7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Data Dalam suatu organisasi suatu

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Data
Dalam suatu organisasi suatu data itu sangat dibutuhkan, tanpa adanya data
maka organisasi tersebut tidak dapat melakukan kegiatan usahanya. Pengertian data
sendiri adalah
Menurut Indrajani (2011, p48) Data adalah suatu fakta mentah tentang orang,
tempat, kejadian, dan apapun yang penting bagi perusahaan, dimana data itu sendiri
tidak memiliki arti.
Menurut Mc.Leod (2007, p9) Data adalah kumpulan fakta dan gambaran
yang secara umum tidak dapat digunakan karena ukuran yang besar dan belum
diolah.
Menurut Connolly dan Begg (2010, p19) Data adalah suatu komponen yang
paling penting dalam DBMS.
Data merupakan sebuah sumber yang harus dikontrol dan dikelola dan data
juga merupakan fakta-fakta atau observasi yang mentah, biasanya mengenai
kejadian atau transaksi bisnis.
2.2 Basis Data
Organisasi skala besar saat ini rata-rata sudah menggunakan Basis Data.
Basis Data sangat berperan penting dalam suatu perusahaan. Selain untuk
mempermudah manager dalam me-manage data, Basis Data berguna untuk menjaga
intregritas data tersebut. Jaegeol Yim (2012, p503) mengatakan bahwa basis data
merupakan suatu kumpulan data dan sistem basis data itu merupakan suatu
7
8
kumpulan data didalam basis data yang terintegrasi dengan sistem. Pengertian dari
Basis Data adalah:
Menurut O’Brien (2008, p163), Basis Data adalah sekumpulan data yang
terintregasi dan berkaitan secara logical antara data yang satu dengan yang lainnya
dan berguna untuk memenuhi kebutuhan informasi dalam suatu organisasi.
Menurut Mc.Leod (2007, p124), Basis Data adalah kumpulan dari semua
data yang saling berhubungan dan terintegrasi yang berbasis komputer dalam suatu
perusahaan.
Menurut
(Widhyaestoeti,
2011),
Basis
data
adalah
suatu
tempat
penyimpanan data yang dapat menampung satu atau lebih table dan queri.
Menurut (Gintoro, 2010), Basis Data adalah koleksi data yang saling
berhubungan dan didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi
dari suatu organisasi.
Menurut Connolly dan Begg (2010, p65), Basis Data adalah kumpulan dari
data logical yang berhubungan dan deskripsi dari data tersebut yang dirancang untuk
kebutuhan informasi suatu perusahaan.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Basis Data adalah kumpulan
informasi yang disimpan didalam computer secara sistematik untuk memperoleh
informasi dari basis data tersebut.
2.3 Database Management System (DBMS)
Dalam sebuah organisasi DBMS digunakan untuk memanage database
sehingga memudahkan user untuk mengontrol akses ke dalam database tersebut,
Okunade (2010, p37) mengatakan bahwa saat ini DBMS telah berkembang dengan
pesat, dimulai dari yang sebelumnya hanya pengumpulan dan penggunaan data yang
9
terorganisir, tetapi sekarang ini dapat memungkinkan para user untuk menciptakan,
memelihara, mengubah dan megelola data lebih spesifik. Jason L. Salemi, et al
(2010, p10) Pengembangan relasional DBMS yang terintegrasi akan meningkatkan
integritas dari suatu program data serta meningkatkan efisiensi untuk penggunanya.
Berikut adalah definisi-definisi dari DBMS :
Menurut O’Brien (2008, p592), DBMS adalah sekumpulan program
computer yang memungkinkan user untuk menciptakan, memelihara, mengubah,
mengontrol akses terhadap basis data suatu organisasi.
Menurut Hoffer (2009, p49), DBMS adalah sebuah sistem pernagkat lunak
yang menyediakan metode sistematis untuk menciptakan dan memperbaharui,
menyimpan, dan mengambil data dalam basis data.
Menurut Connolly dan Begg (2010, p66), DBMS adalah sebuah sistem
software yang memungkinkan user untuk mendefinisikan, membuat, memelihara,
dan mengatur akses ke dalam basis data.
Keuntungan dari DBMS antara lain adalah:
• Kepraktisan
DBMS menyediakan media penyimpan permanen yang berukuran kecil
namun banyak menyimpan data jika dibandingkan dengan media lain.
•
Kecepatan
Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan
dengan cepat.
•
Mengurangi kejenuhan
Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi manusia,
sedangkan mesin tidak merasakannya.
10
•
Update to date
Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat.
Komponen-komponen dalam DBMS meliputi:
•
Hardware
DBMS membutuhkan hardware untuk berjalan.
•
Software
Komponen ini terdiri dari perangkat lunak DBMS itu sendiri.
•
Data
Komponen terpenting dalam suatu DBMS.
•
Procedure
Komponen yang berisi instruksi yang akan menentukan kegunaan dari DBMS
tersebut.
•
People
Pengguna yang mengkases DBMS.
2.4 Database Language
Menurut Connolly dan Begg (2010, p91) Database language terdiri dari dua
bagian, yaitu data definition language (DDL) dan data manipulation language
(DML). DDL biasa digunakan untuk skema database, skema basis data, dan DML
biasa digunakan untuk membaca dan mengupdate database. Kedua bahasa ini biasa
disebut data sublanguages.
2.4.1 Data Definition Language (DDL)
Menurut Connolly dan Begg (2010, p92) data definition language
adalah suatu bahasa yang memperbolehkan database administrator atau user
untuk menjelaskan dan menamai entitas, atribut, dan relasi yang diperlukan
11
untuk aplikasi, bersama dengan integritas yang terasosiasi dan security
constraint. DDL biasa digunakan untuk mendefinisikan sebuah skema atau
mengubah skema yang sudah ada. Itu tidak dapat digunakan untuk
memanipulasi data.
Statement dasar SQL - DDL adalah :
•
Membuat basis data (Create Schema)
•
Membuat Table (Create Table)
•
Mengubah Definisi Table (Alter Table)
•
Menghapus Table (Drop Table)
•
Membuat Index (Create Index)
•
Menghapus Index(Drop Index)
•
Membuat view(Create View)
2.4.2 Data Manipulation Language (DML)
Menurut Connolly dan Begg (2010, p92) DML adalah sebuah bahasa
yang menyediakan sekumpulan operasi untuk mendukung dasar manipulasi
data pada data yang berada dalam basis data. Operasi dalam DML meliputi :
•
Meng-Insert data baru kedalam basis data
•
Melakukan modifikasi dari data yang ada dalam basis data
•
Menampilkan data yang ada dalam database
•
Menghapus data dari database
2.5 Database Lifecycle (DBLC)
Menurut Connolly dan Begg (2010, p262) Database Lifecycle merupakan
suatu komponen yang penting dalam sistem basis data karena aplikasi dari database
lifecycle berkaitan dengan sistem informasi yang ada.
12
Gambar 2.1 Database Lifecycle Connolly dan Begg (2010, p264)
2.5.1 Database Planning
Menurut Connolly dan Begg (2010, p263) Database Planning adalah
Aktifitas manajemen untuk merealisasikan tahapan DBLC secara efektif dan
efisien. Perencanaan basis data mencakup cara pengumpulan data, format
data, dokumentasi yang diperlukan, cara membuat design, dan implementasi.
Perancanaan basis data terintegrasi dengan keseluruhan strategi sistem
informasi organisasi.
Ada tiga hal yang berkaitan dengan strategi sistem informasi,
diantaranya :
13
•
Identifikasi rencana dan sasaran dari organisasi termasuk mengenai
sistem informasi yang dibutuhkan.
•
Evaluasi sistem informasi yang ada untuk menetapkan kelebihan dan
kekurangan yang dimiliki sistem tersebut.
•
Penafsiran kesempatan teknik informatika yang memungkinkan
memberikan keuntungan kompetitif.
Metodologi untuk mengatasi hal - hal tersebut terbagi atas dua, yaitu :
•
Mendefinisikan mission statement untuk sistem basis data.
Dalam mission statement didefinisikan tujuan utama pembuatan basis
data. Mission statement membantu menjelaskan tujuan proyek basis
data dan memberikan tahapan yang jelas, efektif, dan efisien dari
aplikasi basis data.
•
Mendefinisikan mission objective.
Tiap object mengindentifikasikan kembali tugas-tugas tertentu yang
harus didukung basis data. Dapat juga disertai beberapa informasi
tambahan yang menjelaskan pekerjaan yang harus diselesaikan,
sumber daya yang digunakan, dan biaya untuk membiayai hal
tersebut.
2.5.2 System Definition
Menurut Connolly dan Begg (2010, p266) System Definition
menjelaskan tentang ruang lingkup dan batasan dari aplikasi basis data dan
tampilan user secara umum. Tampilan user merupakan apa yang dibutuhkan
dari sistem basis data dari tingkatan perspektif pekerjaan (seperti manager
atau supervisor) atau area aplikasi organisasi (seperti marketing).
14
Mengidentifikasi user view membantu untuk memastikan agar tidak ada
pengguna basis data yang terlupakan dan mengetahui apa yang diinginkan
pengguna saat aplikasi baru akan dibuat. Selain itu user view juga membantu
dalam mengembangkan aplikasi basis data yang rumit dan dapat
menguraikannya menjadi sub-sub bagian yang lebih sederhana.
2.5.3 Requirement Collection and Analysis
Menurut Connolly dan Begg (2010, p266) Requirement Collection
and Analysis merupakan suatu proses mengumpulkan dan menganalisa
informasi tentang organisasi yang akan didukung oleh aplikasi basis data dan
menggunakan informasi tersebut untuk mengidentifikasikan kebutuhan user
terhadap sistem baru.
Ada tiga pendekatan utama dalam mengelola kebutuhan dari sistem
basis data dengan menggunakan multiple user view :
1. Centralized Approach
Setiap user view memiliki kebutuhan-kebutuhan yang berbeda,
dimana seluruh kebutuhan tersebut akan dikumpulkan dan dibuatkan
menjadi suatu global data model yang nantinya diperlukan dalam
pembuatan basis data.
2. View Integration Approach
Kebutuhan untuk tiap user view dibuat dalam model data yang
terpisah. Model data yang menggambarkan single user view disebut
model data lokal, disusun dalam bentuk diagram dan dokumentasi
yang mendeskripsikan kebutuhan user view basis data. Model data
15
lokal ini kemudian digabungkan untuk menghasilkan model data
global, yang menggambarkan seluruh user view untuk basis data.
3. Gabungan antara kedua pendekatan tersebut
2.5.4 Database Design
Menurut Connolly dan Begg (2010, p270) Database Design
merupakan proses dalam membuat sebuah rancangan basis data yang akan
mendukung mission statement dan mission objective perusahaan.
Database design terdiri dari tiga bagian utama, yaitu : Conceptual
database design, logical database design, physical database design.
2.5.4.1 Conceptual Database Design
Menurut Connolly dan Begg (2010, p272) Conceptual
Database Design adalah suatu proses pembentukan model yang
berasal dari informasi yang digunakan dalam perusahaan yang
bersifat independent dari keseluruhan aspek fisik. Model data
tersebut dibangun dengan menggunakan informasi dalam spesifikasi
kebutuhan user dan merupakan sumber informasi untuk fase design
logical.
2.5.4.2 Logical Database Design
Menurut Connolly dan Begg (2010, p440) Logical Database
Design adalah suatu proses pembentukan model yang berasal dari
informasi yang digunakan dalam perusahaan yang berdasarkan model
data tertentu, namun independent terhadap DBMS tertentu dan aspek
fisik lainnya. Misalnya relational. Model data konseptual yang telah
16
dibuat sebelumnya, diperbaiki dan dipetakan kedalam model data
logical.
2.5.4.3 Physical Database Design
Menurut Connolly dan Begg (2010, p274) Physical Database
Design adalah proses yang menghasilkan deskripsi implementasi
basis data pada penyimpanan sekunder. Menggambarkan struktur
penyimpanan dan metode akses yang digunakan untuk mencapai
akses yang efisien terhadap data. Dapat dikatakan juga, design fisikal
merupakan cara pembuatan menuju DBMS tertentu.
2.5.5 DBMS Selection
Menurut Connolly dan Begg (2010, p16) DBMS Selection merupakan
pemilihan dari DBMS yang akan digunakan untuk menunjang sistem basis
data.
Tahap utama dari pemilihan DBMS :
•
Definisikan waktu untuk melakukan studi referensi.
•
Catat dua atau tiga produk yang akan dievaluasi untuk digunakan.
•
Evaluasi produk tersebut.
•
Rekomendasikan produk yang dipilih dan buat laporan yang
mendukungnya.
2.5.6 Application Design
Menurut Connolly dan Begg (2010, p281) Application Design adalah
perancangan user interface dan program aplikasi yang menggunakan dan
melakukan proses terhadap basis data. Design basis data dan aplikasi
dilakukan secara paralel.
17
Dua hal yang harus diperhatikan dalam application design adalah :
• Transaction Design
Merupakan suatu tindakan atau serangkaian tindakan yang dilakukan
oleh single user atau program aplikasi dimana isi dari database itu
berubah. Dan tujuan dari transaction design ini untuk mendefisinikan
dan
mendokumentasikan
transaksi
yang
memiliki
tingkat
karakteristik yang tinggi dalam basis data, seperti :
o Data yang digunakan oleh transaksi.
o Karakteristik fungsional dari transaksi.
o Output dari transaksi.
o Kepentingan bagi user.
o Tingkat yang diharapkan dari penggunaan.
Ada tiga tipe utama dari transaksi :
o Retrieval transaction
Digunakan untuk memperoleh data yang nantinya akan
digunakan pada layar atau laporan produksi.
o Update transaction
Digunakan untuk memasukan data baru, menghapus data
lama, atau mengubah data yang sudah ada dalam basis data.
o Mixed transaction
Merupakan gabungan dari retrieval transaction dengan update
transaction.
•
User Interface Design
18
Dalam bagian ini ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan,
diantaranya yaitu :
o Memberikan nama judul form yang jelas.
o Pemberian instruksi yang jelas, yang sering digunakan
sehingga user dapat mengerti apa yang disampaikan.
o Field yang saling berhubungan ditempatkan pada form yang
sama dan berurutan.
o Tampilan form atau report harus menarik dan sesuai dengan
rencana kerja.
o Penggunaan label pada field yang sering digunakan.
o Penggunaan istilah dan singkatan yang digunakan harus
konsisten.
o Penggunaan warna yang konsisten sesuai dengan form atau
report.
o Jumlah digit yang digunakan dalam memasukkan data harus
diketahui oleh user.
o User
harus
dengan
mudah
dapat
mengetahui
cara
menjalankan operasi yang diinginkan dengan menggerakkan
cursor.
o User harus dapat dengan mudah memasukkan data untuk
melakukan perubahan terhadap nilai field.
o Jika user memasukkan data yang salah kedalam field sebuah
error message harus tampil, pesan ini berguna untuk
19
memberitahukan user agar user mengetahui apa yang telah
terjadi.
o Field yang sifatnya tidak mandatory dapat terlihat dengan
jelas oleh user, misalnya dengan menggunakan tanda bintang.
o Saat user meletakkan cursor pada suatu field, informasi pada
field itu akan muncul.
o Seharusnya terdapat sebuah indikator yang memberitahukan
kepada user bahwa suatu proses telah dilakukan.
2.5.7 Prototyping
Menurut Connolly dan Begg (2010, p283) Prototyping adalah suatu
pembuatan model kerja suatu aplikasi basis data. Tahapan ini bersifat
optional. Tujuan utama prototyping :
•
Untuk mengidentifikasi fitur sistem yang sedang berjalan.
•
Untuk melakukan perbaikan fitur atau penambahan fitur baru.
•
Untuk mengklarifikasikan kebutuhan user.
•
Untuk melakukan evaluasi kelayakan dan kemungkinan apa
yang terjadi dalam rancangan sistem.
Ada dua macam prototyping :
•
Requirement Prototyping
Menggunakan prototype untuk menentukan kebutuhan dari
sistem basis data yang diinginkan dan kebutuhan dipenuhi,
prototype akan dihilangkan.
•
Evolutionary Prototyping
20
Biasanya digunakan untuk hal yang sama seperti requirement
prototyping, perbedaan utama adalah prototype ini tidak akan
dihilangkan tetapi akan dilakukan pengembangan.
2.5.8 Implementation
Menurut Connolly dan Begg (2010, p333) Merupakan realisasi fisik
dari basis data dan design aplikasi. Implementasi basis data dicapai
menggunakan :
•
DDL untuk membuat skema basis data dan file basis data
yang kosong.
•
DDL untuk membuat user view yang dinginkan.
•
3GL atau 4GL untuk membuat program aplikasi. Termasuk
transaksi
basis
data
yang
menggunakan
DML
atau
ditambahkan pada bahasa pemrograman.
2.5.9 Data Conversion and Loading
Menurut Connolly dan Begg (2010, p334) Data Conversion and
Loading merupakan pemindahan data yang ada kedalam basis data yang baru
dan mengkonversikan aplikasi yang ada agar dapat menggunakan basis data
yang baru. Tahapan ini dibutuhkan ketika sistem basis data yang baru
menggantikan yang lama. DBMS biasanya memiliki fitur untuk memanggil
ulang file yang telah ada ke dalam basis data baru. Dapat juga mengkonversi
dan menggunakan program aplikasi dari sistem yang lama untuk digunakan
oleh sistem yang baru.
21
2.5.10 Testing
Menurut Connolly dan Begg (2010, p334) Testing adalah suatu
proses menjalankan aplikasi sistem basis data dengan tujuan untuk mencari
kesalahan yang ada. Tahap ini hanya akan terlihat jika terjadi kesalahan pada
software.
Kriteria yang dapat digunakan untuk menggunakan evaluasi ini
adalah
•
Learn Ability
Berapa lama user baru menggunakan sistem.
•
Performance
Seberapa baik respon dari sistem yang dihadapkan pada hasil
kerja user.
•
Robustness
Seberapa tinggi toleransi dari sistem terhadap kesalahan user.
•
Recoverability
Seberapa baik sistem untuk menutupi kesalahan user.
•
Adaptability
Seberapa dekat sistem berhubungan dengan model kerja.
2.5.11 Operational Maintenance
Menurut Connolly dan Begg (2010, p335) Operational Maintenance
adalah proses dari pengamatan dan perbaikan dari sistem basis data yang
sudah diterapkan. Dalam tahap sebelumnya, sistem basis data sudah
sepenuhnya diimplementasikan dan dicoba. Sistem tersebut akan memasuki
tahap perbaikan dimana terkait dengan beberapa aktifitas seperti :
22
•
Pengawasan kinerja sistem, jika kinerja menurun maka
memerlukan perbaikan atau pengaturan ulang basis data.
•
Pemeliharaan dan pembaharuan aplikasi basis data (Jika
dibutuhkan).
•
Penggabungan kebutuhan baru kedalam aplikasi basis data.
2.6 Normalisasi
Menurut Connolly dan Begg (2010, p366) Normalisasi adalah teknik untuk
mengidentifikasi suatu hubungan dengan sifat sifat yang diinginkan sesuai dengan
kebutuhan perusahaan. Tujuan normalisasi adalah mengindentifikasikan kesesuaian
hubungan yang mendukung data untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Adapun
karakteristik hubungan tersebut mencakup :
•
Minimalkan jumlah atribut yang diperlukan untuk mendukung kebutuhan
perusahaan.
•
Atribut dengan hubungan logika yang menjelaskan mengenai fungsional
dependencies yang ditemukan dalam hubungan yang sama.
•
Meminimalkan terjadinya redudansi data.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses nornalisasi meliputi :
•
Suatu teknik formal untuk menganalisa relasi berdasarkan primary key
dan fungsional dependencies antar atribut.
•
Dieksekusi dalam beberapa langkah. Setiap langkah mengacu ke bentuk
normal tertentu sesuai dengan sifat yang dimilikinya.
•
Setelah normalisasi diproses, relasi menjadi secara bertahap lebih
terbatas atau kuat mengenai bentuk formatnya dan juga mengurangi
tindakan update yang anomali.
23
Normalisasi terbagi menjadi unormalized form(UNF), First Normal
Form(1NF), Second Normal Form(2NF), Third Normal Form(3NF).
•
Unormalized Form(UNF)
Merupakan suatu table yang berisikan satu atau lebih grup yang
berulang. Membuat table yang unormalized yaitu dengan memindahkan
data dari sumber informasi. Contohnya nota penjualan yang disimpan
dalam format table dengan baris dan kolom.
•
First Normal Form(1NF)
Merupakan sebuah relasi dimana setiap baris dan kolom berisikan satu
dan hanya satu nilai.
Proses UNF ke 1NF :
o Tentukan satu atau kumpulan atribut sebagai kunci untuk table
unormalized.
o Indetifikasikan grup yang berulang dalam table unormalized
yang berulang untuk kunci atribut.
o Hapus grup yang berulang dengan cara :
Masukkan data yang semestinya kedalam kolom yang
kosong pada baris yang berisikan data yang berulang.
Menggantikan data yang ada dengan menulis ulang
dari kunci atribut yang sesungguhnya kedalam relasi
terpisah.
•
Second Normal Form(2NF)
Merupakan sebuah relasi dalam 1NF dan setiap atribut non primary key
bersifat fully fungsionaly dependent pada primary key.
24
Proses 1NF ke 2NF :
o
Identifikasikan primary key untuk relasi 1NF.
o
Identifikasikan fungsional dependencies dalam relasi.
o
Jika terdapat partial dependencies terhadap primary key maka
hapus dengan menempatkan dalam relasi yang baru bersama
dengan salinan determinannya.
•
Third Normal Form(3NF)
Merupakan sebuah relasi dalam 1NF dan 2NF, dimana tidak terdapat
atribut non primary key yang bersifat transitively dependent pada
primary key.
Proses 2NF ke 3NF :
o Identifikasikan primary key dalam relasi 2NF.
o Identifikasikan fungsional dependencies dalam relasi.
o Jika terdapat transitive dependencies terhadap primary key,
hapus dengan menempatkannya dalam relasi yang baru
bersama dengan salinan determinannya.
2.7 Entity Relationship Modeling
Entity-Relationship Modeling Database digunakan untuk mendesain
rancangan-rancangan suatu database dalam suatu organisasi, definisi EntityRelationship Modeling Database adalah :
Menurut Rainer (2007, p103), Entity-Relationship Modeling database itu
adalah suatu proses yang mendesain rancangan-rancangan database.
Menurut Connolly dan Begg (2010, p371), Entity-Relationship Modeling
merupakan pemodelan yang berguna untuk memberikan pemahaman yang tepat
25
terhadap data dan penggunaannya di dalam suatu perusahaan. Model ini
menggunakan pendekatan top-down dalam perancangan basis data yang dimulai
dengan mengidentifikasikan data penting yang disebut entity dan relasi antar data
yang akan direpresentasikan ke dalam model. Kemudian ditambahkan detail-detail
lebih seperti informasi yang akan dicari mengenai entitas dan relationship yang
disebut dengan atribut dan constraints pada entity, atribut dan relationship.
2.7.1 Entity
Menurut Connolly dan Begg (2010, p372) Entity merupakan
sekumpulan
object
yang
memiliki
karakteristik
yang
sama
yang
diindentifikasikan oleh perusahaan.
Menurut Jeffrey A. Hoffer (2009, p49) Entity adalah seseorang,
tempat, object, kejadian ataupun sebuah konsep dalam sebuah hubungan
pengguna mengenai dimana data yang dimaintain dalam suatu organisasi
yang diharapkan.
Ada dua jenis Entity, diantaranya :
•
Strong entity
Sebuah jenis entity yang tidak bergantung pada entity lain. Entity ini
dapat berdiri sendiri.
•
Weak entity
Sebuah jenis entity yang tergantung pada entity lain. Entity ini tidak
dapat berdiri sendiri.
2.7.2 Relationship
Menurut Connolly dan Begg (2010, p374) Relationship adalah suatu
asosiasi antara satu atau lebih entity.
26
Derajat relationship adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam
suatu relationship. Terdiri atas :
• Binary relationship
Merupakan keterhubungan antara dua tipe entitas.
• Ternary relationship
Merupakan keterhubungan antara tiga tipe entitas.
• Quaternary relationship
Merupakan keterhubungan antara empat tipe entitas.
• Unary relationship
Merupakan keterhubungan antara satu tipe entias, dimana tipe entitas
tersebut berpartisipasi lebih dari satu kali dengan peran berbeda.
Kadang disebut juga recursive relationship.
2.7.3 Attribute
Menurut Connolly dan Begg (2010, p379) Attribute adalah suatu
karakter dari sebuah entity atau relationship. Sebagai contohnya, entity staff
terdiri dari staff number, name, position, salary.
Atribut terdiri dari :
• Simple attribute
Merupakan atribut yang terdiri atas satu komponen tunggal dengan
keberadaan yang independen dan tidak dapat dibagi menjadi bagian
yang lebih kecil lagi. Contohnya : NIM, NOMOR KTP, NOMOR
SIM, NPWP, dan sebagainya.
• Composite attribute
27
Merupakan atribut yang terdiri atas beberapa komponen, dimana
masing-masing komponen memiliki keberadaan yang independent.
Contohnya atribut address terdiri dari street, city, postcode.
• Single value attribute
Merupakan atribut yang memiliki nilai tunggal untuk setiap kejadian.
Contohnya entitas branch memiliki satu nilai untuk atribut branch
number pada setiap kejadian.
• Multivalue attribute
Merupakan atribut yang mempunyai beberapa nilai untuk setiap
kejadian. Contohnya entitas branch memiliki beberapa nilai atribut
telp number pada setiap kejadian.
• Derived attribute
Merupakan atribut yang memiliki nilai yang dihasilkan dari satu atau
beberapa atribut lainnya dan tidak harus berasal dari satu entitas.
Contohnya lama pinjam dihasilkan dari perhitungan mulai pinjam
dikurangi tanggal pengembalian, perhitungan bunga tabungan dari
jumlah saldo dan lamanya dana mengendap di tabungan, dan lain
sebagainya.
2.7.4 Key
Menurut Connoly dan Begg (2010, p381) Key adalah suatu
kombinasi dari satu atau lebih kolom yang digunakan untuk mengidentifikasi
baris tertentu dalam suatu relasi. Jenis-jenis key, meliputi:
•
Primary Key
28
Candidate Key yang dipilih untuk mengindentifikasikan setiap
kejadian atau record suatu entitas secara unique.
•
Foreign Key
Sebuah kolom atau gabungan dari kolom yang merupakan primary
key dari sebuah table lain daripada table yang muncul.
•
Candidate Key
Jumlah minimal atribut atribut yang dapat mengidentifikasikan setiap
kejadian atau record secara unique.
•
Composite Key
Merupakan Candidate Key yang terdiri atas dua atau lebih atribut.
2.7.5 Structural Constraint
Indrajani (2011, p114) Batasan utama pada relationship disebut
multiplicity, yaitu jumlah atau range dari kejadian yang mungkin terjadi pada
suatu entitas yang terhubung ke satu kejadian dari entitas lain yang
berhubungan melalui suatu relationship.
Menurut Connolly dan Begg (2010, p396) Structural Constraint
adalah batasan tipe entitas yang mempunyai kesamaan dalam relationship.
Multiplicity adalah jumlah atau range dari terjadinya suatu keadaan
berdasarkan suatu entitas yang berhubungan dengan kejadian tunggal dari
jenis entitas yang terkait melalui suatu hubungan tertentu.
Hubungan yang paling umum adalah binary relationship, yang terdiri atas :
•
One to One (1 : 1)
Hubungan antara entitas yang satu dengan entitas yang lain
mempunyai relasi hubungan satu entitas.
29
•
One to Many (1 : *)
Hubungan antara entitas pertama yang mempunyai banyak relasi
dengan entitas kedua yang mempunyai relasi satu entitas.
•
Many to Many (* : *)
Hubungan antara entitas pertama yang mempunyai relasi banyak
dengan entitas kedua.
2.8 Penjualan
Di dalam perusahaan dagang, penjualan itu merupakan suatu proses yang
umum dilakukan, definisi penjualan adalah:
Menurut Kotler (2010, p528), Penjualan adalah suatu proses dimana
kebutuhan pembeli dan penjual terpenuhi. Tujuan dari adanya penjualan adalah
untuk mendapatkan
keuntungan. Sesuatu yang dijual
dapat berupa barang
ataupun jasa.
Menurut Suparto (2007), Penjualan adalah suatu kegiatan dimana adanya
interaksi antara pembeli dan penjual. Dimana kedua belah pihak akan saling
menguntungkan.
Menurut Indrajani (2011, p68) Kegiatan penjualan terdiri atas penjualan
barang dan jasa, baik secara kredit maupun secara tunai. Dalam transaksi penjualan
kredit, jika pesanan dari pelanggan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau
penyerahan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada
pelanggannya. Dalam sistem penjualan tunai, barang atau jasa baru diserahkan oleh
perusahaan kepada pembeli jika perusahaan telah menerima kas dari pembeli.
30
2.9 Pembelian
Di dalam perusahaan dagang, kegiatan pembelian barang merupakan suatu
kegiatan yang selalu di lakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, definisi
penjualan adalah:
Menurut Schroeder (2007, p335), Pembelian adalah suatu kegiatan untuk
mendapatkan suatu barang, baik
itu barang mentah maupun barang jadi yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan suatu perusahaan.
Indrajani (2011, p71) Pembelian adalah suatu usaha yang digunakan dalam
perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan.
Pembelian
merupakan
kegiatan
yang
dilakukan
oleh
semua
organisasi/perusahaan. Pada waktu proses pembelian berlangsung, pembeli harus
memperhatikan kualitas barang yang akan dibeli tersebut.
Didalam kegiatan pembelian ini, terdapat dua macam jenis transaksi yaitu:
• Tunai
Pembelian secara tunai adalah suatu transaksi dimana pembayaran dilakukan
secara langsung saat itu juga.
• Kredit
Pembelian secara kredit adalah suatu transaksi dimana pembayaran tidak
dilakukan secara langsung, tetapi dilakukan beberapa waktu kemudian sesuai
dengan kesepakatan kedua belah pihak.
2.10 Persediaan
Di dalam perusahaan dagang, persediaan barang merupakan inti dari
kegiatan perusahaan, tanpa adanya persediaan barang maka perusahaan tidak dapat
melakukan kegiatan usahanya, definisi persediaan adalah:
31
Menurut Stevenson (2009, p571), Re-order point terjadi ketika jumlah
persediaan telah mendekati jumlah minimal yang telah ditetapkan. Re-order point
ini berguna untuk mencegah kehabisan stok barang.
Dalam perusahaan dagang, persediaan hanya terdiri atas satu golongan, yaitu
persediaan barang dagangan, yang merupakan barang yang dibeli untuk dijual
kembali. Transaksi yang mengubah persediaan produk jadi, persediaan bahan baku,
persediaan bahan penolong, persediaan bahan habis pakai pabrik, dan persediaan
suku cadang, bersangkutan dengan transaksi internal perusahaan dan transaksi yang
menyangkut pihak luar perusahaan (Penjualan dan pembelian).
Persediaan dikatakan sangat penting bagi perusahaan, karena persediaan
berguna untuk :
•
Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang.
•
Menghilangkan resiko dari produk yang dipesan tidak bagus atau rusak.
•
Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan atau menjamin kelancaran
arus produksi.
•
Memberikan pelayanan kepada pelanggan sebaik baiknya, dimana keinginan
langganan pada setiap waktu dapat terpenuhi atau memberi jaminan tetap
tersedianya barang tersebut.
2.11 Fact Finding Techniques
Menurut Connolly dan Begg (2010, p341), proses formal menggunakan
teknik seperti interview dan kuesioner untuk mengumpulkan fakta mengenai sistem,
kebutuhan, dan preferensi.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa teknik fact finding seperti
interview dan kuisioner digunakan untuk mengetahui data-data mengenai kebutuhan
32
sistem pada suatu perusahaan. Terdapat 5 teknik Fact finding yang biasanya
digunakan, yaitu:
1. Examining Documentation
Dengan memeriksa dokumentasi dari sistem yang ada seperti form, laporan
,dan file maka akan dapat memahami sistem berjalan dengan cepat.
Keuntungan
Kerugian
Tingkat akurasi data tinggi
Solusi
permasalahan
Membutuhkan biaya yang lebih besar
diperoleh Membutuhkan waktu yang lebih
dengan cepat dan akurat
banyak
2. Interviewing
Merupakan teknik wawancara untuk mendapatkan suatu informasi. Terdapat
dua bentuk wawancara yang dapat dilakukan yang pertama dalah
unstructured interview sehingga fokus wawancara dapat berpindah-pindah.
Bentuk kedua adalah structured interview dimana interviewer memiliki
pertanyaan-pertanyaan spesifik untuk dijawab oleh interviewer. Pertanyaan
tersebut dapat berupa open-ended questions dan closed ended-questions.
Keuntungan
Kerugian
Mengizinkan nara sumber untuk Membutuhkan biaya yang besar dan
merespon dengan bebas dan terbuka waktu yang lama
untuk memberikan pertanyaan
Mengizinkan nara sumber merasakan Kesuksesan
bagian dari proyek
kemampuan
pewawancara
tergantung
dari
berkomunikasi
dari
33
3. Observing the enterprise in operation
Dengan teknik ini maka dimungkinkan pengamatan pada saat melakukan
aktivitas dan belajar mengenai sistem yang sedang berjalan.
Keuntungan
Kerugian
Data yang diperoleh lebih akurat
Waktu yang dibutuhkan lebih banyak
Dapat secara langsung menganalisis Biaya yang dikeluarkan lebih besar
masalah yang sedang terjadi
4. Research
Suatu teknik fact-finding yang berguna untuk penelitian yaitu dengan
mengumpulkan data-data dari berbagai media yang ada seperti buku, internet
dan artikel-artikel.
Keuntungan
Kerugian
Dapat menghemat waktu jika solusi Jika solusi tidak ditemukan maka
telah ada
waktu yang diperlukan akan lebih
banyak
Menjaga peneliti agar up to date Masalah yang tidak didokumentasi
dengan penelitiannya
akan sulit untuk diselesaikan
5. Questionnaires
Kuesioner adalah fasilitas untuk mendapatkan fakta dari banyak peserta
sekaligus. Terdapat dua bentuk pertanyaan pada suatu kuesioner yaitu freeformat
question
dan
fixed-format
question.
Free-format
question
mengedepankan kebebasan responden dalam menjawab pertanyaan sehingga
pertanyaan tidak disertai oleh jawaban yang sudah diarahkan sebelumnya.
34
Fixed-format question menginginkan jawaban dengan memiliki jawaban
yang paling sesuai dari beberapa jawaban yang ada.
Keuntungan
Dapat menghemat biaya
Kerugian
Kuesioner yang dikembalikan tidak
lengkap
Jawaban dapat dianalisis dengan Membutuhkan waktu yang banyak
mudah
dalam menyiapkan kuesioner
2.12 Kerangka Pemikiran
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran
35
Kerangka Pemikiran yang tergambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Konstruksi merupakan perencanaan dalam membangun suatu rancangan
basis data.
2. Ruang lingkup masalah merupakan suatu batasan dari permasalahan yang
dibahas.
3. Analisis masalah merupakan suatu tindakan untuk menganalisis masalah
yang sedang terjadi sehingga menemukan solusi permasalahan tersebut.
4. Analisis kebutuhan merupakan suatu tindakan dalam menganalisis
kebutuhan apa saja yang dibutuhkan dalam suatu perancangan.
5. Melakukan perancangan basis data yang terdiri dari perancangan konseptual,
logical, dan fisikal.
6. Melakukan implementasi dan pengujian dari basis data.
Download