BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Perekonomian dunia akan terus tumbuh di abad 21 ini, dengan perekonomian
yang lebih menglobal dimana perdagangan pun semakin luas, pertumbuhan ekonomi
dunia akan digerakan oleh momentum berkesinambungan dari negara-negara maju.
Pemasaran modern lebih menuntut dari sekedar pengembangan produk yang baik,
menetapkan harga yang menarik dan menyediakan berbagai macam fasilitas bagi
pelanggan.
Komunikasi yang efektif merupakan hasil dari suatu proses pemikiran yang
tersusun dan tergabung dengan pengetahuan yang mendalam mengenai kebutuhan,
aspirasi-aspirasi dan sikap kelompok sasaran. Titik tolak dan titik akhir pemikiran
suatu perusahaan harus diletakkan kepada pelanggan. Setiap perusahaan pada
dasarnya memiliki filosofi perusahaan baik dari visi maupun misi. Dari visi dan misi
perusahaan tersebut dibangunlah atau dikomunikasikan menunjukkan siapa,
bagaimana dans emua seluk beluk perusahaan, prinsip-prinsip penjualan juga posisi
pasar serta tujuan yanghendak dicapai perusahaan tersebut. Semakin berkembang
perusahaan atau meluasnya kegiatan sebuah perusahaan maka hal itu dapat
mempengaruhi identitas perusahaan.
Identitas perusahaan lebih dikenal atau lebih popular dengan nama Corporate
Identity (Identitas Perusahaan) adalah istilah yang pertama kali dipopulerkan oleh
J.Gordon Lippincott, seorang insinyur sipil di era 1940-an. Dia bersama Walter P.
Margulies bergerak dibidang, image, dan marketing.
1
2
Istilah Identitas Perusahaan kemudian sangat dikenal dikalangan praktisi
visual grapic designer, bahkan istilah ini merupakan mantra bagi para designer yang
bergerak di desain graphis. Banyak tulisan dan buku-buku tua tentang identitas
perusahaan ditulis oleh praktisi dan konsultan desain grafis atau visual yang
menamakan dirinya sebagai konsultan image.
Tidak dapat dipungkiri peran mereka sangat besar dalam perkembangan
industry konsultan image marketing. Kepopuleran istilah Identitas Perusahaan
dikalangan praktisi desain grafis atau visual pada praktisi manajemen dan marketing
yang hanya mengandalkan pengertian Identitas perusahaan pada aspek visual atau
fisik yaitu seperti logo dan desain merek.
Bahkan tidak sedikit pula perusahaan yang terjebak memahami identitas
perusahaan hanya sebagai salah satu strategi untuk melakukan perubahan penampilan
perusahaan. Hal ini sangat berbahaya karena perubahan penampilan secara visual
dengan tidak didukung aspek-aspek strategis lain yang bersifat nonvisual, misalnya
kualitas pelayanan dapat berdampak kemubaziran dana.
Penampilan visual perusahaan sebagai salah satu Identitas Perusahaan
memang sangat perlu diperhatikan. Perusahaan yang tidak menggunakan logo dan
identitas visual lainnya maupun yang bersifat non visual akan menghadapi kesulitan
untuk membangun awareness pasar sasarannya.
Identitas perusahaan adalah kombinasi logo, komposisi warna, tipografi atau
bentuk huruf, bentuk seragam pegawai, bentuk khas perlatan, kendaraan dinas,
fasilitas ataupun pelayanan yang diberikan dari suatu perusahaan (Kotler:2001:882)
3
Jadi Identitas perusahaan tidak hanya berorientasi pada keunikan organisasi
dilihat dari atribut visual, tetapi atribut non visual dan nonfisik seperti perilaku dari
staf dan pengelola perusahaan.
Keberhasilan suatu perusahaan tidak terlepas dari adanya peran serta dari
Public Relations. Public Relations menyangkut kepentingan setiap organisasi baik itu
organisasi yang bersifat komersil maupun organisasi yang bersifat non komersil. Ada
pandangan bahwa Public Relations merupakan kegiatan persuasi satu arah terus
bertahan hingga usai Perang Dunia II. Defenisi Public Relations yang muncul banyak
sekali dikaitkan dengan kegiatan “membujuk” ini. Namun adapun defenisi menurut
(Jefkins, 1995:9) menyatakan Public Relations adalah sesuatu yang merangkum
keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu kedalam maupun keluar, antara satu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang
spesifik yang berdasarkan pada saling pengertian dimana tujuannya lebih terperinci
yaitu tidak hanya terbatas pada saling pengertian saja, melainkan juga berbagai
macam tujuan khusus lainnya yang berkaitan dengan saling pengertian itu. Menurut
Kotler, (1995:30), ada beberapa tugas Public Relations yaitu:
1. Menyunting serta memproduksi jurnal-jurnal eksternal untuk konsumsi pihak luar,
misalnya saja untuk para distributor, para pemakai jasa perusahaan, konsumen dan
sebagainya.
2. Menulis dan membuat bahan-bahan cetak seperti selebaran informasi yang
memuat tentang sejarah perusahaan, laporan tahunan atau hasil kerjanya.
3. Menciptakan dan memelihara berbagai bentuk Identitas Perusahaan dan cirri
khasnya, seperti logo, komposisi warna, tipografi dan hiasannya, jenis kendaraan
dinas, pakaian seragam para pegawai dan sebagainya.
4. Mengelola berbagai hal yang berkaitan dengan sponsor kehumasan.
4
5. Mengerjakan tugas-tugas periklanan.
6. Mengumpulkan serta mengorganisir segenap umpan balik dari berbagai sumber
informasi, mulai dari kliping Koran, berita-berita radio dan televisi, serta
memantau berbagai laporan dari luar.
Beberapa tugas Public Relations tersebut terlihat begitu jelas bahwa Public
Relations memiliki perananan penting didalam suatu perusahaan. Dimana seorang
Public Relations harus dapat memperkenalkan perusahaannya dan produk yang
dihasilkan oleh perusahaannya melalui berbagai media. Baik media dalam bentuk
Above the line/Up the line (Media lini atas) seperti: Pers, Televisi, Radio, Media
Luar ruang (outdoor), Sinema (Bioskop). Selain itu ada juga media dalam bentuk
Below the line/Under the line (Media lini bawah) seperti: Direct Mail (literature
penjualan), Pameran, Point of Sale, Kalender, Marchandise, Spanduk, Umbulumbul.
Pemilihan media merupakan masalah menemukan media yang paling efektif
biaya, untuk menyampaikan jumlah paparan yang diinginkan terhadap audiens
sasaran, pengaruh paparan pada kesadaran audiens tergantung pada jangkauan
paparan, frekuensi dan pengaruhnya (Kotler:2001:828).
Salah satu perusahaan yang menggunakan media untuk memperkenalkan
produk dari perusahannya adalah PT Indosat Tbk Northern Sumatera Region.
Dimana perusahaan ini juga menggunakan jasa Public Relations untuk
memperkenalkan Identitas Perusahaan mereka. PT Indosat adalah perusahaan
penyelenggara jasa telekomunikasi internasional yang memiliki suatu identitas
perusahaan.
5
PT Indosat Divisi Sumatera diresmikan pada tanggal 2 Maret 1985 dengan
nama Divisi Medan oleh Presiden RI yang peresmiannya dilaksanakan secara jauh
dari Gedung Bina Graha dengan Perdana Menteri Malaysia.
Indosat adalah penyelenggara terdepan dalam industri telekomunikasi di
Indonesia
yang
ikut
mendorong
perubahan
dan
perkembangan
pasar
telekomunikasi yang bertumbuh dan menjanjikan. Indosat senantiasa mengamati
perkembangan industri, meningkatkan kemampuan untuk menyediakan layanan
komunikasi end-to-end, mengantisipasi dan menyediakan seluruh kebutuhan
pelanggan.
Identitas Indosat terdiri dari kombinasi teks “Indosat” dan symbol “Techno
Flower” yang mencerminkan teknologi tinggi namun bersahabat, dinamis dan
modern.
Teks Indosat didesain secara khusus menggunakan huruf kecil yang
melambangkan sikap Indosat yang bersahabat dan mudah bekerjasama. Warna
Indosat melambangkan kekuatan korporasi Indosat yang kokoh dan solid,
kemampuan dan rasa percaya diri dalam bidang teknologi tinggi serta kestabilan
perusahaan.
Symbol Techno Flower tercipta dari gabungan tiga elips yang mencerminkan
usaha dan fokus bisnis Indosat saat ini, yaitu di Indonesia, dalam bidang teknologi
dan pelayanan bagi masyarakat, serta pentingnya kerjasama yang kokoh diantara
ketiga elemen tersebut. Tiga elips pembentuk techno flower masing-masing
mencerminkan :
Elips berwarna merah, melambangkan Masyarakat Indonesia, elips berwarna
biru,
melambangkan
Teknologi,
elips
berwarna
kuning,
melambangkan
komunikasi. Rangkaian elips ini membentuk bintang permata di tengah
6
mencerminkan layanan terbaik dan berkualitas yang senantiasa diberikan oleh
Indosat kepada masyarakat Indonesia.
Perusahaan ini begitu banyak menggunakan media untuk mempromosikan
produknya dan memperkenalkan
Identitas
Perusahaannya,
yaitu
dengan
menggunakan media Televisi melalui iklan, (above the line),dan juga Media Lini
Bawah (below the line) seperti : Iklan Display, Direct Mailing, Brosur, dan
Marchandise. Adapun yang dimaksud dengan iklan Display yaitu iklan dalam
bentuk logo, dan informasi produk. Sedangkan Direct Mailing yaitu adanya brosur
yang dipromosikan, dan perusahaan ini juga membuat spanduk, umbul-umbul,
kain rentang yang berisi slogan atau logo produk tertentu.
Dalam arti dengan media Below The Line ini semua perusahaan khususnya
perusahaan PT Indosat Tbk Northern Sumatera Region dapat memperkenalkan
Identitas Perusahaan mereka karena dengan adanya bentuk media ini perusahaan
selain memperkenalkan produknya tetapi perusahaan juga dapat memperkenalkan
identitas perusahaan mereka lewat Logo dan komposisi warna perusahaan karena
tertera didalam media tersebut sehingga perusahaan mendapatkan manfaat yang
banyak. Sehingga masyarakat luas dapat mengenal identitas perusahaan mereka
dan akhirnya dapat membentuk identitas suatu citra yang positif dari khalayak
atau publik.
Berdasarkan hal ini maka peneliti tertarik untuk meneliti sejauh manakah peranan
Identitas Perusahaan melalui Media Below The Line dalam meningkatkan citra
perusahaan PT Indosat Tbk Northern Sumatera Region di kalangan mahasiswa
FISIP USU.
7
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka peneliti merumuskan masalah
sebagai berikut: “Sejauhmanakah Identitas Perusahaan berperan dalam meningkatkan
Citra Perusahaan PT Indosat Tbk Northern Sumatera Region dikalangan mahasiswa
FISIP USU”.
3. Pembatasan Masalah
Untuk menghindarkan ruang lingkup penelitian yang terlalu luas, maka peneliti
melakukan pembatasan masalah dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Penelitian ini bersifat korelasional yang mencari hubungan atau menjelaskan
antara peranan Identitas Perusahaan dalam hal memperkenalkan Identitas
Perusahaan dengan menggunakan Media Below The Line untuk meningkatkan
Citra Perusahaan.
2. Penelitian ini meneliti tentang Identitas Perusahaan pada perusahaan PT Indosat
Tbk Northern Sumatera Region.
3. Objek penelitiannya adalah mahasiswa/I FISIP USU program regular S-1 stambuk
2007 - 2008 dan yang menggunakan kartu IM3.
4. Penelitian akan dilakukan pada Bulan Maret 2011.
4. Tujuan dan Manfaat Penelitian
4.1. Tujuan Penelitian
1.
untuk mengetahui Peranan Identitas Perusahaan dalam meningkatkan citra
perusahaan PT Indosat Tbk Northern Sumatera Region.
8
2.
untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan media Below The Line
dalam memperkenalkan Identitas Perusahaan pada Perusahaan PT Indosat
Tbk Northern Sumatera Region.
4.2. Manfaat Penelitian
1. Secara teoritis, penelitian ini berguna untuk memperkaya khasanah penelitian
dan dapat memperluas cakrawala pengetahuan peneliti serta mahasiswa Ilmu
Komunikasi FISIP USU.
2. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya referensi dan
bahan penelitian di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU.
3. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi
pihak-pihak yang membutuhkan pengetahuan yang berkenaan dengan
penelitian ini.
5.
Kerangka Teori
Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berpikir dalam
memecahkan atau menyoroti permasalahannya. Untuk itu perlu disusun kerangka teori yang
memuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana yang akan disoroti
(Nawawi, 2001: 39 - 40).
Adapun teori yang dianggap relevan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
5.1. Public Relations
Pandangan bahwa Public Relations, merupakan kegiatan persuasi satu arah terus
bertahan hingga usai Perang Dunia II. Defenisi Public Relations yang muncul banyak sekali
dikaitkan dengan kegiatan “membujuk” ini. Bahkan salah seorang tokoh PR saat itu, Edward
L Berney, dalam bukunya The Engineering Of Consent (1955) mendefenisikan Public
Relations sebagai inducing the public in have understanding for and goodwill (membujuk
9
publik untuk memiliki pengertian yang mendukung serta memiliki niat baik, (Morison, 2006 :
6). Sampai saat ini masih banyak praktisi PR yang berpandangan bahwa Public Relations
sebagai subjek komunikasi satu arah yang bertujuan untuk membujuk pihak lain.
Beberapa dekade kemudian, pandangan mengenai pengertian Public Relations mulai
mengalami perubahan. Defenisi mengenai Public Relations mulai memasukkan aspek
komunikasi atau Two-ways communication (hubungan dua arah). Defenisi-defenisi tersebut
kemudian memasukkan kata-kata seperti reciprocal (timbal balik), mutual (saling), dan
between (antara). Dengan demikian pengertian Public Relations sudah mengandung
pengertian interaktif (aksi timbal balik).
Cultip, Center & Broom mendefenisikan Public Relations the distinctive management
function which help establish and mutual lines of communications, understanding,
acceptance, and cooperation between on organization and its public (Public Relations adalah
fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian didalam
komunikasi, pemahaman, penerimaan, dan kerjasama antara organisasi dengan berbagai
publiknya, (Cultip, Center, & Broom, 2000:4)
Majelis Humas Dunia (World Assembly of Public Relations) mendefenisikan Public
Relations sebagai: Public Relations is the art social science of analyzing trends, predicting
their consequence, conceling organization leaders and implementing planned programs of
action which serve both of organization’s and the public interest (Public Relations adalah
seni dan ilmu sosial dalam menganalisa kecenderungan, memperkirakan akibat-akibat,
memberikan saran kepada pemimpin perusahaan serta melaksanakan program tindakan
terencana yang melayanani baik kepentingan organisasi dan khalayaknya, (Morissan, 2006:
7)
10
Menurut Frank Jefkins, terdapat begitu banyak defenisi mengenai Public Relations,
namun ia sendiri memberikan batasan yang merangkum keseluruhan komunikasi yang
terencana, baik itu kedalam maupun keluar antar organisasi dengan semua khalayak dalam
rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
Menurutnya, Public Relations pada intinya masih senantiasa berkenaan dengan kegiatan
tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak yakni perubahan yang positif.
5.2
Marketing Public Relations
Marketing Public Relations adalah sebuah proses perencanaan dan pengevaluasian
program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan melalui
pengkomunikasian informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkan
perusahaan dan produk dengan kebutuhan serta perhatian pelanggan (Sulaksana, 2003:108).
Secara umum marketing Public Relations merupakan suatu proses perencanaan,
pelaksanaan, dan pengevaluasian program-program yang dapat merangsang pembelian dan
kepuasan konsumen melalui pengkomunikasian informasi yang dapat dipercaya dan melalui
kesan-kesan positif yang ditimbulkan dan berkaitan dengan identitas perusahaan atau
produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan bagi para
konsumen.
Perusahaan sedang membentuk kelompok pemasaran hubungan masyarakat
(marketing Public Relations group-MPR) untuk mendukung secara langsung promosi
perusahaan/produk dalam pembentukan citra.
Nama lain untuk Marketing Public Relations adalah publisitas, yang dilihat untuk
menanamkan ruang editorial sebagai lawan dari ruang pembayaran dalam media cetak atau
siaran untuk mempromosikan produk, orang, dan tempat. Namun MPR bergerak jauh dari
hanya sekedar publisitas saja. Marketing Public Relations dapat member sumbangan untuk
tugas-tugas sebagai berikut: (Kotler:20001:880)
11
1. Membantu peluncuran produk baru.
2. Membangun minat untuk suatu kategori produk.
3. Mempengaruhi kelompok sasaran tertentu.
4. Membangun citra perusahaan dengan cara yang mendukung produknya.
Kiat utama promosi pemasaran Public Relations yakni (Roeslan:1998, 110)
1.
Peristiwa
Perusahaan dapat menarik perhatian untuk produk baru, atau kegiatan perusahaan
lainnya dengan mengatur suatu peristiwa special. Ini mencakup konferensi berita,
seminar, pameran, kontes, yang akan menjangkau publik sasaran.
2.
Berita
Salah satu tugas utama Public Relations adalah menemukan atau menciptakan berita
yang mendukung produk dan orang-orangnya. Penciptaan berita membutuhkan keahlian
dalam mengembangkan konsep cerita, merisetnya dan menulis siaran pers.
3.
Pidato
Pidato adalah kiat untuk menciptakan publisitas produk dan perusahaan yang menjawab
pertanyaan dari media atau member ceramah di asosiasi perdagangan atau pertemuan
penjualan dapat membangun atau merusak citra perusahaan.
4.
Kegiatan Pelayanan Masyarakat
Perusahaan
dapat
meningkatkan
hubungan
baik
dengan
masyarakat
dengan
menyumbangkan uang dan waktu dengan maksud baik.
5.
Media Identitas
Biasanya bahan komunikasi perusahaan terdiri dari beberapa bentuk yang terpisah yang
menyebabkan kebingungan dan hilangnya peluang untuk menciptakan identitas visual
yang dapat merupakan logo perusahaan, brosur, pakaian pegawai dan sebagainya.
12
Pemasaran semakin beralih ke Marketing Public Relations, dlam survey 286 manajer
perusahaan Amerika, tiga pendapat melaporkan bahwa perusahaan menggunakan Marketing
Public Relations. Mereka menganggapnya efektif terutama dalam membangun kesadaran dan
pengetahuan merek, baik untuk produk baru maupun produk maapan. Dalam arti Marketing
Public Relations terbukti lebih efektif dalam biaya daripada iklan.
Umumnya Marketing Public Relations yaitu (Sulaksana: 2003, 130)
1.
Membangun Kesadaran: Public Relations dapat menempatkan cerita dimedia untuk
membawa perhatian pada suatu produk, jasa, organisasi dan sebagainya.
2.
Membangun Kredibilitas: dapat menambah kredibilitas dengan mengkomunikasikan
pesan dalam suatu konteks editorial.
3.
Mengurangi biaya promosi: Public Relations memerlukan lebih sedikit biaya daripada
media iklan.
Kontribusi Public Relations sulit diukur, karena Marketing Public Relations digunakan
bersama dengan kiat promosi lain. Ukuran yang lebih baik adalah perubahan dalam
kesadaran, pemahaman, sikap produk yang dihasilkan dari kampanye Marketing Public
Relations. Selain itu adanya kontribusi penjualan dan laba, pengaruh penjualan dan laba
adalah merupakan ukuran yang paling memuaskan.
Perusahaan saat ini sangat tergantung pada bahan komunikasi untuk menjangkau dan
mempengaruhi pasar sasarannya. Biasanya bahan komunikasi perusahaan terdiri dari
beberapa bentuk yang terpisah, yang menyebabkan kebingungan dan hilangnya peluang
untuk menciptakan identitas visualnya yang dapat dikenali masyarakat. Identitas visual
dibawa oleh logo perusahaan, alat tulis, brosur, kartu bisnis, seragam, dan sebagainya.
13
5.3
Promosi
Promosi adalah salah satu dari empat elemen utama bauran pemasaran perusahaan.
Promosi penjualan merupakan inisiatif jangka pendek, untuk mendorong pembelian atau
penjualan dari produk atau jasa. Promosi penjualan tujuannya untuk membina hubungan baik
dengan konsumen. Promosi penjualan mencakup berbagai macam alat insentif jangka
pendek, kupon, hadiah.
Keputusan mengenai pengeluaran untuk promosi penjualan membutuhkan penetapan tujuan
promosi penjualan, memilih alat promosi penjualan, mengembangkan, menguji coba, dan
mengimplementasikan program promosi penjualan serta mengevaluasi hasilnya.
Dalam suatu promosi harus memperhatikan beberapa macam proses, yaitu (Juliansyah: 2000,
44)
1.
“Cognitive Componen” (Komponen Rasional) dalam diri manusia, berdasarkan
pemikiran dan penelitian rasional atas apa yang dianjurkan oleh komunikan.
2.
“Affective Componen” atau komponen perasaan (emosional) sebelum mengambil
penilaian terakhir tentang isi “message” (pesan)
3.
“Connotative and Motivational” atau penilaian berdasarkan arti khusus dari isi message
sebagaimana disajikan oleh komunikator.
Adapun media-media promosi yaitu sebagai berikut :
1. Televisi
- Iklan Konvensional
- Sponsorship (Blocking Time)
- Kuis, berupa permainan dan hiburan
- Buid in, produk dilibatkan dalam sebuah program acara.
14
2. Radio
- Iklan Konvensional
- Kuis
- Interaktif
- Talkshow
3. Media Cetak
- Iklan Display, iklan dalam bentuk logo dan informasi produk.
- Advertorial, iklan dalam bentuk artikel.
4. Media lain
- Billboard, Papan reklame menggambarkan suatu produk.
- Direct Mailing, mengirimkan brosur atau catalog kepada konsumen.
- Merchandise, promosi dalam bentuk produk tertentu dimana terdapat logo produk
yang dipromosikan.
- Spanduk, umbul-umbul, kain rentang yang berisi logo perusahaan tertentu.
5.4
Identitas Perusahaan
Identitas Perusahaan dipopulerkan oleh J.Gordon Lippincoot, seorang insinyur sipil di
era 1980-an bersama Walter P.Marguilies membangun perusahaan konsultan desain.
Istilah Identitas Perusahaan sangat dikenal dikalangan praktisi visual graphic
designer. Identitas Perusahaan adalah kombinasi logo, komposisi warna, tipografi atau bentuk
huruf, bentuk seragam pegawai, bentuk khas peralatan, kendaraan dinas, fasilitas ataupun
pelayanan yang diberikan dari suatu perusahaan dan sebagainya, yang semuanya
mengidentifikasikan keunikan dan keberadaan suatu perusahaan (Kotler:2001:882)
15
Identitas Perusahaan berorientasi pada atribut visual dan atribut non visualnya,
identitas perusahaan yang berorientasi pada atribut visual dapat dilihat dalam bentuk logo
perusahaan, kombinasi warna, tipografi, bentuk seragam pegawai, dimana bentuk tersebut
dapat dilihat secara nyata melalui media baik media Above the line maupun media Below the
line seperti yang terdapat pada brosur, marchendise, umbul-umbul, spanduk, dan kain
rentang. Sehingga dapat dengan jelas terlihat adanya Identitas Perusahaan yang dapat
membangun kredibilitas perusahaan tersebut.
5.3
Citra Perusahaan
Citra adalah gambaran yang dimiliki oleh banyak mengenai pribadi perusahaan,
organisasi atau produk (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1995)
Sedangkan perusahaan adalah kegiatan yang diselenggarakan dengan peralatan atau dengan
cara teratur dengan tujuan mencari keuntungan dengan menghasilkan suatu, mengolah, atau
membuat barang-barang berdagang memberikan jasa dan sebagainya atau organisasi
berbadan hukum yang mengadakan transaksi atau usaha (Jefkins:1995:112)
Citra adalah tujuan utama dan sekaligus merupakan reputasi dan prestasi yang hendak dicapai
oelh dunia. Pengertian citra itu abstrak atau tidak dapat diukur secara matematis tetapi dapat
dirasakan dari hasil penelitian baik atau buruk seperti penerimaan tanggapan baik positif
maupun negatif yang khususnya datang dari public dan masyarakat luas pada umumnya
(Roeslan, 1998:62)
Ada empat hal dalam mengukur suatu citra perusahaan yaitu (Roeslan, 1999:25):
1.
Kepercayaan
Kesan dan pendapat atau penilaian positif khalayak terhadap suatu perusahaan
16
2.
Realitas
Realistis, jelas terwujud, dapat diukur dan hasilnya dapat dirasakan serta dapat
dipertanggungjawabkan dengan perencanaan yang matang dan sistematis bagi
responden.
3.
Terciptanya kerjasama yang saling menguntungkan
Yaitu saling memberikan keuntungan sesame pihak bagi perusahaan maupun khalayak.
4.
Kesadaran
Adanya kesadaran khalayak tentang perusahaan dan perhatian terhadap produk yang
dihasilkan.
6.
Kerangka Konsep
Kerangka konsep merupakan hasil pemikiran rasional yang bersifat kritis dalam
memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akan dicapai. Kerangka konsep akan
menuntut penelitian dalam menentukan hipotesa (Nawawi, 1995:40)
Kerangka konsep adalah hasil pemikiran yang rasional dalam menguraikan rumusan
hipotesa, yang merupakan jawaban sementara dari masalah yang akan diuji kebenarannya.
Agar konsep-konsep dapat diteliti secara empiris, maka harus dioperasionalkan dengan
mengubahnya menjadi variabel.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel Bebas (X)
Variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau
mempengaruhi ada atau munculnya atau faktor atau unsur yang lain (Nawawi,
1995:56)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Identitas Perusahaan.
17
2. Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul
dipengaruhi atau ditentukan oleh adanya variabel bebas dan bukan karena variabel
lain (Nawawi, 1995:57)
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah citra perusahaan
7.
Model Teoritis
Variabel – variabel yang telah dikelompokkan dalam kerangka konsep akan
dibentuk suatu model teoritis sebgaai berikut:
Gambar 1
Model teoritis
8.
Variabel Bebas (X)
Variabel Terikat (Y)
Identitas Perusahaan
Citra Perusahaan
Variabel Operasional
Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep diatas, maka dapat dibuat variabel
operasional yang berfungsi untuk kesamaan dan kesesuaian dalam penelitian sebagai berikut :
18
Tabel 1
Operasional Variabel
Variabel Teoritis
Variabel Operasional
Variabel Bebas (X)
Media Below the line
a. Iklan Display
Identitas Perusahaan
(melalui media below the line)
b. Direct Mailing
c. Marchandise
d. Spanduk, umbul-umbul, dan kain rentang
e. Jenis Kelamin
f. Pengguna kartu IM3
g. Yang pernah melihat logo IM3
Variabel Terikat (Y)
Citra Organisasi
1. Kepercayaan
Citra Perusahaan
2. Realitas
3. Kerjasama yang saling menguntungkan
4. Kesadaran
9.
Defenisi Operasional
Defenisi Operasional merupakan penjabaran lebih lanjut tentang konsep yang telah
dikelompokkan dalam kerangka konsep. Defenisi operasional adalah suatu petunjuk
pelaksanaan mengenai cara-cara untuk mengukur variabel-variabel. Dengan kata lain,
defenisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang
ingin menggunakan variabel yang sama (Singarimbun, 1995 : 46).
19
Defenisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini adalah:
1. Variabel Bebas (Identitas Perusahaan dengan menggunakan media Below the line)
terdiri dari:
a. Iklan Display
Iklan dalam bentuk logo dan informasi produk.
b. Direct Mailing
Direct Mailing merupakan surat langsung yang diberikan kepada konsumen dalam
bentuk brosur.
c. Merchandise
Merchandise yaitu promosi dalam bentuk produk tertentu, dimana terdapat logo
produk yang dipromosikan.
d. Spanduk, umbul-umbul, kain rentang
Spanduk, umbul-umbul, kain rentang berisi slogan atau logo produk tertentu.
e. Jenis Kelamin: Jenis Kelamin dari responden, yakni pria atau wanita.
f. Jenis kelamin: jenis kelamin dari responden yang menggunakan kartu Indosat
khususnya IM3.
g. Yang pernah melihat logo IM3 : Mahasiwa yang pernah melihat logo IM3 pada
media below the line.
2. Variabel Terikat (Citra Perusahaan)
Citra Organisasi
Citra Organisasi adalah gambaran mengenai perasaan dan kesan yang dimiliki oleh
mahasiswa FISIP USU terhadap perusahaan PT Indosat Tbk Northern Sumatera
Region selama memperkenalkan Identitas Perusahaan mereka dengan menggunakan
media below the line.
20
a. Kepercayaan
Kesan dan pendapat atau penilaian positif khalayak ataupun mahasiswa terhadap
perusahaan PT Indosat Tbk Northern Sumatera Region.
b. Realitas
Realistis, jelas terwujud, dapat diukur dan hasilnya dapat dirasakan serta dapat
dipertanggungjawabkan dengan perencanaan yang matang dan sistematis bagi
responden.
c. Kerjasama yang saling menguntungkan
Yaitu saling memberikan keuntungan sesama pihak baik bagi perusahaan maupun
khalayak.
d. Kesadaran
Adanya kesadaran khalayak tentang dan perhatian terhadap produk yang
dihasilkan.
10.
Hipotesis
Hipotesis adalah suatu kesimpulan yang masih kurang atau kesimpulan yang belum
sempurna. Pengertian ini kemudian diperluas dengan maksud sebagai kesimpulan penelitian
yang belum sempurna, sehingga perlu disempurnakan dengan membuktikan kebenaran
hipotesis itu melalui penelitian (Bungin, 2005 :75)
Salah satu penting hipotesis adalah menjadikan peneliti mampu menetapkan
kemampuan teorinya sebagai salah satu alat penerang.
Hipotesa dalam penelitian ini adalah :
Ho : Tidak terdapat hubungan antara Identitas perusahaan dalam meningkatkan Citra
Perusahaan
Ha : Terdapat hubungan antara Identitas Perusahaan dalam meningkatkan Citra Perusahaan.
Download