ANALISIS PENGARUH PELEMAHAN NILAI

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ANALISIS PENGARUH PELEMAHAN NILAI TUKAR RUPIAH
TERHADAP HARGA SAHAM SEKTORAL PADA INDEKS LQ45 DI
BURSA EFEK INDONESIA
(Sebelum dan Saat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika
Serikat pada Kelompok LQ45 Periode Agustus 2015 – Oktober 2015)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Manajemen
Oleh :
Ni Nyoman Ayu Purnama Dewi
NIM : 122214058
PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016
i PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Skripsi
ANALISIS PENGARUH PELEMAHAN NILAI TUKAR RUPIAH
TERHADAP BARGA SAHAM SEKTORAL PADA INDEKS LQ45 DI
BURSA EFEK INDONESIA
(Sebelum dan Saat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika
Serikat pada Kelompok LQ45 Periode Agustus 2015 - Oktober 2015)
Oleh:
Ni Nyoman Ayu Pumama Dewi
Telah disetujui oleh :
Pembimbing I
Tanggal, 09 Agustus 2016
Drs. Aloysius Triwanggono M.S
Pembimbing II
Tanggal, 29 Agustus 2016
Drs. Th. Sutadi, MBA
ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Skripsi
ANALISIS PENGARUH PELEMAHAN NILAI TUKAR RUPIAH
TERHADAP BARGA SABAM SEKTORAL PADA INDEKS LQ45 DI
BURSA EFEK INDONESIA
(Sebelum dan Saat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika
Serikat pada Kelompok LQ45 Periode Agustus 2015 - Oktober 2015)
Dipersiapkan dan Ditulis oleh:
Ni Nyoman Ayu Pumama Dewi
NIM: 122214058
Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji
Pada Tanggal12 Oktober 2016
dan Dinyatakan Memenuhi Syarat
Susunan Dewan Penguji
Jabatan
Nama Lengkap
Ketua
Dr. Lukas Purwoto, M. Si.
Sekretaris
MT. Emawati, SE., M.A.
Anggota
Drs. Aloysius Triwanggono M.S
Anggota
Drs. Th. Sutadi, MBA
Anggota
Dr. Caecilia Wahyu Estining Rahayu, M.Si.
iii
Tanda Tangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Motto:
“I don't want to live in the kind of world where we don't look out for each other.
Not just the people that are close to us, but anybody who needs a helping hand. I
can’t change the way anybody else thinks, or what they choose to do, but I can do
my bit.”
( Charles de Lint)
“ Education without values, as useful as it is, seems rather to make man a more
clever devil ”
(C. S. Lewis)
“Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran disucikan dengan kebenaran, jiwa
disucikan dengan pelajaran suci dan tapa brata, kecerdasan dengan pengetahuan
yang benar”
(Manawa Dharmasastra.V.109)
Skripsi ini dipersembahkan kepada :
Tuhanku Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa
Bapak dan Ibuku beserta keluargaku tercinta khususnya
Universitas Sanata Dharma Tercinta
Pribadi diriku sendiri
Dan kawan – kawanku semua
iv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN-PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya yang bel'tanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi
denganjudul:
ANALISIS PENGARUH PELEMAHAN NILAI TUKAR RUPIAH
TERHADAP HARGA SAHAM SEKTORAL PADA INDEKS LQ45 DI
BURSA EFEK INDONESIA
(Sebelum dan Saat Pelemahan Nilai Tukal' Rupiah tel'hadap Dolal' Amel'ika
Sel'ikat pada Kelompok LQ45 Periode Agustus 2015 - Oktober 2015)
dan diajukan untuk diuji pada tanggal 12 Oktober 2016 adalah hasil karya saya,
saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keselU1uhan atau
sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru
dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukan gagasan atau
pendapat atau pikiran dati penulisan lain yang saya akui seolah-olah sebagai
tulisan saya sendiri, dan atau tidak tel'dapat bagian atau keseluruhan tulisan yang
saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa membel'ikan
pengakuan (disebutkan dalam referensi) pac1a penulis aslinya.
Bila di kemuc1ian hari terbukti bahwa saya melakukan tindakan tersebut, maka
saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini c1igugurkan dan gelar akademik
yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan
perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal
70).
Yogyakarta, 30 November 2016
Yang membuat pemy taan,
Ni Nyoman Ayu Pumama Dewi
NIM: 122214058
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang belianda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:
Nama : Ni Nyoman Ayu Pumama Dewi
NIM
: 122214058
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan
Universitas Sanata Dhanna karya ilmiah saya yang berjudul
Analisis Pengaruh Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham
Sektoral Pada Indeks LQ45 Di Bursa Efek Indonesia
(Sebelum dan Saat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika
Serikat pada Kelompok LQ45 Periode Agustus 2015 - Oktober 2015)
beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada
Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan
dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,
mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di inetmet atau media lain
untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun
memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis.
Demikian surat pemyataan ini yang saya buat dengan sebenamya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tangga130 November 2016
Yang menyatakan
Ni Nyoman Ayu Purnama Dewi
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis persembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas segala berkat, rahmat, dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi
yang berjudul “Analisis Pengaruh Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga
Saham Sektoral Pada Indeks LQ45 Di Bursa Efek Indonesia: Sebelum dan Saat
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada Kelompok
LQ45 Periode Agustus 2015 – Oktober 2015”.
Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Unversitas
Sanata Dharma Yogyakarta. Penulisan skripsi ini tidak akan terlaksana dan
terselesaikan dengan baik tanpa bantuan, dukungan serta kerjasama dari berbagai
pihak yang dengan tulus dan rela mengorbankan waktu dan pikiran untuk
membimbing penulis sampai penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Untuk itu
penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Albertus Yudi Yuniarto, S.E.,M.B.A., selaku Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
2. Bapak Dr. Lukas Purwoto, S.E., M.Si., selaku Ketua Program Studi
Manajemen Universitas Sanata Dharma.
3. Bapak Drs. Aloysius Triwanggono M.S.,selaku dosen pembimbing I, yang
telah banyak memberikan bimbingan, koreksi, dan saran dalam penulisan
skripsi ini.
vii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4. Bapak Drs. Th. Sutadi, MBA., selaku dosen pembimbing II, yang dengan
bijaksana memberikan bimbingan, koreksi dan saran selama penyusunan
hingga terselesaikannya skripsi ini.
5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan
pengalaman hidup selama penulis menempuh kuliah.
6. Segenap karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
7. Bapak dan Ibuku tercinta yang begitu luar biasa, Drh. Putu Martana dan
Made Suryani yang selalu memberikan kasih sayang, dukungan doa,
nasehat, kebahagiaan dan memberikan penghidupan yang layak bagi
penulis. Terima kasih juga telah menjadikanku orang yang kuat dan tegar
dalam menghadapi hidup sehingga membuatku dewasa dan sabar dalam
menyikapi hidup.
8. Saudara-saudaraku tercinta, kakakku Ni Putu Ayu Ratna Dian Pertiwi,
kembaranku Ni Made Ayu Purnama Sari, Adik- adikku Ni Ketut Ayu Diah
Candrawati dan I Putu Ngurah Putrayasa yang telah memberikan doa,
masukan-masukan dan semangat yang berguna bagi terwujudnya
pembuatan skripsi ini.
9. Om dan Tanteku tercinta, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPd-KR dan Ir.
Ni Made Lilis Martini Dewi yang telah memberikan dukungan baik moral,
spiritual dan material kepada penulis selama masa perkuliahan serta
seluruh keluarga tercinta yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
viii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10. P31inerku tercinta, Made Aditya Abhi Ganika yang selalu menemaniku,
membantuku dan mendukungku selama masa perkuliahan hingga saat ini.
11. Sahabat serta teman-teman di Fakultas Ekonomi Universitas Sanata
Dhanna yang telah memberikan doa dan dorongan dalam pembuatan
skripsi ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
12. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas
dukungan semangat, dukungan doa serta terimakasih atas bantuannya
dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempuma
karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Untuk
itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk
menyempumakan tulisan ini.
Yogyakarta, 30 November 2016
Penulis
Ni Nyoman Ayu Pumama Dewi
NIM: 122214058
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL .............................................................................
i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................
ii
HALAMAN PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI ………………...
iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................
iv
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ............
v
HALAMAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH …………………………………
vi
HALAMAN KATA PENGANTAR .....................................................
vii
HALAMAN DAFTAR ISI .....................................................................
x
HALAMAN DAFTAR TABEL ............................................................
xii
HALAMAN DAFTAR GAMBAR .......................................................
xiv
HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ....................................................
xv
HALAMAN ABSTRAK ........................................................................
xvi
HALAMAN ABSTRACT …………………………………………….
xvii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................
1
A. Latar Belakang Masalah ....................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................. 7
C. Pembatasan Masalah ............................................................
7
D. Tujuan Penelitian ..................................................................
8
E. Manfaat Penelitian ................................................................
9
BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................
10
A. Landasan Teori .....................................................................
10
B. Penelitan Sebelumnya ...........................................................
30
C. Kerangka Konseptual Penelitian ........................................
32
D. Rumusan Hipotesis ................................................................ 34
BAB III METODE PENELITIAN .......................................................
35
A. Jenis Penelitian ......................................................................
35
B. Subjek dan Objek Penelitian ................................................. 35
C. Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................. 36
x PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
D. Variabel Penelitian ................................................................
36
E. Definisi Operasional ............................................................... 37
F. Populasi dan Sampel .............................................................. 38
G. Teknik pengambilan sampel ................................................. 38
H. Sumber Data ..........................................................................
42
I. Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 42
J. Periode Pengamatan .............................................................. 43
K. Teknik Analisis data .............................................................. 45
BAB IV GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN .................... 49
A. Lokasi Bursa Efek Indonesia ................................................ 49
B. Sejarah Bursa Efek Indonesia .............................................. 49
C. Daftar Saham Subjek Penelitian .......................................... 51
D. Profil Umum Subjek Penelitian ...........................................
52
E. Daftar Harga Saham Perusahaan Sebelum Pelemahan
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS ............................
62
F. Daftar Harga Saham Perusahaan Saat Pelemahan
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS ............................
63
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN................................
64
A. Pengujian Hipotesis ............................................................... 65
1. Uji T (Paired Sample T-test) ..........................................
B. Analisis Masalah Kedua .......................................................
1.
65
73
Analisis Varians .............................................................. 73
2. Analisis Trend .................................................................
74
C. Pembahasan dan Interpretasi..............................................
87
BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN ..........
98
A. Kesimpulan ...........................................................................
98
B. Saran .....................................................................................
99
C. Keterbatasan Penelitian .......................................................
100
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 101
LAMPIRAN .............................................................................................
xi 104
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel Judul
Halaman
Tabel III.1 Daftar Sampel Perusahaan .................................................
41
Tabel IV.1 Perkembangan Pasar Modal Di Indonesia.........................
50
Tabel IV.2 Daftar Saham dari Berbagai Sektor Pada Indeks LQ45 ... 51
Tabel IV.3 Komposisi Pemegang Saham PT. Gudang Garam Tbk ...
52
Tabel IV.4 Komposisi Pemegang Saham PT. Sawit Sumber Mas
Sarana Tbk ……………………………………………..
56
Tabel IV.5 Komposisi Pemegang Saham United Tractors Periode
30 November 2015 ……………………………………..
58
Table IV.6 Komposisi Pemegang Saham Bank Central Asia ………
59
Tabel IV.7 Daftar Harga Saham Perusahaan Sebelum Pelemahan Nilai
Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat
Tahun 2015…………………………………………….
62
Tabel IV.8 Daftar Harga Saham Perusahaan Saat Pelemahan Nilai Tukar
Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat Tahun 2015 ..
63
Tabel V.1 Hasil Uji Paired Sampel T-test Sektor Konsumsi .............
65
Tabel V.2 Hasil Uji Paired Sampel T-test Sektor
Pertanian/Perkebunan .....................................................
67
Tabel V.3 Hasil Uji Paired Sampel T-test Sektor Aneka Industri ..
69
Tabel V.4 Hasil Uji Paired Sampel T-test Sektor Perbankan .........
71
Tabel V.5 Ringkasan Standar Deviasi, Rata – Rata
dan Koefisien Variasi .........................................................
xii 75
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Tabel V.6 Ringkasan Hasil Analisis Koefisien Variasi
Tiap Perusahaan..................................................................
76
Tabel V.7 Ringkasan Hasil Analisis Trend Tiap Perusahaan ............
81
Tabel V.8 Daya Tahan Perusahaan Berdasarkan Koefisien Trend … 86
Table V.9 Laporan Tahunan Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Tahun 2015 ............................................................................... 95
xiii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR GAMBAR
Gambar
Judul
Halaman
II.1. Kerangka Konseptual Penelitian ................................................
33
III.1 Periode Penelitian ……………………………………………….
44
V.1
Informasi Perdagangan Saham Sawit
Sumbermas Sarana Tbk 2015..................................................... 94
xiv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran
Lampiran 1
Judul
Halaman
Daftar Indeks Nilai Tukar Rupiah pada Periode Penelitian
Print out hasil olah data sekunder .......................
Lampiran 2
Daftar Indeks Nilai Tukar Rupiah Selama
Tahun 2015 …………………………………........
Lampiran 3
Lampiran 4
106
Daftar Saham Indeks LQ45 Periode Agustus
2015- Januari 2016 ……………………………
115
Hasil Olah Data SPSS ……………………………..
117
xv 105
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH PELEMAHAN NILAI TUKAR RUPIAH
TERHADAP HARGA SAHAM SEKTORAL PADA INDEKS LQ45 DI
BURSA EFEK INDONESIA
(Sebelum dan Saat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika
Serikat pada Kelompok LQ45 Periode Agustus 2015 – Oktober 2015)
Ni Nyoman Ayu Purnama Dewi
NIM : 122214058
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2016
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan harga saham dan daya
tahan perusahaan pada berbagai sektor perusahaan yang diteliti yaitu sektor
konsumsi, sektor pertanian/perkebunan, sektor aneka industri dan sektor
perbankan di indeks LQ45 pada waktu sebelum dan saat terjadinya pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Jenis penelitian yang dilakukan
adalah berupa penelitian komparatif dengan menggunakan data sekunder. Data
diperoleh dari hasil publikasi Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia.
Penelitian ini menggunakan teknik observasi dokumen yaitu pencatatan
langsung dari data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu mencatat,
mengumpulkan dan mengolah data-data tertulis yang berhubungan dengan
masalah penelitian mengenai harga saham dan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan hasil analisis, pengujian hipotesis pertama menggunakan uji T
(Paired sample T-test) menunjukkan bahwa ada perbedaan harga saham pada
berbagai sektor perusahan di Indeks LQ45 pada waktu sebelum dan saat
terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada
masalah kedua menggunakan analisis koefisien varians dan analisis trend
menunjukkan bahwa ada perbedaan daya tahan perusahaan dilihat dari harga
saham di antara berbagai sektor perusahaan pada indeks LQ45 berdasarkan
sensitivitasnya atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
xvi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF DEPRECIATION RUPIAH
EXCHANGE RATE ON THE STOCK PRICE SECTORS OF LQ45 INDEX
IN INDONESIA STOCK EXCHANGE
(Before and at the Moment of the Depreciation of Rupiah Exchange Rate
against the United States Dollar in LQ45 Group period of August 2015 October 2015)
Ni Nyoman Ayu Purnama Dewi
NIM: 122214058
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2016
The aim of this study is to find out the differences of stock price and
resistance company on the various of company sectors namely consumption
sector, agriculture / horticulture sector, various industry sector and banking sector
of LQ45 index at before and at the moment of depreciation rupiah exchange rate
against the United States dollars. This study is an comparative study using
secondary data. Data was obtained from the publication of the Indonesia Stock
Exchange and Bank Indonesia.
This study used document observation techniques that is recording
directly from secondary data. Method of data collection used were recording,
collecting and processing the written data related to the problem of research on the
stock price and rupiah exchange rate.
Based on the analysis after performing testing for the first hypothesis
using T test (Paired sample t-test), the study found that there was the difference of
stock price on various companies sector in the LQ45 Index before and at the
moment of the depreciation of rupiah exchange rate against the United States
dollar. The study also found that there were the differences of company resistance
seen from the difference price between the various of company sector in the LQ45
index based on sensitivity differences of depreciation rupiah exchange rate against
the United States dollar.
xvii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Perusahaan melakukan kegiatan usahanya dengan salah satu tujuan untuk
memperoleh keuntungan atau laba. Laba tersebut sangat penting untuk
mempertahankan kelangsungan usaha perusahaan. Untuk meningkatkan laba, cara
yang ditempuh perusahaan dengan ekspansi. Salah satu dana yang dapat
digunakan untuk melakukan ekspansi adalah laba ditahan yang dimiliki
perusahaan. Namun ada kalanya dana intern perusahaan tidak mencukupi untuk
membiayai ekspansi perusahaan, sehingga mengharuskan perusahaan untuk
menghimpun dana eksternal yang berasal dari masyarakat maupun dari badan
usaha lainnya atau alternatif pembiayaan melalui lembaga intermediasi keuangan
seperti perbankan atau lembaga non bank. Untuk menghimpun kekurangan dana
tersebut, dalam dunia usaha terdapat suatu wadah penghimpun dana yang disebut
pasar modal.
Suad Husnan (2004:3) mendefinisikan pasar modal sebagai pasar untuk
berbagi instrumen keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjual
belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan
pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Pasar modal sangat
berperan bagi pembangunan ekonomi yaitu sebagai salah satu sumber pembiayaan
eksternal bagi dunia usaha dan wahana investasi masyarakat, sehingga kehadiran
pasar modal dapat memperbanyak pilihan sumber dana (khususnya dana jangka
panjang) bagi perusahaan. Dengan semaraknya aktivitas pasar modal maka
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2 perusahaan yang sehat tidak terlalu sulit mengatasi masalah dana karena posisi
yang dianggap tidak aman dapat diperbaiki dengan menarik dana dari masyarakat
melalui pasar modal dengan menjual saham. Saham adalah suatu bukti
kepemilikan suatu perusahaan riil.Sementara itu bagi para investor, pasar modal
merupakan wahana yang dapat dimanfaatkan untuk menginvestasikan dananya
(dalam aset finansial). Kehadiran pasar modal akan menambah pilihan investasi,
sehingga kesempatan untuk mengoptimalkan fungsi utilitas masing-masing
investor menjadi semakin besar (Husnan, 2001:3). Pasar modal disebut juga bursa
efek, “efek” merupakan istilah dari surat berharga. Ada 3 macam bursa efek di
Indonesia, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), Dan
Bursa Paralel Indonesia.
Perkembangan pasar modal dapat ditunjukkan oleh perubahan harga yang
diperdagangkan dan volume perdagangan saham itu sendiri. Pergerakan harga
saham dapat memberikan petunjuk tentang peningkatan dan penurunan aktivitas
pasar modal dan pemodal dalam melakukan transaksi jual beli saham. Faktorfaktor yang mempengaruhi harga saham menurut Alwi (2003:87) ada dua, yaitu
faktor internal meliputi informasi arus kas, informasi laba dan informasi akuntansi
lainnya yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan dan faktor eksternal
perusahaan meliputi pengumuman dari pemerintah seperti perubahan suku bunga
tabungan dan deposito, kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan
deregulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah, pengumuman hukum
(legal announcements), seperti tuntutan karyawan terhadap perusahaan atau
terhadap manajernya dan tuntutan perusahaan terhadap manajernya, pengumuman
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3 industri sekuritas (securities announcements), seperti laporan pertemuan tahunan,
insider trading, volume atau harga saham perdagangan, pembatasan/penundaaan
trading, gejolak politik dalam negeri dan fluktuasi nilai tukar juga merupakan
faktor yang berpengaruh signifikan pada terjadinya pergerakan harga saham di
bursa efek suatu negara serta berbagai isu baik dari dalam negeri dan luar negeri.
Bodie, Kane dan Marcus dalam bukunya yang berjudul “Investment” (2006)
mengungkapkan beberapa faktor makro ekonomi yang dapat mempengaruhi harga
saham, antara lain suku bunga, inflasi, dan nilai tukar. Dampak krisis di Indonesia
yang menyebabkan kondisi makro ekonomi menjadi tidak menentu juga
berdampak pada kondisi pasar modal di Indonesia.
Penelitian yang mendahului penelitian ini dilakukan oleh Wiyani (2005).
Dalam penelitian tersebut menggunakan obyek penelitian pada perusahaan
perbankan yang tergabung dalam 45 perusahaan unggulan (LQ45) pada bulan 1
Mei – 30 Juni 2004 (harian). Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel nilai tukar
rupiah, tingkat suku bunga dan volume perdagangan saham secara simultan
berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial, faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap harga saham yaitu tingkat suku bunga dan nilai tukar
rupiah.Sedangkan faktor volume perdagangan saham tidak berpengaruh terhadap
harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Mudji Utami dan Mudjilah Rahayu
(2003) dengan judul penelitian tentang Peranan Profitabilitas, Suku Bunga, Inflasi
Dan Nilai Tukar Dalam Mempengaruhi Pasar Modal Indonesia Selama Krisis
Ekonomi. Hasil penelitian secara empiris terbukti bahwa suku bunga dan nilai
tukar rupiah terhadap dolar Amerika secara parsial mempunyai pengaruh secara
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4 signifikan terhadap harga saham badan usaha selama krisis ekonomi di Indonesia.
Variabel profitabilitas dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap
hargasaham. Penelitian tentang Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah terhadap
Dolar Amerika Serikat dan Tingkat Suku Bunga BI terhadap Indeks Harga Saham
Gabungan di BEJ dilakukan oleh Amos Amoroso Avonti dan Hudi Praboto (2004)
dimana hasil penelitian diperoleh bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat dan tingkat suku bunga BI secara bersama-sama maupun secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ.
Semenjak Juli 1997 nilai rupiah terhadap dolar terus bergejolak, pemicu
gejolak nilai tukar rupiah tersebut berasal dari sisi penawaran dan permintaan.
Loyonya nilai tukar rupiah berlanjut mulai pada pertengahan Maret 2015 hingga
awal Oktober 2015 bahkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot
Dollar Rate (Jisdor) rupiah mengalami fluktuasi depresiasi tertinggi hingga
berada di level Rp 14.802 per dolar AS pada 29 September 2015. Faktor pemicu
pelemahan nilai tukar rupiah saat ini bukan lagi semata-mata murni pasokpermintaan valuta asing, namun terutama oleh situasi global yang tidak menentu
pasca ketidakpastian kebijakan suku bunga federal di Amerika Serikat untuk
menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat persentase poin menjadi
0,25-0,5% dan policy China atas devaluasi nilai tukar yuan sebesar 1,9%. (Bisnis
Indonesia, 28 September 2015, p.8).
Gejolak rupiah yang begitu tinggi berdampak buruk bagi dunia dan
perekonomian negara. Hal ini menjadi malapetaka bagi industri-industri di
Indonesia, terutama bagi perusahaan yang meminjam dana dari luar negeri,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5 mereka harus membayar hutang lebih besar, sehingga kinerja perusahaan tersebut
akan terlihat melemah, yang pada akhirnya akan mempengaruhi harga saham.
Pengaruh nilai tukar juga berkaitan dengan adanya investor asing yang
menanamkan modalnya di pasar modal Indonesia. Investor asing diijinkan untuk
menanamkan modalnya di Bursa Efek Indonesia pada jumlah tertentu. Para
investor asing tentunya akan mempertimbangkan secara rasional faktor perubahan
nilai tukar mata uang sebagai salah satu faktor pertimbangan dalam mengambil
keputusan dalam berinvestasi. Hal ini tentunya akan mempengaruhi harga saham.
Terdapat bermacam-macam indeks dalam Bursa Efek Indonesia, salah satunya
adalah indeks LQ45. Indeks LQ45 adalah jenis indeks yang terdiri dari 45 saham/
emiten dengan likuiditas yang tinggi, yang dipilih setelah melalui beberapa
kriteria pemilihan saham. Selain penilaian atas likuiditas, seleksi atas saham LQ45
juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar. BEJ secara rutin memantau
perkembangan komponen saham yang masuk dalam perhitungan indeks LQ45.
Pergantian saham akan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali, yaitu pada awal
bulan Februari dan awal bulan Agustus. Saham pada indeks LQ45 berasal dari
berbagai sektor usaha, berbagai sektor tersebut bisa berupa sektor pertanian /
perkebunan, sektor pertambangan / minyak / logam, sektor industri dasar / kimia,
aneka industri yang meliputi industri otomotif, tekstil dan elektronik, kemudian
sektor konsumsi, sektor properti, sektor infrastruktur, sektor perbankan / keuangan
serta sektor perdagangan / jasa / investasi.
Pada setiap situasi ekonomi yang berbeda, sektor yang bertumbuh umumnya
juga berbeda, Wira (2011:35) menjelaskan bahwa pada saat mulai ada tanda-tanda
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6 pelemahan ekonomi, sektor yang paling cepat terpengaruh adalah perbankan /
keuangan, diikuti oleh properti dan aneka industri. Kemudian pada situasi
ekonomi yang sangat buruk, umumnya sektor yang tetap bertumbuh adalah
teknologi, infrastruktur dan sektor lain yang bisa bertahan adalah sektor konsumsi
karena bagaimanapun orang akan tetap makan meskipun harga naikpun akan tetap
dibeli. Menurut Samsul (2006:202), perubahan satu variabel makro ekonomi
memiliki dampak yang berbeda terhadap harga saham, yaitu suatu saham dapat
terkena dampak positif sedangkan saham lainnya terkena dampak negatif.
Misalnya, perusahaan yang berorientasi impor, depresiasi nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika yang tajam akan berdampak negatif terhadap harga saham
perusahaan. Sementara itu, perusahaan yang berorientasi ekspor akan menerima
dampak positif dari depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Ini
berarti harga saham yang terkena dampak negatif akan mengalami penurunan di
Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara perusahaan yang terkena dampak positif
akan mengalami kenaikan harga sahamnya.
Berdasarkan uraian di atas dan penelitian-penelitian sebelumnya, maka
peneliti tertarik untuk meneliti perbedaan pengaruh pelemahan kurs rupiah
terhadap harga saham berbagai sektor pada indeks LQ45 sebelum dan ketika
terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah dan sektor industri apa yang paling peka
(sensitive) dan sektor apa yang mampu bertahan saat terjadi pelemahan nilai tukar
rupiah. Penelitian ini penting sebagai masukan serta bahan pertimbangan
khususnya bagi para investor dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi
pada suatu sektor industri, membuat keputusan untuk masuk atau keluar dari pasar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7 saham saat sedang terjadi pelemahan nilai rupiah. Maka dari itu peneliti
mengambil judul ”ANALISIS PENGARUH PELEMAHAN NILAI TUKAR
RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM SEKTORAL PADA INDEKS LQ45
DI BURSA EFEK INDONESIA” (Sebelum dan Saat Pelemahan Nilai Tukar
Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada Kelompok LQ45 Periode Agustus
2015 – Oktober 2015).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian di atas, maka peneliti merumuskan masalah
penelitian sebagai berikut :
1. Apakah ada perbedaan harga saham pada berbagai sektor perusahaan di
indeks LQ45 pada waktu sebelum dan saat terjadinya pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat?
2.
Apakah ada perbedaan daya tahan perusahaan dilihat dari harga saham
diantara
berbagai
sektor
perusahaan
pada
indeks
LQ45
berdasarkan
sensitivitasnya atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat?
C. Pembatasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini meliputi :
1.
Investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada satu atau beberapa
instrumen investasi, dengan harapan akan memperoleh keuntungan di masa yang
akan datang. Pada umumnya investasi dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu investasi
riil (real assets) dan investasi finansial (financial assets), namun dalam penelitian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8 ini yang dimaksud investasi hanya dibatasi pada investasi finansial (financial
assets).
2.
Kurs rupiah atau nilai tukar rupiah menunjukkan kekuatan atau kelemahan
nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing atau luar negeri, misalnya
nilai tukar rupiah terhadap yen Jepang, dolar Amerika, peso Filipina, bath
Thailand, dolar Singapura, dan lain-lain. Namun dalam penelitian ini hanya
terbatas pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
3.
Dalam penelitian ini, sektor usaha yang diteliti hanya 4 sektor yaitu sektor
konsumsi, sektor pertanian / perkebunan, sektor aneka industri yang mencakup
otomotif dan elektronikdan sektor perbankan.
4. Daya tahan dan sensitivitas pada penelitian ini hanya diukur melalui fluktuasi
harga saham.
5. Harga saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah closing price selama
periode penelitian.
D. Tujuan Penelitian
Dengan memperhatikan rumusan masalah yang sudah dibentuk di atas, maka
penelitian ini bertujuan sebagai berikut, yaitu :
1. Untuk mengetahui perbedaan harga saham pada berbagai sektor perusahaan di
indeks LQ45 pada waktu sebelum dan saat terjadinya pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9 2. Untuk mengetahui perbedaan daya tahan perusahaan dilihat dari harga saham
diantara
berbagai
sektor
perusahaan
pada
indeks
LQ45
berdasarkan
sensitivitasnya atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini yaitu :
1.
Bagi Investor
Penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan dalam
pengambilan keputusan mengenai saham perusahaan pada sektor mana yang
cocok untuk dibeli dan dijual ketika sedang terjadi peristiwa pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
2. Bagi Akademisi
Penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dalam melakukan penelitian
selanjutnya serta perluasan teori dari penelitian terdahulu mengenai event study
yang diimplementasikan untuk mengetahui pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap harga saham berbagai sektor pada indeks LQ45.
3. Bagi Universitas Sanata Dharma
Penelitian ini dapat memberikan tambahan wacana untuk literature
perpustakaan yang membahas penelitian tentang pengaruh nilai tukar rupiah
terhadap harga saham berbagai sektor pada indeks LQ45.
4. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan peneliti tentang
pengaruh antara nilai tukar rupiah terhadap harga saham berbagai sektor pada
indeks LQ45 dan peneliti dapat menerapkan teori-teori yang sudah diperoleh di
bangku kuliah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10 BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. LandasanTeori
1. Pasar Modal
a. Pengertian Pasar Modal
Pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi,
termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara
dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam
arti sempit, pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang
disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi, jenis surat
berharga lainnya dengan memakai jasa perantara pedagang efek (Sunariyah,
2011:1).
Pasar modal (capital market) merupakan tempat diperjualbelikannya berbagai
instrument keuangan jangka panjang, seperti utang (utang jangka pendek atau
utang jangka panjang), ekuitas (saham), instrument derivative, dan instrument
lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun
intuisi lainnya (pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi.
Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana
kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya (Darmadji dan Fakhruddin, 2011:1).
Maka dapat disimpulkan bahwa pasar modal merupakan tempat untuk
memperdagangkan saham, obligasi, dan jenis surat berharga lainnya di mana
bertujuan untuk mencari investor atau penanam modal guna mendapatkan dana
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11 untuk keperluan perusahaan si pemilik saham maupun intuisi lainnya
(pemerintah).
b. Peranan Pasar Modal
Pasar modal mempunyai peranan penting dalam suatu negara yang pada
dasarnya mempunyai kesamaan pada suatu negara dengan negara lain. Peranan
pasar modal suatu negara dilihat dari 5 aspek (Sunariyah, 2011:7) yaitu sebagai
berikut:
1) Sebagai fasilitas melakukan transaksi interaksi antara pembeli dan penjual
untuk menentukan harga saham atau surat berharga yang dijual belikan. Kedua
belah pihak dapat melakukan transaksi tanpa melalui tatap muka (pembeli dan
penjual bertemu secara tidak langsung).
2) Pasar modal memberikan kesempatan pada para investor untuk memperoleh
hasil (return) yang diharapkan.
3) Pasar modal memberikan kesempatan pada para investor untuk menjual
kembali saham yang dimilikinya atau surat berharga lainnya.
4) Pasar modal menciptakan kesempatan pada masyarakat untuk berpartisipasi
dalam perkembangan suatu perekonomian.
5) Pasar modal mengurangi biaya informasi dan transaksi surat berharga. Bagi
para investor, keputusan investasi harus didasarkan pada tersedianya informasi
yang akurat dan dapat dipercaya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12 c. Manfaat Pasar Modal
Beberapa manfaat pasar modal adalah sebagai berikut:
1) Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus
memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.
2) Memberi wahana investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya
diverifikasi.
3) Menyediakan indikator utama (leading indicator) bagi trend ekonomi Negara.
4) Memungkinkan
penyebaran
kepemilikan
perusahaan
hingga
lapisan
masyarakat menengah.
5) Memungkinkan penyebaran kepemilikan, keterbukaan, dan profesionalisme
serta penciptaan iklim berusaha yang sehat.
6) Menciptakan lapangan kerja / profesi yang menarik.
7) Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dan mempunyai
prospek.
8) Menjadi alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan
resiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas, dan diversifikasi
investasi.
9) Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha, memberi akses kontrol sosial.
10) Mendorong pengelolaan perusahaan dengan iklim keterbukaan dan
pemanfaatan manajemen profesional (Darmadji dan Fakhruddin, 2011:2).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13 d. Macam-macam Pasar Modal
Penjualan saham pada masyarakat dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Umumnya penjualan dilakukan sesuai dengan jenis ataupun bentuk pasar modal di
mana sekuritas tersebut diperjualbelikan. Ada beberapa macam jenis pasar modal
yaitu : (Sunariyah, 2011 : 12)
1) Pasar Perdana (Primary Market)
Pasar Perdana adalah penawaran saham dari perusahaan yang menerbitkan
saham (emiten) kepada pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak yang
menerbitkan sebelum saham tersebut diperdagangkan di pasar sekunder.
2) Pasar Sekunder (Secondary Market)
Pasar Sekunder merupakan pasar di mana saham dan sekuritas lain
diperjualbelikan secara luas, setelah melalui masa penjualan di pasar perdana.
3) Pasar Ketiga (Third Market)
Pasar Ketiga adalah tempat perdagangan saham atau sekuritas lain di luar
bursa (over the counter market)
4) Pasar Keempat (Fourth Market)
Pasar Keempat merupakan bentuk perdagangan efek antar pemodal atau
dengan kata lain pengalihan saham dari satu pemegang saham ke pemegang
saham lainnya tanpa melalui perantara pedagang efek.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14 e. Jenis-Jenis Instrumen Pasar Modal
Instrument keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan
instrument jangka panjang (lebih dari satu tahun) seperti saham (stock), obligasi
(bond), waran (warrant), right, dan reksadana (mutual fund) (Darmadji dan
Fakhruddin, 2011:2).
1) Saham
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda pernyataan atau pemilikan seseorang
atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas (Darmadji dan
Fakhruddin, 2011:5). Jenis-jenis saham diklasifikasikan sebagai berikut :
(Darmadji dan Fakhruddin, 2006:6-7)
a) Saham Biasa (Common Stock)
Yaitu merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling junior terhadap
pembagian dividen, dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan
tersebut dilikuidasi.
b) Saham Preferen (Preferred Stok)
Yaitu saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham
biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi
juga bisa tidak mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15 2) Obligasi (Bond)
Obligasi adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi
meminjam sejumlah dana kepada masyarakat dan memiliki kewajiban untuk
membayar bunga secara berkala, dan kewajiban melunasi pokok hutang pada
waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.
3) Sertifikat (right)
Sertifikat merupakan surat berharga yang memberikan hak kepada
pemegangnya untuk menukarkan (exercise) menjadi saham biasa.
4) Waran (warrant)
Waran adalah hak untuk membeli saham biasa pada waktu dan harga yang
sudah ditentukan.
2. Saham
Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli
atau memiliki saham (http://www.idx.co.id):
a. Dividen
Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan
berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah
mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal
ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham
tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham
tersebut berada dalam periode di mana diakui sebagai pemegang saham yang
berhak mendapatkan dividen. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16 dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa
uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham, atau dapat pula
berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan
dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal
akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.
b. Capital Gain
Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain
terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Sebagai
instrumen investasi, saham memiliki risiko, antara lain:
1) Capital Loss
Capital loss merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi di
mana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.
2) Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh pengadilan,
atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang
saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat
dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari
hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara
proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa
kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari
likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang
saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus
mengikuti perkembangan perusahaan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17 Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, hargaharga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan.
Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas
saham tersebut. Dengan kata lain, harga saham terbentuk oleh supply dan
demandatas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya
banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan
dan industri di mana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya
makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah dan faktor-faktor
nonekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.
Saham dapat dibedakan antara saham biasa dan saham preferen. Pada saham
biasa dividen dibagikan sepanjang perusahaan memperoleh laba, memiliki hak
suara dan hak memperoleh pembagian kekayaan perusahaan apabila bangkrut.
Jenis saham biasa antara lain saham unggul (blue chips), growth stocks,
emerginggrowth stocks. Sedangkan dalam saham preferen memiliki hak paling
dahulu memperoleh deviden, dapat mempengaruhi manajemen namun tidak
memiliki hak suara, memiliki hak pembayaran sebesar nominal saham, dan ada
kemungkinan memperoleh tambahan dari pembagian laba perusahaaan di samping
yang tetap.
3. Harga Saham
Widioatmodjo (2005:102) mendefinisikan harga saham sebagai harga jual dari
investor yang satu kepada investor yanglain setelah saham tersebut dicantumkan
di bursa, baik bursa utama maupun OTC (Over the counter market). Jika pasar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18 bursa efek sudah tutup, maka harga pasar adalah harga penutupan (closing price).
Jadi harga pasar inilah yang menyatakan naik turunnya suatu saham. Anoraga
(2001:100) menyatakan bahwa harga saham adalah uang yang dikeluarkan untuk
memperoleh bukti penyertaan atau pemilikan suatu perusahaan. Harga saham juga
dapat diartikan sebagai harga yang dibentuk dari interaksi para penjual dan
pembeli saham yang dilatarbelakangi oleh harapan mereka terhadap profit
perusahaan, untuk itu investor memerlukan informasi yang berkaitan dengan
pembentukan saham tersebut dalam mengambil keputusan untuk menjual atau
membeli saham. Harga jual saham sebagai konsekuensi dari posisi tawar antara
penjual dan pembeli saham, sehingga nilai pasar menunjukkan fluktuasi dari
harga saham.Sedangkan market value perusahaan kaitannya dengan laporan
keuangan yang diuraikan oleh teori pasar efisien.
Para pemodal tentunya termotivasi untuk melakukan investasi pada suatu
instrumen yang diinginkan, dengan harapan untuk mendapatkan kembalian
investasi yang sesuai. Semakin tinggi harga saham berarti semakin tinggi pula
kekayaan pemegang saham. Harga saham dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) :
(Widoatmojo, 1996:46)
a. Harga Nominal
Harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang ditetapkan oleh emiten
untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya harga nominal
memberikan arti penting saham karena dividen minimal biasanya ditetapkan
berdasarkan nilai nominal.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19 b. Harga Perdana
Harga ini merupakan harga pada waktu harga saham tersebut dicatat di bursa
efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi
(underwriter) dan emiten. Dengan demikian akan diketahui berapa harga saham
emiten itu akan dijual kepada masyarakat biasanya untuk menentukan harga
perdana.
c. Harga Pasar
Kalau harga perdana merupakan harga jual dari perjanjian emisi kepada
investor, maka harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan
investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa.
Transaksi di sini tidak lagi melibatkan emiten dan penjamin emisi, harga ini yang
disebut sebagai harga di pasar sekunder dan harga inilah yang benar-benar
mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena pada transaksi di pasar sekunder,
kecil sekali terjadi negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit. Harga
yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar.
Menurut Alwi (2003:87), ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan
harga saham atau indeks harga saham, antara lain:
a. Faktor Internal (Lingkungan mikro)
1) Pengumuman tentang pemasaran, produksi, penjualan seperti pengiklanan,
rincian kontrak, perubahan harga, penarikan produk baru, laporan produksi,
laporan keamanan produk, dan laporan penjualan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20 2) Pengumuman pendanaan (financing announcements), seperti pengumuman
yang berhubungan dengan ekuitas dan hutang.
3) Pengumuman badan direksi manajemen (management-board of director
announcements) seperti perubahan dan pergantian direktur, manajemen,
dan struktur organisasi.
4) Pengumuman pengambil alihan diversifikasi, seperti laporan merger,
investasi ekuitas, laporan take over oleh pengakuisisian dan diakuisisi,
laporan divestasi dan lainnya.
5) Pengumuman investasi (investment annuncements), seperti melakukan
ekspansi pabrik, pengembangan riset dan, penutupan usaha lainnya..
6) Pengumuman ketenagakerjaan (labour announcements), seperti negoisasi
baru, kontrak baru, pemogokan dan lainnya.
7) Pengumuman laporan keuangan perusahaan, seperti peramalan laba
sebelum akhir tahun fiskal dan setelah akhir tahun fiskal, earning per
share (EPS) dan dividen per share (DPS), price earning ratio, net profit
margin, return on assets (ROA), dan lain-lain.
b. Faktor eksternal (Lingkungan makro)
1) Pengumuman dari pemerintah seperti perubahan suku bunga tabungan dan
deposito, kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan deregulasi
ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21 2) Pengumuman hukum (legal announcements), seperti tuntutan karyawan
terhadap perusahaan atau terhadap manajernya dan tuntutan perusahaan
terhadap manajernya.
3) Pengumuman
industri sekuritas (securities announcements), seperti
laporan pertemuan tahunan, insider trading, volume atau harga saham
perdagangan, pembatasan / penundaaan trading.
4) Gejolak politik dalam negeri dan fluktuasi nilai tukar juga merupakan
faktor yang berpengaruh signifikan pada terjadinya pergerakan harga
saham di bursa efek suatu negara.
5) Berbagai isu baik dari dalam negeri dan luar negeri.
4. Nilai Tukar Rupiah
Perdagangan luar negeri melibatkan penggunaan berbagai mata uang nasional.
Nilai tukar mata uang asing adalah harga mata uang suatu negara terhadap mata
uang negara lain. Nilai tukar valuta asing ditentukan dalam pasar valuta asing,
yaitu pasar tempat berbagai mata uang yang berbeda diperdagangkan. Bila ingin
menukarkan satu mata uang nasional dengan mata uang lainnya, maka akan
melakukannya berdasarkan nilai tukar yang berlaku (Samuelson, 2004: 306).
Jual beli uang kertas asing atau banknote dikenal dengan devisa tunai
mempunyai sifat-sifat seperti halnya uang tunai biasa. Beredar di Indonesia
karena dibawa oleh para turis atau pedagang / pengusaha asing. Tidak semua uang
kertas dapat diperjualbelikan, tergantung pada peraturan devisa di negara asal
banknotes bersangkutan. Bank tidak selalu mempunyai persediaan atau
berkewajiban selalu menyediakan uang kertas bank karena banknotes sedapat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22 mungkin harus dapat segera menjual kembali, sebab kalau tidak bank akan rugi.
Perbedaan harga kurs (jual beli) kadang-kadang besar karena bank belum tentu
dapat segera menjual kembali. Hal ini tergantung keadaan pasaran tempat bank itu
berada serta jenis valuta uang kertas itu sendiri. Oleh karena itu, harga jual beli
uang kertas di beberapa daerah atau bahkan pada beberapa bank dapat berbedabeda (Panji Anoraga, 2004: 280). Jual beli atau perdagangan valuta asing (valas)
terjadi karena adanya permintaan dan penawaran. Perdagangan ini terjadi sebagai
akibat adanya transaksi ekonomi internasional. Tiap impor/ekspor barang, jasa
atau modal antara satu negara dengan negara lain akan menimbulkan jual beli
valuta asing.
Transaksi dalam perdagangan valas terdiri transaksi tunai, transaksi tunggal
dan transaksi barter. Yang dimaksud transaksi tunai adalah transaksi jual beli
valas, di mana penyerahan valuta yang diperjualbelikan dilaksanakan dua hari
setelah transaksi terjadi. Transaksi tunggal adalah transaksi yang dilakukan antara
suatu mata uang terhadap mata uang lainnya, dimana batas penyerahannya
dilakukan pada suatu waktu tertentu di masa yang akan datang. Sedangkan
transaksi barter adalah kombinasi dari membeli dan menjual dua mata uang secara
tunai yang diikuti dengan membeli dan menjual kembali mata uang yang sama
secara tunai dan tunggak, yaitu pembelian dan penjualan suatu mata yang
terhadap mata uang lainnya yang dilakukan bersamaan dengan batas waktu yang
berbeda (Panji Anoraga, 2004: 283).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23 a. Pengertian Nilai Tukar (Kurs)
Adiningsih, dkk (1998:155) menyatakan nilai tukar rupiah adalah harga rupiah
terhadap mata uang negara lain. Jadi, nilai tukar rupiah merupakan nilai mata
uang rupiah yang ditranslasikan ke dalam mata uang negara lain. Misalnya nilai
tukar rupiah terhadap dolar Amerika, nilai tukar rupiah terhadap Euro, dan lain
sebagainya. Kurs merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi aktivitas di
pasar saham maupun di pasar uang karena investor cenderung akan berhati-hati
untuk melakukan investasi portofolio. Terdepresiasinya kurs rupiah terhadap mata
uang asing khususnya dolar Amerika memiliki pengaruh yang negatif terhadap
ekonomi dan pasar modal (Sitinjak dan Kurniasari,2003:35). Di dalam mengukur
kurs mata uang ada dua cara yang dapat digunakan, Eiteman, Stonehill, Moffet
(Sartana, 2000) menyatakan european terms, expresses the rate as the foreign
currency prices of home currency. This is also called indirect quote. The
alternative method called American terms is to give the home currency price of
one unit of foreign currency. This is also called a direct quote. Cara pertama
adalah indirect quote yang menunjukkan jumlah mata uang luar negeri yang
dibutuhkan untuk membeli satu satuan mata uang dalam negeri. Sedangkan cara
kedua adalah direct quote yang menunjukkan jumlah mata uang dalam negeri
yang diperlukan untuk membeli satu satuan mata uang luar negeri.
Samsul (2006:202) menyatakan perubahan satu variabel makro ekonomi
memiliki dampak yang berbeda terhadap harga saham, yaitu suatu saham dapat
terkena dampak positif sedangkan saham lainnya terkena dampak negatif.
Misalnya, perusahaan yang berorientasi impor, depresiasi kurs rupiah terhadap
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24 dolar Amerika yang tajam akan berdampak negatif terhadap harga saham
perusahaan. Sementara itu, perusahaan yang berorientasi ekspor akan menerima
dampak positif dari depresiasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika. Ini berarti
harga saham yang terkena dampak negatif akan mengalami penurunan di Bursa
Efek Indonesia (BEI), sementara perusahaan yang terkena dampak positif akan
mengalami kenaikan harga sahamnya. Selanjutnya, Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) juga akan terkena dampak negatif atau positif tergantung pada
kelompok yang dominan dampaknya.
Kurs mata uang menunjukkan harga mata uang apabila ditukarkan dengan
mata uang lain. Penentuan nilai kurs mata uang suatu negara dengan mata uang
negara lain ditentukan sebagaimana halnya barang yaitu oleh permintaan dan
penawaran mata uang yang bersangkutan. Hukum ini juga berlaku untuk kurs
rupiah, jika demand akan rupiah lebih banyak dari pada supply maka kurs rupiah
ini akan terapresiasi, demikian pula sebaliknya. Apresiasi atau depresiasi akan
terjadi apabila negara menganut kebijakan nilai tukar mengambang bebas
(freefloating exchange rate) sehingga nilai tukar akan ditentukan oleh mekanisme
pasar (Kuncoro, 2001:41). Saat ini sebagian besar bahan baku bagi perusahaanperusahaan di Indonesia masih mengandalkan impor dari luar negeri. Ketika mata
uang rupiah terdepresiasi, hal ini akan mengakibatkan naiknya biaya bahan baku
tersebut. Kenaikan biaya produksi akan mengurangi tingkat keuntungan
perusahaan. Bagi investor, proyeksi penurunan tingkat laba tersebut akan
dipandang negatif (Coleman dan Tettey, 2008). Hal ini akan mendorong investor
untuk melakukan aksi jual terhadap saham-saham yang dimilikinya. Apabila
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25 banyak investor yang melakukan hal tersebut, tentu akan mendorong penurunan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bagi investor sendiri, depresiasi rupiah
terhadap dolar menandakan bahwa prospek perekonomian Indonesia suram.
Sebab depresiasi rupiah dapat terjadi apabila faktor fundamental perekonomian
Indonesia tidaklah kuat, sehingga dolar Amerika akan menguat dan akan
menurunkan Indeks Harga Saham Gabungan di BEI (Sunariyah, 2006). Hal ini
tentunya menambah risiko bagi investor apabila hendak berinvestasi di bursa
saham Indonesia. Investor tentunya akan menghindari risiko, sehingga investor
akan cenderung melakukan aksi jual dan menunggu hingga situasi perekonomian
dirasakan membaik. Aksi jual yang dilakukan investor ini akan mendorong
penurunan indeks harga saham di BEI dan mengalihkan investasinya ke dolar
Amerika.
b. Penentuan Nilai Tukar
Ada dua faktor penyebab perubahan nilai tukar : (Arifin dan Hadi, 2009:84-85)
1) Faktor penyebab nilai tukar secara langsung
Secara langsung permintaaan dan penawaran valas akan dipengaruhi oleh
faktor-faktor berikut:
a) Pemintaan valas akan ditentukan oleh impor barang dan jasa yang memerlukan
dolar atau valas lainnya dan ekspor modal dari dalam ke luar negeri.
b) Penawaran valas akan ditentukan oleh ekspor barang dan jasa yang
menghasilkan dolar atau valas lainnya dan impor modal dari luar negeri ke dalam
negeri.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26 2) Faktor penyebab nilai tukar secara tidak langsung
Adapun secara tidak langsung permintaan dan penawaran valas akan
dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :
a) Posisi neraca pembayaran
Saldo neraca pembayaran memiliki konsekuensi terhadap nilai tukar rupiah.
Jika saldo neraca pembayaran defisit, permintaan terhadap valas akan meningkat.
Hal ini menyebabkan nilai nilai tukar melemah (terdepresiasi). Sebaliknya jika
saldo neraca pembayaran surplus, permintaan terhadap valas akan menurun, dan
hal ini menyebabkan nilai rupiah menguat (terapresiasi).
b) Tingkat inflasi
Dengan asumsi faktor-faktor lainnya tetap (ceteris paribus), kenaikan tingkat
harga akan mempengaruhi nilai tukar mata uang suatu negara. Sesuai dengan teori
paritas daya beli (purchasing power parity) atau PPP, yang menjelaskan bahwa
pergerakan kurs antara mata uang dua negara bersumber dari tingkat harga di
kedua negara itu sendiri. Dengan demikian, menurut teori ini penurunan daya beli
mata uang (yang ditunjukan oleh kenaikan harga di negara yang bersangkutan)
akan diikuti dengan depresiasi mata uang secara proporsional dalam pasar valuta
asing. Sebaliknya, kenaikan daya beli mata uang domestic (misalnya rupiah) akan
mengakibatkan apresiasi (penguatan mata uang) secara proporsional.
c) Tingkat bunga
Dengan asumsi ceteris paribus adanya kenaikan suku bunga dari simpanan
suatu mata uang domestik, akan menyebabkan mata uang domestik itu mengalami
apresiasi (penguatan) terhadap nilai mata uang negara lain. Hal ini mudah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27 dipahami karena meningkatkan suku bunga deposito, misalnya orang yang
menyimpan asetnya di lembaga perbankan dalam bentuk rupiah akan
mendapatkan pendapatan bunga yang lebih besar sehingga menyebabkan nilai
rupiah terapresiasi.
d) Tingkat pendapatan nasional
Seperti halnya tingkat bunga, tingkat pendapatan nasional hanya akan
mempengaruhi nilai tukar melalui nilai tukar melalui tingkat permintaan dolar
atau valas lainnya. Kenaikan pendapatan nasional (yang identik dengan
meningkatnya kegiatan transaksi ekonomi) melalui kenaikan impor akan
meningkatkan
permintaan
terhadap
dolar
atau
valas
lainnya
sehingga
menyebabkan nilai rupiah terdepresiasi dibandingkan dengan valas lainnya.
e) Kebijakan Moneter
Kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi dapat
mempengaruhi pergerakan kurs. Misalnya, kebijakan Bank Indonesia yang besifat
ekspansif (dengan menambah jumlah uang beredar) akan mendorong kenaikan
harga-harga atau inflasi. Pada akhirnya menyebabkan rupiah mengalami
depresiasi karena menurunkan daya beli rupiah terhadap barang dan jasa
dibandingkan dolar atau valas lainnya.
f) Ekspektasi dan Spekulasi
Untuk sistem nilai tukar yang diserahkan kepada mekanisme pasar secara
bebas, seperti halnya rupiah dan sebagian besar mata uang negara-negara di dunia,
perubahan nilai tukar rupiah dapat disebabkan oleh faktor-faktor non ekonomi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28 (misalnya karena ledakan bom atau gangguan keamanan) akan berpengaruh
terhadap kondisi perekonomian di dalam negeri.
c.
Sistem Kurs Mata Uang
Menurut Kuncoro (2001:26-31), ada beberapa sistem kurs mata uang yang
berlaku di perekonomian internasional, yaitu:
1) Sistem kurs mengambang (floating exchange rate)
Sistem kurs ini ditentukan oleh mekanisme pasar dengan atau tanpa upaya
stabilisasi oleh otoritas moneter. Di dalam sistem kurs mengambang dikenal dua
macam kurs mengambang, yaitu :
a) Mengambang bebas (murni) di mana kurs mata uang ditentukan
sepenuhnya oleh mekanisme pasar tanpa ada campur tangan bank sentral / otoritas
moneter. Sistem ini sering disebut clean floatingexchange rate, di dalam sistem
ini cadangan devisa tidak diperlukan karena otoritas moneter tidak berupaya untuk
menetapkan atau memanipulasi kurs.
b) Mengambang terkendali (managed or dirty floating exchange rate) di
mana otoritas moneter berperan aktif dalam menstabilkan kurs pada tingkat
tertentu. Oleh karena itu, cadangan devisa biasanya dibutuhkan karena otoritas
moneter perlu membeli atau menjual valuta asing untuk mempengaruhi
pergerakan kurs.
2) Sistem kurs tertambat (pegged exchange rate).
Dalam sistem ini, suatu negara mengkaitkan nilai ukar mata uangnya dengan
suatu mata uang negara lain atau sekelompok mata uang, yang biasanya
merupakan mata uang negara partner dagang yang utama “menambatkan“ ke
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29 suatu mata uang berarti nilai tukar mata uang tersebut bergerak mengikuti mata
uang yang menjadi tambatannya. Jadi sebenarnya mata uang yang ditambatkan
tidak mengalami fluktuasi tetapi hanya berfluktuasi terhadap mata uang lain
mengikuti mata uang yang menjadi tambatannya.
3) Sistem kurs tertambat merangkak (crawling pegs).
Dalam sistem ini, suatu negara melakukan sedikit perubahan dalam nilai tukar
mata uangnya secara periodik dengan tujuan untuk bergerak menuju nilai tertentu
pada rentang waktu tertentu. Keuntungan utama sistem ini adalah suatu negara
dapat mengatur penyesuaian kursnya dalam periode yang lebih lama dibanding
sistem kurs tertambat. Oleh karena itu, sistem ini dapat menghindari kejutankejutan terhadap perekonomian akibat revaluasi atau devaluasi yang tiba-tiba dan
tajam.
4) Sistem sekeranjang mata uang (basket of currencies).
Banyak negara terutama negara sedang berkembang menetapkan nilai tukar
mata uangnya berdasarkan sekeranjang mata uang. Keuntungan dari sistem ini
adalah menawarkan stabilitas mata uang suatu Negara karena pergerakan mata
uang disebar dalam sekeranjang mata uang. Seleksi mata uang yang dimasukkan
dalam “keranjang“ umumnya ditentukan oleh peranannya dalam membiayai
perdagangan Negara tertentu. Mata uang yang berlainan diberi bobot yang
berbeda tergantung peran relatifnya terhadap negara tersebut. Jadi sekeranjang
mata uang bagi suatu negara dapat terdiri dari beberapa mata uang yang berbeda
dengan bobot yang berbeda.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30 5) Sistem kurs tetap (fixed exchange rate).
Dalam sistem ini, suatu negara mengumumkan suatu kurs tertentu atas nama
uangnya dan menjaga kurs ini dengan menyetujui untuk menjual atau membeli
valas dalam jumlah tidak terbatas pada kurs tersebut. Kurs biasanya tetap atau
diperbolehkan berfluktuasi dalam batas yang sangat sempit.
5. Indeks LQ45
LQ45 merupakan suatu indeks yang terbentuk dari 45 perusahaan yang
memiliki tingkat likuiditas saham tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Perusahaanperusahaan yang terpilih harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu :
1) Selama 12 bulan terakhir memiliki rata-rata transaksi saham yang masuk
dalam urutan 60 terbesar di pasar reguler
2) Selama 12 bulan terakhir memiliki rata-rata nilai kapitalisasi pasar yang
masuk dalam urutan 60 terbesar di pasar reguler,.
3) Telah tercatat di BEI minimum selama 3 bulan. Indeks LQ-45 diperbarui
setiap 6 bulan sekali, yaitu pada awal bulan Februari dan Agustus (Jogiyanto,
2003:106).
B. Penelitian Sebelumnya
Penelitian mengenai kurs rupiah mempengaruhi harga saham pernah
dilakukan oleh Cipriana Teresa Tita De Jesus E Sausa. Penelitian tersebut meneliti
tentang
pengaruh
kurs
rupiah
terhadap
IHSG
(Indeks
Harga
Saham
Gabungan).Hasil perhitungan koefisien korelasi dalam skripsi tersebut diperoleh
bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memiliki hubungan dengan IHSG, dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31 berdasarkan uji statistik dibuktikan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
dengan IHSG memiliki hubungan yang signifikan. Kemudian arah antara
hubungan tersebut adalah hubungan negatif. Hasil perhitungan koefisien regresi
diperoleh bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memiliki hubungan yang
berlawanan dengan IHSG. Berdasarkan uji statistik, nilai tukar rupiah ternyata
dibuktikan mempengaruhi IHSG secara signifikan. Penelitian tersebut dilakukan
pada periode tahun amatan 2000 – 2001 di mana bangsa Indonesia telah
menetapkan sistem kurs bebas mengambang (free floating exchange rate system)
dan telah memasuki post crisis. Meskipun demikian diperlukan penelitian yang
lebih lanjut di mana situasi Indonesia masih dalam kondisi yang belum stabil, baik
situasi politik, ekonomi, maupun sosial.
Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Tutang Wirachman dengan judul
“Analisis Pengaruh GDP, Laju Inflasi, Bunga SBI dan Kurs US$ terhadap IHSG
di Bursa Efek Jakarta dalam rentang waktu tahun 1997 sampai tahun 2001”.
Tujuan penelitian tersebut untuk melihat seberapa jauh gejolak ekonomi yang
diwakili
pergerakan
indikator
pertumbuhan
ekonomi
(Gross
Domestic
Product/GDP), laju inflasi, tingkat bunga SBI dan kurs dolar Amerika,
mempengaruhi IHSG di Bursa Efek Jakarta (BEJ), pada kurun waktu tahun 1997
sampai dengan tahun 2001. Pengumpulan data diperoleh dari data sekunder,
dengan populasi yang dipilih sebagai obyek riset adalah harga saham-saham yang
telah listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang tergabung dalam Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG), data pertumbuhan ekonomi (GDP), laju inflasi, bunga
SBI dan kurs dolar AS, masing – masing sebanyak 20 sampel dari tahun 1997
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32 sampai tahun 2001 dalam kwartalan. Model penelitian digunakan model
persamaan regresi linier berganda dimana variabel terikat adalah IHSG dan
variabel bebas adalah GDP, laju inflasi, bunga SBI dan kurs dolar Amerika
Serikat. Dari hasil analisis diperoleh gambaran bahwa pada dasarnya pengaruh
indikator – indikator ekonomi tersebut secara bersama-sama mempengaruhi
secara signifikan terhadap IHSG, dan dapat menjelaskan pengaruhnya sebesar
61,90% dan sisanya sebesar 38,10% dijelaskan variabel lainnya.
Berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya di atas, penelitian yang dilakukan
oleh Daryono Soebagyo dan Endah Heny Prasetyowati (2003) menunjukkan hasil
yang sebaliknya. Dengan periode pengamatan 1998 – 2002, hasil pengujian t
statistik diperoleh nilai t hitung < t tabel yaitu 0,787 < 1,645, yang berarti kurs
rupiah tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap IHSG.Variabel tersebut
tidak berpengaruh signifikan pada α lebih dari 10%. Sedangkan variabel yang
mempengaruhi IHSG meliputi jumlah uang beredar (JUB), inflasi, suku bunga,
IHSG bulan sebelumnya dengan tingkat signifikan kurang 5%.
C. Kerangka Konseptual Penelitian
1. Hubungan antara nilai tukar rupiah terhadap harga saham.
Banyak para ahli ekonomi yang telah melakukan penelitian mengenai
pengaruh nilai tukar atau kurs terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan
oleh (Wiyani, Wahyu dan Andi Wijayanto, 2005) yang meneliti tentang pengaruh
nilai tukar rupiah tingkat suku bunga deposito dan volume perdagangan saham
terhadap harga saham. Yang menyimpulkan tingkat suku bunga deposito
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33 mempunyai pengaruh terhadap harga saham karena meskipun tingkat bunga
deposito mengalami perubahan 0,01%. Nilai tukar rupiah tingkat suku bunga
deposito dan volume perdagangan secara simultan mempunyai pengaruh sebesar
78.1%. Tingginya mata uang asing akan mendorong investor untuk berinvestasi di
pasar uang, tentunya dengan alasan tingkat keuntungan yang diharapkan. Hal ini
memberikan pengaruh negatif terhadap pasar modal yang akan mengakibatkan
harga saham akan mengalami penurunan. Maka dari penjelasan dan pemaparan di
atas untuk sementara peneliti menyimpulkan bahwa kurs rupiah mempunyai
pengaruh terhadap harga saham.
Harga saham perusahaan LQ45 Sebelum
Kurs Rupiah Perbedaan
Harga saham perusahaan LQ45 Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Penelitian
Saat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34 D. Hipotesis
Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian (Sugiyono, 2012: 221). Kebenaran dari hipotesis itu harus dibuktikan
melalui data yang terkumpul. Menurut Samsul (2006:202), perubahan satu
variabel makro ekonomi memiliki dampak yang berbeda terhadap harga saham,
yaitu suatu saham dapat terkena dampak positif sedangkan saham lainnya terkena
dampak negatif. Misalnya, perusahaan yang berorientasi impor, depresiasi kurs
rupiah terhadap dolar Amerika yang tajam akan berdampak negatif terhadap harga
saham perusahaan. Sementara itu, perusahaan yang berorientasi ekspor akan
menerima dampak positif dari depresiasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika. Ini
berarti harga saham yang terkena dampak negatif akan mengalami penurunan di
Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara perusahaan yang terkena dampak positif
akan mengalami kenaikan harga sahamnya. Pada penelitian ini hanya terdapat 1
hipotesis yaitu hanya pada masalah pertama, sedangkan pada masalah kedua tidak
ada hipotesis karena pada masalah kedua tidak ada pengujian.
Rumusan hipotesis pada penelitian ini yaitu :
Terdapat perbedaan harga saham pada berbagai sektor perusahaan di indeks
LQ45 pada waktu sebelum dan saat terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif.
Nazir (2005: 58)
menyatakan penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin
mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis
faktor-faktor penyebab terjadinya atau pun munculnya suatu fenomena tertentu.
Penelitian ini bersifat membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih
fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran
tertentu. Jadi penelitian komparatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk
membandingkan antara dua kelompok atau lebih dari suatu variabel tertentu.
Dalam penelitian ini variabel yang dimaksud adalah harga saham perusahaan
berbagai sektor yang diteliti di indeks LQ45 yang kemudian dibandingkan
sensitivitasnya terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat.
B. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan berbagai sektor
yang tergabung dalam Indeks LQ45.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36 2. Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah laporan nilai tukar rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat dan harga saham perusahaan berbagai sektor di Indeks LQ45
selama periode pengamatan.
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi
Lokasi penelitian ini dilakukan di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
2. Waktu
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2016.
D. Variabel Penelitian
1. Variabel Independen
Variabel independen (bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi
sebab
perubahannya
atau
timbulnya
variabel
dependen
(Soegiyono,2012:59). Dalam penelitian ini, Kurs Rp/US$ merupakan variabel
independen (X). Kurs Rp/US$ adalah perbandingan antara nilai mata uang rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat, yang diukur dengan rata-rata atau nilai tengah
antara kurs jual dan kurs beli, dalam perhitungan per hari.
2. Variabel Dependen
Variabel dependen (terikat) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Soegiyono,2012:59). Dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37 penelitian ini, harga saham perusahaan di berbagai sektor yang tergabung dalam
indeks LQ45 sebagai variabel dependen (Y).
3. Variabel Kontrol
Variabel Kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan
sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh
faktor luar yang tidak diteliti. Pada penelitian ini, yang menjadi variabel kontrol
adalah devaluasi yuan China dan The Fed yang menaikan tingkat suku bunga
acuan pada September 2015.
E. Definisi Operasional
1. Kurs Rp/US$
Kurs Rp/US$ menyatakan hubungan penukaran antara rupiah dengan dolar
Amerika Serikat dan tergantung pada hubungan permintaan dan penawaran antara
rupiah dan dolar AS.
2. Indeks LQ45
Indeks LQ 45 yaitu indeks yang terdiri 45 saham pilihan dengan nilai
kapitalisasi pasar yang paling likuid dan memiliki nilai kapitalisasi yang
besar.Indeks LQ 45 menggunakan 45 saham yang terpilih berdasarkan likuiditas
perdagangan saham dan disesuaikan setiap enam bulan (setiap awal bulan
Februari dan Agustus).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38 F. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono. 2005 : 90). Populasi
dalam penelitian ini adalah perusahaan – perusahaan yang sahamnya sudah
terdaftar dalam kelompok LQ45 di Bursa Efek Indonesia untuk periode
perdagangan Agustus 2015 – Oktober 2015 sebanyak 45 perusahaan.
2. Sampel
Suharsimi Arikunto (1998 : 117) mengatakan bahwa sampel adalah bagian
dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian
adalah sebagian populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili
seluruh populasi. Sugiyono (1997 : 57 ) memberikan pengertian bahwa Sampel
adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak
pada sektor barang konsumsi, pertanian / perkebunan, aneka industri (otomotif
dan elektronik) serta perbankan, di mana peneliti memilih 2 perusahaan dari
masing - masing sektor.
G. Teknik Pengambilan Sampel
Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik penarikan
probability sampling design yaitu dengan menggunakan Disproportionate
Stratified Random Sampling. Sugiyono (2012: 92) menyatakan Probability
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39 Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang
sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Disproportionate Stratified Random Sampling adalah teknik sampling yang
digunakan bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional (Sugiyono,2012:93).
Adapun strata yang dimaksud dalam penelitian ini adalah menurut tingkat
sensitivitasnya.
Peneliti menentukan strata ke dalam 4 kelompok yaitu tidak sensitif, cukup
sensitif, sensitif dan sangat sensitif. Berdasarkan pertimbangan strata tersebut,
maka dalam penelitian ini, peneliti memilih saham perusahaan yang termasuk
dalam 4 sektor yaitu sektor barang konsumsi, pertanian / perkebunan, aneka
industri (otomotif dan alat berat), dan perbankan, yang tergabung dalam indeks
LQ45 periode perdagangan Agustus 2015 – Januari 2016.
Wira ( 2011 : 26) menguraikan karakter keempat sektor di atas, yaitu :
1. Sektor Barang Konsumsi
Sektor ini dihuni oleh saham defensif. Produknya dibutuhkan oleh masyarakat.
Tidak peduli harga mahal atau tidak orang tetap butuh makan, minum, atau mandi.
Jadi saham di sektor ini biasanya tetap bertumbuh walau krisis.
2. Pertanian / perkebunan
Sektor ini sangat tergantung pada harga komoditas di luar negeri (baik Crude
Palm Oil / CPO atau jagung). Secara jangka panjang, sektor ini memiliki
pertumbuhan yang stabil, karena CPO dibutuhkan di seluruh dunia sebagai bahan
pangan (minyak goreng) dan biofuel. Di Indonesia juga merupakan salah satu
produsen CPO terbesar di dunia dan merupakan salah satu andalan ekspor di
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40 Indonesia. Sehingga dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat maka perusahaan di sektor ini akan diuntungkan, karena dengan
melakukan ekspor dan pembayaran dilakukan dengan menggunakan dolar
Amerika Serikat maka keuntungan yang didapatkan pun lebih besar.
3. Sektor Aneka Industri
Sektor ini sangat tergantung pada bunga bank / inflasi dan nilai tukar rupiah
untuk melakukan ekspansi. Semakin tinggi inflasi, suku bunga tinggi dan
pelemahan nilai tukar rupiah, pertumbuhan penjualan juga menurun.
4. Sektor Perbankan
Sektor ini sangat sensitif pada isu ekonomi, suku bunga, inflasi dan nilai mata
uang. Inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah akan menyebabkan harga barang
menjadi meningkat yang mengakibatkan daya beli turun, NPL (non performing
loan) naik dan penyaluran kredit terhambat. Padahal sektor ini hidup dari
penyaluran kredit.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menetapkan keempat sektor
tersebutke dalam beberapa kelompok strata dengan memilih 2 saham perusahaan
persektor untuk diuji dalam penelitian ini. Dengan berdasarkan atas sensitivitas
serta daya tahan dari ke empat sektor tersebut terhadap nilai tukar rupiah, yang
akan diperjelas pada tabel di bawah ini :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41 Tabel 3.1 Daftar sampel perusahaan
No
Tingkat
Sensitivitas
Sektor
1
Tidak
Sensitif
Barang
Konsumsi
2
3
4
Cukup
Sensitif
Sensitif
Sangat
Sensitif
Pertanian /
Perkebunan
Aneka
Industri
(otomotif
dan alat
berat)
Perbankan
Nama perusahaan
Keterangan
Unilever Indonesia
Tbk.
Bergerak di bidang industri
rokok
Bergerak di industri barang
konsumsi
Astra Agro Lestari
Tbk.
Bergerak di bidang perkebunan
kelapa sawit
Sawit Sumbermas
Sarana Tbk.
Bergerak di bidang perkebunan
kelapa sawit
Menghasilkan bermacam-macam produk
pangan yang dibutuhkan di seluruh dunia.
PT. Astra
International Tbk
Bergerak di bidang otomotif
Merupakan perusahaan multinasional
penghasil produk otomotif yang bisa kita
jumpai hampir di seluruh Indonesia.
PT. United Tractors
Tbk.
Distributor peralatan berat
Merupakan distributor alat berat terkemuka
dan terbesar di Indonesia.
Bergerak di bidang industri
perbankan
Merupakan bank swasta terbesar di Indonesia.
Bergerak di bidang industri
perbankan
Bank milik pemerintah terbesar di Indonesia.
Gudang Garam Tbk
Bank Central Asia
(Persero) Tbk.
Bank Rakyat
Indonesia (Persero)
Tbk.
Alasan Memilih Perusahaan
Pabrik rokok terbesar di Indonesia
Semua produk Unilever hampir ditemui dalam
kehidupan sehari hari.
Karena merupakan bagian dari Grup Astra
yang sudah terkenal dengan kekuatannya dan
menghasilkan bermacam-macam produk
pangan yang dibutuhkan di seluruh dunia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42 H. Sumber Data
Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data yang bersifat kuantitatif
karena dinyatakan dengan angka-angka yang menunjukkan nilai terhadap besaran
atas variabel yang diwakilinya. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data
sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak lain baik berupa dokumentasi,
data yang telah diolah, maupun informasi mengenai sesuatu hal. Sugiyono
(2010 :137) mengatakan bahwa sumber data sekunder adalah Sumber data yang
tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang
lain atau lewat dokumen. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu
situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), www.idx.co.id, situs resmi bank
Indonesia www.bi.go.id dan sumber-sumber lainnya yang mendukung (majalah,
koran, jurnal, internet, dan sebagainya).
I.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik
observasi dokumen yaitu pencatatan secara langsung dari data sekunder. Data
sekunder yaitu data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi atau dalam bentuk
publikasi dan dikumpulkan serta telah diolah oleh organisasi atau pihak lain. Data
tersebut diambil di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Sanata
Dharma
Yogyakarta
serta
dari
situs
resmi
Bursa
Efek
Indonesia
(BEI), www.idx.co.id, situs resmi bank Indonesia www.bi.go.id dan sumbersumber lainnya yang mendukung (majalah, koran, jurnal, internet, dan
sebagainya).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43 Adapun tahap – tahap observasi dokumen yang akan dilakukan dalam
penelitian ini yaitu :
1. Mencari harga saham masing – masing perusahaan sebelum dan saat
terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah setiap hari operasional Bursa Efek
Indonesia (Senin – Jumat).
J. Periode Pengamatan
Dalam penelitian ini, peneliti hanya ingin meneliti harga saham sebelum dan
pada saat terjadinya pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Maka
untuk periode pengamatannya, peneliti hanya memakai 2 (dua) periode saja yaitu:
1. Periode Sebelum Pelemahan
Pada penelitian ini, panjangnya periode sebelum terjadinya pelemahan nilai
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat adalah 31 hari, yaitu dimulai tanggal 04
Mei 2015 sampai 17 Juni 2015. Peneliti memilih periode selama 31 hari yaitu
dimulai pada tanggal 4 Mei 2015 hingga 17 Juni 2015 yaitu berdasarkan pada
volatilitas nilai tukar rupiah, di mana pada periode tersebut volatilitas pelemahan
nilai tukar rupiah rendah dan belum menimbulkan kepanikan masyarakat.
Meskipun nilai tukar rupiah terus berfluktuasi terhadap dolar AS dan
menyebabkan penurunan cadangan devisa, namun volatilitasnya rendah dan
depresiasinya masih lebih baik dari negara lain (Satyagraha, Antara News, 08 Mei
2015). Ilyas (Liputan6.com News, 14 Juli 2015) menyatakan bahwa rupiah
berfluktuatif lemah dan bertahan di kisaran 13.305-13.322.
2. Periode Saat Pelemahan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44 Pada penelitian ini, peneliti menggunakan periode saat terjadinya pelemahan
nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yaitu sebanyak 31 hari. Alasan
peneliti menggunakan 31 hari yaitu berdasarkan data yang diperoleh peneliti
melalui website resmi Bank Indonesia (www.bi.go.id), yaitu data historis nilai
tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat selama 10 bulan (bulan Januari
sampai bulan Oktober), dimana saat terjadinya fluktuasi tertinggi pelemahan nilai
tukar rupiah yang mencapai lebih dari Rp. 14.000 /US$ dimulai pada tanggal 25
Agustus 2015 sampai 7 Oktober 2015 yaitu selama 31 hari (sesuai dengan jam
operasional Senin – Jumat) yang kemudian periode ini peneliti jadikan sebagai
periode saat terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat.
Periode Sebelum Pelemahan
(14 Mei-17 Juni)
Periode Saat Pelemahan
(25 Agustus- 7 Oktober)
Periode Transisi
(18 Juni – 24 Agustus)
Gambar 3.1 Periode Penelitian
Kamus
Besar
Bahasa
Indonesia
(KBBI)
menyatakan
transisi
merupakan peralihan dari keadaan (tempat, tindakan, dan sebagainya) pada yang
lain: masa -- , masa peralihan; masa pancaroba: pada masa --, pada umumnya
keadaan belum stabil. Pada periode 18 Juni – 24 Agustus, nilai tukar rupiah
berada di kisaran Rp 13.305 per dolar Amerika Serikat – Rp 14.047 per dolar
Amerika Serikat (lihat pada lampiran 2,tabel 1, hal.106).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45 Peneliti menetapkan tanggal 18 Juni – 24 Agustus sebagai periode transisi,
disebabkan pada saat tersebut pelemahan nilai tukar rupiah berfluktuasi secara
tidak sistemik atau tidak terstruktur dan begitu lamban. Sehingga dalam kondisi
seperti itu investor cenderung memilih untuk menunggu sebelum memutuskan
aksi jual sahamnya atau memutuskan untuk berinvestasi saham pada sektor yang
lebih aman pada saat terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah.
K. Teknik Analisis Data
Berdasarkan pada rumusan masalah, maka pada penelitian ini hanya terdapat 1
pengujian hipotesis. Kemudian teknik analisis data yang digunakan untuk menguji
hipotesis tersebut yaitu :
1. Pengujian hipotesis
a. Uji Beda (paired sample T test)
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode uji beda rata-rata
untuk dua sample berpasangan untuk menguji hipotesis harga saham perusahaan
LQ45 pada saat sebelum terjadi pelemahan kurs rupiah dan saat terjadi pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Metode uji beda rata-rata untuk
dua sampel berpasangan adalah suatu metode yang digunakan untuk
membandingkan rata-rata dua sampel yang saling berhubungan dalam satu
kelompok. Metode uji beda rata-rata (paired sample t test ) ini merupakan
sebuah sample dengan subjek yang sama namunmengalami dua perlakuan
atau pengukuran yang berbeda, misalnya tentang harga saham perusahaan
LQ45 pada saat sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46 Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini
dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut :
a. Merumuskan Hipotesis
H0 = Tidak terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
Ha = Terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan kurs rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
b. Menentukan rata rata harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
c. Menentukan derajat kepercayaan dalam penelitian ini 95% dengan tingkat
signifikansi (α) 5%.
d.Melakukan pengujian data dengan menggunakan metode Paired Sample T Test
e. Menentukan kriteria hipotesis :
Ho diterima jika sig-t (probabilitas) > 0,05.
Ha diterima jika sig-t (probabilitas) < 0,05.
f. Kesimpulan berdasarkan probabilitas
Jika P value> 0,05 maka H0 diterima.
Jika P value < 0,05 maka H0 ditolak.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47 2. Analisis masalah kedua
Pada permasalahan kedua, terdapat dua teknik analisis data yaitu :
a.
Koefisien Variasi (coeficient of variation)
Standar deviasi dapat mengukur keheterogenan atau variasi suatu kelompok
data.
Namun jika kita ingin membandingkan dua kelompok data yang
mempunyai ukuran yang berbeda, standar deviasi tidak dapat digunakan artinya
standar deviasi yang lebih besar tidak selalu berarti kelompok data tersebut lebih
heterogen Untuk keperluan perbandingan dua kelompok data tanpa melihat
ukuran satuannya, maka dapat digunakan suatu ukuran variasi yang dinamakan
koefisien variasi (KV). Karena pada penelitian ini , saya meneliti dalam bentuk
sampel maka rumus KV dituliskan sebagai berikut :.
Rumus KV =
. 100 %
S = simpangan baku/ standar deviasi
X = rata-rata nilai X
Koefisien variasi yang nilainya lebih kecil menunjukkan pola sebaran yang
lebih seragam (mendekati rata-rata populasinya) dibandingkan dengan KV yang
lebih besar.
b.
Analisis Trend
Trend adalah suatu gerakan yang cenderung naik atau turun dalam jangka
panjang yang diperoleh dari rata-rata perubahan dari waktu ke waktu dan nilainya
cukup rata atau mulus (smooth). Trend data berkala bisa berbentuk tren yang
meningkat dan menurun secara mulus. Kekuatan yang dapat memengaruhi trend
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48 adalah perubahan populasi, harga, tekhnologi dan produktivitas (Suharyadi &
Purwanto, 2007). Metode Trend Moment adalah salah satu metode yang dapat
digunakan pada penelitian ini dalam melakukan forecast harga saham, yang
nantinya akan dijadikan dasar untuk harga saham pada tahun berikutnya atau
tahun sebelumnya. Pada metode Trend Moment ini terdapat gabungan dari analisis
statistik berupa analisis trend dan metode moment.
Dalam
penerapan
metode
Trend
Moment
dapat
dilakukan
dengan
menggunakan data historis dari satu variabel, adapun rumus yang di gunakan
dalam penyusunan dari metode ini menurut Sugiarto & Dergibson (2002), adalah:
Y = a + b X (n)
Di mana :
Y = harga saham yang akan diramalkan
a = bilangan konstanta
b = slope atau koefisien garis trend
X = indeks waktu (dimulai dari 0,1,2,….n)
Kriteria Pengujian :
b positif = harga saham meningkat yang artinya punya daya tahan menguat.
b negatif = harga saham menurun yang artinya daya tahan melemah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49 BAB IV
GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN
A. Lokasi Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia berada di gedung Bursa Efek Indonesia yang terletak di
Jalan Jendral Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190, Indonesia. Dengan
nomor Telepon : +6221 5150515, Fax : +6221 5150330.
B. Sejarah Bursa Efek Indonesia
Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka.Pasar
modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada
tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia
Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Meskipun pasar
modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal
tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan
pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor
seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial
kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan
operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya. Pemerintah
Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan
beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan
berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.
Secara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat dilihat
sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50 Tabel 4.1 Perkembangan Pasar Modal di Indonesia
[Desember
1912]
[1914 – 1918]
[1925 – 1942]
[Awal tahun
1939]
[1942 – 1952]
[1956]
[1956 – 1977]
[10 Agustus
1977]
[1977 – 1987]
[1987]
[1988 – 1990]
[2 Juni 1988]
[Desember
1988]
[16 Juni 1989]
[13 Juli 1992]
[22 Mei 1995]
[10 November
1995]
Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia
Belanda
Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I
Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di
Semarang dan Surabaya
Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya
ditutup
Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II
Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif
Perdagangan di Bursa Efek vakum
Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan
dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Pengaktifan kembali
pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai
emiten pertama
Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru
mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan
instrumen Pasar Modal
Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang
memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran
Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia
Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu
BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat
Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan
Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari
broker dan dealer
Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang
memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan
lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal
Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan
Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya
Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar
Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ
Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer
JATS (Jakarta Automated Trading Systems)
Pemerintah mengeluarkan Undang –Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar
Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996
Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya
Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di
pasar modal Indonesia
BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading)
Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan
berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI)
[1995]
[2000]
[2002]
[2007]
[02 Maret
2009]
Peluncuran Perdana Sistem Perdagangan Baru PT Bursa Efek Indonesia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
51 C. Daftar Saham Subjek Penelitian
Data penelitian meliputi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
dan harga saham berbagai sektor perusahaan pada indeks LQ45 di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode Agustus 2015 – Oktober 2015, saham perusahaan –
perusahaan tersebut antara lain, yaitu :
Tabel 4.2
Daftar Saham dari Berbagai Sektor yang Diteliti pada Indeks LQ45
No
Sektor
1
Barang
Konsumsi
2
Pertanian /
Perkebunan
Aneka
Industri
(otomotif dan
elektronik)
3
4
Perbankan
Nama perusahaan
Keterangan
Gudang Garam Tbk
(GGRM)
Unilever Indonesia Tbk.
(UNVR)
Astra Agro Lestari Tbk.
(AALI)
Bergerak di bidang industri
rokok
Bergerak di industri barang
konsumsi
Bergerak di bidang perkebunan
kelapa sawit
Sawit Sumbermas Sarana Tbk.
(SSMS)
Bergerak di bidang perkebunan
kelapa sawit
Astra International Tbk.
(ASII)
Bergerak di bidang otomotif
United Tractors Tbk.
(UNTR)
Distributor peralatan berat
Bank Central Asia (Persero) Tbk.
(BBCA)
Bergerak di bidang industri
perbankan
Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk.
(BBRI)
Bergerak di bidang industri
perbankan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52 D. Profil Umum Subjek Penelitian
1. PT. Gudang Garam Tbk (GGRM)
a. Profil Umum Perusahaan
Perusahaan rokok Gudang Garam adalah salah satu industri rokok terkemuka
ditanah air yang telah berdiri sejak tahun 1958 di kota Kediri, Jawa Timur.
Hingga kini, Gudang Garam sudah terkenal luas baik di dalam negeri maupun
mancanegara sebagai penghasil rokok kretek berkualitas tinggi.Produk Gudang
Garam bisa ditemukan dalam berbagai variasi, mulai sigaret kretek klobot (SKL),
sigaret kretek linting-tangan (SKT), hingga sigaret kretek linting-mesin (SKM).
Bagi Anda para penikmat kretek sejati, komitmen kami adalah memberikan
pengalaman tak tergantikan dalam menikmati kretek yang terbuat dari bahan
pilihan berkualitas tinggi.
b. Komposisi Pemegang Saham
Tabel 4.3
Komposisi Pemegang Saham PT. Gudang Garam Tbk.
Pemegang Saham
Jumlah Saham
Total Nominal
( Rp Juta)
%
Juni Setiawati Wonowidjojo
10.376.800
5.188
0.54
Susilo Wonowidjojo
7.325.400
3.663
0.38
PT Suryaduta Investama
1.333.146.800
666.574
69.29
PT Suryamitra Kusuma
120.442.700
60.221
6.26
Masyarakat
452.796.300
226.398
23.53
Total
1.924.088.000
962.044
100.00
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53 2. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)
a.
Profil Umum Perusahaan
Unilever Indonesia didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken
N.V. Lever. Pada 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Lever
Brothers Indonesia dan pada 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT
Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia mendaftarkan 15% dari sahamnya di
Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1981.dan mempunyai
lebih dari 1000 supplier.
Di Indonesia, Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen,
margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan
dan minuman dari teh, produk-produk kosmetik, dan produk rumah tangga.
Produk yang dihasilkan PT Unilever adalah Surf, Rinso, Buavita, Sunsilk, Taro,
Pepsodent, Molto, Lifebuoy, Clear, Close Up, Citra, Axe, Royco, Kecap Bango,
SariWangi, Blue Band, Wall’s, Sunlight, Pond’s, Lux, Rexona, Pure It, CIF,
Vaseline, Dove, Domestos Nomos, Viso, Wipol, Vixal, Lipton, She, Molto.
b.
Komposisi Pemegang Saham
Unilever Indonesia Holding B.V. memiliki 6,484,877,500 saham atau setara
85% dari total jumlah saham UNVR. Publik memiliki 1,145,122,500 saham
(15%).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54 3. PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI)
a. Profil Umum Perusahaan
Astra Agro Lestari Tbk (AALI) didirikan dengan nama PT Suryaraya
Cakrawala tanggal 3 Oktober 1988, yang kemudian berubah menjadi PT Astra
Agro Niaga tanggal 4 Agustus 1989. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada
tahun 1995.Pada tanggal 30 Juni 1997, Perusahaan melakukan penggabungan
usaha dengan PT Suryaraya Bahtera. Penggabungan usaha ini dicatat dengan
metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest). Setelah penggabungan usaha
ini, nama Perusahaan diubah menjadi PT Astra Agro Lestari dan meningkatkan
modal dasar dari Rp 250 miliar menjadi Rp 2 triliun yang terdiri dari
4.000.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp500,-. Pemegang saham
yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Agro Lestari Tbk adalah Astra
International Tbk / ASII (induk usaha) (79,68%)
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan AALI
adalah perkebunan, perdagangan umum, perindustrian, pengangkutan, konsultan
dan jasa. Kegiatan utama Astra Agro adalah bergerak dalam bidang usaha kelapa
sawit. Pada tanggal 21 Nopember 1997, AALI memperoleh pernyataan efektif
dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AALI
(IPO) kepada masyarakat sebanyak 125.800.000 saham dengan nilai nominal Rp
500,- per saham dan harga perdana sebesar Rp 1.550,- per saham. Pada tanggal 09
Desember 1997, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55 b. Komposisi Pemegang Saham
Kepemilikan saham publik sebesar 20,3% dari total 1,57 miliar saham yang
beredar dan Astra International Tbk / ASII (induk usaha) (79,68%).
4.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS)
a. Profil Umum Perusahaan
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk didirikan di Pangkalan Bun, Kalimantan
Tengah pada tanggal 22 November 1995. Sejalan dengan pertumbuhan usaha dan
komitmennya untuk menjadi perusahaan berkelas dunia, Perseroan melaksanakan
Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) pada tanggal 12
Desember 2013 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SSMS adalah
adalah pertanian, perdagangan, dan industri. Kegiatan utama Sawit Sumbermas
Sarana adalah bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa
sawit yang memproduksi minyak kelapa sawit (crude palm oil), inti sawit (palm
kernel) dan minyak inti sawit (palm kernel oil).
Pada tanggal 29 Nopember 2013, SSMS memperoleh pernyataan efektif dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana
Saham SSMS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.500.000.000 dengan nilai
nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp 670,- per saham.
Perseroan melaksanakan Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public
Offering/ IPO) pada tanggal 12 Desember 2013. Perseroan menerbitkan
1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta) lembar saham baru atau kepemilikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56 15,7% (lima belas koma tujuh persen) dengan harga penawaran sebesar Rp 670.
Per 31 Desember 2014, sejumlah 9.525.000.000 saham perseroan dengan nilai
nominal Rp 100 per saham, tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan
jumlah pemegang saham melebihi 1.800.
b. Komposisi Pemegang Saham
Tabel 4.4
Komposisi Pemegang Saham PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk.
Name ( above 5% ownership each )
PT Citra Borneo Indah
PT Prima Sawit Borneo
PT Putra Borneo Agro Lestari
PT Mandiri Indah Lestari
Falcon Private Bank Ltd
Jemmy Adriyanor
Percent (%)
26,46%
13,65%
13,65%
13,65%
8,43%
6,55%
5. PT Astra International Tbk. (ASII)
a. Profil Umum Perusahaan
Astra mengawali bisnis di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan
perdagangan umum dengan nama PT Astra International Inc. yang kemudian telah
mengalami perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk pada tahun 1990,
seiring dengan pelepasan saham ke publik beserta pencatatan saham Perseroan di
Bursa Efek Indonesia yang terdaftar dengan kode saham ASII. Seiring dengan
perkembangan skala usahanya, Astra saat ini memiliki lebih dari 222.000
karyawan pada lebih dari 190 anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan
pengendalian bersama entitas yang tergabung dalam Grup Astra. Secara umum,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57 bidang usaha Grup Astra dikelompokan kedalam enam segmen usaha, yaitu
Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur,
Logistik dan Lainnya, dan Teknologi Informasi.
b. Komposisi Pemegang Saham
Komposisi Pemegang Saham PT Astra International Tbk Periode 31 Maret
2016 yaitu Jardine Cycle & Carriage Limited sebesar 50,11 % dan Masyarakat
lain < 5% sebesar 49,89%.
6. PT United Tractors Tbk. (UNTR)
a.
Profil Umum Perusahaan
United Tractors (UT/Perusahaan) adalah distributor peralatan berat terbesar
dan terkemuka di Indonesia yang menyediakan produk-produk dari merek
ternama dunia seperti Komatsu, UD Trucks, Scania, Bomag, Tadano, dan
Komatsu Forest. Didirikan pada 13 Oktober 1972, UT melaksanakan penawaran
umum saham perdana di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 19
September 1989 menggunakan nama PT United Tractors Tbk (UNTR), dengan
PT Astra International Tbk sebagai pemegang saham mayoritas. Penawaran
umum saham perdana ini menandai komitmen United Tractors untuk menjadi
perusahaan kelas dunia berbasis solusi di bidang alat berat, pertambangan dan
energi guna memberi manfaat bagi para pemangku kepentingan.
Saat ini perusahaan telah mencakup 19 kantor cabang, 22 kantor pendukung,
dan 11 kantor perwakilan di seluruh penjuru negeri. Tidak puas hanya menjadi
distributor peralatan berat terbesar di Indonesia, Perusahaan juga memainkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58 peran aktif di bidang kontraktor penambangan dan baru-baru ini telah memulai
usaha pertambangan batu bara. UT menjalankan berbagai bisnisnya melalui tiga
unit usaha yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan dan Pertambangan.
b. Komposisi Pemegang Saham
Tabel 4.5
Komposisi Pemegang Saham United Tractors Per- 30 November 2015
No
Name
Share
Percent
1
Public (Below 5% Ownership
Each)
1,510,817,778.00
40.50%
2
PT. Astra Internasional Tbk
2,219,317,358.00
59.50%
Total
3,730,135,136.00
100%
7. PT Bank Central Asia (Persero) Tbk.(BBCA)
a. Profil Umum Perusahaan
Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (BBCA) didirikan di Indonesia tanggal
10 Agustus 1955 dengan nama NV. Produk & Layanan BCA Produk Simpanan,
Kartu Kredit, Fasilitas Kredit, Layanan Transaksi Perbankan, Layanan Cash
Management, Bancassurance, Bank Garasi, Fasilitas Ekspor Impor, Fasilitas
Valuta Asing, Perbankan Elektronik. Pada tanggal 11 Mei 2000, BBCA
memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran
Umum Saham Perdana BBCA (IPO) sebanyak 662.400.000 saham dengan jumlah
nilai nominal Rp 500,- dengan harga penawaran Rp 1.400,- per saham, yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59 merupakan 22% dari modal saham yang ditempatkan dan disetor, sebagai bagian
dari divestasi pemilikan saham Republik Indonesia yang diwakili oleh Badan
Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Penawaran umum ini dicatatkan pada
Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 31 Mei 2000.
b. Komposisi pemegang saham
Tabel 4.6
Komposisi Pemegang Saham Bank Central Asia Per- 30 November 2015
Name
Percent (%)
Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono
47,15%
Anthony Salim
1,76%
PT Bank Central Asia Tbk
1,18%
Masyarakat
49.94%
8. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
a.
Profil Umum Perusahaan
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang
terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di
Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De
Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan
dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang
melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut
berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari
kelahiran BRI. Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60 Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank
Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan
kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara
waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949
dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu
melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan
(BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan
Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden
(Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia
dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang
pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam
ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks
BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural,
sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor
(Exim). Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang
Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang
Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank
Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor
dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan
Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21
tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
61 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi
perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah
Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk
menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama
resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai
dengan saat ini.
c. Komposisi Pemegang Saham
Negara Republik Indonesia (56,75%) dan Publik (43,25%)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62 E. Daftar Harga Saham Perusahaan Sebelum Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
terhadap Dolar Amerika Serikat Tahun 2015
Tabel 4.7
Daftar Harga Saham Perusahaan Sebelum Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
terhadap Dolar Amerika Serikat Tahun 2015
Tanggal
4 Mei
5 Mei
6 Mei
7 Mei
8 Mei
11 Mei
12 Mei
13 Mei
15 Mei
18 Mei
19 Mei
20 Mei
21 Mei
22 Mei
25 Mei
26 Mei
27 Mei
28 Mei
29 Mei
1 Juni
3 Juni
4 Juni
5 Juni
8 Juni
9 Juni
10 Juni
11 Juni
12 Juni
15 Juni
16 Juni
17 Juni
Gudang
Garam
Tbk
Unilever
Indonesia
Tbk
Astra
Agro
Lestari
Tbk
Sawit
Sumbermas
Sarana Tbk
Astra
Internasiona
l
United
Tractors
BCA
Tbk
BRI
Tbk
49,000
48,500
48,175
45,975
46,200
45,950
47,150
47,125
46,500
45,050
45,850
47,450
47,250
47,075
46,300
46,350
45,800
46,200
47,100
47,000
46,000
45,000
45,200
45,200
43,025
43,250
43,175
44,000
43,500
44,275
45,625
43,000
44,175
45,175
43,400
44,000
43,650
42,500
42,300
43,500
43,850
43,850
43,350
42,850
43,775
44,400
45,725
44,500
44,950
43,300
43,200
43,600
42,650
42,150
41,550
39,700
41,350
40,650
41,225
40,300
40,000
40,925
20,250
20,400
20,975
20,450
21,200
22,225
24,150
26,000
26,400
26,275
27,225
27,400
25,950
26,100
26,500
26,500
26,825
26,225
24,800
25,075
25,650
25,050
24,600
23,800
23,200
23,925
23,725
23,200
22,475
22,900
22,500
1,925
1,985
2,010
1,975
1,980
2,000
2,190
2,220
2,340
2,380
2,375
2,355
2,380
2,380
2,380
2,380
2,360
2,380
2,350
2,175
2,110
2,085
2,085
1,985
1,900
1,820
1,850
1,840
1,795
1,825
1,835
7,100
7,275
7,350
7,200
7,400
7,325
7,375
7,525
7,500
7,550
7,700
7,850
7,825
7,575
7,575
7,500
7,425
7,375
7,300
7,325
7,050
7,025
7,000
6,925
6,850
6,850
6,950
7,075
6,850
6,975
7,000
21,300
21,300
21,225
22,800
23,925
23,550
23,800
23,700
22,800
22,100
22,525
22,850
22,700
23,275
22,625
22,625
22,100
21,100
20,300
20,525
21,550
21,700
22,200
21,850
20,500
21,000
20,350
20,500
20,200
20,200
20,000
13,725
13,850
13,700
13,700
13,775
13,700
13,725
13,725
13,525
13,600
13,650
13,875
14,125
14,350
14,300
14,350
14,250
14,150
14,125
14,125
13,600
13,625
13,650
13,575
13,300
13,325
13,350
13,250
13,300
13,350
13,725
11,625
11,700
11,750
11,625
11,650
11,775
12,025
12,175
11,800
12,000
12,275
12,475
12,750
12,600
12,350
12,375
11,950
11,825
11,775
11,725
11,250
11,125
11,300
11,000
10,475
10,400
10,125
10,375
10,150
10,550
11,000
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63 F. Daftar Harga Saham Perusahaan Saat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap
Dolar Amerika Serikat Tahun 2015
Tabel 4.8
Daftar Harga Saham Perusahaan Saat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
terhadap Dolar Amerika Serikat Tahun 2015
Tanggal
Gudang
Garam
Tbk
Unilever
Indonesia
Tbk
Astra
Agro
Lestari
Tbk
Sawit
Sumbermas
Sarana Tbk
Astra
Internasional
United
Tractors
BCA
Tbk
BRI
Tbk
25 Agustus
26 Agustus
27 Agustus
28 Agustus
31 Agustus
01 September
02 September
03 September
04 September
07 September
08 September
09 September
10 September
11 September
14 September
15 September
16 September
17 September
18 September
21 September
22 September
23 September
25 September
28 September
29 September
30 September
1 Oktober
2 Oktober
5 Oktober
6 Oktober
7 Oktober
41,425
41,950
44,200
42,000
44,500
43,000
42,800
43,075
42,600
41,900
41,875
41,500
41,750
41,750
42,025
41,000
40,650
41,675
42,825
43,025
42,250
41,750
41,775
40,500
42,750
42,000
43,300
44,450
46,600
44,850
42,500
37,100
36,250
38,750
38,000
39,725
38,925
38,500
38,475
38,950
38,150
37,750
38,000
37,750
38,750
40,250
39,000
38,425
39,100
39,100
39,000
38,050
36,950
36,250
36,100
38,000
38,000
38,800
37,800
39,000
39,450
39,000
14,800
15,025
16,600
18,075
17,125
16,900
16,200
16,275
16,050
15,225
15,400
17,300
16,500
18,000
18,125
17,825
18,150
17,975
18,000
18,100
17,900
17,925
17,950
17,800
18,100
18,125
19,300
19,100
20,325
20,000
19,000
1,645
1,580
1,645
1,610
1,615
1,615
1,615
1,635
1,670
1,650
1,655
1,700
1,635
1,695
1,685
1,610
1,610
1,655
1,655
1,630
1,630
1,620
1,635
1,625
1,590
1,615
1,710
1,730
1,795
1,765
1,755
5,600
5,625
5,825
5,775
5,925
5,700
5,975
6,150
6,200
5,850
5,875
6,100
6,050
6,125
6,125
6,025
5,900
5,925
5,800
5,800
5,800
5,500
5,550
5,175
5,300
5,225
5,275
5,125
5,325
5,925
6,125
17,275
16,500
17,375
17,825
19,125
18,600
18,250
19,925
19,925
18,500
18,500
18,000
17,375
17,800
18,525
18,200
18,850
18,675
18,400
18,700
18,275
18,425
17,525
16,575
16,900
17,475
17,100
17,000
17,425
17,800
18,800
11,625
11,850
12,600
12,850
12,900
12,575
12,275
12,300
12,250
11,925
11,800
11,925
11,925
11,925
12,100
11,950
11,850
12,225
12,275
12,175
12,150
11,875
11,800
11,475
11,900
12,275
12,000
11,875
12,550
12,950
13,000
9,500
9,750
10,500
10,400
10,625
10,100
10,200
10,150
10,075
9,775
9,925
9,925
9,650
9,600
9,625
9,625
9,600
10,025
9,775
9,525
9,350
8,800
8,550
8,300
8,350
8,650
8,725
8,675
9,125
9,450
9,850
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64 BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dibahas tahap – tahap dan pengolahan data yang kemudian
akan dianalisis tentang “Pengaruh Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap
Harga Saham Sektoral Pada Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia”. Data
yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek
Indonesia (BEI), www.idx.co.id, situs resmi Bank Indonesia (BI), www.bi.go.id.
Hasil – hasil pengolahan data di sini dianggap merupakan hasil yang terbaik
karena dapat memenuhi kriteria ekonomi, statistik maupun ekonometri. Hasil
estimasi ini diharapkan mampu menjawab hipotesis yang diajukan dalam studi ini.
Pada awal pengujian yaitu untuk menguji hipotesis pertama digunakan pengujian
uji beda (paired sample T test), ada tidaknya perbedaan rata – rata dua sampel
yang saling berhubungan dalam satu kelompok.
Rumusan masalah kedua menggunakan analisis koefisien variasi, yang mana
hasil dari analisis koefisien variasi digunakan untuk mengukur keheterogenan atau
variasi suatu kelompok data. Kemudian untuk mendukung analisis pada masalah
kedua juga digunakan analisis trend yang digunakan untuk mengetahui
kecenderungan suatu variabel dalam jangka panjang.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65 A. Pengujian Hipotesis
1. Uji T (Paired Sample T-test)
Uji T (Paired Sample T-test) adalah uji beda rata-rata dua sampel berpasangan
yang digunakan untuk mengetahui perbedaan harga saham pada berbagai sektor
perusahaan di indeks LQ45 pada waktu sebelum dan saat terjadinya pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
a. Sektor Konsumsi
Tabel 5.1
Hasil Uji Paired Sampel T-test Sektor Konsumsi
Sumber : Hasil Olah SPSS
1) Perumusan Hipotesis
H0 = Tidak terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
Ha = Terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan kurs rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66 2) Kriteria Hipotesis :
Ho diterima jika sig-t (probabilitas) > 0,05. Artinya tidak terdapat perbedaan
harga saham perusahaan LQ45 pada sektor konsumsi pada saat sebelum terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
Ha diterima jika sig-t (probabilitas) < 0,05. Artinya terdapat perbedaan harga
saham perusahaan LQ45 pada sektor konsumsi pada saat sebelum terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat
3) Dengan level of significance (α) 5% dan nilai sig. (2-tailed) = 0,000
4) Kesimpulan
Dari hasil Uji Paired Sample T-test Sektor Konsumsi pada tabel 5.1, dapat
dilihat nilai Sig.(2-tailed) adalah sebesar 0,000 lebih kecil dari alpha (0,05) maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa
terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada sektor konsumsi pada saat
sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, di mana harga saham perusahaan LQ45
pada sektor konsumsi pada saat sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah lebih
besar dibandingkan pada saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67 b. Sektor Pertanian dan Perkebunan
Tabel 5.2
Hasil Uji Paired Sampel T-test Sektor Pertanian dan Perkebunan
Sumber : Hasil Olah SPSS
1) Perumusan Hipotesis
H0 = Tidak terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
Ha = Terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan kurs rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
2) Kriteria Hipotesis :
Ho diterima jika sig-t (probabilitas) > 0,05. Artinya tidak terdapat perbedaan
harga saham perusahaan LQ45 pada sektor Pertanian dan Perkebunan pada saat
sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Ha diterima jika sig-t (probabilitas) < 0,05. Artinya terdapat perbedaan harga
saham perusahaan LQ45 pada sektor Pertanian dan Perkebunan pada saat sebelum
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68 terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat
3) Dengan level of significance (α) 5% dan nilai sig. (2-tailed) = 0,000
4) Kesimpulan
Dari hasil Uji Paired Sample T-test Sektor Pertanian dan Perkebunan pada
tabel 5.2, dapat dilihat nilai Sig.(2-tailed) adalah sebesar 0,000 lebih kecil dari
alpha (0,05) maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima
yang berarti bahwa terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada sektor
Pertanian dan Perkebunan pada saat sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, di
mana harga saham perusahaan LQ45 pada sektor Pertanian dan Perkebunan pada
saat sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah lebih besar dibandingkan pada
saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69 c. Sektor Aneka Industri
Tabel 5.3
Hasil Uji Paired Sampel T-test Sektor Aneka Industri
Sumber : Hasil Olah SPSS
1) Perumusan Hipotesis
H0 = Tidak terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
Ha = Terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan kurs rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
2) Kriteria Hipotesis :
Ho diterima jika sig-t (probabilitas) > 0,05. Artinya tidak terdapat perbedaan
harga saham perusahaan LQ45 pada sektor Aneka Industri pada saat sebelum
terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
Ha diterima jika sig-t (probabilitas) < 0,05. Artinya terdapat perbedaan harga
saham perusahaan LQ45 pada sektor Aneka Industri pada saat sebelum terjadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70 pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat
3) Dengan level of significance (α) 5% dan nilai sig. (2-tailed) = 0,000
4) Kesimpulan
Dari hasil Uji Paired Sample T-test Sektor Aneka Industri pada tabel 5.3,
dapat dilihat nilai Sig.(2-tailed) adalah sebesar 0,000 lebih kecil dari alpha (0,05)
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti
bahwa terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada sektor Aneka
Industri pada saat sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, di mana harga
saham perusahaan LQ45 pada sektor Aneka Industri pada saat sebelum terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah lebih besar dibandingkan pada saat terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71 d. Sektor Perbankan
Tabel 5.4 Hasil Uji Paired Sampel T-test Sektor Perbankan
Sumber : Hasil Olah SPSS
1) Perumusan Hipotesis
H0 = Tidak terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
Ha = Terdapat perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada saat sebelum
terjadi pelemahan kurs rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
2) Kriteria Hipotesis :
Ho diterima jika sig-t (probabilitas) > 0,05. Artinya tidak terdapat perbedaan
harga saham perusahaan LQ45 pada sektor Perbankan pada saat sebelum terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat.
Ha diterima jika sig-t (probabilitas) < 0,05. Artinya terdapat perbedaan harga
saham perusahaan LQ45 pada sektor Perbankan pada saat sebelum terjadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72 pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat
3) Dengan level of significance (α) 5% dan nilai sig. (2-tailed) = 0,000
4) Kesimpulan
Dari hasil Uji Paired Sample T-test perbankan pada tabel 5.4, dapat dilihat
nilai Sig.(2-tailed) adalah sebesar 0,000 lebih kecil dari alpha (0,05) maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa terdapat
perbedaan harga saham perusahaan LQ45 pada sektor perbankan pada saat
sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dan saat terjadi pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, di mana harga saham perusahaan LQ45
pada sektor perbankan pada saat sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
lebih besar dibandingkan pada saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat.
2. Kesimpulan hasil uji T (Paired Sample T-test) untuk hipotesis pertama yaitu:
Uji T (Paired sample T-test) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan harga
saham pada semua sektor perusahaan yang diteliti yaitu sektor konsumsi, sektor
pertanian/perkebunan, sektor aneka industri dan sektor perbankan di indeks LQ45
di mana harga saham pada waktu sebelum pelemahan lebih besar dibandingkan
saat terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hal
tersebut ditunjukkan dengan nilai sig.(2-tailed) pada semua sektor bernilai 0,000 <
Level Of Significance = 0,05. Hal itu berarti bahwa terjadi pelemahan harga saham
pada semua sektor perusahaan yang diteliti pada saat terjadi pelemahan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73 dibandingkan sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terjadap dolar
Amerika Serikat.
B. Analisis Masalah Kedua
Pada masalah kedua pada penelitian ini terdapat 2 teknik analisis yaitu analisis
koefisien variasi dan analisis trend yang digunakan untuk mengetahui adanya
perbedaan daya tahan perusahaan dilihat dari harga saham diantara berbagai
sektor perusahaan pada indeks LQ45 berdasarkan sensitivitasnya atas pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Analisis dilakukan pada tiaptiap perusahaan di berbagai sektor perusahaan yang diteliti yaitu sektor konsumsi,
sektor pertanian/perkebunan, sektor aneka industri dan sektor perbankan, dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
1. Koefisien Variasi (KV)
Koefisien Variasi (KV) dapat mengukur keheterogenan atau variasi suatu
kelompok data yang mempunyai ukuran yang berbeda. Rumus KV dituliskan
sebagai berikut :.
KV =
. 100 %
S = simpangan baku/ standar deviasi
X = rata-rata nilai X
Koefisien variasi yang nilainya lebih kecil menunjukkan pola sebaran yang
lebih seragam (mendekati rata-rata populasinya) dibandingkan dengan KV yang
lebih besar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74 2. Analisis Trend
Tren adalah suatu gerakan yang cenderung naik atau turun dalam jangka
panjang yang diperoleh dari rata-rata perubahan dari waktu kewaktu dan nilainya
cukup rata atau mulus (smooth). Rumus yang di gunakan dalam penyusunan dari
metode adalah: (Sugiarto & Dergibson, 2002)
Y = a + b X (n)
Dimana :
Y = harga saham yang akan diramalkan
a = bilangan konstanta
b = slope atau koefisien garis trend
X = indeks waktu (dimulai dari 0,1,2,….n)
Kriteria Pengujian :
b positif = harga saham meningkat yang artinya punya daya tahan menguat.
b negatif = harga saham menurun yang artinya daya tahan melemah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75 Tabel 5.5 Ringkasan Standar Deviasi, Rata – Rata dan Koefisien Variasi
Standar Deviasi
Kelompok
PT Unilever Indonesia
Tbk.
PT Astra Agro Lestari
Pertanian /
Tbk.
Perkebunan
PT Sawit Sumbermas
Sarana Tbk.
Sebelum
Saat
Sebelum
Saat
Sebelum
Saat
1,538952
1,308107
45,94355
42,52419
0,03349658
0,03076148
1,551852
0,995949
42,88871
38,30161
0,03618323
0,0260028
2,171462
1,373920
24,25645
17,52177
0,08952101
0,07841217
0,216813
0,052347
2,11774
1,65419
0,10237942
0,0316451
Aneka
PT Astra International
0,288845
0,317270
7,27742
5,76371
0,03969058
0,05504614
Industri
PT United Tractors
1,199943
0,858374
21,84435
18,05242
0,0549315
0,04754897
0,326987
0,394681
13,75403
12,16613
0,0237739
0,03244097
0,738562
0,631404
11,54758
9,55403
0,06395816
0,06608771
PT Bank Central Asia
Perbankan
(Persero) Tbk.
PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk.
Sumber : data sekunder diolah
Koefisien Variasi
Perusahaan
PT Gudang Garam Tbk
Konsumsi
Rata - Rata
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76 Tabel 5.6 Ringkasan Hasil Analisis Koefisien Variasi Tiap Perusahaan
Kelompok
Perusahaan
PT Gudang Garam
Tbk
KV
Sebelum
Evaluasi
Saat
KV saham Gudang Garam pada saat terjadinya pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih kecil dibandingkan dengan
sebelum terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat. Hal itu menunjukkan kecenderungan terjadinya
0,03349658 0,03076148
penurunan fluktuasi harga saham yang berarti perubahan/fluktuasi
harga saham saat itu lebih kecil dibandingkan sebelum terjadinya
pelemahan nilai tukar rupiah. Maka berdasarkan hasil ini, peneliti
menyatakan bahwa harga saham Gudang Garam memiliki daya tahan
yang baik.
Konsumsi
PT Unilever
Indonesia Tbk.
0,03618323
Untuk KV saham Unilever Indonesia, hasil menunjukkan bahwa nilai
KV saham Unilever Indonesia pada saat terjadinya pelemahan nilai
tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih kecil dibandingkan
dengan sebelum terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat. Hal itu menunjukkan kecenderungan terjadinya
penurunan fluktuasi harga saham yang berarti perubahan/fluktuasi
harga saham saat itu lebih kecil dibandingkan sebelum terjadinya
pelemahan nilai tukar rupiah. Maka berdasarkan hasil ini, peneliti
menyatakan bahwa harga saham Unilever Indonesia memiliki daya
tahan yang baik.
0,0260028
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77 Untuk KV saham Astra Agro Lestari, hasil menunjukkan bahwa nilai
KV saham Unilever Indonesia pada saat terjadinya pelemahan nilai
tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih kecil dibandingkan
dengan sebelum terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar
PT Astra Agro Lestari
Amerika Serikat. Hal itu menunjukkan kecenderungan terjadinya
0,08952101 0,07841217
Tbk.
penurunan fluktuasi harga saham yang berarti perubahan/fluktuasi
harga saham saat itu lebih kecil dibandingkan sebelum terjadinya
pelemahan nilai tukar rupiah. Maka berdasarkan hasil ini, peneliti
menyatakan bahwa harga saham Astra Agro Lestari memiliki daya
tahan yang baik.
Pertanian /
Perkebunan
PT Sawit Sumbermas
Sarana Tbk.
0,10237942
Untuk KV saham Sawit Sumbermas Sarana, hasil menunjukkan bahwa
nilai KV saham Unilever Indonesia pada saat terjadinya pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih kecil
dibandingkan dengan sebelum terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat. Hal itu menunjukkan kecenderungan
terjadinya penurunan fluktuasi harga saham yang berarti
perubahan/fluktuasi harga saham saat itu lebih kecil dibandingkan
sebelum terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah. Maka berdasarkan
hasil ini, peneliti menyatakan bahwa harga saham Sawit Sumbermas
Sarana memiliki daya tahan yang baik.
0,0316451
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78 Untuk KV saham Astra International, hasil menunjukkan bahwa nilai
KV saham Unilever Indonesia pada saat terjadinya pelemahan nilai
tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih besar dibandingkan
dengan sebelum terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar
PT Astra International
Amerika Serikat. Hal itu menunjukkan kecenderungan terjadinya
0,03969058 0,05504614
Tbk.
peningkatan fluktuasi harga saham yang berarti perubahan/fluktuasi
harga saham saat itu lebih kecil dibandingkan sebelum terjadinya
pelemahan nilai tukar rupiah. Maka berdasarkan hasil ini, peneliti
menyatakan bahwa harga saham Astra International Sarana memiliki
daya tahan yang lemah atau kurang baik.
Aneka
Industri
PT United Tractors
Tbk.
0,0549315
Untuk KV saham United Tractors, hasil menunjukkan bahwa nilai KV
saham Unilever Indonesia pada saat terjadinya pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih kecil dibandingkan dengan
sebelum terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat. Hal itu menunjukkan kecenderungan terjadinya
0,04754897
penurunan fluktuasi harga saham yang berarti perubahan/fluktuasi
harga saham saat itu lebih kecil dibandingkan sebelum terjadinya
pelemahan nilai tukar rupiah. Maka berdasarkan hasil ini, peneliti
menyatakan bahwa harga saham United Tractors memiliki daya tahan
yang baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79 PT Bank Central Asia
(Persero) Tbk.
Perbankan
PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero)
Tbk.
0,0237739
Nilai KV saham Bank Central Asia pada saat sebelum pelemahan nilai
tukar rupiah memang lebih kecil dibandingkan dengan saat pelemahan
0,03244097
nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menandakan
bahwa harga saham pada saat pelemahan nilai tukar rupiah lebih
berfluktuasi yang menandakan bahwa daya tahan kurang baik.
Untuk KV saham Bank Rakyat Indonesia, hasil menunjukkan bahwa
nilai KV saham Unilever Indonesia pada saat terjadinya pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih besar
dibandingkan dengan sebelum terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah
0,06395816 0,06608771 terhadap dolar Amerika Serikat. Hal itu menunjukkan kecenderungan
terjadinya peningkatan fluktuasi harga saham yang berarti
perubahan/fluktuasi harga saham saat itu lebih besar dibandingkan
sebelum terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah. Maka berdasarkan
hasil ini, peneliti menyatakan bahwa harga saham Bank Rakyat
Indonesia Sarana memiliki daya tahan yang lemah atau kurang baik.
Sumber : data sekunder diolah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80 Berdasarkan Analisis Koefisien Variasi, dapat dilihat bahwa terdapat
perbedaan daya tahan perusahaan pada sektor konsumsi dan sektor pertanian
perkebunan dengan sektor aneka industri dan sektor perbankan. Hal tersebut
dibuktikan pada hasil analisis variasi di mana pada sektor konsumsi dan
pertanian/perkebunan menunjukkan nilai koefisien variasi pada saat sebelum
terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah lebih besar dibandingkan dengan nilai
koefisien variasi pada saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah yang berarti bahwa
saham perusahaan pada kedua sektor tersebut relatif memiliki daya tahan yang
lebih kuat atau baik. Berbeda halnya dengan perusahaan yang berada pada sektor
aneka industri dan perbankan yang menunjukkan nilai koefisien variasi yang lebih
besar pada saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dibandingkan dengan sebelum
terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah yang berarti bahwa saham pada kedua
sektor tersebut relatif memiliki daya tahan yang menurun atau lemah terhadap
adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81 Tabel 5.7 Ringkasan Hasil Analisis Trend Tiap Perusahaan
Kelompok
Perusahaan
PT Gudang
Garam Tbk
Trend
Sebelum Saat
(b)
(b)
-0,129
0,031
Persamaan
Sebelum
Saat
Y=
45,9440,129X
Y=
42,524
+
0,031X
Konsumsi
PT Unilever
Indonesia Tbk.
-0,115
0,005
Y=
44,7260,115X
Y=
38,214
+
0,005X
Evaluasi
Dilihat dari hasil trend linier pada perusahaan Gudang Garam,
ditemukan bahwa b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah yaitu
sebesar -0,129. Artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami penurunan
sebesar Rp 0,129. Sedangkan b pada saat pelemahan nilai tukar rupiah
yaitu sebesar 0,031. Artinya saat pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami
kenaikan sebesar Rp 0,031. Hal ini berarti saham Gudang Garam lebih
baik pada saat terjadinya pelemahan nilai tukar yang mengindikasikan
bahwa saham tersebut memiliki daya tahan yang kuat atau baik.
Dilihat dari hasil trend linier pada perusahaan Unilever Indonesia,
ditemukan bahwa b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah yaitu
sebesar -0,115. Artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami penurunan
sebesar Rp 0,115. Sedangkan b pada saat pelemahan nilai tukar rupiah
yaitu sebesar 0,005. Artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham Unilever
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82 Indonesia mengalami kenaikan sebesar Rp 0,005. Hal ini berarti
saham Unilever Indonesia lebih baik pada saat terjadinya pelemahan
nilai tukar yang mengindikasikan bahwa saham tersebut memiliki
daya tahan yang kuat atau baik.
PT Astra Agro
Lestari Tbk.
0,040
0,124
Y=
23,612+
0,040X
Y=
15,53+
0,124X
0,003
Y= 2,256
-0,009X
Y=
Dilihat dari hasil trend linier pada perusahaan Sawit Sumbermas
1,606 +
Sarana, ditemukan bahwa b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah
0,003X
yaitu sebesar -0,009. Artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah
Pertanian /
Perkebunan
PT Sawit
Sumbermas
Sarana Tbk.
-0,009
Dilihat dari hasil trend linier pada perusahaan Astra Agro Lestari,
ditemukan bahwa b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah yaitu
sebesar 0,040. Artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami kenaikan
sebesar Rp 0,040. Sedangkan b pada saat pelemahan nilai tukar rupiah
yaitu sebesar 0,124. Artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami
kenaikan sebesar Rp 0,124. Meskipun sama sama menunjukkan
kenaikan, namun b pada saat terjadi pelemahan nilai tukar rupiah
menunjukkan kenaikan yang lebih kuat dibandingkan sebelum
pelemahan. Hal ini berarti saham Astra Agro Lestari lebih baik pada
saat terjadinya pelemahan nilai tukar yang mengindikasikan bahwa
saham tersebut memiliki daya tahan yang kuat atau baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83 terhadap dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami
penurunan sebesar Rp 0,009. Sedangkan b pada saat pelemahan nilai
tukar rupiah yaitu sebesar 0,003. Artinya sebelum pelemahan nilai
tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham
mengalami kenaikan sebesar Rp 0,003. Hal ini berarti saham Sawit
Sumbermas Sarana lebih baik pada saat terjadinya pelemahan nilai
tukar rupiah yang mengindikasikan bahwa saham tersebut memiliki
daya tahan yang kuat atau baik.
Aneka
Industri
PT Astra
International
Tbk.
-0,019
-0,015
Y= 7,581
– 0,019X
Y=
6,006 0,015X
Dilihat dari hasil trend linier pada perusahaan Astra International,
ditemukan bahwa b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah yaitu
sebesar -0,019 Artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami penurunan
sebesar Rp 0,019. Sedangkan b pada saat pelemahan nilai tukar rupiah
yaitu sebesar -0,015 artinya saat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami penurunan
sebesar Rp 0,015. b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah dan b pada
saat pelemahan nilai tukar rupiah sama sama menunjukkan penurunan,
namun b pada sebelum pelemahan nilai tukar rupiah menunjukkan
penurunan yang lebih kuat dibandingkan b saat pelemahan nilai tukar
rupiah. Maka peneliti menarik kesimpulan bahwa saham Astra
International memiliki daya tahan yang baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84 PT United
Tractors Tbk.
Perbankan
PT Bank
Central Asia
(Persero) Tbk.
-0,088
-0,012
-0,021
0,001
Y=
23,251 0,088X
Y=
18,382
0,021X
Y=
13,946 0,012X
Y=
12,156
+0,001
X
Dilihat dari hasil trend linier pada perusahaan United Tractors,
ditemukan bahwa b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah yaitu
sebesar -0,088 Artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami penurunan
sebesar Rp 0,088. Sedangkan b pada saat pelemahan nilai tukar rupiah
yaitu sebesar -0,021 artinya saat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami penurunan
sebesar Rp 0,021. Meskipun b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah
dan b pada saat pelemahan nilai tukar rupiah sama sama menunjukkan
penurunan, namun b pada sebelum pelemahan nilai tukar rupiah
menunjukkan penurunan yang lebih kuat dibandingkan b saat
pelemahan nilai tukar rupiah. Hal itu berarti saham United Tractors
membaik pada saat terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah,
fluktuasinya berkurang, hal itu mengindikasikan bahwa saham United
Tractors memiliki daya tahan yang baik.
Dilihat dari hasil trend linier pada perusahaan Bank Central Asia,
ditemukan bahwa b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah yaitu
sebesar -0,012. Artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami penurunan
sebesar Rp 0,012. Sedangkan b pada saat pelemahan nilai tukar rupiah
yaitu sebesar 0,001. Artinya saat pelemahan nilai tukar rupiah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85 terhadap dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami
kenaikan sebesar Rp 0,001. Hal ini berarti saham Bank Central Asia
lebih baik pada saat terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah dan
menunjukkan daya tahan yang baik.
PT Bank
Rakyat
Indonesia
(Persero) Tbk.
-0,055
-0,050
Y=
12,431 0,055X
Y=
10,355
0,050X
Sumber : data sekunder diolah
Dilihat dari hasil trend linier pada perusahaan Bank Rakyat Indonesia,
ditemukan bahwa b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah yaitu
sebesar -0,055, artinya sebelum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami penurunan
sebesar Rp 0,055. Dan b pada saat pelemahan nilai tukar rupiah yaitu
sebesar -0,050, artinya saat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat setiap hari harga saham mengalami penurunan
sebesar Rp 0,050. b sebelum pelemahan nilai tukar rupiah dan b pada
saat pelemahan nilai tukar rupiah sama sama menunjukkan penurunan,
namun b pada sebelum pelemahan nilai tukar rupiah menunjukkan
penurunan yang lebih kuat dibandingkan b saat pelemahan nilai tukar
rupiah. Maka peneliti menarik kesimpulan bahwa saham Bank Rakyat
Indonesia memiliki daya tahan yang baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
86 Tabel 5.8 Daya Tahan Perusahaan berdasarkan Koefisien Trend
Sektor
Konsumsi
Pertanian /
perkebunan
Aneka
Industri
Perbankan
Perusahaan
PT Gudang Garam
Tbk
PT Unilever
Indonesia Tbk.
PT Astra Agro
Lestari Tbk.
PT Sawit
Sumbermas Sarana
Tbk.
PT Astra
International Tbk.
PT United Tractors
Tbk.
PT Bank Central
Asia (Persero) Tbk.
PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero)
Tbk.
Koefisien Trend
Sebelum
Saat
pelemahan
Pelemahan
- (negatif)
+ (positif)
- (negatif)
+ (positif)
+ (positif)
+ (positif)
- (negatif)
+ (positif)
- (negatif)
- (negatif)
- (negatif)
- (negatif)
- (negatif)
+ (positif)
- (negatif)
- (negatif)
Arti
Daya tahan
lebih baik
(Bertahan)
Daya tahan
lebih baik
(Bertahan)
Daya tahan
lebih baik
(Bertahan)
Daya tahan
lebih baik
(Bertahan)
Hasil Analisis Trend yang menunjukkan bahwa pada perusahaan – perusahaan
yang peneliti pilih dalam penelitian ini cenderung memiliki kemampuan untuk
bertahan. Untuk sektor konsumsi yang memiliki b dari negatif ke positif memiliki
daya tahan yang membaik dan sektor pertanian/perkebunan yang memiliki nilai b
tetap dari positif ke positif namun terdapat peningkatan nilai. Hal ini menandakan
bahwa kedua sektor ini memiliki daya tahan yang lebih baik (bertahan) bahkan
mengalami peningkatan. Sedangkan pada sektor aneka industri dan sektor
perbankan, mayoritas perusahaan memiliki nilai b dari negatif ke negatif yang
berarti bahwa setiap hari terjadi penurunan harga saham pada perusahaan di sektor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87 tersebut meskipun penurunan harga saham pada saat pelemahan tidak sekuat
penurunan pada saat sebelum pelemahan. Maka berdasarkan hal ini, dapat ditarik
kesimpulan bahwa perusahaan yang berada pada sektor konsumsi dan
pertanian/perkebunan memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan
perusahaan yang berada pada sektor aneka industri dan perbankan.
B. Pembahasan dan Interpretasi
1. Uji T (Paired Sample T-test) di atas menunjukkan bahwa memang terdapat
perbedaan harga saham pada semua sektor perusahaan yang diteliti yaitu sektor
konsumsi, sektor pertanian/perkebunan, sektor aneka industri dan sektor
perbankan pada waktu sebelum pelemahan nilai tukar rupiah dan pada saat
pelemahan nilai tukar rupiah. Dari hasil uji dinyatakan bahwa rata-rata harga
saham sebelum pelemahan lebih besar dibandingkan saat terjadinya pelemahan.
Berdasarkan hal tersebut peneliti menarik kesimpulan bahwa pelemahan nilai
tukar rupiah memang memberikan dampak terhadap harga saham perusahaan. Di
pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari – hari, harga
saham mengalami fluktuasi naik maupun turun.Pembentukan harga saham terjadi
karena adanya faktor permintaan (demand) dan penawaran (supply) atas saham
tersebut. Dengan kata lain, harga saham terbentuk atas permintaan dan penawaran
saham. Jogiyanto ( 2000:8 ) menyatakan bahwa harga saham yang terjadi dipasar
bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh
permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan dipasar modal. Supply dan
demand terjadi karena berbagai faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88 (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak), maupun
faktor yang sifatnya makro seperti kondisi ekonomi negara, kondisi sosial –
politik, maupun rumor – rumor yang berkembang (Darmadji dan Fakhruddin,
2006: 13). Pada saat permintaan saham meningkat, maka harga saham tersebut
akan cenderung meningkat, sebaliknya pada saat banyak pemilik saham menjual
saham yang dimilikinya, maka harga saham tersebut cenderung akan mengalami
penurunan (Anoraga dan Piji, 2006:59).
Saat ini sebagian besar bahan baku bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia
masih mengandalkan impor dari luar negeri, ketika mata uang rupiah terdepresiasi,
hal ini akan mengakibatkan meningkatnya biaya bahan baku atau biaya produksi
namun perusahaan tidak bisa menaikkan harga jual produknya begitu saja karena
dapat memperlemah daya beli masyarakat. Kenaikan biaya produksi yang tak
diimbangi dengan kenaikan harga jual akan mengurangi tingkat keuntungan
perusahaan. Bagi investor, proyeksi penurunan tingkat laba tersebut akan
dipandang negatif (Coleman dan Tettey,2008). Penurunan tingkat laba
menyebabkan jumlah dividen yang dibagikan tidak sesuai harapan investor, hal
ini akan mendorong investor untuk melakukan aksi jual terhadap saham-saham
yang dimilikinya atau memilih untuk berinvestasi dalam bentuk uang . Apabila
banyak investor yang melakukan hal tersebut, tentu akan mendorong penurunan
harga saham perusahaan, karena supply yang lebih tinggi dibandingkan demand.
Investor tentunya akan menghindari risiko kerugian dari penurunan harga saham,
sehingga investor akan cenderung melakukan aksi jual dan menunggu hingga
situasi perekonomian dirasakan membaik. Aksi jual yang dilakukan investor ini
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89 akan mendorong penurunan harga saham dan mengalihkan investasinya ke dolar
Amerika Serikat.
2. Hasil analisis koefisien variasi dan analisis trend menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan daya tahan antara saham perusahaan yang berada pada sektor konsumsi
dan pertanian/perkebunan dengan saham perusahaan yang berada di sektor aneka
industri dan perbankan. Saham perusahaan yang berada pada sektor konsumsi dan
pertanian/perkebunan memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan
saham perusahaan yang berada pada sektor aneka industri dan sektor perbankan.
Hal itu membuktikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat memberikan dampak yang berbeda kepada harga saham antara berbagai
sektor. Nilai tukar rupiah yang melemah akan berdampak pada perekonomian
Indonesia. Di antaranya adalah rupiah menyebabkan harga barang–barang impor
menjadi lebih mahal. Kenaikan harga barang impor ini akan buruk sekali bagi
industri yang berbahan baku impor seperti industri otomotif. Bila nilai tukar
rupiah melemah terus menerus, maka harga bahan baku akan makin menjulang
tinggi, dan dampaknya harga barang produksi juga semakin naik. Meningkatnya
harga kebutuhan pokok membuat sebagian masyarakat Indonesia merasa
kehidupannya terancam. Hal ini dikarenakan ketika harga- harga kebutuhan naik
tidak diimbangi pula dengan naiknya pendapatan sehingga menurunkan daya beli
masyarakat. Inflasi meningkatkan pendapatan dan biaya perusahaan. Jika
peningkatan biaya produksi lebih tinggi dari peningkatan harga yang dapat
dinikmati oleh perusahaan, maka
profitabilitas perusahaan akan turun yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90 menyebabkan kinerja perusahaan terlihat buruk di mata investor yang
menyebabkan permintaan akan saham tersebut berkurang sehingga harga saham
menjadi menurun.
Lana Soelistianingsih (dalam Adam, 2015) menilai pelemahan nilai tukar yang
berujung
pada
penambahan
biaya
produksi bisa
saja dibebankan pada
masyarakat lewat kenaikan harga produk. Namun demikian, saat daya beli
masyarakat tergerus, langkah tersebut berisiko tidak terjualnya produk. Namun
tidak semua produk bersifat demikian. Hal tersebut dikarenakan karakter bisnis
yang berbeda-beda. Untuk bisnis yang termasuk dalam sektor barang konsumsi
dimana produknya sebagian besar merupakan kebutuhan pokok (mendasar) bagi
masyarakat yang digunakan dalam kehidupan sehari – hari seperti makanan,
minuman, produk toiletries, obat, dan lain lain sehingga berapapun harga barang
tersebut, masyakarat akan tetap membelinya maka pelemahan nilai tukar rupiah
tidak terlalu berpengaruh terhadap harga saham yang bergerak pada sektor barang
konsumsi. Begitu pula halnya dengan sektor pertanian, sektor pertanian
merupakan penyedia bahan baku
seperti CPO yang penting bagi keperluan
industrikhususnya industri pengolahan makanan dan minuman (agro industri).
Konsumsi CPO khususnya di Indonesia yang makin meningkat tiap tahun, karena
CPO memiliki fungsi yang beragam sebagai minyak goreng, bahan bakar (bio
diesel) dll. Meskipun beberapa perusahaan yang bergerak pada sektor pertanian
menggunakan pupuk yang berasal dari impor, tapi tidak semua perusahaan
demikian. Sehingga pelemahan nilai tukar rupiah tidak terlalu berdampak buruk
bagi saham perusahaan yang bergerak pada sektor pertanian ini.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
91 Sementara itu, salah satu industri yang paling terkena dampak pelemahan
rupiah adalah otomotif. Sektor industri itu sebagian besar bahan bakunya masih
diimpor. Pelaku industri otomotif juga mengkhawatirkan kenaikan harga mobil
dan suku cadang. Jika itu terjadi, daya beli konsumen yang masih bergairah
memesan mobil baru dan mengganti suku cadang berpotensi turun.Ketua I
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yongkie D.
Sugiarto
mengatakan
sebagian
produk
dan
komponen
otomotif
masih
diimpor. Bahan baku untuk pembuatan komponen dari industri dalam negeri juga
masih diimpor, seperti kaca mobil, pelek, dan ban.
Dampak pelemahan nilai tukar rupiah juga dirasakan oleh sektor perbankan.
Kondisi ini harus diantisipiasi khususnya sektor perbankan karera mayoritas
dengan pelemahan rupiah membuat dolar mendominasi. Dengan adanya dominasi
ini membuat turunnya likuiditas perbankan karena rupiah jarang diapresiasi dan
lebih minim beredar. Dengan situasi seperti ini, dikhawatirkan rasio kredit macet
(NPL) semakin tinggi sehingga bahayakan kinerja bank. Sebab, banyak orang
yang mengambil kredit tapi tidak punya kemampuan untuk membayar sesuai jatuh
tempo.
Berikut adalah penjelasan terperinci mengenai pengaruh pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap masing – masing perusahaan, yaitu :
1. Sektor konsumsi
a. Gudang Garam dan Unilever Indonesia
Saham ini merupakan saham bluechip kesukaan banyak pelaku saham. Saham
ini menjadi favorit banyak pelaku karena saham ini telah memberikan return yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92 besar dan konsisten, dengan pertumbuhan laba setiap tahunnya. Unilever
Indonesia Tbk (UNVR) yang tetap berjaya karena produknya termasuk kebutuhan
sehari-hari yang hampir digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia begitu pula
dengan Gudang Garam Tbk yang tidak begitu terpengaruh dengan adanya
pelemahan nilai tukar rupiah karena rokok merupakan kebutuhan pokok bagi
perokok dan tetap membeli rokok meskipun harganya meningkat. Memang
adanya pelemahan nilai tukar rupiah ini cukup berpengaruh terhadap kinerja
perusahaan karena terdapat bahan baku yang impor seperti tembakau namun tidak
seluruhnya tembakau berasal dari impor sehingga kinerja perusahaan cukup stabil.
Memiliki merek yang kuat menjadi keunggulan dari kedua saham ini sehingga
tidak heran meskipun terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat, harga saham ini relatif stabil karena tingkat kepercayaan investor yang
tinggi terhadap kedua saham ini.
2. Sektor Pertanian dan Perkebunan
a. Astra Agro Lestari Tbk.
Saham ini merupakan saham bluechip, yang berarti bahwa saham ini memiliki
reputasi dan dikenal baik oleh masyarakat serta investor. Sebuah perusahaan
tentunya akan memiliki reputasi yang baik jika perusahaan tersebut memberikan
manfaat yang real bagi kehidupan masyarakat banyak. Tingkat kepercayaan
investor terhadap saham ini cukup tinggi karena memiliki kinerja/fundamental
yang bagus, sehingga meskipun terjadi pelemahan nilai tukar rupiah tidak terlalu
berpengaruh terhadap harga saham perusahaan ini karena permintaan terhadap
saham ini masih cukup tinggi karena asalkan fundamentalnya bagus, maka
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
93 penurunan sebuah harga saham akan berhenti jika harganya sudah cukup murah,
sehingga selanjutnya harga saham ini akan rebound kembali.
b. Sawit Sumbermas Sarana Tbk.
PT Sawit Sumbermas Sarana, Tbk (SSMS), produsen minyak kelapa
sawit/CPO terbesar di Indonesia, mencatat kinerja finansial relatif bagus.
Produknya merupakan kebutuhan pokok yang digunakan dalam kehidupan seharihari. Sampai dengan saat ini, minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang
paling banyak dikonsumsi di dunia. Hal ini karena harganya yang murah dan
fungsi yang beragam. SSMS menjual seluruh produk kelapa sawit untuk pasar
dalam negeri. Sawit Sumbermas Sarana Tbk memperoleh beberapa penghargaan
yaitu pada tanggal 12 Mei 2015, Perseroan dianugerahi Penghargaan sebagai
Perusahaan Tercatat Terbaik di Sektor Pertanian dan Peternakan Peringkat II dari
Majalah Investor dan pada tanggal 12 Juni 2015, perseroan meraih penghargaan
sebagai Perusahaan Tercatat Terbaik di Sektor Pertanian dari MNC Business
Awards. Hal ini menjadikan tingkat kepercayaan investor terhadap saham ini
menjadi kian kuat, sehingga meskipun saat terjadinya pelemahan nilai tukar
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, saham ini masih cukup diminati oleh
investor. Di bawah ini adalah grafik dari informasi perdagangan saham Sawit
Sumbermas Sarana Tbk, yaitu :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94 Sumber : SSMS Laporan Tahunan 2015
Gambar 5.1 Informasi Perdagangan Saham Sawit Sumbermas Sarana Tbk
2015
Dari gambar di atas, terlihat bahwa fluktuasi harga sahamnya relatif kecil. Hal
ini mengindikasikan bahwa volatilitas saham tersebut rendah yang berarti harga
saham ini relatif stabil. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa saham ini tidak
terlalu terpengaruh oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
95 Tabel 5.9 Laporan Tahunan Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Sumber : SSMS Laporan Tahunan 2015
Kemudian bisa dilihat pada tabel di atas, jumlah volume perdagangan saham
Sawit Sumbermas Sarana Tbk pada tiap kuartal pada tahun 2015 terus meningkat.
Seperti yang kita ketahui bahwa bulan Agustus yang masuk pada kuartal ketiga
dimana rupiah mengalami depresiasi tertinggi hingga mencapai lebih dari
Rp.14.000 per dolar Amerika Serikat. Namun hal tersebut tidak terlalu
mempengaruhi jumlah volume perdagangan saham ini.
3. Sektor Aneka Industri
a. Astra International Tbk. dan United Tractors Tbk.
Kedua saham ini cukup merasakan dampak negatif dari adanya pelemahan
nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat karena kedua saham ini
bergerak pada sektor industri dimana sebagian besar bahan bakunya masih
diimpor. Pelaku industri otomotif juga mengkhawatirkan kenaikan harga mobil
dan suku cadang. Jika itu terjadi, daya beli konsumen yang masih bergairah
memesan mobil baru dan mengganti suku cadang berpotensi turun. Sebagian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
96 produk dan komponen otomotif masih diimpor ditambah dengan penurunan daya
beli masyarakat dengan adanya kenaikan harga.
4. Sektor Perbankan
a. Bank Central Asia (Persero) Tbk.
Saham Bank Central Asia (Persero) Tbk. merupakan saham bluechip dimana
tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank ini sangat tinggi. Hal ini
dibuktikan dengan prestasi-prestasi yang dapat dipertahankan Bank Central Asia
(Persero) Tbk. yaitu sejak tahun 2014 Bank Central Asia (Persero) Tbk. juga
memperoleh predikat untuk kategori yang sama. Bank Terbaik 2016 untuk
kategori bank umum dengan aset di atas Rp 100 triliun dalam Investor Best Bank
2016 (Liputan6,01 Jul 2015), serta banyak penghargaan lainnya. Meskipun saat
terjadi pelemahan nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit Bank Central Asia
(Persero) Tbk. tetap tumbuh sehingga pendapatan bunga tetap meningkat.
b. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk cukup merasakan dampak negatif dari
pelemahan nilai tukar rupiah. Hal ini dikarenakan penurunan kinerja keuangan
perusahaan. Kondisi ini disebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Perlambatan kredit
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terutama dirasakan pada segmen BUMN
yang lebih terkait belanja pemerintah melalui BUMN. Pertumbuhan beban bunga
yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan bunga menyebabkan
pendapatan bunga bersih bank tersebut tertekan, ini terjadi karena pertumbuhan
kredit Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang menurun dan jumlahnya lebih
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97 rendah dibandingkan dana pihak ketiga (DPK) yang jumlahnya meningkat. Bank
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merupakan bank spesialis kredit usaha
mikro kecil dan menengah (UMKM), sehingga perlambatan
pertumbuhan
ekonomi yang disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah ini menyebabkan
penyaluran kredit usaha mikro dan kecil menurun sehingga laba bank tersebut
menurun yang pada akhirnya mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98 BAB VI
KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada bab – bab
sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan yaitu :
1. Kesimpulan rumusan masalah pertama
Ada perbedaan harga saham pada berbagai sektor perusahaan di indeks LQ45
pada waktu sebelum dan saat terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat. Perbedaan itu berupa pelemahan harga saham pada semua
sektor
perusahaan
yang
diteliti
yaitu
sektor
konsumsi,
sektor
pertanian/perkebunan, sektor aneka industri dan sektor perbankan pada saat terjadi
pelemahan dibandingkan sebelum terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat.
2.
Kesimpulan rumusan masalah kedua
Ada perbedaan daya tahan perusahaan dilihat dari harga saham di antara
berbagai sektor perusahaan pada indeks LQ45 berdasarkan sensitivitasnya atas
pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Daya tahan semua
perusahaan yang diteliti lebih kuat saat terjadi pelemahan dibandingkan sebelum
terjadinya pelemahan. Sektor konsumsi dan sektor pertanian/perkebunan memiliki
daya tahan lebih baik dibandingkan sektor aneka industri dan sektor perbankan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99 B. Saran
Sehubungan dengan pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap harga
saham sektoral pada indeks LQ45, maka dapat diberikan saran untuk
meningkatkan, yaitu :
1. Kepada Investor
Hendaknya dapat mengetahui dan memahami mengenai adanya perbedaan
pengaruh dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
terhadap daya tahan perusahaan pada berbagai sektor dengan memahami karakter
bisnis tiap sektor usaha. Saham yang berada pada sektor konsumsi dan sektor
pertanian/perkebunan relatif memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan
saham yang berada pada sektor aneka industri dan perbankan. Apabila terjadi
pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat maka investor lebih
baik untuk membeli saham yang berada pada sektor konsumsi dan sektor
pertanian/perkebunan.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik meneliti masalah harga saham sektoral,
penelitian selanjutnya bisa menambah variabel – variabel ekonomi makro lainnya
seperti inflasi, suku bunga maupun jumlah uang yang beredar supaya penjelasan
terhadap perubahan harga saham dan daya tahan lebih komprehensif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
100 C. Keterbatasan Penelitian
1. Tidak Ada Data TVA Harian
Penelitian ini juga tidak terlepas dari keterbatasan. Keterbatasan dalam
penelitian ini yaitu tidak dapat memperoleh data TVA ( Trading Volume Activity )
yang sebenarnya sangat penting bagi pembahasan mengenai supply dan demand
saham tiap perusahaan, yang dimanfaatkan untuk mengetahui pergerakan harga
saham.
2. Jumlah Perusahaan yang Diteliti
Penelitian ini dirasa kurang mewakili karena hanya terbatas pada 2 perusahaan
pada sektor konsumsi, sektor pertanian/perkebunan, sektor aneka industri dan
sektor perbankan di indeks LQ45, sementara masih banyak pilihan saham
perusahaan yang berkapitalisasi besar. Selain 8 perusahaan yang diteliti, terdapat
37 perusahaan lainnya yang dapat dipilih dalam LQ45. Hal itu terpaksa peneliti
lakukan karena desain penelitian pada penelitian ini, di mana hanya terdapat 2
perusahaan pada sektor aneka industri yang terdaftar dalam indeks LQ45 sehingga
peneliti menyamakan jumlah perusahaan pada semua sektor yang diteliti yaitu
sektor konsumsi, sektor pertanian/perkebunan, dan sektor perbankan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
101 DAFTAR PUSTAKA
Ang, Robbert. 1997. Buku Pintar : Pasar Modal Indonesia. Jakarta : Mediasoft
Indonesia.
Anoraga, Pandji. 2004. Manajemen Bisnis, Cetakan Ketiga. Jakarta : Rineka Cipta.
Anoraga, Pandji dan Piji Pakarta. 2006. Pengantar Pasar Modal, Edisi Revisi.
Jakarta : Rineka Cipta.
Arifin, Zaenal. 2005. Teori Keuangan & Pasar Modal. Ypgyakarta : Ekonosia.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara.
Arthanti, Siwi. 2007. Analisis Kenaikan Harga BBM, Kurs RP/US$, dan Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG). Skripsi. Yogyakarta : Universitas Sanata
Dharma.
Charlie, Lie. 2006. Smart Investment : Langkah Awal Cerdik Bermain Saham.
Bandung : TriExs Media.
A.K Coleman dan K.A Tettey.2008.Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing. Jakarta:
Salemba Empat.
Dharmadji Tjiptono dan Hendi M. Fakhrudin, 2001. Pasar Modal di Indonesia.
Jakarta : Salemba Empat.
Dharmadji Tjiptono dan Hendi M. Fakhrudin, 2006. Pasar Modal di Indonesia.
Jakarta : Salemba Empat.
Hartono, Jogiyanto. 2000. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi
2.Yogyakarta : BPFE.
Hartono, Jogiyanto. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi
3.Yogyakarta : BPFE.
Hartono, Jogiyanto. 2010. Studi Peristiwa: Menguji Reaksi Pasar Modal Akibat
Suatu Peristiwa. Yogyakarta : BPFE.
Hendry. 2004. “ Paired Sample T Test (Uji
Berpasangan)”. www.teorionline.wordpress.com.
Beda
Dua
Sampel
Husnan, Suad. 2003. Dasar – Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas,
Edisi 2. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
102 Indriantoro dan Supomo. 1999. Pengantar Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta :
UPP AMP YKPN.
Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo.2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk
Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama.Yogyakarta : BPFE.
Istianur Praditya, Ilyas. “Sepanjang Juni 2015, Rupiah Melemah 1,2%”,
Liputan6.com, 14 Juli.
Joesoef, Jose Rijal. 2008. Pasar Uang Dan Pasar Valuta Asing. Jakarta : PT
Salemba Empat.
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, 2010.
Pedoman Penulisan Proposal Penelitian dan Skripsi serta Ketentuan tentang
Ujian Skripsi.Yogyakarta.
Kuncoro,
Mudrajad.
2003.
Ekonomi.Jakarta :Erlangga.
Metode
Mahrofi,
Zubi.
2015.
“Rupiah
13.347”. www.antaranews.com .
Riset
Bergerak
untuk
Bisnis
Mendatar
di
dan
Rp
Raharjo, Sahid. 2016 “Cara Uji Paired Sample T Test Dan Interpretasi dengan
SPSS”. www.spssindonesia.com .
Samsul, Mohamad. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio, edisi pertama.
Jakarta : Erlangga.
Sausa, Cipriana Teresa Tita De Jesus D. 2002. Analisis Pengaruh Nilai Tukar
Rupiah Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Skripsi. Yogyakarta :
Universitas Sanata Dharma.
Santoso, Singgih.2002. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta :PT Elex
Media Komputindo
Sinaga, Benni. 2011. Kitab Suci Pemain Saham 2 : Buku Saham Paling
Fundamental. Cibubur : Gerrmedia komik.
Soebagyo, Daryono dan Endah Heny Prasetyowati. 2003. Analisis Faktor –
Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan. Jurnal
Ekonomi Pembangunan, Vol. 4 No.2. Balai Penelitian Dan Pembangunan
Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta :
Surakarta, 92-109.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
103 Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Administrasi.Cetakan Ke-20. Penerbit
Alfabeta. Bandung.
Sunariyah. 2006. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Edisi Kelima.Yogyakarta:
UPP STIM YKPN.
Usman, Husaini dan R. Purnomo Setiady Akbar. 1997. Pengetahuan Dasar Pasar
Modal. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Wira, Desmond. 2009. Jurus Cuan Investasi Saham : Strategi dan Tips Untuk
Mendapatkan Keuntungan di Pasar Saham. Jakarta : Exceed.
Wira, Desmond. 2011. Analisis Fundamental Saham. Jakarta: Exceed.
Wirachman, Tutang. 2002. Analisis Pengaruh GDP, Laju Inflasi, Bunga SBI, dan
Kurs IDR/US$ terhadap Imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
di Bursa Efek Jakarta dalam Rentang Waktu Tahun 1997 Sampai Tahun 2001.
Skripsi. Jakarta : Universitas Indonesia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
104 LAMPIRAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
105 Lampiran 1.
Tabel 1. Daftar Indeks Nilai Tukar Rupiah pada Periode Penelitian
Sebelum
Tanggal
Kurs Tengah
2015-06-17
2015-06-16
2015-06-15
2015-06-12
2015-06-11
2015-06-10
2015-06-09
2015-06-08
2015-06-05
2015-06-04
2015-06-03
2015-06-01
2015-05-29
2015-05-28
2015-05-27
2015-05-26
2015-05-25
2015-05-22
2015-05-21
2015-05-20
2015-05-19
2015-05-18
2015-05-15
2015-05-13
2015-05-12
2015-05-11
2015-05-08
2015-05-07
2015-05-06
2015-05-05
2015-05-04
Saat
13.367
13.333
13.333
13.317
13.292
13.329
13.362
13.360
13.288
13.243
13.196
13.230
13.211
13.205
13.229
13.192
13.186
13.136
13.150
13.169
13.183
13.116
13.090
13.188
13.203
13.116
13.177
13.065
13.040
12.993
13.021
Tanggal
Kurs Tengah
2015-10-07
2015-10-06
2015-10-05
2015-10-02
2015-10-01
2015-09-30
2015-09-29
2015-09-28
2015-09-25
2015-09-23
2015-09-22
2015-09-21
2015-09-18
2015-09-17
2015-09-16
2015-09-15
2015-09-14
2015-09-11
2015-09-10
2015-09-09
2015-09-08
2015-09-07
2015-09-04
2015-09-03
2015-09-02
2015-09-01
2015-08-31
2015-08-28
2015-08-27
2015-08-26
2015-08-25
14.065
14.382
14.604
14.709
14.654
14.657
14.728
14.696
14.690
14.623
14.486
14.451
14.463
14.452
14.442
14.371
14.322
14.306
14.322
14.244
14.285
14.234
14.178
14.160
14.127
14.081
14.027
14.011
14.128
14.102
14.067
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
106 Lampiran 2
Tabel 1. Daftar Indeks Nilai Tukar Rupiah Selama Tahun 2015
Tanggal
Terakhir
Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Perubahan%
31 Dec, 2015
13787.5
13770.0
13817.5
13770.0
0.04%
30 Dec, 2015
13782.5
13720.0
13822.5
13720.0
0.27%
29 Dec, 2015
13745.0
13630.0
13753.0
13630.0
0.70%
28 Dec, 2015
13650.0
13600.0
13665.0
13600.0
0.04%
25 Dec, 2015
13645.0
13645.0
13645.0
13645.0
0.00%
24 Dec, 2015
13645.0
13645.0
13650.0
13600.0
0.02%
23 Dec, 2015
13642.5
13600.0
13672.5
13600.0
-0.24%
22 Dec, 2015
13675.0
13630.0
13695.0
13530.0
-0.71%
21 Dec, 2015
13772.5
13850.0
13922.5
13720.0
-1.04%
18 Dec, 2015
13917.5
14005.0
14036.5
13900.0
-0.64%
17 Dec, 2015
14006.5
14010.0
14056.5
14000.0
-0.45%
16 Dec, 2015
14069.5
14030.0
14074.5
14029.0
0.09%
15 Dec, 2015
14056.5
14050.0
14073.5
14025.0
-0.15%
14 Dec, 2015
14077.5
14020.0
14092.5
14000.0
0.93%
11 Dec, 2015
13947.5
13910.0
13950.5
13900.0
0.09%
10 Dec, 2015
13935.0
13925.0
13979.0
13840.0
-0.46%
09 Dec, 2015
14000.0
14038.0
14070.0
13940.0
0.92%
08 Dec, 2015
13872.5
13840.0
13875.5
13835.0
0.22%
07 Dec, 2015
13842.5
13800.0
13852.5
13800.0
0.08%
04 Dec, 2015
13832.0
13830.0
13842.0
13819.0
-0.08%
03 Dec, 2015
13843.5
13800.0
13851.5
13800.0
0.33%
02 Dec, 2015
13797.5
13750.0
13805.5
13735.0
0.11%
01 Dec, 2015
13782.5
13825.0
13837.5
13779.0
-0.38%
30 Nov, 2015
13835.0
13775.0
13850.0
13775.0
0.40%
27 Nov, 2015
13780.0
13730.0
13780.0
13730.0
0.38%
26 Nov, 2015
13728.5
13705.0
13738.5
13705.0
0.30%
25 Nov, 2015
13687.5
13650.0
13707.5
13640.0
-0.15%
24 Nov, 2015
13707.5
13675.0
13732.5
13675.0
-0.11%
23 Nov, 2015
13723.0
13645.0
13723.0
13645.0
0.50%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
107 Tanggal
Terakhir
Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Perubahan%
20 Nov, 2015
13655.0
13700.0
13745.0
13600.0
-0.89%
19 Nov, 2015
13777.5
13750.0
13797.5
13725.0
-0.16%
18 Nov, 2015
13799.5
13710.0
13800.5
13670.0
0.38%
17 Nov, 2015
13747.5
13680.0
13747.5
13680.0
0.15%
16 Nov, 2015
13727.5
13690.0
13742.5
13660.0
0.46%
13 Nov, 2015
13665.0
13590.0
13688.0
13590.0
0.46%
12 Nov, 2015
13602.5
13600.0
13632.5
13550.0
0.00%
11 Nov, 2015
13602.5
13530.0
13607.5
13530.0
-0.05%
10 Nov, 2015
13609.5
13625.0
13642.5
13590.0
-0.28%
09 Nov, 2015
13647.5
13660.0
13703.5
13625.0
0.65%
06 Nov, 2015
13560.0
13550.0
13565.0
13520.0
-0.04%
05 Nov, 2015
13565.0
13540.0
13645.0
13540.0
0.07%
04 Nov, 2015
13555.0
13460.0
13555.0
13420.0
0.00%
03 Nov, 2015
13555.0
13575.0
13615.0
13530.0
-0.82%
02 Nov, 2015
13667.5
13650.0
13687.5
13630.0
-0.15%
30 Oct, 2015
13687.5
13550.0
13707.5
13550.0
0.39%
29 Oct, 2015
13635.0
13550.0
13650.0
13505.0
1.17%
28 Oct, 2015
13477.5
13620.0
13640.5
13465.0
-1.06%
27 Oct, 2015
13622.5
13645.0
13647.5
13570.0
-0.16%
26 Oct, 2015
13645.0
13600.0
13680.0
13540.0
0.07%
23 Oct, 2015
13635.0
13550.0
13650.0
13400.0
-0.16%
22 Oct, 2015
13657.5
13725.0
13732.5
13480.0
-0.43%
21 Oct, 2015
13717.0
13675.0
13750.0
13660.0
0.53%
20 Oct, 2015
13645.0
13580.0
13655.0
13580.0
0.84%
19 Oct, 2015
13531.5
13500.0
13571.5
13500.0
0.01%
16 Oct, 2015
13530.0
13470.0
13580.0
13440.0
0.56%
15 Oct, 2015
13455.0
13500.0
13515.0
13200.0
0.49%
14 Oct, 2015
13390.0
13700.0
13710.0
13140.0
-1.69%
13 Oct, 2015
13619.5
13430.0
13630.5
13430.0
1.60%
12 Oct, 2015
13405.0
13300.0
13485.0
13300.0
-0.11%
09 Oct, 2015
13420.0
13700.0
13820.0
13260.0
-3.23%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
108 Tanggal
Terakhir
Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Perubahan%
08 Oct, 2015
13867.5
13770.0
13882.5
13700.0
0.31%
07 Oct, 2015
13825.0
14160.0
14185.0
13700.0
-2.95%
06 Oct, 2015
14245.5
14460.0
14474.5
14140.0
-1.72%
05 Oct, 2015
14495.0
14625.0
14630.0
14480.0
-1.01%
02 Oct, 2015
14642.5
14690.0
14707.5
14640.0
-0.19%
01 Oct, 2015
14670.0
14620.0
14683.0
14620.0
0.14%
30 Sep, 2015
14650.0
14640.0
14675.0
14630.0
-0.22%
29 Sep, 2015
14682.5
14700.0
14732.5
14660.0
-0.10%
28 Sep, 2015
14697.5
14680.0
14707.5
14655.0
0.09%
25 Sep, 2015
14685.0
14660.0
14705.0
14660.0
-0.17%
24 Sep, 2015
14710.0
14650.0
14855.0
14650.0
0.43%
23 Sep, 2015
14647.5
14550.0
14652.5
14550.0
1.03%
22 Sep, 2015
14497.5
14460.0
14502.5
14460.0
0.29%
21 Sep, 2015
14455.0
14415.0
14463.0
14415.0
0.56%
18 Sep, 2015
14375.0
14440.0
14485.0
14360.0
-0.57%
17 Sep, 2015
14457.5
14440.0
14460.5
14435.0
0.02%
16 Sep, 2015
14455.0
14390.0
14465.0
14390.0
0.33%
15 Sep, 2015
14407.5
14339.0
14412.5
14339.0
0.42%
14 Sep, 2015
14347.5
14305.0
14347.5
14304.0
0.12%
11 Sep, 2015
14330.0
14290.0
14335.0
14275.0
-0.02%
10 Sep, 2015
14332.5
14280.0
14337.5
14255.0
0.50%
09 Sep, 2015
14261.5
14280.0
14281.5
14215.0
-0.13%
08 Sep, 2015
14280.0
14235.0
14298.0
14235.0
0.23%
07 Sep, 2015
14247.5
14210.0
14251.5
14200.0
0.58%
04 Sep, 2015
14165.0
14150.0
14193.0
14150.0
-0.03%
03 Sep, 2015
14169.0
14125.0
14169.0
14125.0
0.28%
02 Sep, 2015
14130.0
14080.0
14140.0
14080.0
0.23%
01 Sep, 2015
14097.5
14045.0
14099.5
14040.0
0.34%
31 Aug, 2015
14050.0
13970.0
14055.0
13970.0
0.48%
28 Aug, 2015
13982.5
13975.0
14038.5
13965.0
-0.07%
27 Aug, 2015
13992.5
14080.0
14137.5
13980.0
-0.92%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
109 Tanggal
Terakhir
Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Perubahan%
26 Aug, 2015
14122.5
14070.0
14125.5
14070.0
0.41%
25 Aug, 2015
14065.0
14045.0
14090.0
14030.0
0.13%
24 Aug, 2015
14047.0
13950.0
14048.0
13950.0
0.75%
21 Aug, 2015
13942.5
13875.0
13949.5
13875.0
0.52%
20 Aug, 2015
13870.0
13830.0
13880.0
13800.0
0.20%
19 Aug, 2015
13842.5
13805.0
13842.5
13800.0
0.18%
18 Aug, 2015
13818.0
13790.0
13853.0
13790.0
-0.39%
17 Aug, 2015
13872.5
13815.0
13905.0
13815.0
0.62%
14 Aug, 2015
13787.5
13745.0
13790.5
13735.0
0.31%
13 Aug, 2015
13745.0
13760.0
13795.0
13709.0
-0.29%
12 Aug, 2015
13785.0
13650.0
13830.0
13650.0
1.36%
11 Aug, 2015
13600.0
13530.0
13600.0
13510.0
0.38%
10 Aug, 2015
13549.0
13530.0
13549.0
13525.0
0.07%
07 Aug, 2015
13539.5
13525.0
13543.5
13522.0
-0.01%
06 Aug, 2015
13541.5
13525.0
13541.5
13510.0
0.20%
05 Aug, 2015
13514.0
13495.0
13520.0
13480.0
0.21%
04 Aug, 2015
13485.5
13490.0
13512.5
13475.0
-0.11%
03 Aug, 2015
13500.0
13490.0
13515.0
13469.0
-0.20%
31 Jul, 2015
13527.5
13460.0
13527.5
13459.0
0.45%
30 Jul, 2015
13467.5
13455.0
13472.5
13450.0
0.09%
29 Jul, 2015
13456.0
13420.0
13459.0
13420.0
-0.05%
28 Jul, 2015
13462.5
13440.0
13466.5
13439.0
0.03%
27 Jul, 2015
13459.0
13440.0
13466.0
13440.0
0.10%
24 Jul, 2015
13445.0
13420.0
13462.0
13413.0
0.17%
23 Jul, 2015
13422.5
13375.0
13422.5
13370.0
0.34%
22 Jul, 2015
13377.5
13330.0
13382.5
13330.0
0.24%
21 Jul, 2015
13345.0
13350.0
13422.5
13345.0
-0.04%
20 Jul, 2015
13350.0
13360.0
13434.0
13350.0
-0.04%
17 Jul, 2015
13355.0
13373.5
13375.0
13335.0
-0.14%
16 Jul, 2015
13373.5
13348.0
13410.5
13333.0
0.22%
15 Jul, 2015
13344.5
13320.0
13344.5
13310.0
0.07%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
110 Tanggal
Terakhir
Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Perubahan%
14 Jul, 2015
13335.0
13300.0
13350.0
13298.0
0.26%
13 Jul, 2015
13300.0
13312.0
13317.0
13275.0
-0.10%
10 Jul, 2015
13313.5
13315.0
13318.5
13290.0
-0.17%
09 Jul, 2015
13336.0
13350.0
13359.0
13320.0
-0.07%
08 Jul, 2015
13345.0
13325.0
13360.0
13315.0
0.13%
07 Jul, 2015
13327.5
13300.0
13332.5
13285.0
-0.16%
06 Jul, 2015
13349.5
13340.0
13361.5
13310.0
0.22%
03 Jul, 2015
13320.0
13295.0
13327.0
13295.0
-0.13%
02 Jul, 2015
13337.5
13325.0
13362.5
13322.0
0.09%
01 Jul, 2015
13326.0
13340.0
13343.0
13300.0
-0.05%
30 Jun, 2015
13332.5
13322.0
13337.5
13310.0
-0.09%
29 Jun, 2015
13345.0
13325.0
13380.0
13325.0
0.26%
26 Jun, 2015
13310.0
13326.0
13348.0
13295.0
-0.13%
25 Jun, 2015
13327.5
13290.0
13332.5
13290.0
0.18%
24 Jun, 2015
13303.5
13250.0
13308.5
13250.0
0.37%
23 Jun, 2015
13255.0
13300.0
13325.0
13245.0
-0.41%
22 Jun, 2015
13310.0
13320.0
13335.0
13300.0
-0.16%
19 Jun, 2015
13331.5
13305.0
13334.5
13300.0
0.20%
18 Jun, 2015
13305.0
13335.0
13348.0
13295.0
-0.47%
17 Jun, 2015
13367.5
13345.0
13373.5
13345.0
0.11%
16 Jun, 2015
13353.0
13325.0
13355.0
13320.0
0.13%
15 Jun, 2015
13335.0
13311.0
13340.0
13310.0
0.02%
12 Jun, 2015
13332.5
13300.0
13337.5
13300.0
0.09%
11 Jun, 2015
13320.5
13260.0
13325.5
13250.0
0.06%
10 Jun, 2015
13312.5
13305.0
13339.5
13285.0
0.08%
09 Jun, 2015
13302.5
13330.0
13386.5
13294.0
-0.58%
08 Jun, 2015
13379.5
13330.0
13385.5
13330.0
0.78%
05 Jun, 2015
13275.5
13290.0
13299.5
13270.0
-0.05%
04 Jun, 2015
13282.0
13210.0
13293.0
13210.0
0.46%
03 Jun, 2015
13221.0
13190.0
13221.0
13189.0
0.22%
02 Jun, 2015
13192.5
13218.0
13220.0
13152.5
-0.23%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
111 Tanggal
Terakhir
Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Perubahan%
01 Jun, 2015
13222.5
13200.0
13237.5
13200.0
-0.01%
29 May, 2015
13224.0
13190.0
13226.0
13190.0
0.02%
28 May, 2015
13221.5
13180.0
13225.5
13180.0
0.15%
27 May, 2015
13202.0
13210.0
13241.0
13190.0
-0.06%
26 May, 2015
13210.0
13170.0
13220.0
13170.0
0.18%
25 May, 2015
13186.5
13185.0
13193.5
13165.0
0.24%
22 May, 2015
13155.0
13100.0
13171.0
13100.0
0.19%
21 May, 2015
13129.5
13122.0
13173.5
13100.0
-0.35%
20 May, 2015
13175.0
13140.0
13185.0
13140.0
0.45%
19 May, 2015
13115.5
13155.0
13189.5
13100.0
-0.16%
18 May, 2015
13137.0
13080.0
13145.0
13080.0
0.35%
15 May, 2015
13091.0
13050.0
13102.0
13050.0
0.52%
14 May, 2015
13023.0
13112.0
13112.0
12652.5
-0.87%
13 May, 2015
13137.5
13155.0
13197.5
13125.0
-0.46%
12 May, 2015
13198.0
13165.0
13213.0
13165.0
0.33%
11 May, 2015
13155.0
13110.0
13165.0
13105.0
0.21%
08 May, 2015
13127.5
13120.0
13192.5
13090.0
-0.13%
07 May, 2015
13145.0
13030.0
13151.0
13020.0
0.84%
06 May, 2015
13035.0
13025.0
13050.0
13000.0
-0.10%
05 May, 2015
13047.5
12990.0
13047.5
12983.0
0.52%
04 May, 2015
12980.0
12970.0
13030.0
12969.0
-0.23%
01 May, 2015
13010.0
12967.0
13020.0
12967.0
0.37%
30 Apr, 2015
12962.5
12922.0
12962.5
12910.0
0.17%
29 Apr, 2015
12940.0
12930.0
12978.0
12930.0
-0.31%
28 Apr, 2015
12980.0
12940.0
12995.0
12940.0
0.00%
27 Apr, 2015
12980.0
12925.0
12985.0
12910.0
0.47%
24 Apr, 2015
12919.5
12920.0
12948.5
12905.0
-0.27%
23 Apr, 2015
12955.0
12915.0
12961.0
12914.0
0.43%
22 Apr, 2015
12900.0
12920.0
12965.0
12880.0
-0.44%
21 Apr, 2015
12957.5
12935.0
12972.5
12915.0
0.52%
20 Apr, 2015
12890.0
12850.0
12900.0
12847.0
0.31%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
112 Tanggal
Terakhir
Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Perubahan%
17 Apr, 2015
12850.0
12833.0
12875.0
12830.0
-0.05%
16 Apr, 2015
12856.0
12865.0
12874.0
12800.0
-0.34%
15 Apr, 2015
12900.5
12955.0
12987.5
12880.0
-0.62%
14 Apr, 2015
12980.5
12969.0
12992.5
12960.0
-0.03%
13 Apr, 2015
12985.0
12900.0
12990.0
12900.0
0.54%
10 Apr, 2015
12915.0
12905.0
12935.0
12875.0
0.13%
09 Apr, 2015
12898.0
12960.0
12982.0
12890.0
-0.44%
08 Apr, 2015
12955.0
12975.0
13010.0
12949.0
-0.23%
07 Apr, 2015
12985.0
12950.0
12990.0
12948.0
0.20%
06 Apr, 2015
12958.5
12950.0
12958.5
12920.0
-0.17%
03 Apr, 2015
12980.0
13015.0
13015.0
12905.0
-0.17%
02 Apr, 2015
13002.5
12980.0
13012.5
12975.0
-0.31%
01 Apr, 2015
13042.5
13055.0
13062.5
13000.0
-0.25%
31 Mar, 2015
13075.0
13065.0
13095.0
13062.0
0.00%
30 Mar, 2015
13075.0
13049.0
13092.0
13049.0
0.08%
27 Mar, 2015
13065.0
13020.0
13080.0
13020.0
0.35%
26 Mar, 2015
13019.0
12970.0
13026.0
12970.0
0.25%
25 Mar, 2015
12986.0
12910.0
12989.0
12905.0
0.63%
24 Mar, 2015
12905.0
12980.0
12995.0
12895.0
-0.88%
23 Mar, 2015
13019.5
13025.0
13080.5
13000.0
-0.74%
20 Mar, 2015
13116.0
13040.0
13124.0
13040.0
0.62%
19 Mar, 2015
13035.0
13110.0
13115.0
12979.0
-1.03%
18 Mar, 2015
13170.0
13155.0
13190.0
13145.0
0.02%
17 Mar, 2015
13167.5
13220.0
13247.5
13160.0
-0.56%
16 Mar, 2015
13242.0
13200.0
13247.0
13200.0
0.36%
13 Mar, 2015
13195.0
13150.0
13205.0
13145.0
0.09%
12 Mar, 2015
13182.5
13145.0
13217.5
13145.0
-0.06%
11 Mar, 2015
13190.5
13135.0
13244.5
13120.0
0.76%
10 Mar, 2015
13091.5
13050.0
13093.5
13044.0
0.32%
09 Mar, 2015
13050.0
13000.0
13075.0
13000.0
0.54%
06 Mar, 2015
12980.0
12995.0
13005.0
12945.0
-0.08%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
113 Tanggal
Terakhir
Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Perubahan%
05 Mar, 2015
12990.0
12985.0
13030.0
12974.0
0.06%
04 Mar, 2015
12982.5
12955.0
12982.5
12940.0
0.13%
03 Mar, 2015
12965.0
12940.0
12982.0
12940.0
-0.04%
02 Mar, 2015
12970.0
12950.0
13000.0
12945.0
0.35%
27 Feb, 2015
12925.0
12830.0
12945.0
12830.0
0.68%
26 Feb, 2015
12837.5
12840.0
12869.5
12825.0
-0.28%
25 Feb, 2015
12873.5
12850.0
12891.5
12850.0
-0.19%
24 Feb, 2015
12897.5
12840.0
12899.5
12800.0
0.49%
23 Feb, 2015
12834.5
12810.0
12835.5
12800.0
0.17%
20 Feb, 2015
12812.5
12850.0
12867.5
12800.0
-0.64%
19 Feb, 2015
12895.0
12830.0
12915.0
12815.0
0.41%
18 Feb, 2015
12842.5
12785.0
12847.5
12785.0
0.57%
17 Feb, 2015
12769.5
12740.0
12771.5
12739.0
0.13%
16 Feb, 2015
12752.5
12750.0
12767.5
12730.0
-0.27%
13 Feb, 2015
12787.5
12735.0
12787.5
12735.0
-0.04%
12 Feb, 2015
12792.5
12750.0
12837.5
12750.0
0.61%
11 Feb, 2015
12715.0
12675.0
12720.0
12675.0
0.34%
10 Feb, 2015
12672.5
12650.0
12672.5
12635.0
0.20%
09 Feb, 2015
12647.5
12630.0
12692.5
12630.0
0.26%
06 Feb, 2015
12614.5
12630.0
12633.5
12600.0
-0.14%
05 Feb, 2015
12632.5
12629.0
12660.5
12625.0
0.06%
04 Feb, 2015
12625.0
12600.0
12640.0
12580.0
-0.23%
03 Feb, 2015
12654.0
12670.0
12674.0
12605.0
-0.24%
02 Feb, 2015
12685.0
12680.0
12718.0
12677.0
0.14%
30 Jan, 2015
12667.5
12590.0
12667.5
12580.0
0.80%
29 Jan, 2015
12567.5
12500.0
12567.5
12500.0
0.65%
28 Jan, 2015
12486.0
12465.0
12516.0
12465.0
0.08%
27 Jan, 2015
12476.5
12485.0
12508.5
12465.0
-0.27%
26 Jan, 2015
12510.0
12470.0
12540.0
12470.0
0.30%
23 Jan, 2015
12472.5
12400.0
12517.5
12400.0
-0.12%
22 Jan, 2015
12487.5
12450.0
12532.5
12420.0
0.06%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
114 Tanggal
Terakhir
Pembukaan
Tertinggi
Terendah
Perubahan%
21 Jan, 2015
12480.0
12550.0
12570.0
12470.0
-0.83%
20 Jan, 2015
12584.0
12620.0
12669.0
12580.0
-0.27%
19 Jan, 2015
12618.5
12590.0
12621.5
12590.0
0.25%
16 Jan, 2015
12587.5
12540.0
12617.5
12540.0
0.22%
15 Jan, 2015
12560.0
12585.0
12635.0
12550.0
-0.42%
14 Jan, 2015
12613.0
12580.0
12626.0
12565.0
0.12%
13 Jan, 2015
12597.5
12560.0
12617.5
12560.0
0.00%
12 Jan, 2015
12597.5
12590.0
12597.5
12550.0
-0.43%
09 Jan, 2015
12651.5
12650.0
12652.5
12625.0
-0.22%
08 Jan, 2015
12680.0
12680.0
12745.0
12670.0
-0.46%
07 Jan, 2015
12738.5
12640.0
12751.5
12640.0
0.64%
06 Jan, 2015
12657.5
12600.0
12672.5
12600.0
0.24%
05 Jan, 2015
12627.5
12520.0
12672.5
12520.0
0.68%
02 Jan, 2015
12542.5
12400.0
12542.5
12400.0
1.27%
01 Jan, 2015
12385.0
12380.0
12385.0
12380.0
0.00%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
115 Lampiran 3
Tabel 1. Daftar Saham Indeks LQ45 Periode Agustus 2015 – Januari 2016
No
Kode
Saham
Nama Saham
1
AALI
Astra Agro Lestari Tbk
Tetap
2
ADHI
Adhi Karya (Persero) Tbk
Tetap
3
ADRO
Adaro Energy Tbk
Tetap
4
AKRA
AKR Corporindo Tbk
Tetap
5
ASII
Astra International Tbk
Tetap
6
ASRI
Alam Sutera Realty Tbk
Tetap
7
BBCA
Bank Central Asia Tbk
Tetap
8
BBNI
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Tetap
9
BBRI
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Tetap
10
BBTN
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Tetap
11
BMRI
Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tetap
12
BMTR
Global Mediacom Tbk
Tetap
13
BSDE
Bumi Serpong Damai Tbk
Tetap
14
CPIN
Charoen Pokphand Indonesia Tbk
Tetap
15
EXCL
XL Asiata Tbk
Tetap
16
GGRM
Gudang Garam Tbk
Tetap
17
ICBP
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Tetap
18
INCO
Vale Indonesia Tbk
Tetap
19
INDF
Indofood Sukses Makmur Tbk
Tetap
20
INTP
Indocement Tunggal Prakasa Tbk
Tetap
21
ITMG
Indo Tambangraya Megah Tbk
Tetap
22
JSMR
Jasa Marga (Persero) Tbk
Tetap
23
KLBF
Kalbe Farma Tbk
Tetap
24
LPKR
Lippo Karawaci Tbk
Tetap
25
LPPF
Matahari Department Store Tbk
Tetap
26
LSIP
PP London Sumatra Indonesia Tbk
Tetap
27
MNCN
Media Nusantara Citra Tbk
Tetap
Keterangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
116 No
Kode
Saham
Nama Saham
28
MPPA
Matahari Putra Prima Tbk
Tetap
29
PGAS
Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Tetap
30
PTBA
Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
Tetap
31
PTPP
PP (Persero) Tbk
Tetap
32
PWON
Pakuwon Jati Tbk
Tetap
33
SCMA
Surya Citra Media Tbk
Tetap
34
SILO
Siloam International Hospital Tbk
Tetap
35
SMGR
Semen Indonesia (Persero) Tbk
Tetap
36
SMRA
Summarecon Agung Tbk
Tetap
37
SRIL
Sri Rejeki Isman Tbk
Baru
38
SSMS
Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Tetap
39
TBIG
Tower Bersama Infrastructure Tbk
Tetap
40
TLKM
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
Tetap
41
UNTR
United Tractors Tbk
Tetap
42
UNVR
Unilever Indonesia Tbk
Tetap
43
WIKA
Wijaya Karya (Persero) Tbk
Tetap
44
WSKT
Waskita Karya (Persero) Tbk
Tetap
45
WTON
Wijaya Karya Beton Tbk
Baru
Keterangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
117 Lampiran 4
Analisis DataUji T ( Paired Sample T-test)
a. Sektor Konsumsi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
118 b. Sektor Pertanian dan Perkebunan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
119 c. Sektor Aneka Industri
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
120 d. Sektor Perbankan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
121 Uji Varians
Sektor Konsumsi
1) Saham Gudang Garam
2) Saham Unilever
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
122 Sektor Pertanian / Perkebunan
3) Saham Astra Agro Lestari Tbk
4) Saham Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Sektor Aneka Industri
5) Saham Astra Internasional
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
123 6) Saham United Tractors
b. Sektor Perbankan
1) Saham Bank Central Asia (Persero) Tbk.
2) Saham BRI Tbk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
124 Uji Trend
a. Sektor Konsumsi
1) Saham Gudang Garam Tbk
2) Saham Unilever Tbk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
125 b. Sektor Pertanian / Perkebunan
1) Saham Astra Agro Lestari
2) Saham Sawit Sumbermas Sarana
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
126 c. Sektor Aneka Industri
1) Saham Astra Internasional
2) Saham United Tractors
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
127 d. Sektor Perbankan
1) Bank Central Asia (Persero) Tbk.
2) BRI Tbk
Download