INVASIAMERIKA SERIKAT TERHADAP LIBYA Oleh TOM FINALDIN

advertisement
85
INVASIAMERIKA SERIKAT TERHADAP LIBYA
Oleh
TOM FINALDIN
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al-Ghifari
Email: [email protected]
Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk menguji sejauh mana penyerangan (invasi) yang dilakukan
Amerika Serikat terhadap Libya dengan alasan mewujudkan demokrasi dan melindungi hakhak sipil rakyat Libya dari kekejaman Khadafi serta memahami keuntungan-keuntungan
yang didapat AS dari penyerangan tersebut.Di dalam tulisan ini ditunjukkan bahwa alasan
Amerika Serikat sebenarnya menyerang pemerintahan Khadafi adalah bukan untuk
melindungi warga sipil dari kekejaman khadafi dan menegakkan demokrasi; kalaupun
tercipta sistem politik demokrasi, AS masih tetap memiliki kesempatan mendapatkan
keuntungan di Libya; tewasnya Khadafi membuat rakyat Libya ikut terbebas dari kekerasan
Khadafi; keuntungan yang didapatkan Amerika Serikat pascaperang adalah perusahaanperusahaan miliknya masih tetap aman beroperasi di Libya.Invasi AS bersama Nato
terhadap Libya merupakan suatu bentuk dari hubungan internasional yang berjalan secara
negatif karena dalam kondisi berseteru dan terlibat dalam perang. AS pun bukan hanya
dengan Nato melakukan penyerangan terhadap Libya, melainkan pula dengan kelompokkelompok di dalam negeri Libya sendiri yang menganggap bahwa Libya akan lebih maju jika
Khadafi jatuh. Akan tetapi, dalam kenyataannya Libya justru tidak kunjung aman, bahkan
semakin menderita karena panjangnya perseteruan di dalam negeri sendiri sebagai akibat
dari penyerangan AS. Oleh sebab itu, penulis menyarankan bukan hanya untuk Libya
melainkan juga untuk setiap bangsa di dunia bahwa untuk mendapatkan manfaat dan tidak
dirugikan dalam setiap hubungan internasional, diperlukan penelitian sebelum
melangsungkan hubungan internasional; konsolidasi setiap elemen bangsa; tidak
menggantungkan diri kepada bangsa lain; tidak membangga-banggakan perilaku dan
pemikiran bangsa-bangsa lain.
Kata Kunci: invasi, demokratisasi, konsolidasi
Abstract
This paper aims to examine the extent of the attack (the invasion) made the United States
against Libya on the grounds realize democracy and protect the civil rights of the Libyan
people from Gaddafi atrocities and understand the benefits that the US obtained from the
attack. In this paper indicated that the reason the United States is actually attacking Gaddafi
government is not to protect civilians from Gaddafi atrocities and democracy; if created a
democratic political system, the US still has the opportunity to benefit in Libya; Gaddafi's
death makes the Libyan people participate free of violence Gaddafi; the gains of the postwar
United States are owned firms still safe to operate in Libya. The US invasion along with Nato
against Libya is a form of international relations which runs negatively because of the hostile
conditions and are involved in the war. The US was not just the Nato attacks on Libya, but
also with groups in the country Libya itself which considers that Libya would be more
advanced if Gaddafi falls. However, in reality it does not go safe Libya, and even more suffer
because of the long feud in their own country as a result of the US attack. Therefore, the
authors suggest not only to Libya but also to every nation in the world that in order to benefit
and not harmed in any international relations, research is needed before establish
international relations; consolidation of each element of the nation; do not rely on other
nations; do not boast of behavior and thinking of other nations.
Keywords: invasion, democratization, consolidation
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
86
Alasan Penyerangan yang Dipaksakan
Demikian
pula
putih
Pada awal 2011 perhatian dunia cukup
menyatakan,
terpusat ke arah peristiwa konflik yang
komitmen
terjadi di Libya, negeri yang dipimpin oleh
membantu orang-orang Libya kesempatan
Moamar Khadafi. Konflik tersebut berupa
mengubah negara mereka sendiri, guna
perseteruan antara Amerika Serikat (AS)
dengan menegakkan sistem demokrasi
yang memimpin North Atlantic Threat
yang menghormati rakyat."
Organization (Nato) melawan pasukan
Khadafi.
"Kami
gedung
menggarisbawahi
bersama
untuk
tujuan
Di samping itu, para pengusaha
AS pun menuding bahwa Libya lebih
Alasan
menyerang
yang
digunakan
Khadafi
adalah
AS
untuk
menegakkan demokrasi di Libya dan
menyelamatkan
Libya
stabilitas
politik
dan
ekonomi dibandingkan demokrasi (running
text tvOne: 2011).
dari
Hal yang menjadi pemicu AS dan
AS
Nato melakukan penyerangan langsung
memandang pemerintahan Khadafi sadis,
secara fisik, bukan lagi retorika adalah
tidak
diakibatkan
kekejaman
warga
mementingkan
pemerintahan
Khadafi.
berperikemanusiaan,
demokratis.
Hal
itu
dan
ditandai
terjadinya
penyerangan
pemerintah
Libya
demonstran
tidak
serangan-serangan
dengan
pasukan Khadafi kepada rakyatnya sendiri
tentara
yang
terhadap
prodemokrasi
oleh
para
anti-Khadafi
melakukan
menjatuhkan
demonstrasi
rezim
Khadafi
untuk
dan
menginginkan demokrasi. Ketika rakyat
yang menginginkan pemerintahan Khadafi
tak lagi menghendaki
jatuh.
berkuasa, maka pecahlah kerusuhan dan
Keinginan AS agar Libya menjadi
Moamar Khadafi
hal itu menjadi alasan bagi dunia barat
negara yang demokratis bisa dilihat dari
yang
berbagai pernyataannya.
Presiden AS
menyerang Libya untuk menghentikan
Barack Obama sendiri mengatakan bahwa
keganasan pasukan pemerintah Libya
Libya
terhadap
memerlukan
sistem
politik
demokrasi (running text tvOne: 2011).
tergabung
dalam
Nato
rakyatnya
(http://padiemas.blogdetik.com).
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
untuk
sendiri
87
Mulai
Sabtu,
19
Maret
2011,
dengan dasar Resolusi Dewan Keamanan
PBB
1973
mengenai
zona
bernegosiasi.
Mengapa
Anda
semua
menyerang kami?”
larangan
Dalam
pidatonya,
Khadafi
terbang di Libya, AS bergabung bersama
menegaskan rakyat Libya punya hak
anggota Nato lainnya untuk melakukan
penuh untuk menentukan sendiri sistem
serangan ke Libya. Sejak itulah, Libya
politik mereka. Akan tetapi, tentunya, tidak
menjadi wilayah perang. Pasukan Khadafi
di bawah ancaman ataupun tekanan Nato.
diserang
para
Apalagi, pasukan Nato tidak berhenti
pemberontak Libya yang menginginkan
memberondongkan tembakan dan bom ke
Khadafi jatuh (http://www.wartakota.co.id).
kompleks Bab al Aziziya, tempat Khadafi
oleh
Setelah
AS
beserta
mendapat
serangan
dan orang-orang dekatnya bersembunyi.
bertubi-tubi, akhirnya Moamar Khadafi
“Mengapa Anda membunuh anak-
bersedia berunding dengan pasukan Nato
anak kami? Mengapa Anda memorak-
dan
porandakan infrastruktur kami?” tanya
para
pemberontak.
Di
tengah
kecamuk adu senjata, Moamar Khadafi
bapak delapan anak itu.
tiba-tiba menawarkan gencatan senjata.
Dia
juga
membantah
tudingan
Pada 30 April 2011 melalui pidato yang
bahwa pasukannya membantai warga
ditayangkan langsung oleh stasiun TV
sipil. Menurut dia, apa yang dilakukan
nasional, pemimpin 68 tahun itu mengajak
pasukannya terhadap para pemberontak
berunding
(gerilyawan prodemokrasi) sudah tepat.
Nato
sebagai
pihak
yang
mendukung kelompok pemberontak.
Hal
itu
disebabkan
dia
yakin
ada
“Pintu menuju perdamaian terbuka
keterlibatan Al Qaeda di sana. Kepada
lebar,” kata Khadafi sebagaimana dilansir
generasi muda Libya yang turut angkat
Associated
Press,
“Wahai
para
senjata melawan pasukannya, Khadafi
penyerang, kami siap berunding dengan
mengimbau
kalian semua. Marilah Perancis, Italia,
Bahkan, dia menawarkan uang tunai dan
Inggris,
mobil sebagai ganti senjata yang mereka
Amerika
Serikat
(AS),
kita
supaya
mereka
sandang itu.
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
sadar.
88
“Kalian hanyalah anak-anak yang
Libya
adalah
untuk
menegakkan
terbuai oleh janji-janji licik Nato,” kata
demokrasi dan melindungi hak-hak sipil.
Khadafi (http://www.hariansumutpos.com).
Demikian
Saif
pula
para
pemberontak
sudah
semestinya
Demikian pula anak Khadafi, Dr.
prodemokrasi
Al
menghentikan penyerangan fisik ke arah
Islam,
menyerukan
akan
melaksanakan demokrasi pada dua bulan
pasukan
Khadafi
untuk
kemudian
mendatang (running text tvOne: 2011).
bersama-sama melaksanakan demokrasi
Ajakan Khadafi untuk berunding
karena demokrasi adalah yang dijadikan
dengan Nato beserta para pemberontak
alasan untuk menjatuhkan rezim Khadafi.
Libya menunjukkan keinginannya untuk
Akan tetapi, dalam kenyataannya tidaklah
memulai
demikian. AS terus menggempur dan para
memecahkan
masalah
tidak
dengan cara fisik. Ia menginginkan jalur
pemberontak
diplomasi
menggunakan
dan
musyawarah
untuk
pun
terus
menyerang
kekuatan-kekuatan
menyelesaikan kemelut yang ada di Libya.
perang.
Seruan Saif Al Islam untuk melaksanakan
ajakan Khadafi dan seruan puteranya.
demokrasi pun menunjukkan bahwa rezim
Mereka
tidak
alat
mempedulikan
AS berpendapat bahwa keinginan
Khadafi mulai melunak dan bersedia untuk
Khadafi
melakukan
demokrasi
melaksanakan demokrasi adalah sudah
setelah sebelumnya selama dua bulan
terlambat (running text tvOne: 2011).
mempersiapkan segala sesuatunya untuk
Pendapat AS tersebut sama sekali tidak
melangsungkan sistem politik demokrasi.
bisa dipahami, terlambat dari hal apa?
proses-proses
Seharusnya, ajakan Khadafi untuk
berunding
dan
seruan
pelaksanaan
dan
keluarganya
untuk
Penyerangan AS terus berlanjut
sampai
rezim
Khadafi
hancur
dan
demokrasi oleh anaknya itu menghentikan
keluarganya banyak yang tewas dalam
penyerangan
pertempuran tersebut. Khadafi pun tewas
Nato
dan
pemberontak
prodemokrasi
terhadapnya.
disebabkan
alasan
menggunakan
Nato
untuk
Hal
itu
dalam sebuah pertempuran di Kota Sirte,
yang
Kamis 20 Oktober 2011. Peluru dari
menyerang
tentara pemberontak menembus beberapa
AS
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
89
bagian tubuh pria yang telah berkuasa
yang
dengan tangan besi di Libya selama 42
tercipta kehidupan demokrasi yang stabil.
tahun ini (http://www.fajar.co.id).
pernah
dilakukan
Khadafi
dan
Akan tetapi, jika kita melihat situasi
Libya pascajatuhnya Khadafi sampai saat
Tanda Tanya Besar
ini, apakah benar tercipta keamanan bagi
Dengan memperhatikan penyerangan AS
rakyat
yang
demokrasi yang mapan?Jawabannya jelas
terus-menerus
pemerintahan
Moamar
Libya
Khadafi
meskipun
yang
sudah
dipimpin
dan
terbangun
sistem
politik
“tidak”.
bersedia
Jadi,
apa
diinginkan
semua orang bisa menduga sekaligus
terhadap Libya itu?Keuntungan apa yang
meyakini bahwa AS memiliki alasan lain
telah didapatnya?
menyerang
Libya.
Alasan
dari
yang
berunding dan melaksanakan demokrasi,
untuk
AS
sebenarnya
penyerangannya
itu
bukanlah untuk menegakkan demokrasi
AS Berpura-pura Melindungi Warga
dan membela rakyat Libya. Hal tersebut
Sipil
dapat diperhatikan dari tidak digubrisnya
Untuk melakukan penyerangan ke Libya di
ajakan berunding dari Khadafi dan seruan
bawah pemerintahan Kolonel Moamar
Saif
Khadafi, Amerika Serikat tentunya harus
Al
Islam
untuk
melaksanakan
demokrasi di Libya.
yang
memiliki alasan tepat yang dibenarkan
Semua pihak wajar bertanya, “Apa
dunia dan publik di Amerika Serikat
diinginkan
sendiri. Oleh sebab itu, AS melakukan
AS sebenarnya
dari
penyerangannya terhadap Libya?”
banyak kampanye dan propaganda agar
Penyerangan itu kini sudah lama
memiliki celah untuk menyerang Libya.
selesai dan Khadafi pun jatuh bersama
Alasan yang paling mengemuka dalam
pemerintahannya.
media
Seharusnya,
setelah
massa,
baik
cetak
maupun
kejatuhan Khadafi, rakyat terbebas dari
elektronik adalah untuk melindungi warga
kekejaman atau ancaman sebagaimana
sipil
dari
kekejaman
Khadafi
dan
menegakkan demokrasi. Alasan-alasan itu
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
90
“masalah
dianggap paling tepat untuk meyakinkan
mengampanyekan
dunia
kemanusiaan” di Libya. Berangkat dari
bahwa
memang
Libya
sudah
seharusnya diserang. Bagi orang awam
gelombang
yang menggantungkan kepercayaannya
menyapu Timur Tengah, aksi-aksi protes
kepada
analisis
pun terjadi di Libya. Sebagaimana fungsi
mendalam, alasan itu dapatlah dipahami.
represif negara bekerja, tidak ada satu
Akan tetapi, bagi orang-orang yang kritis,
pun di antara negara-negara itu yang
baik
memperlakukan demonstran dengan baik.
media
massa
masyarakat
tanpa
umum,
akademisi,
kebangkitan
rakyat
maupun para petinggi negeri dan pegiat
Pemukulan,
organisasi internasional, alasan-alasan itu
pembunuhan terjadi, baik
hanyalah cover untuk menutupi alasan
Mesir, Bahrain, Yaman, maupun Libya
yang sebenarnya.
sendiri (http://berdikarionline.com: 2011).
Dalam
penangkapan,
yang
dan
di Tunisia,
http://shabestan.net
Sebuah artikel di New York Times
disebutkan bahwa Amerika dan para
menggambarkan, apa yang terjadi di Libya
sekutu
dan
berbeda dibandingkan dengan gejolak
Perancis pada 17 Maret 2011 telah
politik di negara lainnya di Timur Tengah.
memaksa Dewan Keamanan PBB untuk
Sikap keras Khadafi terhadap warganya
memutuskan sebuah resolusi berkaitan
membuat Libya memang harus “diserbu”
dengan wilayah larangan terbang di Libya
untuk menyelamatkan warga sipil. Ini yang
dan klaim mereka adalah karena ingin
menjadi alasan utama AS dan sekutunya
membela dan mempertahankan rakyat
melancarkan serbuan yang mereka sebut
Libya
intervensi
lamanya,
dari
yaitu
Inggris
kejahatan
dan
aksi
pembunuhan yang dilakukan oleh Khadafi.
kemanusiaan
(http://www.kbr68h.com).
Pasukan-pasukan Nato memasuki Libya
Alasan yang dipakai para agresor
dengan dalih untuk memberikan bantuan
untuk menghujani Libya dengan rudal-
kemanusiaan.
rudal adalah “demi menyelamatkan warga
Sebagai prakondisi, imperialis AS
dan
sekutunya
telah
berhasil
Benghazi yang anti-Khadafi dari serangan
brutalnya
yang
telah
menewaskan
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
91
manusia
sampai
6.000
orang
lebih
(http://pomaneh.blogspot.com).”
teori, hubungan internasional dan politik
luar negeri suatu negara yang dijalankan
Hal yang menjadi pemicu AS dan
adalah
untuk
memenuhi
Nato melakukan penyerangan langsung
nasionalnya
secara fisik, bukan lagi retorika adalah
kepentingan negara lain. Politik luar negeri
diakibatkan
sendiri adalah:
oleh
serangan-serangan
pasukan Khadafi kepada rakyatnya sendiri
yang
melakukan
menjatuhkan
demonstrasi
rezim
Khadafi
untuk
dan
Moamar Khadafi
berkuasa, maka pecahlah kerusuhan dan
hal itu menjadi alasan bagi dunia barat
yang
tergabung
dalam
Nato
bukan
untuk
Pola perilaku yang diwujudkan oleh
suatu
negara
sewaktu
memperjuangkan kepentingannya
dalam
hubungannya
dengan
negara lain … (yaitu) bagaimana
cara
menentukan
tujuan,
menyusun prioritas, menggerakkan
mesin pengambilan keputusan
pemerintah,
serta
mengelola
sumber daya manusia dan alam
untuk bersaing dengan negara lain
di dalam lapangan internasional.
(http://setabasri01.blogspot.com)
menginginkan demokrasi. Ketika rakyat
tak lagi menghendaki
sendiri,
kepentingan
untuk
Dalam politik luar negeri, negara
menyerang Libya untuk menghentikan
dipandang
sebagai
sedang
keganasan pasukan pemerintah Libya
memperjuangkan kepentingan di dalam
terhadap
rakyatnya
sendiri
hubungannya
dengan
negara
(atau
(http://padiemas.blogdetik.com).
beberapa negara) lain. Secara otomatis
Alasan-alasan
Amerika
Serikat
pula, jika suatu hubungan dilakukan suatu
menyerang Libya untuk menyelamatkan
negara
terhadap
negara
lain,
pasti
rakyat Libya dari keganasan Khadafi
melewati batas yuridiksi wilayah masingmenunjukkan
bahwa
AS
menjalankan
masing. Dalam aktivitas politik luar negeri,
hubungan internasional yang merupakan
suatu
negara
memiliki
tujuan,
cara
politik luar negerinya untuk keuntungan
mencapai tujuan, cara mengelola sumber
rakyat Libya dalam arti keuntungan negara
daya alam agar dapat bersaing dengan
lain, bukan keuntungan bagi AS. Hal ini
aktor-aktor
(negara)
sangatlah bertentangan dengan berbagai
(http://setabasri01.blogspot.com).
teori politik luar negeri. Dalam berbagai
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
lain
92
Senada
dengan
hal
tersebut,
Dahlan Nasution (1991) menjelaskan:
Landasan politik luar negeri mana
pun juga adalah misi untuk
memaksimalkan
sintesis
nilainya…. Tindakan negara dalam
politik luar negeri senantiasa
bertujuan untuk mencapai sasaran
yang
dianggap
sebagai
kepentingan nasionalnya.
Penjelasan
Dahlan
2.
tersebut
menggambarkan bahwa politik luar negeri
merupakan kebijakan suatu negara dalam
hubungan internasional yang berdasarkan
pada kepentingan dalam negerinya sendiri
atau
warganya.
Suatu
negara
menjalankan politik luar negeri adalah
untuk
mempertahankan,
meningkatkan
taraf hidup, memberikan kenyamanan,
serta menyalurkan keinginan rakyatnya
sendiri.
Sejalan dengan Dahlan, Muhamad
Musa (2003 : 24) mengatakan bahwa
politik
luar
negeri
mana
pun
mencerminkan:
1.
Desain kepentingan pada
tiap-tiap
negara
yang
melakukan penyelarasan,
bertolak dari pandangan
hidup
(way
life)
dan
pandangan
strategis-nya
(strategic views) atau dalam
rangka
merealisasikan
berbagai manfaat untuk
umat secara keseluruhan
ataupun untuk salah satu
3.
kelompok
umat,
serta
mendesain
kepentingan
tersebut untuk mencapai
target-target
yang
achiavable
dengan
membuat
hubungan
kausalitas antara apa yang
ada dan apa yang hendak
direalisir.
Batasan muatan politik luar
negeri. Caranya dengan
mempelajari
kepentingan
dan menyusunnya dalam
skala prioritas ke dalam
kepentingan
vital
dan
sekunder serta menjelaskan
tatacara mengembannya di
luar
batas
teritorial
percaturan
internasional
melalui pengkajian terhadap
pengaruhnya
bagi
kepentingan negara lain,
begitu juga bagi negaranegara tersebut.
Proses
pelaksanaan.
Caranya
dengan
mengoordinasikan berbagai
sarana pelaksanaan serta
penyelarasan
antara
kemampuan negara dengan
target
yang
hendak
direalisir.
Negara
akan
menyusun kepentingannya
berdasarkan pertimbangan
subyektif, baik ideologis
maupun strategis sebab
kepentingan
tersebut
mencerminkan
kebutuhannya,
tetapi
kenyataannya
tidak
subyektif
murni
berdasarkan
koneksitas
dengan kepentingan negara
lain yang ada di dalamnya,
khususnya
penyusunan
kepentingan menjadi vital
dan
sekunder
sebab
kepentingan vital negara
akan menyeretnya untuk
serta
merta
berperang
dalam rangka meraihnya.
Oleh karena itu, dengan
sekedar
diumumkannya
suatu kepentingan bahwa
kepentingan
tersebut
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
93
merupakan
kepentingan
vital
akan
memicu
ketegangan.
Sekalipun
umumnya negara tidak
mengumumkan
kepentingan
vitalnya,
kecuali
dalam
kondisikondisi
tertentu
dan
membiarkannya tetap kabur
antara kepentingan vital
dan sekundernya.
Nato tersebut. Presiden Barack Obama
Berdasarkan berbagai kajian dan
uang yang dijanjikan USD 1,1 miliar atau
teori politik luar negeri yang dimuat dalam
sekitar Rp9,74 triliun. Dana itu belum
http://setabasri01.blogspot.com
serta
termasuk pengeluaran Departemen Luar
disampaikan oleh Dahlan Nasution dan
Negeri, CIA, dan lembaga-lembaga lain
Muhammad Musa, penyerangan yang
yang terlibat dalam misi tempur Nato di
dilakukan Amerika Serikat terhadap Libya
Libya. Mengutip data resmi dari Nato,
adalah
National
sama
sekali
bukan
untuk
harus mengeluarkan banyak dana. Belum
lagi hadiah uang tunai yang dijanjikan oleh
Departemen Pertahanan AS (Pentagon)
kepada siapa pun warganya yang bisa
menangkap
Moamar
Journal
Kadhafi.
Konon,
melaporkan
bahwa
keuntungan rakyat dan warga Libya,
organisasi pakta pertahanan itu harus
melainkan untuk kepentingan Amerika
mengeluarkan
Serikat sendiri. Adapun alasan-alasan
(sekitar Rp65,5 miliar) per bulan untuk
kemanusiaan yang digunakan AS adalah
belanja senjata perang elektronik di Libya.
jelas merupakan suatu kebohongan yang
Selain
nyata. Tidak mungkin AS mempertaruhkan
membelanjakan sekitar USD 1,1 juta
nyawa
prajuritnya
mengeluarkan
(sekitar Rp9,74 miliar) per bulan untuk
biaya
yang
besar
keperluan para staf di markas besar dan
dan
sangat
untuk
kepentingan di luar negaranya.
Misi militer Amerika Serikat untuk
menggulingkan
komando
digelontorkan
USD
Nato
lapangan.
AS
jauh
7,4
juga
Dana
lebih
juta
harus
yang
besar
mengeluarkan
ketimbang yang dikeluarkan Nato, yakni
biaya besar. Jumlahnya mencapai miliaran
USD 2 miliar (sekitar Rp17,71 triliun)
dolar
(http://www.fajar.co.id).
Amerika
Khadafi
itu,
sekitar
Serikat.
Washington
memberikan bantuan persenjataan dan
Di samping itu, kepura-puraan AS
teknologi untuk mendukung misi udara
dalam melindungi warga sipil tampak jelas
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
94
ketika
terjadi
penyerangan
yang
menggunakan Nato terhadap Libya serta
setelah
perang
penyerangan
berakhir.
itu
melindungi
sama
warga
sekolah, dll..
Ternyata,
sekali
sipil,
beberapa anak dan cucunya), rumah sakit,
Serangan Nato terhadap Libya
tidak
yang sempat dikhawatirkan Hugo Chavez
melainkan
dan Fidel Castro, akhirnya benar terjadi.
membuat lebih banyak kerusakan dan
Berkat
kehilangan nyawa.
Keamanan PBB tentang Zona Larangan
Dina
Y.
Sulaeman
http://ahlulbaitindonesia.org
memaparkan bahwa
legitimasi
keputusan
Dewan
dalam
Terbang (No Fly Zone), Sabtu malam
(2011)
(18/3) waktu setempat, militer Perancis,
menyusul aksi-aksi
Inggris,
dan
Amerika
Serikat
mulai
demo dan kekerasan yang terjadi, dunia
memborbardir Kota Tripoli dan sekitar
digiring untuk “mengizinkan” AS dan kroni-
Benghazi lewat pesawat tempur serta
kroninya
humanitarian
kapal-kapal perang di Laut Mediterania.
intervention demi membantu rakyat Libya.
Lebih dari seratus rudal Tomahawk telah
Media-media mainstream, seperti CNN
diluncurkan
atau Fox News, bahkan kali ini yang
dalam beberapa jam, dilaporkan puluhan
menjadi motornya adalah Al Jazeera,
warga sipil tewas dan lebih dari 150 orang
berusaha membentuk opini publik bahwa
terluka, termasuk anak-anak.
melakukan
sedang terjadi pembantaian sipil besar-
menuju
Bila
“sasaran”.
maksud
Hanya
serangan
besaran di Libya. Oleh karena itulah, tak
dikatakan
banyak yang memprotes saat Nato mulai
kemanusiaan” untuk “melindungi warga
membombardir Libya. Anehnya, meskipun
sipil
datang
Khadafi”,
dengan
saksikan
paradoks
dengan
(humanitarian
alasan
kemanusiaan
intervention),
target
sebagai
ini
Libya”
dari
“intervensi
“keganasan
kejadian
yang
ini,
rezim
kita
sungguh
serangan Nato justru bukan kompleks
menyesakkan dan menyesatkan. Namun,
militer, melainkan rumah-rumah (termasuk
bila maksud serangan ini dikatakan untuk
istana Khadafi sehingga menewaskan
merebut kontrol atas 46,4 miliar barel
cadangan minyak terbukti di Libya, maka
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
95
kita
dapat
melihat
sedikit
cahaya
kebenaran (http://berdikarionline.com).
menduduki
Libya dengan dalih untuk memberikan
mereka
dan
mereka membunuh pengembala yang
berada di dalam rumah."
bantuan kemanusiaan, tetapi tindakanterorisme
tersebut
melakukan pembunuhan massal. Bahkan,
Pasukan-pasukan Nato memasuki
tindakan
negara
Menurutnya,
tujuan
utama
telah
serangan Nato Libya tidak ada kaitannya
menyebabkan tewasnya ribuan warga tak
dengan kemanusiaan karena sama sekali
berdosa di negara ini dan campur tangan
tidak berniat menyelamatkan warga sipil.
militer ini bukan hanya tidak membantu
menyelamatkan
rakyat
Libya
benar-benar
ingin
di
menyelamatkan warga sipil Libya, mereka
kasar
tidak akan menembakkan rudal curise dari
Moamar Khadafi, tetapi menambah tingkat
laut karena dengan demikian mereka tidak
kematian
akan mampu membedakan antara warga
hadapan
jiwa
"Jika
serangan-serangan
rakyat
dengan
serangan-
serangan rudal (http://shabestan.net).
Pendiri
Peace,
Dr.
mengecam
organisasi
James
serangan
Ministry
Thring
pasukan
sipil atau pasukan revolusioner dan militer
of
pro-Khadafi," ungkapnya.
(2011),
Ditambahkannya bahwa serangan
Pakta
udara juga tidak mampu membedakan
Pertahanan Atlantik Utara (Nato) ke Libya
target serangan tersebut.
dan menekankan bahwa Nato hanya
Dijelaskannya pula, Libya adalah
menjadikan perlindungan terhadap warga
negara kaya sumber alam, termasuk
sipil sebagai alasan untuk menyerang
minyak dan emas. Sepertiga sumber alam
Libya.
Libya adalah minyak dan seperempat
Dalam
wawancaranya
dengan
kantor berita Fars (17/5), Dr. Thring
mengatakan, "Mereka juga melakukan
lainnya
adalah
emas
(http://indonesian.irib.ir).
Itulah
minyak
Libya
yang
kejahatan yang sama di Irak. Dengan
merupakan berkah yang diberikan oleh
alasan menghancurkan senjata destruksi
Tuhan kepada rakyat Libya, tetapi kini
massal,
sekaligus juga masalah yang sangat
mereka
menginvasi
dan
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
96
serius. Entah sudah berapa puluh ribu
mengubah negara mereka sendiri, guna
rakyat Libya yang menjadi korban dari
dengan menegakkan sistem demokrasi
perang sipil yang terjadi.
yang menghormati rakyat."
Ternyata,
minyak yang didapat dari perut Bumi
memang
berkah
masalah
besar
dan
bagi
bisa
sebuah
(Prayitno
Di samping itu, para pengusaha
menjadi
AS pun mengatakan bahwa Libya lebih
bangsa
mementingkan
Ramelan,
www.ramalanintelijen.net: 2011).
stabilitas
politik
dan
ekonomi dibandingkan demokrasi (running
text tvOne: 2011).
Dengan
alasan
“menciptakan
Menegakkan Demokrasi
demokrasi” kita membenarkan serangan
Di samping alasan kemanusiaan, Amerika
udara
Serikat ngotot menyerang Libya adalah
Amerika, Inggris, Perancis, Italia, Kanada,
adanya
dll.. Ini adalah alasan yang paling tolol
keinginan
untuk
menciptakan
negara-negara
syaitan
seperti
sistem politik demokrasi di Libya yang
yang
bisa
dikemukakan.
Demi
dipandangnya otoriter, kejam, dan sadis.
melaksanakan
demokrasi,
kita
Dengan demokrasi,
menghalalkan
AS
menginginkan
invasi
negara-negara
rakyat Libya lebih bebas mengutarakan
kuffar–semoga Allah mengutuk mereka
ekspresinya.
dan
Keinginan AS agar Libya menjadi
negara yang demokratis bisa dilihat dari
berbagai pernyataannya.
menghancurkan ekonomi mereka
(Abinya
Syakir
:
2011
dalam
http://pomaneh.blogspot.com).
Presiden AS
Alasan ini merupakan hal yang
Barack Obama sendiri mengatakan bahwa
lebih bisa diterima dunia karena isu dunia
Libya
saat ini adalah demokrasi. Demokrasi
memerlukan
sistem
politik
demokrasi ( running text tvOne: 2011).
Demikian
menyatakan,
komitmen
pula
"Kami
bersama
gedung
memang memberikan janji kebebasan
putih
kepada manusia, tetapi juga membuka
menggarisbawahi
banyak peluang bagi para kapitalis untuk
untuk
tujuan
merampas kekayaan alam suatu negara
membantu orang-orang Libya kesempatan
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
97
dengan cara berkolaborasi dengan para
adalah sesuai dengan teori politik luar
politikus lokal.
negeri
Dengan terciptanya demokrasi di
partai-partai yang memiliki kepentingan
yang sama. Bisa pula meminta balas jasa
saat
dalam
Pola perilaku yang diwujudkan oleh
suatu
negara
sewaktu
memperjuangkan kepentingannya
dalam
hubungannya
dengan
negara lain … (yaitu) bagaimana
cara
menentukan
tujuan,
menyusun prioritas, menggerakkan
mesin pengambilan keputusan
pemerintah,
serta
mengelola
sumber daya manusia dan alam
untuk bersaing dengan negara lain
di dalam lapangan internasional.
kerja sama dengan pihak-pihak atau
upayanya
ditulis
http://setabasri01.blogspot.com, yaitu:
Libya, AS dapat melakukan kerja sama-
atas
yang
menghancurkan
Moamar Khadafi. Jika terjadi demokrasi,
AS yang kapitalis itu dapat membantu
kampanye tokoh-tokoh atau partai-partai
Dalam politik luar negeri, negara
politik dengan cara memberikan banyak
dipandang
dana. Hal itu dilakukan AS agar dapat
memperjuangkan kepentingan di dalam
memperoleh keuntungan setelah menang
hubungannya
dalam Pemilu di Libya.
beberapa negara) lain. Secara otomatis
Amien Rais (2008) dalam bukunya
sebagai
dengan
sedang
negara
(atau
pula, jika suatu hubungan dilakukan suatu
Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan
negara
Indonesia, menjelaskan bahwa cara paling
melewati batas yuridiksi wilayah masing-
mudah bagi korporasi untuk menaklukan
masing. Dalam aktivitas politik luar negeri,
kekuatan
suatu
politik
adalah
dengan
terhadap
negara
negara
memiliki
lain,
tujuan,
pasti
cara
memberikan biaya kampanye tatkala calon
mencapai tujuan, cara mengelola sumber
presiden atau calon gubernur melakukan
daya alam agar dapat bersaing dengan
kampanye menjelang pemilihan umum.
aktor-aktor
Presiden yang terpilih tidak bisa tidak pasti
(http://setabasri01.blogspot.com).
akan membalas budi pada korporasi yang
telah menggelontorkan dana kampanye.
Upaya AS menegakkan demokrasi
untuk mendapatkan keuntungan dari Libya
Senada
(negara)
dengan
hal
lain
tersebut,
Dahlan Nasution (1991) menjelaskan:
Landasan politik luar negeri mana
pun juga adalah misi untuk
memaksimalkan
sintesis
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
98
nilainya…. Tindakan negara dalam
politik luar negeri senantiasa
bertujuan untuk mencapai sasaran
yang
dianggap
sebagai
kepentingan nasionalnya.
Penjelasan
Dahlan
2.
tersebut
menggambarkan bahwa politik luar negeri
merupakan kebijakan suatu negara dalam
hubungan internasional yang berdasarkan
pada kepentingan dalam negerinya sendiri
atau
warganya.
Suatu
negara
menjalankan politik luar negeri adalah
untuk
mempertahankan,
meningkatkan
taraf hidup, memberikan kenyamanan,
serta menyalurkan keinginan rakyatnya
sendiri.
Sejalan dengan Dahlan, Muhamad
Musa (2003 : 24) mengatakan bahwa
politik
luar
negeri
mana
pun
mencerminkan:
1.
Desain kepentingan pada
tiap-tiap
negara
yang
melakukan penyelarasan,
bertolak dari pandangan
hidup
(way
life)
dan
pandangan
strategis-nya
(strategic views) atau dalam
rangka
merealisasikan
berbagai manfaat untuk
umat secara keseluruhan
ataupun untuk salah satu
kelompok
umat,
serta
mendesain
kepentingan
tersebut untuk mencapai
target-target
yang
achiavable
dengan
membuat
hubungan
kausalitas antara apa yang
3.
ada dan apa yang hendak
direalisir.
Batasan muatan politik luar
negeri. Caranya dengan
mempelajari
kepentingan
dan menyusunnya dalam
skala prioritas ke dalam
kepentingan
vital
dan
sekunder serta menjelaskan
tatacara mengembannya di
luar
batas
teritorial
percaturan
internasional
melalui pengkajian terhadap
pengaruhnya
bagi
kepentingan negara lain,
begitu juga bagi negaranegara tersebut.
Proses
pelaksanaan.
Caranya
dengan
mengoordinasikan berbagai
sarana pelaksanaan serta
penyelarasan
antara
kemampuan negara dengan
target
yang
hendak
direalisir.
Negara
akan
menyusun kepentingannya
berdasarkan pertimbangan
subyektif, baik ideologis
maupun strategis sebab
kepentingan
tersebut
mencerminkan
kebutuhannya,
tetapi
kenyataannya
tidak
subyektif
murni
berdasarkan
koneksitas
dengan kepentingan negara
lain yang ada di dalamnya,
khususnya
penyusunan
kepentingan menjadi vital
dan
sekunder
sebab
kepentingan vital negara
akan menyeretnya untuk
serta
merta
berperang
dalam rangka meraihnya.
Oleh karena itu, dengan
sekedar
diumumkannya
suatu kepentingan bahwa
kepentingan
tersebut
merupakan
kepentingan
vital
akan
memicu
ketegangan.
Sekalipun
umumnya negara tidak
mengumumkan
kepentingan
vitalnya,
kecuali
dalam
kondisi-
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
99
kondisi
tertentu
dan
membiarkannya tetap kabur
antara kepentingan vital
dan sekundernya.
tangan besi di Libya selama 42 tahun ini
(http://www.fajar.co.id).
Sistem demokrasi yang hendak
Tidak Terwujudnya Demokrasi
diciptakan di Libya oleh Amerika Serikat
Alasan yang digunakan Amerika Serikat
akan membuka jalan bagi para pengusaha
untuk menyerang Libya adalah untuk
kapitalis Amerika untuk menguasai Libya.
menegakkan
demokrasi.
Akan
tetapi,
Hal tersebut sebagaimana yang dikatakan
sistem politik demokrasi tidak terbentuk di
Presiden RI ke-1 Soekarno (1964):
Libya.
Benar
sekali
juga
perkataan de Brouckere
bahwa
„demokrasiā€Ÿ
sekarang itu sebenarnya
adalah
suatu
alat
kapitalisme,
suatu
kapitalistische
instelling,
suatu kedok bagi dictatuur
van het kapitalisme!
Penguasa
baru
masih
belum
mampu melaksanakan demokrasi dengan
baik
atau
bisa
melaksanakan
juga
tidak
mau
demokrasi.
Para
pemberontak revolusioner prodemokrasi
Libya
bisa
pula
enggan
untuk
Tumbangnya Rezim Khadafi
melaksanakan
Setelah
penyerangan
yang
demokrasi
karena
dilakukan
kekuasaan yang mereka pegang sekarang
Amerika Serikat dengan menggunakan
bisa berpindah pada pemenang Pemilu
Nato terhadap Libya, terjadi perubahan
yang baru.
yang besar dalam Negara Libya, yaitu:
Hal
tumbangnya
rezim
Moamar
ini
pun
bisa
menjelaskan
Khadafi.
mengapa
AS
serikat
menolak
Rezim Khadafi hancur dan keluarganya
pelaksanaan demokrasi yang akan digelar
banyak yang tewas dalam pertempuran
oleh Moamar Khadafi.
tersebut. Khadafi pun tewas dalam sebuah
“Pintu menuju perdamaian terbuka
pertempuran di Kota Sirte, Kamis 20
lebar,” kata Khadafi sebagaimana dilansir
Oktober
2011.
Peluru
dari
tentara
Associated
Press,
“Wahai
para
pemberontak menembus beberapa bagian
penyerang, kami siap berunding dengan
tubuh pria yang telah berkuasa dengan
kalian semua. Marilah Perancis, Italia,
Inggris,
Amerika
Serikat
(AS),
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
kita
100
bernegosiasi.
Mengapa
Anda
menyerang kami?”
Dalam
“Kalian hanyalah anak-anak yang
semua
terbuai oleh janji-janji licik Nato,” kata
pidatonya,
Khadafi
Khadafi (http://www.hariansumutpos.com).
menegaskan rakyat Libya punya hak
Demikian pula anak Khadafi, Dr.
penuh untuk menentukan sendiri sistem
Saif
Al
Islam,
menyerukan
akan
politik mereka. Akan tetapi, tentunya, tidak
melaksanakan demokrasi pada dua bulan
di bawah ancaman ataupun tekanan Nato.
mendatang (running text tvOne: 2011).
Apalagi, pasukan Nato tidak berhenti
Ajakan Khadafi untuk berunding
memberondongkan tembakan dan bom ke
dengan Nato beserta para pemberontak
kompleks Bab al Aziziya, tempat Khadafi
Libya menunjukkan keinginannya untuk
dan orang-orang dekatnya bersembunyi.
memulai
“Mengapa Anda membunuh anak-
memecahkan
masalah
tidak
dengan cara fisik. Ia menginginkan jalur
anak kami? Mengapa Anda memorak-
diplomasi
porandakan infrastruktur kami?” tanya
menyelesaikan kemelut yang ada di Libya.
bapak delapan anak itu.
Seruan Saif Al Islam untuk melaksanakan
Dia
membantah
musyawarah
untuk
tudingan
demokrasi pun menunjukkan bahwa rezim
bahwa pasukannya membantai warga
Khadafi mulai melunak dan bersedia untuk
sipil. Menurut dia, apa yang dilakukan
melakukan
pasukannya terhadap para pemberontak
setelah sebelumnya selama dua bulan
(gerilyawan prodemokrasi) sudah tepat.
mempersiapkan segala sesuatunya untuk
Hal
melangsungkan sistem politik demokrasi.
itu
juga
dan
disebabkan
dia
yakin
ada
keterlibatan Al Qaeda di sana. Kepada
proses-proses
demokrasi
Seharusnya, ajakan Khadafi untuk
generasi muda Libya yang turut angkat
berunding
senjata melawan pasukannya, Khadafi
demokrasi oleh anaknya itu menghentikan
mengimbau
sadar.
penyerangan
Bahkan, dia menawarkan uang tunai dan
prodemokrasi
terhadapnya.
mobil sebagai ganti senjata yang mereka
disebabkan
alasan
sandang itu.
menggunakan
Nato
supaya
mereka
dan
seruan
Nato
dan
untuk
pelaksanaan
pemberontak
Hal
AS
itu
yang
menyerang
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
101
Libya
adalah
untuk
menegakkan
kekuatan
politik
Khadafi
menjadi
demokrasi dan melindungi hak-hak sipil.
pemenang Pemilu. Itu artinya AS tidak
Demikian
pula
prodemokrasi
para
pemberontak
mendapatkan keuntungan apa pun dari
sudah
semestinya
demokrasi di Libya karena Khadafi masih
menghentikan penyerangan fisik ke arah
pasukan
Khadafi
untuk
berkuasa.
kemudian
Penolakan
AS tersebut
sangat
bersama-sama melaksanakan demokrasi
sejalan dengan pendapat Dahlan Nasution
karena demokrasi adalah yang dijadikan
(1991):
alasan untuk menjatuhkan rezim Khadafi.
Landasan politik luar negeri mana
pun juga adalah misi untuk
memaksimalkan
sintesis
nilainya…. Tindakan negara dalam
politik luar negeri senantiasa
bertujuan untuk mencapai sasaran
yang
dianggap
sebagai
kepentingan nasionalnya.
Akan tetapi, dalam kenyataannya tidaklah
demikian. AS terus menggempur dan para
pemberontak
menggunakan
perang.
pun
terus
menyerang
kekuatan-kekuatan
Mereka
tidak
alat
mempedulikan
ajakan Khadafi dan seruan puteranya.
AS berpendapat bahwa keinginan
Khadafi
dan
keluarganya
Penjelasan
Dahlan
tersebut
menggambarkan bahwa politik luar negeri
merupakan kebijakan suatu negara dalam
untuk
hubungan internasional yang berdasarkan
melaksanakan demokrasi adalah sudah
pada kepentingan dalam negerinya sendiri
terlambat (running text tvOne: 2011).
atau
Pendapat AS tersebut sama sekali tidak
menjalankan politik luar negeri adalah
bisa dipahami, terlambat dari hal apa?
untuk
warganya.
Suatu
mempertahankan,
negara
meningkatkan
Hal yang bisa sangat dipahami dari
taraf hidup, memberikan kenyamanan,
penolakan AS adalah demokrasi yang
serta menyalurkan keinginan rakyatnya
digelar di Libya ketika Khadafi masih
sendiri.
berkuasa tidaklah menguntungkan bagi
Sejalan dengan Dahlan, Muhamad
AS dan sekutu kapitalisnya. Demokrasi
Musa (2003 : 24) mengatakan bahwa
yang
politik
digelar
saat
Khadafi
masih
memimpin bisa membuat partai atau
luar
negeri
mana
mencerminkan:
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
pun
102
Desain kepentingan pada tiap-tiap
negara
yang
melakukan
penyelarasan,
bertolak
dari
pandangan hidup (way life) dan
pandangan strategis-nya (strategic
views)
atau
dalam
rangka
merealisasikan berbagai manfaat
untuk umat secara keseluruhan
ataupun untuk salah satu kelompok
umat,
serta
mendesain
kepentingan
tersebut
untuk
mencapai
target-target
yang
achiavable
dengan
membuat
hubungan kausalitas antara apa
yang ada dan apa yang hendak
direalisir.
Watak Revolusi Libya yang dimuat dalam
http://militanindonesia.org
(2011)
mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak
memiliki alasan untuk menumbangkan
sebuah rezim yang sudah begitu terbuka
untuk
membiarkan
secara
negaranya
ekonomi
melalui
dijajah
program
privatisasi dan liberalisasi ekonomi. Libya
sendiri sebenarnya sudah sangat terbuka
Keuntungan Amerika Serikat
dengan program privatisasi dan liberalisasi
Sudah
merupakan
kenyataan
bahwa
ekonomi
berdasarkan
berbagai
teori
setelah
mengecam
keras
hubungan
perjuangan
Al
Qaeda.
Satu-satunya
internasional yang dijalankan merupakan
alasan mengapa kaum imperialis (AS)
hubungan yang berasal dari politik luar
akhirnya
memutuskan
untuk
negeri negara-negara yang terlibat. Setiap
mengintervensi
dan
menumbangkan
negara berupaya keras mewujudkan citaKhadafi adalah meledaknya revolusi Arab
cita dan keinginannya sendiri, bukan
yang menjangkiti rakyat Libya.
keinginan atau pun cita-cita negara lain.
Bila
rakyat
Libya
berhasil
Demikian pula Amerika Serikat melakukan
menumbangkan Khadafi dengan kekuatan
penyerangan terhadap Libya adalah untuk
dan
mendapatkan
keuntungan
dari
kepemimpinan
mereka
sendiri,
Libya,
walhasil
kepentingan
asing
akan
bukan untuk memberikan keuntungan bagi
terancam. Bisa-bisa program privatisasi
Libya sendiri. Keuntungan yang Amerika
dan
Serikat
dapatkan
dari
Libya
liberalisasi
akan dibatalkan oleh
adalah
pemerintahan yang baru karena banyak
terutama berupa ekonomi yang berasal
perjanjian dagang antara Khadafi dan
dari emas dan minyak.
perusahaan-perusahaan asing yang sarat
Ted
Sprague
dalam
artikelnya
KKN.
Kematian
Gaddafi,
Imperialisme,
Melihat
kemungkinan ini,
yang
dan
semakin hari semakin riil, kaum imperialis
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
103
mencari kuda tunggangan baru, yakni
menguasai Libya. Demikianlah, dengan
para bawahan Khadafi yang membelot.
alasan
Biarlah
menciptakan terorisme Barat di Libya.
Khadafi
ditumbangkan,
asal
inilah
kapitalis tetap ada di pucuk kepemimpinan
kemudian
Syakir
dalam
dan memastikan laju privatisasi. Dengan
http://pomaneh.blogspot.com
(2011)
jaminan dukungan negara-negara Barat,
membuat pertanyaan yang merupakan
para pembelot Libya semakin yakin untuk
pernyataan. Satu hal yang harus disadari.
mencampakkan Khadafi. Sementara itu di
Andaikan
lain pihak, dengan adanya pembelot-
dihancurkan oleh pasukan Nato, lalu
pembelot dari pemerintahan Khadafi, yang
diganti tokoh lain yang lebih demokratis.
juga adalah orang-orang utama dalam
Pertanyaannya, apakah setelah itu Nato
proses liberalisasi ekonomi Libya, AS
akan pulang ke rumah masing-masing
menjadi
untuk
secara damai dan penuh ikhlas? Jangan
Terjadilah
bodoh kawan! Mereka sudah keluar uang
semakin
meninggalkan
yakin
juga
Khadafi.
Abinya
mereka
nanti
untuk
Khadafi
berhasil
perkawinan haram antara kedua pihak ini
banyak
menjatuhkan
Khadafi.
atau lebih tepatnya kontrak politik baru
Mereka pasti akan meminta “bayaran”
antara majikan dan pesuruh.
atas uang yang sudah mereka keluarkan
Kubu revolusi terlihat sebagai agen
untuk aksi militer itu. Sebagai catatan,
kaki tangan imperialis oleh sebagian
harga satu unit Rudal Tomahawk saja bisa
rakyat. Perang saudara pun terjadi.
mencapai Rp5 miliar sampai dengan Rp9
Demikian pula yang ditulis dalam
http://shabestan.net/id
bahwa
miliar.
pada
Bila
maksud
serangan
peristiwa Libya Amerika berencana untuk
dikatakan
membantu
sekutu
kemanusiaan” untuk “melindungi warga
seluruhnya
mempunyai
barat-nya
yang
kepentingan
sipil
sebagai
ini
Libya”
dari
“intervensi
“keganasan
kekayaan
Khadafi”,
dengan
minyak dan sumber-sumber alam negara
saksikan
paradoks
ini.
menyesakkan dan menyesatkan. Namun,
umum
untuk
Mereka
mendapatkan
membuka
jalan
untuk
kejadian
yang
ini,
rezim
kita
sungguh
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
104
bila maksud serangan ini dikatakan untuk
Pendiri
cadangan minyak terbukti di Libya, kita
mengecam
dapat melihat sedikit cahaya kebenaran
Pertahanan Atlantik Utara (Nato) ke Libya
(http://berdikarionline.com).
dan menekankan bahwa Nato hanya
serangan
Thring
of
Peace,
http://majalahgontor.co.id
James
Ministry
merebut kontrol atas 46,4 miliar barel
Devi
Dr.
organisasi
(2011),
pasukan
Pakta
dalam
menjadikan perlindungan terhadap warga
menyebutkan
sipil sebagai alasan untuk menyerang
sebuah sumber yang mengatakan bahwa
Libya.
selain lihai menghindari serangan pasukan
Dijelaskannya pula, Libya adalah
Nato dan tentara pemberontak, pemimpin
negara kaya sumber alam, termasuk
revolusi yang telah berkuasa selama 41
minyak dan emas. Sepertiga sumber alam
tahun itu memilih bertahan karena alasan
Libya adalah minyak dan seperempat
emas. Financial Times, Kamis, 23 Maret
lainnya
2011,
(http://indonesian.irib.ir).
mengutip
Dana
Moneter
Internasional (IMF), menulis bahwa Bank
adalah
emas
Di belakang keputusan strategis
Sentral Libya--yang berada di bawah
penyerangan
kendali
Khadafi--menyimpan
minyak Libya menjadi penguat keinginan
143,8 ton emas. Emas yang dimiliki Libya
serangan. Libya sebelum perang meletus
tercatat terbesar nomor ke-25 di dunia.
pada Februari 2011, setiap bulannya
Kolonel
Dengan cadangan emas Libya
mengekspor
AS
1,3
dan
juta
Nato,
barrel
ternyata
minyak
yang mencapai US$6,5 miliar atau sekitar
perharinya. Ekspor Libya kurang dari dua
Rp58,5
sanggup
persen pasokan minyak di dunia. Setelah
bayaran
terjadinya perang sipil, perusahaan besar
selama berbulan-bulan bahkan sampai
kemudian menarik pegawai dan dalam
bertahun-tahun. Selain cadangan emas,
beberapa bulan terakhir ekspor minyak
Khadafi juga diduga menyimpan cadangan
Libya hanya sekitar 60.000 barrel per hari.
kekayaan dari hasil penjualan minyak.
Selanjutnya,
membiayai
triliun,
Khadafi
pasukan
tentara
yang
diekspor
sebagian
minyak yang sudah berada di pelabuhan
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
105
untuk menutup cash flow pemberontak
Abdeljalil
Mayouf,
juru
bicara
yang sudah menguasai lokasi penimbunan
pemberontak perusahaan minyak Libya
minyak. Jadi, bukan dari hasil ekploitasi.
Agoco, menyatakan kepada Reuter ,
Anjloknya ekspor minyak Libya
"Kami
tidak
punya
masalah
ternyata mengakibatkan kenaikan harga
negara-negara
minyak di
Eropa dan secara tidak
Perancis, dan perusahaan Inggris, tetapi
langsung berpengaruh terhadap harga
kami mungkin memiliki beberapa isu-isu
minyak di pantai Timur AS. Beberapa
politik dengan Rusia, Cina, dan Brazilia."
negara anggota
Libya
sangat
Nato yang menyerang
berkepentingan
dengan
minyak Libya. Perebutan terjadi antara
perusahaan minyak Itali Eni,
Ketiga
barat
dengan
negara
seperti
yang
Italia,
disebut
terakhir oleh pemberontak dianggap tidak
mendukung tekanan terhadap Khadafi.
BP dari
Kolonel Khadafi pada masa lalu
Inggris, Total Perancis, Repsol YPF dari
tidak
Spanyol dan Austria OMV. Semuanya
internasional.
adalah produsen besar minyak di Libya
minyaknya,
sebelum pertempuran pecah. Kini negara-
bermasalah, sering memutuskan segala
negara tersebut
terlibat serangan udara
urusan seperti penerapan pajak dan biaya
serta berusaha membantu dan bekerja
lainnya seenaknya. Kini yang bersaing
sama
ketat untuk menjadi perusahaan minyak
dengan
pejuang
pemberontak
sesuai dengan kepentingannya.
Hess,
Conoco
perusahaan
Dengan
dia
dinilai
minyak
kekuatan
sebagai
mitra
nomor satu di Libya adalah Eni Italia dan
Perusahaan-perusahaan
seperti
disukai
Amerika
Phillips,
dan
Total Perancis, bahkan pemimpin kedua
negara
telah
mengundang
pimpinan
Marathon pada masa lalu juga membuat
pemberontak ke negaranya dan juga
kesepakatan
keduanya sudah berkunjung ke Libya.
Khadafi
dengan
walaupun
pemerintahan
impor
AS
hanya
Para analis minyak memperkirakan
sebesar satu persen. Kemudian, AS dan
dibutuhkan
beberapa
memulihkan produksi minyak di Libya dan
negara
Nato
berusaha
mengambil hati pejuang pemberontak.
beberapa
tahun
untuk
ada pendapat mengatakan bahwa di Libya
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
106
masih tersimpan cadangan yang jauh
mesin pengambilan keputusan
pemerintah,
serta
mengelola
sumber daya manusia dan alam
untuk bersaing dengan negara lain
di dalam lapangan internasional.
Dalam politik luar negeri, negara
lebih besar apabila mereka diberikan
kebebasan
(Prayitno
Ramelan:
2011
dalam www.ramalanintelijen.net).
dipandang
sebagai
sedang
Dengan memperhatikan berbagai
memperjuangkan kepentingan di dalam
pernyataan dan berita dari bermacamhubungannya
dengan
negara
(atau
macam sumber yang telah disebutkan,
beberapa negara) lain. Secara otomatis
kita bisa melihat bahwa penyerangan yang
pula, jika suatu hubungan dilakukan suatu
dilakukan Amerika Serikat merupakan
negara
suatu
hubungan
internasional
terhadap
negara
lain,
pasti
yang
melewati batas yuridiksi wilayah masing-
berawal dari politik luar negerinya sendiri
masing. Dalam aktivitas politik luar negeri,
untuk mendapatkan banyak manfaat dari
suatu
konflik-konflik
di
Libya,
negara
memiliki
tujuan,
cara
terutama
mencapai tujuan, cara mengelola sumber
mengamankan
perusahaandaya alam agar dapat bersaing dengan
perusahaannya sendiri yang kalau bisa
aktor-aktor
ditingkatkan
penghasilannya.
penyerangan
tersebut
(negara)
lain
Artinya,
(http://setabasri01.blogspot.com).
bukanlah
Senada
dengan
hal
tersebut,
sebagaimana yang dikampanyekannya,
Dahlan Nasution (1991) menjelaskan:
yaitu untuk membela rakyat Libya dari
kekejaman
Khadafi
dan
menegakan
demokrasi.
Hal tersebut sesuai dengan teori
politik luar negeri yang ditulis dalam
Landasan politik luar negeri mana
pun juga adalah misi untuk
memaksimalkan
sintesis
nilainya…. Tindakan negara dalam
politik luar negeri senantiasa
bertujuan untuk mencapai sasaran
yang
dianggap
sebagai
kepentingan nasionalnya.
Penjelasan
Dahlan
tersebut
http://setabasri01.blogspot.com, yaitu:
menggambarkan bahwa politik luar negeri
Pola perilaku yang diwujudkan oleh
suatu
negara
sewaktu
memperjuangkan kepentingannya
dalam
hubungannya
dengan
negara lain … (yaitu) bagaimana
cara
menentukan
tujuan,
menyusun prioritas, menggerakkan
merupakan kebijakan suatu negara dalam
hubungan internasional yang berdasarkan
pada kepentingan dalam negerinya sendiri
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
107
atau
warganya.
Suatu
negara
3.
Proses
pelaksanaan.
Caranya
dengan
mengoordinasikan berbagai
sarana pelaksanaan serta
penyelarasan
antara
kemampuan negara dengan
target
yang
hendak
direalisir.
Negara
akan
menyusun kepentingannya
berdasarkan pertimbangan
subyektif, baik ideologis
maupun strategis sebab
kepentingan
tersebut
mencerminkan
kebutuhannya,
tetapi
kenyataannya
tidak
subyektif
murni
berdasarkan
koneksitas
dengan kepentingan negara
lain yang ada di dalamnya,
khususnya
penyusunan
kepentingan menjadi vital
dan
sekunder
sebab
kepentingan vital negara
akan menyeretnya untuk
serta
merta
berperang
dalam rangka meraihnya.
Oleh karena itu, dengan
sekedar
diumumkannya
suatu kepentingan bahwa
kepentingan
tersebut
merupakan
kepentingan
vital
akan
memicu
ketegangan.
Sekalipun
umumnya negara tidak
mengumumkan
kepentingan
vitalnya,
kecuali
dalam
kondisikondisi
tertentu
dan
membiarkannya tetap kabur
antara kepentingan vital
dan sekundernya.
menjalankan politik luar negeri adalah
untuk
mempertahankan,
meningkatkan
taraf hidup, memberikan kenyamanan,
serta menyalurkan keinginan rakyatnya
sendiri.
Sejalan dengan Dahlan, Muhamad
Musa (2003 : 24) mengatakan bahwa
politik
luar
negeri
mana
pun
mencerminkan:
1.
2.
Desain kepentingan pada
tiap-tiap
negara
yang
melakukan penyelarasan,
bertolak dari pandangan
hidup
(way
life)
dan
pandangan
strategis-nya
(strategic views) atau dalam
rangka
merealisasikan
berbagai manfaat untuk
umat secara keseluruhan
ataupun untuk salah satu
kelompok
umat,
serta
mendesain
kepentingan
tersebut untuk mencapai
target-target
yang
achiavable
dengan
membuat
hubungan
kausalitas antara apa yang
ada dan apa yang hendak
direalisir.
Batasan muatan politik luar
negeri. Caranya dengan
mempelajari
kepentingan
dan menyusunnya dalam
skala prioritas ke dalam
kepentingan
vital
dan
sekunder serta menjelaskan
tatacara mengembannya di
luar
batas
teritorial
percaturan
internasional
melalui pengkajian terhadap
pengaruhnya
bagi
kepentingan negara lain,
begitu juga bagi negaranegara tersebut.
Simpulan
Dari
penelaahan
di
atas
kita
dapat
mengambil beberapa simpulan. Pertama,
dengan tewasnya Khadafi dan jatuhnya
pemerintahan
memang
Khadafi,
terbebas
rakyat
dari
Libya
kekejaman
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
108
Khadafi. Akan tetapi, situasi jatuh menjadi
memiliki kesempatan untuk meningkatkan
lebih
hasil produksinya.
tidak
aman
serangan AS
karena
dan Nato
serangan-
serta hidup
terhimpit dalam pertarungan-pertarungan
Saran bagi Seluruh Bangsa di Dunia
di antara kelompok yang bertikai untuk
Sebelum
mendapatkan kekuasaan.
internasional, baik dalam keadaan damai
Kedua, alasan Amerika Serikat
sebenarnya
menyerang
melakukan
hubungan
maupun perang, perlu dilakukan studi
pemerintahan
penelitian lebih lanjut mengenai latar
Khadafi adalah bukan untuk melindungi
belakang, sejarah, watak, kultur, serta
warga sipil dari kekejaman Khadafi dan
kebiasaan
menegakan demokrasi. Hal itu terbukti
dijadikan
dari semakin banyaknya korban sipil
hubungan internasional. Di samping itu,
akibat penyerangan oleh AS dan Nato
perlu pula pengkajian dan pemahaman
serta tidak terciptanya demokrasi dengan
terhadap jati diri setiap bangsa agar tidak
baik pascaperang. Kalaupun penyerangan
mudah
itu
kepentingan asing.
menghasilkan
kematian
Khadafi,
tujuannya adalah untuk mengamankan
asli
setiap
pertimbangan
dipengaruhi
bangsa
untuk
pembentukan
oleh kepentingan-
Untuk mendapatkan hasil positif
dan mendapatkan keuntungan bagi negeri
secara
AS sendiri.
internasional, perlu dilakukan beberapa
Ketiga, kalaupun tercipta sistem
praktis
dari
setiap
hubungan
hal penting. Pertama, perlunya penelitian
politik demokrasi di Libya, AS masih tetap
dan
memiliki
keuntungan yang akan didapatkan dari
kesempatan
mendapatkan
penelaahan mendalam
keuntungan dengan cara berkolaborasi
setiap
dengan kekuatan-kekuatan politik di Libya.
dilaksanakan
Keempat,
keuntungan
yang
hubungan
mengenai
internasional
sebelum
yang
hubungan
internasional itu sendiri berlangsung.
didapatkan Amerika Serikat pascaperang
Kedua, konsolidasi dan penguatan
adalah perusahaan-perusahaan miliknya
setiap elemen bangsa untuk mendapatkan
masih tetap aman beroperasi di Libya dan
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
109
tujuan yang sama dalam berbagai aktivitas
hubungan internasional.
bangsa
kepada
bangsa
lain
dalam memecahkan masalah.
Keempat,
banggakan
tidak
perilaku
1964,
Dibawah
Bendera
Revolusi, Cet. 3, Panitya Penerbit
Ketiga, tidak menggantungkan diri
sebagai
Sukarno,
Dibawah
Bendera
Revolusi:
Jakarta
Triwahyuni, Dewi, 2009, Konflik Internal &
membanggadan
pemikiran
Internasional,
handout,
Universitas Al-Ghifari: Bandung
bangsa-bangsa lain dalam menganalisis
Elektronik
persoalan-persoalan dalam negeri, tetapi
http://metrotvnews.com
hendaklah belajar dari sejarah bangsa
http://militanindonesia.or
sendiri.
http://padiemas.blogdetik.com
http://salman-arif.blogspot.com
Daftar Pustaka
http://theglobalpolitics.com
Alatas, Syed Hussain, 1987, Korupsi:
http://www.fajar.co.id
Sifat, Sebab, dan Fungsi, LP3ES: Jakarta
http://www.hariansumutpos.com
Budiardjo, Miriam, 1986, Dasar-Dasar Ilmu
http://www.wartakota.co.id
Politik, Cet. X, PT Gramedia: Jakarta
running text tvOne: 2011
Musa, Muhammad, 2003, Hegemoni Barat
terhadap Percaturan Politik Dunia:
Sebuah
Potret
Internasional,
Hubungan
Wahyu
Press:
1991,
Politik
Jakarta
Nasution,
Dahlan,
Internasional: Konsep dan Teori,
Penerbit Erlangga: Jakarta
Noer,
Deliar,
1986,
Perkembangan
Demokrasi Kita, LP3ES: Jakarta
Jurnal Ilmiah “Politea” FISIP Universitas Al-Ghifari Volume 14 Nomor 7, Januari 2015
ISSN: 873-3741-1
Download