BAB 2

advertisement
2
TERMOKIMIA
A.
HUKUM KEKEKALAN ENERGI
B.
ENTALPI (H) DAN PERUBAHAN ENTALPI (∆H)
C.
REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI ENDOTERM
D. PERUBAHAN ENTALPI STANDAR (∆HO)
E.
MENENTUKAN HARGA PERUBAHAN ENTALPI
Partikel materi, wujud, struktur dan sifat-sifat materi serta perubahan
materi sudah kita pelajari. Dalam mempelajari perubahan materi terutama
perubahan kimia kadang-kadang ada energi yang menyertai perubahan
tersebut. Sekarang kita akan mempelajari energi yang menyertai perubahanperubahan materi tersebut. Salah satu bagian dari ilmu kimia yang
mempelajari perubahan energi kalor suatu zat yang menyertai suatu reaksi
atau perubahan kimia ini disebut Termokimia.
34
KIMIA XI SMA
TERMOKIMIA
mengikuti
berkaitan dengan
KEKEKALAN
ENERGI
ISI KALOR
(ENTALPI)
berlaku
mengalami
PERUBAHAN
ENTALPI
disebut
kalorimeter
dapat
diukur
KALOR
REAKSI
mentaati
dapat
berupa
dapat berharga
positif
untuk
reaksi
endoterm
negatif
hukum Hess
kalor pembentukan
kalor
penguraian
kalor
pembakaran
kalor
pelarutan
untuk
reaksi
eksoterm
A. HUKUM KEKEKALAN ENERGI
Memahami energi lebih sulit daripada memahami zat, sebab energi
tidak dapat dilihat, dipegang atau diamati secara langsung oleh pancaindera kita. Energi adalah dampak energi pada suatu benda. Energi
biasanya dinyatakan sebagai suatu kemampuan untuk melakukan kerja,
yang dimiliki oleh semua zat dan dapat menyebabkan suatu proses terjadi.
Semua benda mempunyai energi, energi yang tersimpan, disebut energi
potensial (Ep), apabila benda tersebut melakukan kerja atau bergerak maka
energi itu berubah menjadi energi kinetik (Ek). Energi potensial dijumlahkan
dengan energi kinetik maka akan mendapatkan energi total (Etot) yang
dimiliki oleh suatu benda.
KIMIA XI SMA
Konsep pokok tentang energi yang perlu kita ingat adalah:
• energi adalah kemampuan atau kapasitas untuk melakukan kerja;
• energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan atau energi di alam;
semesta bersifat kekal (Hukum Kekekalan Energi).
• energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk energi yang lain
Salah satu cakupan ilmu yang berkaitan dengan energi adalah
termodinamika. Termo berkaitan dengan kalor (panas), sedang dinamika
mengandung arti gerak atau perubahan. Hukum termodinamika pertama
pada intinya adalah Hukum Kekekalan Energi yang menyatakan bahwa
pada perubahan kimia dan fisika energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan, tetapi energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk
lainnya. Hukum Termodinamika pertama ini menyatakan apabila suatu
sistem mengalami perubahan-perubahan yang pada akhirnya kembali ke
keadaan semula maka perubahan energi keseluruhannya adalah nol.
Penerapan hukum Termodinamika pertama dalam bidang ilmu kimia ini
akan dibahas dalam bahan kajian termokimia. Sebelum kita pelajari
termokimia, marilah kita pelajari entalpi lebih dahulu.
Latihan 1
1. Sebutkan bunyi hukum kekekalan energi!
2. Sebutkan bentuk-bentuk energi yang Anda kenal!
3. Perubahan bentuk energi apakah yang terjadi pada
a. aki mobil
b. seterika listrik
c. lampu yang menyala
∆H)
B. ENTALPI (H) DAN PERUBAHAN ENTALPI (∆
Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan di dalamnya.
Jumlah total dari semua bentuk energi dalam zat itu disebut entalpi yang
diberi simbol H (berasal dari kata “Heat Content" yang berarti kandungan
kalor suatu zat). Simbol entalpi (H) ini dapat digunakan dengan subskrip
untuk menunjukkan zat tertentu, misalnya entalpi untuk air dapat ditulis
HH O(l) dan untuk es dapat ditulis HH O(s). Entalpi suatu zat ini tidak
2
2
berubah atau tetap selama tidak ada energi yang masuk atau keluar.
Bahkan entalpi suatu zat tersebut tidak dapat diukur atau dihitung, yang
dapat diukur atau dihitung adalah perubahan entalpinya (∆H). Contohnya
pada perubahan sebongkah es menjadi air. Di sini kita tidak dapat mengukur entalpi HH O(s) atau entalpi HH O(l). Tetapi perubahan entalpi pada
2
2
35
36
KIMIA XI SMA
proses perubahan es menjadi air itulah yang dapat ditentukan. Di mana
pada perubahan wujud es menjadi air, sejumlah energi diperlukan untuk
mencairkan es.
H2O(s) ⎯→ H2O(l)
Sehingga: ∆H = HH
2O(l)
– HH
2O(s)
Mengingat energi selalu harus ditambahkan untuk mengubah es menjadi air maka dapat dikatakan bahwa entalpi air lebih besar daripada entalpi
es atau HH O(l) > HH O(s). Akibatnya dalam perubahan HH O(s) → HH O(l)
2
2
2
2
akan mempunyai harga ∆H > 0 (∆H positif) karena HH O(l) > HH O(s). Harga
2
2
∆H positif ini menunjukkan bahwa dalam perubahan tersebut terdapat
penyerapan kalor dan proses ini disebut endoterm. Sebaliknya harga ∆H < 0
(∆H negatif) menunjukkan perubahan bahwa dalam perubahan suatu
materi terjadi pelepasan kalor dan proses perubahan itu disebut proses
eksoterm.
Latihan 2
1. Jelaskan apa yang dimaksud entalpi!
2. Apakah entalpi suatu zat dapat diukur?
3. Tuliskan simbol entalpi untuk:
a. larutan Barium hidroksida,
b. gas Amoniak,
c. lelehan Natrium klorida!
C. REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI ENDOTERM
Perubahan entalpi bisa bertanda positif dan negatif jika ∆H > 0 (positif)
maka reaksi itu membutuhkan kalor, ini berarti ada penambahan entalpi
kalor di dalam materi tersebut. Sebaliknya jika harga ∆H < 0 (negatif) maka
reaksi itu mengeluarkan entalpi/kalor dari perubahan materi tersebut.
Peristiwa perubahan materi terutama perubahan kimia yang menyebabkan
terjadinya perubahan entalpi biasanya terjadi karena adanya perpindahan
energi antara sistem dan lingkungan.
1. Sistem dan lingkungan
Sebuah sistem dapat berupa apa saja. Sistem semata-mata
merupakan bagian dari alam semesta yang sedang kita pelajari.
Mungkin sistem merupakan reaksi kimia yang sedang berlangsung
dalam gelas kimia. Di luar sistem disebut lingkungan. Dapat pula
KIMIA XI SMA
dikatakan bahwa sistem adalah bagian alam semesta yang menjadi pusat
perhatian. Lingkungan adalah alam semesta yang membatasi sistem.
lingkungan
lingkungan
sistem
larutan
lingkungan
Gambar 2.1 Sistem dan lingkungan.
Wadah atau tempat dapat menjadi bagian dari sistem atau bagian dari
lingkungan. Interaksi antara sistem dan lingkungan dapat berupa
pertukaran kalor, kerja, dan materi. Sistem dapat digolongkan dalam
sistem terbuka, sistem tertutup, sistem adiabatik, dan sistem terisolasi.
a) Sistem terbuka
CO2
HCl
CaCO3
Gambar 2.2 Sistem terbuka.
Sistem di mana selama sistem tersebut mengalami proses dapat
melakukan pertukaran materi dan kalor. Misalnya: sebutir batu kapur
(CaCO3) dimasukkan dalam larutan HCl pada gelas kimia terbuka.
Reaksi yang terjadi: CaCO3(s) + HCl(aq) → CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Selama reaksi berlangsung, dilepaskan gas CO2 ke udara bebas,
sehingga massa sistem berubah. Kalor yang dibebaskan akan diserap
oleh gelas kimia dan udara di sekitarnya. Akhirnya terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan.
b) Sistem tertutup
es mencair
Gambar 2.3 Sistem tertutup.
37
38
KIMIA XI SMA
Sistem yang tidak mengalami perubahan massa selama proses
berlangsung, tetapi dapat terjadi pertukaran kalor dengan
lingkungannya. Misalnya: es diletakkan di dalam erlenmeyer.
Selama es mencair, masssa e dan air yang terbentuk tidak berubah,
karena udara di atas es (air kering) dan air tidak ada yang menguap.
Pada peristiwa ini terjadi perpindahan kalor dari lingkungan
(erlenmeyer, tutup, dan udara di sekitar gelas) ke dalam sistem (es
dan air).
c) Sistem terisolasi
pengatur katup
elektronik
air panas
air dingin
katup elektronik
saluran air
panas
saluran air
dingin
termometer
air
kalorimeter bom
penyekat
panas
pengaduk
elektromagnet
Gambar 2.4 Sistem terisolasi.
Sistem yang tidak dapat mengadakan interaksi baik berupa
kalor, kerja, maupun materi dengan lingkungannya. Misalnya:
Campuran reaksi di dalam kalorimeter Bom. Di dalam kalorimeter
biasanya dilakukan reaksi pembakaran. Suhu air di luar kalorimeter
diatur secara elektronik agar selalu sama dengan kalorimeter,
sehingga selama reaksi berjalan tidak ada kalor yang dapat keluar
atau masuk kalorimeter.
d) Sistem adiabatik
pengisap yang
dapat bergerak
bebas
ruang hampa
sistem
Gambar 2.5 Sistem dan lingkungan.
Sistem yang selama mengalami proses tidak dapat melakukan
pertukaran kalor dengan lingkungan. Sistem ini dapat melakukan
KIMIA XI SMA
kerja ke lingkungan atau menerima dari lingkungan. Misalnya:
proses di dalam termos.
2. Reaksi Eksoterm
H 2O
CaO
Gambar 2.6 Reaksi eksoterm
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai perpindahan kalor dari
sistem ke lingkungan. Pada reaksi eksoterm ini akan membebaskan energi sehingga entalpi sistem akan berkurang dan perubahan entalpinya
(∆H) akan bertanda negatif. Sedang pada lingkungan akan menerima
kalor sehingga terasa panas. Contoh reaksi eksoterm adalah pembakaran. Contoh yang lain misalnya reaksi antara batu gamping (CaO)
dengan air (H2O) yang akan menghasilkan air kapur (Ca(OH)2) dan
panas.
Reaksi: CaO(s) + H2O(l) ⎯→ Ca(OH)2(aq) + panas
3. Reaksi Endoterm
Reaksi endoterm adalah reaksi yang berlangsung di mana ada perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Pada reaksi endoterm ini
diserap sejumlah energi pada sistem sehingga entalpi sistem akan
bertambah dan perubahan entalpinya akan bertanda positif (∆H > 0).
Karena lingkungan mengalami pengurangan kalor sehingga suhu
lingkungan akan turun dan terasa dingin. Contoh reaksi endoterm
adalah reaksi antara Barium hidroksida (Ba(OH)2) dan kristal
Amonium klorida (NH4Cl) dengan beberapa tetes air.
Reaksi: Ba(OH)2(s) + 2NH4Cl(s) ⎯→ BaCl2(aq) + 2NH3(g) + 2H2O(l)
Jika reaksi di atas dilakukan pada tabung reaksi maka tangan kita dapat
merasakan dinginnya tabung tersebut, karena sistem menyerap kalor
dari lingkungan (tangan).
39
40
KIMIA XI SMA
kristal
NH4Cl
kristal
Ba(OH)2
-
Reaksi endoterm
Sistem mengeluarkan kalor
∆H berharga positif (∆H > 0)
Gambar 2.7 Reaksi endoterm
Harga entalpi suatu zat atau sistem tidak dapat ditentukan, yang dapat
ditentukan adalah perubahan entalpi (∆H) menyertai suatu proses.
Perubahan entalpi adalah selisih antara entalpi akhir (produk) dengan
entalpi awal (pereaksi).
∆H = Hproduk - Hreaktan
Untuk reaksi: R ⎯→ P
∆H = Hp – HR
Keterangan:
∆H = perubahan entalpi
R = zat pereaksi/reaktan
P = zat produk/hasil akhir
HP = entalpi produk
HR = entalpi reaktan
Reaksi eksoterm Hp < Hr ; ∆H < 0 ; ∆H bertanda Reaksi endoterm Hp > Hr ; ∆H > 0 ; ∆H bertanda +
H
P
∆H = HP - HR
∆H > 0
H
R
∆H = HP - HR
∆H < 0
P
R
Endoterm
Eksoterm
Gambar 2.8 Diagram entalpi yang menyertai reaksi kimia
KIMIA XI SMA
Latihan 3
1. Jelaskan pengertian:
a. sistem,
c. reaksi eksoterm,
b. lingkungan,
d. reaksi endoterm!
2. Bagaimanakah perpindahan energi antara sistem dan lingkungan pada
a. reaksi ekstoterm,
b. reaksi endoterm?
∆HO)
D. PERUBAHAN ENTALPI STANDAR (∆
Perubahan entalpi reaksi yang diukur pada suhu 298 K dan tekanan 1
atm disepakati sebagai perubahan entalpi standar yang dinyatakan dengan
simbol ∆Ho. Satuan yang sering digunakan adalah
- kalori (kal) atau kilokalori (kkal)
- joule (J) atau kilojoule (kJ)
- 1 kalori = 4,2 joule
- 1 joule = 0,24 kalori
- 1 kilokalori = 1000 kalori
- 1 kilojoule = 1000 joule
1. Persamaan Termokimia
Persamaan reaksi yang mengikutsertakan perubahan entalpinya
disebut persamaan termokimia. Persamaan termokimia tersebut juga
memberikan informasi tentang suatu reaksi mengenai jumlah mol
pereaksi dan hasil reaksi serta jumlah energi yang terlibat di dalamnya.
Contoh:
a. Pada pembakaran sempurna 1 mol gas metana (CH4) pada suhu 298 K
dan tekanan 1 atm dibebaskan kalor sebesar 802,3 kJ. Maka persamaan reaksi termokimianya adalah
+ 802,3 kJ
CH4(g) + 2O2(g) ⎯→ CO2(g) + 2H2O(g)
atau
CH4(g) + 2O2(g) ⎯→ CO2(g) + 2H2O(g)
∆Ho = -802,3 kJ/mol
b. Pada reaksi penguraian 1 mol air menjadi gas hidrogen dan gas
oksigen yang dilakukan pada suhu 298 K dan tekanan 1 atm
ternyata diperlukan kalor sebesar 286 kJ. Maka persamaan
termokimianya adalah
41
42
KIMIA XI SMA
H2O(l) ⎯→ H2(g) + 1⁄2O2(g)
∆Ho = +286 kJ/mol
atau
2H2O(l) ⎯→ 2H2(g) + O2(g)
∆Ho = +572 kJ/mol
2. Macam-macam Perubahan Entalpi Standar (∆Ho)
Melihat adanya berbagai macam jenis-jenis reaksi kimia yang ada
maka kita nanti akan mempelajari jenis-jenis perubahan entalpi
berdasarkan jenis reaksi kimia tersebut. Jenis atau macam-macam
perubahan entalpi yang akan kita pelajari antara lain perubahan entalpi
pembentukan standar, perubahan entalpi penguraian standar, dan
perubahan entalpi pembakaran standar.
a) Perubahan entapi pembentukan standar ( ∆H of )
o
( ∆H f = standard enthalpy of formation)
Perubahan entalpi pembentukan standar ( ∆H of ) adalah kalor
yang dilepaskan atau dibutuhkan pada reaksi pembentukan satu
mol senyawa dari unsur-unsurnya yang diukur pada keadaan
standar (298 K dan 1 atm).
Catatan:
- Karena senyawa yang dibentuk hanya 1 mol maka persamaan
reaksinya boleh mengandung angka koefisien pecahan
- Berdasarkan kesepakatan internasional, entalpi pembentukan
standar unsur-unsur dalam bentuk paling stabil berharga nol.
Contoh: O2 adalah bentuk alotropi oksigen yang lebih stabil
daripada O3 (ozon). Dengan demikian ∆H of O2 = 0, sedang ∆H of
O3 ≠0.
Tabel 2.1. Entalpi Pembentukan Standar Beberapa Senyawa
Senyawa
∆H of
(kJ
Persamaan termokimia
mol-1)
CO(g)
-110,5
C(s) + 1⁄2O2(g) → CO(g)
∆H of = -110,5 kJ
CO2(g)
-393,5
C(s) + O2(g) → CO2(g)
∆H of = -393,5 kJ
CH4(g)
-74,8
C(s) + 2H2(g) → CH4(g)
∆H of = -74,8 kJ
C2H2(g)
-226,7
2C(s) + H2(g) → C2H2(g)
∆H of = -226,7 kJ
KIMIA XI SMA
∆H of
Senyawa (kJ mol-1)
Persamaan termokimia
C2H4(g)
-52,26
2C(s) + 2H2(g) → C2H4(g)
∆H of = -52,26 kJ
C2H6(g)
-84,68
2C(s) + 3H2(g) → C2H6(g)
∆H of = -84,68 kJ
C6H6(g)
-48,99
6C(s) + 3H2(g) → C6H6(g)
∆H of = -48,99 kJ
H2O(g)
-241,8
H2(g) + 1⁄2O2(g) → H2O(g)
∆H of = -241,8 kJ
H2O(l)
-285,8
H2(g) + 1⁄2O2(g) → H2O(l)
∆H of = -285,8 kJ
H2O(s)
-292
H2(g) + 1⁄2O2(g) → H2O(s)
∆H of = -292 kJ
HF(g)
-271,1
1⁄
2H2(g)
+ 1⁄2F2(g) → HF(g)
∆H of = -271,1 kJ
HCl(g)
-92,31
1⁄
2H2(g)
+ 1⁄2Cl2(g) → HCl(g)
∆H of = -92,31 kJ
HBr(g)
-36,4
1⁄
2H2(g)
+ 1⁄2Br2(l) → HBr(g)
∆H of = -36,4 kJ
HI(g)
-26,5
1⁄
2H2(g)
+ 1⁄2I2(g) → HI(g)
∆H of = -26,5 kJ
NH3(g)
-46,1
1⁄
2N2(g)
+ 3⁄2H2(g) → NH3(g)
∆H of = -46,1 kJ
N2H4(l)
-50,63
N2(g) + 2H2(g) → N2H4(l)
∆H of = -50,63 kJ
NH4F(s)
-463,96
1⁄
1
2N2(g)+2H2(g)+ ⁄2F2(g)→NH4F(s)
∆H of = -463,96 kJ
NH4Cl(s) -314,4
1⁄
1
2N2(g)+2H2(g)+ ⁄2Cl2(g)→NH4Cl(s)
∆H of = -314,4 kJ
NH4Br(s) -270,8
1⁄
1
2N2(g)+2H2(g)+ ⁄2Br2(g)→NH4Br(s)
∆H of = -270,8 kJ
NH4I(s)
1⁄
1
2N2(g)+2H2(g)+ ⁄2I2(g)→NH4I(s)
∆H of = -201,4 kJ
-201,4
NO(g)
90,25
1⁄
2N2(g) +
1⁄
2O2(g) →
NO(g)
∆H of = +90,25 kJ
NO2(g)
33,2
1⁄
2N2(g) +
1⁄
2O2(g) →
NO2(g)
∆H of = +33,2 kJ
SO2(g)
-296,83
S(s) + O2(g) → SO2(g)
∆H of = -296,83 kJ
SO3(g)
-395,83
S(s) + 3⁄2O2(g) → SO3(g)
∆H of = -395,83 kJ
43
44
KIMIA XI SMA
Tabel 2.2. Entalpi Pembentukan Standar Beberapa Unsur
∆H of
Senyawa (kJ mol-1)
I2(s)
0
I2(g)
62,44
Persamaan termokimia
–
–
I2(s) → I2(g)
∆H of = +62,66 kJ
C(grafit)
0
–
C(intan)
1,89
C(grafit) → C(intan)
∆H of = +1,89 kJ
C(s)grafit → C(g)
∆H of = +718,4 kJ
–
–
11⁄2O2(g) → O3(g)
∆H of = +143,22 kJ
–
C(g)
718,4
O2(g)
0
O3(g)
143,22
H2(g)
0
–
–
S(s)
0
–
–
S(g)
277,4
S(s) → S(g)
∆H of = +277,4 kJ
Contoh soal 2.1
1. Tuliskan persamaan termokimia dari
a.
∆H of H2O(g) = -241,8 kJ/mol
b.
∆H of Ca(OH)2(s) = -986,17 kJ/mol
c.
∆H of CS2(g) = +117,1 kJ/mol
Jawab:
a. H2(g) + 1⁄2O2(g) ⎯→ H2O(g)
∆H of = -241,8 kJ/mol
b. Ca(g) + H2(g) + O2(g) ⎯→ Ca(OH)2(s)
∆H of = -986,17 kJ/mol
c. C(s) + 2S(g) ⎯→ CS2(g)
∆H of = +117,1 kJ/mol
2. Tuliskan persamaan termokimia dari
a. pembentukan 16 gram Fe2O3(s) yang dibebaskan kalor 83,4 kJ
b. pembentukan 15 gram gas NO yang diperlukan kalor 361 kJ
(diketahui Ar Fe = 56, O = 16, N = 14)
KIMIA XI SMA
Jawab:
a. jumlah mol Fe 2 O 3 =
gram 16
=
= 0, 1 mol
mol 160
∆H pembentukan 0,1 mol Fe2O3 = -83,4 kJ
∆Hfo Fe2O3 =
−83, 4
= −834 kj/mol
0, 1
Jadi persamaan termokimianya
2Fe(s) + 3⁄2O2(g) ⎯→ Fe2O3(s)
b. jumlah mol NO =
∆H = -834 kJ
gram 15
=
= 0, 5 mol
mol
30
∆H pembentukan 0,5 mol NO = +361 kJ
∆Hfo NO =
361
= 722 kj/mol
0, 5
Jadi persamaan termokimianya
1⁄
2N2(g)
+ 1⁄2O2(g) ⎯→ NO(g)
∆H = 722 kJ
b. Perubahan Entalpi Penguraian Standar ( ∆Hdo )
o
( ∆H d = Standard enthalpy of decomposition)
o
Perubahan entalpi penguraian standar ( ∆H d ) adalah kalor yang
dilepaskan atau yang diperlukan pada reaksi penguraian satu mol
senyawa menjadi unsur-unsurnya yang diukur pada keadaan standar (298 K dan 1 atm).
Karena reaksi penguraian merupakan kebalikan dari reaksi pembentukan maka entalpi penguraian suatu senyawa menjadi unsurunsurnya sama besarnya dengan entalpi pembentukan senyawa
tersebut dari unsur-unsurnya tetapi berlawanan tanda.
Tabel 2.3. Entalpi Penguraian Standar Beberapa Senyawa ∆Hdo = ∆H of
Senyawa
∆Hdo
Persamaan termokimia
(kJ mol-1)
AgBr(s)
CaO(s)
99,96 AgBr(s) → Ag(s) + 1⁄2Br2(l)
638
CaO(s) → Ca(s) + 1⁄2O2(g)
∆H od = +99,96 kJ
∆H od = +638 kJ
45
46
KIMIA XI SMA
Senyawa
∆Hdo
(kJ
CuSO4(s)
HgO(s)
Persamaan termokimia
mol-1)
772,8
CuSO4(s) → Cu(s) + S(s) + 1⁄2O2(g)
91,14 HgO(s) → Hg(s) + 1⁄2O2(g)
∆H od = +722,8 kJ
∆H od = +91,14 kJ
∆H od = +437,6 kJ
KCl(s)
437,6
KCl(s) → K(s) + 1⁄2Cl2(g)
KClO3(s)
393
KClO3(s)→K(s) + 1⁄2Cl2(g) + 1⁄2O2(g) ∆H od = +393 kJ
Li2O(s)
600,6
Li2O(s) → 2Li(s) + 1⁄2O2(g)
∆H od = +600,6 kJ
NaCl(s)
411,0
NaCl(s) → Na(s) + 1⁄2Cl2(g)
∆H od = +411,0 kJ
Na2CO3(s)→2Na(s)+ C(s)+3⁄2O2(g)
∆H od = +1435 kJ
Na2CO3(s) 1435
PCl3(s)
228
PCl3(s) → P(s) + 1⁄2Cl2(g)
∆H od = +228 kJ
PH3(s)
-23,1
PH3(s) → P(s) + 11⁄2H2(g)
∆H od = -23,1 kJ
Contoh soal 2.2
1. Diketahui persamaan termokimia pembentukan CO2(g) sebagai
berikut.
C(s) + O2(g) ⎯→ CO2(g)
∆H of = -393,5 kJ/mol
Tentukan persamaan termokimia penguraian CO2 tersebut di atas!
Jawab:
∆H of CO2(g) = -393,5 kJ
∆Hdo CO2(g) = +393,5 kJ
maka persamaan termokimia penguraian CO2 adalah:
CO2(s) ⎯→ C(s) + O2(g)
∆Hdo = +393,5 kJ/mol
2. Tuliskan persamaan termokimia dari
a. ∆Hdo CH4(g) = +74,85 kJ/mol
b. ∆Hdo HI(g) = -26,5 kJ/mol
KIMIA XI SMA
Jawab:
a. CH4(g) ⎯→ C(s) + 2H2(g)
∆Hdo = +74,85 kJ/mol
b. HI(g) ⎯→ 1⁄2H2(g) + 1⁄2O2(g)
∆Hdo = -26,5 kJ/mol
3. Tuliskan persamaan termokimia dari
a. penguraian 19,5 gram C6H6(l) yang dibebaskan kalor 113 kJ
b. penguraian 4,48 liter gas CO2(STP) yang diperlukan kalor 98,1 kJ
(diketahui Ar C = 16, H = 1)
Jawab:
a. jumlah mol C6H6 =
gram 19, 5
=
= 0, 25 mol
Mr
78
∆H penguraian 0,25 mol C6H6 = 113 kJ
∆Hdo C6H6(l) =
113
= 452 kj/mol
0, 25
Jadi persamaan termokimianya
C6H6(l) ⎯→ 6C(s) + 3H2(g)
b. jumlah mol CO2 =
∆H = 452 kJ
4 , 48
Volume CO 2
=
= 0, 2 mol
Volume molar STP 22 , 4
∆H penguraian 0,2 mol CO2 = 98,1 kJ
∆Hdo CO2(g) =
98, 1
= 4905 kJ/mol
0, 2
Jadi persamaan termokimianya
CO2(g) ⎯→ C(s) + O2(g)
∆H = 4905 kJ
c. Perubahan Entalpi Pembakaran Standar ( ∆H co )
o
( ∆H c = Standard enthalpy of combustion)
Perubahan entalpi pembakaran standar ( ∆H oc ) adalah kalor
yang dilepaskan atau diperlukan pada pembakaran sempurna satu
mol suatu zat (unsur atau senyawa) pada keadaan standar (298 K
dan 1 atm).
Dalam ilmu kimia, pembakaran adalah mereaksikan suatu zat
dengan oksigen.
47
48
KIMIA XI SMA
Tabel 2.4. Entalpi Pembakaran Standar Beberapa Zat
∆H co
Zat yang
dibakar (kJ mol-1)
Persamaan termokimia
∆H oc = -393,52 kJ
C(s)
-393,52 C(s) + O2(g) → CO2(g)
CO(g)
-283
CH4(g)
-890,37 CH4(g)+2O2(g)→CO2(g)+2H2O(l)
CH3OH(l)
-630
C6H12O6(s) -2820
∆H oc = -283 kJ
CO(g) + 1⁄2O2(g) → CO2(g)
∆H oc = -890,37 kJ
CH3OH(l)+3⁄2O2(g)→CO2(g)+2H2O(l) ∆H oc = -630 kJ
C6H12O6(s)+6O2(g)→6CO2(g)+6H2O(l) ∆H oc = -2820 kJ
∆H oc = -285,83 kJ
H2(g)
-285,83 H2(g) + 1⁄2O2(g) → H2O(l)
NH3(g)
-292,38 NH3(g)+5⁄4O2(g)→NO(g)+3⁄2H2O(g) ∆H oc = -292,38 kJ
S(s)
-395,7
∆H oc = -395,7 kJ
S(s) + 3⁄2O2(g) → SO3(g)
∆H oc = -98,87 kJ
-98,87 SO2(g) + 1⁄2O2(g) → SO3(g)
SO2(g)
Contoh soal 2.3
1. Tuliskan persamaan termokimia dari
a.
∆H oc C(s) = -393,52 kJ/mol
b.
∆H oc C2H6(g) = -1565 kJ/mol
Jawab:
a. C(s) + O2(g) ⎯→ CO2(g)
∆H oc = -393,52 kJ/mol
b. C2H6(g)+7⁄2O2(g)⎯→2CO2(g)+3H2O(g)
∆H oc = -1565 kJ/mol
2. Tuliskan persamaan termokimia dari reaksi:
a. pada pembakaran 54 gram glukosa yang dibebaskan kalor sebesar 846 kJ
b. pada pembakaran 8,96 liter CH3OH(l)(STP) yang dibebaskan
kalor sebesar 255,2 kJ
Jawab:
a. jumlah mol C6H12O6 =
g
54
=
= 0, 3 mol
Mr 180
KIMIA XI SMA
∆H untuk 0,3 mol C6H12O6 = -846 kJ
∆Hco C6H12O6 =
−846
= −2820 kj/mol
0, 3
Jadi persamaan termokimianya
C6H12O6(s) + 6O2(g) ⎯→ 6CO2(g) + 6H2O(l)
b. jumlah mol CH3OH =
∆H = -2820 kJ/mol
Volume CH 3 OH
8, 96
=
= 0, 4 mol
Volume molar STP 22 , 4
∆H untuk 0,4 mol CH3OH = -255,2 kJ
∆H oc CH3OH(l) =
−255, 2
= −638 kj/mol
0, 4
Jadi persamaan termokimianya
CH3OH(l) + 3⁄2O2(g) ⎯→ CO2(g) + 2H2O(l)
∆H oc = -638 kJ/mol
Latihan 4
1. Jelaskan yang dimaksud perubahan entalpi standar (∆Ho)!
2. Jelaskan pengertian
a. perubahan entalpi pembentukan standar ( ∆H of )
o
b. perubahan entalpi penguraian standar ( ∆H d )
c. perubahan entalpi pembakaran standar ( ∆H oc )
3. Tuliskan persamaan termokimia dari data
o
a. ∆H f H2S(g) = -20,2 kJ/mol
b. ∆H od NH4Cl(s) = + 314,4 kJ/mol
c.
∆H oc CH4(g) = -890,37 kJ/mol
4. Tuliskan persamaan termokimia dari reaksi berikut
a. pada reaksi penguraian 1,12 liter gas NH3(g) (STP) yang dibebaskan
kalor sebesar 292,38 kJ/mol
b. pada reaksi penguraian 5,85 gram NaCl(s) yang diperlukan kalor
sebesar 411 kJ/mol
49
50
KIMIA XI SMA
E. MENENTUKAN HARGA PERUBAHAN ENTALPI
Harga perubahan entalpi (∆H) suatu reaksi dapat ditentukan dengan cara
1. Melakukan eksperimen, menggunakan suatu alat bernama kalorimeter.
2. Menggunakan hukum Hess (hukum penjumlahan kalor).
3. Menggunakan data perubahan entalpi pembentukan standar ( ∆H of )
4. Menggunakan data energi ikatan
1. Menentukan harga perubahan entalpi dengan kalorimeter
Pengukuran jumlah kalor yang dilepaskan atau yang diterima pada
suatu reaksi kimia disebut kalorimetri. Sedang alat yang digunakan
untuk mengukur jumlah kalor disebut kalorimeter. Ada beberapa
macam jenis kalorimeter, salah satunya adalah kalorimeter Bom yang
mempunyai daya hitung lebih akurat (bagus, lihat gambar). Tapi bagi
kita di laboratorium cukup menggunakan alat kalorimeter sederhana
(lihat gambar). Alat kalorimeter sederhana disusun atas dua buah gelas
plastik (merupakan bahan nonkonduktor) sehingga jumlah kalor yang
diserap atau dilepas ke lingkungan dapat diabaikan.
termometer
bejana plastik
ruang hampa
udara
bejana
alumunium
bejana reaksi
penyangga
larutan
Bom Kalorimeter
Dalam kalorimeter zat yang akan direaksikan dimasukkan ke dalam
kamar reaksi. Kamar reaksi ini dikelilingi oleh air yang telah diketahui
massanya. Jika suatu reaksi berlangsung eksoterm maka kalor akan
dilepas oleh larutan di dalam gelas. Sebaliknya jika reaksi berlangsung
endoterm maka kalor akan diserap dari larutan di dalam gelas. Jadi
kalor reaksi sama dengan jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan
larutan di dalam gelas. Jumlah kalor yang diserap atau dilepaskan larutan
dapat ditentukan dengan mengukur perubahan suhunya. Jumlah kalor
tersebut dapat dirumuskan secara sederhana sebagai berikut.
KIMIA XI SMA
q = m . c . ∆T
Di mana :
q = jumlah kalor reaksi (joule/kilojoule)
m = massa zat (gram)
c = kalor jenis air, yaitu kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan
suhu 1 gram zat sebesar 1oC atau 1 K (joule gr-1 oC-1/joule gr-1 K-1)
∆T = perubahan suhu (Takhir – Tawal)
Contoh soal 2.4
1. Dalam kalorimeter terdapat zat yang bereaksi secara eksotermik
dan ternyata 0,1 kg air yang mengelilinginya mengalami kenaikan
suhu sebesar 5oC. Jika kalor jenis air = 4,18 J gr-1 oC-1 maka berapakah kalor reaksi zat tersebut?
Jawab:
q = m x c x ∆T
q = 100 gr x 4,18 j.gr-1.oC-1 x 5oC
q = 2090 joule
q = 2,090 kJ
2. Larutan NaOH 1 M sebanyak 100 cm3 direaksikan dengan 100 cm3
larutan HCl 1 M dalam sebuah bejana. Tercatat suhu naik dari 29oC
menjadi 37,5oC. Jika larutan diangggap sama dengan air, kalor jenis
air = 4,2 J gr-1K-1, massa jenis air = 1 gr cm-3. Tentukan perubahan
entalpi reaksi (∆H) netralisasi dari larutan di atas!
Jawab:
-
Reaksi: NaOH(aq) + HCl(aq) ⎯→ NaCl(aq) + H2O(l)
- Volum campuran = 100 cm3 + 100 cm3 = 200 cm3
- mol NaOH = V x M = 0,1 x 1 = 0,1 mol
- mol HCl = V x M = 0,1 x 1 = 0,1 mol
Jadi 0,1 mol NaOH beraksi dengan 0,1 mol HCl. NaCl yang
dihasilkan adalah garam maka jenis reaksinya disebut reaksi penggaraman atau penetralan karena menghasilkan air (H2O). Mol H2O
yang terbentuk adalah 0,1 mol (karena koefisien reaksinya sama
dengan koefisien NaOH dan HCl). Karena larutan dianggap sama
dengan air maka massa larutan = massa air.
Jadi massa larutan = 200 cm3 x 1 gr cm-3 = 200 gram
∆T = 37,5oC – 29oC = 8,5oC = 8,5 K
cair = 4,2 J gr-1K-1
51
52
KIMIA XI SMA
maka
q = m x c . ∆T
= 200 gr x 4,2 j gr-1 K-1 x 8,5oK
= 7140 joule
= 7,140 kJ
Besarnya energi untuk mereaksikan 0,1 mol NaOH dan 0,1 mol HCl
adalah 7,140 kJ.
q netralisasi =
7 , 140 KJ
= 71, 40 KJ/mol
0, 1 mol
Karena reaksi di atas adalah reaksi eksoterm (yang ditandai dengan
kenaikan suhu) maka harga ∆H reaksi = -71,40 kJ/mol.
Reaksi termokimianya adalah:
NaOH(aq) + HCl(aq) ⎯→ NaCl(aq) + H2O(l)
∆H = -71,40 kJ/mol
Latihan 5
1. Pada pemanasan 0,6 liter air, ternyata suhu air naik dari 25oC menjadi
37oC. Jika massa jenis air = 1 gram/ml dan kalor jenis air = 4,2 J/g/oC
maka tentukan ∆H reaksi pembakaran air tersebut!
2. Diketahui larutan HCl 0,4 M sebanyak 50 cm3 yang dicampurkan dengan
100 cm3 larutan KOH 0,2 M di mana suhu masing-masing larutan
sebesar 26oC. Setelah terjadi reaksi ternyata suhunya naik menjadi 34oC.
Jika diketahui massa jenis air 1 gr/ml dan kalor jenis air 4,2 J/g/oC
serta kalor jenis dan massa jenis larutan dianggap sama dengan air
maka tentukan harga ∆H reaksi kedua larutan di atas!
Reaksi:
HCl(aq) + KOH(aq) ⎯→ KCl(aq) + H2O(l)
2. Menentukan harga perubahan entalpi dengan menggunakan
Hukum Hess
Ada beberapa reaksi yang kadang-kadang sukar diukur perubahan
entalpinya dengan kalorimeter. Hal ini disebabkan karena sifat dari
reaksi itu. Misalnya reaksi pembentukan CO dari unsur-unsurnya.
Ternyata hal-hal tersebut di atas dapat dibantu dengan menggunakan
Hukum Hess. Pada tahun 1840 – 1850 orang yang bernama Germain
Henry Hess dari Swiss-Rusia merumuskan penemuannya berdasarkan
hasil-hasil percobaan tentang kalor reaksi sebagai berikut kalor reaksi
yang dilepaskan atau diserap oleh suatu reaksi tidak tergantung dari jalannya
reaksi tetapi tergantung dari kondisi awal zat-zat yang bereaksi dan kondisi
KIMIA XI SMA
akhir zat-zat hasil reaksi. Pernyataan ini dikenal dengan Hukum Hess.
Hukum Hess ini pada dasarnya merupakan bagian dari Hukum
Termodinamika pertama atau Hukum Kekekalan Energi yang berkaitan dengan reaksi kimia. Menurut pernyataan Hukum Hess di atas
maka kita dapat mengartikan bahwa harga ∆H dari suatu reaksi yang
berlangsung satu tahap akan sama dengan harga ∆H jika reaksi itu
berlangsung beberapa tahap/cara.
Contoh:
CO2(g) dapat dibuat dengan satu tahap/cara dan dapat juga dibuat dengan dua tahap.
∆H1 = a kJ
1. Satu tahap
: C(s) + O2(g) ⎯→ CO2(g)
(secara langsung)
2. Dua tahap
: C(s) + 1⁄2O2(g) ⎯→ CO(g)
∆H2 = b kJ
(tidak langsung)
CO(g) + 1⁄2O2(g) ⎯→ CO2(g) ∆H3 = c kJ
+
atau
C(s) + O2(g) ⎯→ CO2(g)
∆H1 = ∆H2 + ∆H3
C(s) + O2(g) ⎯→ CO2(g)
a=b+c
Tahapan reaksi di atas dapat dibuat dalam bentuk diagram siklus dan
diagram tingkat energi.
Gambar diagram siklus
Gambar diagram tingkat energi
C(s) + O2(g)
a
b
CO(g) +
CO2(g)
c
1
2 O2(g)
C(g)+ O2 (awal)
b
a
1
CO(g) + 2 O2(g)
c
CO2(g) (akhir)
Jadi jika suatu reaksi dapat berlangsung menurut dua tahap atau lebih
maka kalor reaksi totalnya sama dengan jumlah aljabar kalor tahapan
reaksinya. Hukum Hess disebut juga Hukum Penjumlahan Kalor.
Proses ini dapat digambarkan dengan diagram tersebut di atas.
53
54
KIMIA XI SMA
Contoh soal 2.5
1. Diketahui:
a.
1⁄
2N2(g)
+ O2(g) ⎯→ NO2g)
b. NO(g) + 1⁄2O2(g) ⎯→ NO2g)
∆H = +33,85 kJ/mol
∆H = -56,52 kJ/mol
Tentukan entalpi reaksi dari
1⁄
2N2(g)
+ 1⁄2O2(g) ⎯→ NO2g)
∆H = .... kJ/mol
Jawab:
Perubahan entalpi di atas dapat diperoleh dengan menyusun dan
menjumlahkan kedua reaksi tersebut yang sudah diketahui harganya, yaitu reaksi (1) ditulis tetap, sedang reaksi (2) dibalik.
Jadi: 1⁄2N2(g) + O2(g) ⎯→ NO2(g)
∆H = +33,85 kJ/mol
NO2(g) ⎯→ NO(g) + 1⁄2O2(g)
∆H = +56,52 kJ/mol
1⁄
∆H = +90,37 kJ/mol
2N2(g)
+ O2(g) ⎯→ NO(g) + 1⁄2O2(g)
atau 1⁄2N2(g) + 1⁄2O2(g) ⎯→ NO(g)
2. Diketahui:
a. C(s) + O2(g) ⎯→ CO2(g)
+
∆H = +90,37 kJ/mol
∆H = -94 kkal
b. 2H2(g) + O2(g) ⎯→ 2H2O(l)
∆H = -136 kkal
c. 3C(s) + 4H2(g) ⎯→ C3H8(g)
∆H = -24 kkal
Tentukan ∆H dari reaksi
C3H8(g) + 5O2(g) ⎯→ 3CO2(g) + 4H2O(l)
Jawab:
Cara seperti di atas yaitu menyusun dan menjumlahkan ketiga reaksi di atas sebagai berikut
- reaksi (1) dikalikan 3
- reaksi (2) dikalikan 2
- reaksi (3) dibalik
sehingga diperoleh:
3C(s) + 3O2(g) ⎯→ 3CO2(g)
∆H = -282 kkal
4H2(g) + 2O2(g) ⎯→ 4H2O(l)
∆H = -136 kkal
C3H8(g) ⎯→ 3C(s) + 4H2(g)
∆H = +24 kkal
C3H8(g) + 5O2(g) ⎯→ 3CO2(g) + 4H2O(l)
∆H = -530 kkal
+
KIMIA XI SMA
Latihan 6
1. Dari diagram siklus berikut:
∆H1 = ... ?
A
∆H4 = 25 KJ
D
B
∆H2 = 75 KJ
∆H3 = 50 KJ
C
Maka tentukan harga ∆H1!
2. Perhatikan diagram tingkat energi berikut!
0
-576
-642
2 P(s) + 3 Cl2(g)
2 PCl2(l)
2 PCl3(g)
Tentukan ∆H penguapan dari PCl3(l)!
3. Diketahui:
S(s) + O2(g) ⎯→ SO2(g)
∆Ho = -297 kJ/mol
S(s) + 11⁄2O2(g) ⎯→ SO3(g)
∆Ho = -396 kJ/mol
Tentukan ∆H reaksi dari:
SO2(g) + 1⁄2O2(g) ⎯→ SO3(g)
4. Tentukan Hukum Hess untuk menentukan ∆H reaksi
C3H4(g) + 2H2(g) ⎯→ C3H8(g)
Jika diketahui
H2(g) + 1⁄2O2(g) ⎯→ H2O(l)
∆Ho = -286 kJ/mol
C3H4(g) + 4O2(g) ⎯→ 3CO2(g) + 2H2O(l)
∆Ho = -1941 kJ/mol
C3H8(g) + 5O2(g) ⎯→ 3CO2(g) + 4H2O(l)
∆Ho = -2220 kJ/mol
3. Menentukan harga perubahan entalpi dengan menggunakan
entalpi pembentukan standar ( ∆H of )
Entalpi pembentukan standar ( ∆H of ) suatu senyawa dapat memberikan kemudahan dalam menentukan perubahan entalpi reaksi.
55
56
KIMIA XI SMA
Perhitungan ini bisa dengan cara rumusan sebagai berikut.
Reaksi:
p AB + q CD ⎯→ r AC + s BD
reaktan
produk
(pereaksi)
(hasil reaksi)
∆H reaksi = ∆Hfo hasil – ∆Hfo pereaksi
o
o
o
o
∆H reaksi = (r . ∆H f AC + s . ∆H f BD) - (p . ∆H f AB + q . ∆H f CD)
Seperti yang sudah diinformasikan bahwa harga ∆Hfo unsur-unsur
dalam wujud yang paling stabil memiliki harga = nol (misalnya Fe(s),
Hg(l), Cl2(g), I2(s), C(grafit), Br2(l), dan O2(g)). Akan tetapi untuk Fe(l), Hg(s),
Cl2(l), I2(g), C(intan), Br2(g), dan O3(s) memiliki harga ∆Hfo ≠nol.
Contoh soal 2.6
1. Jika diketahui:
∆H of C2H5OH(l) = -266 kJ/mol
∆H of CO2(g) = -394 kJ/mol
∆H of H2O(l) = -286 kJ/mol
Hitunglah ∆H untuk reaksi
C2H5OH(l) + 3O2(g) ⎯→ 2CO2(g) + 3H2O(l)
Jawab:
o
o
∆Hreaksi = ∆H f hasil − ∆H f pereaksi
o
o
o
∆Hreaksi = [(2 . ∆H f CO2) + (3 . ∆H f H2O)] - [(1 . ∆H f C2H5OH)
o
+ (3 . ∆H f O2)]
∆Hreaksi
= [(2 . (-394)) + (3 . (-286))] - [(1. (-266)) + (3 . 0)]
= -1380 kJ/mol
2. Perhatikan diagram entalpi berikut ini!
2 NO2(g)
∆H2 = -114,1 kJ
2 NO(g) + O2(g)
∆H1 = +66,4 kJ
∆H3 = ... !
N2(g) + 2 O2(g)
KIMIA XI SMA
a. Tentukan harga ∆H3!
b. Tentukan kalor pembentukan NO(g) = ...!
Jawab:
a. Untuk proses (1) berlangsung dalam satu tahap yaitu reaksi
pembentukan 2NO2(g) dari unsur N2(g) dan 2O2(g). Sedang proses
(2)(proses pembentukan 2NO2(g)) tapi berlangsung dalam 2
tahap, yaitu
1. tahap pembentukan 2NO(g) dahulu
2. tahap pembentukan 2NO2(g)
Jadi ∆Hproses(1) = ∆Hproses(2)
∆H1 = ∆H3 + ∆H2
+66,4 = ∆H3 + (−114,1)
∆H3 = 180,5
Jadi harga ∆H3 adalah +180,5 kJ
b. Reaksi pembentukan NO(g) adalah
1⁄
2N2(g)
+ 1⁄2O2(g) ⎯→ NO(g)
∆Hfo = ....
dari diagram di atas, diketahui
N2(g) + 2O2(g) ⎯→ 2NO(g) + O2(g)
∆H3 = 180,5 kJ
180, 5
= 90, 25 KJ/mol
2
Jadi ∆Hfo NO(g) = 90,25 kJ/mol
sehingga ∆H f o NO(g) =
Latihan 7
1. Diketahui
∆Hfo Al2O3(s) = -1676 kJ/mol
∆Hfo Fe2O3(s) = -822,2 kJ/mol
maka tentukan ∆H dari reaksi
2Al(s) + Fe2O3(s) ⎯→ 2Fe(s) + Al2O3(s)
2. Tentukan entalpi pembentukan ZnSO4(s) jika diketahui reaksi sebagai
berikut.
Zn(s) + S(s) ⎯→ ZnS(s)
∆H = -206 kJ
ZnSO4 ⎯→ ZnS(s) + 2O2(g)
∆H = +777 kJ
57
58
KIMIA XI SMA
3. Diketahui entalpi pembentukan CO2(g) = -393,5 kJ/mol, H2O(l) = -242
kJ/mol dan C3H8(g) = -104 kJ/mol. Tentukanlah jumlah kalor yang
dapat dibebaskan jika 1 gram C3H8(g) dibakar sempurna membentuk
gas CO2 dan air (Ar H = 1, C = 12)!
4. Menentukan harga perubahan entalpi dengan menggunakan
data energi ikatan
Energi ikatan dapat didefinisikan sebagai energi yang diperlukan
untuk memutuskan ikatan kimia satu mol senyawa dalam wujud gas
menjadi atom-atom gas pada keadaan standar. Energi ikatan diberi simbol D dan satuan yang digunakan sama seperti satuan energi yang lain.
Misalnya untuk menentukan ikatan 1 mol gas hidrogen menjadi atomatom H bebas diperlukan energi sebanyak 431 kJ/mol. Ini berarti
bahwa energi ikatan H - H dalam molekul H2 adalah 436 kJ.
Reaksi penguraian H2(g) dapat ditulis
H2(g) ⎯→ H(g) + H(g) ∆H = +436 kJ/mol
Jadi DH-H = 436 kJ/mol
Energi ikatan yang seperti dicontohkan di atas dapat juga disebut
sebagai energi disosiasi ikatan. Makin besar harga energi disosiasi ikatan
dari molekul diatomik (beratom dua) maka makin kuat ikatan antara
dua atom tersebut.
Tabel 2.5. Daftar Energi Disosiasi Ikatan Molekul Diatomik Pada
Suhu 25oC dan Tekanan 1 atm
Molekul diatomik
Energi disosiasi ikatan (kJ/mol)
I–I(g)
152,6
F–F(g)
157,0
Br–Br(g)
193,9
Cl–I(g)
210,3
Cl–Br(g)
218,6
Cl–Cl(g)
242,6
Cl–F(g)
254,3
H–H(g)
431,0
O=O(g)
495
N≡N(g)
945,3
KIMIA XI SMA
Molekul yang terdiri atas tiga atom atau lebih (molekul poliatom)
maka digunakan pengertian energi ikatan rata-rata yaitu energi rata-rata
ikatan yang diperlukan untuk menguraikan atau mendissosiasikan 1
mol molekul senyawa menjadi atom-atom penyusunnya. Misalnya
pada penguraian/dissosiasi 1 mol NH3 menjadi atom-atomnya diperlukan energi sebesar 1172 kJ. Reaksi penguraian NH3 tersebut dapat ditulis.
∆H = +1172 kJ
NH3(g) ⎯→ N(g) + 3H(g)
Apabila kita buat tahap-tahap penguraiannya berikut energi yang
diperlukan maka dapat ditulis:
NH3(g) ⎯→ NH2(g) + H(g)
∆H = +431 kJ
NH2(g) ⎯→ NH(g) + H(g)
∆H = +381 kJ
NH(g) ⎯→ N(g) + H(g)
∆H = +360 kJ
Tahap-tahap reaksi tersebut di atas, apabila dijumlahkan maka kita
akan mendapatkan energi sebesar 1172 kJ. Energi sebesar ini adalah
energi dissosiasi ikatan total untuk memutuskan ketiga ikatan N - H
karena dalam molekul NH3 terdapat 3 ikatan N - H. Maka energi ikatan
rata-rata per mol ikatan N - H adalah sebesar 391 kJ yang berasal dari
satu per tiga energi totalnya.
Tabel 2.6. Energi ikatan rata-rata
Ikatan
Energi ikatan (kJ/mol)
Ikatan
Energi ikatan (kJ/mol)
C–N
C–C
C–O
H–N
H–C
H–O
292
343
356
391
410
463
C=C
C=N
C=O
C≡C
C≡N
607
619
724
833
879
Menggunakan tabel energi ikatan rata-rata dan energi dissosiasi
ikatan, kita dapat menghitung energi yang dibutuhkan atau dilepaskan
pada pembentukan suatu molekul gas. Reaksi kimia biasanya terjadi
karena penyusunan ulang atom-atom dalam molekul melalui pemutusan
dan pembentukan ikatan sehingga menjadi susunan molekul yang
baru. Perubahan entalpi dapat dicari dari selisih antara ∆H pemutusan
ikatan dan ∆H pembentukan ikatan.
∆H = Σ∆Hpemutusan ikatan – Σ∆Hpembentukan ikatan
59
60
KIMIA XI SMA
Contoh soal 2.7
1. Dengan menggunakan tabel energi ikatan rata-rata hitunglah energi yang dibebaskan reaksi hidrogenasi 1 mol gas etena!
Jawab:
reaksi C2H4(g) + H2(g) ⎯→ C2H6(g)
atau H
C =C
H
H+H
H →H
H
H
H
C
C
H
H
H
pemutusan ikatan
4 mol C–H : 4 x 410 = 1640
1 mol C=C : 1 x 607 = 607
1 mol H–H : 1 x 431 = 431 +
x = 2678
pembentukan ikatan
6 mol C–H = 6 x 410 = 2460
1 mol C–C = 1 x 343 = 343 +
y = 2.803
∆H = x – y
= 2678 – 2803 = -125
Jadi ∆Hreaksi = -125 kJ/mol
2. Diketahui reaksi pembakaran sebagai berikut
CS2(g) + 3O2(g) ⎯→ CO2(g) + 2SO3(g) ∆H = -445 kJ
Jika energi ikatan O=O = 495 kJ/mol
S=O = 323 kJ/mol
C=O = 799 kJ/mol
maka tentukan nilai energi ikatan C = S!
Jawab:
Reaksi: S=C=S + 3(O=O) ⎯→ O=C=O + 2(O=S=O) ∆H = -445 kJ
Misalkan energi ikatan C = S = x maka:
pemutusan ikatan
2 mol C=S = 2 . x = 2x
3 mol O=O = 3 x 495 = 1485
1485 + 2x
KIMIA XI SMA
pembentukan ikatan
2 mol C=O = 2 x 799 = 1598
4 mol S=O = 4 x 323 = 1292
+
2890
∆H = Σ∆Hpemutusan ikatan – Σ∆Hpembentukan ikatan
−445 = 1485 + 2x – 2890
1405 – 445 960
x=
=
= 480
2
2
Jadi energi ikatan rata-rata C=S adalah 480 kJ/mol
Latihan 8
1. Diketahui energi ikatan rata-rata dari
C–H = 417,06 kJ/mol
C–C = 349,02 kJ/mol
C=C = 609,1 kJ/mol
H–H = 437,64 kJ/mol
Maka tentukan besarnya perubahan entalpi reaksi adisi 1 butena oleh
gas hidrogen)!
2. Jika perubahan entalpi pembentukan gas HCl = -a kJ, energi ikatan H2
dan Cl2 masing-masing b dan c maka tentukan besarnya ikatan H–Cl
pada senyawa HCl tersebut!
3. Dengan menggunakan tabel energi ikatan hitunglah energi yang
dibebaskan pada pembakaran 15 gram gas etana (C2H6) (Ar C = 12, H = 1)!
4. Diketahui energi ikatan rata-rata
C=C = 813 kJ/mol
C–C = 346 kJ/mol
C–H = 413 kJ/mol
H–H = 436 kJ/mol
Maka hitunglah harga ∆H reaksi hidrogenasi 21 gram propena menurut
reaksi
C3H6 + H2 ⎯→ C3H8
5. Jika entalpi pembentukan NH3 adalah -46 kJ dan energi ikatan H–H dan
N–H masing-masing 436 kJ dan 390 kJ maka hitunglah energi ikatan N = N!
61
62
KIMIA XI SMA
nci
u
K
Ka t a
Energi dissosiasi
Energi ikatan
Energi kinetik
Energi potensial
Entalpi
Reaksi eksoterm
Reaksi endoterm
Entalpi pembentukan
standar
Entalpi penguraian
standar
Entalpi pembakaran
standar
Persamaan termokimia
Kalorimetri
Kalorimeter
Termokimia
Sistem
Lingkungan
Diagram siklus
Diagram tingkat energi
Energi ikatan rata-rata
RANGKUMAN
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Energi kinetik adalah energi yang terkandung di dalam materi yang bergerak,
sedang energi potensial adalah energi
yang terkandung di dalam materi yang
tidak bergerak.
Hukum kekekalan energi menyatakan
bahwa energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah
dari satu bentuk ke bentuk yang lain.
Termokimia adalah ilmu yang mempelajari perubahan energi yang menyertai
suatu reaksi kimia.
Jumlah total dari semua bentuk energi
dalam suatu materi disebut entalpi.
Besarnya entalpi akan tetap konstan selama tidak ada energi yang masuk atau
keluar dari materi/zat itu.
Entalpi suatu zat tidak dapat diukur,
yang dapat diukur adalah perubahan
entalpinya.
Sistem adalah peristiwa reaksi kimia yang
sedang
diamati/dipelajari,
sedang
lingkungan adalah segala sesuatu di luar
sistem.
Reaksi yang mengeluarkan energi disebut
reaksi eksoterm, sedang reaksi yang
membutuhkan energi disebut reaksi
endoterm.
Perubahan entalpi yang diukur pada
suhu 298 K dan tekanan 1 atm disebut
perubahan entalpi standar lambangnya
∆Ho.
Berdasarkan jenis reaksinya atau
perubahannya, perubahan entalpi standar dapat digolongkan:
- perubahan entalpi pembentukan standar
( ∆H of )
KIMIA XI SMA
-
perubahan entalpi penguraian standar
( ∆H od )
-
perubahan entalpi pembakaran standar
( ∆H oc )
-
-
Harga perubahan entalpi dapat ditentukan dengan cara:
- alat kalorimeter
- hukum Hess
- perubahan entalpi pembentukan standar
- energi ikatan
Secara umum, rumus untuk menentukan
perubahan entalpi (∆H) adalah sebagai
berikut
∆H o = Σ∆H of produk − Σ∆H of pereaksi
-
Sedang rumus penentuan perubahan
entalpi dengan menggunakan energi
ikatan adalah
∆H = ΣDpemutusan – ΣDpembentukan
-
Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan kimia 1
mol senyawa yang berwujud gas menjadi
atom-atom gas pada keadaan standar.
Pembakaran sempurna bahan bakar akan
menghasilkan gas karbondioksida dan
air, sedang pembakaran tidak sempurna
bahan bakar akan menghasilkan gas karbonmonoksida yang bersifat racun dan
air.
Aspek praktis produksi energi bahan
bakar dari minyak bumi adalah masalah
cadangan/sumber energi alternatif dan
dampak lingkungan/polusi.
-
-
63
64
KIMIA XI SMA
P
ELATIHAN SOAL
I. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat!
1. Pita magnesium dimasukkan
ke dalam tabung reaksi yang
berisi larutan HCl ternyata pita
magnesium larut sambil timbul
gelembung-gelembung gas dan
dinding tabung dipegang
terasa panas. Maka reaksi ini
dapat digolongkan ....
a. eksoterm, energi berpindah
dari sistem ke lingkungan
b. eksoterm, energi berpindah
dari lingkungan ke sistem
c. endoterm, energi berpindah
dari sistem ke lingkungan
d. endoterm, energi berpindah
dari lingkungan ke sistem
e. endoterm, energi tetap tidak
ada perpindahan
2. Bila air pada suhu 100oC dipanaskan ternyata tidak terjadi
kenaikan suhu sampai semua
cairan berubah menjadi uap.
Penjelasan berikut yang terbaik
untuk pengamatan di atas
adalah bahwa pemanasan
diperlukan untuk ....
a. mengatasi gaya antarmolekul
b. menguapkan air
c. menggabungkan ion H+ dan
OH- menjadi molekul air
d. menghentikan penguraian
air menjadi hidrogen dan
oksigen
e. mendispersikan molekul
udara di antara molekul air
sehingga air menguap
3. Diketahui reaksi
H2(g) + Cl2(g) ⎯→ 2HCl(g)
∆H = -110 kJ
maka ∆H untuk reaksi
HCl(g) ⎯→ 1⁄2H2(g) + 1⁄2Cl2(g)
∆H = ....
a. + 110 kJ
b. + 55 kJ
c. - 55 kJ
d. - 110 kJ
e. - 220 kJ
4. Di antara reaksi-reaksi di
bawah ini yang bukan reaksi
pembentukan adalah ....
a. H2 + 1⁄2O2 ⎯→ H2O
b. K + 1⁄2I2 ⎯→ KI
c. Na + 1⁄2Cl2 ⎯→ NaCl
d. 1⁄2N2 + 1⁄2O2 ⎯→ NO
e. CS2 ⎯→ C + 2S
5. Berdasarkan siklus
2A+B
∆H1
∆H2
C+2D
A2B
...?
∆H3
CD2
Maka perubahan entalpi A2B →
CD2 adalah ....
a. ∆H1 + ∆H2 + ∆H3
b. -∆H1 – ∆H2 – ∆H3
c. -∆H1 + ∆H2 + ∆H3
d. -∆H1 + ∆H2 – ∆H3
e. ∆H1 + ∆H2 – ∆H3
KIMIA XI SMA
6. Perhatikan diagram tingkat
energi pembentukan gas SO3 di
bawah ini!
0
S(s) + 3 O2(g)
∆H1
∆H3
-593,8
Awal
2 SO3(g) + O2(g)
∆H2
-790,4
2 SO3(g)
Akhir
Berdasarkan diagram di atas
maka harga ∆H2 adalah ....
a. -593,8 kJ
b. -196,6 kJ
c. +196,6 kJ
d. +593,8 kJ
e. +790,4 kJ
7. Bila 1,26 gram karbonmonoksida
dibakar dan panas yang dilepas
sebesar 1.260 J. Maka kalor
pembakaran gas CO sebesar ....
a. 10 kJ/mol
b. 28 kJ/mol
c. 100 kJ/mol
d. 226,8 kJ/mol
e. 200 kJ/mol
8. Diketahui energi ikatan ratarata
C–H = 416 kJ/mol
C=C = 614 kJ/mol
C–C = 348 kJ/mol
H–H = 438 kJ/mol
Maka perubahan entalpi untuk
reaksi C2H4(g) + H2(g) ⎯→ C2H6(g)
sebesar ....
a. -965 kJ/mol
b. -256 kJ/mol
c. -128 kJ/mol
d. +128 kJ/mol
e. +965 kJ/mol
9. Diketahui reaksi termokimia
sebagai berikut
2C(grafit) + O2(g) ⎯→ 2CO(g)
∆H = -p kJ
C(grafit) + O2(g) ⎯→ CO2(g)
∆H = -q kJ
2CO(g) + O2(g) ⎯→ 2CO2(g)
∆H = -r kJ
Sesuai dengan hukum Hess
maka ....
a. p = q + r
b. 2q = p + r
c. q = 2 (p + r)
d. p = -q - r
e. p + 2q = r
10. Pada reaksi:
H
H
C
H + 2(O=O) ⎯→
H
O=C=O + 2(H–O–H)
∆HC = -109 kj/mol
Sedang energi ikatan C=O;
H–O dan O=O berturut-turut
adalah 243 kJ/mol; 432 kJ/mol
dan 335 kJ/mol maka energi
ikatan rata-rata C–H adalah
sebesar ....
a. 194,75 kJ/mol
b. 358,75 kJ/mol
c. 553,50 kJ/mol
d. 595,00 kJ/mol
e. 599,50 kJ/mol
65
66
KIMIA XI SMA
II. Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Tuliskan persamaan termokimianya untuk
a.
∆H of H2O(l) = -285,8 kJ/mol
b.
∆H of HI(g) = +25,9 kJ/mol
c.
∆H od CH3COOH(l) = +487 kJ/mol
d. ∆H od NaHCO3(s) = + 947,6 kJ/mol
e.
∆H oc C8H18(l) = -5460 kJ/mol
f.
∆H oc CH3OH(l) = -638 kJ/mol
2. Di dalam alat kalorimeter direaksikan 50 mL larutan HCl 0,1 M temperatur 26oC dengan 50 mL larutan NaOH 0,1 M temperatur 26oC. Setelah
dicampur ternyata temperatur menjadi 35oC. Jika kalor jenis air 4,2 J/gr
C dan volume campuran dianggap sama dengan air maka berapakah
perubahan entalpi (∆H) pada reaksi tersebut?
3. Jika diketahui ∆H pembakaran sempurna C2H5OH adalah -1234,7
kJ/mol, ∆H pembentukan CO2(g) dan H2O masing-masing -393,5
kJ/mol dan -241,8 kJ/mol maka tentukan ∆H penguraian C2H5OH!
4. Pada proses pembuatan besi dari bijihnya dilakukan reaksi sebagai
berikut
Fe2O3(s) + 3CO(g) ⎯→ 2Fe(s) + 3CO2(g)
Jika diketahui
∆H of Fe2O3(s) = -822,1 kJ/mol
∆H of CO(g) = -110,5 kJ/mol
∆H of CO2(g) = -393,5 kJ/mol
maka tentukan:
a. ∆H reaksi untuk memperoleh 1 kg besi
b. berapa gram Fe2O3 yang harus direaksikan jika kalor yang
dibebaskan sebesar 269 kJ (Ar Fe = 56, O = 16)
5. Diketahui entalpi pembentukan H2O(g) = -242 kJ/mol, energi ikatan
H–H = 436 kJ/mol dan energi ikatan dalam O=O = 495 kJ/mol. Maka
tentukan energi ikatan rata-rata O–H dalam H2O(g)!
Download