©2003 Digitized by USU digital library BADAN GOLGI BIOSINTETIS

advertisement
BADAN GOLGI BIOSINTETIS DAN FUNGSINYA DALAM METABOLISME
ROSITA SIPAYUNG
Fakultas Pertanian
Jurusan Budidaya Pertanian
Universitas Sumatera Utara
PENDAHULUAN
Sel merupakan satuan dasar kehidupan, di mana tidak ada satuan yang lebih
kecil daripada sel (Salisbury dan Ross, 1995).
Berdasarkan struktur internalnya, sel dibedakan atas dua golongan yaitu
prokariotik dan eukariotik. Pada sel prokariotik, senyawa genetik terdapat dalam
satu badan inti atau badan sebelum inti yang tidak dikelilingi membran. Sedangkan
pada sel eukariotik yang terdapat dalam semua sel hewan dan tumbuhan, inti sel
yang amat kompleks dan telah jauh berkembang, dikelilingi oleh selubung inti yang
terdiri dari dua membran atau membran ganda yang berdekatan. Kedua membran
menyatu di sekitar pori-pori inti yang berdiameter kira-kira 90 nm sehingga berbagai
senyawa antara inti sel dan sitoplasma terdapat pada berbagai organel antara lain
Retikulum Endoplasma (RE), Mitokondria, Lisosom, Ribosom dan Diktikosom (Badan
Golgi). Masing-masing organel ini dengan berbagai bentuk dan ukuran mempunyai
struktur yang khas dalam jumlah yang bervariasi dengan fungsi tertentu di dalam
Sitoplasma (Lehninger, 1993).
Diktiosom (Badan Golgi) adalah tumpukan piring pipih yang berongga
didalamnya dengan tepian yang menggelembung dan dikelilingi oleh benda-benda
bulat (Salisbury dan Ross, 1995). Nama Golgi berasal dari seorang Italia Camilo
Golgi yang menemukan benda itu dengan mikroskop cahaya pada tahun 1898
(Lehninger, 1993). Pada bab-bab berikut akan dibahas lebih lanjut tentang struktur,
fungsi dan peranan Badan Golgi dalam metabolisme sel.
Bentuk sel eukariotik yang mempunyai struktur internal yang amat rumit
dapat terlihat dari gambaran bentuk umum sel tumbuhan pada gambar 1.
©2003 Digitized by USU digital library
1
Nukleus
Dinding sel primer
Kloroplas
Ribosom
Membran vakuola
Vakuola
Mikotondria
Membran plasma
Amiloplas
Mikrotubul
Plasmodesmata
Lamela tengah
Kloroplas
Diktiosom
Retikulum Endoplasma halus
Rerikulum endoplasma kasar
Gambar 1. Sel Tumbuhan pada Umumnya (Salisbury dan Ross,1995)
©2003 Digitized by USU digital library
2
II. STRUKTUR BADAN GOLGI
Badan Golgi adalah sebutan terhadap kantong-kantong khas yang terdapat
hampir di semua sel eukariotik. Nama ini diberikan pertama kali oleh seorang
sitologiawan Italia bernama Camillo Golgi, yang pertama-tama menjelaskan organel
ini pada akhir abad sembilan belas. (Salisbury dan Ross, 1995).
Badan Golgi terbentuk oleh susunan lempengan kantong-kantong yang khas
dikelilingi membran. Lempengan kantong ini disebut sisterna. Dalam sel tumbuhan,
badan Golgi terdiri atas susunan dari beberapa sisterna. Pada penghujung kantong
terdapat kantong-kantong bulat kecil atau vesikula yang menempel dan yang seolaholah terjentik dari ujung kantong yang berukuran lebih besar (Sheeler and Bianchi,
1987).
Badan Golgi mempunyai bentuk yang berbeda pada sel eukariotik yang
berlainan. Perbedaan ini terlihat terutama dari bentuk susunan kantong-kantong
pipih yang masing-masing dikelilingi membran tunggal yang disebut sisterna. Dalam
sel tumbuhan, badan Golgi terdiri atas susunan dari beberapa sisterna. Pada
umumnya badan Golgi mempunyai 4 – 6 sisterna yang berjarak sekitar 10 nm antara
satu sama lain. Pada tanaman tertentu badan Golgi ini terbentuk dalam jumlah yang
lebih besar kadang-kadang 20 atau lebih. Lebar masing-masing sisterna bervariasi
antara 500 – 1000 nm (Lehninger, 1993).
Sisterna yang sedang tumbuh berada pada posisi terbawah dengan pinggiran
kantong yang mulai menggelembung disebut sebagai permukaan cis badan Golgi.
Sisterna yang sudah melalui pertumbuhan dengan pinggiran kantong yang
menggelembung lebih besar berada pada posisi teratas yang disebut permukaan
trans. Sisterna yang berada diantara permukaan cis dan trans merupakan kantongkantong yang sedang tumbuh dan bergerak hingga mencapai permukaan trans.
Bentuk badan Golgi dalam proyeksi tiga dimensi dapat dilihat pada Gambar 2.
©2003 Digitized by USU digital library
3
Trans atau permukaan dewasa
Sisterna
Pelepasan vesikula
Cis atau permukaan tumbuh
Vesikula bergabung dengan cis
Gambar 2. Proyeksi Tiga Dimensi Badan Golgi (Sheeler and Bianchi, 1987)
III. PEMBENTUKAN BADAN GOLGI
Pembentukan intraselular badan Golgi telah lama menjadi topik yang hangat
diperdebatkan. Diantara berbagai pendapat mengatakan bahwa badan Golgi berasal
dari :
1.
2.
3.
3.
Vesikula-vesikula yang melepas dari membran luar pembungkus (yang
menyelubungi) inti.
Vesikula yang dikirim dari retikulum endoplasma
Vesikula-vesikula yang dibentuk oleh tonjolan ke dalam dari membran
plasma.
Pembelahan badan Golgi yang terdapat di dalam sel.
Dari beberapa pendapat di atas, pendapat yang diterima secara luas ialah
pendapat yang mengatakan bahwa badan Golgi berasal dari vesikula yang dikirim
dari Retikulum Endoplasma. Vesikula ini disebut vesikula transisi (Sheeler and
Bianchi, 1987). Vesikula transisi yang dikirim dari Retikulum Endoplasma (RE)
bermigrasi dan lalu melebur dengan membran sisterna yang ada sedemikian rupa
untuk membentuk badan Golgi dan mewujudkan pertumbuhan organel.
Agregasi vesikula transisi dalam sel terdapat pada daerah tertentu dalam
cytoplasma yang disebut zona ekslusi yang bebas dari ribosom. Zona ini sering
©2003 Digitized by USU digital library
4
dikelilingi oleh membran Retikulum Endoplasma. Badan Golgi berukuran kecil diduga
muncul dan berkembang pada zona ini.
Perkembangan badan Golgi dapat terlihat terutama pada pembelahan sel-sel
tumbuhan dan hewan, di mana jumlah badan Golgi dalam sel meningkat sehingga
jumlah badan Golgi pada masing-masing sel hasil pembelahan lebih kurang adalah
sama dengan jumlah badan Golgi pada induk sebelumnya. Pembentukan badan Golgi
yang lengkap diperkirakan berlangsung dengan cara seperti yang ditunjukkan pada
gambar 3.
Pembentukan badan Golgi dari endoplasmic retikulum
Pembentukan
vesikula sekresi
pada permukaan
trans
Tahapan lanjut
pertumbuhan
badan Golgi
Pembelahan badan Golgi
Gambar 3. Pembentukan badan Golgi yang berasal dari ER
©2003 Digitized by USU digital library
5
IV. FUNGSI BADAN GOLGI DALAM METABOLISME SEL
Badan Golgi sebagai organel sel eukariotik mempunyai fungsi yang beragam,
antara lain 1) mengemas bahan-bahan sekresi yang akan dibebas-kan dari sel, 2)
memproses protein-protein yang telah disintesa oleh ribosom dari retikulum
endoplasma, 3) mensintesa polisakarida tertentu dan glycolipids, 4) memilih protein
untuk berbagai lokasi di dalam sel, 5) memperbanyak elemen membran yang baru
bagi membran plasma, dan 6) memproses kembali komponen-komponen membran
plasma yang telah memasuki sitosol selama endositosis. Badan Golgi berperan dalam
banyak proses selular yang berbeda tetapi yang utama adalah dalam hal sekresi
(Sheeler and Bianchi, 1987).
Badan Golgi menerima produk sel tertentu dari RE dan membawa produk ini
ke dalam vesikula sekretori yang akan meneruskan lintasannya menuju ke bagian
luar membran plasma sel, dan berdiffusi dengan membran. Bagian ini dapat terbuka
untuk membebaskan isi vesikula keluar. Proses ini disebut eksositosis (Lehninger,
1993).
Protein yang disintesis oleh RE dipindahkan ke dalam badan Golgi. Disini
karbohidrat tambahan dapat dibubuhkan kepadanya. Protein-protein ini terkumpul di
dalam vesikula tadi sampai penuh. Vesikula-vesikula ini dapat berpindah ke
permukaan sel dan mengeluarkan isinya ke bagian luar. Vesikula-vesikula berprotein
yang lain pada badan Golgi dapat disimpan di dalam sel sebagai lisosom (Kimbal,
1983).
Pemrosesan protein dimulai pada RE dan dilanjutkan di dalam sisterna badan
Golgi. Protein ditransfer ke bagian cis diktiosom. Semua glycoprotein dari RE yang
sampai pada cis badan Golgi memiliki cincin oligosakarida. Sebelum melewati satu
sisterna Golgi ke sisterna berikutnya, protein akan mengalami pemrosesan. Misalnya
di dalam sisterna cis, kelompok fospat ditambahkan pada akhir cincin oligosakarida
dari protein untuk lisosom, sekresi protein dan protein untuk membran plasma yang
akan menjalani pengolahan ekstensif (Sheeler and Bianchi, 1987).
Di samping peranannya di dalam sekresi, badan Golgi berperan dalam
mempersiapkan elemen-elemen membran untuk organel seperti lisosom dan
membran plasma. Protein yang ditujukan sebagai komponen membran lisosom atau
membran plasma ditambatkan pada membran RE. Pada saat sintesis, protein
kemungkinan bergerak dari RE ke bagian cis, dan dari bagian cis melalui sisterna
medial ke bagian trans sebagai komponen membran. Membran dari pembuluh ini
keluar dari permukaan trans yang mengandung protein. Pembuluh ini mengandung
protein sekresi yang digabungkan dengan membran plasma dan mengosongkan
isinya diluar sel (Sheeler and Bianchi, 1987). Gambaran proses ini disajikan pada
gambar 4 berikut.
©2003 Digitized by USU digital library
6
Ribosom
Endoplasmik
Retikulum
cis Golgi
Vesikula
sekretori
Trans Golgi
Eksositosis
Elemen
membran
dugaan
Membran
plasma
ER Proteins
Secretory lysosomal
Glycosylate Protein
Lisosom primer
Gambar 4. Fungsi Badan Golgi (Sheeler and Bianchi, 1987)
Beberapa vesikula yang berada di dekat membran plasma yang bersebelahan
dengan dinding sel, melebur antara vesikula dengan membran plasma hingga
menambah luas permukaan membran sewaktu sel tumbuh (Salisbury and Ross,
1995).
Badan Golgi juga bertindak memilih protein. Protein yang ditujukan untuk
granular sekresi, lisosom dan membran plasma dikirimkan ke cis dari diktiosom
sepanjang adanya kelebihan protein membran RE. Protein RE diyakini kembali ke
retikulum endoplasma oleh pembuluh kecil yang dibebaskan dari cis sisterna
Rothman (Dalam Sheeler and Bianchi, 1987) menyatakan bahwa diktiosom
terdiri dari tiga kompartemen, yaitu kompartemen cis, kompartemen medial dan
kompartemen trans. Kompartemen cis menyortir dan melepaskan protein RE serta
menambahkan phosfat pada terminal gula dari protein lisosom. Kompartemen medial
(bagian tengah sisterna) adalah tempat dimana N-acetyglucosamine ditambahkan.
Penambahan galaktosa terminal dan asam N-acetylneuraminik terjadi dalam
kompartemen trans dan juga di mana berbagai protein akan diurutkan berdasarkan
tujuan akhir.
Peranan lainnya dari badan Golgi selain mempersiapkan elemen-elemen
membran plasma yang baru, juga terlibat dalam pemrosesan kembali membran
plasma yang memasuki sitosol selama endositosis.
©2003 Digitized by USU digital library
7
Komponen-komponen membran yang memasuki badan Golgi menyusul
endositosis dapat diproses dan digunakan kembali dalam sekresi, dan pada
pembentukan lisosom atau perbaikan membran plasma itu sendiri (Sheeler and
Bianchi, 1987).
KESIMPULAN
1. Badan Golgi adalah salah satu organel dengan fungsi dan peranan yang khas
dalam sel eukariotik.
2. Badan Golgi berbentuk tumpukan (stack) dari sejumlah lempengan atau
sisterna dengan pinggiran yang menggelembung dikelilingi kantong-kantong
bulat kecil atau vesikula.
3. Pembentukan badan Golgi baru berawal dari terbentuknya sisterna hasil
penggabungan vesikula yang berasal berbagai sumber dalam sel. Sumber yang
lebih diyakini secara luas adalah retikulum endoplasma.
4. Fungsi dan peranan badan Golgi ialah untuk mengangkut material ke berbagai
tujuan selular, terutama dalam hal sekresi.
DAFTAR PUSTAKA
Avers, C. J. 1985. Molecular Cell Biology. Addison Wesley Pub. Company
Canada, pp. 246 – 262.
Kimbal, J. W. 1990. Biologi. Terjemahan dari Biology oleh Hj. Siti Sutarmi dan N.
Sugiri. IPB. Bogor. Bumi Aksara. Jakarta.
Kumar, H.D. and H. N. Singh. 1979. Plant Metabolism. The Macmillan Press Ltd.
New York.
Lehninger, A. L. 1993. Dasar-dasar Biokimia. Terjemahan dari Principles of
Biochemistry oleh Thenawijaya, M. IPB. Bogor. Erlangga. Jakarta.
Salisbury, F. B. dan C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Terjemahan dari
Plant Physiology oleh D.R. Lukman dan Sumaryono. ITB. Bandung.
Sheeler, P. and D. E. Bianchi. 1987. Cell and Molecular Biology. Third Edition. John
Wesley and Sons, Inc. New York.
©2003 Digitized by USU digital library
8
Download