Sinergi antar Disiplin Ilmu dalam Melancarkan Lalulintas dan

advertisement
ISBN 978-979-16346-2-5
Sinergi antar Disiplin Ilmu dalam
Melancarkan Lalulintas dan
Angkutan yang Berkelanjutan
BANDUNG, 31 MARET 2012
DITERBITKAN OLEH
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
Jalan Prof. drg. Suria Sumantri, MPH., No. 65, Bandung 40164
Tel. 022-2012186 ext. 212, Fax. 022-2017622
E-mail: [email protected], [email protected]
Url.: http://semnasjtsukm.wordpress.com
PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK SIPIL 2012
”Sinergi antar Disiplin Ilmu dalam Melancarkan Lalulintas dan
Angkutan yang Berkelanjutan”
Hak Cipta (c) 2012, pada penulis/penerbit
Edisi Pertama, Maret 2012
ISBN : 978-979-16346-2-5
Editor Prosiding:
Dr. Yosafat Aji Pranata, S.T., M.T.
Maria Monitaris Ayu Jakindo
Caecilia Eleonora
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun,
tanpa izin tertulis dari penerbit.
i
SEMINAR NASIONAL TEKNIK SIPIL (SEMNAS TS) 2012
MITRA BESTARI
Prof. Dr. Ir. Wimpy Santosa, M.Eng., MSCE.
Dr. Ir. Budi Hartanto Susilo, M.Sc.
Olga Pattipawaej, Ph.D.
Dr. Yosafat Aji Pranata
Dr.-Ing. Andreas Wibowo
Dr. Johannes Ibrahim
Dr. Daniel Setiadikarunia
PANITIA
Penasehat
: Tan Lie Ing, S.T., M.T. ( Ketua Jurusan Teknik Sipil )
Ketua
: Dr. Ir. Budi Hartanto Susilo, M.Sc.
Sekretaris
: Ronald Simatupang, S.T., M.T.
Hanny Juliany Dani, S.T., M.T.
Bendahara
: Olga Pattipawaej, Ph.D.
Publikasi dan Dokumentasi
: Dr. Yosafat Aji Pranata, S.T., M.T.
Anang Kristianto, S.T., M.T.
Perlengkapan
: Ir. Kanjalia Tjandrapuspa T., M.T.
Ir. Maria Christine S., M.Sc.
Ir. Ginardy Husada, M.T.
Komsumsi
: Asriwiyanti Desiani, S.T., M.T.
Ir. Rini Iskandar R.
Dana
: Deni Setiawan, S.T., M.T.
Ir. Maksum Tanubrata, M.T.
Ir. Swadiryus Suhendi
Acara
: Tan Lie Ing, S.T., M.T.
Ir. Daud Rahmat Wiyono, M.Sc.
Ir. Herianto Wibowo, M.T.
Ir. Ibrahim Surya, M.Eng.
ALAMAT SEKRETARIAT
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Kristen Maranatha
Jalan Prof. drg. Suria Sumantri, MPH., No. 65, Bandung, 40164, Jawa Barat
Tel.
: 022 - 2012186 ext. 212
Fax. : 022 - 2017622
e-mail : [email protected], [email protected]
url
: http://semnasjtsukm.wordpress.com
ii
Sambutan Ketua Panitia
Yang terhormat Para Tamu Undangan dan Peserta Seminar Nasional.
Yang terhormat Rektor UKM, Bapak Dr. dr. Felix Kasim, M.Kes.
Yang terhormat Dekan FT-UKM, Bapak Prof. Dr. Ir. Benjamin Soenarko, MSME.
Yang terhormat Ketua Jurusan Teknik Sipil FT-UKM, Ibu Tan Lie Ing, ST., MT.
Yang terhormat Para Pembicara Utama dan Penyaji Makalah Teknik.
Selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak, Ibu dan Saudara sekalian.
Pada hari yang berbahagia ini, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, bahwasanya kita semua dapat hadir dalam Seminar Nasional Duatahunan yang
ke-3 ini.
Seminar Nasional ini merupakan salah satu kegiatan akademik yang bertujuan
mempertemukan para ahli , akademisi, praktisi dan berbagai kalangan lainnya dalam rangka
berdiskusi mengenai transportasi Indonesia yang lebih baik dengan tema : “Sinergi Antar
Disiplin Ilmu dalam Melancarkan Lalulintas dan Angkutan yang Berkelanjutan”. Gagasan
tema sinergi antar disiplin ilmu adalah mengingat, secara umum transportasi yang lebih baik
memerlukan ahli dari berbagai disiplin ilmu dan secara khusus Universitas Kristen
Maranatha mempunyai 8 fakultas yang beragam dengan 27 program studi dan jurusan.
Diharapkan masing-masing fakultas dan jurusannya dapat berkontribusi didalam seminar ini.
Seminar Nasional ini dibagi dalam 2 bagian, yaitu : Sidang Pleno dan Sidang Teknik. Dalam
Sidang Pleno pagi ini akan dihadirkan 4 tokoh transportasi dari 4 institusi, yaitu Kepolisian,
Perhubungan, Pekerjaan Umum dan Akademisi. Dalam Sidang Teknik siang nanti akan
dipresentasikan sebanyak 30 makalah lebih. Seminar Nasional ini didukung pula dengan
kegiatan pameran.
Seminar sehari ini kiranya benar-benar mendatangkan manfaat bagi kita semua dan
merupakan kontribusi bagi kemajuan transportasi nasional dan menjadi salah satu milestone
bagi roadmap transportasi di Indonesia.
Akhir kata, tak ada gading yang tak retak, panitia seminar mohon maaf sekiranya ada hal-hal
yang kurang berkenan dihati para hadirin sekalian. Sekian dan Terima Kasih.
Bandung, 31 Maret 2012
Panitia Seminar Nasional Duatahunan Ke-3,
Dr. Ir. Budi Hartanto Susilo, M.Sc.
Ketua
iii
Sambutan Rektor Universitas Kristen Maranatha
Diawali dengan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kasih, yang telah memberi
kelimpahan karunia kepada kita semua, kami menyambut baik penyelenggaraan seminar
berskala nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Kristen Maranatha, dengan tema yang sangat faktual yakni terkait dengan
masalah transportasi dengan topik “Sinergi antar Disiplin Ilmu dalam Melancarkan Lalulintas
dan Angkutan yang Berkelanjutan.”
Pembangunan sektor transportasi sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian
nasional, mengingat kegiatan di bidang transportasi berperan penting dalam kegiatan
distribusi barang dan jasa ke seluruh pelosok tanah air dan antar negara. Kita melihat,
pembangunan transportasi selama ini telah mampu menghubungkan wilayah Indonesia
dalam satu untaian jaringan dan menjadikan perhubungan sebagai urat nadi kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun demikian, selain keberhasilan yang telah
dicapai, masih banyak tantangan yang dihadapi untuk pembangunan ke depan sebagai
akibat krisis multi dimensi yang pemulihannya dirasakan masih berjalan lambat serta
berbagai bencana alam yang menimpa sebagian wilayah negara kesatuan Republik
Indonesia yang membawa dampak berupa rusaknya sebagaian infrastruktur transportasi,
sementara transportasi terus dituntut untuk melaksanakan fungsi penunjang dan pendorong
jasa transportasi ke seluruh pelosok tanah air.
Tuntutan masyarakat umum terhadap pembangunan transportasi adalah meningkatnya
keselamatan, keamanan, dan pelayanan sarana dan prasarana transportasi sesuai Standar
Pelayanan Minimal; meningkatnya aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan sarana dan
prasarana transportasi guna mendorong pengembangan konektivitas antar wilayah;
meningkatnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi untuk mengurangi backlog dan
bottleneck kapasitas infrastruktur transportasi; peningkatan kualitas SDM dan melanjutkan
restrukturisasi kelembagaan serta reformasi regulasi; terwujudnya pengembangan teknologi
transportasi yang efisien dan ramah lingkungan sebagai antisipasi terhadap perubahan iklim.
Jawaban atas tuntutan itu, kami percaya akan diberikan oleh para pakar pada seminar ini,
karena kami melihat sub-sub tema yang hendak dibahas demikian komprehensif yakni
mencakup transportasi publik dan pribadi, transportasi ramah lingkngan, keselamatan
lalulintas dan angkutan jalan, produksi kendaraan yang berkeselamatan, kecelakaan
lalulintas dan santunan, pajak jalan dan kendaraan, penegakan hukum dan undang-undang
lalu lintas dan jalan raya, serta hamonisasi perencanaan dan operasi lalulintas. Selaras pula
dengan penerapan nilai-nilai Integriy, Care dan Exellence diseluruh kegiatan civitas
academica UK Maranatha berkaitan dengan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
Demikian yang dapat kami sampaikan, dengan harapan seminar ini menghasilkan karya
nyata yang akan bermanfaat bagi kita semua, institusi, para pemangku kepentingan, serta
masyarakat luas. Selamat berkarya, Tuhan beserta kita semua.
Bandung, Maret 2012
Rektor Universitas Kristen Maranatha,
Dr. dr. Felix Kasim, M.Kes.
iv
DAFTAR ISI
Sambutan Ketua Panitia
Sambutan Rektor Universitas Kristen Maranatha
Daftar Isi
iii
iv
v
KEYNOTE SPEAKERS
SINERGI ANTAR DISIPLIN ILMU DALAM MELANCARKAN LALU LINTAS
DAN ANGKUTAN YANG BERKELANJUTAN
KOMBES. POL. Drs. Bimo A. Seno, SH.
1
PENINGKATAN KESELAMATAN JALAN
Ir. Hotma Simanjuntak, MSTr.
45
PERANAN PUSLITBANG JALAN DAN JEMBATAN DALAM
MENDUKUNG TERWUJUDNYA TRANSPORTASI YANG BERKELANJUTAN
DR. Ir. Jawali Marbun, M.Sc., Ir. Pantja Dharma Oetojo, M.Eng.Sc
55
PEMILIHAN STRATEGI ENVIRONMENTAL SUSTAINABLE TRANSPORTATION
YANG COCOK UNTUK KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA
Ofyar Z. Tamin, Dimas B.E. Dharmowijoyo
69
CALL FOR PAPERS
ANALISIS BIAYA KEMACETAN AKIBAT TUNDAAN LALU LINTAS
A.A. Astri Dewi, I Nyoman Budiartha
94
MENUJU JALUR PEJALAN KAKI YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN
Agus Bari Sailendra, Greece Maria Lawalata
113
PENYUSUNAN DAN PENGUKURAN PRIORITAS ATRIBUT KUALITAS PELAYANAN
TERMINAL ANGKUTAN UMUM DENGAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
Agung Sedayu, Harnen Sulistio, Achmad Wicaksono, Agoes Soehardjono
124
APLIKASI DATA TRANSPORTASI JALAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG
Ali Agus Hanafi, Tan Lie Ing, Niko Ibrahim
136
TERINTEGRASINYA TRANSPORTASI PUBLIK OLEH TRANSPORTASI PRIBADI
Dewi Yustiarini, Nita Yuliani
152
PENENTUAN TEBAL LAPIS TAMBAH PERKERASAN LENTUR
BERDASARKAN LENDUTAN BALIK PADA RUAS JALAN
WANAYASA-BATAS PURWAKARTA SUBANG
Dinar Ryan Ariestyand, Budi Hartanto Susilo
162
PENERIMAAN SMARD CARD DALAM PERJALANAN DENGAN KERETA API
DENGAN THEORY PLANNED BEHAVIOUR (TPB)
Djarot Tri Wardhono, Ofyar Z. Tamin, Heru Purboyo Hidayat Putro, Miming Miharja
173
ANALISIS BIAYA OPERASI KENDARAAN DALAM PENENTUAN
TARIF MOBIL PENUMPANG UMUM TRAYEK CICAHEUM-LEDENG
Enrile Ramos Hutasoit, Tan Lie Ing, Deni Setiawan
181
v
TEKNIK PELATIHAN PERENCANAAN PERSIMPANGAN SEBAGAI BENTUK
PENCEGAHAN TERJADINYA KECELAKAAN
Greece Maria Lawalata
196
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM MASSAL
DAN MOBIL PRIBADI
I Nyoman Budiartha, Ni Made Kastini
211
EVALUASI PENGGUNAAN ASPAL RETONA SEBAGAI CAMPURAN PANAS BATAS
JALAN SARKO-BANGKO
Kris Sibarani, Budi Hartanto Susilo, Samun Haris
220
EVALUASI MANAJEMEN LALU LINTAS DALAM PENGENDALIAN PARKIR
JALAN SUTOMO DI KOTA PEMATANG SIANTAR
Novdin M. Sianturi
230
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALULINTAS
PADA JALUR PANTURA SURABAYA-TUBAN
Nunung Nuring Hayati, Sonya Sulistyono, Jayeng S.M. Wijaya
251
SPIRITUAL, ILMU PENGETAHUAN, REKAYASA, TEKNOLOGI,
DAN SENI (SPILPERTEKS) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENEGAKAN HUKUM
& UNDANG-UNDANG LALU LINTAS (MPHUULL)
Rohani Jahja Widodo
262
PEMBENTUKAN KETERGANTUNGAN SEPEDA MOTOR SISWA SMA/SMK KOTA
UNGARAN
Rudi Wahyu Setiaji, Jawoto Sih Setyono
270
OPTIMALISASI KINERJA JEMBATAN TIMBANG UNTUK MENCIPTAKAN
ANGKUTAN JALAN YANG BERKESELAMATAN
Setiyo Daru Cahyono, Rosyid Kholilur Rohman
287
EVALUASI EFEKTIFITAS PROGRAM PARTNERSHIP OF ROAD SAFETY ACTION
(PRSA) JALUR PANTURA SURABAYA-TUBAN
Sonya Sulistyono, Jojok Widodo S., Oky Ratno Saputro
296
KINERJA TROTOAR JALAN SURYA SUMANTRI BANDUNG
Stephanie, Budi Hartanto Susilo
308
EVALUASI KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL DI KLATEN BARAT
Suwardi
320
SISTEM INFORMASI SOSIALISASI KESELAMATAN LALULINTAS
UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN
Syaifudin
337
EVALUASI KINERJA OPERASI SIMPANG BERSINYAL
PELAJAR PEJUANG 45 – R.A.A. MARTANEGARA
Tanazza Nashrullah, Tan Lie Ing
346
EVALUASI KINERJA RUANG HENTI KHUSUS DI
SIMPANG PASTEUR-PASIR KALIKI DAN SIMPANG AHMAD YANI-LASWI
BANDUNG
Umbu Sappi Pateduk, Budi Hartanto Susilo
359
vi
Seminar Nasional Teknik Sipil 2012
ISBN 978-979-16346-2-5
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA TRANSPORTASI
ANGKUTAN UMUM MASSAL DAN MOBIL PRIBADI
(Studi Kasus : Koridor II Trans Sarbagita, Denpasar Bali)
Nyoman Budiartha R.M.
Dosen Pengajar Program Pasca Sarjana
Teknik Sipil Jurusan Transportasi
Universitas Udayana Ni Made Kastini Adiputri
Mahasiswa Pasca Sarjana Teknik Sipil
Jurusan Transportasi Universitas Udayana
Email: [email protected]. Abstrak
Perkembangan moda angkutan pribadi saat ini semakin berkembang sehingga
menimbulkan dampak transportasi dimana-mana. Dampak yang paling terlihat adalah
kemacetan. Dalam kemacetan terdapat nilai waktu yang terbuang sehingga menimbulkan
kerugian bagi pengguna jalan. Untuk itu diperlukan adanya transportasi massal untuk
mengurangi besarnya kerugian penggunaan angkutan pribadi. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui perbandingan biaya yang dikeluarkan masyarakat dengan menggunakan
angkutan umum massal yaitu Trans Sarbagita dan angkutan pribadi (angkutan mobil
penumpang). Tarif yang digunakan yaitu tarif datar dari koridor yang telah beroperasi
yaitu koridor II Trans Sarbagita sebesar Rp. 3.500 per sekali perjalanan tujuan BatubulanNusadua. Asumsi lainnya, roundtrip yang digunakan sama yaitu 68,80 km. Analisis ini
membandingkan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk menggunakan angkutan
umum (bus) dan mobil pribadi (standar mobil penumpang). Survai data primer yang
dilakukan yaitu data harga pasar untuk menghitung biaya operasi kendaraan (BOK) mobil
pribadi. Sedangkan dengan melakukan survey sekunder diperoleh data tarif dan jarak
lintasan broperasinya angkutan umum massal Trans Sarbagita koridor II rute Batubulan –
Nusadua. Berdasarkan analisis didapat, biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat pengguna
mobil pribadi untuk perjalanan roundtrip menggunakan angkutan umum Trans Sarbagita
sebesar Rp.7.000 roundtrip/hari. Sedangkan dengan menggunakan mobil pribadi sebesar
Rp.89.700 roundtrip/hari. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa biaya yang
dikeluarkan dengan menggunakan mobil pribadi 13 kali lipat lebih besar dibandingkan
dengan menggunakan angkutan umum.
Kata Kunci : Angkutan pribadi, Angkutan umum, Biaya. 1. PENDAHULUAN
Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan
terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat dan pengembangan wilayah.
Dengan adanya sarana dan prasarana transportasi yang baik, maka kawasan yang mempunyai
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 31 Maret 2012
211
Seminar Nasional Teknik Sipil 2012
ISBN 978-979-16346-2-5
potensi ekonomi rendah akan lebih mudah mengakses informasi dari kawasan yang memiliki
potensi ekonomi tinggi sehingga diharapkan adanya pemerataan pembangunan.
Dewasa ini tingkat pertumbuhan penduduk perkotaan telah mencapai + 4% per tahun, lebih
tinggi dari tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata nasional yang hanya mencapai + 1,8%.
Sampai akhir 1995 diperkirakan 45% dari total penduduk nasional tinggal di wilayah
perkotaan atau 90 juta dari 200 juta penduduk, dimana 60,5% dari penduduk perkotaan
tersebut tinggal di kota-kota besar, metropolitan dan megapolitan. Dengan gejala seperti
dapat diperkirakan pada tahun 2018 penduduk perkotaan akan mencapai 52% atau sekitar
140 juta jiwa penduduk perkotaan dari sekitar 270 juta jiwa penduduk Indonesia.
Berdasarkan data dari Dirjen Hubdat tahun 1997, biaya dari kemacetan mencapai angka
Rp. 10 triliun rupiah pertahun. Diwilayah Jabodetabek saja sudah mencapai Rp. 5,5 triliun
pertahun. (Sitramp,2004). Jika dibandingkan dengan kerugian akibat kemacetan di Bali
akan menghasilkan angka yang lebih sedikit.
Untuk mengurangi dampak kemacetan baik itu yang berhubungan dengan lingkungan
ataupun segi ekonomi, maka saat ini sudah mulai diterapkan sistem transportasi yang
ramah lingkungan dan berkelanjutan. Konsep dari sistem ini yaitu dengan mengurangi
penggunaan kendaraan pribadi dan digantikan dengan angkutan umum, sehingga dari segi
biaya yang dikeluarkan masyarakat menjadi berkurang.
Di Bali sendiri sudah diterapkan penggunaan angkutan umum yang bernama Trans
Sarbagita. Wilayah sarbagita yang termasuk didalamnya yaitu Wilayah Metropolitan
Sarbagita terdiri dari 1 Kota (Denpasar) dan 3 Kabupaten (Badung, Gianyar, Tabanan)
ditetapkan sebagai deliniasi Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dalam peraturan pemerintah
No. 26 Tahun 2008. Kawasan ini mencakup Kota Denpasar dan kawasan perkotaan Kuta
sebagai perkotaa inti yang memiliki keterkaitan fungsional dalam satu sistem metropolitan
dengan kawasan perkotaan yang berdekatan dengan sub sistem metropolitan yaitu kawasan
perkotaan Mengwi, Gianyar, Tabanan beserta kawasan perkotaan lainnya yang lebih kecil
yaitu kawasan perkotaan Kerobokan, Jimbaran, Abiansemal, Blahkiuh, Kediri, Sukawati,
Blahbatuh dan Ubud.
Total ekonomi Bali tahun 2009 mencapai Rp. 57,58 trilyun atau meningkat sebesar 15,34%
jika dibandingkan tahun 2008 dimana capaian total ekonomi sebesar Rp. 49,92 trilyun.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan diatas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang
menyangkut bidang ekonomi transportasi yang berkaitan dengan besarnya biaya yang
dikeluarkan masyarakat dengan menggunakan moda transportasi umum atau pribadi, diatas
adalah:
1. Berapakah besarnya biaya yang dikeluarkan masyarakat pengguna angkutan umum?
2. Berapakah besarnya biaya yang dikeluarkan masyarakat pengguna angkutan pribadi?
3. Berapakah selisih biaya yang dikeluarkan masyarakat pengguna angkutan pribadi dan
angkutan umum?
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 31 Maret 2012
212
Seminar Nasional Teknik Sipil 2012
ISBN 978-979-16346-2-5
Maksud dan Tujuan
Menganalisa besarnya pengaruh finansial masyarakat terhadap besarnya biaya yang
dikeluarkan masyarakat jika menggunakan angkutan umum dan angkutan pribadi. Dalam
hal ini diperoleh biaya perjalanan masyarakat dengan menggunakan angkutan umum yang
diperoleh dari biaya tarif perjalanan dengan menggunakan bus Trans Sarbagita. Sedangkan
biaya penggunaan angkutan pribadi diperoleh dari BOK (biaya Operasi Kendaraan).
2. TINJAUAN PUSTAKA
Kemacetan
Kemacetan merupakan suatu keadaan yang hampir setiap saat dialami masyarakat.
Sebelumnya, macet hanya dialami saat jam berangkat kantor atau jam pulang kantor.
Namun saat ini, kemacetan selalu ada disetiap ruas jalan. Hal ini mungkin dapat
dimaklumi, mengingat perbandingan jumlah pertumbuhan jalan dan pertumbuhan
kendaraan bermotor tidak seimbang. Angkutan Pribadi
Angkutan pribadi memiliki pengertian sebagai sarana transportasi dengan sistem pelayanan
door to door. Angkutan ini terdiri dari kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.
Berdasarkan data tahun 2010 kepemilikan kendaraan pribadi untuk sepeda motor sudah
mencapai angka 70% pada masing-masing ruas jalan jika dibandingkan dengan angkutan
lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh sistem pelayanan angkutan umum yang belum
optimal, ditambah lagi dengan kemudahan untuk memiliki sepeda motor.
Tingkat occupancy kendaraan pribadi per unitnya untuk sepeda motor maksimal 2 orang
sedangkan untuk angkutan mobil penumpang minimal 3 oran dan maksimal 5 orang.
Namun dalam kenyataanya dilapangan, sepeda motor hanya dikendarai oleh satu
penumpang, begitu pula dengan angkutan mobil penumpang. hal tersebut menyebabkan
berkurangnya kapasitas lebar jalur yang digunakan karena berisi “tempat duduk” yang
kosong.
Biaya Kerugian Penggunaan Transportasi
Berdasarkan SITRAMP II tahun 2004 menunjukan bahwa bila sampai 2020 tidak ada
perbaikan yang dilakukan pada sistem transportasi maka perkiraan kerugian ekonomi
mencapai Rp 65 triliun/tahun. Penelitian lain menyebutkan kerugian akibat kepadatan lalu
lintas juga mengakibatkan kerugian materil yang ditaksir mencapai triliunan rupiah.
Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan menyebutkan kerugian ekonomi akibat
kemacetan lalu lintas di Jakarta ditaksir Rp 12,8 triliun per tahun yang meliputi nilai waktu,
biaya bahan bakar dan ongkos kesehatan.
Transportasi Massal
Angkutan umum massal merupakan angkutan bermotor yang disediakan untuk digunakan
oleh umum dengan pungutan biaya (Departemen Perhubungan, 1996). Angkutan umum
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 31 Maret 2012
213
Seminar Nasional Teknik Sipil 2012
ISBN 978-979-16346-2-5
massal memiliki kemampuan angkut yang besar, keamanan dan kenyamanan perjalanan
yang memadai. Karena digunakan secara massal maka haruslah dengan biaya perjalanan
yang terjangkau. Dengan tumbuhnya permintaan perjalanan menjadi mayoritas bagi
pengguna transportasi, terbentuk angkutan massal berbasis jalan dengan tingkat pelayanan
pada kecepatan dan kenyamanan.
Sistem angkutan umum massal menggunakan sistem point to point. Sehingga diperlukan
angkutan pengumpan lainnya untuk melayani pra dan purna perjalanan menuju atau
meninggalkan point. Meskipun angkutan pribadi memiliki kelebihan dibandingkan dengan
angkutan umum, namun penyebarannya perlu dikaji lebih lanjut sehingga Bali tidak
dipenuhi oleh kendaraan pribadi yang mengakibatkan kemacetan.
Tarif
Tarif Angkutan Umum adalah biaya atau harga riil yang harus dibayarkan oleh pengguna jasa
angkutan umum sebagai imbalan fasilitas kepada operator atas penyediaan fasilitas dimana besaran
biaya tersebut ditetapkan oleh pemerintah.
a. Ability To Pay (ATP) adalah kemampuan seseorang untuk membayar jasa pelayanan
yang diterimanya berdasarkan penghasilan yang dianggap ideal. Pendekatan yang
digunakan dalam analisis ATP didasarkan pada alokasi biaya untuk transportasi dari
pendapatan rutin yang diterimanya. Dengan kata lain ability to pay adalah kemampuan
masyarakat dalam membayar ongkos perjalanan yang dilakukannya. Dalam studi ini,
terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi ability to pay diantaranya:
1. Besar penghasilan.
2. Kebutuhan transportasi.
3. Total biaya transportasi (harga tiket yang ditawarkan).
4. Prosentase penghasilan yang digunakan untuk biaya transportasi
b. Willingness To Pay (WTP) adalah kesediaan pengguna untuk mengeluarkan imbalan
atas jasa yang diperolehnya. Pendekatan yang digunakan dalam analisis WTP
didasarkan pada persepsi pengguna terhadap tarif dari jasa pelayanan angkutan umum
tersebut. Dalam permasalahan transportasi WTP dipengaruhi oleh beberapa faktor,
diantaranya adalah:
1. Produk yang ditawarkan/disediakan oleh operator jasa pelayanan transportasi.
2. Kualitas dan kuantitas pelayanan yang disediakan.
3. Utilitas pengguna terhadap angkutan tersebut.
4. Perilaku pengguna.
Biaya Operasi Kendaraan (BOK)
Biaya operasi kendaraan dapat didefinisikan sebagai biaya secara ekonomu yang
dibutuhkan dalam pengoperasian satu kendaraan dengan kondisi normal untuk suatu tujuan
tertentu. Pengertian dari biaya ekonomi merupakan biaya yang terjadi sebenarnya. Biaya
operasi kendaraan dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Biaya Tetap ( Fixed Cost)
Biaya tetap (Fixed cost) adalah biaya-biaya yang tetap harus dikeluarkan dibutuhkan
secara rutin untuk jangka waktu tertentu dan tidak terpengaruh oleh operasi kendaraan
tersebut. komponen yang termasuk biaya tetap adalah:
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 31 Maret 2012
214
Seminar Nasional Teknik Sipil 2012
ISBN 978-979-16346-2-5
1. STNK
2. Penyusutan Kendaraan
b. Biaya Tidak Tetap ( Variabel Cost)
Biaya tidak tetap (variable cost) merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat
kendaraan beroperasi. Biaya tidak tetap sangat bervariasi tergantung dari hasil
produksi, seperti jarak tempuh.
Komponen dalam biaya tidak tetap adalah
1. Konsumsi Bahan Bakar
2. Konsumsi olie mesin
3. Pemakaian ban
4. Biaya Pemeliharaan onderdil kendaraan
Biaya-biaya tersebut diperoleh dalam bentuk BOK per tahun yang nantinya akan dicari
dalam bentuk BOK perhari.
3. METODE
Analisa Biaya Angkutan Pribadi
Pendekatan studi dengan menganalisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) angkutan
pribadi dan membandingkannya dengan survei biaya yang dikeluarkan masyarakat per
sekali perjalanan, dengan menggunakan bus Sarbagita. Asumsi biaya penggunaan bus
sebesar Rp. 3.500 untuk masyarakat umum dan Rp. 2.500 untuk pelajar dan mahasiswa
seperti yang sudah terlaksana pada koridor II Trans Sarbagita. Namun pada penelitian ini
di asumsikan penggunaan terhadap masyarakat umum yaitu Rp. 3.500.
Analisis Biaya Operasi Kendaraan
a. Analisis BOK tetap per tahun
Berikut ini rumus yang digunakan untuk menghitung BOK tetap per tahun yaitu
(Departemen Perhubungan, 1996):
1. Biaya Penyusutan Kendaraan (Depresiasi)
Biaya Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line
depreciation). Untuk kendaraan baru, harga kendaraan dinilai berdasarkan harga
kendaraan baru termasuk ongkos angkut, sedangkan kendaraan lama, harga
kendaraan dinilai berdasarkan harga perolehan. Biaya penyusutan kendaraan
dihitung dengan rumus:
Biaya Penyusutan (BP) =
Harga Kendaraan Nilai Residu
Massa Susut
(1)
Nilai residu diambil sebesar 20% dari harga kendaraan awal dan masa susut
ditetapkan 7 tahun.
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 31 Maret 2012
215
Seminar Nasional Teknik Sipil 2012
ISBN 978-979-16346-2-5
2. Biaya Pajak Kendaraan
Biaya pajak kendaraan dihitung berdasarkan besaran tarif resmi dari pemerintah.
Maka total BOK tetap per tahun didapat dari jumlah keseluruhan dari
pengeluarannya biaya.
BOKT/thn = BP/thn + BPK/thn
(2)
b. Analisis BOK tidak tetap per tahun
1. Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM)
Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan bakar kendaraan, biaya ini
menyangkut jarak tempuh yang dilakukan untuk tiap liter bahan bakar yang
digunakan. Taksiran jumlah biaya BBM per tahun dihitung dengan rumus:
BBBM/thn = JPBBM/thn × HBBM/ltr
(3)
Ket:
BBBM/thn = biaya BBM per tahun
JPBBM/thn = biaya pemakaian BBM per tahun
HBBM/ltr = harga BBM per liter
2. Biaya Pemakaian Suku Cadang
Biaya pergantian suku cadang adalah biaya pembelian suku cadang kendaraan yang
secara teknis mengalami keausan akibat dioperasikan untuk jangka waktu atau
jumlah jarak tempuh tertentu.
3. Biaya Pemakaian Ban
Yaitu biaya untuk pembelian ban yang digunakan untuk pengoperasian kendaraan
yang terdiri dari ban luar dan ban dalam. Biaya pemakaian ban per tahun dihitung
dengan rumus:
BPB/thn = jumlah pemakaian ban/thn × harga ban/unit
(4)
dimana:
BPB/thn = biaya pemakaian ban per tahun
4. Biaya Pemakaian Oli (Pelumas)
Jenis oli yang diperhitungkan terdiri dari oli mesin, oli gardan, oli rem dan oli
verseneling. Jumlah biaya untuk masing-masing biaya dihitung berdasarkan jumlah
pemakaian per tahun dan tingkat harga satuan yang berlaku.
5. Biaya Overhaul
Dalam penelitian ini, biaya servis berat dipandang sebagai biaya perbaikan mesin
dan renovasi bodi. Mengingat frekuensi overhaul jarang sekali dilakukan secara
periodik setahun sekali, melainkan kebanyakan dilakukan secara isidentil jika
terjadi kerusakan. Dengan demikian maka jumlah biaya overhaul per tahun dari
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 31 Maret 2012
216
Seminar Nasional Teknik Sipil 2012
ISBN 978-979-16346-2-5
masing-masing sampel dihitung dengan membagi total biaya overhaul yang
dikeluarkan selama umur kendaraan dibagi dengan jumlah umur kendaraan.
Bo /thn =
BTO
U
(5)
dimana:
= biaya overhoul per tahun
BO/thn
BTO
= biaya total overhoul selama umur kendaraan
U
= umur kendaraan
Berdasarkan hasil perhitungan BOK variable di atas maka total BOK tidak tetap per
tahun, dihitung dengan rumus:
BOKTT/thn = BBBM/thn + BPSC/thn +BO/thn
dimana:
BOKTT/thn
BBBM/thn
BPSC/thn
BO/thn
=
=
=
=
(6)
biaya operasi kendaraan tidak tetap per tahun
biaya bahan bakar minyak per tahun
biaya pemakaian suku cadang per tahun
biaya overhoul per tahun
Analisis BOK total per tahun
Dengan diketahuinya taksiran BOK tetap dan BOK tidak tetap per tahun di atas, maka
estimasi total BOK per tahun untuk masing-masing sampel operator dihitung dengan
rumus sebagai berikut:
BOKTOT/thn = BOKT/thn + BOKTT/thn
dimana:
BOKTOT/thn
BOKT/thn
BOKTT/thn
(7)
= total BOK per tahun
= total BOK tetap per tahun
= total BOK tidak tetap per tahun
4. DATA DAN ANALISA
Biaya Pengguna Angkutan Umum
Biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk penggunaan bus Trans Sarbagita dihitung
berdasarkan biaya roundtrip dari Batubulan –Nusa Dua dengan lintasan sejauh 68,80 km .
Dari tabel 1 diperoleh hasil bahwa total biaya roundtrip yaitu Rp. 7.000,00. Dan jika
dihitung berdasarkan tahun maka diperoleh biaya perjalanan sebesar Rp.2.555.000
roundtrip/tahun.
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 31 Maret 2012
217
Seminar Nasional Teknik Sipil 2012
ISBN 978-979-16346-2-5
Tabel 1. Total Biaya Perjalanan dengan Angkutan Umum.
No.
Rute
harga tiket
1
Batubulan-Nusadua
3,500.00
2
Nusadua - Batubulan
3,500.00
Total Biaya Roundtrip/ hari
7,000.00
Total Biaya Roundtrip/ tahun
Sumber: Hasil Analisis, 2012
2,555,000.00
Biaya yang dikeluarkan satu orang untuk satu kali perjalanan sebesar Rp. 3.500 dan untuk
2 kali perjalanan pergi-pulang sebesar Rp. 7.000 dalam satu hari. Sehingga diperoleh biaya
perjalanan untuk lintasan sejauh 68,80 km pertahunnya sebesar Rp. 2.555.000,00.
Biaya Pengguna Angkutan Pribadi
Biaya-biaya yang diperlukan untuk menghitung biaya operasi kendaraan angkutan pribadi
menggunakan data harga di pasaran pada tahun 2010. Dengan membandingkan dua jenis
angkutan pribadi yaitu jenis angkutan penumpang sejenis sedan dan kijang.
Biaya operasi angkutan pribadi dihitung dalam bentuk per tahun dengan panjang lintasan
pergi pulang sejauh 68,8 km. asumsi penggunaan 365 hari Biaya pertahun dengan
angkutan pribadi sebesar Rp. 32.721.844. sehingga diperoleh biaya perhari yang harus
dikeluarkan masyarakat sebesar Rp.89.700 dengan asumsi panjang perjalanan dan jumlah
perjalanan pertahunnya sama.
Tabel 2. Total Biaya Perjalanan dengan Angkutan Pribadi
No
Jenis
Kendaraan
1
1
Mobil
Penumpang¹
Mobil
Penumpang²
2
Jumlah
Hari
Operasi
Jumlah
BOK Tetap
(Rp/Thn)
Biaya
Pelumas
(Rp/Thn)
Biaya
Suku
Cadang
(Rp/Thn)
Biaya
Overhoul
(Rp/Thn)
3
4
5
6
7
365
10,982,286
1,607,168
5,626,585
400,000
365
11,608,214
1,607,168
4,944,600 416,667
RATA-RATA
PERTAHUN
ANGKUTAN PRIBADI
Biaya
Operasi
Total
(Rp/Thn)
8
14,125,50
0
14,125,50
0
BIAYA
DENGAN
RATA-RATA BIAYA PER HARI
DENGAN ANGKUTAN PRIBADI
BOK Total
(Rp/Thn)
9
=
4+5+6+7+8
32,741,539
32,702,149
32,721,844
89,700
Sumber: Hasil Analisis, 2012
Keterangan:
1. Sedan
2.
Kijang
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 31 Maret 2012
218
Seminar Nasional Teknik Sipil 2012
ISBN 978-979-16346-2-5
5. KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Penggunaan kendaraan pribadi jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan menggunakan
angkutan umum. Penelitian ini menggunakan asumsi yang sama dari segi jarak dan waktu
sebesar 68,80 km. Sehingga dapat disimpulkan selisih besarnya biaya yang dikeluarkan
masyarakat untuk transportasi dengan rute yang sama yaitu:
1. Biaya perjalanan dengan menggunakan angkutan umum berdasarkan rute Koridor II
trayek Trans Sarbagita sebesar Rp. 7000.
2. Biaya perjalanan dengan menggunakan angkutan pribadi berdasarkan rute Koridor II
trayek Trans Sarbagita sebesar Rp. 89.700.
3. Selisih biaya penngunaan angkutan pribadi dan angkutan umum sebesar Rp. 82.700
atau lebih besar 13 kali dari biaya penggunaan angkutan umum.
SARAN
Pada penelitian ini hanya membandingkan dari jarak yang sama dan waktu pertahunnya
dengan sistem biaya point to point. Namun perlu diteliti lebih lanjut pengenai biaya yang
dikeluarkan masyarakat dari sistem door to door. Sebab selain dari segi biaya, terdapat
fasilitas kenyamanan dan keamanan yang perlu ditingkatkan untuk pelayanan angkutan
umum kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Abubakar, I., Yani, A., Sutiono, E. (1995), Menuju Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang
Tertib, Edisi II, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Jakarta.
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. 2010. Bali Dalam Angka 2010. Denpasar.
Departemen Perhubungan. 1996. Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Umum
Penumpang di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur, Direktorat
Jenderal Perhubungan Darat, Jakarta.
Departemen Perhubungan. 2004. Keputusan Direktur Jendral Perhubungan Darat NO. HK.
105/DRJD/1996, Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum
di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur.
Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi. 2009. Pengembangan Angkutan Umum
Trans Sarbagita. Denpasar.
Dinas Perhubungan. 2011. Laporan Akhir: Perencanaan/Study Tarif Bus Sarbagita
www.Denpasar.go.id
Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 31 Maret 2012
219
Download