BAB 2 LANDASAN TEORI

advertisement
8
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Teori Mengenai Sel Surya
Sel surya merupakan perangkat yang unik karena memanfaatkan efek
photovoltaic yang memungkinkannya perubahan langsung energi yang diserap dari
matahari menjadi energi listrik, photovoltaic sendiri merupakan istilah yang telah
digunakan di Inggris semenjak tahun 1849 dan berasal dari bahasa Yunani φώς:phos
yang berarti cahaya dan voltaic yang berarti listrik diadaptasi dari nama fisikawan Italia
yang bernama Alessandro Volta. Proses perubahan energi cahaya matahari menjadi
listrik ini dapat berlangsung pada material semikonduktor yang mempunyai dua area
yang berbeda, dimana satu area mempunyai kelebihan elektron dan area yang lain
kekurangan elektron. Pada umumnya material semikonduktor ini terbuat dari silikon
yang pada penggunaanya dikategorikan berdasarkan bentuk menjadi 2 yakni kristal dan
non-kristal. Sel surya mempunyai banyak aplikasi, diantaranya sangat berguna pada
situasi dimana energi listrik masih jarang atau sulit didapatkan seperti didaerah terpencil
dan juga satelit buatan manusia yang mengorbit bumi di luar angkasa.
Gambar 2.1 Rangkaian setara sel surya
9
2.1.1
Jenis Sel Surya
Berdasarkan bahan yang digunakan, sel surya dibagi menjadi dua:
1. non-organik
Bahan yang digunakan pada umumnya adalah senyawa silikon, seperti
misalnya : Amorphous silicon (a-Si or a-Si:H), protocrystalline silicon atau
Nanocrystalline silicon (nc-Si or nc-Si:H).
2. organik
Bahan yang digunakan pada umunmya adalah senyawa polymer dan
polyphenylene vinylene. Namun efesiensinya hingga saat ini masih sangat
rendah, kurang lebih hanya 6%. Akan tetapi mempunyai keuntungan yang
lain, karena mudah terurai oleh alam sehingga tidak menimbulkan problem
baru seperti pengolahan sisa – sisa sel surya yang telah tidak terpakai.
Gambar 2.2 Sel – sel surya (photovoltaic cells)
2.1.2
Masalah Umum Sel Surya
Selain banyaknya keuntungan yang dapat didapatkan dari sel surya, ada
pula kekurangan serta masalah yang ditimbulkan akibat penggunaan sel surya.
Masalah – masalah tersebut diantaranya adalah :
10
1. Ketersediaan
Memang energi cahaya yang berasal dari matahari merupakan salah satu
yang tersedia dalam jumlah sangat banyak dan bahkan hampir tak terbatas,
akan tetapi hanya dimanfaatkan dalam jumlah yang terbatas dikarenakan
kurun waktu penyinaran ke bumi dan pemanfaatannya yang terbatas hanya
pada pagi hingga sore hari dan cahaya maksimum pada siang hari sedangkan
di malam hari hal ini menjadi tidak mungkin kecuali di luar angkasa. Selain
itu akan menjadi semakin berkurang efisiensinya di cuaca yang berawan
karena sinar matahari tidak bisa secara optimal terserap oleh sel surya.
Gambar 2.3 Daerah penyinaran optimal cahaya matahari
Daerah yang secara maksimum menerima cahaya matahari ditunjukan pada
gambar diatas dalam spektrum warna kuning hingga oranye kemerahan. Pada
daerah ini cahaya matahari mampu terserap secara maksimum oleh sel surya
11
dikarenakan posisinya memang sangat baik, dan sebagai catatan bahwa
konsumsi listrik dunia dapat dipenuhi jika ditempatkan sel surya pada daerah
– daerah tersebut.
2. Jalur matahari
Jalur pergerakan matahari tidak selalu berada tepat tegak lurus, dan hal ini
berubah – ubah seiring dengan waktu. Di tiap bagian dunia mempunyai
waktu serta arah pergerakan yang berbeda, serta bergantung pada musim dan
jam. Sehingga jalur ini harus diperhatikan dengan baik agar proses
pengumpulan sinar menjadi optimal.
3. Tata letak sel surya
Penempatan menjadi masalah tambahan yang perlu diperhatikan dengan
seksama, karena sel surya hanya akan menjadi efektif apabila mendapat sinar
langsung dengan arah normal tegak lurus terhadap permukaan atau dengan
kata lain cahaya matahari jatuh tepat dengan sudut 90o terhadap
permukaannya jika dimungkinkan. Akan tetapi letak pengumpulan sinar
matahari efektif hingga 20o, jika semakin jauh dari sudut tegaknya maka akan
semakin rendah juga tinggat penerimaannya. Dan juga jika perbedaan
sudutnya lebih dari 35o terhadap sudut tegak maka akan sebagian besar sinar
matahari memantul dari permukaan sel surya. Dan juga ruang yang baik
untuk penempatannya pada umumnya berupa lansekap yang datar, serta tidak
terhalang pohon atau gedung.
12
4. Perubahan arus
Arus yang didapat dari sel surya adalah DC (Direct Current) atau arus
searah, sehingga jika dipergunakan sebagai sumber listrik bagi rumah
ataupun industri maka perlu diubah menjadi AC (Alternating Current) atau
arus bolak – balik. Tidak hanya menambah kerumitan perangkat, tapi juga
menyebabkan adanya energi yang hilang kurang lebih 4 hingga 12%.
5. Limbah produksi
Permasalahan yang sangat sering dikemukakan adalah penggunaan Cadmium
dalam Cadmium Telluride (CdTe), yang merupakan salah satu senyawa
berbahaya yang jika penanganannya tidak tepat justru akan menyebabkan
kerusakan lingkungan yang parah. Solusi yang baik adalah dengan adanya
pengendalian tingkat emisi cadmium pada proses pembuatan sel surya maka
jumlahnya dapat ditekan hingga mendekati nol.
2.1.3
Jenis Penampang Sel Surya
Terdapat tiga penggolongan jenis penampang sel surya, yaitu
berdasarkan jenis pergerakan penampang atau rangka, penempatan sel surya
didalam rangka, dan sensor cahaya.
•
Tergantung kepada jenis pergerakan, dibagi menjadi tiga sebagai berikut :
1. tanpa axis
Pada jenis ini pada rangka atau penampang sel surya tidak
mempergunakan axis sehingga cahaya efektif hanya didapat pada saat
tertentu saja.
13
Gambar 2.4 Penampang sel surya tanpa axis
2. axis tunggal
Pada jenis ini pada rangka atau penampang sel surya hanya di
tempatkan satu axis saja yang dapat mengikuti pergerakan semu matahari
dari mulai terbit di arah timur hingga terbenam di arah barat. Penempatan
axis tersebut dibagi menjadi 3 yakni polar, horizontal dan vertikal. Untuk
menggerakan axis ini pada umumnya dipergunakan motor stepper yang
karakteristiknya disesuaikan berdasarkan berat rangka sel surya yang
dipergunakan.
Gambar 2.5 Penampang sel surya dengan axis tunggal (horizontal)
14
3. axis ganda
Pada jenis ini pada rangka atau penampang sel surya di tempatkan
dua axis yang dapat mengikuti pergerakan semu matahari dari mulai
terbit di arah timur hingga terbenam di arah barat. Dengan penggunaan
dua buah axis menjadi lebih baik, karena pada dasarnya memang
pergerakan matahari tidak lurus. Untuk menggerakan axis ini pada
umumnya dipergunakan motor stepper yang karakteristiknya disesuaikan
berdasarkan berat rangka sel surya yang dipergunakan.
Gambar 2.6 Penampang sel surya dengan axis ganda
•
Tergantung kepada jenis penempatan sel surya, dibagi menjadi dua
sebagai berikut :
1. terkonsentrasi
Pada jenis ini sel surya ditempatkan pada titik fokus pemantul yang
berfungsi untuk mengumpulkan cahaya matahari. Pada umumnya untuk
mendapatkan pemantulan yang baik, maka pemantul berbentuk parabola
15
dan sel surya berukuran kecil namun dengan bahan serta kualitas yang
lebih baik dari jenis biasa ditempatkan di depannya.
Gambar 2.7 Penampang sel surya terkonsentrasi
2. tidak terkonsentrasi
Pada jenis ini sel surya ditempatkan langsung menghadap arah cahaya
matahari, dengan ukuran sel surya yang besar. Pada umumnya untuk
mendapatkan pemantulan yang baik, maka pemantul berbentuk parabola
dan sel surya dengan kualitas yang lebih baik dari jenis biasa ditempatkan
di depannya.
Gambar 2.8 Penampang sel surya tidak terkonsentrasi
16
•
Tergantung kepada penggunaan sensor cahaya dibagi menjadi dua,
sebagai berikut :
1. dengan sensor
Pada jenis ini digunakan sensor untuk mendeteksi keberadaan
matahari, walaupun sebenarnya yang dideteksi adalah spektrum cahaya
tertentu pada cahaya matahari. Umumnya yang digunkana sebagai sensor
adalah photoresistor atau LDR (Light Dependent Resistor) serta
photodioda. Apabila arah cahaya telah dideteksi, maka penampang
digerakkan menuju arah tersebut.
2. tanpa sensor
Pada jenis ini penampang sel surya bisa dalam keadaan statis atau
diam, dan dapat juga digerakan oleh motor stepper dengan perhitungan
torsi sehingga mampu menyamai gerak semu matahari dari timur ke
barat.
Gambar 2.9 Penampang sel surya tanpa sensor
17
2.2
Teori Mikrokontroler
AVR ( Advanced Virtual RISC ) adalah piranti berarsitektur Harvard dimana
program dan data ditempatkan secara terpisah. Instruksi – instruksi program disimpan
didalam memori flash semi-permanen yang dapat memasukan maupun memanipulasi
data yang terdapat didalam SRAM. AVR merupakan bagian dari mikrokontroler yang
dibuat oleh perusahaan semikonduktor Atmel. Dasar arsitekturnya dibuat oleh dua orang
yaitu Alf-Egil Bogen dan Vergard Wollan dari Norwegian Institute of Technology
(NTH). Pada sistem penampang sel surya ini digunakan AVR tipe ATMEGA 8535.
2.2.1 Atmel AVR ATMEGA 8535
Mikrokontroler Atmel AVR ATMEGA 8535 merupakan salah satu
anggota keluarga basar mikrokontroler AVR seri atmega.
2.2.1.1
Fitur – Fitur
Secara umum, fitur – fitur yang dimiliki oleh AVR tersebut adalah
sebagai berikut :
•
Advanced RISC Architecture.
•
Inti RISC dapat menjalankan Instruksi – instruksi Single-
Cycle
•
Internal Oscillator
•
Internal Instruction Flash Memory sampai dengan 8KB
•
Internal Data EEPROM sampai dengan 512B
•
Internal SRAM sampai dengan 512B
•
Timer 8-Bit and 16-Bit
•
Saluran PWM
18
•
Synchronous/Asynchronous
Serial
(UART/USART)
2.2.1.2
•
Serial Peripheral Interface (SPI)
•
Komparator Analog
•
8 channel 10-Bit A/D konverter
•
Tegangan operasional rendah mulai dari 1.8 volt.
•
32 Programmable I/O Lines
•
Daya listrik rendah 4.5 - 5.5V
Deskripsi Pin
Gambar 2.10 Konfigurasi pin AVR ATmega8535
Tabel 2.1 Sinyal port
Nama
Tipe
Keterangan
PA-D.7:0 I/O
Port 0, 8 Bit Bidirectional I/O Port
PA-D.7:0 I/O
Port 1, 8 Bit Bidirectional I/O Port
Peripherals
19
PA-D.7:0 I/O
Port 2, 8 Bit Bidirectional I/O Port
PA-D.7:0 I/O
Port 3, 8 Bit Bidirectional I/O Port
PA-D.7:0 I/O
Port 4, 8 Bit Bidirectional I/O Port
PA-D.7:0 I/O
Port 5, 8 Bit Bidirectional I/O Port
PA-D.7:0 I/O
Port 6, 8 Bit Bidirectional I/O Port
PA-D.7:0 I/O
Port 7, 8 Bit Bidirectional I/O Port
Tabel 2.2 Sinyal Clock
Nama
Tipe
Keterangan
XTAL1
I
Input ke on-chip inverting oscillator amplifier
XTAL2
O
Output dari on-chip inverting oscillator amplifier
2.3
Spektrum Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang radiasi yang tidak membutuhkan
medium untuk merambat, yang dihasilkan oleh energi listrik dan magnetik yang
berosilasi. Berdasarkan spektrum frekuensinya, gelombang elektromagnetik dapat dibagi
untuk berbagai aplikasi, dan walaupun dianggap sebagai N (simbol dari no yang berarti
tidak) faktanya beberapa jenis gelombang mampu menembus lapisan atmosfir bumi
walaupun hanya mempunyai efek yang sangat kecil jika dibandingkan dengan jenis
gelombang yang lain. Spektrum elektromagnetik adalah deretan dari seluruh jenis radiasi
elektromagnetik, dimana spektrum tersebut menggambarkan karakteristik daya hantar
dari objek tertentu yang dilalui gelombang elektromagnetik. Spektrum tersebut tersebar
mulai dari dibawah frekuensi yang pada saat ini digunakan sebagai gelombang radio
modern, hingga radiasi gamma yang mempunyai gelombang pendek. Sehingga spektrum
tersebut menjangkau radius ribuan kilometer hingga hanya seperbagian atom saja.
20
Gambar berikut akan memperlihatkan pembagian area frekuensi dari gelombang
elektromagnetik :
Gambar 2.11 Pembagian Area Frekuensi dari Gelombang Elektromagnetik
2.4
Sensor Cahaya
Komponen yang digunakan pada sistem untuk mendeteksi keberadaan cahaya
matahari adalah photoresistor atau LDR ( Light Dependent Resistor ). Komponen ini
memiliki respon terhadap spektrum cahaya yang mirip dengan mata manusia,
karakteristik lainnya adalah sifat hambatannya yang berubah seiring dengan jumlah
cahaya yang diterima selain kemampuannya untuk ”mengingat” kondisi pencahayaan
dimana komponen tersebut tersimpan. Namun efeknya dapat dikurangi dengan
menyimpan ditempat dengan kondisi pencahayaan yang cukup. Selain LDR ada juga
tipe sensor lain yang dapat mendeteksi cahaya, yakni photodioda. Pada dasarnya
photodioda merupakan bentuk dasar dari sel surya, dan mempunyai cara kerja yang
21
sama. Kedua jenis sensor ini mendeteksi spektrum cahaya mulai dari inframerah, cahaya
tampak, dan ultraviolet (UV).
Gambar 2.12 Photoresistor (kiri) dan photodioda (kanan)
2.5
Teknik Antar Muka
2.5.1 Komunikasi Serial
Komunikasi serial adalah metode pengiriman data per bit, artinya data
akan dipecah menjadi bit-bit, lalu dikirimkan melalui satu saluran transmisi saja.
Dengan membandingkan pada komunikasi parallel yang menggunakan jumlah
saluran pengiriman data lebih banyak, maka dapat kita ketahui komunikasi serial
lebih efisien dan efektif dalam melakkukan pengiriman data. Ada dua macam
cara pengiriman data secara serial yaitu secara asinkron (asynchronous) dan
sinkron (synchronous). Yang dimaksud dengan pengiriman secara asinkron
adalah yang menerima data cukup mengetahui apakah data sedang dikirimkan
atau tidak. Transmisi asinkron data yang dikirimkan dalam satuan bps (bits per
second), dan untuk mengirimkan sebuah karakter sebesar 8 bit akan dijadikan
22
dalam suatu paket sebesar 10 bit yang berisikan 1 start bit, 8 bit data,dan 1 stop
bit. Pada transmisi sinkron ada dua metode pengiriman transmisi,metode pertama
menggunakan syn character untuk menyamakan pengiriman dan penerimaan
transmisinya yang menggunakan karakter khusus. Karakter ini terdiri dari
susunan bit tertentu yang akan digunakan oleh pihak penerima untuk
menyamakan kecepatan penerimaan. Ada tiga macam karakter yang digunakan
dalam transmisi, yaitu karakter STX (Start of Text) dan ETX (End of Text)
digunakan untuk menandakan awal dan akhir dari data yang dikirimkan. Dan
yang ketiga adalah BCC (Block Check Character) digunakan untuk memastikan
apakah data yang diterima mengalami error atau tidak.
2.5.2
Serial Peripheral Interface (SPI)
Serial Peripheral Interface (SPI) adalah salah satu standar jalur
komunikasi serial yang dibuat oleh Motorola. SPI merupakan saluran
komunikasi serial synchronous full duplex. SPI menganut hubungan single
master multiple slave.
SPI memiliki empat jalur sinyal :
•
SCLK (Clock)
•
MOSI (Master Data Output, Slave Data Input)
•
MISO (Master Data Input, Slave Data Input)
•
SS (Slave Select)
SCLK dibangkitkan oleh master device dan menjadi input bagi semua
slave. MOSI menjadi media pembawa data dari master ke slave. MISO
23
membawa data dari slave ke master. Master membangkitkan sinyal SS untuk
memilih slave device. Ilustrasi dari relasi antara master dan slave bisa
digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.13 Relasi antara Master dan Slave pada SPI
Ada dua parameter yang harus diperhatikan pada saat berkomunikasi
menggunakan SPI yaitu bit clock polarity (CPOL) dan clock phase (CPHA).
Kedua parameter ini akan menentukan kapan data akan diambil. CPOL
menentukan kondisi SCLK pada saat idle state, sedangkan CPHA akan
menentukan apakah edge pertama dari SCK setelah idle state menjadi capture
point bagi slave atau menjadi penanda dimulainya pengiriman data kepada slave.
24
Tabel 2.3 Fungsi CPOL dan CPHA
CPOL
CPHA
0
0
1
0
0
1
1
1
Keterangan
Kondisi idle state = low
Edge pertama = capture point
Kondisi idle state = high
Edge pertama = capture point
Kondisi idle state = low
Edge pertama = penanda dimulainya
transmisi data
Kondisi idle state = low
Edge pertama = penanda dimulainya
transmisi data
SPI tidak menyediakan mekanisme acknowledgement serta pengaturan aliran
data. Berikut adalah bagaimana data dibaca dan dikirim :
Gambar 2.14a Timing diagram read dan write SPI dengan CPHA = 0
Gambar 2.14b Timing diagram read dan write SPI dengan CPHA = 1
25
Gambar 2.10a menggambarkan SPI dengan kondisi CPHA = 0, yang
artinya edge pertama setelah idle state adalah titik pengambilan data. Pada
kondisi CPOL = 0, rising edge adalah titik pengambilan data, sedangkan pada
kondisi CPOL = 1 falling edge adalah titik pengambilan data.
Pada gambar 2.10b menggambarkan SPI dengan kondisi CPHA = 1, yang
artinya edge pertama setelah idle state adalah penanda dimulainya transmisi
data. Pada kondisi CPOL = 0, rising edge pertama adalah tanda dimulainya
transimisi data, sedangkan titik pengambilan datanya ada pada level high SCK,
sedangkan pada kondisi CPOL = 1, falling edge pertama adalah tanda
dimulainya transmisi data, sedangkan titik pengambilan datanya ada pada level
low SCK.
2.6
Motor Listrik
Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan
untuk, misalnya, memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan
kompresor, mengangkat bahan, dan lain sebagainya.
Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang
dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/
torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat
dikategorikan kedalam tiga kelompok (BEE India, 2004):
•
Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya
bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak bervariasi.
26
Contoh beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa
displacement konstan.
•
Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi
dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa
sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kuadrat kecepatan).
•
Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque
yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban
dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin.
2.6.1
Jenis Motor Listrik
Motor listrik dibagi menjadi 2 jenis, yakni motor arus searah (dc) dan
motor arus bolak – balik (ac). Dapat terlihat dengan jelas klasifikasinya dalama
gambar berikut :
Gambar 2.15 Klasifikasi motor listrik
27
A.
Motor DC
Motor arus searah, sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung
yang
tidak
langsung/direct-unidirectional.
Motor
DC
digunakan
pada
penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau
percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas.
Gambar 2.13 memperlihatkan sebuah motor DC yang memiliki tiga komponen
utama :
•
Kutub medan secara sederhana digambarkan bahwa interaksi dua kutub
magnet akan menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC
memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo yang menggerakan
bearing pada ruang diantara kutub medan. Motor DC sederhana memiliki
dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan. Garis magnetik energi
membesar melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan.
Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih
elektromagnet. Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari
luar sebagai penyedia struktur medan.
•
Dinamo. Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi
elektromagnet. Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as
penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil,
dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub,
sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi,
arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo.
28
•
Komutator. Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC.
Kegunaannya adalah untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo.
Komutator juga membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan
sumber daya.
Gambar 2.16 Sebuah Motor DC
Prinsip kerja suatu motor arus searah adalah suatu kumparan jangkar
terdiri dari belitan dan terletak diantara kutub - kutub magnet. Kalau kumparan
dilalui arus maka pada kedua sisi kumparan bekerja gaya Lorentz. Aturan tangan
kiri dapat digunakan untuk menentukan arah gaya Lorentz, dimana gaya jatuh
pada telapak tangan, jari - jari yang yang direntangkan menunjukkan arah arus,
maka ibu jari yang direntangkan menunjukkan arah gaya. Kedua gaya yang
timbul merupakan sebuah kopel. Kopel yang dibangkitkan pada kumparan sangat
tidak teratur, karena kopel itu berayun antara nilai maksimum dan nol. Untuk
mendapatkan kopel yang relatif sama dan sama besar, dibagi sejumlah besar
kumparan di sekeliling jangkar. Kumparan - kumparan itu dihubungkan dengan
lamel tersendiri pada komutator, sehingga motor arus searah tidak berbeda
dengan generator arus searah. Perbedaan motor dan generator hanya terletak
pada konversi dayanya. Generator adalah mesin listrik yang mengubah daya
29
masuk mekanik menjadi daya listrik. Sedangkan motor mengubah daya masuk
listrik menjadi mekanik.
Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan, yang tidak
mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan
mengatur:
•
Tegangan
dynamo,
dengan
meningkatkan
tegangan
dinamo
akan
meningkatkan kecepatan.
•
Arus medan, dengan menurunkan arus medan akan meningkatkan
kecepatan..
Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya
dibatasi untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah, sebab apabila
digunakan untuk kecepatan tinggi karena adanya resiko percikan api pada sikat.
B.
Motor AC
Motor arus bolak-balik menggunakan arus listrik yang membalikkan
arahnya secara teratur pada rentang waktu tertentu. Motor listrik memiliki dua
buah bagian dasar listrik: "stator" dan "rotor" seperti ditunjukkan daalam Gambar
2.14. Stator merupakan komponen listrik statis. Rotor merupakan komponen
listrik berputar untuk memutar as motor. Keuntungan utama motor DC terhadap
motor AC adalah bahwa kecepatan motor AC lebih sulit dikendalikan. Untuk
mengatasi kerugian ini, motor AC dapat dilengkapi dengan penggerak frekuensi
variabel untuk meningkatkan kendali kecepatan sekaligus menurunkan dayanya.
Motor induksi merupakan motor yang paling populer di industri karena
30
kehandalannya dan lebih mudah perawatannya. Motor induksi AC cukup murah
(harganya setengah atau kurang dari harga sebuah motor DC) dan juga
memberikan rasio daya terhadap berat yang cukup tinggi (sekitar dua kali motor
DC).
Gambar 2.17 Motor DC yg membutuhkan arus DC untuk pembangkitan daya
Download