P U T U S A N Nomor 327/PDT/2017/PT.BDG. DEMI KEADILAN

advertisement
P U T U S A N
Nomor 327/PDT/2017/PT.BDG.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung yang memeriksa dan
mengadili perkara-perkara perdata pada tingkat banding, telah menjatuhkan
putusan sebagai berikut dalam perkara antara:
1.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI Cq. KANWIL
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI JAWA
BARAT
sekarang
DINAS
PENDIDIKAN
PEMERINTAH
DAERAH
PROVINSI JAWA BARAT, berkedudukan di Jalan Dr. Radjiman No.6
Bandung, yang diwakili oleh Dr. H. Asep Hilman, M.Pd Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dalam hal ini memberikan kuasa kepada
H.J.J. BUDI PRASTIO,S.H.,MH,Dkk Tim Bantuan Hukum Pemerintah
Provinsi Jawa Barat, berkedudukan di Kantor Gubernur Jawa Barat Jalan
Diponegoro Nomor. 22 Kota Bandung, berdasarkan Surat Kuasa Khusus
tanggal 2 November 2016 selanjutnya disebut sebagai Pembanding I
semula Tergugat I;
2.
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIAMIS, berkedudukan di Jalan
Jenderal Sudirman No.16 Kabupaten Ciamis, yang diwakili oleh Bupati
Ciamis, dalam hal ini memberikan kuasa kepada AEP,SH.,MH.,Dkk
beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No.16, berdasarkan Surat Kuasa
Khusus tanggal 23 Maret 2017, selanjutnya disebut sebagai Pembanding
II semula Tergugat II;
3.
SMKN 2 KABUPATEN CIAMIS, berkedudukan di Jalan Sadananya No.21
Maleber Kabupaten Ciamis, yang diwakili oleh Kepala SMKN 2 Ciamis,
dalam hal ini memberikan kuasa kepada AEP,SH.,MH.,Dkk beralamat di
Jalan Jenderal Sudirman No.16, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal
14 Maret 2017, selanjutnya disebut sebagai Pembading III semula
Tergugat III;
Lawan
1.
JOHNNI JOHAR JOHOR, IR, Islam, Wiraswasta, beralamat di Jln. Galaxi
selatan IV, Margahayuraya BRT U II No.204 RT.002 RW.007 Kelurahan
Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung;
Halaman 1 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
2.
ARISMAYA DJALIL ANWAR, Islam, Wiraswasta, beralamat di Jln.
Siliwangi No.57 RT.001 RW.003 Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis,
Kabupaten Ciamis;
Keduanya dalam hal ini memberikan kuasa kepada Dik Dik Chandra, S.H.,
Advokat, beralamat dijalan Kalangsari II, No. 6, Kota Tasikmalaya,
berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 18 April 2017 selanjutnya
disebut sebagai Para Terbanding semula Para Penggugat;
dan
KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN CIAMIS, berkedudukan di Jalan Drs.
H. Soejoed No.14 Kabupaten Ciamis, yang diwakili oleh Kepala Kantor
Pertanahan Kabupaten Ciamis, dalam hal ini memberikan kuasa kepada
SUWONDO,Aptnh.,Dkk berkedudukan di Jalan Drs. H. Soejoed No.14,
berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 21 September 2016, selanjutnya
disebut sebagai Turut Terbanding semula Turut Tergugat;
PENGADILAN TINGGI tersebut;
Membaca, Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat tanggal 21 Juli
2017, Nomor 327/ PEN.PDT / 2017 / PT.BDG tentang Penunjukan Majelis
Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini;
.
Telah membaca Berkas perkara serta salinan resmi Putusan Pengadilan
Negeri Ciamis tanggal 9 Maret 2017 Nomor 15/Pdt.G/2016/PN Cms. serta surat
– surat yang berhubungan dengan perkara ini ;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang, bahwa Para Penggugat dengan surat gugatan tanggal 5
September 2016 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan
Negeri Ciamis pada tanggal 5 September 2016 dalam Register Nomor
15/Pdt.G/2016/PN.Cms, telah mengajukan gugatan sebagai berikut :
1.
Bahwa, orang tua Para Penggugat yaitu Almarhum A. Djalil Anwar semasa
hidupnya memiliki sebidang tanah yang telah bersertifikat sejak tahun
1982 dengan Sertifikat Hak Milik Nomor : 234/Maleber, luas 3.739 m2
yang terletak di Blok Sukarena, Desa Maleber, Kecamatan Ciamis,
Kabupaten Ciamis, asal konversi bekas hak milik adat C No. 543, Persil
No.22.S.II;
Halaman 2 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
2.
Bahwa, adapun batas-batas tanah dengan Sertifikat Hak Milik Nomor :
234/Maleber, Surat Ukur No. 2365/1982, tanggal 12 Oktober 1982 adalah
sebagai berikut :
3.
-
Sebelah Utara
: Selokan;
-
Sebelah Timur
: Tanah milik Adat;
-
Sebelah Selatan : Selokan;
-
Sebelah Barat
: Tanah Kalungguhan;
Bahwa, pada tahun 1986 tanpa seijin orang tua Para Penggugat sebagian
tanah milik orang tua Para Penggugat tersebut yang berada di sebelah
barat dahulu dikenal tanah kalungguhan yaitu seluas 614 m2 telah
dikuasai secara melawan hukum oleh SMKN 2 Kabupaten Ciamis
(Tergugat III);
4.
Bahwa tanah yang sekarang dikuasai oleh SMKN 2 Kabupaten Ciamis
dengan
Sertifikat
Hak
Pakai
No.
10,
luas
32.350
m2
atas
namaDepartemen Pendidikan dan Kebudayaan RI cq. Kanwil Departemen
Pendidikan Pemerintah Daerah Jawa Baratsekarang Dinas Pendidikan
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat(Tergugat I) yang mana sebagian
tanah tersebut seluas 614 m2 adalah merupakan bagian dari tanah milik
orang tua Para Penggugat sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor :
234/Maleber;
5.
Bahwa sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Daerah dan Keputusan
Menteri Pendidikan RI No. 030/M/2001, tanggal 7 Maret 2001 tentang
Penghapusan Barang Milik / Kekayaan Negara Departemen Pendidikan
Nasional Dengan Tindak Lanjut dialihkan Kepada Pemerintah Daerah
sehingga asset SMKN 2 Ciamis meliputi Sertifikat Hak Pakai No. 10, telah
menjadi asset milik Tergugat II;
6.
Bahwa sesuai dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, bahwa tanggung jawab pengelolaan pendidikan
setingkat SMA/SMK berada di bawah Pemerintahan Propinsi, sehingga
asset SMKN 2 Ciamis meliputi Sertifikat Hak Pakai No. 10, dikembalikan
kepada Tergugat I;
7.
Bahwa, Para Penggugat merasa dirugikan dengan penguasaan tanah milik
orang tua Para Penggugat secara malawan hukum dan Para Penggugat
sudah berulang kali menanyakan status tanah tersebut kepada Tergugat II
dan Tergugat III tapi jawabannya selalu berbelit-belit dan tidak ada
penyelesaian;
Halaman 3 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
8.
Bahwa, Para Penggugat baru menemukan titik terang setelah masalah
tersebut dimediasikan oleh Turut Tergugat dan telah diukur ulang serta
telah diberi tanda patok yang mana terdapat sebagian bidang tanah milik
orang tua Para Penggugat berada dalam areal Tergugat III (Sertifikat Hak
Pakai No. 10);
9.
Bahwa, Para Penggugat telah berkali-kali meminta kepada Tergugat II dan
Tergugat III agar mengembalikan sebagaian tanah milik orang tua Para
Penggugat atau mengganti kerugian kepada Para Penggugat, namun
selalu mendapatkan jawaban yang tidak pasti. Oleh karena itu Para
Tergugat tersebut secara bersama-sama telah melakukan Perbuatan
Melawan Hukum yang sangat merugikan Para Penggugat;
10. Bahwa, atas Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan oleh Para
Tergugat tersebut, Para Penggugat telah dirugikan yaitu tidak dapat
memiliki, menguasai, menikmati dan memanfaatkan sebagian tanah
peninggalan orang tua Para Penggugat seluas 614 m2;
11. Bahwa, disamping itu jika tanah tersebut dihitung disewakan maka Para
Penggugat telah dirugikan karena hilangnya uang sewa tanah yaitu :
-
Harga sewa pertahun dengan taksiran 1 ha sawah menghasilkan 4 ton
gabah sekali panen dengan panen 3 X setahun : 0,0614 X 4 Ton =
245,6 Kg gabah X 3 panen = 736,8 Kg X Rp. 10.000,-
-
= 7.368.000,- x 30 tahun
= Rp.221.040.000,-
Kerugian immaterial
= Rp.200.000.000,-
Jumlah
=Rp.421.040.000,-
12. Bahwa, berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Para Penggugat menuntut
agar Para Tergugat dihukum untuk :
a. menyerahkan tanah milik orang tua Para Penggugat seluas 614 m2
(enam ratus empa belas meter persegi) yang sekarang digunakan oleh
Tergugat III, yang terletak dan dikenal dengan SMKN 2 Kabupaten
Ciamis, Jln. Sadananya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis, sesuai
dengan Sertifikat Hak Milik Nomor : 234/Maleber, Surat Ukur No.
2365/1982, tanggal 12 Oktober 1982, dengan batas-batas sebagai
berikut :
-
Sebelah Utara
: Selokan;
-
Sebelah Timur
: Tanah milik Adat;
-
Sebelah Selatan
: Selokan;
-
Sebelah Barat
: Tanah Kalungguhan;
Halaman 4 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
b. secara
tanggung
renteng
membayar
ganti
rugi
kepada
Para
Penggugat sebesar Rp.421.040.000,-(empat ratus dua puluh satu juta
empat puluh ribu rupiah);
13. Bahwa, agar gugatan ini tidak illusoir maka Para Penggugat mohon agar
diletakan sita jaminan (Conservatoir Beslag) dahulu terhadap objek yang
dikuasaidan atau sita jaminan persamaan terhadap objek yang dikuasai
oleh Para Tergugat yaitu berupa tanah dan bangunan Sertifikat Hak Pakai
No. 10, Kelurahan Maleber yang terletak dan dikenal dengan SMKN 2
Kabupaten Ciamis, Jln. Sadananya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis;
14. Bahwa, gugatan a-quo didukung oleh alat bukti yang sah menurut hukum
sesuai dengan ketentuan Pasal 180 ayat (1) HIR, oleh karenanya patut
untuk dikabulkan disertai dengan putusan serta merta (Uit voerbar bij
voeraad)meskipun ada upaya banding, kasasi maupun verzet;
15. Bahwa, untuk menjamin pelaksanaan putusan, maka wajar jika Penggugat
mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Ciamis untuk menetapkan uang
paksa (dwangsom) sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) perhari
yang harus dibayar Para Tergugat bila lalai dalam melaksanakan putusan
ini yang telah berkekuatan hukum tetap;
16. Bahwa Para Penggugat telah berkali-kali mencoba menyelesaikan
masalah ini dengan Para Terguggat secara musyawarah kekeluargaan
namun selalu mendapat tanggapan yang tidak baik dari Para Terguggat,
sehingga tidak ada jalan lain lagi selain mengajukan masalah ini di
Pengadilan Negeri Ciamis agar permasalahan ini dapat diperiksa, diadili
dan diputus oleh yang terhormat Ketua Pengadilan Negeri Ciamis cq. yang
terhormat majelis Hakim yang memeriksa perkara ini.
Berdasarkan alasan-alasan di atas, maka Para Penggugat mohon agar
Pengadilan Negeri Ciamis berkenan untuk menerima gugatan Penggugat dan
selanjutnya memberikan putusan sebagai berikut :
1.
Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya;
2.
Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) yang
diletakan atastanah dan bangunan Sertifikat Hak Pakai No. 10, Kelurahan
Maleber yang terletak dan dikenal dengan SMKN 2 Kabupaten Ciamis, Jln.
Sadananya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis;
3.
Menyatakan bahwa Para Tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan
Hukum yang sangat merugikan Para Penggugat;
4.
Menyatakan Para Penggugat sebagai pemilik yang sah atas tanah seluas
614 m2 yang terletak dan dikenal dengan SMKN 2 Kabupaten Ciamis, Jln.
Halaman 5 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Sadananya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis, sesuai dengan Sertifikat
Hak Milik Nomor : 234/Maleber, Surat Ukur No. 2365/1982, tanggal 12
Oktober 1982, dengan batas-batas sebagai berikut :
5.
- Sebelah Utara
: Selokan;
- Sebelah Timur
: Tanah milik Adat;
- Sebelah Selatan
: Selokan;
- Sebelah Barat
: Tanah Kalungguhan;
Menghukum Para Tergugat agar :
a. menyerahkan tanah milik orang tua Para Penggugat seluas 614 m2
(enam ratus empa belas meter persegi) yang sekarang digunakan oleh
Tergugat III, yang terletak dan dikenal dengan SMKN 2 Kabupaten
Ciamis, Jln. Sadananya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis, sesuai
dengan Sertifikat Hak Milik Nomor : 234/Maleber, Surat Ukur No.
2365/1982, tanggal 12 Oktober 1982, dengan batas-batas sebagai
berikut :
-
Sebelah Utara
: Selokan;
-
Sebelah Timur
: Tanah milik Adat;
-
Sebelah Selatan
: Selokan;
-
Sebelah Barat
: Tanah Kalungguhan;
b. secara
tanggung
renteng
membayar
ganti
rugi
kepada
Para
Penggugat sebesar Rp.421.040.000,- (empat ratus dua puluh satu juta
empat puluh ribu rupiah);
6.
Menghukum Para Tergugat untuk mengosongkan tanah objek sengketa
berikut bangunan yang berada di atasnya dikenal dengan SMKN 2
Kabupaten Ciamis, Jln. Sadananya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis;
7.
Menghukum Para Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom)
sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) setiap hari Tergugat lalai
melaksanakan isi putusan perkara ini terhitung sejak putusan berkekuatan
hukum tetap;
8.
Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk dan patuh terhadap isi putusan
perkara ini;
9.
Mebebankan biaya perkara kepada Para Tergugat;
10. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dahulu (uitvoerbaar bij
voorraad) meskipun ada perlawanan banding, kasasi, maupun verzet;
Atau : Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadiladilnya.
Halaman 6 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Menimbang, bahwa terhadap gugatan Para Penggugat tersebut
Tergugat I memberikan jawaban pada pokoknya sebagai berikut :
A. DALAM EKSEPSI
1. Eksepsi Prosesual di Luar Eksepsi Kompetensi
1.1. Eksepsi Error in Persona
1.1.1 Gugatan Diskualifikasi in Person (Gemis aanhoedanigheid)
Bahwa
Penggugat
tidak
memiliki
kapasitas
(legal standing) untuk
menggugat dalam perkara a quo. Melihat gugatan Penggugat yang
teregister
di
Kepaniteraan
Pengadilan
Negeri
Ciamis
Nomor
15/Pdt.G/2016/PN.CMS., tanggal 5 September 2016 dengan tanggal yang
sama, artinya Para Penggugat dalam hal ini baru mempermasalahkan tanah
dan bangunan dan/atau objek sengketa dalam perkara a quo pada tanggal
5 September 2016. Namun akan tetapi, merujuk pada Sertipikat Hak Pakai
Nomor 10 Tahun 1986 Surat Ukur Nomor 44/1986 tanggal 7 Januari 1986
atas nama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Cq. Kanwil
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Maka dapat
diperoleh kesimpulan jangka waktu antara Sertipikat Hak Pakai tersebut
terbit pada tahun 1986 dan dihubungkan dengan diajukannya gugatan a quo
oleh Para Penggugat pada tahun 2016 yaitu kurang lebih 30 (tiga puluh)
tahun.
Bahwa atas dasar hal tersebut apabila memperhatikan bunyi pasal 32 ayat
(2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran
Tanah, yang menyebutkan:“Pihak lain yang merasa mempunyai hak atas
tanah itu tidak dapat lagi menuntut pelaksaaan hak tersebut apabila
dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya sertifikat itu tidak
mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemegang sertifikat dan
Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan atau tidak mengajukan
gugatan ke Pengadilan mengenai penguasaan tanah atau penerbitan
sertifikat tersebut.
Bahwa dalam penjelasan Ketentuan tersebut dijabarkan berkenaan dengan
tujuan dari bunyi pasal 32 ayat (2) yaitu agar pada satu pihak untuk tetap
berpegang pada sistem publikasi negatif dan pada lain pihak untuk secara
seimbang memberikan kepastian hukum kepada pihak yang dengan itikad
baik menguasai sebidang tanah dan didaftar sebagai pemegang hak dalam
buku tanah, dengan sertifikat sebagai tanda buktinya, yang menurut UUPA
berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat.
Halaman 7 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Bahwa terhadap hal tersebut, dapat disimpulkan bahwasannya Para
Penggugat sudah tidak lagi mempunyai kapasitas (legal standing) untuk
menggugat dalam perkara a quo. mengingat bunyi ketentuan tersebut diatas
hanya memberikan Hak kepada Para Penggugat untuk mempermasalahkan
perkara a quo dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Bahwa berdasarkan keseluruhan alasan-alasan hukum di atas maka
menjadi sangat terang dan jelas di dalam perkara a quo bahwa Para
Penggugat
tidak memiliki hubungan hukum dengan objek sengketa,
sehingga dengan kedudukan yang demikian maka jelaslah sudah bahwa
Penggugat adalah Penggugat yang tidak memiliki legal standing atau
menurut hukum dinyatakan sebagai penggugat yang tidak memiliki
kualifikasi (diskualifikasi in person).
Bahwa kedudukan para Penggugat yang tidak memiliki kapasitas (legal
standing) ini patut untuk dikualifikasikan sebagai cacat error in persona, hal
ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh M. Yahya Harahap, SH.,
(2005: 111) bahwa apabila yang bertindak sebagai Penggugat orang yang
tidak memenuhi syarat (diskualifikasi) karena disebabkan Penggugat dalam
kondisi
tidak
mempunyai
hak
untuk
menggugat
perkara
yang
disengketakan, hal tersebut karena Penggugat bukan merupakan pihak
yang secara hukum khususnya menurut sistem hukum pertanahan yang
dianut di Indonesia sebagai pihak yang memiliki sertipikat sebagai alas
hukum yang kuat yang membuktikan hak seseorang atas kepemilikan suatu
tanah, maka gugatan tersebut harus dinyatakan cacat formal karena
mengandung diskualifikasi in person.
Bahwa permasalahan mengenai pentingnya kapasitas (legal standing) dari
suatu pihak yang berperkara khususnya Penggugat juga telah diangkat
menjadi yurisprudensi Mahkamah Agung RI sebagaimana putusan Nomor
294 K/Sip/1971 tanggal 7 Juli 1971 juncto putusan Pengadilan Tinggi
Bandung Nomor 114/1970/Perd/PTB tanggal 10 Nopember 1970 juncto PNI
Bandung Nomor 215/1967/Sipil tanggal 4 Juni 1968 yang menyatakan
bahwa suatu gugatan haruslah diajukan oleh orang yang mempunyai
hubungan hukum dengan apa yang digugatnya, sehingga gugatan yang
secara salah diajukan tersebut haruslah dinyatakan tidak dapat diterima.
1.1.1. Gugatan Kurang Pihak (Plurium Litis Consortium).
Bahwa Para Penggugat di dalam surat gugatannya yang teregister dalam
Perkara Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.CMS tanggal 5 September 2016 perihal
Gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan melalui kepaniteraan
Halaman 8 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Pengadilan Negeri Ciamis harus dinyatakan kurang pihak. Karena apabila
para Penggugat mengklaim sebagai pihak yang berhak atas sebidang tanah
dengan SHM no. 234 dengan luas 3.739 m2 yang diterbitkan oleh Kepala
Kantor Agraria pada Tanggal 21 Oktober 1982 atas nama H. A. Djalil Anwar
sebagai alat bukti Para Penggugat (dalam hal ini para Penggugat
merupakan anak/ahli waris dari almarhum H. A. Djalil Anwar) seharusnya
para Penggugat dalam Surat Gugatannya mencantumkan seluruh ahli waris
dari almarhum H. A. Djalil Anwar berdasarkan Surat Keterangan Waris yang
ditandatangani oleh seluruh ahli waris pada tanggal 25 Mei 2011 kemudian
disahkan oleh Lurah Ciamis pada tanggal 10 April 2012 yang selanjutnya
disahkan oleh Camat Ciamis pada Tanggal 13 November 2013 dengan
nama-nama ahli waris dari Almarhum H. Abdul Djalil Anwar sebagai berikut:
-
Dr. H. Atang Al Mahboeb;
-
Suhanah;
-
Drs. Noor Rasyid Anwar;
-
Noor Rachman Anwar;
-
Noorjaman Djalil Anwar (Almarhum);
-
Tatang Noorchiat DA;
-
N. ST. Noor hayati;
-
Drs. Arismaya Djalil Anwar;
-
Johnni Johan Johor, Ir.;
-
Yoyo Sutaryo;
-
Heri Al Azhar
Bahwa bukankah Para Ahli Waris tersebut secara hukum dilindungi
dan/atau mendapatkan hak atas harta peninggalan dari almarhum H. A.
Djalil Anwar, karena melihat bunyi ketentuan Pasal 874 Kitab UndangUndang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie) yang berbunyi
sebagai berikut:
Pasal 874
Segala harta peninggalan seseorang yang meninggal dunia, adalah
kepunyaan para ahli warisnya menurut undang-undang, sejauh mengenai
hal itu dia belum mengadakan ketetapan yang sah.
Bahwa selain daripada ahli waris H. A. Djalil Anwar masih ada pihak yang
perlu ditarik juga sebagai Tergugat yaitu Bapak Dede H. BA sebagai Kepala
Bagian Tatapraja Setwilda Tk. II Ciamis selaku pemilik sebidang tanah yang
terletak di Desa Maleber Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yang telah
melepaskan hak atas tanah melalui Surat Pernyataan Melepaskan Hak Atas
Halaman 9 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Tanah tertanggal 10 Januari 1986 kepada Drs. Sonjaya sebagai Pimpinan
Proyek Peningkatan SMTA dan Teknologi Jabar bertindak untuk dan atas
nama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan Keputusan
Departemen
Pendidikan
dan
Kebudayaan
Nomor
475/XIII/3/1985,
disaksikan oleh Kepala Desa Maleber dan Pegawai Kantor Kecamatan
Ciamis;
Bahwa berdasarkan keseluruhan alasan-alasan hukum di atas maka
menjadi sangat terang dan jelas di dalam perkara a quo bahwa Para
Penggugat
tidak memiliki hubungan hukum dengan objek sengketa,
sehingga dengan kedudukan yang demikian maka jelaslah sudah bahwa
Penggugat adalah Penggugat yang tidak memiliki legal standing atau
menurut hukum dinyatakan sebagai penggugat yang tidak memiliki
kualifikasi (diskualifikasi in person).
Berkaitan dengan hal tersebut agar menjadi terang dan jelas seharusnya
Penggugat menarik pula seluruh pihak-pihak tersebut di atas, sehingga
gugatannya tersebut tidak kekurangan pihak.
Bahwa selaras dengan apa yang disampaikan oleh M. Yahya Harahap,
S.H., (2005: 112) :
Bentuk error in persona yang lain disebut plurium litis consortium. Pihak
yang bertindak sebagai penggugat atau yang ditarik sebagai tergugat :
-
tidak lengkap, masih ada orang yang mesti ikut bertindak sebagai
penggugat atau ditarik tergugat;
-
oleh karena itu, gugatan mengandung error in persona dalam bentuk
plurium litis consortium, dalam arti gugatan yang diajukan kurang pihaknya.
Hal tersebut juga mengacu pada yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor
186/R/Pdt/1984 tanggal 18 Desember 1985 juncto putusan PT Samarinda
Nomor 178/1983 tanggal 21 September 1984 juncto PN Samarinda Nomor
96/1982 tanggal 5 Maret 1983 yang menyatakan bahwa karena tidak
menarik pihak yang seharusnya ditarik sebagai pihak maka gugatan
dinyatakan mengandung cacat error in persona dalam bentuk plurium litis
consortium. Yurisprudensi tersebut semakin diperkuat oleh yurisprudensi
Mahkamah Agung RI yang lain dalam putusan Nomor 1125 K/Pdt/1984
tanggal 18 September 1983 juncto putusan PT Bandung Nomor 454/1982
tanggal 9 Juni 1983 juncto putusan PN Bandung Nomor 6/1982 tanggal 25
Agustus 1982 yang menyatakan bahwa judex factie salah menerapkan tata
tertib beracara yang tidak menyertakan pihak yang memiliki relevansi
namun tidak ditarik menjadi pihak di dalam suatu perkara. Hal senada juga
Halaman 10 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
ditegakkan di dalam yurisprudensi Mahkamah Agung yang lain yaitu dalam
putusan Nomor 621 K/ Sip/1975 tanggal 25 Mei 1977 yang menyatakan
bahwa dengan tidak menarik pihak ketiga yang memiliki keterkaitan dengan
gugatan yang diajukan penggugat maka mengandung cacat plurium litis
consortium.
Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas kiranya sudah cukup alasan
hukum bagi Yang Mulia Majelis Hakim Yang Terhormat yang memeriksa
dan mengadili perkara a quo untuk menyatakan menolak gugatan para
Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima
(niet ontvankelijkverklaard).
1.2. Gugatan para Penggugat dapat dikatakan Prematur
Bahwa Para Penggugat di dalam surat gugatannya yang teregister dalam
Perkara Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.CMS tanggal 5 September 2016 perihal
Gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan melalui kepaniteraan
Pengadilan Negeri Ciamis harus dinyatakan Prematur, karena seharusnya
para Penggugat mengajukan gugatannya setelah ada surat ukur yang sah
yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis dan disaksikan
oleh para pihak terkait yang sah.
Bahwa pada Posita angka 8 dalil para Penggugat yang menyebutkan “baru
menemukan titik terang setelah masalah tersebut dimediasikan dan telah
diukur ulang serta telah diberi tanda patok yang mana terdapat sebagian
bidang tanah milik orang tua para Penggugat berada dalam areal Tergugat
III” tetapi para Penggugat tidak dapat membuktikan Surat Ukur atau
keterangan apapun dengan jelas. Hal tersebut tertuang dalam Berita Acara
Pengembalian Batas Sertipikat Hak Milik Nomor 234/Maleber tanggal 25
Maret 2010, pada poin ke 4 disebutkan diduga terdapat sebagian bidang
tanah HM.No.234/Maleber seluas 614 m² (enam ratus empat belas meter
persegi) yang kondisi fisiknya saat ini berada di dalam areal sekolah SMKN
2 Ciamis, namun demikian juga berita acara tersebut tidak mempunyai
kekuatan hukum yang sah dan mengikat para pihak, karena pada saat
pelaksanaan pengukuran ulang berdasarkan Berita Acara Pengembalian
Batas Sertipikat Hak Milik Nomor 234/Maleber tanggal 25 Maret 2010 tidak
dihadiri oleh pejabat berwenang di lingkungan SMKN 2 Ciamis melainkan
dihadiri oleh pesuruh sebagai perwakilan dari SMKN 2 tersebut;
Hal tersebut selaras dengan apa yang tertuang dalam ketentuan Pasal 24
PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah yang berbunyi :
Halaman 11 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
(1) Untuk keperluan pendaftaran hak, hak atas tanah yang berasal dari konversi
hak- hak lama dibuktikan dengan alat-alat bukti mengenai adanya hak
tersebut berupa bukti-bukti tertulis, keterangan saksi dan atau pernyataan
yang bersangkutan yang kadar kebenarannya oleh Panitia Ajudikasi dalam
pendaftaran tanah secara sistematik atau oleh Kepala Kantor Pertanahan
dalam pendaftaran tanah secara sporadik, dianggap cukup untuk mendaftar
hak, pemegang hak dan hak-hak pihak lain yang membebani-nya;
(2) Dalam hal tidak atau tidak lagi tersedia secara lengkap alat-alat pembuktian
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pembukuan hak dapat dilakukan
berdasarkan kenyataan penguasaan fisik bidang tanah yang bersang-kutan
selama 20 (dua puluh) tahun atau lebih secara ber-turut-turut oleh pemohon
pendaftaran dan pendahulu-pendahulunya, dengan syarat :
a.
Penguasaan tersebut dilakukan dengan itikad baik dan secara terbuka
oleh yang bersangkutan sebagai yang berhak atas tanah, serta
diperkuat oleh kesaksian orang yang dapat dipercaya;
b.
Penguasaan tersebut baik sebelum maupun selama pengumuman
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 tidak dipermasalahkan oleh
masyarakat hukum adat atau desa/kelurahan yang bersangkutan
ataupun pihak lainnya.
Bahwa mengenai gugatan prematur, hal tersebut sesuai dengan apa yang
disampaikan oleh M. Yahya Harahap, S.H. “mengenai Gugatan yang
diajukan Prematur, menjadi dasar bagi hakim untuk menjatuhkan putusan
negatif dalam bentuk gugatan dinyatakan tidak dapat diterima”.
Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas kiranya sudah cukup alasan
hukum bagi Yang Mulia Majelis Hakim Yang Terhormat yang memeriksa
dan mengadili perkara a quo untuk berkenan menjatuhkan putusan dengan
amar yang menyatakan menolak gugatan para Penggugat atau setidaktidaknya
menyatakan
gugatan
tidak
dapat
diterima
(niet
ontvankelijkverklaard).
2. Eksepsi Hukum Materiil (Materiele Exceptie) Exceptio Dominii;
Bahwa menjadi kewajiban hukum sebagaimana diatur dalam Hukum Acara
Perdata yang ada, maka para Penggugat wajib untuk membuktikan seluruh
dalil-dalilnya sebagaimana dinyatakan di dalam Surat Gugatan tertanggal 5
September 2016 yang diajukan melalui Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Ciamis pada tanggal yang sama. Karena, barang siapa yang mendalilkan
maka dia yang harus membuktikan sebagaimana diisyaratkan dalam:
-
Pasal 163 HIR
Halaman 12 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Barang siapa yang mengatakan mempunyai barang suatu hak, atau
menyebutkan suatu kejadian atau meneguhkan haknya itu, atau untuk
membantah hak orang lain, maka orang itu harus membuktikan adanya
haknya itu atau adanya kejadian itu.
-
Pasal 1865 KUHPerdata
Setiap orang yang mendalilkan bahwa ia mempunyai suatu hak atau guna
meneguhkan haknya sendiri maupun membantah suatu hak orang lain,
menunjuk pada suatu peristiwa, diwajibkan membuktikan adanya hak atau
peristiwa tersebut.
Bahwa berdasarkan uraian pada bagian eksepsi materiil ini, maka dapat
dibuktikan bahwa gugatan dari para Penggugat tersebut sama sekali tidak
berdasarkan atas fakta hukum. Karenanya sudah cukup alasan hukum agar
kiranya Pengadilan Negeri Ciamis seyogianya menyatakan eksepsi
Tergugat I tersebut adalah sangat tepat dan beralasan dan selanjutnya
menolak gugatan para Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan
gugatan para Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijkverklaard).
B. DALAM POKOK PERKARA
1. Bahwa Tergugat I dengan ini mohon agar hal-hal yang telah dikemukakan
dalam bagian Eksepsi secara mutatis mutandis masuk dalam bagian Pokok
Perkara ini;
2. Bahwa Tergugat I dengan ini MENOLAK dengan tegas, bulat dan utuh,
seluruh dalil para Penggugat sebagaimana tertuang di dalam Surat
Gugatannya
tertanggal
5
September
2016
yang
diajukan
melalui
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Ciamis pada tanggal yang sama dan diberi
registerasi perkara Nomor : 15/PDT.G/2016/PN.CMS, kecuali untuk hal-hal
yang diakui secara tegas kebenarannya oleh Tergugat I;
3. Bahwa perlu Tergugat I jelaskan berkenaan dengan kronologis dikuasainya
tanah dan bangunan yang saat ini telah bersertipikat Hak Pakai Nomor 10
tanggal 27 Oktober Tahun 1986, antara lain yaitu :
a. Bahwa pada tahun 1980 SMKN 2 Ciamis merupakan Sekolah Filial dari
STM Negeri Tasikmalaya berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 0207/0/1980 Tanggal 30 Juli 1980 tentang
Penunggalan Sekolah. Ditetapkannya Keputusan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan tersebut adalah karena terdapat 83 (delapan puluh
tiga) Sekolah Filial di beberapa Propinsi di Indonesia yang telah
menunjukan perkembangan yang memuaskan serta ditambah animo
Halaman 13 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
masyarakat setempat yang cukup besar untuk masuk ke sekolahsekolah filial tersebut.
b. Bahwa pada tanggal 4 Januari 1986 Kepala Kantor Agraria a/n. Bupati
Kepala Daerah TK. II Ciamis menerbitkan Fatwa Tata Guna Tanah
untuk Pertimbangan Penetapan Hak Pakai Nomor 227/FTGT/HP/1986
tertanggal 4 Januari 1986 yang dimohonkan oleh Kondin Kepala STM
Negeri Ciamis berlamat di Jl. R.E. Martadinata No. 23 Desa Maleber
Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dengan Luas Tanah 32.350 m²;
c. Bahwa
pada
Tanggal
10
Januari
1986
telah
dibuat
dan
ditandatanganinnya Surat Pernyataan Melepasan Hak Atas Tanah
antara Dede H. BA sebagai Kepala Bagian Tatapraja Setwilda Tk. II
Ciamis selaku pemilik sebidang tanah yang terletak di Desa Maleber
Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dengan Drs. Sonjaya sebagai
Pimpinan Proyek Peningkatan SMTA dan Teknologi Jabar bertindak
untuk dan atas nama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sesuai
dengan Keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
475/XIII/3/1985, disaksikan oleh Kepala Desa Maleber dan Pegawai
Kantor Kecamatan Ciamis;
d. Bahwa pada tanggal 11 Januari 1986 berdasarkan Copy Kuitansi Kantor
Agraria Daerah TK. II Ciamis Pimpinan Proyek Peningkatan SMTA dan
Teknologi
Jabar
bertindak
untuk
dan
atas
nama
Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan Keputusan Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 475/XIII/3/1985 membayar biaya
perolehan Hak Pakai sampai dengan penyelesaian Sertifikat kepada
Kantor Agraria Daerah TK. II Ciamis sebesar
Rp. 855.250
(delapan ratus lima puluh lima ribu dua ratus lima puluh rupiah);
e. Bahwa pada tanggal 27 Oktober Tahun 1986 Kepala Kantor Agraria
menerbitkan Sertifikat Hak Pakai Nomor 10 dengan Nama Pemegang
Hak
Departemen
Pendidikan
dan
Kebudayaan
RI
c/q
Kanwil
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat;
f.
Bahwa pada tanggal 25 Maret 2010 berdasarkan Surat Permohonan
Pengukuran Pengembalian Batas dari Drs. Arismaya Djalil Anwar
(kuasa Djalil Anwar, pemegang hak milik Nomor 234/Maleber) serta
berdasarkan
Surat
Tugas
Pengukuran
dari
Kantor
Pertanahan
Kabupaten Ciamis No. 1407/2010 tertanggal 26 November 2009, telah
dilaksanakan pengembalian batas Sertifikat Hak Milik No. 234/Maleber
Halaman 14 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
yang dituangkan dalam Berita Acara Pengembalian Batas Sertifikat Hak
Milik No. 234/Maleber oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis;
g. Bahwa dari Hasil pelaksanaan Pengukuran Pengembalian Batas
Sertifikat Hak Milik No. 234/Maleber, yang semula pengakuan dari sdr.
Arismaya Djalil Anwar luas tanah dimaksud adalah 1260 m² ternyata
setelah dilakukan pengukuran ulang luas tanah dimaksud adalah seluas
614 m², diduga kondisi fisiknya saat ini berada di dalam areal sekolah
SMKN 2 Ciamis, namun demikian berita acara tersebut tidak
mempunyai kekuatan hukum yang mengikat para pihak karena pada
saat pelaksanaan pengukuran ulang tidak dihadiri oleh pejabat
berwenang di lingkungan SMKN 2 Ciamis melainkan dihadiri oleh
pesuruh yang ada di SMKN 2 tersebut;
h. Bahwa pada Tanggal 14 November 2014 Drs. Arismaya Djalil Anwar
selaku ahli waris dari Djalil Anwar pernah mengajukan gugatan yang
ditujukan kepada SMKN 2 Ciamis sebagai Tergugat I, Pemerintah
Daerah Kabupaten Ciamis sebagai Tergugat II, Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat sebagai Tergugat III, dan Kantor Pertanahan
Kabupaten Ciamis sebagai Turut Tergugat yang teregister dalam
Perkara Nomor 24/Pdt.G/2014/PN.Cms;
i.
Bahwa pada Tanggal 07 Januari 2015 perkara tersebut dicabut melalui
Penetapan
Ketua
Pengadilan
24/Pen.Pdt.G/2014/PN.Cms
dengan
Negeri
alasan
Ciamis
akan
Nomor
mengusahakan
penyelesaian diluar Pengadilan/Mediasi sesuai dengan Undang-Undang
Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian
Sengketa;
j.
Bahwa setelah mencabut perkara dan akan melakukan upaya
penyelesaian sengketa diluar Pengadilan/Mediasi belum mendapatkan
kejelasan, para ahli waris tersebut melayangkan gugatannya kembali
melalui Pengadilan Negeri Ciamis pada tanggal 5 September 2016 yang
teregister dalam perkara Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.Cms yang dalam
salah satu gugatannya meminta agar para Tergugat mengembalikan
tanah milik orang tua para Penggugat seluas 614 m² tersebut atau
mengganti kerugian immaterial kepada pada Penggugat atas tanah
tersebut sebesar Rp. 421.040.000 (empat ratus dua puluh satu juta
empat puluh ribu rupiah);
Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, Maka tanah dan bangunan SMKN 2
Ciamis yang teregister dengan Sertipikat Hak Pakai Nomor 10 tertanggal 27
Halaman 15 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Oktober 1986 atas nama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI c/q
Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
secara hukum sah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat Cq. Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat/ Tergugat I, karena sampai dengan saat ini
belum ada satu lembaga peradilan manapun yang menyatakan bahwa
Sertipikat Hak Pakai Nomor 10 tertanggal 27 Oktober 1986 atas nama
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI c/q Kanwil Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat tidak sah secara hukum.
Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas kiranya sudah cukup alasan
hukum bagi Yang Mulia Majelis Hakim Yang Terhormat yang memeriksa
dan mengadili perkara a quo untuk menyatakan menolak gugatan para
Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima
(niet ontvankelijkverklaard).
4. Bahwa setelah diteliti dengan seksama gugatan Para Penggugat tertanggal
5 September 2016 secara khusus menarik Tergugat I pada posita angka 4
dan 6. Namun dalam posita tersebut Para Penggugat sama sekali tidak
mempermasalahkan tindakan Tergugat I, begitupun pada bagian Petitum
dari Gugatan Para Penggugat tertanggal 5 September 2016 yang mana
tidak ada tuntutan dari Para Penggugat yang mengarah langsung kepada
Tergugat I.
Bahwa selanjutnya dilihat dari judul gugatan Para Penggugat tertanggal 5
September 2016 yang mana tertulis Gugatan Perbuatan Melawan
Hak/Hukum. terhadap dalil tersebut kiranya perlu Tergugat I ketengahkan
bagian mana dari Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana dituduhkan
oleh para Penggugat tersebut khususnya yang dilakukan oleh Tergugat I.
Bahwa seharusnya para Penggugat menguraikan terlebih dahulu secara
jelas dan terperinci unsur-unsur perbuatan melawan hukum (onrechtmatige
daad) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365 KUH Perdata dihubungkan
dengan perbuatan masing-masing para Tergugat. Padahal untuk dapat
dikatakan bahwa seseorang telah melakukan perbuatan melawan hukum,
sehingga dapat dikenakan Pasal 1365 KUH Perdata, unsur-unsur perbuatan
melawan hukum dari Pasal 1365 KUH Perdata tersebut haruslah terpenuhi
seluruhnya.
Jika ada salah satu unsur yang tidak terpenuhi/tidak dapat dibuktikan oleh
pihak Penggugat, maka oleh hukum harus dianggap tidak terjadi perbuatan
melawan hukum (onrechtmatige daad).
Halaman 16 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Bahwa unsur-unsur perbuatan melawan hukum sebagaimana ketentuan
Pasal 1365 KUH Perdata sebagaimana diuraikan oleh Munir Fuady, SH.,
MH., LL.M (2012:10-14) adalah :
a. Adanya suatu perbuatan;
Suatu perbuatan melawan hukum diawali dari suatu perbuatan si pelakunya.
Bahwa perbuatan tersebut meliputi baik berbuat sesuatu (dalam arti aktif)
maupun tidak berbuat sesuatu (dalam arti pasif), misalkan tidak berbuat
sesuatu
padahal
seseorang
memiliki
kewajiban
hukum
untuk
melakukannya.
b. Perbuatan tersebut melawan hukum;
Bahwa perbuatan dimaksud haruslah perbuatan yang melawan hukum.
c. Adanya kesalahan dari pihak pelaku;
Bahwa agar dapat dikenakan Pasal 1365 KUH Perdata tentang Perbuatan
Melawan Hukum, undang-undang dan yurisprudensi mensyaratkan agar
pada pelaku haruslah mengandung unsur kesalahan (schuldelement) dalam
melaksanakan perbuatan tersebut. Oleh karena itu maka TANGGUNG
JAWAB TANPA KESALAHAN (STRICT LIABILITY) TIDAK TERMASUK
TANGGUNG JAWAB BERDASARKAN KEPADA PASAL 1365 KUH
PERDATA. Jikapun dalam hal tertentu diberlakukan tanggung jawab tanpa
kesalahan (strict liability), hal tersebut tidaklah didasari atas Pasal 1365
KUH Perdata tetapi didasarkan pada undang-undang lain (yang memang
mengisyaratkan diberlakukannya tanggung jawab mutlak).
Bahwa karena Pasal 1365 KUH Perdata mensyaratkan adanya unsur
“kesalahan” (schuld) dalam suatu perbuatan melawan hukum maka perlu
diketahui bagaimanakah cakupan dari unsur kesalahan tersebut. Suatu
tindakan dianggap oleh hukum mengandung unsur kesalahan sehingga
dimintakan tanggung jawabnya secara hukum jika memenuhi unsur-unsur
sebagai berikut :
-
ada unsur kesengajaan;
-
ada unsur kelalaian (negligence, culpa); dan
-
tidak
ada
alasan
pembenar
atau
alasan
pemaaf
(recht-
vaardigingsgrond).
d. Adanya kerugian bagi korban;
Unsur kerugian sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1365 KUH
Perdata meliputi kerugian materiil dan kerugian imateriil.
e. Adanya hubungan kausal antara perbuatan dengan kerugian.
Halaman 17 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Hubungan kausal antara perbuatan yang dilakukan dengan kerugian yang
terjadi juga merupakan syarat dari suatu perbuatan melawan hukum.
Bahwa kelima unsur-unsur tersebut haruslah terpenuhi seluruhnya. Jika ada
salah satu unsur yang tidak terpenuhi/tidak dapat dibuktikan oleh para
Penggugat, maka oleh hukum harus dianggap tidak terjadi perbuatan
melawan hukum (Onrechtmatige Daad).
Bahwa terhadap hal tersebut di atas, khususnya berkenaan dengan “unsur
perbuatan tersebut melawan hukum” kiranya perlu Tergugat I sampaikan
terlebih dahulu sampai sejauhmana Perbuatan Melawan Hukum dapat
diterapkan di dalam perkara a quo :
a. Pengertian Perbuatan Melawan Hukum Sebelum tahun 1838
Pada periode ini di negeri Belanda belum terbentuk kodifikasi Burgerlijk
Wetboek (BW), sehingga pelaksanaan perlindungan hukum terhadap
perbuatan melawan hukum belum jelas dan belum terarah.
b. Pengertian Perbuatan Melawan Hukum Periode tahun 1838 s.d 1919
Bahwa “Melawan Hukum” ditafsirkan sebagai perbuatan yang dianggap
melanggar pasal-pasal hukum tertulis (on wet), artinya bahwa apabila
seseorang mendalilkan orang lain telah melakukan perbuatan melawan
hukum maka harus ada bukti-bukti yang menunjukan bahwa terdapat suatu
peraturan hukum yang memang telah dilanggar;
c. Pengertian Perbuatan Melawan Hukum setelah Tahun 1919
Bahwa setelah tahun 1919 khususnya pasca putusan Hoge Raad tanggal
31 Januari 1919 dalam perkara Lindenbaum versus Cohen, telah terjadi
perkembangan yang mengartikan Perbuatan Melawan Hukum tidak hanya
sebatas pada onwetmatige daad saja, namun juga mencakup perbuatanperbuatan sebagai berikut :
a)
Perbuatan yang bertentangan dengan hak orang lain;
b)
Perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri;
c)
Perbuatan yang bertentangan dengan kesusilaan;
d)
Perbuatan yang bertentangan dengan kehati-hatian atau keharusan
dalam pergaulan masyarakat yang baik.
Bahwa perbuatan melawan hukum dianggap terjadi dengan melihat adanya
perbuatan dari pelaku yang diperkirakan memang melanggar undangundang, bertentangan dengan hak orang lain, bertentangan dengan
kewajiban hukum pelaku, bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban
umum, atau bertentangan dengan kepatutan dalam masyarakat baik
terhadap diri sendiri maupun orang lain, namun demikian suatu perbuatan
Halaman 18 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
yang dianggap sebagai perbuatan melawan hukum ini tetap harus
dapat dipertanggungjawabkan apakah mengandung unsur kesalahan
atau tidak.
a. Bahwa
suatu
perbuatan
dianggap
sebagai
perbuatan
yang
bertentangan dengan hak orang lain (inbreuk op eens anders recht),
yang menurut Pasal 1365 KUH Perdata dianggap melanggar hak-hak
seseorang yang diakui oleh hukum.
William C. Robinson, sebagaimana disunting oleh Munir Fuady, SH.,
MH., LL.M (2002 : 5) bahwa istilah perbuatan dalam suatu perbuatan
melawan hukum meliputi :
-
Nonfeasance yaitu tidak berbuat sesuatu yang diwajibkan oleh
hukum;
-
Misfeasance
perbuatan
yaitu
mana
perbuatan
merupakan
yang
dilakukan
kewajibannya
secara
atau
salah,
merupakan
perbuatan yang dia mempunyai hak untuk melakukannya;
- Malfeasance yaitu perbuatan yang dilakukan padahal pelakunya tidak
berhak melakukannya.
b. Bahwa
suatu
perbuatan
dianggap
sebagai
perbuatan
yang
bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri (recht-splicht)
apabila seseorang melanggar suatu kewajiban yang diberikan oleh
hukum baik secara tertulis (wettelijk plicht) maupun tidak tertulis yaitu
hak orang lain menurut undang-undang (wettelijk recht).
c. Bahwa
suatu
perbuatan
yang
bertentangan
dengan
kesusilaan
manakala tindakan yang melanggar kesusilaan yang oleh masyarakat
telah diakui sebagai hukum tidak tertulis.
d. Bahwa suatu perbuatan yang bertentangan dengan kehati-hatian atau
keharusan dalam pergaulan masyarakat yang baik (zorgvuldigheid)
tidak saja yang digariskan di dalam hukum yang sifatnya tertulis namun
juga keharusan dalam masyarakat secara tidak tertulis.
Bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, lalu dibagian manakah
Tergugat I telah melakukan Perbuatan Melawan Hukumnya ?
Para Penggugat sama sekali tidak mampu menguraikan mengenai
bagian-bagian mana dari perbuatan yang dilakukan oleh Tergugat I
sehingga memenuhi kriteria sebagai suatu perbuatan melawan hukum
sebagaimana diatur di dalam Pasal 1365 KUH Perdata. Sehingga
dengan demikian sudah sepatutnya terhadap dalil yang kabur dan tidak
Halaman 19 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
berdasar hukum tersebut maka seyogianya patutlah untuk ditolak dan
dikesampingkan.
Bahwa terhadap uraian-uraian tersebut diatas dengan tidak adanya
relevansi dan/atau hubungan hukum antara Tergugat I dengan para
Penggugat, maka sudah sepantasnya yang mulia Majelis Hakim Yang
Memeriksa perkara a quo untuk mengeluarkan Tergugat I dalam
perkara Perdata yang teregister di Pengadilan Negeri Ciamis Nomor :
15/PDT.G/2016/PN.CMS., tertanggal 5 September 2016 dan sekaligus
menyatakan menolak gugatan para Penggugat atau setidak-tidaknya
menyatakan gugatan para Penggugat tidak dapat diterima (niet
ontvankelijkverklaard).
5. Bahwa
berkenaan
dengan
dalil
gugatan
Penggugat
Nomor:
15/PDT.G/2016/PN.CMS Tanggal 5 September 2016. Pada posita angka 1
sampai dengan angka 16 yang intinya menyatakan:“ Bahwa orang tua para
Penggugat yaitu almarhum A. Djalil Anwar semasa hidupnya memiliki
sebidang tanah yang telah bersertifikat sejak tahun 1982 dengan Sertifikat
Hak Milik (SHM) Nomor : 234/Maleber, Luas 3.739 m² yang terletak di Blok
Sukarena, Desa Maleber, Kecamatan Ciamis.
“Bahwa tanah yang sekarang dikuasai oleh SMKN 2 Kabupaten Ciamis
dengan Sertifikat Hak Pakai No. 10, luas 32.350 m² atas nama Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan RI cq. Kanwil Departemen Pendidikan
Pemerintah Daerah Jawa Barat sekarang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa
Barat (Tergugat I) yang mana seluas tanah tersebut seluas 614 m² dalah
merupakan bagian dari tanah milik orang tua para Penggugat sesuai
Sertifikat Hak Milik Nomor : 234/Maleber.
“Bahwa para Penggugat menuntut agar para Tergugat menyerahkan tanah
milik orang tua para Penggugat seluas 614 m² yang sekarang digunakan
oleh SMKN 2 Ciamis/Tergugat III serta secara tanggung renteng menuntut
para Tergugat membayar uang ganti rugi sebesar Rp. 421.040.000,-(empat
ratus dua puluh satu juta empat puluh ribu rupiah).
Bahwa terhadap dalil tersebut, Penggugat tidak memiliki kapasitas (legal
standing) untuk menggugat dalam perkara a quo. Melihat gugatan
Penggugat yang teregister di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Ciamis
Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.CMS., tanggal 5 September 2016 dengan tanggal
yang sama, artinya Para Penggugat dalam hal ini baru mempermasalahkan
tanah dan bangunan dan/atau objek sengketa dalam perkara a quo pada
tanggal 5 September 2016. Namun akan tetapi, merujuk pada Sertipikat Hak
Halaman 20 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Pakai Nomor 10 Tahun 1986 Surat Ukur Nomor 44/1986 tanggal 7 Januari
1986 atas nama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Cq. Kanwil
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Maka dapat
diperoleh kesimpulan jangka waktu antara Sertipikat Hak Pakai tersebut
terbit pada tahun 1986 dan dihubungkan dengan diajukannya gugatan a quo
oleh Para Penggugat pada tahun 2016 yaitu kurang lebih 30 (tiga puluh)
tahun.
Bahwa atas dasar hal tersebut apabila memperhatikan bunyi pasal 32 ayat
(2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran
Tanah, yang menyebutkan:
“Pihak lain yang merasa mempunyai hak atas tanah itu tidak dapat lagi
menuntut pelaksaaan hak tersebut apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak
diterbitkannya sertifikat itu tidak mengajukan keberatan secara tertulis
kepada
pemegang
sertifikat
dan
Kepala
Kantor
Pertanahan
yang
bersangkutan atau tidak mengajukan gugatan ke Pengadilan mengenai
penguasaan tanah atau penerbitan sertifikat tersebut.“
Bahwa dalam penjelasan Ketentuan tersebut dijabarkan berkenaan dengan
tujuan dari bunyi pasal 32 ayat (2) yaitu agar pada satu pihak untuk tetap
berpegang pada sistem publikasi negatif dan pada lain pihak untuk secara
seimbang memberikan kepastian hukum kepada pihak yang dengan itikad
baik menguasai sebidang tanah dan didaftar sebagai pemegang hak dalam
buku tanah, dengan sertifikat sebagai tanda buktinya, yang menurut UUPA
berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat.
Bahwa terhadap hal tersebut, dapat disimpulkan bahwasannya Para
Penggugat sudah tidak lagi mempunyai kapasitas (legal standing) untuk
menggugat dalam perkara a quo. mengingat bunyi ketentuan tersebut diatas
hanya memberikan Hak kepada Para Penggugat untuk mempermasalahkan
perkara a quo dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Bahwa berdasarkan keseluruhan alasan-alasan hukum di atas maka
menjadi sangat terang dan jelas di dalam perkara a quo bahwa Para
Penggugat
tidak memiliki hubungan hukum dengan objek sengketa,
sehingga dengan kedudukan yang demikian maka jelaslah sudah bahwa
Penggugat adalah Penggugat yang tidak memiliki legal standing atau
menurut hukum dinyatakan sebagai penggugat yang tidak memiliki
kualifikasi (diskualifikasi in person).
Bahwa kedudukan para Penggugat yang tidak memiliki kapasitas (legal
standing) ini patut untuk dikualifikasikan sebagai cacat error in persona, hal
Halaman 21 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh M. Yahya Harahap, SH.,
(2005: 111) bahwa apabila yang bertindak sebagai Penggugat orang yang
tidak memenuhi syarat (diskualifikasi) karena disebabkan Penggugat dalam
kondisi
tidak
mempunyai
hak
untuk
menggugat
perkara
yang
disengketakan, hal tersebut karena Penggugat bukan merupakan pihak
yang secara hukum khususnya menurut sistem hukum pertanahan yang
dianut di Indonesia sebagai pihak yang memiliki sertipikat sebagai alas
hukum yang kuat yang membuktikan hak seseorang atas kepemilikan suatu
tanah, maka gugatan tersebut harus dinyatakan cacat formal karena
mengandung diskualifikasi in person.
Bahwa permasalahan mengenai pentingnya kapasitas (legal standing) dari
suatu pihak yang berperkara khususnya Penggugat juga telah diangkat
menjadi yurisprudensi Mahkamah Agung RI sebagaimana putusan Nomor
294 K/Sip/1971 tanggal 7 Juli 1971 juncto putusan Pengadilan Tinggi
Bandung Nomor 114/1970/Perd/PTB tanggal 10 Nopember 1970 juncto PNI
Bandung Nomor 215/1967/Sipil tanggal 4 Juni 1968 yang menyatakan
bahwa suatu gugatan haruslah diajukan oleh orang yang mempunyai
hubungan hukum dengan apa yang digugatnya, sehingga gugatan yang
secara salah diajukan tersebut haruslah dinyatakan tidak dapat diterima.
Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas kiranya sudah cukup alasan
hukum bagi Yang Mulia Majelis Hakim Yang Terhormat yang memeriksa
dan mengadili perkara a quo untuk menyatakan menolak gugatan para
Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima
(niet ontvankelijkverklaard).
6. Bahwa Para Penggugat di dalam surat gugatannya yang teregister dalam
Perkara Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.CMS tanggal 5 September 2016 perihal
Gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan melalui kepaniteraan
Pengadilan Negeri Ciamis harus dinyatakan kurang pihak. Karena apabila
para Penggugat mengklaim sebagai pihak yang berhak atas sebidang tanah
dengan SHM no. 234 dengan luas 3.739 m2 yang diterbitkan oleh Kepala
Kantor Agraria pada Tanggal 21 Oktober 1982 atas nama H. A. Djalil Anwar
sebagai alat bukti Para Penggugat (dalam hal ini para Penggugat
merupakan anak/ahli waris dari almarhum H. A. Djalil Anwar). Seharusnya
para Penggugat dalam Surat Gugatannya mencantumkan seluruh ahli waris
dari almarhum H. A. Djalil Anwar berdasarkan Surat Keterangan Waris yang
ditandatangani oleh seluruh ahli waris pada tanggal 25 Mei 2011 kemudian
disahkan oleh Lurah Ciamis pada tanggal 10 April 2012 yang selanjutnya
Halaman 22 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
disahkan oleh Camat Ciamis pada Tanggal 13 November 2013 dengan
nama-nama ahli waris dari Almarhum H. Abdul Djalil Anwar sebagai berikut:
-
Dr. H. Atang Al Mahboeb;
-
Suhanah;
-
Drs. Noor Rasyid Anwar;
-
Noor Rachman Anwar;
-
Noorjaman Djalil Anwar (Almarhum);
-
Tatang Noorchiat DA;
-
N. ST. Noor hayati;
-
Drs. Arismaya Djalil Anwar;
-
Johnni Johan Johor, Ir.;
-
Yoyo Sutaryo;
-
Heri Al Azhar
Bahwa bukankah Para Ahli Waris tersebut secara hukum dilindungi
dan/atau mendapatkan hak atas harta peninggalan dari almarhum H. A.
Djalil Anwar, karena melihat bunyi ketentuan Pasal 874 Kitab UndangUndang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie) yang berbunyi
sebagai berikut:
Pasal 874
Segala harta peninggalan seseorang yang meninggal dunia, adalah
kepunyaan para ahli warisnya menurut undang-undang, sejauh mengenai
hal itu dia belum mengadakan ketetapan yang sah.
Bahwa selain daripada ahli waris H. A. Djalil Anwar masih ada pihak yang
perlu ditarik juga sebagai Tergugat yaitu Bapak Dede H. BA sebagai Kepala
Bagian Tatapraja Setwilda Tk. II Ciamis selaku pemilik sebidang tanah yang
terletak di Desa Maleber Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dan yang
menandatangani Surat Pernyataan Melepaskan Hak Atas Tanah kepada
Drs. Sonjaya sebagai Pimpinan Proyek Peningkatan SMTA dan Teknologi
Jabar bertindak untuk dan atas nama Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan sesuai dengan Keputusan Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 475/XIII/3/1985, disaksikan oleh Kepala Desa Maleber
dan Pegawai Kantor Kecamatan Ciamis;
Bahwa berdasarkan keseluruhan alasan-alasan hukum di atas maka
menjadi sangat terang dan jelas di dalam perkara a quo bahwa Para
Penggugat
tidak memiliki hubungan hukum dengan objek sengketa,
sehingga dengan kedudukan yang demikian maka jelaslah sudah bahwa
Penggugat adalah Penggugat yang tidak memiliki legal standing atau
Halaman 23 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
menurut hukum dinyatakan sebagai penggugat yang tidak memiliki
kualifikasi (diskualifikasi in person).
Berkaitan dengan hal tersebut agar menjadi terang dan jelas seharusnya
Penggugat menarik pula seluruh pihak-pihak tersebut di atas, sehingga
gugatannya tersebut tidak kekurangan pihak.
Bahwa selaras dengan apa yang disampaikan oleh M. Yahya Harahap, S.H.
(2005 : 112) :
Bentuk error in persona yang lain disebut plurium litis consortium. Pihak
yang bertindak sebagai penggugat atau yang ditarik sebagai tergugat :
-
tidak lengkap, masih ada orang yang mesti ikut bertindak sebagai
penggugat atau ditarik tergugat;
-
oleh karena itu, gugatan mengandung error in persona dalam bentuk
plurium litis consortium, dalam arti gugatan yang diajukan kurang
pihaknya.
Hal tersebut juga mengacu pada yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor
186/R/Pdt/1984 tanggal 18 Desember 1985 juncto putusan PT Samarinda
Nomor 178/1983 tanggal 21 September 1984 juncto PN Samarinda Nomor
96/1982 tanggal 5 Maret 1983 yang menyatakan bahwa karena tidak
menarik pihak yang seharusnya ditarik sebagai pihak maka gugatan
dinyatakan mengandung cacat error in persona dalam bentuk plurium litis
consortium. Yurisprudensi tersebut semakin diperkuat oleh yurisprudensi
Mahkamah Agung RI yang lain dalam putusan Nomor 1125 K/Pdt/1984
tanggal 18 September 1983 juncto putusan PT Bandung Nomor 454/1982
tanggal 9 Juni 1983 juncto putusan PN Bandung Nomor 6/1982 tanggal 25
Agustus 1982 yang menyatakan bahwa judex factie salah menerapkan tata
tertib beracara yang tidak menyertakan pihak yang memiliki relevansi
namun tidak ditarik menjadi pihak di dalam suatu perkara. Hal senada juga
ditegakkan di dalam yurisprudensi Mahkamah Agung yang lain yaitu dalam
putusan Nomor 621 K/ Sip/1975 tanggal 25 Mei 1977 yang menyatakan
bahwa dengan tidak menarik pihak ketiga yang memiliki keterkaitan dengan
gugatan yang diajukan penggugat maka mengandung cacat plurium litis
consortium.
Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas kiranya sudah cukup alasan
hukum bagi Yang Mulia Majelis Hakim Yang Terhormat yang memeriksa
dan mengadili perkara a quo untuk menyatakan menolak gugatan para
Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima
(niet ontvankelijkverklaard).
Halaman 24 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
7. Bahwa Para Penggugat di dalam surat gugatannya yang teregister dalam
Perkara Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.CMS tanggal 5 September 2016 perihal
Gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan melalui kepaniteraan
Pengadilan Negeri Ciamis harus dinyatakan Prematur, karena seharusnya
para Penggugat mengajukan gugatannya setelah ada surat ukur yang sah
yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis dan disaksikan
oleh para pihak terkait yang sah.
Bahwa pada Posita angka 8 dalil para Penggugat yang menyebutkan “baru
menemukan titik terang setelah masalah tersebut dimediasikan dan telah
diukur ulang serta telah diberi tanda patok yang mana terdapat sebagian
bidang tanah milik orang tua para Penggugat berada dalam areal Tergugat
III” tetapi para Penggugat tidak dapat membuktikan Surat Ukur atau
keterangan apapun dengan jelas. Hal tersebut tertuang dalam Berita Acara
Pengembalian Batas Sertipikat Hak Milik Nomor 234/Maleber tanggal 25
Maret 2010, pada poin ke 4 disebutkan diduga terdapat sebagian bidang
tanah HM.No.234/Maleber seluas 614 m² (enam ratus empat belas meter
persegi) yang kondisi fisiknya saat ini berada di dalam areal sekolah SMKN
2 Ciamis, namun demikian berita acara tersebut tidak mempunyai kekuatan
hukum yang sah dan mengikat para pihak, karena pada saat pelaksanaan
pengukuran ulang berdasarkan Berita Acara Pengembalian Batas Sertipikat
Hak Milik Nomor 234/Maleber tanggal 25 Maret 2010 tidak dihadiri oleh
pejabat berwenang di lingkungan SMKN 2 Ciamis melainkan dihadiri oleh
pesuruh sebagai perwakilan dari SMKN 2 tersebut;
Hal tersebut selaras dengan apa yang tertuang dalam ketentuan Pasal 24
PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah yang berbunyi :
(1)
Untuk keperluan pendaftaran hak, hak atas tanah yang berasal dari
konversi hak- hak lama dibuktikan dengan alat-alat bukti mengenai
adanya hak tersebut berupa bukti-bukti tertulis, keterangan saksi dan
atau pernyataan yang bersangkutan yang kadar kebenarannya oleh
Panitia Ajudikasi dalam pendaftaran tanah secara sistematik atau oleh
Kepala Kantor Pertanahan dalam pendaftaran tanah secara sporadik,
dianggap cukup untuk mendaftar hak, pemegang hak dan hak-hak
pihak lain yang membebani-nya;
(2)
Dalam hal tidak atau tidak lagi tersedia secara lengkap alat-alat
pembuktian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pembukuan hak
dapat dilakukan berdasarkan kenyataan penguasaan fisik bidang
Halaman 25 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
tanah yang bersang-kutan selama 20 (dua puluh) tahun atau lebih
secara ber-turut-turut oleh pemohon pendaftaran dan pendahulupendahulunya, dengan syarat :
a. Penguasaan tersebut dilakukan dengan itikad baik dan secara
terbuka oleh yang bersangkutan sebagai yang berhak atas tanah,
serta diperkuat oleh kesaksian orang yang dapat dipercaya;
b. Penguasaan tersebut baik sebelum maupun selama pengumuman
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 tidak dipermasalahkan
oleh
masyarakat
hukum
adat
atau
desa/kelurahan
yang
bersangkutan ataupun pihak lainnya.
Bahwa mengenai gugatan prematur, hal tersebut sesuai dengan apa yang
disampaikan oleh M. Yahya Harahap, S.H. (2005 : 444) “mengenai Gugatan
yang diajukan Prematur, menjadi dasar bagi hakim untuk menjatuhkan
putusan negatif dalam bentuk gugatan dinyatakan tidak dapat diterima”.
Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas kiranya sudah cukup alasan
hukum bagi Yang Mulia Majelis Hakim Yang Terhormat yang memeriksa
dan mengadili perkara a quo untuk menyatakan menolak gugatan para
Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima
(niet ontvankelijkverklaard).
8. Bahwa berdasarkan uraian kronologis yang telah Tergugat I sampaikan
pada angka 3 Bagian Pokok Perkara ini perlu Tergugat I sampaikan kembali
bahwa Gugatan para Penggugat dalam perkara a quo telah lampau waktu
(Verjaring), hal tersebut dikarenakan pada saat diterbitkannya Sertifikat Hak
Pakai No. 10 pada tanggal 27 Oktober tahun 1986 para Penggugat baru
mempermasalahakan Objek Sengketa dalam perkara a quo pada tanggal
22 Desember 2009 (setelah 23 Tahun) melalui suratnya Nomor 001/XII22/KBHD/2009 yang ditujukan kepada Bupati Ciamis c/q. Asisten Bidang
Pemerintahan Perihal Pemberitahuan Untuk Pengembalian Hak Atas
Tanah.
Bahwa apabila yang dijadikan sebagai objek gugatan dalam parkara a quo
adalah tanah milik Tergugat I dengan Sertifikat Hak Pakai No. 10 yang
diterbitkan pada tanggal 27 Oktober tahun 1986 adalah tidak tepat sama
sekali, karena Sertifikat Hak Pakai No. 10 yang di terbitkan oleh Kepala
Kantor Agraria Kabupaten Ciamis telah berjalan lebih kurang 30 (tiga puluh)
tahun terhitung tanggal diterbitkannya. Berdasarkan pasal 32 ayat (2) PP
Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, menyebutkan “… pihak
lain yang merasa mempunyai hak atas tanah itu tidak dapat lagi menuntut
Halaman 26 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
pelaksaaan hak tersebut apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak
diterbitkannya sertifikat itu tidak mengajukan keberatan secara tertulis
kepada
pemegang
sertifikat
dan
Kepala
Kantor
Pertanahan
yang
bersangkutan atau tidak mengajukan gugatan ke Pengadilan mengenai
penguasaan tanah atau penerbitan sertifikat tersebut”.
Hal tersebut juga selaras dengan apa yang tertuang dalam ketentuan Pasal
24 PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah yang berbunyi:
(1)
Untuk keperluan pendaftaran hak, hak atas tanah yang berasal dari
konversi hak- hak lama dibuktikan dengan alat-alat bukti mengenai
adanya hak tersebut berupa bukti-bukti tertulis, keterangan saksi dan
atau pernyataan yang bersangkutan yang kadar kebenarannya oleh
Panitia Ajudikasi dalam pendaftaran tanah secara sistematik atau oleh
Kepala Kantor Pertanahan dalam pendaftaran tanah secara sporadik,
dianggap cukup untuk mendaftar hak, pemegang hak dan hak-hak
pihak lain yang membebani-nya;
(2)
Dalam hal tidak atau tidak lagi tersedia secara lengkap alat-alat
pembuktian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pembukuan hak
dapat dilakukan berdasarkan kenyataan penguasaan fisik bidang
tanah yang bersang-kutan selama 20 (dua puluh) tahun atau lebih
secara ber-turut-turut oleh pemohon pendaftaran dan pendahulupendahulunya, dengan syarat :
a. Penguasaan tersebut dilakukan dengan itikad baik dan secara
terbuka oleh yang bersangkutan sebagai yang berhak atas tanah,
serta diperkuat oleh kesaksian orang yang dapat dipercaya;
b. Penguasaan tersebut baik sebelum maupun selama pengumuman
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 tidak dipermasalahkan
oleh
masyarakat
hukum
adat
atau
desa/kelurahan
yang
bersangkutan ataupun pihak lainnya.
Bahwa dikarenakan gugatan Penggugat telah lampau waktu (verjaring) dan
tidak melaksanakan apa yang di isyaratkan dalam ketentuan Pasal 24 PP
Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah maka kami mohon
dengan hormat kepada Majelis Hakim yang memeriksa Perkara a quo,
gugatan Para Penggugat haruslah ditolak atau setidak tidaknya tidak dapat
diterima (niet ontvankelijkverklaard).
9. Bahwa menjadi kewajiban hukum sebagaimana diatur dalam Hukum Acara
Perdata yang ada, maka para Penggugat wajib untuk membuktikan seluruh
Halaman 27 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
dalil-dalilnya sebagaimana dinyatakan di dalam Surat Gugatan tertanggal 5
September 2016 yang diajukan melalui Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Ciamis pada tanggal yang sama. Karena, barang siapa yang mendalilkan
maka dia yang harus membuktikan sebagaimana diisyaratkan dalam:
- Pasal 163 HIR
Barang siapa yang mengatakan mempunyai barang suatu hak, atau
menyebutkan suatu kejadian atau meneguhkan haknya itu, atau untuk
membantah hak orang lain, maka orang itu harus membuktikan adanya
haknya itu atau adanya kejadian itu.
- Pasal 1865 KUHPerdata
Setiap orang yang mendalilkan bahwa ia mempunyai suatu hak atau
guna meneguhkan haknya sendiri maupun membantah suatu hak orang
lain, menunjuk pada suatu peristiwa, diwajibkan membuktikan adanya
hak atau peristiwa tersebut.
10. Bahwa selanjutnya terhadap dalil para Penggugat yang menghendaki agar
Pengadilan Negeri Ciamis menjatuhkan dwangsom kepada Para Tergugat,
hal tersebut dituangkan Para Penggugat pada Posita angka 15 halaman 4
dan pada bagian Petitum angka 7 Halaman 6 yang menyatakan :
Posita angka 15 Halaman 4
Bahwa untuk menjamin pelaksanaan putusan, maka wajar jika Penggugat
mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Ciamis untuk menetapkan uang
paksa (Dwangsom) sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) perhari
yang harus dibayar para Tergugat bila lalai dalam melaksnakan putusan ini
yang telah berkekuatan hukum tetap;
Petitum angka 7 Halaman 6
Menghukum Para Tergugat membayar uang paksa (Dwangsom) sebesar
Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) setiap hari Tergugat lalai melaksankan
isi putusan perkara ini terhitung sejak putusan berkekuatan hukum tetap.“
Bahwa permohonan tersebut jelas adalah permohonan yang mengada-ada,
tidak berdasar dan tidak dapat dibenarkan secara hukum karena suatu
tuntutan uang paksa (dwangsom) tidak berlaku untuk putusan hakim yang
mengandung hukuman untuk membayar sejumlah uang. Hal tersebut
secara tegas dan jelas diatur dalam Pasal 606 (a) Rv. (Reglement op de
Rechtsvordering/ Reglemen Acara Perdata) yang menyebutkan :
”Sepanjang suatu keputusan hakim mengandung untuk sesuatu yang lain
daripada membayar sejumlah uang, maka dapat ditentukan, bahwa
sepanjang atau setiap kali terhukum tidak memenuhi hukuman tersebut,
Halaman 28 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
olehnya harus diserahkan sejumlah uang yang besarnya ditetapkan dalam
keputusan hakim, dan uang tersebut dinamakan uang paksa”;
Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas kiranya sudah cukup alasan
hukum bagi Yang Mulia Majelis Hakim Yang Terhormat yang memeriksa
dan mengadili perkara a quo untuk menyatakan menolak gugatan para
Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima
(niet ontvankelijkverklaard)
11. Bahwa berkenaan dengan dalil gugatan Penggugat dalam Perkara Nomor
15/Pdt.G/2016/PN.CMS tanggal 5 September 2016 perihal Gugatan
Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan melalui kepaniteraan Pengadilan
Negeri Ciamis. Pada posita angka 13 yang intinya menyatakan bahwa:
“Bahwa, agar gugatan ini tidak illusoir maka para Penggugat mohon agar
diletakan sita jaminan (Conservatoir Beslag) dahulu terhadap objek yang
dikuasai dan atau sita jaminan persamaan terhadap objek yang dikuasai
oleh para Tergugat yaitu berupa tanah dan bangunan Sertifikat Hak Pakai
Nomor 10, Kelurahan MAleber yang terletak dan dikenal dengan SMKN 2
Kabupaten Ciamis, Jln. Sadanaya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis.“
Bahwa Sita Jaminan tersebut di atas tidak dapat dibenarkan, karena tanah
dan bangunan SMKN 2 Kabupaten Ciamis adalah Barang tidak bergerak
milik negara yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdasarkan :
a.
Sertifikat Hak Pakai No. 10, luas 32.350 m² atas nama Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan RI cq. Kanwil Departemen Pendidikan
Pemerintah Daerah Jawa Barat sekarang Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Barat;
b.
Fatwa Tata Guna Tanah untuk Pertimbangan Penetapan Hak Pakai
Nomor
227/FTGT/HP/1986
tertanggal
4
Januari
1986
yang
dimohonkan oleh Kondin Kepala STM Negeri Ciamis berlamat di Jl.
R.E. Martadinata No. 23 Desa Maleber Kecamatan Ciamis Kabupaten
Ciamis dengan Luas Tanah 32.350 m²;
c.
Surat Pernyataan Melepasan Hak Atas Tanah antara Dede H. BA
sebagai Kepala Bagian Tatapraja Setwilda Tk. II Ciamis selaku pemilik
sebidang tanah yang terletak di Desa Maleber Kecamatan Ciamis
Kabupaten Ciamis
dengan Drs. Sonjaya sebagai Pimpinan Proyek
Peningkatan SMTA dan Teknologi Jabar bertindak untuk dan atas
nama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan
Keputusan
Departemen
Pendidikan
dan
Kebudayaan
Nomor
Halaman 29 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
475/XIII/3/1985, disaksikan oleh Kepala Desa Maleber dan Pegawai
Kantor Kecamatan Ciamis;
Bahwa larangan dilakukannya Sita Jaminan terhadap Barang Milik
Negara/Daerah
juga
diatur
dalam
peraturan
perudang-undangan
sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 50 Undang-Undang No. 1
tahun 2004
tentang Perbendaharaan Negara, yang selengkapnya
menyatakan sebagai berikut :
”Pihak manapun dilarang melakukan penyitaan terhadap :
a.
Uang atau surat berharga milik negara/daerah baik yang berada pada
instansi pemerintah, maupun pada pihak ketiga;
b.
Uang yang harus disetor pada pihak ketiga kepada negara/daerah;
c.
Barang bergerak milik negara/daerah baik yang berada pada instansi
pemerintah maupun pada pihak ketiga;
d.
Barang tidak bergerak dan hak kebendaan lainnya milik negara/daerah;
e.
Barang milik pihak ketiga yang dikuasai oleh negara/daerah yang
diperlukan untuk penyelenggaraan tugas pemerintahan”
Bahwa kewajiban untuk mengamankan Barang Milik Negara/Daerah Provinsi
Jawa Barat juga sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan, yaitu
sebagai berikut:
1. Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah;
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 17 tahun 2007 tentang Pedoman
Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;
3. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 6 tahun 2008 tentang
Pengelolaan Barang Milik Daerah;
Bahwa larangan menyita barang milik pemerintah ini dinyatakan pula secara
tegas oleh M. YAHYA HARAHAP, SH. dalam bukunya yang berjudul :
”Permasalahan dan Penerapan Sita Jaminan (Conservatoir Beslag)”, Penerbit
Pustaka Bandung, 1990, Halaman 157-159 ”, antara lain menyatakan :
”LARANGAN MENYITA MILIK PEMERINTAH” :
”Walaupun pokok uraian hanya menyebut sita jaminan terhadap milik
pemerintah atau milik negara, hal ini tidak mengurangi maksud jangkauannya
meliputi juga harta milik negara yang sedang dikuasai oleh seorang tergugat”.
”Sita jaminan terhadap harta milik negara dan pihak ketiga, tegas-tegas
dilarang”. ”Penyitaan terhadap milik pemerintah yang kebetulan dikuasai
seorang tergugat jelas`merupakan pelanggaran yang mengandung kekeliruan”.
Halaman 30 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Bahwa berdasarkan dalil-dalil yang Tergugat I uraikan tersebut di atas, maka
Tergugat I DENGAN TEGAS MENOLAK seluruh dalil dari Penggugat
sebagaimana
tertuang
di
dalam
surat
gugatannya
Nomor
15/Pdt.G/2016/PN.CMS tanggal 5 September 2016 perihal Gugatan Perbuatan
Melawan Hukum yang diajukan melalui kepaniteraan Pengadilan Negeri Ciamis,
dan oleh karena itu sudah cukup alasan kiranya bagi Turut Tergugat II untuk
menyampaikan permohonan kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang Terhormat
yang memeriksa perkara a quo agar kiranya juga sependapat dengan Turut
Tergugat II dan selanjutnya menyatakan bahwa gugatan dari Penggugat
tertanggal 5 September 2016 posita angka 13 adalah bertentangan dengan
fakta yang nyata dan bertentangan dengan kebenaran hukum sehingga amat
sangat pantas untuk ditolak dan dikesampingkan.
12. Bahwa terhadap posita poin 14 halaman 4 dan Petitumnya poin 10 halaman
6 surat gugatannya tertanggal 5 September 2016, para Penggugat pada
intinya memohon kepada Pengadilan Negeri Ciamis agar putusan dapat
dijalankan terlebih dahulu (uitvoerbaar bij voorraad) meskipun ada
perlawanan banding, kasasi, maupun verzet.
Bahwa dalil para Penggugat tersebut jelas merupakan dalil yang mengadaada, tidak berdasar hukum dan bertentangan dengan Surat Edaran
Mahkamah Agung Republik Indonesia, sebagaimana diuraikan sebagai
berikut :
a. Surat Edaran Mahkamah Agung No. 3 tahun 2000 tanggal 21 Juli 2000
tentang Putusan Serta Merta (Uitvoerbaar Bij Voorraad) dan Provisionil,
antara lain menyatakan:
”Selanjutnya
Mahkamah
Agung
memberikan
petunjuk,
yaitu
Ketua
Pengadilan Negeri dan Hakim Pengadilan Agama tidak menjatuhkan
putusan serta merta, kecuali dalam hal-hal sebagai berikut : antara lain
Gugatan berdasarkan putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum
tetap (in kracht van gewijsde) dan mempunyai hubungan dengan pokok
gugatan yang diajukan”.
”Adanya pemberian jaminan yang nilainya sama dengan nilai barang/objek
eksekusi, sehingga tidak menimbulkan kerugian pada pihak lain, apabila
ternyata dikemudian hari dijatuhkan putusan yang membatalkan putusan
Pengadilan Tingkat Pertama”.
Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas kiranya sudah cukup alasan
hukum bagi Yang Mulia Majelis Hakim Yang Terhormat yang memeriksa
dan mengadili perkara a quo untuk menyatakan menolak gugatan para
Halaman 31 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima
(niet ontvankelijkverklaard).
b. Surat Edaran Mahkamah Agung No. 4 tahun 2001 tanggal 20 Agustus 2001
tentang Putusan Serta Merta (Uitvoerbaar Bij Voorraad) dan Provisionil,
antara lain menyatakan:
”Berhubung dengan hal tersebut, sekali lagi ditegaskan agar Majelis Hakim
yang memutus perkara serta merta hendaknya berhati-hati dan dengan
sungguh-sungguh memperhatikan dan berpedoman pada Surat Edaran
Mahkamah Agung No. 3 tahun 2000 tanggal 21 Juli 2000 tentang Putusan
Serta Merta (Uitvoerbaar Bij Voorraad) dan Provisionil, terutama yang
berkaitan dengan pelaksanaan putusan serta merta (Uitvoerbaar Bij
Voorraad) tersebut”.
Bahwa berdasarkan uraian pada bagian Pokok Perkara ini, maka dapat
dibuktikan bahwa dalil gugatan para Penggugat dari Posita angka 1 sampai
dengan Posita angka 16 serta Petitum angka 1 sampai dengan angka 10
tersebut sama sekali tidak berdasarkan atas fakta hukum. Karenanya sudah
cukup alasan hukum agar kiranya Pengadilan Negeri Ciamis seyogianya
menyatakan eksepsi Tergugat I tersebut adalah sangat tepat dan beralasan
dan selanjutnya menolak gugatan para Penggugat atau setidak-tidaknya
menyatakan gugatan para Penggugat tidak dapat diterima
(niet
ontvankelijkverklaard).
C. DALAM PETITUM
Bahwa
berdasarkan
seluruh
uraian-uraian
yang
telah
disampaikan
sebagaimana tersebut di atas, kiranya tidaklah berlebihan dan sangat
beralasan hukum apabila Tergugat I dengan ini memohon agar kiranya
Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ciamis Yang Terhormat, yang
memeriksa perkara a quo berkenan untuk mengadili dan selanjutnya
memutus perkara sebagai berikut:
DALAM EKSEPSI :
1. Menerima dan menyatakan Eksepsi Tergugat I tepat dan beralasan;
2. Menyatakan
Gugatan
Penggugat
tidak
dapat
diterima
(niet
ontvankelijkverklaard);
3. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul
dalam perkara ini menurut hukum.
DALAM POKOK PERKARA :
1. Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
Halaman 32 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
2. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul
dalam perkara ini menurut hukum.
ATAU : Apabila Majelis Hakim Yang Terhormat berpendapat lain, maka
Tergugat I mohon kiranya dapat memberikan Putusan yang seadil-adilnya (ex
aequo et bono).
Menimbang, bahwa terhadap gugatan Para Penggugat tersebut
Tergugat II dan Tergugat III memberikan jawaban pada pokoknya sebagai
berikut :
I.
DALAM EKSEPSI
1. Bahwa Tergugat II dan Tergugat III dengan tegasmenolak seluruh dalil-dalil
yang diajukan oleh Penggugat, kecuali terhadap dalil-dalil yang diakui dan
dinyatakan secara tegas dan bulat oleh Tergugatdalam persidangan perkara
ini;
2. Bahwa terhadap Gugatan Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.Cms yang diajukan
oleh Para Penggugat, Tergugat II dan Tergugat III menyatakan bantahan
terhadap Gugatan Para Penggugat dengan alasan sebagai berikut :
a. Obscuur libel, bahwa Para Penggugat dalam Angka 3 Posita
Gugatannya mendalilkan, ‘Bahwa pada tahun 1986 tanpa seizin orang
tua Para Penggugat sebagian tanah milik oran tua Para Penggugat
tersebut yang berada disebelah barat dahulu dikenal tanah kalungguhan
yaitu seluas 614 M2(enam ratus empat belas meter persegi) telah
dikuasai secara melawan hukum oleh SMKN 2 Kabupaten Ciamis
(Tergugat III). Terhadap dalil tersebut, Tergugat III menolak dengan
tegas, karna Objek Gugatan tidak jelas karna berdasarkanSertifikat Hak
Pakai Nomor 10 Tahun 1986, tanggal 7 Januari 1986, atas nama
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI C/q Kanwil Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Objek Gugatan
berada dalam Penguasaan Tergugat III dan perolehannya sah
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan Pasal 8 ayat (3) Reglement Opde Burgelijke
RechtVordening (RV) dijelaskan bahwa suatu gugatan harus memenuhi
beberapapersyaratan antara lain harus memuat fakta-fakta dan dalildalil konkritmengenai adanya hubungan hukum yang merupakan dasar
serta alasan-alasandari pada tuntutan (Middelen van den eis) atau yang
dikenal denganFundamentum Petendi, apabila gugatan Penggugat
dicermati dan ditelitisecara seksama maka diketahui bahwa tanah yang
terletak di Blok Sukarena, Desa
Maleber, Kecamatan
Ciamis,
Halaman 33 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
KabupatenCiamis
yang
Penggugat
memuat
tidak
menjadi
obyeksengketa
fakta-fakta,
dalam
dalil-dalilkonkrit
gugatan
mengenai
hubungan hukum antara Penggugat dan Tergugat, karena obyek
sengketa
adalah
berupa
tanah
maka
harus
jelasbukti
konkrit
kepemilikan hak atas tanahyang otentik dan sah menurut hukum.
Tergugat II dan Tergugat III berpendapat bahwa Penggugat telah
salah dalam menafsirkan Pasal 1365 BW, sehingga dalil Penggugat
sebagaimana pada Angka 3 Posita Gugatannya adalah suatu
kebohongan dan akal-akalan Penggugat saja. Perbuatan melawan
hukum sebagaimana dimaksud Pasal 1365 BW adalah bilamana terjadi
pelanggaran yaitu berupa penguasaan tanpa izin terhadap sebidang
tanah yang nyata-nyata dan sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku
adalah
Hak
seseorang,
sehingga
menimbulkan
kerugian
bagi
Pemegang Hak Tanah tersebut. Dengan demikian jelas bahwa unsur
mutlak yang harus dipenuhi dalam perbuatan melawan hukum dalam
Perkara ini adalah unsur alas hak dan unsur kerugian. Unsur-unsur
perbuatan melawan hukum yang harus dipenuhi adalah adanya
perbuatan hukum, adanya kerugian, adanya kesalahan serta adanya
hubungan kausal antara perbuatan hukum dan kerugian yang timbul;
b. Error in Persona, Tergugat II dan Tergugat III menyatakan bahwa Para
Penggugat tidak memiliki kapasitas untuk menggugat dalam Perkara a
quo. Hal tersebut dikaitkan antara tanggal Gugatan dan Tanggal
terbitnya Sertifikat Hak Milik Nomor 234, tanggal 21 Oktober 1982, atas
nama H.A Djalil Anwar dan Sertifikat Hak Pakai Nomor 10 Tahun 1986,
tanggal 7 Januari 1986, atas nama Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan RI C/q Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi Jawa Barat, maka Gugatan Para Penggugat dapat dinyatakan
Daluarsa.
Memperhatikan
ketentuan
1967
BW
(Burgerlijk
Wetboek)
menyebutkan "segala tuntutan hukum, baik yang bersifat perbendaan
maupun yang bersifat perorangan, hapus karena daluwarsa dengan
lewatnya 30 (tiga puluh) Tahun, sedangkan siapa yang menunjukkan
akan adanya daluwarsa itu tidak usah mempertunjukkan suatu alas hak,
lagi pula tidak dapatlah dimajukan terhadapnya suatu tangkisan yang
didasarkan pada itikadnya yang buruk".Berdasarkan ketentuan 1967
BW tersebut diatas maka Jelas dan Tegas bahwa Para Penggugat tidak
memiliki kapasitas untuk menggugat, karna Gugatan Penggugat adalah
Halaman 34 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
dinyatakan Daluarsa, karna Terbitnya Sertifikat dan Tanggal Gugatan
telah melampaui 30 Tahun.
Ketentuan tentang Daluarsa tersebut diperkuat dengan Pasal 32
Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang
Pendaftaran Tanah, yang berbunyi :‘Dalam hal atas suatu bidang tanah
sudah diterbitkan sertifikat secara sah atas nama orang atau badan
hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik dan secara
nyata menguasainya, maka pihak lain yang merasa mempunyai hak
atas tanah itu tidak dapat lagi menuntut pelaksanaan hak tersebut
apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya sertifikat itu
tidak mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemegang sertifikat
dan Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan ataupun tidak
mengajukan gugatan ke Pengadilan mengenai penguasaan tanah atau
penerbitan sertifikat tersebut’.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka sangat jelas dan nyata
bahwa dalam perkara a quo ini Para Penggugat sudah tidak memiliki
hubungan hukum dengan Objek Sengketa, maka dengan demikian
dalam perkara a quo ini harus dinyatakan cacat formal karena Para
Penggugat
dinyatakan
sebagai
Penggugat
yang
tidak
memiliki
kualifikasi/diskualifikasi in person. Dengan demikian mohon kiranya
Majelis Hakim menyatakan Gugatan Para Penggugat tidak dapat
diterima/Niet ontvankelijke verklaard.
Hal itu sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI
berdasarkan Putusan Nomor 294 K/SIP/1971, tanggal 7 Juli 1971, yang
menyatakan bahwa suatu gugatan haruslah diajukan oleh orang yang
mempunyai hubungan hukum dengan apa yang digugatnya, sehingga
gugatan yang secara salah diajukan tersebut haruslah dinyatakan tidak
dapat diterima.
c. Dari uraian diatas, maka sangat jelas sekali bahwa apa yang telah
diuraikan oleh Penggugat, baik dalam Posita Gugatan maupun Petitum
Gugatan, dari tinjauan yuridis dapat disimpulkan bahwa tuntutan
Penggugat sebagaimana yang dinyatakan baik dalam Posita Gugatan
maupun Petitum Gugatan akan berakibat hukum terhadap batalnya
Sertifikat Hak Milik Nomor 234, tanggal 21 Oktober 1982, atas nama
H.A Djalil Anwar dan Sertifikat Hak Pakai Nomor 10 Tahun 1986,
tanggal 7 Januari 1986, atas nama Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan RI C/q Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Halaman 35 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Provinsi Jawa Barat. Secara Yuridis Formal tidak dapat dibantah lagi
bahwa tuntutan-tuntutan hukum Penggugat ini berhubungan erat
dengan “Sertifikat Hak Pakai Nomor 10 Tahun 1986, tanggal 7 Januari
1986",yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Agraria Kabupaten Ciamis.
Dengan demikian sangat jelas dan tak terbantahkan lagi, bahwa
walaupun Objek Gugatan yang dipersoalkan oleh Penggugat adalah
selisih tanah seluas 614 M2 (enam ratus empat belas meter persegi),
yang berakibat terjadinya pembatalan sertifikat. dalam Posita Gugatan
dan Petitum Gugatan, Penggugat mempersoalkan terbitnya Serifikat
Hak Pakai Nomor 10 Tahun 1986, tanggal 7 Januari 1986, yang jelasjelas merupakan Produk Pejabat Tata Usaha Negara. Sehingga jelas
dan nyata sekali bahwa secara yuridis Objek Gugatan dalam perkara
Nomor
15/Pdt.G/2016/PN.Cms
adalah
Pembatalan
Sertifikat,
makatuntutan hukum atas Gugatan Penggugat harus dilakukan atau
diselesaikan dalam lingkup Pengadilan Tata Usaha Negara bukan
dalam lingkup Pengadilan Negeri. Dengan demikian mohon kiranya
agar Majelis Hakim mengabaikan atau setidaknya mengesampingkan
Gugatan Penggugat.
II. DALAM POKOK PERKARA
1. Bahwa Tergugat II dan Tergugat III mohon agar Jawaban dalam Eksepsi
tersebut di atas merupakan satu kesatuanyang tak terpisahkan dengan
jawaban dalam pokok perkara sepertidiuraikan di bawah ini;
2. BahwaTergugat II dan Tergugat III menolak seluruh dalil-dalil yang diajukan
oleh Penggugat, kecualiyang diakui dan dinyatakan secara tegas dan bulat
serta menguntungkan Para Tergugat dalam persidangan perkara ini;
3. Bahwa Tergugat II dan Tergugat III perlu menjelaskan Riwayat perolehan
Sertifikat Hak Pakai Nomor 10 Tahun 1986, tanggal 7 Januari 1986, atas
nama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI C/q Kanwil Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat kepada Majelis Hakim
yang memeriksa Perkara ini agar Majelis Hakim dalam memutus Gugatan
Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.Cms ini dapat memenuhi rasa keadilan bagi
Pihak-pihak yag berperkara. Adapun kronologisnya adalah sebagai berikut :
3.1 Bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 0207/O/1980, tanggal 30 Juli 1980, tentang Penunggalan
Sekolah, SMKN 2 Ciamis yang merupakan Sekolah Filial dari STM
Negeri Tasikmalaya, bersama 83 (delapan puluh tiga) sekolah Filial
lainnya di Provinsi Jawa Barat ditetapkan sebagai sekolah yang dapat
Halaman 36 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
menyelenggarakan
proses
pendidikan
secara
mandiri
karena
perkembangan yang memuaskan serta animo masyarakat terhadap
keberadaan SMKN 2 Ciamis cukup besar;
3.2 Bahwa Kepala Kantor Agraria a/n. Bupati Kepala Daerah Tk. II Ciamis,
pada tanggal 4 Januari 1986, telah mengeluarkan Fatwa Tata Guna
Tanah sebagai dasar pertimbangan penetapan Hak Pakai Nomor
222/FTGT/HP/1986, yang dimohonkan oleh Kondin Kepala STM
Negeri Ciamis, beralamat di Jalan R.E Martadinata Nomor 23 Desa
Maleber, Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis terhadap tanah
3.3 Bahwa Dede H, BA selaku Kepala Bagian Tata Praja Setwilda Tk. II
Ciamis dan Drs. Sonjaya selaku Pimpinan Proyek Peningkatan SMTA
dan Teknologi Jawa Barat, pada tanggal 10 Januari 1986 telah
membuat dan menandatangani Surat Pernyataan Pelepasan Hak atas
sebidang tanah yang terletak di Desa Maleber, Kecamatan Ciamis,
disaksikan Kepala Desa Maleber dan Pegawai Kantor Kecamatan
Ciamis;
3.4 Bahwa sebagai tindak lanjut penandatangan Surat Pernyataan
Pelepasan Hak atas Tanah tersebut, maka pada tanggal 11 Januari
1986, pimpinan proyek seluas 32.350 M2 (tiga puluh dua ribu tiga ratus
lima puluh meter persegi);Peningkatan SMTA dan Tenologi Jawa
Barat yang bertindak untuk dan atas nama Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan sesuai dengan Keputusan Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 475/XIII/1985, telah membayar biaya
Perolehan Hak Pakai sampai dengan Penyelesaian Sertifikat kepada
Kantor Agraria Daerah Tk. II Ciamis sebesar Rp 855.250,- (delapan
ratus lima puluh lima ribu dua ratus lima puluh rupiah) atas sebidang
tanah seluas 32.350 M2 (tiga puluh dua ribu tiga ratus lima puluh meter
persegi);
3.5 Bahwa pada tanggal 27 Oktober 1986, Kepala Kantor Agraria
menerbitkan Sertifikat Hak Pakai Nomor 10/1986 dengan Pemegang
Hak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI c/q Kanwil
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat;
3.6 Bahwa terhadap Sertifikat Hak Pakai Nomor 10/1986, hingga saat ini
belum mengalami perubahan baik luas, batas maupun nama
pemegang Hak atas Sertifikat tersebut.
3.7 Bahwa pada tanggal 25 Maret 2010, Penggugat Drs. Arismaya Djalil
Anwar secara sepihak telah mengajukan Permohonan Pengembalian
Halaman 37 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Batas ke Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis dan hasil Pengukuran
tersebut dituangkan dalam Berita Acara Pengembalian Batas oleh
Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis;
3.8 Bahwa terhadap Permohonan Pengembalian Batas yang dimohonkan
oleh Saudara Drs. Arismaya Djalil Anwar secara sepihak tersebut
tidaklah memenuhi kekuatan hukum yang mengikat, karna pada saat
Pengukuran ulang Pengembalian batas tersebut tidak dihadiri oleh
Pejabat yang berwenang di SMKN 2 Ciamis selaku Pengguna Barang
maupun Pejabat di Lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis selaku
Pengelola Barang. Pada saat Pengukuran Pengembalian Batas
tersebut dari Pihak SMKN 2 Ciamis hanya dihadiri oleh Pesuruh yang
notabene tidak memiliki kapasitas apapun dalam menunjukan atau
menetapkan batas tanah di Lingkungan SMKN 2 Ciamis serta bukan
atas perintah Pejabat yang berwenang;
4. Bahwa Berdasarkan Uraian Riwayat Perolehan Sertifikat Hak Pakai Nomor
10 Tahun 1986, tanggal 7 Januari 1986, atas nama Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan RI C/q Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi Jawa Barat diatas, maka Jelas dan Nyata bahwa Sertifikat Hak
Pakai Nomor 10/1986 adalah sah menurut hukum. Mohon kiranya Majelis
Hakim yang memeriksa Perkara ini untuk menolak Gugatan Para
Penggugat
atau
setidak-tidaknya
Gugatan
Penggugat
tidak
dapat
diterima/niet ontvankelijke verklaard;
5. Bahwa pada tanggal 14 November 2014, Drs. Arismaya Djalil Anwar melalui
Kuasa Hukum nyaBudi Fathur &Partner, mengajukan Gugatan ke
Pengadilan Negeri Ciamis, dengan Objek Sengketa yang sama dalam
Nomor Perkara Nomor 24/Pdt.G/2014/PN.Cms;
6. Bahwa terhadap Gugatan Nomor Perkara Nomor 24/Pdt.G/2014/PN.Cms,
Pihak
Penggugat
berdasarkan
telah
Penetapan
24/Pen.Pdt.G/2014/PN.Cms
mencabut
Ketua
Gugatan
Pengadilan
dengan
dalih
dan
telah
Negeri
akan
ditetapkan
Ciamis
Nomor
mengusahakan
penyelesaian di luar Pengadilan/Mediasi sesuai dengan Undang-Undang
Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternativ Penyelesaian
Sengketa;
7. Bahwa
dalam
Angka
3
dan
4
Posita
Gugatannya,
Penggugatmenyatakanbahwatanah yang menjadi ObjekPerkara seluas 614
M2 (enam ratus empat belas meter persegi) adalah milik Penggugat yang
merupakan bagian dari tanah milik orang tua Para Penggugat sesuai
Halaman 38 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Sertifikat Hak Milik Nomor 234/Maleber. Terhadap hal tersebut, Tergugat II
menolak dengan tegas karena pengakuan Para Penggugat tersebut tidak
disertai bukti dan dasar kepemilikan sesuai ketentuan hukum yang
berlaku.Dengan demikian maka jelas dan tidak terbantahkan lagi bahwa
Gugatan Para Penggugat adalah tidak sah dan tidak berdasar sama sekali,
karenafakta-faktadanbukti-bukti yang menjadi dasar Gugatan Penggugat
yang disampaikan oleh Para Penggugat baik dalam Posita Gugatan
maupun Petitum Gugatan bertentangan dengan ketentuan hukum yang
berlaku, sehingga jelas gugatan yang diajukan Penggugat mengandung
cacat hukum. Atas dasar hal tersebut diatas, mohon kiranya agar Majelis
Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini mengabaikan Gugatan
Penggugat dan dinyatakan tidak dapat diterima (nietonvantkelijkeverklaard).
Hal ini sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor
6.K/Sip/1973, tanggal 21 Agustus 1973, yang inti amar Putusannya adalah
‘Gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima karena dasar gugatan tidak
sempurna, dalam hal ini karena hak Penggugat atas tanah sengketa tidak
jelas serta Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 480
K/Sip/1975 tanggal 02 Juli 1974 yang menyebutkan ‘bahwa harus
menyebutkan dengan jelas dan tegas surat bukti dan nama pemegang hak’;
8. Bahwa
Para
Penggugat
tidak
berkedudukan
sebagai
Pihak
yang
mempunyai kepentingan atas Tanah Objek Sengketa tersebut, karena Para
Penggugat tidak dapat membuktikan bukti kepemilikan atas Tanah Objek
Sengketa yang diakui oleh Para Penggugat seluas 614 M2 (enam ratus
empat belas meter persegi) dimaksud sebagaimana diatur dalam Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku. Sehingga karenanya layak dan patut
menurut
hukum
Penggugat
didiskualifikasi
kedudukannya
sebagai
Penggugat dari perkara ini;
9. Bahwa Pendaftaran tanah bersifat kelembagaan (dahulu ada lembaga adat)
dan publikatif,sehingga terpenuhi azas konstitutif dan publisitas, dengan
demikian pendaftaran tanah bersifat pula erga omnes yang berarti mengikat
publik maka dengan demikian berlaku pula Hukum Publik dan Hukum
Administrasi Negara serta wajib dipatuhi oleh setiap warga negara. Oleh
karenanya apabila terjadi persengketaan/perbuatan melawan hukum yang
melanggar azas legalitas (melanggar peraturan perundang-undangan yang
berlaku dan melanggar Azas- azas Umum Pemerintahan yang baik/AAUPB)
maka
menjadi
kewenangan
Peradilan
Tata
Usaha
Negara
untuk
membatalkannya;
Halaman 39 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
10. Bahwa dalam Angka 7 Posita Gugatannya Para Penggugat menyatakan
bahwa Penggugat merasa dirugikan dengan Penguasaan tanah milik orang
tua Para Penggugat secara melawan hukum. Terhadap pernyataan
Penggugat diatas, Tergugat II dan Tergugat III menolak dengan tegas
penyataan
Para
Penggugat
sebagaimana
dimaksud
pada
Posita
Gugatannya.Terhadap perbuatan melawan hukum atau lebih dikenal
dengan istilah onrechtmatigdaad, yang ditujukan kepada Tergugat II dan
Tergugat III oleh Para Penggugat adalah dalil yang tidak beralasan dan
berdasar sama sekali. Bahwa Perbuatan melawan hukum sebagaimana
dimaksud Pasal 1365 BW adalah bilamana terjadi pelanggaran yaitu berupa
penguasaan tanpa izin terhadap sebidang tanah yang nyata-nyata dan sah
sesuai ketentuan hukum yang berlaku adalah Hak seseorang, sehingga
menimbulkan kerugian bagi Pemegang Hak Tanah tersebut. Dengan
demikian jelas bahwa unsur mutlak yang harus dipenuhi dalam perbuatan
melawan hukum dalam Perkara ini adalah unsur alas hak dan unsur
kerugian. Unsur-unsur perbuatan melawan hukum yang harus dipenuhi
adalah adanya perbuatan hukum, adanya kerugian, adanya kesalahan serta
adanya hubungan kausal antara perbuatan hukum dan kerugian yang
timbul. Bilamana terjadi salah satu unsur perbuatan melawan hukum tidak
terpenuhi maka berdasarkan ketentuan hukum, maka oleh hukum harus
dianggap tidak terjadi perbuatan melawan hukum;
11. Bahwa Para Penggugat sebagaimana Angka 11 pada Posita Gugatannya
menyatakan mengalami kerugian sebesar Rp421.040.000 (empat ratus dua
puluh satu juta empat puluh ribu rupiah).Terhadap pernyataan Para
Penggugat diatas, Tergugat II berpendapat bahwa besaran kerugian yang di
utarakan oleh Para Penggugat dalam Gugatannya tidaklah berdasar sama
sekali karena tidak disertai dengan fakta-fakta dan bukti-bukti terperinci
yang dapat menjelaskan bentuk dan besaran kerugian yang dialami oleh
Penggugat.Bahwa sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung No.
588K/Sip/1983,tanggal 28 Mei 1984, menyatakan “Tuntutan Penggugat
mengenai ganti rugi karena tidak disertai dengan bukti-bukti harus ditolak”
dan Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 51 K/Sip/1974, tanggal 29 Mei
1975, yang menyatakan“ Dalam hal adanya tuntutan ganti rugi harus
dibuktikan”. Dengan demikian patut kiranya Majelis Hakim yang memeriksa
Perkara A quo untuk menyatakan Gugatan Para Penggugat ditolak;
12. Bahwa Tergugat II dan Tergugat III berpendapat bahwa SMKN 2 Ciamis
merupakan
Barang
tidak
bergerak
dan
merupakan
Barang
Milik
Halaman 40 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Negara/Daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara. Tergugat II dan Tergugat III menyatakan bahwa
Gugatan Penggugat disusun secara tidak cermat dan tidak jelas, akibatnya
Gugatan Penggugat menjadi gelap/samar-samar/kabur (Obscuur Libel),
karena
dalam
Posita
Gugatan
dan
Petitum
Gugatan,
Penggugat
mengemukakan dalil-dalil Permohonan kepada Majelis Hakim agar
dilakukan permohonan serta merta (uit voerbaar bij voorraad), Sita Jaminan
serta Dwangsom kepada Para Tergugat tanpa disertai dengan alasanalasan dari pada tuntutan (Middelen van den eis) dan dasar-dasar
pertimbangan hukumnya yang dinyatakan dalam Posita Gugatan. Dalam
Pasal 50 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara menyatakan ‘Pihak manapun dilarang melakukan penyitan terhadap
barang tidak bergerak dan hak kebendaan lainnya milik negara/daerah’.
Berdasarkan hal tersebut diatas, mohon kiranya Majelis Hakim yang
memeriksa Perkara ini agar menolak atau mengesampingkan Gugatan Para
Penggugat;
13. Bahwa berdasarkan hal-hal sebagaimana telah diuraikan dan dijelaskan
oleh Tergugat II dan Tergugat III diatas, adalah sangat beralasan
sekaliapabila Pengadilan Negeri Ciamis melalui Yang Mulia Majelis Hakim
yang
menangani
Perkara
Nomor
15/Pdt.G/2016/PN.Cms
untuk
mengabaikan seluruh Gugatan Penggugat. Selanjutnya adalah beralasan
pula menurut hukum apabila Pengadilan Negeri Ciamis menyatakan bahwa
Obyek Gugatan sebidang tanah seluas ± 614 M2(enam ratus empat belas
meter persegi), untuk ditolak atau setidaknya tidak dapat diterima, karena
pengakuan Para Pengugat terhadap Objek Sengketa tidak disertai dengan
bukti dan fakta yang sah menurut hukum karena selisih tanah yang
dimaksud oleh Para Penggugat adalah milik Tergugat sebagaimana
dimaksud dalam sertifikat Hak Pakai Nomor 10 Tahun 1986, tanggal
27Oktober 1986. Karena Perolehan Hak Pakai atas Tanah tersebut telah
sesuai dengan Peraturan Menteri Agraria Nomor 1 Tahun 1966 tentang
Pendaftaran Hak Pakai dan Hak Pengelolaan, Peraturan Pemerintah Nomor
24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, Undang-Undang Nomor 1
Tahun
2004
tentang
Perbendaharaan
Negara,
Peraturan
Menteri
Agraria/Kepala BPN Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata cara pemberian Hak
Pakai dan Hak Pengelolaan serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun
1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi,
Halaman 41 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Kolusi dan Nepotisme serta berdasarkan Asas-Asas Umum Pemerintahan
yang Baik (AAUPB).
Berdasarkan dalil-dalil sebagaimana telah dikemukakan oleh Tergugat, maka
Tergugat memohon kepada Pengadilan Negeri Ciamis melalui Yang Mulia
Majelis
Hakim
yang
memeriksa
dan
memutus
perkara
Nomor
15/Pdt.G/2016/PN.Cms ini, berkenan untuk memutuskan perkara ini dengan
amar putusannya berbunyi sebagai berikut :
I.
DALAM EKSEPSI :
1. Menerima Eksepsi Tergugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat diterima/Niet ontvankelijke
verklaard.
II. DALAM POKOK PERKARA:
1. Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menghukum Penggugat untuk membayar secara keseluruhan biaya
yang timbul dalam perkara ini.
Menimbang, bahwa terhadap gugatan Para Penggugat tersebut Turut
Tergugat memberikan jawaban pada pokoknya sebagai berikut :
DALAM EKSEPSI
1.
Gugatan cacat materil
Bahwa mengingat materi perkara No. 15/Pdt.G/2016/PN.Cms merupakan
pengulangan dari gugatan sebelumnya yang mana subjek dan objeknya
sama dengan perkara terdahulu No. 24/Pdt.G/2014/PN.Cms yang sudah
DICABUT oleh Penggugat berdasarkan Surat Permohonan Pencabutan
Perkara Perdata tanggal 5 Januari 2015 yang menyatakan mencabut
perkaranya dengan alasan akan mengusahakan penyelesaian diluar
Pengadilan/Mediasi, maka sudah selayaknya dinyatakan mengandung
cacat materil.
2. Gugatan cacat formil karena Daluarsa
Bahwa gugatan para penggugat mengandung cacat formil karena gugatan
penggugat Kadaluarsa, karena yang menjadi objek perkara adalah
Sertipikat Hak Milik No.234/Kel.Maleber yang diterbitkan pada tanggal 1210-1982 dan Sertipikat Hak Pakai No.10/Kel.Maleber yang terbit pada
tanggal 27-10-1986 sehingga memenuhi unsur daluarsa sesuai Pasal 32
ayat (2) Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran
Tanah.
Dalam hal atas suatu bidang tanah sudah diterbitkan sertipikat secara sah
atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh tanah tersebut
Halaman 42 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
dengan itikad baik dan secara nyata menguasainya, maka pihak lain yang
merasa mempunyai hak atas tanah itu tidak dapat lagi menuntut
pelaksanaan hak tersebut apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak
diterbitkannya sertipikat itu telah tidak mengajukan keberatan secara tertulis
kepada pemegang sertipikat dan Kepala Kantor Pertanahan yang
bersangkutan ataupun tidak mengajukan gugatan ke Pengadilan mengenai
penguasaan tanah atau penerbitan sertipikat tersebut.
3. Adalah kesalahan para Penggugat, bahwa para Penggugat telah sekian
lama, tanpa sesuatu alasan yang sah telah berdiam diri, telah tidak
mengajukan gugatan sehingga para Penggugat sekarang sudah tidak dapat
lagi membuktikan dalil yang menjadi dasar gugatan. Bahwa sudah jelas
gugatan para Penggugat mengandung cacat formil yaitu kadaluarsa
(exceptio temporis).
4. Gugatan Error in Persona
Bahwa gugatan para Penggugat error in persona karena kurang pihak.
Adalah seharusnya para Penggugat menarik Kepala Kelurahan Maleber
Kecamatan
Ciamis
sebagai
pihak
dikarenakan
berdasarkan
kewenangannya menerbitkan C.No.543 Persil 22 S.II serta riwayat tanah
yang menjadi dasar penerbitan sertifikat hak milik No.234/Kelurahan
Maleber yang menjadi objek a quo.
Bahwa berdasarkan segala sesuatu yang diuraikan diatas, dengan ini
mohon kepada yang terhormat Majelis Hakim menerima Eksepsi Turut
Tergugat dengan menyatakan gugatan para Penggugat dinyatakan tidak
dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard).
DALAM POKOK PERKARA
1. Bahwa Turut Tergugat dengan tegas menolak dalil gugatan Para Penggugat
kecuali yang kebenarannya diakui secara tegas.
2. Bahwa benar Turut Tergugat telah menerbitkan Sertipikat Hak Milik
No.234/Kel.Maleber berdasarkan Konversi Milik Adat asal C.No.543
Persil.No.22 S.II tanggal 12-10-1982 Surat Ukur Sementara No.2365/1982
Tanggal 12-10-1982 Luas 3.739 m2 tercatat atas nama A.Djalil Anwar yang
terletak di Blok Sukarena, Desa Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten
Ciamis dengan batas-batas sebagai berikut :
Utara
:
Selokan
Timur
:
Tanah milik adat
Selatan
:
Selokan
Barat
: Tanah milik adat, tanah kalungguhan
Halaman 43 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
3. Bahwa benar Turut Tergugat menerbitkan Sertipikat Hak Pakai No.10/Kel.
Maleber tanggal 27-10-1986 Gambar Situasi No.44/1986 Tanggal.7-1-1986
Luas 32.350 m2 tercatat atas nama DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN RI cq. KANWIL DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN PROPINSI JAWA BARAT yang perolehannya berdasarkan
Surat Pernyataan Melepaskan Hak Atas Tanah dari Sdr.Ade Hadori BA asal
Persil 14 dan 25, yang dibuat oleh dan dihadapan Camat Ciamis tanggal 10
Januari 1986 seluas 32.350 m2, dan berdasarkan Surat Keputusan
Gubernur Jawa Barat tanggal 6-10-1986 No.593.321/SK/Ditag/1986 terletak
di Blok Karangsari, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis yang diatasnya
kini berdiri SMKN 2 Ciamis, dengan batas-batas sebagai berikut :
Utara
: Yeyet/Rahlan/Perikanan
Timur
: Jalan dari Sukajadi ke Maleber / Wiharma / Ruspendi
Selatan
: Mahdi/Colil Anwar
Barat
: Ahmad/Natawinarya/Hatijah
4. Bahwa penerbitan atas kedua Sertipikat tersebut adalah telah sesuai
ketentuan hukum serta perundang-undangan yang berlaku yaitu Undangundang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria
jo. Peraturan Pemerintah No.10 Tahun 1961 Tentang Pendaftaran Tanah
yang berlaku pada saat penerbitan dengan memperhatikan segala syarat
formil baik secara yuridis maupun fisik.
5. Bahwa berdasarkan Surat Permohonan Pengukuran Pengembalian Batas
dari Drs. Arismaya Djalil Anwar terhadap Sertipikat Hak Milik No.234/Kel.
Maleber telah dilaksanakan Pengukuran Pengembalian Batas berdasarkan
Surat Tugas Pengukuran dari Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis tanggal
26 November 2009 No.1407/2009 dengan hasil bahwa diduga terdapat
sebagian bidang tanah Hak Milik No.234/Kel. Maleber seluas 614 m2
yang kondisi fisiknya saat ini berada didalam areal sekolah SMKN
2
Ciamis. Bahwa atas dasar kesepakatan para pihak yang hadir pada saat
pengukuran pengembalian batas telah dipasang patok beton yang berada
didalam areal sekolah SMKN 2 Ciamis sebagai batas dari sertipikat Hak
Milik No.234/Kel. Maleber sesuai Berita Acara Pengembalian Batas tanggal
25 Maret 2010.
6. Bahwa terhadap adanya kekeliruan letak dalam Sertipikat Hak Milik
No.234/Kel.maleber dan Sertipikat Hak Pakai No.10/Kel. Maleber, seperti
yang tercantum dalam dalil gugatan Penggugat, adalah bukan suatu
persoalan hukum yang begitu
saja dipersalahkan kepada Turut Tergugat
Halaman 44 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
melainkan terdapatnya kesalahan penunjukkan dan penetapan batas oleh
para
pihak
kepada
petugas
pengukuran
pada
saat
dilaksanakan
pengukuran seperti yang termuat dalam Gambar Situasi (akan disampaikan
dalam pembuktian).
Maka berdasarkan segala apa yang terurai diatas, Turut Tergugat
mohon dengan hormat Pengadilan Negeri Ciamis berkenan memutuskan :
1. Menerima Eksepsi Turut Tergugat
2. Menolak gugatan Para Penggugat seluruhnya atau setidak-tidaknya
gugatan Para Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima ( Niet Onvankelijk
Verklaard).
Menimbang, bahwa atas Jawaban dari Para Tergugat tersebut,
Para Penggugat
telah
mengajukan Repliknya secara tertulis tanggal 14
Desember 2016, dan selanjutnya atas Replik dari Para Penggugat tersebut,
Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III serta Turut Tergugat telah mengajukan
Dupliknya secara tertulis masing-masing tanggal 29 Desember 2016;
Membaca putusan Pengadilan Negeri Ciamis tanggal 9 Maret 2017
Nomor 15/Pdt.G/2016/PN Cms. yang amar selengkapnya sebagai berikut:
DALAM EKSEPSI:
 Menolak Eksepsi Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III serta Turut
Tergugat untuk seluruhnya;
DALAM POKOK PERKARA :
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian ;
2. Menyatakan bahwa Para Tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan
Hukum yang sangat merugikan Para Penggugat;
3. Menyatakan Para Penggugat sebagai pemilik yang sah atas tanah seluas
614 m2 yang terletak dan dikenal dengan SMKN 2 Kabupaten Ciamis, Jln.
Sadananya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis, sesuai dengan Sertifikat
Hak Milik Nomor : 234/Maleber, Surat Ukur No. 2365/1982, tanggal 12
Oktober 1982, dengan batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara
: Selokan;
- Sebelah Timur
: Tanah milik Adat;
- Sebelah Selatan
: Selokan;
- Sebelah Barat
: Tanah Kalungguhan;
4. Menghukum Para Tergugat agar :
Halaman 45 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
a.
menyerahkan tanah milik orang tua Para Penggugat seluas 614 m2
(enam ratus empa belas meter persegi) yang sekarang digunakan oleh
Tergugat III, yang terletak dan dikenal dengan SMKN 2 Kabupaten
Ciamis, Jln. Sadananya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis, sesuai
dengan Sertifikat Hak Milik Nomor : 234/Maleber, Surat Ukur No.
2365/1982, tanggal 12 Oktober 1982, dengan batas-batas sebagai
berikut :
-
Sebelah Utara
: Selokan;
-
Sebelah Timur
: Tanah milik Adat;
-
Sebelah Selatan
: Selokan;
-
Sebelah Barat
: Tanah Kalungguhan;
5. Menghukum Para Tergugat untuk mengosongkan tanah objek sengketa
berikut bangunan yang berada di atasnya dikenal dengan SMKN 2
Kabupaten Ciamis, Jln. Sadananya, No. 21, Maleber, Kabupaten Ciamis;
6. Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk dan patuh terhadap isi putusan
perkara ini;
7. Menolak petitum Para Penggugat untuk selain dan selebihnya;
8. Menghukum Para Tergugat dan Turut Tergugat membayar biaya perkara
yang sampai saat ini ditetapkan sebesar Rp. 2.173.000,- (dua juta seratus
tujuh puluh tiga ribu rupiah);
Menimbang, bahwa akta pernyataan permohonan banding yang dibuat
oleh Panitera Pengadilan Negeri Ciamis yang menyatakan bahwa pada tanggal
16 Maret 2017 Pembanding I semula Tergugat I telah mengajukan permohonan
agar perkaranya yang diputus oleh Pengadilan Negeri
15/Pdt.G/2016/PN Cms. tanggal 9 Maret2017
Ciamis Nomor
diperiksa dan diputus dalam
peradilan tingkat banding ;
Menimbang, bahwa akta pernyataan permohonan banding yang dibuat
oleh Panitera Pengadilan Negeri Ciamis yang menyatakan bahwa pada tanggal
23 Maret 2017 Pembanding II & III semula Tergugat II & III telah mengajukan
permohonan agar perkaranya yang diputus oleh Pengadilan Negeri
Ciamis
Nomor 15/Pdt.G/2016/PN Cms. tanggal 9 Maret2017 diperiksa dan diputus
dalam peradilan tingkat banding ;
Menimbang, bahwa atas permohonan banding tersebut Wakil Panitera
Pengadilan Negeri Ciamis telah meminta bantuan kepada Ketua Pengadilan
Halaman 46 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Negeri Bandung untuk memberitahukan Permohonan Banding tersebut Kepada
Terbanding I semula Pengugat I tertanggal 31 Maret 2017 dan relaas belum
kembali;
Menimbang, bahwa risalah pemberitahuan pernyataan banding yang
dibuat oleh Juru Sita pada Pengadilan Negeri Ciamis yang menyatakan bahwa
pada tanggal 16 Maret 2017 dan tanggal 23 Maret 2017 permohonan banding
tersebut telah disampaikan dan diberitahukan secara sah dan saksama kepada
Pihak Terbanding II semula Penggugat II pada tanggal 31 Maret 2017 dan
kepada Turut Terbanding semula Turut Tergugat pada tanggal 31 Maret 2017 ;
Mernimbang,
bahwa
sehubungan
permohonan
banding
tersebut
Pembanding I semula Tergugat I telah mengajukan memori bandingnya
tertanggal
8 Mei 2017 dan diterima oleh Kepaniteraan Perdata Pengadilan
Negeri Ciamis pada tanggal
8 Mei 2017 dan diberitahukan dan diserahkan
kepada Kuasa Terbanding I & II semula Penggugat I & II pada tanggal 16 Mei
2017 sedangkan kepada Turut Terbanding semula Turut Tergugat pada tanggal
12 Mei 2017;
Menimbang,
bahwa
sehubungan
permohonan
banding
tersebut
selanjutnya Pembanding II & III semula Tergugat II & III juga telah mengajukan
memori bandingnya tertanggal 3 April 2017 dan diterima oleh Kepaniteraan
Perdata Pengadilan Negeri Ciamis
pada tanggal
6 April 2017 dan
diberitahukan dan diserahkan kepada Terbanding I semula Penggugat I dengan
bantuan melalui surat tertanggal 12 April 2017 dari Wakil Panitera Pengadilan
Negeri
Ciamis,
kepada
Ketua
Pengadilan
Negeri
Bandung
agar
memberitahukan dan menyerahkan Memori Banding tersebut akan tetapi relaas
tidak kembali, sedang kepada Terbanding II semula Penggugat II pada tanggal
12 April 2017 sedangkan kepada Turut Terbanding semula Turut Tergugat pada
tanggal 12 April 2017;
Menimbang, bahwa menanggapi Memori banding Pembanding I semula
Tergugat I dan Pembanding II & III semula Tergugat II & III tersebut Kuasa
Terbanding I & II semula Penggugat I & II telah mengajukan Kontra memori
bandingnya tertanggal 30 Mei 2017 dan tertanggal 19 April 2017 dan diterima
oleh Panitera
Pengadilan Negeri Ciamis pada tanggal
30 Mei 2017 dan
tanggal 25 April 2017 dan telah diberitahukan kepada Pembanding I semula
Tergugat I melalui surat Wakil Panitera untuk meminta bantuan Ketua
Pengadilan Negeri Bandung pada tanggal 5 Juni 2017 dan Relaas belum
Halaman 47 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
kembali sedangkan untuk Pembanding II & III semula Tergugat II & III tanggal 3
Mei 2017;
Menimbang, bahwa pemberitahuan pemeriksaan berkas (inzage) perkara
Nomor 15/Pdt.G/2016/PN Cms,
yang dibuat oleh Juru Sita Pengganti pada
Pengadilan Negeri Ciamis telah memberikan kesempatan kepada Pembanding
II & III semula Tergugat II & III pada tanggal 2 Juni 2017, kepada Terbanding I &
II semula Penggugat I & II pada tanggal 16 Juni 2017 dan kepada Turut
Terbanding semula Turut Tergugat pada tanggal 2 Juni 2017 sedangkan
Kepada Pembanding I semula Tergugat I, Wakil Panitera Pengadilan Negeri
Ciamis telah meminta bantuan Ketua Pengadilan Negeri Bandung dengan
suratnya tertanggal 5 Juni 2017 dan sampai sekarang relaas belum kembali,
untuk diberi kesempatan mempelajari berkas perkara dalam tenggang waktu 14
(empat belas) hari setelah diterimanya pemberitahuan ini;
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUMNYA
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 20
Tahun 1947 Tentang Peradilan Ulangan di Jawa dan Madura, tenggang waktu
untuk mengajukan upaya hukum banding adalah 14 hari setelah putusan
dijatuhkan atau setelah pemberitahuan putusan;
Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Negeri Ciamis Nomor :
15/Pdt.G/2016/PN Cms diucapkan pada tanggal 9 Maret 2017 dengan di hadiri
kedua belah pihak dan Pembanding I semula Tergugat I mengajukan banding
pada tanggal 16 Maret 2017 dan Pembanding II & III semula Tergugat II & III
tanggal 23 Maret 2017 ,berarti banding tersebut di ajukan masih dalam
tenggang waktu 14 hari setelah putusan diucapkan, sehingga sesuai dengan
tenggang waktu yang di tentukan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1947
Tentang Peradilan Ulangan di Jawa dan Madura ;
Menimbang, bahwa permohonan banding dari Pembanding I semula
Tergugat I dan Pembanding II & III semula Tergugat II & III telah diajukan dalam
tenggang waktu dan menurut tata cara serta memenuhi persyaratan yang
ditentukan Undang-Undang, oleh karena itu permohonan banding tersebut
secara formal dapat diterima ;
Menimbang, bahwa Pembanding I semula Tergugat I dalam memori
bandingnya tanggal 8 Mei 2017 pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai
berikut :
Halaman 48 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Bahwa
Pembanding mohon
kepada
Majelis Hakim Tinggi
pada
Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang terhormat, agar berkenan untuk memeriksa
dan mengadili perkara ini dan selanjutnya memberikan putusan sebagai berikut:
1) Menerima Permohonan Banding dan Memori Banding tertanggal 8 Mei
2017 dari Pembanding;
2) Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Ciamis tertanggal 9 Maret 2017
dalam Perkara Perdata Nomor : 15/PDT.G/2016/PN.CMS untuk seluruhnya.
MENGADILI SENDIRI:
1.
Menolak gugatan yang diajukan oleh para Terbanding dahulu para
Penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan
para
Terbanding
dahulu
Penggugat
tidak
dapat
diterima
(niet
ontvankelijkverklaard).
2.
Menghukum para Terbanding untuk membayar seluruh biaya perkara yang
timbul dalam perkara ini menurut hukum.
ATAU : Apabila Yang Mulia Majelis Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi
Jawa
Barat
berpendapat
lain,
maka
Pembanding/
semula
Pembantah mohon kiranya dapat memberikan Putusan yang
seadil-adilnya (ex aequo et bono).
Menimbang, bahwa Pembanding II & III semula Tergugat II & III dalam
memori bandingnya tanggal 3 April 2017 pada pokoknya mengemukakan halhal sebagai berikut :
1.
Bahwa Pihak Pembanding/semula Pihak Tergugatmenerima sebagian
Pertimbangan
Hukum
(Ratio
persangkaan-persangkaan
Decidendi)Majelis
Majelis
Hakim
Tingkat
Hakim
serta
Pertama
yang
menguntungkan Pihak Pembanding/semula Pihak Tergugat. Akan tetapi
Pihak Pembanding/semula Pihak Tergugat merasa keberatan dengan
Putusan
Pengadilan
Negeri
Ciamis
dalam
Perkara
Nomor
15/Pdt.G/2017/PN.Cms, tertanggal 09Maret 2017, baik dalam Eksepsi
maupundalamPokok Perkara;
2.
Bahwa
kepada
Majelis
Hakim
Tingkat
Banding,
Pihak
Pembanding/semula Pihak Tergugatmohon agar diperiksa kembali
Posita dan Petitum Gugatan Pihak Terbanding/semula Pihak Penggugat
untukdalam Pokok Perkara. Hal ini merujuk pada Yurisprudensi
Putusan Mahkamah Agung tanggal 9 Oktober 1975 No. 951
K/SIP/1973;
Halaman 49 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
3.
Bahwa Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung tanggal 9 Oktober 1975
No. 951 K/SIP/1973, menyatakan “Pemeriksaan Tingkat Banding yang
seolah-olah seperti di Tingkat Kasasi yang hanya memperhatikan apa
yang
diajukan
oleh
Pembanding,
adalah
salah;
seharusnya
pemeriksaan Banding mengulangi pemeriksaan keseluruhannya,
baik mengenai fakta maupun penerapan hukum”. Oleh karenanya
Peradilan
Judex
factie,
khususnya
Pengadilan
Tinggi
Bandung
mempunyai kewenangan untuk memeriksa kembali fakta-fakta dan
penerapan hukumnya;
4.
Bahwa terhadap Putusan Pengadilan Negeri Ciamis Pihak Pembanding
semula Pihak Tergugat menilai Majelis Hakim kurang cukup dalam
memberikan
Pertimbangan
hukumnya/onvoldoendo
gemotiveerd
sebagaimana yang tertuang dalam berkas Putusan Pengadilan Perkara
Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.Cms tanggal 09Maret 2017. Akibatnya Majelis
Hakim tidak dapat memberikan Putusan dalam Pokok Perkara yang
tentunya bertentangan dengan Asas Hukum Proses Peradilan yang
bersifat tuntas, cepat, murah dan sederhana serta berkekuatan
hukum dan berkepastian hukum. Dengan demikian patut kiranya
Putusan tersebut untuk dibatalkan sebagaimana tertuang di dalam
Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor RI dalam putusannya No.638
K/Sip/1969 tanggal 22 Juli 1970 yang menyatakan bahwa: “Putusanputusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi yang kurang
cukup
dipertimbangkan
(onvoldoendo
gemotiveerd)
harus
dibatalkan’.
5.
Bahwa Pihak Pembanding/semula Pihak Tergugat berpendapat bahwa
alasan atau dasar keberatan Pembanding menolak pertimbangan hukum
Majelis Hakim adalah sebagai berikut :
5.1
Bahwa pada Tentang Pokok Permasalahan pada Angka I
Halaman
80
dari
91
Putusan
Perdata
Gugatan
Nomor
15/Pdt.G/2016/PN.Cms, Majelis Hakim menyatakan :
‘menimbang bahwa berdasarkan bukti surat bertanda P-I yang
bersesuaian dengan bukti surat bertanda T.I-8 berupa Surat
keterangan Ahli Waris A. Djalil Anwar tertangal 25 Mei 2011
diketahui bahwa dari perkawinan A. Djalil Anwar dengan isterinya
yang bernama Hj. Siti Juhro Harahap ( yang telah meninggal pada
tanggal 29 Agustus 2004) telah dilahirkan 11 (sebelas) orang anak
Halaman 50 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
diantaranya Dr. H. Atang Al Mahboeb, Suhanah, Drs. Noor Rasyid
Anwar, Noor Rahman Anwar, Noorjaman Djalil Anwar, Johnnie
Johar Johor Ir, Yoyo Sutaryo, tatang Noorochiat, Noor Hayati, Drs.
Arismaya Djalil Anwar dan Heri Al-Azhar, didukung dengan bukti
surat bertanda P-2 berupa Sertifikat Hak Milik Nomor 234/Maleber,
Surat Ukur Sementara No. 2365/1982 tanggal 12 Oktober 1982
atas nama A. Djalil Anwar yang mana dalam bukti Surat tersebut
diketahui
bahwa
Sertifikat
Hak
Milik
Nomor
234/Maleber
Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dengan luas 3739 m2
adalah benar atas nama A. Djalil Anwar;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti surat bertanda P-6 berupa
bukti Surat Berita acara Pengembalian Batas Sertifikat Hak Milik
No. 234/Maleber diketahui bahwa dari hasil pengukuran ulang
tanah A. Djalil Anwar pada tanggal29 November 2009 pada angka
4 menerangkan ada dugaan terdapat sebagian tanah milik A. Djalil
Anwar seluas 614 m2 yang kondisi fisiknya berada didalam area
sekolah SMKN 2 Ciamis;
Menimbang, bahwa selama proses pemeriksaan perkara ini dalam
pemeriksaan obyek setempat, Turut Tergugat dalam hal ini Badan
Pertanahan Nasional Kabupaten Ciamis, mengakui adanya
sengketa tanah yang didalilkan Para Penggugat, meskipun telah
dilakukan
Kabupaten
pengukuran
Ciamis,
oleh
Badan
dengan
mana
Pertanahan
Turut
Nasional
Tergugat
telah
mencocokan gambar ukur yang dibawa oleh Turut Tergugat
sebagaimana bukti surat T.T-6, maka timbul persangkaan bagi
Majelis Hakim bahwa tanah seluas 614 M2 yang menjadi
sengketa dalam perkara ini adalah terdapat kekeliruan dalam
pengukuran bidang tanah Objek sengketa perkara a quo
mengenai sudut, meskipun telah ada Sertifikat Hak Pakai;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas
Majelis Hukum berpendapat bahwa tanah seluas 614 M2 yang
menjadi sengketa dalam perkara ini yang letaknya berada di area
SMKN 2 Ciamis adalah benar milik dari orang tua para Penggugat
yaitu A. Djalil Anwar.
Terhadap pertimbangan hukum Majelis Hakim diatas, Pembanding
semula Tergugat II dan Tergugat III, dengan tegas tidak dapat
menerima pertimbangan hukum sebagaimana telah diuraikan
Halaman 51 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
diatas. Sebagaimana telah diuraikan pada Jawaban serta Duplik
Pembanding semula Tergugat II dan Tergugat III, maka pada
Memori Banding ini Pembanding akan menyampaikan hal-hal
sebagai berikut :
a. Bahwa pada tanggal 25 Maret 2010, Penggugat Drs. Arismaya
Djalil Anwar secara sepihak telah mengajukan Permohonan
Pengembalian Batas ke Kantor Pertanahan Kabupaten
Ciamis dan hasil Pengukuran tersebut dituangkan dalam Berita
Acara
Pengembalian
Batas
oleh
Kantor
Pertanahan
Kabupaten Ciamis;
b. Bahwa terhadap Permohonan Pengembalian Batas yang
dimohonkan oleh Saudara Drs. Arismaya Djalil Anwar secara
sepihak tersebut tidaklah memenuhi kekuatan hukum
yang
mengikat,
karna
pada
saat
Pengukuran
ulang
Pengembalian batas tersebut tidak dihadiri oleh Pejabat yang
berwenang di SMKN 2 Ciamis selaku Pengguna Barang
maupun Pejabat di Lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis
selaku
Pengelola
Barang.
Pada
saat
Pengukuran
Pengembalian Batas tersebut dari hanya dihadiri oleh
Pesuruh di lingkungan SMKN 2 Ciamis yang jelas-jelas tidak
memiliki
kapasitas
dan
kewenangan
apapun
dalam
menunjukan atau menetapkan batas tanah serta bukan atas
perintah Pejabat yang berwenang;
c. Bahwa Berita Acara Pengembalian Batas yang menurut Turut
Tergugat adalah Produk dari Kantor Pertanahan dalam
pelaksanaan penandatanganan saksi seharusnya dilakukan
oleh Petugas Kantor Pertanahan namun dalam kenyataannya
Berita Acara itu di bawa oleh Sdr. Arismaya Djalil Anwar dan
meminta Saksi Tergugat sdr. Suherman yang merupakan
Pesuruh di SMKN 2 Ciamis untuk menandatangani Berita
Acara tersebut diatas Motor. Terbanding semula Penggugat
telah memanfaatkan keluguan Saksi Suherman untuk
memuluskan tujuannya;
d. Bahwa
didalam
Berita
Acara
dinyatakan
bahwadiduga
terdapat sebagian bidang tanah SHM No. 234/Maleber seluas
614 M2(enam ratus empat belas meter persegi) yang kondisi
fisiknya saat ini berada dalam areal SMKN 2 Ciamis;
Halaman 52 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
e. Bahwa berdasarkan uraian pada huruf a sampai d maka dapat
di ambil kesimpulan :
1. Bahwa mekanisme pengukuran ulang yang dimohon oleh
Pihak Terbanding semula Penggugat tidak dilaksanakan
sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang
berlaku;
2. Bahwa didalam Pasal 80 Peraturan Menteri Negara
Agraria
Nomor
3
Tahun
1997
tentang
Peraturan
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1994
tentang Pendaftaran Tanah telah dinyatakan secara tegas
bahwa sebelum dilaksanakan bidang tanah, Petugas ukur
dari Kantor Pertanahan terlebih dahulu menetapkan batasbatas bidang tanah dan pemohon memasang tanda-tanda
batas sesuai ketentuan dalam Pasal 19, 20, 21, 22 dan 23.
Penetapan batas bidang tanah dilakukan oleh Kepala
Seksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah dengan
terlebih dahulu memberitahukan kepada pemohon
pengukuran dan kepada pemegang hak atas bidang
yang berbatasan. Pemberitahuan dilakukan selambatlambatnya 10 (sepuluh) hari sebelum penetapan batas
dilaksanakan;
3. Berdasarkan hal tersebut diatas maka Berita Acara
Pengembalian Batas, tertanggal 25 Maret 2010, adalah
tidak sah dan bertentangan dengan ketentuan yang
berlaku karena mekanisme pengukuran tidak sesuai
dengan Pasal 80 Peraturan Menteri Negara Agraria Nomor
3 Tahun 1997 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 1994 tentang Pendaftaran
Tanah, Pihak SMKN 2 Ciamis selaku Pihak yang
berbatasan langsung dengan bidang tanah yang akan
diukur tidak menerima pemberitahuan tertulis dari
Kantor Pertanahan sebagaimana ketentuan. Berita
Acara tersebut juga tidak memiliki Kepastian Hukum
karena pada Angka 4 dinyatakan bahwa diduga terdapat
sebagian Peraturan Menteri Negara Agraria Nomor 3
Tahun 1997 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 1994 tentang Pendaftaran
Halaman 53 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Tanah bidang tanah HM. No. 234/Maleber seluas 614 M2
(enam ratus empat belas meter persegi) yang kondisi
fisiknya saat ini berada didalam areal sekolah SMKN 2
Ciamis;
4. Bahwa Pembanding semula Tergugat II dan Tergugat III
menilai bahwa Keputusan Majelis Hakim yang telah
mengabulkan Gugatan Penggugat karena pertimbangan
hukumnya berdasarkan Berita Acara Pengukuran Ulang
adalah premateur dan cenderung tidak memenuhi rasa
keadilan, karena Berita Acara Pengukuran Ulang
tersebut jelas tidak sah dan tidak memiliki Kepastian
Hukum
karena
tidak
sesuai
dengan
Ketentuan
Paraturan Perundang-undangan;
5. Bahwa dalam Berita Acara Pengukuran Ulang tersebut,
yang menandatangani Berita Acara dari Pihak SMKN 2
Ciamis adalah Sdr. Suherman, seorang pesuruh di SMKN
2 Ciamis serta tidak memiliki kewenangan apapun
dalam memberikan keputusan atau hal-hal yang
diperlukan dalam pelaksanaan Pengukuran Ulang.
Sehingga jelas bahwa Berita Acara tersebut adalah Cacat
Hukum. Perlu diketahui bahwa proses penandatanganan
yang
dilakukan
oleh
Sdr.
Suherman
dipaksa
oleh
Penggugat untuk menandatangani.
5.2
Bahwaterhadap pertimbangan hukum tentang perbuatan meawan
hukumatau lebih dikenal dengan istilah onrechtmatigdaad, yang
ditujukan kepada Pembanding semula Tergugat II dan Tergugat III
oleh Para Penggugat adalah dalil yang tidak beralasan dan
berdasar sama sekali. Bahwa Perbuatan melawan hukum
sebagaimana dimaksud Pasal 1365 BW adalah bilamana terjadi
pelanggaran yaitu berupa penguasaan tanpa izin terhadap
sebidang tanah yang nyata-nyata dan sah sesuai ketentuan
hukum
yang
berlaku
adalah
Hak
seseorang,
sehingga
menimbulkan kerugian bagi Pemegang Hak Tanah tersebut.
Dengan demikian jelas bahwa unsur mutlak yang harus
dipenuhi dalam perbuatan melawan hukum dalam Perkara ini
adalah :
1. unsur alas hak; dan
Halaman 54 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
2. unsur kerugian.
Sedangkan Unsur-unsur perbuatan melawan hukum yang harus
dipenuhi adalah :
1. adanya perbuatan hukum;
2. adanya kerugian;
3. adanya kesalahan;
4. adanya hubungan kausal antara perbuatan hukum dan
kerugian yang timbul.
Mengenai unsur mutlak yang harus dipenuhidalam perbuatan
hukum yaitu unsur alas hak; Pembanding semula Tergugat akan
menjelaskan bahwadalam Perkara Nomor 15/Pdt.G/2016/PN.Cms,
baik
Pihak
Terbanding
semula
Penggugat
maupun
Pihak
Pembanding semula Tergugat, masing-masing memiliki Alas Hak
terhadap Objek Sengketa tersebut. Pihak Terbanding memiliki Alas
Hak SHM Nomor 234/Maleber sedangkan Pihak Pembanding
memiliki Alas Hak Sertifikat Hak Pakai Nomor 10 Tahun 1986.
Terhadap
kedua
alas
Hak
tersebut sama-sama
memiliki
kekuatan hukum yang kuat serta diakui sebagai dokumen
negara
yang
sah.Hingga
Nomor15/Pdt.G/2016/PN.Cms
Pengadilan
Negeri
Ciamis,
di
putus
belum
Putusan
oleh
ada
Perkara
Majelis
Hakim
Putusan
yang
membatalkan kedua alas Hak tersebut. Sehingga jelas dengan
demikian bahwa tidak ada Perbuatan Hukum yang dilakukan oleh
Pembanding terhadap Tanah Sengketa;
Mengenai Unsur Kerugian; Oleh sebab sebagaimana telah
diuraikan diatas, maka jelas bahwa Pihak Terbanding tidak
dirugikan oleh Pihak Terbanding karena tidak ada tanah
Terbanding yang dikuasai secara melawan hukum oleh Pihak
Pembanding;
Apabila Majelis Hakim menimbang bahwa Pembanding semula
Tergugat telah menguasai secara melawan hukum terhadap tanah
milik Pihak Terbanding semula Penggugat, maka terhadap kedua
Alas Hak Sertifikat Hak Milik Nomor 234/Maleber dan Sertifikat
Hak Pakai Nomor 10/Tahun 1986 harus ada Putusan Pengadilan
Tata Usaha Negara yang membatalkan kedua Alas Hak tersebut
untuk menentukan kepemilikan tanah seluas 614 M2 (enam ratus
empat belas meter persegi). Sehingga dengan demikian dapat
Halaman 55 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
diketahui siapa pemilik yang sah terhadap tanah seluas 614 M2
tersebut.
Dengan demikian terhadap pertimbangan hukum Majelis Hakim
yang
memutus
Perkara
Nomor
15/Pdt.G/2016/PN.Cms,
Pembanding menolak pertimbangan hukum Majelis Hakim yang
tidak mempertimbangkan Perkara inisecara menyeluruh dan
mendalam sehingga mengakibatkan Putusan yang tidak
memenuhi rasa keadilan.
6.
Bahwaterhadap pertimbangan hukum Majelis Hakim tentang pembuktian
dan saksi-saksi, Pembanding semula Tergugat menilai bahwa Majelis
Hakim kurang teliti dan kurang mempertimbangkan alat bukti yang di
hadirkan dan saksi-saksi dari Pihak Pembanding tidak dipertimbangkan
sama sekali, sehingga hal penting yang diberikan oleh Saksi-saksi dari
Pihak Pembanding tidak menjadi suatu rujukan atau hal yang dapat
membuat terang perkara ini.
7.
Bahwa pada saat Pemeriksaan Setempat/Gerechtelijk Plaatsopneming,
Majelis Hakim telah menghadirkan Para Pihak Berperkara beserta Saksisaksi. Namun
pada waktu pelaksanaan
Pemeriksaan
Setempat,
Pembanding berpendapat bahwa Majelis Hakim lebih mendengarkan
keterangan dari Terbanding semula Penggugat serta menggali informasi
hanya berdasarka hasil Berita Acara Pengukuran Ulang yang tentunya
informasi yang diperoleh tidak akan membuat lebih terang duduk
permasalahan. Seharusnya Majelis Hakim yang memeriksa Perkara,
pada saat itu menghadirkan pula Petugas ukur yaitu Sukaryo, Agus
Hajarisman serta Penunjuk batas dalam penerbitan SHM 234/Maleber
yaitu K. Suryana, sehingga Majelis Hakim dapat menggali informasi dari
mereka bagaimana proses pengukuran ulang dilaksanakan, dari Titik
Awal mana pengukuran ulang tersebut hingga prosedur apa saja yang
ditempuh dalam rangka pengukuran ulang tersebut. Dengan demikian
maka diharapkan Majelis Hakim dapat memperoleh informasi yang valid
tentang terbitnya Berita Acara Pengukuran Ulang Sertifikat Hak Milik
Nomor 234/Maleber tersebut. Bahwa pada saat Pemerikasaan Setempat
Pihak Pembanding menghadirkan Kepala Seksi Pengukuran dan
Pendaftaran Tanah untuk meminta keterangan tentang keabsahan
pengukuran ulang yang dilaksanakan pada tanggal 26 November 2009.
Bahwa menurut Kepala Seksi Pengukuran dan Pendaftaran, bahwa titik
Halaman 56 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
awal pengukuran Pengukuran ulang seharusnya disepakati oleh
Para Pihak yang memiliki bidang yang berbatasan sehingga akan apa
yang dituangkan pada Berita Acara Pengukuran Ulang telah disepakati
oleh Para Pihak dan tidak menimbulkan asumsi dugaan-dugaan
sebagaimana tercantum dalam Berita Acara. Bahwa Pembanding
akan melaksanakan Pengukuran ulang terhadap luas tanah SMKN 2
Ciamis guna mencari kebenaran terhadap Sertifikat Hak Pakai Nomor
10/Tahun 1986.
Berdasarkan seluruh uraian tersebut diatas, maka Pembanding semula
Tergugat mohon kepada Ketua Pengadilan Tinggi Bandung melalui Majelis
Hakim Tinggi yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan :
1.
Menerima
Permohonan
Banding
Pembanding/Turut
Tergugat
tersebut diatas;
2.
Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Ciamis tanggal 4 Juni 2013
No. 13/Pdt.G/2012/PN.Cms, menjadi sebagai berikut :
MENGADILI:
DALAM EKSEPSI :
Mengabulkan Eksepsi Pembanding/semula Tergugat
DALAM POKOK PERKARA :
1.
Menolak gugatan Penggugat/Terbanding untuk seluruhnya; dan
2.
Apabila Ketua Pengadilan Tinggi Bandung melalui Majelis Hakim
Pengadilan
Tinggi
yang
memeriksa,
mengadili,
memberikan
pertimbangan hukum dan memberikan putusan atas perkara ini
berpendapat lain, berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku,
Mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex aequo et bono) berdasarkan
nilai-nilai keadilan, kelayakan dan kepatutan yang berlaku dalam
masyarakat;
3.
Menghukum Termohon Banding untuk membayar seluruh biaya yang
timbul dari Perkara ini pada Tingkat Banding.
Menimbang, bahwa Para Terbanding semula Para Penggugat dalam
mengajukan Kontra
memori banding atas memori banding Pembanding I
semula Tergugat I tertanggal 30 Mei 2017 pada pokoknya mengemukakan
sebagai berikut :
1. Bahwa, Surat Kuasa Khusus Pembanding Tidak Sah dan Cacat Hukum
Halaman 57 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
A. Pemberi Kuasa tidak mempunyai kedudukan mewakili Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
-
Bahwa dalam Memori Bandingnya Halaman 1 Pembandingdalam
mengajukanpermohonanbanding
terhadap
putusan
Nomor
:
15/Pdt.G./2016/PN.Cms., Pembanding bertindak berdasarkan Surat
Kuasa Khusus Nomor : 593/8082/Set-Disdik tertanggal 02 November
2016 bertindak selaku Tergugat I;
-
Bahwa, dalam Surat Kuasa tersebut yang bertindak sebagai Pemberi
Kuasa adalah Drs. M. Hilman, M.Pd., selaku Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat yang jabatanya telah berakhir pada bulan Pebruari
2017 dan digantikan oleh DR. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si.;
-
Bahwa, permohonan banding merupakan perbuatan atau tindakan upaya
hukum terhadap putusan peradilan tingkat pertama yang diajukan oleh
Pembanding, yang mana dalam perkara aquo Pembanding mengajukan
permohonan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Ciamis Nomor
: 15/Pdt.G./2016/PN.Cms. tanggal 16 Maret 2017, sedangkan Drs. M.
Hilman, M.Pd. sejak bulan Pebruari 2017 tidak menjabat lagi sebagai
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sehingga tidak dapat mewakili
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat;
-
Bahwa, dengan demikian Surat Kuasa Khusus Nomor : 593/8082/SetDisdik tertanggal 02 November 2016 tidak dapat dijadikan dasar untuk
mengajukan banding karena Drs. M. Hilman, M.Pd. (Pemberi Kuasa)
tidak lagi mempunyai kedudukan mewakili Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat;
B. Dalam Surat Kuasa tidak terdapat kekuasaan untuk mengajukan
Memori Banding.
-
Bahwa,
memperhatikansecarasaksamaSuratKuasaKhusus
Nomor
:
593/8082/Set-Disdik tertanggal 02 November 2016 adalah surat kuasa
khusus untuk mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat selaku
Tergugat Ibukansebagai Pembanding untuk mengajukan permohonan
banding, dan dalam Surat Kuasa Khusus tersebut tidak disebutkan
kekuasaan Penerima Kuasa untuk membuat, menandatangani dan atau
menyerahkan Memori Banding;
-
Bahwa, berdasarkan hal tersebut di atas karena Penerima Kuasa tidak
diberikan kekuasaan secara khusus untuk membuat memori banding
maka memori banding dari Pembanding tidak harus dipertimbangkan
Halaman 58 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
sama
sekali
oleh
Pengadilan
Tinggi
Jawa
barat,
dan
harus
dikesampingkan;
2. Tanggapan terhadap keberatan-keberatan Pembanding.
Bahwa,
Pembanding
dalam
Memori
Bandingnya
telah
mengajukan
keberatan-keberatan terhadap Putusan Pengadilan Negeri Ciamis, Tanggal
9 Maret 2017, Nomor :15/Pdt.G./2016/PN.Cms., sebagaimana diuraikan
dalam memori banding halaman 24 sampai dengan 36.
Bahwa, Para Terbanding menolak keberatan-keberatan Pembanding dan
Para Terbanding menerima seluruh pertimbangan putusan Pengadilan
Negeri Ciamis dalam perkara
Nomor : 15/Pdt.G./2016/PN.Cms., karena
menurut Para Terbanding bahwa Judex FactiPengadilan Negeri Ciamis tidak
salah dalam menerapkan hukum dalam perkara a-quo.
A. TANGGAPAN TERHADAP KEBERATAN PERTAMA
-
Bahwa, Keberatan Pertama yang ajukan oleh Pembanding dalam memori
bandingnya halaman 24 sampai dengan halaman 28 pada pokoknya
menyatakan : “Bahwa Judex Facti telah lalai mempertimbangkan
persoalan
mengenai kewenangan
mengadili
secara
absolut
dari
Pengadilan Negeri Ciamis dalam perkara aquo terkait dengan persoalan
yang menjadi objek sengketa in casu yaitu berkenan dengan batas luas
tanah dan bukan merupakan sengketa kepemilikan”.
-
Bahwa, keberatan Pembanding tersebut sangat keliru sebab dan tidak
mendasar sebab objek gugatan Para Penggugat / Para Terbanding
bukanlah Ketetapan (beschiking) yang menjadi objek Sengketa Tata
Usaha Negara;
-
Bahwa, Pokok Gugatan Para Penggugat adalah mengenai Perbuatan
Melawan Hukum yaitusengketa kepemilikan tanah, dalam hal ini
mengenai tuntutan pengembalian dan atau penyerahan tanah milik orang
tua Para Penggugat yang dikuasai oleh orang lain (Para Tergugat)
secara melawan hukum atau tanpa alas hak yang sah menurut hukum
yang termasuk ke dalam yurisdiksi (kewenangan) Peradilan Umum bukan
masuk kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara. Gugatan Para
Penggugat mengenai Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan oleh
Para
Tergugat
sebagai
Pejabat
Negara
tunduk pada
yurisdiksi
Pengadilan Negeri / Umum;
Halaman 59 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Hal ini sebagaimana Kaidah Hukum Yurisprudensi Mahkamah Agung RI
yang menyatakan :
a. “Berdasarkan Yurisprudensi, perbuatan melanggar hukum yang
dilakukan
oleh
Pejabat
Negara
tunduk
pada
yurisdiksi
Pengadilan Negeri / Umum.” (Putusan Mahkamah Agung RI Nomor
: 981 K/Sip/1972, tanggal 31-10-1974);
b. “Meskipun sengketa ini terjadi akibat Surat Keputusan Tata
Usaha Negara, tapi jika didalam perkara menyangkut Pembuktian
Hak Kepemilikan atas Tanah maka atas tanah tersebut harus
diajukan terlebih dahulu ke Peradilan Umum, karena merupakan
sengketa Perdata.”(Putusan Mahkamah Agung RI No.
88
K/TUN/1993, tanggal 9 September 1994);
c. “Kewajiban untuk mengganti kerugian karena perbuatan yang
melanggar
hukum
juga
berlaku
terhadap
Badan-Badan
Pemerintah.” (Putusan Mahkamah Agung RI No. 729 K/Sip/1975,
tanggal 29 Nopember 1976 : Himpunan Kaidah Hukum Putusan
Perkara Dalam Buku Yurisprudensi MA RI Tahun 1969 – 2001,
Mahkamah Agung RI, hal. 63);
-
Bahwa, berdasarkan uraian-uraian di atas maka Para Terbanding dengan
tegas menolak keberatan tersebut karena Yang Mulia Majelis Hakim
Pengadilan Negeri Ciamis yang memeriksa dan mengadili perkara Nomor
: 15/Pdt.G./2016/PN.Cms., telah sangat jelas, rinci dan sempurna dalam
memberikan pertimbangan hukum dalam putusan a quo, sehingga
putusan perkara perdata Nomor : 15/Pdt.G./2016/PN.Cms., tanggal 9
Maret 2017 harus dipertahankan dan dikuatkan;
B. TANGGAPAN TERHADAP KEBERATAN KEDUA
-
Bahwa, KeberatanKedua yang ajukan oleh Pembanding dalam memori
bandingnya halaman 28 sampai dengan halaman 29 pada pokoknya
menyatakan : “Bahwa Pembanding merasa berkebaratan terhadap
Pertimbangan Judex Factie dalam Putusan Pengadilan Negeri Ciamis,
tertanggal 9 Maret 2017, Nomor : 15/Pdt.G./2016/PN.Cms., yang
mengabaikan permasalahan Legal Standing terkait representasi dari
kedudukan Para Terbanding yang mempersoalkan tanah waris tanpa
melibatkan ahli waris yang lain (9 ahli waris);
-
Bahwa, terhadap keberatan tersebut Majelis Hakim Pengadilan Negeri
Ciamis
telah
sebagaimana
mempertimbangkannya
diuraikan
dalam
secara
putusan
lengkap
halaman
69.
dan
jelas
Dan
Para
Halaman 60 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Terbanding sangat sependapat dengan pertimbangan hukum Majelis
Hakim Pengadilan Negeri Ciamis dalam perkara aquo;
-
Bahwa, pokok gugatan Para Penggugat adalah gugatan mengenai
sengketa kepemilikan tanah yaitu Para Penggugat menuntut penyerahan
tanah milik orang tua Para Penggugat yang dikuasai oleh Para Tergugat /
Para Pembanding secara melawan hukum (bukan sengketa antar ahli
waris / sengketa pembagian warisan) sehingga tidak diharuskan semua
ahli waris turut serta menggugat.
Hal ini sesuai dengan kaidah hukum yurisprudensi Mahkamah Agung RI
dalam putusan Nomor : 244 K/Sip/1959, tanggal 5-1-1959, yang
menyatakan :
“Gugatan untuk penyerahan kembali harta warisan yang
dikuasai oleh seseorang tanpa hak, dapat diterima walaupun
dalam gugatan ini tidak semua ahli waris turut serta ataupun
disertakan (i.c. saudara kandung penggugat tidak ikut serta
ataupun diikutsertakan), karena tergugat dalam hal ini tidak
dirugikan dalam pembelaannya.”
C. TANGGAPAN TERHADAP KEBERATAN KETIGA
-
Bahwa, KeberatanKetigayang ajukan oleh Pembanding dalam memori
bandingnya halaman 30 sampai dengan halaman 35 pada pokoknya
menyatakan bahwa “Bukti P-6 berupa Berita Acara Pengembalian Batas”
secara formil maupun materil masih mengandung cacat hukum”.
-
Bahwa Para Terbanding menolak keberatan tersebut sebab Yang Mulia
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ciamis yang memeriksa dan mengadili
perkara
Nomor
:
15/Pdt.G./2016/PN.Cms.,
telah
benar
dalam
memberikan pertimbangan hukum a quo berdasarkan fakta-fakta dan alat
bukti yang terungkap di persidangan;
-
Bahwa, Bukti P-6 berupa Berita Acara Pengembalian Batas Sertifikat Hak
Milik Nomor : 234/Maleber yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan
Nasional RI Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis, tanggal 25 Maret
2010, sudah sangat jelas mempunyai kekuatan hukum yang mengikat
dan telah dibuat oleh badan yang berwenang yaitu Kantor Pertanahan
Kabupaten Ciamis (Turut Tergugat) serta sesuai dengan prosedur yang
berlaku. Bahkan Turut Tergugat sendiri yang diwakli oleh Bapak
Suwondo, A.Ptnh. (Kasi Konflik dan Perkara) dan Bapak Aan Rosmala
(Kasi Survai, Pengukuran dan Pemetaan) di dalam persidangan dan
pada saat Pemeriksaan Setempat (Discentie) telah menyatakan bahwa
Halaman 61 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Berita Acara Pengembalian Batas Sertifikat Hak Milik Nomor :
234/Maleber yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional RI
Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis, tanggal 25 Maret 2010 adalah
sah secara hukum;
-
Bahwa, pelaksanaan pengukuran untuk Pengembalian Batas Sertifikat
Hak Milik Nomor : 234/Maleber sampai diterbitkannya Berita Acara
Pengembalian
Batas
Sertifikat
Hak
Milik
Nomor
:
234/Maleber
dilaksanakan berdasarkan arahan dan usulan dari Pembanding II /
Tergugat II pada saat Rapat Tim Penyelesaian Tanah Pemerintah
Kabupaten Ciamis pada tanggal 14 Januari 2010 antara yang dihadiri
oleh Para Pembanding dan Para Terbanding (vide : Bukti P-13). Dan
sebelum
dilakukan
pengukuran
telah
diperlihatkan
Surat
Tugas
Pengkuran dari Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis Nomor :
1407/2009, tertanggal 26 Nopember 2009 dan pemberitahuan kepada
Pembanding III / Tergugat III.
-
Bahwa, dalam pelaksanaan pengukuran Pembanding III / Tergugat III
mendelegasikan kepada H. Yeyen (Kepala Urusan Tata Usaha SMKN 2
Ciamis), dan H. yeyen memerintahkan kepada Saksi Suherman untuk
menghadiri dan menyaksikan pengukuran ulang tanah Sertifikat Hak Milik
Nomor : 234/Maleber. Sehingga pengukuran tersebut telah dilaksanakan
dengan benar dan sesuai dengan prosedur;
-
Bahwa, dalil keberatan Para Pembanding sangat tidak benar dan hanya
mengada-ada mengenai permohonan Pengembalian Batas Sertifikat Hak
Milik Nomor : 234/Maleber hanya dilakukan sepihak oleh Drs. Arismaya
Djalil Anwar;
-
Bahwa, dari fakta-fakta yang tertuang dalam Berita Acara Pengembalian
Batas Sertifikat Hak Milik Nomor : 234/Maleber dilakukan oleh Petugas
Ukur Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis dan diketahui oleh Kasi
Survey, Pengukuran dan Pemetaan serta Kasubsi Pengukuran dan
Pemetaan Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis;
-
Bahwa, tidak benar penandatanganan saksi Suherman dalam Berita
Acara Pengembalian Batas Sertifikat Hak Milik Nomor : 234/Maleber
dilakukan dan dipaksa oleh Drs. Arismaya Djalil Anwar sebab
berdasarkan keterangan Saksi Suherman di persidangan menyatakan :

Bahwa saksi tahu ada pengukuran tanah di SMKN 2 Ciamis
karena saksi mendampingi orang yang melakukan pengukran
tersebut;
Halaman 62 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.

Bahwa, saksi disuruh oleh H. Yeyen (Kepala Urusan Tata Usaha
SMKN 2 Ciamis) sebagai saksi dari SMKN 2 Ciamis untuk
menghadiri dan menyaksikan pengukuran ulang tanah Sertifikat
Hak Milik Nomor : 234/Maleber;

Setelah selesai melakukan pengukuran saksi melapor kepada H.
Yeyen atasan di Sekolah;
Bahwa, dari fakta-fakta di atas serta melihat fakta tandatangan dalam
Berita Acara Pengembalian Batas Sertifikat Hak Milik Nomor :
234/Maleber telah dilakukan dengan benar, dan saksi Suherman di
Persidangan mengakui penandatanganan Berita Acara Pengembalian
Batas Sertifikat Hak Milik Nomor : 234/Maleber sama sekali tidak
dipaksa;
-
Bahwa berdasarkan Berita Acara Pengembalian Batas Sertifikat Hak
Milik Nomor : 234/Maleber telah terdapat sebagian bidang tanah HM No.
234/Maleber seluas 614 m2 (enam ratus empat belas meter persegi)
yang kondisi fisiknya saat ini berada dalam areal sekolah SMKN 2
Ciamis.
-
Bahwa, tidak hanya berdasarkan alat-alat bukti baik surat maupun
keterangan saksi saja, untuk mendapatkan keyakinan dan membuat
perkara ini terang benderang maka Majelis Hakim telah melaksanakan
Pemeriksaan Setempat ke lokasi tanah sengketa dan berdasarkan hasil
Pemeriksaan Setempat diperoleh fakta :

Bahwa menurut Turut Tergugat Berita Acara Pengembalian Batas
Sertifikat Hak Milik Nomor : 234/Maleber adalah sah dan
mempunyai kekuatan hukum;

Para Pembanding / Para Tergugat oleh Majelis Hakim diberikan
hak untuk membuktikan dan atau melakukan pengukuran tanah
Sertifikat hak Pakai Nomor 10 akan tetapi Para Pembanding tidak
menggunakan haknya;

Bahwa benar terjadi perubahan bentuk tanah milik orang tua Para
Penggugat / Para Terbanding menjadi kecil (menyempit) karena
sebagiannya masuk ke dalam area SMKN 2 Ciamis;
-
Bahwa, dalam acara Pemeriksaan Setempat telah dihadiri oleh Para
Pihak yang salah satunya adalah Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis
sebagai lembaga yang melaksanakan pengukuran yang diwakli oleh
Bapak Suwondo, A.Ptnh. (Kasi Konflik dan Perkara) dan Bapak Aan
Rosmala (Kasi Survai, Pengukuran dan Pemetaan) dan kepada Para
Halaman 63 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Pembanding / Para Tergugat oleh Majelis Hakim diberikan hak untuk
membuktikan dan atau melakukan pengukuran tanah Sertifikat hak Pakai
Nomor
10
akan
tetapi
Para
Pembanding
menolak
dan
tidak
menggunakan haknya;
-
Bahwa, sebaliknya Para Pembanding dalam pengajuan penerbitan
Sertifikat Hak Pakai No. 10 dan mendirikan bangunan SMKN 2 Ciamis
tanpa pemberitahuan sama sekali kepada Para Terbanding selaku
pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan SMKN 2 Ciamis,
sehingga mengakibatkan sebagian tanah milik Para Terbanding seluas
614 M2 digunakan oleh Para Pembanding secara melawan hukum;
D. TANGGAPAN TERHADAP KEBERATAN KEEMPAT
-
Bahwa, KeberatanKeempat yang ajukan oleh Pembanding dalam memori
bandingnya halaman 35 sampai dengan halaman 36pada pokoknya
menyatakan keberatan terhadap keterangan Saksi Sdr. Dede Hadori;
-
Bahwa Para Terbanding menolak keberatan tersebut sebabketerangan
saksi Sdr. Dede Hadori merupakan keterangan saksi di bawah sumpah
dan mempunyai kekuatan hukum yang sah sebagai alat bukti.
-
Bahwa, keterangan saksi sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan
saksi sendiri;
-
Bahwa, Majelis Hakim dalam memutuskan perkara aquo tidak hanya
berdasarkan keterangan saksi sdr. Dede Hadori sendiri tetapi didukung
dan bersesuaian dengan keterangan saksi lainnya yaitu keterangan saksi
Herman Supriadi, saksi Mustahidin, saksi Anda Suwanda, saksi Dahman,
saksi Suherman dan alat bukti surat / tertulis lainnya;
Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka Para Terbanding semula Para
Penggugat mohon agar Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang memeriksa dan
memutus perkara dalam tingkat Banding ini berkenan memutuskan sebagai
berikut :
1. Menyatakan Permohonan banding dari Para Pembanding semula
Para Tergugat Tidak Dapat Diterima;
2. Menolak Permohonan banding dari Para Pembanding semula
Para Tergugat;
3. Mengabulkan gugatan Para Penggugat / Para Terbanding untuk
seluruhnya;
Halaman 64 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
4. Menguatkan
Putusan
Pengadilan
Negeri
Ciamis
Nomor
:
15/Pdt.G/2016/PN.Cms., tanggal 9 Maret 2017.
5. Menghukum Para Pembanding semula Para Tergugat untuk
membayar perkara.
Menimbang, bahwa Para Terbanding semula Para Penggugat dalam
mengajukan Kontra memori banding atas memori banding Pembanding II & III
semula Tergugat
II
&
III
tertanggal
19
April 2017
pada
pokoknya
mengemukakan sebagai berikut :
1. Bahwa Surat Kuasa Khusus Pembanding tidak sah dan cacat hokum karena
dibuat sebelum perkara Nomor 15/Pdt.G/2016/PN Cms. Diputus oleh majelis
hakim Pengadilan Negeri Ciamis;
2. Bahwa Para Pembanding telah salah dalam mencantumkan alamat Para
Terbanding;
3. Bahwa
Para
Terbanding
menerima
seluruh
pertimbangan
putusan
Pengadilan Negeri Ciamis dalam perkara Nomor 15/Pdt.G/2016/PN Cms.
Karena menurut para Terbandingbahwa judex facti Pengadilan Negeri
Ciamis tidak salah dalam perkara a quo.
4. Bahwa Keberatan-keberatan yang diajukan oleh Para Pembanding dalam
memori bandingnya halaman 3 dan 4 yang menyatakan pihak pembanding
semula pihak Tergugat menilai majelis kurang cukup dalam memberikan
pertimbangan hukumnya;
5. Bahwa Para Pembanding semula Tergugat II & III dalam memori bandingnya
menolak pertimbangan hokum Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ciamis;
6. Bahwa keberatan Para Pembanding dalam Memori Bandingnya keberatan
terhadap pertimbangan hokum unsure-unsur Perbuatan Melawan Hukum;
Atas alasan-alasan tersebut diatas Para Terbanding semula Para Penggugat
agar
Pengadilan
Tinggi
menyatakan
Permohonan
Banding
Para
Pembanding semula para Tergugat tidak dapat diterima atau menolak
Permohonan banding Para Pembanding semula Para Tergugat dan
menguatkan putusan pengadilan Negeri Ciamis tanggal 9 Maret 2017 Nomor
15/Pdt.G/2016/PN Cms.
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim tingkat banding memeriksa
dan meneliti secara cermat dan saksama berkas perkara, beserta turunan resmi
putusan Pengadilan Negeri Ciamis Nomor 15/Pdt.G/2016/PN Cms, tanggal 9
Maret 2017 dan telah pula membaca dengan seksama Berita Acara
persidangan serta Memori banding yang diajukan 0leh Para Pembanding
Halaman 65 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
semula Para Tergugat dan juga Kontra Memori banding yang diajukan Para
Terbanding semula Para Penggugat tersebut, maka Majelis Hakim Tingkat
Banding berpendapat bahwa Majelis Hakim Tingkat Pertama telah keliru dalam
menilai fakta yang terbukti dipersidangan maupun dalam penerapan hukumnya,
khususnya mengenai dikabulkannya gugatan Para Terbanding semula Para
Penggugat untuk sebagian dengan pertimbangan, bahwa Para Terbanding
semula Para Penggugat memiliki tanah bersertifikat sejak tahun 1982 dengan
Sertifikat Hak Milik Nomor.234/Maleber seluas 3.739 m2 (bukti P-2) dimana
tanah tersebut berbatasan langsung dengan Sertifikat Hak Pakai Nomor.10
tahun 1986 seluas 32.350 m2 (bukti T.I-5) dan sejak tahun 1993 telah didirikan
bangunan sekolahan STMN. Ciamis (bukti T.I-6, 12, 13) dimana tanah Sertifikat
Hak Pakai Nomor.10 tersebut berasal tanah bengkok Desa yang kemudian
didirikan bangunan yang dipakai untuk Sekolah STMN Ciamis sampai sekarang
dan tidak ada masalah sampai gugatan ini diajukan dan yang dipermasalahkan
tanah Para Terbanding semula Para Penggugat masuk ditanah yang dipakai
sekolahan tersebut seluas 614 m2 dan kalau dihitung tanah perkara dikuasai
Para Pembanding semula Para Tergugat dihitung sejak diterbitkannya Sertifikat
Hak Pakai Nomor.10 tahun 1986 sampai ada gugatan tahun 2016 yakni sudah
30 tahun dipakai untuk sekolahan STMN 2 Ciamis dan dikuasai Para
Pembanding semula Para Tergugat dan tidak ada yang mempermasahkan dan
disamping itu berdasarkan pasal 32 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24
Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah yang berbunyi: “Pihak lain yang merasa
mempunyai hak atas tanah itu tidak dapat lagi menuntut pelaksaaan hak
tersebut apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya sertifikat itu
tidak mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemegang sertifikat dan
Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan atau tidak mengajukan gugatan
ke Pengadilan mengenai penguasaan tanah atau penerbitan sertifikat tersebut.“
Menimbang, bahwa atas pertimbangan-pertimbangan hukum tersebut
diatas maka sudah sewajarnya putusan Pengadilan Negeri
Ciamis Nomor
15/Pdt.G/2016/PN Cms, tanggal 9 Maret 2017 harus dibatalkan dan Pengadilan
Tinggi Jawa Barat akan mengadili sendiri dengan pertimbangan sebagai berikut:
DALAM EKSEPSI:
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan eksepsi Para Pembanding
semula Para Tergugat adalah sebagai mana dalam jawabannya;
Halaman 66 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Menimbang, bahwa pada pokoknya Para Pembanding semula Para
Tergugat mengajukan eksepsi sebagai berikut:
A. Eksepsi Pembanding I semula Tergugat I:
1. Eksepsi Prosesual diluar eksepsi Kopetensi.
1.1.
Eksepsi Error in Persona.
1.1.1. Gugatan Diskualifikasi in Person (Gemis aanhoedanigheid).
1.1.2. Gugatan Gugatan kurang pihak (Plurium Litis Consortium).
1.2.
Gugatan Para Penggugat dapat dikatakan Prematur.
2. Eksepsi Hukum Materiil (Materiele Exceptie).
B. Eksepsi Pembanding II & III semula Tergugat II & III:
1. Eksepsi Obscuur Libel.
2. Eksepsi Error In Persona;
C. Eksepsi Turut Terbanding semula Turut Tergugat.
1. Gugatan Cacat Materiil.
2. Gugatan Cacat Formil karena Daluarsa;
3. Gugatan Error In Persona;
Menimbang, bahwa terhadap eksepsi tersebut Majelis Hakim Tingkat
Pertama telah dengan tepat dan benar mempertimbangkannya, oleh karena itu
Majelis Hakim Tingkat Banding sependapat atas pertimbangan Majelis Hakim
Pengadilan Negeri dan pertimbangan mengenai eksepsi tersebut diambil alih
dan dijadikan sebagai pertimbangan Majelis Hakim Tingkat Banding dalam
memutus eksepsi Pembanding I semula Tergugat I, Pembanding II & III semula
Tergugat II & III dan Turut Terbanding semula Turut Tergugat, dan Majelis
Hakim Tingkat Banding, oleh karena itu menyatakan bahwa eksepsi tersebut
harus dinyatakan ditolak seluruhnya;
DALAM POKOK PERKARA;
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Para Terbanding semula
Para Penggugat adalah sebagai mana tersebut diatas;
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Tingkat Banding mempelajari
dengan seksama gugatan Para Terbanding semula Para Penggugat, Majelis
Hakim berpendapat bahwa pada pokoknya Para Terbanding semula Para
Penggugat adalah sebagai salah seorang ahli waris
A. Djalil Anwar dan
sebagai salah seorang ahli waris dari A. Djalil Anwar dan sekaligus sebagai
salah seorang yang berhak atas tanah dan bangunan sebagaimana termuat
dalam Sertifikat Hak Milik Nomor 234 Desa Maleber Kecamatan Ciamis
Halaman 67 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Kabupaten Ciamis. Selanjutnya dalam gugatan Para Terbanding semula Para
Penggugat mendalilkan, Para Pembanding semula Tergugat I, II dan III tanpa
seijin orang tua Para Terbanding semula Para Penggugat sebagian tanah milik
orang tua Para Terbanding semula Para Penggugat yang berada di sebelah
barat dahulu dikenal dengan tanah kalungguhan seluas 614 m² telah dikuasai
secara melawan hukum oleh SMKN 2 Kabupaten Ciamis, meskipun Para
Terbanding semula Para Penggugat telah berkali-kali meminta kepada Para
Pembanding semula Tergugat II & III agar mengembalikan sebagian tanah milik
orang tua Para Terbanding semula Para Penggugat atau mengganti kerugian
kepada orang tua Para Terbanding semula Para Penggugat, namun selalu
mendapatkan jawaban yang tidak pasti. Oleh karena itu Para Pembanding
semula Para Tergugat tersebut secara bersama-sama telah melakukan
perbuatan melawan hukum yang sangat merugikan Para Terbanding semula
Para Penggugat;
Menimbang, bahwa terhadap dalil gugatan Para Terbanding semula
Para Penggugat tersebut, Turut Terbanding semula Turut Tergugat mengajukan
jawaban yang pada pokoknya membenarkan telah menerbitkan Sertifikat Hak
Milik No..234/ Kel.Maleber berdasarkan Konversi Milik Adat asal C.No.543
Persil No.22 S.II tanggal 12-10-1982 Surat Ukur Sementara No2365/1982
tanggal 12-10-1982 Luas 3.739 m² tercatat atas nama A. Djalil Anwar yang
terletak di Blok Sukarena, Desa Maleber, Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis;
Menimbang, bahwa terhadap dalil gugatan Para Terbanding semula
Para Penggugat tersebut Pembanding I semula Tergugat I membantahnya,
dengan dalil bantahan yang pada pokoknya, bahwa pada tanggal 25 Maret 2010
berdasarkan Surat Permohonan Pengukuran Pengembalian Batas dari Drs.
Arismaya
Djalil
Anwar
(kuasa
Djalil
Anwar),
pemegang
hak
milik
No.234/Maleber serta berdasarkan Surat tugas pengakuan dari Kantor
Pertanahan Kabupaten Ciamis No.1407/2010 tertanggal 26 November 2009,
telah dilaksanakan pengembalian batas Sertifikat Hak Milik No.234/Maleber oleh
Kantor
Pertanahan
Kabupaten
Ciamis.
Hasil
pelaksanaan
pengukuran
pengembalian batas Sertifikat Hak Milik No.234/Maleber, yang semula
pengakuan dari Sdr. Arismaya Djalil Anwar luas tanah dimaksud adalah 1260
m² ternyata setelah dilakukan pengukuran ulang luas tanah dimaksud adalah
seluas 614 m², diduga kondisi fisiknya saat ini berada di di dalam areal sekolah
SMKN 2 Ciamis, namun berita acara tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum
yang mengikat Para Pihak karena pada saat pelaksanaan pengukuran ulang
Halaman 68 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
tidak dihadiri oleh pejabat berwenang di lingkungan SMKN 2 Ciamis melainkan
dihadiri oleh pesuruh yang ada di SMKN 2 Ciamis tersebut;
Menimbang, bahwa terhadap dalil gugatan Para Terbanding semula Para
Penggugat tersebut Pembanding II & III semula Tergugat II & III membantahnya,
dengan dalil bantahan yang pada pokoknya, bahwa dalam angka 3 dan 4 posita
gugatannya, Para Terbanding semula Para Penggugat menyatakan bahwa tanah
yang menjadi objek perkara seluas 614 m² adalah milik Para Terbanding semula
Para Penggugat yang merupakan bagian dari tanah milik orang tua Para
Terbanding semula Para Penggugat sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor 234/Maleber,
terhadap hal tersebut Pembanding II & III semula Tergugat II & III menolak dengan
tegas karena pengakuan Para Terbanding semula Para Penggugat tersebut tidak
disertai bukti dan dasar kepemilikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku;
Menimbang, bahwa oleh karena Gugatan Para Terbanding semula Para
Penggugat tersebut di atas telah dibantah oleh Para Pembanding semula Para
Tergugat maupun Turut Terbanding semula Turut Tergugat, maka sesuai Pasal 163
HIR dan Pasal 1865 BW ditentukan bahwa beban pembuktian dibebankan kepada
siapa yang mendalilkan, dan oleh karena yang mendalilkan adalah Para Terbanding
semula Para Penggugat maka beban pembuktian diberikan terlebih dahulu kepada
Para Terbanding semula Para Penggugat, selanjutnya Para Pembanding semula
Para Tergugat maupun Turut Terbanding semula Turut Tergugat juga dibebani
untuk membuktikan dalil-dalil bantahannya;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil gugatan Para Terbanding
semula Para Penggugat dan Para Pembanding semula Para Tergugat maupun
Turut Terbanding semula Turut Tergugat maka para pihak harus bisa membuktikan
dalil gugatannya maupun dalil sangkalannya;
Menimbang, bahwa sebagaimana dalam pertimbangan Majelis Hakim
Pengadilan Negeri Ciamis berdasarkan bukti surat bertanda P-1 yang bersesuaian
dengan bukti surat bertanda T.I-8 berupa Surat Keterangan Ahli Waris A. Djalil
Anwar tertanggal 25 Mei 2011 diketahui bahwa dari perkawinan A. Djalil Anwar
dengan isterinya yang bernama Hj. Siti Juhro Harahap (yang telah meninggal pada
tanggal 29 Agustus 2004 ) telah dilahirkan 11 (sebelas) orang anak diantaranya
Dr.H.Atang Al Mahboeb, Suhanah, Drs. Noor Rasyid Anwar, Noor Rachman Anwar,
Noorjaman Djalil Anwar (Almarhum), Tatang Noorochiat DA, N. St. Noor Hayati,
Drs. Arismaya Djalil Anwar, Johnni Johan Johor,Ir, Yoyo Sutaryo dan Herii Al
Azhar, didukung dengan bukti surat bertanda P-2 berupa Sertifikat Hak Milik Nomor:
234/Maleber, Surat Ukur Sementara No.2365/1982 tanggal 12 Oktober 1982 atas
Halaman 69 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
nama A. Djalil Anwar yang mana dalam bukti surat tersebut diketahui bahwa
Sertifikat Hak Milik Nomor 234/ Maleber Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis
dengan luas 3739 m2 adalah benar atas nama A. Djalil Anwar;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti surat bertanda P-6 berupa bukti Surat
Berita Acara Pengembalian Batas Sertifikat Hak Milik No.234/ Maleber diketahui
bahwa dari hasil pengukuran ulang tanah A. Djalil Anwar pada tanggal 26
November 2009 pada angka 4 menerangkan ada dugaan terdapat sebagian tanah
milik A. Djalil Anwar seluas 614 m² yang kondisi fisiknya berada didalam area
sekolah SMKN 2 Ciamis;
Menimbang, bahwa selama proses pemeriksaan perkara ini dalam
pemeriksaan obyek setempat,Turut Terbanding semula Turut Tergugat dalam hal
ini Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Ciamis, mengakui adanya sengketa
tanah yang didalikan Para Terbanding semula Para Penggugat, meskipun telah
dilakukan pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Ciamis, dengan
mana Turut Terbanding semula Turut Tergugat telah mencocokan gambar ukur
yang dibawa oleh Turut Terbanding semula Turut Tergugat sebagaimana bukti
surat T.T-6, maka timbul persangkaan bagi Majelis Hakim bahwa tanah seluas 614
m² yang menjadi sengketa dalam perkara ini, adalah terdapat kekeliruan dalam
pengukuran
bidang tanah objek sengketa perkara a quo mengenai sudut,
meskipun telah ada sertifikat hak pakai;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas Majelis
Hakim berpendapat bahwa tanah seluas 614 m² yang menjadi sengketa dalam
perkara ini yang letaknya berada di area sekolah SMKN 2 Ciamis adalah benar milik
dari orang tua para penggugat yaitu A. Djalil Anwar;
Menimbang, bahwa di persidangan Para Terbanding semula Para
Penggugat telah menghadirkan tiga orang saksi masing-masing bernama saksi
HERMAN SUPRIADI, saksi MUSTAHIDIN dan saksi Drs. DEDE HADORI;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti surat bertanda P-6 diperkuat dengan
keterangan saksi Herman Supriadi menerangkan bahwa saksi mengetahui tanah
sengketa dalam perkara ini adalah milik H. Jalil Anwar yang memiliki 11 (sebelas)
orang anak termasuk Para Terbanding semula Para Penggugat dan saksi
mengetahui hal tersebut karena saksi yang menggarap tanah sawah milik orang tua
Para Terbanding semula Para Penggugat sejak tahun 1982 sampai dengan tahun
1983, kemudian setelah saksi berhenti menggarap tanah tersebut saksi mengetahui
Halaman 70 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
ada bangunan lain di lokasi tanah yang pernah digarap saksi tersebut yaitu
bangunan SMKN 2 Ciamis;
Menimbang, bahwa saksi Herman Supriadi mengetahui bahwa tanah yang
pernah digarapnya sudah bersertifikat sejak tahun 1982 karena pada saat itu
pernah datang petugas dari Kantor Agraria dan petugas dari desa untuk mengukur
tanah sawah milik orang tua Para Terbanding semula Para Penggugat tersebut
namun saksi tidak tahu luas tanah sawah tersebut dan batas-batasnya;
Menimbang, bahwa di persidangan saksi Mustahidin mengetahui bahwa
bentuk tanah milik A. Jalil Anwar sekarang berbentuk agak miring atau kincup
karena tanah tersebut terambil oleh bangunan SMKN 2 Ciamis kurang lebih
sebesar 10 meter sampai dengan 13 meter dan saksi juga dari dulu mengetahui
bahwa ada patok agraria diujung perbatasan dari Tanah milik A. Jalil Anwar;
Menimbang, bahwa saksi Dede Hadori menerangkan yang terlibat dalam
pembangunan SMKN 2 Ciamis adalah Sdr. Kondin perwakilan SMKN 2 Ciamis,
Sdr. Sugiman dari Kecamatan, Kepala Kelurahan, Drs. Kandi dari Bappeda, Sdr.
Carta Sugiarta dari BPN dan stafnya Sdr. Idad dan Sdr. Bustari namun pada saat
pengukuran tanah untuk bangunan SMKN 2 Ciamis tersebut tidak pernah dihadiri
dan disaksikan oleh ahli waris A. Jalil Anwar maupun oleh warga lain yang tanahnya
berbatasan dengan bangunan SMKN 2 Ciamis. Selain itu saksi menerangkan
bahwa luas tanah milik A. Jalil Anwar sekitar kurang lebih 3,2 hektar dan tanah
tersebut letaknya berdekatan dengan bangunan SMKN 2 Ciamis;
Menimbang, bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, Majelis Hakim
berpendapat Para Terbanding semula Para Penggugat telah berhasil membuktikan
bahwa Para Terbanding semula Para Penggugat adalah ahli waris dari A. Djalil
Anwar sekaligus pemilik dari tanah sengketa seluas 614 m² sebagaimana dimaksud
Para Terbanding semula Para Penggugat dalam surat gugatannya, oleh karena itu
Para Terbanding semula Para Penggugat telah dapat membuktikan gugatannya;
Menimbang, bahwa yang menjadi masalah sekarang sengketa tanah seluas
614 m2 tersebut telah dikuasai oleh Para Pembanding semula Para Tergugat
sebelum tanah dibeli oleh A. Djalil Anwar ( orang tua Para Terbanding semula Para
Penggugat) karena tanah yang telah bersertifikat hak pakai Nomor.10 sebelumnya
sebagai tanah bengkok dan pada tahun 1986 baru ditingkatkan menjadi Sertifikat
Hak Pakai Nomor.10 (bukti T.I-5) dan selanjutnya atas Sertifikat Hak Pakai
Nomor.10 telah didirikan bangunan untuk STMN 2 Ciamis (bukti T.II, III-3, T.I-11
dan T.I-12) dengan demikian sejak tahun 1986 sampai gugatan ini diajukan yakni
Halaman 71 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
tanggal 5 September 2016 berarti sudah 30 tahun Sertifikat Hak Pakai Nomor. 10
yang menurut gugatan ini tanah sengketa masuk dikuasi STMN 2 Ciamis seluas
614 m2, maka Majelis Hakim Pengadilan Tingkat Banding akan mempertimbangkan
sebagai berikut :
1. Bahwa tanah perkara seluas 614 m2 (sebagian tanah Sertifikat Hak Milik
Nomor.234/Maleber bukti P-2) yang dikuasai Para Pembanding semula Para
Tergugat yang sebelumnya adalah tanah Bengkok Desa yang ditingkatkan
setatusnya menjadi tanah Sertifikat Hak Pakai Nomor 10 sejak tahun 1986 dan
telah didirikan bangunan STMN 2 Ciamis maka sejak didirikan sekolah STMN 2
Ciamis tersebut sampai gugatan ini diajukan (gugatan diajukan tanggal 5
September 2016) maka Para Terbanding semula Para Penggugat membiarkan
keadaan tanahnya sebagian dikuasai Para Pembanding semula Para Tergugat
maka sesuai yurisprodensi Mahkamah Agung Nomor.200/K/Sip/1975 tanggal 11
Desember 1975 yang pada pokoknya mengemukakan “Gugatan Penggugat
dinyatakan ditolak, bukan atas alasan kadaluwarsa, melaikan karena Penggugat
telah bersikap diam diri selama 30 tahun lebih terhadap tanahnya yang dikuasai
orang lain, maka dengan sikap diam diri tersebut, Penggugat dianggap oleh
hukum
telah
melepaskan
haknya,
karena
lamanya
waktu
berjalan
(Rechtsverwerking)”;
2. Bahwa berdasarkan Ketentuan Pasal 32 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor
24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang berbunyi :‘Dalam hal atas
suatu bidang tanah sudah diterbitkan sertifikat secara sah atas nama orang atau
badan hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik dan secara
nyata menguasainya, maka pihak lain yang merasa mempunyai hak atas tanah
itu tidak dapat lagi menuntut pelaksanaan hak tersebut apabila dalam waktu 5
(lima) tahun sejak diterbitkannya sertifikat itu tidak mengajukan keberatan secara
tertulis kepada pemegang sertifikat dan Kepala Kantor Pertanahan yang
bersangkutan ataupun tidak mengajukan gugatan ke Pengadilan mengenai
penguasaan tanah atau penerbitan sertifikat tersebut’.
3. Bahwa diatas tanah perkara terdapat bangunan gedung sekolahan STMN 2
Ciamis dimana bangunan gedung tersebut dipakai untuk kepetingan
umum/sosial dan apabila tanah sengketa harus dikembalikan kepada Para
Terbanding semula Para Penggugat maka bangunan sekolahan tersebut
dengan sendirinya akan rusak dan disamping itu untuk kepastian hukum dimana
tanah perkara sudah dikuasai pihak Para Pembanding semula Para Tergugat
sudah cukup lama;
Halaman 72 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Menimbang, bahwa atas pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas maka
Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa meskipun tanah perkara milik
Para Terbanding semula Para Penggugat akan tetapi Para Terbanding semula Para
Penggugat telah bersikap diam diri selama bertahun2 dikuasai orang lain maka
Para Terbanding semula Para Penggugat dianggap oleh hukum telah melepaskan
haknya oleh karena itu gugatan Para Terbanding semula Para Penggugat harus lah
ditolak;
Menimbang, bahwa oleh karena gugatan pokok telah dinyatakan ditolak
maka gugatan Para Terbanding semula Para Penggugat selain dan selebihnya juga
harus ditolak;
Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh pertimbangan yang terurai
diatas, maka Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa putusan
Pengadilan Negeri Ciamis Nomor 15/Pdt.G/2016/PN Cms tanggal 9 Maret 2017
haruslah dibatalkan dan Majelis Hakim Tingkat Banding akan mengadili sendiri
yang amarnya sebagaimana tersebut dibawah ini ;
Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Para Terbanding semula Para
Penggugat ditolak dan Para Terbanding semula Para Penggugat dipihak yang
dikalahkan baik dalam peradilan tingkat pertama maupun dalam peradilan
tingkat banding, maka semua biaya dalam kedua tingkat peradilan tersebut
dibebankan kepadanya ;
Mengingat, Undang-Undang RI Nomor : 20 Tahun 1947 tentang banding
dan Peraturan Perundang Undangan lainnya yang terkait ;
MENGADILI

Menerima permohonan banding dari Pembanding I semula Tergugat I
dan Pembanding II & III semula Tergugat II & III ;

Membatalkan
putusan
Pengadilan
Negeri
Ciamis
15/Pdt.G/2016/PN Cms, tanggal 9 Maret 2017 yang
Nomor
dimohonkan
banding tersebut, dan
MENGADILI SENDIRI :
DALAM EKSEPSI :

Menolak Eksepsi Pembanding I semula Tergugat I, Pembanding II & III
semula Tergugat II & III dan Turut Terbanding semula Turut Tergugat
untuk seluruhnya;
Halaman 73 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
DALAM POKOK PERKARA.

Menyatakan Gugatan Para Terbanding semula Para Penggugat ditolak
seluruhnya;

Menghukum Para Terbanding semula Para Penggugat untuk membayar
biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang ditingkat banding
ditaksir sebesar Rp.150.000,00 (seratus limapuluh ribu rupiah);
Demikian diputus dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim,pada
hari Senin tanggal 2 Oktober 2017 oleh kami AGUS HARIYADI, S.H.,M.H.
Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jawa Barat selaku Ketua Majelis dengan
DR.HJ.M.D. ELY MARIANI.S.H.,M.Hum. dan DR.H.RIDWAN RAMLI,S.H.,M.H.
masing-masing sebagai Hakim-Hakim Anggota, yang ditunjuk untuk memeriksa
dan mengadili perkara tersebut dalam Peradilan tingkat banding, berdasarkan
Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat tanggal 21 Juli 2017 Nomor
327/ Pen / Pdt / 2017 / PT.BDG. putusan mana diucapkan pada hari Kamis,
tanggal 5 Oktober 2017 dalam persidangan yang dinyatakan terbuka untuk
umum oleh Hakim Ketua Majelis dengan Hakim – Hakim Anggota tersebut dan
dibantu oleh HJ. NENDEN KHAERANI, S.H., Panitera Pengganti, tanpa dihadiri
oleh pihak-pihak yang berperkara.
Hakim-Hakim Anggota
Hakim Ketua
Ttd
Ttd
DR.HJ. M. D. ELY MARIANI, S.H.,M.Hum.
AGUS HARIYADI, S.H.,M.H.
Ttd
DR.H. RIDWAN RAMLI, S.H.,M.H.
Panitera Pengganti
,
Ttd
HJ. NENDEN KHAERANI, S.H,
Halaman 74 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Perincian Biaya :
- Materai
............…….
Rp.
6.000,-
- Redaksi
.....................
Rp.
5.000,-
- Pemberkasan ..................
Jumlah
Rp. 139.000,Rp. 150.000,- ( seratus lima puluh ribu rupiah )
Halaman 75 dari 75 halaman Putusan Perdata No. 327/PDT/2017/PT.BDG.
Download