Agama Islam - Universitas Mercu Buana

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Pendidikan
Agama Islam
Sumbangan Islam dalam Menciptakan
Peradaban Dunia
Fakultas
Program Studi
Psikologi
Psikologi
Tatap Muka
02
Kode MK
90002
Abstract
Disusun Oleh
Dian Febrianingsih, M.S.I
Kompetensi
Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw telah - Mampu menjelaskan dan
membawa bangsa Arab yang semula terbelakang, bodoh,
menguraikan Islam dan kerangka
tidak terkenal dan diabaikan oleh bangsa-bangsa lain,
dasar Islam
menjadi bangsa yang maju. Islam bergerak dengan cepat
- Mampu memahami implementasi
mengembangkan dunia, membina satu kebudayaan dan
akhlak islami terhadap Allah swt,
peradaban yang sangat penting dalam kehidupan sejarah
sesama manusia dan lingkungan
peradaban manusia hingga saat ini.
- Mampu mengetahui perkembangan
Islam dan sumbangan Islam pada
peradaban dan perubahan dunia.
- Mengetahui sejarah perkembangan
Islam pada masa lalu dan kondisi
saat ini
2015
1
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Agama Islam
Pengertian Agama
Agama bukan berasal dari bahasa Arab, sebab dalam bahasa Arab tidak
dikenal istilah “Ga”. Dalam bahasa Arab dikenal istilah “addiin” artinya kepatuhan,
kekuasaan, atau kecenderungan. Jika dirangkaikan dengan Allah, maka menjadi
“diinullah”. Agama boleh jadi berasal dari gabungan kata “a” dan “gama”. “a” artinya
tidak dan “gama” artinya kacau, jadi agama artinya tidak kacau. Agama merupakan
terjemahan dari bahasa Inggris “religion” atau religi artinya kepercayaan dan
penyembahan kepada Tuhan. Secara etimologi, arti agama dari segi bahasa adalah:
a. Suatu jalan yang harus diikuti, supaya manusia dapat sampai ke suatu tujuan
yang mulia dan suci
b. Sesuatu yang tidak berubah (kekal)
c. Suatu jalan yang tidak kacau, tenang, tenteram dan teratur
d. Suatu cara untuk mencapai ridha Tuhan.
Pengertian agama secara terminologi adalah peraturan-peraturan Tuhan untuk
manusia melalui para Rasul Nya untuk menggapai kebahagiaan dunia akherat.
Klasifikasi Agama
Ditinjau dari sumbernya, agama dibagi ke dalam dua golongan yaitu:
1. Agama wahyu (samawi/ langit) dengan ciri-ciri:
a. Berasal dari wahyu Allah swt, jadi bukan ciptaan manusia atau siapapun
b. Ajaran ketuhanannya monotheisme (tauhid) mutlak
c. Disampaikan oleh para Rasul atau Nabi
d. Mempunyai kitab suci yang otentik, asli bersih dari campur tangan manusia
e. Ajaran-ajarannya bersifat tetap, tidak berubah-ubah
2. Agama budaya (ardhi/ bumi) dengan ciri-ciri:
a. Hasil pemikiran atau perasaan manusia
b. Ajaran ketuhanannya dinamisme atau politheisme, bahkan animisme
c. Tidak disampaikan oleh Nabi atau Rasul Allah
d. Pada umumnya, tidak memiliki kitab suci. Kalaupun ada adalah hasil
pemikiran manusia yang suka mengalami perubahan-perubahan
Islam adalah nama dari agama wahyu yang diturunkan oleh Allah swt kepada
Rasul Nya untuk disampaikan kepada umat manusia.
2015
2
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pengertian Islam
1. Secara etimologi
Kata Islam berasal dari kata “aslama” yang berarti tunduk, patuh dan berserah
diri. Islam adalah nama dari agama wahyu yang diturunkan oleh Allah swt
kepada Rasul Nya untuk disampaikan kepada umat manusia. Pengertian Islam
lainnya menurut bahasa berasal dari bahasa Arab, yaitu:
a. “salima-yuslimu-salman” yang artinya selamat, selamat dunia akherat.
Sebagaimana tercantum dalam QS Al Maidah (5) : 16 berikut ini:





  









 
“dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan
orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang
dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”
b. Dari asal kata itu dibentuk kata “aslama-yuslimu-tasliiman” yang artinya
menyerah atau tunduk, menaati atau mematuhi segala perintah Allah swt,
sebagaimana tercantum dalam QS An Nisa (4): 65 berikut ini:








    







“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga
mereka
menjadikan
kamu
hakim
terhadap
perkara
yang
mereka
perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu
keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima
dengan sepenuhnya”.
2015
3
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
c. Bentuk lain adalah “silmun” artinya damai dengan Allah swt dan damai
dengan makhluk lain. Sebagaimana tercantum dalam QS Al Baqarah (2): 208
berikut ini:









  
    
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan,
dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu
musuh yang nyata bagimu”
2. Secara terminologi
Menurut istilah, pengertian Islam adalah tunduk dan menyerah kepada Allah swt,
lahir batin. Maka jalan yang ditempuh adalah melaksanakan segala perintah Nya
dan menjauhi segala laranganNya, sesuai dengan cara Rasulullah saw, dalam
kehidupan umat Islam sehari-hari.
Kerangka Dasar Islam
Mengikuti sistematika iman, islam dan ihsan yang berasal dari Nabi
Muhammad saw, dapat dikemukakan bahwa kerangka dasar Islam terdiri dari:
1. Aqidah
Menurut ilmu yang menyelidiki asal usul kata serta perubahanperubahan
dalam
bentuk
dan makna (etimologi)
adalah
ikatan,
sangkutan. Menurut ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi
istilah atau peristilahan (terminologi) makna aqidah adalah iman,
keyakinan. Karena itu, aqidah selalu ditautkan dengan rukun iman yang
merupakan asas seluruh ajaran Islam yang terdiri dari:
a. Iman (percaya) kepada Allah
b. Iman kepada malaikat
c. Iman kepada kitab suci
d. Iman kepada Nabi dan Rasul
e. Iman kepada hari akhir
f.
2015
4
Iman kepada qadha dan qadar
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Aqidah Islam merupakan ushuluddin, akar dan pokok agama Islam
(Esa, 1986, dalam Ali Daud Muhammad). Pembahasan tentang aqidah
dilakukan oleh ilmu kalam yaitu ilmu hasil penalaran atau ijtihad manusia
yang membahas dan menjelaskan tentang kalam Ilahi (mengenai aqidah)
atau disebut juga dengan ilmu tauhid karena membahas dan menjelaskan
tentang keesaan Allah (tauhid) atau meminjam istilah asing, kini sering
dipergunakan istilah teologi yaitu ilmu tentang ketuhanan.
2. Syariah
Menurut etimologi, syariah artinya adalah jalan (ke sumber atau mata
air) yang harus ditempuh oleh setiap umat Islam. Menurut istilah, syariah
adalah sistem norma (kaidah) Ilahi yang mengatur hubungan manusia
dengan Allah swt, hubungan manusia dengan sesama manusia dalam
kehidupan sosial, hubungan manusia dengan benda dan alam lingkungan
hidupnya.
Kaidah yang mengatur hubungan langsung manusia dengan Allah swt
disebut dengan kaidah ibadah atau kaidah ubudiyah yang disebut juga
dengan kaidah ibadah murni (mahdhah), kaidah yang mengatur
hubungan manusia selain dengan Allah swt (dengan sesama manusia,
dan dengan alam lingkungan hidup) disebut dengan kaidah muamalah.
Disiplin ilmu yang khusus membahas dan menjelaskan syariat disebut
dengan ilmu fiqih.
3. Akhlak
Sikap yang menimbulkan kelakuan baik dan buruk. Berasal dari kata
khuluq yang berarti perangai, sikap, perilaku, watak, budi pekerti.
Perkataan itu mempunyai hubungan dengan sikap, perilaku, atau budi
pekerti manusia terhadap Khaliq (Pencipta alam semesta) dan makhluk
(yang diciptakan). Dalam garis besarnya, ajaran akhlak berkenaan
dengan sikap dan perbuatan manusia terhadap:
a. Khaliq (Tuhan maha pencipta)
b. Makhluk (segala yang diciptakan oleh Khaliq), yang terdiri dari:
1) Akhlak terhadap sesama manusia, yakni diri sendiri, keluarga,
tetangga, dan masyarakat
2) Akhlak terhadap makhluk bukan manusia yang ada di sekitar
lingkungan hidup.
Akhlak manusia terhadap Allah swt dibahas dan dijelaskan oleh ilmu
tasawuf, sedang akhlak manusia terhadap sesama ciptaan Allah swt
dibahas dan dijelaskan oleh ilmu akhlak.
2015
5
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Implementasi Akhlak Islami terhadap Allah swt, Manusia dan
Lingkungan
Pengertian akhlak dan akhlak Islami
Kata akhlak dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa arab akhlaq,
bentuk jamak dari kata khuluq atau al-khulq, yang secara etimologis antara lain
berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. (Rachmat Djatnika, dalam Ali,
Daud Muhammad).
Akhlak Islami adalah keadaan yang melekat pada jiwa manusia. Karena itu,
suatu perbuatan baru dapat disebut pencerminan akhlak, jika memenuhi beberapa
syarat yaitu:
1. Dilakukan berulang-ulang
2. Timbul dengan sendirinya, tanpa dipikir-pikir atau ditimbang berulangulang karena perbuatan itu telah menjadi kebiasaan baginya.
(Ensiklopedi Islam, dalam Ali, Daud Muhammad).
Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Ia dengan takwa,
merupakan “buah” pohon Islam yang berakarkan akidah, bercabang, dan berdaun
syariah. Pentingnya kedudukan akhlak, dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah
Rasulullah saw, diantaranya yaitu:
1. Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”
2. Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik
akhlaknya”
Akhlak Nabi Muhammad saw yang diutus menyempurnakan akhlak manusia
itu, disebut dengan akhlak Islam atau akhlak Islami, karena bersumber dari wahyu
Allah swt yang kini terdapat dalam al Qur’an yang menjadi sumber utama agama dan
ajaran Islam.
2015
6
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pembagian akhlak
Secara garis besar, akhlak terbagi menjadi dua yaitu:
1. Akhlak terhadap Allah swt atau Khaliq (Pencipta)
Akhlak ini dijelaskan dan dikembangkan oleh ilmu tasawuf dan tarekattarekat. Akhlak terhadap Allah swt meliputi:
a. Mencintai Allah swt melebihi cinta kepada apapun dan siapapun
dengan menggunakan Al Qur’an sebagai pedoman hidup.
b. Melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya
c. Mengharapkan dan berusaha memperoleh ridho Allah swt
d. Mensyukuri nikmat dan karunia Allah swt
e. Menerima dengan ikhlas qadha dan qadar setelah berikhtiar maksimal
f.
Memohon ampun hanya kepada Allah swt
g. Bertaubat hanya kepada Allah swt
h. Tawakkal (berserah diri) kepada Allah swt.
2. Akhlak terhadap makhluk atau semua ciptaan Allah swt
Akhlak ini dijelaskan oleh ilmu akhlak (ethics). Ilmu akhlak dilihat dari
sudut etimologi adalah upaya untuk mengenal budi pekerti, perangai,
tingkah laku, atau tabiat seseorang sesuai dengan esensinya.
Dipandang dari terminologi, ilmu akhlak adalah ilmu yang menentukan
batas antara baik dan buruk, antara yang terpuji dengan yang tercela
tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin. Akhlak
terhadap makhluk dapat dibagi menjadi dua yaitu:
a. Akhlak terhadap manusia, yang meliputi:
1) Akhlak terhadap diri sendiri, yang mencakup:
a) Memelihara kesucian diri
b) Menutup aurat
c) Jujur dalam perkataan dan perbuatan
d) Ikhlas
e) Sabar
f)
Rendah hati
g) Malu melakukan perbuatan jahat
h) Menjauhi dengki
i)
Menjauhi dendam
j)
Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain
k) Menjauhi segala perkataan dan perbuatan sia-sia
2015
7
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2) Akhlak terhadap Rasulullah saw, yang mencakup:
a) Mencintai Rasulullah saw secara tulus dengan mengikuti
semua sunnahnya
b) Menjadikan Rasulullah saw sebagai suri teladan dalam hidup
3) Akhlak terhadap orang tua, yang mencakup:
a) Mencintai mereka berdua
b) Merendahkan diri kepada keduanya dengan kasih sayang
c) Berkomunikasi dengan orang tua dengan khidmat
d) Berbuat baik
e) Mendoakan kedua orang tua
4) Akhlak terhadap keluarga, karib kerabat yang mencakup:
a) Saling membina rasa cibta dan kasih sayang dalam kehidupan
keluarga
b) Saling menunaikan kewajiban untuk memperoleh hak
c) Berbakti kepada ibu bapak
d) Mendidik anak-anak dengan kasih sayang
e) Memelihara hubungan silaturrahmi
5) Akhlak terhadap tetangga, yang mencakup:
a) Saling mengunjungi
b) Saling membantu
c) Saling memberi
d) Saling menghormati
e) Saling menghindari pertengkaran dan permusuhan
6) Akhlak terhadap masyarakat, yang mencakup:
a) Memuliakan tamu
b) Menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam kehidupan
bermasyarakat
c) Saling tolong menolong dalam kebajikan dan takwa
d) Menganjurkan anggota masyarakat, termasuk diri sendiri dan
orang lain untuk amar ma’ruf nahi munkar
e) Memberi makan kepada fakir miskin
f)
Bermusyawarah dalam segala urusan
g) Mentaati putusan yang telah diambil
h) Menunaikan amanah
i)
2015
8
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Menepati janji
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
b. Akhlak terhadap bukan manusia, yang meliputi:
1) Akhlak terhadap makhluk hidup bukan manusia, misalnya akhlak
terhadap tumbuhan dan hewan
2) Akhlak terhadap mahkluk mati bukan manusia, misalnya akhlak
terhadap tanah, air, udara dan sebagainya.
Akhlak tersebut dapat disebut dengan akhlak terhadap lingkungan
hidup, yang mencakup:
a) Sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup
b) Menjaga dan memanfaatkan alam untuk kepentingan manusia dan
makhluk lainnya
c) Sayang kepada sesama makhluk
Sejarah Perkembangan Peradaban Islam
Pengertian peradaban Islam
Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab “al hadharah al
islamiyyah”. Kata Arab ini sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan
kebudayaan Islam. Kebudayaan dalam bahasa Arab adalah ats tsaqafah. Di
Indonesia,
sebagaimana
mensinonimkan
dua
di
kata
Arab
dan
tersebut,
Barat,
masih
kebudayaan
dan
banyak
orang
peradaban.
yang
Dalam
perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah tersebut dibedakan, yaitu:
1. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu
masyarakat. Lebih banyak direfleksikan dalam seni, sastra, religi (agama),
dan moral.
2. Peradaban adalah manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan
teknologis yang terefleksi dalam politik, ekonomi dan teknologi. (Effat Al
Sharqawi, dalam Badri Yatim).
Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw telah membawa
bangsa Arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal, dan diabaikan oleh
bangsa-bangsa lain, menjadi bangsa yang maju. Islam dengan cepat bergerak
mengembangkan dunia, membina satu kebudayaan dan peradaban yang sangat
penting artinya dalam sejarah manusia hingga sekarang. Bahkan, kemajuan Barat
pada mulanya bersumber dari peradaban Islam yang masuk ke Eropa melalui
Spanyol.
2015
9
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Menurut H.A.R Gibb didalam bukunya Whither Islam (dalam Badri Yatim)
menyatakan “Islam is indeed much more than a system of theology, it is a complete
civilization”; Islam sesungguhnya lebih dari sekedar sebuah agama, ia adalah suatu
peradaban yang sempurna. Karena yang menjadi pokok kekuatan dan sebab
timbulnya kebudayaan adalah agama Islam, kebudayaan yang ditimbulkannya
dinamakan dengan kebudayaan atau peradaban Islam.
Landasan peradaban Islam adalah “kebudayaan Islam” terutama wujud
idealnya yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilainilai, norma peraturan dan sebagainya. Sementara landasan “kebudayaan Islam”
adalah agama. Jadi dalam Islam, tidak seperti pada masyarakat yang menganut
agama “bumi” (non-samawi), agama bukanlah kebudayaan tetapi dapat melahirkan
kebudayaan. Kalau kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia,
maka agama Islam adalah wahyu dari Tuhan.
Banyak penulis Barat yang mengidentikkan “kebudayaan” dan “peradaban”
Islam dengan “kebudayaan” dan “peradaban” Arab. Untuk masa klasik, pendapat itu
mungkin dapat dibenarkan, meskipun sebenarnya antara “Arab” dan “Islam” tetap
bisa dibedakan. Karena, pada masa itu pusat pemerintahan hanya satu dan untuk
beberapa abad sangat kuat. Peran bangsa Arab di dalamnya sangat dominan.
Semua wilayah kekuasaan Islam menggunakan bahasa yang satu, bahasa Arab,
sebagai bahasa administrasi. Pada masa klasik memang terwujud apa yang
dinamakan dengan kesatuan budaya Islam.
Pada masa sesudahnya, Periode Pertengahan dan Periode Modern, sudah
terdapat “kebudayaan-kebudayaan” dan “peradaban-peradaban” Islam. Walaupun
pada masa pertengahan umat Islam masih memandang bahwa tanah airnya adalah
satu, yaitu wilayah kekuasaan Islam, agama masih dilihat sebagai tanah air dan
kewarganegaraan.
Urgensi Mempelajari Sejarah Peradaban Islam.
Sejarah
mencatat
kondisi
kebesaran
Islam
berkat
kemajuan
ilmu
pengetahuan dan teknologi, dimana pada waktu dunia Islam menjadi kiblat
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Sejarah memiliki nilai dan arti
penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Hal tersebut dikarenakan
sejarah menyimpan atau mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan
dinamisme dan melahirkan nilai-nilai baru bagi perkembangan kehidupan manusia.
2015
10
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dengan mengkaji sejarah peradaban Islam, manfaat yang dapat diperoleh yaitu:
1. Informasi tentang aktifitas peradaban Islam dari zaman Rasulullah sampai
sekarang,
mulai
dari
pertumbuhan,
perkembangan,
kemajuan,
kemunduran, dan kebangkitan kembali agama Islam.
2. Kemauan untuk melakukan pembangunan dan pengembangan peradaban
Islam dan dapat pula menyelesaikan problematika peradaban Islam pada
masa kini, serta dapat memunculkan sikap positif terhadap berbagai
perubahan sistem peradaban Islam.
Periodisasi Peradaban Islam.
Kajian tentang peradaban Islam sekarang ini memang sudah menganut pendapat
bahwa kebudayaan Islam tidak lagi satu, tetapi sudah terdapat beberapa
“peradaban” Islam. Pembagian sejarah peradaban Islam sebagai berikut:
1. Islam periode klasik (650-1250 M) yang terdiri dari:
a. Islam masa Rasulullah saw (610-632 M)
Rasulullah melakukan dakwah Islam di Makkah selama 13 tahun dan di
Madinah selama 10 tahun. Keberhasilan dakwah Rasulullah ditandai dengan
pembentukan negara Madinah. Dalam diri Rasulullah terkumpul dua
kekuasaan yaitu kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi. Kedudukannya
sebagai Rasul secara otomatis merupakan kepala negara. Terdapat tiga
dasar kehidupan bermasyarakat di Madinah yaitu:
1) Pembangunan masjid
2) Ukhuwah islamiyah
3) Hubungan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam
yang diberi nama “Konstitusi Madinah”.
b. Islam masa Khulafaur Rasyidin (632-650 M)
1) Abu Bakar Ash Shiddiq
2) Umar Bin Khattab
3) Utsman bin Affan
4) Ali bin Abi Thalib
2. Kemajuan Islam I (650 – 1000M)
a. Khilafah Bani Umayyah di Damaskus Syria (650 – 740 M)
b. Khilafah Bani Abbasiyah di Baghdad Irak (750 – 1258 M)
2015
11
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Masa Disintegrasi (1000-1258 M)
Disintegrasi terjadi karena beberapa sebab yaitu:
a. Dinasti-dinasti banyak yang memerdekakan diri dari Baghdad
b. Terjadinya perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan
c. Perang Salib
d. Mundurnya kejayaan khilafah dinasti Abbasiyah
4. Masa kejayaan Islam di Spanyol
Islam memainkan peran yang sangat besar di Spanyol yang berlangsung lebih
dari 7.5 abad. Sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol dapat dibagi
menjadi 6 periode yaitu:
a. Periode pertama (711-755 M) masih dibawah pemerintahan khilafah Dinasti
Umayyah di Damaskus
b. Periode kedua (755 – 912)
Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang
bergelar amir (panglima atau gubenur) tetapi tidak tunduk kepada pusat
pemerintahan Islam yang ketika itu dipegang oleh khilafah Abbasiyah di
Baghdad Irak.
c. Periode ketiga (912-1013 M)
Pada periode ini, umat Islam di Spanyol mencapai puncak kemajuan dan
kejayaan, melebihi khilafah dinasti Abbasiyah di Baghdad yang memang
sedang mengalami masa kemunduran.
d. Periode keempat ( 1013 – 1086 M)
Pada periode ini, Spanyol terpecah menjadi lebih dari 30 negara kecil di
bawah pemerintahan raja-raja golongan (muluk at thawaif) yang berpusat di
Sevilla.
e. Periode kelima (1086-1248 M)
Pada periode ini, meskipun Spanyol Islam masih terpecah dalam beberapa
negara, tetapi terdapat kekuatan dominan yaitu dinasti Murabithun dan dinasti
Muwahhidun. Pada periode ini, seluruh Spanyol lepas dari kekuasaan Islam
kecuali Granada.
f.
Periode keenam (1248 – 1492 M)
Pada periode ini, Islam hanya berkuasa di Granada di bawah dinasti bani
Ahmar. Kekuasaan Islam yang merupakan pertahanan terakhir di Spanyol ini
berakhir, karena perebutan kekuasaan. Kekuasaan Islam di Spanyol secara
keseluruhan berakhir pada tahun 1492 M. Umat Islam setelah itu dihadapkan
pada 2 pilihan: masuk Kristen atau pergi meninggalkan Spanyol. Dan pada
tahun 1609 M, boleh dikatakan tidak ada lagi umat Islam di Spanyol.
2015
12
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
5. Masa Kemunduran Islam (1250 – 1500 M)
Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1259 ke tangan bangsa Mongol bukan
saja mengakhir khilafah Abbasiyah, tetapi juga merupakan awal dari masa
kemunduran politik dan peradaban Islam. Baghdad sebagai pusat kebudayaan
dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu
ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol di bawah pimpinan
Hulagu Khan.
Selain serangan dari Hulagu Khan dan pasukannya, terdapat penyerangan
yang lain yang juga masih keturunan bangsa Mongol yaitu Timur Lenk yang
sebenarnya sudah masuk Islam, tetapi sisa-sisa kebiadaban dan kekejaman
masih melekat kuat.
Dari dua serangan ke bangsa Islam saat itu, ada negeri Islam yang selamat
dari kehancuran yaitu Mesir yang ketika itu berada di bawah kekuasaan dinasti
Mamalik yaitu dinasti yang didirikan oleh para budak. Dinasti Mamalik berakhir
seiring dengan lahirnya kerajaan Usmani di Turki.
6. Masa Tiga Kerajaan Besar (1500-1800 M)
Setelah khilafah Abbasiyah runtuh akibat serangan bangsa Mongol, kekuatan
politik Islam mengalami kemunduran secara drastis. Wilayah kekuasaan Islam
terbagi dalam beberapa kerajaan kecil yang satu sama lain bahkan saling
memerangi. Keadaan politik umat Islam secara keseluruhan baru mengalami
kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar yaitu:
a. Kerajaan Usmani di Turki
b. Kerajaan Safawi di Persia
c. Kerajaan Mughal di India
7. Masa kemunduran tiga Kerajaan Besar (1700 – 1800 M)
8. Perkembangan Islam pada Masa Modern (1800 – sekarang)
a. Latar belakang perkembangan Islam modern:
1) Kemunduran kerajaan-kerajaan Islam terutama 3 kerajaan besar.
2) Kemajuan Bangsa Eropa (Renaissance)
3) Imperialisme Bangsa Eropa terhadap Dunia Islam dengan misi 3M
yaitu mercenary (keuntungan), missionary (agama), dan military
(militer)
b. Faktor perkembangan Islam modern yaitu:
1) Kesadaran melakukan pembaharuan pemikiran, politik dan peradaban
2) Kemerdekaan negara mayoritas Islam dari penjajahan bangsa Barat
2015
13
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
c. Aspek-aspek Kebangkitan dalam Perkembangan Islam Zaman Modern
1) Aspek aqidah (purifikasi)
2) Aspek syariah (tajdid)
3) Aspek ilmu pengetahuan
4) Aspek politik yang meliputi:
a) Gerakan Pan Islamisme (persaudaraan sesama umat Islam
sedunia)
b)
Gerakan Nasionalisme
5) Aspek pendidikan
Tokoh dalam Perkembangan Islam pada Masa Modern:
a. Muhammad bin Abdul Wahab (Saudi Arabia)
b. Syah Waliyullah (India)
c. Muhammad Ali Pasya (Turki)
d. Rifa’ah Badawi Rafi’ Al Tahtawi (Mesir)
e. Sayyid Ahmad Khan (India)
f.
Jamaluddin Al Afghani (Afghanistan)
g. Muhammad Abduh (Mesir)
h. Muhammad Rasyid Ridha (Syam, Palestina)
2015
14
i.
Muhammad Iqbal (Pakistan )
j.
Ayatullah Khomaeni (Iran)
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Abbas, Syubli & Shamad, Nawawi A. 2014. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Lentera Ilmu
Cendekia
Ali, Muhammad Daud. 2006. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Aminuddin dkk. 2005. Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi Umum. Bogor:
Penerbit Ghalia Indonesia
Buchori, Didin Saefuddin. 2009. Sejarah Politik Islam. Jakarta: Pustaka Intermasa
Yatim, Badri. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
2015
15
Pendidikan Agama Islam
Dian Febrianingsih, M.S.I
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download