambil bersholawat selain
menyenangkan diri sendiri dan orang lain, iman dalam hatipun ikut bersemi
10
Wawancara dengan Ahmad Sahlani,(Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 09 November
11
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 30
2016
Mei 2015
52
seolah mendapat kenyamanan yang tanpa disadari bertambah sedikit demi
sedikit.12
Alasan berbeda yang membuat salah satu anggota lain yang bernama
Muhammad Arief terkesan dengan grup ini selain menyelipkan zikir ke semua
isi lagu, grup ini juga akan membuat iman seseorang pada Allah akan semakin
bertambah.13 Mengingat Allah dengan berzikir itu sangat penting karna zikir
adalah makanan pokok hati manusia. Perumpamaan zikir
bagaikan harta
berharga, membuat manusia bahagia dan sebagai sumber kebahagiaan di taman
surga kelak. Berzikir dengan tekun juga menjadi penghubung antara manusia
dengan Allah. Orang yang banyak berzikir akan dijauhkan dari bahaya, jauh dari
kesusahan, menjauhkan dari setan yang ingin berbuat jahat, mengusir setan yang
ingin menginap.
Penulis tidak memungkiri bahwa banyak sekali orang yang suka
mendengarkan musik, bahkan mengubah komposer nada dengan sebegitu
rumitnya. Akan tetapi hanya sebagian kecil yang memasukan syair zikir di dalam
lagu tersebut. Orang yang jarang berzikir, bahkan bisa dikatakan tidak pernah
sama sekali berzikir, secara tidak sengaja akan mengucap asma Allah yang berasal
dari lagu yang berisi zikir. Gambus el-Syamwel ini teguh dan berkarya
memasukan zikir dan pujian-pujian yang di persembahkan hanya untuk Nabi.
Kelebihan lain yang di miliki demi menambah pesona keindahan syair ini, mereka
12
Wawancara dengan Ahmad Sahlani,(Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 09 November
13
Wawancara dengan Muhammad Arief, (Anggota Grup el-Syamwel), 15 Juni 2016
2016
53
menghadirkan penari sufi putarannya juga mengandung zikir. Iringan musik
sholawat yang diiringi penari akan menambah kekhusuan dan energi yang
dihasilkan menciptakan hubungan antara musik dan penari sehingga mampu
menyihir siapa saja yang menyaksikannya. Sahlani juga menambahkan fungsi
penari sufi selain menambah energi yang dihasilkan, mereka juga sebagai media
dakwah yang di bawa oleh budaya Islam.14
Tarian
yang dilakukan lewat penari sufi bertujuan untuk mengingatkan
manusia bahwa gerakan berputar sebagai perumpamaan kehidupan yang selalu
berputar. Berputar dalam artian bahwa sesungguhnya kita sebagai makhluk
ciptaan Allah yang jika ruh telah meninggalkan jasad akan kembali kepada Allah
jua. Kehidupan di dunia ini pun selalu begitu seperti halnya bumi yang berputar
pada porosnya, bulan berganti bulan dengan putaran yang memutar.15 Begitupun
kehidupan kita di dunia ini, jika kita ingin mengaharap kebahagiaan hakiki maka
kembalilah berputar ke jalan Allah jika kita sedang berada di jalan yang sesat.
Berputar di lakukan sambil berzikir bermaksud agar zikir ini sama seperti syair
yang yang di sampaikan untuk Allah dari orang-orang yang mencintai-Nya.16
Zikir yang paling baik bukan hanya saja zikir yang berasal dari lisan yang
berucap, akan tetapi makna sebenarnya adalah berzikir melalui rasa, rasa yang ada
dalam hati setiap jiwa dengan mengingat keagungan dan keindahan Allah. Jika
14
Wawancara dengan Ahmad Sahlani,(Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 07
November 2016
15
Wawancara dengan Ahmad Syauqi, (Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 10 November
2016
16
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 20
Mei 2015
54
sudah terhubung maka Allah akan mengetahui bisikan yang ada dalam hati
manusia tentang apa yang ia rasakan. Setelah mendapatkan ketenangan melalui
pujian yang di lakukan, berbarengan dengan tarian yang dilakukan sudah tentu
Tuhan pasti akan mengingat kita yang melakukan pujian untuk-Nya. Allah itu
maha kaya dan maha terpuji, Allah sangat menyukai hamba yang memuji-Nya,
memuji dengan lisan ataupun hati asal dilakukan tanpa paksaan. Melakukan zikir
sangat banyak pahalanya apalagi hanya berharap mendapat ridho dari Allah.17
Bukan hanya mengingat akan tetapi Allah akan menjanjikan ampunan dan juga
pahala yang amat besar. Sungguh banyak sekali manfaat yang dapat kita rasakan
jika telah berdekatan dengan-Nya.18
B. Karya-Karya Gambus El-Syamwel
Perjalanan musik gambus el-Syamwel yang begitu panjang dan penuh
perjuangan membuahkan hasil yang dapat mengugah hati siapa saja yang
mendengarnya. Membuat sebuah karya pasti membutuhkan latihan rutin. Awal
mula latihan rutin dilakukan sekali dalam seminggu. Namun hasil yang mereka
dapatkan tidak main-main. Lagu yang tercipta bukan hanya sekedar membuat
sebuah lagu yang hanya bersifat hiburan, akan tetapi suatu karya yang bermanfaat
untuk menjalani hidup di dunia dan mendapat pahala di akhirat. Walaupun album
17
18
Ahmad Burhani. Sufisme Kota. (Jakarta,Serambi.2001),hal.30
J. Spancer Trimingham, The Sufi Order in Islam, (London, Oxford University Press,
1973), Hal.72
55
sudah terbuat mereka tetap melakukan latihan rutin sampai saat ini.19 Beberapa
karyanya sebagai berikut:
a. Salam untuk Nabi
b. Yā Sayyīdi yā Rasūlallah
c. Asmāul-Husnā
d. Antāl Qawīyu
e. Burdah 1
f. Burdah 2
g. Alhamdulīllah
h. Munajat
Karya pertama el-Syamwel berjudul lagu “Salam untuk Nabi”. Syair yang
di buat bertujuan menyampaikan salam kerinduan yang selalu mengharap syafaat
di hari kiamat kelak. Allah tidak akan menciptakan kita, meminjamkan bulan dan
bintang untuk menyinari malam, menundukan matahari untuk menyinari
kehidupan dunia, menurunkan hujan demi menyuburkan segala macam tanaman
dan menjaga keseimbangan agar tetap terjaga, menciptakan surga dan neraka,
serta menciptakan seluruh alam, melainkan dengan tujuan memberikan rahmat
yang disimbolkan dalam diri Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad di ciptakan
oleh Allah Swt sebagai makhluk yang mulia. Kemuliaan beliau bukan hanya ada
pada wajahnya saja. Kemuliaan beliau berasal dari semua yang dimilikinya.
Beliau digambarkan sebagai mahluk yang paling tampan, memiliki postur tubuh
19
2016
Wawancara dengan Ahmad Syauqi, (Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 10 November
56
yang paling sempurna dan proposional. Namun, kemuliaan akhlaknya melampaui
kesempurnaan fisiknya. Sehingga orang-orang yang memandang beliau tidak akan
kuat berlama-lama disebabkan dari kewibawaanya. inilah salah satu contoh syair
pujian untuk Nabi Muhammad semoga sholawat dan salam selalu tercurahkan
untuk beliau.20
“Ya Allah sampaikanlah salam kepada baginda Nabi Muhammad ya Allah
limpahkanlah rahmat pada sluruh umat Nabi Muhamad, ya Allah ampunilah dosa
kesalahan umat Nabi Muhamad, Ya Allah tunjukanlah jalan menuju cahaya Nabi
Muhammad.
Salam untukmu wahai pesona cinta yang terindah nan mulia, ku
terbarkan cahaya cintamu pada seluruh umat manusia, Allahu ya Allah, Allahu
ya Allah,Allahu ya Allah, rindu kami padanya. Allahu ya Allah, Allahu ya Allah,
Allahu ya Allah, rindu seluruh rindu kepada rasullullah, Allahu ya Allah, Allahu
ya Allah, Allahu ya Allah, antar kami padanya menatap wajahnya Muhammad
rasullallah”
20
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 20
Mei 2015
58
dipandang dalam kegelapan yang sunyi nan sepi. Embun yang menetes di pagi
hari bagaikan suasana pembawa kesejukan. Kesejukan yang dihasilkan bukan saja
memberikan perasaan tentram pada pikiran akan tetapi jiwapun ikut hanyut dalam
perasaan tentram dari kesejukan tersebut. Merindukan sang kekasih Allah
berharap mendapat ampunan di hari kiamat agar tertolong dari segala macam dosa
yang selalu di buat. Selain itu kita berharap semoga Nabi megingat dan tidak
melupakan kita yang selalu merindukan beliau semasa hidup di dunia. 21
Lagu pujian tiada hentinya dengan berbagai macam curahan seraya
bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan Nabi Muhammad. Bersyukur
pada Allah adalah hal yang dianjurkan oleh nabi Muhammad karena beliau
sendiripun tidak pernah lupa untuk bersyukur, dalam doanya beliau berharap
semoga aku selalu mengingat Allah Swt dan selalu mensyukuri nikmat yang telah
diterimanya selama ini. Nikmat yang datang pada dasarnya berasal dari Allah,
mengakui bahwa segala sumber kekuatan, kelembutan dan ihsan itu adalah
bersyukur. Allah Swt sesungguhnya telah meciptakan dan menetapkan segala
sesuatunya
dengan
tepat,
sebagaimana
Allah
telah
mengirimkan
dan
mendatangankan sang pembawa cahaya kebenaran di muka bumi ini. Harapan
manusia yang mendambakan hidup penuh kebahagiaan telah terwujud, setelah
mengalami berbagai macam hidup yang sangat menyedihkan. Laksana manusia
yang penuh impian untuk sekedar berbahagia walaupun sekejap saja karna begitu
lamanya kegelapan menutupi hidup indah manusia. inilah sebabnya mengapa kita
21
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 20
Mei 2015
60
kehidupan sehari-hari. 22 Akhlak Nabi Muhammad begitu menyentuh hati, bahkan
malaikat tidak tega untuk mencabut nyawanya yang masih saja memikirkan
umatnya. Sesungguhnya Allah akan mengabulkan segala permintaanya. Akan
tetapi beliau lebih memilih hidup sederhana ketimbang selalu meminta pada
Allah. Hati beliau penuh dengan kasih sayang dan tidak ada kebencian sedikitpun
yang bersemayam. Akhlak mulia beliau cerminkan lewat sikap kelembutan dari
segala perbuatan buruk yang diterima dari orang yang membencinya.
Menanamkan sikap kasih sayang dari orang yang membenci, bahkan orang yang
bersikap durhaka akan didoakan agar Allah memeberikan ampunan kepada orang
tersebut.
Selanjutnya syair lagu berjudul burdah masih berkisah tentang pujian
kepada sang pembawa kebenaran.
“Yā robbī bil musthofā, balīgh maqa sidana, Wāghfir lana mamadā,
yawāsial karomi,Huwāl habibul ladzī, turjā sāfaatuhu, Likulī haulī minal, awali
muqtahamī,Maūl ya sholī wasalim, dāiman abadā, Alā habibika khoiril kholqi
kulīhimi,Yā habibi yā Muhammād, yā rosuli yā Muhammād, Yā habibi yā
Muhammād, yā rosuli yā Muhammād, Solawātullāh alaihi, yā habibi ya
muhammād.”
22
Wawancara dengan Ahmad Sahlani,(Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 07
November 2016
61
Inilah beberapa contoh dari bentuk pujian untuk Nabi Muhammad. Begitu
banyak cara yang dapat kita gunakan hanya untuk memuji keagungan beliau yang
tak lekang dimakan masa. Syafaat dan ampunan selalu menjadi harapan umat
Muslim di manapun berada. Semua makhluk di bumi selalu mengagungkan
beliau. Kesempurnaan yang tak terbatas menjunjung tinggi akhlaqul-karimah
membuat hati selalu rindu akan sosok beliau.
Beranjak dari syair sholawat penulis mencoba mengungkap semua karya
yang diciptakan oleh grup gambus el-Syamwel, karena ternyata el-Syamwel tidak
hanya membuat lagu pujian-pujian Nabi akan tetapi ada beberapa judul lagu yang
berisikan tentang pujian pada Allah. Lagu ini pun merupakan lagu yang paling
banyak disuka oleh sebagian besar masyarakat. Lagu tersebut berjudul AsmaulHusna.
23
23
2016
Wawancara dengan Ahmad Sahlani, (Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 09 November
62
“Lāilāhaillallāh muhammadarasûllulāh, yā rahmān, yā rahim, yā mālik,
yā qudûs, yā salām, yā mu‟min, yā muhaimin, yā„aziz, yā ghaffār, yā qahār, yā
razāk, yā fatāh, yā „alīm, yā qābid, yā bāsit, yā khāffiz, yā wāhid, yā ahad, yā
allāh, yā ṣ amad, allāhu allāhu, allāhu allāh, Yā rasûllullāh sālāmun alaik, yā
rofī asāni wadarozi, afatayazīrotal „alamīn, yā uhailal judi walkaromī. allāhu
allāh Lāilalha illallāh muhamadarusulāh, yā ghaffār, yā wāhab , yā razāk, yā
fattāh, yā „alīm, yā halīm yā muhsyī yā muhgnī yā wāhid yā ahadd, allāhu allāhu
allāh allāhu allāh yā rasûlallāh salāmu „alaik yā rofī „āsyāni wadaroji. Allāh
allāhu lāilāhaillāh, robi faj„al mujtamānā fayagtûhu sufitāhnī wadinahnā kun
sa„alnā min atoya ghalbi tsanī.” 24
Lafaz yang berbunyi lāilāhaillallāh adalah lafaz yang paling baik dari
semua bentuk zikir. Lafaz lāilāhaillallāh termasuk kalimat tauhid yang artinya
tiada yang berhak disembah selain Allah. Memuji Allah adalah suatu derajat
martabat yang paling tinggi dan tujuan yang paling sempurna. Tidak ada hal yang
lebih mulia dari apapun kecuali memuji Allah. Memuji Allah adalah fitrah yang
ada dalam hati berasal dan terbentuk dari jiwa yang bersih. Pujian yang selalu
diungkapkan lama kelamaan akan menghadirkan adanya cinta yang begitu
mendalam dan bergejolak. Betapa indahnya jika kita memiliki rasa cinta yang
begitu luar biasa kepada sang pencipta cinta. Bahkan sempurnalah iman jika kita
sudah mencintai segala sesuatu karena Allah. Orang yang sedang jatuh cinta pasti
punya kecenderungan ingin memahami hakikat siapa yang di cintainya. Cinta juga
24
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah, (Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 20
Mei 2015
63
punya semangat ingin tahu lebih dalam tentang hal yang di cintainya. Orang yang
semakin mencintai Allah sudah pasti akan bertambah keimanannya. Tapi besar
keimanan yang di rasakan tergantung dari berapa besar ia mencintai Allah.
jika kita hanya mencinta Allah sebesar biji jagung maka sebiji jagunglah
kenikmatan yang akan di rasakan dan di dapatkan. Tapi jika kita mencintai Allah
sebesar gunung dan seluas laut maka sebanyak itulah nikmat yang akan kita
rasakan. orang yang mencintai Allah pasti akan memujinya dengan menyebut
asma-asmanya. Barang siapa yang memuji-Nya dengan tulus maka Allah akan
mengampuni dosa-dosanya. Pengampunan dosa yang di berikan tidak tanggungtanggung. Walalupun dosa yang di lakukan hambanya setinggi awan jika seorang
hamba meminta ampun maka Allah akan menghapus tanpa memperdulikan
dosanya yang setinggi awan.
Walaupun dosa seorang hamba tersebut sepenuh bumi, jika ia datang dan
memohon serta tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, maka Allah akan
memberikan ampunan sepenuh bumi juga. Inilah salah satu contoh maksud zikir
yang banyak manfaat. Salah satunya adalah mendapat pahala. Pahala yang didapat
setara dengan memerdekakan 10 hamba sahaya, mendapat catatan seratus
kebaikan dari malaikat, menghapus kejelekan dari seratus kejelekan, dan zikir
akan menjaga hamba tersebut dari hari itu sampai menjelang sore. Hal lain yang
tidak kalah penting adalah akan dimudahkan mengadapi sakaratul maut saat kita
akan meninggakan dunia ini. Oleh sebab itu irama syair dengan zikir ini bertujuan
agar manusia selalu mengingat Allah yang maha kuasa di manapun berada.
64
Karena dosa yang kita lakukan banyak sekali dan ampunan yang diberikan juga
banyak sekali.
Hal serupa juga selaras dengan pendapat Ahmad Syauqi tentang aplikasi
penggunaan zikir yang bukan saja bisa di lakukan sambil kita bermusik. Tetapi,
berzikir sambil berada dalam perjalanan akan mejaga kita dari celaka, atau sehabis
solat bisa membuat kita jadi lebih tenang.25
Salah satu lagu berzikir tercipta, terpengaruh dan
terinspirasi dari sebuah
pengajian rutin bernama Tariqat Naqsabandiyah yang punya lirik zikir berirama
indah. Keindahan yang diciptakan agar manusia selalu merasa bersyukur karena
menjadi umat Nabi Muhammad sang mahluk indah yang diciptakan oleh zat maha
indah. Zat yang maha indah adalah zat yang maha pengasih serta maha pemberi,
agar segala permintaan dan permohonan kita cepat dikabulkan sebaiknya sebelum
meminta suatu permohonan alangkah baiknya memuji Allah dengan Asma-asmaNya. Setelah berzikir, kemudian melantunkan asma-asma Allah barulah kita
berdoa dan berharap semoga dijadikan seseorang yang lebih banyak keimanan
hatinya dari sebelumnya, dan dijadikan mati dalam keadaan baik.26
Berharap mendapatkan mati yang baik adalah hal yang pasti di harapkan
oleh seluruh umat manusia, tetapi segala kebaikan yang kita lakukan akan di
perhitungkan di akhirat kelak. Kebaikan yang kita lakukan bisa di cerminkan dari
2016
25
Wawancara dengan Ahmad Syauqi, ( Anggota Grup Gambus el-Syamwel) 10 November
26
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah, (Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 9
September 2016
65
kehidupan kita dengan cara mencintai sesama manusia seperti, mencintai
keluarga, saudara, kerabat, dan sesama makhluk hidup yang ada di bumi ini.
Inilah yang menjadi tolak ukur Allah memberikan keridhoanya kepada hamba
yang bersunggguh sungguh.27 Berzikir kemudian melantunkan asma-asma Allah
seperti ini dapat membersihkan jiwa yang kotor. Bacaan suci yang menggetarkan
jiwa ini menjadi jalan pembuka pintu surga. Orang yang selalu mengucapkanya
akan di bukakan jalan menuju surga walaupun hanya sekali dalam seumur hidup,
akan tetapi harus memiliki tujuan yang setulus-tulusnya hanya mengharap
keridhoan Allah. Jika telah mengucapkanya sesering mungkin, pasti manusia
akan jauh dari gangguan setan kemudian menghancurkan segala tujuan buruk
setan. Sungguh pemurah sifat Allah bagi siapa saja yang memuji namanya, setelah
menjaga perkataan dan perbuatan manusia dari hal yang buruk, menjauhi dari sifat
munafik Allah juga akan menghidupkan hatinya agar selalu tumbuh bersemi indah
sepanjang masa.28 Jelas sekali bahwa lirik lagu ini mengarah pada pujian Tuhan
Yang Maha Esa. Dengan memuji Allah dan rasul-Nya maka dengan mudah
manusia akan dekat dan jauh dari hal yang bersifat negatif, hal negatif berasal dari
hati yang gersang, syair yang mengandung zikir ini sebagai tanaman yang tumbuh
sebagai penghias hati. Hati yang telah terhias cantik dengan syair ini akan menjadi
pelita yang terang, juga sebagai obat yang ampuh bagi jiwanya yang sakit dan
gelap menjadi tentram damai dan sehat. Jalan menuju jiwa yang sehat hati dan
2016
27
Wawancara dengan Ahmad Sahlani, (Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 09 November
28
Saykh Ghulam Muinuddin, Penyembuhan Cara Sufi, (Yogyakarta,Yayasan Bintang
Budaya,2000),hal.225
68
Contoh lain lagi dalam lagu berjudul “Antal Qawiyyu” bersyairkan sebagai
berikut:
“Antal qowiyyu, Antal matinu anta lāilāhaillāh, Yā hanān yā manān yā qodīmal
ihsān, Bahro jûdik malyān jud lanā bil gufrān,Yā muaiminû yā salām salimnā wal
muslimīn, Linabī koiril anām wabil umil muminīn”.
Sepenggalan syair di atas sangat singkat dan sedikit, akan tetapi memiliki
makna yang begitu mendalam. Ini adalah sepenggalan syair yang terinpirasi dari
sebuah majlis yang bernama tursinā. Sepenggalan syair ini awalnya tidak
memiliki sebuah nada Pujian hanya pada Allah yang maha suci sambil merenungi
bahwa sesungguhnya kita manusia adalah mahluk yang hina tidak berdaya satu
daya apapun selain daya dari Allah. mendengarkan syair ini akan membuat hati
kosong dari urusan duniawi yang mengganggu.31 Jika manusia telah suci dari
fikiran jahat, akan terbuka baginya pintu kebaikan yang menyambung dengan
kehadirat tuhan. Allah juga akan memberikan cahaya yang cemerlang dalam
hatinya, dan niscaya menjauhkan kita dari orang-orang kafir.32
C. Konsep Musik Gambus El-Syamwel
Sangat langka ditemukan di zaman ini musik gambus yang benar-benar
berpegang teguh pada eksistensinya sendiri. Apalagi memanfaatkan jenis musik
yang benar-benar bermakna dan berefek positif untuk jiwa. Padahal banyak sekali
31
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 20
mei 2015
32
Syeih Ahmad Semait, Rahasia Sufi,( Singapura, Pustaka Nasional, PTE LTD, 2004), Hal
228
69
orang-orang yang berpendapat bahwa musik gambus adalah sebuah jenis musik
yang berbaukan religi atau dekat dengan agama, tanpa mengetahui apa yang
sebenarnya makna yang dimaksud lagu-lagu berbahasa Arab. Keadaan ini telah
lama di yakini oleh kebanyakan orang Indonesia, sehingga musik gambus lama
kelamaan hanya dijadikan tameng yang isinya bersifat hiburan semata. Lalu
bagaimana dengan keadaan sesungguhnya yang harus diberikan pada masyarakat
luas?
Jalan keluar yang baik adalah dengan bermusik yang menggunakan syair,
jenis musik, dan makna yang baik. Bukan hanya bertujuan untuk mencapai nilai
komersil dan kesenangan sesaat saja. Tapi tujuan yang paling utama hanyalah
mengharap perlindungan dan keridhoan Tuhan. Manusia membutuhkan sebuah
perlindungan dari Tuhan supaya segala hal yang kita inginkan akan berjalan
lancar, tidak terhambat dengan hal-hal yang negatif.33
Perlindungan Tuhan yang kita harapkan tidak dengan mudah didapatkan
begitu saja. Terkadang manusia harus berfikir keras untuk mendapatkan
perlindungan-Nya. Dalam kasus ini ada banyak berbagai macam cara yang dapat
kita gunakan untuk mencapai jalan menuju keridhoan-Nya.34 Jalan yang
33
Saykh Ghulam Muinuddin, Penyembuhan Cara Sufi, (Yogyakarta,Yayasan Bintang
Budaya, 2000), hal. 202.
34
Hal.803
Tim Penulis UIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedi Tasawuf, (Bandung,Angkasa,2008),
70
digunakan dengan cara mencocokan perbedaan suasana jiwa manusia, dengan
jenis musik yang serasi dengan keadaan jiwa masing-masing individu.35
Penelitian telah membuktikan bahwa musik gambus el-Syamwel bukan
hanya berkarya di ranah lirik dan lagu. Akan tetapi grup ini memiliki korelasi
yang sangat kuat dengan teori Al-Fārābī dibanding dengan grup-grup yang banyak
tersebar di luaran sana. Gambus el-Syamwel berkarya menggunakan jenis musik
Māqām yang tercipta dari teori al-Fārābī. Māqām penting bagi el-Syamwel karna
pembentukan dari segala judul lagu menggunakan jenis Māqām yang berbedabeda. Tidak semua lagu berirama nada sama. Kendati demikian nada yang sering
kami gunakan biasanya Māqām nāhwānd. Alasannya adalah agar mudah diterima
di telinga masyarakat. Orang orang yang mendengar lagu sholawat tidak semua
dapat langsung menyukai jika mereka tidak menyukai lagu tersebut. Namun saya
secara pribadi sangat mudah terhanyut dengan hanya sekali saja mendengarnya. 36
Memainkan lagu sambil mendegarkanya adalah hal yang sering kami lakukan,
tetapi ada lagu yang sering membuat kami selalu terjatuh lebih dalam terdapat
pada lagu Asmāul-Husna yang berkomposer jenis Māqām hijāz. Māqām yang
sangat lembut menyentuh jiwa dengan syair dan lirik yang bersifat sufistik, serta
alunannya yang tenang dapat dengan cepat menyerap jiwa-jiwa yang jauh dari
Allah, seketika pula akan merasakan rindu yang dalam akan kasih sayang dan
35
Saykh Ghulam Muinuddin, Penyembuhan Cara Sufi,(Yogyakarta,Yayasan Bintang
Budaya, 2000), hal.250
36
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 9
September 2016
71
perlindungan Tuhan.37 Kerinduan yang mendalam seperti halnya kita rindu
kepada sang kekasih, perasaan rindu dapat membuat manusia ingin selalu dekat
dengan kekasihnya. bukan hanya sekedar dekat tapi berharap bisa bertemu
menatap wajahnya. Harapan yang tiada akhir akan membuat manusia lupa dengan
segala keburukan. Jika hanya Allah yang ada dalam hatinya niscaya Allah juga
akan selalu menjaga hati dan perbuatanya.
Menjaga hati agar jiwa selalu tenteram dapat memberikan efek yang baik
bagi kegiatan proses terjadinya emosi. Emosi yang sifatnya berbeda juga akan
berdampak pada perilaku sehari-harinya. Kebiasaan masyarakat awam pada
umumnya mendegarkan musik bernuasa sedih jika diperdengarkan kepada orang
yang sedang bersedih, akan membuat jiwa mereka merasa lebih baik. Sebaliknya
jika keadaan jiwa manusia sedang merasa senang, mendengarkan musik
bernuansa senang maka jiwa akan merasa lebih senang pula. Nuansa genting jika
diberikan pada orang yang sedang merasa panik dan wa-was, sudah pasti orang
tersebut akan merasa lebih gelisah dibanding sebelum diperdengarkan musik.
Kebiasaan semacam ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat dan sudah
menjadi hal yang lumrah dilakukan terutama bagi kaula muda yang sedang
mengalami transisi perubahan emosi dari jiwa kanak-kanak beranjak keranah
emosi dewasa.38
37
Wawancara dengan Ahmad Sahlani, (Anggota Grup Gambus El-Syamwel) 9 September
2016
38
Al-Fārābī, Mūsīq al-Kabīr (Cairo: Dār al-Kutub), h.84
72
Hal ini menjadi suatu fenomena alami yang bersifat manusiawi jika
dilakukan dengan tujuan untuk mengobati emosi-emosi jiwa yang sedang ia
rasakan, tapi ini bukan cara yang seharusnya di lakukan untuk jiwa-jiwa yang
sedang bergejolak. Untuk membangun semangat baru yang lebih baik lagu
bernuansa ceria harus di perdengarkan dengan orang yang sedang sedih, karena
sangat penting dan bermanfaat agar seseorang tersebut tidak selalu larut dalam
kesedihanya. Cara semacam ini di lakukan berulang-ulang tergantung jenis
keadaan emosi yang sedang di rasakan. Lambat laun seiring berjalan waktu emosi
yang sedang sedih terlupakan dan berganti dengan keceriaan. Penyesuaian jenis
musik berdasarkan suasana jiwa sangat penting demi kedamaian hidup manusia.39
Menyadari jenis musik memiliki segudang manfaat, alangkah baiknya jika
kita memanfaatkan fungsi yang ada pada dirinya. Salah satu cara memanfaatkan
lagu yang bisa kita dengar misalnya dari lagu “alhamdulillah”. Lagu ini dapat
membuat hati merasa bersyukur atas usaha yang telah di capai dengan segala
perjuangan yang panjang dan melelahkan. Mecapai tujuan yang di inginkan sudah
pasti memerlukan perjuangan yang banyak menghabiskan waktu, fikiran, dan
tenaga. Akan sangat di sayangkan jika usaha yang kita lakukan berujung dengan
hasil yang sia-sia. Bersyukur dalam keadaan apapun tidak ada salahnya, hati
yang selalu bersyukur akan selalu merasa bahagia walaupun keadaan hidupnya
sedang dalam kesulitan. Ini adalah hal yang sulit di jalani bagi masyarakat awam.
Padahal jika di jalani dan dimanfaatkan dengan baik rasa bersyukur itu hati akan
39
Henry George Farmer. The Sources of Arabian Music an Annotated Bibliography,
(London, Burleigh Press, 1953), hal.51.
73
merasa lebih baik ketimbang tidak mensyukuri apa yang kita terima. Emosi
manusia secara tidak langsung akan terdidik dari lagu “alhamdulillah”. Manusia
bersyukur di kala sedang berbahagia adalah hal yang biasa dilakukan. Bersyukur
saat memiliki banyak uang, bersyukur saat memiliki usaha lancar, bersyukur saat
lulus ujian, bersyukur saat mencapai cita-cita, bersyukur saat memiliki barang
baru, bersyukur saat mengalami kebahagiaan lainya. Tetapi, di saat kita sedang
berduka, misalnya saat sedang gagal panen, berduka saat usaha mengalami pasang
surut, berduka saat cita-cita tidak tercapai, berduka saat terkena musibah, berduka
saat tidak lulus ujian, dan macam-macam jenis kepahitan lainya harus selalu kita
syukuri.
Memang kita tidak bisa memaksakan orang yang sedang mengahadapi
kesedihan langsung bahagia seperti biasanya. Karena hati tiap orang berbeda-beda
dalam mengahadapi ujian hidup mereka masing-masing. Kendati demikian
bersyukur dalam keadaan apapun akan memberikan makna tersendiri bagi yang
mau merasakanya. Karena segala sesuatu yang telah terjadi dan kita alami di
dunia ini sudah pasti punya hikmah yang selalu di sadari setelah jiwa terombangambing karna kurangnya bersyukur. Makna lagu ini punya arti yang mendalam
untuk jiwa-jiwa manusia dimana saja.
40
“Lagu alhamdulillah” berupa Māqām
Sābā kami menggunakan jenis musik ini dengan tujuan agar pendengar tidak
hanya mendegar setelah itu hilang dari ingatan. Kami menggunakan jenis musik
ini agar pendegar teringat lalu menempel terus menerus di jiwanya. Hal ini
40
2016
Wawancara dengan Ahmad Sahlani ,(Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 9 September
74
pernah dialami oleh Ahmad Syauqi
saat jiwanya terasa sangat sulit untuk
menemukan titik terang. Ahmad mendegarkan lagu secara bertahap dan
membiarkan dirinya hanyut dengan irama musik Māqām Sābā. Hal yang ia
rasakan adalah ketenangan yang tidak pernah putus seperti sebelumnya. Lagu ini
mengunci memory agar hati dan fikiran tetap pada posisi seharusnya. Inilah
penyebab mengapa Ahmad menjadi lebih cerah dan mendapatkan titik terang agar
jiwanya bisa tenang dan lebih mudah menjalankan kewajibanya sebagai seorang
hamba yang taat kepada Tuhan. 41
Beralih ke jenis jiwa lainya seperti jiwa berkarakter ceria, selalu merasa
riang gembira sangat cocok dengan jenis musik māqām hījāz. Māqām hījāz selain
menenangkan jiwa juga dapat menetralisir keadaan emosi yang tidak stabil
menjadi natural dan normal kembali. Māqām hījāz terasa syahdu dan
menyenangkan setelah di renungkan dalam fikiran. Keistimewaan lain māqām ini
karena adanya nada 3/4 . fungsinya sebagai ruh atau penyeimbang dari segala
jenis māqām lainya. Seorang yang berkarakter ceria dan gembira juga terkadang
merasa sedih dan murung, perubahan emosi yang awalnya ceria kemudian
berubah sedih akan mempengaruhi aktifitas manusia yang biasanya bersemangat
menjadi kosong dan malas. Setelah mendengarkan musik yang menstimulasi
emosi otomatis hatinya pasti merasa tenang dan normal kembali ia akan kembali
cerah dan bersemangat. Ini yang kemudian menjadi pengaruh saat jiwa
41
2016
Wawancara dengan Ahmad Syauqi, (Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 10 November
75
membutuhkan stimulasi khusus untuk mengembalikan suasana jiwanya yang
baik.42
Ketika jiwa merasa hampa dan butuh penyemangat untuk kebahagiaan
dunia akhirat, maka pendukung lain yang sangat bermanfaat adalah syair.
Walapun terkadang ia tidak sengaja mendengarkan lagu tersebut, syair yang ada
dalam lagu “Asmāul-husna” akan menimbulkan efek ketenangan dalam jiwa yang
ceria, tetapi lagu ini juga akan sekaligus mengantar jiwa jauh merasuk langsung
kehadirat Tuhan Yang Suci nan Agung. Lagu ini berisikan syair zikir yang
bermanfaat untuk hati dan jiwa agar dekat dengan Tuhan. Banyak cara memuji
tuhan dengan zikir yang berbeda tetapi, sejatinya asmāul-husna adalah namanama-nya yang agung yang paling di sukai oleh-Nya. Suasana dekat dengan tuhan
dirasakan oleh Muhammad Fadhlullah yang berfikir keras bagaimana cara keluar
dari kemalasan yang selalu membelenggunya. Manusia yang lemah selalu
merindukan kedamaian dan ketenangan hati agar hidupnya selalu bahagia. Berasal
dari zikir yang terselip didalam syair irama lagu asmāul-husna, Muhammad
Fadhlullah benar- benar merasakan perbedaan yang nyata. Kini beliau selalu rajin
beribadah, yang sebelumnya sangat jarang melakukan hal-hal yang bersifat
sunnah. Masa kini kemalasan telah hilang dalam hidupnya dan berganti dengan
ketaatan beribadah walaupun hal ini berubah secara berangsur-angsur.43
42
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 9
September 2016
43
2016
Wawancara dengan Ahmad Syauqi, (Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 10 November
76
Cara selanjutnya yang dapat kita lakukan dengan karakter jiwa lain yang
bersifat tenang dan damai terkadang jika semakin lama di diamkan akan menjadi
sepi dan merasa sedih. Jiwa yang selalu sedih akan membutuhkan jenis musik
yang ceria dan bahagia. Jenis musik bahagia ini seperti lagu “Salam Untuk Nabi”,
yang berjenis māqām bāyātī. Musik bāyātī isinya sangat mengugah hati, isinya
ceria yang dibutuhkan oleh jiwa yang sepi dan sedih. Menumbuhkan kembali
semangat yang hilang adalah suatu keberhasilan yang membuat jiwa bahagia. Jika
dengan mudah mencapai rasa itu maka kemungkinan dapat dekat dengan Tuhan
akan semakin terbuka lebar.44
Jalan menuju dekat Tuhan bisa dilakukan dengan cara tertentu ada yang
mudah, ada juga yang sulit. Jiwa yang sudah tenang akan mudah menemukan
jalan menuju tuhan walaupun tanpa mendengarkan apa-apa yang bersifat menyeru
Ilahi. Manusia yang sudah dekat hanya perlu menjaga keimanan dalam hatinya
agar senantiasa selalu dalam jalan yang benar, namun manusia yang sulit
menemukan jalan menuju Tuhan tentu harus menyesuaikan jiwa yang telah
terlanjur jauh dengan-Nya. Jika seorang telah jauh dengan Tuhan jiwanya akan
mengalami suatu keguncangan atau ketidakstabilan emosi. Jiwa yang tentram
akan mendorong hati menjadi lembut karena mengingat Allah. Hati yang lupa
Allah akan di penuhi rekaman tentang dorongan nafsu dan kelezatan hidup
semata, hati akan menjadi keras dan kering. Jika dibiarkan lama kelamaan kalbu
akan pecah berkeping-keping yang hanya pantas menjadi bara api di neraka. Pada
44
2016
Wawancara dengan Ahmad Sahlani ,(Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 9 September
77
intinya jiwa yang tidak stabil terkadang dia merasa senang, terkadang ia merasa
sedih, terkadang ia merasa senang kembali. Bila kita ingin hati yang tenteram,
maka perbayaklah zikir yang sampai tembus ke dalam jiwa. Jiwa yang sehat
bagaikan sebatang pohon yang segar, rimbun dan penuh dengan dedaunan yang
menyejukan. Apabila menyerap air yang cukup. Air yang di maksud di sini
adalah zikir yang menyejukan hati.45 Tugas yang paling berat adalah bagaimana
seorang dapat ikut serta dalam māqām yang sesuai dengan jiwanya. Penyesuaian
māqām yang di sesuaikan mengiringi kondisi jiwa yang paling mudah. Cara yang
paling sederhana dengan menstimulasi nada musik tenang, kemudian nada musik
bersemangat, lalu kembali lagi ke nada musik tenang.
Nada musik tenang dalam sejarah musik Arab disebut māqām hījāz.
Māqām hījāz memiliki elemen tertentu yang dapat membuat siapa saja merasa
nyaman jika mendengarnya, setelah merasa tenang dalam musik dapat kita
berikan syair yang membawa ia kedalam suasana menyeru untuk tenang dan
damai hingga hanyut dalam buaian keindahan kata-kata. Keindahan kata-kata
akan membuat manusia menjadi tenang lalu bisa kita ajak mendengarkan nada
musik yang bersemangat. Mengajak seseorang untuk tenang akan mudah untuk
melanjutkan ke suasana yang bersemangat seperti nada pada māqām bāyātī.
Semangat yang timbul sudah pasti akan terekam dalam hati dan pikiran seseorang
yang telah menerima suasana perasaan ini. Agar memori selalu tersimpan dalam
jiwa maka māqām hījāz di perlukan kembali untuk mengantarkan jiwa menuju
45
Hal.1508
Tim Penulis UIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedi Tasawuf, (Bandung,Angkasa,2008),
78
suasana tenang dan damai sama seperti sebelum ia bersemangat. Demikian jiwa
yang awalnya tidak terkendali akan menjadi bersemangat dan selalu mengingat
Allah di mana pun ia berada.46
Allah akan selalu di ingat di mana saja karena mengunci pikiran dengan
nada ketenangan akan mengubah segala keadaan jiwa siapa saja. Ini adalah salah
satu cara mengatasi jiwa-jiwa yang jauh dan rumit hati untuk menerima segala
hal yang baik dan positif yang datangnya sudah pasti dari Sang Maha Pencipta,
dan dari jiwa yang bersih. Kebersihan jiwa yang mudah menerima kebaikan harus
selalu di pelihara dengan baik, agar tumbuh subur layaknya sebatang pohon yang
selalu menyejukan siapa saja yang bernaung di bawahya.47
jenis musik lainya yang mudah di terima oleh siapa saja, dari seorang yang
sudah terlanjur dekat Allah atau yang paling jauh sekalipun bisa ikut merasakan
langsung jika telah mendengarkan konsep bermusik dengan cara menggabungkan
kembali māqām hījāz ke māqām nāhwānd lalu kembali lagi ke māqām hījāz.
Jiwa tenang yang sedang merasa rileks sudah pasti tidak akan terbebani oleh
fikiran-fikiran apapun. Membawa jiwa agar selalu tenang irama māqām hījāz
dapat mengawali
jiwa yang tenang kemudian beranjak menjadi perasaan
merenungi diri, mengingat dosa-dosa yang telah diperbuat. Mengingat dosa masa
lalu manusia akan berfikir hidup di dunia hanya sementara. jika ingin mengubah
pola hidup yang tidak berguna di masa lalu, sesegera mungkin kita harus beranjak
46
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 25
juli 2015
47
Wawancara dengan Ahmad Syauqi, (Anggota el-Syamwel), 9 September 2016
79
dari kehidupan lama yang hanya membuang waktu tanpa manfaat. Manusia yang
telah menyadari semua dosa-dosanya secara otomatis rindu ingin segera datang
pada Allah dan memohon ampunan. Irama yang bermanfaat sebagai bahan
intropeksi diri, membuat jiwa berubah keinginannya menjadi lurus. Baik dalam
waktu singkat maupun waktu yang lama. Lagi-lagi cara efektif menjaga jiwa agar
selalu berada dijalan yang benar mendengarkan māqām hījāz hal yang paling tepat
dan efektif.48
Perbedaan jenis māqām lain yang menggambarkan keadaan jiwa saat hati
senang jika sebelumnya merasa sepi dapat menggunakan māqām Ājām lanjut ke
māqām Jīhārkāh lalu disambung kembali ke māqām bāyātī. Bisa dikatakan
perpaduan irama musik ini sedikit berbeda dari pembahasan sebelumnya.
Alasanya karakter jiwa yang kosong membuat manusia merasa sangat amat
kesepian, bahkan kekosongan yang di alaminya membuat suasana yang ramai
sekalipun, tetap membuat jiwanya sepi sendiri bagaikan tiada seorangpun yang
hidup di dunia ini selain dirinya. Kesepian bagaikan sahabat setia yang selalu
menemani hari-harinya. beban hidup baginya seakan mengambil seluruh
kebahagiaan yang ia punya. Padahal masih banyak segudang kebahagiaan yang
seharusnya ia rasakan selain berlarut dalam kesedihan yang tidak bermanfaat.
Padahal Tuhan sendiri tidak menyukai orang-orang yang terlalu larut dalam
kesedihan. Orang yang terlalu bersedih akan mudah terjerumus ke dalam lembah
hitam, sekalipun tidak ada yang mendorongnya. Hal ini salah satu contoh yang di
48
juli 2015
Wawancara dengan Muhammad Fadhlullah,(Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel), 25
80
kawatirkan sebab kesendirian yang dirasakan sudah terlalu larut dan mendalam.
Stimulasi kompisisi irama super ceria harus membantu jiwa yang sepi seperti ini.
Māqām ājām mengantar jiwa menuju kebahagiaan agar selalu riang gembira
walaupun hatinya tengah bersedih. Lambat laun seiring berjalanya waktu yang
bergulir pasti akan membuat jiwa sepi ini sedikit demi sedikit, tahap demi tahap
akan merasakana manfaatnya. Lalu menyadari betapa indahnya hidup bahagia
yang selama ini ia abaikan. Bahagia yang tengah ia rasakan akan berjalan terus
mengalir sampai akhirnya berujung di kebahagiaan abadi. yakni hanyalah
mengingaat Allah SWT.
Setelah hilang kesedihaan dan kesepianya jiwa harus merayakan
keberhasilanya setelah melawan kesepian. Māqām jīhārkāh diperlukan karena
setelah mencapai kesuksesan, jiwa akan termotivasi ingin selalu berada dijalan
Allah semata. Motivasi hanya akan timbul setelah jiwa berkeinginan keras mau
mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Keinginan mengubah keadaan mulai
dilakukan seperti berbaur dengan orang sekitar, mulai merasa bahwa dia tidak
pernah
sendiri,
menyadari
bahwa
banyak
orang-orang
terdekat
yang
menyayanginya, mulai bersosialisasi dengan orang banyak kemudian menata
tujuan yang baik untuk kehidupan di masa depan. Motivasi dorongan kuat
memacu pikiran untuk tetap yakin pada keputusan yang telah diambil dari jiwa.
Jiwa yang telah berubah dari sepi, menuju keberhasilan kemudian termotivasi
menjadi lebih baik adalah hal yang sulit di lakukan. Jiwa semacam ini harus terus
di pelihara suasana hatinya agar selalu bahagia dan ceria. Kekosongan hati sangat
81
sulit di ubah dengan mudah. Jika sudah berhasil menaklukannya sebaik mungkin
keceriaan yang telah timbul harus di jaga selalu.49
Kebahagian yang tidak ternilai harganya jika seseorang bisa dekat dengan
Tuhan dari seuntai syair bernafas pujian. Manfaat yang akan di rasakan sesuai
dengan kebutuhan jiwa. Terkadang jiwa membutuhkan bantuan serta dorongan
dari luar melalui suatu media. Salah satunya media seni musik religi bernafas
syair bermakna. Pandangan penulis mengenai masalah ini korelasi antara
keduanya sangat berkaitan erat. Hal ini dapat di lihat dari bagaimana el-Syamwel
berkarya di ranah syair dan musik serta mengkolaborasikan jenis-jenisnya dengan
harapan tulus mengarap keridhoan Allah juga berharap salam yang selalu mereka
sampaikan dapat didengar dan di ingat oleh Nabi Muhammad. Bukan suatu hal
mudah membuat syair bermakna lalu menyusunya dengan irama yang sesuai.
Terkadang irama yang sesuai tidak dapat dikolaborasikan dengan syair yang
bermakna. Perlu memakai disiplin dan tata tertib nada-nada yang dimaksud agar
selaras dari awal sampai akhir lagu.
Jenis musik yang berasal dari Al-Fārābī memberikan warna tersendiri
bagi tiap-tiap jenisnya. Mengkolaborasikan suatu karya yang sudah indah dan
menawan, akan lebih menawan lagi jika telah di persatukan menjadi suatu karya
baru. Seperti paduan Māqām satu dengan Māqām lainnya yang berada dalam
satu irama musik. Hal ini merupakan suatu karya yang sangat luar biasa kaya.
49
2016
Wawancara dengan Ahmad Sahlani ,(Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 9 September
82
Masih jarang sekali musisi yang menggunakan metode ini karena masih sedikit
yang mengetahuinya. Kasus yang terjadi biasanya
seorang musisi hanya
menciptakan sebuah karya dengan satu jenis Māqām, tetapi ia tidak
mengaplikasikan manfaat dan pengaruh dari irama tersebut. Cara bekerja seorang
musisi zaman sekarang sudah sangat praktis karena tidak lagi mencari bagaimana
cara memainkan alat musik, dan bagaimana menemukan nada yang sesuai dengan
masing-masing orang yang berbeda suara serta jiwanya. Jika musik sudah bisa
menyenangkan hati itu sudah cukup untuk memenuhi syarat dalam bermusik.
Inilah hal yang menarik untuk di bahas tentang bagaimana cara mengaplikasikan
musik secara maksimal. Fungsi musik yang sudah bemanfaat jadi lebih
bermanfaat lagi jika di kaji lebih mendalam. 50
50
Wawancara dengan Ahmad Syauqi, (Anggota Grup Gambus el-Syamwel), 10 November 2016
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Untuk memanfaatkan musik yang berpengaruh al-Fārābī mengatakan
bahwa banyak sekali manfaat yang dapat kita dapatkan dengan mendegarkan
musik. Manfaat yang didapatkan tidak hanya berefek pada kehidupan akan tetapi
juga sangat penting untuk jiwa-jiwa manusia yang rentan berubah-rubah. Musik
yang diselingi dengan makna yang bermanfat banyak mengandung efek yang
beragam. Perubahan jiwa yang beragam dapat disesuaikan dengan jenis musik
yang ada. Hal yang paling penting bukan hanya sajak memiliki efek yang
bermanfaat, tapi juga membuat jiwa semakin dekat dengan sang ilahi. Meskipun
banyak sekali musik-musik yang beredar mengarah pada maksiat. Jika seorang
yang menggunakan musik dengat baik maka yang datang kepadanya akan
mendatangkan kebaikan. Jika kebaikan telah didapatkan maka jalan dekat dengan
Tuhan akan semakin mudah.
Jalan menuju keridhoan tuhan dapat kita lakukan lewat mendegarkan
musik. Musik yang bermanfaat untuk kesehatan jiwa sangat jarang dimanfaatkan
oleh umat manusia. Pengaruh musik māqām yang telah tercipta hanya tinggal
dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Jadi jiwa yang dengan
beragam macam keadaanya dapat tempat yang sesuai untuk mengobati atau
sekedar menghibut suasana hati saja. Kendati demikian hal yang lebih baik
83
84
hanyalah irama yang bermakna kemudian menghantar jiwa menuju jalan yang
lurus dan benar.
B. SARAN
Teori al-Fārābī yang diterapkan oleh Gambus el-Syamwel memberikan
kontribusi yang baik untuk kebaikan masyarakat luas, teori ini akan membuka
pikiran dan persepsi bahwa gambus yang selama ini di kenal banyak masyarakat
luas bukan saja hanya sekedar syair yang menghibur dan sudah pasti menuju pada
jalan agama, akan tetapi syair yang dibuat oleh el-Syamwel juga berbahasa Arab
bermakna pujian kepada Tuhan.
Saran penulis menghimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih
dan menilai musik gambus secara keseluruhan, karena tidak semua pruduksi
musik gambus memberikan manfaat yang baik dan memberikan efek positif demi
kesehatan jiwa.
85
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Semait , Syeih. Rahasia Sufi, Singapura: Pustaka Nasional. PTE
LTD.2004
Aley, Riry. Intisari Pintar Olah Vokal. Jogjakarta: Flash Book. 2010
Al-Fārābī, Kalām Fil-Shir. Cairo: Daar el Katib. T.T
-------------Kitab al-Īq‟āt. Cairo: Daar el Katib. T.T
-------------Madkhal al-Mūsīqī. Cairo: Daar el Katib. T.T
-------------Mūsīq al-Kabīr. Cairo: Daar el Katib. T.T
Al-Taftazani, al-Ghanimi Abu al-Wafa. Sufi Dari Zaman ke Zaman. Bandung:
PUSTAKA.1997
Apriani , Dina. Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penderita Kangker menurut alFārābī. disertasi S3 Pascasarjana Universitas Indonesia.2010
AS, Amaran. Pengantar Studi Tasawuf. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 1996
Aulia, Neneng. Ilmu Seni Teori dan Praktik. Jakarta:Inti Prima.2010
Bensin, Kau. Sedjarah Musik di Eropah. Djakarta: Soerangan.1958
Burhani, Ahmad Najib. Sufisme Kota. Jakarta: Serambi. 2001
Dahlan, Abdul Aziz. Pemikiran Falsafi dalam Islam. Jakarta: Djambatan. 2003
Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.1998
Djohan, Psikologi Musik. Djogyakarta:Buku Baik.2005
----------,Terapi Musik Teori dan Aplikasi.Yogyakarta: Galangpress. 2006
Effendi, Daud. Belajar Membaca AL-Quran Dengan Lagu. Jakarta: Lembaga
Bahasa dan Ilmu Al-Quran.1997
Farmer, Henry George.The Sources of Arabian Music an Annotated Bibliography.
London: Burleigh Press.1953
----------------------------- A History of Arabian Music.London: Burleigh Press.
1929
86
----------------------------The Sources of Arabian Music an Annotated Bibliography
Gazalba,Sidi, Islam dan Kesenian Relevansi Islam dan Seni Budaya.Jakarta:
Pustaka al-Husna.1988
-----------------, Asas Kebudayaan Islam Pembahasan Ilmu dan Filsafat Tentang
Ijtihad, Fiqih, Akhlaq, Bidang-bidang Kebudayaan, Masyarakat, Negara. Jakarta:
Bulan Bintang.1978
Ghulam Muinuddin, Syekh. Penyembuhan Cara Sufi. Yogyakarta: Yayasan
Bintang Budaya.2000
Haeri, Fadhullah. Belajar Mudah Tasawuf. Jakarta: PT Lentera Basritama.1999
Hali, Muhammad S. Unsur Musik Dalam 3 Buah Sajak Khali Matran. Skripsi
Sarjana Pendidikan perpustakaan UI.1988
Hamidi, UU. Estetika Melayu di Tengah Hamparan Estetika Islam.Pekanbaru:
Zamrud.1991
Hardiat, Dani Satria. Starway to Heaven Esai Sosio Musikologi.Surabaya:
DeRozarie.2013
Hardjana,Suka. Musik Antara Kritik dan Apresiasi. Jakarta: Kompas.2004
------------------.Corat-Coret Musik Kontenporer Dulu dan Kini. Jakarta: Ford
Foundation dan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.2003
Hartoko,Dick. Manusia dan Seni.Yogyakarta:Kanisius.1984
Hasan Ibrahim Hasan.Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.2003
Hasan Touma, Habib.The music or arabs. Libanon: Daar El Mashreq. 1973
Hasjmy, A. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta:Bulan Bintang. 1975
Hoesin, Oemar Amin. Kultur Islam.Jakarta: Bulan Bintang.1964
Hofmann, Murad W.Menengok Kembali Islam Kita. Bandung: Pustaka Hidayah.
2002
Huzaemah,"music sebagai media dakwah: analisa isi program syiar dan syair
TVRI juni-november2001". Skripsi Sarjana Pendidikan Jakarta:
perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah. 2 002
Israr,C. Sejarah Kesenian Islam.Jakarta: Bulan Bintang.1999
Jamalus, Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik.Jakarta:Direktorat
Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1988
87
Jisr, Nadim Ali.Wujud dan Ma‟rifah Pemikiran Islam dalam Mempertahankan
Ilmu Pengetahuan dan Filsafat. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.1992
Karasu,T Byram. Seni Berdamai Dengan Hati the Art of Serenity.Jakarta: Prenada
Media.2003
Kartanegara, Mulyadhi. Menyelami Lubuk Tasawuf. Jakarta: Erlangga. 2006
Khalil, Ahmad. Merengkuh Bahagia Dialog al-Qur‟an, Tasawuf, dan Psikologi.
Malang: UIN Malang Press. 2007
Khan, Hazrat Inayat. The Heart Of Sufism.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.2002
Khan, Sahib Khaja. Cakrawala Tasawuf. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.1993
Leaman, Oliver. Menafsirkan seni dan keindahan estetika Islam. Bandung:
Mizan. 2004
Madjid, Nurcholish. Khazanah Intelektual Islam. Jakarta: Bulan Bintang. 1984
Martasudjita, Pengantar Liturgy Makna Sejarah dan Teologi Liturgy. Yogyakarta:
Kanisus.1999
Nasr, Sayyed Hossein. Dkk, Warisan Sufi.Jogjakarta: Pustaka Sufi.2003
Nata, Abuddin. Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.1998
Nurbakhsh, Javad. Spiritual Poverty In Sufism (Faqr and Faqir). London:
Khaniqahi-Nimatullahi publications.1984
Parramon, Edicion. Dvorak-Debussy.Bandung:Angkasa. 1985
Pasaribu, Ben. Arkeomusikologi.Medan:Balai Arkeologi Medan. 2008
Patel, Anirrudh. Music Languange and The Brain.New York: Oxforf University
Press.2008
Pono Banoe. Metode Kelas Musik. Jakarta: Indeks.2013
Qardhawi, Yusuf. Sistem Masyarakat Islam Dalam Al-Quran dan Sunnah. Solo:
Citra Islami press. 1997
Sedyawati, Edi. Pertumbuhan Seni Pertunjukan.Jakarta: Sinar Harapan.1981
Semiun,Yustinus. Kesehatan Mental 3.Yogyakarta: Kanisius.2006
Shin, Nakagawa. Musik dan Kosmos Sebagai Pengantar Etnomusikologi. Jakarta:
Yayasan Obor Indonesia IKAPI DKI Jakarta.2000
Smith, Rachel Darnley. Music Therapy. London: Sage Publication Ltd. 2003
88
Soedarsono, Soe.Pengantar Apresiasi Seni. Jakarta: Balai Pustaka.1992
Wawancara pribadi dengan Muhammad Fadhlullah, sebagai ketua grup gambus
el- Syamwel Cilandak Jakarta Selatan, Sabtu, 10 Oktober 2016.
Wawancara pribadi dengan Ahmad Sahlani, sebagai agnggota grup gambu elSyamwel Cilandak Jakarta Selatan, Senin, 07 November 2016.
Wawancara pribadi dengan Muhammad Arief, sebagai anggota grup gambus elSyamwel Cilandak Jakarta selatan, Sabtu, 20 Oktober 2016.
Wawancara pribadi dengan Ahmad Syauqi, sebagai anggota grup gambus elSyamwel Cilandak Jakarta selatan, Kamis, 10 November 2016.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
SURAT KETERANGAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Ust. MUHAMMAD FADHLULLAH
Jabatan
: Pimpinan Grup Gambus el-Syamwel
Dengan ini menyatakan bahwa:
Nama
: SITI RAHAYU RAHMAYANTI
Tempat.tanggal.lahir : Depok, 09-05-1991
NIM
: 1110033100009
Fak. Jurusan
: Ushuluddin/Aqidah dan Filsafat Islam
Semester
: IX (Sembilan)
Tahun Akademik
: 2015/2016
Program
: Strata 1 (S1)
Alamat
: Jalan Rawageni RT.03 RW. 07 Desa Ratujaya
Kecamatan Cipayung depok
Berdasarkan keterangan dari yang bersangkutan dan data yang ada serta sepengetahuan kami
betul bahwa orang tersebut di atas merupakan mahasiswa UNIVERSITAS ISLAM NEGRI
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah melaksanakan penelitian di tempat kami
dengan judul “Pengaruh Musik Terhadap Kejiwaan Manusia Menurut Āl-Fārābī (Studi Kasus
Musik Gambus el-Syamwel Cilandak,Jakarta Selatan)”
Demikian keterangan ini kami buat dengan sesungguhnya, agar dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
17 Oktober 2016
Pimpinan Gambus el-Syamwel
MUHAMMAD FADHLULLAH
SURAT KETERANGAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: AHMAD SAHLANI
Jabatan
: Anggota Grup Gambus el-Syamwel
Dengan ini menyatakan bahwa:
Nama
: SITI RAHAYU RAHMAYANTI
Tempat.tanggal.lahir : Depok, 09-05-1991
NIM
: 1110033100009
Fak. Jurusan
: Ushuluddin/Aqidah dan Filsafat Islam
Semester
: IX (Sembilan)
Tahun Akademik
: 2015/2016
Program
: Strata 1 (S1)
Alamat
: Jalan Rawageni RT.03 RW. 07 Desa Ratujaya
Kecamatan Cipayung depok
Berdasarkan keterangan dari yang bersangkutan dan data yang ada serta sepengetahuan kami
betul bahwa orang tersebut di atas merupakan mahasiswa UNIVERSITAS ISLAM NEGRI
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah melaksanakan penelitian di tempat kami
dengan judul “Pengaruh Musik Terhadap Kejiwaan Manusia Menurut Āl-Fārābī (Studi Kasus
Musik Gambus el-Syamwel Cilandak,Jakarta Selatan)”
Demikian keterangan ini kami buat dengan sesungguhnya, agar dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
17 Oktober 2016
Anggota Gambus el-Syamwel
AHMAD SAHLANI
SURAT KETERANGAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: MUHAMMAD ARIEF
Jabatan
: Anggota grup gambus el-Syamwel
Dengan ini menyatakan bahwa:
Nama
: SITI RAHAYU RAHMAYANTI
Tempat.tanggal.lahir : Depok, 09-05-1991
NIM
: 1110033100009
Fak. Jurusan
: Ushuluddin/Aqidah dan Filsafat Islam
Semester
: IX (Sembilan)
Tahun Akademik
: 2015/2016
Program
: Strata 1 (S1)
Alamat
: Jalan Rawageni RT.03 RW. 07 Desa Ratujaya
Kecamatan Cipayung depok
Berdasarkan keterangan dari yang bersangkutan dan data yang ada serta sepengetahuan kami
betul bahwa orang tersebut di atas merupakan mahasiswa UNIVERSITAS ISLAM NEGRI
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah melaksanakan penelitian di tempat kami
dengan judul “Pengaruh Musik Terhadap Kejiwaan Manusia Menurut Āl-Fārābī (Studi Kasus
Musik Gambus el-Syamwel Cilandak,Jakarta Selatan)”
Demikian keterangan ini kami buat dengan sesungguhnya, agar dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
17 Oktober 2016
Anggota grup gambus el-Syamwel
MUHAMMAD ARIEF
SURAT KETERANGAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: AHMAD SYAUQI
Jabatan
: Anggota Grup Gambus el-Syamwel
Dengan ini menyatakan bahwa:
Nama
: SITI RAHAYU RAHMAYANTI
Tempat.tanggal.lahir : Depok, 09-05-1991
NIM
: 1110033100009
Fak. Jurusan
: Ushuluddin/Aqidah dan Filsafat Islam
Semester
: IX (Sembilan)
Tahun Akademik
: 2015/2016
Program
: Strata 1 (S1)
Alamat
: Jalan Rawageni RT.03 RW. 07 Desa Ratujaya
Kecamatan Cipayung depok
Berdasarkan keterangan dari yang bersangkutan dan data yang ada serta sepengetahuan kami
betul bahwa orang tersebut di atas merupakan mahasiswa UNIVERSITAS ISLAM NEGRI
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah melaksanakan penelitian di tempat kami
dengan judul “Pengaruh Musik Terhadap Kejiwaan Manusia Menurut Āl-Fārābī (Studi Kasus
Musik Gambus el-Syamwel Cilandak,Jakarta Selatan)”
Demikian keterangan ini kami buat dengan sesungguhnya, agar dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
17 Oktober 2016
Anggota Gambus el-Syamwel
AHMAD SYAUQI
Nara Sumber
Ttl
Jabatan
Waktu
Pukul
Tempat
:
:
:
:
:
:
Ust Muhammad Fadhullah
Jakarta 08 mei 1981
Pimpinan Gambus el-Syamwel
Sabtu, 10 Oktober 2016
19.20-21.00
Cilandak Jakarta-Selatan
1. Soal: Sejak kapan Ust mendirikan Grup gambus el-Syamwel ?
Jawab: el-syamwel saya dirikan tanggal 20 januari tahun 2005 hingga saat ini.
2. Soal:Apa latar belakang bapak mendirikan Grup gambus el-Syamwel ?
Jawab: latar belakang yang pasti karna saya menyukai lagu-lagu sholawat dan dorongan
dari keluarga besar untuk terus mengikuti segala macam perlombaan sholawat.
3. Soal: Mengapa harus bernama el-Syamwel?
Jawab: karena terinspirasi dari seorang nama nabi setelah nabi musa, dan juga terinspirasi
dari nama seorang anak dari salah satu donatur kami.
4. Soal: Berapa banyak jumlah Grup gambus el-Syamwel?
Jawab: saya hanya menggunkana empat orang inti dalam Grup ini.
5. Soal: Selain keluarga apa motivasi Ust mendirikan Grup Gambus el-Syamwel?
Jawab: motivasi saya hanya satu yaitu agar lagu sholawat ini bisa didengar enak ditelinga
menggunakan alat musik, bukan hanya bersholawat biasa tanpa alat musik.
6. Soal :Mengapa harus lagu sholawat?
Jawab: karena lagu sholawat sudah pasti bertujuan hanya untuk nabi. Kemudian saya
mencoba untuk memberikan persembahan yang saya bisa dan saya mampu, sekaligus
memberi salam pada nabi lewat lagu-lagu sholawat.
7. Soal: Mengapa harus bersyair zikir?
Jawab: saya menggunkana zikir karna makna lagu yang terkandung bukan hanya bertujuan
untuk nabi tapi zikir juga bisa bermaksud memuji Allah.
8. Soal: berapa banyak album el-Syamwel yang telah tercipta?
Jawab: album yang tercipta seluruhnya berjumlah 11 buah lagu.
9. Soal: Apa maksud dari setiap karya lagu el-Syamwel?
Jawab: Maksud dari semua album ini adalah ekpresi yang saya curahkan sebagai curahan
hati saya yang amat sangat bersyukur karena telah diutusnya seorang mahluk yang begitu
indah, dari segi fisik maupun akhlaknya. Selanjutnya agar siapa saja yang mendegarkan
lagu-lagu sholawat seketika akan bertambah kecintaanya kepada Nabi.
10. Soal: jenis musik apa yang digunakan untuk bersholwat?
Jawab: saya menggunakan jenis musik religi islami.
11. Soal: apa yang membedakan Grup el-syamwel dengan yang lain?
Jawab: perbedaan yang membedakan adalah saya hanya menciptakan lagu sholawat tidak
dicampur dengan jenis musik lainya. Selanjutnya saya juga menghadirkan penari sufi yang
terinspirasi dari tariqot naqsabandiyah, untuk melengkapi setiap penampilan grup elSyamwel.
12. Soal: Acara apa yang selalu el-Syamwel ikuti?
Jawab: acara yang kami ikut adalah acara KUS ( Kata Ust Solmet ) jam setengah lima
subuh dini hari di SCTV.
13. Soal: mengapa harus ada penari sufi?
Jawab: karena penari sufi bermanfaat untuk menambah energi menjadi lebih kuat.
Membuat siapa saja akan tersihir oleh keindahan syair dan tarian yang dilakukan secara
bersamaan.
14. Soal: apa manfaat yang diperoleh dari mendegarkan lagu sholawat?
Jawab: manfaat yang saya rasakan adalah perasaan bertambah keimanan yang berasal dari
makhluk yang indah yang diciptakan oleh Allah SWT. Selain bertambah keimanan dan
kecintaan saya juga menyadari bahwa saya hanyalah makhluk yang hina yang penuh
dengan dosa sekiranya dengan memuji beliau hati saya menjadi semakin bertambah
keimanan.
15. Soal : apa hubungan grup gambus el-Syamwel dengan teori al-farabi?
Jawab: hubunganya karna saya selalu menggunakan beberapa jenis maqom yang berbeda
beda antara satu dengan yang lainya. Seperti teori al-farabi yang menggunakan maqam
yang memiliki efek berbeda pula jika mendengarkan.
16. Soal: Maqam apa yang biasa digunakan oleh grup Gambus el-Syamwel?
Jawab: Maqam yang sering saya gunakan adalah maqam nahawand dan hijaz.
17. Soal: berapa banyak maqam yang digunakan untuk membuat nada?
Jawab: saya menggunakan beberapa jenis maqam sekitar lima jenis maqam, seperti: hijaz,
bayati,nahawand,hijazkar, dan ziharkah.
18. Soal: mengapa harus mengkorelasikan setiap maqom yang berbeda?
Jawab : saya menggunakan jenis musik yang berbeda karena selain memiliki efek yang
berbeda, saya juga mencari jenis musik yang bisa mudah diterima oleh masyarakat. Saya
berfikir jika masyarakat dapat mudah menerima sudah pasti kualitas yang diberikan bagus
dan disukai masyarakat.
19. Soal: apa alasan Ust menciptakan lagu asmaul-husna?
Jawab: alasannya karna terpengaruh dari sebuah tariqot naqsabandiyah yang setiap
dakwahnya selalu melantunkan syair sholawat akan tetapi tidak menggunakan alat musik.
Saya mencoba menciptakan hal yang berbeda dengan menciptakan syair sholawat yang
diiringi dengan alat musik.
20. Soal: bagaimana dengan alasan membuat lagu antal-qowiyu?
Jawab: Lagu ini saya buat berbeda pula. Alasanya karna terpengaruh dari sebuah majlis
yang bernama majlis tursina yang melantunkan irama sholawat tidak terlalu banyak tetapi
hanya sedikit yang digunakan.
Nara Sumber
Ttl
Jabatan
Waktu
Pukul
Tempat
:
:
:
:
:
:
Muhammad Arief
Jakarta 9 Juni 1987
Anggota Grup gambus el-Syamwel
Sabtu, 20 Oktober 2016
15.22-16.12
Lenteng Agung
1. Soal : Sejak kapan bapak tertarik pada Grup Gambus el-Syamwel?
Jawab : saya tertarik pada saat mengadiri acara Halal bi Halal di suatu tempat di Jakarta
pada tahun 2013
2. Soal: dimana bapak mengenal Grup Gambus el-Syamwel?
Jawab : Saya mengenal Grup ini di daerah Jakarta Pusat, pada saat menghadiri acara Hala
bi Halal di salah satu gedung pergadaian.
3. Soal : Melalui siapa mengenal Grup el-Syamwel?
Jawab: Saya mengenal Grup dari teman SMA yang berkecimpung di ekstra kulikuler
hadroh kemudian berencana mendirikan sebuah grup yang lebih banyak menggunakan alat
musik lengkap, akan tetapi tetap melantunkan lagu irama sholawat.
4. Soal : Apa motivasi bergabung dengan el-Syamwel?
Jawab: motivasi saya mengikuti grup karna secara emosional saya merasa seperti keluarga
yang sudah dekat. Saya merasa sudah mengenal dan dapat menyesuaikan karakter satu
dengan yang lainya. Selain itu latar belakang kami yang berbeda-beda membuat banyak
warna tersendiri bagi Grup.
5. Soal: Adakah manfaat yang bapak rasakan setelah mendegarkan lagu el-Syamwel?
Jawab: saya merasakan ketenangan dan semakin luas ikatan tali silaturahmi. Setelah
silaruhami terwujud keberkahan materipun mengikuti tanpa disadari. Setelah itu mulai
semakin terasa bahwa hal yang bersifat sunnah yang dulu saya tinggalkan terasa sering
saya kerjakan dengan mudah setelah saya sering bersholawat
6. Soal: Mengapa konsisten dengan el-Syamwel?
Jawab: sebenrnya banyak grup yang saya sukai, tetapi hati saya cenderung lebih nyaman
dengan el-Syamwel.
7. Soal: Apa hubungan sholawat dan zikir?
Jawab: Sholawat adalah doa. Berzikir dan bersholawat adalah satu kesatuan yang
merupakan kekuatan iman. Pujian dan sholawat dapat membuat hati tenang dan jauh dari rasa
keluh kesah.
8. Soal: Lagu apa yang bapak sukai dari album Grup Gambus el-Syamwel?
Jawab: lagu yang saya sukai adalah Salam untuk Nabi.
9. Soal: Apa maksud dari lagu tersebut ?
Jawab: saya mengajak siapapun dalam lagu ini agar selalu mengingat nabi. Menyadari
betapa hina manusia dihadapan Allah jika tidak ada Nabi pembawa kebenaran dan
pemberantas kezaliman. Memohon ampunan demi keberlangsungan hidup kita semua
diakhirat kelak agar mendapat syafaat dari Nabi sang mahluk termulya dimuka bumi.
10. Soal: apa perbedaan Grup el-Syamwel dengan Grup sholawat lainya?
Jawab: saya menyukai el-Syamwel karena mereka konsisten dengan apa yang mereka
tekuni. Grup el-Syamwel tidak mencampur adukan berbagai jenis musik lainya dalam
setiap penampilan mereka. Jadi bukan hanya di dalam album saja mereka bersholawat,
akan tetapi di luar album saat perfompun mereka hanya konsisten pada satu jenis musik.
Nara Sumber
Ttl
Jabatan
Waktu
Pukul
Tempat
:
:
:
:
:
:
Ahmad Sahlani
Jakarta 2 Agustus 1982
Anggota Grup Gambus el-Syamwel
Senin, 07-11-2016
15.00-16.00
Kebon Jeruk Jakarta-barat
1. Soal: Kapan bapak mulai bergabung dengan Grup Gambus el-Syamwel?
Jawab: saya mulai gabung dengan Grup sekitar tahun 2007
2. Soal: melalui siapa bapak mengenal Grup Gambus el-Syamwel?
Jawab: Pada saat itu saya mengenal Grup el-Syamwel dari teman teman Hiqma UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Soal: Apa motivasi yang membuat bapak tertarik dengan Grup Gambus elSyamwel?
Jawab: motivasi saya karna ingin selalu menyebarkan kebaikan bagi siapa saja yang
mendengarkan sholawat.
4. Soal: Apa yang melatar belakangi bapak bergabung dengan Grup Gambus elSyamwel?
Jawab: latar belakang saya mengikuti Grup el-Syamwel karna saya hobbi dengan musik.
Kedua, selain suka dengan musik tanpa disadari selama proses bermusik lama-kelamaan
dapat mengahsilkan uang. Ketiga, yang lebih menyenangkan lagi adalah seluruh anggota
yang bergabung sangat taat dalam ibadah, inilah yang membuat hati saya selalu merasa
aman dan tentram selama menjadi anggota Grup el-Syamwel.
5. Soal: Apa manfaat mengikuti Grup Gambus el-Syamwel?
Jawab: manfaat yang saya rasakan adalah kenyamanan dalam iman. Kenyamanan
bermusik yang saya sukai sangat efektif manfaatnya jika di barengi dengan hal yang
positif seperti melakukan pujian berupa sholawat secara otomatis hati juga ikut isa
merasakan kebahagiaan. Jika hati sudah merasa bahagia sudah pasti orang lain juga bisa
merasakan kebahagiaan tersebut.
6. Soal:Apa yang bapak ketahui tentang sholawat?
Jawab: pada hakikatnya sholawat adalah pujian untuk Nabi. Saya memuji Nabi dengan
sholawat karna ini adalah perintah Allah. Saya sering bersholawat karna Nabi
Muhammad adalah mahluk yang termulya dimuka bumi yang eksistensinya sudah ada
sebelum alam diciptakan. Sholawat yang dilantunkan akan menjadi wasilah mengharap
keridhoan Allah SWT. Alasan lainya meneruskan dari slogan Rhoma Irama yang
mengatakan bahwa “seni itu suci” menurut saya seni yang suci hanyalah seni musik yang
bukan hanya disukai oleh masyarakat akan tetapi dapat memberi manfaat diakhirat kelak.
7. Soal: Daerah mana saja penampilan el-Syamwel diadakan?
Jawab: kami selalu sering tampil di Jakarta dan sekitarnya. Namun jika diluar Kota kami
terkadang pergi ke Sumatra, Padang, Sulawesi, Kalimantan,Gorontalo,
Batulicin,Banjarmasin,Ambon, Jawa-tengah, Jawa-timur, Karawang yang masih area
Indonesia dan sekitarnya.
8. Soal: Siapa yang selalu membantu dalam setiap penampilan Grup el-Syamwel?
Jawab: Keluarga dan Seluruh team yang bergabung.
9. Soal: Lagu sholawat apa saja yang selalu dilantunkan dalam setiap penampilan?
Jawab: Lagu yang sering kami lantunkan biasanya lagu Annabi shollu alaik,
Alhamdulillah dan Asmaul-Husna.
10. Soal: Apa yang bapak ketahui tentang maqam?
Jawab: Maqam adalah tangga nada yang digunkan untuk membuat sebuah irama yang
indah. Kira-kira seperti itu menurut saya.
11. Soal: Maqam apa yang paling menyentuh hati bapak?
Jawab: saya paling mneyukai maqam Hijaz
12. Soal: Apakah ada hubungan maqam Al-farabi dengan Grup Gambus el-Syamwel?
Jawab: tentu saja ada. Alasanya karna isi lagu sholawat diiringi dengan maqam yang
sesuai akan menimbulkan efek berbeda pada hari siapa saja yang mendengarkanya. Inilah
mengapa kami menciptakan beberapa jenis maqam dalam setiap lagu dalam album elSyamwel.
13. Soal: Apa perbedaan el-Syamwel dengan Grup sholawat lain?
Jawab: perbedaan yang sangat mendasar selama saya bergabung adalah Grup el-Syamwel
hanya melantunkan lagu sholawat dan tidak mencapur ke jenis musik lain.
14. Soal: Apa hubungan sholawat dengan zikir?
Jawab: pada hakikatnya sholwat itu memuji dan zikir itu mengingat tapi mempunyai
tujuan yang sama, serta memiliki manfaat dari mengharap keridhoan Allah. Jadi
hubungan antara keduanya bisa saling melengkapi.
15. Soal: Apa alasan Grup menggunakan penari sufi?
Jawab: alasanya yang saya yakini karna penari sufi sebaga syiar untuk menambah energi
yang ingin didapat.
16. Soal: Maqam apa yang biasa digunakan dalam penampilan Grup el-Syamwel?
Jawab: maqam yang biasa digunakan seperti bayati, rast,dan jiharkah.
17. Soal: Siapa tokoh yang paling mempengaruhi Grup el-Syamwel?
Jawab: tokoh yang paling berpengaruh adalah H. Hasan. Beliau menemani perjalanan
karir el-Syamwel dari masih belum punya apa-apa hingga bisa sukses seperti sekarang
ini. Tokoh kedua yaitu tokoh dari Tariqat naqsabandiyah yaitu syeh hisyam murid dari
syeh nazim. Pengajian yang saya ikuti memberikan banyak makna salah satunya
berkaitan dengan cinta. Saya menangkap isi dari cinta ini adalah Allah menilai segala
usaha kita dari seberapa banyak kita berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Tentu
juga dari seberapa banyak kita mengingat Allah dan rosulnya, inilah yang menjadi tolak
ukur manusia dapat keridhoa-Nya atau tidak.
18. Soal: berapa kali latihan diadakan ?
Jawab: saya mengikuti latihan rutin pada awal terbentuk Grup sekali dalam seminggu.
Setelah banyak jadwal yang harus kami ikuti akibatnya sangat menyita banyak waktu.
Kendati demikian walaupun saat ini hanya dua kali dalam sebulan, grup masih
melakukan latihan rutin.
19. Soal: Dimanakah latihan biasa diadakan?
Jawab: saya selalu ikut latihan di kediaman ust Fadhlullah di Daerah Cilandak.
20. Soal: Lagu apa yag paling Bapak sukai?
Jawab: saya selalu menyukai lagu Asmaul-Husna.
21. Soal: mengapa menyukai lagu Asmaul-Husna?
Jawab: alasanya karna setiap saya membawakan lagu ini hati saya seakan terpedaya
olehnya. Akibanya saya merasa khusyuk dan khidmat dalam hati.
Nara Sumber
Ttl
Jabatan
Waktu
Pukul
Tempat
1.
:
:
:
:
:
:
Ahmad Syauqi
Jakarta 12 januari 1984
Anggota Grup el-Syamwel
Kamis 10-11-2016
12.00-13.18
Depok jawa barat.
Soal : sejak kapan bapak bergabung dengan Grup el-Syamwel?
Jawab: saya mengenal grup pada tahun 2008
2.
Soal: melalui siapa bapak mengenal Grup el-Syamwel?
Jawab: saya mengenal Grup dari teman sesama musisi musik.
3.
Soal: apa motivasi bapak mengikuti Grup el-Syamwel?
Jawab: motivasi saya mengikuti grup karna el-Syamwel memiliki aransemen yang
menarik hati dan membuat hati saya tersentu oleh nada iramanya.
4.
Soal: Apa latar belakang yang membuat bapak tertarik dengan Grup?
Jawab: latar belakang saya tertarik karna saya ingin mengenalkan Nabi muhammad pada
umat Islam. Serta mendorong semnagat ibadah kepada Allah SWT.
5.
Soal: apa manfaat yang bapak rasakan mengikuti Grup el-Syamwel?
Jawab: manfaat yang saya rasakan selain semangat dalam ibadah , sholawat juga bisa
mendidik akhlak agar senantiasa mengindar dari perbuatan buruk.
6.
Soal : Apa yang bapak ketahui tentang sholawat?
Jawab: sholawat menurut saya bentuk syair yang berirama yang dilantunkan untuk
memuji sang kekasih Allah.
7.
Soal : apa yang bapak ketahui tentang maqam?
Jawab:maqam adalah pembeda irama nada yang satu dengan yang lainya. Sholawat
yang tercipta ada banyak berbagai jenisnya yang sudah pasti terdapat maqam mewarnai
isi sholawat itu.
8.
Soal : maqam apa saja yang biasa digunakan dalam tiap penampilan?
Jawab: Grup kami berkarir di ranah maqam bayati dan hijaz.
9.
Soal :Dimana biasa latihan diadakan?
Jawab: saya biasa mengikuti latihan di kediaman Muhamaad Fadhlullah cilandak
jakarta selatan.
10.
Soal : berapa lama latihan dilakukan?
Jawab: latihan dilakukan selama kurang lebih satu sampai dua jam.
11.
Soal : Apa hubungan sholawat dengan zikir?
Jawab: hubunganya adalah karna sholawat itu itu memuji dan zikir mengingat.
Kesimpulanya jika kita sudah mengingat alangkah baiknya kita memuji terlebih dahulu,
memuji yang kita lakukan bertujuan agar doa dan segala keinginan kita di kabulkan
oleh Allah.
12.
Soal : Mengapa harus memakai zikir?
Jawab: menurut saya berzikir itu cara yang paling baik untuk mendekatkan diri kepada
Allah. Berzikir sambil bermusik adalah hal yang paling menyenangkan jika dilakukan
dengan khusuk.
13.
Soal : Lagu apa yang paling menyentuh hati?
Jawab: Menurut saya semua lantunan lagu menyentuh hati saya. Namun yang selalu
mengetarkan hati hanya lagu Asmaul-husna.
14.
Soal : apakah anggota wajib memahami maqam?
Jawab: wajib. Alasanya agar mengetahi nada yang cocok dan menyesuaikan dengan
syair yang berkaitan.
Download