Ilmu Kalam Secara etimologi, ilmu kalam berasal dari kata kalam

advertisement
Ilmu Kalam
Secara etimologi, ilmu kalam berasal dari kata kalam, yang
berarti “kata-kata”. Kata-kata di sini dimaksudkan sebagai katakata (firman) Allah. Jadi ilmu kalam merupakan ilmu yang membicarakan permasalahan kalam Allah. Tetapi ada juga ahli yang
menyatakan bahwa “kalam” di sini yang dimaksud kata-kata
manusia, karena di dalam ilmu kalam terdapat ajang bersilat atau
berdebat kata-kata antar berbagai ahli dalam mempertahankan
pendapat dan pendirian masing-masing. Orang yang seperti ini
kemudian disebut mutakallim, yakni ahli debat yang pintar
memakai kata-kata.
Secara terminologi, ilmu kalam adalah ilmu yang membahas
tentang ketuhanan dengan nuansa pemikiran yang cenderung
menggunakan logika (filsafat) yang dikaitkan dengan dalil-dalil
naqliah. Ilmu kalam biasa juga disamakan dengan Theologi
Islam.
1. Jelaskan perbedaan ilmu kalam dengan ilmu tauhid!
Banyak ahli yang menyebutkan bahwa ilmu kalam sama dengan
ilmu tauhid. Tetapi tidak dipungkiri juga banyak yang
membedakan antara keduanya, kendatipun sebenarnya baik ilmu
kalam maupun ilmu tauhid sama-sama membahas tentang
ketuhanan. Letak perbedaannya kalau ilmu tauhid lebih
menekan-kan pada soal aqidah atau keimanan, pembahasannya
kurang mendalam dan kurang filosofis, penyajian pembahasan
lebih banyak bersifat sepihak dan tidak mengemukakan
pendapat dan paham dari aliran-aliran atau golongan-golongan
lain yang ada dalam ilmu kalam. Misalnya: ilmu tauhid yang
disajikan di Indonesia lebih spesifik versi Asy’ariah. Sedangkan
ilmu kalam sajian kajiannya lebih dalam, filosofis,
mengakomodasi pemikiran para ahli dalam berbagai aliran,
seperti Mu’tazilah, Khawarij, Murjiah, dan sebagainya.
2. Kemukakan sejarah singkat kemunculan ilmu kalam !
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, terjadi perbedaan pendapat
dalam persoalan siapa yang akan menggantikan Rasulullah
dalam memimpin ummat Islam. Pada saat itu terjadi perbedaan
pendapat; namun, kemudian dicapai kata sepakat, yakni dengan
menunjuk Abu Bakar al-Shiddiq sebagai pengganti-nya. Setelah
Abu Bakar wafat, dilanjutkan oleh Umar bin Khattab, kemudian
Usman bin Affan. Pada masa Usman ini berkembang berbagai
persoalan, misalnya, Usman—yang karena kondisinya sudah
berusia lanjut, baik secara fisik maupun mental cenderung
lemah. Untuk itu, dalam melaksanakan pemerintahannya,
Usman
banyak mendelegasikan kepemimpinanya kepada
kerabat dekat (famili) atau orang-orang kepercayaannya.
Berkenaan dengan itu, terjadi kecemburuan lagi dari beberapa
sahabat rasul, karena di antara beberapa orang yang dipercayai
untuk mengelola pemerintahan sebagai pelaksana, terdapat
keluarganya (antara lain:Muawiyah) yang pada masa-masa
rasulullah masih hidup dianggap sebagai musuh rasul yang
utama.
Gejolak pun kemudian terjadi, terutama ketika Usman wafat
terbunuh karena ulah para pemberontak yang tidak puas
dengan kebijaksanaan Usman itu. Penggantinya kemudian
diangkat Ali bin Abi Thalib. Ketika Ali menjadi khalifah terjadilah
perseteruan antara Ali beserta para penuntut (di satu pihak)-keluarga Usman-- di pihak lain dengan para pemberontah
(semula pengikut Ali sendiri), yang tidak puas atas arbitrase
antara kelompok Muawiyah dengan Ali (Kepala negara). Karena
menghasilkan penurunan Ali dari tampuk pemerintahan, dan
menobatkan Muawiyah( sebagai kepala negara) sebagai
pengganti Ali.
Awal perseteruan sebenarnya dimulai ketika Ali membuat
kebijakan yang sangat tegas, misalnya, mencopot keluarga
Usman yang duduk di pemerintahan. Pihak Usman yang lebih
banyak dimotori Muawiyah bin Abi Sufyan lalu melakukan
agitasi. Pada puncaknya terjadilah Perang Shiffin (perang antara
Ali beserta pengikutnya dengan Muawiyah bin Abi Sufyan
beserta pengikut-nya). Dalam perang itu, ketika pasukan
Muawiyah terdesak, kemudian terjadilah Peristiwa Tahkim
(Arbitrase: Perjanjian Damai) kedua belah pihak. Pihak
Muawiyah diwakili Amr bin Ash, dan pihak Ali diwakili Abu Musa
al-Asy’ari. Dalam arbitrase itu pihak Ali merupakan pihak yang
dirugikan, yakni dengan diturunkannya Ali sebagai khalifah, lalu
menobatkan Muawiyah sebagai penggantinya (khalifah). Di
sinilah kemudian pengikut Ali keluar dari barisan Ali, dan
menuduh bahwa, pihak Ali maupun pihak Mu’awiyah yang
terlibat arbitrase itu diklaim sebagai orang yang tidak memegang
hukum Allah, dan oleh karenanya dianggap sebagai orangorang yang berdosa besar dan harus dibunuh.
Barisan yang keluar dari Ali ini kemudian terkenalah sebagai
golongan Khawarij. Perdebatan dan klaim-klaim mereka yang
bersentuhan seputar dosa besar, kafir, dan sebangsanya,
secara teologis kesemuanya masuk dalam pembahasan ilmu
kalam. Dari peristiwa tahkim atau arbitrase itulah dianggap oleh
para ahli sebagai awal munculnya ilmu kalam.
3. Sebutkan materi pembahasan ilmu kalam !
Semula pembahasan Ilmu Kalam berkisar pada persoalanpersoalan dosa besar, kafir, mu’min, dan fasik. Pada
perkembang-an selanjutnya meluas pada persoalan wahyu,
akal, kekuasaan Tuhan, perbuatan manusia, keadilan Tuhan,
sifat-sifat Tuhan, dan sebagainya.
4. Sebutkan materi pembahasan Ilmu Tauhid !
Materi pembahasan Ilmu Tauhid lebih spesifik pada persoalan
sekitar Sifat-Sifat Tuhan (Sifat Wajib, Sifat Mustahil, Sifat Ja`iz),
Rukun Iman, dan sejenisnya.
5. Sebutkan aliran-aliran dalam ilmu kalam !
Aliran-aliran sekitar Ilmu Kalam antara lain adalah Aliran
Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah,
Ahlussunnah wal-Jama’ah, dan Syi’ah. Kemudian ada juga yang
tidak termasuk aliran, tetapi semacam isme atau
kecenderungan pemahaman, seperti Qadariyah dan Jabbariyah.
6. Jelaskan pengertian Khawarij !
Seperti dikemukakan di depan, bahwa kaum Khawarij terdiri
atas pengikut-pengikut Ali bin Abi Thalib yang meninggalkan
baris-annya, karena tidak puas dengan Ali bin Abi Thalib yang
mengirimkan team arbitrase sebagai jalan untuk menyelesaikan
persengketaan antara khilafah dengan Muawiyah bin Abi
Sufyan. Hasil team arbitrasenya justru menurunkan Ali dari
jabatan Khalifah. Adapun istilah khawarij sendiri berasal dari
kata kharaja yang berarti keluar. Nama itu diberikan kepada
mereka karena mereka keluar dari barisan Ali. Tetapi ada juga
yang menyatakan bahwa pemberian nama itu didasarkan atas
ayat 100 surat al-Nisa, yang di dalamnya disebutkan: “keluar
dari rumah lari kepada Allah dan Rasul-Nya”. Dengan demikian
kaum khawarij memandang diri mereka sebagai orang yang
meninggalkan rumah dari kampung halamannya untuk
mengabdikan diri kepada Allah dan Rasulnya. Namun dari
keabsahan istilah, istilah yang pertama lebih diakui secara
historis, dibandingkan dengan penggunaan istilah kedua.
7. Jelaskan pengertian Murji’ah !
Istilah Murji’ah ada yang mengatakan berasal dari kata arja’a
yang berarti menunda, maksudnya, menunda penyelesaian
persoalan hukum kafir atau syirik tidaknya seseorang ke hari
perhitungan di hadapan Tuhan. Ada yang mengatakan berasal
dari kata raja’a, yang berarti pulang atau kembali. Maksudnya
adalah memulang-kan atau mengembalikan persoalan kepada
Tuhan. Dengan demikian, kaum Murji’ah pada mulanya
merupakan golongan yang tidak mau turut campur dalam
pertentangan (netral) yang terjadi di ketika itu, dan mengambil
sikap menyerahkan penentuan kafir atau tidaknya orang yang
berbuat dosa besar itu kepada Tuhan. Arja’a selanjutnya, juga
mengandung arti memberi pengharapan. Orang yang
berpendapat bahwa orang Islam yang melakukan dosa besar
bukanlah kafir tetapi tetap mukmin dan tidak akan kekal dalam
neraka, memang memberi pengharapan bagi orang yang
berbuat dosa besar untuk mendapatkan rahmat Allah.
8. Jelaskan pengertian Mu’tazilah !
Istilah mu’tazilah berasal dari kata I’tazala artinya menjauhkan
diri dari. Istilah ini bermula ketika terjadi perbedaan pendapat
antara seorang guru, Hasan al-Basri dengan Wasil bin Atha
sebagai murid (tokoh Mu’tazilah awal) tentang hukum orang
yang telah berbuat dosa besar, apakah ia masih dianggap
sebagai mu’min atau ia sudah kafir ?. Bagi orang Khawarij,
orang yang telah berbuat dosa besar itu kafir, sementara Wasil
menganggap orang itu tidak mu’min, juga tidak kafir. Kalau ia
meninggal dunia ia tidak di masukkan ke dalam surga maupun
ke dalam neraka, tetapi ia di masukkan di suatu tempat di
antara dua tempat ( al-manzil bain al-manzilatain). Sikap Wasil
seperti itu kurang disetujui oleh gurunya (Hasan a-Basri), lalu
dia membuat lingkaran (dahulu sistem pengajaran ilmu berada
dalam suatu lingkaran di dalam sebuah masjid) sendiri
menjauhkan diri (I’tazala), dari gurunya.
Versi lain, menyatakan bahwa pada suatu hari Qatadah
ibn Damah masuk ke masjid Basrah untuk belajar kepada
Hasan al-Basri, tetapi yang didapatinya justru majlis ‘Amr ibn.
‘Ubaid, untuk itu ia lalu kembali sambil menyatakan bahwa
kelompok yang ada itu sebagai kelompok Mu’tazilah.
Berbeda dengan yang disampaikan oleh al-Mas’udi,
bahwa istilah Mu’tazilah itu diberikan kepada kelompok Wasil
dan para pengikutnya, karena pandangan Wasil yang
menyatakan bahwa pendosa besar itu kalau meninggal dunia
tidak akan masuk surga atau neraka, tetapi di dalam al-Manzil
bain al-manzilatain.
Versi lain lagi menyatakan bahwa istilah Mu’tazilah itu
sudah ada sebelum Wasil menyatakan pandangannya tentang
al-manzil bain al-manzilatain. Tetapi justru berasal dari istilah
pada masa terjadinya persengketaan antara Usman dan Ali
dalam membicarakan masalah politik kenegaraan. Satu
keloompok yang netral mencoba menjauhkan diri dari (I’tazala)
ikut dalam kelompok tertentu.
Dari sini para sejarawan menganggap bahwa istilah
Mu’tazilah atau I’tazala itu telah digunakan sejak 100 tahun
sebelum peristiwa antara Hasan al-Basri dengan Wasil bin Atha.
9.
Apa yang dimaksud dengan Qadariyah ?
Qadariyah merupakan paham di dalam Theologi Islam. Istilah
qadariyah berasal dari kata “qadara” yang berarti kekuatan
untuk melaksanakan kehendak. Dengan demikian Qadariyah
merupakan faham yang mengakui bahwa manusia mempunyai
kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatanperbuatannya. Dalam bahasa Inggris, faham ini dikenal dengan
nama free will dan free act, yakni bebas berkemauan dan bebas
bertindak.
10. Apa yang dimaksud dengan Jabariyah ?
Istilah Jabbariyah berasal dari kata jabara yang mengandung
arti memaksa. Memang dalam Jabariyah ini terdapat paham
bahwa manusia mengerjakan perbuatannya dalam keadaan
terpaksa. Dalam istilah Bahasa Inggris disebut fatalism atau
predistination. Perbuatan-perbuatan manusia telah ditentukan
dari semula oleh qada dan qadar Tuhan.
11. Kemukakan dalil-dalil yang dipegangi oleh aliran Qadariyyah
dan Jabbariyyah!
Ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan landasan kaum Qadariyah
antara lain adalah:
1)
Surat al-Kahfi (18) ayat 29 (artinya): “Katakanlah,
kebenaran datang dari Tuhanmu. Siapa yang mau
percayalah ia, siapa yang mau janganlah ia percaya”.
2)
Surat Ali Imran (3) ayat 164 (artinya): “Buatlah apa yang
kamu kehendaki, sesungguhnya ia melihat apa yang
kamu perbuat”.
3) Surat al-Ra’d (13) ayat 11 (artinya): “Sesungguhnya Allah
tidak merubah nasib suatu kaum, sehingga mereka
merubahnya sendiri”.
Sedangkan ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan landasan kaum
Jabariyah antara lain adalah:
1)
2)
3)
Surat al-An’am (6) ayat 112 (artinya): “Mereka
sebenarnya tidak akan percaya, sekiranya Allah tidak
menghendaki”.
Surat al-Shaffat (37) ayat 96 (artinya): “Allah menciptakan
kamu dan apa yang kamu perbuat”.
Surat al-Insan (76) ayat 30 (artinya): “Tidaklah kamu
menghendaki, kecuali Allah yang menghendaki”.
12. Sebutkan tokoh-tokoh Khawarij, Murji’ah, dan Mu’tazilah ?
Tokoh Khawarij antara lain adalah Nafi’ ibn al-Azraq, Najdah ibn
Amir al-Hanafi, Abu Fudaik, Rasyid al-Tawil, Atiah al-Hanafi,
Abd al-Karim ibn ‘Ajrad, Ziad ibn Asfar, dan Abdullah ibn Ibad.
Tokoh Murj’iah antara lain adalah al-Hasan ibn Muhammad ibn
Ali ibn Abi Thalib, Abu Hanifah, Abu Yusuf, Jaham bin Shafwan,
dan beberapa ahli hadits.
Sedangakn tokoh Mu’tazilah antara lain adalah Wasil bin Atha’,
Bisyr ibn Sa’id, Abu Usman al-Za’farani, Abu Huzail al-‘Allaf,
Bisyr ibn Mu’tamar, Ibrahim ibn Sayyar ibn Hani al-Nazzam, dan
sebagainya.
13. Sebutkan sekte-sekte dari aliran Khawarij !
Sekte-sekte Khawarij antara lain adalah al-Muhakkimah, alAzariqah, al-Najdat, al-‘Ajaridah, al-Sufriah, dan al-Ibadah.
14. Secara garis besar, aliran Murji’ah terbagi menjadi dua golongan
besar, yakni golongan moderat dan golongan ekstrem. Jelaskan
paham kedua golongan tersebut!
Golongan moderat berpendapat bahwa orang yang berdosa
besar bukanlah kafir dan tidak kekal di dalam neraka, tetapi
akan dihukum di dalam neraka sesuai dengan besarnya dosa
yang dilakukannya, dan ada kemungkinan bahwa Tuhan akan
mengampuni dosanya dan oleh karena itu tidak akan masuk
neraka sama sekali.
Sedangkan golongan ekstrem berpendapat bahwa orang Islam
percaya kepada Tuhan dan kemudian menyatakan kekufuran
secara lisan tidaklah menjadi kafir, karena iman dan kufur
tempatnya di dalam hati, bukan dalam bagian lain dari tubuh
manusia. Bahkan orang demikian juga tidak menjadi kafir,
sungguhpun ia menyembah berhala, menjalankan ajaran agama
Yahudi dan agama Kristen dengan menyembah salib,
menyatakan percaya kepada trinity, dan kemudian mati. Orang
yang demikian, kata golongan Murji’ah ekstrem, bagi Allah tetap
merupakan seorang mukmin yang sempurna imannya.
15. Jelaskan pendapat al-Asy’ari tentang iman !
Iman ialah Tashdiq bi al-qalbi (menyatakan kebenaran adanya
Allah di dalam hati). Wa nutqun bi al-lisan (mengucapkan
syahadat dengan lidahnya), dan wa ‘amalun bi al-arkan
(mengerjakan rukun islam yang lima). Jadi, bagi al-Asy’ari,
seseorang dinyatakan mu’min, apabila hati, lisan, dan
perbuatannya menyatakan mu’min.
16. Jelaskan paham tentang Ushul al-Khamsah dari aliran Mu’tazilah
!
Ushul al-Khamsah yaitu: Lima pokok ajaran Mu’tazilah.
Seseorang tidak akan dinyatakan sebagai Mu’tazilah apabila ia
tidak secara lengkap melaksanakan lima pokok ajaran itu.
Kelima pokok ajaran itu yaitu: 1. al-tauhid (keesaan Allah).
Dengan konsepnya ini, Mu’tazilah ingin membersihkan
pemikiran syirik yang berkembang di antara para pemikir
muslim. Caranya dengan menyatakan bahwa Allah tidak
mempunyai sifat, oleh sebab itu aliran ini dikenal pula dengan
istilah Mu’aththilah. Apalagi kalau sifat itu qadim (dahulu).
Sebab, kalau Allah bersifat, apalagi sifatnya qadim itu artinya
yang qadim itu banyak, ini sama dengan menyatakan bahwa
Allah itu banyak (ta’addud al-qudama). Dan Allah banyak itu
mustahil. Untuk itu ia membuat konsep ini 2. al-‘Adl (keadilan
Allah ). Maksudnya bahwa Allah itu mustahil bersifat dhalim
(aniaya). Bahkan tak mampu berbuat dhalim. Justru Allah ingin
selalu berbuat kebaikan pada umat-Nya, bahkan yang terbaik.
Konsep ini biasa dikenal dengan istilah al-shalah wa al-ashlah
Karena adilnya maka Allah berkewajiban menurunkan Rasul
untuk memberi petunjuk umatnya (manusia) yang tidak banyak
mengetahui kebenaran. 3. al-Wa’ad wa al-wa’id (janji dan
ancaman). Maksudnya bahwa Allah pasti akan memberikan
surga bagi orang yang berbuat baik, dan pasti akan
memasukkan ke neraka orang yang berbuat jahat 4. al-manzil
bain al-manzilatain (tempat di antara dua tempat). Maksudnya
bahwa seseorang yang telah berbuat dosa sementara dia belum
bertobat, ia dihukumi tidak mu’min juga tidak kafir. Karena ia
tidak mu’min dan tidak kafir, maka setelah meninggal dunia ia
tidak bisa di masukkan ke dalam surga atau ke dalam neraka.
Dan ia akan berada di dalam suatu tempat antara surga dan
neraka. Tempat itu oleh kelompok ini dinamai al-manzil bain almanzilatain. dan 5. al-amr bi al-ma’ruf wa al-nahyu ‘an almunkar (mengajak kebaikan dan mencegah yang kekeliruan).
Maksudnya bahwa seorang yang menyatakan dirinya sebagai
muslim wajib atasnya berbuat amar ma’ruf nahi mungkar.
17. Jelaskan apa yang dimaksud dengan aliran Maturidiyah !
Aliran Maturidiyah yaitu suatu aliran teologi islam yang
berkembang di wilayah Maturidi, (Uni Sovyet sekarang). Aliran
ini pada satu sisi masih memegangi ajaran teologi islamnya
Imam al-Asy’ari. Oleh sebab itu gabungan antara pemikiran
Maturidiyah dan Asy’ariyah, --belakangan— dikenal sebagai
aliran ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah. Pada sisi yang lain
pemikirannya lebih rasional, hampir menyamai pemikiran
Mu’tazilah.
18. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Ahlu Sunnah wal Jama’ah !
Ahlu Sunnah wa al-Jamaah yaitu aliran teologi gabungan antara
pemikiran teologi Maturidiyah dengan Asy’ariyah. Kedua aliran
ini berkolaborasi dalam menyatakan pandangannya, antara lain:
bahwa Tuhan itu bersifat, Tuhan dapat dilihat pada hari
Qiyamat. Tuhan tidak berkewajiban untuk mengutus Rasulnya
kepada manusia. Selalu menafsirkan al-Qur’an secara bi alma’tsur. Lebih mengedepankan aspek wahyu dari pada rasio
dalam mengkaji permasalahan.
19. Dalam soal sifat-sifat Tuhan, aliran Maturidiyah dan Asy’ariyah
terdapat persamaan. Jelaskan persamaan tersebut !
Kedua aliran itu menyatakan bahwa Allah mempunyai sifat,
antara lain sifat Allah yang dua puluh. Berkenaan dengan itu
kedua aliran ini dikenal pula dengan istilah aliran Shifatitah. Sifat
itu terpisah dengan Dzatnya. Meskipun demikian, nilai pisahnya
itu hanya dalam konsep bukan dalam aktualisasinya. Istilah ini
biasa dikenal dengan istilah la hiya wala huwa ghairuh (Ia bukan
Dia tetapi tidak dapat berpisah dengan Dia).
B. Dirosah
1
2
Soal
Apa pengertian hadis dan taqrir dalam ilmu
musthalah Hadis?
Jawab
Hadis adalah sesuatu yang disandarkan kepada
nabi Muhammad saw berupa perkataan,
perbuatan, dan taqrir dan yang lainnya.
Sedangkan taqrir adalah keadaan beliau
mendiamkan, tidak mengadakan sanggahan
atau menyetujui terhadap sesuatu yang
dilakukan oleh sahabat di hadapan beliau.
Seperti ketika seorang sahabat menyajikan
makanan daging biawak dalam sebuah jamuan
makan, Nabi tidak memakannya karena tidak
pernah melihat sebelumnya tapi tidak melarang
sahabat yang memakannya.
“Jangan menulis dariku selain Al-Qur’an” sabda
Nabi Muhammad saw. Riwayat itu dianggap
sebagai larangan menulis hadis. Mengapa pada
waktu itu dilarang menulis Hadis?
Untuk menghindari adanya kemungkinan
sebagian sahabat penulis wahyu memalsukan
Hadis ke dalam lembaran tulisan Al-Qur’an
karena meng-anggap segala yang dikatakan
Nabi adalah wahyu. Terlebih lagi bagi generasi
yang tidak menyaksikan turunnya wahyu, tidak
mustahil mereka berang-gapan bahwa seluruh
yang tertulis adalah wahyu, sehingga bercampur
aduk antara Al-Qur’an dengan Hadis.
Soal
Jawab
3
Soal
Jawab
Apa motivasi khalifah Umar bin Abdul Aziz
memerintahkan untuk membukukan Hadits?
a.
b.
c.
Kekhawatiran hilangnya Hadits bersama
dengan meninggalnya ulama Hadits
yang hapal Hadits.
Untuk memelihara dan menjaga
kebersih-an Hadits dari hadis-hadis
palsu yang dibuat oleh orang-orang
yang fanatik terhadap golongan tertentu.
Sudah tidak dikhawatirkan adanya
campur aduk antara Al-Qur’an dan
Hadis karena Al-Qur’an telah dibukukan.
4
5
Soal
Mengapa Hadits dijadikan sumber hukum Islam?
Jawab
Karena perintah Allah swt dalam Al-Qur’an,
antara lain : “Apa-apa yang disampaikan
Rasulullah saw kepadamu terimalah dan apaapa yang dilarang-nya tinggalkanlah” (Al-Hasyr:
7)
Soal
Ada berapa macam Hadits ditinjau dari sedikit
atau banyaknya rawi yang menjadi sumber
berita?
Jawab
Ada dua yaitu
1.
6
7
Soal
Hadits Mutawatir. Hadits Mutawatir
adalah suatu hadits hasil tanggapan dari
panca indra, yang diriwayatkan oleh
sejumlah besar rawi yang menurut adat
kebiasaan mustahil mereka berkumpul
dan bersepa-kat berdusta
2. Hadits Ahad. Sedangkan hadits Ahad
adalah hadis yang tidak mencapai
derajat mutawatir.
Apa yang dimaksud dengan hadits Shahih,
hadits Hasan, dan Hadits Dha’if?
Jawab
Hadits Shahih adalah hadis yang diriwayatkan
oleh rawi adil, sempurna ingatannya. Sanadnya
bersambung, dan tidak berilat dan syadz
(janggal). Hadits hasan ialah hadits yang
diriwayatkan oleh orang adil tapi tidak begitu
kokoh ingatannya, sanadnya bersambung dan
tidak terdapat illat serta kejanggalan pada
matannya. Hadits dha’if ialah hadis yang
kehilangan satu syarat atau lebih dari syaratsyarat hadis shahih atau hadist hasan.
Soal
Apa yang dimaksud dengan hadits mursal ?
Jawab
Hadits mursal ialah hadits yang gugur diakhir
sanadnya, setelah tabi’iy yaitu sahabat. Artinya
seorang tabi’iy meriwayatkan bahwa Rasulullah
Saw bersabda padahal dia mendengar sabda
Rasulullah itu dari sahabat yang dalam
periwayat-annya tidak dia sebutkan.
8
9
10
Soal
Sebutkan definisi Ulumul Qur’an dan al-Quran ?
Jawab
Ulumul Qur’an ialah ilmu yang membahas
masalah-masalah yang berhubungan dengan alQur’an dari segi asbab an-nuzul, pengumpulan
dan penertiban al-Qur’an, pengetahuan tentang
surat-surat makiyah dan madaniyah, nasikh
mansukh, muhkam mutasabih dan lain
sebagainya yang berhubungan dengan alQur’an. Sedangkan al-Qur’an adalah kalam atau
firman Allah yang diturunkan kepada nabi
Muhammad Saw yang membacanya termasuk
ibadah.
Soal
Bagaimana cara wahyu diturunkan kepada nabi
Muhammad ?
Jawab
a. Melalui malaikat Jibril.
b. Melalui melihat dalam tidur.
c. Bicara langsung dibalik tabir.
d. Seperti suara gemerincing lonceng.
e. Malaikat berwujud seperti seorang laki-laki.
Sebutkan ciri-ciri surat makiyah ?
Soal
Jawab
11
Soal
Jawab
a.
Diturunkan sebelum nabi hijrah ke
madinah
b. Ayat yang dimulai kalimat “ya ayyuhan
nas”
c. Setiap ayat yang mengandung kata
‘Kalla’
d. Setiap surat yang mengandung kisah
para nabi dan umat terdahulu kecuali
surat al-Baqarah
e. Setiap surat yang dimulai dengan hurufhuruf hijaiyah kecuali al-Baqarah dan
al-Imran
f. Kandungan
ayatnya
banyak
berhubungan dengan masalah aqidah
serta ayat pen-dek-pendek.
Sebutkan ciri-ciri surat madaniyah?
a.
b.
Setiap surat yang berisi kewajiban atau
sangsi
Setiap surat yang membicarakan orang
munafik kecuali surat al-Ankabut
c.
Setiap surat yang didalamnya ada
dialog dengan ahli kitab
d. Ayat yang membicarakan ibadah, muamalah, kekeluargaan, warisan, jihad,
hubungan sosial, kaidah hukum, dan
masalah perundang-undangan.
e. Seruan terhadap ahli kitab dan
kalangan Yahudi dan Nasrani, dan
ajakan kepada mereka untuk masuk
Islam.
f. Ayatnya panjang-panjang.
Sebutkan hikmah diturunkannya al-Qur’an
secara berangsur-angsur kepada
Nabi
Muhammad?
12
a.
13
14
Soal
Untuk menguatkan hati Rasulullah
saw. Ketika Rasulullah berdakwah
beliau banyak mendapat tantangan
dan coba-an, sehingga datangnya
wahyu merupa-kan penguat dan
peneguh hati beliau.
b. Mempermudah
hapalan
dan
pemaham-an karena masa itu masih
terbatas sarana alat tulis
maka
panurunan Al-Qur’an secara bertahap
untuk memper-mudah menghapalnya.
c. Pentahapan dalam penetapan hukum
karena Al-Qur’an diturunkan secara
bertahap otomatis berlaku hukumnya
pun bertahap sehingga orang bisa
beradaptasi dalam menerima dan melaksanakan hukum tersebut.
Apa motivasi pembukuan al-Qur’an pada masa
Abu Bakar?
Jawab
Karena khawatir dengan banyaknya penghapal
al-Qur’an yang mati syahid akan menyebabnya
hilangnya al-Quran yang ada pada hapalan
mereka.
Soal
Sebutkan defenisi Asbab an-Nuzul?
Jawab
Sesuatu yang menyebabkan ayat al-Quran turun
bisa berupa pertanyaan atau peristiwa.
15
16
17
18
Soal
Apa perbedaan syariat Islam (Islamic Law)
dengan fiqh Islam (Islamic Jurisprudence)
Jawab
Syariat terdapat dalam Qur’an dan kitab-kitab
hadis, bersifat fundamental, mempunyai ruang
lingkup yang lebih luas dari fiqh, ketetapan Allah
dan ketentuan Rasul-Nya. Sedangkan fiqh
terdapat dalam kitab-kitab fikih, bersifat
instrumental, karya manusia yang dapat berubah
atau diubah dari masa ke masa.
Soal
Apa perbedaan tafsir, takwil, dan terjemah ?
Jawab
Tafsir adalah suatu hasil usaha tanggapan,
penalaran
dan
ijtihad
manusia
untuk
menyingkap-kan nilai-nilai samawi yang terdapat
di dalam Al-Qur’an. Takwil adalah suatu usaha
untuk mema-hami ayat-ayat Al-Qur’an melalui
pendekatan pemahaman arti yang dikandung
oleh lafaz itu. Dengan kata lain takwil berarti
mengartikan lafaz dengan beberapa alternatif
kandungan makna yang bukan merupakan
makna lainnya. Sedangkan terjemah adalah
salinan dari suatu bahasa ke bahasa lain, atau
mengganti, menyalin, memin-dahkan kalimat dari
suatu bahasa ke bahasa lain.
Soal
Apa yang dimaksud dengan fiqh dan ushul fiqh ?
Jawab
Fiqh adalah sekumpulan hukum syara yang
berhubungan dengan perbuatan yang diketahui
melalui dalil-dalilnya yang terperinci dan
dihasilkan dengan jalan ijtihad. Sedangkan ushul
fiqh adalah ilmu tentang kaidah-kaidah dan
pembahasan-pembahasannya yang merupakan
cara untuk menemukan hukum-hukum syara
yang amaliyah dari dalil-dalilnya yang terperinci.
Soal
Apa yang dimaksud dengan al-maqasyid alkhamsah?
Jawab
Al-Maqasyid al-khamsah adalah tujuan hukum
Islam yang mencakup lima hal di antaranya:
a.
b.
Memelihara agama (hifdz al-din)
Memelihara diri (hifdz al-Nafs)
c.
19
Soal
Jawab
Memelihara keturunan dan kehormatan
(hifdz al-nashl)
d. Memelihara harta (hifdz al-mal)
e. Memelihara akal (hifdz al-aql)
Kapan sejarah Islam itu ditulis dan apa manfaatnya ?
 Ada dua versi penulisan sejarah Islam itu, di
antaranya:
1. Ada yang berpendapat sejak Nabi
Muhammad diangkat menjadi Rasul (13
tahun di Mekkah lahir masyarakat muslim
walaupun belum berdaulat)
2. Ada yang berpendapat sejak Nabi Hijrah
ke Madinah (masyarakat muslim telah
berdau-lat).
Penulisan sejarah sejak masa keemasan
dari perkembangan budaya dan peradaban
Islam pada dinasti Abbasyiah abad ke-9 dan 10.
Tokoh sejarawan menulis ribuan buku dengan
judul yang berbeda-beda. Umumnya mereka
memfokuskan pada tujuan mengambil manfaat
dan teladan yang banyak didapatkan didalam AlQur’an tentang kisah-kisah umat yang telah lalu.
Oleh karena itu karya-karya sejarah pertama
berisi berita pencipta-an bumi, turunnya Nabi
Adam, kisah para nabi, riwayat hidup
Muhammad dan lainnya. Contoh karyanya
seperti berjudul: Akhbar...... (berita). Sirah......
(biografi).
Tarikh.......
(sejarah).
Futuh....
(penaklukan). Karena terlalu panjang tulisan
sejarah di atas itu, maka bermunculan lagi
ringkasan yang agak pendek yang bersandar
pada sumber itu di antaranya: Mukhtashar......
(ringkas-an). Syarah...... (keterangan). Ada pula
sejarawan muslim menulisnya dikaitkan dengan
disiplin ilmu seperti sastra, politik, sosial, fiqh,
geografi dan lainnya seperti:
Tuhfat.....
(pengembaraan), Uqud... (transaksi) dan lainnya
.
 Di antara manfaat mempelajari sejarah Islam
di antaranya:
1. Untuk mengetahui sumber sejarah
Islam.
2. Untuk
20
Soal
Jawab
mendapatkan sumber-sumber
yang benar di antara sumber yang
dianggap sumber primer itu. Di
antaranya selain at-Thabari, juga ada
Abu Miknaf, Saif Ibn Umar, Ibn al-Kalbi,
Nashr Ibn Muzahim, Ibn Ishaq, dan
lainnya.
3. Untuk mengetahui pandangan dan
metode penelitian serta penulisan
sejarah yang dilakukan oleh sejarawan
muslim tersebut.
Apa yang dimaksud dengan khalifah al-rasyidun
?
Kata “khalifah” sering diartikan sebagai
melampui, terus. Kata ini pula dipakai dalam
term politik Islam dengan utusan, pergantian,
penerus, yang kaitannya dengan kepemimpinan
seseorang. Kata tersebut sesungguhnya sering
pula disebut dalam Al-Qur’an 2:30 perihal Nabi
Adam sebagai khalifah di bumi. Dan nabi
Muhammad sendiri sesungguh-nya dari satu sisi
sebagai khalifah (penerus) fungsi kekhalifahan
yang pertama yang diberikan kepada Nabi
Adam. Oleh karena itu pengganti nabi diberi
gelar ini, khalifah al-rasyidun (khalifah, pemimpin
yang lurus). Di antara sahabat yang menjadi
khalifah al-rasyidun adalah:
a. Abu Bakar Al-Shiddiq
b. Umar Ibn al-Khattab
c. Usman Ibn Affan
d. Ali Ibn Abu Thalib
Download