BAB II LANDASAN TEORI II.1. Kerangka Teori Dan Literatur II.1.1

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
II.1. Kerangka Teori Dan Literatur
II.1.1 Pengertian Pasar Modal
Pasar modal adalah pasar yang tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional yang
selama ini kita kenal, dimana ada pedagang, pembeli dan juga tawar menawar harga.
Pasar modal dapat juga diartikan sebagai sebuah sarana yang mempertemukan pihak
yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan
yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
Pasar modal mempunyai posisi yang strategis dalam pembangunan ekonomi
nasional. Pertumbuhan suatu pasar modal sangat tergantung dari kinerja perusahaan
efek. Untuk mengkoordinasikan modal, dukungan teknis, dan sumber daya manusia
dalam pengembangan Pasar Modal diperlukan suatu kepemimpinan yang efektif.
Perusahaan-perusahaan harus menjalin kerja sama yang erat untuk menciptakan pasar
yang mampu menyediakan berbagai jenis produk dan alternatif investasi bagi
masyarakat. Di pasar modal terdapat berbagai macam informasi, seperti laporan
keuangan, kebijakan manajemen, rumor di pasar modal, prospektus, saran dari broker,
dan informasi lainnya.
Definisi mengenai pengertian pasar modal yang dikutip dibawah ini pada
dasarnya tidak berbeda jauh satu sama lainnya. Pengertian pasar modal menurut
Undang-undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995: ”Pasar Modal yaitu sebagai suatu
kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek,
10
perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan
profesi yang berkaitan dengan efek.”
Pengertian pasar modal menurut Fakhruddin (2001, 1):
“Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan
jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang atau pun modal
sendiri.”
“Menurut Husnan (2003) managemen investasi adalah pasar untuk berbagai
instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk
hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities,
maupun perusahaan swasta.”
“Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang
terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga
perantara dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar.”
Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang
disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat
berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek (Sunariyah, 2000 :
4). Dilihat dari pengertian akan pasar modal diatas, maka jelaslah bahwa pasar modal
juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencari dana dengan menjual
hak kepemilikkan perusahaan kepada masyarakat.
II.2 Investasi dan Pelaku Pasar Modal
Dewasa ini telah dikembangkan suatu model dalam pengambilan keputusan
tentang usul investasi yang berada dalam suatu portofolio, dimana proyek baru yang
11
diusulkan itu dikaitkan dengan proyek-proyek lainnya yang ada dalam suatu perusahaan.
Proyek-proyek investasi itu mempunyai risiko yang tidak independent Awat (1999 :
276). Harapan keuntungan suatu portofolio adalah rata-rata tertimbang dari harapan
keuntungan surat berharga yang diperbandingkan dalam portofolio tersebut. Para pemain
utama yang terlibat di pasar modal dan lembaga penunjang yang terlibat langsung dalam
proses transaksi antara pemain utama sebagai berikut Kasmir (2001 : 183-189)
1. Emiten.
Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi
di bursa (disebut emiten). Dalam melakukan emisi, para emiten memiliki berbagai
tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum pemegang saham (RUPS),
antara lain :
1. Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk
meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.
2. Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan
modal asing.
3. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham
lama kepada pemegang saham baru.
2. Investor.
Pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang
melakukan emisi (disebut investor). Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan,
investor biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu. Penelitian ini mencakup
bonafiditas perusahaan, prospek usaha emiten dan analisis lainnya.
Tujuan utama para investor dalam pasar modal antara lain :
12
a.
Memperoleh deviden.
Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga yang
dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.
b.
Kepemilikan perusahaan.
Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin besar pengusahaan
(menguasai) perusahaan.
c.
Berdagang
Saham dijual kembali pada saat harga tinggi, pengharapannya adalah pada saham
yang benar-benar dapat menaikkan keuntungannya dari jual beli sahamnya.
3. Lembaga Penunjang.
Fungsi lembaga penunjang ini antara lain turut serta mendukung beroperasinya
pasar modal, sehingga mempermudah baik emiten maupun investor dalam melakukan
berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal. Lembaga penunjang yang
memegang peranan penting di dalam mekanisme pasar modal adalah sebagai berikut :
a.
Penjamin emisi (underwriter).
Lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi sampai batas waktu tertentu
dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten.
b.
Perantara perdagangan efek (broker / pialang).
Perantaraan dalam jual beli efek, yaitu perantara antara si penjual (emiten)
dengan si pembeli (investor). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh broker
antara lain meliputi :
1. Memberikan informasi tentang emiten
2. Melakukan penjualan efek kepada investor
13
c.
Perdagangan efek (dealer), berfungsi sebagai :
1. Pedagang dalam jual beli efek
2. Sebagai perantara dalam jual beli efek
d.
Penanggung (guarantor).
Lembaga penengah antara si pemberi kepercayaan dengan si penerima
kepercayaan. Lembaga yang dipercaya oleh investor sebelum menanamkan
dananya.
e.
Wali amanat (trustee).
Jasa wali amanat diperlukan sebagai wali dari si pemberi amanat (investor).
Kegiatan wali amanat meliputi :
1. Menilai kekayaan emiten
2. Menganalisis kemampuan emiten
3. Melakukan pengawasan dan perkembangan emiten
4. Memberi nasehat kepada para investor dalam hal yang berkaitan dengan
emiten
5. Memonitor pembayaran bunga dan pokok obligasi
6. Bertindak sebagai agen pembayaran
f.
Perusahaan surat berharga (securities company).
Mengkhususkan diri dalam perdagangan surat berharga yang tercatat di bursa
efek. Kegiatan perusahaan surat berharga antara lain :
1. Sebagai pedagang efek
2. Penjamin emisi
3. Perantara perdagangan efek
14
4. Pengelola dana
g.
Perusahaan pengelola dana (investment company).
Mengelola surat-surat berharga yang akan menguntungkan sesuai dengan
keinginan investor, terdiri dari 2 unit yaitu sebagai pengelola dana dan
penyimpan dana.
k.
Kantor administrasi efek.
Kantor yang membantu para emiten maupun investor dalam rangka
memperlancar administrasinya.
1. Membantu emiten dalam rangka emisi
2. Melaksanakan kegiatan menyimpan dan pengalihan hak atas saham para
investor
3. Membantu menyusun daftar pemegang saham
4. Mempersiapkan koresponden emiten kepada para pemegang saham
5. Membuat laporan-laporan yang diperlukan
II.3 Jenis dan Fungsi Pasar Modal
II.3.1 Jenis Pasar Modal
Pasar modal dibedakan menjadi 2 yaitu pasar perdana dan pasar sekunder :
1. Pasar Perdana ( Primary Market )
Pasar Perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para
pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (issuer) sebelum saham
tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Biasanya dalam jangka waktu
sekurang-kurangnya 6 hari kerja. Harga saham di pasar perdana ditetukan oleh penjamin
15
emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang
bersangkutan. Dalam pasar perdana, perusahaan akan memperoleh dana yang
diperlukan. Perusahaan dapat menggunakan dana hasil emisi untuk mengembangkan dan
memperluas barang modal untuk memproduksi barang dan jasa. Selain itu dapat juga
digunakan untuk melunasi hutang dan memperbaiki struktur pemodalan usaha. Harga
saham pasar perdana tetap, pihak yang berwenang adalah penjamin emisi dan pialang,
tidak dikenakan komisi dengan pemesanan yang dilakukan melalui agen penjualan.
2. Pasar Sekunder ( Secondary Market )
Pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara
investor setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu
selambat-lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus
dicatatkan di bursa. Dengan adanya pasar sekunder para investor dapat membeli dan
menjual efek setiap saat. Sedangkan manfaat bagi perusahaan, pasar sekunder berguna
sebagai tempat untuk menghimpun investor lembaga dan perseorangan.
Harga saham pasar sekunder berfluktuasi sesuai dengan ekspetasi pasar, pihak yang
berwenang adalah pialang, adanya beban komisi untuk penjualan dan pembelian,
pemesanannya dilakukan melalui anggota bursa, jangka waktunya tidak terbatas. Tempat
terjadinya pasar sekunder adalah di satu - satunya bursa di Indonesia adalah Bursa Efek
Indonesia (BEI) yang saat ini berlokasi di Jakarta
II.3.2 Fungsi Pasar Modal
Tempat bertemunya pihak yang memiliki dana lebih (lender) dengan pihak yang
memerlukan dana jangka panjang tersebut (borrower). Pasar modal mempunyai dua
16
fungsi yaitu ekonomi dan keuangan. Di dalam ekonomi, pasar modal menyediakan
fasilitas untuk memindahkan dana dari lender ke borrower. Dengan menginvestasikan
dananya lender mengharapkan adanya imbalan atau return dari penyerahan dana
tersebut. Sedangkan bagi borrower, adanya dana dari luar dapat digunakan untuk usaha
pengembangan usahanya tanpa menunggu dana dari hasil operasi perusahaannya. Di
dalam keuangan, dengan cara menyediakan dana yang diperlukan oleh borrower dan
para lender tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil.
II.4 Analisa Teknikal Modern
Analisa teknikal adalah salah satu analisa untuk mengevaluasi pergerakan suatu
harga. Pergerakan harga yang terjadi pada periode yang lalu menjadi dasar analisa
pergerakan harga di periode yang akan datang. Ada dua prinsip dasar di dalam
mempelajari analisa teknikal.
1. Pergerakan harga yang telah terjadi merupakan gambaran kejadian secara
keseluruhan. Kejadian yang telah terjadi yang mampu menggerakan pasar tersebut
dikarenakan adanya factor ekonomi, fundamental politik termasuk kejadian-kejadian
yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.
2. Analisa teknikal juga menggambarkan factor psikologis para pelaku pasar, sehingga
kecenderungan harga yang terbentuk dari factor tersebut dapat dijadikan sebagai
acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Untuk
menggambarkan pergerakan trend harga, pola harga, kita menggunakan chart
sebagai alatnya.
17
Ada banyak metode yang digunakan para chartist dalam melakukan analisis teknikal.
Prinsipnya adalah menemukan pola pergerakan dari saham yang kita transaksikan. Meskipun analisis teknikal bisa dilakukan secara manual, akan sangat membantu jika kita
bisa menggunakan software yang banyak dijual di pasar. Ada, banyak software yang
bisa dipakai, dan yang paling populer adalah idx virtual trading , chart nexus , dll . Di
dalam software ini terdapat banyak sekali metode yang dibuat standar. Kita bisa
menggunakan salah satu di antaranya, atau melakukan modifikasi.
II.4.1 Metode Analisa Teknikal
II.4.1.1 Support and Resistance
a. Support
Metode ini mendasarkan pada suatu batas bawah, yaitu sekelompok harga-harga
terendah yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Sekelompok harga ini kemudian
membentuk suatu kekuatan harga yang disebut support level yang sulit untuk dilalui
oleh pergerakan harga masa berikutnya. Jika support level ini tertembus, maka harga
akan cenderung menurun lebih dalam. Metode support level ini mempunyai tingkatantingkatan mulai support 1, support 2, support 3 dan seterusnya. Jika salah satu tingkatan
tertembus, investor bisa menggunakan tingkatan berikutnya sebagai dasar untuk
memantau pola pergerakan harga. Pada kondisi ini, posisi yang dianjurkan adalah open
sell. Sebaliknya jika harga tidak mampu menembus support tingkatan berikut, besar
kemungkinan terjadi reversal, harga menguat. Pada kondisi ini, posisi yang dianjurkan
adalah open buy.
b. Resistant
18
Pola ini adalah kebalikan dari support, yaitu sekelompok harga-harga tertinggi yang
terjadi beberapa waktu yang lalu dan membentuk suatu kekuatan harga yang disebut
resistant level. Resistant level ini sulit untuk dilalui oleh pergerakan harga masa berikutnya. Seperti halnya support, resistant juga rnempunyai tingkatan-tingkatan, dan kaidah
yang berlaku juga sama, yaitu bila salah satu tingkatan tertembus, ada kemungkinan
kecenderungan harga menaik terus berlangsung, mendekati tingkatan berikutnya. Bila
pola ini yang terjadi, posisi yang dianjurkan adalah open buy. Sebaliknya, jika resistant
level berikutnya tidak tertembus, ada kemungkinan terjadi reversal, harga berbalik arah,
menurun. Jika pola ini yang terjadi, posisi yang dianjurkan adalah open sell
II.4.1.2 Bollinger Bands
Grafik Bollinger atau lebih dikenal dengan nama Bollinger Bands adalah
merupakan salah satu indikator dalam analisis teknis (analisa untuk membaca
pergerakan pasar melalui grafik) yang ditemukan oleh John Bollinger pada tahun 1980.
Grafik Bolinger ini merupakan pengembangan dari konsep pita perdagangan yang dapat
digunakan untuk mengukur batas ketinggian ataupun batas kerendahan dari pada harga
saham secara relatif terhadap harga sebelumnya. Serta membantu penggunananya
membandingkan volatilitas dan harga relative dalam satu periode analisis grafik
Bollinger terdiri dari :
- Garis tengah yang merupakan periode N dari pergerakan sederhana.
- Garis atas pada K kali Periode N standar deviasi diatas garis menengah.
- Garis bawah pada K kali Periode N standar deviasi dibawah garis menengah.
- Nilai khusus untuk N dan K masing-masing adalah 20 dan 2, respectively.
19
Grafik Bollinger ini tidak dapat digunakan secara berdiri sendiri tanpa
menggunakan indikator lainnya seperti misalnya dengan menggunakan indikator Indeks
Kekuatan Relatif atau lebih dikenal dengan nama Relative Strength Index (RSI). Dengan
menggunakan grafik Bollinger dengan RSI ini maka dapat diperoleh suatu indikator jual
atau beli misalnya :
Apabila RSI diatas angka 80 dan apabila grafik Bollinger menyempit serta harga
cenderung mendatar, maka pada kondisi seperti ini apabila RSI membentuk sinyal
bearish divergence maka adalah merupakan suatu momentum tepat untuk menjual.
Apabila RSI di dibawah angka 20, dan apabila grafik Bollinger menyempit serta harga
cenderung datar, maka pada kondisi ini apabila RSI membentuk bullish divergence
maka adalah saat yang baik untuk melakukan pembelian.
Gambar 2.1 Chart Candle stick with Bollinger Bands
20
II.4.1.3 Relative Strength Index
Indeks Kekuatan Relatif atau lebih dikenal dengan nama Relative Strength Index
(RSI) adalah merupakan suatu osilator yang digunakan dalam analisa teknis untuk
menunjukkan kekuatan harga dengan cara membandingkan pergerakan kenaikan dan
penurunan harga. Metode RSI ini diperkenalkan oleh J. Welles Wilder dan diterbitkan
pada majalah Commodities Magazine yang sekarang bernama Future Magazine pada
bulan Juni 1978 serta dalam bukunya yang berjudul New Concepts in Technical Trading
Systems, RSI ini menjadi populer penggunaannya oleh karena secara relatif mudah
diinterpretasikan.
Istilah "kekuatan relatif" atau relative strength ini juga merujuk pada kekuatan
dari suatu saham dalam kaitannya dengan pasar secara keseluruhan atau terhadap sektor
usaha saham tersebut. Untuk menghindari kebingungan maka terkadang disebut juga
"pembanding kekuatan relatif" (relative strength comparative) yang tidak berhubungan
dengan RSI dalam artikel ini.
Dilakukan perhitungan harian atas suatu perubahan kenaikan harga "U" atau perubahan
penurunan harga "D" Misalnya pada suatu hari dimana harga penutupan berada pada
posisi lebih tinggi daripada harga kemarin
U = Harga penutupan hari ini – Harga penutupan kemarin
D=0
Atau sebaliknya pada hari dimana harga turun (catatan: D adalah nilai positif),
U=0
D = Harga penutupan kemarin – Hargapenutupanhariini
21
Apabila harga penutupan hari ini an harag penutupan kemarin maka nilai U dan
D adalah nol. Nilai rata2 U dihitung berdasarkan exponential moving average" (EMA)
atau eksponen pergerakan rata2 dengan menggunakan faktor N-hari demikian pula
dengan perhitungan D. Rsio dari nilai rata2 adalah merupakan "kekuatan relatif"
Interpretasi “Wilder berpendapat bahwa sekuriti dikatakan kelebihan minat beli apabila
ia mencapai nilai 70, yang artinya spekulator harus mempertimbangkan untuk menjual .
Atau sebaliknya pada kondisi kelebihan minat jual pada nilai 30.
Prinsipnya adalah bahwa apabila terdapat proporsi yang tinggi atas pergerakan
nilai harian pada satu arah itu menunjukkan pertanda ekstrim, dan harga
kemungkinannya akan berbalik arah. Nilai 80 dan 20 biasanya digunakan juga atau
dapat juga bervariasi tergantung kondisi pasar misalnya "bullish" ( pasar naik) atau
"bearish" ( pasar jatuh).” Gelombang besar dan kejatuhan harga sekuriti akan
berpengaruh pada RSI, namun bisa juga merupakan sinyal palsu untuk menjual ataupun
membeli. RSI sangat baik apabila digunakan bersama-sama dengan indikator analisis
teknikal lainnya.
Gambar 2.2 Chart Candle stick with RSI
22
II.4.1.4 Moving Average Convergence Divergence
MACD adalah merupakan singkatan dari Moving Average Convergence /
Divergence ( rata-rata pergerakan konverjensi / perbedaan), yang adalah merupakan
suatu indikator dari analisis teknis yang diciptakan oleh Gerald Appel pada tahun
1960an. MACD adalah indikator untuk kelebihan beli atau kelebihan jual dengan
melihat hubungan antara MA (moving average=rata-rata pergerakan) jangka panjang
dan pendek. Garis MACD adalah selisih dari 2 MA diatas. Garis kedua yaitu garis tanda
adalah MA jangka pendek dari garis MACD.
“MACD menunjukkan perbedaan antara eksponensial pergerakan rata-rata
(exponential moving average yang biasa disingkat "EMA") yang cepat dan lambat dari
harga penutupan. Beberapa pengembangan telah dilakukan atas MACD selama
bertahun-tahun namun masih menyisakan masalah kelambatan pada indikatornya,
sehingga sering dikritik atas kegagalannya dalam menanggapi kondisi pasar yang lemah
ataupun bergejolak. Sejak runtuhnya pasar "dot-com" pada tahun 2000, kebanyakan
strategi tidak lagi merekomendasikan penggunaan MACD sebagai metode utama dalam
melakukan analisis namun hanya digunakan sebagai alat pemantau belaka. Periode
standar yang disarankan oleh Gerald Appel pada tahun 1960an adalah dengan
menggunakan periode 12 dan 26 hari.”
Garis yang menjadi sinyal atau garis pemicu adalah terbentuk dengan
memperhalus rumusan tersebut dengan is then formed by smoothing this with a further
EMA. The standard period for this is 9 days.
23
Perbedaan antara MACD dan garis sinyal seringkali dihitung dan dinyatakan tidak
dalam bentuk garis tetapi dalam bentuk histogram kotak berisi. Konstruksi ini dibuat
oleh Thomas Aspray pada tahun 1986.
Grafik yang atas adalah harga, grafik yang bawah memiliki garis MACD dalam
warna biru dan garis sinyal dalam warna merah dan yang berwarna putih dalam bentuk
histogram adalah merupakan perbedaan antara keduanya. Rangkaian periode dari nilai
rata-rata tersebut biasanya ditulis seperti 12,26,9, dan dapat bervariasi. Appel dan analis
lainnya telah melakukan percobaan dengan berbagai kombinasi.
MACD adalah merupakan indikator pengikut gejala (trend following)dan
dirancang untuk mengindentifikasi perubahan gejala (tren) , dan umumnya tidak
direkomendasikan untuk digunakan dalam kondisi pasar yang bergejolak. Tiga bentuk
dari sinyal perdagangan dapat diperoleh yaitu :
1. Garis MACD yang melintasi garis sinyal.
2. Garis MACD yang melintasi nol.
3. Perbedaan antara harga dan tingkat MACD.
Perlintasan sinyal adalah merupakan aturan perdagangan biasa dimana ini adalah
merupakan sinyal beli apabila MACD melintas keatas menembus garis sinyal atau
menjadi sinyal jual apabila MACD melintas kebawah. Perlintasan ini dapat sering terjadi
sehingga penelitian lainnya harus dilakukan guna memastikan sinyal beli dan jual.
Histogram menunjukkan saat terjadi perlintasan, sewaktu garis MACD melintasi
menembus angka nol pada histogram maka dapat dikatakan bahwa MACD telah
menembus garis sinyal. Histogram ini juga dapat membantu pencerminan sewaktu dua
garis datang bersamaan. Keduanya mungkin tetap timbul tapi datangnya bersamaan,
24
sehingga histogram yang jatuh dapat menjadi pertanda bahwa terjadinya perlintasan bisa
saja mendekati.
Perbedaan positif antara MACD dan harga timbul sewaktu harga membentuk
suatu harga jual terendah baru, tetapi MACD tidak membentuk suatu titik rendah yang
baru. Ini dapat diartikan bahwa pasar cenderung naik ( bullish) dimana gejala penurunan
sudah mendekati. Perbedaan negatif adalah serupa , dimana harga beranjak naik namun
MACD tidak naik setinggi sebelumnya maka ini diartikan bahwa pasar jatuh (bearish).
Direkomendasikan untuk menggunakan MACD pada skala mingguan sebelum
melihatnya dalam skala harian guna menghindari dilakukannya perdagangan jangka
pendek terhadap arah pada gejala jangka menengah.
Jadi kebanyakan trader menggunakan indikator ini sebagai indikator yang wajib dipakai.
Gambar 2.3 Chart Candle stick with MACD
25
II.4.1.5 WILLIAM % R
Indicator W%R merupakan oscillator indicator (nyaris sama dengan stochastic)
dengan skala terbalik yaitu -100<=W%R<=0, sebagai pendeteksi kondisi Overbought &
Oversold.
Beberapa hal yang biasa diperhatikan dari indicator ini adalah :
1. Batasan Overbought : biasa dipakai antara -30 s/d 0
2. Batasan Oversold : biasa dipakai antara -70 s/d -100
3. Periode : biasanya yang dipakai adalah 14 hari (tapi ini tidak mutlak)
Buy signal :
Jika W%R keluar dari wilayah (batasan) Oversold break ke atas (jika baru masuk atau
masih di wilayah Oversold belum buy signal)
Sell Signal:
Jika W%R keluar dari wilayah (batasan) Overbought break ke bawah (jika baru masuk
atau masih di wilayah Overbought belum sell signal)
Kadang juga sering ditambahkan Centreline (-50) untuk batasan bullish/bearish
centerline.
26
Gambar 2.4 Chart Candle stick with William % R
27
Download