Siklus Akuntansi » Jurnal Umum » Posting » Neraca Saldo

advertisement
»
»
»
»
»
Proses Akuntansi
Siklus Akuntansi
Jurnal Umum
Posting
Neraca Saldo
HAL : 1
HAL : 2
HAL : 3
» Pencatatan transaksi secara langsung ke rekening
buku besar tidak dibenarkan oleh siklus akuntansi
˃ Transaksi keuangan menyangkut beberapa elemen yan g harus
ditunjukkan pada satu media tertentu.
˃ Pencatatan tarnsaksi harus mampu menyajikan terjadinya
transaksi secara kronologis.
˃ Sebuah perusahaan yang besar mempunyai ratusan rekening.
˃ Transaksi keuangan harus dicatat lengkap beserta keterangan
dan kondisi yang menyertainya.
˃ Pencatatan secara langsung ke dalam buku besar menimbulkan
kesulitan untuk mengidentifikasi terjadinya kesalahan
pencatatan transaksi.
HAL : 4
» Transaksi keuangan menyangkut beberapa
elemen yang harus ditunjukkan pada satu
media tertentu.
˃ Suatu transaksi akan mempengaruhi paling sedikit 2 (dua)
rekening.
˃ Rekening hanya meliputi informasi tentang transaksi yang
mempengaruhi rekening tersebut.
˃ Maka pencatatan transaksi secara langsung ke buku besar
akan mengaburkan gambaran pengaruh suatu transaksi
terhadap rekening-rekening.
HAL : 5
» Pencatatan transaksi harus mampu
menyajikan terjadinya transaksi secara
kronologis
˃ Pencatatan transaksi secara urut waktu atau kronologis
mempermudah dalam penelusuran terhadap suatu
transaksi.
˃ Sedangkan di dalam rekening buku besar tidak dirancang
untuk keperluan semacam itu.
HAL : 6
» Sebuah perusahaan yang besar mempunyai
ratusan rekening
˃ Apabila pencatatan dilakukan secara langsung ke rekening
buku besar, maka pekerjaan ini hanya dapat dilakukan oleh
satu orang.
˃ Sedangkan transaksi yang terjadi di dalam perusahaan pada
kenyataannya dalam satu hari dapat mencapai sepuluh
bahkan sampai seratus transaksi, maka tidak mungkin satu
orang dapat menangani semua transaksi sendirian karena
kemampuan yang terbatas pencatatan transaksi yang
demikian banyak akan menimbulkan banyak kesalahan.
HAL : 7
» Transaksi keuangan harus dicatat lengkap
beserta keterangan dan kondisi yang
menyertainya
˃ Rekening Buku besar tidak dirancang untuk memantau
segenap keterangan dan kondisiyang mengikuti transaksi
tersebut karena kolom keterangan yang disediakan tidak
cukup untuk menampung keterangan yang menyertai
transaksi tersebut.
HAL : 8
» Pencatatan secara langsung ke dalam buku
besar menimbulkan kesulitan untuk
mengidentifikasi terjadinya kesalahan
pencatatan transaksi
˃ Proses identifikasi transaksi sangat penting untuk dapat
menemukan kesalahan saat dan tempat terjadinya
kesalahan.
HAL : 9
HAL : 10
» Transaksi  Dokumen Transaksi  Analisis 
Jurnal  Posting ke Ledger
HAL : 11
» Siklus akuntansi secara umum terdiri dari 3
tahap
HAL : 12
»
»
»
»
Aktiva = Hutang + Modal
Aktiva TAMBAH  masuk Debit
Hutang TAMBAH  masuk Kredit
Modal TAMBAH  masuk Kredit
HAL : 13
» Merupakan catatan yang sistematis dan kronologis
dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan
perkiraan yang akan di Debet dan di Kredit disertai
jumlahnya masing-masing dan keterangan singkat
tentang transaksi tersebut.
HAL : 14
Mengidentifikasi
perkiraaan (akun)
beserta tipenya
Menentukan
apakah perkiraan
tsb TAMBAH atau
KURANG
Mencatat transaksi
ke dalam Jurnal
HAL : 15
» Menentukan setiap perkiraan (akun) yang terkait, dan
mengelompokkan setiap akun berdasar tipenya
(Aktiva, Hutang, atau Modal)
» Menentukan apakah tiap transaksi tersebut
bertambah atau berkurang. Gunakan aturan Debit
dan Kredit
» Mencatat transaksi ke dalam Jurnal, termasuk
penjelasan singkat. Akun pada sisi Debit dicatat
terlebih dahulu diikuti pada sisi Kredit. Total Debit
harus selalu sama dengan total Kredit
HAL : 16
HAL : 17
» Halaman Jurnal.
˃ Transaksi keuangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan
meliputi jumlah yang banyak sehingga tidak cukup dicatat
pada halaman.
˃ Halaman jurnal akan dicatat dalam kolom Ref buku rekening.
˃ Apabila di dalam suatu rekening kolom Ref berisi satu maka
sumber pencatatan rekening buku besar terdapat pada buku
jurnal halaman 1.
HAL : 18
» Tanggal
˃ Tanggal transaksi harus dicatat pada buku jurnal, sebab buku
jurnal berisi semua transaksi yang terjadi di dalam
perusahaan sehingga mempermudah dalam penelusuran
suatu transaksi.
˃ Penulisan tanggal diawali dengan penulisan tahun di ujung
paling atas.
˃ Nama bulan di tulis sekali selama bulan yang sama dan di
ujung atas tiap-tiap halaman.
HAL : 19
» Keterangan
˃ Kolom keterangan merupakan elemen penting yang
menampung nama rekening-rekening yang terkait dalam
suatu transaksi sekaligus pengelompokannya dalam debit
atau kredit yang sesuai.
˃ Rekening yang didebit ditulis dekat dengan garis pada kolom
keterangan, sedangkan rekening yang dikredit ditulis di
bawah rekening yang didebit dengan menjorok kedalam
paling tidak sebanyak 5 karakter/spasi.
˃ Tiap transaksi harus disertai dengan keterangan dan kondisi
yang menyertai transaksi tersebut.
HAL : 20
» Referensi
˃ Kolom Ref digunakan untuk menampung informasi mengenai
rekening yang terkait dengan transaksi yang baru dicatat.
˃ Biasanya kolom referansi diisi dengan nomor kode rekening,
namun pada perusahaan-perusahaan kecil ada yang mengisi
hanya dengan tick mark () sebagai tanda bahwa transaksi
telah diposting ke buku besar.
˃ Sebelum diposting ke rekening buku besar kolom Ref
dikosongkan.
HAL : 21
» Debit dan Kredit.
˃ Kolom debit dan kredit digunakan untuk menulis jumlah
rupiah transaksi.
˃ Rekening yang di debit ditulis di kolom debit dan rekening
yang dikredit ditulis di kolom kredit.
HAL : 22
HAL : 23
» Perkiraan (Account) adalah daftar tempat mencatat
secara sistematis transaksi-transaksi finansil yang
mengakibatkan perubahan pada aktiva, utang, modal
pendapatan dan biaya
HAL : 24
» Bentuk Skontro/Horizontal
» Bentuk Staffel / Halaman
HAL : 25
» Bentuk Berlajur Saldo Rangkap / Tabelaris
» Bentuk Sederhana / Rekening T
HAL : 26
» Perkiraan Real adalah : Perkiraan yang terdapat dalam
Laporan Neraca
» Perkiraan Nominal adalah : Perkiraan yang terdapat
dalam Laporan Rugi/Laba
HAL : 27
HAL : 28
» Contoh Transaksi Bisnis Gay Gillen eTravel periode Januari 2010
1. Gay Gillen berinvestasi sebesar $ 30,000 yang disetor ke bank untuk
memulai bisnis Gay Gillen eTravel.
2. Gillen membeli tanah untuk sebuah lokasi kantor, dengan membayar $
20.000 secara tunai.
3. Gillen membeli perlengkapan kantor, dan setuju untuk membayar $ 500
dalam waktu 30 hari.
4. Gillen memperoleh pendapatan jasa ebesar $ 5.500 dengan memberikan
pelayanan bagi pelanggan.
5. Gillen memberikan layanan, dan pelanggan setuju untuk membayar $
3.000 dalam waktu satu bulan.
6. Selama sebulan, Gillen membayar beban tunai sebesar $ 3.300 untuk biaya
yang dikeluarkan berupa leasing sebuah komputer ($ 600), sewa kantor ($
1.100), gaji karyawan ($ 1.200), utilitas ($ 400)
7. Gillen membayar $ 300 kepada toko di mana ia membeli perlengkapan
kantor senilai $ 500.
8. Gillen melakukan renovasi rumah pribadi yang menghabiskan dana sebesar
$5000
HAL : 29
» Gay Gillen berinvestasi sebesar $ 30,000 yang disetor ke bank
untuk memulai bisnis Gay Gillen eTravel.
HAL : 30
» Gillen membeli tanah untuk sebuah lokasi kantor, dengan
membayar $ 20.000 secara tunai.
HAL : 31
» Gillen membeli perlengkapan kantor, dan setuju untuk
membayar $ 500 dalam waktu 30 hari.
HAL : 32
» Gillen membeli perlengkapan kantor, dan setuju untuk
membayar $ 500 dalam waktu 30 hari.
HAL : 33
» Gillen memperoleh pendapatan jasa sebesar $ 5.500 dengan
memberikan pelayanan bagi pelanggan.
HAL : 34
» Gillen memperoleh pendapatan jasa sebesar $ 5.500 dengan
memberikan pelayanan bagi pelanggan.
HAL : 35
» Gillen memberikan layanan, dan pelanggan setuju untuk
membayar $ 3.000 dalam waktu satu bulan.
HAL : 36
» Gillen memberikan layanan, dan pelanggan setuju untuk
membayar $ 3.000 dalam waktu satu bulan.
HAL : 37
» Selama sebulan, Gillen membayar beban tunai sebesar $ 3.300
untuk biaya yang dikeluarkan berupa leasing sebuah komputer ($
600), sewa kantor ($ 1.100), gaji karyawan ($ 1.200), utilitas ($
400)
HAL : 38
HAL : 39
» Gillen membayar $ 300 kepada toko di mana ia membeli
perlengkapan kantor senilai $ 500.
HAL : 40
HAL : 41
» Gillen melakukan renovasi rumah pribadi yang
menghabiskan dana sebesar $ 5000
» Prinsip Konsep Entitas
HAL : 42
» Buku besar ialah kumpulan dari perkiraan-perkiraan
» Neraca saldo adalah suatu daftar yang terdiri dari
Debet dan Kredit tempat mencatat secara sistematis
saldo setiap perkiraan dalam buku besar
HAL : 43
HAL : 44
» Proses pemindahan jumlah di kolom debit buku jurnal
ke kolom debit rekening buku besar dan jumlah di
kolom kredit buku jurnal ke kolom kredit rekening
buku besar.
HAL : 45
» Ambillah, dari buku besar rekening-rekening yang disebut di
dalam buku jurnal di kolom keterangan.
» Masukkan tanggal transaksi yang tertera di buku jurnal ke kolom
tanggal untuk masing-masing rekening
» Masukkan jumlah rupiah baik yang di debit maupun di kredit ke
masing-masing rekening sesuai debit dan kreditnya.
» Catatlah keterangan yang singkat di kolom keterangan masingmasing rekening.
» Masukkan nonor halaman yang ada di buku jurnal ke kolom Ref
masing-masing rekening.
» Sebagai tandingan nomor 5, masukkan nomor-nomor rekening di
kolom Ref pada buku jurnal. Langkah terakhir ini digunakan
untuk menandai bahwa jurnal benar-benar telah diposting.
HAL : 46
HAL : 47
HAL : 48
HAL : 49
HAL : 50
» Diperoleh dari selisih total jumlah kolom debit dengan
total jumlah kolom kredit rekening buku besar.
HAL : 51
HAL : 52
» Daftar rekening-rekening beserta saldo–saldo yang
menyertainya
» Digunakan untuk menguji kesamaan jumlah kolom
debit dan jumlah kolom kredit neraca saldo.
HAL : 53
HAL : 54
HAL : 55
HAL : 56
HAL : 57
HAL : 58
HAL : 59
HAL : 60
HAL : 61
» Kesalahan pada saat penyusunan neraca saldo, seperti:
˃
˃
˃
˃
Salah dalam penjumlahan salah satu kolom neraca saldo
Kesalahan dalam penulisan jumlah saldo rekening ke neraca saldo
Kesalahan dalam penulisan saldo debit ke saldo kredit dan sebaliknya
Lupa menulis saldo rekening ke dalam neraca saldo
» Kesalahan di dalam menentukan saldo suatu rekening:
˃ Salah menghitung saldo
˃ Suatu saldo dicatat dalam kolom saldo yang salah
» Kesalahan pada saat pencatatan transaksi:
˃ Angka yang salah telah diposting ke dalam suatu rekening
˃ Suatu debit telah di bukukan sebagai kredit, dan sebaliknya
˃ Ada suatu debit atau kredit yang dihilangkan
HAL : 62
» Suatu transaksi tidak dicatat dalam Jurnal.
˃ Apabila suatu transaksi tidak dicatat ke dalam buku jurnal
karena lupactidak akan mempengaruhi keseimbangan debit
dan kredit neraca saldo akan tetapi jumlah saldo yang ada di
dalam neraca saldo salah.
» Suatu transaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan
uang yang salah.
˃ Misalnya suatu transaksi pembayaran biaya sewa sebesar Rp.
450.000 di tulis sebesar Rp 45.000. Kesalahan ini tidak akan
mempengaruhi keseimbangan debit dan kredit neraca saldo.
HAL : 63
» Suatu transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu
kali.
˃ Pencatatan suatu transaksi lebih dari satu kali tidak akan
mempengaruhi keseimbangan debit dan kredit neraca saldo
tetapi mengakibatkan saldo rekening dilaporkan lebih besar dari
jumlah yang sebenarnya.
» Suatu transaksi dicatat dalam jumlah jurnal pada
rekening yang salah.
˃ Kesalahan dalam pencatatan transaksi dengan cara mencatat
pada rekening yang tidak semestinya tidak akan
mempengaruhi keseimbangan debit dan kredit neraca saldo
akan tetapi mengakibatkan suatu rekening dilaporkan lebih
besar dan rekening lainnya dilaporkan terlalu kecil dari yang
sebesarnya.
HAL : 64
» Menganalisis elemen-elemen yang akan dipengaruhi
oleh sesuatu transaksi, apakah itu aktiva, hutang,
modal, pendapatan dan biaya
» Menganalisis pengaruh suatu transaksi kepada
elemen
» Menganalisis pendebitan dan pengkreditan yang
semestinya dilakukan, apakah sesuatu tambahan pada
elemen tertentu harus dicatat pada sisi debet ataukah
pada sisi kredit.
» Menguji kebenaran posting yang dilakukan, dengan
membandingkan angka-angka pada jurnal dengan
yang yang tercantum pada rekening.
HAL : 65
» Menguji ulang kesamaan antara keseluruhan jumlah
debit dengan keseluruhan jumlah kredit dalam jurnal.
» Menyusun daftar rekening pada neraca saldo secara
urut sesuai dengan nomor tiap-tiap rekening.
» Memeriksa posisi angka, khususnya tanda titik yang
memisahkan posisi ribuan, jutaan, milyaran dan
seterusnya serta tanda koma yang menunjukkan
pecahan desimal, sehingga tidak terjadi kesalahan
meletakkan tanda tersebut.
HAL : 66
»
»
»
»
»
»
»
»
»
Pada Tanggal 1 April 1995 Ali memulai perusahaannya sebagai
agen real astate dengan menyetor uang tunai pribadinya
sebanyak Rp. 30.000.000,- kedalam kas perusahaannya itu.
Pada tanggal 5 April perusahaan Ali membeli dengan tunai
sebidang tanah dengan harga Rp. 8.000.000
Pada tanggal 15 April perusahaan Ali membeli dari Tn. Sati
sebuah gedung dengan harga Rp. 14.000.000 sebanyak Rp.
5.000.000 dibayar dengan Tunai dan sisanya (Rp. 9.000.000)
akan dibayar kemudian.
Pada tangal 20 April perusahaan Ali menjual dengan kredit
sebahagian dari tanahnya dengan harga sebesar Rp.
2.000.000,Pada tanggal 23 April perusahaan Ali membeli Perlengkapan
Kantor dengan Kredit dari firma Jaya dengan harga Rp.
1.500.000
Pada tangal 25 April perusahaan Ali menerima komisi berupa
uang tunai atas jasanya sebanyak Rp. 3.000.000
Pada tanggal 30 April perusahan Ali membayar gaji para
karyawannya sebanyak Rp. 500.000
Pada tanggal 30 April Ali mengambil uang sebanyak Rp.
1.000.000 dari perusahaan untuk keperluan Privenya
(Pribadinya)
Pada Tanggal 30 April Perlengkapan Kantor yang tersisa tinggal
Rp. 500.000
HAL : 67
HAL : 68
HAL : 69
HAL : 70
HAL : 71
HAL : 72
Download