BAB III TINJAUAN KHUSUS TEMA

advertisement
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
BAB III
TINJAUAN KHUSUS
3.1.
Latar Belakang Pemilihan Tema
Pada rancangan Hotel Butik ini mengambil tema (Green Architecture) yang
dikenal dengan Green Design, dengan makin terancamnya peradaban manusia yang
disebabkan oleh pemanasan global, pendekatan-pendekatan ‘green design’ makin populer
dimata para arsitek di seluruh dunia. Penerapan ‘green design’ ini dimaksudkan
bangunan dapat mensuplai energi (baik memanfaatkan tenaga angin, matahari, dll.) dan
‘zero CO2′, artinya gedung tersebut seminimal mungkin mengeluarkan limbah CO2.
Maka metode-metode desain yang akan diterapkan bahwa bangunan :
•
Hemat Energi
•
Memperhatikan kualitas lingkungan
•
Penggunaan material yang ramah lingkungan
•
Meminimalkan pengeluaran limbah dsb.
Eksplorasi Tema ini akan diterapkan pada penggunaan material yang ramah
lingkungan, pengolahan element landscape yang berperan sebagai :
a.
Desain yang terintegrasi dengan alam:
* Desain yang memperhatikan ekosistem lokal dengan perencanaan jangka
panjang
20
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
* Produk mempertimbangkan kualitas lingkungan baik fisik maupun sosial
* Menyelamatkan energi sekaligus memenuhi kebutuhan
b.
Penyaring udara dengan mengukat debu melalui tanaman rumput
c.
Merespon lahan hijau yang tertutup bangunan
Pengorganisasian massa bangunan dibuat lebih kedalam agar terhindar dari polusi udara
dan polusi suara, Dengan perbandingan tinggi masa bangunan lebih lebar dari pada lebar
bangunan agar tercipta bayangan yang akan melindungi koridor utama. Selain itu
penggunaan modul tunggal memicu terciptanya ruang yang tipis untuk memaksimalkan
pencahayaan alami.
3.2.
Pengertian Tema
Perancangan Hotel butik ini merujuk pada tema Green Architecture, yaitu
perancangan dan perencanaan yang mengimplementasik arsitektur hijau (green design)
dalam sebuah rancangan sebuah hotel dalam wujud arsitektural. Dalam penekananya
dapat kita lihat dalam perencanaan site plan yaitu banyaknya ruang terbuka hijau, yang
berkaitan erat dengan lingkungan sekitar, selain itu green desain juga berkaitan erat
dengan hemat air dan energi yang dapat di implementasikan dengan water treatment yang
nantinya dapat di gunakan sebagai pengairan atau sampai dengan MCK. Sedangkan
untuk bahan bangunan yang di gunakan juga harus ramah lingkungan sehingga tidak akan
menambah pencemaran terhadap lingkungan sekitar.
Selain terhadap site plan green desain juga harus berhubungan erat dengan
bangunan yang akan kita desain baik itu hemat untuk pencahayaanya, maupun
penghawaan dan juga harus mempertimbanagkan
arah hadap bangunan terhadap
matahari. Berikut implementasi green desain terhadap site paln dan bangunan yang akan
di rencanakan.
21
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
3.2.1. Implementasi Green Architecture dengan Penekanan Ruang Terbuka Hijau
Gambar 3.1. Penyesuaian tema Green Design terhadap pengembangan site
Pada pengembangan site dengan tema Green Design, ruang terbuka hijau yang
tertutup oleh bangunan dapat di ganti dengan green roof misalnya, dan untuk pedestrian
pejalan kaki juga menggunakan bahan yanga ramah lingkungan. Sedangkan fungsi
tanaman dalam site selain sebagai pemecah angin juga sebagai tanaman pengarah untuk
sirkulasi di dalam site. Selain itu untuk mengurangi CO2 maupun CO disediakan sepeda
yang dapat di gunakan untuk berkeliling dalam site. Untuk itu parkir sepeda di letakkan
pada tempat-tempat yang orang ingin menikmati kesejukkannya juga area yang
mempunyai view yan baik.
22
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
Gambar 3.2. Gambar Water Treatment Plan
Penggunaan water treatment juga banyak digunakan dalam perencanaan dan
perancangan desain gedung-gedung tinggi yang menggunakan konsumsi air sangat tinggi.
Untuk penggunaan metode water treatment sangat erat hubunganya dengan tema Green
Architecture yang nanti hasil dari water treatment dapat digunakan kembali untuk cuci,
bilas dan juga untuk menyiram tanaman dalam site nantinya. Sehingga pemanfaatan air
menjadi hemat dan efisien sesuai dengan kebutuhan tetapi air bekasnya dan air kotor
hasil pemakaian dapat di manfaatkan lagi secara optimal. Hal tersebut diatalah yang
merupakan penerapan green architecture yang sesungguhnya.
23
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
Gambar 3.3. Gambar Material dan Bahan Bangunan yang Ramah
Terhadap Lingkungan
24
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
Penggunaan material pada desain green architecture sangat erat kaitanya dengan
lingkungan atau dengan kata lain kita harus menggunakan bahan yang ramah terhadap
lingkungan sehingga tidak merusak fisik dari lingkungan tersebut. Gambar di atas juga
sangat erat hubunganya dengan waktu pelaksanaan yang akan lebih singkat karena dalam
bentuk modular dan tidak harus dicetak dalam site, tetapi dapat dicetak di luar site atau
pabrikan. Dalam desain green architecture untuk finishing interior juga harus
menggunakan material yang tidakk mengandung bahan kimia yang berbahaya, bebas
asap rokok, penggunaan sensor CO2, dan juga memaksimalkan bukaan sebagai
pencahayaan alami.
3.3. Latar Belakang Pemilihan Konsep Kebudayaan Betawi
Pada saat ini kebudayaan betawi sudah mulai luntur dengan adanya globalisasi seiring
dengan perkembangan zaman. Upaya pemerintah untuk pelestarian budaya pun banyak di
galakkan agar para masyarakat sadar akan budayanya yang merupakan salah satu ciri
khas bangsa. Untuk upaya ikut melestarikan kebudayaan kebudayaan betadi di jakarta
khususnya akan saya jadikan sebuah konsep untuk perancangan hotel butik yang
mengadopsi kepada kebudayaan betawi yaitu kmapung betawi contohnya.
Hotel Butik inilah yang nantinya akan memberikan pengetahuan tentang apa dan
bagaimana kebudayaan betawi tersebut terutama pada sgi arsitekturalnya. Selain untuk
melestarikan dan mengobati kerinduan masyarakat Jakarta akan kebudayaannya yang
semakin hilang oleh kemajuan zaman. Hotel Butik ini juga akan menampilkan suatu
bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat tetapi aakan membentuk kumpulan
25
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
masa seperti kampung betawi yang di dalamnya lengkap dengan kebudayaan dan
kesenian yang merupakan khas tradisional Betawi.
3.3.1. Konsep Terhadap Kebudayaan Betawi
Ciri khas Aisitekturala rumah tradisional rumah betawi yang menjadi icon
pariwata yaitu di kawasan Setu Babakan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat
romantisme suasana kebudayaan betawi. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah
bagaiaman membawa karakteristik atau ciri rumah berarsitektur tradisional btawai
tersebut ke dalam desain hotel butik yang dalam konteks modern, sehingga tidak menjadi
sekedar tempelan atau hiasan saja akan tetapi hotel butik dapat menjadikan salah satu
icon peleestraian kebudayaan betawi di Jakarta. Beberapa rumaha hunian di Setu
Babakan Jakarta Selatan menunjukkan usaha untuk menampilkan secara visual ciri khas
atau karakteristik arsitektural betawi dalam bentuk elemen detail dan sebagiana lainnya
berusaha menampilkan dalam bentuk desain lainnya.
Untuk itu desain hotel butik ini harus mempunyai acuan atau guide line yang
mana akan di tekankan pada penyelesain desain nantinya. Karena rumah arsitetur betawi
di bedakan menjadi 3, dana yang menjadi pembeda adalah arah hadap kuda-kuda yang
nantinya akan mempengaruhi bentuk atap secara keseluruhan. Akan tetapi dari ketiganya
secara garis besar memiliki ornamen arsitektural yang sama. Sehingga ornamen-ornamen
arsitekturlah yang akan lebih ditekankan ke dalam penyelesaian desain hotel butik ini.
26
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
3.3.2. Tipologi dan Karakteristik Hunian Kebudayaan Betawi
Ada tiga tipe rumah tradisional betawi di situ babakan yaitu Joglo, Gudang,
dan Bapang.Jenis dibedakan oleh atap dan lebarnya rumah (Syafwandi et Al, 1996).
a. Rumah Gudang
Rumah Gudang memiliki atap berbentuk pelana atau perisai. Struktur atap rumah
gudang tersusun dari kerangka kuda-kuda, yaitu perisai ditambah satu elemen struktur
atap, yaitu jure Struktur kuda-kuda yang terdapat pada rumah Gudang sudah mulai
tercapatnya batang- tekan miring (dua buah) yang saling bertemu pada sebuah batang
tank tegak yamg pada rumah Betawi lazim disebutwider. Sistem seperti ini tidak dikenal
pada rumah-rumah tradisional lainnya di Indonesia. Sistem ini merupakan sistem atap
yang digunakan oleh orang Belanda di dalam membangun rumah. Pada bagian depan
rumah Gudang terdapat sepengaal atap miring yang disebut juga topi atau dak atau
markis yang berfungsi menahan cahaya matahari atau tampias hujan pada ruang depan
yang selalu terbuka itu. Dak ini ditopang oleh sekor-sekor, baik yang terbuat dari kayu
atau besi.
b. Rumah Joglo
Rumah Joglo ini merupakan hasil pengaruh langsung dari arsitektur atau kebudayaan
Jawa pada arsitektur rumah Betawi. Pada rumah Joglo Jawa, "integrasi" antara denah,
tiang-tiang penopang struktur atap dan struktur atapnya sendiri, sedangkan pada rumah
Joglo Betawi unsur ini tidak beaitu nyata. Selain itu pada rumah Joglo Jawa struktur
27
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
bagian Joglo dari amp disusun oleh sistem struktur temu gelang atau payung, sedangkan
pada rumah Joglo Betawi disusun oleh kuda-kuda. Sistem kada-kuda pada rumah Joglo
Betawi yakni kuda-kuda "Timur yang tidak mengenal batang-batana diagonal seperti
yang terdapat pada sistem kuda-kuda Barat yang diperkenalkan oleh Belanda.
c. Rumah Bapang atau Kebaya
Pada prinsipnya atap rumah Bapang adalah bentuk pelana. Tetapi berbeda dengan atap
rumah Gudang, bentuk pelana rumah Bapang, tidak penuh. Kedua sisi luar dari atap
rumah Bapang sebenarnya dibeniuk oleh terusan (sorondoy) dari atap pelana tadi yang
terletak di bagian tengahnya. Dengan demikian, maka yang berstruktur kuda-kuda adalah
bagian atap pelana yang berada di tengah ini. Dalam hal ini, sistem struktur atap yang
dipakai adalah sistem kuda-kuda Timur.
3.3.3. Perubahan Sosial Kemasyarakatan Terkait Lifestyle Betawi
Perubahan Sosial Kemasyarakatan Setu Babakan terjadi karena bertambahnya
penduduk dan perluasan hunian pada kawasan Setu Babakan, tingginya kebutuhan
Hunian hingga adanya pendatang baru pada kawasan Setu Babakan merupakan salah satu
faktor penyebab dari perubahan sosial kemasyarakatan kawasan ini, lifestyle Betawi
sedikit kehilangan keaslianya dengan banyaknya hunian-hunian baru yang terakomodasi
oleh pariwisata, setelah di berlakukanya Pemprov DKI sebagai daerah wisata sesuai
Perda No 2 tahun 2005, banyak hunian yang berubah baik dari tipologi bangunan, fungsi
maupun ciri visual dari lifestyle Betawi.
28
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
Gambar 3.4. Penjelasan Tipologi Rumah Adat Khas Betawi
29
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
3.3.4. Macam Ornamen Arsitektural Betawi
Dari uraian penelitian diatas pada akhirnya arsitektur rumah tradisional Betawi
akan mengalami trnasformasi desain dalam menyesuaikan dengan perkembangan dan
tuntutan masyarakat yang ada. Akibatnya tidak mustahil bila mana yang tersisa
nantinya adalah ornamen-ornamen atau detail-detail hiasan. Detail yang dimaksud
meliputi: daun jendela, daun pintu, langkang dan gigi baling. Empat elemn ini yang
pada akhirnya nanti bisa bertahan karena proses seleksi yang masih bias diterapkan
dalam bangunan masa kini. Meski mengalami gubahan bentuk.
Berikut gambar-gamabr 4 elemen ornament arsitektural betawi yang dapat
dijadikan penyelesaian desain yang berkaitan dengan kebudayaan atau arsitektural
kahas betawi, adalah sebagai berikut :
a. Daun Jendela
Gambar 3.5. Ornamen daun Jendela Khas Arsitektur Betawi
30
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
b. Daun Pintu
Gambar 3.6. Ornamen Daun Pintu Khas Arsitektur Betawi
c. Langkang
Gambar 3.7. Langkang Ornamen Khas Arsitektur Betawi Terbuat dari
Ukiran Kayu yang Berfungsi Sebagai Railling
31
http://digilib.mercubuana.ac.id/
THE BATAVIAN BUTIK HOTEL
ENGGAR PRIAMBADA
41209110035
d. Gigi Balang
Gambar 3.8. Gigi Balang Ornamen Khas Arsitektur Betawi Terbuat Dari
Ukiran Kayu Yang Berfungsi Sebagai Lisplang Atap Dengan Bentuk
Perulangan Dari Segi Tiga
32
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download