Hormon Kehamilan Yang Perlu Kita Tahu

advertisement
Hormon Kehamilan Yang Perlu Kita Tahu
Kehamilan adalah bagian dari proses alam yang dianugrahkan Tuhan agar manusia dapat terus
beregenerasi. Sebagai anugrah, proses inipun dilengkapiNya dengan sekian komponen
penopang untuk membantu perjalanannya, diantaranya adalah hormon.
Hormon-hormon kehamilan terbentuk secara alami di dalam tubuh seorang wanita dan
berkembang hari demi hari mengikuti perkembangan kehamilan. Ada empat hormon utama
yang terbentuk dalam proses kehamilan seorang wanita. Keempat hormon ini adalah Beta
Human Chorionic Gonadotropin (BHCG), Progesterone, Prostaglandin
dan Oksitosin
.
1. Beta Human Corionic Gonadotropin (BHCG).
Hormon Beta Human Corionic Gonadotropin (BHCG) adalah hormon yang akan terbentuk pada
awal kehamilan dan diproduksi oleh sel-sel kehamilan sebelum terbentuknya plasenta.
Biasanya akan tinggi pada awal-awal kehamilan. BHCG berfungsi untuk mempertahankan
kehamilan sehingga janin bisa menempel dalam rahim si ibu. Dengan berkembangnya
kehamilan dan mulai terbentuknya plasenta terutama pada usia kehamilan 14-16 minggu,
plasenta mulai mengambil alih fungsi BHCG dengan menghasilkan hormon progresteron.
Dampak: Kadar hormon BHCG yang kurang pada masa awal kehamilan dapat member
dampak tidak baik. Jika terjadi pada trimester pertama biasanya akan terjadi flek-flek atau
bahkan bisa menyebabkan keguguran.
2. Progesterone
Hormon progresteron memiliki fungsi yang sama dengan BHCG yakni mempertahannkan
kehamilan layaknya penguat. Fungsi lainnya dengan makin meningkatnya progresterone, rahim
tidak berkontraksi sehingga ridak kencang dan otot-otot jadi lemas termasuk otot saluran cerna
ibu. Akibatnya timbul keluhan pada ibu hamil, seperti mual muntah, perasaan begah, dan susah
buang air besar. Hormon progresterone akan semakin tinggi dengan bertambahnya usia.
Dampak: Kadar hormon progresteron yang berkurang pada trimester kedua dan toga awal
dapat menimbulkan keluhan pecahnya ketuban atau terjadinya kontraksi sebelum waktunya
bersalin. Akibatnya dapat terjadi kelahiran prematur.
1/2
Hormon Kehamilan Yang Perlu Kita Tahu
3. Prostaglandin
Menurunnya hormon progresteron merangsang munculnya hormon prostaglandin. Hormon
prostaglandin adalah hormon pencetus kontraksi.
Dampak: Berkurangnya kadar hormon ini dalam tubuh seorang ibu dapat menyebabkan
kehamilan lewat waktu.
4. Oksitosin
Seperti halnya hormon prostaglandin hormon Oksitosin juga berfungsi sebagai pencetus
kontraksi. Hormon ini timbul akibat meningkatnya hormon prostaglandin. Hormon ini bekerja
untuk memaksa rahim agar berkontraksi sehingga terjadi persalinan.
Dampak: Seperti halnya hormon prostaglandin, berkurangnya hormon ini dalam tubuh seorang
ibu dapat menyebabkan kehamilan lewat waktu. Akibatnya ibu membutuhkan induksi dengan
obat-obatan perangsang hormon untuk mempermudah persalinan.
Apabila Anda mengalami permasalahan akibat permasalahan hormon-hormon ini, ada baiknya
mengkonsultasikan dengan pada dokter jika memutuskan kehamilan berikutnya. Beberapa obat
pencetus hormon dapat diberikan untuk membantu masalah tersebut.
dr. Febriansyah Darus, SpOG
Artikel disunting dan pernah dimuat pada Majalah Parents Guide Edisi Januari 2012
2/2
Download