PPT KLKP Pertemuan 5.

advertisement
JASA-JASA BANK
KOMPUTERISASI LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN, MANAJEMEN, 2 SKS
TUJUAN PERKULIAHAN




Mahasiswa memahami mengenai jasa-jasa bank
Mahasiswa memahami mekanisme kerja jasa yang
diberikan bank
Mahasiswa memahami manfaat jasa yang diberikan
bank terhadap kemudahan transaksi nasabah.
Mahasiswa memahami mengenai pendapatan bank
yang didapat dari fee dari pelayanan jasa keuangan
yang diberikan kepada nasabah
Latar Belakang

Tugas utama bank adalah menghimpun dana
masyarakat dan menyalurkannya kembali
dalam bentuk kredit (pinjaman). Selain itu,
bank juga menawarkan jasa-jasa untuk
membantu kelancaran lalu lintas pembayaran,
baik lokal maupun internasional. Jasa tersebut
umumnya dikenal dengan istilah jasa
keuangan.
Keuntungan Bank




Bank melaksanakan jasa ini tidak hanya untuk menarik
perhatian nasabah sematamata, namun juga untuk mencari
keuntungan yang disebut dengan fee based
Keuntungan pokok perbankan didapat dari selisih bunga
simpanan dengan bunga kredit (spread based).
Bank juga memperoleh keuntungan dari biaya transaksi yang
diberikan dalam jasa-jasa bank lainnya (fee based).
Bentuk keuntungan dari jasa-jasa bank ini  biaya
administrasi, by.kirim, by.tagih, by.provisi, by.sewa, by.iuran,
dll
Jenia Jasa-Jasa Bank
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Kiriman uang (transfer)
Kliring (clearing)
Inkaso (collection)
Safe Deposit Box (SDB)
Bank Card
Bank Notes
Travellers Cheque
Letter of Credit (L/C)
Bank Garansi dan Referensi Bank
Memberikan jasa-jasa di Pasar Modal
Menerima setoran-setoran: pembayaran listrik, telepon, air,
pajak, dll
12. Melakukan pembayaran: gaji, pensiun, bonus, dividen, dll
Transfer
Pengiriman uang (transfer) adalah jasa pelayanan bank untuk mengirimkan
sejumlah uang (dana) dalam rupiah atau valuta asing kepada pihak lain
(perusahaan, lembaga atau perorangan) di suatu tempat (dalam/luar
negeri) sesuai dengan permintaan pengirim.
Besarnya biaya kirim tergantung sarana yang digunakan dan jarak tempat
tujuan pengiriman.
Dalam proses transfer, terdapat 4 pihak yang terlibat :




Remitter, yaitu pihak yang mengajukan permohonan pengiriman uang.
Beneficiary, yaitu pihak yang menerima pengiriman uang dari remitter.
Remitting Bank, yaitu bank yang melakukan pengiriman uang berdasarkan
permintaan remitter.
Paying Bank, yaitu bank yang melakukan pembayaran uang kepada
benefeciary.

Transfer dapat dibagi ke dalam 2 golongan :
 Transfer keluar, transfer yang terjadi karena bank bertindak
sebagai remitting bank.
 Transfer masuk, transfer yang diterima bank dan bank yang
bersangkutan bertindak sebagai paying bank
Sarana yang digunakan dalam jasa transfer tergantung kemauan
nasabah. Sarana yang dipilih akan memperngaruhi kecepatan
pengiriman dan besarnya biaya pengiriman. Sarana yang biasa
digunakan adalah:

Surat

Telex

Telepon/Handphone

Faksimile

On line komputer, dll
Cara Pengiriman Uang :
Pengiriman uang cara on line (interbranch transfer),
EFT (electronic fund transfer)
Pengiriman uang dengan telex (Telegrafic Transfer)
Pengiriman dengan SWIFT (Society Worldwide
Interbank Fund Transfer)
Pengiriman dengan Cek Dalam Negeri (Bank Draft)
Pengiriman dengan Cek Luar Negeri atau IMO
(International Money Order)
Keuntungan transfer :
A. Bagi nasabah :

Pengiriman uang lebih cepat

Aman sampai tujuan
 Pengiriman dapat dilakukan lewat telepon/handphone/media lain,
melalui pembebanan rekening
 Prosedur mudah dan murah
 Dapat mengirimkan kebeberapa tempat tujuan sekaligus
 Pengiriman uang dapat dilakukan dengan cara pembebanan rekening
nasabah yang bersangkutan
B. Bagi Bank akan memperoleh:

Biaya kirim

Biaya provisi dan komisi

Pelayanan kepada nasabah
Kliring
Merupakan jasa penyelesaian hutang piutang (penagihan cek atau BG)
antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan
dikliringkan di lembaga kliring.
Lembaga kliring adalah lembaga yang dibentuk dan dikoordinir oleh bank
Indonesia setiap hari kerja. Bank yang ikut kliring disebut dengan peserta
kliring dan merupakan bank yang sudah memperoleh izin dari BI.
Tujuan utama dilaksanakan kliring oleh BI, antara lain :



Untuk memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral antar
bank diseluruh indonesia
Agar perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilaksanakan lebih
mudah, aman dan efisien
Salah satu pelayanan bank kepada nasabah masing-masingnya terutama
dalam hal keamanan dan biaya yang dikeluarkan.

Warkat-warkat yang dapat dikliring/diselesaikan dilembaga kliring adalah
warkat yg berasal dari dalam kota sperti : Cek, Giro Bilyet (BG), Wesel
Bank, Surat bukti penerimaan transfer dari luar kota, Lalu lintas Giral
(LLG)/nota kredit.
Proses penyelesaian warkat-warkat kliring di lembaga kliring terdari dari:
a. Kliring keluar, yaitu membawa warkat-warkat kliring ke lembaga kliring dan
menyerahkan kepada yang berhak. Kliring keluar terdiri dari penyerahan
surat-surat debet keluar dan penyerahan Nota Kredit keluar (LLG)
b. Kliring masuk, menerima warkat di lembaga kliring dan diproses dibank yang
bersangkutan. Kliring masuk terdiri dari penerimaan surat-surat debet masuk
dan Nota Kredit masuk (LLG)
c. Pengembalian kliring (clearing retour), yaitu pengembalian warkat-warkat
kliring yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.
Beberapa alasan penolakan kliring pada penerimaan warkat-warkat kliring
dalam kliring masuk. Penolakan pembayaran cek atau BG disebabkan:
a. Cek atau BG salah
b. Tanggal cek atau BG belum jatuh tempo
c. Materai tidak ada atau tidak cukup
d. Jumlah yang tertulis di angka & huruf berbeda
e. Tanda tangan tidak sama/berbeda
f. Coretan / perubahan tidak ditanda tangani
g. Cek atau BG sudah kadaluarsa
h. Resi belum kembali
i. Endorsment cek tidak benar
j. Rekening sudah ditutup
k. Dibatalkan penarikan
l. Rekening diblokir oleh berwajib
m. Kondisi cek atau BG rusak atau tidak sempurna
n. Dan alasan lainnya
Skema Sistem Kliring Elektronik
Pak U mempunyai
tabungan di Bank X
CEK
Bank A
CEK
Bank A
Penyerahan warkat kliring
(Session I)
2
BI
BANK X
Penerimaan/Penolakan
Warkat (Session II)
CEK
Bank A 1
Barang
CEK
Bank A
Penerimaan Warkat
(Pertemuan I/pagi)
BANK A
Pak E mempunyai
giro di Bank A
Warkat Kliring
•
•
•
•
•
•
Cek
Bilyet Giro
Wesel Bank Untuk
Transfer
Surat Bukti Penerimaan
Transfer
Nota Debet
Nota Kredit
Sistem Kliring
•
•
•
•
Manual
Semi Otomasi
Otomasi
Elektronik
Penyelesaian Akhir
(Settlement)
Pemindahbukuan rekening giro
masing-masing Bank di
BANK Indonesia
MAKER (DRAWER)
DATE
PAYEE
The paper cheque is just
a carrier of information.
AMOUNT
CURRENCY
DRAWEE
BANK
DRAWEE BANK
NUMBER
CHEQUE
NUMBER
AUTHORIZED
SIGNATURE OF
MAKER’S AGENT
DRAWER
ACCOUNT
NUMBER
Electronic transmission is
better.
We dematerialize the cheque
(remove the paper).
06130018184310143700000000010000USD065200356425020010130
DRAWEE
BANK
NUMBER
DRAWER
ACCOUNT
NUMBER
CHEQUE
NUMBER
AMOUNT
CURRENCY
PAYEE
BANK
NUMBER
Only the information is sent to the clearing house
PAYEE
ACCOUNT
NUMBER
DATE
Inkaso
Merupakan penagihan warkat-warkat kliring yang terdapat di
luar wilayah kliring bank yang bersangkutan (luar kota/negeri).
Proses penyelesaian Inkaso yang dilakukan oleh bank dibagi
kedalam 2 bagian :
 Inkaso berdokumen, di mana surat-surat yang diinkasokan
disertai oleh dokumen yang mewakili surat/barang tersebut.
 Inkaso tidak berdokumen, surat yang diinkasokan tidak diwakili
dokumen yang mewakili surat/barang tersebut.
Keuntungan Inkaso :
Menghemat biaya
Menghemat waktu
Menghindari risiko kehilangan
Safe Deposit Box
Safe Deposit Box (SDB) merupakan jasa-jasa bank
yang diberikan kepada nasabahnya, dengan jalan
menyewakan kepada nasabah yang berkepentingan
untuk menyimpan dokumen atau benda-benda
berharga miliknya.
Kegunaan dari SDB : untuk menyimpan surat-surat
berharga dan surat-surat penting seperti: sertifikat
deposito, sertifikat tanah, saham, obligasi, surat
perjanjian, akte kelahiran, surat nikah, ijazah, paspor,
dan surat/dokumen lainnya.
SDB juga dapat digunakan untuk menyimpan bendabenda berharga seperti:
Emas, mutiara, berlian, intan, permata, dan benda
yang dianggap berharga lainnya.
Larangan menyimpan barang-barang di SDB adalah
sbb: Narkotik dan sejenisnya, bahan yang mudah
meledak, dan larangan lainnya.
Keuntungan bagi bank dengan membuka jasa SDB
kepada masyarakat adalah sbb: biaya sewa, uang
setoran jaminan yang mengendap, pelayanan
nasabah
Keuntungan bagi nasabah pemegang SDB:
a. Menjamin kerahasiaan barang-barang yang disimpan, karena
pihak bank tidak perlu tahu isi SDB selama tidak melanggar
aturan yang telah ditentukan sebelumnya.
b. Keamanan dokumen juga terjamin, hal ini disebabkan:
 Peralatan keamanan canggih
 SDB terbuat dari baja tahan api
 Terdapat dua buah anak kunci dimana SDB hanya dapat
dibuka dengan kedua kunci tersebut yang masing-masing
dipegang oleh bank dan nasabah
 Tidak dapat dibuka oleh salah satu pihak, apakah nasabah
pemegang SDB maupun bank
Biaya yang dikenalkan kepada nasabah yang menyewa
SDB ada dua macam yaitu:
a. Biaya sewa yang besarnya tergantung ukuran box
yang diinginkan serta jangka waktu sewa. Biaya
sewa biasanya dibayar per tahun.
b. Setoran jaminan, meruapakan biaya pengganti,
apabila kunci yang dipegang oleh nasabah hilang
dan box harus dibongkar. Akan tetapi, jika tidak
terjadi masalah, maka apabila SDB tidak
diperpanjang setoran jaminan dapat diambil kembali.
Bank Card

Bank card merupakan “kartu plastik” yang
dikeluarkan oleh bank yang diberikan kepada
nasabahnya untuk dapat dipergunakan sebagai
alat pembayaran di tempat-tempat tertentu
seperti : supermarket, pasar swalayan, hotel,
restoran, tempat hiburan, dsb. Kartu ini juga
dapat berfungsi sebagai ATM/kartu dapat
diuangkan.
Sistem kerja bank card :
a. Cara kerja kartu ini dimulai dari nasabah mengajukan permohonan
sebagai pemegang kartu dengan memenuhi segala peraturan yang
ada
b. Bank anak menerbitkan kartu bila “disetujui” dan diserahkan ke
nasabah
c. Dengan kartu ini pemegang kartu berbelanja di suatu tempat
dengan bukti pembayaran
d. Pihak pedagang akan menagihkan ke bank dan bank akan bayar
sesuai perjanjian
e. Bank akan menagih ke pemegang kartu berdasarkan bukti
pembelian dengan disertai suku bunga
f. Pemegang kartu akan membayar sejumlah nominal yang tertera
sampai batas waktu yang ditentukan.
Macam-macam Bank Card
Dari segi fungsi :
* Charge card
* Credit card
* Debet card
* Cash card
* Check guarantee
Berdasarkan wilayah :
* Kartu kredit lokal
* Kartu kredit internasional
Keuntungan Bank Card
Keuntungan bagi pihak bank dan lembaga pembiayaan:
 Iuran tahunan
 Bunga
 Biaya administrasi
 Biaya denda
Keuntungan bagi pemegang kartu :
• Kemudahan berbelanja
• Kemudahan memperoleh uang tunai
• Bonafiditas
Keuntungan bagi pedagang (merchant) :
 Meningkatkan omset penjualan
 Sebagai bentuk pelayanan
Kartu Kredit
Kartu kredit merupakan salah satu bank card yang mampu menggantikan
fungsi uang sebagai alat pembayaran. Kartu kredit dikeluarkan oleh bank atau
lembaga pembiayaan lainnya yang diberikan kepada nasabah.
3 pihak yang terlibat langsung untuk setiap transaksi penggunaan dan
pembayaran kartu kredit :

Bank dan Lembaga Pembiayaan, pihak pembayar kartu kredit yang
ditagihkan oleh pedagang (merchant)

Pedagang (merchant), mitra bank dan lembaga pembiayaan, sebagai
tempat belanja bagi pemegang kartu.

Pemegang Kartu (cardholder), nasabah yang namanya tertera dalam kartu
kredit sekaligus merupakan pihak yang berhak menggunakan kartu kredit
tersebut.
Sistem kerja kartu kredit:
1.
Nasabah mengajukan permohonan sebagai pemegang kartu dengan
memenuhi segala peraturan yang telah ditetapkan oleh bank atau
perusahaan pembiayaan.
2.
Bank atau perusahaan pembiayaan akan menerbitkan kartu, apabila
disetujui, setelah melakukan penelitian terhadap kredibilitas (kepercayaan
dan capabilitas (kemampuan) calon nasabah, kemudian kartu tersebut
diserahkan ke nasabah pemegang kartu.
3.
Dengan kartu yang telah disetujui pemegang kartu dapat melakukan
pelbagai transaksi pembelanjaan atau pembayaran di berbagai tempat
yang mengikat perjanjian dengan bank atau perusahaan pembiayaan atau
mengambil uang tunai di berbagai ATM.
Apabila nasabah melakukan transaksi, maka sistem kerja penagihannya adalah
sebagai berikut :
1. Pemegang kartu melakukan transaksi dengan menunjukkan kartu dan
menandatangani bukti belanja untuk memastikan kepemilikan kartu.
2. Pihak pedagang akan menagihkan ke bank atau lembaga pembiayaan
berdasarkan bukti transaksi dengan nasabah dengan pihak pedagang.
3. Bank atau lembaga pembiayaan akan membayar kembali kepada pedagang
sesuai dengan perjanjian yang telah mereka sepakati
4. Bank atau lembaga pembiayaan akan menagih ke pemegang kartu
berdasarkan bukti transaksi sampai batas waktu yang telah ditentukan
5. Pemegang kartu akan membayar sejumlah nominal yang tertera sampai
batas waktu yang telah ditentukan dan apabila terjadi keterlambatan, maka
nasabah akan dikenakan denda yang disertai suku bunga yang telah
ditetapkan.
Bank Notes
Bank notes merupakan uang kartal yang dilekuarkan dan diterbitkan oleh
bank di luar negeri. Bank notes dikenal dengan istilah “devisa tunai”.
Pengelompokan bank notes berdasarkan kategori sbb:




o
o
Bank notes mudah diperjualbelikan
Nilai tukar terkendali/stabil
Frekuensi penjualan sering terjadi
Dan pertimbangan lainnya
Dalam setiap transasi jual beli bank notes ada 2 macam kurs yang
digunakan :
Kurs jual pada saat menjual bank notes, artinya dalam hal ini nasabah
membeli bank notes
Kurs beli pada saat bank membeli bank notes, artinya dalam hal ini
nasabah
menjual bank notes
Alasan bank tidak menerima penjualan dan pembelian
bank notes yaitu:
a.Kondisi bank notes cacat/rusak
b.Tergolong dalam valuta lemah
c.Tidak memiliki persediaan
d.Diragukan keabasahannya
Contoh bank notes kuat: USD, SGD, GBP, AUD. DEM,
YPN, HKD. Sedangkan bank notes yang lemah: ITL,
NLG, FRF, CAD, NZD, MYR,THB
Travellers Cheque

Travellers Cheque dikenal dengan nama cek
wisata atau cek perjalanan yang biasa
digunakan oleh mereka yang hendak
berpergian atau sering dibawa turis. Travellers
Cheque diterbitkan dalam pecahan-pecahan
tertentu seperti halnya uang kartal dan
diterbitkan dalam mata uang rupiah dan mata
uang asing.
Perbedaan antara personal cheque dengan travellers cheque
Persenoal Cheque
1. Umurnya mak. 70 hari
2. Hanya dapat diuangkan pada
bank di mana dibuka rekening
3. Besarnya nilai cek ditulis pada
saat penerbitan cek
4. Dikenakan bea materai
5. Tanda tangan dibubuhkan pada
saat cek diterbitkan
6. Dapat ditandatangani lebih dari
dua orang
7. Cek biasa pada hakikatnya
adalah pencairan dana dibank
8. Cek biasa jika hilang, maka
tidak dapat digantikan
Travellers Cheque
1. Umurnya tidak dibatasi tergantung dari
bank yang menerbitkan
2. Dapat dibelanjakan dan diuangkan di
berbagai tempat yang punya hubungan
dengan bank yang mengeluarkan
3. Besarnya nilai travellers cheque dalam
bentuk pecahan tertentu
4. Tidak dikenakan materai
5. Tanda tangan dibubukkan dua kali, yaitu
pada saat pembelian dan pencairan
6. Hanya ditandatangani oleh sat orang
(yang berhak)
7. TC pada hakikatnya bukan berasal dari
simpanan di bank
8. TC jika hilang daipat diganti sesuai
dengan nominal yang hilang tersebut.
Letter of Credit / LC
LC merupakan salah satu jasa bank yang
diberikan kepada masyarakat untuk
memperlancar arus barang (ekspor – impor)
termasuk barang dalam negeri (antarpulau).
Kegunaan LC adalah untuk menampung dan
menyelesaikan kesulitan-kesulitan dari pihak
pembeli (importir) maupun penjual (eksportir)
dalam transaksi dagangannya.
Jenis-jenis L/C antara lain:
a. Revocable L/C
Merupakan L/C yang setiap saat dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh
bank pembuka (opening bank) tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada
benefeciary.
b. Irrevocable L/C
Kebalikan dari revocable yaitu L/C yang tidak dapat dibatalkan atau diubah tanpa
persetujuan dari semua pihak yang terlibat.
c. Sight L/C
Merupakan L/C yang syarat pembayarannya langsung pada saat dokumen
diajukan oleh eksportir kepada advise bank
d. Usance L/C
merupakan L/C yang pembayarannya baru dilakukan dengan tenggang waktu
tertentu, misal satu bulan dari pengapalan barang atau satu bulan setelah
penunjukan dokumen
e. Restricted L/C
Merupakan L/C yang pembayarannya atau penerusan L/C hanya dibatasi kepada
bank-bank tertentu saja yang namanya tercantum dalam L/C
f. Unresticted L/C
L/C yang membebaskan negosiasi dokumen di bank manapun
g. Red clause L/C
Merupakan L/C dinama bank pembuka L/C memberikan kuasa kepada bank
pembayar untuk membayar uang muka kepada benefeciary sebagian tertentu atau
seluruh nilai L/C sebelum benefeciary menyerahkan dokumen
h. Transferable L/C
Merupakan L/C yang memberikan kepada benefeciary untuk memindahkan sebagian
atau seluruh nilai L/C kepada satu, atau beberapa pihak lainnya.
i. Revolving L/C
L/C yang penggunaannya dapat dilakukan secara berulang-ulang
j. dll.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
Dokumen-dokumen dalam proses penyelesaian L/C meliputi:
Bill of lading (B/L) atau konosemen
B/L berfungsi sebagai:
 Bukti tanda pengiriman
 Bukti kontrak pengangkutan dan penyerahan barang
 Bukti pemilikan atau dokumen pemilikan barang
Draft (Wesel)
Faktur (invoice)
Asuransi
Daftar pengepakan (packing list)
Certificate of origin
Certicate of inspection
Dan lain-lain
Cara pembayaran lainnya adalah :
- Pembayaran dimuka (Advance Payment)
- Wesel Inkaso (Collection Draft) dengan syarat
D/P (dokumen againt payment) atau D/A
(dokumen againt acceptance)
- Perhitungan kemudian (Open Account)

BAGAN MEKANISME
TRANSAKSI L/C
(5) Pengapalan barang
Beneficiary/exportir
(1) Sales Contract
ADVIS
L/C
(8)
$
Applicant/importi
r
DOKUM
EN
(4)
(2)
DOKUM
EN
(6)
APLIKASI
L/C
(9)
$
(3)
L/C
(7)
DOKUM
EN
$
ADVISING BANKBANK PENERUS L/C
(11)
ISSUING BANK-BANK
PEMBUKA L/C
(10)












Proses Mekanisme Transaksi L/C :
Terjadi kesepakatan transaksi jual-beli
Importir meminta “Issuing Bank” (Bank Devisa) membuka L/C.
Issuing Bank membuka LC kepada Bank Correspondence atau
advising Bank (Bank penerus L/C) di LN.
Advising Bank meneruskan/advis L/C kepada
(Eksportir/ Penjual)
beneficiary
Eksportir mengapalkan barang ke importir.
Dokumen pengapalan (Bill of Lading + Faktur) disampaikan
eksportir ke Advising Bank atau Negotiating bank
Advising Bank mengirim dokumen tersebut ke Issuing Bank
Advising/Negotiating Bank membayar kepada eksportir.
Issuing Bank menyampaikan dokumen kepada importir
Importir membayar kepada Issuing/Negotiating Bank
Issuing Bank membayar kepada Advising/Negotiating Bank.
Bank Garansi
Bank Garansi yaitu jaminan pembayaran yang
diberikan oleh bank kepada suatu pihak, baik
perorangan, perusahaan atau badan/lembaga
lainnya dalam bentuk surat perjanjian.
Didalam pemberian fasilitas bank garansi ada tiga
pihak yang terlibat yaitu:
Pihak penjamin (bank)
Pihak terjamin (nasabah)
Pihak penerima jaminan (pihak ketiga)
Tujuan pemberian bank garansi oleh bank kepada pihak penerima jaminan atau
yang dijaminkan adalah sbb:
a. Memberi bantuan fasilitas dan kemudahan dalam memperlancar transaksi
nasabah
b. Bagi pemegang jaminan bank garansi adalah untuk memberikan keyakinan
bahwa pemegang jaminan tidak akan menderita kerugian bila pihak yang
dijaminkan melalaikan kewajibannya, karena pemegang akan mendapatkan
ganti rugi dari pihak perbankan.
c. Menumbuhkan rasa saling percaya antara pemberi jaminan, yang
dijaminkan dan yang menerima jaminan
d. Memberikan rasa aman dan ketentraman dalam berusaha baik, bagi bank
maupun bagi pihak lainnya.
e. Bagi bank di samping keuntungan yang di atas juga akan memperoleh
keuntungan dari biaya-biaya yang harus dibayar nasabah serta jaminan
lawan yang diberikan.
Bank Garansi terdiri dari berbagai jenis dilihat dari tujuannya sebagai
berikut:
a. Bank Garansi untuk penanguhan bea masuk => diberikan kepada
kantor bea cukai untuk kepentingan pemilik barang guna
penangguhan pembayaran bea masuk atau barang yang dikeluarkan
oleh pelabuhan.
b. Bank garansi untuk pita cukai tembakau => diberikan kepada kantor
bea cukai untuk kepentingan yang dijamin (pengusaha pabrik rokok)
guna penangguhan pembayaran pita cukai tembakau atau rokok
yang akan dikeluarkan dari pabrik untuk peredaran.
c. Bank garansi untuk tender dalam negeri =>diberikan kepada
baowheer (yang memberik pekerjaan) untuk kepentingan
kontraktor/leveransir yang akan mengikuti tender.
d. Bank Garansi => diberikan kepada bouwheer untuk
kepentingan kontraktor guna menjamin pelaksanaan pekerjaan
yang diterima bouwheer.
e. Bank garansi untuk uang muka pekerjaan => diberikan kepada
bouwheer untuk kepentingan kontraktor untuk menerima
pembayaran uang muka dari yang memberikan pekerjaan.
f. Bank garansi untuk tender luar negeri => diberikan untuk
kepentingan kontraktor yang akan mengikuti tender pemborong
yang manaa bouwheer adalah pihak luar negeri
g. Bank garansi untuk perdagangan => diberikan kepada agen
atau dealer perdagangan atau depot-depot perdagangan.
h. Bank garansi untuk penyerahan barang => diberikan kepada
nasabah yang akan melakukan penyerahan barang, baik yang
dibiayai oleh bank ataupun tidak
i. Bank garansi untuk mendapatkan keterangan pemasukan
barang =>diberikan untuk pengeluaran barang yang L/C nya
belum dibayar penuh oleh importir.
Pelaku-pelaku bank garansi :
 Bank, adalah penjamin dengan menerbitkan dan membayar sertifikat bank
garansi atas nama kontraktor.
 Nasabah (kontraktor), adalah pemborong yang dijamin dan meminta
sertifikat bank garansi kepada bank.
 Pemilik proyek, adalah pihak yang mnerima jaminan dan pemegang
sertifikat bank garansi serta yang dapat mencairkannya, jika pemborong
cedera janji.
Biaya-biaya yang dikenakan kepada nasabah yang mengajukan permohonan
garansi :
 Biaya provisi, merupakan sejumlah uang yang wajib dibayar oleh terjamin
kepada bank sebagai balas jasa untuk pemberian bank garansi.
 Biaya administrasi, merupakan biaya yang lazim dipungut berhubungan
untuk pelaksanaan administrasi.
 Bea materai, merupakan biaya materai yang dilekatkan pada surat
perjanjian bank garansi yang ditandatangani oleh bank dan pihak terjamin.
Jenis-jenis Bank Garansi :
Bid (tender) Bond
Suatu pengambilalihan kewajiban membayar oleh pihak penjamin (guarantor) atas
permintaan peserta tender (principal) kepada pihak penyelenggara tender (beneficiary)
dimana penjamin mengambil alih kewajiban untuk membayar kepada penyelenggara tender
sampai sejumlah tertentu, jika peserta tender tidak memenuhi kewajibannya sebagai
pemegang tender.
Payment bond
Suatu pengambilalihan kewajiban oleh pihak penjamin atas permintaan distributor kepada
pihak produsen di mana si penjamin mengambil alih kewajiban untuk membayar kepada
produsen sampai sejumlah tertentu
Performance bond
Suatu pengambilalihan kewajiban membayar oleh pihak penjamin atas permintaan supplier
kepada pembeli produsen di mana si penjamin mengambil alih kewajiban untuk membayar
kepada pembeli sampai sejumlah uang tertentu
Advance payment bond
Suatu pengambilalihan kewajiban membayar oleh pihak penjamin atas permintaan supplier
kepada pembeli sampai sejumlah uang tertentu,di mana peminjam mengambil alih kewajiban
untuk membayar minimal sebesar uang muka yang telah diberikan pembeli.
Maintenance bond
Suatu pengambilalihan kewajiban membayar oleh pihak penjamin atas permintaan supplier
kepada pembeli sampai sejumlah uang tertentu,di mana peminjam mengambil alih kewajiban
untuk membayar minimal sebesar uang muka yang telah diberikan pembeli.
Keuntungan bank garansi :
Bagi pemilik proyek
 Penyusunan anggaran lebih mudah dan pasti karena penyediaan barang
telah dikontrak leveransir
 Pelaksanaan proyek lebih terjamin karena penjaminnya ada 2 pihak
 Persediaan teknis barang-barang relatif sedikit, kerusakan kecil, dan
pergudanagan juga kecil,persediaan barang-barang cukup dengan
persediaan ekonomis saja
 Pengaruh inflasi dapat dikurangi karena pembelian telah dijamin oleh
kontraktor dan bank garansi.
Bagi bank (penjamin)
 Sumber pendapatan bank dari provisi/komisi
 Sumber dana bagi bank, jika agunan bank garansi uang tunai
 Memperluas kegiatan operasional bank
 Menyalurkan kredit tanpa dananya sendiri
Bagi pendorong ( si terjamin)
 Dapat mengikuti tender proyek
 Adanya kepastian pekerjaan atau pnjualan barang-barang
Jasa-jasa di Pasar Modal
Jasa bank yang diberikan dalam rangka mendukung
kelancaran transaksi di pasar modal antara lain:
Penjamin emisi (underwriter)

Penjamin (guarantor)

Wali amanat (trustee)

Perantara perdagangan efek/pialang (broker)

Pedagang efek (dealer)

Perusahaan pengelola dana (investment company)

Jasa Setoran / Pembayaran
Setoran atau pembayaran yang biasa diterima oleh bank
antara lain:
Pembayaran Listrik

Pembayaran telepon

Pembayaran pajak

Pembayaran uang kuliah

Pembayaran rekening air

Setoran ONH

Pembayaran lain

Gaji

Pensiun

Bonus

Hadiah

Deviden
Download