Fungsi Hukum

advertisement
Fungsi Hukum
Mengkaji tentang fungsi hukum dalam masyarakat sangat
penting mengingat dalam kehidupan sosial masyarakat
senantiasa terjadi perbedaan kepentingan antara setiap
individu.Perbedaan kepentingan tersebut diantaranya ada yang
selaras dengan kepentingan warga masyarakat lainnya, tetapi
ada pula kepentingan yang yang tidak selaras dan dapat
menimbulkan konflik.
Sementara itu, keberadaan hukum dalam masyarakat bukan
hanya berfungsi untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dalam
masyarakat, melainkan juga diharapkan menjadi sarana yang
mampu mengubah pola pikir dan pola prilaku warga masyarakat
ke arah yang positif.
Fungsi hukum
• Dengan demikian, hukum akan memiliki daya kerja yang baik
apabila fungsi hukum tersebut dapat dijalani oleh masyarakat,
Ada beberapa konsep fungsi hukum yang dikenal dalam hukum,
yaitu:
1. Fungsi hukum sebagai “a tool of social control”.
2. Fungsi hukum sebagai “a tool of social engineering”.
3. Fungsi hukum sebagai syimbol
4. Fungsi hukum sebagai “a political instrument”.
1. Fungsi hukum sebagai “ a tool of social control”
• Fungsi hukum sebagai sarana social control bertujuan untuk
memberikan suatu batasan tingkah laku masyarakat yang
menyimpang dan akibat yang harus diterima dari penyimpangan itu.
Misalnya, membuat larangan-larangan, tuntutan, pemberian ganti
rugi, dan sebagainya.
• Penggunaan hukum sebagai sarana social control dapat berarti
hukum mengontrol tingkah laku masyarakat. Maksudnya, hukum
berfungsi memberikan suatu batasan tingkah laku warga
masyarakat yang dianggap menyimpang dari aturan hukum, serta
apa akibat (sanksi) dari penyimpangan itu. Misalnya menentukan
larangan-larangan tadi dengan maksud agar warga masyarakat
tidak berprilaku yang dilarang oleh hukum, ataupun bagi yang
terlanjur melakukannya akan sadar dengan adanya penerapan
sanksi hukum tadi.
Fungsi hukum sebagai “a tool social control.
• Menurut Ronny Hantijo Soemitro,
• Kontrol sosial merupakan aspek normatif dari kehidupan sosial atau
dapat disebut sebagai pemberi definisi dari tingkah laku yang
menyimpang serta akibat-akibatnya seperti larangan-larangan,
tuntutan,pemidanaan dan pemberian ganti rugi.
• Dapat menyimpulkan bahwa, hukum bukan satu-satunya alat
pengendali atau pengontrol sosial. Namun hukum hanyalah salah
satu alat kontrol sosial di dalam masyarakat.
2. Hukum sebagai “a tool social of social engineering
• Fungsi sebagai sarana perekayasa sosial (mengubah masyarakat),
adalah untuk menciptakan perubahan-perubahan dalam masyarakat
menuju kemajuan yang terencana. Artinya, untuk menata kembali
kehidupan masyarakat secara terencana sesuai tujuan
pembangunan bangsa.
• Soerjono Soekanto, “merupakan pelopor perubahan” yaitu dilakukan
oleh seseorang atau sekelompok orang yang memperoleh
kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin atau tokoh.
Pelopor perubahan tersebut, meliputi para pejabat, aparat hukum,
intelektual, politisi, ulama.
Fungsi hukum sebagai “ a tool social of enginering”
• Social enginering dimaksudkan agar hukum dijadikan sebagai
instrumen rekayasa sosial untuk mengubah masyarakat ke suatu
tujuan yang lebih baik. Fungsi hukum sebagai sarana perekayasa
sosial (mengubah masyarakat), adalah suatu fungsi untuk
menciptakan perubahan-perubahan kehidupan sosial masyarakat
ke arah kemajuan.
• Hukum dalam fungsinya melakukan rekayasa sosial, adalah untuk
menimbulkan kondisi tertentu yang mengarah kepada pencapaian
tujuan hukum, bahkan sekaligus dapat mengendalikan kehidupan
sosial masyarakat yang direncanakan sebelumnya menuju
kehidupan yang lebih baik.
Fungsi hukum sebagai “ a tool social of enginering”
• Friederich Karl von Sabigny, Hukum merupakan ekspresi dari
kesadaran hukum jiwa rakyat. Hukum awalnya lahir dari kebiasaan
dan kesadaran hukum masyarakat kemudian dari putusan hakim,
tetapi bagaimanapun juga diciptakan dari kekuatan-kekuatan dari
dalam yang bekerja secara diam-diam dan tidak oleh kemauan
sendiri.
• Cara-cara untuk mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang
teratur dan direncanakan terlebih dahulu dinamakan “social
enginering” atau planning
3. Fungsi hukum sebagai syimbol
•
•
Fungsi ini dimaksudkan untuk menyederhanakan rangkaian tindakan atau
peristiwa tertentu, sehingga mudah diperoleh pengertian yang bersifat
umum.
Penyimbolan yang dilakukan oleh hukum, jelas akan memudahkan baik
oleh para pelaksananya maupun masyarakat untuk saling memahami
tentang makna suatu peristiwa yang terjadi dalam interaksi warga
masyarakat.
Dengan demikian, membicarakan fungsi hukum sebagai simbol, tidak
terlepas dari konsep rumusan tingkah laku. Keberadaan fungsi hukum
sebagai simbol sangat membantu komunikasi antara pelaksana hukum
dengan warga masyarakat, serta proses sosialisasi hukumitu sendiri.
L.B. Curzon. Simbolis mencakupi proses-proses dalam mana seseorang
menterjemahkan atau menggambarkan istilah sederhana tentang
perhubungan sosialserta fenomena lainnya yang timbul dari interaksinya
dengan orang lain.
4. Fungsi hukum sebagai “ a political instrumen”.
• Fungsi hukum sebagai sarana politik, adalah untuk memperkokoh
kekuasaan politik atau mengefektifkan pelaksanaan kekuasaan
negara. Melihat fungsi tersebut, menunjukkan keberadaan hukum
tertulis yang dibuat secara prosedural. Keberadaan hukum dan
politik dalam kenyataannya memang tidak mungkin dapat dipisahka,
karena keberadaan hukum sabagai kaidah (tertulis) merupakan
pesan-pesan politik, tetapi setelah ditetapkan pemberlakuannya,
tidak boleh lagi ditafsirkan secara politik yang bermuatan
“kepentingan”.
• Mac Iver, melihat bahwa hukum konstitusi ini adalah sebagian
terwujud dalam suatu undang-undang dasar yang tertulis.
Download