7 BAB 2 Landasan Teori Dalam bab ini, penulis akan

advertisement
BAB 2
Landasan Teori
Dalam bab ini, penulis akan menguraikan landasan teori yang dibagi menjadi
tiga bagian yaitu teori hinshi「品詞」, teori kandoushi「感動詞, dan teori iya「い
や」.
2.1 Teori Hinshi「品詞」
「品詞」
Masuoka dan Takubo (2000:4), mendefinisikan hinsi 「品詞」atau ‘kelas
kata’ sebagai berikut :
語は文の材料であり、文を組み立てる上で一定の働きをする。この働
きの違いよって語を種類分けしたものが「品詞」である。
Terjemahan :
Bahasa merupakan materi kalimat dan berfungsi tetap dalam membentuk
kalimat. Hal yang membedakan jenis kata berdasarkan perbedaan fungsi
inilah yang disebut hinshi.
2.1.1 Jenis-jenis hinshi 「品詞」
Menurut Masuoka dan Takubo (2000:8), membagi hinshi 「品詞」atau ‘kelas
kata’ menjadi sebelas jenis, yaitu :
1. Doushi 「動詞」(verba), yaitu kelas kata yang dapat berdiri sendiri menjadi
sebuah predikat dan dapat mengalami perubahan, tergantung dari penggunaan
kalimat.
Contoh : 「歩く」、「倒れる」、「倒す」、「話す」.
2. Keiyoushi 「 形 容 し 」 (adjektiva), yaitu kelas kata yang berfungsi
menunjukan berbagai macam keadaan atau situasi dan dapat sebagai predikat
serta dapat menerangkan kata benda.
Contoh : 「強い」、「長い」.
7
8
3. Hanteishi 「判定し」, yaitu kelas kata yang menggabungkan kata benda,
dan dapat membentuk sebuah predikat.
Contoh :「だ」、「である」、「です」.
4. Jodoushi 「助動詞」(verba bantu), yaitu kelas kata yang berfungsi untuk
mengabungkan predikat dan membentuk sebuah predikat yang lebih sulit.
Contoh :「のだ」、「わけだ」、「はずだ」、「ようだ」.
5. Meishi 「名詞」(nomina), yaitu kelas kata yang berfungsi sebagai subjek
dan pelengkap.
Contoh :「ひと」、「もの」、「本」.
6. Shijishi 「指示詞」(kata penunjuk), yaitu kelas kata yang berfungsi sebagai
penunjuk tempat, orang, dan benda.
Contoh : 「この」、「その」、「あの」.
7. Fukushi 「副詞」(kata keterangan), yaitu kelas kata yang berfungsi untuk
menerangkan predikat.
Contoh : 「ゆっくり」、「ずいぶん」、「よく」.
8. Joshi 「 助 詞 」 (partikel), yaitu kelas kata yang berfungsi untuk
menghubungkan kata benda, membentuk subjek dan pelengkap.
Contoh :「が」、「で」、「に」、「を」.
9. Rentaishi 「連体詞」(Prenomina), yaitu kelas kata yang berfungsi untuk
menerangkan serta melengkapi kata benda.
Contoh :「ある」、「いわゆる」、「あくる」.
10. Setsuzokushi 「接続詞」(kata penghubung), yaitu kelas kata yang berfungsi
untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Setsuzokushi
diletakkan di awal kalimat dan menerangkan kalimat yang berada di
depannya.
9
Contoh :「それに」、「つまり」、「でも」.
11. Kandoushi 「感動詞」(interjeksi), yaitu kelas kata yang berfungsi untuk
menunjukan ungkapan perasaan pembicara dan mampu berdiri sendiri
menjadi sebuah kalimat.
Contoh :「ああ」、「あら」、「まあ」.
2.2 Teori Kandoushi 「感動詞」
Setiap bahasa di dunia ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Dari huruf yang digunakan hingga pembentukan pola kalimat. Agar dapat
berkomunikasi dengan baik dan benar tentunya para pembelajar harus
memahami aturan dan tata bahasa asing yang sedang dipelajari. Dalam bahasa
Jepang terdapat kata interjeksi atau dalam bahasa Jepang disebut dengan
kandoushi 「感動詞」yang sering digunakan dalam berkomunikasi.
Menurut Masuoka dan Takubo (2000:60) mendefinisikan kandoushi
「感動詞」sebagai berikut :
感動詞は、文の他の要素と結びついて事態を表すというよりも、
事態に対する感情や相手の発言に対する受け答え等を、一語で非
分析的に表す形式である。
Terjemahan :
Kandoushi adalah kata untuk menunjukan ungkapan perasaan pembicara
dan mampu berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat.
Menurut Masuoka dan Takubo (2000:60-61) Kandoushi 「 感 動 詞 」
dibagi menjadi beberapa golongan yaitu :
1. 眼前の事態に対する驚きを表すもの.
Terjemahan :
Menunjukan keterkejutan untuk situasi didepan mata.
10
Contoh : あ、ああ、おや、まあ、あら、あれ、あれー、あれれ、あ
りゃ、ありゃりゃ、わ、うわ、ぎょ、ぎょぎょ、ひゃー.
2. 眼前の事態や相手の言ったことに対する意外感を表すもの.
Terjemahan :
Menunjukkan rasa keterkejutan untuk situasi di depan mata dan perkataan
lawan bicara.
Contoh : なんと、へー.
3. 相手の発言に対する同意、不同意を表す.
Terjemahan :
Menunjukkan persetujuan dan tidak persetujuan pada ucapan lawan
bicara.
Contoh : はい、ええ、ああ、うん、はあ、いいえ、いや.
4. 相手の発言に対する理解を表すもの.
Terjemahan :
Menunjukkan kepahaman pada ucapan lawan bicara.
Contoh : なるほど、ふうん、ふん、はあ.
5. 解答を模索中であることを表すもの.
Terjemahan :
Menujukkan pertimbangan jawaban.
Contoh : さあ、ええと、あの、その、そうね、そうですね.
6. 相手に呼びかけたり、注意を喚起したりするときに用いられるも
の.
Terjemahan :
11
Menunjukkan perhatian dan memanggil lawan bicara.
Contoh :
もしもし、あの、おい、こら、ねえ、ほら、そら、さあ.
7. 自分に対する疑問の表現.
Terjemahan :
Representasi pertanyaan untuk diri sendiri.
Contoh :
はて、はてな.
8. 動作や行動の開会時に自分に言い聞かせるために用いるもの.
Terjemahan :
Membujuk diri sendiri ketika akan melakuakn suatu tindakan.
Contoh : さてと、やらやら、よいしょ、どっこいしょ、よし.
9. 挨拶
Terjemahan :
Salam.
Contoh : こんにちは、おはよう、さようなら.
2.3 Teori “Iya”「いや」
「いや」
Kata “Iya” 「 い や 」 dalam bahasa Jepang memiliki arti untuk
penolakan atau penyangkalan kepada lawan bicara. Akan tetapi, di dalam suatu
percakapan kata “Iya” 「いや」bisa berbeda makna dan penggunaan. Menurut
Fukuhara Yuuichi (2014) kata “Iya” 「いや」memiliki beberapa penggunaan
diantarannya :
1. Menyangkal topik
Fukuhara (2014:211) mengatakan bahwa :
12
予想命題や含意命題といった命題を否定している。聞き手の考
えや意見といったものが含まれる発話を否定するものでないこ
とから.
Terjemahan :
Penyangkalan pada topik pembicaraan yang berunsur prakira dan
praduga yang berhubungan dengan pemikiran serta pendapat petutur.
1. Contohnya :
A : 会議は2時からだよね.
B: いや、3時からだよ.
Terjemahan :
A : Rapat dari jam 2 ya.
B : Bukan, dari jam 3.
2. Menyangkal terhadap informasi yang diajukan
Fukuhara (2014:209) mengatakan bahwa :
相手の要求する情報を一切与えない、話をズバッと切ってしま
う場合は、相手の情報提示行為に対する否定となる.
Terjemahan :
Apabila tidak memberikan sama sekali informasi yang diminta lawan
bicara dan memotong pembicaraan maka menjadi penyangkalan
terhadap informasi yang diajukan lawan bicara.
Contohnya :
A : こんな時間にどこへ行くの
B : いや、関係ないでしょ
Terjemahan :
A : Jam segini mau pergi kemana?.
B : nggak, nggak ada hubungannya sama kamu.
13
3. Menyangkal pernyataan petutur.
Fukuhara (2014:209) mengatakan bahwa :
命題よりも広い聞き手の考えが含まれる発話内容に対し否定す
るものである.
Terjemahan :
Penyangkalan terhadap pernyataan petutur yang lebih luas dari topik
yang dibicarakan.
1. Contohnya :
A : 付き合うならカッコいい人がいいよね。
B : いや、中身も大事よ。
Terjemahan :
A : kalau bersosialisasi dengan orang keren bagus ya.
B : nggak, yang penting hatinya.
4. Menyangkal petutur dengan cara merendahkan diri
Fukuhara (2014:213) mengatakan bahwa :
聞き手の発話内容を否定しているように見えるが、実際には否
定ではなく、肯定である.
Terjemahan :
Pernyataan yang terlihat seperti menyangkal pernyataan petutur tetapi
sebetulnya bukan penyangkalan melainkan persetujuan.
Contoh :
A : 大学合格したんだって?すごいじゃないか!
B:
いや、全然大したことじゃないですよ!
14
Terjemahan :
A : Sudah lulus kuliah ya? Hebat sekali!
B : Bukan, itu sama sekali bukan hal yang besar!
5. Sebagai Filler (Prolog)
Fukuhara (2014:210) mengatakan bahwa :
フィラーとしての「いや」を、話し手が聞き手に会話への注目と
参加を促す「聞き手意識型フィラー」であると指摘している.
Terjemahan :
“Iya” sebagai pengisi menunjukan penutur mendorong keikutsertaan
dan perhatian pada percakapan dengan petutur (pengisi bentuk kesadaran
petutur).
1. Contohnya :
A:
いや、ちょっとまって、今話してるから。
Terjemahan :
A : ah, tunggu sebentar, karena sekarang saya sedang berbicara.
2. Contohnya :
A:
いや(いやー)、彼には本当にまいったよ。
Terjemahan :
A : ah.. dia beneran kena pukul.
Download