kemenkes dan kppu awasi persaingan industri obat

advertisement
24-10-2017
1/2
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Artikel ini diambil dari : www.kemkes.go.id
KEMENKES DAN KPPU AWASI PERSAINGAN INDUSTRI OBAT
Tanggal Publikasi : FRI, 10 FEB 2017 00:00:00, Dibaca : 3.829 Kali
Jakarta, 10 Februari 2017
Kementerian Kesehatan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sepakat atur
persaingan usaha di bidang kesehatan melalui MoU yang ditandatangani Menteri
Kesehatan Nila F. Moeloek dan Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf pada Jumat
(10/2/2017) di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. Pengawasan persaingan
industri obat perlu dilakukan agar tidak terjadi monopoli yang akan merugikan pasien.
Banyaknya industri di bidang kesehatan terutama industri kefarmasian memungkinkan
adanya praktek monopoli. Pembangunan kesehatan masyarakat yang merupakan tujuan
Kemenkes akan terhambat.
"Tentu kami di Kementerian Kesehatan melihat banyaknya kebutuhan akan obat
diupayakan tidak terjadi monopoli. Artinya bersaing dengan sehat. Jadi kita betul-betul ada
pengawasan dalam hal ini (persaingan usaha di bidang kesehatan)," kata Menteri Kesehatan.
Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengatakan konkret pengawasannya dilakukan dengan bekerjasama dengan Kemenkes untuk berkoordinasi dengan
industri obat. Mendorong supaya harga obat perlahan-lahan turun sehingga terjangkau oleh masyarakat.
"Selama ini semuanya kerjasama antara KPPU dengan Kemenkes itu sudah sangat aktif," katanya.
Selain itu, pemberlakuan e-catalogue untuk penyediaan obat di rumah sakit akan jauh lebih transparan dan tidak ada lagi praktek monopoli obat. Dalam ecatalogue sudah tersedia daftar dan harga obat serta sudah diterapkan di seluruh rumah sakit di Indonesia.
Syarat obat yang bisa masuk e-catalogue selain memperhitungkan jenis dan harga obat juga memperhitungkan produksinya. Lantas sekarang ini KPPU juga
memperhitungkan produksi dari perusahaaan obat tersebut.
"Jadi tidak sekadar melihat harganya murah langsung masuk, tapi harus memperhitungkan juga ketersediaanya," tambah Syarkawi.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes
melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567,SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.
1
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
2/2
- 2 -
24-10-2017
Printed @ 24-10-2017 01:10
Download