PENYIMPANAN TRIASILGLISEROL DI JARINGAN ADIPOSA

advertisement
membran ini membentuk sawar hdrofobik di antara kompartemenkompartemen subselular serta anatara konstituen-konstituen sel ydan
lingkungan ekstrasel. Asam lemak tak jenuh jamak (PUFA) dengan 20 atom
C membentuk eikosanoid yang mengatur banyak proses di dalam sel.
TENTIR II MODUL METABOLIK & ENDOKRIN 2009
DIVISI TENTIR 2007
NICHI-AGHIS-ANISA PN-GANDA-VENITA-NAFISAH-CHRISTOPHERIRA-ANDY-BILA-FITRI-DEVI
Asam lemak dapat diperoleh dari makanan dan dapat pula disintesis dari
glukosa. Asam lemak kemudian dapat dioksidasi untuk mendapatkan energi,
disimpan sebagai TAG (terutama di jaringan adiposa), dan juga dapat
digunakan untuk menyusun membran, seperti pada gliserofosfolipid dan
sfingolipid. Asetil-KoA dapat diubah menjadi kolesterol yang kemudian
digunakan untuk menyusun membran, garam empedu, atau hormon steroid.
METABOLISME LIPID
*Note: saat membaca tentir ini, harap sambil melihat slide juga, karena
sebagian dari yang ditulis di sini adalah narasi dari flow chart yang ada
di slide.
Lipid adalah segolongan senyawa dengan rumus kimia [CH3-(CH2)nCOOH] yang bersifat tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut
organik. Sebagian besar lemak yang terdapat di dalam tubuh akan
masuk ke dalam kategori asam lemak dan triasilgiliserol;
gliserolfosfolipid dan sfingolipid; eikosanoid (akan membentuk
prostaglandin, leukotrien dan tromboksan); kolesterol, garam empedu,
dan hormon steroid; serta vitamin alrut lemak. Walaupun memiliki
fungsi dan struktur kimia yang sangat beragam, tapi seluruhnya
memiliki sifat yang sama: tidak larut dalam air.
Sintesis Asam Lemak
Sintesis asam lemak terutama terjadi di hati dan jaringan adiposa (di sitosol),
dengan glukosa makanan sebagai sumber utama karbon. Sintesis asam lemak
distimulasi oleh rasio insulin/glukagon yang meningkat sesudah makan.
Melalui glikolisis, glukosa diubah menjadi piruvat yang kemudian masuk ke
dalam mitokondria, membentuk asetil-KoA dan oksaoasetat. Kedua senyawa
ini bergabung membentuk sitrat. Sitrat diangkut ke sitosol, tempat zat ini
diurai untuk membentuk asetil KoA, sumber karbon untuk sintesis asam
lemak pada enzim kompleks asam lemak sintase. Dalam proses sintesis
asam lemak, terjadi kondensasi unit-unit yang terdiri dari 2 karbon, sehingga
seolah-olah merupakan kebalikan dari pemecahan asam lemak (oksidasi β).
Hanya saja, molekul dengan 2 karbon yang mengalami kondensasi disebut
dengan malonil-KoA, yang dibentuk dari asetil-KoA menggunakan enzim
asetil KoA karboksilase. Rantai asam lemak yang sedang terbentuk melekat
ke kompleks asam lemak sintase di sitosol. Rantai asam lemak ini
diperpanjang melalui penambahan secara bersambungan unit-unit 2 karbon
yang disediakan oleh malonil-KoA. NADPH diperlukan sebagai eki valen
pereduksi dalam reaksi tersebut. Ketika mencapai panjang 16 karbon, rantai
asam lemak ini dibebaskan sebagai palmitat. Setelah diaktifkan, palmitat
dapat diperpanjang atau mengalami desaturasi untuk membentuk serangkaian
asam lemak (diubah menjadi asam lemak lain).
Asam lemak berperan sebagai bahan bakar untuk menyediakan
energisumber energi utama tubuh. Asam lemak disimpan dalam
bentuk triasilgliserol (TAG) ketika disimpan harus berikatan dengan
gliserol. Berbeda dengan glikogen, penyimpanan TAG tidak
memerlukan air. Oleh karena itu, penyimpanan TAG tidak terbatas,
sedangkan penyimpanan glikogen terbatas. (Dengan catatan, jantung
masih bisa memompa dengan baik).
Asam lemak dapat diklasifikasikan berdasarkan:
 jumlah atom C  rantai panjang, rantai pendek
 esensial tidaknya dalam makanan  asam lemak esensial
adalah asam lemak yang harus ada di makanan (tidak bisa
dibuat sendiri), biasanya asam lemak tak jenuh (PUFA, MUFA)
yang berasal dari tanaman.
Gliserofosfolipid dan sfingolipid yang mengandung asam-asam lemak
ester ditemukan di membran dan dalam lipoprotein darah. Lipid
Sintesis malonil-KoA
Asetil KoA sitosol diubah menjadi malonil KoA, yang berfungsi sebagai
donor-antara unit 2-karbon untuk ditambahkan ke rantai asam lemak yang
1
sedang dirangkai pada kompleks asam lemak sintase. Untuk membentuk
malonil KoA, terjadi penambahan sebuah gugus karboksil ke asetil KoA
oleh asetil KoA karboksilase dalam suatu raksi yang memerlukan biotin
dan ATP.
lemak ini disebut dengan butiril-enzim (asam lemak dengan 4 karbon yang
terikat pada enzim). Proses ini terus berulang hingga terbentuk asil dengan 16
atom karbon. Ketika hal ini tercapai, terjadilah hidrolisis untuk melepaskan
palmitat.
Palmitat dapat diubah menjadi asam lemak lain, atau disimpan sebagai TAG
di dalam jaringan adiposa, dan dapat pula ditranspor melalui VLDL.
Asetil KoA karboksilase adalah enzim penentu kecepatan sintesis asam
lemakenzim pembatas laju pada sintesis asam lemak. Aktivitas enzim
ini diatur melalui fosforilasi yang dipandu oleh hormon, modifikasi
alosterik, dan induksi/represi sintesis. Ketika kadar glukagon tinggi
(rasio insulin/glukagon rendah), terjadi fosforilasi oleh protein kinase A
dependen-cAMP yang menghambat enzim ini. Sebaliknya, saat kenyang
(kadar insulin tinggi = rasio insulin/glukagon tinggi), enzim ini
diaktifkan oleh proses defosforilasi.
Perpanjangan asam lemak
Perpanjangan asam lemak terjadi di dalam retikulum endoplasma. Asam
lemak dalam bentuk asil-KoA (seperti palmitoil-KoA yang berasal dari
palmitat), dapat diperpanjang dengan menambahkan 2 karbon yang
didapatkan dari malonil-KoA (donor). Reaksi ini membutuhkan NADPH.
Reaksi yang sering terjadi adalah palmitat (16 karbon) menajdi stearat (18
karbon). Reaksi pemanjangan hingga sangat panjang (22 karbon-24 karbon)
dapat pula terjadi, terutama di otak. Asam lemak juga dapat memanjang di
dalam mitokondria. Dalam hal ini, sumber unit 2-karbonnya adalah asetil
KoA dan substratnya biasanya adalah asam lemak dengan karbon kurang dari
16.
Desaturasi asam lemak
Desaturasi asam lemak melibatkan proses yang memerlukan O2, NADH dan
sitokrom b5. Reaksi yang berlangsung didalam retikulum endoplasma ini
menyebabkan oksidasi asam lemaka dan NADH. Enzim desaturase pada
manusia hanya dapat menempatkan ikatan rangkap antara karbon 10 dan
karbon –ω. Reaksi desaturasi yang paling sering terjadi adalah penempatan
sebuah ikatan rangkap antara karbon 9 dan 10 dalam pengubahan asam
palmitat menjadi palmitoleat (16:1, Δ9) dan stearat menjadi oleat (18:1, Δ9).
(Keterangan pemberian nama: delta dari sisi karboksil, omega dari sisi metil).
Kompleks Sintase Asam Lemak (Asam Lemak Sintase)
Kompleks sintase asam lemak adalah enzim untuk sintesis asam lemak,
terdiri dari beberapa enzim yang bekerja bersama-sama secara
berurutan. Secara sekuensial, enzim ini menambahkan unit 2-karbon
dari malonil KoA ke rantai asil lemak yang sedang dirangkai/”tumbuh”
untuk membentuk palmitat. Setelah setiap penambahan unit 2-karbon,
rantai tersebut mengalami dua reaksi reduksi yang membutuhkan
NADPH.
Kompleks sintase asam lemak adalah enzim besar yang terdiri dari dua
dimer identik; masing-masing memiliki tujuh aktivitas katalitik dan
sebuah segmen protein pembawa dalam rantai polipeptida kontinu.
Malonil-KoA diikatkan pada monomer pertama dan asetil-KoA/asilKoA yang akan ditambahkan diikat ke monomer kedua.
Kondensasi asetil (2 karbon) dan malonil (3 karbon) membentuk
asetoasetil (keto-asil dengan 4 karbon) setelah melepaskan CO2.
Kemudian, terjadi 3 reaksi berurutan, yakni redaksi yang mereduksi
gugus keto 4-karbon menjadi suatu alkohol, menyingkirkan air untuk
membentuk ikatan rangkap, dan mereduksi ikatan rangkap tersebut
sehingga ikatan rangkap hilang. Kedua reaksi reduksi masing-masing
membutuhkan 1 molekul NADPH sebagai ekivalen pereduksi. Hasil
akhirnya adalah bertambahnya 2 karbon pada asetil-KoA semula. Asam
Sintesis triasilgliserol dan partikel VLDL
Sintesis TAG (triasilgliserol) terutama terjadi di hati dan jaringan adiposa,
melalui jalur yang memiliki zat antara asam fosfatidat. Komponen gliserol
TAG berasal dari gliserol 3-fosfat (gliserol 3-P). Gliserol 3-P berasal dari
sumber yang berbeda id hati dan di jaringan adiposa. Di hati, gliserol 3-fosfat
dihasilkan dari fosforilasi gliserol oleh gliserol kinase, atau dari reduksi
dihidroksiaseton fosfoat yang berasal dari glikolisis. Jaringan adiposa
tidak memiliki gliserol kinase, sehingga hanya dapat menghasilkan gliserol
3-fosfat dari glukosa. Oleh karena itu, jaringan adiposa hanya dapat
2


menyimpan asam lemak apaibla terjadi pengaktifan glikolisis, yakni
pada keadaan kenyang/sudah makan.
Triasilgliserol yang dibentuk di retikulum endoplasma halus hati
kemudian dikemas bersama dengan kolesterol, fosfolipid, dan protein,
membentuk VLDL. Proses ini terjadi di dalam retikulum endoplasma
kasar. VLDL (Very Low Density Lipoprotein) kemudian disekresikan ke
darah untuk kemudian diambil oleh jaringan lain. Sedangkan TAG yang
dibentuk di jaringan adiposa disimpan di jaringan tersebut untuk
kemudian dipecah ketika diperlukan.

lipid dr makanan (eksogen) dari usus ke jaringan lain (kilomikron),
lipid yg disintesis dalam tubuh (endogen) dari hati ke jaringan lain
(VLDL, LDL), dan
reverse transport kolesterol dari jaringan ekstrahepatik ke hati untuk
diekskresi melalui empedu (HDL).
Apoprotein
Berperan dalam:
menambah sifat hidrofilik
- mengaktifkan enzim tertentu yang berperan pada metabolisme
lipoprotein mengaktifkan LPL (lipoprotein lipase) di endotel
pembuluh darah, oleh apoprotein CII.
sebagai ligan untuk reseptor spesifik di jaringan yang memerlukan
komponen lipoprotein. Contoh hati memiliki protein khusus sebagai
reseptor untuk apoprotein pada LDL.
Lipoprotein
mula-mula
akan
berikatan
dengan
reseptor
di
permukaan/membran sel. Kemudian, lipoprotein tersebut akan mengalami
endositosis. Setelah itu, lipoprotein mengalami hidrolisis oleh lisosom,
menjadi komponennya. Hati dan jaringan perifer mendapat kolesterol melalui
sintesis dari asetil-KoA atau dari endositosis lipoprotein.
Transport lipid dan metabolisme lipoprotein
Lipid bersifat tidak larut dalam darah sehingga memerlukan bentuk
transpor khusus. Asam lemak bebas ditranspor dalam bentuk berikatan
dengan albumin, sedangkan triasilgliserol, fosfolipid, dan kolesterol
ditransport dalam bentuk lipoprotein. Lipoprotein membantu transport
beberapa lipid ke jaringan, di mana komponennya digunakan, baik
dioksidasi, disimpan, atau digunakan untuk sintesis.
Lipoprotein tersusun atas triasilgliserol dan kolesterol ester yang bersifat
hidrofobik di bagian tengah/inti, sedangkan fosfolipid dan kolesterol
bebas yang lebih hidrofilik di lapisan luar, bersama protein
(apolipoprotein, apoprotein). Semakin banyak proteinnya, semakin berat
densitas lipoprotein. Berdasarkan densitiasnya, lipoprotein dibagi
menjadi HDL, IDL, LDL, VLDL, dan kilomikron.
 Kilomikron digunakan untuk mengangkut lipid yang diabsorpsi
dari usus,
 VLDL (pre-ß lipoprotein) mengangkut TAG keluar dari hati,
 LDL (ß-lipoprotein) berasal dari katabolisme VLDL, dan
 HDL (α-lipoprotein) berperan pada transport kolesterol dari
jaringan ekstrahepatik ke hati.
Lipid utama dalam kilomikron dan VLDL adalah TAG, sedangkan pada
LDL dan HDL adalah kolesterol dan fosfolipid.
Terdapat 4 jalur transport lipid, yaitu transport:
 asam lemak dari jaringan adiposa ke jaringan lain (pada saat
puasa, TAG yang tersimpan di jaringan adiposa dipecah
menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak kemudian
berikatan dengan albumin untuk dihantarkan ke jaringan lain),
1. KILOMIKRON
Kilomikron adalah lipoprotein terbesar dan paling ringan karena kaya akan
TAG. Lipoprotein ini sisintesis dalam sel epitel usus halus untuk kemudian
mengangkut lipid yang berasal dari makanan setelah diabsorpsi oleh usus.
Kilomikron kemudian disekresi ke pembuluh limfe dan memasuk sirkulasi
darah melalui vena subklavia.
Apoprotein utam pada kilomikron adalah apo CII dan apoE. Apo CII
mengaktifkan LPL. Dengan bantuan LPL, 80-90% TAG dalam kilomikron
diambil oleh jaringan. Setelah kehilangan TAG, kilomikron menjadi
kilomikron remnant yang kaya kolesterol. Kilomikron remnant kemudian
berikatan dengan reseptor di membran sel hati melalui apoE. Setelah apoE
berikatan dengan reseptornya, kilomikron remnant masuk ke dalam sel
melalui endositosis. Setelah itu lipoprotein ini mengalami degradasi oleh
lisosom menjadi komponen penyusunnya yang kemudian digunakan atau
disimpan.
3
endotel tertentu dapat mengambil LDL karena memiliki reseptor lipoprotein
yang disebut scavenger receptor.
2. VLDL
VLDL dibentuk di hati untuk mengankut TAG dan kolesterol yang
disintesis di hati (endogen) ke jaringan lain, seperti otot dan adiposa.
Komponen TAG terutama disintesis dari karbohidrat makanan dan dari
asupan lemak berlebih. TAG lalu dikemas bersama dengan kolesterol
bebas, kolesterol ester, fosfolipid, dan apoprotein (B-100, CII, dan E)
membentuk VLDL. VLDL lalu disekresi ke sirkulasi darah.
Seperti kilomikron, VLDL lalu dimetabolisme oleh lipoprotein lipase
pada endotel pembuluh darah. TAG dihidrolisis oleh LPL menjadi asam
lemak bebas yang diambil oleh jaringan otot dan adiposa untuk
dioksidasi agar menghasilkan energi atau diesterifikasi kembali untuk
disimpan. LPL di jaringan adiposa paling aktif ketika sesudah makan,
yakni ketika kadar kilomikron dan VLDL meningkat. Hal ini
menyebabkan meningkatnya asam lemak yang diambil oleh jaringan
adiposa untuk disimpan sebagai TAG.
Setelah kehilangan triasilgliserol, VLDL berubah menjadi VLDL
remnant. 50% VLDL remnant diambil hati dengan endositosis melalui
perikatan apoE dengan reseptor apoE di membran hepatosit. 50%
sisanya menjadi IDL (Intermediate Density Lipoprotein).
4. HDL (High Density Lipoprotein)
Fungsi utama HDL adalah untuk mengangkut kelebihan kolesterol dari
jaringan perifer ke hati (reverse cholesterol transport). HDL disintesis oleh
hati sebagai HDL nascent yang mengandung fosfolipid, apoprotein dan sangat
sedikit TAG dan kolesterol. HDL nascent kemuidan menerima kolesterol
bebas dari jaringan tepi/lipoprotien lain. Kolesterol bebas yang diperoleh dari
jaringan tepi /lipoprotein lain kemudian diubah menjadi kolesterol ester oleh
enzim LCAT (lesitin kolesterol asil transferase). Perubahan ini menyebabkan
kolesterol yang telah masuk ke dalam lipoprotein tidak keluar kembali.
Kolesterol ester yang bersifat lebih hidrofob kemudian masuk ke inti
HDLHDL matur.
Setelah terbentuk HDL matur, lalu (1) sebagian kolesterol ester pada HDL
dapat dipindahkan ke lipoprotein lain seperti VLDL menggunakan CETP
(cholesterol ester transfer protein), lalu kolesterol ester dikembalikan ke hati
oleh IDL dan LDL; atau sisa kolesterol dan kolesterol ester ditransfer
langsung oleh HDL ke hati, di mana kolesterol kemudian digunakan untuk
sintesis VLDL, diubah menjadi garam empedu, atau disekresi langsung ke
empedu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa HDL cenderung
menurunkan kolesterol darah.
3. IDL dan LDL
IDL yang terbentuk dari VLDL remnant dapat diambil hati melalui
endositosis atau mengalami lebih banyak TAG yang dipecah sehingga
membentuk LDL yang kaya dengan kolesterol. 60% LDL diambil hati
melalui pengikatan apoB-100 dengan reseptornya, sedangkan 40%
LDL sisanya diambil jaringan ekstrahepatik yg memiliki reseptor apoB100 (korteks adrenal, gonad).
LDL yang diendositosis lalu didegradasi oleh enzim lisosom. Hal ini
menyebabkan kolesterol menjadi bebas. Kolesterol ini dapat digunakan
untuk membran sel, sintesis hormon steroid, atau diesterifikasi untuk
disimpan. Kolesterol LDL ini merupakan sumber kolesterol untuk
jaringan ekstrahepatik
Karena endositosis LDL diawali oleh pengikatan apoB-100 dengan
reseptornya, maka jika LDL berlebih pada darah, reseptor akan
mengalami kejenuhan (seluruh reseptor terpakai untuk berikatan).
Ketika hal ini terjadi, maka LDL yang tersisa akan difagositosis oleh
makrofag (scavenger cell)permulaan aterosklerosis. Makrofag dan sel
PENYIMPANAN TRIASILGLISEROL DI JARINGAN ADIPOSA
Pada keadaan sesudah makan (insulin tinggi), sel-sel lemak mensekresi
lipoprotein lipase (LPL) dan mensekresinya ke kapiler jaringan adiposa. LPL
ini memecah TAG dalam kilomikron dan VLDL  menghasilkan asam
lemak dan gliserol.
 Asam lemak masuk ke sel adiposa  bergabung dengan gliserol 3-P
(dari pemecahan glukosa)  TAG di adiposa↑
 Jar. adiposa tidak dapat menggunakan gliserol hasil pemecahan TAG
karena tidak memiliki gliserokinase, sehingga gliserol diangkut ke
hati untuk disintesis menjadi TAG.
Note: TAG bisa berasal dari makanan dan dari hati
4
 Asam lemak dalam TAG adiposa berasal dari lipid makanan
(kilomikron) atau karbohidrat makanan (VLDL). Kelebihan
protein makanan juga dapat digunakan untuk membentuk asam
lemak untuk sintesis VLDL.
Mula-mula asam lemak diubah jadi derivat asil-KoA, memerlukan ATP
asam lemak + KoA + ATP  asil-KoA + AMP + PPi
Kemudian asil-KoA ditranspor ke matriks mitokondria. Untuk menembus
membran dalam mitokrondria, asil-KoA memerlukan karnitin  asilKoA ditransport melewati membran dalam mitokondria dalam bentuk
berikatan dengan karnitin (asil-karnitin) dengan bantuan translokase
Di dalam matriks, karnitin dilepaskan dan gugus asil dipindahkan kembali
ke KoA  terbentuk asil-KoA + karnitin 
- asil-KoA mengalami oksidasi-ß
- karnitin kembali ke ruang antar membran untuk digunakan lagi
Note: peran insulin:
- menstimulasi sintesis dan sekresi LPL
- menstimulasi metabolisme glukosa menjadi asam lemak di
jaringan adiposa
PENGLEPASAN ASAM LEMAK DARI TAG ADIPOSA
Reaksi oksidasi-ß
Pada oksidasi, tiap kali 2 atom C dibebaskan dalam bentuk asetil-KoA,
dimulai dari ujung karboksil  dihasilkan NADH & FADH2
Sebelum dipecah atom C- ß dioksidasi menjadi gugus keto dalam reaksi yang
menghasilkan NADH dan FADH2, terdiri dari 4 reaksi beruntun yang
berulang dan membentuk satu putaran pemecahan asam lemak:
1. Oksidasi / dehidrogenasi asil-KoA  terbentuk ikatan rangkap
antara C-α dan C-ß dan dihasilkan FADH2
2. Hidrasi  ß-OH asil-KoA
3. Oksidasi / dehidrogenasi  ß-keto asil-KoA dihasilkan
NADH
4. Pemecahan ikatan antara karbon α dan ß oleh KoA
 dihasilkan asetil-KoA dan asil-KoA baru dengan 2 C lebih
pendek
Asil-KoA yang lebih pendek  ke putaran berikut sampai putaran terakhir:
asil-KoA dengan 4 atom C  dipecah jadi 2 molekul asetil-KoA
Asetil-KoA yang dihasilkan dapat masuk ke siklus asam sitrat  dihasilkan
FADH2 dan NADH lebih banyak. FADH2 dan NADH selanjutnya dioksidasi
oleh ETC untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP melalui fosforilasi
oksidatif
A. Puasa
 Penurunan insulin (↓) dan peningkatan glukagon (↑)
menyebabkan kadar cAMP di adiposit meningkat (↑) 
aktivitas lipase peka hormon (HSL) meningkat (↑) 
merangsang lipolisis di jaringan adiposa
 HSL (= lipase TAG adipose / lipase peka-hormon) memecah
TAG adiposa  asam lemak + gliserol  dilepaskan ke dalam
darah darah:
¤ Asam lemak bersirkulasi dalam darah dan berbentuk
kompleks dengan albumin  masuk ke sel otot dan
jaringan lain  dioksidasi menjadi CO2 dan air untuk
menghasilkan energi
¤ Gliserol  kembali ke hati  digunakan sebagai sumber
karbon untuk glukoneogenesis
B. Puasa Lama / Kelaparan
 Asetil-KoA (hasil oksidasi-ß as lemak) menumpuk  diubah
jadi benda keton di hati  dilepaskan ke darah  masuk ke
jaringan  dioksidasi untuk menghasilkan energi
Energi yang dihasilkan oksidasi sempurna asam lemak
PEMECAHAN ASAM LEMAK
Pada tiap putaran, dihasilkan 1 FADH2, 1 NADH dan 1 asetil-KoA.
Disebut juga oksidasi-ß, karena oksidasi terjadi pada atom C-ß.
Proses ini berlangsung di mitokondria (matriks), menghasilkan
lebih banyak ATP.
3 NADH + FADH2 + ATP  oksidasi di TCA
5
bila terjadi ketonemia & ketonuria  bisa asidosis
Oksidasi NADH dan FADH2 di rantai pernafasan  menghasilkan
ATP
•
Contoh :
Pemecahan palmitil-KoA (C16:0) :
- memerlukan 7 putaran
- dihasilkan 8 mol asetil-KoA
ATP total yang dihasilkan utk tiap molekul palmitat yang dipecah
harus dikurangi dengan 2 ATP yaitu untuk membentuk palmitil-KoA
Sintesis benda keton :
Terjadi di hati dari asetil-KoA, dalam matriks mitokondria:
1. Mula-mula 2 mol asetil-KoA bergabung  asetoasetil-KoA
2. Asetoasetil-KoA bereaksi dng asetil-KoA lain  HMG-KoA
(3-hidroksi-3-metilglutaril KoA), dikatalisis HMG-KoA sintase
3. HMG-KoA dipecah HMG-KoA liase  asetoasetat + asetil-KoA
4. Asetoasetat :
a) dilepaskan ke darah atau
b) reduksi  ß-hidroksibutirat (reversibel)
c) dekarboksilasi  aseton + CO2  dikeluarkan melalui nafas
Oksidasi-ß asam lemak rantai ganjil
- Hasilkan juga propionil-KoA (<<) bisa diubah jadi suksinil-KoA
1 masuk TCA utk hasilkan energi
2 di hati propionil-KoA bisa diubah jadi glukosa (glukoneogenesis)
• DM :
- produksi asetoasetat lebih cepat daripada metabolismenya  kadar
dalam darah ↑ (DM yang tidak terkontrol) 
- ketosis  asidosis
- dipecah menjadi aseton  nafas berbau aseton
METABOLISME BENDA KETON
•
• Bahan bakar utama di otak:
- normal: glukosa
- kelaparan dan DM: benda keton
Pada puasa, asam lemak dari jaringan adiposa berperan sebagai
bahan bakar di berbagai jaringan : oksidasi-ß  asetil-KoA 
CO2 + H2O
• Di hati : Asetil-KoA berlebih  diubah menjadi asetoasetat
dan 3-OH-butirat (ketogenesis)  bersama dengan aseton 
disebut : benda keton  ditranspor ke jaringan (a.l otot, otak)
 sebagai bahan bakar alternatif:
benda keton  asetil-KoA  oksidasi di TCA 
menghasilkan ATP
• Asetoasetat dan 3-hidroksi butirat merupakan bahan bakar
alternatif bagi otak pada puasa dan pada DM
• Hati mensintesis benda keton, tapi hati tidak dapat
menggunakan benda keton sebagai bahan bakar
• Benda keton dapat juga dibentuk dari asam amino ketogenik
 yaitu asam amino yang rangka C-nya dapat jadi asetil-KoA
/ asetoasetil-KoA
Catatan:
ketonemia  kondisi dimana banyak keton dalam darah
Oksidasi benda keton
• Benda keton dapat digunakan oleh jaringan sebagai sumber energi
• Proses yang berlangsung di matriks mitokondria :
ß-OH butirat  asetoasetat kembali (hasilkan NADH)  asetoasetilKoA  2 asetil-KoA  TCA  hasilkan ATP
METABOLISME KOLESTEROL
KOLESTEROL
•
•
6
Tergolong lipid, mempunyai inti siklopentanoperhidrofenantren
Terdapat
-dalam jaringan sebagai komponen struktural membran
•
•
•
-dalam plasma sebagai lipoprotein, dalam bentuk bebas
atau berikatan dng asam lemak (kolesterol ester)
Fungsi : komponen membran sel dan prekursor hormon
steroid(kortikosteroid,hormon
seks
dll),asam/garam
empedu,vitamin D
Sumber nya dapat berasal dari makanan (eksogen) atau
disintesis dalam tubuh dari asetil- KoA (endogen)
Berperan pada patogenesis aterosklerosis arteri 
menyebabkan penyakit serebrovaskuler, koroner dan pembuluh
perifer
Metabolisme kolesterol di hati
•
Sejumlah kolesterol yang disintesis di hati digunakan untuk sintesis
membran sel dan sebagian besar kolesterol disekresi ke darah
• Sintesis kolesterol ester dikatalisis oleh asil KoA-kolesterol asil
transferase (ACAT) yang memindahkan asam lemak dari asil-KoA ke
kolesterol
- Kolesterol diekskresi ke dalam empedu dalam bentuk kolesterol atau
asam / garam empedu  dikeluarkan melalui feses.
Sumber:
Slide kuliah, rekaman kuliah, Biokimia Kedokteran Dasar (Marks)
Sintesis kolesterol
•
•
•
•
Terutama berlangsung di hati, walaupun demikian sejumlah
signifikan juga dihasilkan usus, adrenal korteks, gonad serta
plasenta
Semua atom C-nya (27) berasal dari asetil-KoA yang dapat
berasal dari oksidasi karbohidrat, lipid & asam amino
Memerlukan pereduksi : NADPH
Berlangsung di sitosol dalam 4 tahap, enzim regulator HMGKoA reduktase
Class (degree of
polymerization)
Sugars (1–2)
oligosaccharides
(3–9)
Polysaccharides(>9)
Subgroup
Components
Monosaccharides
Disaccharides
Polyols (sugar alcohols)
Maltooligosaccharides
Other oligosaccharides
Glucose, galactose, fructose
Sucrose, lactose, maltose
Sorbitol, mannitol
Maltodextrins
Raffinose,stachyose,
fructooligosaccharides (FOS)
Amylose, mylopectin, modified
starches
Cellulose,hemicellulose,
pectins, hydrocolloids
Starch
Nonstarch polysaccharides
MAKRONUTRIEN
Fiastuti Witjaksono
Sebagaimana kita tahu, makronutrien ada 3: karbohidrat, lipid, dan
protein
1. KARBOHIDRAT
adalah sumber energy yang cepat dipakai
berasal terutama dari tumbuh-tumbuhan, hanya sedikit yg dari
hewan (disebut glikogen, kadar sedikit, cadangannya hanya
cukup untuk 8-10 jam saja)
secara tradisional (?), dibagi menjadi:
o karbohidrat sederhana/simple sugars :mono- dan disakaridaglukosa, galaktosa, sukrosa, dll
o karbohidrat
kompleks/complex
sugar:
polisakaridaamilum, pati
berdasarkan derajat polimerisasi-nya (jumlah unit monomer
yg ada di dalamnya), maka karbohidrat dalam makanan
diklasifikasikan menjadi:
7
-
-
Fungsi Karbohidrat
a. Sumber Energi ( 1gram∞ 4 kcal)
Glukosa: sumber energy utama bg sel saraf dan
eritrosit.
b. Penghematan protein
Kl kita punya karbohidrat yang cukup, berarti kita
menghemat protein. Krn kl kurang karbohidrat, maka
protein kita akan dipecah padahal pemecahan protein
sangat boros energy. Makanya, diet2 semacam Tiger
diet yang Cuma makan protein tidak dianjurkan untuk
diterapkan dalam waktu yg lama. Kita harus
mencukupi karbohidrat paling tidak 50-65 % dari
total kalori per harinya.
Sumber makanan yang mengandung karbohidrat
Karbohidrat
Sumbernya dari makanan
Pati dan dextrin
Padi-padian,
Makin kompleks karbohidrat=makin banyak mengandung serat, maka akan
makin lama dicernanya. Pada orang2 hiperglikemia, biasanya dianjurkan
untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks, kan dicernanya lama, jd tidak
akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah yg cepat. Kl kita
mengonsumsi karbohidrat yang cepat dicerna, gula darahnya akan naik
dengan cepat, insulin akan langsung keluar, maka glukosa akan dimasukkan
ke dalam sel, sehingga di darah kadar gulanya akan turun dengan
mendadak, sehingga grafiknya akan fluktuatif=naik turun. Sebaliknya, jika
kita mengonsumsi karbohidrat yang kompleks, pencernaannya akan lama,
maka insulin tidak akan keluar dgn jumlah banyak dan secara cepat,
sehingga grafiknya akan landai.
Klasifikasi Serat
o
Serat tidak larut: dr gandum, kacang2an, apel, buah citrus,
strawberry, wortel,dll
o
Serat larut: dr padi-padian, gandum, kulit padi/dedak,
sayur2an, dan strawberry
o
Zat menyerupai serat: misalnya inulin, FOS, dan chitosan.
Sekarang FOS banyak dipake di industri makanan. Tujuan
ditambahkannya FOS=bahan makanan yg kita makan menjadi
lebih gampang dicerna, misal susu khusus untuk orang DM,
biasanya ditambah FOS. Untuk orang2 yg butuh protein tinggi,
juga sudah ada produk makanan yang mengandung protein >15%.
Atau misalnya, produk makanan protein siap serap untuk orang2
yang ususnya terganggu fungsinya karena dipotong.
sayur2an(terutama
umbi dan kcang polong)
Glikogen
Daging, seafood
Sukrosa
Gula tebu, tetes tebu, sirop
maple
Laktosa
Susu dan produk susu
Glukosa
Buah, madu
Fruktosa
Buah, madu, corn syrup
Sumber Inulin dan FOS: chicory root, bawang merah, gandum,
bawang putih, dan pisang . Inulin dan FOS adalah sumber mirip
serat
yang
bisa
menstimulasi
pertumbuhan
bakteri
baik/probiotiksehingga berperan sbg prebiotik. Nantinya
prebiotik dan probiotik ini akan membuat short-chain fatty acid
yg berguna untuk makanan usus (enterosit). Sumber probiotik
misal di yoghurt, yakult. Tp perlu diingat, makanan untuk usus
itu tidak akan dibuat kl kita Cuma minum probiotiknya saja
tanpa prebiotiknya. Jd, kl minum yakult, gak guna kl gak makan
Serat
Serat adalah bagian dari karbohidrat = sisa dari pencernaan yang
tidak dapat dicerna. Serat banyak terdapat dalam buah, sayuran, dan
padi-padian terutama padi2an yang masih punya kulit ari seperti
beras merah dan gandum. Kl terigu itu adalah karbohidrat yang
sudah mengalami pengolahan yang cukup panjang sehingga sangat
cepat dicerna.
8
seratnya (ooo..aku tertipu :p ). Zat mirip serat yang lain
yaitu Chitosan, asalnya dari crustacean seperti udang,
kepiting, lobster.
Lipid dalam makanan ada3:TAG, kolesterol, dan posfolipid
Triasilgliserol(TAG)
Spt kt tahu, TAG adalah kombinasi dari asam lemak dan gliserol. Asam
lemak itu sendiri ada macam2, bisa dilihat detailnya di slide 24 dst ya .
Intinya, asam lemak itu ada yang rantai pendek, medium, dan panjang. Nah,
yang paling bagus itu adlah yg rantai medium. Soalnya, asam lemak medium
chain ini tidak perlu empedu dan tidak perlu karnitin dalam
metabolismenya. Sumbernya yg plg terkenal adl minyak kelapa.
Selain itu, ada juga MUFA dan PUFA. Sumber MUFA paling utama adalah
minyak canola, yang sehat asalkan dipakenya buat sayur, salad, dan bukan
buat goreng kentang :p. Sementara PUFA, itu yg sering kita dengar
sekarang ini, ada omega 3, omega 6, EPA, dan DHA.
Rekomendasinya adalah: kita harus mengonsumsi lemak jenuh sebanyak
7%, PUFA 10 %, dan MUFA 20% dengan total asupan lemak sebanyak 2530% dari total kalori harian. 1 gram lemak setara dengan 9kkal. Lemaklah
yg bikin makanan jd enak. Lemak tidak boleh jk tidak dikonsumsi sama
sekali , karena ada gunanya juga misalnya buat pembawa/transporter
berbagai vitamin larut lemak. Selain itu juga sebagai sumber energy krn jg
bisa diubah menghasilkan ATP dan jg penting sebagai penyusun membrane
sel.
Asam lemak ada yg esensial, yaitu yg tdk dapat dibentuk oleh tubuh
sehingga harus diasup dari makanan. Asam lemak esensial ada 2 yaitu asam
linoleat (omega 6) dan asam linolenat (omega 3). Asam arakidonat (omega
6 juga) tidak termasuk asam lemak esensial krn dapat dibentuk dari asam
linoleat. Sumber omega 3 terbesar yaitu flex seed. Sayangnya jarang bgt
ditemui di kita.
Sementara itu, asam arakidonat dan asam linolenat berperan serta sbg
precursor senyawa mirip hormone yaitu eikosanoid (prostaglandin,
prostacyclin, tromboksan, dan leukotrien). Fungsinya antara lain dlm
mengontrol tekanan darah, stimulasi nyeri dan demam, pembekuan darah,
dan proses inflamasi.
Dapat kita katakan, linoleat bersifat proinflamasi sedangkan linolenat
bersifat antiinflamasi. Rasio antara omega 6 :omega 3 harus
- Perbedaan sifat fisik dan kimia ke-3 jenis serat:
Serat tidak larut
Serat larut
Tidak larut air, tidak
Larut
difermentasikan,
difermentasikan
difermentasikan,
tidak membentuk gel
=menghasilkan short
tidak membentuk gel
air,
Zat mirip serat
bisa
Larut
air,
bisa
chain fatty acid, dan
membentuk
gel/viscous
- fungsi serat tidak larut: mengurangi konstipasi, membentuk fecal
mass jd lebih lunak, jd intestinal transit lebih pendek/cepat
- fungsi serat larut: menunda pengosongan lambung, meningkatkan
fecal mass baik volume maupun konsistensinya, mengurangi diare,
menurunkan pH usus, dll. Yang penting adalah meningkatkan toleransi
tubuh thd glukosa dan dapat menurunkan kadar gula darah dan
kolesterol. Sehingga, makan buah dan sayur itu paling tidak 5 porsi
sehari.
- fungsi zat mirip serat: merangsang pertumbuhan bakteri baik
dalam usus
- resistant starch Adalah pati yang tidak dapat dicerna oleh
enzim2 saluran cerna sehingga dia Cuma lewat aja ke usus besar.
Dianjurkan, konsumsinya tidak > 10%. Krn kl kebanyakan makan serat
juga tidak baik, kadang bisa kembung dan membuat rasa tidak
nyaman di perut.
- rekomendasinya:
karbohidrat paling tidak 55% dari total energy dan gula tidak lebih
dari 5% dr total energy. Kl misalnya kebutuhan kita 2000 kkal, maka
dalam 1 hari kita Cuma boleh makan 2,5 sendok makan gula( haaaa!!!!).
kl serat, yg kita butuhkan adalah 14 gr per 1000 kkal dengan rasio
antara serat tidak larut:serat larut adalah 3:1.
2. LIPID
9
dipertahankan sebesar 2:1. Rasio yang terlalu besar akan membuat
keadaan yg makin pro-inflamasi, misal pada inflamasi yg terjadi saat
aterosklerosis.
Kolesterol
dibutuhkan tubuh dan kemampuan protein tsb bila dicerna/digestibility
Kita kenal ada yg namanya HBV/High Biological Protein atau protein
kompleks. HBV adalah protein yang asam aminonya lengkap. Semua protein
hewani kecuali gelatin adalah contoh HBV. Sedangkan LBV/incomplete
protein adalah protein yg asam aminonya terbatas/kurang lengkap.
Kita tahu bahwa sintesis protein dlm tubuh bersifat all or none. Template
u/ bikin protein itu jg udah ada, udah ditentukan kl mau bikin protein
tertentu itu perlu as.amino mana aja. Kl kurang satu aja asam aminonya,
bisa batal tuh sintesisnya. Nah, pada vegetarian yg hanya makan protein
nabati, bisa dipastikan as.amino yg dia peroleh kurang lengkap sehingga
bisa jadi protein yg dibutuhkan tdk bs disintesis. Krn itu, dianjurkan pd
vegetarian, makanlah protein nabati yang beragam jenisnya sehingga
jenis2 as.amino nya pun bisa dilengkapi. Misal,protein di nasi dan di
tempe:sangat bagus dicombine, krn keduanya protein nabati. Perbandingan
asupan protein hewani dan protein nabati hendaklah 2:1
Untuk makanan2 sumber protein dan kebutuhannya dapat diliat di table di
slide yaa. Intinya, kebutuhan protein kita berbeda2. Begitu jg pada ibu
hamil atau pada orang dgn gangguan ginjal, kebutuhan akan protein harus
diperhatikan secara detail kadarnya.
Asupan protein yang berlebih dapat mempengaruhi kadar kalsium.
Penyerapan kalsium ditingkatkan jika asupan protein meningkat, tapi
eksresi kalsium di urin jg meningkat. Sayangnya, kehilangan kalsiumnya
biasanya lebih tinggi dr uptake-nya sehingga rentan terjadi kekurangan
kalsium. Jd, asupan protein kita cukup 10-15% dari total energy harian.
Kolesterol hanya didapat dari sumber hewani. Kolesterol penting sbg
komponen membrane sel dan sbg precursor hormone steroid.
Makanan amat-sangat kaya kolesterol yaitu jeroan, otak, kuning
telur, dan lobster. Yg cukup mengandung ada daging, susu, mentega,
keju, dan produk susu lain. Ingat, jatah kolesterol sehari cukup 300
mgram yaa 
Posfolipid
Posfolipid adalah senyawa yang terdiri dr ikatan antara trigliserida,
asam posforus, dan basa nitrogen. Fungsinya adalah meningkatkan
kemampuan lipid untuk bercampur dengan air/emulsifier.
Posfolipid yang paling terkenal adalah lesitin/posfatidil kolin. Ini
bukan senyawa esensial sebab tubuh kita bisa memproduksinya
sebanyak yg dibutuhkan. Perannya adalah sebagai komponen mayor
pada membran sel, dan juga pada lipoprotein plasma. Sumber
makanannya adalah hati, kuning telur, kedelai, kacang, bayam, dan
biji gandum.
3. PROTEIN
Protein ttd berbagai asam amino yang terikat dgn ikatan peptida.
Asam amino di alam ada lebih dr 300, tp yg menyusun protein hanya
20 jenis. Asam amino ada 2:esensial(ada 9) dan non-esensial(ada 11
tentunya).
Fungsi utama protein dlm tubuh adalah penyusun membrane sel,
untuk enzim dan hormone(ingat,semua enzim itu protein), dan juga
sbg protein dlm darah misal Hb. Juga berfungsi dlm menstabilkan
struktur asam nukleat, sbg antibody, dan sbg protein kontraktil otot.
Kualitas protein tergantung pd 2 faktor: se-cocok apakah asam
amino esensial yg terkandung dlm protein tsb dengan yang
10
Klasifikasi hormon berdasarkan komposisi kimia : menentukan daya larut,
lokasi reseptor, dan sifat sinyal yang digunakan untuk perantara kerja
hormon dalam sel.
Rekomendasi kebutuhan makronutrien kita dlm sehari (% dari
total kalori):
Total Fat
25-35 %
• Saturated FAs
<7%
• MUFAs
11-17 %
• PUFAs
<10 %
Carbohydrates
Protein
Cholesterol
Fungsi hormon secara umum :
1.mengintegrasi fungsi tubuh : pengaturan fungsi jaringan yang distal dari
kelenjar. Kita dapat produksinya di daerah ovarium tapi kerjanya di
daerah mamae,kulit,etc.
2. mempertahankan homeostasis tubuh : mendeteksi dan memberi respon
terhadap kondisi lingkungan. Jika sel itu rusak, ia akan member aba-aba ke
SSP kalau sel rusak, dengan cara mengeluarkan hasil-hasil metabolit.
3.mengaktifkan/hambat proses metabolisme
4. berperan dalam reproduksi,pertumbuhan,diferensiasi,dan metabolisme
sel
≥ 59-60 %
15 %
< 200 mg/d
HORMON PANKREAS, ADRENAL, TIROID, PARATIROID
Klasifikasi hormon : dua bagian besar,
1.lipofilik –steroid-kolesterol (inti kolesterol), contohnya tiroid
2. hidrofilik – protein polipeptida-asam amino. Misalnya hormon
pankreas,katekolamin,POMC,ACTH,MSH,lipotropin,endorphin,CLIP
Di tubuh kita 1 protein 1 gen, berarti 1 hormon 1 gen. tapi 1 protein besar
dapat menghasilkan beberapa hormon. Jadi POMC menghasilkan ACTH ,
alpha beta MSH, beta dan gamma lipotropin, endorphin, CLIP.
Berdasarkan klasifikasi ini juga, hormon lipo dan hidrofilik cara kerjanya
berbeda
Hormon adalah bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam selsel khusus, yang terdapat dalam kelenjar endokrin. Disekresikan ke
dalam darah dan oleh darah disalurkan ke organ target/sasaran.
Yang dimaksud sel target adalah sel apa saja yang member respon
dengan adanya hormon. Jadi baik hormon dalam kadar tinggi maupun
rendah,ia memberi respon. Hormon bekerja secara biokimia dan
fisiologi.
Metabolisme terjadinya di dalam sel. Sel endokrinsekresi
sinyalaliran darahsel sasaran. Reseptor bisa di dalam sel atau
luar sel. Hormon dalam darah bisa terikat transport, bisa tidak.
Logikanya, hormon turunan lipid/steroid seperti
estrogen,progesteron,hormon reproduksi perlu transport. Transport
ini beda dengan reseptor, ia seperti perahu yang melewati aliran
sungai (darah), tanpa mesin(energi).
Faktor pengatur kerja hormon:
1. kecepatan sintesis dan sekresi oleh dan dari kelenjar
pembentuknya
2. sistem transport spesifik (globulin) <selain itu, albumin,dan
prealbumin juga,tp globulin yg paling spesifik). Misalnya mengikat
sex hormon, namanya sex hormon binding globulin.
3. Protein reseptor spesifik dalam sitosol dan membran sel target.
Karena kerjanya di dalam sel
4. Perubahan pada membran atau sitosol sel sasaran
11
5. cAMP (ion Ca)
4.dan pada organ sasaran dipengaruhi 5 faktor (sintesis sekresi,diubah
jadi lebih aktif,transport spesifik,reseptor spesifik organ sasaran,dan
didegradasi hepar dan ginjal)
Transpornya globulin spesifik, albumin, prealbumin.
Kerja hormon secara umum:
1.menginduksi sintesis enzim transkripsi-translasi pada tingkat inti
2.Sintesis enzim tingkat riboson
3.Aktivitas enzim scr langsung  bisa menghambat, non aktif,etc
4.Berhubungan transport spesifik zat yang melintasi membran
5. meningkatkan aktivitas adenilat siklase membran
Reseptor. Adalah protein yang hanya mengenal hormon itu. Jika dilihat di
komposisi membrannya, reseptor bisa bertindak sebagai protein integral.
Tidak sama dengan protein transport, karena jumlah reseptor dapat
diubah. Protein transport dalam darah..harus ada standar globulin
sekian,albumin sekian. Kalau albumin rendahmenunjukkan kurang gizi. Ia
juga bersifat mobile, bisa dari luar membran masuk ke dlm,keluar lagi.
Jumlah prot reseptor lebih kecil dari transport , tapi afinitasnya lebih
besar. Ia hanya mengikat hormon tsb
Reseptor menerimanya dalam bentuk ligan. Ia memiliki afinitias terhadap
molekul yang spesifik. Dapat dibagi menjadi dua : reseptor di permukaan
sel dan intraselular/nuclear. Hormon yang reseptornya permukaan sel :
hidrofilik, karena untuk menembus membran lipi d bilayer perlu reseptor.
Contoh:iinsulin,glucagon. (gambar). Ia akan pengaruhi respon dalam sel.
Membran kita dilapis lipid. Sedemikian rupa yang filik ke arah air.
Lemak di lapis lipid ini ada yang asam lemak jenuh dan tidak. Yang
baik : yg tidak jenuh. Mengapa? Fluiditas membran sangat
dipengaruhi oleh ketidakjenuhan dari asam lemak yang menyusun lipid
bilayer. Jika asam lemak tidak jenuhikatan
rangkapbengkok2cistidak beraturanbanyak ronggajadi
lebih fluidhormon-hormon yang akan masuk baik reseptornya di
permukaan membran atau dalamnya, akan lebih mudah masuk
menembus membran.
Pada orang obese, kolesterol menempel di antara lipid bilayer.
Sintesis hormon
Hormon peptide disintesis melalui proses sintesis protein
biasatranslasi, etc dari gen ybs. 1 gen 1 hormon.
Dengan 1 gen POMC dapat diperoleh dari lebih dari 1 macam hormon.
Yaitu enkefalin,endorphin, beta lipotropin, beta MSH,ACTH.
Hormon jumlah dalam darah dikit sekali,hampir sama dengan enzim.
Bedanya?
1.hormon dibentuk di organ yang bukan tempat kerjanya
2.sebelum bekerja masuk sirkulasi darah
3. enzim adalah protein. Hormon tidak selalu protein (bisa lipid,etc)
enzim ada yang fungsional dan non. Fungsional berarti ada dalam
darah. berarti enzim bersifat non fungsional karena tidak dalam
darah tapi dalam sel.
12
Reseptor permukaan sel. Sebagian besar moleul adalah
hidrofiliktidak dapat menembus membran plasmaharus berikatan
reseptorsinyal intraseluler
Dibagi 3 kelas : kanal ion, G protein, dan enzyme linked.
Hipotalamus mengeluarkan releasing factor tiroid, juga merangsang
hipofisis hasilkan hormon tropic. Yaitu hormon yang mempengaruhi
kelenjar endokrin lagi. Hormon tropic berarti sel targetnya suatu
kelenjar,misal tiroid. Kalau kadar T3 T4 sudah tinggi ke atas, akan ada
feedback negative untuk tidak produksi lagi.
A.hormon hipofisis posterior : oksitosi, vasopressin(ADH).
B.hormon hipofisis anterior
Hormon utama yang mngatur metabolisme bahan bakar, ada yang anabolic
dan counterregulatory.
Insulin : hormon anabolic utama yang disintesis sel beta pankreas, terdiri
atas dua rantai:alpha dan beta. Rantai alpha dihubungkan 2 ikatan ss, yang
beta 1 ikatan.
Di pasaran ada macam2 insulin.bedanya hanya di beberapa asam aminonya.
Yang biasa insulin babi yang dipakai itu hampir sama aa nya tapi beda
sedikit. Misalnya lispro beda di lisin dan prolin, aspart di aspartat, dst.
Bedanya di aa 28.29.31,32. Tp secara keseluruhan yang penting adalah
sama. PR lagi:karena ia merupakan protein:tentunya ada struktur
primer,sekunder,tersier,kuartenenrbaca lagi
Efek fisiologis pada met bahan bakar: menyimpan glikogen di hati dan
otot. Merangsang sintesis as.lemak dan TAG dan penyimpanannya di
jaringan adipose. Pada keadaan hiperglikemi.
Ia juga rangsang sintesis lebih dari 50 jenis prot : berperan dalam
pertumbuhan organism. Insulin growth factor..
Punya efek parakrin dalam sel pulau langerhan, dan setelah dikeluarkan
akan menekan pengeluaran glucagon dari sel alpha. (kerja antagonis)
Glukagon : merupakan counterregulatory utama, berlawanan insulin,
berarti pada keadaan hipoglikemi. Jika glukosa habis, yg pertama dipecah
adalah glikogen hati. Glucagon merupakan bagian dari suatu prot precursor
besar. Dihasilkan oleh sel alpha pulau langerhans pankreas dan sel usus.
Mengandung sejumlah peptide yang berikatan tandem dengan glisentin dan
glukagon. Di pankreas melalui proteolisis menghasilkan glucagon
Struktur glucagon : (gambar slide)
Glucagon mendorong glikogenolisis (lisis glikogen), lalu glukoneogenesis :
pembentukan glukosa selain KH. Lalu ketogenesis: merangsang
Reseptor intraseluler : hormon steroid menembus membran
plasma terikat reseptor intraseluler. Pada orang obese lipid
bilayer penuh dgn kolesterol, akibatnya membrannya jadi
kaku.padahal untuk mobilisasi reseptor di permukaan butuh membran
yg fluid. Pasien diabetes, dikarenakan insulin tidak bisa
keluar..pembawa glukosa tdk bisa keluar masuk dengan bagus.
Steroid hormon receptor. Punya bagian c terminal, n terminal, dan
bagian tempat pengikat DNA. Baca lagi cara kerja hormon steroid..
(gambar)
Yang khas di hormon : feedback mechanism. Mekanisme ini sangat
mempengaruhi homeostasis, dan menentukan kecepatan sintesis
hormon. Feedback negative : hiperglikemi,insulin keluar, glukosa
masuk sel, kemudian terjadi glikolisis dan glikogenesis. Hasil akhirnya
adalah hasil-hasil metabolit, nah hasil ini akan memberi feedback ke
atas supaya stop, hormon ini tidak perlu diproduksi lagi.
Contohnya: tiroid.
13
pembentukan CAMP dalam sel sasaran. Orang yang diabetesnya tidak
terkontrol jadi bau keton, karena ga dapat energi dari glukosa, yang
dipakai adalah asam lemak. Dan hasil met asam lemak adalah benda
keton
Hati adalah organ sasaran utama glucagon. Ia juga merangsang
pengeluaran insulin dari beta pankreas.
Somatostatin
Berasal dari precursor : preprosomatostation :116 aa. Ada dua
bentuk, s14 dan s28, dihasilkan di hipotalamus, pulau langerhan saraf
pusat sel lambung dan duodenum.
Sekresi dirangsang oleh metabolit : glukosa,arginin,leusin. GH
dipengaruhi oleh hipoglikemi. Jika kita kurang makan tapi tidak
terus2an, justru merangsang GH. Somatostatin justru berlawanan
GH. Jika ia dirangsang hipoglikemi, somatostatin justru pada
hiperglikemi. Jadi somato keluar menekan GHmenekan
pertumbuhan. Juga aa arginin dan leusin.
Efek fisiologis: nekan sekresi GH,TSH,insulin,glucagon. Baca lagi
kenapa… hati2 pertanyaan mekanisme.
Struktur somatostatin : S14,aa.. ada ujung terminal dan end
terminal.
Efek fisiologis: menurunkan penyerapan zat gizi usus dengan
memperlama masa pengosongan lambung : dengan menurunkan sekresi
gastrin dan asam lambung, sekresi eksokrin pankreas (enzim
pencernaan,bikarbonat,air), dan menurunkan aliran darah splanknik.
Katekolamin
Kelompok epineph,noreph,dopamine(tdk terlalu bermanfaat,fungsi
sedikit)
Adalah produk sekresi simptoadrenal..agar tubuh dapat beradaptasi
dengan berbagai stress akut dan kronik.
Jadi pada pasien yang apnea, dikasih adrenalin, kemudian dipompa
jantungnya dan memacu katekolaminnya
Disimpan dalam bentuk epinehphrin :sel medulla adrenal.
Noreph:disintesis dan disimpan medulla adrenal,ujung saraf sist
saraf adrenergic. Juga dalam bentuk dopamineterutama sebagai
neurotransmitter.
Satu2nya hormon yang disintesis dari tirosin adalah katekolamin..
termasuk hormon fight and flight.. bisa melawan,dan cepat larut.
Dirangsang berbagai stress seperti
nyeri,perdarahan,olahraga,hipoglikemi,hipoksia.
Kekurangan fenilalanin Jadi kalo kurang, katekolamin akan rendah.
Efek fisiologis: melalui 2 jenis reseptor utama..adrenergik alpha dan beta.
Kerjanya di hati,adiposit,otot rangka, secara langsung pengaruhi
metabolisme bahan bakar
Hormon ini melawan insulin,beraerti kerja pada hipoglikemik. Punya efek
metabolic untuk mobilisasi bahan bakar ke sel yang butuh energi pada saat
akut dan kronis. Stresshipoglikemi. Sebenarnya kalau seandainya stress
yang sesaat2 justru membuat kita jadi lebih sehat, GH lebih bagus,
dibanding stress terus-terusan, karena akan rusak yg lain2.
Sebetulnya proses metabolisme normal aja, minum teh manis dan
guladiserapmasuk selglkolisis,hasilnya ATP, juga H202yang
merupakan free radical. Jadi glikolisis normal sebenarnya kita sudah kena
radikal bebas. Berarti org yg makan banyakKH banyakberarti akan
hasilkan free radical yg banyakmerusak tubuhnya sendiri. Juga dengan
orang yang olahraga berlebihanmetabolisme meningkatfree radical
meningkat.. kecuali harus memodifikasi dengan antioksidan. Walau tubuh
punya yg alami, tapi ga cukup andai kita makan berlebih atau yg polusi dari
luar.
Keduanya secara simultan menekan sekresi insulin, memastikan aliran
bahan bakar terus kearah penggunaan. Jadi saat ini dia masih perlu
tenaga, tidak terjadi glikogenesis, lipogenesis, tapi yang terjadi adalah
glikolisis. Juga berdampak ke jantung untuk ningkatkan curah jantung.
Katekolamin bebas, durasinya singkat. Punya 2 cara inaktivasi : diserap
kembali ujung saraf adrenergic,lalu dpt digunakan lagi, mengalami
deaminasi dan metilasi. Kemudian inaktivasi kedua : dikeluarkan ke
sirkulasi, kemudian jaringan lain akan menyerap katekolamin darah dan
oleh MAO ini, asam ini menjadi asam vanililmandelat . VMA. Bisa anda baca
14
jika ada gangguan tumor sel beta pankreas, VMA akan terbaca dalam
darah atau urin tinggi,bisa dicek di biokimia.
Kedua..yg bebas diaktifkan oleh proses konjugasi. Pada kondisi
patologis misal neoplasma medulla adrenal: mengeluarkan eph dan
noreph berlebih.
Glukokortikoid
Semuanya
merupakan
turunan
dari
kolesterol.
Urutan
pembentukannya: Kolesterol  pregnenolon  progesterone 
kortisol.
Pada pasien yang sudah tua dan akan kena hpertensi jantung stroke,
akan menekan steroidnya sedemikian rupa. Berarti dia akan
mengurangi asupan zat2 sebagai zat utama hormon steroid. Berarti
libido,estrogen,testosterone menurun. Juga mudah lelah,etc.
Pembentukan dan pengeluaran dikontrol kaskade sinyal saraf dan
endokrin yang berkaitan dan berurutan di sumbu serebrokortekshipotal-hipofifis-adrenokorteks
Sinyal
berupa
‘stres’,
mencetuskan
pembentukan
monoaminemerangsang pengeluaran crh dan masuk pemb darah
porta hipotalamus hipofisis. ACTH:hormon tropic.
Jika jumlah kortisol bebas yang beredar di dalam darah tinggi maka
Sintesis GHRH terbatas di hipotalamus sementara sintesis somatostatin
terdapat pada nukleus sel di otak, di sel delta pulau Langerhans, dan di
mukosa usus (terdapat lebih banyak hormon penginhibisi GH dibandingkan
pelepasnya). Pada orang normal, hiperglikemia menghambat hormon GH,
sedangkan hipoglikemia mendorong GH. Efek GH pada metabolisme adalah
mempengaruhi penyerapan dan oksidasi bahan bakar di jaringan adiposa,
otot, dan hati; meningkatkan ketersediaan asam lemak yang dapat
dioksidasi untuk menghasilkan energi; menyelamatkan glukosa dan protein
(secara tidak langsung mengurangi oksidasi glukosa dan asam amino).
Pada jar. Adiposa, meningkatkan kepekaan pada efek lipolitik katekolamin
dan menurunkan kepekaannya pada efek lipogenik insulin. Pada otot, GH
membantu transpor AA ke dalam otot  substrat utk sintesis protein,
meningkatkan sintesis DNA dan RNA, memberi efek positif pada
keseimbangan nitrogen karena adanya efek lipolisis GH. Pada hati, GH
merangsang pembentukan dan sekresi IGF. Pada keadaan puasa (insulin
menurun), GH akan meningkatkan oksidasi asam lemak, ketogenesis, dan
lipolisis.
Hormon Tiroid
Dari AA tunggal tirosin.Produk sekresi dari sel folikular tiroid: T3
(triiodotironin) dan T4 (tetraiodotironin). T3 memiliki waktu paruh yang
lebih singkat tetapi memiliki aktivitas yang lebih poten dibandingkan
dengan T4.
Sintesis T3 & T4  dirangsang TSH
- dimulai transpor iodida dr darah ke dlm sel asinus tiroid (melawan
gradien)
- oksidasi iodida  spesies iodinating
- iodinasi residu tirosil pd protein tiroglobulin  m’btk iodotirosin
akan menekan sekresi CRH dan ACTH. Dan sebaliknya, jumlah
kortisol rendah akan mendorong sekresinya. Pada Cushing Syndrome:
sekresi kortisol blebihan akibat sekresi ACTH yg berlebihan,
hiperkortisolemia disebabkan oleh adenoma jinak (tumor) penghasil
ACTH yg terdapat di kel hipofisis anterior yang sudah tidak
terpengaruh negative feedback mechanism.
- penggabungan residu monoiodotirosin (MIT) dan diiodotirosin (DIT) dlm
tiroglobulin  m’btk residu T3 & T4
- pemutusan tiroglobulin scr proteolitik  menghasilkan T3 & T4 bebas
Transpor hormon tiroid dalam darah o/ prot transtiretin (dlm fraksi
Growth Hormone (GH)
Merupakan hormon polipeptida tropik; merupakan hormon larut air
terbanyak. Berpengaruh langsung pada metabolisme bahan bakar.
Efeknya banyak dipengaruhi IGF. Sekresi dirangsang GHRH (GH
Releasing Hormone) dan diinhibisi oleh GHRIH (GH Release
Inhibiting Hormone) dan somatostatin.
prealbumin)
* transpor dr darah ke sel asinus tiroid berlangsung mell mekanisme
15
perangkap/penangkap-iodida  perlu energi
* kecepatan transpor iodida dipengaruhi oleh konsentrasi absolut
Efek tiroid di adiposit: meningkatkan ketersediaan glukosa bagi sel lemak
iodida di dlm tiroid
3-fosfat
 yang berfungsi sebagai prekursor untuk sintesis asam lemak & gliserol
* terdapat mekanisme autoregulasi internal  yg m’kan transpor
iodida ke dlm sel bila konsentrasi iodida intrasel melebihi ambang
tertentu dan m’kan transpor bila iodida intrasel rendah.
* Fraksi hormon bebas  memiliki afinitas biologis tinggi (T3) k/
Efek pd Otot: pd kdr fisiologis, meningkatkan penyerapan glukosa o/ sel
otot, merangsang pembentukan protein, melalui efek stimulasi pd ekspresi
gen  pertumbuhan otot meningkat, meningkatkan glikolisis otot
Efek pd Pankreas: meningkatkan kepekaan sel β pankreas terhadap
bentuk ini dapat menembus membran sel sasaran.
* protein transpor berfungsi sebagai reservoar hormon  yang
rangsangan u/ mendorong sekresi insulin yang optimal.
sewaktu2 dapat membebaskan hormon b/ diperlukan
_______________________________________________________
* Tiroid diuraikan di hati, ginjal, otot, dan jaringan lain.
Sekresi Tiroid
* dibebaskan dari protein besar tiroglobulin (mengandung T3& T4
Fungsi Hormon Tiroid dan Paratiroid
KELENJAR TIROID
dengan ikatan peptida)
* pembebasan tergantung TSH (Thyroid-Stimulating Hormone)
* TSH   m’rangs endositosis Tiroglobulin k’dlm sel asinus tiroid 
enzim lisosom memutuskan T3 & T4 dr tiroglobulin  T3 & T4 keluar
ke drh
Kontrol umpan balik hormon tiroid
Bila T3 darah meningkat akan menghambat sekresi T3 hingga kadar
T3 bebas dalam darah turun hingga tepat dibawah kadar ambang 
yang kembali memberi sinyal agar TSH dikeluarkan. Mekanisme
umpan balik ini memastikan terjadinya T3 bebas yang aktif secara
biologis.
Efek tiroid di hati: mempengaruhi metabolisme KH dan lemak,
meningkatkan glikolisis dan pembentukan kolesterol, meningkatkan
pengubahan kolesterol menjadi garam empedu, meningkatkan
kepekaan hepatosit terhadap kerja glukoneogenik dan glikogenolitik
epinefrin  scr tidak langsung meningkatkan kadar glukosa hati,
meningkatkan kepekaan adipositik terhadap kerja lipolitik epinefrin
(T3 meningkatkan aliran asam) dan lemak ke hati (meningkatkan
pembentukan TAG hati)
Lokasinya: di leher bagian depan, di atas trakea, tepat di bawah laring
Menghasilkan 2 jenis hormon:
1. Hormon Tiroid (T3 dan T4)
 Dihasilkan oleh sel folikel
2. Kalsitonin
 Dihasilkan oleh sel C
Sintesis, Penyimpanan dan Sekresi Hormon Tiroid (T3 dan T4)
Bahan dasar untuk sintesis hormon tiroid adalah tirosin dan iodium, yang
keduanya harus diserap dari darah oleh sel-sel folikel. Tirosin, suatu asam
amino, disintesis dalam jumlah memadai oleh tubuh. Namun lain halnya
dengan iodium yang harus diperoleh dari makanan. Pembentukan,
penyimpanan, dan sekresi hormon tiroid terdiri dari :
16
1.
Semua langkah sintesis hormon tiroid berlangsung di
molekul tiroglobulin di dalam koloid. Tiroglobulin itu sendiri
dihasilkan oleh kompleks golgi/ RE sel folikel tiroid. Tirosin
menyatu ke dalam molekul tiroglobulin sewaktu molekul besar
ini diproduksi. Setelah diproduksi, tiroglobulin yang
mengandung tiroksin dikeluarkan dari sel folikel ke dalam
koloid melalui eksositosis.
2. Tiroid menangkap iodium dari darah dan memindahkannya ke
dalam koloid melalui suatu pompa iodium yang sangat aktif
(iodine-trapping mechanism)  protein pembawa yang
sangat kuat dan memerlukan energi yang terletak di
membran luar sel folikel. Hampir semua iodium di tubuh
dipindahkan melawan gradien konsentrasinya ke kelenjar
tiroid untuk mensintesis hormon tiroid. Selain untuk sintesis
hormon tiroid, iodium tidak memiliki fungsi lain dalam tubuh.
3. Di dalam koloid, iodium dengan cepat melekat pada tirosin
tirosin menghasilkan monoiodotirosin (MIT). Perlekatan dua
iodium ke tirosin menghasilkan diiodotirosin (DIT).
4. Kemudian terjadi proses penggabungan antara molekul-molekul
tirosin beriodium untuk membentuk hormon tiroid. Penggabungan
dua
DIT
menghasilkan
tetraiodotironin
(T4/tiroksin).
Penggabungan satu MIT dan satu DIT menghasilkan triiodotironin
atau T3. Namun penggabungan tidak terjadi pada dua molekul
MIT.
Karena reaksi-reaksi ini terjadi di dalam molekul tiroglobulin, semua
produk tetap melekat ke protein besar tersebut. Hormon-hormon tiroid
tetap disimpan dalam bentuk ini di koloid sampai mereka dipecah dan
disekresikan. Diperkirakan bahwa jumlah hormon tiroid yang secara
normal disimpan di koloid cukup untuk memasok kebutuhan tubuh untuk
beberapa bulan.
5. Apabila terdapat rangsangan yang sesuai untuk
mengeluarkan hormon tiroid, sel-sel folikel memasukkan
sebagian dari kompleks hormon-tiroglobulin dengan
memfagositosis sekeping koloid. Di dalam sel, butirbutir koloid terbungkus membrane dan menyatu dengan
lisosom, yang enzim-enzimnya kemudian memisahkan
hormon tiroid yang aktif secara biologis, T4 dan T3
serta iodotirosin yang nonaktif, MIT dan DIT. Hormonhormon tiroid karena sangat lipofilik, dengan mudah
melewati membrane luar sel folikel dan masuk ke dalam
darah. MIT dan DIT tidak memiliki nilai endokrin. Selsel folikel mengandung suatu enzim yang dengan cepat
mengeluarkan iodium dari MIT dan DIT, sehingga iodium
yang dibebaskan dapat didaur ulang untuk sintesis lebih
banyak hormon. Enzim yang sangat spesifik ini akan
mengeluarkan iodium hanya dari MIT dan DIT yang
belum berguna, bukan dari T4 atau T3.
di dalam molekul tiroglobulin. Perlekatan sebuah iodium ke
17
Sekitar 90% produk sekretorik yang dikeluarkan dari kelenjar
tiroid adalah dalam bentuk T4, walaupun T3 memiliki aktivitas
biologis sekitar 4 kali lebih poten daripada T4. Namun sebagian
besar T4 yang disekresikan kemudian diubah menjadi T3, atau
diaktifkan, melalui proses pengeluaran satu iodium di hati dan
ginjal. Sekitar 80% T3 dalam darah berasal dari sekresi T4 yang
mengalami proses pengeluaran satu iodium di jaringan perifer.
tiroid juga memegang peranan penting dalam aktivitas CNS pada
orang dewasa juga pada perkembangan CNS anak.
Pengaturan Hormon Tiroid
Thyroid-stimulating hormon (TSH), hormon tropic tiroid dari hipofisis
anterior, merupakan regulator fisiologis terpenting bagi sekresi hormon
tiroid. Hampir semua langkah dalam pembentukan dan pengeluaran hormon
tiroid dirangsang oleh TSH. Selain meningkatkan sekresi hormon tiroid,
TSH bertanggung jawab untuk mempertahankan integritas structural
kelenjar tiroid. Tanpa adanya TSH, tiroid mengalami atrofi dan sekresi
hormonnya berkurang. Sebaliknya, kelenjar ini mengalami hipertrofi dan
hyperplasia sebagai respons terhadap stimulasi TSH yang berlebihan.
Efeknya yang spesifik terhadap kelenjar tiroid adalah :
1. Meningkatkan proteolisis tiroglobulin
2. Meningkatkan aktivitas pompa yodium
3. Meningkatkan iodinasi tirosin untuk membentuk hormon tiroid
4. Meningkatkan ukuran dan aktivitas sekretorik sel-sel tiroid
5. Meningkatkan jumlah sel-sel tiroid
Hormon tiroid, dengan mekanisme umpan balik negative, “mematikan”
sekresi TSH, sementara thyrotropin-releasing hormon (TRH) dari
hipotalamus secara tropic menghidupkan sekresi TSH oleh hipofisis
anterior. Pengaturan sehari-hari kadar hormon tiroid bebas dilaksanakan
oleh umpan balik negative antara tiroid dan hipofisis anterior, sementara
penyesuaian jangka panjang diperantarai oleh hipotalamus.
Setelah dikeluarkan ke dalam darah, hormon tiroid yang sangat
lipofilik dengan cepat berikatan dengan beberapa protein plasma.
Terdapat 3 protein plasma yang penting dalam pengikatan
hormon tiroid : thyroxine-binding-globulin yang secara selektif
mengikat hormon tiroid 55% dari T4 dan 65% dari T3 dalam
sirkulasi, albumin yang secara nonselektif mengikat banyak
hormon lipofilik termasuk 10% dari T4 dan 35% dari T3, dan
thyroxine-binding-prealbumin yang mengikat sisa 35% T4.
Efek T3 dan T4 dikelompokkan menjadi beberapa kategori :
1. Efek terhadap kecepatan metabolik dan produksi panas :
hormon tiroid meningkatkan BMR - efek kalorigenik
2. Efek intermediary metabolism : berpengaruh terhadap
sintesis dan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein
3. Efek sympathomimetic : meningkatkan respon sel target
terhadap katekolamin (efinefrin dan norefinefrin). Karena
itu, jika hormon tiroid meningkat akan sering terjadi
symphatic action.
4. Efek terhadap sistem kardiovaskular: Efek symphatomimetic
akan menyebabkan denyut jantung menigkat dan memaksa
kontraksi sehingga curah jantung meningkat. Selain itu, panas
tubuh yang meningkat akan menyebabkan vasodilatasi.
5. Efek terhadap pertumbuhan dan sistem saraf : hormon tiroid
menstimulasi sekresi GH dan meningkatkan produksi IGF-1,
dan juga membantu efek GH dan IGF-1 dalam sistesis
protein dan dalam pertumbuhan tulang. Selain itu, hormon
Kalsitonin
Sintesis dan sekresi kalsitonin terjadi di sel-sel parafolikel, atau sel-sel C
yang terletak di dalam jaringan interstisial di antara folikel kelenjar
tiroid. Sel-sel tersebut hanya mencakup 0,1% dari kelenjar tiroid manusia.
Kalsitonin memiliki efek menurunkan kadar Ca2+ plasma. Pertama, secara
jangka pendek, kalsitonin menurunkan perpindahan Ca2+ dari tulang ke
dalam plasma. Kedua secara jangka panjang, kalsitonin menurunkan
resorpsi tulang dengan menghambat aktivitas osteoklas. Penekanan
resorpsi tulang menyebabkan
kadar PO43- plasma berkurang serta
18
penurunan konsentrasi Ca2+ plasma. Hormon ini tidak memiliki efek
pada ginjal dan usus.
Pengatur utama sekresi kalsitonin adalah kadar Ca2+ bebas dalam
plasma. Peningkatan Ca2+ plasma merangsang sekresi kalsitonin dan
penurunan Ca2+ plasma menghambat sekresi kalsitonin.
kelenjat tiroid.
Penyakit ini ditandai dengan trias manifestasi berupa:
1. Tiroksikosis/hipertiroidisme akibat pembesaran difus tiroid yang
hiperfungsi.
2. Oftalmopati infiltratif yang menyebabkan eksoftalmus
3. Dermopati infiltratif dengan mixedema pre tibia.
Eksoftalmus terjadi akibat kombinasi infiltrasi limfosit, pengendapan
glikosaminoglikan, adipogenesis dalam jaringan ikat orbita. Pada penyakit
Graves terjadi penurunan TSH dan peningkatan T3 dan T4 bebas.
Gangguan Fungsi Hormon Tiroid
1. Hipertiroidisme
Penyakit Graves
adalah suatu gangguan autoimun di mana terdapat suatu defek
genatik dalam limfosit Ts dan sel Th merangsang sel B untuk sintesis
antibody terhadap antigen tiroid. Penyakit Graves merupakan
penyebab tersering hipertiroidisme. Pada penyakit ini ditandai oleh
adanya proses autoimun disertai hyperplasia kelenjar tiroid secara
difus.
Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang ditimbulkan oleh
adanya reaksi beberapa autoantibody terhadap reseptor tirotropin
(TSH). Autoantibodi tersebut dapat disebabkan oleh:
1. Autoantibodi terhadap reseptor TSH atau thyroid stimulating
immunoglobulin (TSI)
2. Thyroid-growth-stimulating immunoglobulin (TGI)
3. TSH-binding inhibitor immunoglobulin (TBII)
Goiter noduler toksika
Pada goiter noduler toksika, satu atau beberapa nodul di dalam tiroid
menghasilkan terlalu banyak hormon tiorid dan berada diluar kendali TSH.
Nodul tersebut benar-benar merupakan tumor tiroid jinak dan tidak
berhubungan dengan penonjolan mata serta gangguan kulit pada penyakit
Graves.
Tiroiditis
Peradangan dari kelenjar tiroid mungkin terjadi setelah suatu penyakit
virus (subacute thyroiditis). Kondisi ini berhubungan dengan suatu demam
dan suatu sakit leher yang seringkali sakit pada waktu menelan. Kelenjar
tiroid juga lunak jika disentuh. Mungkin ada sakit-sakit leher dan nyerinyeri yang disama ratakan. Peradangan kelenjar dengan suatu akumulasi
sel-sel darah putih dikenal sebagai lymphocytes (lymphocytic thyroiditis)
mungkin juga terjadi. Pada kedua kondisi-kondisi ini, peradangan
meninggalkan kelenjar tiroid "bocor", sehingga jumlah hormon tiroid yang
masuk ke darah meningkat.
Lymphocytic thyroiditis adalah paling umum setelah suatu kehamilan dan
dapat sebenarnya terjadi pada sampai dengan 8 % dari wanita-wanita
setelah melahirkan. Pada kasus-kasus ini,fase hipertiroid dapat
berlangsung dari 4 sampai 12 minggu dan seringkali diikuti oleh suatu fase
hipotiroid (hasil tiroid yang rendah) yang dapat berlangsung sampai 6
bulan. Mayoritas dari wanita-wanita yang terpengaruh kembali ke suatu
TSI dalam serum berupa long-acting thyroid stimulator (LATS)
berupa IgG yang mengikat reseptor TSH dan mampu menstimulasi
aktivitas adenilat siklase yang berperan mengubah ATP menjadi
cAMP. cAMP berperan sebagai second messenger yang dapat
meningkatkan proses intraseluler sehingga terjadi peningkatan
pelepasan hormone tiroid. TGI berperan pada proliferasi epitel
folikel tiroid. TBII merupakan antibody anti-reseptor TSH, bekerja
menyamar seperti TSH sehingga terjadi stimulasi aktivitas sel epitel
19
keadaan fungsi tiroid yang normal. Tiroiditis dapat didiagnosis
dengan suatu thyroid scan.
2. Hipotiroidisme
Kretinisme
Hipertiroidisme sekunder
Hipertiroidisme bisa disebabkan oleh tumor hipofisa yang
menghasilkan terlalu banyak TSH, sehingga merangsang tiroid untuk
menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan. Penyebab lainnya adalah
perlawanan hipofisa terhadap hormon tiroid, sehingga kelenjar
hipofisa menghasilkan terlalu banyak TSH.
Kretinisme yaitu perawakan pendek akibat kurangnya hormon tiroid dalam
tubuh. Penyebab paling sering dari kekurangan hormon tiroid adalah akibat
kurangnya bahan baku pembuat. Bahan baku terpenting untuk produksi
hormon tiroid adalah iodium. Kretinisme dapat terjadi bila kekurangan
berat unsur iodium terjadi selama masa kehamilan hingga tiga tahun
pertama kehidupan bayi. Hormon tiroid bekerja sebagai penentu utama
laju metabolik tubuh keseluruhan, pertumbuhan dan perkembangan tubuh
serta fungsi saraf. Sebenarnya gangguan pertumbuhan timbul karena
kadar tiroid yang rendah mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan,
hanya saja ditambah gangguan lain terutama pada susunan saraf pusat dan
saraf perifer. Bila kurangnya hormon tiroid terjadi sejak janin, maka
gejalanya adalah Defisiensi mental (IQ rendah) disertai salah satu gejala
atau kedua gejala berikut ini, yaitu :
Wanita dengan mola hidatidosa (hamil anggur) juga bis menderita
hipertiroidisme karena perangsangan yang berlebihan terhadap
kelenjar tirois akibat kadar HCG (human chorionic gonadotropin)
yang tinggi dalam darah. Jika kehamilan anggur berakhir dan HCG
tidak ditemukan lagi di dalam darah, maka hipertiroidisme akan
menghilang.
Tirotoksitosis
Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan di mana didapatkan
kelebihan
hormontiroid.
Tirotoksikosis di bagi dalam 2 kategori:
1. Kelainan yang berhubungan dengan Hipertiroidisme
2. kelainan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme, adalah
keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksi tiroid yang
berlebihan. Etiologi tersering hipertiroidisme karena penyakit
Graves, struma multinodosa toksik, dan adenoma toksik.
Penyebab lain adalah tiroiditis, penyakit tropoblastis, pemakaian
yodium yang berlebihan, obat hormon tiroid, dll.
Gejala dan tanda tirotoksikosis: hiperaktivitas, palpitasi, berat
badan turun, nafsu makan meningkat, tidak tahan panas, banyak
karingat, mudah lelah, sering buang air besar, oligomenore /aminore
dan libido turun, takikardia, fibrilasi atrial, tremor halus repleksi
meningkat, kulit hangat dan basah, rambut rontok dan bruit.
Gangguan pendengaran (kedua telinga dan nada tinggi) dan
gangguan wicara, gangguan cara berjalan (seperti orang
kelimpungan) ,mata juling, cara berjalan yang khas, kurangnya
massa tulang, terlambatnya perkembangan masa pubertas dll.
 Cebol dan hipotiroidisme.
Bila kekurangan hormon tiroid akibat kurangnya iodium terjadi pada masa
kanak-kanak atau masa pertumbuhan, maka hanya terjadi perawakan yang
pendek tanpa retardasi mental. Penderita biasanya kurus dan mukanya
tetap menua sesuai umur disertai cara berjalan yang khas.
Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan perawakan pendek tetapi
kelebihan hormon tiroid tidak menambah tinggi badan tetapi menyebabkan
penyakit lain yaitu hipertiroidisme.

Terapi yang paling baik untuk kretinisme adalah pencegahan. Pencegahan
dapat dilakukan dengan menkomsumsi makanan yang diberi garam
beriodium atau pemberian suplemen iodium terutama pada daerah endemic
20
kurangnya iodium. Pada kurangnya iodium yang terjadi pada masa
kanak-kanak dapat diberikan terapi hormon tiroid dari luar misalnya
levo-tiroksin hingga kadar tiroid stimulating hormon (TSH) normal
dicapai sambil memberikan suplemen iodium untuk merangsang
produksi hormon.
• Fungsi saraf
Kalsium dalam plasma terdapat dalam 3 fraksi yang selalu berada dalam
keseimbangan, antara lain:
1. Berupa ion Ca2+ yang bebas (4,5 mg%)
2. Membentuk kompleks dengan asam lain (sitrat, bikarbonat, dan
fosfat). Fraksi ini dapat berdifusi melewati membran kapiler tapi
tidak dapat berionisasi
3. Terikat pada protein plasma (4,5 mg%). Fraksi ini tidak dapat
berdifusi melalui membran kapiler.
Dari ketiga jenis fraksi tersebut hanya ion Ca bebas yang mempunyai
peran fisiologik terhadap otot jantung, sistem saraf, pembentukan tulang,
dan dalam mekanisme umpan balik negatif melalui pengaturan oleh
hormon-hormon.
Myxedema
Pada orang dewasa, hypothyroid dimanifestasikan dengan myxedema
dan dikarakteristikan dengan metabolisme perlahan yang meluas,
depresi, kelebihan berat, pembengkakan yang merata, penurunan
denyut nadi, pernapasan parasthesia, kulit kering, kerapuhan kulit
kepala dan rambut, sinus bradikardi, dan periorbital edema.
Hormon Paratiroid
Hormon paratiroid (PTH atau HPT) adalah suatu hormon peptida yang
disekresikan oleh kelenjar paratiroid, yaitu 4 kelenjar kecil yang
terletak di permukaan belakang kelenjar tiroid, satu di setiap sudut. HPT
esensial untuk hidup. Efek keseluruhan HPT adalah meningkatkan
konsentrasi Ca2+ dalam plasma dan mencegah hipokalsemia. Apabila HPT
sama sekali tidak tersedia, dalam beberapa hari individu yang
bersangkutan akan meninggal, biasanya akibat asfiksia yang ditimbulkan
oleh spasme hipokalsemik otot-otot pernapasan. Melalui efeknya pada
tulang, ginjal, dan usus, HPT meningkatkan kadar Ca2+ plasma apabila kadar
elektrolit ini mulai turun (hipokalsemia). Hormon ini juga bekerja
menurunkan kadar PO42- plasma.
FISIOLOGI HORMON PARATIROID
Kalsium
Ion Ca2+ adalah ion positif bervalensi 2 yang sangat penting
fungsinya dalam berbagai proses fisiologik tubuh. Kadar normal
(fisiologik) ion ini harus dipertahankan dalam batas nilai yang sangat
sempit yautu berkisar antara 9-10 mg/100 ml plasma atau 9,4 mg%
melalui mekanisme homeostasis. Kelebihan atau kekuragan ion ini
dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh.
Fungsi Kalsium
• Pembentukan mineral tulang
 Pertumbuhan dan pemeliharaan tulang
 Garam hidroksiapatit (hydroxyapatite): Ca10(PO4)6(OH)2
• Pembekuan darah
• Kontraksi otot
• ‘Second messenger’:
 IP3  Endoplasmic Reticulum ion Ca  enzim
• Penglepasan hormon dan neurotransmiter
Efek pada Tulang
Tulang adalah suatu jaringan hidup yang terutama terdiri dari
matriks ekstrasel organik yang diresapi oleh kristal hidroksiapatit, yang
sebagian besar terdiri dari endapan garam-garam kalsium fosfat. Dalam
keadaan normal, garam-garam kalsium fosfat berada di CES, tetapi
keadaan di dalam tulang cocok bagi zat ini untuk mengendap di sekeliling
serat kolagen di matriks. Dengan memobilisasi simpanan Ca 2+ di tulang ini,
21
HPT meningkatkan konsentrasi Ca2+ plasma apabila konsentrasi
elektrolit ini mulai turun.
Dalam keadaan normal, pengendapan (deposisi) tulang dan
penyerapan (resorpsi) tulang berlangsung bersamaan sehingga tulang
secara terus-menerus mengalami remodeling. Pembaruan tulang
tersebut memiliki 2 tujuan:
1. Menjaga agar tulang belulang “direkayasa” dengan semestinya
supaya dapat digunakan untuk keperluan mekanis dengan
keefektifan maksimum
2. Membantu mempertahankan kadar Ca2+ plasma.
Selama hidup, hormon PTH menggunakan tulang sebagai
“bank” untuk menarik Ca2+ sesuai keperluan untuk mempertahankan
kadarnya dalam plasma.
Tulang memiliki 4 jenis sel yang juga berperan dalam
pembentukan dan pertumbuhan tulang sendiri, antara lain:
Merupakan osteoblas yang sudah tua dan terperangkap di dalam
dinding tulang (matriks organik dan mineral hidroksiapatit) yang
mereka endapkan di sekeliling mereka sendiri. Sel ini berperan
melepaskan simpanan kalsium dan fosfat dari labile pool.
3. Osteoklas
Bertugas menyerap tulang yang terdapat di sekelilingnya dengan
mengeluarkan asam-asam yang melarutkan kristal kalsium fosfat dan
enzim-enzim yang menguraikan matriks organik. Diduga sel ini berasal
dari sel monosit yag berperan sebagai makrofag tulang.
4. Osteoprogenitor adalah sel induk tulang yang membentuk osteoblas
OSTEOBLASTOGENESIS - OSTEOCLASTOGENESIS
1.
Osteoblas
Berperan dalam sintesa kolagen yang digunakan untuk
membentuk matriks organik ekstrasel tempat kristal kalsium
fosfat mengendap. Selain itu berperan menghasilka alkali
fosfatase.
2. Osteosit
22
sejajar dengan sumbu panjang tulang. Pembuluh darah menembus tulang
baik dari permukaan luar atau rongga sumsum dan berjalan di dalam
kanalis sentralis. Osteoblas terdapat di sepanjang permukaan luar tulang
dan permukaan dalam yang melapisi kanalis sentralis. Osteoblas-osteoblas
permukaan dan osteosit yang terbenam dihubungkan oleh jaringan luas
berupa saluran-saluran kecil berisi cairan disebut kanalikulus. Adanya
kanalikulus ini memungkinkan pertukaran bahan antara osteosit yang
terperangkap dan sirkulasi. Saluran-saluran halus ini juga berisi perluasan
sitoplasma osteosit dan osteoblas yang memanjang dan dihubungkan satu
sama lain, seolah sel-sel ini saling berpegangan tangan. Jaringan sel yang
saling berhubungan disebut membran tulang osteositik-osteoblastik.
Efek paling dini hormon paratiroid adalah mengaktifkan pompa
Ca2+ di membran untuk meningkatkan pemindahan Ca2+ tanpa disertai
pemindahan PO42- dari cairan tulang, menembus membran tulang
ostepsitik-osteoblastik ke dalam plasma. Proses ini disebut osteolisis.
PTH merangsang osteoklas untuk memakan tulang, meningkatkan
pembentukan osteoklas, dan secara sementara menghambat aktivitas
osteoblas membentuk tulang. Tulang mengandung jumlah Ca2+ lebih besar
daripada plasma, sehingga walaupun HPT meningkatkan resorpsi tulang,
tidak akan terlihat efek yang segera pada kerangka karena sedikitnya
jumlah tulang yang terkena.
Sekresi HPT dalam jumlah besar yang berkepanjangan selama
beberapa bulan atau tahun akhirnya akan menyebabkan terbentuknnya
rongga-rongga di seluruh tulang yang terisi oleh osteoklas-osteoklas
besar.
Osteoblast – Osteoclast Communication
Hormon PTH memiliki 2 efek utama pada tulang yang
meningkatkan konsentrasi Ca2+
plasma. Pertama, hormon ini
2+
menginduksi efluks cepat Ca
ke dalam plasma dari labile pool
(simpanan labil) Ca2+ yang jumlahnya kecil di cairan tulang. Kedua,
dengan merangsang pelarutan tulang, hormon ini meningkatkan
transfer lambat Ca2+ dan PO42- dari stable pool mineral tulang di
dalam tulang itu sendiri menuju ke plasma. Akibatnya, remodeling
tulang yang terjadi lebih condong ke arah resorpsi tulang daripada
pengendapan tulang.
Sebagian besar tulang tersusun menjadi satuan-satuan
osteon, yang masing-masing terdiri dari kanalis sentralis yang
dikelilingi oleh lamela yang tersusun konsentrik. Lamela adalah
lapisan-lapisan osteosit yang terbenam di dalam tulang yang mereka
endapkan di sekitar mereka sendiri. Osteon biasanya berjalan
Efek pada Ginjal
Hormon PTH merangsang penghematan Ca2+ dan mendorong
pengeluaran PO42- oleh ginjal selama pembentukan urin. Di bawah pengauh
HPT, ginjal mampu mereabsorpsi lebih banyak Ca2+ yang difiltrasi,
sehingga Ca2+ yang keluar melalui urin berkurang. Efek ini meningkatkan
kadar Ca2+ plasma dan menurunkan pengeluaran Ca2+ melalui urin.
Sewaktu merangsang reabsorpsi Ca2+ oleh ginjal, HPT juga
meningkatkan ekskresi PO42- urin melalui penurunan reabsorpsi PO42- .
23
Akibatnya HPT menurunkan kadar PO42- plasma bersamaan dengan
peningkatan konsentrasi Ca2+ .
Pengeluaran kelebihan PO42- dari cairan tubuh yang dipicu
oleh HPT ini penting untuk mencegah pengendapan ulang Ca 2+ yang
dibebaskan dari tulang. Terdapat hubungan terbalik antara
konsentrasi Ca2+ dan PO42- dalam plasma.
Ca2+ dan PO42- dibebaskan dari tulang saat HPT meningkatkan
disolusi tulang. Karena HPT disekresikan hanya saat kadar Ca 2+
plasma turun di bawah normal, Ca2+ yang dibebaskan diperlukan untuk
memulihkan Ca2+ plasma ke normal, namun PO42- yang dibebaskan
cenderung meningkatkan kadar PO42- di atas normal. Apabila kadar
PO42-dibiarkan meningkat melebihi normal, sebagian Ca2+ plasma
harus mengendap kembali ke tulang bersama PO42- agar produk
kalsium fosfat tetap konstan. Pengendapan kembali Ca2+ ini akan
menurunkan kadarnya dalam plasma, bertentangan dengan efek yang
diinginkan. Dengan demikian HPT bekerja pada ginjal dengan
mengurangi reabsorpsi PO42- oleh tubulus ginjal.
Efek penting ketiga HPT pada ginjal adalah meningkatkan
pengaktifan vitamin D oleh ginjal.
Metabolisme fosfat
Metabolisme PO42- dalam plasma tidak dikontrol seketat
konsentrasi Ca2+ plasma. Fosfat diatur secara langsung oleh vitamin D dan
secara tidak langsung oleh lengkung umpan balik Ca2+ plasma-HPT. Sebagai
gambaran, penurunan konsentrasi fosfat plasma (hipofosfatemia)
menimbulkan efek ganda untuk membantu memulihkan kadar PO42- ke
normal dalam darah. Pertama, karena hubungan terbalik antara Ca2+ dan
PO42- dalam plasma, penurunan PO42- plasma menyebabkan peningkatan Ca2+
plasma , yang secara langsung menekan sekresi HPT. Karena HPT
berkurang reabsorpsi PO42- oleh ginjal meningkat, sehingga konsentrasi
PO42- dapat dipulihkan ke normal. Kedua, penurunan PO42- plasma juga
menyebabkan peningkatan pengaktifan vitamin D, yang kemudian
meningkatkan penyerapan PO42- di usus. Hal ini ikut membantu
menghilangkan hipofosfatemia tersebut.
Gangguan Metabolisme Kalsium
Hipersekresi HPT. Kelebihan sekresi HPT atau hiperparatiroidisme, yang
biasanya disebabkan oleh tumor yang mengeluarkan sekret hormon
berlebihan, ditandai oleh hiperkalsemia dan hipofosfatemia. Pengidap
kelainan ini bisa asimtomatik atau sebaliknya menderita gejala-gejala
berat tergantung pada besarnya masalah. Berikut ini konsekuensikonsekuensi yang dapat terjadi:
1. Hiperkalsemia menurunkan eksitabilitas jaringan otot dan saraf,
sehingga terjadi kelemahan otot dan ganguan saraf, termasuk
penurunan kewaspadaan, gangguan daya ingat dan depresi. Juga
dapat terjadi gangguan jantung.
2. Mobilisasi berlebihan Ca 2+ dan PO42- dari simpanan di tulang
menyebabkan tulang-tulang menipis yang dapat menimbulkan
deformitas tulang dan peningkatan insidensi fraktur.
3. Terjadi pembentukan insidensi pembentukan batu ginjal yang
mengandung Ca2+ larena peningkatan Ca2+ yang difiltrasi melalui
ginjal. Batu-batu ini dapat mengganggu fungsi ginjal. Lewatnya
batu melalui ureter menimbulkan nyeri yang hebat. Karena
Efek Pada Usus
Walaupun HPT tidak memiliki efek langsung pada usus,
hormon ini secara tidak langsung meningkatkan reabsorpsi Ca 2+ dan
PO42- dari usus halus melalui perannya dalam pengaktifan vitamin D.
Vitamin ini secara langsung menigkatkan penyerapan Ca2+ dan PO42oleh usus.
Pengatur utama sekresi HPT adalah konsentrasi kalsium bebas dalam
plasma. Karena HPT mengatur konsentrasi Ca2+ plasma, hubungan ini
membentuk lengkung umpan balik negatif sederhana untuk
mengontrol sekresi HPT tanpa melibatkan intervensi saraf atau
hormon lain.
24
berpotensi
menimbulkan
banyak
kelainan,
hiperparatiroidisme sering disebut bones. stones. And
abdominal groans.
4. Yang juga berperan menimbulkan keluhan abdominal adalah
gangguan-ganguan pencernaan yang ditimbilkan akibat
hiperkalsemia, yaitu ulkus eptikum, mual, dan konstipasi.
- Tidak terlalu berbeda dalam hal susunan kimia
- Memiliki bioavailibilitas yang sama
Bioavailabilitas dibutuhkan untuk setiap jaringan target. Bioavailabilitas
adalah proses penyerapan obat atau substansi organic-inorganik di dalam
intestine.
Megadoses Vitamin
- Kadar asupan paling tidak 10 kali lebih besar dari yang direkomendasikan
untuk diasup.
- Sangat jarang berasal dari makanan. Biasanya diinjeksikan langsung ke
dalam pembuluh darah dalam kadar yang besar.
- Bisa dalam bentuk pil oral
Hiposekresi HPT. Hipoparatiroidisme menyebabkan hipoklasemia
dan hiperfosfatemia. Gejala-gejala terutama disebabkan oleh
peningkatan eksitabilitas saraf-otot akibat turunnya kadar Ca2+
bebas dalam plasma. Jika hormon PTH sama sekali tidak ada,
kematian dapat segera terjadi akibat spasme hipokalsemik otot-otot
pernapasan. Pada defisiensi relatif HPT (bukan total), gejala-gejala
yang nyata adalah peningkatan eksitabilitas neuromuskulus. Kejang
dan kedutan otot disebabkan oleh aktivitas spontan saraf-saraf
motorik, sedangkan rasa kesemutan dan seperti ditusuk-tusuk
terjadi karena aktivitas spontan saraf sensorik. Perubahan mental
antara lain berupa iritabilitas dan paranoia.
Klasifikasi
- Vitamin yang larut lemak: Vitamin A, D, E, dan K
- Vitamin yang larut air: Grup Vitamin B dan C
Vitamin larut lemak:
Jika berlebihan jumlahnya di dalam tubuh, akan disimpan. Dikeluarkan
sedikit lewat urin dan empedu. Gejala defisiensinya sulit untuk berkembang.
Tidak harus diasup setiap hari. Memiliki precursor. Dapat menyebabkan efek
samping yang cukup berbahaya dalam jumlah yang berlebihan.
Vitamin larut air:
Penyimpanan minimal dalam tubuh pad ajumlah yang berlebih biasanya
kelebihan dikeluarkan dalam urin (dalam jumlah banyak). Sindrom defisiensi
muncul dengan cepat
Harus diasup setiap hari dari makanan. Tidak membutuhkan precursor
Thanks to: G. Army
MIKRONUTRIEN
Mikronutrien yang dibutuhkan pada manusia mencakup 2, yaitu:
Vitamin dan Mineral.
Vitamin:
- Substansi organic
- Dibutuhkan dalam jumlah sedikit dalam tubuh
- Berfungsi secara spesifik dalam proses metabolism
- Menjaga kesehatan tubuh dan pertumbuhan
- Harus didapatkan dari luar tubyuh (makanan) baik dari hewan
maupun tumbuhan.
Vitamin Natural dan Sintetik
Vitamin larut air:
1. VITAMIN B1/THIAMIN
- Dalam bentuk: Thiamin pyrophosphate (thiamin diphosphate,
cocarboxylase):
- Koenzim dalam metabolism energy dan transketolation pada HMP shunt
- Mempengaruhi produksi dan pengeluaran asetilkolin.
- Gejala kekurangan Tiamin/B1:
 Wet beri-beri edema, cor bovinum
25
 Dry beri-beri paresthesia (kesemutan)
 Infantile beri-beri pada usia 2-5 bulan setelah kelahiran bayi
 Cerebral pada pengkonsumsi alcohol Wernicke-Korsakoff
syndrome
Sumber makanan:
 Jeroan (hati, ginjal, dll)
 Legumes
 Whole-grain and enriched cereals & breads
 Wheat germ
 Kentang





Pellagra  4D (diarrhea, dermatitis, dementia, and death)
Tremor
Sore tongue (‘beef tongue’)
Low blood or urine nicotinamide
Sumber makanan: Ikan, hati, daging, unggas-unggasan, susu, telur,
gandum, kacang, leagumes.
4. VITAMIN B6
 Membentuk: pyridoxine, pyridoxal, pyridoxamine
 Koenzim dari enzim pyridoxal phosphate (PLP) yang dibutuhkan
pada proses transaminase pada metabolism asam amino.
Pembentukan neurotransmitter:
 Serotonin
 Norepinephrine
 Epinephrine
 g-amino butyric acid (GABA)
 Pembentukan heme
 Berperan dalam proses transaminase
 Defisiensi:
 Dapat disebabkan oleh karena pemakaian obat-obatan e. g.
antituberculosis drug, isoniazid (INH).
 Anemia
 Impaired cell-mediated immunity
 Defisiensi niacin/B3
 Glossitis, cheilosis, stomatitis
 Seborrheic dermatitis
 Perubahan triptofan menjadi niacin, dibutuhkan enzim PLP dalam
jumlah yang cukup.
Sumber makanan: ayam, hati, ikan, kuning telur, sereal gandum, kentang,
pisang
2. VITAMIN B2/RIBOFLAVIN
Riboflavin merupakan bagian dari 2 koenzim:
 Flavin mono-nucleotide (FMN)
 Flavin adenine dinucleotide (FAD)
- Riboflavin berperan sebagai koenzim dalam produksi energy dari
oksidasi glukosa, asam lemak, dan asam amino. Berperan dalam betaoksidasi asam lemak
Defisiensi Riboflavin:
 Stomatitis angularis
 Seborrheic dermatitis
 Cheilosis
 Glossitis (magenta tongue)
Sumber makanan:
 Susu dan makanan sehari-hari
 Jeroan
 Sayur-sayuran hijau
 Telur
 Sereal kaya gandum dan roti
5. ASAM FOLAT
 Berperan dalam biosintesis dari purine & pyrimidine
 Berperan dalam pembentukan asam amino metionin, histidin, dan
serin
 Pembentukan heme
 Katabolisme dari histidin
Defisiensi:
 Megaloblastic anemia
3. NIACIN/VITAMIN B3
 Asam nikotinik, dan nikotinamide
 Dapat disintesis dari asam amino triptofan.
Koenzim:
 NADH, NADPH pada karbohidrat, asam lemak, dan
metabolism asam amino
Defisiensi:
26
 Glossitis
 Ganguan gastrointestinal
 General weakness
 Neural tube defects (NTD)
Sumber makanan:
 Asparagus
 Bayam
 Wheat germ
 Ragi
 Legumes
 Kacang
 Hati
 Kidney/jeroan
 Gusi berdarah
 Reddish-blue spot (petechiae)
 Kelelahan
 Keram otot
 Sakit dan nyeri pada tulang, sendi, dan otot
 Penurunan nafsu makan/anoreksia
 Nafas pendek
Sumber makanan: buah jeruk, tomat, melon, merica, kol, jambu biji,
strawberi, nanas, kiwi, kentang
6. VITAMIN B12
Berperan dalam:
 Sintesis DNA
 Pertumbuhan dan perkembangan sel tubuh
 Koenzim perubahan homocystein menjadi methionine
 Metabolisme propionate, asam amino, dan karbon tunggal
(C)
 Berperan dalam Metabolism of homocysteine
 Membantu merubah homosistein menjadi asam amino
metionin
Sumber makanan: hati, jeroan, susu dan makanan sehari-hari,
daging, telur.
7. VITAMIN C
Berperan dalam:
 Pembentukan kolagen
 Antioxidant
 Synthesis of neurotransmitters norepinephrine &
serotonin
 Dibutuhkan dalam sintesis carnitine
 Memfasilitasi absorbs zat Fe (sebagai mineral tubuh)
Defisiensi sariawan
Gejala:
27
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Ket: NAD mengandung niacin
FAD mengandung riboflavin
PLP mengandung vitamin B6
*TDP (TPP) & **transketolase mengandung thiamin/Vit B1
Mineral Mayor:
1.
Mineral
 Substansi inorganic, esensial.
 Sangat vital dan penting dalam kehidupan, pertumbuhan, dan
reproduksi sel
 Harus dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang di dalam tubuh
 Ash constituents  when food is burned
 4% berat badan manusia terdiri dari 60 macam mineral.
 Ada dalam tubuh dalam bentuk bebas atau berikatan dengan
substansi lainnya.
Klasifikasi:
Macronutrient minerals (major minerals): dibutuhkan di tubuh
dalam jumlah yang cukup banyak.
Micronutrient minerals (trace elements): dibutuhkan dalam jumlah
yang relative sedikit.
Mineral yang esensial bagi tubuh manusia:
Mineral mayor: Calcium (Ca), Phosphorous (P), Potassium (K), Sulfur
(S), Sodium (Na), Chloride (Cl), dan Magnesium (Mg).
Mineral minor (Trace element): Iron (Fe), Zinc (Zn), Copper (Cu),
Iodine (I), Selenium (Se), Manganese (Mn), Chromium (Cr),
Molybdenum (Mo), dan Cobalt (Co).
Fungsi:
1. Komponen yang esensial dalam tubuh
Kofaktor dari berbagai reaksi biologis
Memfasilitasi absorbsi, pencernaan, dan transportasi makanan
Mengatur dan menjaga keseimbangan asam basa (pH)
Mengatur dan menhaga keseimbangan air
Transmisi dari impuls sarah
Mengatur kontraksi otot
Fosfor
Fungsi: memineralisasi tulang dan gigi, membantu pengeluaran energi pada
proses oksidasi dari karbohidrat, lemak, dan protein (adenosine
triphosphate/ATP), merupakan bagian integral dari DNA & RNA
(membantu sintesis DNA dan RNA). Fosfor juga merupakan komponen yang
esensial dalam tubuh: coenzyme thiamin pyrophosphate (TPP).
Sumber makanan: secara umum, sumber makanan protein = sumber
fosfor. Antara lain: daging, unggas-unggasan, ikan, telur, susu dan produk
susu, sereal, kacang-kacangan.
2. Potassium (Kalium) merupakan kation major dalam cairan intraseluler.
Kadar kalium banyak terdapat di dalam sel, berkebalikan dengan Natrium
yang merupakan kation utama dalam cairan ekstraseluler.
Kalium dibutuhkan untuk: pertumbuhan sel, reaksi biokimia, dll yang
meliputi pengeluaran energi dari makanan dan sintesis glikogen dan protein.
Sumber makanan: buah (khususnya PISANG), susu, daging, sereal, sayuran,
dan legumes.
3. Magnesium
• Menstabilkan struktur dari ATP pada reaksi ATP-dependent enzyme
• Kofaktor untuk > 300 enzim termasuk dalam metabolisme komponen
makanan dan sintesis dari produk metabolic misalnya: sintesis dari asam
lemak dan protein.
• Magnesium juga berperan dalam proses fosorilasi glukosa. Magnesium
berguna pada fosforilasi glukosa pada perubahan glukosa menjadi glukosa
6-phospat.
• Magnesium berperan dalam proses relaksasi otot
28
Sumber makanan: Nuts, Legumes, sereal, sayuran hijau tua, susu, dan
tofu.
Trace Element
Heme iron memiliki bioavailibilitas yang lebih tinggi dari nonheme iron
Sumber makanan: hati, daging, kuning telur, legumes, sayuran hijau tua,
udang, Oysters.
- Mengkonsumsi susu dan produk susu DIHINDARI untuk penyerapan iron
yang optimal.
1. Iron/Fe
Functional Iron: Hemoglobin, Myoglobin, Heme enzymes, dan
Nonheme enzymes.
Nonfunctional Iron:
 Fe disimpan dalam hati, limpa, dan sumsum tulang dalam
bentuk: Ferritin, Hemosiderin, dan Transferrin.
 Berperan dalam transport oksigen
 Sebagai kofaktor enzim:
 Terlibat dalam proses pelepasan energi selama
oksidasi makanan.
 Konversi atau mengubah b-carotene  retinol.
 Sintesis dari purin, karnitin, kolagen, neurotransmitter
dopamine, serotonin, dan Norepinefrin.
 Fe juga berperan dalam pembentukan eritrosit (hemoglobin)
dalam bentuk heme.
Defisiensi: anemia, produktivitas rendah, penurunan fungsi kognitif,
cenderung untuk lebihmudah terkena infeksi, terganggunya kemampuan
regulasi panas tubuh.
Jika ditemukan dalam jumlah berelebihan:
 Hemosiderosis (tertimbunnya hemosiderin dalam hati)
 Hemochromatosis (tertimbunnya hemosiderin dalam jaringan
lain)
Heme iron
• Iron/Fe yang dikombinasikan dengan grup heme
• Merupakan derifat dalam jumlah cukup besar pada hemoglobin
dan mioglobin molekul, yang berasal dari sumber makanan:
HEWANI.
• Diabsorbsi 25% dari dietary iron.
Nonheme iron
 Iron/Fe yang tidak berikatan dengan struktur heme.
 Ditemukan predominan pada sumber makanan
NABATI/tumbuhan
 Diabsorbsi HANYA 5% dari dietary iron.
2. Zinc/Zn
 Fungsi katalitik:
Dibutuhkan untuk fngsi biologis dari > 300 (zinc metalloenzymes)
misalnya: RNA polymerases, alkaline phosphatase, & carbonic
anhydrase.
 Berguna untuk pertumbuhan normal, reproduksi, dan sistem imun.
 Zn juga berpengaruh pada kemampuan pengecapan oleh lidah.
Kuncup kencap untk nafsu makan.
 Zn berperan dalam stabilisasi protein dan struktur dari asama nukleat.
 Fungsi structural: pada struktur Zn (Zn fingers).
 Zn2+ dikoordinasikan oleh 4 sisi rantai asam amino. Ikatan dari zinc
Fingers dengan situs ikatan DNA  menginisiasi proses
TRANSKRIPSI protein dan ekspresi gen.
Defisiensi: Retardasi/terhambatnya pertumbuhan, perlambatan kematangan
seksual, hipogonadisme dan hipospermia, lesi pad akulit, penundaan
penyembuhan luka, defisiensi imun, dan lemah dalam pengecapan
(hypogeusia).
- Pasien dengan DM tipe 1 dan 2 hyperzincuria (kadar Zn sKURANG
dalam tubuh) akan emakin parah hyperzincuria pada pasien yang mengidap
penyakit DM 1 dan 2 pada tingkat yang parah.
Sumber makanan: Oysters, kerang, ikan, daging, hati, legumes, susu, Wheat
bran.
3. Copper (Cu)
 Berperan dalam mitokondria, untuk produksi energi yang
mencakup Cu-containing transport electron protein.
 Bagian dari enzim Cu-containing SOD
 Menginduksi sintesis melanin dan katekolamin (Epinefrin,
norepinefrin, dan dopamine).
 Cu dalam seruloplasmin pengatran dalam oksidasi Fe.
 Sintesis dari kolagen dan elastin.
29

- Iodin pada susu sapi dan telur di determinasi oleh jumlah iodine dalam
makanan hewani.
- Iodin juga dapat terkandung dalam sayur-sayuran yang tumbuh di tanah
dengan kadar iodium yang cukup atau tinggi. (biasanya pada pegunungan,
kadar iodium tanah sangat sedikit tumbuhan-tumbuhannya tidak
mengandung iodium)
Cu berperan dalam komponen rantai pernapasan di dalam
mitochondria.
Defisiensi: anemia, neutropenia (jumlah neutrofil darah turun),
demineralisasi otot skeletal, depigmentasi dari kulit dan rambut, gagal
dalam erythropoiesis
Menkes’ syndrome (kinky-hair syndrome) HEREDITER
(Diturunkan).
Gejala Menkes’ syndrome yang mempengaruhi bayi pertumbuhan
yang lambat, rambut rusak (karena keratinisasi & pigmentasi),
hipotermia, perubahan degeneratif pada aorta elastin dan progressive
mental deterioration.
Sumber makanan: kerang, hati, jeroan, daging, cokelar, kacang, cereal
gandung, Dried legumes, Dried fruits.
- Susu sapi asupan Cu nya rendah (kadar Cu dalam susu rendah).
4. Iodin (I)
- Berperan dalam sintesis dari triiodothyronine (T3) & thyroxine (T4)
- Mengubah T4  T3, yang dikatalisasi oleh Se-containing 5’deiodinases
- Berperan dalam memetabolisme aktif T3 di dalam jaringan-jaringan
tubuh.
- Hormon tiroid menginduksi sintesis dari enzim dan protein lain untuk
meningktakan aktivitas metabolisme di jaringan.
Hormon tiroid sangat esensial untuk pematangan dari SSP.
Defisiensi: kematian janin atau bayi dan deficit neurologik.
- Defisit neurologik: Kreatinisme retardasi mental,
pendengaran dan kemampuan bicara terganggu, kaku, dan
perawakan pendek.
- Intellectual terganggu low IQ (berhubungan dengan
pembentukan dan pematangan SSP)
• Terganggunya sisterm reproduksi
• Hypothyroidism
• Goiter/gondok pembesaran kelenjar tiroid.
• Less energetic & inefficient
Sumber makanan:
- Iodium dalam garam
- Seafoods: clams, lobsters, oysters, sardines & ikan asin.
5. Selenium (Se)
Merupaan konstituen dari enzim 5’-deiodinases yang mengubah T4
(thyroxine)  T3 (triiodothyronine).
T3 merupakan bentuk yang aktif dari hormone tiroid.
Defisiensi:
• Keshan disease kardiomiopati pada anak-anak.
• Kashin-Beck disease preadolescent atau adolescent osteoarthritis.
Sumber makanan: Kacang Brazil, seafood, jeroan, hati, daging, unggasunggasan, grains.
JUMLAH SELENIUM PADA MAKANAN BERGANTUNG PADA
KADAR SELENIUM DALAM AIR DAN TANAH.
6. Mangan (Mn)
Merupakan komponen dari banyak enzim, antara lain:
- Enzim dalam pelepasan energi dalam metabolisme makanan
- Mitochondrial SOD
- Enzymes dalam metabolisme CHO & lipid
Mn dihubungkan dengan:
- Pembentukan dari connective & skeletal tissues
- Growth & reproduction
- Berperan dalam siklus asam sitrat membantu enzim isositrat dehidrogenase.
Bahan makanan: Blueberries, Whole grains, Legumes, Kacang, Tehm dan
Buah-buahan.
7. Chromium (Cr)
- Mempengaruhi kerja insulin dalam mempengaruhi metabolisme CHO,
lipid, & protein.
Defisiensi:
- Resistensi insulin dan beberapa abnormalitas metabolisme lipid.
30
Sumber makanan: Brewer’s yeast, Broccoli, kerang, tiram, Oyster,
Liver, Kentang, Whole grains, ayam, dan dedak/bekatul.
- Vitamin larut air: banyak dikeluarkan lewat urin; tidak memiliki prekursor.
Contoh: asam folat, niacin, dan kelompok vitamin B.
Vitamin larut air:
1. Tiamin/B1
Asetilkolin: berguna sebagai neurotransmitter untuk kontraksi otot. Ada
beberapa penyakit yang diakibatkan karena kekurangan pembentukan
asetilkolin, seperti pada Myastenia Gravis. Merupakan penyakit autoimun
yang memecah sendiri asetilkolin tubuh. Gejala yang ditimbulkan: kelopak
mata jatuh/ptosis, otot pernafasan tidak baik berkontraksi.
- Tiamin: perperan juga dalam perubahan piruvat menjadi asetil CoA.
Penyakit defisiensi tiamin adalah: beri-beri. Ada bermacam-macam jenis beriberi.
Legumes: polong-polongan.
Whole grain: punya kadar tiamin yang tinggi. Biji-bijian yang masih memiliki
kulit ari.
Organ meat: jeroan (kolesterol dan lemak tinggi).
2. Riboflavin/B2
Berperan pada betaoksidasi asam lemak.
Jika defisiensi bisa terjadi sariawan dan luka-luka di bibir. Bahan sumber:
daun hijau, sereal yang diperkaya, susu dan produk susu (low fat). Dengan
meminum susu, mengharapkan intake kalsium dan protein, tidak
mengharapkan lemak. Susu sapi baik diminum untuk anak-anak. Untuk usia
lebih dari 25 tahun, minumlah susu low fat, dan perhatikan asupan lemak.
Susu mengandung laktosa. Terkadang pada orang yang sudah lama berhenti
minum susu, sulit terbentuk enzim laktosa, sehingga laktosa tidak bisa
dicerna--> diare dan laktosa dikeluarkan lewat feses.
Untuk orang yang intolerance lactose seperti ini, diberikan yoghurt sebagai
pengganti susu. Karena pada yoghurt terdapat bakteri-bakteri baik pada proses
pembuatannya, sehingga kadar laktosa berkurang sampai 30 %. Selain itu,
pada orang lactose intolerance harus meminum susu secara perlahan, agar
enzim laktase perlahan terbentuk.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2004
Tabel bisa dilihat di slide terakhir ya.
- Ada beberapa jenis vitamin yang dibentuk oleh tubuh manusia, akan
tetapi hanya sedikit saja macamnya.
- Vitamin ada yang natural dan sintesis, secara kimia tidak jauh berbeda,
karena bioavailibilitasnya sama.
- Megadose vitamin: misalnya vitamin C 1000mg.
Megadose vitamin adalah vitamin yang digunakan dalam dosis besar
karena tujuan tertentu seperti untuk awet muda, tidak keriput, tidak
cepat tua. Biasanya vitamin tersebut dimasukan dengan cara
injeksi/parenteral masuk lewat darah.
- Jika vitamin dikonsumsi lebih dari recommended dose disebut:
megadose vitamin. Biasanya lebih dari 10 kai lipat recommended dose.
Vitamin: ada yang larut lemak dan ada yang larut air.
- Vitamin larut lemak: punya prekursor tertentu, seperti vitamin A yang
prekursornya beta-karoten; sedikit dikeluarkan lewat urin; tidak boleh
dikonsumsi berlebihan, karena dapat menimbulkan efek samping;
contoh: vitamin A, D, E, K.
3. Niacin/B3
Susu merupakan sumber makanan yang baik untuk vitamin-vitamin.
31
Jumlah yang dibutuhkan cukup banyak bagi tubuh. Untuk metabolisme energi
4.Vitamin B6: koenzim metabolisme protein.
Transaminasi: piridoksal pospat. Untuk pengubahan triptofan menjadi
niacin dibutuhkan enzim PLP.
1. Fosfor: untuk reaksi DNA, RNA. Komponen TPP. Fosfor banyak pada
hewani. Poultry: unggas-unggasan.
Penyakit ginjal: konsumsi proteinnya dibatasi, pilihlah protein-protein yang
esensial yang didalamnya terdapat protein yang hanya bisa didapat dari luar.
Pada penyakit ginjal, ambil protein yang kadar pospornya kecil. Fosfor
banyak pada pisang dan kiwi. Kalium tinggi pada pisang dan kiwi.
Major element ada 3: pospor, kalium, dan magnesium.
5. Asam folat amat penting. Terutama untuk kasus yang akhir-akhir ini
banyak terjadi, Neural Tube Defect (NTD), karena terjadi kegagalan
penutupan neural tube pada minggu ke-3 kehamilan. Asam folat
dikonsumsi pada ibu-ibu yang berencana untuk hamil. Jangan saat ibu
hamil, karena sudah telambat mengkonsumsinya.
Asam folat yang diambil dari sayur-sayuran harus dikonsumsi dalam
waktu yang tidak lama dari waktu pembuatan, karena vitamin akan
hilang jika mengkonsumsi setelah waktu masaknya sudah cukup lama.
Hiperhomosistein terjadi karena defisiensi vitamin
B12/cyanocobalamin, banyak terjadi akhir-akhir ini, hubungannya
dengan terjadinya penyakit kardiovaskular. Vitamin B12 hanya terdapat
pada hewan. Sangat berisiko terjadi pada orang yang vegetarian.
Trace Element
1. Iron/Fe: nonfungsional disimpan dalam bentuk: ferritin, transferrin, dan
homosiderin. Pada anemia, kadar iron tinggi, terjadi hemosiderosis, besi
menumpuk dalam hati dan jaringan lain. Pada pembentukan hemoglobin,
dibutuhkan heme yang didapat dari Fe dan globin yang didapatkan dari
protein.
- Siklus TCA: peran Fe ada pada 2 proses.
Gambaran patologi anatomi: ada kecokelatan di dalam sel: hemosiderosis.
- heme iron: animal origin
- non-heme iron: 5%, dari tumbuh-tumbuhan.
Oysters: tiram
- Fe tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan susu: pencernaan dan
penyerapan akan terhambat.
- Taste bud: pada manula: defisiensi Zn umumnya. Pada manula taste budnya
sudah tidak begitu baik, jadi tidak selera makan, terjadilah defisiensi Zn pada
manula. Oleh karena itu, pada manula diberikan rempah-rempahan yang
banyak agar enak. Berikanlah vitamin yang bayak mengandung Zn pada
manula.
Pada pasien DM 1 dan 2, terjadi hiperzincuria (kekurangan Zn). Oleh karena
itu orang Diabet butuh tambahan Zn. Makin parah DM, makin parah
hiperzincuria, dan makin sedikit kadar Zn.
6. Vitamin C
Untuk sintesis kolagen. Sintesis neurotransmitter. Carnitin: untuk
metabolisme asam lemak. Orang pada penyakit berat: carnitin sedikit,
metabolisme asam lemak buruk karena butuh vitamin C. Cabbage: kol.
Kolagen dibuat dari sayur dan buah. Kolagen baik untuk kekencangan
kulit.
Mineral
Merupakan substansi inorganik, amat vital dan esensial bagi tubuh.
Malnutrisi: tidak hanya karena makronutrien.
- Walau jumlah sedikit, tapi vitamin penting. Untuk metabolisme
makronutrien. Jumlah mikronutrien harus cukup dan seimbang. Apalagi
orang sakit, butuh mineral sangat banyak.
- 4% BB tubuh: ada 60 mineral. Ada yang bebas, dan ada yang terikat
dengan substansi lain. Mineral ada: makro dan mikro. Mikro elemen
mineral (trace element): dibutuhkan sangat sedikit jumlahnya, tapi
sangat esensial.
Major mineral
2. Cuprum
Membantu rantai pernapasan pada mitokondria.
32


Sebagai transport. Defisiensi cuprum: kulit dan rambut mengalami
depigmentasi. Coklat: sebagai antioksidan dan sumber Cu yang baik.
Coklat mengandung susu, gula, dan lemak yang tinggi, oleh karena itu
makanlah dark coklat.
Clams: tiram/kerang-kerangan. Tanaman yang ditanam di tanah yang
kaya iodium, akan menghasilkan sayuran yang tinggi kadar iodium juga.
ENERGI PANAS : istirahat
PANAS + KERJA : otot-otot aktif
HUKUM TERMODINAMIKA I
1. Energi tidak bertambah atau berkurang pada waktu berubah
dari suatu bentuk ke bentuk lain
2. Energi yang masuk = energi yang keluar
 Hal ini disebabkan karena energi tidak dapat
diciptakan/dimusnahkan
3. Selenium
Konstituen enzim
tergantung air dan tanah: kacang, grain
4. Mangan (Mn)
Membantu pada proses siklus TCA
5. Cromium (Cr): abnormalitas beberapa metabolisme lipid. Untuk
orang DM, mengkonsumsi Cromium untuk mengurangi resistensi
insulin.
Kidney: dari jeroan.
METABOLISME ENERGI
Metabolisme adalah semua perubahan kimia dan energi yang terjadi
di dalam tubuh. Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa ada dua
sudut pandang terhadap kata metabolisme; yaitu:
1.Metabolisme materi/ intermedier
Adalah tinjauan perubahan kuantitas-kualitas biomolekular tubuh
berdasarkan perubahan pelbagai bahan dalam tubuh selama proses
kehidupan:
 proses pertumbuhan, menjadi
 keadaan seimbang dewasa, menjadi
 proses involusi pada usia lanjut
2. Metabolisme (pertukaran) energi

perubahan energi kimia bahan makanan

dikeluarkan sebagai
Kerja internal:
Energi  1.MEMPERTAHANKAN HIDUP
• KERJA JANTUNG
• RESPIRASI
• TRANSPORT AKTIF
• PERTUMBUHAN DAN PERGANTIAN SEL
2. KONTRAKSI OTOT
• MEMPERTAHANKAN SIKAP TUBUH
• MENGGIGIL
Kerja eksternal:
33
Energi  KONTRAKSI OTOT UNTUK MENGGERAKKAN
BENDA/ PERGERAKAN TUBUH KE SUATU
TEMPAT
LAJU METABOLISME/METABOLIC RATE
• Kecepatan penggunaan energi untuk kerja internal dan eksternal
• Energi/satuan waktu (daya)
• Kecepatan produksi panas (kkal/jam)
Cara pengukuran metabolisme energi:
• Kalorimeter langsung
 Pengukuran produksi panas (dengan kalorimeter)
• Kalorimeter tidak langsung
 Pengukuran konsumsi oksigen
 MAKANAN + O2  CO2 + H2O + ENERGI
1. LINGKARAN TERTUTUP
2. LINGKARAN TERBUKA
Tujuan pengukuran:
• Keperluan kalori untuk basal/bermacam-macam aktivitas
• Diet
• Diagnosis
Faktor yang mempengaruhi:
• Kerja otot
• Asupan makanan yang terakhir
• Suhu lingkungan
• Tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang
• Jenis kelamin
• Umur
• Emosi
• Iklim
• Suhu tubuh
• Kehamilan, laktasi, haid
• Kadar tiroid darah
• Kadar nor/epinefrin darah
Specific Dynamic Action (SDA)
= Efek Kalorigenik Makanan = Diet-induced Thermogenesis
• Adalah kenaikan laju metabolisme setelah makan
 Protein
: 30%
EKUIVALEN ENERGI OKSIGEN
Jumlah kilokalori panas yang diproduksi /liter O2 yang digunakan
untuk oksidasi bahan makanan
Karbohidrat : 5.04 KCAL/L O2
Lemak
: 4.68 KCAL/L O2
Protein
: 4.5 KCAL/L O2
RQ (RESPIRATORY QUOTIENT)
RQ = VOL.CO2 YG DI PRODUKSI
VOL.O2 YG DI KONSUMSI jaringan/sel/organ per jangka
waktu tertentu
- RQ ditentukan oleh JENIS dan PROPORSI makanan
dioksidasi
- Dari RQ dpt diketahui jenis makanan yg digunakan sbg
sumber energi.
- Pd respirasi aerobik: oksidasi lemak  RQ 0.7, oksidasi
protein  RQ 0.9, oksidasi KH  RQ 1.0
- Bila RQ > 1.0 berarti respirasi anerobik
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi RQ adalah:
1. HIPERVENTILASI (GERAK BADAN)
produksi CO2   RQ
2. HIPOVENTILASI
produksi CO2   RQ 
3. METABOLIC ACIDOSIS
produksi CO2  RQ 
4. METABOLIC ALKALOSIS
produksi CO2  RQ
5. BIN. HIBERNASI/GLUKONEOGENESIS
Lemak  Karbohidrat RQ < 0.7
6. BIN.POTONG YG DIBUAT GEMUK
Karbohidrat  Lemak  RQ > 1.0
34


Lemak
: 4%
Karbohidrat : 6%
OBESITAS
• Kelebihan jumlah lemak dalam jaringan adiposa
• Overweight >20% (N)
• Asupan kalori yang berlebihan
Untuk pengaturan hormon, sama seperti kuliah yang sebelumsebelumnya; ingat untuk mempelajari kerja insulin-glukagon: enzim
apa yang dipengaruhinya, kapan hormon tersebut diaktifkan, dan
bagaimana mekanisme regulasinya.
PENGATURAN SUHU TUBUH
Suhu tubuh dibagi menjadi dua parameter: (1) Suhu kulit/permukaan
yang bersifat poikiloterm; dan (2) Suhu organ dalam/inti yang
bersifat homeoterm. Suhu tubuh dapat diukur di:
• Aksila --> kurang menggambarkan suhu inti
• Cavum oral   0.6OC < rektum
• Rektum --> suhu >>
• Membran timpani
• Faktor yang mempengaruhi:
– Vaskularisasi
– Lingkungan
Terdapat variasi suhu inti dalam beberapa keadaan, contohnya:
• S.TERENDAH : 06.00-07.00
S.TERTINGGI : 17.00-19.00
• WANITA: Monthly Rhythm = 0.5OC > pada ½ siklus haid
kedua
• EXERCISE : suhu  40OC
• SUHU UDARA PANAS >>
: suhu naik
• SUHU UDARA DINGIN >>: suhu turun
PERTUKARAN PANAS TUBUH DENGAN LINGKUNGAN
• Radiasi
• Konveksi dan konduksi
• Evaporasi
– pasif: insensible water loss = terus-menerus
– aktif : berkeringat (simpatis)
• Faktor yang mempengaruhi :
• Kelembaban udara
• Aliran udara
GANGGUAN SUHU TUBUH
• Hipertermia
– Aktivitas fisik
– Patologik (Tiroid, Medula Adrenal, Hipotalamus)
• Kelelahan
• Heat stroke
35
• Demam
• Hipotermia
• Frostbite
# untuk mekanisme demam dll bisa dilihat di slide; coba pelajari
dengan mengikuti alur pada bagan tersebut
PEMERIKSAAN LAB KELENJAR TIROID DAN PARATIROID
Suzanna Immanuel
Gambar2 liat di slide ya!!
AKLIMATISASI
• Adaptasi proses fisiologis terhadap berbagai keadaan
lingkungan yang terjadi secara alamiah  aklimatisasi panas/
aklimatisasi dingin
• Keuntungan aklimatisasi panas:
- meningkatkan toleransi exercise di lingkungan yang panas
- mengurangi terjadinya /keparahan gejala heat illness (
heat cramps, heat syncope dan heat exhaustion)
- ↑kinerja seseorang dengan ↓beban kardiovaskuler, suhu
dan metabolik
Gejala aklimatisasi terhadap panas:
• Kinerja <
• Suhu tubuh ↑
• Badan lemah dan sakit  Keringat >> dan kehilangan NaCl
• Adaptasi awal: 1-5 hari
• Maksimum: 5-8 hari
• Aklimatisasi penuh: dicapai dalam 14 hari
& Ketika aklimatisasi tercapai:
• Toleransi kerja ↑
• Suhu badan hanya ↑ sedikit
• Pengeluaran keringat lebih awal; Volume >>
• Konsentrasi Na+↓  Sekresi aldosteron ↑
Aklimatisasi dingin: kebalikan aklimatisasi panas, ketika sudah
tercapai:
• Laju metabolisme ↑
• Kemampuan insulasi ↑ (Lemak>)
• Mampu menahan dingin tanpa menggigil
1. KELENJAR TIROID
Seperti kita tahu Kelenjar tiroid terletak di bawah laring, di permukaan
anterior leher. Apa aja yang dihaslkan oleh kelenjar tiroid? Ada hormon
tiroid yang penting dalam metabolisme, dan ada kalsitonin yang dihasilkan
oleh sel-sel parafolikuler tiroid yang penting dalam mengatur kadar Ca2+
dalam darah .
Hormon tiroid ada dua: T3/triiodotironin dan T4/tetraiodotironin. T3
sebenarnya adalah T4 yang kehilangan satu ion I di cincin luarnya (lihat
gambar slide 6). Kalo reverse T3, itu adalah T4 yang juga kehilangan satu
ion I, tapi lepasnya itu di rantai dalamnya.
Pengaturan hormon tiroid pokoknya menurut aksis hipotalamus-hipofisistiroid. Hipotalamus mengeluarkan TRH, hipofisis terangsang untuk
mengeluarkan TSH, dan selanjutnya tiroid akan menghasilkan hormonnya.
Pengaturannya melalui umpan balik negative oleh T3 dan T4(mekanismenya
pasti temen2 udah pd paham ya)
Kelenjar tiroid ini fungsinya banyak dan penting sekali, sehingga
dinamakan “the heart of metabolism”. Meliputi tumbuh kembangreproduksi-metabolisme energi-metabolisme protein, karbohidrat, lemaksistem KV- otot, otak, dan juga saraf kita.
Abnormalitas tiroid apa aja? Ada 3:
Simple goitertiroid membesar akibat kekurangan iodine dlm
dietkita tahu iodine dibutuhkan untuk sintesis hormone tiroid.
Nah, kalo iodine kurang, otomatis hormone yang dibikin gak bisa
banyak. Makanya, hormone yang sedikit ini tidak akan mampu
memberikan inhibisi umpan balik ke jalur d atasnya(TSH dan
36
seterusnya). Sehingga, TSH akan terus menerus bekerja,
-
-
Lalu mulai periksa penanda fungsi tiroidnya. Yang paling awal dan
menjadikan kelenjarnya hiperaktif, dan jadilah dia goiter.
paling sensitive untuk screening itu adalah memeriksa kadar TSH.
Hipotiroidismekadar hormone tiroid dlm darah rendah
Ini juga biayanya cukup murah.
,disini TSH akan ↑
-
Setelah cek TSH, lanjut kita cek kadar FT4/free T4 nya
Hipertiroidismekadar hormone tiroid dlm darah tinggi, dan
-
Bisa juga kita periksa penanda imunnya, misal periksa Tiroglobulin
TSH akan ↓
pda pasien curiga Ca tiroid, periksa Anti-tiroglobulin, periksa antiTPO(anti-Tiroid peroxidase) pada penyakit hashimoto, dan periksa
Perlu kita tahu, hipo maupun hipertiroidisme ada yang tipe subklinik.
Jadi, secara klinis pasien belum menunjukkan gejala.
Nah, alat diagnostiknya apa aja?
Pertama selalu anamnesis dan PF yaa
TRAb (Tiroid receptor antibody) yang spesifik pd grave’s disease
-
Selain itu, ada juga pemeriksaan USG, Iodine Radioaktif/RAI, dan
biopsy atau sitologi.
Secara sederhana, pokoknya begitu pasien datang dengan masalah tiroid,
kita ukur TSH nya. Kalo tinggi, curigai pasien hipotiroid. Kenapa? Karena
kan TSH tinggi karena gak diinhibisi oleh hormone T3 dan T4. Berarti,
hormonnya Cuma dikithipotiroid. Nah, lanjut ke periksa FT4. Kalo
rendah ,yaudah bener hipotiroid. Kalo normal, berarti hipotiroid subklinik.
Begitu jg dengan kasus hipertiroid.
Bisa dikatakan TSH ini sangat bergantung pada umpan balik negatif.
Ingat, TSH adalah pemeriksaan fungsi tiroid awal yg paling baik.
a. Hipertiroidisme
Tanda dan gejala : cemas, gelisah, banyak keringat, palpitasi, susah tidur,
kurus, tidak tahan panas, susah menelan, dsb.
Penyebab:paling banyak grave’s disease apalagi pd wanita. Bisa jg krn
goiter multinodular toksik, atau bisa krn penyakit yg jarang misalnya
tiroiditis, fenomena Job-Basedow/kelebihan I-, atau struma ovarii.
Hasil Pemeriksaan Lab: TSH rendah bahkan kadang tidak terdeteksi. FT4
atau FT3 tinggi, leucopenia ringan, anemia, alkalin posfatase ↑, Ca2+
sedikit ↑, albumin dan kolestrol ↓.
37
Grave’s disease Hampir 60-80% tirotoksikosis disebabkan oleh
penyakit ini. Penyakit ini berkaitan dengan genetic yaitu asosiasi
dengan gen HLA-DR3. Penyakit ini bersifat autoimun, yaitu
terbentuk antibody yang menekan reseptor TSH melalui aktivitas
intrinsik. Antibody ini ada bermacam2, tapi yang kebanyakan
ditemukan pada kasus adalah antiboodi TSI/Tiroid Stimulating
Immunoglobulin. TSI inilah yang melawan reseptor TSH sehingga
kelenjar tiroid mengalami stimulus berlebihan dan akhirnya
kehilangan daya inhibisi oleh T3 dan T4. Akibatnya, terjadi
peningkatan produksi hormon tiroid. TSI ini tersusun atas
peroksisom dan tiroglobulin dan merupakan antibody spesifik untuk
graves disease. TSI ini juga tidak dipengaruhi oleh umpan balik
negative oleh hormone tiroid, sehingga sekresi dan pertumbuhan
tiroid akan terus berlangsung.
kalsium dalam tubuh. Hormone yang dihasilkan tentunya adalah
Parathyroid Hormone/PTH. PTH ini akan meningkatkan kadar kalsium di
darah dengan berbagai mekanisme.
Jd, udah tahu ya, kadar kalsium kita tidak hanya diatur oleh kalsitonin,
tapi juga oleh PTH, organ targetnya juga tidak hanya tulang, tapi juga usus
dan ginjal.
So, kerja si PTH dan kalsitonin ini berlawanan. PTH akan kerja kalo kadar
kalsium darah rendah, dia akan meningkatkannya dgn cara mengambil dr
tulang(↑kerja osteoklas), mengambil dr usus lewat pengaktifan vitamin D,
dan mereabsorpsi dr ginjal. sebaliknya, kalsitonin akan bekerja saat kadar
kalsium dlm darah tinggi dgn cara meningkatkan deposisi kalsium ke tulang.
Untuk diagram yg lebih detail bisa liat di slide ya
Perlu dketahui, sekresi PTH itu bergantung banget sm kadar kalsium di
darah. Selain itu, jg dipengaruhi oleh vitamin D dan Magnesium. Keadaan
Hipermagnesia akan menghambat sekresi PTH. Oia, PTH juga menghambat
reabsorpsi dari Pi, HCO3-, asam amino, Na+, c-AMP, dan K+
b. hipotiroidisme
a. Hiperparatiroidisme
Tanda dan gejala: mengantuk, lemas, hilang ingatan, susah
konsentrasi, kulit kering, goiter, depresi, BB naik, tdak tahan
dingin,dll
Penyebab: autoimun (pd hashimoto dan atrophic tiroiditis), zat-zat
yg Latrogenik (misal krn iodium radioaktif, tiroidektomi), obat-obat
anti tiroid, iodium berlebih, litium, ataupun krn kekurangan iodium
dan krn penyakit2 inflitratif.
Hasil Pemeriksaan Lab: TSH ↑, FT4↓, antibody TPO (+), anemia, LDL
dan Kolestrol ↑, hiponatremi. Pd ibu hamil dgn anti TPO (+), rentan
mengalami keguguran dan risiko tiroiditis stlah melahirkan
meningkat.
Artinya ada hipersekresi hormon tiroid. Bisa diakibatkan oleh adanya
adenoma, hyperplasia, kanker, dll. Kr n hormone yg dihasilkan banyak bgt,
kalsium yg di darah akan jadi tinggi sekali. Efeknya: gangguan GI,
keratopati, urolitiasis, dan fraktur tulang. Karena reabsorbsi HCO3akan amat di inhibisi, maka bisa terjadi asidosis hiperkloremik akibat
kurangnya HCO3-.
b. Hipoparatiroidisme
Berkurangnya sekresi hormone tiroid dpt diakibatkan oleh penyakit
autoimun, aplasia, atau karena kelenjar ini tidak sengaja terangkat saat
operasi.
Pseudohipoparatiroidisme:
gejala
dan
tanda
sm
kayak
yg
hipoparatiroidisme, tp PTH nya bisa normal/tinggi. Penyebabnya adalah
kegagalan organ target dalam merespon hormone paratiroid.
2. KELENJAR PARATIROID
Jumlahnya 4, ukurannya kecil, ada di permukaan posterior dari
kelenjar tiroid yang tadi. Fungsi utamanya adalah mengatur kadar
38
Pseudopseudohipoparatiroidisme: kalsium dan posfornya bisa
normal, PTH jg bs normal. Tp ada tanda dan gejala orang hipotiroid.
Gigantisme ini dicirikan dengan peningkatan ukuran tubuh, yang
disertai dengan tangan dan kaki yang panjang
 Tapi, apabila peningkatan hormon pertumbuhan timbul setelah epifisis
menutup, maka akan terjadi akromegali. Pada akromegali, pertumbuhan
yang terlihat jelas adalah yang di tulang-tulang wajah, kaki dan tangan.
Densitas tulang belakang dan pinggul juga dapat meningkat
(hiperostosis). Selain itu, juga terjadi pembesaran tulang rahang, dan
pembesaran wajah bagian bawah.
 Kelebihan hormon pertumbuhan juga dikaitkan dengan beberapa
gangguan, seperti disfungsi gonadal, diabetes mellitus, kelemahan
otot yang merata, hipertensi, arthritis, gagal jantung kongestif, dan
osteoporosis.
PATOLOGI ANATOMI ENDOKRIN
HIPOFISIS
Adenoma Fungsional
Adenoma Sel Kortikotrof
 ditemukan kecil/besar
 tumor ini sel-selnya basofilik atau kromofob
 dan apabila diwarnai dengan periodic acid-Schiff (PAS) akan
postif karena adanya karbohidrat pada molekul precursor ACTH
 Adenoma kortikotrof ini akan menyebabkan produksi ACTH yang
berlebihan  akibatnya terjadi hipersekresi kortisol di adrenal
dan terjadi Cushing Syndrome (hypercortisolism)
 Kadng juga dapat terjadi hiperpigmentasi akibat efek
stimulatorik produk molekul precursor ACTH pada melanosit
Prolaktinoma/ adenoma laktotrof
 Merupakan tipe adenoma hipofisis yang paling sering terjadi
 Ukurannya bervariasi dari mikroadenoma yang kecil hingga besar
 secara Mikroskopik tersusun atas sel-sel yang bersifat asidofilik atau
kromofob
 Dapat ditemukan prolaktin, dalam granul-granul, pada sitoplasma sel
apabila dilihat secara imunohistokimia
 Protein yang disekresi oleh tumor ini efisiensinya tinggi (maksudnya
biarpun mikroadenoma itu hanya mensekresi sedikit prolaktin, sudah
cukup untuk membuat hiperprolaktinemia), dan konsentrasi serum
prolaktin itu meningkat seiring bertambah besarnya ukran adenoma
 Peningkatan serum prolaktin atau prolaktinemia, dapat menyebabkan
amennorhea, galactorrhea, kehilangan libido, infertilitas. Biasanya
diagnosis adenoma ini lebih cepat pada perempuan, terutama yang
berumur 20-40 tahun, karena gangguan pada menstruasinya.
 Sebaliknya, pada pria dan wanita yang tua, efek hormonal yang terjadi
kurang nyata
Adenoma Sel Somatotrof
 tumor ini sel-selnya dapat mensekresi hormon pertumbuhan
 Mikroskopik : tersusun atas sel-sel bergranula (bisa
asidofilik/kromofob)
 dalam pewarnaan imunohistokimia, terlihat adanya hormon
pertumbuhan di dalam sitoplasmanya
 Hipersekresi persisten hormon pertumbuhan menstimulasi
sekresi IGF1 oleh hati, inilah yang kemudian menyebabkan
timbulnya manifestasi klinik.
 Apabila terjadinya pada anak, sebelum epifisisnya menutup,
peningkatan hormon pertumbuhan menyebabkan gigantisme.
39
Adenoma Non-Fungsional
-
Adenoma Sel Null
 tidak memiliki produk hormon yang dapat dideteksi
 selnya bisa kromofob atau sel bergranula dengan sitoplasma
eosinofilik
 sitoplasma bergranula pada tumor ini bukan karena ia punya
produk hormon, tetapi karena tumor ini memiliki banyak
mitokondria
 Pasien dating dengan keluhan akibat efek massa
 Lesinya juga dapat mendesak jaringan hipofisis anterior lain yang
masih sehat  sehingga menyebabkan hipopituitarism
-
kelainan dalam kelenjar misalnya akibat ablasi, adenoma, nekrosis,
dan sindrom sella kosong…yang dapat mengenai satu, dua, atau
lebih hormon tropik
kelainan pada tangkai misalnya akibat penekanan tumor pada
kraniofaringioma, meningioma, dan glioma
dan kelainan pada hipotalamus yang lebih jarang terjadi, misalnya akibat
tumor di hipotalamus
Nekrosis Iskemik hipofisis dan Sindrom Sheehan
 iskemik nekrosis pada hipofisis anterior merupakan sebab insufisiensi
hipofisis
 Sebenarnya, hipofisis anterior itu dapat mentoleransi iskemi cukup
baik, kehilangan hingga setengah parenkimnya pun tidak menimbulkan
manifestasi klinik. Tapi, apabila kerusakan mencapai 75% atau lebih,
akan terjadi hipopituitarisme.
 Sindrom Sheehan atau nekrosis hipofisis anterior post-partum
merupakan bentuk yang paling umum dari nekrosis iskemik yang
signifikan secara klinis
 Selama kehamilan, hipofisis anterior itu membesar hingga dua kali
lipat. Ekspansi fisiologis kelenjar ini tidak diikuti dengan peningkatan
supali darah dari sistem vena yang bertekanan rendah, dan dari sinilah
terjadi anoksia hipofisis. Akibatnya, infark yang tiba-tiba lobus
anterior dapat mendorong terjadinya perdarahan atau shock.
 kausa yang lain  sickle cell anemia dan sindroma vaskulitis (dimana
terjadi nekrosis, dan perdarahan sehingga cairan masuk ke cairan
serebrospinal dan menyebabkan panas dan kejang, apopleksi hipofisis)
o apopleksi hipofisis merupakan suatu perdarahan yang tiba-tiba
pada kelenjar hipofisis dan presentasi klinik yang terjadi adalah
sakit kepala yang onsetnya mendadak, diplopia akibat tekanan
pada nervus okulomotor, dan hipopituitarisme
Adenoma Campuran
 Adenoma hipofisis juga dapat menghasilkan lebih dari satu
hormon
 Misalnya adenoma sel somatotrof yang biasanya mengandung
prolaktin
 Atau, pada keadaan lain, memang terdapat lebih dari satu jenis
populasi sel pada adenoma itu, atau memang ada suatu sel yang
dapat mensintesis lebih dari satu hormon
Karsinoma Hipofisis
 Sangat jarang ditemukan, dan Kebanyakan tidak fungsional
 Pada saat didiagnosis dapat menunjukkan adanya metastasis ke
limfonodus, tulang, hati, atau tempat lainnya
Hipopituitarisme  menunjukkan adanya penurunan sekresi hormon
hipofisis, yang dapat disebabkan adanya kelainan di hipotalamus atau
di hipofisis. Kebanyakan kasus hipofungsi ini disebabkan oleh suatu
proses destruktif yang secara langsung melibatkan hipofisis
anterior, seperti tumor, nekrosis iskemik hipofisis, sindrom sella
kosong, dan sebab-sebab lainnya.
Kelainan pada hipofisis dapat dibagi menjadi :
Empty sella syndrome
 jarang terjadi
40
 merupakan suatu kondisi yang dapat merusak sebagian atau
smeua kelenjar hipofisis, misalnya akibat ablasi hipofisis karena
radiasi atau pembedahan, nekrosis, radang, infark fibrosis, atau
herniasi arachnoid, yang membuat sella kosong
 Sindrom sella kosong ini menunjukkan adanya sella tursica yang
kosong dan membesar yang tidak mengandung jaringan hipofisis
 Gejala bervariasi :
o jika terjadi pada anak  hambatan pertumbuhan
o pada dewasa, gejala mirip hipogonadisme  tidak ada
rambut aksila dan pubis, atrofi genital dan payudara,
amenorrhea, hipotiroidisme, dan hipoadrenalisme
 optalmopati pada penyakit Graves disebabkan oleh kombinasi
infiltasi leukosit, pengendapan mukopolisakarida, dan adipogenesis
di jaringan ikat orbita  sehingga terjadi eksoptalmus
 dermopati, kadang disebut miksedema pretibia, bermenifestasi
sebagai edema di bagian dorsal kaki disertai infiltrasi limfosit
pada dermis dan subkutis
 seringnya pada dekade 3-4
 lebih sering tjd pada wanita, dg perbandingan 5-7 : 1
 penyakit autoimun, sehingga dlm serumnya itu ada autoantibody
thdp. reseptor TSH(yg paling utama), peroksisom tiroid, dan
tiroglobulin
 ditemukan : HLA Dr3 (+), TGI +(TGI = thyroid growth stimulating
immunoglobulin, antibody, yang menyebabkan proliferasi epitel
folikel tiroid), TSI +(TSI = thyroid-stimulating immunoglobulin,
suatu antibody yang akan mengikat reseptor TSH  merangsang
jalur adenilat siklase/cAMP  peningkatan h. tiroid)
 kelenjar tiroidnya membesar difus, simetris, warna merah-coklat
mengandung banyak folikel dengan sedikit koloid (krn koloidnya
diambil secara aktif oleh sel folikuler)
 sel epitelnya berbentuk torak, betumpuk (krn ada hiperplasia), dan
menonjol ke arah lumen
 juga dapat ditemukan sebukan limfosit
 temuan laboratorium : T3+T4 tinggi, penyerapan yodium radioaktif
tinggi, TSH rendah
Kelenjar Tiroid
 selnya memebentuk susunan folikel, hasilkan hormon tiroid
 ada juga sel parafolikuler, Sel C, yang menghasilkan hormon
kalsitonin yang bersama PTH (dr kel paratiroid)berperan
dalam menjaga kadar kalsium dalam darah
Dalam masalah-masalah kel tiroid, ada beberapa penyebab pasien
datang ke dokter :
1. pembesaran kelenjar
 struma adenomatosa, adenoma, tiroiditis
2. hipertiroidisme
 struma toksik, adenoma toksik, penyakit Graves
3. Hipotiroidisme
 kekurangan hormon iodium yang endemik, sporadik, radang,
autoimun
Penyakit Graves
 penyebab tersering hiperparatiroidisme endogen
 dicirikan gg. adanya trias manifestasi 
hipertiroidisme
optalmopati infiltratif
disebabkan karena
dermopati infiltratif
endapan mukopolisakarida
hidrofilik
Krisis tiroid
 tirotoksikosis mendadak dan berat
 penyebabnya:
o tiroidektomi subtotal
o infeksi
o trauma
o stress
 ada peningkatan kadar T3 dan T4
 20% fatal
41
Tiroiditis Granulomatosa Subakut (Tiroiditis de Quervain)
lebih jarang dari Hashimoto
sering didahului oleh infeksi virus, seperti gondongan, influenza
secara macros: tiroid membesar hingga 3x awal, asimetrik, ada
fibrosis
Miksedema
 terjadi pada dewasa
 penderitanya : lesu, tidak tahan dingin, bicaranya lambat, ada
edema di sekitar mata. kulit: dingin, kasar, dan pucat. karena
pergerakan usus lambat  konstipasi  perutnya menjadi
buncit. Jantung membesar, tetapi denyutnya menurun
 temuan laboratorium : T3+T4 rendah, penyerapan yodium
radioaktif rendah, TSH tinggi
Tiroiditis (Struma) Riedel
ditandai dengan adanya fibrosis ke luar simpai/kapsul tiroid 
sehingga terjadi perlengketan dengan jaringan sekitar  terjadi
gangguan napas, menelan
Tiroiditis
 peradangan kelenjar tiroid
 diklasifikasikan berdasarkan kecepatan onset (akut, subakut,
kronik), dan respons peradangan yang predominan
(polimorfonukleus, limfositik, atau adenomatosa)
Struma Non Toksik
non toksik berarti pada struma ini kadar tiroid dalam batas normal
ada yang endemic dan ada juga yang sporadic
Struma non toksik Endemik
o biasanya terjadi di daerah pegunungan yang kadar
iodiumnya rendah/ goitrogennya tinggi (goitrogen itu zatzat yang dapat menekan sintesis hormon tiroid)
o karena iodium kurang  sintesis hormon menurun - TSH
akan meningkat, sel epitel folikel mengalami hyperplasia—
sehingga kadar tiroid tetap normal (eutiroid)
struma non toksik sporadic
- lebih jarang terjadi
merupakan kelainan herediter, yang menyebabkan kebutuhan
iodium lebih tinggi dibanding orang kebanyakan
Tiroiditis Kronik
10-20%
ada infiltrasi limfosit yang local/difus
ada fibrosis, centrum negatif
terjadi tirotoksikosis akibat pelepasan h. tiroid yang tinggi
 lama-lama jadi hipotiroid
bisa sembuh tanpa cacat
Tiroiditis limfositik kronik/ tiroiditisHashimoto
penyebab tersering hipotiroid
merupakan penyakit peradangan autoimun pada tiroid
normal ----tirotoksikosis----hipotiroid
macros: tiroid membesar, simetris, keras dan elastis
micros: infiltasi luas parenkim oelh infiltrate peradangan
limfosit, juga ada sentrum germinativum, folikel tiroid
atrofik
Adenoma Folikuler
tunggal, bersimpai, folikel-folikelnya uniform
jenisnya: makrofolikuler, mikrofolikuler, fetal, dan embrional
macros : bulat, berkapsul lengkap, terdapat degenerasi kistik
micros : folikle tiroid jelas dan ukurannya sama besar
diagnosis bandingnya dengan karsinoma folikuler yang
berdifrensiasi baik dan dengan nodul adenomatosa
42
Nodul
-
adenomatosa
besarnya bervariasi
berat : 50- 800 gr
makros : ada perdarahan, fibrosis, dan kalsifikasi
micros: ada danau koloid, ada perdarahan, kalsifikasi,
fibrosis, serta infiltrasi limfosit
-
o syndrome ca meduler tiroid
o kalsium darah rendah + hipertensi
MEN III (IIB)
o terdiri atas : feokromositoma, karsinoma meduler tiroid,
GI neuromatosis, habitus marfanoid
Kelenjar Adrenal
Korteks:
Hipoadrenalisme
dapat disebabkan oleh kerusakan korteks yang luas dari kedua
kelenjar atau karena insufisiensi ACTH
Gambaran Klinik : hipotensi, pigmentasi kulit dan mukosa, gangguan
GI
manifestasi :
o penyakit Addison
o steroid adrenal atrophy
o hipokortikalisme pada bayi dan neonates
o perdarahan adrenal
Hiperadrenalisme
ada tiga jenis kelainan klinik yang penting
o sindrom adrenogenital----berkaitan dengan hiper
androgen adrenal
 cirri tergantung umur dan sex
o sindrom cushing---hipersekresi kortisol----disebabkan
oleh hiperplasi/ adenoma
cirri-ciri:
 obesitas pada batang tubuh, lengannya kurus
 muka bulat
 hipertensi
 metabolisme glukosa yang abnormal
o sindrom conn----hipersekresi aldosteron (ingat kerja
aldosteron itu meretensi Na dan meningkatkan eksresi
K)….sindrom Conn ini seringnya disebabkan adenoma
gejala :
Karsinoma Tiroid
karsinoma papiler
frekuensinya tinggi, 60-70%
bentuknya :
o bentuk papiler : ditandai dengan adanya tangkai
fibrovaskular, badan psamoma
o bentuk ground glass
o bentuk papiler folikuler
lokasi metastasis : KGB, leher, tulang
karsinoma folikuler
lebih jarang dari yang papiler, hanya 30% frekuensinya,
berkaspsul
hematogen
Karsinoma anaplastik
berasal dari jenis papiler/folikuler
pada yang lanjut usia, >50th
membesarnya cepat, gejalanya adalah gangguan pada suara
menjadi parau, atau gangguan napas
prognosisnya buruk---meninggal beberapa bulan setelah
terdiagnosis
ca meduler
dari sel parafolikuler
dapat memproduksi hormon kalsitonin
Multiple Endocrine Neoplasia (MEN) Syndrome
MEN 1 ---Wermer syndrome
MEN II(IIA) ---Sipple Syndrome
43



hipokalemia
hipernatremi
hipertensi
-
Medulla
kelainan terpenting pada medulla adalah neoplasma
neoplasma yang penting:
o feokromositoma
 dari sel feokromosit / sel kromafin
 biasanya jinak
 mengeluarkan katekolamin---biasanya
noradrenalin—dalam jumlah besar
 gejala : hipertensi paroksismal/ menetap
sakit kepala, berkeringat, pucat, takikardi,
hipotensi postural, BMR tinggi, glikosuria, gelisah
-
-
-
Neuroblastoma
o berasal dari neuroblast
o tumor yang sangat ganas
o seringnya pada anak-anak
o lebih sering pada laki-laki
o prognosis akan lebih baik kalau kelainan ini
ditemukan sebelum usia 2 tahun
o dapat bermetastasis---terutama ke tulang, hati
atau ke2 nya
Kelenjar Paratiroid
disekresi apabila kadar Ca dalam darah menurun
o
-
adenoma
o soliter, berwarna kuning-coklat
o monomorfik , bs sel chief atau sel oksifil
o berkapsul
hiperplasi
o focus multiple
o bisa mengenai sel Chief/sel clear atau sel oksifil
o tidak ada simpai
karsinoma
o invasi local
manifestasi hiperparatiroidisme primer:
ginjal  terbentuk batu ginjal
o akibat hiperkalsemia ---pemebntukan batu ginjal---pielonefritis
kronik
kelainan tulang
o resorbsi subperiostal, dekalsifikasi tengkorak, tulang mudah
fraktur
tumor sel datia
endapan kalsium di pembuluh darah, limbus kornea
ulkus peptikum, poliuria, haus, anoreksia, serta gejala-gejala psikosis
Hiperparatiroidisme sekunder
merupakan fenomena sekunder akibat adanya penyakit/ kelainan
yang menyebabkan penurunan kadar Ca serum sehingga
merangsang peningkatan aktivitas kelenjar paratiroid sebagai aksi
kompensatorik
Hiperparatiroidisme Primer
maksudnya primer, berarti terjadinya spontan, autonom
merupakan salah satu penyebab hiperkalsemia
penyebab terseringnya adalah adenoma, baik yang tunggal
maupun ganda, diikuti dengan hyperplasia primer kelenjar,yang
paling jarang disebabkan oleh karsinoma
OBAT TIROID
T4/tiroksin, T3, dan reverse T3 (rT3) adalah isomer alamiah yang
bersifat levo (L). Isomer dekstro (D) sintetik hanya memiliki 4% aktivitas
biologis isomer L.
Farmakokinetik:
44
Tiroksin diabsorpsi paling baik pada duodenum dan ileum, absorpsinya
dimodifikasi oleh factor intraluminal seperti makanan, obat-obatan
(penginduksi enzim mikrosomal seperti rifampin, fenobarbital,
karbamazepin, fenitoin, imatinib, inhibitor protease meningkatkan
metabolism T4 an T3), dan flora usus. Absorpsinya juga dapat sangat
buruk pada individu myxedema dengan ileus sehingga perlu diberikan
hormon dengan rute intravena.
Pasien hipertiroid memiliki klirens metabolic T4 dan T3 yang
meningkat dan waktu paruh yang menurun, hal sebaliknya terjadi
pada pasien hipotiroid.
Mekanisme Aksi:
T3 dan T4 masukke dalam sel dengan transport aktif. Di dalam sel,
T4 dikonversi menjadi T3 oleh 5’-deiodinase, yang kemudian
memasuki nucleus. Reseptor T3 memiliki 2 bentuk, yakni alfa dan
beta. Konsentrasi keduanya yang berbeda pada berbagai jaringan
tubuh memberikan efek yang berbeda pula. Efeknya pada proses
metabolic dimediasi oleh aktivasi reseptor nucleus yang
menyeybabkan peningkatan pembentukan RNA, lalu sintesis protein,
misalnya Na+/K+-ATPase. Oleh karena itu, aksi tiroid baru terlihat
setelah beberapa jam atau hari.
Berdasarkan jumlah reseptornya, berbagai jaringan dikelompokkan
menjadi:
 Hormone-responsive tissue (banyak): hipofisis, hati, ginjal,
jantung, otot skelet,paru, dan usus
 Hormone-unresponsive tissue (sedikit): limpa, testis
 Intermediate number of receptor: otaktak berespon anabolik
terhadap T3
Afinitas situs reseptor untuk T4 10 kali lebih kecil daripada untuk
T3.
Jumlah reseptor inti sel dapat diubah untuk mempertahankan
homeostasis,misalnya kelaparan mengurangi hormone T3 yang
bersirkulasi dan reseptor T3.
Efek Hormon Tiroid:
Hormone tiroid berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, fungsi, dan
perawatan semua jaringan tubuh optimal.
Hormon ini penting untuk jaringan saraf, otot rangka, dan reproduktif
untuk:
 sintesis protein,
 potensiasi sekresi dan aksi hormone pertumbuhan.
Kekurangan tiroid pada awal masa kehidupan menyebabkan retardasi
mental ireveribel dan dwarfisme (gejala tipikal kretinisme kongenital)
Efek pada pertumbuhan dan kalorigenesis disertai dengan pengaruh
besarnya pada metabolism obat, karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin.
Kecepatan sekresi dan degradasi hormone lainnya termasuk katekolamin,
kortisol, estrogen, testosterone, dan insulin dipengaruhi oleh status
tiroid.
Sediaan Tiroid:
Hormon tiroid tidak efektif dan dapat berbahaya pada tatalaksana
obesitas, perdarahan vagina abnormal, atau depresi jika kadar hormon
normal.
 Berasal dari hewan (dessicated thyroid)antigenik, instabil,
konsentrasi hormon yang variable, kesulitan pemantauan walaupun
murah.
 Sintetis
o Levotiroksin (T4)
Merupakan sediaan pilihan bagi terapi pengganti dan supresi tiroid
karena stabilitasnya, uniformitas isinya, harga murahnya, tak
mengandung protein asingn alergenik, kemudahan pengukuran
laboratorium kadar serum, waktu paruh panjang (7 hari, sehingga
cukup diberikan 1 kali sehari). Levotiroksin diubah menjadi T3 di
dalam sel sehingga T3 dan T4 dapat ada dalam tubuh.
o Liotironin (T3)
Bersifat 3-4 kali lebih poten, tetapi tidak dianjurkan untuk terapi
pengganti rutin karena waktu paruhnya yang lebih pendek (24 jam,
perlu dosis harian multiple), lebih mahal, dan kesulitan memantau
kecukupan terapi dengan uji laboratoium konvensional. Karena
aktivitasnya yang lebih besar, risiko kardiotoksisitasnya juga lebih
45
besar (tidak cocok untuk pasien dengan penyakit jantung).
Obat ini paling baik digunakan untuk supresi TSH jangka
pendek.
o Liotrixlebih mahal
 Mencegah sintesis hormon dengan menghambat reaksi yang dikatalisasi
oleh peroksidase tiroid sehingga menghambat organifikasi iodine.
 Menghambat kopling iodotirosin
 Propylthiouracil dan methimazole (dengan efek jauh lebih kecil)
menghambat deiodinasi perifer T3 dan T4.
Karena pengaruh obat terutama pada sintesisny, mula kerja obat
tergolong lambat, membutuhkan waktu 3-4 minggu sebelum persediaan T 4
habis.
Toksisitas: adverse reaction muncul pada 3-12% pasien
 Maculopapular pruritic rash, terkadang disertai demam (paling sering
terjadi)
 Nausea, gastrointestinal distress (kebanyakan reaksi terjadi awal)
 Perubahan indra pengecap dan penciuman (methimazole)
 Jarang terjadi: urticarial rash, vasculitis, lupus-like reaction,
limfadenopati,
hipoprotrombinemia,
dermatitis
eksfoliativa,
poliserositis, dan artralgia akut.
 Hepatitis (lebih sering pada propylthiouracil)dapat fatal
 Cholestatic jaundice (lebih sering pada methimazole)dapat fatal
 Peningkatan kadar transaminase asimtomatik
 Agranulositosis (jarang terjadi, tetapi paling berbahaya, risiko
bertambah pada pasien kanjut usia, mengkonsumsi methimazole dosis
tinggi). Agranulositosis bersifat reversible, tetapi perlu terapi
antibiotic spectrum luas bila terjadi komplikasi infeksi. Pemulihan
agranulositosis dapat dipercepat oleh colony stimulating factor (G-CSF)
Reaksi hipersensitivitas silang antara propylthiouracil dan methimazole
terdapat pada 50% kasus sehingga tidak dianjurkan drug-switching di
antara keduanya.
AGEN ANTITIROID
Pengurangan aktivitas tiroid dan efek hormon dapat dicapai dengan
intervensi pada produksi hormon, modifikasi respon jaringan
terhadap hormon, atau dengan destruksi kelenjar (operasi atau
radiasi). Goitrogen adalah agen yang mensupresi sekresi T3 dan T4
menjadi subnormal sehingga meningkatkan TSH yang kemudian
mengakibatkan pembesaran kelenjar (goiter). Agen antitiroid yang
digunakan secara klinis adalah thioamides, iodide, dan iodine
radioaktif.
Thioamide
Merupakan obat utama untuk tirotoksikosis, mencakup methimazole,
propylthiouracil, dan carbimazole (diubah menjadi methimazole in
vivo). Methimazole 10 kali lebih poten daripada propylthiouracil.
Aktivitas antitiroid diperankan oleh gugus thiocarbamide.
Farmakokinetik:
Waktu paruh plasma yang pendek (1.5 jam untuk proylthiouracil dan
6 jam untuk methicazole) hanya sedikit pengaruhnya pada durasi aksi
obat
karena
akumulasinya
pada
kelenjar
tiroid.
Untuk
hipertiroidisme ringan sampai sedang, propylthiouracil dapat
diberikan setiap 6-8 jam, sedangkan methimazole sekali sehari.
Kedua jenis thioamide tersebut dapat menembus sawar darahplasenta sehingga dapat menyebabkan hipotiroidisme fetalis. Akan
tetapi propylthiouracil lebih disukai penggunaannya pada kehamilan
karena lebih terikat pada protein plasma. Selain itu, methimazole
(walaupun jarang) berhubungan dengan malformasi congenital.
Kedua jenis obat itu juga sedikit disekresi pada ASI sehingga
dianggap aman untuk bayi menyusui.
Farmakodinamik:
Inhibitor-Inhibitor Anion
Anion monovalen seperti perklorat (ClO4-), pertechnetate (TcO4-), dan
thiocynate (SCN-) berfungsi dengan:
 Menghambat ambilan iodide oelh kelenjar melalui inhibisi kompetitif
dengan mekanisme transpor iodide. Karena efek itu dapat dihilangkan
dengan iodide dosis besar, efektivitasnya tidak dapat diprediksi.
46
Penggunaan klinis utama untuk potassium perklorat adalah
menghambat reuptake tiroid iodide pada pasien dengan
hipertiroidisme yang diinduksi iodide (misalnya, amiodaroneinduced hyperthyroid). Namun, potasium perklorat jarang
digunakan karena berhubungan degnan anemia aplastik.
Pada darurat radiasi, efek penghambatan tiroid potasium iodide dapat
melindungi kelenjar dari cedera lanjut jika diadministrasikan sebelum
pajanan radiasi.
Toksisitas:
Adverse reaction terhadap iodine (iodism, misalnya acneiform rash,
pembengkakan kelenjar saliva, ulkus membrane mucus, konjungitivtis,
rinore, demam obat, metallic taste, bleeding disorder, dan reaksi
anafilaktoid) jarang terjadi dan reversible pada pemberhentian.
Iodida
Sekarang jarang digunakan sebagai terapi tunggal
Farmakodinamik:
 Menghambat organifikasi
 Menghambat pelepasan hormon dengan inhibisi proteolisis
tiroglobulin
 Mengurangi ukuran dan vaskularitas kelenjar yang hiperplastik
(berguna untuk perbaikan hyperplasia kelenjar sebelum operasi)
Pada individu rentan, iodide dapat mengiduksi hipertiroidisme
(jodbasedow phenomenon) atau mengakibatkan hipotiroidisme.
Perbaikan gejala tirotoksik terjadi cepat dalam 2-7 jam sehingga
berguna untuk thyroid storm.
Penggunaan Klinis:
Kerugian penggunaan iodide yakni peningkatan persediaan
intraglandular iodine sehingga menunda mula kerja terapi
thioamide/mencegah penggunaan terapi iodine radioaktif selama
beberapa minggu. Jadi, iodide sebaiknya dimulai setelah terapi
thioamid dimulai dan sebaiknya dihindari jika terapi dengan iodine
radioaktif akan dilaksanakan..
Iodide sebaiknya tidak digunakan secara tunggal karena kelenjar
akan terhindar dari hambatan iodide dalam 2-8 minggu, dan
pemberhentiannya dapat mengakibatkan eksaserbasi berat
tirotoksikosis pada kelenjar yang telah kaya dengan iodine.
Penggunaan kronis iodide pada kehamilan sebaiknay dihindarai
karena dapat menembus sawar darah plasenta dan menyebabkan
goiter fetalis.
Iodinated Contrast Media
Untuk hipertiroidisme, secara oral digunakan diatrizoate, secara oral
atau intravena digunakan iohexol:
 Secara cepat menghambat konversi T4 menjadi T3 pada hati, ginjal,
hipofisis, dan otakperbaikan dramatis pada parameter objektif dan
subjektif (penurunan heart rate setelah 3 hari dengan kadar T3
normal)
 Inhibisi pelepasan hormon karena iodine yang dilepaskan
memperpanjang efek penekanan T4 dan T3.
Untungnya, agen tersebut secara relative tidak toksik sehingga dapat
digunakan sebagai terapi adjuvant pada thyroid storm dan dapat
menjadi alternative ketika iodide atau thioamide dikontraindikasikan.
Selain itu, agen itu tidak mengakibatkan retensi I seberat iodide
walaupun mengandung banyak iodine.
Toksisitasnya serupa dengan iodide, keamanannya dalam kehamilan
belum diketahui.
Iodine Radioaktif
131
I adalah satu-satunya isotop yang diadministrasikan secara oral dalam
larutan sebagai sodium yang digunakan untuk pengobatan tirotoksikosis.
I cepat diabsorpsi, dikonsentrasikan dalam tiroid, dan diinkorporasikan
dalam folikel penyimpan.
Dalam beberapa minggu setelah administrasi, destruksi parenkim tiroid
berupa pembengkakan dan nekrosis epitel, disrupsi folikular, edema, dan
infiltrasi leukosit.
47
Keuntungan penggunaan iodine radioaktif yakni mudahnya cara
administrasi, efektivitas, harganya yang murah, dan tidak
timbulnya nyeri pada pengobatan. Kerusakan gen akibat radiasi,
leukemia, dan neoplasia belum pernah didokumentasikan dalam
lebih dari 50 tahun penggunaannya. Agen ini sebaiknya tidak
diberikan kepada wanita hamil dan menyusui karena dapat
menembus sawar darah-plasenta dan diekskresikan dalam ASI.
Anak-anak perlu dipantau pertumbuhan dan perkembangan normalnya.
Pada hipotiroidisme jangka panjang, pasien usia lanjut, dan pada pasien
dengan usia lanjut, pengobatan dianjurkan untuk dimulai dengan dosis
yang dikurangi. Pada pasien yang lebih muda atau dengan penyakit yang
sangat ringan, terapi pengganti penuh dapat dimulai secepatnya.
Keadaan Khusus: Myxedema dan Coronary Artery Disease (CAD)
Karena miksedema sering terjadi pada dewasa, seringkali berhubungan
dengan CAD di mana jantung sebenarnya terlindungi dari peningkatan
kebutuhan energy yang dapat mengakibatkan angina pectoris dan infark
miokardium. Jadi koreksi miksedema harus dilakukan dengan hati-hati,
lebih baik lagi apabila keadaan CAD diperbaiki terlebih dahulu.
Keadaan Khusus: Koma Myxedema
Tatalaksana koma mikedema merupakan suatu kegawatdaruratan.
Penyakit yangn berhubungan seperti infeksi atau gagal jantung harus
diterapi degan sesuai, penting untuk emberikan semua obat secara
intravena karena pasien tidak dapat mengabsorpsi obat dengan baik dari
rute lain. Pasien yang berada dalam status akhir hipotiroidisme yang tak
diobati ini memiliki pool besar situs pengikatan T3 dan T4 yang harus
diisi diduduki sebelum didapatkan tiroksin bebas yang dapat
mempengaruhi metabolism jaringan. Jadi, harus diberikan loading dose
levotiroksin secara intravena (300-400 mcg awalnya), diikuti dengan 50100 mcg per hari.
Keadaan Khusus: Hipotiroidisme dan Kehamilan
Wanita hipotiroid seringkali mengalami siklus nanovulatori sehingga
infertile sampai pemulihan status eutiroidnya. Wanita hamil hipotiroid
perlu mengkonsumsi dosis tiroksin harian yang cukup karena
perkembangan otak janin bergantung pada tiroksin maternal.
Peningkatan dosis tiroksin diperlukan untuk menormalkan kadar TSH
serum selama kehamilan karena peningkatan kadar TBG maternal.
Keadaan Khusus: Hipotiroidisme Subklinis
Didefinisikan sebagai peningkatan kadar TSH dan kadar hormon tiroid
yang normal. Keadaaan tersebut ditemukan pada 4-10% populasi, tetapi
meningkat 20% pada wanita lebih tua dari usia 50 tahun. Terapi hormon
tiroid sebaiknya dipertimbangkan pada pasien dengan kadar
Adrenoreceptor Blocking Agent
Banyak manifestasi hiperaktivitas tiroid mirip overaktivitas
system saraf simpatis (terutama pada system kardiovaskular)
walaupun kadar katekolamin tidakmeningat. Penjelasan yang
mungkin yakni terkait dengan peningkatan jumlah reseptor beta
atau amplifikasi sinyal reseptor beta yang meningkat. B-bloker
(metoprolol, propanolol, atenolol) tanpa aktivitas simpatomimetik
intrinsic efektif sebagai terapi adjuvant pada tatalaksana
tirotoksikosis karena gejala yang mirip dengan stimulasi simpatis.
Propanolol paling banyak digunakan untuk perbaikan gejala
hipertiroid tetapi tidak mengubah kadar hormon tiroid.
FARMAKOLOGI KLINIS OBAT TIROID DAN ANTITIROID
HIPOTIROIDISME
Kecuali pada kasus yang diinduksi oleh obat, strategi umum adalah
terapi pengganti, selama ini yang paling memuaskan adalah dengan
levotiroksin.
Bayi dan anak-anak membutuhkan lebih banyak T4 per kg berat
badannya, sedangkan orang usia lanjut (>65 tahun) membutuhkan
lebih sedikit.absorpsi dapat bervariasi sehingga dosis dapat
bervariasi pada berbagai pasien. Karena interaksinya dengan
makanan (bran, soy,dll) dan obat tertentu mengurangi absorpsinya,
obat dianjurkan dikonsusi pada perut kosong (setengan jam
sebelum makan atau satu jam setelah makan) sekali sehari.
48
TSH>10mU/L,sedangkan pasien dengan peningkatan TSH yang lebih
rendah hanyalah diperlukan pemantauan TSH.
Keadaan Khusus: Hipotiroidisme yang Diinduksi Obat
Terapi levotiroksin sebaiknya diberikan jika agen penginduksi tidak
mungkin diberhentikan penggunaannya. Pada kasus penggunaan
amiodarone, terapi levotiroksin sebaiknya diteruskan bahkan
setelah pemberhentian obat karena amiodaron memiliki waktu
paruh yang sangat panjang.
Reaktivasi proses autoimun dapat terjadi ketika dosis obat antitiroid
diturunkan selama terapi maintenance dan TSH mulai menyetir
kelenjar lagi.pada beberapa kasus, pelepasan TSH dapat dicegah
dengna administrasi harian levotiroksin dosis tertentu dengan
methimazol atau propylthiouracil dosis tertentu untuk tahun kedua
pengobatan sehingga risiko hipotiroidismem dan overtreatment dapat
dihindarkan.
Reaksi terhadap obat antitiroid seperti ruam minor dapat dikontrol
dengan antihistamin. Reaksi yang lebih serius seperti agranulositosis
seringkali ditandai dengan sakit tenggorokkan atau demam tinggi.
Dalam keadaan itu, pasien harus diinstruksikan untuk memberhentikan
obat dan menginisiasi terapi antibiotic yang sesuai dengan hasil kultur.

Tiroidektomi
Tiroidektomi hamper total adalah pilihan terapi untuk pasien dengan
kelenjar yang sangat besar atau goiter multinodular. Sebelumnya,
pasien diterapi dengan obat antitiroid sampai eutiroid (sekitar 6
minggu). Selain itu, 10-14 hari sebelum operasi, mereka diberi larutan
potasium iodide jenuh 5 tetes 2 kali sehari untuk meredakan
vaskularitas kelenjar dan menyederhanakan operasi. Sekitar 80-90%
pasien memerlukan suplementasi tiroid setelah tiroidektomi hampit
total.

Iodine Radioaktif
Terapi ini disukai pada pasien lebih dari 21 tahun. Pada pasien tanpa
penyakit jantung, dosis terapeutik dapat diberikan segera yang
diestimasi dari perkiraan ambilan berdasarkan berat jaringan tiroid.
Pada pasien dengan penyakit jantung atau tirotoksikosis dan pada
orang usia lanjut, lebih baik diterapi dengan obat antitiroid 9lebih
disukai methimazole) sampai pasien eutiroid yang dihentikan 5-7 hari
sebelum iodine radioaktif diadministrasikan.
Iodide sebaiknya dihindari untuk memaksimalkan ambilan iodine
radioaktif.
6-12 minggu setelah administrasi radioiodine, kelenjar akan mengecil
dan pasien biasanya akan menjadi eutiroid atau hipotiroid. Dosis kedua
mungkin diperlukan pada beberapa pasien.
HIPERTIROIDISME/TIROTOKSIKOSIS
Grave’s Disease

Terapi Obat Antitiroid
Terapi obat paling berguna pada pasien muda dengna kelenjar
kecil dan penyakit ringan. Methimazole atau propyluracil
diadministrasikan sampai penyakitnya reda secara spontan. Ini
adalah satu-satunya terapi yang tidak menimbulkan kecacatan
pada kelenjar tiroid, tetapi membutuhkan periode terapi dan
observasi yang lama (12-18 bulan) dan terdapat 50-68% insidens
relaps.
Methimazole lebih disukai daripada propylthiouracil karena
dapat diadministrasikan satu kali saja per hari. Terapi dimulai
dengan dosis yang terbagi, kemudian dilanjutkan dengan terapi
maintenance dengan dosis tunggal saat pasien sudah eutiroid.
Sebagai alternative, terapi dapat dimulai dengan propylthiuracil
dengan dosis tertentu setiap 6-8 jam sampai pasien eutiroid, lalu
dilanjutkan dengan pengurangan dosis gradual sampai kadar
maintenance tertentu sekali sehari. Kadar hormon tiroid yang
teraktivasi lebih cepat turun dibandingkan kadar yang dicapai
dengan
penggunaan
methimazole
karena
aksi
ganda
popylthiouracil yang menginhibisi organifikasi iodine dan konversi
T4 menjadi T3 pada jaringan.
Panduan klinis yang paling baik yang menunjukkan remisi yakni
reduksi ukuran goiter.
49
Hipotiroidisme terjadi pada 80% pasien setelah terapi
radioiodine. Hal itu haurs diatasi dengan penggantian segera
dengan levotiroksin oral dengan dosis tertentu.

Terapi Adjuvant terhadap Terapi Antitiroid
Selama fase akut tirotoksikois, agen penghambat badrenoreseptor tanpaa aktivitas simpatomimetik intrinsic sangat
membantu dan dapat dihentikan setelah kadar tiroksin serum
kembali normal. Propanolol dapat mengontrol takikardia,
hipertensi, dan fibriliasi atrium. Pada pasien dengan
kontraindikasi penggunaan b-bloker (misalnya pada pasien asma),
dapat digunakan diltiazem (penghambat kanal kalsium).
Nutrisi yang cukup dan suplementasi vitamin penting
Barbiturate mempercepat pemecahan T4 oleh indusi enzim
hepatic dan dapat mebantu sebagai sedative.
Toxic Uninodular Goiter % Toxic Multinodular Goiter
Bentuk hipertiroidisme tersebut sering terjadi pada wanita lanjut
usia dengan goiter nodular. FT4 secara sedang terelevasi atau
terkadang normal, tetapi FT3 atau T3 secara dramatis meningkat.
Adenoma toksik single dapat diatasi dengan operasi eksisi adenoma
atau dengan terapi radioiodine.
Goiter multinodular toksik biasanya berhubungan dengan goiter
besar dan paling baik diterapi dengan persiapan methimazole atau
propyl thiouracil diikuti dnegna tiroidektomi subtotal.
Subacute Thyroiditis
Pelepasan transien hormon tiroid setelah destruksi parenkim
tiroid, biasanyan setelah infeksi kelenjar tiroid, Hashimoto
thyroiditiss. Hanya dibutuhkan terapi suportif karena keadaan
akan membaik sendiri yang mencakup agen pemblok badrenoreseptor tanpa aktivitas simpatomimetik intrinsic untuk
mengontrol takikardia dan aspirin atau NSAIDs untuk mengontrol
nyeri dan demam.
Keadaan Khusus: Thyroid Storm
Krisis tirotksik adlaah eksaserbasi akut gejala tirotoksikosis yang
merupakan sindroma yang mengancam nyawa sehingga diperlukan
tatalaksana yang agresif, yakni propanolol atau diltiazem, administrasi
oral larutan potasium iodide jenuh atau media kontras teriodinasi (yang
juga dapat mencegah konversi perifer T4) untuk melambatkan pelepasan
hormon tiroid dari kelenjar, administrasi propylthiouraci/methimazole
luntuk menghambat sintesis hormon. Hidrokortison intravena akan
memproteksi pasien dari syok dan akan menghambat konversi T4
menjadi T3 secara cepat menurunkan kadar materi tiroaktif dalam
darah.
Terapi suportif penting untuk mengontrol demam, gagal jantung, dan
penyakt lainnya yang mungkin mempresipitasikan thyroid storm. Pada
keadaan di mana semua tindakan di atas tidak cukup untuk mengontrol
masalah, plasmapharesis atau dialysis peritoneal patut dicoba dilakukan
untuk menurunkan kadar tiroksin dalam sirkulasi.
Keadaan Khusus: Ophthalmopathy
Walaupun jarang, masalah ini sulit diobati. talaksananya membutuhkan
pengobatan efektif penyakit tiroid, biasanya dengan eksisi total atau
ablasi I131 kelenjar dan terapi prednisone oral. Selain itu, terapi lokal
mungkin perlu, seperti elevasi kepala untuk mengurangi edema
periorbital dan air mata artifisial untuk meredakan pengeringan kornea.
Pemberhentian merokokseharusnya dinasihatkan untuk mencegah
progresi oftalmopati. Untuk reaksi inflamatorik berat dan akut,
prednisone oral jangka pendek selama seminggu, lalu 2hari sekali,
tapering off selama 6-12 minggu dapat efektif. Jika terapi steroid gagal
atau dikontraindikasikan, iradiasi orbit posterioir menggunakan terapi
sinar X akan sering memperbaiki proses akut. Ancaman hilangnya
penglihatan adalah indikasi operasi dekompresi orbit. Operasi kelopak
mata atau otot mata mungkin perlu untuk membetulkan masalah-masalah
residual setelah proses akut telah reda.
Keadaan Khusus: Dermopathy
Dermopati atau miksedema pretibial seringkali akan merespon terhadap
kortikosteroid topikal yang diaplikasikan ke area dan ditutupi dengan
occlusive dressing.
Keadaan Khusus: Thyrotoxicosis Selama Kehamilan
50
Idealnya, wanita pada masa kehamilan dengan penyakit berat
menjalani terapi definitive dengan I131 atau tiroidektomi subtotal
sebelum kehamilan untuk mencegah eksaserbasi akut selama
kehamilan atau setelah kelahiran.
Jika tirotoksikosis timbul selama kehamilan, radioiodine
ddikontraindikasikan karena dapat menembus plasenta dan dapat
mencederai tiroid fetus. Pada trimester pertama, pasien dapat
diberikan propylthiouracil dan tiroidektomi subtotal pada
trimester kedua. Pasien perlu diberikan suplemen tiroid selama
kehamilan untuk memastikan kadar tiroid yang cukup. Namun,
kebanyakan pasien diobati dengan propylthiuracil (dengan dosis
minimal agar tak mempengaruji fungsi kelenjar tiroid fetus) selama
kehamilan dan pemutusan mengenai tatalaksana jangka panjang
dapat dibuat setelah kelahiran. Methimazole merupakan
alternative potensial walaupun ada kekhawatiran mengenai
kemungkinan risiko defek fetal scalp defect.
Keadaan Khusus: Neonatal Grave’s Disease
Jika disebabkan oleh TSH-R Ab [stim] maternal, penyakitnya
dapat sembuh sendiri dan reda dalam 4-12 minggu. Namun,
pengobatan diperlukan bila bayi mengalami stress metabolic berat.
Terapi yang diberikan mencakup propylthiouracil, larutan lugol
(iodide), propanolol dengan dosis yang terbagi-bagi. Jika bayi
sangat sakit, prednisone oral dalam dosis kecil dan terbagi akan
membantu enghambat konversi T4 menjadi T3. Pengobatan
tersebut secara bertahap dikurangi sampai gejala klinis membaik
dan dapat diberhentikan setelah 6-12 minggu.
Keadaan Khusus: Subclinical Hyperthyroidism
Didefinisikan sebagai kadar TSH yang tersupresi (di bawah kisaran
normal) dengan kadar hormon tiroid normal dengan kekhawatiran
besar akan toksisitas jantung (misalnya fibrilasi atrial) terutama
pada pasien usia lanjut.
Keadaan Khusus: Amiodarone-Induced Thyrotoxicosis
Sekitar 3% pasien yang mengkonsumsi amiodarone akan menderita
hipertiroidisme. Dua jenis tirotoksikosis yang didinduksi yakni tipe
I yang diinduksi iodine yang seringkali terjadi pada orang dengan
penyakit tiroid (misalnya goiter multinodular); dan tipe II yakni
tiroiditis inflamatorik yang terjadi pada pasien tanpa penyakit tiroid,
tetapi disebabkan oleh kebocoran hormon tiroid ke sirkulasi. Pengobatan
tipe I yakni dengan thioamide, sedangkan tipe II dengan glukokortikoid.
Karena tidak selalu dapat dibedakan, thioamid dan glukokortikoid
seringkali diadministrasikan bersamaan. Jika memungkinkan, amiodarone
sebaiknya diberhentikan, tetapi tidak akan terjadi perbaikan dengan
cepat karena waktu paruhnya yang panjang.
GOITER NONTOKSIK
Biasa disebabkan oleh defisiensi iodium atau tiroiditis Hashimoto,
mutasi gen pensintesis hormon, goitrogen dalam diet, dan neoplasma.
Kekurangan iodide dapat diberpaiki degnan suplementasi iodide (asupan
optimal harian yakni 150-200 mcg). Ingesti goitrogen sebaiknya
diberhentikan atau diatasi dengan memberikan tiroksin yang cukup
untuk menekan stimulasi TSH. Tiroiditis Hashimoto dan dismorfogenesis
dapat ditangani dengan terapi tiroksin yang cukup sehingga menekan
TSH hipofisis dan mengakibatkan regresi perlahan goiter dan koreksi
hipotiroidisme.
NEOPLASMA TIROID
Eksisi kelenjar dapat dilakukan pada nroplasma jinak.
Karsinoma tiroid memerlukan tatalaksana tiroidektomi total, terapi
iodine pasca operasi pada kasus tertentu, dan terapi pengganti seumur
hidup dengan levotiroksin.
51
Pengikatan yodium dengan molekul tiroglobulin disebut dengan
organifikasi tiroglobulin. Pada sel tiroid, yodium teroksidasi berasosiasi
dengan enzim iodinase, sehingga organifikasi tiroglobulin dapat terjadi
dalam hitungan detik hingga menit. Oleh karena itu, hampir 1/6 asam
amino tirosin pada tiroglobulin dapat berikatan dengan yodium
teroksidasi saat disekresikan melalui bagian apikal sel tiroid.
HIPOTIROIDISME KONGENITAL
Hormon tiroid adalah hormon untuk metabolisme yang berfungsi
penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Diagnosis dan
terapi yang terlambat pada hipotiroid kongenital dapat
menyebabkan kerusakan otak ireversibel dan gangguan
pertumbuhan pada anak yang mengalaminya. Kerusakan otak
yang terjadi dapat menyebabkan retardasi mental. Oleh karena itu,
screening hipotiroid kongenital penting untuk mencegah retardasi
mental pada anak akibat kelainan tersebut.
Dalam berbagai tahap pertumbuhan kelenjar tiroid, dapat terjadi
proses yang menyebabkan disgenesis kelenjar ini. Penanda sel
folikular tiroid berupa Tg dan TPO hanya muncul ketika migrasi
kelenjar telah selesai terjadi.
3. Pembentukan T3 dan T4
Setelah tirosin mengalami idoinasi, tirosin mula-mula menjadi
monoiodotirosin (MIT) kemudian menjadi diidotirosin (DIT). Lalu,
setelah beberapa menit, jam, atau hari, residu iodotirosin
berpasangan (coupling) dengan residu lainnya. Hormon utama hasil
reaksi ini adalah tiroksin (tetraiodotironin) yang tetap menjadi
bagian dari molekul tiroglobulin. Selain itu, jika 1 molekul MIT
berpasangan dengan 1 molekul DIT, maka akan terbentuk
triiodotironin. Setelah sintesis hormon terjadi, setiap molekul
tiroglobulin mengandung tiroksin hingga 30 molekul dan beberapa
molekul triiodotironin. Dalam bentuk ini, hormon tiroid disimpan di
dalam folikel dalam jumlah yang mencukupi suplai tubuh selama 23 bulan. Oleh karena itu, ketika sintesis hormon tiroid berkurang,
efek fisiologis defisiensi hormon tiroid tidak terlihat dalam
beberapa bulan pertama.
Sintesis hormon tiroid
1. Iodide trapping
Tahap pertama dalam formasi hormon tiroid adalah
transport yodium dari darah menuju sel-sel tiroid. Membran basal
sel tiroid memiliki kemampuan khusus untuk memompa yodium
secara aktif ke dalam sel. Hal ini disebut dengan yodium trapping.
Pada kelenjar normal, pompa yodium mengkonsentrasikan
yodium di dalam sel hingga konsentrasinya mencapai 30 kali
konsentrasi darah. Ketika kelenjar ini aktif maksimal, konsentrasi
bisa meningkat hingga 250 kali. Laju iodide trapping dipengaruhi
oleh berbagai faktor, terutama TSH.
4. Proteolisis tiroglobulin dan deiodinasi iodotirosin
Tiroksin dan triiodotironin harus terlebih dahulu dilepaskan dari
molekul tiroglobulin menjadi hormon bebas sebelum memasuki
sirkulasi darah. Proses yang terjadi adalah sebagai berikut:
permukaan apikal tiroid membentuk pseudopod yang mengelilingi
sebagian kecil koloid untuk membentuk vesikel pinositik yang
kemudian memasuki apeks sel tiroid. Setelah itu, lisosom di dalam
sitoplasma sel berfusi dengan vesikel pinositik tersebut untuk
membentuk vesikel digestif yang berisi enzim digestif lisosom dan
koloid. Protease dalam enzim kemudian mencerna tiroglobulin dan
membebaskan tiroksin dan triidotironin.
Hormon-hormon ini kemudian berdifusi melalui basal sel tiroid
menuju kapiler yang mengelilinginya. Tirosin teriodinasi yang tetap
2. Oksidasi yodium dan iodinisasi tiroglobulin
Ion yodium dikonversi menjadi bentuk yodium teroksidase
yang dapat langsung berkombinasi dengan asam amino tirosin.
Oksidasi yodium ini dipromosikan oleh enzim peroksidase dan
hidrogen peroksidase. Enzim peroksidase terletak di apikal
membran sel, sehingga menyediakan yodium yang teroksidasi
tepat pada titik di mana molekul tiroglobulin didorong dari
aparatus golgi melalui membran sel menuju koloid.
52
berada dalam keadaan DIT dan MIT (belum menjadi tiroksin
atau triiodotironin) juga dilepaskan dari molekul tiroglobulin.
Akan tetapi, MIT dan DIT tidak disekresikan ke darah, tetapi
yodium pada molekul tersebut dilepaskan menggunakan
enzim deiodinase, sehingga yodium kembali tersedia untuk
kelenjar.
Secara epidemiologis, hipotiroidisme primer (kelainan terjadi pada
kelenjar tiroid) terjadi pada angka
1: 4500, hipotiroidisme
sekunder/tersier (kelainan terjadi pada endokrin yang lebih tinggi,
seperti hipofisis dan hipotalamus) terjadi 1:100000, hipotiroksimnemia
transien 1: 200, dan hipotiroidisme neonatal transien berkisar antara
1:100 hingga 1:50000.
5. Deiodinasi T4 menjadi T3 di dalam kelenjar tiroid
Fisiologi tiroksin
Hormon tiroid mempunyai fungis metabolisme dan berperan
dalam respon TSH, maturasi otak, maturasi tulang, pertumbuhan,
termogenesis, kontraktilitas myokardial, maturasi hepar, dan
maturasi kulit. Hormon ini terutama bekerja saat post-natal.
Di dalam uterus, tiroksin meregulasi migrasi sel, pertumbuhan
lapisan kortikal, dan diferensiasi sel glial dan neuran. Sedangkan
pada masa post natal, tiroksin membantu differensiasi
oligodendrosit dan ekspresi gennya. Hal ini mempengaruhi
myelinisasi.
Kelenjar tiroid bekerja menurut aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid.
Terdapat umpan balik neatif dari T4/T3 terhadap hipotalamus dan
hipofisis. Ketika T4/T3 kurang, maka sekresi TSH akan naik.
Tetapi jika T4/T3 berlebih dalam darah, maka sekresi TSH akan
turun.
Manifestasi klinis dari hipotiroidisme






Hipotiroid
Hipotiroid didefinisikan sebagai defisiensi sekresi hormon tiroid
oleh kelenjar tiroid dan penurunan aksi hormon tiroid pada level
selular. Terdapat dua jenis hipotiroid, kongenital dan didapat
(acquired). Hipotiroidisme kongenital terbagi dalam 3 jenis,
primer (akibat kelainan kelenjar tiroid, pada pemeriksaan T4 turun
dan TSH naik), sekunder (karena kelainan pada hipofisis, pada
pemeriksasan T4 turun dan TSH turun), dan tersier (karena
kelainan pada hipotalamus, pada pemeriksasan T4 turun dan TSH
turun).


53
Sistem kardiovaskular
o Bradikardia, penurunan kontraktilitas, peningkatan SVR
peningkatan tekanan darah, peningkatan kolesterol,
peningkatan homosistein, efusi perikardial
Sistem respirasi
o Dyspnea on Effort, rhinitis, penurunan kapasitas exercise,
obstructive
sleep
apnea
(karena
lidah
yang
besar/makroglosia), efusi pleura
Sistem Gastrointestinal
o Konstipasi
Heme
o Anemia
normositik,
anemia
makrositik,
keadaan
hipokoagulasi, peningkatan LDH
Sistem renal
o Hiponatremia, peningkatan kreatinin
Sistem reproduksi
o Ketidakteraturan
menstruasi,
penurunan
fertilitas,
peningkatan prolaktin, penurunan libido, ED, ejakulasi
terlambat
Ssitem muskuloskeletal
o Delayed DTRs, myalgia, atralgia, peningkatan CK, sindroma
carpal tunnel
Sistem saraf
o Depresi, demensia, ensefalopati Hashimoto, koma
miksedema
Manifestasi klinik pada anak
Penyebab hipotiroidisme kongenital
Manifestasi klinis hipotiroidisme kongenital
-post-matur
-berukuran besar
kandungan
-hipotonia
-konstipasi
-Pucat
-Hipotermia
-Tangisan kasar
-Kesulitan makan
-Lidah besar
-Hernia umbilikus
-Pelebaran dahi

dibandingkan
usia
-Kulit kasar dan kering
-molted skin
-ikterus
-kelainan kongenital lain
-Kelainan
jantung
kongenital
-Abnormalitas kromosom
-Mikrosefali
-club foot unilateral
Subluksasi panggul
bilateral
Manifestasi yang paling sering terjadi adalah penurunan
kecepatan tumbuh yang menyebabkan tubuh pendek dapat pula
terjadi penurunan kemampuan di sekolah, keterlambatan
pertumbuhan pubertal, dan pembesaran sela tursika karena
hiperplasia sel tirotrof (jarang simptomatik dan dapat reversibel
dengan terapi).
Bentuk Permanen
Bentuk Transien
Disgenesis
Terinduksi obat
Aplasia
Hypoplasia
Ektopia
Dishormonogenesis
Ketidakresponsifan TSH
Iodine trapping defect
Defek
pada
organifikasi
(pengikatan yodium pada tiroglobulin)
Defek pada Tiroglobulin
Defisiensi
Iodotyrosine
deiodinase
Hipoparatiroidisme sentral
Anomali
hipotalamushipofisis
Panhypopituitarism
Defisiensi TSH terisolasi
PTU
Metimazol
Yodium
Defisiensi yodium
Terinduksi
antibodi
maternal
Idiopatik
Penyebab hipotiroidisme
Goiter endemik
Kelainan ini adlaah kelainan kelenjar tiroid yang terdapat secara
endemik di suatu daerah tertentu. Sifatnya didapat (acquired). Pada
goiter endemik, sering ditemukan kretinisme, terutama pada daerah
pegunungan. Penyebab goiter endemik adalah defisiensi iodin. Hal ini
menyebabkan tiroksin yang beredar dalam darah hanya sedikit. Kadar
T4 yang rendah memicu sekresi lebih banyak TSH. Hal ini
Pada ibu hamil dengan hipertiroid, maka akan diberi PTU. Jika
penggunaan PTU berlangusng lama, dapat menekan kelenjar
tiroid anak, mengakibatkan hipertiroid.
54
meningkatkan kerja kelenjar tiroid, yang lama-lama menimbulkan
pembesaran.
Skrining dini menjadi lebih dianjurkan oleh WHO karena cara
diagnosisnya mudah dan tidak mahal, terapi untuk kelainan ini tersedia
dan mudah dijangkau (L-tiroksin), dan terdapat high cost benefit ratio.
Pada usia 5 minggu, gejala yang mungkin muncul adalah ikterus
berkepanjangan, hernia umbilikus, kosntipasi, makroglosia, masalah
makan, distensi abominal, hipotonia, disfonia, dahi lebar, kulit kering
(karena kelenjar keringat tidak bekerja), hipotermia, dan goiter.
Pada saat 40 menit pertama kehidupan, TSH darah menjadi sangat
tinggi, hingga dapat mencapai 80 µU/ ml. Akan tetapim angka ini akan
menjadi normal dalam minggu pertama kehidupan, yakni hingga
kurang dari 10 µU/ ml.
Sporadic Congenital Hypothyroidism
Penyakit ini sering terjadi, dengan rasio 1:3000- 1:4000. Di
Indonesia, terjadi hingga mencapai 50x/tahun. Diagnosis dan
terapi dini berperan penting dalam prognosis penyakit ini.
Keparahan dalam diagnosis ditentukan melalui bone age dan level
fT4. Sebagai penatalaksanaan, dilakukan terapi penggantian
hormon dengan dosis awal 10-15 µg/kg/d. Untuk mencapai hasil
penatalaksanaan terbaik, dibutuhkan compliance yang dicapai
melalui edukasi orang tua oleh dokter. Jika ditangani dalam waktu
< 2 minggu, maka prognosisnya baik, akan terjadi pertumbuhan,
perkembangan, dan kecerdasan normal. Hasil akan lebih baik
dengan dosis T4 inisial yang lebih tinggi dan waktu yang lebih
singkat, untuk mentargetkan T4 dan TSH.
Jika terapi awal hipotiroidisme kongenital terlambat, maka
terdalapat berbagai konsekuensi, baik fisik maupun intelegensia.
Diagnosis
Pada anak, terdapat screening neonatal berupa tes kadar
TSH. Skrining dini menjadi sangat penting karena prevalensi
hipotiroidisme cukup tinggi, dan prognosis akan menjadi lebih
baik jika terapi hipotiroidisme kongenital dimulai sedini mungkin,
terutama pada “golden period”, yakni 3 bulan pertama kehidupan.
Pada bayi baru lahir, gejala kelainan ini tidak spesifik karena pada
aawalnya kebutuhan hormon tiroid anak masih tercukupi oleh
hormon tiroid ibu yang masuk melalui plasenta. Dapat pula
muncul gejala (hanya pada 5%) berupa dahi lebar, sutura lebar,
makroglosia, distensi abdomen, dan cutis marmorata (kulit seperti
marmer); goiter. Skrining disarankan dilakukan pada usia 5 hari.
Ikterus berkepanjangan pada anak patut dicurigai, apalagi ketika
melebihi 12 hari.
Untuk menentukan diagnosis, dibutuhkan initial workup, anamnesa dan
pemeriksaan fisik yang jelas, rujukan pada ahli endokrinologi anak,
pengecekan ulang level TSH dan FT4 serum, serta USG tiroid dan/atau
scan pada tiroid.
Penatalaksanaan
 Dosis awalf L-thyroxine: 10-15 μg/kg/hari
55
 follow-up testing (TSH + T4/fT4) pada minggu ke 2 dan
ke 4 setelah onset terapi
 follow-up testing (TSH + T4/fT4) setiap 2-3 bulan dalam 6
bulan pertama terapi
 follow-up testing (TSH + T4/fT4) setiap 3-4 bulan dalam 6
bulan hingga 3 tahun, lalu setiap 6-12 bulan
 Terapi seumur hidup (long life therapy)
Periksa juga, apakah hipotiroidisme kongenital yang dialami
bersifat permanen, yakni ketika:


Scan tiroid menunjukkan kelenjar ektopik atau ketiadaan
kelenjar
TSH meningkat pada terapi
Jika TSH awal 50 mU/L dan tidak ada peningkatan TSH setelah
masa perinatal, coba untuk hentikan terapi pada usia 3 tahun
(transient).
Penatalaksanaan berupa T4 oral (tablet yang dilumatkan), 10-15
mcg/hari, dan menghindari formula kedelai.
56
Download