Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Gaji

advertisement
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Gaji
Terhadap Kinerja Pegawai Pramu Bakti
A. A. Anggi Nila Krisna, I Wayan Bagia, NI Nyoman Yulianthini
Jurusan Manajemen
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail:[email protected],[email protected],
[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh temuan eksplanatif yang teruji tentang pengaruh
(1) simultan gaya kepemimpinan transformasional dan gaji terhadap kinerja, (2) parsial gaya
kepemimpinan transformasional terhadap kinerja, dan (3) parsial gaji terhadap kinerja pegawai pramu
bakti (PPB) di Lingkungan Undiksha Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian
kuantitatif kausal. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 295 orang dengan sampel sebanyak 170
orang. Data dikumpulkan dengan pencatatan dokumen dan kuesioner serta dianalisis dengan analisis
regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh (1) simultan dari gaya
kepemimpinan transformasional
dan gaji terhadap kinerja, (2) parsial gaya kepemimpinan
transformasional terhadap kinerja, dan (3) parsial gaji terhadap kinerja PPB.
Kata Kunci: gaya kepemimpinan transformasional, gaji, dan kinerja
ABSTRACT
This research aims to obtain an explanatory findings were tested on the effect of (1)
simultaneous transformational leadership style and salary against performance, (2) partial
transformational leadership style of the performance, and (3) partial salary to the performance of
employees pramu service (PPB) in Environmental Undiksha Singaraja. This research user
quantitative causal research design. The population in this study were 295 people with a sample of
170 people. Data collected by recording documents and questionnaires and analyzed by multiple
linear regression analysis method. The result showed that there was an effect (1) simultaneously from
transformational leadership style and salary against performance, (2) partial transformational
leadership style of the performance, and (3) partial salary to the performance of PPB.
Keywords: Transformational leadership style, salary, and performance
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
PENDAHULUAN
Undiksha adalah salah satu perguruan
tinggi di Kabupaten Buleleng, yang
mempunyai tujuan organisasi untuk
menyelenggarakan Tridarma Perguruan
Tinggi secara efektif dan efisien, di tingkat
Kependidikan dan Non-Kependidikan, S1
dan Pasca Sarjana secara berkualitas,
bermoral
Pancasila,
agar
hasilnya
memiliki daya saing tinggi dan diterima
masyarakat
global,
dan
dalam
pelaksanaan kegiatan-kegiatannya tentu
saja memerlukan banyak tenaga kerja,
yang dibagi dalam berbagai tugas pokok
seperti Dosen sebagai tenaga pendidik,
dan Pegawai sebagai tenaga pengelola,
dalam setiap pelaksanan kegiatan di
lingkungan Undiksha. Dalam hal ini
pegawai yang ada di Undiksha, ada yang
sudah berstatus sebagai Pegawai Negeri
Sipil (PNS) dan ada juga yang masih
berstatus sebagai Pegawai Pramu Bakti,
yang ditempatkan kedalam beberapa
bagian tugas, seperti tenaga administrasi,
teknisi, sopir, keamanan (satpam), waker
(pengawas
gedung),
dan
tenaga
kebersihan, untuk di Undiksha Pegawai
Honorer disebut dengan Pegawai Pramu
Bakti. Hasibuan (2002), mengatakan
bahwa gaji adalah balas jasa yang di
bayar secara periodik kepada karyawan
tetap serta mempunyai jaminan yang
pasti. Pendapat lain juga di kemukakan
oleh Handoko (1993), bahwa gaji adalah
pemberian pembayaran finansial kepada
karyawan sebagai balas jasa untuk
pekerjaan yang di laksanakan dan
sebagai motivasi pelaksanaan kegiatan di
waktu yang akan datang. Dilihat dari
hubungan antara gaji dengan teori yang
di nyatakan di atas ialah perbedaan
jumlah gaji yang terlalu besar antara
pegawai yang berstatus sebagai Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan pegawai yang
berstatus sebagai Pegawai Pramu Bakti
(PPB). Hal ini memang sudah sewajarnya
terjadi, namun bagi mereka yang masih
berstatus sebagai PPB terkadang tidak
mengerti, jika dilihat dari segi pekerjaan
dan jumlah jam kerja yang sama dengan
pegawai yang sudah berstatus sebagai
PNS, jumlah gaji yang mereka terima
terlalu sedikit, bahkan kurang dari 50%
dari gaji seorang PNS normalnya, hingga
tidak jarang ada keluhan-keluhan dari
PPB mengenai masalah ini. Jika dilihat
dari fenomena yang terjadi hal ini mungkin
disebabkan oleh faktor gaji. Berdasarkan
pengamatan di awal, penentuan kategori
kinerja para pegawai pramu bakti adalah
dengan menggunakan skala random
sample solving yaitu dengan kriteria
sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah,
sangat
rendah.
Jika
responden
memperoleh total skor 45-38 maka ada
dalam kategori sangat tinggi, 37-30 tinggi,
29-22 sedang, 21-14 rendah, dan 13-1
sangat rendah. Secara total standar
kinerja PPB di lingkungan Undiksha
tergolong rendah. Jika dilihat dari tiga
dimensi yang digunakan untuk mengukur
standar kinerja pegawai, dimensi kualitas
dalam bekerja memiliki skor rendah dan
termasuk
dalam
kategori
rendah,
sedangkan dimensi kuantitas dalam kerja
memiliki skor sedang yang berada dalam
kategori sedang. Rendahnya standar
kinerja dari pegawai dikarenakan faktor
kepemimpinan yang masih kurang
demokratif, kurang bersahabat dengan
para
pegawai.
Dilihat
dari
gaya
kepemimpinan
transformasional
juga
sangat timpang dengan hasil kinerja di
lapangan seperti sikap dari pemimpin
yang masih semena-sema terhadap
bawahannya,
yang
masih
kurang
mendorong bawahannya agar bekerja
lebih baik lagi, kurang memberi motivasi
untuk pegawai. Berdasarkan pemaparan
diatas dapat dikatakan kinerja pegawai
masih tergolong rendah yang di duga di
sebabkan karena faktor kepemimpinan
yang kurang baik.
Dari data yang di peroleh dilapangan
dikatakan bahwa gaji sangat memiliki
peran penting dalam kelangsungan suatu
organisasi. Gaji yang di terima sudah
selayaknya harus sesuai dengan UMR
yang sudah di tetapkan dalam suatu
wilayah
tersebut.
Namun
pada
kenyataannya di lingkungan Undiksha
Singaraja masih juga bermasalah pada
faktor gaji tersebut. Rata-rata gaji yang
mereka dapatkan juga tidak sesuai UMR
yang berlaku yaitu sebesar Rp.876.250
berdasarkan
kinerja
para
pegawai
tersebut melainkan berdasarkan pangkat
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
atau golongan. Seharusnya gaji
harus
golongan. Inilah yang menjadi faktor
yang sangat mempengaruhi baik buruknya
kinerja pegawai, dari observasi di
lapangan juga salah seorang pegawai
mengatakan untuk apa bekerja dengan
baik kalau gaji yang kita terima tidak
memenuhi kebutuhan bahkan sangat
kurang untuk mencukupi kebutuhan hidup
mereka. Maka disini pengaruh gaji sangat
berperan penting dalam meningkatkan
kinerja seseorang.
Jika dilihat dari fenomena yang terjadi
hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa
faktor antara lainnya faktor kepemimpinan
dan gaji, menurut Siagian (dalam Djumino,
2009) “mutu kepemimpinan yang terdapat
dalam suatu organisasi memainkan
peranan yang sangat dominan dalam
keberhasilan organisasi tersebut dalam
menyelenggarakan berbagai kegiatannya
terutama terlihat dalam kinerja para
pegawainya”. Pendapat lain diungkapkan
oleh (Anonim, 2010) “Untuk mewujudkan
karyawan yang memiliki disiplin dan
prestasi kerja yang baik diperlukan pula
peran yang besar dari pimpinan
organisasi, oleh karena itu prestasi kerja
yang
tinggi
dipengaruhi
oleh
kepemimpinan yang dikembangkan pada
organisasi itu, karena prestasi kerja yang
dimiliki seorang pegawai baru merupakan
potensi, belum menunjukkan adanya
pelaku kerja sehingga belum dapat
menjamin tercapainya tingkat prestasi
kerja tinggi. Setiap pegawai belum tentu
bersedia mengerahkan prestasi kerja yang
dimilikinya,
agar
seseorang
mau
menggunakan seluruh prestasinya untuk
bekerja maka diperlukan motivasi dari
seorang pemimpin secara optimal”.
Gaji adalah salah satu hal yang penting
bagi setiap pegawai yang bekerja dalam
suatu perusahaan, karena dengan gaji
yang
diperoleh
seseorang
dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila
kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi
maka pegawai akan termotivasi untuk
bekerja lebih giat, adapun indikator gaji
adalah kelayakan gaji yaitu kesesuaian
gaji yang diterima dengan kebutuhan
hidup, dan keadilan gaji yaitu kesesuaian
gaji yang diterima dengan potensi diri
diberikan
berdasarkan
kinerja,
bukan
karyawan Gibson dalam Anonim (1997).
Pernyataan
lainnya
mengenai
gaji
menurut Anonim dalam Hariandja (2002),
yaitu gaji merupakan salah satu unsur
yang penting yang dapat mempengaruhi
kinerja karyawan, sebab gaji adalah alat
untuk memenuhi berbagai kebutuhan
pegawai, sehingga dengan gaji yang
diberikan pegawai akan termotivasi untuk
bekerja lebih giat. Teori yang lain
dikemukakan oleh Anonim dalam Sastro
Hadiwiryo (1998), gaji dapat berperan
dalam meningkatkan motivasi karyawan
untuk bekerja lebih efektif, meningkatkan
kinerja, meningkatkan produktivitas dalam
perusahaan,
serta
mengimbangi
kekurangan dan keterlibatan komitmen
yang menjadi ciri angkatan kerja masa
kini. Perusahaan yang tergolong modern
saat ini banyak mengaitkan gaji dengan
kinerja, pernyataan di atas juga didukung
oleh pendapat Mathis dan Jackson (2002),
“gaji adalah suatu bentuk kompensasi
yang dikaitkan dengan kinerja individu,
kelompok ataupun kinerja organisasi”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk
memperoleh temuan eksplanatif atau
penjelasan yang teruji tentang pengaruh:
(1) gaya kepemimpinan transformasional
dan gaji terhadap kinerja PPB, (2) gaya
kepemimpinan transformasional terhadap
kinerja PPB, dan (3) gaji terhadap kinerja
PPB Di Lingkungan Undiksha Singaraja.
Hasil penelittian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat teoritis dan manfaat
praktis. Secara teoritis penelitian ini
dilakukan
agar
dapat
memberikan
sumbangan data dalam mengembangkan
teori dari kepemimpinan transformasional
dan gaji terhadap kinerja. Secara praktis
hasil dari penelitian ini diharapkan dapat
memberi manfaat pada seluruh pegawai
pramu bakti agar dapat meningkatkan
kinerja
pegawai
dengan
cara
meningkatkan
kepemimpinan
transformasional
dan
juga
melihat
besarnya gaji yang diberkikan.
Definisi
kepemimpinan,
menurut
(Kartono 1998 : 38) Kepemimpinan adalah
aktivitas mempengaruhi orang-orang agar
mereka suka berusaha mencapai tujuantujuan kelompok. Berdasarkan pendapat
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
diatas
dapat
disimpulkan
bahwa
kepemimpinan
adalah
kemampuan
mempengaruhi bawahan atau kelompok
untuk bekerja sama mencapai tujuan
organisasi atau kelompok. Sedangkan
menurut Bass dalam Swandari (2003)
mendefinisikan bahwa kepemimpinan
transformasional sebagai pemimpin yang
mempunyai
kekuatan
untuk
mempengaruhi bawahan dengan caracara
tertentu.
Dengan
penerapan
kepemimpinan transformasional bawahan
akan merasa dipercaya, dihargai, loyal
dan respek kepada pimpinannya. Pada
akhirnya bawahan akan termotivasi untuk
melakukan lebih dari yang diharapkan.
Kepemimpinan transformasional adalah
gaya kepemimpinan yang digunakan oleh
seseorang manajer bila ia ingin suatu
kelompok melebarkan batas dan memiliki
kinerja melampaui status quo atau
mencapai serangkaian sasaran organisasi
yang sepenuhnya baru O’Leary (2001).
Kepemimpinan transformasional pada
prinsipnya memotivasi bawahan untuk
berbuat lebih baik dari apa yang bisa
dilakukan, dengan kata lain dapat
meningkatkan
kepercayaan
atau
keyakinan diri bawahan yang akan
berpengaruh
terhadap
peningkatan
kinerja.
Model kepemimpinan transformasional
adalah model yang komprehensif yang
menggunakan
pendekatan
normatif
(Usman, 2009). Model ini lebih sentralistik,
lebih mengarahkan, lebih mengontrol
sistem. Model ini cenderung berbuat
sewenang-wenang karena kepemimpinan
yang kuat, berani berkorban sebagai
pahlawan, karismatik, dan konsisten
dengan teman sejawat dalam berbagai
nilai-nilai dan kepentingan-kepentingan
umum. Jika model ini berjalan optimal,
maka model ini melibatkan stakeholders
dalam mencapai tujuan.
Menurut UU No. 40 Tahun 2004 tentang
SJSN dalam (Najmi, 2010), Gaji atau upah
adalah hak pekerja yang diterima dan
dinyatakan dalam bentuk uang sebagai
imbalan dari pemberi kerja kepada pekerja
ditetapkan dan dibayar menurut suatu
perjanjian kerja, kesepakatan, atau
peraturan perundang-undangan,termasuk
tunjangan bagi pekerja dan keluarganya
atas suatu pekerjaan dan/ atau jasa yang
telah atau akan dilakukan. Dewan
Penelitian Pengupahan Nasional dalam
dalam (Ariani, 2010) mendefinisikan
bahwa gaji atau upah adalah suatu
penerimaan sebagai suatu imbalan dari
pemberi kerja kepada penerima kerja
untuk suatu pekerjaan atau jasa yang
telah dan akan dilakukan berfungsi
sebagai jaminan kelangsungan kehidupan
yang layak bagi kemanusiaan dan
produksi, gaji atau upah dinyatakan/dinilai
dalam bentuk uang yang ditetapkan
menurut suatu persetujuan, undangundang dan peraturan serta dibayarkan
atas dasar suatu perjanjian kerja antara
pemberi kerja dan penerima kerja. Dessler
juga mengatakan dalam (Ariani, 2010)
dalam bukunya yang berjudul “Sumber
Daya Manusia” mengatakan gaji adalah
uang atau sesuatu yang berkaitan dengan
uang yang diberikan kepada pegawai.
Selain itu ia berpendapat pula bahwa
pada kenyataannya sistem pembayaran
karyawan
dapat
dibagi
menurut
pembayaran berdasarkan waktu kinerja,
yaitu pembayaran yang dilakukan atas
dasar lamanya bekerja misalnya jam, hari,
minggu, bulan dan sebagai-nya serta
pembayaran berdasarkan hasil kinerja,
yaitu
pembayaran
upah/gaji
yang
didasarkan pada hasil akhir dari proses
kinerja,
misalnya
jumlah
produksi.
Sedangkan Amstrong dan Murlis dalam
(Ariani, 2010) berpendapat bahwa gaji
diartikan sebagai bayaran pokok yang
diterima oleh seseorang, tidak termasuk
unsur-unsur variabel dan tunjangan
lainnya.
Pengertian gaji dalam akuntansi (Mitha,
2009) adalah, suatu bentuk balas jasa
ataupun penghargaan yang diberikan
secara teratur kepada seorang pegawai
atas jasa dan hasil kerjanya. Gaji sering
juga disebut sebagai upah, dimana
keduanya merupakan suatu bentuk
kompensasi, yakni imbalan jasa yang
diberikan secara teratur atas prestasi kerja
yang diberikan kepada seorang pegawai.
Perbedaan gaji dan upah hanya terletak
pada kuatnya ikatan kerja dan jangka
waktu
penerimaannya.Seseorang
menerima gaji apabila ikatan kerjanya
kuat, sedang seseorang menerima upah
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
apabila ikatannya kerjanya kurang kuat,
dilihat dari jangka waktu penerimaannya,
gaji pada umumnya diberikan pada setiap
akhir bulan, sedang upah diberikan pada
setiap hari ataupun setiap minggu, dalam
hal ini, pengertian gaji untuk seterusnya
disebut sebagai gaji pokok. Besarnya gaji
pokok yang diberikan kepada seorang
karyawan, biasanya sangat tergantung
dengan latar belakang pendidikan yang
dimiliki, kemampuan maupun pengalaman
kerjanya. Tunjangan adalah unsur-unsur
balas jasa yang diberikan dalam nilai
rupiah secara langsung kepada karyawan
individual dan dapat diketahui secara
pasti. Tunjangan diberikan kepada
karyawan
dimaksud
agar
dapat
menimbulkan/meningkatkan
semangat
kerja dan kegairahan bagi para karyawan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa gaji
merupakan suatu bentuk kompensasi,
yakni imbalan jasa yang diberikan secara
teratur atas prestasi kerja yang diberikan
kepada seorang pegawai.Adapun yang
menjadi indikator dalam gaji adalah 1) gaji
pokok, 2) uang lauk pauk, 3) tunjangan
hari raya. ( Sedana Yasa, 2005).
Pengertian kinerja yaitu suatu hasil
kerja yang dihasilkan oleh seorang
karyawan diartikan untuk mencapai tujuan
yang diharapkan. Pengertian tentang
kinerja dari beberapa ahli yaitu sebagai
berikut.
a) Veizal
Rivai
(2004),
kinerja
merupakan perilaku yang nyata yang
ditampilkan setiap orang sebagai
prestasi kerja yang dihasilkan oleh
karyawan sesuai dengan perannya
dalam perusahaan.
b) Ambar (2003), kinerja seseorang
merupakan
kombinasi
dari
kemampuan, usaha dan kesempatan
yang dapat dinilai dari hasil kerjanya.
c) Malayu
S.P.
Hasibuan
dalam
(Wikipedia), mengemukakan kinerja
(prestasi kerja) adalah suatu hasil
kerja yang dicapai seseorang dalam
melaksanakan
tugas-tugas
yang
dibebankan
kepadanya
yang
didasarkan
atas
kecakapan,
pengalaman dan kesungguhan serta
waktu.
Berdasarkan uraian tersebut di atas
mengungkapkan bahwa dengan hasil
kerja yang dicapai oleh seorang karyawan
dalam melakukan suatu pekerjaan dapat
dievaluasi tingkat kinerja pegawainya,
maka kinerja karyawan harus dapat
ditentukan dengan pencapaian target
selama periode waktu yang dicapai
organisasi.
Selanjutnya
peneliti
akan
mengemukakan
ukuran-ukuran
dari
kinerja karyawan yang dikemukakan oleh
Bernandin & Russell dalam Intanqhina,
(2008) yang dikutip oleh Faustino Cardoso
Gomes dalam bukunya Human Resource
Managemen yaitu sebagai berikut.
1) Quantity of work: jumlah kerja yang
dilakukan dalam suatu periode yang
ditentukan.
2) Quality of work: kualitas kerja yang
dicapai berdasarkan syarat-syarat
kesesuaian dan kesiapanya.
3) Job knowledge: luasnya pengetahuan
mengenai
pekerjaan
dan
keterampilanya.
4) Creativeness: keaslian gagasan–
gagasan yang dimunculkan dan
tindakan-tindakan
untuk
menyelesaikan persoalan-persoalan
yang timbul.
5) Cooperation:
kesediaan
untuk
bekerjasama dengan orang lain atau
sesama anggota organisasi.
6) Dependability: kesadaran untuk dapat
dipercaya dalam hal kehadiran dan
penyelesaian kerja.
7) Initiative:
semangat
untuk
melaksanakan tugas-tugas baru dan
dalam
memperbesar
tanggungjawabnya.
8) Personal
Qualities:
menyangkut
kepribadian, kepemimpinan, keramah
tamahan dan integritas pribadi.
Dimensi
yang
digunakan
dalam
melakukan pengukuran terhadap kinerja
oleh masing-masing organisasi berbedabeda, hal ini tergantung pada pendekatan
dan tujuan dari penilaian pekerjaan yang
digunakan oleh organisasi tersebut.
Menurut Wirawan (2009: 80) menjelaskan
pengembangan dimensi dan indikator
instrumen evaluasi kinerja yaitu: (1)
dimensi hasil kerja individu yang terdiri
dari tiga indikator yaitu: (a) kuantitas hasil
kerja, (b) kualitas hasil kerja, dan (c)
efisiensi dalam melaksanakan tugas. (2)
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
dimensi perilaku kerja yang terdiri dari tiga
indikator yaitu: (a) disiplin kerja, (b) inisiatif
, dan (c) ketelitian. (3) dimensi sikap kerja
yang terdiri dari tiga indikator yaitu: (a)
kepemimpinan, (b) kejujuran, dan (c)
kreativitas.
Indikator kinerja menurut Simamora dan
Heryanto dalam (Lilik, 2009) dibagi
menjadi 3 (tiga) yaitu :
1) Loyalitas adalah kesetiaan pegawai
terhadap organisasi dan semangat
berkorban demi tercapainya tujuan
organisasi.
2) Tanggung jawab adalah rasa memiliki
organisasi dan kecintaan terhadap
pekerjaan yang
dilakukan dan
ditekuni serta berani menghadapi
segala konsekuensi dan resiko dari
pekerjaan tersebut.
3) Ketrampilan
adalah
kemampuan
pegawai untuk melaksanakan tugas
serta menyelesaikan masalah yang
berhubungan dengan pekerjaan.
METODE
Penelitian ini menggunakan desain
penelitian kuantitatif kausal. Subjek
penelitian ini adalah Pegawai Pramu Bakti
(PPB) dan atasan Undiksha Singaraja dan
objek
penelitian
ini
adalah
gaya
kepemimpinan transformasional, gaji dan
kinerja pegawai. Populasi yang digunakan
dalam penelitian ini adalah seluruh PPB
Undiksha
Singaraja
dari
tahun
penerimaan 2005 sampai dengan tahun
2013, dengan jumlah populasi sebanyak
295 orang, dengan mengambil sampel
sebanyak 170 orang. Jenis data yang
dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu
berupa
data
gaya
kepemimpinan
transfornasional,
gaji,
dan
kinerja
pegawaai pramu bakhti Di lingkungan
Undiksha Singaraja. Data dikumpulkan
dengan teknik kuesioner dan pencatatan
dokumen, kemudian dianalisis dengan
analisis regresi berganda.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil analisis regresi linear berganda
dengan bantuan program komputer
Statistical Package for Social Science
(SPSS) 16,00 for windows maka diperoleh
hasil penelitian seperti yang nampak pada
Tabel 1.
Tabel 1 Ringkasan Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Parameter Koefisien
PAlpha
Keputusan
Value
(α)
Ryx1x2
0,734
0,000
0,05
Menolak Ho
R2yx1x2
0,538
0,000
0,05
Menolak Ho
Pyx1
0,351
0,000
0,05
Menolak Ho
P2yx1
0,123
0,000
0,05
Menolak Ho
Pyx2
0,666
0,000
0,05
Menolak Ho
P2yx2
0,443
0,000
0,05
Menolak Ho
Pyε
0,266
-
-
-
Kesimpulan
Ada hubungan pengaruh
simultan dari X1 dan X2
terhadap Y
Sumbangan
pengaruh
simultan dari X1 dan X2
terhadap Y
Ada hubungan pengaruh
secara parsial dari X1
terhadap Y
Menunjukkan
besarnya
sumbangan
pengaruh
secara parsial dari X1
terhadap Y
Ada hubungan pengaruh
secara parsial dari X2
terhadap Y
Menunjukkan
besarnya
sumbangan
pengaruh
secara parsial dari X2
terhadap Y
-
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
P2yε
0,462
Α
36,433
0,000
β1
0,262
0,000
β2
0,625
0,000
Sumber: Hasil Output SPSS
0,05
0,05
0,05
Struktur hubungan pengaruh dari X1
(Kepemimpinan Transformasional), X2
(Gaji), Y (Kinerja), nampak pada Gambar
1.
ε
Pyε = 0,266
Pyx1 = 0,351
X1
Ryx1x2 = 0,734
Y
X2
Pyx2 = 0,666
Gambar 1 Struktur Hubungan pengaruh
X1 dan X2 Terhadap Y.
Keterangan:
X1 = gaya kepemimpinan
transfornasional
X2 = gaji
Y = kinerja PBB
ε = faktor lain
Hipotesis dari
pengaruh gaya
kepemimpinan transformasional dan gaji
terhadap kinerja Pegawai Pramu Bakti
menunjukkan bahwa ada pengaruh secara
positif dan simultan sebesar Ryx1x2 =
0,734 hal ini dikarenakan nilai p-value=
0,000
<
alpha=
0,05.
Besarnya
sumbangan pengaruh simultan dari gaya
kepemimpinan transformasional dan gaji
terhadap kinerja adalah 0,538. Temuan ini
menunjukkan bahwa sebesar 73,4%
kinerja dipengaruhi oleh variabel gaya
kepemimpinan transformasional dan gaji,
sedangkan pengaruh dari variabel diluar
gaya kepemimpinan transformasional dan
gaji 53,8%. Variabel lain yang diduga
mempengaruhi kinerja adalah kompetensi,
pengalaman kerja, motivasi kerja, (Bass
(1985: 123). Hal ini mengindikasikan
bahwa variabel gaya kepemimpinan
transformasional
dan
gaji
secara
bersama-sama berperan dalam upaya
untuk mendukung pencapaian kinerja
Pegawai Pramu Bakti yang ingin di
perbaiki.
Signifikan
Signifikan
Signifikan
Bisa memprediksi
Bisa memprediksi
Bisa memprediksi
Hipotesis dari
pengaruh gaya
kepemimpinan transformasional terhadap
kinerja
Pegawai
Pramu
Bakti
menunjukkan bahwa ada pengaruh secara
parsial
dari
gaya
kepemimpinan
transformasional terhadap kinerja PPB
sebesar Pyx1 = 0,351 hal ini dikarenakan
nilai p-value= 0,000 < alpha = 0,05.
Temuan ini memberikan implikasi bahwa
Gaya Kepemimpinan Transformasional
berperan dalam upaya untuk mendukung
pencapaian Kinerja yang diharapkan
dengan hubungan pengaruh sebesar 35,1
% dan besar sumbangan pengaruh adalah
12,3 %.
Hipotesis dari pengaruh gaji terhadap
kinerja
Pegawai
Pramu
Bakti
menunjukkan bahwa ada pengaruh secara
parsial dari gaji terhadap kinerja PPB
sebesar Pyx2 = 0,666. Hal ini dikarenakan
nilai p-value = 0,000 < alpha = 0,05.
Temuan ini memberikan implikasi bahwa
Gaji berperan dalam upaya mendukung
pencapaian Kinerja yang di harapkan
dengan hubungan pengaruh sebesar 66,6
% dan besar sumbangan pengaruh adalah
44,3 %.
Pembahasan
Temuan hasil penelitian ini membahas
bahwa
gaya
kepemimpinan
transformasional dan gaji berpengaruh
secara simultan terhadap kinerja. Hasil
penelitian ini terlihat bahwa gaya
kepemimpinan transformasional dan gaji
memiliki pengaruh yang positif dan
signifikan
terhadap kinerja, Hasil ini
sesuai dengan hasil penelitian terdahulu
dari Billy Sandy (2012), Sedana Yasa
(2005), dan Tria Mondiani (2012) dengan
hasil penilitian bahwa gaya kepemimpinan
transformasional dan gaji berpengaruh
secara simultan terhadap kinerja di
Lingkungan Undiksha Singaraja. gaya
kepemimpinan transformasional secara
parsial berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja di Linkungan Undiksha
Tahun 2013. Kartono (1998 : 38),
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
mengatakan bahwa Jika semakin baik
kepemimpinan yang di arahkan oleh
atasan maka akan semakin terarah juga
kinerja pegawai dan semakin cepat pula
pencapaian kinerja yang di harapkan di
lingkungan organisasi. Demikian juga
sebaliknya, semakin buruk kepemimpinan
yang di arahkan oleh atasan maka akan
semakin rendah juga tingkat pencapaian
yang di harapkan oleh Organisasi. Hasil
penelitian ini juga sesuai dan mendukung
hasil penelitian dari Billy Sandy (2012)
yang menyatakan bahwa hasil pengujian
Gaya Kepemimpinan Transformasional
secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja.
Gaji secara parsial berpengaruh positif
dan signifikan terhadap Kinerja Di
Lingkungan
Universitas
Pendidikan
Ganesha Singaraja (Undiksha) Tahun
2013. Hasil penelitian ini sejalan dengan
teori yang dikemukakan oleh Handoko
(1993), bahwa semakin tinggi gaji yang di
berikan kepada pegawai maka
akan
semakin baik pula tingkat pencapaian
kinerjanya, begitupun sebaliknya semakin
rendah gaji yang di berikan kepada
karyawan maka tingkat pencapaian kinerja
pun akan semakin rendah. Hasil penelitian
ini juga, sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Sedana Yasa (2005)
bahwa Gaji secara parsial berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Kinerja.
bagi pihak perusahaan, penelitian ini
dapat memberikan gambaran tentang
pentingnya kepemimpinan dan besarnya
gaji pegawai untuk meningkatkan kinerja
pegawai pramu bakti di lingkungan
Undiksha tahun 2013. Menerapkan dan
memadukan
teori-teori
yang
telah
diperoleh dalam perkuliahan dan sebagai
latihan untuk mengkaji permasalahan
mengenai kinerja pegawai, dan (2) bagi
penelitian selanjutnya, untuk mengkaji
aspek yang serupa yaitu tentang gaya
kepemimpinan transformasional dan gaji
Terhadap kinerja diharapkan untuk
mengembangkan penelitian ini dengan
menggunakan populasi dan sampel yang
lebih luas agar hasil penelitian lebih teruji
keandalannya,
disamping
itu
juga
diharapkan untuk menguji variabel lain
yang diduga kuat dapat mempengaruhi
kinerja.
PENUTUP
Berdasarkan hasil dan pembahasan
yang telah dilakukan, maka dapat ditarik
beberapa simpulan sebagai berikut (1)
ada pengaruh secara simultan dari gaya
kepemimpinan transformasional dan gaji
terhadap kinerja Pegawai Pramu Bakti di
Lingkungan Undiksha Tahun 2013, (2)
ada pengaruh positif dan signifikan secara
parsial
dari
gaya
kepemimpinan
transformasioanal
terhadap
kinerja
Pegawai Pramu Bakti di Lingkungan
Undiksha Tahun 2013, dan (3) ada
pengaruh positif dan signifikan secara
parsial dari gaji terhadap kinerja Pegawai
Pramu Bakti Di Lingkungan Undiksha
Tahun 2013.
Berdasarkan simpulan yang telah
dikemukakan, maka saran-saran yang
dapat disajikan adalah sebagai berikut (1)
Ariani. 2010. Pengertian Gaji Upah dan
Kompensasi.
http://yetiariani28.bloagspot.co
m/2010/05/pengertian-gajiuapah-dan-kompensasi.html.
(diakses 8 Desember 2014).
DAFTAR RUJUKAN
Amstrong, M. 2010.
Performance
Management
The
New
Realities., London: Institute Of
Personal and Development.
Anonim, (2010), Komponen Ekosistem,
http://www.edukasi.net/kompon
en ekosistem.html (diakses 10
April 2014)
Barnardin dan Russell dalam Ambar T.
Sulistiyani & Rosidah. 2003.
Manajemen
Sumber
Daya
Manusia. Yogyakarta: Graha
Ilmu
Bass, B.M. (1985). Leadership and
Performance Beyond
Expectations. New York: The
Free Press.
http://repository.usu.ac.id/bitstre
am/123456789/34599/2/refrenc
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
e.pdf. (diakses 8 Desember
2014).
Bass, B.M., B.J. Avolio, D.I Jung & Y.
Berson (2003), “Predicting unit
performance
by
assessing
transformasional
and
transactional
leadership”,
Journal of Applied Psychology,
Vol. 88, No. 2, pp. 207-218
Bass, Bernard M. and Avolio, Bruce, J.
(2009).” Transformasional
Leadership and Organisation
Culture”. PAQ, Spring.
http://repository.upi.edu.2044/9/
T_ADP_1101663_bibliography.
pdf.com (diakses 8 Desember
2014).
----------, B.M. (2010. Improving
Organizational Effectiveness
through tranformasional
Leadership. Thousand Oaks:
Sage.
Burns, J.M. (1978). Leadership. New York:
Herper and Row.
http://repository.asu.ac.id/beatst
ream/12345678/34599/2/refrenc
e.pdf. (diakses 8 Desember
2014).
Dessler, Gary.1997. Manajemen Sumber
Daya
Manusia.
Edisi
7.
Jakarta.Prenhallindo..
-----------. 2010. Manajemen Sumber Daya
Manusia.
http://yetiarini28.blogspot.com/2
010/05/pengertian-gaji-uapahdan-kompensasi.html. (diakses
8 Desember 2014).
Gibson, Ivancevich dan Donnelly, 1997.
Organisasi: Prilaku, Struktur,
Proses,
Jilid
I.
Jakarta.
Erlangga.
------------,
1997. Organisasi: Prilaku,
Struktur, Proses, Jilid I. Jakarta.
Erlangga.
Handoko,
T.
H.
1993.Manajemen
Personalia dan Sumber daya
Manusia. Yogyakarta: Liberty.
Hariandja, Marihot T.E. (2002). Sumber
Daya Manusia. Jakarta:
Grasindo.
Hasibuan, Malayu S.P. 2002. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Bumi Aksara.
Intanqhina. 2008. Pengaruh Budaya
Perusahaan dan Lingkungan
Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan.
http://intanghina.wordpress.com
/2008/04/28/pengaruh-budayaperusahaan-dan-lingkungankerja-terhadap-kinerjakaaryawan. (diakses 8
Desember 2014).
Kartini, Kartono, (1998). Pemimpinan dan
Kepemimpinan. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
Mathis dan Jackson. 2002. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Edisi
pertama. Cetakan Pertama.
Yogyakarta: Salemba Empat.
Elizabeth, O’leary. 2001. Kepemimpinan
Menguasai Keahlian Yang Anda
Perlukan dalam 10 menit.
Yogyakarta. Deddy.
Mitha. 2009.
http://mithaalonehere.blogspot.c
om/2009/11/pengertian-gajidalam-akuntansi.html. (diakses
8 Desember 2014).
Fransiskus Billy Sandy. 2012. Pengaruh
Gaya
Kepemimpinan
Transformasional
Terhadap
Kinerja
Karyawan.
Jurnal
Manajemen. Vol 1 No. 2 Tahun
2012. Hal: 5-9
Najmi, Bunyamin. 2010. Definisi Gaji atau
Upah.
http://jamsostek.blogspot.com/2
010/11/definisi-gaji-danupah.html (diakses 8 Desember
2014).
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun 2015)
Siagian, Sondang. P. 2009.Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Bumi Aksara.
Sandy, Fransiskus Billy. 2012. Pengaruh
Gaya
Kepemimpinan
Transformasional
Terhadap
Kinerja
Karyawan.
Jurnal
Manajemen. Vol 1 No. 2 Tahun
2012. Hal: 7-10
Simamora, Henry, (2009). Sumber Daya
Manusia, Edisi III. Jakarta: STIE
YKPN.
Siswanto, B. Sastrohadiwiryo 1998,
Manajemen Tenaga Kerja:
Ancangan dalam
Pemberdayagunaan dan
Pengembangan Unsur tenaga
kerja, Cetakan Kedua.
Bandung: Sinar Baru.
Tria Mondiani. 2012. Pengaruh Gaya
Kepemimpinan
Transformasional
dan
Kompensasi Terhadap Kinerja
Karyawan PT. PLN Persero
UPJ.
Semarang.
Jurnal
Manajemen.Vol 1 No. 1 Tahun
2012. Hal: 8-10
Usman, Moh. User. (2002). Menjadi Guru
Profesional Ekonomi. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Veizal, Revai. 2004. Manajemen Sumber
Daya Manusia Untuk
Perusahaan. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
Wirawan. (2009). Evaluasi Kinerja Sumber
Daya Manusia.,Jakarta:
Salemba Empat. Jakarta.
Yasa Sedana I Putu. 2005. Pengaruh
Kompensasi (Gaji) terhadap
Kinerja Karyawan pada Karma
Jimbaran.Jurnal Manajemen.Vol
8
No.
2.
Hal:
2-5.
Download