Modul Statiska Psikologi II [TM13]

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Statistika
Psikologi 2
Uji Korelasi Parsial
Fakultas
Program Studi
Psikologi
Psikologi
2015
1
Tatap Muka
12
Kode MK
Disusun Oleh
61009
Arie Suciyana S., M.Si.
Abstract
Kompetensi
Uji Korelasi Parsial
Mahasiswa memahami konsep-konsep
dan mampu melakukan perhitungan
dan analisis Statistika Korelasi Parsial
secara manual serta menggunakan
SPSS
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Uji Korelasi Parsial
Apa itu Uji Korelasi Parsial (Partial Correlation)?
•
Uji Korelasi Parsial (Partial Correlation) digunakan untuk menunjukkan
variabel mana (IV) yang paling mempengaruhi DV (Dependent Variable).
•
Dalam uji Korelasi Parsial, salah satu variabel IV dibuat konstan, sehingga
dapat diketahui besaran pengaruh (koefisien korelasi) masing-masing
variabel IV terhadap DV
SPSS untuk Uji Korelasi Parsial (Partial Correlation)?
CONTOH:
Pada penelitian untuk melihat pengaruh “absensi” dan ‘gender” sebagai IV
(prediktor) terhadap “Nilai_Ujian” sebagai DV dilakukan analisa Korelasi Parsial
(Partial Correlation).
Data yang digunakan:
No Absensi Nilai Ujian
2014
2
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Gender
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1
4
82
Perempuan
2
2
98
Perempuan
3
2
76
Perempuan
4
3
68
Perempuan
5
1
84
Perempuan
6
0
99
Laki-laki
7
4
67
Laki-laki
8
8
58
Laki-laki
9
7
50
Laki-laki
10
3
78
Laki-laki
“Perempuan” diberi kode <1> dan “Laki-laki” diberi kode <2>, sehingga datanya
menjadi:
No Absensi Nilai Ujian Gender
2014
3
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
1
4
82
1
2
2
98
1
3
2
76
1
4
3
68
1
5
1
84
1
6
0
99
2
7
4
67
2
8
8
58
2
9
7
50
2
10
3
78
2
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Untuk melihat pengaruh “absensi” sebagai IV (prediktor) terhadap“Nilai_Ujian”
sebagai DV dilakukan analisa Korelasi Parsial (Partial Correlation) dengan
mengontrol variabel “gender”:
•
Pilih <Analyze>  <Correlate>  <Partial>
•
Pilih “absensi” (IV) dan “Nilai_Ujian” (DV) di kolom “Variables” (yang
ditentukan memiliki korelasi utama) dan “gender” di kolom “Controlling for”
 Pilih <one-tailed> Test of Sigificance dan <Display actual significance
level>
2014
4
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
•
Klik <option>  pilih <Zero-order correlations>  pilih <Exclude cases
pairwise>  Klik <continue>  Klik <OK>
2014
5
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
•
Hasil:
Untuk melihat pengaruh “gender” sebagai IV (prediktor) terhadap“Nilai_Ujian”
sebagai DV dilakukan analisa Korelasi Parsial (Partial Correlation) dengan
mengontrol variabel “absensi”
•
2014
Pilih <Analyze>  <Correlate>  <Partial>
6
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
•
Pilih “gender” (IV) dan “Nilai_Ujian” (DV) di kolom “Variables” (yang
ditentukan memiliki korelasi utama) dan “absensi” di kolom “Controlling for”
 Pilih “one-tailed” test dan “Display actual significance level
2014
7
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
•
Klik “option” pilih
“Zero-order correlations”  pilih
pairwise  Klik “continue”  Klik “OK”
2014
8
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
“Exclude cases
•
Hasil
Kesimpulan:
•
Nilai koefisien korelasi (r) antara IV: ‘absensi’ terhadap DV: ‘nilai ujian’ yang
didapatkan dari uji korelasi sebelum melakukan kontrol terhadap variabel
‘gender’ = – 0,851; sementara Nilai koefisien korelasi (r) antara IV: ‘absensi’
terhadap DV: ‘nilai ujian’ yang didapatkan dari uji korelasi sesudah
melakukan kontrol terhadap variabel ‘gender’ = – 0,825
2014
9
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
•
Nilai koefisien korelasi (r) antara IV: ‘gender’ terhadap DV: ‘nilai ujian’ yang
didapatkan dari uji korelasi sebelum melakukan kontrol terhadap variabel
‘absensi’ = – 0,372; sementara Nilai koefisien korelasi (r) antara IV:
‘absensi’ terhadap DV: ‘nilai ujian’ yang didapatkan dari uji korelasi
sesudah melakukan kontrol terhadap variabel ‘gender’ = – 0,029
•
Maka: koefisien korelasi parsial IV1: ‘absensi’ terhadap DV: ‘nilai ujian’ (r =
– 0,825) lebih besar daripada nilai koefisien korelasi parsial (r) IV2: ‘gender’
terhadap DV: ‘nilai ujian’ (r = – 0,029)  IV1: ‘absensi’ memiliki hubungan
yang lebih besar (lebih mampu memprediksi) terhadap DV: ‘nilai ujian’
dibandingkan IV2: ‘gender’
2014
10
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Field, A. 2009. Discovering Statistics Using SPSS: Third Edition.
Gravetter, F.J. & Wallnau, L.B. 2009. Statistics for the Behavioral Sciences
Howell, D.C. 2012. Statistical Method for Psychology.
Nolan, S.A. & Heinzen, T.E, 2012. Statistics for the Behavioral Sciences. Second
Edition.
2014
11
Statistika Psikologi 2
Arie Suciyana S., M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download