(mengandung 15-35% alkohol) anggur/ wine

advertisement
ETHANOL: Ethyl alkohol
C2H5OH
H2C
OH
H3C
METHANOL: Methyl alkohol
CH3OH
H3C
OH
Jenis-jenis minuman mengandung alkohol
- bir (mengandung 10-25% alkohol)
- whyskey (mengandung 15-35% alkohol)
- anggur/ wine (mengandung ~35%)
- tequila
- shake
- Cap tikus ( ~ 50%)
- air tape
- dsb
Beberapa faktor yang mempengaruhi absorpsi
ethanol
•-
Kondisi lambung dalam keadaan kosong atau berisi. Hal ini sangat
penting dalam pengaturan absorpsi alkohol.
• Pada lambung keadaan kosong, absorpsi sempurna terjadi dalam waktu 1
atau 2 jam, tetapi pada lambung keadaan
• berisi penuh makanan absorpsi terjadi sampai 6 jam.
• Komposisi larutan etanol yang diminum. Minuman bir lebih lambat
diabsorpsi dari pada anggur (wine)
• dan anggur lebih lambat daripada spiritus. Pada umumnya minuman keras
yang mengandung karbon diabsorpsi lebih cepat, karena senyawa
karbon dioksida (CO2) dapat mengambil alih isi lambung.
Toksisitas ethanol
. Gejala yang diakibatkan oleh toksisitas
etanol
Gejala klinis
1.
-
Ringan.
Penglihatan menurun
Reaksi lambat
Kepercayaan diri
meningkat
2. Sedang
- Sempoyongan
- Berbicara tidak
menentu
- Fungsi saraf motorik
menurun
- Kurang perhatian
- Diplopia
- Gangguan persepsi
- Tidak tenang
3. Berat
- Gangguan penglihatan
- Depresi
- stuppor
4. Koma
- Kegagalan pernafasan
Konsentrasi alkohol
dalam darah (%)
0,005 – 0,10
Sumber: Gossel and Bricker, 1984
Bagian otak
yang terkena
Lobus depan
0,15 – 0,30
Lobus parietal
Lobus ocipitalis
Serebellum
0,30 – 0,50
0,50
Lobus ocipitalis
Serebellum
Diencephalon
Medulla
Proses biokimia ethanol dalam tubuh
C2H5OH + NAD+ alkohol-dehydrogenase(ADH)->CH3CHO +NADH
Etilalkohol---------------------------acetaldehyd
CH3CHO + NAD+ aldehyd-dehydrogenase__CH3COOH + NADH
Acetaldehyd-----------------------------------------------asam asetat
AsetylCoA
CO2 + H2O
Gambar 2.1. Proses biokimiawi metabolisme etanol
Perkikiraan jumlah alkohol dalam darah
Pada pria dengan berat badan sekitar 68,1 Kg meminum minuman keras sekitar 30 ml
yang mengandung 50% etanol (whiskey) atau setara dengan
360 ml beer yang mengandung 5% etanol.
\Setelah semua diabsorpsi tubuh ternyata kandungan alkohol dalam darah ialah:
0,025% (2,5 mg%), perhitungaanya adalah sebagai berikut:
A=WrCT/0,8
A=WrCT/0,8= 68,100X0,68X0,025% : 0,8= 11,58/0,8
A= sekitar 15 ml
A= etanol (ml) yang diminum
W=Berat badan (g)
r =Rasio distribusi ethanol: pria=0,68 dan wanita=0,55
CT=Konsentrasi alkohol dalam darah
0,8=berat jenis alkohol
Toksisitas methanol
Gejala klinis
•ringan:
- Nausea, muntah
• Sakit kepala, hilang ingatan
• sakit perut, diaree
• sakit pinggang, anggota gerak lemah
• mata merah, hiperemik
•Berat:
- Degenerasi bola mata: retina dan saraf optik
• Akumulasi formal dehid--asidosis
• dapat sembuh,-buta total selama berbulan bulan/permanen
• akumulasi asam formiat dan laktat
• NAD-NADH meningkat---asam laktat---asidosis
• Pernafasan, denyut jantung menurun
• Koma-mati : didahului dengan konvulsi dan opistotonus
Pengobatan methanol
•Difokuskan pada pengobatan gejala asidosis
• Diberi infus sodium bikarbonat, supaya pH darah kembali normal
• Diberi ethanol secara infus atau peroral--->sekitar 0,1% dalam darah,
•karena afinitas etanol terhadap ADH 20X metanol
• Pemberian dilakukan selama 1 minggu atau lebih
• Dilakukan hemodialisis -- kadar metanol menurun dari 50mg% sampai 20
mg%
• diberi kalsium leukovarin –analog dari asam folat---memetabolisme
formaldehidCO2
• diberi 4-methyl pyrazole (4MP)-menghambat alkohol dehydrogenase
Doping
Obat atau bahan kimia yang diberikan secara ilegal
kepada, atau dipakai oleh seorang atlit yang akan
bertanding, melalui cara apapun (injeksi atau
peroral) dalam jumlah yang tidak wajar yang
mengakibatkan perubahan (peningkatan atau
penghambatan) system fisiologik bagi pengguna,
dikategorikan sebagai doping.
KLASIFIKASI OBAT DOPING
- agen anabolik (S1)
- hormon dan derivatnya (S2)
- beta-2 agonis (S3)
- agen yang mempunyai efek anti aktivitas estrogenik
(S4)
- agen diuretik dan masking (S5)
- obat stimulansia (S6)
- obat narkotika (S7)
- obat kanabinoid (S8)
- glukokortikosteroid (S9)
- alkohol jenis ethanol (P1)
- betha-bloker (P2)
Ben Johnson
KASUS DOPING DUNIA
(WADA)
Marion Jones
Konvensi Harmonisasi Doping
Internasional
- Membentuk badan koordinasional mengenai anti-doping
- Mencegah lalu-lintas substansi obat doping dan pelarangan
penggunaan obat doping
- Pengetatan pengawasan obat doping dengan cara
pengembangan metoda teknik deteksi obat doping
- Mendukung program pendidikan dan perhatian utama
terhadap peningkatan penggunaan obat doping
- Penerapan efisiensi dan sangsi terhadap pelanggar peraturan
penggunaan obat doping
- Bekerja sama dengan organisasi olahraga pada semua tingkat
organisasi, termasuk tingkat organisasi olahraga
internasional dan laboratorium anti-doping yang
terakreditasi
Download