Psilopsida merupakan tumbuhan paku purba

advertisement
Makalah Botani Tumbuhan Rendah
Paku Putba Psilophytinae
Di susun oleh:
Debby C.Runtu
Wulan Engka
Rifke Onibala
UNIVERSITAS NEGRI MANADO
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PENDIDIKAN BIOLOGI
2014
Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “ Botani Tumbuhan
Rendah, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini memuat
tentang “Paku Purba (Psilopsida)” yang dapat kita temukan di lingkungan sekitar kita.
Penulis menyadari dalam makalah ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari segi isi maupun
dari segi metodologi dan bahasanya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
penulis harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembacanya umumnya. Terima kasih.
Penulis,
November, 2014
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I : Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat
BAB II : Pembahansan
A. Psilophytinae (Paku Purba)

Bangsa Psilophytales (Paku Telanjang)

Bangsa Psilotales
B. Ciri-ciri Umum Psilophytinae (Paku Purba)
C. Metagenesis Paku Purba
D. Daur Hidup Paku Puba
E. Manfaat / Peranan Paku Purba
BAB III : Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling sederhana.
Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi, sistem transpor internal,
hidup di tempat yang lembap. Akar serabut berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel
akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xilem dan fleom).
Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta), adalah satu divisio
tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji
untuk reproduksinya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai
alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi. Tumbuhan paku (Pteridophyta)
adalah divisi dari kingdom Plantae yang anggotanya memiliki akar, batang, dan daun sejati, serta
memiliki pembuluh pengangkut. Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora
karena berkaitan dengan adanya akar, batang, daun sejati, serta bereproduksi aseksual dengan
spora. Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena
memiliki pembuluh pengangkut. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah
bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000
(diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah tropika
basah yang lembab. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas,
mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon, yang juga dikenal sebagai masa
keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. Serasah hutan tumbuhan pada
zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara. Salah satu anggota dari
Pteridophyta ialah kelas Lycopodiinae ( paku kawat atau paku rambat ). Merupakan tumbuhan liar
di pinggir-pinggir jalan, semak belukar atau di hutan-hutan,sering memanjat di pohon. Tumbuh
dari dataran rendah sampai pegunungan dari ketinggian 100 m sampai 2.000 m di atas permukaan
laut.
Psilopsida merupakan tumbuhan paku purba (primitif) yang sebagian besar anggotanya sudah
punah dan ditemukan sebagai fosil. Psilopsida diduga hidup pada periode antara zaman Silurian
dan Devonian. Hanya beberapa spesies saja yang masih hidup di bumi saat ini, misalnya Psilotum
nudum. Psilopsida belum memiliki struktur akar dan sebagian besar tidak memiliki daun. Struktur
akar psilopsida berupa rhizoma. Pada batang psilopsida terdapat sporangia.
B. Rumusan Masalah
Dari penjelasan diatas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana morfologi/ciri-ciri dari tumbuhan paku purba
2. Bagaimanakah klasifikasi paku purba
3. Bagaimana metagenesis dari Paku Purba (Psilopsida)
4.
Bagaimana daur hidup dari Paku Purba (Psilopsida)
5. Apakah manfaat dari Paku Purba (Psilopsida)
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui morfologi/ciri-ciri dan bagian-bagian dari tumbuhan paku purba
2. Untuk mengetahui klasifikasi paku purba
3. Untuk mengetahui metagenesis dari Paku Purba (Psilopsida)
4. Untuk mengetahui daur hidup dari Paku Purba (Psilopsida)
5. Untuk mengetahui manfaat dari Paku Purba (Psilopsida)
D. Manfaat
Dengan penulisan ini diharapkan agar pembaca memiliki pengetahuan dan dapat memahami
tentang macam-macam manfaat yang terkandung dalam tumbuhan paku. Selain itu, diharapkan
pembaca dapat memanfaatkan tumbuhan paku dengan benar agar dapat berguna bagi kehidupan
manusia.
BAB II
Pembahasan
 Psilophytinae (Paku Purba)
Psilopsida (Yunani, psilos = telanjang) merupakan tumbuhan paku purba (primitif) yang sebagian
besar anggotanya sudah punah dan ditemukan sebagai fosil. Tumbuhan ini diduga hidup pada periode
antara zaman Silurian dan Devonian. Hanya beberapa spesies saja yang masih hidup di bumi saat ini,
misalnya Psilotum nudum. Psilopsida belum memiliki struktur akar dan sebagian besar tidak memiliki
daun. Struktur akar psilopsida berupa rhizoma. Pada batang psilopsida terdapat sporangia.
Paku purba meliputi jenis – jenis tumbuhan paku yang sebagian besar telah punah. Jenis – jenis
yang sekarang masih ada hanya sedikit saja, dan lajimnya dianggap sebagai relic suatu golongan
tumbuhan paku yang semula meliputi jenis – jenis yang lebih banyak. Warga paku purba merupakan
paku telanjang (tidak berdaun) atau mempunyai daun – daun kecil (mikropil) yang belum
terdifrensiasi. Ada diantaranya yang belum mempunyai akar. Paku purba bersifat homospor.
Pengklasifikasi paku purba tidak banyak di lakukan oleh ahli karena menurut ahli tumbuhan
paku terkadang mengecoh walaupun masing-masing telah memiliki ciri-ciri tertentu yang
membedakan satu kelas dengan kelas lainnya. Paku termasuk tumbuhan yang paling sederhana.
Paku purba merupakan paku peralihan, antara homospora dan heterospora. Paku purba dikenal
dengan nama latin Psilophytinae dan bangsa Psilophytales. Psilophytales memiliki suku Rhyniaceae,
Aseteroxylaceae, dan Pseudosporochnaceae, dan bangsa Psilolates. Berdasarkan jenis spora yang
dihasilkan, tumbuhan paku di bedakan menjadi pakuhomospora, heterospora, dan paku peralihan.
Dikatakan paku homospora karena hanya menghasilkan satu jenis spora yang sama besar.
Sementara paku heterospora jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran
yang sama sera diketahui antara gamet jantan dengan betinanya.
Ciri-ciri Psolophytinae yang paling mencolok adalah tidak adanya akar dan daun sejati. Paku
purba yang memiliki daun, daunnya akan berukuran kecil dan bentuknya menyerupai sisik. Batangnya
mengandung xylem dan floem dengan cabang batang yang mengandung klorofil sehingga tanaman ini
tetap dapat melakukan fotosintesis sebagai sumber energy. Batangnya juga beruas dan berbuku nyata.
Mikrofil dan sekumpulan sporangium terdapat di sepanjang cabang batang. Tiap butir homospora
yang jatuh akan berkembang menjadi dua gametofit kecil, yaitu Antheridia atau biasa di sebut gamet
jantan dan Archegomia atau biasa di sebut gamet betina.

Bangsa Psilophytales (Paku Telanjang)
Tumbuhan yang tergolong bangsa ini termasukl tumbhan darat yang tua. Sekitar 350 juta tahun
yang lalu, yaitu dalam jaman silur akir dan devon telah terdapat sebagai8 semak – semak. Jadi
tumbuhan ini telah ditemukan dalam lapisan bumi yang amat tua, yang belum ditemukan sisa–sisa
lumut. Dalam jaman karbon tumbuhan ini telah punah. Paku telanjang merupakan tumbuhan paku
yang paling rendah tingkat perkembangannya. Yang paling sederhana masih belum berdaun dan belum
berakar. Batang telah mempunyai berkas pengangkut, bercabang-cabang menggarpu dengan
sporangium pada ujung cabang – cabang tadi.
Didalamnya termasuk antara lain :
1. Suku Rhyniaseae :
Tumbuhan ini mencapai tinggi lebih kurang setengah meter. Batang dalam tanah, tumbuhan
horizontal, tidak mempunyai akar melainkan hanya rizoid. Organ ini homolog dengan rimpang
tumbuhan tinggi. Batang dalam tanah membentuk cabang – cabang yang tumbuh tegak lurus
keatas, bercabang – cabang menggarpu, tidak berdaun, tetapi mempunyai mulut kulit, jadi cabang
– cabangnya itu rupa- rupanya juga mempunyai fungsi sebagai alat asimilasi. Berkas pengangkut
terdiri antara lain atas terakeida yang mempounyai penebalan berbentuk cincin atau spiral dan
tersusun merupakan protostele. Bulu – bulu tapis belum ada, demikian pula cambium, jadi
tumbuhan ini belum memperlihatkan pertumbuhan menebal sekunder. Sporangium relativ besar
terdapat pada ujung – ujung cabang dan mempunyai didnding yang terdiri atas beberapa lapis sel.
Dalamnya penuh terisi dengan isospora yang tersusun sebagai teterade. Diantara jenis – jenis yang
tergolong dalam suku ini ada yang mempuyai semacam kolumela dalam sporangiumnya.
2. Suku Asteroxylaceae,
Dapat mencapai tinggi 1 m. batangnya mempunyai (garis tengah ) 1 cm, mempunyai
penonjolan – penonjolan yang panjangnya hanya beberapa mm dan disebut mikrofil. Beberapan
jenis telah menunjukkan percabangan berkas pengangkut sampai pada pangkal mikrofil, bahkan
adayang sampai masuk didalamnya, tetapi ada pula yang sama sekali tanpa hubungan dengan
berkas pengangkut. Mungkin sekali mikrofil yang tidak bersambungan dengan berkas pengangkut
itu tidak ada fungsi dalam asimilasi, dan dapat kita samakan dengan rambut – rambut (trikoma )
atau emergensia tumbuhan tinggi. Pada penampang lintang, stele di dalam batang berbentuk
bintang. Pada beberapa jenis telah terdapat empelur, jadi stelenya bukan protostele lagi melainkan
telah berupa sifonostele. Ada yang di dalam dinding trakeidanya telah terdapat noktah halaman
3. Suku Pseudosporochnaceae,
Pada golongan ini dari ujung sumbu pokoknya yang tidak beruas muncullah sejumlah dahan –
dahan yang hanya sedikit bercabang menggarpu, tetapi akhirnya menjadi ranting – ranting kecil
yang menggarpu, dan kadang – kadang melebar pada akhir percabangan itu. Pada ujungnya
terdapat sporangium yang menebal berbentuk gada. Begian – bagian ini yang melebar yang tidak
fertile berguna untuk asimilasi, jadi dapat dianggap sebagai bentuk purbakala daun atau
makrofil.warga Psilophytales yang kebanyakan tidak lebih tinggi dari 1 m itu, dengan tipe – tipe
daun yang berbeda – beda merupakan kelompok induk tumbuhan paku yang kemudian melahirkan
golongan
–
golongan
Pteridophyta
lainnya.
Pada
Psilophytales
belum
diketahui
gametofitnya.Dalam zaman purba rupa – rupanya warga psilophytales masih terbatas pada tempat
yang dekat air saja.

Bangsa Psilotales
Dari bangsa ini ada di antara warganya yang sekarang masih hidup ialah marga psilotum , yang
berupa terna kecil rendah, dan bercabang – cabang menggarpu. Tumbuhan ini sama sekali tidak
berakar, hanya mempunyai tunas – tunas tanah dengan rhizoid, dan pada batangnya terdapat mikrofil
atau daun – daun kecil berbentuk sisik, tidak bertulang dan tersusun jarang – jarang dalam garis spiral.
Sporangium itu mempunyai 3 ruangan, dinding yang terdiri atas beberapa lapis sel, tetapi tidak
mempunyai tapetum. Protalium paku ini telah diketahui, besarnya hanya beberapa cm saja, berbentuk
silinder dan bercabang, tidak berwarna, hidup dalam tanah bersimbiosis dengan cendawan mikoriza,
pada permukaan terdapat anteridium yang terdiri atas banyak ruang, dan mengeluarkan spermatozoid
yang mempunyai banyak bulu cambuk.arkegonium kecil dan agak tenggelam. Embrio tidak
mempunyai suspensor dan letaknya eksoskopik ( ujungnya kearah leher arkegonium ).
Protalium besar, ada yang mempunyai berkas pengangkut dengan trakeida cincin yang
berkayu, dan mempunyai pula endodermis, contohnya;
- Psilotum nudum, yang masih terdapat di pulau jawa.
- Psilotum triquetrum,hanya di daerah tropika
- Tmesipteris tannensis, di Australia.
 Ciri-ciri umum Psilophytinae (Paku Purba)
Paku purba memiliki struktur tubuh yang relatif masih sangat sederhana, dengan tinggi sekitar 30
cm – 1 m. Sporofit (2n) pada umumnya tidak memiliki daun dan akar sejati, tetapi memiliki rizom
yang dikelilingi rizoid. Pada paku purba yang memiliki daun, ukuran daun kecil (mikrofil) dan
berbentuk seperti sisik. Batang bercabang-cabang dikotomus, berklorofil, dan sudah memiliki sistem
vaskuler (pembuluh) untuk mengangkut air serta garam mineral. Sporangium dibentuk di ketiak ruas
batang. Sporangium menghasilkan satu jenis spora dengan bentuk dan ukuran yang sama (homospora).
Gametofit (n) tersusun dari sel-sel yang tidak berklorofil sehingga zat organik didapatkan dan
simbiosis dengan jamur.
Jenis paku yang termasuk Psilopsida, antara lain Rhynia (paku tidak berdaun) yang telah memfosil.
Psilopsida yang saat ini masih hidup di bumi, yaitu Tmesipteris, ditemukan tumbuh di kepulauan
Pasifik. Sementara Psilotum tumbuh di daerah tropis dan subtropis.
Namun ada beberapa pengecualian terhadap paku-paku purba yang telah memiliki daun, ciri-cirinya
sebagai berikut:
1. Daunya berukuran kecil dan seperti sisik.
2. Batangnya bercabang, berklorofil, dan sudah memiliki pembuluh pengangkut untuk
mengangkut air dan garam mineral.
3. Sporangium dibentuk di ketiak ruas batang.
4. Gametofit tersusun dari sel-sel tidak berklorofil.
Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13
spesies dari dua genus. Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Sporofit paku purba ada yang
tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati. Paku purba yang memilki daun pada
umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. Batang paku purba bercabang dikotomi
dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut.
Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Cabang batang
mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Sporofil
paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora). Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan
mengandung anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk
memperoleh nutrisi. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun (Rhynia) dan paku
purba berdaun kecil (Psilotum).
 Metagenesis Paku purba
Proses metagenesis paku homospora Spora yang jatuh ke tanah yang lembab membentuk
protaliu haploid. Protalium adalah gametofit paku yang terdapat antheridium d arkhegonium.Dan
protalium terbentuk melalui pembelahan m Antheridium menghasilkan spermatozoid,dan
arkhegonium m ovum.Masing-masing bersifat haploid. Pembuahan mutlak terjadi dengan
bantuan air,dan terbentuk zigot membelah secara meiosis membentuk embrio. Embrio yang
tercukupi
nutrisinya
tumbuh
menjadi
sporogonium/kotak spora dan sporangium.
tumbuhan
Tumbuhan
paku
menghasilkan
 Daur hidup dari Paku Purba (Psilopsida)
Reproduksi tumbuhan ini dapat seara aseksual (Vegetativ), yakni dengan stolon yang
menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang
mengandung spora. Reproduksi secara seksual ( generative) melalui pembentujan sel kelamimn
jantan dan betina oleh alat-aat kelain( gametogonium). Gametogonium jantan (anteredium)
menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina menghasilkan sel telur (ovum).
Sepertihalnya
tumbuhan
lumut,
tumbuhan
paku
mengalami
metagenesis
(pergiliran
keturunan.Tumbuhan paku mengalami metagenesis atau pergiliran keturunan antara generasi
sporofit dan generasi gametofit. Generasi Saprofit merupakan tumbuhan paku itu sendiri yang
dapat menghasilkan spora. Spora dihasilkan oleh struktur daun khusus yang disebut sporofil. Spora
tersebut mudah menyebar diterbang angin, dan sporran yang jatuh ditempat yang sesuai akan
tumbuh menjadi tumbuhan baru yaoitu berupa protalium. Generasi Gametofit merupakan
tumbuhan penghasil gamet. Generasi gametofit ditanai dengan adanya protalium. Yitu tumbuhan
paku baru yang berbentuk seperti jantung, berwarna hijau, dan melekat pasda substrat dengan
rizoisnya. Generasi gametofit tidak berlangsung lama karena biasanya protaliumnya berukuran
kecil dan tidak berumur panjang. Di dalam protalium terdapat suatu gametangium sehinga dapat
membentuk anteridium yaitu alat kelamin jantan yang akan menghasilkan sperma, dan arkegonium
aitu alat kelamin betina yang akan menghasilkan sel telur. Jika terjadi pertemuan antara sperma
dan sel telur, maka akan terbentuk zigot dan akan tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
Psilopsida merupakan tumbuhan paku purba (primitif) yang sebagian besar anggotanya sudah
punah dan ditemukan sebagai fosil. Psilopsida diduga hidup pada periode antara zaman Silurian dan
Devonian. Hanya beberapa spesies saja yang masih hidup di bumi saat ini, misalnya Psilotum nudum.
Psilopsida belum memiliki struktur akar dan sebagian besar tidak memiliki daun. Struktur akar
psilopsida berupa rhizoma. Pada batang psilopsida terdapat sporangia. Habitat di air dangkal, batang
di dalam tanah, membentuk cabang-cabang menggarpu yang tumbuh tegak lurus ke atas, tidak
mempunyai akar hanya rhizoid,berkas pengangkut terdiri atas trakeida yang mempunyai penebalan
berbentuk cincin / spiral dan tersusun merupakan protostele, sporangium relatif besar, terdapat pada
ujung-ujung cabang. Pembagian Kelas Psilophytinae
a.
Bangsa Psilophytales (Paku telanjang) terdiri dari Suku Rhyniceae, Suku Asteroxyceae ,
Suku Pseudosporochnaceae
b.
Bangsa Psilotales Bangsa Psilophytales (Paku telanjang) Tumbuhan yang tergolong dalam
bangsa ini termasuk tumbuhan darat yang tertua. Paku telanjang merupakan tumbuhan paku
yang paling rendah tingkat perkembangannya. Yang paling sederhana masih belum berdaun
dan belum berakar. Batang telah mempunyai berkas pengangkut, bercabang-cabang
menggarpu dengan sporangium pada ujung cabang-cabang tadi.
B. Saran
Banyak dari kita menganggap bahwa tumbuhan paku adalah tanaman pengganggu. Padahal
banyak sekali manfaat yang bisa di dapat dari tumbuhan paku itu sendiri. Dengan menganggap
tumbuhan paku sebagai tanaman pengganggu maka secara langsung sudah mengancam kelestarian
tumbuhan paku juga. Oleh karena itu, diharapkan kita untuk bisa menjaga kelestarian alam yang
ada. Dan dengan mengetahui nama-nama spesies tumbuhan paku serta mengenal jenis
tumbuhannya kita juga dapat menambah wawasan tentang kerajaan tumbuhan. Serta ikut
memanfaatkan alam secara bijaksana.
Daftar pustaka
Henilisa . 2013. Tumbuhan paku
http://henilisa1412ra.wordpress.com/2013/03/03/makalah-biologi-tumbuhan-paku/
Riski Fauziah . 2013.
http://riskifauziah19.blogspot.com/2013/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html
Anonym . 2013. Klasifikasi tumbuhan paku
http://www.psychologymania.net/2013/05/klasifikasi-tumbuhan-paku-beradasarkan.html
Anonim . 2013. Klasifikasi Tumbuhan Paku
http://pengertianmenurutahli.blogspot.com/2013/03/klasifikasi-tumbuhan-paku.html
Download