Uploaded by common.user152239

Arah Filsafat Sains Modern & Kontemporer

advertisement
ARAH – ARAH FILSAFAT SAINS
(ONTOLOGI, EPISTIMOLOGI DAN
AKSIOLOGI) PADA ERA MODERN
DAN KONTEMPORER
Nama
NIM
Kelas
Mata Kuliah
Dosen
: Reivira Arafah
: 4256175004
: Pendidikan Fisika B (S2) 2025
: Filsifat Ilmu
: Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D
Agenda Style
01
Perkembangan filsafat ilmu pada era modern dan
kontemporer
02
Arah Filsafat pada aliran ontologi
03
Arah Filsafat pada aliran epistimologi
04
Arah Filsafat pada aliran aksiologi
Sejarah Filsafat Ilmu
Periode Modern dan Kontemporer
Filsafat sejak awal muncul sebagai reaksi terhadap mitos. Pada
zaman Yunani Kuno, penjelasan tentang alam tidak lagi dikaitkan
dengan dewa, tetapi dijelaskan melalui akal dan hukum sebabakibat (kausalitas).
Dan pada zaman modern dan kontemporer, reaksi terhadap
pemikiran modern yang dianggap menjadi “mitos baru”. Ilmu
pengetahuan lahir ketika pengetahuan memenuhi syarat,
Metodis, Sistematis, Koheren, Dapat dipertanggung jawabkan
Filsafat Modern
Zaman modern dimulai dari, Renaissance
(abad 15–16), yaitu kebangkitan kembali
budaya Yunani-Romawi. Munculnya
renaisans tidak bisa dilepaskan begitu saja
dari sumbangan para filsuf Islam dalam
menerjemahkan karyakarya klasik Yunani ke
dalam bahasa Arab.
Kemudian diikuti pada masa Aufklärung
(Pencerahan), mengagungkan akal manusia.
Memiliki ciri utama yaitu, Sekularisasi ilmu
(pemisahan ilmu dan agama),
Antroposentrisme (manusia sebagai pusat),
dan Kebebasan berpikir dan berkembangnya
sains.
Rasionalisme
Aliran ini memandang Sumber pengetahuan sebagai akal
(rasio), Berangkat dari keraguan untuk mencapai
kepastian
Empirisme
Pengetahuan yang diperoleh berdasarkan penalaran
deduktif,
Idealisme
Mengajarkan bahwa hakikat fisik adalah jiwa atau
spirit.
Filsafat Kontemporer
Zaman kontemporer adalah era tahun - tahun
terakhir yang kita jalani hingga saat sekarang ini.
Hal yang membedakan pengamatan tentang ilmu
di zaman modern hingga zaman kontemporer
adalah bahwa zaman modern adalah era
perkembangan ilmu yang berawal sejak skitar
abad ke15, sedangkan zaman kontemporer
memfokuskan sorotannya pada berbagai
perkembangan terakhir yang terjadi hingga saat
sekarang. Fokusnya yaitu pada perkembangan
ilmu dan teknologi mutakhir. Zaman kontemporer
memiliki Karakteristik yaitu :
• Dominasi teknologi dan inovasi
• Adanya dekonstruksi (membongkar teori lama)
• Rekonstruksi pemikiran baru
• Berkembangnya, seperti Teknologi informasi,
Rekayasa genetika, dan Fisika partikel.
Pragmatisme
Mengajarkan bahwa yang benar adalah apa yang membuktikan
dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibatnya yang
bermanfaat secara praktis
Fenomenologi
Aliran yang membicarakan segala sesuatu selama
hal itu tampak dan terlihat
Eksistensialisme
Aliran Filsafat yang memandang segala gejala dengan
berpangkal pada eksistensi.
Dasar – Dasar Ontologi
Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang, hakikat “yang ada”
(realitas) apa yang benar-benar eksis dan bagaimana sifat dasar dari
sesuatu. Secara sederhana Ontologi adalah ilmu tentang keberadaan
(being/existence).
Hylomorphisme
Setiap benda adalah gabungan antara
zat dan bentuk
04 03
02 01
Idealisme (Spiritualisme)
Aliran yang berpandangan bahwa hakikat
kenyataan yang beraneka ragam itu semua
berasal dari roh (sukma).
Agnostisisme
suatu nilai kebenaran dari suatu klaim tertentu
yang umumnya berkaitan dengan teologi,
metafisika,
Nihilisme
Kebenaran tidak dapat diketahui, dan tidak
ada nilai yang pasti
Dasar – Dasar Epistimologi
Pemikiran Epistimologi Era modern
Empirisme (Francis Bacon)
Empirisme Lanjutan (John Locke
Positivisme (Auguste Comte)
Pengetahuan berasal dari
pengalaman (empiria),
Pengetahuan sepenuhnya
berasal dari pengalaman
Pengetahuan harus Faktual,
Teramati dan Ilmiah
Rasionalisme (Rene Descartes)
Sintesis (Immanuel Kant)
Dasar pengetahuan
adalah akal (rasio).
Menggabungkan
rasionalisme dan empirisme
Pemikiran Epistimologi Era modern
Neo-Positivisme (Wina/Vienna Circle)
Menggunakan Prinsip Pernyataan bermakna jika dapat
diverifikasi, yang berfokus pada Logika dan Bahasa ilmiah
Falsifikasi (Karl Popper)
Ilmu harus bisa dibuktikan salah (falsifiable) Bukan
“benar”,
Paradigma (Thomas Kuhn)
Ilmu berkembang secara revolusioner, bukan bertahap.
Program Riset (Imre Lakatos)
Ilmu dinilai dari rangkaian teori, bukan teori tunggal
Pemikiran Epistimologi Era Kontemporer
Fenomenologi
(Edmund
Husserl)
Mengkaji fenomena
sebagaimana tampak.
Metode yang
digunakan Epoche
(menunda penilaian),
Reduksi (mencari
esensi). Konsepnya
Dunia kehidupan
(lifeworld) yaitu Fokus
pada kesadaran
manusia.
Hermeneutika
(Schleiermach
er, Dilthey,
Gadamer)
Menafsirkan
Teks dan
Realitas social.
Ilmu sebagai
proses
pemahaman
dan interpretasi.
Teori Kritis
(Mazhab
Frankurf –
Habermas)
Mengkritik
Positivisme dan
Kapitalisme. Tetapi
Menekankan
Kesadaran dan
Peran manusia
sebagai subjek. Ilmu
tidak netral, tetapi
terkait dengan
kepentingan social.
Dasar – Dasar Aksiologi
Masalah Etika Ilmu
Pengetahuan dan
Teknologi
Pengertian Aksiologi
Aksiologi adalah cabang
filsafat yang membahas
tentang Nilai (value), Etika
(moral) dan Tujuan
penggunaan ilmu
pengetahuan. Intinya:
aksiologi menjawab
pertanyaan
“Untuk apa ilmu digunakan?”
dan “Apakah penggunaan
ilmu itu baik?”.
Text Here
Text Here
Text Here
Terdapat Dampak Negatif IPTEK,
Walaupun membawa kemajuan,
IPTEK juga menimbulkan
Kerusakan lingkungan, Konflik
kemanusiaan dan Krisis
moral.contoh kasus : Misalkan
Bahan radioaktif berbahaya,
Digunakan dalam reaktor nuklir
dan senjata nuklir. Dampaknya
yaitu ancaman besar bagi
kehidupan manusia. Solusinya
Membutuhkan kontrol etika yang
ketat.
Pragmatisitas Sains Teknologi
55%
Teori Terapan
Pengembangan Ilmu murni
(pure research) dan Ilmu
terapan (applied research).
40%
35%
Rekayasa
Teknologi
Praksis
Pengembangan ilmu
menjadi teknologi nyata
Penerapan dalam kehidupan
sosial yang harus
mempertimbangkan
Lingkungan dan Nilai social.
Case Method
Case Method 1
Case Method 2
Case Method 3
Penemuan fisika nuklir
memungkinkan pengembangan
energi listrik sekaligus senjata
nuklir, seperti pada peristiwa
Pemboman Hiroshima dan
Nagasaki. Hingga kini, energi
nuklir masih digunakan sebagai
sumber energi alternatif namun
tetap kontroversial.. Bagaimana
pemahaman ini mengubah
pandangan manusia tentang
alam? Apakah perkembangan
ilmu harus dibatasi oleh etika?
Para ilmuwan menggunakan
model komputer untuk
memprediksi perubahan iklim
global. Namun, hasil model sering
berbeda-beda tergantung asumsi
dan data yang digunakan,
sehingga menimbulkan
perdebatan publik dan politik.
Bagaimana kita mengetahui
kebenaran dari model yang
berbasis probabilitas? Apakah
prediksi dapat dianggap sebagai
pengetahuan?
Teori Teori Relativitas yang
dikembangkan oleh Albert
Einstein menyatakan bahwa
ruang dan waktu tidak absolut,
melainkan relatif tergantung
kecepatan dan gravitasi. Hal ini
bertentangan dengan pandangan
klasik Isaac Newton. Bagaimana
perubahan paradigma dari fisika
Newton ke relativitas
menunjukkan bahwa
pengetahuan ilmiah bersifat
dinamis? Apakah kebenaran
ilmiah bersifat mutlak atau
sementara?
THANK YOU
Have a nice day yaa … 
Download