Edisi 289 – 9 Mei 2014

advertisement
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Page 1
Edisi 289 – 9 Mei 2014
PIMPINAN BAIT MINISTRY
Pembina : Pdt. Dr. Moldy Mambu & Handry Sigar
Pengawas : Willy Wuisan & Yoshen Danun
Pengurus : Ketua – Lucky Mangkey
Sekertaris – Janette Sepang
Bendahara – Yance Pua
PENGURUS BULETIN BAIT
Penasihat : Pdt. Dr.Moldy Mambu, Pdt. Noldy Sakul, Pdt. Sammy Lee
Pemimpin Umum : Handry Sigar
Wkl Pem. Umum : Yoshen Danun
Pemred
: Willy Wuisan
Wapemred : Herschel Najoan
Sekretaris : Meilien Langi-M
Bendahara : Yance Pua
BAIT MINISTRY
Visi: Menyebarkan pekabaran tiga
malaikat khususnya di Indonesia Kawasan
Timur dan untuk mempersiapkan umat
pada kedatangan Kristus yang kedua kali
Misi: BAIT Ministry sebagai suatu wadah
perpanjangan tangan GMAHK di Indonesia
Kawasan Timur mengusahakan
mendorong berkembangnya pekerjaan
Tuhan secara maksimal melalui berbagai
bidang pelayanan
General Controller : Ellen Manueke, Tommy Manawan
HRD : Janette Sepang,
Koordinator Produksi : Osvald Taroreh, Harold Somba
Editor Alfa Tumbuan , Royke Sundalangi, Handry Suwu, Wayne
Rumambi, Jufrie Wantah, John Taebenu.
Rubrik Opini Lucky Mangkey, Mickael Mangowal, Bruce Sumendap,
Pdt. Bayu Kaumpungan, Jack Kusoy
Kolom Renungan Pdtm. Davy Politon Pdt. Stenly Karwur, Pdt. Ronie
Panambunan,Pdt. Raymond Lohonauman, pdtm. Ronie Umboh
Rubrik Kesehatan Jeiner Rawung, dr. Harold Manueke,
dr. Alvin Rantung, dr. Grace Rantung, dr. Marthin Walean,
dr. E Tomarere, dr. Ruben Supit
Rubrik Keluarga Repsta Moal, James Manurip,
Pdt. Jacky Runtu, Pdt. H. Suawah
Rubrik Roh Nubuat Pdt. Kalvein Mongkau, Pdt. Dr. Allan Pasuhuk,
Pdt. Douglas Sepang, Pdt. Dr. Robert Walean, Pdtm. Glen Rumalag
Rubrik Pathfinder Frankie Sumarauw, Green Manueke, Fransisca Muntu
Rubrik Profil Irma Pakasi, Janice Losung, Green Mandias
Rubrik Pionir Pdt E. Takasanakeng
Rubrik Ragam Debby Langitan, Jimi Pinangkaan, Ellen Manueke
Rubrik Kesaksian Freddy Losung, Agustine Lureke
Rubrik Biblical & Theological Pdt. Blasius Abin, Pdt. Swineys Tandidio
Motivational Words Dr. Peggy Iskandar-Wowor
Inspirational Story Bredly Sampouw
Tanya Jawab Pdt. Bryan Sumendap,
Pdt. Larry Windewani, Pdt. Dr. Ronell Mamarimbing
Cerita Anak Max Kaway
Catatan Kami Denny Kalangi
Hanya Satu Jalan
Bolehkan Kita Marah ?
Firman Tuhan & Ilmu Pengetahuan
Halal dan Haram
Tim Layout Caddy Malonda, Ivan Kembuan, Freddy Kalangi,
Pdt. Harold Oijaitou, Jenry Wungkana, Herold Heydemans, pdtm. Davy
Tielung, Jimi Moehadjedi, Belly Wungkana, Brayn Mamanua, Stanly
Keles, Pdtm. Ressa Liwe, Marchel Tombeng, Pdtm. Raynald Makalew
Tulisan Roh Nubuat
Web Master Michael Mangowal, Nielson Assa
Multimedia : Ellen Mangkey
Distribution Pdtm. Dale Sompotan
Biro: Philipina Govert Woramuri Manado Jeiner Rawung, Mikael
Terok, Janet Ngantung, Hengki Kambey, Erwin Wuisan,
Papua David Bindosano, Samuel Rorimpandey, Hendy Sahetapy, Noldy
Abraham Sulawesi Tengah Pdt. Stenly Karwur
Jawa Timur Pdtm. Fabyo Rumagit Ratahan Refli Ompi,Sangir Talaud
Pdt. Edison Takasanakeng Ambon Mario Lekatompessy Kotamobagu
Maikel Makarewa Balikpapan Beverly Nangon Runturambi
Medan Hartoyo Tismail
Cerita Untuk Anak
Berkhotbah di Antara Orang Kafir
Pilihan Oxana
Pathfinder
Pedoman Administrative PA Remaja
Palakat Berita
Page 2
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Hanya Satu Jalan
Yohanes 14:6 "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang dating kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku.”
Kegagalan untuk mencapai tujuan kadang-kadang membuat orang putus asa. Gagal dalam usaha, gagal
dalam pendidikan, gagal dalam bercinta, atau mungkin gagal menjadi anggota legislative, membuat orang
kecewa dan putus asa. Ketiadaan jalan keluar kadang-kadang dapat membuat orang putus asa.
Keputusasaan Itulah yang terjadi dengan umat Tuhan di pembuangan. Kekuasaan Babel begitu besar,
sehingga dalam pandangan orang Israel sudah tidak ada jalan untuk lepas dari pembuangan. Sekalipun
demikian, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Oleh karena itu, firman Tuhan dalam Yesaya 57:14-21
diawali dengan perkataan, "Bukalah, bukalah, persiapkanlah jalan, angkatlah batu sandungan dari jalan
umat-Ku." Jalan yang tertutup harus dibuka dan batu sandungan harus disingkirkan agar umat Tuhan bias
melalui jalan itu. Tuhan bersemayan di tempat tinggi, tetapi juga bersama-sama dengan orang yang
remuk dan rendah hati. Murka Tuhan tidak selamanya agar umat Tuhan tidak patah semangat. Tuhan
hendak menyembuhkan, menuntun, memulihkan dengan penghiburan yang sejati. Tuhanlah yang
menciptakan puji-pujian serta damai sejahtera, juga bagi mereka yang putus asa.
Yesus bersabda, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun yang dapat datang kepada
Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6). Allah hanya memberikan satu jalan, yaitu Yesus
Kristus. Inilah jalan umat Tuhan yang di jaga oleh Tuhan untuk mengatasi masalah atau problema hidup
yang dihadapi umat-Nya. Meskipun TUHAN hanya menyediakan satu jalan, jalan ini pasti karena di
jamin oleh firman-Nya. Permasalahan kehidupan kita sangat kompleks dan kadang kala kita merasa tidak
ada kuasa untuk dapat mengatasinya. Kabar baik bahwa ada satu jalan untuk kita mengalami kuasa Allah,
yaitu melalui Tuhan Yesus. Syaratnya, kita harus mau merendahkan diri di hadapan-Nya dan mencintai
kebenaran.
John Ruskin berkata: Tujuan utama keselamatan yang diberikan Allah ialah supaya manusia itu bukan
saja melakukan yang benar, tetapi juga untuk menikmatinya. Bukah hanya supaya jujur, tetapi mencintai
kejujuran. Bukan hanya supaya adil tetapi mencintai keadilan. Bukan hanya supaya benar tetapi
mencintai kebenaran. Bukan hanya supaya baik tetapi mencintai kebaikan. Bukan hanya supaya suci,
tetapi mencintai kesucian. Bukan hanya supaya kudus, tetapi agar lapar dan dahaga akan kekudusan.
Ruskin amat bijaksana dan dapat melihat bahwa masalah Allah yang paling besar bukan untuk
memasukkan kita kesorga, tetapi supaya sorga itu masuk kedalam diri kita. Setelah perubahan yang ajaib
terjadi dalam diri kita, maka kita akan mengikuti tolok ukur Allah dengan sendirinya seperti pelita
memberi terang atau api memberi kehangatan, dengan demikian kita bvukan lagi sebagai orang asing
dalam rumah sorgawi yang akan datang itu. Kita siap masuk sorga, karena sorga itu sudah ada didalam
hati kita. Yesus segera datang menjemput orang yand didalam hatinya sorga sudah berakar dan
bertumbuh serta berbuah.
Yance Pua
Redaksi
Page 3
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan
janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Epesus 4:26,27
T
anggal 1 Mei, 2 000 the American Heart Association
merilis sebuah hasil penelitian yang melelahkan tentang
marah dalam majalah Circulation. Dr. Janice Williams
yang memimpin penelitian ini juga melayani di
University of North Carolina, Chapel Hill. Tercakup dalam
penelitian mereka ialah memonitor 13.000 orang dewasa
selama 6 tahun. Penelitian besar ini membuktikan bahwa
seseorang yang selalu cenderung untuk marah mendapat
serangan jantung 3 kali lipat lebih besar dari mereka yang
hidupnya tenang dan positif. Rasio ini ditopang oleh penelitian
lanjutan mengenai factor-faktor risiko mayoritas seperti
tekanan darah tinggi (TDT), kolesterol tinggi, merokok, dan
kegemukan. Digabung dengan penelitian ini juga adalah hasil
penelitian yang dilakukan ahli ilmu jiwa Duke University, Dr.
Redford Williams yang mencatat bahwa 20 persen orang
dewasa Amerika yang peka atau sensitive untuk marah akan
membahayakan kesehatan mereka sendiri. Dalam pendahuluan
Amy Tan berjudul The Kitchen God’s Wife ia menulis: “Jika
ibu saya hendak berbicara kepada saya, dia memulaikan katakatanya seakan-akan kami sudah berada di tengah-tengah
pertengkaran.” Untuk kesehatan tubuh dan jiwa kita, kiranya
kita dapat memohon pertolongan kepada Tuhan agar dapat
mengatur kemarahan kita tanpa kita berbuat dosa. (Houston
Chronicle, May 2, 2000, p.10A; Reader’s Digest, Dec. 1998,
p.96; Houston Chronicle, Jan.13, 2000, p.3D).
Marah adalah sesuatu yang alamiah. Semua orang pernah
marah meskipun mereka yang jiwanya terganggu namun
amarah dapat dan harus dikendalikan sehingga itu tidak
merusak diri sendiri dan orang lain. ”Marah yang benar ialah
jika kita marah karena membela kebenaran dan orang-orang
tertindas. Sedangkan marah yang membawa dosa ialah jika kita
Page 4
Edisi 289 – 9 Mei 2014
marah untuk membela diri kita sendiri sambil mempersalahkan
orang lain.” (Baca buku ”Kepemimpinan Rohani” oleh: Oswald
Sanders mengenai marah yang benar dan yang salah.).
Seorang yang cepat marah dan cenderung pemarah bukan saja
menjadi sering menyakiti hati sesama tetapi juga menyakiti
Tuhan. Seorang pemarah biasanya menjadi alat kegelapan
dalam menghancurkan diri sendiri dan orang lain. Seorang
pelayan yang cenderung pemarah haruslah merobah sifat
pemarahnya bila memang mau menjadi seorang pelayan. Jika
seseorang bersifat diktator dalam kekuasaannya dan
berusaha memerintah saudara-saudaranya seiman, merasa
bahwa ia telah diberikan wewenang dan kekuasaan untuk hal
itu, maka satu-satunya cara terbaik ialah singkirkan dia dari
jabatannya jangan sampai terjadi kerusakan yang lebih besar
dan ia akan kehilangan jiwanya, bahkan mengancam pula
keselamatan jiwa orang lain. Watak untuk memerintah dan
mengatur warisan Tuhan akan mengundang reaksi,
terkecuali mereka merubah sikap. Mereka yang berada di
puncak otoritas harus memiliki sifat Kristus.” Testimonies to
Ministers, p. 362
Amarah bukan hanya merusak mental diri sendiri dan orang
lain tapi berpengaruh juga terhadap fisik. Wajah menjadi
merah, pembuluh darah di leher membesar, tinju dikepal, mata
sedikit kabur karena kemarahan membuat pusat pandangan di
otak menjadi berawan, dan sipemarah menjadi gagap. Dr,
Walter Cannon, pionir peneliti obat-obatan psikosomatik di
Harvard University menjelaskan mengenai gejala marah:
”Pernapasan mendalam; jantung berdenyut lebih cepat, tekanan
pembuluh darah (arteri) naik; darah dipindahkan dari lambung
dan usus ke jantung, pusat sistem syaraf dan otot; proses
saluran pencernaan terhenti (mulut menjadi kering); zat gula
dibebaskan dari tempat simpanannya di hati; limpa berkontraksi
dan mengeluarkan cairan-cairannya yang sudah mengental dan
juga adrenalin dikeluarkan”. Paul Lee Tan ”Encyclopedia of
7700 Illiustrations, p. 130:
Mazmur 37:9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan
dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan
TUHAN akan mewarisi negeri.
Amsal 14:17 Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi
orang yang bijaksana, bersabar.
Amsal 21:19 Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada
tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.
Amsal 22:24 Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar,
jangan bergaul dengan seorang pemarah,
Amsal 25:23 Angin utara membawa hujan, bicara secara
rahasia muka marah.
25:24 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada
diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.
Amsal 29:11 Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya,
tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.
Amsal 29:22 Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang
yang lekas gusar, banyak pelanggarannya.
Pengkhotbah 7:9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati,
karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.
Semoga kita tidak menjadi seorang pemarah tetapi bilapun kita
marah itu dilakukan dengan terkendali untuk berusaha
memperbaiki hal yang buruk, tidak menghancurkan orang lain,
tidak merusak reputasi pribadi tetapi untuk membangun dan
tidak sampai menjadi dosa.
Di tahun 1998, David Fleigelman, usia 40 tahun harus dirawat
di rumah sakit karena luka tikaman. Dalam penyelidikan polisi,
ternyata Fleigelman dan seorang anggota Sephardic Center
synagogue di Brooklyn bertengkar soal siapa yang banyak
mengetahui isi buku Torah. Tidak jelas siapa yang menang
tetapi hasilnya ialah Fleigelman ditikam sesama aanggotanya
sendiri. Ini berarti bahwa pengetahuan tentang Alkitab tidak
menjamin kita untuk tidak marah, terkecuali kita mengijinkan
Roh Kudus merobah tabiat dan kehidupan kita. (Examiner,
May 7, 1998, p.26).
Berbagai ayat Alkitab mengingatkan kita mengenai bahaya
amarah yang tidak dikendalikan.
Mazmur 4:5 Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa;
berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah
diam. S e l a
Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati
itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 5
Edisi 289 – 9 Mei 2014
M
enurut
Lavine:
“Apakah
anda
kadangkala
bertanya,
apa
yang biasa kita ketahui?
Apakah kebenaran yang
biasa kita yakini? Apakah
sebuah pertanyaan benar
hanya jika didasarkan pada
apa yang ditangkap indera
anda, pada apa yang anda
biasa lihat atau sentuh?
Namun adakah jaminan
kebenaran akan dunia? Apakah kebenaran itu abadi dan
absolut, seperti yang dinyatakan oleh beberapa filsuf dan agama
besar, ataukah kebenaran merupakan subyek yang biasa
diubah? Apakah ilmu pengetahuan itu nyata? Ataukah kita
seharusnya kembali ke tradisi sebuah agama besar Kristen
Judeo demi kebenaran? Atau kembali pada filsuf besar dunia
Barat? Pembela ilmu pengetahuan mencemooh agama dan
filsafat dalam pandangannya terhadap kebenaran, dan
bersikeras bahwa tak ada kebenaran selain yang ditunjukkan
ilmu pengatahuan. Agama dan filsafat, keduanya tidak hanya
diserang dan disalahkan oleh para pembela ilmu pengetahuan
Bejana Advent Indonesia Timur
namun juga saling serang.
Sartre, xxii.
T.Z. Lavine, Dari Socrates ke
Kebenaran yang hakiki yang perlu diketahui oleh semua
manusia adalah Kebenaran Injil Keselamatan, terkait salib
Kristus, penebusan Yesus Kristus terhadap manusia dari dosadosanya yang biasa kita kaji dalam ajaran Alkitab tentang
Pembenaran dan Penyucian Oleh Iman. Seperti kata rasul
Paulus berikut ini: Roma 1:1, “Dari Paulus, hamba Kristus
Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk
memberitakan Injil Allah.
1:16 Sebab aku mempunyai
keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan
Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,
pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 1:17
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari
iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang
benar akan hidup oleh iman." 1 Korintus 1:30, “Tetapi oleh Dia
kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah
menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan
dan menebus kita” 1 Korintus 2:1 “Demikianlah pula, ketika
aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang
dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk
menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. 2:2 Sebab aku
Page 6
Edisi 289 – 9 Mei 2014
telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara
kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.”
Kebenaran ini dinyatakan dalam bentuk kesaksian Allah melaui
firman-Nya yang tak dapat dibantah oleh ilmu pengetahuan
atau filsafat manapun di dunia ini. Inilah kebenaran telah
berabad-abad diteliti oleh nabi-nabi dan yang juga hendak
diketahui oleh malaikat-malaikat (1 Petrus 1:12). Lebih
lengkap dapat dibaca apa yang telah ditunjukkan oleh konteks 1
Petrus 1:9-12 berikut ini:
1:9 karena kamu telah mencapai
tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. 1:10 Keselamatan
itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah
bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 1:11
Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang
dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka,
yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala
penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala
kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 1:12 Kepada mereka
telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka
sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah
diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka,
yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan
berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui
oleh malaikat-malaikat.
Jadi kalau demikian, kontekstualisasi adalah sebuah proses
penyelidikan yang seksama mengenai cara-cara pendekatan
bagaimana membawakan atau mewartakan suatu kebenaran
atau teori atau pengajaran tertentu akan Firman Allah untuk
berterima dalam sebuah pemahaman dan praktek di suatu
lingkungan agama tertentu. Dalam sebuah pendahuluan dari
tesis yang menggunakan metode pendekatan deskriptifevaluatif yang ditulis oleh Coleman, suatu penelitian cermat
untuk deskripsi-deskripsi akan doktrin- doktrin dan kebijakan
MAHK atas terbitab-terbitannya sendiri dalam bentuk buku,
format dokumen elektronis yang diperoleh atas website resmi
gereja
Marc Coleman menyatakan bahwa Gereja sedang
bergulat dengan masalah utama yang nyata bagaimana
memenangkan Muslim kepada Kristus
2.
Apa Kontekstualisasi Masih Relevan bagi Kita Dewasa Ini
? Apakah Kontekstualisasi
Dapat Menuntut Keterlibatan Kita Semua Dalam
Penginjilan?
Sama seperti Kristus, rasul Paulus menggunakan metode
penginjilan dengan disertai beragam model, cara dan gaya
pendekatan. Salah satu pendekatan yang ia gunakan adalah
model pendekatan yang mempelajari etnis-budaya di tempattempat yang sempat ia jangkau dalam mengkontekstualkan
Injil.
Di satu sisi ia mendapat tantangan bagimana
membawakan Injil ke daerah yang mayoritas Yahudi yang
fanatis tetapi di sisi yang lain ia harus menghadapi orang-orang
yang berlatar belakang budaya Hellenisme Greeco-Roma
(perpaduan antara budaya Yunani dan Roma) yang
kelihatannya susah untuk ditembus oleh pekabaran Injil.
Sejarah pun mencatat bahwa kehidupan Roma terkenal dengan
Bejana Advent Indonesia Timur
suka berhura-hura dengan tontonan gladiator dan berpesta pora
sementara orang-orang Yunani marak dengan tontonan olah
raga dan seni olimpiade kuno di mana kaum cendekiawan dan
bangsawan mengenggemari hikmat dan filsafat Socrates,
Aristoteles, Plato, dan lain-lain. Bahkan filsafat Yunani dari
kaun Epikurros dan Stoa amat mempengaruhi pola berpikir
para cendekiawan Yunani menyebabkan mereka agak susah
menerima hal-hal yang bukan berbau filsafat. Tetapi seperti
yang ia katakan dalam dua ayat di atas bahwa ia mampu
menyesuaikan dirinya dalam segala situasi dengan pertolongan
Tuhan.
Paulus berkata dalam Efesus 5:16:
“dan
pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah
jahat.” Kolose 2:8: “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang
menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu
menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak
menurut Kristus.”
Lebih lanjut seperti apa yang terdapat dalam II
Timotius 4:2, 5, rasul Paulus menasihati dan menghibur
Timotius dan para tua-tua jemaat dewasa ini bahwa
sebelum melangkah keluar dalam upay pendekatan
kontekstualisasi Injil kepada sesama Kristen dan kaum
Muslim maka pekerjaan memberitakan firman itu adalah
persiapan yang harus dibuat terlebih dahulu dari dalam
jemaat: 4:2“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau
tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah
dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”
4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah
menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan
tunaikanlah tugas pelayananmu!
3.
Apa Peranan dan Keterlibatan Kita dalam
Kontekstualisasi?
Peranan kita sebagai anggota jemat dalam pemberita
Injil adalah harus selaras dengan pernyataan Alkitab
dan Roh Nubuat.
a. Matius 28:19, 20: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua
bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan
segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan
ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada
akhir zaman.
Markus 16:16: “Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah
ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”
Kisah Para Rasul 20:20: “Sungguhpun demikian aku tidak
pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua
kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka
umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah
kamu;”
Kolose 1:25-28: “Aku telah menjadi pelayan jemaat itu
sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku
untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada
kamu, 1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke
abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang
dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 1:27 Kepada
mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan
Page 7
Edisi 289 – 9 Mei 2014
mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu:
Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah
pengharapan akan kemuliaanDialah yang kami beritakan,
apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang
kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiapA.
orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.”
1 Korintus 9:20, 21. “Demikianlah bagi orang Yahudi aku
menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan
orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di
bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup
di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup
di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan
mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orangorang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku
menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum
Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah,
karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku
dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah
hukum Taurat.”
b.
“Kepada semua orang pekerjaan telah diberikan, dan tak
seorangpun dapat mengganti yang lain. Tiap orang
mempunyai satu misi yang sangat penting,yang tak dapat
dilalaikan atau diabaikan, karena kegenapannya mencakup
keselamatan beberapa jiwa dan mengabaikannya berarti
celaka bagi orang yang untuknya Kristus mati.” (Review &
Herald, Dec. 12, 1893).
 Jikalau anda mengasihi Kristus, menghargai sesuatu
daripengorbanan yagn ia sudah buat bagimu, anda
akan menyangkal dirimu demi Dia, berpaling dari
segala kesenangan cinta diri, dan menggunakn uang,
waktu, tenaga, dn pengruh untuk memenangkan jiwa
bagi siapa Krsitus sudah mati. (Youth Instructor, 29
Juni 1893)
•
“Allah mengharapkan Pelayanan pribadi dari
tiap orang yang padanya Ia percayakan pengetahuan
kebenaran zaman ini. Tidak semua dapat pergi sebagai
misionaris keluar negeri, tapi semua boleh menjadi
misionaris dalam negeri bagi keluarga dan tetangga
mereka.” (Testimonies for the Church, vol. 7, p. 30)
•
“Jangan ada gereja yang merasa terlalu kecil
untuk menyampaikan pengaruh dan melakukan pelayanan
pekerjaan agung zaman ini. Saudaraku pergilah bekerja…
Usaha yang paling sederhana dari kasih yang tidak
mementingkan diri akan dimahkotai dengan berkatnya
yang besar. Lakukan apa yang kau bisa lakukan, dan Ia
akan menambah kesanggupanmu.” (Review & Herald, 13
Maret, 1888)
•
“Anggota gereja, biarlah terangmu bercahaya.
Biarlah suaramu didengar di dalam doa penuh
kerendahan,.. dan sampaikan kebenaran saman ini .
Suaramu, pengaruhmu semua diberikan dari Tuhan dan
digunakan untuk memenangkan jiwa bagi Kristus.” –
Testimonies, vol. 9, p. 38.
•
“Harus ada rencana yang tersusun baik untuk
menempatkan pekerja ke semua gereja besar dan kecil,
Bejana Advent Indonesia Timur
untuk mengajar anggota tentang bagaimana bekerja, dan
juga bagi yang belum percaya. Yang dibutuhkan adalah
latihan dan pendidikan.”Testimonies, vol. 9, p. 117.
Segala Macam Pengetahuan.
Apa maksud Paulus segala macam pengetahuan?
1. Jemaat Korintus Dipanggil Menjadi Umat Allah Untuk
Diperlengkapi Dengan Segala Macam
Pengetahuan Kebenaran Untuk Menginjil Bukan Untuk
Mengadakan Perselisihan. 1 Korintus 1:9-14)
1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan
Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. 1:10
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama
Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan
ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya
kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 1:11 Sebab, saudarasaudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari
keluarga Kloë tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara
kamu. 1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masingmasing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari
golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku
dari golongan Kristus. 1:13 Adakah Kristus terbagi-bagi?
Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu
dibaptis dalam nama Paulus? 1:14 Aku mengucap syukur
bahwa tidak ada seorang pun juga di antara kamu yang aku
baptis selain Krispus dan Gayus,
Paulus mengakui bahwa tidak seorangpun yang ia baptis selain
Krispus dan Gayus. Siapakah Krispus dan Gayus? Krispus,
adalah kepala rumah ibadat (sinagog Yahudi) di Korintus
(Kisah 18:7, 8), dan Gayus adalah orang Makedonia, yang
pernah menjadi teman seperjalanan Paulus (Kisah 19:29).
2. Jemaat Korintus Dipanggil Menjadi Umat Allah Untuk
Diperlengkapi Dengan Segala Macam
Pengetahuan
Akan
Kebenaran
Supaya
Terus
Memberitakan Injil. (Kisah 18:8-11)
Dalam memberitakan Injil jangan pernah berhenti,
sebab pengalamn Paulus di Korintus (Lihat
Kisah 18:8-11 disebutkan: 8:8 Tetapi Krispus, kepala
rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan
bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari
orang-orang
Korintus,
yang
mendengarkan
pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi
diri mereka dibaptis.
18:9 Pada suatu malam
berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu
penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan
firman dan jangan diam! 18:10 Sebab Aku menyertai
engkau dan tidak ada seorang pun yang akan
menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak
umat-Ku di kota ini." 18:11 Maka tinggallah Paulus di
situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan
firman Allah di tengah-tengah mereka. Juga dalam 2
Timotius 4:2“Beritakanlah firman, siap sedialah baik
atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah,
tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan
Page 8
Edisi 289 – 9 Mei 2014
pengajaran.” 2 Timotius 4:5: “Tetapi kuasailah dirimu
dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah
pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas
pelayanan.”
3. Jemaat Korintus Dipanggil Menjadi Umat Allah Untuk
Diperlengkapi Dengan Segala
Macam Pengetahuan Akan Kebenaran Untuk Menginjil
Sehingga Mempermalukan
Orang Berhikmat (1 Korintus 1:23-28)
1:23 ”tetapi kami memberitakan Kristus yang
disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu
sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi
suatu kebodohan, 1:24 tetapi untuk mereka yang
dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan
Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat
Allah. 1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar
hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari
Allah lebih kuat dari pada manusia.1:26 Ingat saja,
saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika
kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak
banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang
berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah
untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan
apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk
memalukan apa yang kuat, 1:28 dan apa yang tidak
terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah,
bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk
meniadakan apa yang berarti.”
4. Jemaat Korintus dipanggil menjadi umat Allah untuk
diperlengkapi dengan segala
macam pengetahuan akan kebenaran untuk menginjil,
sama seperti Paulus, Injil tidak disampaikan dengan
kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan
keyakinan akan kekuatan Roh (1 Korintus 2:4).
5. Jemaat Korintus Dipanggil Menjadi Umat Allah Untuk
Dperlengkapi Dengan Segala
Macam Pengetahuan Akan Kebenaran Untuk Menginjil
Berpusat Pada Salib Kristus
(1 Korintus 2:2)
“Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala
sesuatu, - dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan,
dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu
terhadap kami -- demikianlah juga hendaknya kamu kaya
dalam pelayanan kasih ini. Aku mengatakan hal itu bukan
sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha
orang-orang lain untuk membantu, Aku mau menguji
keikhlasan kasih kamu.” (2 Korintus 8:7-8).
Ajakan dan panggilan agar jemaat lebih bersungguhsungguh meyakini bahwa Kesaksian Firman Allah patut
ditinggikan (Yohanes 12:32; Filipi 2:9, 10) terkait penebusan
melaui peristiwa penyaliban Kristus di mana tidak dapat
Bejana Advent Indonesia Timur
dibantah oleh ilmu pengetahuan manapun dan oleh orang
berilmu manapun di atas dunia ini bahwa penebusan Kristus
adalah satu-satunya kebenaran yang patut ditinggikan di atas
dunia ini. Mengapa, kalau itu yang tinggikan, maka selain itu
mengangkat hati dan iman kita lebih tinggi kepada Allah, itu
juga akan selalu menjadi pengingat dan penangkal segal
kesombongan jasmani, mental, dan rohani jemaat Laodikea di
akhir zaman.
Artikel Rohani
Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau
CLEAN AND UNCLEAN MEAT
(HARAM DAN HALAL)
Signs of the Times, November 1988
William Shea, Ph.D
www.biblicalresearch.gc.adventist.org
Diterjemahkan oleh Pdt. Kalvein R. Mongkau
PERIKOP-PERIKOP UTAMA DI DALAM ALKITAB
BERBAHASA IBRANI TERKAIT POKOK BAHASAN
DAGING HARAM DAN DAGING HALAL
2. Isi Teknis Hukum Haram-Halal. Sejauh hewanhewan berkaki empat sudah diperhatikan, kecocokan mereka
ditentukan berdasarkan pada sifat pemakan tumbuhtumbuhannya, hewan-hewan pemamah biak yang mengunyah
rumput dan yang kukunya terbelah adalah “halal” (Ulangan
14:6). Kemudian hewan-hewan halal tersebut diidentifikasi di
dalam Pentateukh: lembu, domba, rusa, kijang, rusa dandi,
kambing hutan, kijang gunung, lembu hutan dan domba hutan.
(Ulangan 14:4-5). Secara bersama-sama ada 42 hewan yang
diidentifikasi sebagai hewan halal di dalam Alkitab. Hewanhewan ini dapat gagal di dalam salah satu atau kedua-dua dari
suatu karakteristik yang khusus. Unta adalah hewan memamah
biak tetapi tidak berkuku terbelah. Sementara babi berkuku
terbelah tetapi tidak memamah biak maka gagal pada salah
salah satu dari masing-masing karakteristik.
Page 9
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Imamat 11:13-19 mendaftarkan 20 burung haram
sementara Ulangan 14:12-18 menyebutkan satu demi satu ada
21 burung haram. Semua burung pemangsa adalah dilarang.
Alkitab tidak mendaftarkan burung-burung halal. Hukum
Yahudi kemudian mengidentifikasi karakterisitik yang penting
untuk burung halal menjadi: (1) sebuah tembolok, (2) sebuah
empedal yang mana dapat dikupas , dan (3) sebuah kuku/cakar
ekstra. Di dalam praktek Yahudi, telur-telur burung yang
haram dianggap haram. Persyaratan untuk ikan halal berganda:
bersirip dan bersisik. Imamat 11:21-22 mengijinkan memakan
empat jenis belalang halal sementara semua serangga lainnya
dilewati dan serangga besar haram (Imamat 11:23). Diberikan
kesulitan di dalam mengidentifikasi kelas-kelas yang disetujui
dari belalang, mereka secara umum tidak dimakan di dalam
praktek masyarakat Yahudi dewasa ini.
3. Motivasi Kesucian Untuk Pemeliharaan. Imamat
11:44-45 menyediakan sebuah basis yang terbaik dari mana
untuk menguji motivasi bagi pemeliharan penentuan hukumhukum ini. Pada kesimpulan kepada bagian akhir pada hewanhewan yang merayap, ayat tersebut menyimpulkan:
“janganlah kamu menajiskan dirimu dengan
semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis
karenanya. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka
haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah
kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu
menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang
mengeriap dan merayap di atas bumi. Sebab Akulah
TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah
Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab
Aku ini kudus. (Imamat 11:43b-45).
Adalah baik untuk mencatat betapa tegasnya perikop.
Dua kali umat itu dikatakan supaya jangan menajiskan diri
mereka sendiri dengan hewan-hewan ini, di dalam ayat 43b,
dan lagi di ayat 44b. Dua kali Tuhan mengidentifikasikan diriNya sendiri sebagai Tuhan Allahmu, atau menjadi Allah-mu di
dalam ayat 44a dan 45a. Dua kali umat itu diperintahkan untuk
menjadi kudus sebab Allah itu kudus, di ayat 44a dan 45b.
Akhirnya, ada satu referensi kepada pengalaman Keluaran, di
dalam pernyataan bahwa Allah adalah Oknum yang membawa
mereka keluar dari tanah Mesir. Kehalalan dan kesucian di sini
terangkai dengan penebusan, sejarah penebusan dari
perhambaan dan perbudakan di Mesir. Pemanggilan ulang
sekarang bahwa 10 Hukum mulai dengan referensi yang sama
kepada kegiatan penebusan, “akulah Tuhan Allah-Mu, yag
membawa kamu keluar dari tanah Mesir, keluar dari rumah
perbudakan” (Keluaran 20:2). Hanyalah hukum penebusan,
purba atau modern, yang dapat mempertahankan sepenuhnya
dan hubungan yang benar dengan Allah dan hubungan ini
diungkapkan di dalam perintah kekudusan, dijelaskan baik di
dalam ke-10 Hukum maupun di dalam hukum-hukum Imamat
11.
Gagasan kesucian dan makanan ini berpaling ke belakang
kepada kode perjanjian di mana, di dalam Keluaran 22:31
dinyatakan, “Haruslah kamu menjadi orang-orang kudus
bagiKu: daging ternak yang diterkam di padang oleh binatang
buas, janganlah kamu makan, tetapi haruslah kamu lemparkan
Bejana Advent Indonesia Timur
kepada anjing." (Frase, “menjadi kudus bagiKu” berarti
ditahbiskan bagi Allah). Keluaran 21-23 membentuk apa yang
disebut”kode
perjanjian,” hukum yang diberikan untuk
memperkuat ke 10 Hukum pada masa ketika 10 Hukum
diberikan. Hubungan ini, dieja di dalam percabangan fisik
kepada dan termasuk apa yang dimakan seseorang. Prinsip ini
diucapkan di dalam Kode Perjanjian dan dielaborasi di Imamat
11.
Prinsip kesucian dan kehalalan secara fisik yang sama
dielaborasi di dalam hukum illustratif (Ulangan 23:10-14) di
mana seseorang yang haram dari kenajisan tubuh haruslah
diasingkan di luar perkemahan dan di sanalah ia harus
kenajisan tubuh, harus membasuh dirinya menjadi tahir
sehingga ia dapat kembali ke dalam perkemahan. Kita
sekarang ini hendak menyederhanakan sebutan ini baik untuk
kesehatan umum hygienis yang baik. Tetapi teks tidak
menyebutkan bahwa ia harus melakukan demikian untuk
mencegah dari penyakit, tetapi agaknya motivasi diberikan
sehingga “perkemahanmu harus menjadi kudus” sebab Tuhan
Allahmu berjalan di tengah-tengah perkemahanmu untuk
menyelamatkan engkau’ (ayat 14). Tuhan tidak sedang
mengadakan penjelasan istilah teori penyakit kepada satu umat
yang tidak akan memahaminya, tetapi ia sanggup menjadikan
satu badan hukum prinsip-prinsip itu ke dalam program-Nya
secara menyeluruh bagi Israel kuno dan ia memberikan
motivasi pokok secara mendasar yang hebat untuk program itu
bahkan bagian-bagian itu yang mana secara hygienis dan
berorientasi kesehatan di dalam peristilahan kesucian-Nya.
Tidak hanya hukum-hukum haram dan halal di Imamat 11
yang diberikan konteks positif secara tegas terhadap kesucian
Allah, panggilan kita kepada kesucian, dan penebusan Allah,
tetapi kerangka positif yang tegas ini adalah hukum-hukum
yang menjadi lebih positif bagi semua ketika mereka
dibandingkan dengan sisa dari Hukum-hukum Pemurnian di
dalam Imamat 11-15. Saat seseorang membandingkan periode
keharaman, tuntutan bagi pemurnian, dan tuntutan bagi kurban,
seseorang menemukan distribusi berikut ini dari tuntutantuntutan di dalam Imamat 11-15:
Ayat
Imamat 11a
Imamat 11b
Imamat 12
Imamat 13-14
Tipe
Keharaman
Makanan
Menjamah
Bangkai
Melahirkan
bayi
Kusta
Pemurnian
Kurban
Periode
+
-
1 hari
+
+
+
+
40-80
hari
sampai
sembuh
Dengan demikian memakan hewan-hewan haram
dikeluarkan dari sebuah kelompoknya sendiri. Ini tidak harus
berarti, betapapun, bahwa ini kurang serius dari pada yang
lainnya. Sebaliknya, pemakaian kata kejijikan di perikop ini
(lihat di atas) menekankan betapa seriusnya tipe ini terhadap
pelanggaran yang disengaja.
Perkataan ‘sheqqes’ ini,
digunakan tiga kali terhadap ikan yang haram (Imamat 11:10-
Page 10
Edisi 289 – 9 Mei 2014
12, tiga kali dengan burung-burung dan serangga-serangga
haram (Imamat 11:13, 20, dan 23), dan tiga kali dengan hewanhewan berkeriapan (Imamat 11:41-43. Bagian satu-satunya di
dalam mana kata ini tidak muncul adalah di dalam bagian
hewan-hewan darat berkaki empat. Jenis bahasa ini tidak dapat
dianggap remeh, tetapi itu adalah sangat serius. Dengan
demikian konsumsi untuk hewan-hewan haram adalah sebuah
pelanggaran serius di dalam pandangan terhadap tipe bahasa
yang digunakan untuk itu di sini.
Aspek lain dari
perbandingan ini ialah hubungannya dengan kesucian, seperti
yang dinyatakan di ayat tersebut. Pada akhir Imamat 11
dinyatakan dua kali bahwa umat itu harus menjadi suci di
dalam kaitan ini sebab Allah adalah kudus. Tipe peringatan dan
motivasi ini tidak lagi muncul didalam hukum-hukum kesucian
di Imamat 12-15. Bahkan kata kudus tidak lagi muncul di
perikop-perikop itu. Namun di sinilah dalam Imamat 11
bertahan di dalam posisi tersebut terhadap suatu ringkasan dan
klimaks dari pasal tersebut. Lebih lanjut, referensi terhadap
penebusan dari rumah perbudakan di Mesir tidak lagi muncul di
Imamat 12-15. Itu muncul di hukum-hukum tentang kesucian
yang hanya di Imamat 11, lagi-lagi sebagai bagian dari
ringkasan dan klimaks dari makna hukum-hukum ini.
4. Penulis Ilahi. Imamat 11:1 menyatakan bahwa
hukum-hukum berkenaan dengan hewan-hewan halal dan
haram sudah diberikan ketika “Tuhan berfirman kepadamu dan
Harun.”
(Pendahuluan yang bersamaan muncul pada
permulaan 4 pasal berikutnya: 12:1; 13:1 14:1, dan 15:1).
Pertanyaan di sini adalah, bagaimana seharusnya seseorang
memandang jenis perundang-undangan di sini. Inilah sebuah
pertanyaan filsafat serius.
Pembedaan tersebut dapat
diungkapkan di dalam cara ini: Jikalau seseorang datang
kepada perikop ini sebagaimana seseorang menerima Alkitab
sebagai ilham Firman Alah yang dapat dipercaya maka orang
itu tidak akan meragukan untuk mengakui bahwa hukum
tentang hewan-hewan haram dan halal berasal dari Allah.
Jikalau, pada sisi lain, seseorang datang kepada Alkitab dengan
anggapan-anggapan kesarjanaan kritik historis modern dan
dengan sebuah sudut pandang evolusioner pada sejarah agamaagama, secara khusus sebagaimana mana diterapkan kepada
agama Israel, maka hal itu akan menjadi alami untuk
merendahkan perintah (instruksi) dari perikop sebagai gagasangagasan manusia yang biasa saja terhadap suatu masa tertentu
yang tidak boleh direlevankan dengan masa sekarang ini dan
tidak perlu diambil lagi secara serius dari pada gagasangagasan lain yang dihasilkan di dalam bidang diet makanan dan
agama oleh agama lain atau kewenangan-kewenangan
kesehatan dari masa purba.
Alkitab itu sendiri, betapapun, memaparkan pembedaaan
antara hewan-hewan haram dan haram sebagaimana yang
diberikan secara ilahi. Bukan hanya Imamat 11:1 yang
memperkenalkan hukum dengan frase tersendiri, “dan Tuhan
berfirman kepada Musa dan Harun, mengatakannya kepada
mereka” (KJV), tetapi di dalam Imamat 20:25 Tuhan berbicara
kepada anak-anak Israel di dalam tekanan berwewenang penuh
kuasa, “kamu tidak akan membuat jiwamu dinajiskan oleh
binatang, atau oleh burung, atau oleh mahkluk hidup yang
Bejana Advent Indonesia Timur
berkeriapan di atas tanah, yang mana Akulah yang
mengasingkannya dari kamu sesuatu yang haram.” (KJV).
Allah sendiri sudah membuat pemisahan perikop ini yang
berfirman kepada kita.
G. L. Archer sudah menekankan fakta bahwa “tidak ada
buku lain lagi di dalam Alkitab yang menegaskan ilham ilahi
yang begitu sering seperti kitab Imamat. Di bawah judul kata
kerja ‘berfirman’ (dibber) satu-satunyalah daftar-daftar
konkordans tidak kurang dari 38 kali pemunculan pernyataan
bahwa firman Jahweh kepada Musa dan Harun.”–Introduction
to the Old Testament, 1964, p. 228. Ia melanjutkannya oleh
menekankan pokok bahwa ini jugalah wahyu Allah atau
“sebaliknya bukan penegasan asli ilahi yang harus dipercaya
untuk satu pernyataan di dalam sisa Kitab Suci.”-Ibid. Gispen
menerapkan kepada judul dari pasal 11-15 mengingatkan
kepada kita bahwa “di dalam hukum-hukum haram dan halal
kita tidak harus melakukannya dengan pemikiran-pemikiran
umat Israel tetapi dengan wahyu ilahi yang diberikan melalui
Musa dan Harun.”-Oudtestamentische Studien, p. 192.
5.
Imamat
20:22-26—Hubungan
Dengan
Penganugerahan Negeri. Perikop ini adalah ayat –ayat
penting baginya meletakkan ‘pertarakan’dari daging haram di
dalam terang yang baru. Terang itu sekali lagi, penebusan.
Tetapi referensi kepada tipe perintah ini di dalam kaitannya
dengan Keluaran adalah referensi kepada penebusan masa lalu.
Allah melepaskan umat-Nya dari Mesir lalu memberikan
kepada mereka hukum-hukum dan ketetapan-ketetapan di
Sinai. Hukum-Hukum atas makanan-makanan haram ini
adalah bagian dari hukum-hukum dan ketetapan-ketetetapan itu
yang Ia berikan di sana dan kemudian. Keluaran yang baru saja
berlalu adalah bagian adalah bagian dari motivasi bagi
pemeliharaan mereka terhadap aturan-aturan haram dan halal
tersebut. Allah sudah begitu bermurah hati saat mengamati
kesukaran-kesukaran mereka di Mesir dan Ia melepaskan
mereka dari kesukaran-kesukaran tersebut. Sekarang di dalam
basis kemurahan-Nya demi mereka ia menerapkan kepada
mereka pemeliharaan mereka terhadap peraturan-peraturan ini.
Di sini sekarang di Sinai sebuah elemen baru disuntikan
kepada peraturan-peraturan ini saat itu diterapkan ke dalam
Immat 20. Penerapan ini sekarang berhubungan dengan
Penganugerahan Negeri. Namun ini masih berupa masa
depan. Mereka belum lagi memasuki negeri Kanan di
penghujung periode pengembaraan padang pasir mereka.
Ketika mereka sudah memasuki negeri itu, anugerah negeri
tersebut akan mengggambarkan sekali lagi kemurahan Allah
terhadap umat-Nya. Ayat-ayat tersebut dapat dibaca
sepenuhnya: “Demikianlah kamu harus berpegang pada
segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan
semuanya itu, supaya jangan kamu dimuntahkan oleh negeri ke
mana Aku membawa kamu untuk diam di sana. Janganlah
kamu hidup menurut kebiasaan bangsa yang akan Kuhalau
dari depanmu: karena semuanya itu telah dilakukan mereka,
sehingga Aku muak melihat mereka. Tetapi kepadamu Aku
telah berfirman: Kamulah yang akan menduduki tanah mereka
dan Akulah yang akan memberikannya kepadamu menjadi
milikmu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan
Page 11
Edisi 289 – 9 Mei 2014
madunya; Akulah TUHAN, Allahmu, yang memisahkan kamu
dari bangsa-bangsa lain. Kamu harus membedakan binatang
yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang
haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat
dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung
dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah
Kupisahkan supaya kamu haramkan. Kuduslah kamu bagi-Ku,
sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu
dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.
(Imamat 20:22-26).
Ada beberapa aspek yang menarik di perikop ini di balik
sekedar fakta bahwa perundang-undangan ini sekarang terletak
di dalam konteks anugerah perjanjian. Terutama, itu juga
terkait dengan kesucian Allah di dalam hubungan ini juga.
Sekali lagi baik kesucian Allah maupun tindakan-tindakan
agung-Nya demi umat itulah motivasi bagi pemeliharaan
terhadap aturan ini. Perhatikan juga eratnya hubungan tersebut
ditekankan sekali lagi oleh penggunaan kata untuk kejijikkan
berkaitan dengan umat itu untuk menjadi apa mereka kelak oleh
merusakkan prinsip ini. Pengasingan dengan mana umat
tersebut sudah dibagi-bagi oleh Allah dari dari umat terhadap
suatu negeri telah ditekankan tiga kali oleh penggunaan kata
kerja “memisahkan,” sebagai saat diterapkan kepada umat
Allah. Perikop ini adalah satu Hukum Kesucian yang memilih
dari seluruh sisa mereka di dalam Imamat 11-15 adalah
pembedaan hewan-hewan haram dan haram untuk makanan.
Secara khusus di dalam perkaitan ini umat itu menjadi milik
Allah yang khusus di dalam hubungan terhadap mereka.
Adalah menarik untuk dicatat tema-tema teologis yang
berkaitan dengan perundang-undangan di dalam Pentateukh.
Para teolog Perjanjian Lama sudah menekankan tiga tema besar
di dalam tindakan-tindakan agung Allah di dalam sejarah
Pentateukh. Ketiga tema tersebut adalah: Panggilan BapaBapa (yakni, para patriakh), Keluaran atau Kelepasan dari
Mesir, dan Penganugerahan Negeri Perjanjian di dalam
mengambil kepemilikan terhadap negeri perjanjian Kanaan.
Adalah menarik untuk melihat ketiga tema besar ini dari
Pentateukh yang sudah ditekankan oleh para teolog modern di
dalam membaca kitab-kitab ini bahwa dua dari tiganya
berkaitan dengan hukum daging haram dan halal.
Bersambung….
Rumah Tangga
Mengatasi Bentrok
dalam
Keluarga
DR. NICO J.J. KOROH, MBA
Akan kita bahas saat ini adalah tentang “mengatasi bentrokan
melalui komunikasi keluarga seperti apa yang tertulis dalam
Amsal 20 : 3 yaang bunyinya seperti berikut :”Terhormatlah
seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tapi setiap orang
bodoh membiarkan amarahnya meledak.” Barangkali kalau saja
dunia mau menerima hikmat seperti ini, pasti tidak akan ada
konflik dan peperangan di muka bumi ini.
“Menjauhi perbantahan” tidaklah berarti “melarikan diri dari
situasi tersebut. Saya kira itu tidak akan menyelesaikan
masalah. Misalnya beberapa tumpukkan kayu bakar sedang
menyala, kalau kita tarik satu atau dua batang kayunya maka
api akan segera berkurang, bahkan mungkin akan mati dengan
sendirinya. Tapi hal ini juga berarti bila argumentasi atau
mungkin saja sudah akan mewujudkan suatu perdebatan, maka
jalan yang paling aman adalah salah seorang harus berusaha
menjauhkan diri dari keterlibatan tersebut, agar perbantahan
tidak menjadi lebih hangat.
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 12
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Barangkali yang paling sulit untuk diatas disini pak Nico adalah
menguasai emosi kita, kalau sudah terjebak emosi selalu
akibatnya akan negatif.
Sebenarnya emosi atau perasaan kita itu tidak terpisah dari otak
kita hanya sering kita mengatakan kepada orang lain misalnya
”Oh, dia orang yang tidak punya hati” Jadi sering kita
menyangka bahwa “emosi” dan”rasio” kita merupakan dua hal
yang sangat berbeda, lalu kemudian kita menganggap hal
tersebut memang seperti itu.
Mari kita kembali melihat ayat
Amsal 20:3
tadi
:”Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tapi
setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. Kita
melihat ada dua sifat yang menonjol dari sifat manusia ini, yang
satu mereka yang menjauhi perbantahan yang kemudian disebut
sebagai orang terhormat, dan yang satu lagi yang disebut orang
bodoh, karena dia membiarkan amarahnya meledak.
Tempat pengendaliannya dari otak, karena otaklah yang
memegang kendali semua tindakan manusia itu. Semua
dikendalikan oleh otak, karena mata kita tidak dapat melihat
bilamana urat syaraf dari mata ke otak itu putus misalnya,
demikian pula tangan kita, jadi yang saya ingin kemukakan
bahwa pengendalian emosi ataupun rasio kita, semuanya dari
otak yang sama. Alat pengendali perasaan dan tindakan kita
demikian juga cara berpikir kita, semuanya berakar pada otak
kita.
Satu-satunya bagian tubuh yang dapat mengendalikan emosi
kita adalah otak kita sendiri. Jadi untuk mengatasi emosi kita
yang cenderung untuk marah, satu-satunya jalan melalui otak
kita. Oleh karena itu emosi kita bisa dilatih, dan pelatihan itu
tentu dengan melalui alat pengendali yang utama tadi , yakni
otak kita.
Dalam Alkitab solusi itu sebenarnya sudah ada, coba kita baca
saja 1 Korintus 13 tentang Kasih coba baca ayat 3 dan 4 .
1 Korintus 13 : 3 s/d 5 bunyinya seperti berikut:3) Dan
sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada
padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi
jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada
faedahnya bagiku.4) Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia
tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong
(5) Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari
keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan
kesalahan orang lain.
Kuncinya memang hanya kasih. Bilamana makna kasih
dihidupkan tidak akan pernah ada konflik apalagi yang
membawa pada kehancuran rumah tangga. ***
Berkhotbah di Antara
Orang-orang Kafir
Kisah Para Rasul - Ellen G.
White
Lanjutan...
Pada suatu waktu, sementara
Paulus sedang menceritakan
kepada orang banyak tentang
pekerjaan
Kristus
sebagai
penyembuh orang sakit dan yang
dirundung malang, ia melihat di
antara pendengar-pendengarnya
seorang timpang yang matanya
terpaku kepadanya dan menerima
serta percaya akan perkataannya.
Hati Paulus menaruh simpati terhadap orang yang dirundung
malang itu, yang dalamnya ia melihat seorang yang
"mempunyai iman untuk disembuhkan. " Di hadapan
orang-orang yang menyembah berhala Paulus memerintahkan
orang yang timpang untuk tegak berdiri pada kakinya. Sampai
saat itu penderita itu hanya sanggup duduk saja, tetapi sekarang
setelah ia mendengar perintah Paulus dan untuk kali yang
pertama dalam hidupnya ia dapat berdiri dengan kakinya.
Kekuatan datang dengan usaha iman ini dan ia yang telah
lumpuh dapat "melompat dan berjalan."
"Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat oleh
Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia, Dewa-dewa
telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia." Sebutan
ini adalah sesuai dengan tradisi mereka bahwa dewa itu sering
melawat ke bumi ini. Barnabas yang mereka sebut Zeus, bapa
segala ilah, sebab rupanya yang dihormati, sikapnya yang
mulia, dan ketenangan serta kebajikan yang dinyatakan pada
wajahnya. Mereka percaya bahwa Paulus sebagai Hermes,
"karena ia yang berbicara," sungguh-sungguh dan aktif, dan
fasih dengan perkataan amaran dan nasihat.
Orang-orang Listra, ingin menunjukkan rasa terima kasih
mereka, membujuk imam Zeus untuk melakukan kehormatan
kepada rasul-rasul, dan ia "membawa lembu-lembu jantan dan
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 13
Edisi 289 – 9 Mei 2014
karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk
mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak
kepada rasul-rasul itu." Paulus dan Barnabas, yang telah
mencari perhentian dan istirahat, tidak sadar akan persiapan ini.
Tetapi tidak lama kemudian, perhatian mereka tertarik kepada
bunyi musik dan teriakan yang riuh rendah bunyinya dari orang
banyak yang telah datang ke dalam rumah di mana mereka
tinggal.
Bila rasul-rasul memastikan sebab daripada kunjungan ini dan
kegembiraan
orang
yang
mengunjunginya
"mereka
mengoyakkan pakaian mereka, lalu berlari ke tengah-tengah
orang banyak itu" dengan pengharapan untuk mencegah
tindakan mereka yang seperti itu. Dalam suara yang nyaring
dan bergema, di antara teriakan orang banyak, Paulus meminta
perhatian mereka; dan sementara keributan tiba-tiba berhenti, ia
mengatakan: "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat
demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu.
Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu,
supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik
kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan
bumi, laut dan segala isinya. Dalam zaman yang lampau Allah
membiarkan segala bangsa menuruti jalannya masing-masing,
namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai
kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan
dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia
memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan."
Meskipun penyangkalan yang positif dari rasul-rasul bahwa
pekabaran mereka adalah Ilahi, dan meskipun usaha Paulus
untuk mengalihkan perhatian orang banyak kepada Allah yang
benar sebagai satu-satunya cara yang cocok untuk pemujaan,
hampir mustahil untuk membalikkan ingatan dari orang-orang
kafir untuk mempersembahkan korban. Begitu teguh
kepercayaan mereka bahwa orang-orang ini adalah betul-betul
dewa dan begitu besar semangat mereka, sehingga mereka
benci untuk mengakui kesalahan mereka. Catatan mengatakan
bahwa mereka "hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah".
Orang-orang Listra mengeluarkan pendapat bahwa mereka
telah memandang dengan mata mereka sendiri akan kuasa yang
ajaib yang dijalankan oleh rasul-rasul. Mereka telah melihat
seorang lumpuh yang tidak dapat berjalan sebelumnya,
dijadikan bersuka dalam kesehatan dan kekuatan yang
sempurna. Hanyalah oleh bujukan pada pihak Paulus dan
penjelasan yang hati-hati mengenai tugasnya sendiri dan
Barnabas sebagai utusan Allah yang di surga dan Anak-Nya,
Penyembuh yang besar, sehingga orang banyak diyakinkan
untuk tidak meneruskan maksud mereka.
Pekerjaan Paulus dan Barnabas di Listra tiba-tiba dihentikan
oleh kebencian "orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan
Ikonium," yang sesudah mempelajari kemajuan pekerjaan
rasul-rasul di antara orang-orang Likonia, telah mengambil
keputusan untuk mengikut mereka serta menganiaya mereka.
Setelah tiba di Listra, orang-orang Yahudi ini segera berhasil
dalam mengilhamkan orang banyak dengan kepahitan roh yang
Bejana Advent Indonesia Timur
sama yang menggerakkan pikiran mereka sendiri. Oleh
gambaran yang keliru dan fitnahan mereka yang baru-baru ini
telah menganggap Paulus dan Barnabas sebagai makhluk Ilahi
telah diyakinkan bahwa sebenarnya rasul-rasul adalah lebih
kejam daripada pembunuh-pembunuh dan patut dibunuh.
Kekecewaan yang dirasakan orang-orang Listra sebab tidak
diberi kesempatan untuk memberikan persembahan kepada
rasul-rasul, membuat mereka berbalik melawan Paulus dan
Barnabas dengan penuh semangat sebagaimana mereka telah
menyambut mereka sebagai ilah. Dihasut oleh orang-orang
Yahudi, mereka merencanakan untuk menyerang rasul-rasul itu
dengan kekerasan. Orang-orang Yahudi meminta kepada
mereka untuk tidak memberikan Paulus suatu kesempatan
berbicara, menyatakan bahwa kalau mereka memberikan dia
kesempatan ini, ia akan memperdaya orang banyak.
Dengan segera rencana pembunuhan dari musuh-musuh Injil
dilaksanakan. Menyerah kepada pengaruh kejahatan,
orang-orang Listra dipengaruhi oleh amarah Setan, dan
menangkap Paulus, melontari dia dengan batu. Rasul itu
berpikir bahwa ajalnya telah tiba. Kematian Stefanus, dan
bagian yang kejam yang telah dilakukannya sendiri pada
kesempatan itu, datang dengan cepat dalam pikirannya. Dengan
penuh luka memar yang menyakitkan menyebabkan dia jatuh
tak sadarkan diri ke tanah, dan rombongan yang marah itu
"menyeretnya ke luar kota, karena menyangka bahwa ia telah
mati."
Dalam kegelapan dan masa pencobaan ini rombongan
orang-orang percaya dari Listra, yang lewat pelayanan Paulus
dan Barnabas telah ditobatkan kepada iman Yesus, tinggal setia
dan benar. Pertentangan yang tidak masuk di akal dan
penganiaya yang kejam oleh musuh-musuh mereka membantu
untuk menguatkan iman saudara-saudara yang berserah ini; dan
sekarang, menghadapi bahaya dan caci maki, mereka
menunjukkan kesetiaan mereka oleh berkumpul dengan rasa
sedih di sekeliling tubuhnya yang mereka percaya sudah mati.
Alangkah besar keheranan mereka ketika di tengah-tengah
tangisan mereka tiba-tiba rasul itu mengangkat kepalanya dan
bangkit dengan pujian kepada Allah dari mulutnya. Kepada
orang-orang percaya pemulihan yang tidak disangka-sangka
terhadap hamba Allah ini dianggap sebagai mukjizat dari kuasa
Ilahi dan tampaknya merupakan tanda surga atas perubahan
iman mereka. Mereka bersuka dengan kesukaan yang tidak
terperikan dan memuji Allah dengan iman yang baru.
Di antara mereka yang ditobatkan di Listra, dan yang menjadi
saksi-saksi dengan mata sendiri tentang penderitaan Paulus, ada
seorang yang sesudah itu menjadi pekerja yang terkenal bagi
Kristus dan yang harus mengambil bagian dengan rasul itu
segala ujian dan kesenangan pekerjaan perintis di
ladang-ladang yang sulit. Inilah seorang muda yang bernama
Timotius. Waktu Paulus ditarik keluar dari kota, murid yang
muda ini ada di antara jumlah yang berdiri di samping
tubuhnya yang nampaknya tidak bernyawa serta melihat dia
Page 14
Edisi 289 – 9 Mei 2014
bangkit, disakiti dan berlumuran darah, tetapi dengan pujian
dari mulutnya ia telah diizinkan untuk menderita atas nama
Kristus.
Hari berikutnya setelah Paulus dilontari dengan batu,
rasul-rasul berangkat ke Derbe, di mana pekerjaan mereka
diberkati, dan banyak jiwa dipimpin untuk menerima Kristus
sebagai Juruselamat. Tetapi ketika "Paulus dan Barnabas
memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid,"
baik Paulus maupun Barnabas merasa tidak puas dengan
membawa pekerjaan berikutnya ke mana saja tanpa
menguatkan iman orang-orang yang bertobat terlebih dulu yang
terpaksa ditinggalkan sendirian untuk sementara waktu di
tempat di mana mereka baru-baru ini telah bekerja. Dan dengan
demikian, tidak khawatir oleh bahaya, "kembalilah mereka ke
Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka
menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka
supaya mereka bertekun di dalam iman." Banyak yang telah
menerima kabar baik tentang Injil dan membuka dirinya sendiri
kepada celaan dan pertentangan. Inilah yang rasul-rasul ingin
dirikan dalam iman supaya pekerjaan yang dilakukan boleh
tetap teguh.
Sebagai suatu faktor yang penting dalam pertumbuhan rohani
dari orang-orang yang baru bertobat rasul-rasul itu berhati-hati
membentengi mereka dengan usaha perlindungan terhadap
pengajaran Injil. Gereja-gereja sudah diorganisasi di segala
tempat di Likaonia dan Pisidia di mana ada orang percaya.
Pegawai-pegawai ditentukan dalam tiap-tiap sidang, dan
peraturan dan sistem sebagai penuntun sehubungan dengan
urusan-urusan kesejahteraan rohani orang-orang percaya.
Ini sesuai dengan rencana Injil untuk mempersatukan di dalam
satu tubuh segala orang percaya dalam Kristus, dan rencana ini
diikuti Paulus dengan berhati-hati sekali selama pelayanannya.
Mereka yang pada suatu tempat dipimpin oleh pekerjaannya
untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat pada waktu yang
tepat diorganisasi menjadi sidang. Meskipun ketika itu
orang-orang percaya hanya sedikit jumlahnya, ini telah terjadi.
Orang-orang Kristen dengan demikian diajar untuk menolong
satu dengan yang lain, mengingat janji, "Sebab di mana dua
atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di
tengah-tengah mereka." Matius 18:20
Dalam segala usaha pengabaran Injil mereka, Paulus dan
Barnabas berusaha untuk mengikuti teladan pengorbanan
Kristus yang sukarela dan setia, dan pekerjaan yang
sungguh-sungguh bagi jiwa-jiwa. Mata terbuka lebar, rajin,
tidak mengenal jerih payah, mereka tidak berunding dengan
kehendak hati atau untuk mereka pribadi, tetapi dengan rasa
cemas dan penuh doa serta kegiatan yang tak henti-hentinya
mereka menabur benih kebenaran. Dan dengan penaburan
benih rasul-rasul sangat berhati-hati dalam memberi kepada
semua orang yang berdiri untuk Injil, pengajaran yang berguna
yang tak ternilai harganya. Roh kesungguh-sungguhan dan rasa
takut yang saleh membuat pikiran murid-murid yang baru suatu
kesan yang mendalam mengenai pentingnya pekabaran Injil.
Bila manusia yang diharapkan dan sanggup bertobat, sama
halnya dengan Timotius, Paulus dan Barnabas berusaha dengan
sungguh-sungguh untuk menunjukkan kepada mereka
pentingnya bekerja dalam kebun anggur. Dan waktu rasul-rasul
berangkat ke tempat lain, iman orang-orang ini tidak luntur,
tetapi sebaliknya bertambah-tambah. Mereka telah diajarkan
dengan setia dalam jalan Tuhan, dan telah diajar bagaimana
bekerja dengan tidak mementingkan diri, dengan
sungguh-sungguh, dengan tabah, untuk keselamatan sesama
manusia. Latihan saksama bagi orang yang masih baru bertobat
ini adalah suatu faktor yang penting dalam kemajuan yang luar
biasa yang menyertai khotbah Injil Paulus dan Barnabas di
negeri-negeri kafir.
Perjalanan misionaris yang pertama berakhir dengan cepatnya.
Menghargai sidang-sidang yang baru diorganisasi kepada
Tuhan, rasul-rasul pergi ke Pamfilia "memberitakan firman di
Perga, lalu pergi ke Atalia, dan dari situ berlayarlah mereka ke
Antiokhia."
Dan dengan demikian Paulus tidak melupakan gereja-gereja
yang diperdirikan. Kesulitan gereja-gereja ini tetap pada
pikirannya sebagai satu beban yang kian bertambah. Betapa
kecilnya usaha yang ada, namun itulah tujuan perhatiannya
yang tetap. Ia menjaga gereja-gereja yang lebih kecil dengan
sabarnya, menyadari bahwa mereka memerlukan penjagaan
yang istimewa supaya anggota-anggota dapat berdiri di atas
kebenaran dengan saksama dan diajar berusaha dengan
sungguh-sungguh, dan tidak mementingkan diri sendiri tetapi
untuk orang-orang yang ada di sekitar mereka.
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 15
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Cerita Untuk Anak
Saya telah memilih untuk menghormati Allah sebagai gantinya,
" katanya .
Meskipun ibu Oxana telah menjelaskan bahwa Oxana akan ke
gereja pada hari Sabat ,gurunya
untuk meminta untuk
berbicara dengan ayahnya . Oxana memberikan telepon kepada
ayahnya , dan ayahnya mengatakan kepada guruya hal yang
sama . "Kami ber-agama Advent dan kami berbakti pada hari
Sabat , " katanya lembut . " Saya menghormati pekerjaan yang
engkau lakukan untuk mengajarkan anak saya, tapi kami telah
memilih untuk taat kepada Allah dan menjaga Sabat -Nya
sebagai hari kudus . Ini berarti bahwa kami tidak menghadiri
kegiatan sekuler , bahkan yang paling penting sekalipun pada
hari Sabat . "
Guru Oxana menjadi kesal dan mengatakan akan menolak
untuk mengajar Oxana pada tahun itu . " Guru saya tahu
tentang hari Sabat karena saya meninggalkan sekolah lebih
awal pada hari Jumat sehingga saya bisa siap untuk hari Sabat ,
" Oxana menjelaskan. Oxana tahu bahwa jika gurunya tidak
berubah pikiran , dia mungkin harus mencari sekolah lain lagi.
Pilihan Oxana
Dikirim oleh Max Kaway
Setelah festival sekolah selesai , siswa memiliki liburan selama
seminggu . Ketika tiba waktunya untuk kembali ke kelas ,
Ibunya memanggil guru Oxana dan bertanya apakah Oxana
bisa datang ke pelajaran musik rutinnya . Kali ini guru tidak
marah dan sepakat bahwa Oxana bisa datang untuk pelajaran
pianonya .
Di kota Tomsk, Rusia hiduplah satu
keluarga yang memiliki seorang
anak yang bernama Oxana yang
berusia 9 tahun. Oxana suka musik .
Dia belajar di sekolah khusus yang melatih anak-anak untuk
menjadi musisi . Sekolah Oxana termasuk sekolah yang sangat
terkenal di kota itu.
" Saya senang bahwa saya berdiri untuk iman saya , " kata
Oxana . " Sekarang guru saya tahu bahwa adalah benar-benar
penting untuk mentaati Tuhan . " Oxana ingin belajar musik
sehingga ia dapat menggunakan bakatnya untuk menghormati
Tuhan .
(Oxana’s Choice)
Guru Oxana telah memilih dia untuk memainkan bagian khusus
pada piano untuk festival musik yang diadakan di seluruh kota
Tomsk . Oxana berlatih keras untuk bisa menguasai musik yang
diberikan kepadanya. Dia tahu bahwa siswa yang
melakukannya dengan baik akan menerima penghargaan dan
guru mereka akan dihormati juga.
Kita dapat menggunakan talenta kita untuk menghormati Tuhan
juga. Apakah kita menyanyi atau memainkan alat musik atau
hanya tersenyum ketika kita bertemu orang-orang , kita masingmasing dapat melakukan sesuatu untuk menghormati Tuhan .
“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” Kel. 20:8
Kemudian beberapa hari sebelum festival , guru Oxana
mengatakan bahwa festival ini telah dipindahkan dari Jumat ke
hari Sabtu . Ketika Oxana memberitahu ibunya tentang
perubahan tanggal festival , Ibu bisa melihat kekecewaan di
wajah putrinya . " Apakah engkau ingin pergi ke festival pada
hari Sabat ? " Tanya Ibu .
Oxana berpikir tentang seberapa keras ia telah belajar musiknya
untuk mengikuti festival tersebut . Tapi dia tidak pernah raguragu . " Tidak, Ibu . Saya ingin pergi ke gereja . "
Malam itu Oxana menelepon gurunya untuk mengatakan bahwa
dia tidak akan ambil bagian dalam festival pada hari Sabat . "
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 16
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Masehi Advent Hari Ketujuh. Klub ini menawarkan jarak yang
lebar dalam mempelajari pengalaman untuk anak remaja
berusia 10 sampai 15 tahun dan dioperasikan oleh Gereja
Advent setempat dibawah pimpinan dan kontrol pimpinan
pemuda Konferens setempat.
Masing-masing Klub Remaja diadministrasikan oleh satu
Direktur Klub, Wakil direktur, Penasihat dan guru - guru,
Pendeta, Sekretaris dan Bendahara. Klub dibagi dalam
beberapa unit terpisah, untuk pemuda, masing -masing unit
mempunyai enam sampai delapan anak remaja. termasuk
seorang kapten dan penulis naskah.
Pathfinder Club
Pedoman Administrative
PA Remaja/Pathfinder
ORGANISASI
Klub Remaja adalah program global yang diorganisasikan dan
dipimpin oleh Departemen Pemuda General Konferens Gereja
Susunan Organisasi
ORGANISASI REMAJA
Direktur Remaja General Konferens
Direktur Remaja Divisi
Direktur Remaja Uni
Direktur Remaja Konferens
Koordinator
Klub Remaja Gereja
Direktur Klub
Executive Klub Remaja
Rapat Anggota
Wakil Direktur Anak Wanita
Penasehat
Kapten
Penulis Naskah
Bejana Advent Indonesia Timur
Wakil Direktur Anak Laki-laki
Penasehat
Kapten
Penulis Naskah
Page 17
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Staff Pendorong
Sekretaris
Bendahara
Instruktur Pelatihan
Intruktur
Klub Remaja mempunyai satu bendera, mewakili simbol klub remaja. Bendera ini dikibarkan pada aktifitas dan program-program
remaja secara local dan konferens. Bendera ini dirancang secara khusus seragam secara keseluruhan dan seragam dimana saja.
Klub Remaja mempunyai tuntutan dan Peraturan, menekankan dasar-dasar kerohanian dimana klub dibentuk.
Klub beroperasi pada setiap______________bulan kalender tahun, dengan ________ program setidak-tidaknya _________ menit
lamanya. Dalam _______ periode waktu remaja menampilkan latihan-latihan dan gerakan-gerakan, keahlian-keahlian dan atau
hobby, dan juga permainan begitu juga dengan kegiatan perbaktian dan pekerjaan kelas.
Ada 6 kelas, yang diberi nama, dimulai dari usia 10 tahun dan
hingga anak usia 15 tahun. Masing-masing kelas diwakili
oleh warna yang telah dipilih seperti daftar berikut:
SAHABAT
TEMAN
PENYELIDIK
PERINTIS
PENJELAJAH
PEMIMPIN
-
10 tahun 11 tahun 12 tahun 13 tahun 14 tahun 15 tahun -
Biru
Merah
Hijau
Hitam
Burgundy
Emas
Pada pemenuhan tuntutan kelas-kelas kemajuan, Remaja menerima lencana sebagai penghargaan yang terdiri dari lencana, Strip
Saku Kelas Remaja dan tanda pangkat di lengan yang diberikan atas jasa pelayanan yang istimewa.
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 18
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Rabu Malam Bersama Pendeta
Garth Bainbridge
Oleh Stephanie N. Susanto - Jakarta
perjalanan. Pertemuan rabu malam ini biasanya diadakan di
rumah salah satu anggota di daerah Wijaya. Di kedatangan ini
pendeta Garth berbicara tentang buku Wahyu bersama dengan
anggota awam.
Selain melayani sebagai hamba Sekretaris Konferens, pendeta
Garth juga menulis buku Dari Patmos Ke Firdaus (From
Patmos To Paradise). Buku ini memberi penjelasan tentang
buku Wahyu, yang berfokus pada Kristus. Ini menjelaskan
bagaimana kaum awam dapat mempelajari buku Wahyu dalam
kesederhanaannya.
Pendeta Garth Bainbridge, dalam kunjungannya di kota Jakarta
pada bulan Mei, 2014, berbagi pengalaman rohani dan
memberikan dukungan kepada para pendeta dan anggota Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh. Khususnya pada tanggal 7 Mei
2014, pendeta Garth H. Bainbridge, sebagai Sekretaris Asosiasi
Kependetaan Konferens Sydney, Australia, mengunjungi
pertemuan Rabu Malam Tumoutou Pondok Indah.
Pertemuan ini, yang dihadiri oleh 24 orang, diawali dengan
perbincangan hangat bersama pendeta Joseph Sianiapar,
pendeta Ronny Wenas dan pendeta muda Hesky Wauran
(gembala TTPI). Dukungan, nasihat dan pembahasan ringan
diadakan sambil menunggu anggota yang masih dalam
Bejana Advent Indonesia Timur
Dalam kunjungannya sebagai pembicara, pendeta Garth
menanyakan anggota apakah arti buku Wahyu dalam kehidupan
mereka. Karena pertemuan ini bersifat Care Group, anggota
diberi kesempatan melontarkan pendapat mereka tentang buku
Wahyu. Dari sini pengenalan akan buku Wahyu dijelaskan.
Pesan yang dibawakan adalah, jangan melewatkan Kristus
Page 19
Edisi 289 – 9 Mei 2014
dalam buku Wahyu. Kristus sebagai Domba Allah adalah fokus
buku Wahyu. Bapa, Anak dan Roh Kudus merupakan yang
terutama dan berada dalam lingkaran utama alam semesta,
dimana di luar lingkaran itu terdapat yang terdekat denganNya,
kerubim, malaikat, kedua puluh empat tua-tua dan umat
manusia,
yang
mengambil
bagian
dalam
tujuan
keselamatanNya.
inga waktu masih anak-anak sekitar 10 tahun lalu torang ja
datang di KKR disini,” kata Pierson Kolinug, salah seorang
anggota PA memorial RAMA dalam acara Pelayanan
Perorangan. “Torang datang disini dengan tujuan untuk saling
menguatkan dan saling memberikan semangat satu dengan
yang lain, supaya torang pe tujuan yang sama yaitu menuju
Kanaan Sorgawi akan terwujud,” lanjut Kolinug yang juga
adalah Ketua PA Wilayah Ratahan.
Pertemuan ini berjalan dengan baik, khususnya bagi salah satu
anggota yang sedang bergumul. Ia bersaksi bahwa Rabu Malam
itu merupakan jawaban dari doa-doanya. Ia mendapatkan
dukungan dan jawaban bahwa Yesus berperan dalam hidupnya.
Seperti yang dikatakan dalam Wahyu 1:3 ‘Berbahagialah ia
yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata
nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di
dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.’ ‘Inilah wahyu Yesus
Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya
ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus
segera terjadi.’ (Wahyu 1:1).
Biarlah wahyu ini menjadi bagian umat yang menunggu akan
kedatangan Kristus yang kedua.
KAKAK “KUDETA” ADIK DI
IBADAH SABAT JEMAAT
MINANGA
Dilaporkan oleh: Refly Ompi, BAIT Ratahan
Untuk menunjang pekerjaan penginjilan yang ada di Wilayah
Ratahan dan sekitarnya, maka melalui program kerja Pemuda
Advent Jemaat Memorial Rantung-Malingkas Ratahan
mengadakan kunjungan ke Jemaat Minanga yang ada di
Kecamatan Pusomaen, Minahasa Tenggara. Setelah sempat
tertunda beberapa kali oleh kegiatan yang ada Jemaat Memorial
RAMA, maka pada hari Sabat, 3 Mei 2014, program Kerja PA
Memorial RAMA tahun 2014 terlaksana setelah mengadakan
perlawatan atau kunjungan ke Jemaat Minanga, Pusomaen yang
dulunya merupakan cabang Jemaat Memorial RAMA. “Torang
Bejana Advent Indonesia Timur
Di acara Khotbah juga Jemson Sakul kembali mengenang
masa-masa remaja datang di KKR. “Waktu itu torang masih
SMP (Sekolah Menegah Pertama) ja datang kerja bakti di greja
nae oto trek (truk), kong ja ba lari-lari di steleng (tiang
penyangga bangunan) mar skarang torang datang deng bis
Page 20
Edisi 289 – 9 Mei 2014
untuk melayani jemaat di tempat ini.” Kata Jemson Sakul,
disambut ketawa kecil anggota Jemaat. Sakul dalam
khotbahnya mengajak seluruh jemaat yang hadir untuk tetap
berada dalam kebenaran walaupun badai dan tantangan
melanda hidup namun tetap andalkan Yesus sebagai nahkoda
dalam perjalana menuju sorga.
RAMA. Dan pada tanggal 02 Juni 2004 GMAHK Jemaat
Minanga diresmikan dan ditahbiskan oleh Bupati Minahasa
Selatan, Drs. Ramoy Luntungan saat itu dan Pdt. B.J. Sepang,
MA. Ketua Uni Konfrens Uni Indonesia Kawasan Timur.
Sekitar pukul 09.00 pagi rombongan PA Jemaat Memorial
RAMA berjumlah ± 30 orang ditambah dengan sponsor PA dan
seorang Ketua Jemaat tiba di GMAHK Jemaat Minanga dan
langsung mengambil alih acara Rumah Tangga dalam bentuk
fragmen singkat dan disambung dengan acara Sekolah Sabat.
Kemudian dilanjutkan dengan acara khotbah oleh ketua PA
Jemaat memorial RAMA, Sdr. Jemson Sakul. Setelah
pelayanan potluck yang luar biasa dari Jemaat Minanga, pada
pukul 15.00 dilanjutkan dengan acara Pemuda Advent yang
dikemas begitu menarik sehingga semua anggota jemaat yang
hadir semua turut berpartisipasi dalam acara tersebut sampai
acara penutupan Sabat. Menariknya seluruh acara diselingih
dengan lagu-lagu pujian yang dibawakan oleh Memorial
RAMA Adventist Youth Choir dibawah pimpinan Juwanti
Amirudin-Sahensolar. Jemaat Minanga merasa bersyukur dan
diberkati lewat pelayanan yang diberikan oleh PA Jemaat
Memorial yang mereka ungkapkan lewat pesan dan kesan di
akhir acara. “Kalu boleh, brikut datang ulang,” kata salah
seorang anggota jemaat. Pada acara Pemuda Advent juga hadir
beberapa anggota jemaat Memorial RAMA yang juga ikut
berpartisipasi di acara tersebut.
PEKERJAAN PENGINJILAN DI
MINANGA LAMBAT TAPI ADA
KEMAJUAN
Dilaporkan oleh: Refly Ompi, BAIT RATAHAN
Jemaat Minanga yang berada di Desa Minanga Dua,
Kecamatan Pusomaen (Tadinya merupakan Wilayah Kec.
Belang) Kabupaten Minahasa Tenggara yang berjarak ± 15 Km
dari Kota Ratahan tadinya adalah cabang dari Jemaat Memorial
Bejana Advent Indonesia Timur
Saat ini hampir 10 tahun Jemaat Minanga berdiri sendiri yang
pada awalnya hanya terdiri dari 5 (lima) kepala keluarga.
Menurut penuturan Ketua Jemaat, Sdr. Pangandaheng bahwa
saat ini Jemaat Minanga sudah mencapai 10 (sepuluh) kepala
keluarga dengan 23 anggota baptis. Namun sebagian anggota
Page 21
Edisi 289 – 9 Mei 2014
Jemaat ada yang sedang bekerja dan sedang studi (sekolah /
kuliah) di luar Minanga sehingga terasa sedikit kehadiran dari
anggota Jemaat di gereja. Pangandaheng mengakui, pekerjaan
penginjilan di Jemaat Minanga memang agak lambat tapi saat
ini mengalami kemajuan. Saat ini juga Pdt. Simon Kunu
melayani sebagai Pendeta jemaat Minanga sekaligus Pendeta
wilayah yang meliputi wilayah yang ada di Kecamatan Ratahan
Timur seperti Jemaat Pangu, Wongkai, Wiau, Wioi dan di
Kecamatan Pusomaen seperti Jemaat Tatengesan dan Jemaat
Minanga sendiri. Mari kita doakan pekerjaan penginjilan yang
ada di Jemaat Minanga, Pusomaen.
JEMAAT PIONEER RATAHAN
MEMBANGUN GEREJA BARU
Dilaporkan oleh: Refly Ompi, BAIT Ratahan
Seiring dengan kemajuan pekerjaan Tuhan yang ada di
Ratahan, Jemaat Pioneer Ratahan tak mampu lagi menampung
anggota jemaat untuk beribadah pada hari Sabat. Selain itu juga
melalui program Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara
tepatnya di Ratahan sebagai ibukota kabupaten Minahasa
tengga raya itu melalui pembangunan infrastruktur seperti
pelebaran jalan raya, maka lokasi GMAHK Pioneer ratahan pun
terkena dampak sempitnya lahan sehingga tak heran untuk
tempat parkir mobil dan sepeda motor saja harus menggunakan
bahu jalan, sehingga tampak pemandangan yang tak lazim
seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu Jemaat Pioneer
melakukan pekerjaan pembangunan gedung gereja baru yang
pada akhir tahun 2012 lalui melalui pimpinan pusat GMAHK
General Konfrens, Divisi Asia Pacifik Selatan dan Uni
Konfrens Kawasan Indonesia Timur sudah melaksanakan
peletakan batu pertama. Dan pada saat ini pembangunan
gedung gereja sudah mencapai tahap pengecoran lantai dua.
Bejana Advent Indonesia Timur
Tepatnya di lokasi pembangunan gereja yang tidak jauh
dengan jalan ring road kabupaten Minahasa Tenggara pada hari
Minggu 4 Mei 2014, Jemaat Pioneer melaksanakan pekerjaan
pengecoran tahap II lantai 2. Tampak terlihat anggota jemaat
Pioneer Ratahan mulai dari orang tua, orang muda sampai
anak-anak berbondong-bondong menuju lokasi pekerjaan
walaupun hari masih sekitar pukul 4.30 subuh. Acara di mulai
dengan kegiatan doa subuh dan dilanjutkan dengan pekerjaan
Page 22
Edisi 289 – 9 Mei 2014
pengecoran. “So rame,” ungkap Junei di Rantung seorang
anggota pemuda generasi penerus melalui salah satu situs
jejaring sosial. Welson Wungow salah satu anggota jemaat juga
tak mau kalah mengunggah foto-foto kegiatan jemaat Pioneer
saat itu melalui akun jejaring sosial.
Pembangunan gedung gereja ini berlokasi di atas lahan milik
salah satu keluarga anggota jemaat Pioneer Ratahan yang saat
ini bermukim di Amerika Serikat yang dihibahkan ke
organisasi GMAHK untuk membangun sebuah gereja, ungkap
salah seorang anggota jemaat. “Dana pembangunan gedung
gereja sudah ada namun tenaga kerja yang masih perlu
ditambah,” lanjutnya. Menurut informasi yang diperoleh
rencananya gedung gereja ini ditargetkan akan selesai pada
tahun 2015. Mari kita dukung dan doakan pembangunan
gereja baru dari Jemaat Pioneer Ratahan.
Ulang Tahun
Segenap pimpinan dan seluruh tim redaksi menyampaikan
selamat ulang tahun kepada semua relawan BAIT yang
berulang tahun di bulan Mei ini, di antaranya :
Bryan Mamanua – 1 Mei
Marthin Walean – 3 Mei
Joice Pandeleke – 5 Mei
Eric Tomarere – 6 Mei
Samuel Kamuh – 13 Mei
Freddy Kalangi – 14 Mei
Jufri Wantah – 15 Mei
Janette Sepang – 16 Mei
Meilien Makahekung – 18 Mei
Pdt. Edison Takasanakeng – 18 Mei
Brussi Soriton – 22 Mei
Pdt. Johny Salaga – 23 Mei
Tommy Manawan – 23 Mei
Tuhan memberkati selalu.
Berita Kelahiran
Telah lahir dengan
selamat, anak ke 2
putri pertama dari
Keluarga
Ole
Wongkar (Halens
Ryanlie Ole, S.E.
& dr. Ersian R. G.
Wongkar)
yang
diberi
nama“Gratianlie
Dwyneth Arantxa Ole”pada tanggal 5 Mei 2014 di RSA
Manado. Ibu dan anak dalam keadaan sehat. – Refly Ompi
Berita Duka
Telah meninggal dunia pada tanggal 8 Mei 2014, pdt. Cheppy
Yusuf setelah beberapa hari dirawat di RSA Manado.
Acara pemakaman diadakan pada hari jumat tanggal 9 mei
2014.
Semoga semua keluarga yang ditingalkan beroleh penghiburan
sejati dari Surga.
echel
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 23
Edisi 289 – 9 Mei 2014
kami
Sebagai pengikut Kristus seharusnya peristiwa keji tidak lagi
mengejutkan kita. Kita justru harus lebih waspada terhadap
sang pembunuh paling keji yang kadang tidak membuat kita
awas.
Sejak awal dunia ini iblis telah memprovokasi Kain untuk
membunuh Habel. Setelah peristiwa tersebut peristiwa
pembunuhan bukan lagi hal yang aneh karena si dalang
pembunuhan tidak pernah puas bahkan terus ketagihan
menyaksikan kematian umat manusia. Dia bukan saja terobsesi
membunuh fisik manusia tapi dia pun terobsesi untuk
menghadiahkan kematian kekal kepada semua manusia.
Dia tahu waktunya makin singkat dan untuk membuang
manusia ke dalam jurang kematian kekal. Iblis ”Sang
Pembunuh” yang sangat pintar tidak perlu membunuh secara
langsung. Cukup dengan membuang ketergantungan kita pada
Ilahi maka itu sudah menjadi jaminan anda atau saya akan mati
selamanya. Untuk membunuh manusia, kadang dia juga
mempraktekkan mutilasi. Bagian tubuh tertentu anda dulu yang
diserangnya. Entah mata anda, pikiran anda, tangan anda
ataupun bagian tubuh manapun yang mudah diserangnya maka
itu akan menjadi awal kematian rohani anda.
Bila anda mau selamat dari sang pembunuh berantai paling keji
di dunia ini. Mau selamat dari kematian kekal, mau selamat
dari mutilasi. Serahkanlah sepenuhnya hidupmu pada Tuhan,
maka Dia akan memberikan jaminan keselamatan kepadaMu.
Redaksi
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 24
Download