surat keputusan

advertisement
SURAT KEPUTUSAN
NOMOR : SKEP/357 /PB PDGI/II/2013
Tentang
MEMBERLAKUKAN PEDOMAN TATALAKSANA
PEMBERIAN DAN PENCABUTAN SURAT REKOMENDASI IZIN PRAKTIK
PENGURUS BESAR PERSATUAN DOKTER GIGI INDONESIA
Menimbang
Mengingat
Memperhatikan
: a. Undang-Undang Praktik Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004
b. Bahwa mulai tanggal 28 Oktober2011telah diterbitkan Surat Keputusan Menkes RI
No.2052/MENKES/PER/X/2011 tentang IZIN PRAKTIK DAN PELAKSANAAN PRAKTIK
KEDOKTERAN.
c. Bahwa setiap dokter gigi dan doker gigi spesialis yang akan melaksanakan praktik
profesinya harus ada izin praktik yang sesuai dengan SK Menkes RI No.
2052/MENKES/PER/X/2011
d. Bahwa untuk memiliki SIP setiap dokter gigi harus melampirkan surat rekomendasi
dari organisasi profesi sesuai tempat praktik
e. Bahwa untuk memberlakukan pedoman tatalaksana pemberian surat rekomendasi
izin praktik dokter gigi perlu ditetapkan dengan surat keputusan Pengurus Besar
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI)
: 1. AD/ART PDGI.
2. Surat keputusan PB PDGI No. SKEP/97/PB PDGI/IX/1998
3. Surat Keputusan PB PDGI No. SKEP/108 /PB PDGI/IV/2008
4. Perkonsil No. 1/KKI/Per-I/2010 Tentang Tata Cara Registrasi
: 1. Hasil rapat PB PDGI pada tanggal, 27 Oktober, 27 Desember 2012, dan 14 Februari
2013
2. Surat KKI perihal Format surat pernyataan akan mematuhi dan melaksanaan
ketentuan etika profesi (SPAMMEP)
MEMUTUSKAN
Menetapkan
Pertama
Kedua
Ketiga
: Memberlakukan Pedoman Tata Laksana Pemberian dan Pencabutan Surat
Rekomendasi Izin Praktik Dokter Gigi sebagaimana terlampir pada surat keputusan
ini.
: Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan.
: Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kesalahan/kekeliruan dalam keputusan ini
akan diadakan perbaikan seperlunya.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 26Februari 2013
KETUA UMUM
Dr. drg. Zaura Anggraeni, MDS
NPA : 1105.104434
PENGURUS BESAR
PERSATUAN DOKTER GIGI INDONESIA
SEKRETARIS JENDERAL
drg. Ugan Gandar
NPA : 1105.001341
PEDOMAN TATALAKSANA PEMBERIAN DAN PENCABUTAN
SURAT REKOMENDASI IZIN PRAKTIK
BAB I
KETENTUAN UMUM
1.
Surat Rekomendasi Izin Praktik (SRIP) adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh PDGI cabang yang
menyatakan bahwa dokter gigi/dokter gigi spesialis yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk
melakukan praktik profesi
2. Praktik Dokter Gigi/Dokter Gigi Spesalis adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh dokter gigi dan
dokter gigi spesialis terhadap pasien dalam melaksanakan upaya kesehatan
3. Dokter Gigi adalah Dokter Gigi, Dokter Gigi Spesialis lulusan pendidikan kedokteran gigi baik di dalam
maupun di luar negeri yang diakui oleh pemerintah Repblik Indonesia sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
4. Surat Tanda Registrasi Dokter Gigiyang selanjutnya disebut dengan STR merupakan bukti tertulis yang
diberikan oleh Konsil Kedokteran Indonesia kepada Dokter Gigi yang telah diregistrasi
5. Surat Izin Praktik selanjutnya disebut SIP adalah bukti tertulis yang diberikan Dinas Kesehatan Kabupaten
/ Kota kepada Dokter Gigi, Dokter Gigi Spesialis yang telah memenuhi persyaratan untuk menjalankan
praktik kedokteran.
6. Sarana Pelayanan Kesehatan selanjutnya disebut tempat praktik adalah tempat penyelenggaraan upaya
pelayanan kesehatan yang dapat digunakan untuk praktik kedokteran gigi..
7. Pelayanan Medis adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Dokter Gigi sesuai dengan kompetensi
dan kewenangannya yang dapat berupa pelayanan promotif, preventif, diagnostik, konsultatif, kuratif
atau rehabilitatif
8. Standar Pelayanan adalah pedoman yang harus diikuti oleh Dokter Gigi dalam menyelenggarakan praktik
kedokteran.
9. Standar Profesi KedokteranGigi adalah batasan kemampuan (knowledge, skill, and profesional atitude)
minimal yang harus dikuasai oleh seorang dokter gigi untuk dapat melakukan kegiatan profesioanlnya
pada masyarakat secara mandiri yang dibuat oleh organisasi profesi.
10. Standar Operasional Prosedur adalah suatu perangkat instruksi / langkah-langkah yang dibakukan untuk
menyelesaikan suatu proses kerja rutin tertentu, dimana standar prosedur operasional memberikan
langkah yang benar dan terbaik berdasarkan konsesus bersama untuk melaksanakan berbagai ekgiatan
dan fungsi pelayanan yang dibuat oleh sarana pelayanan kesehatan berdasarkan standar profesi.
11. Organisasi Profesi adalah Persatuan Dokter Gigi Indonesia
BAB II
SURAT IZIN PRAKTIK (SIP)
Berdasarkan ketentuan dalam permenkes no. 2052/MENKES/PER/X/2011 tentang izin praktik dan pelaksanaan
praktik kedokteran, maka:
1. Setiap dokter gigi yang akan melakukan praktik kedokteran wajib memiliki SIP
2. Setiap dokter gigi dan dokter gigi spesialis maksimum boleh melakukan praktik di tiga lokasi pelayanan
kesehatan
3. SIP dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
4. Untuk memperoleh SIP, dokter gigi yang bersangkutan harus mengajukan permohonan kepada Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota tempat praktek kedokteran gigi dilaksanakan dengan melampirkan :
a. Fotokopi STR Dokter Gigi yang diterbitkan dan dilegalisir asli KKI yang masih berlaku
b. Surat pernyataan memiliki tempat praktik atau surat keterangan dari sarana pelayanan
kesehatan sebagai tempat praktiknya
c. Surat Rekomendasi dari organisasi profesi tempat praktik
d. Pas foto berwarna ukuran 4 X 6 sebanyak tiga lembar dan 2 X 3 sebanyak dua lembar
5. SIP berlaku selama 5 (lima) tahun sejak tanggal diterbitkan dan untuk memperbaharuinya, diperlukan
surat rekomendasi dari Organisasi Profesi.
6. SIP harus diperpanjang, di periksa dan nomor SIP harus dicantumkan pada kertas resep dan papan nama
7. Dokter Gigi yang melakukan pelayanan kesehatan tanpa memiliki SIP, dipidana sesuai tetentuan UndangUndang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.
BAB III
SURAT REKOMENDASI IZIN PRAKTIK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Pemberian Surat Rekomendasi Izin Praktik bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
melalui peningkatan peran PDGI dalam pemberian izin praktik dan pembinaan dokter praktik
Setiap dokter yang akan mengajukan permohonan untuk memperoleh SIP baru atau perpanjangan SIP
harus mempunyai surat rekomendasi PDGI cabang sesuai dengan tempat praktik yang bersangkutan.
Bentuk Surat Permohonan Rekomendasi dan Surat Rekomendasi :
a. Bentuk surat Permohonan Rekomendasi untuk mendapatkan SIP sesuai dengan formulir yang
terdapat pada lampiran 1
b. Bentuk Surat Rekomendasi Izin Praktik sesuai dengan formulir yang terdapat pada lampiran 2.
Surat rekomendasi berlaku selama 3 (tiga) bulan sejak tanggal dikeluarkan. Apabila dalam waktu 3 (tiga)
bulan tidak dipergunakan, maka setelah habis masa berlaku tersebut, untuk mengurus SIP harus dibuat
rekomendasi baru. Apabila dokter atau dokter spesialis yang bersangkutan akan menambah lokasi praktik
tambahan akan dilampirkan pada SIP yang telah ada.
Rekomendasi meliputi :
a. Kemampuan fisik dam mental
Adalah kondisi fisik dan mental yang mampu untuk melakukan tindakan medis yang aman, sesuai
dengan kompetensi dan bidang keilmuannya. Yang menilai dan menetapkan kemampuan fisik
dan mental permohon adalah Tim Dokter yang memiliki SIP dari Rumah Sakit yang ditunjuk oleh
Pengurus PDGI cabang.
Hasil pemeriksaan berbentuk Surat Keterangan Kesehatan yang disimpulkan dalam 3 (tiga)
kategori :
1. Layak Praktik
2. Layak Praktik dengan catatan mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukan
3. Tidak layak Praktik
b. Kompetensi yang ditunjukan dengan STR
c. Moralitas dan Etika kedokteran
Setiap Dokter Gigi praktik harus memiliki moralitas dan etika kedokteran gigi yang baik.
Moralitas dan etika kedokteran gigi yang baik adalah sikap dan prilaku pemohon yang sesuai
dengan Sumpah Dokter Gigi dan KODEKGI (Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia)
Moralitas dan Etika yang baik dibuktikan dengan surat keterangan dari Majelis Kehormatan Etik
Kedokteran Gigi Cabang (format terlampir....)
Persyaratan untuk mendapatkan Surat Rekomendasi Izin Praktik.
Surat Rekomendasi Izin Praktik dapat diberikan kepada dokter gigi lulusan dalam dan luar negeri, bila
mana memenuhi persyaratan sbb:
a. Fotocopi ijasah dokter gigi atau dokter gigi spesialis yang diakui oleh negara dan sudah
dilegalisasi Khusus untuk lulusan luar negeri melampirkan salinan surat keterangan selesai
melakukan adaptasi.
b. STR
c. Surat Keterangan Sehat yang dikeluarkan oleh Tim Dokter Rumah Sakit yang ditunjuk oleh
Pengurus PDGI cabang
d. Bagi dokter gigi spesialis ditambah surat keterangan dari Ikatan Keahlian sesuai dengan
spesialisasinya
e. Surat pernyataan yang bersangkutan tidak sedang dalam sanksi profesi dan atau sanksi hukum,
sesuai surat keterangan MKEKG Cabang.
f. Fotocopi KTP
g. Fotocopi KTA PDGIbagianggota PDGI atau surat keterangan sementara bagi calon PDGI yang
belum KTA
h. Fotocopi bukti transfer pelunasan biaya administrasi Surat Rekomendasi Izan Praktikdari Bank
yang ditunjuk.
i. Fotocopibukti transfer pelunasan iuran anggota PDGI dari Bank yang ditunjuk*catatan batas
pelunasan iuran diatur dg ketentuan tersendiri
BAB IV
PROSEDUR PEMBERIAN SURAT REKOMENDASI IZIN PRAKTIK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Mengambil formulir permohonan Surat Rekomendasi Izin Praktik yang telah disediakan oleh PDGI Cabang
Mengajukan permohonan tertulis untuk mendapatkan Surat Rekomendasi Izin Praktik kepada pengurus
PDGI Cabang sesuai lokasi tepat praktek
Mengembalikan surat permohonan rekomendasi yang telah diisi dan dilengkapi dengan lampiran yang
diperlukan kepada Sekretariat PDGI Cabang yang bersangkutan.
Surat permohonan rekomendasi yang telah diterima oleh sekretariat PDGI Cabang diteruskan kepada
Pantap rekomendasi untuk di proses sesuai dengan ketentuan.
Lamanya proses pengeluaran Surat Rekomendasi Izin Praktik maupun Surat penolakannya, tidak lebih dari
30 (tiga puluh) hari dari saat diterimanya oleh Sekretariat cabang PDGI, bagi permohonan yang memenuhi
syarat diserahkan kepada yang bersangkutan setelah melunasi biaya administrasi sesuai ketentuan.
Anggota yang bersangkutan meneliti kelengkapan semua persyaratan yang diwajibkan Pantap melakukan
pemanggilan melalui surat kepada pemohon rekomendasi untuk SIP baru dan pemohon perpanjangan SIP
yang bermasalah, untuk mengikuti suatu wawancara atau melengkapi persyaratan yang belum lengkap.
Pemohon bermasalah ialah pemohon yang persyaratanya belum lengkap, pernah terkena sanksi profesi
atau disinyalir pernah melakukan pelanggaran KODEKGI
Wawancara dilakukan pada tempat dan waktu yang ditetapkan oleh Pantap, bila secara perorangan
maupun secara kelompok
Pada saat wawancara dilakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Percocokan data-data pada surat permohonan
b. Memperjelas data-data tersebut
c. Memperkenalkan anggota panitia tetap (Pantap)
d. Menjelaskan hal-hal berkaitan dengan praktik dokter gigi seperti :
 Pembinaan dokter gigi praktik oleh Tim Pembina Dokter Praktik Kabupaten/Kota
 Standar praktek dokter gigi
 KODEKGI sumpah dokter dan upaya mencegah pelanggarannya
 Malpraktik atau kolusi dengan industri farmasi, alat kedokteran gigi atau fasilitas penunjang
medis.
 Prosedur bantuan PDGI tentang masalah hukum yang berkaitan dengan profesi kedokteran
gigi bagi anggota PDGI
 Informasi tentang organisasi PDGI
 Dan sebagainya.
Untuk memudahkan sebaiknya Pantap menetapkan waktu yang tetap untuk wawancara, misalnya setiap
minggu diadakan pada hari dan jam yang sama.
Pantap melakukan rapat untuk memutuskan menyetujui atau menolak permohonan surat rekomendasi
tersebut. Bila semua persyaratan dipenuhi, maka akan dikeluarkan Surat Rekomendasi Izin Praktik,
sedangkan bila hasil wawancara tidak memenuhi persyaratan, maka akan dikeluarkan surat penolakan
permohonan rekomendasi izin praktik disertai dengan alasan dan sarannya. Keputusan persetujuan atau
penolakan disampaikan kepada Ketua pengurus PDGI cabang
Hasil keputusan sebagaimana pada butir 11 diatas, ditandatangani oleh ketua pengurus cabang atau
Pejabat Ketua Pengurus Cabang bila ketua berhalangan.
Arsip keputusan dan berkas permohonan disimpan sebagai arsip pengurus PDGI cabang.
Untuk menyeragamkan penomoran Surat Rekomendasi Izin Praktik, maka diatur cara penomoran sbb
Nomor urut/Kode cabang/Kode jenis praktik baru atau perpanjangan/Bulan dikeluarkan (dalam huruf
Romawi)/Dua angka terakhir tahun dikeluarkan.
Contoh : 0000/0000/00/0/00
BAB V
BADAN YANG MEMPROSES SURAT REKOMENDASI IZIN PRAKTIK
1. Nama
Nama badan yang memproses Surat Rekomendasi Izin Praktik (SRIP) adalah Panitia Tetap Rekomendasi
Izin praktik PDGI cabang, disingkat PANTAP RIP
2. Kedudukan
Pantap KRIP merupakan badan Khusus pada PDGI Cabang yang bertanggung jawab kepada Ketua pengurus
cabang (PC)
3. Tugas dan Wewenang
a. Pantap RIP bertugas untuk meneliti dan menilai berkas permohonan Surat Rekomendasi Izin
Praktik
b. Pantap RIP berwenang mengusulkan persetujuan atau penolakan permohonan Surat
Rekomendasi Izin Praktek
c. Pantap RIP dalam melaksanakan tugasnya berwenang memanggil pemohon untuk diwawancarai
dalam upaya memperoleh data yang lebih lengkap.
4. Tata cara pembentukan
Pembentukan Pantap RIP dilakukan oleh pengurus cabang melalui rapat pengurus cabang dan dituangkan
dalam surat keputusan pengurus cabang, yang tembusannya disampaikan kepada Dinas Kesehatan
setempat, Ketua Pengurus Wilayah PDGI yang bersangkutan dan Ketua PB PDGI.
5. Susunan Organisasi
Pantap RIP sekurang-kurangnya terdiri dari :
a. Seorang ketua merangkap anggota
b. Seorang wakil ketua merangkap anggota
c. Seorang sekretaris merangkap anggota
d. Dan beberapa orang anggota dengan jumlah seluruhnya sebanyak-banyaknya 9 (sembilan) orang.
6. Keanggotaan
a. Anggota Pantap RIP adalah anggota PDGI cabang yang bersangkutan
b. Ketua, wakil ketua dan sekretaris Pantap RIP adalah anggota Pantap RIP yang ditunjuk untuk
jabatan tersebut
c. Pengangkatan anggota Pantap RIP dilakukan oleh Ketua pengurus cabang yang bersangkutan
setelah mendengar saran dan pendapat dari dari anggota pengurus lainnya.
d. Apabila salah seorang anggota Pantap RIP meninggal dunia, mengundurkan diri atau karena
suatu hal tidak dapat aktif lagi, maka penggantinya dilakukan oleh ketua Pengurus PDGI cabang
atas usul anggota pengurus lainnya dan ketua Pantap RIP
e. Pemberhentian sebagai anggota Pantap RIP hanya dilakukan apabila yang bersangkutan dinilai
tidak sesuai dengan syarat anggota Pantap RIP
f. Keanggotaan Pantap RIP mengandung unsur MKEKG atau anggota pengurus yang menangani
etika kedokteran gigi
7. Syarat anggota
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang untuk dapat dipilih atau ditunjuk sebagai anggota Pantap
RIP, adalah anggota PDGI cabang yang :
a. Beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Berkepribadian yang dapat diterima dan disegani serta memiliki kredibilitas dan etika profesi
yang tinggi
c. Berwibawa, bersih, Jujur dan bijaksana
d. Tidak pernah dan bersih dari pelanggaran Kode Etik Indonesia
e. Memiliki kemauan dan cukup waktu untuk melaksanakan tugas Pantap RIP
f. Bersedia mempelajari dan memahami semua ketentuan tentang SIP dan Kode Etik Kedokteran
Indonesia.
8. Masa Jabatan Anggota
Masa jabatan anggota Pantap RIP adalah 3 (tiga) tahun, sesuai dengan masa bakti pengurus cabang dan
dapat diangkat kembali pada periode kepengurusan berikutnya
9. Tata Tertib Rapat
Pada waktu menjalankan tugasnya, Pantap RIP perlu mengadakan rapat dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Rapat Pantap RIP dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggota Pantap
RIP.
b. Rapat Pantap RIP bersifat tertutup, kecuali jika dinyatakan lain dan ditetapkan sendiri oleh
Pantap RIP
c. Rapat Pantap RIP dipimpin oleh Ketua Pantap RIP, bilamana Ketua berhalangan akan dipimpin
oleh wakil ketua. Apabila Ketua dan Wakil Ketua berhalangan rapat ditunda. Sekretaris Pantap
RIP bertanggungjawab terhadap pencatatan dan pelaporan risalah rapat. Apabila sekretaris
Pantap RIP berhalangan tugas tersebut dapat digantikan oleh anggota lain yang ditunjuk oleh
pimpinan rapat.
10. Keputusan
Keputusan yang diambil oleh Pantap RIP dengan berpedoman pada ketentuan sebagai berikut :
a. Keputusan diambil atas dasar musyawarah untuk mufakat. Apabila hal tersebut tidak tercapai
maka keputusan diambil atas dasar suara terbanyak
b. Setiap anggota Pantap RIP memiliki hak bicara dan has suara
c. Pemungutan suara dilakukan secara bebas dan rahasia
d. Keputusan Pantap RIP bersifat rahasia
11. Hak Banding
a. Bila Pantap RIP memutuskan menolak permohonan Surat Rekomendasi Izin Praktik maka alasan
penolakannya harus diberitahuakan
b. Apabila alasan penolakan adalah karena ketidaklengkapan berkas permohonan, maka pemohon
dapat segera melengkapi persyaratan yang kurang dan menyerahkan kembali kepada Pantap RIP
untuk diproses ulang.
c. Apabila penolakan karena alasan lainnya dan alasan tersebut tidak dapat diterima oleh
pemohon,
maka pemohon dapat mengajukan banding ke Pengurus PDGI Wilayah yang
bersangkutan
d. Pengurus PDGI Wilayah melakukan proses seperti pada mekanisme kerja Pantap RIP untuk
memutuskan
e. Bilamana keputusan adalah persetujuan pemberian Surat Rekomendasi Izin Praktik, maka
keputusan disampaikan kepada yang bersangkutan dengan tembusan kepada Pengurus Cabang.
f. Pengurus PDGI cabang wajib menerbitkan Surat Rekomendasi Izin Praktik berdasarkan keputusan
Pengurus Wilayah
g. Bilamana keputusan Pengurus Wilayah juga menolak pemberian Surat Rekomendasi Izin Praktik,
maka pemohon dapat mengajukan banding ke PB PDGI, dan keputusan dari PB PDGI bersifat
final.
12. Pembiayaan
a. Anggaran pembiayaan kegiatan Pantap RIP dibebankan kepada anggran Pengurus cabang yang
diperoleh dari biaya administrasi Surat Rekomendasi Izin Praktik dan atau sumber lain yang
berasal dari PDGI cabang
b. Dana yang diperoleh dari permohonan surat Rekomendasi Izin Praktik, disimpan dan
diadministrasikan oleh bendahara pengurus cabang yang bersangkutan
c. Sekretaris Pantap RIP mengajukan rencana anggaran dan membuat laporan pertanggungjawaban
penggunaan keuangan, kepada bendahara pengurus cabang
BAB VI
PROSEDUR PENCABUTAN SURAT REKOMENDASI IZIN PRAKTIK
1.
2.
3.
Dasar :
Berdasarkan Permenkes Nomor 2052/MENKES/PER/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik
Kedokteran, Pasal 23 :
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mencabut SIP dokter dan dokter gigi dalam hal :
a. Atas dasar rekomendasi MKDKI
b. STR dokter atau dokter gigi dicabut oleh Konsil Kedokteran Indonesia
c. Tempat Praktik tidak sesuai lagi dengan SIP-nya; dan
d. Dicabut rekomendasinya oleh organisasi profesi melalui sidang yang dilakukan khusus untuk itu
Persyaratan untuk pencabutan Surat Rekomendasi Izin Praktik.
Surat Rekomendasi Izin Praktik dapat dicabut kepada dokter gigi praktik bila mana memenuhi persyaratan
sbb:
Panitia Tetap Rekomendasi Izin praktik PDGI cabang menerima laporan :
a. Tempat praktik tidak sesuai dengan SIP atau tempat praktik ditutup
b. Atas rekomendasi MKEKG Cabang /wilayah karena adanya sanksi pelanggaran kode etik, disiplin
dan hukum
c. Atas rekomendasi Tim Dokter dari rumah sakit yang ditunjuk, menyatakan sejawat yang
bersangkutan Tidak layak Praktik
d. Sejawat yang bersangkutan ingin merubah rekomendasi tempat praktik ketiga
e. Adanya laporan ............................
Prosedur pencabutan Surat Rekomendasi Izin Praktik :
a. Laporan yang diterima oleh sekretariat PDGI Cabang diteruskan kepada Pantap rekomendasi
untuk di proses sesuai dengan ketentuan.
b. Lamanya proses pencabutan Surat Rekomendasi Izin Praktik, tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari
dari saat diterimanya laporan oleh Sekretariat Pantap rekomendasi cabang PDGI.
c.
d.
e.
f.
Pantap melakukan pemanggilan melalui surat kepada sejawat yang bersangkutan, untuk
mengikuti suatu wawancara dalam rangka mengkaji laporan yang diterima.
Wawancara dilakukan pada tempat dan waktu yang ditetapkan oleh Pantap.
Pantap melakukan rapat untuk memutuskan menyetujui atau menolak pencabutan surat
rekomendasi tersebut. Bila semua persyaratan dipenuhi, maka akan dikeluarkan Surat
pencabutan Rekomendasi Izin Praktik. Keputusan pencabutan surat rekomendasi tersebut
disampaikan kepada Ketua pengurus PDGI cabang
Ketua pengurus PDGI cabang membuat surat pencabutan surat rekomendasi izin praktik dan
mengirimkannya kepada Dinas Kesehatan setempat dan tembusan kepada sejawat yang
bersangkutan, MKEKG Cabang/Wilayah, Pengwil PDGI, dan PB PDGI.
BAB VII
BIAYA ADMINISTRASI
SURAT REKOMENDASI IZIN PRAKTIK
1.
2.
3.
4.
5.
Untuk setiap permohonan Surat Rekomendasi Izin Praktik, dikenakan biaya administrasi
Standar biaya yang ditentukan oleh PB PDGI adalah sebagai berikut :
a. Untuk dokter gigi
i. Minimal ....................... Rp. 75.000,ii. Maksimal....................... Rp. 100.000,b. Untuk dokter gigi spesialis
i. Minimal ...................... Rp. 100.000,ii. Maksimal...................... Rp. 150.000,Besarnya biaya ditentukan oleh Pengurus PDGI cabang, disesuaikan dengan kondisi cabang yang
bersangkutan dan berdasarkan atas standar biaya yang ditetapkan oleh PB PDGI tersebut pada butir 2
Perubahan standar biaya akan ditetapkan oleh PB PDGI
Biaya administrasi tersebut didistribusikan melalui tranfer rekening dari Bank yang ditunjuk masingmasing kepada :
- PDGI cabang
80 %
- PDGI Wilayah
10 %
- PB PDGI
10 %
BAB VII
PENUTUP
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam pedoman ini akan ditetapkan kemudian oleh PB PDGI dengan catatan
ketetapan tersebut harus tidak bertentangan dengan Peraturan perundang-undangan, peraturan menteri
Kesehatan, Anggran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PDGI. Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia serta
keputusan Kongres tentang Pedoman pemberian Rekomendasi untuk SIP.
SURAT REKOMENDASI IZIN PRAKTIK
Nomor : 0000/0000/00/0/00
Yang bertanda tangan dibawah ini, Ketua Pengurus PDGI cabang ..........................................................,
Memperhatikan,
1. Surat Keterangan Sehat dari .................... No. ............................tertanggal .................................... yang
menyatakan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan fisik dan mental layak praktik.
2. Surat Tanda Registrasi No : ....................................
3. Pada saat ini Sejawat tersebut diatas memiliki moral dan Etika yang baik untuk melakukan tugas sesuai
dengan Kode Etik Profesi sebagaimana dinyatakan oleh MKEKG.
Dengan ini, memberikan rekomendasi untuk memperoleh Surat Izin Praktik (SIP) bagi sejawat :
Nama
: .............................................................
Alamat Rumah
: .............................................................
NA PDGI
: .............................................................
PDGI cabang
: .............................................................
Pada fasilitas pelayanan kesehatan di :
1. Nama fasilitas kesehatan
2. Alamat
: .............................................................
: .............................................................
Demikianlah rekomendasi ini diberikan, kiranya yang berkepentingan maklum dan dapat memberikan bantuannya.
...................,..........................................
KETUA PENGURUS PDGI CABANG
........................................................
........................................................
FORMULIR PERMOHONAN
SURAT REKOMENDASI IZIN PRAKTIK
Kepada Yth :
Sejawat Ketua Pengurus PDGI cabang
..............................................................
Dengan ini, saya
Nama
Tempat & Tanggal Lahir
Alumni
Tahun lulus
Anggota PDGI cabang
NA PDGI
STR No.
Masa berlaku STR
No. KTP/ NIK
Alamat Rumah
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
.............................................................
Mengajukan permohonan untuk memperoleh Surat Rekomendasi Izin Praktik, karena saya akan melakukan
pelayanan kesehatan di :
1. Nama fasilitas kesehatan
: .............................................................
Alamat
: .............................................................
2. Nama fasilitas kesehatan
: .............................................................
Alamat
: .............................................................
3. Nama fasilitas kesehatan
: .............................................................
Alamat
: .............................................................
Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya, bahwa pada saat ini saya tidak sedang mengalami sanksi profesi dan
atau sanksi hukum apapun. Bersama ini terlampir semua persyaratan yang diperlukan. Atas perhatian dan
bantuannya saya ucapkan terima kasih
.......................................................
Pemohon
.......................................................
MAJELIS KEHORMATAN ETIK KEDOKTERAN GIGI
CABANG ......................
SURAT KETERANGAN
Nomor : 0000/0000/00/0 /00
Yang bertanda tangan dibawah ini, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Gigi (MKEKG) PDGI cabang
..........................................................,
Memperhatikan,
1. Sumpah Dokter Gigi dan Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia (KODEGI)
2. Surat permohonan dari sejawat .................... No. ............................tertanggal ....................................
3. Hasil wawancara pada tanggal ..................................
4. Sikap dan prilaku sejawat selama ini menunjukkan Moral dan Etika yang baik untuk melakukan tugas
sesuai dengan Kode Etik Profesi.
Dengan ini, memberikan Surat Keterangan kepada sejawat :
Nama
Alamat Rumah
NA PDGI
PDGI cabang
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
: .............................................................
Memiliki Moralitas dan Etika Kedokteran gigi yang ==== BAIK ===========
Demikianlah surat keterangan ini diberikan, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
.................... , .........................................
MAJELIS KEHORMATAN ETIK KEDOKTERAN GIGI
PDGI CABANG ....................
KETUA
.............................................................
NPA .....................................................
SURAT PERNYATAAN AKAN MEMATUHI DAN MELAKSANAAN
KETENTUAN ETIKA PROFESI TERKAIT PERSYARATAN REGISTRASI DOKTER
Saya yang bertandatangan di bawah ini :
Nama
:
Tempat dan Tgl Lahir
:
Alamat Rumah
:
Kab/Kota ………………………………..
Asal Universitas
:
Tahun Lulus
:
Provinsi………………………………………
No. Sertifikat Kompetensi :
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya dan dengan penuh kesadaran bahwa saya pernah mengucapkan
sumpah/janji dokter gigi, maka saya akan menaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Gigi dalam
menjalankan profesi dokter gigi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan bila saya dinyatakan terbukti melanggar kode etik
oleh organisasi profesi, saya bersedia mendapatkan sanksi.
……………………, ………………………………………………
(namatempat/kota) (tanggal bulan tahun surat pernyataan dibuat)
Yang membuat pernyataan
Ditandatangani melintas di atas Meterai Rp. 6.000,-
…………………………………………………………..
(nama lengkap yang membuat pernyataan)
Download