Filsafat Ilmu

advertisement
Filsafat
Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono, M.Ec; Ph.D
Fak Ekonomi, UNAIR
Filsafat???
 Logika, berlogika.
 Berpikir,
membiasakan
berpikir.
 Membuka nuansa
atau wawasan.
 Membebaskan
pemikiran, ide.
Apa itu studi doktor?
S2
S3
Kemampuan mengungkapkan knowledge
(bidang keilmuan). Paham tahapan
penelitian dan mencoba menerapkannya.
Memproduksi knowledge yang “baru”
(dalam bidang ilmu) melalui proses
penelitian yang memenuhi standar
keilmuan. Paham tahapan penelitian dan
menerapkan secara sempurna
Tujuan doktor
 S3 harus
 Mencari spesialisasi ilmu
memproduksi “new
knowledge” ,
sehingga
memerlukan
kebebasan proses
berpikir, dan
 Bebas
mengemukakan
pendapat.
 Menemukan sesuatu yang




‘baru’
Spesifik, focus dan
mendalam
Berdasarkan penelitian
Menerapkan proses
penelitian dengan tepat
Bermanfaat /barokah
So what is philosophy?
Apa itu filsafat?
Franz M Suseno
 Filsafat membantu masyarakat dalam
memecahkan masalah2 kehidupan, masalah
dasar manusia.
 Filsafat tertarik dengan masalah kritik,
mempertanyakan segalanya secara kritis.

Ilmu pengetahuan secara hakiki terbatas sifatnya.
 Filsafat dipandang sebagai upaya manusia
untuk menangani pertanyaan2 fundamental
secara bertanggung-jawab.
Apa itu filsafat?
Franz M Suseno
 Filsafat harus mengkritik jawaban yang tidak
memadai & harus mencari jawaban yang benar.
 Jawaban tidak pernah abadi, selalu berubah,
maka filsafat adalah seni kritik, yaitu kritik
ideologi.
 Ideologi adalah suatu teori menyeluruh tentang
makna hidup dan / nilai2 yang darinya ditarik
kesimpulan2 mutlak tentang bagaimana
manusia harus hidup dan / bertindak.
Dietrich Von Hildebrand
 The basic questions of every
man are thus religious and
philosophical.
 A philosophical question is
not the idle concern of
sophisticated mind, nor does
it possess only a specialized
interest for an academic
mind.
 It is a fundamental
component of human mind
Dietrich Von Hildebrand
 The meaning and nature of a certain type of questioning
is determined by the very object about which one
inquires and, again, by the kind of knowledge one wants
to obtain.
 Philosophical inquiry must include: an analysis of the
nature of the philosophical way of taking cognizance
(kesadaran asal usul)



of something,
of the kind of knowledge desired in philosophy, and
of the objects of philosophy.
Dietrich Von Hildebrand
 Knowledge includes all those acts in
which directly or indirectly an object is
disclosed to us in its nature and its
existence.
 It manifests it self in many different
ways;




Perception,
Inference,
Intellectual intuition,
Learning from other persons
So filsafat adalah
 Terkait dengan
mencari ilmu yang
mendasar dan benar.
 Apa itu “benar”?
Mari kita amati alam
 Semangka
 Air
 Angin
 Mobil


Diskusikan
keistimewaannya
So what do you
think?
Apa simpulan kita?
 Kita harus mempelajari ilmu.
 Ilmu pengetahuan tak terbatas.
 Ilmu yang lengkap ada pada sang
Khaliq.
 Kemampuan kita sangat terbatas.
 Kita hanya mencoba mencari ilmu dan
kebenaran dalam batasan sebagai
insan.
Makna filsafat
Seyyed Hossein Nasr
 Filsafat = falsafah, hikmah
 Pengetahuan tentang segala yang ada “qua





maujud maujud”
Pengetahuan tentang ilahiah dan insaniah
Mencari perlindungan dalam kematian
Upaya menjadi seperti tuhan dalam kadar
kemampuan manusia
Seni tentang seni-seni dan ilmu tentang ilmuilmu
Prasyarat bagi hikmah
Makna lain filsafat
Abu Yaqub al Kindi
 Pengetahuan tentang realitas hal2 yang
mungkin bagi manusia,
 Tujuan untuk memperoleh kebenaran,
 Dalam pengetahuan praktis agar manusia
berperilaku sesuai dengan kebenaran.
 Hasil akhir: manusia yang bijak.
Makna lain filsafat
al Farabi
 Menambahkan: bisa berdasar pada:




kepastian atau keyakinan
demonstrasi (nyata)
opini atau dugaan
Dialektika dan sofistri
 Filsafat adalah induk ilmu2 dan mengkaji
segala yang ada
Makna filsafat
Ibn Sina
 Filsafat = hikmah yaitu usaha untuk
mencapai kesempurnaan jiwa melalui
konseptualisasi atas segala hal dan
pembenaran realitas2 teoritis dan praktis
berdasarkan ukuran kemampuan
manusia.
 Tujuan adalah pengetahuan tentang
wujud-wujud.
Makna filsafat
Asfar
 Falsafah adalah upaya penyempurnaan
atas jiwa manusia dan, dalam beberapa
hal, atas kemampuan manusia melalui
pengetahuan tentang realitas esensial
segala sesuatu sebagaimana adanya,
dan melalui pembenaran terhadap
eksistensi mereka yang ditetapkan atas
dasar demonstrasi (burhan) dan bukan
diturunkan dari opini atau dugaan.
Makna filsafat
Asfar
 Melalui hikmah manusia menjadi sebuah
dunia yang intelijibel (yang dapat
dipahami) yang mirip dengan dunia
obyektif dan yang serupa dengan
tatanan eksistensi universal.
Makna filsafat
Mulla Shadra
 Hikmah bukan hanya pengetahuan
teoritis dan ‘menjadi sebuah dunia yang
intelijibel yang mencitrakan dunia
intelijibel yang obyektif’ melainkan juga
keterceraian dari nafsu dan kesucian
jiwa dari cemaran2 materielnya atau apa
yang oleh para filosof disebut sebagai
tajarrud atau katarsis
Jadi apa yang bisa kita
simpulkan?
Tataran ilmu
filsafat
Macam2 ilmu pengetahuan
Pilar ilmu pengetahuan
aksiologi
tauhid
Pilar ilmu pengetahuan
Agus Purwanto
 Ontologi (subyek ilmu): harus menerima
realitas material maupun non-material
sebagaimana diajarkan Islam.
 Aksiologi: tujuan membangun ilmu
adalah untuk semakin mengenal Sang
Pencipta melalui pola2 ciptaan-Nya.
 Epistemologi: al-Quran merupakan
sumber intelektualitas dan spiritualitas
ilmu.
Manajemen & Akuntansi
sebagai ilmu sosial
 Cara pandang / pemahaman dunia A &
M dari kaca mata dunia sosial
 Cara pandang = paradigma
Hal yang mempengaruhi cara
pandang
 Agama
 Budaya
 Pengalaman
 Pengetahuan
 Lingkungan hidup
 Teknologi
 Dan lain –lain.
Paradigma dalam ilmu sosial
The sociologi of radical change
Radical
humanist
Radical
structuralist
Objective
Subjective
Interpretive
Functionalist
The sociologi of regulation
The Burrell & Morgan Subjective
and Objective Dimension
Subjectivist Approach to
Social Science
Objectivist Approach to
Social Science
Nominalism
Ontology
Realism
Anti-Positivism
Epistemology
Positivism
Voluntarism
Human Nature
Determinism
Ideographic
Methodology
Nomothetic
Paradigma dalam ilmu sosial
 PARADIGMS





Positivist paradigm
Interpretivist paradigm
Critical paradigm
Postmodernist paradigm, and
(Feminist paradigm) Prof Iwan Triyuwono
Apa bedanya?
 Positivist
 Social reality
 Human beings

Obyective “out
there”

Rationale,
without free
will
Deductive,
nomothetic
 Science

 Alternatives



Subyective,
created,
interpreted
Creators, ..
assinging
meaning ..
Inductive,
ideographic
 Purpose of
research

Explain,
predict

Understand
holistically
Bagaimana memahami &
memproduksi M & A?
Apa itu manajemen?
Apa itu akuntansi
Tugas mahasiswa
 Membaca buku2 filsafat apa saja,
kemudian sarikan dan presentasikan.

Isi presentasi:
 Apa
itu filsafat
 Apa yang bisa dilakukan dengan pemahaman
tersebut, manfaatnya apa, dan lain2
 Membuat paper yang setara dengan
jurnal. Isi paper”


Manajemen, atau
Akuntansi, dilihat dari kacamata yang luas.
Tugas setara ujian
 Baca buku2 yang relevan dengan
filsafat.
 Buat resensinya: esensi atau pesan
filosofisnya. Tuliskan.
 Baca artikel, buku atau apa saja (yang
layak). Buat resume yang
menggambarkan esensinya.
 Analisa isi yang dibaca tersebut dengan
menggunakan pesan filosofis yang
saudara baca
Download