Hukum Islam - Nur Chanifah

advertisement
Hukum Islam
Definisi Hukum Islam:
Hukum yang bersumber dan merupakan
bagian dari ajaran Islam.
Hukum Islam
Syari’at
Ditetapkan secara
langsung dan
tegas oleh Allah
Fiqh
Ditetapkan pokokpokoknya saja dan
perlu dikembangkan
dengan ijtihad
Syari’at landasan fiqh
SYARI’AT
Fiqh ialah pemahaman
orang tentang syari’at
1. Wahyu Allah di dalam Al-Qur’an dan
Sunnah Rosul
2. Bersifat konstan dan tetap berlaku
di sepanjang zaman, abadi
3. Tidak boleh disesuaikan dengan situasi
dan kondisi
4. Fundamental
5. Ruang lingkup lebih luas
6. Menunjukkan kesatuan dalam Islam
FIQH
1. Hasil karya manusia
2. Bersifat fleksibel dan elastis
3. Tidak harus berlaku universal
4. Dapat disesuaikan dengan situasi
dan kondisi
5. Mengenal perubahan,
6. Instrumental
7. Ruang lingkup terbatas
8. Disandarkan pada ulama mujtahid
Sifat Hukum Islam
Bidimensional
Adil
Individualistik dan Kemasyarakatan
Bidang Hukum Islam
Ibadah
Mu’amalah
Hukum Islam Vs Demokrasi
Pancasila
Hukum Islam: syari’at
dan Fiqih
 Sumber: al-Qur’an
dan Hadith
 Madzhab Fiqih: Maliki,
Hanafi, Syafi’I, Hanbali

Demokrasi Pancasila:
OTODA
 Sumber: Pancasila
dan UUD 1945
 OTODA: Jatim,
Kaltim, Sulsel,dll

Pancasila Vs al-Qur’an





Ketuhanan Yang Maha
Esa
Kemanusiaan yang adil
dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam
permusyawaratan
perwakilan
Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat
Indonesia





Surat al-Ikhlas ayat 1
Surat al-Maidah ayat
35
Surat ali Imron ayat
103 dan 105
Surat Syura ayat 28
Surat al-Nisa’ ayat 135
Agama ≠ Demokrasi
Agama berasal dari wahyu
 Demokrasi berasal dari pergumulan
pemikiran filofis manusia
 Tidak ada yang mampu menjelaskan
secara eksplisit adanya hubungan
simbiosis-mutualisme antara agama dan
demokrasi

Tetapi. . .
 Dalam
kaitan yang bersifat dialektis agama
dan demokrasi saling mendukung.
agama
 Agama
demokrasi
memberikan dukungan positif
terhadap demokrasi
 Demokrasi memberikan peluang bagi
proses pendewasaan kehidupan
beragama.
Latar Belakang
Agama
• Pada tataran teologisnya,
menyediakan formulasiformulasi etika dan moral yang
dapat dikembangkan dalam
konteks demokrasi.
Demokrasi
• Paradigma yang paling
mendasar karena hakikat etika.
• Sebagai satu-satunya bentuk
kenegaraan yang memiliki
legitimasi etika.
Jadi. .
Agama dan demokrasi mempunyai
kandungan etis yang sama.
Demokrasi Islam dianggap sebagai
sistem yang mengukuhkan konsepkonsep Islami yang sudah lama
berakar.
Konsep-konsep Islami :
o Musyawarah (syura)
o Persetujuan (ijma’)
o Penilaian Interpretative yang mandiri
(Ijtihad)
Musyawarah
Musyawarah merupakan konsekuensi politik
kekhalifahan manusia.
 Masalah musyawarah juga dijelaskan di AlQur’an surat al-Syura : 28, yang isinya kepada
para pemimpin dalam kedudukan apapun
untuk
menyelesaikan
masalah
yang
dipimpinnya dengan cara musyawarah.
 Dengan
demikian, tidak akan terjadi
kesewenang-wenangan
dari
seorang
pemimpin terhadap rakyat yang dipimpinnya.

Persetujuaan
Persetujuan (konsensus) telah lama diterima sebagai konsep
pengesahan resmi dalam hukum Islam.
 Konsensus memainkan peranan yang menentukan dalam
perkembangan hukum Islam dan memberikan sumbangan
yang sangat besar pada tafsir hukum.
 Konsep konsensus memberikan dasar bagi penerimaan
sistem yang mengakui suara mayoritas.
 Dikarenaka tidak adanya rumusan yang pasti mengenai
stuktur negara dalam Al-Qur’an, legitimasi negara
bergantung pada sejauh mana organisasi dan kekuasaan
negara mencerminkan kehendak umat. Atas dasar inilah
konsensus dapat menjadi legitimasi sekaligus prosedur
dalam suatu demokrasi islam.

Ijtihad
Konsep ini merupakan langkah kunci menuju
penerapan perintah Tuhan disuatu tempat atau
waktu.
 Ijtihad dapat berupa seruan untuk melakukan
pembaharuan radikal.
 Dalam Islam kekuasaan berasal dari kerangka AlQur’an.
 Saat ini yang harus dilakukan adalah melakukan
ijtihatuniversal di semua tingkatan. Sudah
selayaknya saat ini dilakukan pemikiran ulang yang
mendasat untuk membuka jalan bagi munculnya
eksplorasi. Inovasi dan kreatifitas.

Download