Farmasi pada masa Renaessance

advertisement
4. Farmasi pada masa Renaessance (Pencerahan ) dan awal Eropa modern
Renaessance adalah awal periode modern. Perubahan yang telah terjadi di Eropa pada abad pertengahan ( 400-1453), distimulasi lebih lanjut dengan kultur
yang telah mendapatkan momentumnya. Perubahan dan kemajuan yang diperoleh
disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
- Jatuhnya Istambul (1453) ke penguasa Turki yang menyebab
kan para ilmuwan Yunani hijrah ke Barat dengan membawa
ilmu dan buku-bukunya.
- Johan Gutenberg menemukan mesin cetak yang dapat di pindah-pindah, serta mulainya revolusi informasi.
- Columbus menemukan benua baru
- Vasco da Gama menemukan jalan laut menuju India
- Perdagangan yang memanfaatkan uang dan bank telah muncul.
- Penyakit sipilis melanda Eropa
Masa ini merupakan waktu timbulnya ide-ide baru melalui telaah ulang tematema klasik dan dilakukannya eksplorasi di laut dan di laboratorium. Saatnya telah tiba untuk membuang konsep Galen tentang penyakit dan obat. Obat-obat
yang sebelumnya belum dikenal telah didatangkan dari tempat-tempat jauh.
Salah satu nilai yang paling berharga bagi Farmasi dengan kemajuan dunia
cetak adalah diterbitkannya buku formula Dispensatorium (1546) yang ditulis
oleh Valerius Cardus. Di kota Nurenberg buku ini digunakan sebagai buku standard resmi untuk pembuatan obat, dan secara umum buku ini oleh para ahli sejarah dianggap sebagai buku Farmakope pertama.
Di sisi lain ide untuk menerbitkan suatu farmakope yang mempunyai status resmi
, yang diikuti oleh semua apoteker, bermula di kota Florence. Nuovo Receptario
yang aslinya berbahasa Italia, telah diterbitkan dan menjadi standard resmi pada
tahun 1498. Ini merupakan hasil kerja sama antara organisasi Apoteker dan Orga
nisasi profesi kesehatan yang lain. Hal ini merupakan salah satu manifestasi paling awal hubungan konstruktif antar profesi. Kelompok profesional ini mendapatkan masukan dan arahan dari Sovonarola, seorang pemuka agama Dominikan,
yang sangat berpengaruh dikalangan politisi di kota Florence.
Paracelsus yang ketika lahir bernama Philipus Aureolus Theoprastus Bombastus
von Hohenheim (1493) menentang ide-ide Galen, Ibn Sina dan para ahli pengobatan
lainnya, menimbulkan pemikiran-pemikiran kompleks pada masa Renessance.
Paracelsus merupakan penganjur yang sangat penting dalam penggunaan ilmu kimia
dalam membuat obat-obatan yang berasal dari tumbuhan ataupun mineral.
Gambar 10. Farmakope pertama di Florence. Savonarola tampak
duduk di kursi depan
Paracelsus yang mencetuskan “doctrin of signature” yang mengatakan bahwa Tuhan telah memberikan petunjuk untuk apa tumbuhan tersebut digunakan. Se
bagai
contoh, misalnya tumbuhan yang mempunyai bentuk batang seperti tulang –
tulang patah digunakan untuk pengobatan patah tulang. Berlainan dengan sistem
allopathy, homeopathy adalah sistem pengobatan yang berdasarkan bahwa suatu
zat dalam konsentrasi yang rendah dapat digunakan untuk obat kesakitan yang
disebabkan oleh zat tersebut dalam keadaan normal. Untuk pertama kali
Paracelcus menyebut dasar dari pengobatan tersebut dengan istilah similia
similibus curantur, like cures like dan ubi venenum ibi remedium, where the
poison, there the remedy. Pandangan ini menganggap bahwa tidak ada zat secara
esensi sebagai racun. Dia bersifat racun atau obat hanya tergantung kepada
dosisnya.
Anjurannya untuk menggunakan proses kimia dalam penyiapan obat-obatan telah
mendorong tumbuhnya farmasi modern. Proses kimia seperti misalnya destilasi te
lah membantu para pengikutnya untuk mengisolasi zat berkhasiat dari tumbuhan.
Keberhasilan dalam penyiapan bahan obat ini telah ditulis dalam buku-buku peng
obatan dan masuk ke dalam praktek pengobatan profesional. Hal ini merupakan
lompatan besar dalam sejarah farmasi khususnya di dalam penyiapan obat. Kimia
telah diadopsi menjadi alat untuk penyiapan salah satu kebutuhan manusia yaitu
obat.
Paracelsus dan para pengikutnya menjadi orang-orang terdepan di bidang kimia
pada abad ke XVI. Farmasis Johan Hartman ( 1568 –1631 ) sebagai contoh, ada
lah profesor ilmu kimia yang pertama di Universitas di Eropa. Hal ini berkelanjut
an melalui abad XVII, XVIII dan abad XIX ketika ilmu kimia timbul sebagai
profesi yang terpisah.
Download