6-sifat-sifat unsur

advertisement
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Unsur merupakan zat kimia yang paling sederhana yang tidak dapat
diuraikan lagi secara kimia menjadi zat yang lebih sederhana. Di dalam
unsur pada umumnya terdapat berupa senyawa, contohnya adalah hidrogen
yang terdapat di dalam air dan natrium yang terdapat pada garam dapur.
Beberapa unsur juga terdapat juga sebagai senyawa dalam keadaan bebas,
seperti oksigen, nitrogen, emas dan belerang. Jenis-jenis unsur tidaklah
terlalu banyak. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan unsur di alam yang
hanya terdapat 90 unsur.
Unsur dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu unsur logam dan
unsur non logam. Pada praktikum kali ini, jenis unsur yang akan dibahas
adalah unsur yang bersifat logam. Dalam sistem periodik unsur, unsurunsur yang bersifat logam berada pada golongan IA dan golongan II A.
Logam alkali adalah unsur-unsur yang termasuk golongan I A
(kecuali hidrogen) yaitu litium, natrium, rubidium, sesium, dan fransium.
Unsur-unsur ini memiliki susunan elektrn ns1 pada kulit terlurnya, bersifat
sangat reaktif dan jika bereaksi dengan air akan membentuk basa kuat.
Logam alkali tanah adalah unsur-unsur yang termasuk golongan II
A, yaitu berilium, magnesium, kalsium, strontium, barium, dan radium.
Logam alkali tanah juga akan membentuk basa apabila bereaksi dengan
air, tetapi biasanya lebih lemah daripada logam alkali. Tidak seperti logam
alkali, alkali tanah tidak semuanya dapat larut dengan air. Unsur-unsur
golongan II A umumnya ditemukan didalam tanah berupa senyawa tidak
larut.
Pada percobaan ini, akan dibahas beberapa sifat-sifat unsur
golongan I A dan II A dalam kereaktifan unsur-unsurnya, kelarutan garam
sulfat serta kelarutan garam hidroksida dari endapan yang terbentuk. Tidak
125
hanya itu, kita juga dapat mengetahui manfaat-manfaatnya dari sifat-sifat
unsur kimia seperti mengetahui kegunaannya yang biasa diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari.
1.2
Tujuan Percobaan
 Mengetahui beberapa sifat-sifat unsur golongan I A dan II A.
 Mengetahui reaksi-reaksi yang terjadi dalam percobaan.
 Mengetahui perbedaan kelarutan antara garam sulfat dan garam
hidroksida.
126
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Dalam sistem periodik, unsur-unsur alkali dan alkali tanah terdapat pada
golongan I A dan II A, merupakn unsur yang sangat rektif jika dibandingkan
dengan unsur pada golongan yang lainnya.(Syukri,1999)
Unsur alkali terletak pada golongan I A (kecuali hydrogen), yaitu litium,
natrium, rubidium, sesium, dan fransium. Unsur alkali ini mempunyai satu
elektron valensi (ns1). Logam alkali merupakan reduktor kuat karena mudah
melepaskan satu elektron pada kulit terluarnya. Reaktifitas unsur ini dalam satu
golongan bertambah dari atas ke bawah. Karena unsur alkali ini sanagt reaktif,
maka tidak terdapat dalam keadaan bebas di alam, tetapi ditemukan dalam bentuk
senyawa. Unsur yang banyak ditemukan di dalam aur tanah dalam bentuk garam
tanah yang terdapat pada silvite (KCL). Karnelite (KCL-MgCl2.6H2O).
(Brady,1999)
Logam alkali ini sangat reaktif, mudah bereaksi dengan air dan oksigen,
maka gas H2 yang dihasilkan akan segera terbakar dan menyala disertai nyala api
dan larutan yang terbentuk akan bersifat basa dan berubah warnanya menjadi
merah saat ditetesi indikator PP (Fenolftalien). Warna merah menggambarkan
bahwa baa yang terbentuk berupa basa kuat. (Syukri, 1999)
Setiqp golongan pada sistem periodik kiia mempunyai sifat fisika dan sifat
kimiawi yang bermacam-macam untuk membedakan dengan golongan yang
lainnya. Sifat fisis (fisika) dari logam alkali dijabarkan dalam tabel di bawah ini.
Sifat
Litium
Natrium
Kalium
Rubidium Sesium
Nomor atom
3
11
19
37
55
Konfigurasi elektron
(He) 2s
(Ne)3s
(Ar) 4s
(Kr) 5s
(Xe) 6s
Jari-jari atom
1,57
1,86
2,31
2,44
2,62
Jari-jari ion
0,60
0,95
1,33
1,48
1,69
Titik cair
181
97,8
63,6
38,9
28,4
Titik didih
1347
883
774
688
678
127
Rapatan
0,53
0,97
0,86
1,53
1,88
(tingkat pertama)
520
496
419
403
376
(tingkat kedua)
7298
4562
3051
2632
2420
keelektronegatifan
1,0
0,9
0,8
0,8
0,7
Kekerasan
0,6
0,4
0,5
0,3
0,3
Daya hantar listrik
17,4
35,2
23,1
13,0
8,1
kuning
ungu
-2,71
-2,92
Energi pengionan
Merah-
Warna nyala
tua
Potensial reduksi
standar
-3,04
Merahbiru
-2,92
biru
-2,92
Secara singkat, dapat ditarik suatu kesimpulan dari tabel sifat fisika
golongan alkali diatas, yaitu sebagai berikut:
1.
Jari-jari atom semakin kebawah semakin membesar
2.
Energi ionisasi, afinitas, elektron, dan keelektronegatifan semakin kebawah
semakin rendah
3.
Kereaktifan unsur semakin ke bawah semakin menguat
4.
Reduktor yang kuat
5.
Bereaksi hebat debgan air, hidrogen, oksigen, dan halogen
6.
Pengantar panas yang baik
7.
Logam yang paing lunak.
Sedangkan bebeapa sifat kimiawi yang dimiliki logam alkali adalah
sebagai berikut:
1.
Mudah bereaksi dengan udara, membentuk oksida dan garam karbonat
2.
Bereaksi dengan beberapa unsur non logam, misalnya dengan oksigen akan
membentuk oksida.
2N + O2 → Na2O
3.
Bereaksi dengan asam klorida, menghasilkan gas hidrogen (H2)
128
2K + 2HCl →2K + H2
Logam-logam alkali dapat bereaksi dengan air, hidrogen, oksigen, serta
halogen. Berikut adalah penjabaran dari reaksi antara logam alkali dengan air,
hidrogen, oksigen, dan halogen.
1.
Reaksi dengan air (H2O)
Semua logam alkali yang bereaksi dengan air akan membentuk basa dan gas
hidrogen. Litium bereaksi lambat, natrium bereaksi hebat, sedangkan kalium,
rubidium, dan sesium akan meledak jika dimasukkan ke dalam air. Oleh
karena itu, reaksi ini sangat eksoterm, dan gas H2 yang terbentuk akan segera
meledak.
2M + 2H2O → 2MOH +H2
2.
Reaksi dengan hidrogen (H2)
Jika dipanaskan, logam alkali dapat bereaksi dengan gas H2, membentuk
hibrida.
2M + H2 → 2MH
3.
Reaksi dengan oksigen (O2)
Logam alkali terbakar dalam oksigen akan membentuk senyawa oksida,
peroksida, atau superoksida. Reaksi yang akan menghasilkan senyawa oksida
adalah seperti berikut.
4M + 2O2 →2M2O
Jika oksigen berlebihan, natrium dapat membentuk senyawa superoksida
dalam oksigen yang belebihan.
M + O2 → MO2
4.
Reaksi dengan halogen (golongan VII A)
Logam alkali bereaksi hebat dengan halogen membentuk garam halida.
2M + X2 → 2MX
di mana X adalah unsur halogen
Alkali mempunyai warna khas dan dapat dibuat melalui proses elektrolisis.
Salah satu ciri khasnya adalah spektrum emiisinya. Unsur-unsur logam dapat
129
teretalisasi dengan memanaskan senyawa pada nyala api, misalnya pembakaran
spritus. Akan lebih baik jika menggunakan garam klorida dikarenakan mudah
menguap. Logam-logam alkali yang berbentuk senyawa banyak dimanfaatkan
dalam kehidupan sehari-hari . beberapa kegunaan logam dan senyawa alkali
diantaranya adalah :
1.
Logam Na digunakan sebagai agen pereduksi, bahan pembuatan TEL (Tetra
Ethyil Lead), cairan pendingin pada reaktor atom, dan penerang jalan raya.
2.
Senyawa natrium digunakan sebagai garam dapur dan industri pada
pembuatan klorin (NaCl), industri
sabun, detergen, plastik, dan kertas
(NaOH), kaca dan sabun (Na2CO3), serta pengembang adonan kue (soda kue
atau NaHCO3)
3.
Litium digunakan sebagai paduan logam (alloy)dengan alumunium dan
magnesium, serta anode pada baterai.
4.
KCl dan K2SO4 digunakan untuk pupuk.
5.
KNO3 digunakan sebagai bahan peledak
6.
Logam Cs dan Rb digunakan sebagai katode pada lampu elektronik
Beberapa cara memperoleh logam alkali adalah sebagai berikut.
1.
Logam Na diperoleh dengan cara elektrolisis NaCl cair pada temperatur
600oC dengan elektroda besi
2.
Logam K diperoleh dengan cara mengalirkan uap natrium dalam lelehan KCl
dan menggunakan prinsip Le Chatelier.
3.
Logam Rb dan Cs diperoleh dengan prinsip Le Chatelier menggunakan logam
Ca sebagai agen produksi.
Dalam sistem periodik, letak unsur-unsur alkali tanah terletak pada
golongan IIA, yaitu satu lajur disebelah kanan golongan alkali. Unsur-unsur
golongan ini disebut alkali tanah karena unsur ini bersifat alkalis (basa) seperti
golongan IA. Unsur golongan IIA adalah Berium (Be), Magnesium (Mg).
Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba),
Radium (Ra). Unsur-unsur ini
mempunyai susunan elektron valensi ns2. Logam alkali tanah juga bersifat
130
reduktor karena mudah melepaskan dua elektron pada klit terluarnya. (Brady,
1999)
Jika dibandingkan dengan logam alkali, logam alkali tanah tidak sereaktif
dengan alkali, selain itu juga daya reduktor logam alkali tanah lebih lemah
daripada logam alkali. Logam alkali tanah juga dapat bereaksi dengan unsur non
logam dan air, kemudian akan membentuk basa dan hidrogen. Berilium tidak
bereaksi engan air ataupaun uap air. Magnesium bereaksi dengan air panas,
sedangkan kalsium, stronsium, dan barium bereaksi dengan air dingin. (Brady,
1999)
M + 2H2O → M(OH)2 + H2
Alkali tanah tidak sereaktif logam alkali, karena dalam satu peiode, jarijari atom alkali tanah lebih kecil daripada alakli, dan energi ionisasi serta
keelektronegatifan alkali tanah lebih besar daripapa alkali. Larutan yang terbentuk
dari reaksi antara logam alkali tanah dengan air akan membentuk larutan basa
yang akan berubah warnanya menjadi merah muda pada saat ditetesi indikator
fenoftalien (PP). Larutan berwarna pink dikarenakan basa yang terbentuk lebih
lemah dibandingkan dengan basa dari logam alkali. (Syukri, 1999)
Sifat-sifat fisika dari logam alkali tanah dapat digunakan didalam tabel
seperti berikut.
Sifat
Be
Mg
Ca
Sr
Ba
Nomor atom
4
12
20
38
56
Konfigurasi elektron
[He] 2s
[Ne] 3s
[Ar] 4s
[Kr] 5s
[Xe] 6s
Titik cair
1278
649
839
769
725
Titk didih
2970
1090
1484
1384
1640
Rapatan
1,85
1,74
1,54
2,6
3,51
899
738
590
590
503
1757
1451
1145
1064
965
Energi
pengionan
tingkat pertama
Energi
tingkat kedua
pengionan
131
Energi
pengionan
14848
7733
4912
4210
3430
1,5
1,2
1,0
1,0
0,9
-1,70
-2,38
-2,76
-2,89
-2,90
Jari-jari atom
1,11
1,60
1,97
2,15
2,17
Jari-jari ion
0,30
0,65
0,99
1,13
1,35
Kekerasan
5
2,0
1,5
1,8
2
Daya hantar listrik
8,8
36,3
35,2
7,0
-
Tidak
Tidak
Jingga
ada
ada
merah
Merah
Hijau
tingkat ketiga
Keelektronegatifan
Potensial
reduksi
standar
Warna nyala
Secara singkat, dapat ditarik suatu kesimpulan dari tabel sifat fisika
golongan alakli tanah diatas, yaitu sebagai berikut.
1.
Jari-jari atom lebih kecil daripada logam alkali seperiode
2.
Titik cair dn kekerasan melebihi alkali
3.
Garam logam alkali tanah mengahasilkan nyala dengan warna-warna tertentu
4.
Energi ionisasi, afinitas elektron, dan kelektronegatifan lebih besar daripada
logam alkali seperiode
5.
Logam alkali tanah kurang reaktif dibanding logam alkali seperiode
6.
Reduktor yang baik (daya reduktor lebih lemah dibandingkan logam alkali).
(Petruci, 1987)
Sedangkan beberapa sifat kimiawi dari logam alkali tanah adalah sebagai
berikut.
1.
Reksi dengan air (H2O)
Kalsium, stronsium, dan barium bereaksi baik dengan air dingin, dan
membentuk basa serta gas hidrogen. Magnesium bereaksi dengan air panas,
dan berilium tidak dapat bereaksi.
M + 2H2O → M(OH)2 + H2
132
2.
Reaksi dengan udara
Semua logam alkali tanah akan terkorosi teru menerus diudara dan
membentuk oksida, hidroksida, atau karbonat, kecuali berilium dan
magnesium. Berilium dan magnesium juga bereaksi dengan oksigen di udara,
tetapi lapisan oksigen yang terbentuk melekat kuat pada permukaan logam
sehingga menghambat korosi berlanjut. Apabila dipanaskan dengan suhu
tinggi, semua logam alkali tanah, termasuk berilium dan magnesium terbakar
di udara membentuk oksida dan nitrat.
2M + O2 → 2MO
3M + N2 → M3N2
3.
Bereaksi dengan halogen (golongan VII A)
Semua logam alkali tanah bereaksi dengan halogen membentuk garam halide.
Lelehan halide dari berilium mempunyai daya hantar listrik yang buruk. Hal
itu menunjukkan bahwa halide berilium bersifat kovalen.
M + X2 → MX2
4.
Reaksi dengan asam dan basa
Semua logam alkali tanah bereaksi dengan asam kuat (seperti HCl)
membentuk garam dan gas hydrogen. Reaksi makin hebat dari atas ke bawah
didalam satu golongan IIA.
M + 2 HCl → MCl2 + H2
Berilium juga bereaksi dengan basa kuat, membentuk Na2Be(OH)4 dan gas
H2.
Be + 2NaOH + 2H2O → Na2Be(OH) 4 + H2. (Petruci, 1987)
Logam alkali terdapat dialam dalam bentuk senyawa, bukan dalam bentuk
unsur bebas. Contohnya adalah gipsum (CaSO4. 2H2O) dan karnalit (MgCl2. KCl.
6H2O). Logam golongan II A ini umunya juga ditemukan berupa senyawa tak
larut. Logam alkali tanah mempunyai beberapa kegunaan, antara lain ;
1.
Berilium digunakan untuk membuat logam campuran dan jendela sinar-X
133
2.
Magnesium dan senyawanya dugunakan untuk membuat logam camuran.
Kembang api, lampu blitz, elapisi tanah dalam pembakaran semen, serta
bahan obat maag.
3.
Kalsium dan senyawanya digunakan sebagai elektroda dalam aki dan
reduktor atau pengikat pengotor dalam pengolahan logam.
4.
Senyawa stronsium digunakan untuk membuat kembang api. (Brady, 1999)
Beberapa cara memperoleh logam alkali tanah adlah sebagai berikut :
1.
Berilium diperoleh melalui elektrolisis lelehan berilium klorida dengan
penambahan suatu elektrolit.
2.
Magnesium diperoleh dari ekstrak karnalit atau dolomit (CaCO3.MgCO3)
dalam proses calcining. (Brady, 1999)
Sifat-sifat unsur logam dalam sistem periodik meliputi jari-jari atom,
keelektronegatifan, energi ionisasi, dan afinitas elektron. Khas jari-jari, dalam satu
golongan, semakin membesar. Sedangkan keelektronegatifan, energi ionisasi, dan
afinitas elektron, dalam satu golongan, semakin keatas, dan dalam satu periodik,
semakin ke kanan, harga-harganya akan bertambah besar. (Syukri, 1999)
134
BAB 3
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1
Alat dan Bahan
3.1.1
3.1.2
3.2
Alat-alat

Tabung reaksi

Gelas kimia

Hot plate

Pipet

Pinset

Gunting
Bahan-bahan

Pita Mg

Logam kalium

Larutan CaCl2 0,1 M

Larutan BaCl2 0,1 M

Larutan H2SO4 1 M

Larutan NaOH 1 M

Akuades

Kertas label
−
Indikator PP
Prosedur Percobaan
3.1.1
Kelarutan Garam Sulfat

Disiapkan 2 tabung reaksi.

Diisi masing-masing tabung reaksi berturut-turut dengan CaCl2
0,1 M dan BaCl2 0.1 M dengan volume masing-masing 1 pipet.

Ditambahkan ke dalam masing-masing tabung reaksi tersebut
larutan H2SO4 1 M masing-masing sebanyak 1 pipet.
135

Diamati endapan yang terbentuk (bandingkan endapan yang
ada pada setiap tabung reaksi).
3.1.2
Kelarutan Garam Hidroksida

Disiapkan 2 tabung reaksi.

Diisi masing-masing tabung reaksi dengan CaCl2 0,1 M dan
BaCl2 0,1 M denagn volume masing-masing 1 pipet.

Ditambahkan kedalam masing-masing tabung reaksi tersebut
larutan NaOH 1 M masing-masing sebanyak 1 pipet.

Diamati endapan yang terbentuk (bandingkan endapan yang
ada pada setiap tabung reaksi).
3.2.3 Reaktifitas Unsur
3.2.3.1 Pita Mg + akuades + indikator PP
 Disiapkan
glas
kimia
dan
diisi
oleh
akuades
secukupnya.
 Dipanaskan akuades tersebut hingga medidih dengan
digunakan hot plate.
 Dimasukkan potongan pita Mg.
 Diamati reaksi yang terjadi (ditandai dengan adanya
gelembung-gelembung gas H2).
 Ditetesi indikator PP dengan pipet.
 Diamati perubahan warna yang terjadi.
3.2.3.2 Logam K + Akuades + indikator PP
 Disiapkan gelas kimia dan diisi akuades secukupnya.
 Dimasukkan
sedikit
logam
kalium
dengan
menggunakan pinset.
 Diamati ledakan kecil yang terjadi (jangan terlalu
dekat).
 Diteteskan indikator PP dengan pipet.
 Diamati perubahan warna yang terjadi.
136
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil Pengamatan
4.1.1
Kelarutan garam sulfat
No.
1.
Percobaan
Pengamatan
CaCl2 0,1M + H2SO4 1M
- Diambil tabung reaksi.
- Dimasukkan
1
pipet
CaCl2 0,1M ke dalam
H2SO4
1M
awalnya
berwarna
bening.
- Larutan H2SO4 1M
tabung reaksi.
- Ditambahkan
- Larutan CaCl2 0,1M
1
pipet
awalnya
ke
dalam
bening.
tabung reaksi tersebut.
berwarna
- Setelah
dicampurkan,
- Diamati.
menghasilkan warna
sedikit
terdapat
keruh
dan
sedikit
endapan.
2.
BaCl2 0,1M + H2SO4 1M
- Diambil tabung reaksi.
- Dimasukkan
1
pipet
BaCl2 0,1M ke dalam
awalnya
tabung reaksi.
- Ditambahkan
H2SO4
1M
1
pipet
ke
dalam
tabung reaksi tersebut.
137
- Larutan BaCl2 0,1M
berwarna
bening.
- Larutan H2SO4 1M
awalnya
berwarna
- Diamati.
bening.
- Setelah
dicampurkan,
menghasilkan warna
putih susu (keruh)
dan terdapat banyak
endapan.
4.1.2
Kelarutan garam hidroksida
No.
1.
Percobaan
Pengamatan
CaCl2 0,1M + NaOH 1M
- Diambil tabung reaksi.
- Dimasukkan
1
pipet
CaCl2 0,1M ke dalam
NaOH
1M
awalnya
berwarna
bening.
- Larutan NaOH 1M
tabung reaksi.
- Ditambahkan
- Larutan CaCl2 0,1M
1
pipet
awalnya
ke
dalam
bening.
tabung reaksi tersebut.
berwarna
- Setelah
dicampurkan,
- Diamati.
menghasilkan warna
merah muda, lamakelamaan
berubah
menjadi bening dan
terdapat
cukup
banyak endapan.
2.
BaCl2 0,1M + NaOH 1M
- Diambil tabung reaksi.
- Dimasukkan
138
1
pipet
- Larutan BaCl2 0,1M
awalnya
berwarna
BaCl2 0,1M ke dalam
tabung reaksi.
- Larutan NaOH 1M
- Ditambahkan
NaOH
1M
bening.
1
pipet
awalnya
ke
dalam
bening.
tabung reaksi tersebut.
- Diamati.
berwarna
- Setelah
dicampurkan,
menghasilkan bening
dan terdapat sedikit
endapan.
4.1.3
Reaktivitas unsur
No.
1.
Percobaan
Pengamatan
Pita Mg + H2O + indicator PP
- Dipanaskan
campuran
antara pita Mg dan H2O.
- Ditetesi indicator PP.
- Reaksi berlangsung
sangat
lambat
sehingga
harus
dipanaskan
dapat
agar
mempercepat
laju reaksi.
- Muncul gelombanggelombang gas H2
pada pita Mg.
- Ketika
ditetesi
indikator PP, larutan
mengalami
perubahan
warna
menjadi merah muda
(pink).
Hal
menggambarkan
139
ini
bahwa
basa
yang
terbentuk
tidak
sekuat basa alkali.
2.
Logam K + H2O + indicator
PP.
- Dicampurkan logam K dan
- Ketika
logam
dimasukkan
H2O pada gelas kimia.
- Ditetesi indicator PP.
K
ke
dalam H2O, terjadi
ledakan
kecil
dan
percikan
api
berwarna ungu muda
dan
menghasilkan
gas H2.
- Ketika ditetesi PP,
larutan
mengalami
perubahan
warna
menjadi merah yang
lebih
tua
jika
dibandingkan dengan
warna
larutan
sebelumnya. Hal ini
menggambarkan
bahwa
basa
yang
terbentuk merupakan
basa kuat.
4.2
Reaksi-reaksi
4.2.1
Reaksi kelarutan garam sulfat
- CaCl2
+
H2SO4 → CaSO4
140
+
2HCl
- BaCl2
4.2.2
4.2.3
+
H2SO4 → BaSO4
+
2HCl
Reaksi kelarutan garam hidroksida
- CaCl2
+
NaOH → Ca(OH)2
+
2NaCl
- BaCl2
+
NaOH → Ba(OH)2
+
2NaCl
Reaktivitas unsur
- Mg
+ 2H2O →
Mg(OH)2
- Mg(OH)2 + indikator PP →
+
H2
larutan menjadi warna merah
muda.
- 2K
+ 2H2O →
2KOH
- KOH + indicator PP
lembayung tua.
141
→
+
H2
larutan menjadi warna merah
4.3
Pembahasan
Unsur-unsur yang sudah ditemukan di alam jumlahnya banyak
sekali. Setiaap unsur memiliki massa dan sifat yang berbeda. Namun, ada
juga beberapa unsur yang memiliki kemiripan sifat. Berdasarkan hal
tersebut, para ilmuwan kimia mengelompokkan unsur-unsur kimia.
Pengelompokkan unsur-unsur kimia tersebut dikenal dengan nama
system periodic. Pengelompokkan unsur-unsur bertujuan memudahkan
penentuan sifat setiap unsur dalam membentuk suatu senyawa.
Sifat periodic adalah sifat yang berubah secara berurutan sesuai
kenaikkan nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode, dan
dari atas ke bawah dalam satu golongan. Sifat-sifat periodic yang akan
dibahas meliputi jari-jari atom, energy ionisasi, afinitas electron, dan
keelektronegatifan.
Jari-jari atom merupakan jarak electron terluar ke inti atom dan
menunjukkan ukuran satu atom. Jari-jari atom sukar diukur sehingga
pengukuran jari-jari atom dilakukan dengan cara mengukur jarak antar
dua atom yang berikatan sesamanya. Dalam satu golongan, jari-jari atom
semakin ke atas cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin
ke atas, kulit electron semakin kecil. Dalam satu periode, jari-jari atom
semakin ke kanan juga cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena
semakin ke kanan jumlah proton dan jumlah electron semakin banyak,
sedangkan jumlah kulit terluar yang berisi electron tetap sama sehingga
tarikan inti terhadapp electron terluar semakin kuat.
Keelektronegatifan adalah bersama tendensi (kecenderungan) suatu
atom untuk menarik electron. Harga keelektronegatifan bersifat relative
(berupa harga perbandingan suato atom terhadap atom yang lain). Dalam
satu golongan, harga keelektronegatifan dari bawah ke atas semakin
besar, dan dalam satu periode, dari kiri ke kanan harga keelektronegatifan
semakin besar. Harga keelektronegatifan penting untuk menentukan
bilangan oksidasi (biloks) unsur dalam suatu senyawa. Jika harga
keelektronegatifan besar, bearti unsur yang bersangkutan cenderung
142
menerima electron dan membentuk biloks negative. Jika harga
keelektronegatifan kecil,
unsur cenderung melepaskan electron dan
membentuk biloks positif. Jumlah atom yang diikat bergantung pada
electron valensinya.
Energi ionisasi adalah nilai energy minimum yang diperlukan atom
netral dalam wujud gas untuk melepas sebuah electron paling luar (yang
terikat paling lemah) membentuk ion positif. Pelepasan electron kedua
(dari ion positif satu) disebut energy ionisasi kedua, pelepasan energy
elektron ketiga disebut energy ionisasi ketiga, dan seterusnya. Harga
energy ionisasi dipengaruhi oleh jari-jari atom dan jumlah electron
valensi atau muatan inti. Semakin kecil jari-jari atom, harga energy
ionisasi akan semakin besar. Semakin besar jari-jari atom, energy ionisasi
akan semakin kecil.
Afinitas electron adalah energy yang dibebaskan oleh suatu atom
dalam wujud gas ketika menerima sebuah electron. Harga afinitas
electron sukar ditentukan secara langsung. Dalam satu golongan, dari
bawah ke atas, afinitas electron bertambah besar, dan dalam satu periode,
dari kiri ke kanan, afinitas electron juga bertambah besar.
Istilah kelarutan (solubility) digunakan untuk menyatakan jumlah
maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut.
Kelarutan, khususnya untuk zat yang sukar larut, dinyatakan dalam mol
L-1. Jadi, kelarutan sama dengan kemolaran larutan jenuh. Tetapan hasil
kali kelarutan (KSP) adalah hasil perkalian konsentrasi ion-ion dalam
larutan jenuh, masing-masing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.
Semakin kecil/sedikit endapan, berarti semakin besar kelarutannya.
Logam alkali (golongan IA) merupakan unsur yang sangat reaktif
dan mudah membentuk ion positif. Selain disebabkan oleh jumlah
electron valensi yang sedikit dan ukuran jari-jari atom yang besar. Sifat
ini juga disebabkan oleh harga ionisasinya yang lebih kecil dibandingkan
unsur logam golongan lain. Kereaktifan logam alkali dapat dibuktikan
dengan kemudahannya bereaksi dengan air, unsur-unsur halogen
143
(golongan VIIA), hydrogen, oksigen, dan belerang. Kereaktifan ini
dipengaruhi oleh electron valensi dari unsur-unsur tersebut dan energy
ionisasinya.
Logam alkali tanah (golongan IIA) merupakan unsur yang bersifat
pereduksi kuat. Semakin ke bawah, sifat pereduksinya semakin kuat. Hal
ini dibuktikan dari kemampuannya bereaksi dengan air yang meningkat
dari berilium ke barium. Selain dengan air, unsur logam alkali tanah juga
dapat bereaksi dengan gas oksigen, halogen, dan nitrogen.
Sifat-sifat fisik dari golongan IA (alkali) adalah sebagai berikut.
1. Jari-jari atom besar, dari atas ke bawah semakin membesar.
2. Energi ionisasi, afinitas electron, dan keelektronegatifan rendah.
3. Merupakan logam lunak.
4. Spektra emisi dengan warna yang menyala (litium = merah; natrium =
kuning; kalium = ungu; rubidium = merah; sesium = biru).
5. Reduktor yang hebat.
6. Titik leleh dan titik didih di atas suhu ruangan (280C)
7. Semua unsur alkali berwujud padat pada suhu ruangan (<280C).
8. Berwujud cair pada suhu lingkungan (>280C).
Selain sifat-sifat fisiknya, juga terdapat sifat kimianya. Logam
alkali adalah logam yang paling reaktif, di mana kereaktifannya
meningkat dari atas ke bawah. Kereaktifan logam ini berkaitan dengan
energy ionisasinya yang rendah, sehingga mudah melepaskan electron.
Hampir semua senyawa alkali bersifat ionic dan mudah larut dalam air.
Unsur-unsur yang termasuk golongan IA (alkali) adalah Li (Litium), Na
(Natrium), K (Kalium), Rb (Rubidium), Cs (Sesium), dan Fr (Fransium).
Unsur-unsur ini memiliki susunan electron pada kulit terluar ns1.
Selain sifat-sifat fisik dan sifat-sifat kimia golongan alkali,
golongan alkali tanah pun juga mempunyai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat
kimia. Sifat fisik dari golongan IIA adalah sebagai berikut.
1. Jari-jari atom lebih kecil daripada logam alkali seperiode.
144
2. Energi ionisasi, afinitas electron, dan keelektronegatifan lebih besar
daripada logam alkali seperiode.
3. Titik cair dan kekerasan melebihi logam alkali.
4. Garam logam alkali tanah menghasilkan nyala dengan warna-warna
tertentu.
- Ca2+
Merah Bata (Jingga Merah)
- Sr2+
Merah Anggur
- Ba2+
Hijau
5. Reduktor yang baik.
Sedangkan sifat-sifat kimia dari alkali tanah adalah kereaktifannya
bertambah dari berilium ke barium. Berilium tidak dapat bereaksi dengan
H2O, magnesium sedikit bereaksi dengan air panas, sedangkan kalsium,
stronsium, dan barium dapat bereaksi dengan air dingin. Unsur alkali
tanah dapat bereaksi dengan air, udara, halogen, serta bereaksi dengan
asam dan basa. Unsur-unsur yang termasuk golongan logam alkali tanah
itu sendiri adalah Be (Berilium), Mg (Magnesium), Ca (Kalsium), Sr
(Stronsium), Ba (Barium), dan Ra (Radium). Unsur-unsur ini memiliki
susunan electron pada kulit terluar ns2.
Kereaktifan logam alkali dan alkali tanah dari atas ke bawah adalah
semakin besar. Hal ini disebabkan karena semakin ke bawah, energy
ionisasinya semakin rendah. Selain itu, dalam satu golongan dari atas ke
bawah, jumlah kulit semakin banyak karena jumlah electron banyak.
Semakin banyak jumlah kulit maka pengaruh daya tarik inti terhadap
electron terluar semakin kecil, akibanya electron terluar sukar tertarik ke
inti jadi ukuran atom semakin besar. Senakin besar jari-jari (ukuran)
atom maka energy ionisasinya semakin kecil dan kereaktifan unsur
semakin besar. Sama halnya dalam satu golongan, dalam satu periode,
semakin besar jari-jari atom, maka energy ionisasinya semakin kecil dan
kereaktifannya pun semakin besar dari kanan ke kiri.
145
Jika kita bandingkan antara logam alkali dengan logam alkali
tanah, kereaktifan logam alkali lebih besar daripada logam alkali tanah.
Hal ini disebabkan karena electron valensi yang hanya berjumlah satu
(ns1), sedangkan alkali tanah electron valensinya adalah dua (ns2), serta
jari-jari atom alkali yang relative lebih besar dibandingkan alkali tanah
yang seperiode.
Pada
percobaan
pertama,
yaitu
kelarutan
garam
sulfat,
dicampurkan larutan CaCl2 0,1M dan larutan BaCl2 0,1M masing-masing
dengan larutan H2SO4 1M pada masing-masing tabung reaksi. Pada
tabung reaksi yang pertama, dicampurkan larutan CaCl2 0,1M dan H2SO4
1M. Sedangkan tabung reaksi yang kedua dicampurkan larutan BaCl2
0,1M dan H2SO4 1M. Mula-mula sebelum dicampurkan, semua warna
larutan adalah bening. Setelah dicampurkan, lalu diamati, maka terjadi
perubahan warna pada masing-masing tabung reaksi. Pada tabung reaksi
pertama, campuran kedua larutan terlihat agak sedikit keruh, dan terdapat
sedikit endapan. Sedangkan pada tabung reaksi yang kedua, campuran
terlihat keruh (putih susu) dan terdapat banyak endapan di dasar tabung
reaksi.
Pada percobaan yang kedua, yaitu kelarutan garam hidroksida,
dicampurkan larutan CaCl2 0,1M dan larutan BaCl2 0,1M masing-masing
dengan larutan NaOH 1M pada masing-masing tabung reaksi. Pada
tabung reaksi yang pertama, dicampurkan larutan CaCl2 0,1M dan NaOH
1M. Sedangkan tabung reaksi yang kedua dicampurkan larutan BaCl2
0,1M dan NaOH 1M. Mula-mula sebelum dicampurkan, semua warna
larutan adalah bening. Namun, setelah dicampurkan dan diamati, maka
terjadi perubahan warna larutan yang berbeda. Pada tabung reaksi
pertama, setelah dicampurkan, warna larutan berubah menjadi merah
muda, dan lama-kelamaan warnanya kembali berubah menjadi bening
dan terdapat banyak endapan. Sedangkan pada tabung reaksi yang kedua,
larutan tetap terlihat bening dan terdapat sedikit endapan di dasar tabung
reaksi.
146
Pada percobaan yang ketiga, yaitu percobaan tentang reaktivitas
unsur, juga dilakukan dua percobaan. Untuk yang pertama, dicampurkan
pita Mg dan H2O di gelas kimia dan dilakukan pemanasan agar reaksi
dapat berjalan lebih cepat. Setelah mendidih, larutan tetap terlihat bening
dan muncul gelembung-gelembung gas H2 pada pita Mg. Kemudian
larutan ditetesi indicator PP (Fenoftalien). Beberapa saat kemudian
larutan mengalami perubahan warna menjadi merah muda/pink. Warna
merah muda menggambarkan bahwa basa yang terbentuk lebih lemah
daripada basa alkali. Untuk percobaan yang kedua, dimasukkan sedikit
logam K dengan pinset ke dalam gelas kimia yang sudah berisi air.
Ketika logam K dimasukkan, timbul ledakan kecil dan sedikit percikan
api berwarna ungu muda dan menghasilkan gas H2. Sangat jelas terlihat
bahwa reaksi terjadi sangat cepat dan spontan. Kemudian, ditetesi
indicator PP pada larutan tersebut, dan larutan mengalami perubahan
warna menjadi merah lembayung tua, lebih tua daripada percobaan yang
sebelumnya. Hal itu menunjukkan bahwa basa yang terbentuk merupakan
basa kuat, lebih kuat daripada basa alkali tanah.
Berdasarkan percobaan pertama, kita akan melihat bagaimana
kelarutan garam sulfat dari alkali tanah. Pada campuran CaCl2 dan H2SO4
terlihat sedikit endapan, bahkan hampir tidak ada. Sebaliknya pada
campuran BaCl2 dan H2SO4 terdapat cukup banyak endapan. Hal ini
membuktikan bahwa semakin kecil/sedikit endapan, berarti semakin
besar kelarutannya. Di dalam system periodic, logam Ca berada di atas
logam Ba. Logam Ca memiliki sedikit endapan, artinya larutan tersebut
kelarutannya besar. Sedangkan logam Ba di dalam system periodic
berada di bawah logam Ca, memiliki endapan yang cukup banyak, itu
artinya kelarutannya kecil. Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan
bahwa kelarutan garam sulfat dalam satu golongan dari atas ke bawah
semakin kecil. Mulai dari berilium sulfat mudah larut sampai dengan
radium sulfat yang tidak dapat larut dalam air. KSP BeSO4> KSP MgSO4>
KSP CaSO4> KSP SrSO4> KSP Ba SO4> KSP RaSO4. KSP adalah tetapan
147
hasil kali kelarutan, yaitu hasil perkalian konsentrasi ion-ion dalan
larutan jenuh, masing-masing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.
Semakin mudah senyawa itu larut, maka semakin besar hasil kali
kelarutan senyawa tersebut.
Pada percobaan kedua, akan dilihat bahwa kelarutan garam
hidroksida dari senyawaa alkali tanah. Pada campuran CaCl2 dan basa
NaOH, terdapat banyak endapan garam. Sedangkan pada campuran
larutan BaCl2 dan NaOH, terdapat sedikit endapan. Logam Ca di dalam
system periodic berada di atas logam Ba, memiliki banyak endapan,
artinya kelarutannya kecil. Sebaliknya, logam Ba yang pada system
periodic berada di bawah logam Ca, memiliki sedikit endapan, itu artinya
kelarutannya besar. Dari pengamatan yang dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa kelarutan garam hidroksida dalam satu golongan dari
atas ke bawah semakin besar. KSP Be(OH)2< KSP Mg(OH)2< KSP
Ca(OH)2< KSP Sr(OH)2< KSP Ba(OH)2< KSP Ra(OH)2.
Dari percobaan kelarutan garam sulfat dan garam hidroksida dapat
dilihat perbedaan antara masing-masing kelarutannya. Kelarutan garam
sulfat dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil. Hal ini
disebabkan oleh endapan yang terbentuk. Semakin ke bawah letak unsur
dalam system periodic, endapan yang terbentuk akan semakin banyak.
Sebaliknya, berbeda dengan kelarutan garam sulfat, garam hidroksida
besar kelarutannya dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin
kecil. Hal ini dapat dilihat dari endapan yang terbentuk, yaiut semakin ke
bawah letak unsur dalam system periodic, maka endapan yang terbentuk
akan semakin sedikit.
Berdasarkan percobaan terakhir, yaitu tentang reaktivitas unsur,
dilakukan dua jenis percobaan yang dimaksudkan untuk melihat
perbandingan kereaktifan unsur logam alkali dan alkali tanah terhadap
air. Reaksi yang terjadi saat pita Mg dimasukkan ke dalam air
berlangsung sangat lambat, sehingga harus dipanaskan di atas hot plate
agar reaksi yang berlangsung dapat berjalan lebih cepat. Sedangkan
148
reaksi yang terjadi saat logam K di masukkan ke air, berlangsung secara
spontan dan sangat cepat, dan juga timbul ledakan kecil serta percikan
api berwarna ungu muda. Dari kedua percobaan tersebut dapat
disimpulkan bahwa unsur logam alkali (golongan IA) lebih besar
kereaktifannya daripada unsur logam alkali tanah (golongan IIA). Selain
itu juga, dalam satu golongan, kereaktifan bertambah dari atas ke bawah
sejalan dengan bertambahnya jari-jari atom. Selain itu juga disebabkan
karena jumlah electron valensi yang lebih sedikit, energy ionisasi dan
keelektronegatifan yang lebih kecil, sehingga kereaktifan logam alkali
lebih besar daripada kereaktifan logam alkali tanah.
Setelah diamati kereaktifannya terhadap air, kemudian diamati lagi
sifat basa yang terkandung. Saat campuran pita Mg dan air ditetesi
indicator PP, larutan tersebut berubah menjadi warna merah muda (pink).
Sedangkan saat campuran logam K dan air ditetesi indicator PP, larutan
mengalami perubahan warna menjadi merah yang lebih tua daripada
warna pada larutan campuran pita Mg dengan air. Hal ini
menggambarkan bahwa semakin tua warna larutan setelah ditetesi
indicator PP, maka sifat basa yang terkandung pada larutan tersebut
semakin kuat, sehingga KOH merupakan basa yang lebih kuat daripada
Mg(OH)2. Indikator PP digunakan pada percobaan ini karena indicator
PP (Fenoftalien) berfungsi untuk mengidentifikasi ion OH- pada larutan,
yaitu bahwa larutan yang terbentuk dari ion OH- akan bersifat basa.
Trayek indicator PP adalah dengan trayek PH 8,2<x<10,0 dengan warna
trayek tak berwarna-merah. Jika PH di bawah 8,2 maka larutan akan
berwarna bening. Sedangkan jika PH larutan di atas 10,0 maka larutan
akan berwarna merah. PH basa adalah antara 7<x<14.
Tabel perbedaan antara unsur logam alkali dengan alkali tanah
adalah sebagai berikut.
No
1
2
3
Sifat
Jari-jari atom
Energi ionisasi
Keelektronegatifan
Alkali
Besar
Kecil
Kecil
149
Alkali tanah
Tidak sebesar alkali
Lebih besar dari alkali
Lebih besar dari alkali
4
5
6
Afinitas elektron
Kereaktifan
Sifat basa
7
8
9
10
11
12
Reaksi terhadap air
Potensial reduksi
Reduktor
Bentuknya di alam
Elektron valensi
Kekerasan logam
Kecil
Sangat reaktif
Basa kuat
Semua unsurnya
dapat bereaksi
Kecil
Kuat
Mineral-mineral
1
lunak
Lebih besar dari alkali
Kurang reaktif
Tidak sekuat basa alkali
Be tidak dapat, Mg bereaksi
lambat
Lebih besar dari alkali
Tidak sekuat alkali
Senyawa
2
lebih keras dari alkali
Dalam percobaan sifat-sifat unsur ini, ditemukan beberapa faktor
kesalahan. Beberapa faktor kesalahan tersebut diantanya adalah.
1.
Larutan CaCl2 telah tercemar sebelumnya, sehingga pada saat
dicampurkan dengan larutan NaOH, larutan berubah warna menjadi
merah muda.
2.
Alat-alat praktek yang digunakan seperti pipet dan tabung reaksi
tidak dibilas dengan akuades sebelum digunakan, sehingga dapat
mempengaruhi reaksi-reaksi yang berlangsung.
3.
Reaksi pita Mg dengan air ketika dipanaskan tidak terjadi secara
optimal, karena pita Mg terlalu cepat dicampurkan ke dalam
akuades sebelum mendidih lebih dahulu. Hal itu mempengaruhi
hasil kali kelarutan larutan tersebut.
150
BAB 5
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
-
Alkali dan alkali tanah merupakan 2 golongan unsur logam yang
reaktif. Golongan alkali mempunyai electron valensi 1 yaitu dengan
konfigurasi elektron ns1. Sedangkan alkali tanah mempunyai electron
valensi 2 yaitu dengan konfigurasi electron ns2. Hal ini menunjukkan
elektropositif dan merupakan reduktor. Jari-jari atom golongan alkali
lebih besar daripada alkali tanah. Sebaliknya, enerrgi ionisasi dan
keelektronegatifan alkali tanah lebih besar daripada alkali. Hal ini
membuat alkali lebih reaktif daripada alkali tanah. Basa yang berasal
dari alkali juga lebih kuat daripada basa yang berasal dari alkali tanah.
-
Reaksi antara larutan CaCl2 dengan H2SO4 menghasilkan HCl dan
endapan CaSO4 dalam jumlah yang sedikit. Reaksi antara larutan
BaCl2 dengan H2SO4 menghasilkan HCl dan endapan BaSO4 dalam
jumlah banyak. Reaksi antara larutan CaCl2 dengan NaOH
menghasilkan Ca(OH)2 dan endapan NaCl dalam jumlah yang cukup
banyak. Sedangkan reaksi antara larutan BaCl2 dengan NaOH
menghasilkan Ba(OH)2 dan endapan NaCl dalam jumlah yang sedikit.
Reaksi antara logam Mg dan air menghasilkan basa Mg(OH)2 dan
gelembung gas H2, dan setelah diteteskan indicator PP, warna larutan
berubah menjadi merah muda. Reaksi antara logam K dengan air
menghasilkan KOH dan gas H2 yang segera terbakar dan terjadi
ledakan kecil, dan setelah diteteskan dengan indicator PP warna
larutan berubah menjadi merah lembayung yang lebih tua.
-
Kelarutan garam sulfat dalam 1 golongan dari atas ke bawah semakin
kecil, sedangkan kelarutan garam hidroksida dalam 1 golongan dari
atas ke bawah semakin besar.
151
5.2
Saran
-
Sebaiknya dilakukan percobaan terhadap sifat-sifat unsur yang lainnya
yang akan diteliti, seperti afinitas electron, keelektronegatifan, dan
sebagainya.
-
Sebaiknya digunakan juga percobaan terhadap kelarutan garam sulfat
dan garam hidroksida dengan menggunakan larutan yang lainnya,
seperti MgCl2, SrCl2, KCl, dan sebagainya.
152
153
Download