Uploaded by User149429

Bahaya Kebiasaan

advertisement
Bahaya Kebiasaan: Banyak Komentar, Malas Membaca
Padahal di media itu banyak sekali yang sifatnya protolan, penggalan
Suatu kebiasaan yang berkembangan di zaman internet dan sosmed adalah budaya
berkomentar.
Semua orang punya “panggung” untuk berbicara ke publik, komentar apa saja, tentang apa saja
dan kapan saja.
Dengan mudahnya berkomentar maka semua hal bisa dikomentari. Tetapi kebiasaan ini
mematikan budaya membaca, suatu budaya yang baik,
Kebiasaan mengandalkan ilmu dari internet yang tdk disaring menyebabkan kesalahan
memahami
Buku-buku bermanfaat ditinggalkan karena manusia lebih suka memegang gadget mereka.
Agama Islam yang mulia ini telah mengarahkan kita pada kebiasaan sebaliknya yaitu sedikit komentar
tetapi banyak membaca. Inilah kebiasaan yang baik yang diajarkan oleh Islam.
Banyak berkomentar yang tidak disertai ilmu membuat kita mudah tergelincir dalam kesalahan.
‫من كان يؤمن باهلل واليوم اآلخر فليقل خيراً أو ليصمتًرواهًمسلم‬
Dua sifat Al-Asyaj ‘Abdul Qais yang dicintai Rasulullah SAW. adalah Al
hilm (tenang) dan Al-anah (hati-hati):
ُ ‫ًالحل ُمًواألناًة‬:ًُ‫ًخصلتينًيحب ُهماًهللا‬
َ‫إنًفيك‬
ِ
Bagaimana menyikapi dan berkomentar kepada berita di media?
ًِ‫سنُ ًوالت ُّ َؤ َدةًُواالقتصادًُجز ٌءًمنًأربعةًٍوعشرينَ ً ُجزءاًمنًالنبوة‬
َّ ‫ال‬
َ ‫س ْمتُ ًال َح‬
“Sikap yang baik, hati-hati, dan sederhana merupakan bagian dari 24 sifat
kenabian” (HR. Tirmidzi).
Allah menjelaskan kalau kita tidak dijaga oleh Allah maka yang kita ikuti adalah
setan:
َ ‫ش ْي‬
َّ ‫ًُالتَّبَ ْعت ُ ُمًال‬
َ ‫ًو َرحْ َمتُه‬
ً‫طانَ ًإًِ َّالًقَ ِليل‬
ْ َ‫َولَ ْو َالًف‬
َّ ‫ضل‬
َ ‫ًَُّللاًِ َعلَ ْي ُك ْم‬
Kenapa?
ْ ‫إن‬
ٌ .ِ
َّ
.‫متفقًعلي ًِه‬
ًِ ‫قًوالم ًْغ ِر‬
ِ ‫ارًأ ْب َع َد‬
ِ َّ‫ًال َعبْدًلَ َيت َ َكلَّ ُمً ِبال َك ِلم ِةً َماً َيت َب َّينُ ًفي َهاً َي ِزلًُّب َهاً ِإلَىًالن‬
ِ ‫ًم َّماًبيْنَ ًالم ْش ِر‬
ْ
ْ
ْ
َّ
َّ
َّ ‫ًو‬،ٍ
َّ
ً‫ًَّللاًِتَعالىًال‬
ًَ ‫س‬
ِ ‫إنًالع ْب َدًلَيَت َكل ُمًبال َك ِل َم ِة‬
ِ ‫إنًالعَ ْب َدًلَيَت َ َكل ُمًبِال َك ِلم ِة‬
َّ ‫خ ِط‬
َّ ‫ًَّللاًِتَعَالىً َماًيُل ِقيًل َهاًبًَاالًيَ ْرفَعُه‬
َّ ‫ان‬
َ ً‫ًم ْن‬
ِ ‫ًم ْن‬
ِ ‫ًرض َْو‬
َ ‫ًَُّللاًب َهاً َد َرجات‬
.‫ي ُْلقيًل َهاً َباالًي ِهويًب َهاًفيً َج َهنَّمًرواهًالبخاري‬
ْ ‫ل ًليَت َ َكلَّ ُم‬
ُ َ‫ًَّللاًِت َعالىً َماً َكانَ ًي‬
َّ : ‫ل‬
َّ ًِ ‫زني‬
ً‫ظ ُّن‬
ًَ ‫إن ًال َّر ُج‬
ًَ ‫ًَّللا ًﷺًقا‬
ً ‫ث ًال ُم‬
ِ ‫للًبن ًالحار‬
ِ ‫ًبال َك ِل َم ِة‬
ُ ‫ًر‬
َّ ‫ْوان‬
َّ ‫سو َل‬
َّ ‫و َع ْن ًأبيً َع ْبد‬
ِ‫حمن ًب‬
َ ‫أن‬
ِ ‫ًم ْن‬
ِ ‫ًرض‬
ِ
ِ ‫ِالر‬
ْ
َّ
ُ ‫ًَّللاً َماً َكانَ ًي‬
َ
َ
َ
ْ
ُ
َ
ْ ‫ظ ُّن‬
ْ
ْ
ْ ‫ًأنًت َ ْبلُ ًَغً َماًبلَغ‬
َّ
ْ ‫أنًت َ ْبلُغًَ َماًبلَغ‬
َ
َ
ً ُُِ‫َتًي ْكت‬
‫َط‬
‫خ‬
‫س‬
ً
‫ن‬
‫ًم‬
ً
‫ة‬
‫م‬
‫ل‬
‫ك‬
‫ًبال‬
‫م‬
‫َل‬
‫ك‬
‫ت‬
‫ي‬
‫ل‬
ًَ
‫ل‬
‫ج‬
‫ًالر‬
‫إن‬
‫ًو‬،
‫ه‬
‫ا‬
‫ق‬
‫ًيل‬
‫م‬
‫و‬
‫ي‬
ً‫ى‬
‫ل‬
‫إ‬
ًُ
‫ه‬
‫ن‬
َ
‫ا‬
‫ْو‬
‫ض‬
‫اًر‬
‫ه‬
‫ًُب‬
‫ه‬
‫ل‬
ً
‫ًَّللا‬
‫ت‬
‫ك‬
‫ًي‬
‫َت‬
ُِ
َّ ِ َ ِ ِ ِ
َّ
ِ َْ ِ َ ِ َ
ُ َ ُ َّ
َ ُ
ْ
َّ
َ ‫س َخ‬
ٌ
ٌ
.‫ح‬
ًٌ ‫ًحسنًصحي‬
‫ًحديث‬:‫"ًوالترمذيًوقال‬
َّ
َ ً‫َّللاًلَهًُب َها‬
ِ ‫رواهًُمالكًفيً"ال ُموطإ‬. ُ‫طهًُإِلَىًيَ ْو ِمًيلقَاًه‬
ًَ‫ي؟ًفَأ َ َخذ‬
‫س‬
ًَ ‫َص ُمًبِهًِقا‬
‫ًََّللاًِ َحد‬
ًَِّ ‫يانًبنًع ْبد‬
‫س ْف‬
َّ
َّ ِ‫قُ ْلًرب‬: ‫ل‬
َّ ‫سول‬
ُ ‫ًيَاًر‬: ُ‫ًث ًَُّمًا ْست َ ِق ًْمًقُ ْلت‬،‫يًَّللا‬
ُ ‫ًقُ ْلتُ ًيَاًر‬:‫قَال‬ ً‫َِّللا‬
ُ ً‫ع ْن‬
ْ
َ ً‫َاف‬
ُ ‫وفً َماًتَخ‬
ُ ‫ولًَّللاًِ َماًأ َ ْخ‬
ِ ‫ِثنيًبأم ٍرًأ ْعت‬
َ ‫و‬
َّ َ‫عل‬
ِ
ٌ
.‫ح‬
ًٌ ‫ًحديثًحسنًٌصحي‬:‫رواهًالترمذيًوقال‬
. ‫هَذَا‬: ‫ًث ُ َّمًقَال‬،ِ‫انًنَ ْف ِسه‬
‫س‬
ِ َ ‫ِب ِل‬
Rajin membaca dan belajar
Ibnu Taimiyyah berkata,
‫ و اللذة التي تبقى بعد الموت وتنفع في اآلخرة هي لذة العلم باهلل والعمل له وهو اإليمان به‬،‫وال ريِ أن لذة العلم أعظم اللذات‬
“Tidak diragukan lagi bahwasanya kelezatan ilmu itu adalah sebesar-besarnya kelezatan, dan
kelezatan yang akan tetap ada setelah meninggal dan akan bermanfaat di akhirat ialah kelezatan
ilmu kepada Allah dan beramal dengannya dan dia beriman kepadanya.” (Majmu’ Al-Fatawa
14/162)
Al-Albani membaca sehari bisa 12 jam. Beliau membaca di atas tangga selama 6 jam. Berikut kisahnya,
:‫يقول أحد تلمذة الشيخ ويقول‬
‫ فتناول‬،‫ومما يدل على صبره وجلده في طلِ العلم… أن الشيخ ناصر صعد على السلم في المكتبة الظاهرية ليأخذ كتابا مخطوطا‬
‫ فبقي واقفا على السلم يقرأ في الكتاِ لمدة تزيد على الست ساعات‬،‫الكتاِ وفتحه‬
“Di antara yang menunjukkan kesabaran dan kegigihan beliau (syaikh Al-Albani) dalam menuntu ilmu..
Syaikh naik ke tangga di perpustakaan Dzahiriyah untuk mengambil kitab manuskrip. Beliau mengambil
kitab tersebut dan membukanya, beliau tetap berdiri di atas tangga membaca kitab tersebut lebih dari 6
jam” (Maqaalaat Al-Albani)
Kebangkrutan Besar Akibat Buruknya Lisan di Sosial Media
Realita Kebebasan Berpendapat di Sosial Media
Kaidah:
‫الكتابةًتنزلًًمنزلةًالقول‬
“Tulisan (hukumnya) sebagaimana lisan”
Ketika lisan suka mencaci, mencela, melaknat, ghibah dan berkata-kata kotor kepada
orang lain, ini sama saja kita akan “bagi-bagi pahala gratis” kepada mereka kemudian kita
akan bangkrut.
Mengapa demikian?
Karena dengan lisan dan tulisan kita, mereka yang kita cela dan caci-maki jika kita tidak
meminta maaf di dunia, maka urusan akan berlanjut di akhirat.
‫وَالَﺬِيﻦًَيُﺆْذُونًَالْﻤُﺆْمِﻨِﻴﻦًَوَالْﻤُﺆْمِﻨَاتًِبِغَﻴْﺮًِمَاًاكْﺘَﺴَﺒُﻮاًفَقَﺪًِاحْﺘَﻤَلُﻮاًبُهْﺘَاناًوَإِثْﻤاًمُﺒِﻴﻨا‬
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan
yang mereka perbuat, maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa
yang nyata” (Al-Ahzab: 58).
Karenanya Nabi menjamin surga bagi yang bisa menjaga lisannya,
َ‫مَﻦًْيَﻀْﻤَﻦًَلِيًمَابَﻴْﻦًَلِﺤْﻴَﻴْهًِوَمَاًبَﻴْﻦًَرِجْلَﻴْهًِأَضْﻤَﻦًْلَهًُالْﺠَﻨَة‬
Download