Uploaded by User110068

0. PERPOL NO 2 TH 2021 TTG SOTK Polres Polsek OK

advertisement
PERATURAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 2 TAHUN 2021
TENTANG
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
PADA TINGKAT KEPOLISIAN RESOR DAN KEPOLISIAN SEKTOR
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
: a.
bahwa untuk kelancaran pelaksanaan tugas
tanggung
jawab
organisasi
dan
telah
tata
dilakukan
kerja
dan
penyusunan
Kepolisian
Resor
dan
Kepolisian Sektor sebagaimana amanat Pasal 37 dan
Pasal 39 Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian
Negara Republik Indonesia;
b.
bahwa Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik
Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 tentang Susunan
Organisasi dan Tata Kerja pada tingkat Kepolisian
Resor dan Kepolisian Sektor sudah tidak sesuai
dengan
kebutuhan
peraturan
organisasi
perundang-undangan,
dan
ketentuan
sehingga
perlu
diganti;
c.
bahwa
berdasarkan
dimaksud
dalam
pertimbangan
huruf
a
dan
sebagaimana
huruf
b,
perlu
menetapkan Peraturan Kepolisian Negara Republik
Indonesia tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
pada Tingkat Kepolisian Resor dan Kepolisian Sektor;
-2-
Mengingat
: 1.
Undang-Undang
Kepolisian
Nomor
Negara
2
Tahun
Republik
2002
Indonesia
tentang
(Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2,
Tambahan
Lembaran
Negara
Republik
Indonesia
Nomor 4168);
2.
Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara
Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2017 tentang
Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun
2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Kepolisian
Negara
Republik
Indonesia
(Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 15);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
: PERATURAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PADA
TINGKAT KEPOLISIAN RESOR DAN KEPOLISIAN SEKTOR.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Kepolisian ini yang dimaksud dengan:
1.
Kepolisian
Negara
Republik
Indonesia
yang
selanjutnya disebut Polri adalah alat negara yang
berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban
masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan
perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada
masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan
dalam negeri.
2.
Kepala Polri yang selanjutnya disebut Kapolri adalah
pimpinan Polri dan penanggung jawab penyelenggara
fungsi kepolisian.
3.
Kepolisian Daerah yang selanjutnya disebut Polda
adalah pelaksana tugas dan wewenang Polri di wilayah
provinsi yang berada di bawah Kapolri.
-3-
4.
Kepala Polda yang selanjutnya disebut Kapolda adalah
pimpinan Polri di daerah provinsi dan bertanggung
jawab kepada Kapolri.
5.
Kepolisian Resor yang selanjutnya disebut Polres
adalah unsur pelaksana tugas kewilayahan pada
tingkat Polda yang berada di bawah Kapolda.
6.
Kepala Polres yang selanjutnya disebut Kapolres
adalah pimpinan Polri di daerah kabupaten/kota dan
bertanggung jawab kepada Kapolda.
7.
Kepolisian Sektor yang selanjutnya disebut Polsek
adalah unsur pelaksana tugas kewilayahan pada
tingkat Polres yang berada di bawah Kapolres.
8.
Kepala Polsek yang selanjutnya disebut Kapolsek
adalah pimpinan Polri di daerah Kecamatan dan
bertanggung jawab kepada Kapolres.
9.
Kepolisian
Polsubsektor
Subsektor
adalah
yang
unsur
selanjutnya
pelaksana
disebut
tugas
kewilayahan di wilayah tertentu pada tingkat Polsek
yang berada di bawah Kapolsek.
Pasal 2
Ruang lingkup Peraturan kepolisian ini meliputi:
a. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Polres; dan
b. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Polsek.
-4-
BAB II
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
KEPOLISIAN RESOR
Bagian Kesatu
Kedudukan, Tugas dan Fungsi Polres
Pasal 3
(1)
Polres berkedudukan di kabupaten/kota/kawasan
tertentu.
(2)
Polres sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri
atas:
a.
tipe A yaitu Polres Kota Besar;
b.
tipe B yaitu Polres Metropolitan;
c.
tipe C yaitu Polres Kota; dan
d.
tipe D yaitu Polres.
Pasal 4
Polres sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, bertugas
melaksanakan:
a.
tugas pokok Polri dalam memelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta
memberikan
perlindungan,
pengayoman,
dan
pelayanan kepada masyarakat; dan
b.
tugas Polri lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 5
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4, Polres menyelenggarakan fungsi:
a.
pelayanan
bentuk
kepolisian
penerimaan
pengaduan,
kepada
dan
masyarakat,
penanganan
dalam
laporan/
pemberian
bantuan
dan
termasuk
pengamanan
kegiatan
masyarakat
instansi
pemerintah,
dan
pertolongan
pelayanan
dan
surat
izin/keterangan, serta pelayanan pengaduan atas
-5-
tindakan anggota Polri
sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
b.
pelaksanaan fungsi intelijen dalam bidang keamanan
guna terselenggaranya deteksi dini dan peringatan
dini;
c.
penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, fungsi
identifikasi dan fungsi laboratorium forensik lapangan
dalam rangka penegakan hukum, serta pembinaan,
koordinasi, dan pengawasan Penyidik Pegawai Negeri
Sipil;
d.
pembinaan
masyarakat,
yang
meliputi
kegiatan
pembinaan ketertiban sosial, pembinaan keamanan
swakarsa,
khusus
koordinasi
dan
dan
satuan
pengawasan
pengamanan,
kepolisian
pemolisian
masyarakat, serta pembinaan Bhayangkara Pembina
Keamanan dan Ketertiban Masyarakat;
e.
pelaksanaan
fungsi
Samapta
Kepolisian,
meliputi
kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli
serta
pengamanan
pemerintah,
kegiatan
termasuk
masyarakat
penindakan
tindak
dan
pidana
ringan, pengamanan unjuk rasa, pengendalian massa,
dan pengamanan objek vital serta bantuan satwa;
f.
pelaksanaan fungsi lalu lintas, meliputi kegiatan
pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli lalu
lintas,
termasuk
penindakan
pelanggaran
dan
penyidikan kecelakaan lalu lintas serta registrasi dan
identifikasi
kendaraan
penegakan
hukum
bermotor
dan
dalam
pembinaan
rangka
keamanan,
keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas;
g.
pelaksanaan fungsi kepolisian perairan dan udara,
meliputi
kegiatan
patroli
perairan,
penanganan
pertama terhadap tindak pidana perairan, pencarian
dan penyelamatan kecelakaan di wilayah perairan,
pembinaan
masyarakat
perairan
dalam
rangka
pencegahan kejahatan, dan pemeliharaan keamanan
di wilayah perairan dan dukungan logistik pesawat
udara; dan
-6-
h.
pelaksanaan
fungsi-fungsi
lain,
sesuai
dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 6
(1)
Polres dipimpin oleh Kapolres.
(2)
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Kapolres
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibantu oleh
Wakapolres.
(3)
Susunan organisasi Polres terdiri atas:
a.
Seksi Pengawasan, yang dipimpin oleh Kepala
Seksi Pengawasan;
b.
Seksi Profesi dan Pengamanan, yang dipimpin
oleh Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan;
c.
Bagian
Operasi,
yang
dipimpin
oleh
Kepala
Bagian Operasi;
d.
Bagian Perencanaan, yang dipimpin oleh Kepala
Bagian Perencanaan;
e.
Bagian Sumber Daya Manusia, yang dipimpin
oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia;
f.
Bagian
Logistik,
yang
dipimpin
oleh
Kepala
Bagian Logistik;
g.
Seksi Hubungan Masyarakat, yang dipimpin oleh
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat;
h.
Seksi Hukum, yang dipimpin oleh Kepala Seksi
Hukum;
i.
Seksi
Teknologi
Informasi
Komunikasi,
yang
dipimpin oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi
Komunikasi;
j.
Seksi Umum, yang dipimpin oleh Kepala Seksi
Umum;
k.
Sentra
Pelayanan
Kepolisian
Terpadu,
yang
dipimpin oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian
Terpadu;
-7-
l.
Satuan Intelijen Keamanan, yang dipimpin oleh
Kepala Satuan Intelijen Keamanan;
m.
Satuan Reserse Kriminal, yang dipimpin oleh
Kepala Satuan Reserse Kriminal;
n.
Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat
Berbahaya, yang dipimpin oleh Kepala Satuan
Reserse
Narkotika,
Psikotropika
dan
Obat
Berbahaya;
o.
Satuan Pembinaan Masyarakat, yang dipimpin
oleh Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat;
p.
Satuan Samapta, yang dipimpin oleh Kepala
Satuan Samapta;
q.
Satuan Lalu Lintas, yang dipimpin oleh Kepala
Satuan Lalu Lintas;
r.
Satuan Pengamanan Objek Vital, yang dipimpin
oleh Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital;
s.
Satuan Kepolisian Perairan dan Udara, yang
dipimpin oleh Kepala Satuan Kepolisian Perairan
dan Udara;
t.
Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti,
yang dipimpin oleh Kepala Satuan Perawatan
Tahanan dan Barang Bukti;
u.
Seksi Keuangan, yang dipimpin oleh Kepala Seksi
Keuangan;
v.
Seksi
Kedokteran
Kepolisian
dan
Kesehatan
Kepolisian, yang dipimpin oleh Kepala Seksi
Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan Kepolisian;
dan
w.
(4)
Polsek, yang dipimpin oleh Kapolsek.
Kapolres sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan
Wakapolres sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
merupakan unsur pimpinan.
(5)
Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a
dan huruf b, merupakan unsur pengawas.
(6)
Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c
sampai
dengan
huruf
f
dan
Seksi sebagaimana
-8-
dimaksud pada ayat (3) huruf g sampai dengan huruf
j, merupakan unsur pembantu pimpinan/pelayan.
(7)
Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(3)
huruf
k
dan
Satuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf l sampai
dengan huruf t, merupakan unsur pelaksana tugas
pokok.
(8)
Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf u
dan huruf v, merupakan unsur pendukung.
(9)
Polsek sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf w,
merupakan unsur pelaksana tugas kewilayahan.
(10) Unsur-unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
sampai dengan ayat (9) bertanggung jawab kepada
Kapolres, dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari
di bawah kendali Wakapolres.
(11) Dalam melaksanakan tugasnya pada Polres tipe A,
Polres
tipe
B,
dan
Polres
tipe
C,
unit
kerja
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf l, sampai
dengan huruf s dibantu oleh Wakil Kepala Satuan.
Bagian Ketiga
Unsur Pimpinan
Pasal 7
(1)
Kapolres sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat
(4), bertugas:
a.
memimpin,
mengendalikan
membina,
satuan
mengawasi,
organisasi
dan
dan
unsur
pelaksana kewilayahan dalam jajarannya; dan
b.
memberikan saran pertimbangan kepada Kapolda
yang terkait dengan pelaksanaan tugasnya.
-9-
Pasal 8
(1)
Wakapolres sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
ayat (4), berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Kapolres.
(2)
Wakapolres sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
bertugas:
a.
membantu
tugasnya
Kapolres
dengan
dalam
melaksanakan
mengawasi,
mengendalikan,
mengoordinir pelaksanaan tugas seluruh satuan
organisasi Polres;
b.
memimpin Polres dalam batas kewenangannya,
apabila Kapolres berhalangan; dan
c.
memberikan
saran
pertimbangan
kepada
Kapolres berkaitan dengan tugas pokok Polres.
Bagian Keempat
Unsur Pengawas dan Pembantu Pimpinan/Pelayan
Paragraf 1
Seksi Pengawasan
Pasal 9
(1)
Seksi
Pengawasan
sebagaimana
dimaksud
dalam
Pasal 6 ayat (3) huruf a, bertugas melaksanakan
pengawasan
terhadap
pelaksanaan
kebijakan
pimpinan Polri di bidang pembinaan dan operasional
mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan
pencapaian kinerja.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Seksi Pengawasan menyelenggarakan
fungsi:
a.
pengawasan
terhadap
operasional
atas
bidang
aspek
pembinaan
perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian;
b.
pengawasan untuk memberikan konsultasi dan
sosialisasi;
c.
pelaksanaan verifikasi;
- 10 -
d.
penyelenggaraan analisis dan evaluasi atas hasil
pelaksanaan pengawasan;
e.
penanganan pengaduan masyarakat; dan
f.
pendorong penyelenggaraan sistem pengendalian
intern pemerintah dan pelaksanaan pelaporan
atas harta kekayanaan pengawai negeri pada
Polri.
Pasal 10
(1)
Seksi
Pengawasan
sebagaimana
dimaksud
dalam
Pasal 9, terdiri atas:
(2)
a.
Subseksi Operasional;
b.
Subseksi Pembinaan;
c.
Subseksi Pengaduan Masyarakat; dan
d.
Urusan Administrasi.
Subseksi Operasional sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf a, bertugas melakukan pengawasan unit
organisasi
di
perencanaan,
bidang
operasional
pengorganisasian,
atas
aspek
pelaksanaan
dan
pengendalian.
(3)
Subseksi Pembinaan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf b, bertugas melakukan pengawasan unit
organisasi di bidang pembinaan meliputi sumber daya
manusia, anggaran keuangan dan logistik atas aspek
perencanaan,
pengorganisasian,
pelaksanaan
dan
pengendalian.
(4)
Subseksi
Pengaduan
Masyarakat
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c, bertugas melakukan
penanganan
evaluasi
pengaduan,
atas
penyelenggaraan
hasil
penyelenggaraan
pelaksanaan
sistem
analisis
pengawasan,
pengendalian
intern
pemerintah dan pelaksanaan laporan harta kekayaan
pegawai negeri pada Polri.
(5)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf d, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
- 11 -
Paragraf 2
Seksi Profesi dan Pengamanan
Pasal 11
(1)
Seksi Profesi dan Pengamanan sebagaimana dimaksud
dalam
Pasal
6
ayat
(3)
huruf
b,
bertugas
melaksanakan pengawasan terhadap pembinaan dan
pemeliharaan
disiplin,
pengamanan
internal,
pertanggungjawaban profesi, pelayanan pengaduan
masyarakat mengenai dugaan adanya penyimpangan
tindakan pegawai negeri pada Polri, penelitian dan
rehabilitasi
personel
sesuai
ketentuan
peraturan
perundang-undangan.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Seksi
Profesi
dan
Pengamanan
dan
pemantauan
menyelenggarakan fungsi:
a.
pelayanan,
terhadap
pengendalian
pengaduan
masyarakat
tentang
penyimpangan sikap dan tindakan pegawai negeri
pada Polri yang diduga melakukan pelanggaran
disiplin dan/atau kode etik profesi Polri;
b.
pembinaan
dan
pengamanan
internal
yang
meliputi personel, materiil, kegiatan dan bahan
keterangan;
c.
pembinaan dan penegakan disiplin dan/atau
kode etik profesi Polri; dan
d.
pembinaan profesi yang meliputi pembinaan etika
profesi, audit
investigasi kasus baik eksternal
maupun internal dan penegakan etika profesi
Polri.
Pasal 12
(1)
Seksi Profesi dan Pengamanan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 11, terdiri atas:
a. Unit Provos;
b. Unit Pengamanan Internal; dan
c. Urusan Administrasi.
- 12 -
(2)
Unit Provos sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
a,
disiplin,
bertugas
menyelenggarakan
pemeliharaan
pemeriksaan,
tata
pemberkasan
tertib,
dan
penegakan
melaksanakan
sidang
disiplin,
pengamanan dan pengawalan pelaksanaan sidang
disiplin, mengawasi pelaksanaan putusan hukum
disiplin, pengamanan terbuka kegiatan personel serta
melaksanakan pembinaan etika profesi kepolisian,
penegakan etika, melaksanakan audit investigasi,
pemeriksaan, pemberkasan, penuntutan dan sidang
kode etik profesi Polri.
(3)
Unit Pengamanan Internal sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1)
pengamanan
huruf
internal
b,
bertugas
terhadap
melakukan
personel,
materiil
logistik, kegiatan dan bahan keterangan, penyelidikan
terhadap dugaan pelanggaran disiplin dan/atau kode
etik yang dilakukan oleh pegawai negeri pada Polri,
penelitian,
pencatatan,
pengadministrasian
pendokumentasian
kegiatan
pengamanan
dan
internal
sesuai lingkup tugasnya.
(4)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi personel, logistik dan administrasi umum
serta pelayanan penerimaan pengaduan masyarakat
mengenai penyimpangan sikap dan tindakan pegawai
negeri pada Polri yang diduga melakukan pelanggaran
disiplin dan/atau kode etik profesi Polri.
Paragraf 3
Bagian Operasi
Pasal 13
(1)
Bagian Operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
ayat (3) huruf c, bertugas:
a.
merencanakan, mengoordinasikan, melaksanakan
dan
mengendalikan
kepolisian,
kegiatan
manajemen
kepolisian
operasi
terpadu,
- 13 -
pengamanan
kegiatan
masyarakat
dan/atau
instansi pemerintah;
(2)
b.
mengoordinasikan pelaksanaan kerja sama; dan
c.
mengendalikan pengamanan markas.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Bagian Operasi menyelenggarakan
fungsi:
a.
penyiapan administrasi dan pelaksanaan operasi
kepolisian dan kegiatan kepolisian terpadu;
b.
perencanaan pelaksanaan pelatihan praoperasi,
termasuk kerja sama dan pelatihan dalam rangka
operasi
kepolisian
dan
kegiatan
kepolisian
terpadu;
c.
perencanaan dan pengendalian operasi kepolisian
dan
kegiatan
kepolisian
terpadu,
termasuk
pengumpulan, pengolahan dan penyajian serta
pelaporan data operasi dan pengamanan kegiatan
masyarakat dan/atau instansi pemerintah;
d.
pembinaan manajemen operasi kepolisian dan
kegiatan
kepolisian
perencanaan,
terpadu
pelaksanaan
yang
meliputi
administrasi
dan
pengendalian operasi kepolisian, dan kegiatan
kepolisian terpadu serta tindakan kontinjensi;
e.
pengoordinasian dan pengendalian pelaksanaan
pengamanan markas; dan
f.
pengoordinasian dan pelaksanaan kerja sama
dengan lembaga pemeritah/lembaga nonpemerintah
tingkat
kabupaten/kota
serta
melaksanakan
monitoring dan evaluasinya.
Pasal 14
(1)
Bagian Operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal
13 terdiri atas:
a.
Subbagian Pembinaan Operasi;
b.
Subbagian Pengendalian Operasi;
c.
Subbagian Kerja Sama; dan
d.
Urusan Administrasi.
- 14 -
(2)
Subbagian
Pembinaan
Operasi,
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf a, bertugas:
a.
menyiapkan, merumuskan dan merencanakan
operasi
kepolisian
dan
kegiatan
kepolisian
terpadu; dan
b.
merencanakan, membina dan mengoordinasikan
latihan operasi kepolisian dan kegiatan kepolisian
terpadu serta melaksanakan latihan.
(3)
Subbagian
Pengendalian
Operasi,
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b, bertugas:
a.
menyelenggarakan koordinasi dan administrasi,
mengendalikan kepolisian dan kegiatan kepolisian
terpadu;
b.
mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data
dan pelaporan operasi kepolisian dan kegiatan
kepolisian terpadu serta kegiatan pengamanan;
c.
mengendalikan
pelaksanaan
pengamanan
markas; dan
d.
(4)
mengoordinir kegiatan Siaga Polres.
Subbagian Kerja Sama sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c, bertugas menyelenggarakan kerja
sama dan koordinasi dengan lembaga pemerintah/lembaga
nonpemerintah tingkat kabupaten/kota serta melaksanakan
pengelolaan informasi dan dokumentasi kerja sama
tingkat Polres.
(5)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf d, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
Paragraf 4
Bagian Perencanaan
Pasal 15
(1)
Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
6
ayat
perencanaan
(3)
huruf
kebijakan
d,
bertugas
teknis
dan
menyusun
strategis,
- 15 -
menyusun
rencana
kerja,
melaksanakan
dan
mengendalikan program dan anggaran, menerapkan
sistem manajemen organisasi dan tata laksana, serta
melaksanakan program reformasi birokrasi.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Bagian Perencanaan menyelenggarakan
fungsi:
a.
penyelenggaraan kegiatan administrasi pegawai
negeri pada Polri dan logistik serta administrasi
umum;
b.
penyusunan
rencana
strategis,
rancangan
rencana kerja, rencana kerja, perjanjian kinerja,
indikator kinerja utama, dan indikator kinerja
kunci serta evaluasi kinerja;
c.
penerapan sistem manajemen organisasi dan tata
laksana;
d.
pelaksana program reformasi birokrasi;
e.
penyusunan rencana kebutuhan anggaran Polres
dalam
bentuk
rencana
kerja
anggaran
kementerian/lembaga, daftar isian pelaksanaan
anggaran
dan
laporan
kinerja
instansi
pemerintah; dan
f.
pembuatan
administrasi
otorisasi
anggaran,
penyusunan laporan realisasi anggaran, sistem
manajemen
anggaran
polri,
hibah
dan
penyusunan revisi anggaran.
Pasal 16
(1)
Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 15, terdiri atas:
a.
Subbagian Strategi Manajemen dan Reformasi
Birokrasi;
b.
Subbagian Perencanaan Program dan Anggaran;
c.
Subbagian Pengendalian Program dan Anggaran;
dan
- 16 -
d.
(2)
Urusan Administrasi.
Subbagian
Strategi
Manajemen
dan
Reformasi
Birokrasi sebagaimana pada ayat (1) huruf a, bertugas
menyusun
rencana
strategis,
rancangan
rencana
kerja, rencana kerja, perjanjian kinerja, indikator
kinerja
utama,
dan
indikator
kinerja
kunci,
menerapkan sistem dan manajemen organisasi dan
tata laksana serta melaksanakan program reformasi
birokrasi.
(3)
Subbagian
Perencanaan
sebagaimana
dimaksud
Program
pada
dan
ayat
(1)
Anggaran
huruf
b,
bertugas menyusun rencana kebutuhan anggaran
Polres
dalam
bentuk
rencana
kerja
anggaran
kementerian/lembaga dan daftar isian pelaksanaan
anggaran.
(4)
Subbagian
Pengendalian
Program
dan
Anggaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, bertugas
menyusun
laporan
realisasi
anggaran,
laporan kinerja instansi pemerintah
menyusun
dan membuat
administrasi otorisasi anggaran tingkat Polres serta
koordinasi
revisi
rencana
kerja
anggaran
kementerian/lembaga dan daftar isian pelaksanaan
anggaran satuan kerja Polres.
(5)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf d, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
Paragraf 5
Bagian Sumber Daya Manusia
Pasal 17
(1)
Bagian Sumber Daya Manusia sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 6 ayat (3) huruf e, bertugas melaksanakan
fungsi manajemen di bidang pembinaan sumber daya
manusia, perawatan dan peningkatan kesejahteraan
- 17 -
pegawai negeri pada Polri serta penyelenggaraan
pembinaan dan pelatihan.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Bagian
Sumber
Daya
Manusia
menyelenggarakan fungsi:
a.
pelaksanaan pembinaan karier pegawai negeri
pada Polri, meliputi: usulan kenaikan pangkat
dan ujian dinas kenaikan pangkat, pelaksanaan
mutasi, pengangkatan dan pemberhentian dalam
jabatan yang menjadi lingkup kewenangan Polres;
b.
pelaksanaan rekapitulasi dan evaluasi penilaian
kinerja pegawai negeri pada Polri;
c.
pengumpulan dan pengolahan data, penyajian
informasi dan dokumentasi kegiatan pembinaan
pegawai negeri pada Polri serta pelaksanaan
administrasi sistem informasi personel Polri;
d.
pembinaan
rohani
dan
jasmani,
pengusulan
tanda kehormatan dan penghargaan bagi pegawai
negeri
pada
Polri,
dan
penyelenggaraan
administrasi pengakhiran dinas serta kesejarahan
Polri;
e.
pelaksanaan
pembinaan
psikologi
personel,
pemeriksaan psikologi bagi pemegang senjata api
dan pelaksanaan konseling bagi pegawai negeri
pada Polri yang bermasalah;
f.
pelaksanaan penelitian administrasi dalam proses
penerimaan anggota Polri; dan
g.
penyelenggaraan
kepolisian
pegawai
dan
negeri
pendidikan
pelatihan
fungsi
penyelenggaraan
pada
Polri
pengembangan
teknis
administrasi
dalam
mengikuti
umum
dan
spesialisasi.
Pasal 18
(1)
Bagian Sumber Daya Manusia sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 17, terdiri atas:
a.
Subbagian Pembinaan Karier;
- 18 -
(2)
b.
Subbagian Perawatan Personel;
c.
Subbagian Pengendalian Personel; dan
d.
Urusan Administrasi.
Subbagian Pembinaan Karier sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1)
huruf
a,
bertugas
melaksanakan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan pembinaan
karier pegawai negeri pada Polri meliputi kepangkatan,
mutasi serta pengangkatan dan pemberhentian dalam
jabatan.
(3)
Subbagian Perawatan Personel sebagaimana dimaksud
pada
ayat
kegiatan
(1)
huruf
pembinaan
b,
bertugas
rohani,
melaksanakan
jasmani,
pengusulan
tanda kehormatan, administrasi pengakhiran dinas
dan
psikologi
pegawai
negeri
pada
Polri
serta
kesejarahan Polri.
(4)
Subbagian
Pengendalian
dimaksud
pada
ayat
Personel
(1)
huruf
sebagaimana
c,
bertugas
menyelenggarakan pelatihan fungsi teknis kepolisian,
administrasi
mengikuti
pegawai
pendidikan
negeri
pada
pengembangan
Polri
dalam
umum
dan
spesialisasi, serta pelaksanaan penelitian administrasi
dalam proses penerimaan anggota Polri;
(5)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf d, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
Paragraf 6
Bagian Logistik
Pasal 19
(1)
Bagian Logistik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
ayat
(3)
huruf
f,
bertugas
membina
dan
menyelenggarakan manajemen logistik yang meliputi
pengadaan, pemeliharaan dan perawatan, persediaan
barang, perbekalan umum, peralatan, fasilitas dan
konstruksi, serta angkutan.
- 19 -
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Bagian Logistik menyelenggarakan
fungsi:
a.
penyelenggaraan
manajemen
pengadaan
barang/jasa;
b.
penyusunan
rencana
kebutuhan
peralatan,
pembangunan
perbekalan,
fasilitas
dan
konstruksi
serta
konstruksi;
c.
pembangunan
fasilitas
dan
pengadaan materiil logistik sesuai program dan
lingkup batas kewenangannya;
d.
perencanaan, pengadministrasian, dan pengelolaan
barang milik negara serta keuangan;
e.
penyimpanan,
pemeliharaan,
perbaikan,
dan
pendistribusian materiil logistik serta perbekalan
umum;
f.
penginventarisasian seluruh materiil logistik dan
aset
Polri
dalam
penghapusannya
lingkungan
sesuai
Polres
dengan
dan
ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan
g.
pengumpulan
dan
pengolahan
data
serta
penyajian informasi dan dokumentasi kegiatan
Bagian Logistik.
Pasal 20
(1)
Bagian Logistik sebagaimana dimaksud dalam Pasal
19, terdiri atas:
(2)
a.
Subbagian Perbekalan dan Peralatan;
b.
Subbagian Fasilitas dan Konstruksi; dan
c.
Urusan Administrasi.
Subbagian Perbekalan dan Peralatan sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
menginventarisir,
(1)
merawat,
huruf
a,
bertugas
memelihara
dan
menyalurkan perbekalan, peralatan, angkutan, senjata
dan amunisi.
(3)
Subbagian
Fasilitas
dimaksud
pada
dan
ayat
Konstruksi
(1)
huruf
sebagaimana
b,
bertugas
- 20 -
melaksanakan pendataan fasilitas dan konstruksi,
termasuk administrasi pertanahan dan penyelenggaraan
fasilitas listrik, air dan telekomunikasi di markas Polres.
(4)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
Paragraf 7
Seksi Hubungan Masyarakat
Pasal 21
(1)
Seksi Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud
dalam
Pasal
6
melaksanakan
ayat
(3)
kegiatan
huruf
hubungan
g,
bertugas
masyarakat,
memproduksi, mengelola informasi, penyajian data,
dan dokumentasi kegiatan Polres yang dapat diakses
oleh masyarakat.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Seksi
Hubungan
Masyarakat
menyelenggarakan fungsi:
a.
pengumpulan
dan
pengolahan
data,
serta
penyajian informasi dan dokumentasi kegiatan
kepolisian di tingkat Polres;
b.
pengelolaan informasi dan dokumentasi;
c.
penerangan
menciptakan
kepada
keamanan
masyarakat
dan
untuk
ketertiban
masyarakat yang kondusif;
d.
penerangan satuan dan pendistribusian informasi
antar kesatuan; dan
e.
pengelolaan
manajemen
media
dengan
melakukan pemantauan media sosial dan media
online, membuat produk kreatif dan melakukan
diseminasi informasi digital kepolisian.
- 21 -
Pasal 22
(1)
Seksi Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 21, terdiri atas:
a.
Subseksi Pengelolaan Informasi, Dokumentasi
dan Multimedia;
(2)
b.
Subseksi Penerangan Masyarakat; dan
c.
Urusan Administrasi.
Subseksi Pengelolaan Informasi, Dokumentasi dan
Multimedia, sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
a,
bertugas
memproduksi,
mengumpulkan,
menyajikan
data,
mengolah,
informasi
dan
dokumentasi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan
komunikasi digital dan elektronik, melakukan media
monitoring dan pengelolaan isu krisis, baik di media
sosial maupun media online dan media mainstream
serta penyebaran/diseminasi informasi digital.
(3)
Subseksi
Penerangan
Masyarakat,
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b, yang bertugas
menyelenggarakan
penerangan
masyarakat
dalam
mendukung pelaksanaan penyampaian informasi, baik
untuk intern Polri maupun untuk masyarakat.
(4)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
Paragraf 8
Seksi Hukum
Pasal 23
(1)
Seksi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
ayat (3) huruf h, bertugas melaksanakan pelayanan
bantuan hukum, memberikan pendapat dan saran
hukum,
penyuluhan
hukum,
turut
serta
dalam
pembinaan hukum dan pengembangan hukum.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Seksi Hukum menyelenggarakan fungsi:
- 22 -
a.
pelayanan bantuan hukum;
b.
pemberian pendapat dan saran hukum; dan
c.
penyuluhan, pembinaan hukum dan pengembangan
hukum.
Pasal 24
(1)
Seksi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23,
terdiri atas:
(2)
a.
Subseksi Bantuan Hukum;
b.
Subseksi Penyuluhan Hukum; dan
c.
Urusan Administrasi.
Subseksi Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf a, bertugas memberikan pelayanan
bantuan dan nasehat hukum, serta pendapat dan
saran hukum.
(3)
Subseksi Penyuluhan Hukum sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1)
huruf
b,
bertugas
melaksanakan
penyuluhan dan turut serta dalam pembinaan dan
pengembangan hukum, meliputi turut serta dalam
penyusunan
peraturan
daerah
atau
peraturan
desa/peraturan Polres/nota kesepahaman.
(4)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
Paragraf 9
Seksi Teknologi Informasi Komunikasi
Pasal 25
(1)
Seksi Teknologi Informasi Komunikasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf I, bertugas
melaksanakan
pelayanan
teknologi
informasi
dan
komunikasi, pengumpulan dan pengolahan data, serta
penyajian
masyarakat.
informasi
keamanan
dan
ketertiban
- 23 -
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Seksi Teknologi Informasi Komunikasi
menyelenggarakan fungsi:
a.
pemeliharaan
jaringan
komunikasi
kepolisian
dan data, serta pelayanan telekomunikasi;
b.
pelayanan
sistem
informasi
keamanan
dan
ketertiban masyarakat, meliputi penyiapan dan
penyajian data operasional dan pembinaan;
c.
penyelenggaraan koordinasi dalam penggunaan
teknologi
informasi
dan
komunikasi
dengan
satuan fungsi di lingkungan Polres.
Pasal 26
(1)
Seksi Teknologi Informasi Komunikasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 25, terdiri atas:
(2)
a.
Subseksi Teknologi Komunikasi;
b.
Subseksi Teknologi Informasi; dan
c.
Urusan Administrasi.
Subseksi
Teknologi
dimaksud
pada
melaksanakan
Komunikasi
ayat
(1)
pemeliharaan
huruf
jaringan
sebagaimana
a,
bertugas
komunikasi
kepolisian dan data, serta pelayanan telekomunikasi.
(3)
Subseksi Teknologi Informasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf b, bertugas menyelenggarakan
sistem
informasi
keamanan
dan
ketertiban
masyarakat meliputi pengumpulan dan pengolahan
data Polres serta sistem informasi kriminal.
(4)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
- 24 -
Paragraf 10
Seksi Umum
Pasal 27
(1)
Seksi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
ayat (3) huruf j,
bertugas melaksanakan
fungsi
pelayanan dan pembinaan administrasi umum dan
ketatausahaan serta pelayanan markas di lingkungan
Polres.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1), Seksi Umum menyelenggarakan fungsi:
a.
pelayanan dan pembinaan administrasi umum
dan
ketatausahaan
meliputi
kesekretariatan,
kearsipan dan perpustakaan serta pelayanan
pembinaan
naskah
dinas
meliputi
penelitian
konsep naskah dinas, registrasi naskah dinas,
dan tata naskah; dan
b.
pelayanan markas antara lain pelayanan fasilitas
kantor, rapat, angkutan, perumahan, protokoler
untuk upacara, pemakaman, dan urusan dalam
di lingkungan Polres.
Pasal 28
(1)
Seksi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27,
terdiri atas:
(2)
a.
Subseksi Administrasi dan Ketatausahaan;
b.
Subseksi Pelayanan Markas; dan
c.
Urusan Administrasi.
Subseksi
Administrasi
sebagaimana
bertugas
dimaksud
dan
pada
menyelenggarakan
administrasi
umum
dan
Ketatausahaan
ayat
dan
(1)
huruf
a,
membina
fungsi
ketatausahaan,
serta
pelayanan naskah dinas.
(3)
Subseksi Pelayanan Markas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf b, bertugas melakukan pelayanan
markas Polres, antara lain melaksanakan pelayanan
fasilitas
kantor,
rapat,
angkutan,
perumahan,
- 25 -
protokoler untuk upacara, pemakaman, dan urusan
dalam Polres.
(4)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
Bagian Kelima
Unsur Pelaksana Tugas Pokok
Paragraf 1
Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu
Pasal 29
(1)
Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf k, bertugas
memimpin dan mengendalikan dalam memberikan
pelayanan
kepolisian
laporan/pengaduan
secara
masyarakat
terpadu
dan
terhadap
menyajikan
informasi yang berkaitan dengan tugas kepolisian
sesuai
dengan
ketentuan
peraturan
perundang-
undangan.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu
menyelenggarakan fungsi:
a.
pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara
terpadu, antara lain dalam bentuk laporan Polisi,
surat
tanda
terima
laporan
Polisi,
surat
pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan,
surat keterangan tanda lapor kehilangan, surat
keterangan catatan kepolisian, surat tanda terima
pemberitahuan, surat keterangan lapor diri, surat
izin keramaian dan kegiatan masyarakat lainnya,
surat izin mengemudi, dan surat tanda nomor
kendaraan bermotor;
b.
pengoordinasian
dan
pengendalian
dalam
pemberian bantuan serta pertolongan, antara lain
- 26 -
tindakan pertama di tempat kejadian perkara,
pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli, dan
pengamanan kegiatan masyarakat serta instansi
pemerintah;
c.
pelayanan masyarakat melalui surat dan media
komunikasi dan media sosial;
d.
pelayanan
informasi
yang
berkaitan
dengan
kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan
e.
penyiapan registrasi pelaporan, penyusunan dan
penyampaian laporan harian kepada Kapolres
melalui Bagian Operasi.
Pasal 30
Sentra
Pelayanan
Kepolisian
Terpadu
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 29 terdiri atas 3 (tiga) Unit.
Paragraf 2
Satuan Intelijen Keamanan
Pasal 31
(1)
Satuan Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud
dalam
Pasal
6
menyelenggarakan
keamanan,
ayat
dan
(3)
membina
mengumpulkan
mendokumentasikan
huruf
data
dan
serta
l,
bertugas
fungsi
intelijen
mengolah
dan
pelayanan
yang
berkaitan dengan izin keramaian umum dan kegiatan
masyarakat
lainnya,
penerbitan
surat
keterangan
catatan kepolisian, menerima pemberitahuan kegiatan
masyarakat atau kegiatan politik, serta membuat
rekomendasi atas permohonan izin pemegang senjata
api dan penggunaan bahan peledak.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Satuan
menyelenggarakan fungsi:
Intelijen
Keamanan
- 27 -
a.
pembinaan kegiatan intelijen keamanan;
b.
pelaksanaan
kegiatan
operasional
intelijen
keamanan guna terselenggaranya deteksi dini
dan peringatan dini, pengembangan jaringan
informasi
melalui
pemberdayaan
personel
pengemban fungsi intelijen;
c.
pengumpulan, penyimpanan, dan pemutakhiran
biodata tokoh formal dan informal;
d.
pengumpulan, pengolahan dan pendokumentasian
serta analisis terhadap perkembangan lingkungan
strategik
serta
penyusunan
produk
intelijen
untuk mendukung kegiatan Polres;
e.
penyusunan prakiraan intelijen keamanan dan
menyajikan hasil analisis setiap perkembangan
yang perlu mendapat perhatian pimpinan; dan
f.
pelayanan surat izin untuk kegiatan keramaian
umum dan kegiatan masyarakat lainnya, surat
tanda terima pemberitahuan, surat keterangan
catatan kepolisian dan rekomendasi penggunaan
senjata api dan bahan peledak.
Pasal 32
(1) Satuan Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 31 terdiri atas:
(2)
a.
Urusan Pembinaan Operasional;
b.
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan;
c.
Urusan Pelayanan Administrasi; dan
d.
Unit.
Urusan
Pembinaan
Operasional
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf a, bertugas melakukan
pembinaan
kegiatan
mengumpulkan,
intelijen
menyimpan,
keamanan,
dan
melakukan
pemutakhiran biodata tokoh formal atau informal,
persandian,
terhadap
penyusunan
pendokumentasian,
perkembangan
produk
penganalisisan
lingkungan
intelijen
untuk
strategik,
mendukung
- 28 -
kegiatan
Polres,
dan
pemberdayaan
personel
pengemban fungsi intelijen.
(3)
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
menyelenggarakan
(1)
kegiatan
huruf
b,
bertugas
administrasi
pegawai
negeri pada Polri, logistik serta administrasi umum
dan ketatausahaan.
(4)
Urusan
Pelayanan
Administrasi
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c, bertugas memberikan
pelayanan surat izin untuk kegiatan keramaian umum
dan kegiatan masyarakat lainnya, surat tanda terima
pemberitahuan, surat keterangan catatan kepolisian
dan rekomendasi penggunaan senjata api dan bahan
peledak.
(5)
Unit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d,
bertugas
melaksanakan
tugas-tugas
operasional
meliputi kegiatan operasional intelijen keamanan,
pengamanan intelijen, penggalangan, pengembangan
jaringan informasi dan penyusunan prakiraan intelijen
keamanan serta menyajikan hasil analisis setiap
perkembangan
yang
perlu
mendapat
perhatian
pimpinan.
(6)
Unit sebagaimana dimaksud pada ayat (5) terdiri atas
paling banyak 7 (tujuh) Unit.
Paragraf 3
Satuan Reserse Kriminal
Pasal 33
(1)
Satuan
Reserse
dalam
Pasal
6
melaksanakan
pengawasan
Kriminal
ayat
sebagaimana
(3)
huruf
penyelidikan,
penyidikan
tindak
m
dimaksud
bertugas
penyidikan,
pidana,
dan
termasuk
fungsi identifikasi dan laboratorium forensik lapangan
serta pembinaan, koordinasi dan pengawasan penyidik
pegawai negeri sipil.
- 29 -
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Satuan
Reserse
Kriminal
menyelenggarakan fungsi:
a.
pembinaan
teknis
terhadap
administrasi
penyelidikan dan penyidikan, serta identifikasi
dan laboratorium forensik lapangan;
b.
pelayanan
dan
perlindungan
khusus
kepada
remaja, anak, dan wanita baik sebagai pelaku
maupun
korban
sesuai
dengan
ketentuan
peraturan perundang-undangan;
c.
pengidentifikasian untuk kepentingan penyidikan
dan pelayanan umum;
d.
penganalisisan kasus beserta penanganannya,
serta
mengkaji
efektivitas
pelaksanaan
tugas
Satuan Reserse Kriminal;
e.
pelaksanaan
pengawasan
penyidikan
tindak
pidana yang dilakukan oleh penyidik pada unit
Reserse Kriminal Polsek dan Satuan Reserse
Kriminal Polres;
f.
pembinaan, koordinasi dan pengawasan penyidik
pegawai negeri sipil, baik di bidang operasional
maupun administrasi penyidikan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
g.
penyelidikan
dan
penyidikan
tindak
pidana
umum dan khusus, antara lain tindak pidana
ekonomi, korupsi, dan tindak pidana tertentu
di daerah hukum Polres.
Pasal 34
(1)
Satuan
Reserse
Kriminal
sebagaimana
dimaksud
dalam Pasal 33 terdiri atas:
(2)
a.
Urusan Pembinaan Operasional;
b.
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan;
c.
Urusan Identifikasi; dan
d.
Unit.
Urusan
Pembinaan
Operasional
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf a, bertugas melakukan
- 30 -
pembinaan dan pengawasan terhadap administrasi
serta
pelaksanaan
penyelidikan
dan
penyidikan,
menganalisis penanganan kasus dan mengevaluasi
efektivitas
pelaksanaan
tugas
Satuan
Reserse
Kriminal.
(3)
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan sebagaimana
dimaksud
pada
menyelenggarakan
ayat
(1)
kegiatan
huruf
b,
bertugas
administrasi
pegawai
negeri pada Polri, logistik serta administrasi umum
dan ketatausahaan.
(4)
Urusan Identifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf c, bertugas melakukan identifikasi dan
laboratorium forensik lapangan, dan pengidentifikasian
untuk kepentingan penyidikan dan pelayanan umum.
(5)
Unit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d,
bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan
tindak pidana umum, khusus, dan tertentu di daerah
hukum Polres, serta memberikan pelayanan dan
perlindungan
khusus
kepada
remaja,
anak,
dan
wanita baik sebagai pelaku maupun korban sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(6)
Unit sebagaimana dimaksud pada ayat (5) terdiri atas
paling banyak 6 (enam) Unit.
Paragraf 4
Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan
Obat Berbahaya
Pasal 35
(1)
Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat
Berbahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat
(3) huruf n, bertugas melaksanakan pembinaan fungsi
penyelidikan,
penyidikan,
pengawasan
penyidikan
tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap
Narkotika, psikotropika dan obat berbahaya berikut
prekursornya,
serta
pembinaan
dan
penyuluhan
dalam rangka pencegahan dan rehabilitasi korban
- 31 -
penyalahgunaan Narkotika, psikotropika dan obat
berbahaya.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika
dan Obat Berbahaya menyelenggarakan fungsi:
a.
penyelidikan
dan
penyidikan
tindak
pidana
penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika,
psikotropika dan obat berbahaya, dan prekursor;
b.
pembinaan
dan
pencegahan
penyuluhan
dan
dalam
rehabilitasi
rangka
korban
penyalahgunaan Narkotika, psikotropika dan obat
berbahaya;
c.
pengawasan terhadap pelaksanaan penyelidikan
dan penyidikan tindak pidana penyalahgunan
Narkotika, psikotropika dan obat berbahaya yang
dilakukan oleh Unit Reserse Kriminal Polsek dan
Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat
Berbahaya Polres; dan
d.
penganalisisan kasus beserta penanganannya,
serta
mengkaji
efektivitas
pelaksanaan
tugas
Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat
Berbahaya.
Pasal 36
(1)
Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat
Berbahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35,
terdiri atas:
(2)
a.
Urusan Pembinaan Operasional;
b.
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan; dan
c.
Unit.
Urusan Pembinaan Operasional, bertugas melakukan
pembinaan dan pengawasan terhadap administrasi
serta pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan tindak
pidana Narkotika, psikotropika dan obat berbahaya,
pembinaan dan penyuluhan dalam rangka pencegahan
dan rehabilitasi korban penyalahgunaan Narkotika,
psikotropika dan obat berbahaya serta menganalisis
- 32 -
penanganan
kasus
dan
pelaksanaan
tugas
mengevaluasi
Satuan
efektivitas
Reserse
Narkotika,
Psikotropika dan Obat Berbahaya.
(3)
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan, bertugas
menyelenggarakan
kegiatan
administrasi
pegawai
negeri pada Polri, logistik serta administrasi umum
dan ketatausahaan.
(4)
Unit sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bertugas
melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana
penyalahgunaan
dan
peredaran
gelap
Narkotika,
psikotropika dan obat berbahaya dan prekursor
di daerah hukum Polres.
(5)
Unit sebagaimana dimaksud pada ayat (4), terdiri atas
paling banyak 3 (tiga) Unit.
Paragraf 5
Satuan Pembinaan Masyarakat
Pasal 37
(1)
Satuan
Pembinaan
Masyarakat
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf o, bertugas
melaksanakan pembinaan masyarakat yang meliputi
kegiatan pembinaan ketertiban sosial, pembinaan
keamanan swakarsa, koordinasi dan pengawasannya,
pembinaan kepolisian khusus, pemolisian masyarakat,
serta pembinaan dan pengoordinasian Bhayangkara
Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Satuan
Pembinaan
Masyarakat
menyelenggarakan fungsi:
a.
pembinaan dan pengembangan bentuk-bentuk
pengamanan
swakarsa
dalam
peningkatan
kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap
hukum dan ketentuan peraturan perundangundangan;
b.
pengembangan peran serta masyarakat dalam
pembinaan
keamanan,
ketertiban,
dan
- 33 -
perwujudan
kerja
sama
Polres
dengan
yang
meliputi
masyarakat;
c.
pembinaan
ketertiban
sosial,
pembinaan pemuda, wanita, anak-anak, saka
bhayangkara, pembinaan karakter masyarakat,
penyandang
masalah
sosial
dan
kelompok
masyarakat lainnya;
d.
pembinaan teknis, pengoordinasian, dan pengawasan
polisi khusus serta Satuan Pengamanan;
e.
pemberdayaan kegiatan pemolisian masyarakat
yang meliputi pengembangan kemitraan dan kerja
sama
antara
Polres
dengan
masyarakat,
organisasi, lembaga, instansi, dan/atau tokoh
masyarakat; dan
f.
peningkatan
kemampuan
dan
profesionalisme
serta pembinaan dan pengoordinasian Bhayangkara
Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.
Pasal 38
(1)
Satuan Pembinaan Masyarakat sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 37, terdiri atas:
a.
Urusan Pembinaan Operasional;
b.
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan;
c.
Unit Pembinaan Pemolisian Masyarakat;
d.
Unit Pembinaan Ketertiban Sosial;
e.
Unit Pembinaan Keamanan Swakarsa; dan
f.
Unit
Bhayangkara
Pembina
Keamanan
dan
Ketertiban Masyarakat.
(2)
Urusan
Pembinaan
Operasional
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf a, bertugas melakukan
pembinaan administasi di bidang operasional kegiatan
pembinaan
keamanan,
ketertiban
masyarakat,
pengamanan swakarsa, pemolisian masyarakat dan
Bhayangkara
Pembina
Keamanan
dan
Ketertiban
Masyarakat serta melaksanakan analisis dan evaluasi
atas pelaksanaan tugas pembinaan masyarakat.
- 34 -
(3)
Urusan
Administrasi
dan
Ketatausahaan,
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b bertugas
menyelenggarakan
kegiatan
administrasi
pegawai
negeri pada Polri, logistik serta administrasi umum
dan ketatausahaan.
(4)
Unit Pembinaan Pemolisian Masyarakat sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c, bertugas membina
dan
mengembangkan
kemampuan
peran
serta
masyarakat melalui pemolisian masyarakat dalam
rangka menyelesaikan masalah sosial yang terjadi
dalam kehidupan masyarakat.
(5)
Unit
Pembinaan
Ketertiban
Sosial
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf d, bertugas membina
dan melaksanakan peraturan yang terkait dengan
pembinaan ketertiban sosial, yang meliputi pembinaan
pemuda,
wanita,
anak-anak,
saka
bhayangkara,
pembinaan karakter masyarakat, penyandang masalah
sosial dan kelompok masyarakat lainnya.
(6)
Unit Pembinaan Keamanan Swakarsa sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf e, bertugas melakukan
pembinaan
dan
mengembangkan
bentuk-bentuk
pengamanan swakarsa dalam rangka meningkatkan
kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap hukum
dan ketentuan peraturan perundang-undangan serta
melakukan pembinaan teknis, pengoordinasian dan
pengawasan
kepolisian
khusus
dan
satuan
pengamanan.
(7)
Unit Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban
Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
terkait
f,
bertugas
dengan
Bhayangkara
melaksanakan
pembinaan
Pembina
dan
Keamanan
peraturan
yang
pengoordinasian
dan
Ketertiban
Masyarakat serta meningkatkan kemampuan dan
profesionalisme Bhayangkara Pembina Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat.
- 35 -
(8)
Bhayangkara
Pembina
Masyarakat
diangkat
Keamanan
dan
Ketertiban
berdasarkan
Keputusan
tersendiri disesuaikan dengan jumlah kelurahan/desa.
Paragraf 6
Satuan Samapta
Pasal 39
(1)
Satuan Samapta sebagaimana dimaksud dalam Pasal
6
ayat
(3)
huruf
p,
pengaturan,
penjagaan,
pengamanan
kegiatan
bertugas
melaksanakan
pengawalan,
masyarakat
patroli
dan
dan
instansi
pemerintah, objek vital, tindakan pertama di tempat
kejadian perkara, penanganan tindak pidana ringan,
dan pengendalian massa dalam rangka pemeliharaan
keamanan dan ketertiban masyarakat, pengamanan
markas serta bantuan Satwa.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Satuan Samapta menyelenggarakan
fungsi:
a.
pemberian
pengawasan
bimbingan,
dan
arahan,
pengendalian
pelatihan,
pelaksanaan
tugas Satsamapta;
b.
perawatan
dan
pemeliharaan
peralatan
Satsamapta;
c.
pelaksanaan kegiatan pengaturan, penjagaan,
pengawalan, patroli, pengamanan unjuk rasa,
pengamanan objek vital, pengendalian massa,
serta pencarian dan penyelamatan;
d.
pembinaan
umum
teknis
berupa
pemeliharaan
penegakan
hukum
ketertiban
terbatas,
tindak pidana ringan dan tindakan pertama
di tempat kejadian perkara;
e.
pengamanan
markas
dengan
pengaturan dan penjagaan; dan
melaksanakan
- 36 -
f.
pemeliharaan, pelatihan dan penggunaan Polisi
Satwa dalam mendukung tugas pemeliharaan
keamanan dan ketertiban.
Pasal 40
(1)
Satuan Samapta sebagaimana dimaksud dalam Pasal
39, terdiri atas:
a.
Urusan Pembinaan Operasional;
b.
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan;
c.
Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan
Patroli;
(2)
d.
Unit Pengamanan Objek Vital;
e.
Unit Pengendalian Massa; dan
f.
Unit Polisi Satwa.
Urusan
Pembinaan
dimaksud
pada
Operasional
ayat
(1)
sebagaimana
huruf
a,
bertugas
merencanakan penyelenggaraan tugas pengaturan,
penjagaan, pengawalan, patroli, menyelenggarakan
pelatihan
ketrampilan,
pembinaan
teknis
pemeliharaan ketertiban umum berupa penegakan
hukum tindak pidana ringan dan tindakan pertama
di
tempat
kejadian
perkara,
pencarian
dan
penyelamatan, serta bantuan Polisi Satwa.
(3)
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
menyelenggarakan
(1)
kegiatan
huruf
b,
bertugas
administrasi
pegawai
negeri pada Polri, logistik serta administrasi umum
dan ketatausahaan.
(4)
Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, bertugas
melaksanakan
kegiatan
pengaturan,
penjagaan,
pengawalan, patroli, tindakan pertama di tempat
kejadian perkara dan penegakan hukum tindak pidana
ringan serta pengamanan markas.
(5)
Unit Pengamanan Objek Vital sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1)
huruf
d,
bertugas
melaksanakan
- 37 -
kegiatan
penjagaan,
pengawalan,
patroli,
dan
pengamanan objek vital.
(6)
Unit Pengendalian Massa sebagaimana dimaksud pada
ayat 1 huruf e, bertugas melaksanakan negosiasi,
pengamanan unjuk rasa dan pengendalian massa.
(7)
Unit Polisi Satwa sebagaimana dimaksud pada ayat 1
huruf
f,
bertugas
penangkalan,
melaksanakan
memberikan
pelacakan
bantuan
dan
teknis
pelaksanaan tugas penyelidikan serta pemeliharaan
kesehatan satwa.
(8)
Unit Polisi Satwa sebagaimana dimaksud pada ayat (7)
dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan organisasi
berdasarkan Keputusan Kapolda setelah mendapat
persetujuan Kapolri.
Paragraf 7
Satuan Lalu Lintas
Pasal 41
(1) Satuan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (3) huruf q, bertugas melaksanakan
pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli lalu
lintas,
keamanan
pelayanan
dan
registrasi
keselamatan
dan
lalu
identifikasi
lintas,
kendaraan
bermotor dan pengemudi, serta penegakan hukum di bidang
lalu lintas.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Satuan Lalu Lintas menyelenggarakan
fungsi:
a.
penyusunan
rencana
kerja
dan
anggaran,
pengelolaan dan pembinaan manajemen personel
dan logistik, administrasi dan ketatausahaan,
serta pengelolaan keuangan;
b.
pembinaan
manajemen
pelatihan,
mengembangkan
informasi
dan
penyelenggaraan
operasional
sistem
komunikasi
analisis
dan
dan
teknologi
lalu
evaluasi
lintas,
serta
- 38 -
pengelolaan
informasi
dan
dokumentasi
lalu
masyarakat
lalu
lintas;
c.
penyelenggaraan
pendidikan
lintas, pengoperasionalan rekayasa lalu lintas
dan angkutan jalan serta melaksanakan audit
dan inspeksi di bidang lalu lintas;
d.
pelaksanaan
penegakan
penyelidikan
dan
hukum
penyidikan
meliputi
lalu
lintas,
penanganan kecelakaan, pelanggaran lalu lintas
dan tindakan pertama di tempat kejadian perkara
kecelakaan lalu lintas;
e.
pelayanan administrasi registrasi dan identifikasi
kendaraan bermotor serta pengemudi;
f.
penyelenggaraan kegiatan pengaturan, penjagaan,
pengawalan dan patroli lalu lintas.
Pasal 42
(1)
Satuan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 41, terdiri atas:
a.
Urusan Pembinaan Operasional;
b.
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan;
c.
Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan
Patroli;
(2)
d.
Unit Keamanan dan Keselamatan;
e.
Unit Registrasi dan Identifikasi; dan
f.
Unit Penegakan Hukum.
Urusan Pembinaan Operasional sebagaimana dimaksud
pada
ayat
pembinaan
(1)
huruf
manajemen
a,
bertugas
operasional
melaksanakan
dan
pelatihan,
mengembangkan sistem teknologi dan informasi dan
komunikasi lalu lintas, penyelenggaraan analisis dan
evaluasi serta pengelolaan informasi dan dokumentasi
lalu lintas.
(3)
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1)
huruf
b,
bertugas
menyelenggarakan kegiatan administrasi pegawai negeri
- 39 -
pada Polri, logistik serta administrasi umum dan
ketatausahaan.
(4)
Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, bertugas
melaksanakan
kegiatan
pengaturan,
penjagaan,
pengawalan dan patroli dan penindakan terhadap
pelanggaran lalu lintas dalam rangka penegakan
hukum.
(5)
Unit
Keamanan
dimaksud
dan
pada
ayat
Keselamatan
(1)
sebagaimana
huruf
d,
bertugas
melaksanakan analisis dampak lalu lintas, kerja sama
di
bidang
lalu
pendidikan
lintas
serta
menyelenggarakan
masyarakat
mengoperasionalkan
lalu
rekayasa
lalu
lintas,
lintas
dan
angkutan jalan serta melaksanakan audit dan inspeksi
di bidang lalu lintas.
(6)
Unit Registrasi dan Identifikasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf e, bertugas melayani administrasi
registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor serta
pengemudi.
(7)
Unit Penegakan Hukum sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf f, bertugas melaksanakan penegakan
hukum
terhadap
kecelakaan
lalu
lintas
dan
pelanggaran hukum lalu lintas.
(8)
Satuan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal
41
khusus
pada
Polres
tipe
B
yang
berkedudukan di Polda Metro Jaya, pembinaan dan
operasional dilaksanakan oleh Direktur Lalu Lintas
Polda Metro Jaya.
(9)
pembinaan
dan
operasional
Satuan
Lalu
Lintas
sebagaimana dimaksud pada ayat (8) didasarkan atas
usulan Kapolda Metro Jaya dan ditetapkan dengan
Keputusan Kapolri.
- 40 -
Paragraf 8
Satuan Pengamanan Objek Vital
Pasal 43
(1)
Satuan
Pengamanan
Objek
Vital
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf r, bertugas
melaksanakan kegiatan pengamanan objek vital yang
meliputi proyek/instalasi vital, objek wisata, kawasan
tertentu, dan very important person yang memerlukan
pengamanan kepolisian.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Satuan
Pengamanan
Objek
Vital
menyelenggarakan fungsi:
a.
penyelenggaraan
manajemen
operasional
dan
pelatihan keterampilan;
b.
penyelenggaraan pengamanan kawasan tertentu
meliputi
kawasan
industri,
perhubungan,
pertambangan dan instalasi;
c.
pengamanan objek wisata termasuk mobilitas
wisatawan
yang
memerlukan
pengamanan
khusus; dan
d.
pengamanan very important person yang meliputi
kementerian
dan
lembaga
negara
serta
perwakilan asing di daerah yang memerlukan
pengamanan khusus.
Pasal 44
(1)
Satuan
Pengamanan
Objek
Vital
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 43 terdiri atas:
(2)
a.
Urusan Pembinaan Operasional;
b.
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan;
c.
Unit Pengamanan Kawasan Tertentu; dan
d.
Unit Pengamanan Pariwisata.
Urusan
dimaksud
Pembinaan
pada
Operasional
ayat
(1)
huruf
sebagaimana
a,
bertugas
melaksanakan pembinaan manajemen operasional dan
pelatihan,
serta
analisis
dan
evaluasi
terhadap
- 41 -
pelaksanaan
tugas
pengamanan
objek
vital
di lingkungan Polres.
(3)
Urusan
Administrasi
sebagaimana
bertugas
dan
dimaksud
pada
menyelenggarakan
Ketatausahaan
ayat
(1)
kegiatan
huruf
b,
administrasi
pegawai negeri pada Polri, logistik serta administrasi
umum dan ketatausahaan.
(4)
Pengamanan
dimaksud
Kawasan
pada
Tertentu
ayat
(1)
sebagaimana
huruf
c,
bertugas
melaksanakan pengamanan kawasan tertentu meliputi
kawasan industri, perhubungan, pertambangan dan
instalasi
termasuk
very
important
person
yang
memerlukan pengamanan khusus.
(5)
Unit Pengamanan Pariwisata sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1)
pengamanan
huruf
objek
d,
bertugas
wisata,
melaksanakan
mobilitas
wisatawan,
termasuk kegiatan kepariwisataan.
(6)
Pembentukan dan operasional Satuan Pengamanan
Objek Vital sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44
pada semua Polres berdasarkan Keputusan Kapolri
atas usulan Kapolda.
(7)
Dalam hal Satuan Pengamanan Objek Vital belum
terstruktur pada Polres, tugas Satuan Pengamanan
Objek Vital diemban oleh Unit Pengamanan Objek
Vital Satuan Samapta sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 40 ayat (1) huruf d.
Paragraf 9
Satuan Kepolisian Perairan dan Udara
Pasal 45
(1)
Satuan Kepolisian Perairan dan Udara sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf s, bertugas
melaksanakan
fungsi
kepolisian
perairan
dan
kepolisian udara, yang meliputi patroli, penegakan
hukum,
pembinaan
masyarakat
perairan,
serta
potensi masyarakat dirgantara, bantuan pertolongan
- 42 -
dan
penyelamatan
di
perairan
serta
fasilitas
pemeliharaan dan perbaikan kapal dan dukungan
logistik pesawat udara.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Satuan Kepolisian Perairan dan Udara
menyelenggarakan fungsi:
a.
pelaksanaan
patroli,
pengawalan,
penegakan
hukum, pemberian bantuan pertolongan dan
penyelamatan di perairan, pembinaan masyarakat
perairan serta potensi masyarakat dirgantara
di daerah hukum Polres;
b.
pelaksanaan transportasi kepolisian di perairan
dan udara;
c.
pemeliharaan dan perbaikan fasilitas serta sarana
kapal dan pesawat udara, serta melaksanakan
pengawasan dan pembinaan terhadap fasilitas
serta sarana kapal di lingkungan Polres; dan
d.
pelaksanaan
dukungan
logistik
kapal
dan
pesawat udara.
Pasal 46
(1)
Satuan Kepolisian Perairan dan Udara sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 45, terdiri atas:
a. Urusan Pembinaan Operasional;
b. Urusan Administrasi dan Ketatausahaan;
c. Unit Patroli;
d. Unit Penegakan Hukum; dan
e. Unit Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal.
(2)
Urusan
Pembinaan
Operasional
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf a, yang bertugas
melaksanakan
pembinaan
administrasi
dan
operasional Satuan Polisi Perairan dan Udara serta
analisis dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas
Satuan Kepolisian Perairan dan Udara.
(3)
Urusan
Administrasi
sebagaimana
bertugas
dimaksud
dan
pada
menyelenggarakan
Ketatausahaan,
ayat
kegiatan
(1)
huruf
b,
administrasi
- 43 -
pegawai negeri pada Polri, logistik serta administrasi
umum dan ketatausahaan.
(4)
Unit Patroli sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
c,
bertugas
menyelenggarakan
patroli,
pengawalan di wilayah perairan, kerja sama dalam
rangka penanganan pemberian bantuan pertolongan
dan penyelamatan di perairan, pembinaan masyarakat
perairan dan pantai dengan instansi terkait.
(5)
Unit Penegakan Hukum sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf d, bertugas melaksanakan pengamanan
dan penegakan hukum di wilayah laut dan perairan
serta transportasi udara, melaksanakan penyelidikan
dan penyidikan terhadap tindak pidana dan/atau
pelanggaran yang terjadi di wilayah Polres.
(6)
Unit Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf e, bertugas memelihara,
merawat, memperbaiki mesin dan instalasi listrik
kapal serta dukungan logistik kapal dan pesawat
udara.
(7)
Pembentukan
dan
operasional
Satuan
Kepolisian
Perairan dan Udara sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)
berdasarkan
Keputusan
Kapolri
atas
usulan
Kapolda.
Paragraf 10
Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti
Pasal 47
(1)
Satuan
Perawatan
Tahanan
dan
Barang
Bukti
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf t,
bertugas
menyelenggarakan
perawatan
tahanan
meliputi pelayanan kesehatan tahanan, pembinaan
tahanan
serta
menerima,
menyimpan,
dan
mengamankan barang bukti beserta administrasinya.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Satuan Perawatan Tahanan dan Barang
Bukti menyelenggarakan fungsi:
- 44 -
a.
pembinaan dan pemberian petunjuk tata tertib
yang berkaitan dengan tahanan, yang meliputi
pemeriksaan fasilitas ruang tahanan, jumlah dan
kondisi tahanan beserta administrasinya;
b.
pelayanan
kesehatan,
perawatan,
pembinaan
jasmani dan rohani tahanan;
c.
pengelolaan barang titipan milik tahanan; dan
d.
pengamanan
dan
pengelolaan
barang
bukti
Barang
Bukti
beserta administrasinya.
Pasal 48
(1)
Satuan
Perawatan
Tahanan
dan
sebagaimana dimaksud dalama Pasal 47, terdiri atas:
(2)
a.
Urusan Administrasi dan Ketatausahaan;
b.
Unit Perawatan Tahanan; dan
c.
Unit Barang Bukti.
Urusan
Administrasi
sebagaimana
bertugas
dimaksud
dan
pada
menyelenggarakan
Ketatausahaan,
ayat
(1)
kegiatan
huruf
a,
administrasi
pegawai negeri pada Polri dan ketatausahaan umum
terkait dengan tahanan dan barang bukti.
(3)
Unit Perawatan Tahanan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf b, bertugas melaksanakan pembinaan
dan
pemberian
petunjuk
tata
tertib
penahanan,
pelayanan kesehatan, perawatan, pembinaan jasmani
dan rohani tahanan, pengelolaan barang titipan milik
tahanan.
(4)
Unit Barang Bukti sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf c, bertugas melaksanakan pengamanan dan
pengelolaan barang bukti beserta administrasinya.
- 45 -
Bagian Keenam
Unsur Pendukung
Paragraf 1
Seksi Keuangan
Pasal 49
(1)
Seksi Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
ayat (3) huruf u, bertugas melaksanakan pelayanan
fungsi
keuangan
yang
meliputi
pembiayaan,
pengendalian, pembukuan, akuntansi dan verifikasi,
serta pelaporan pertanggungjawaban keuangan.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Seksi Keuangan menyelenggarakan
fungsi:
a.
pelayanan
administrasi
keuangan,
meliputi
pembiayaan, pengendalian, pembukuan, akuntansi,
dan verifikasi;
b.
pembayaran gaji pegawai negeri pada Polri; dan
c.
penyusunan laporan sistem akuntansi instansi
serta pertanggungjawaban keuangan.
Pasal 50
(1)
Seksi Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
49, terdiri atas:
a.
Subseksi Gaji;
b.
Subseksi Verifikasi;
c.
Subseksi Akuntansi dan Pelaporan Keuangan;
dan
d.
(2)
Urusan Administrasi.
Subseksi Gaji sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a, bertugas melakukan pembayaran gaji dan
tunjangan pegawai negeri pada Polri.
(3)
Subseksi Verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf b, bertugas membuat laporan pertanggungjawaban
keuangan.
- 46 -
(4)
Sub
Seksi
Akuntansi
dan
Pelaporan
Keuangan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, bertugas
melakukan kegiatan yang berkaitan dengan akuntansi
dan pembuatan laporan keuangan.
(5)
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf d, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
Paragraf 2
Seksi Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan Kepolisian
Pasal 51
(1)
Seksi Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan Kepolisian
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf v,
bertugas
melaksanakan
pelayanan
kedokteran
kepolisian dan kesehatan kepolisian sesuai lapis
kemampuan
kepolisian
yang
untuk
meliputi
pelayanan
kepentingan
tugas
kedokteran
kepolisian,
menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi pegawai
negeri pada Polri, keluarganya dan masyarakat umum
pada
poliklinik
serta
pelayanan
kesehatan
kesamaptaan.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Seksi Kedokteran Kepolisian dan
Kesehatan Kepolisian menyelenggarakan fungsi:
a.
pelaksanaan
forensik,
kegiatan
disaster
operasional
victim
kedokteran
investigation
dan
kesehatan keamanan dan ketertiban masyarakat;
b.
pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi pegawai
negeri pada Polri dan keluarga serta masyarakat
umum;
c.
pelaksanaan kegiatan kesehatan kesamaptaan
bagi pegawai negeri pada Polri; dan
d.
penyiapan dan pemeliharaan materiil dan fasilitas
kesehatan.
- 47 -
Pasal 52
(1) Seksi
Kedokteran
dan
Kesehatan
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 51, terdiri atas:
a. Subseksi Kedokteran Kepolisian;
b. Subseksi Kesehatan Kepolisian; dan
c. Urusan Administrasi.
(2) Subseksi
dimaksud
Kedokteran
Kepolisian
sebagaimana
pada
(1)
a,
ayat
huruf
bertugas
menyelenggarakan kegiatan operasional kedokteran
forensik,
kegiatan
disaster
victim
investigation,
melaksanakan kegiatan Keskamtibmas.
(3) Subseksi Kesehatan Kepolisian sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf b, bertugas menyelenggarakan
pelayanan kesehatan di poliklinik bagi pegawai negeri
pada Polri beserta keluarganya dan masyarakat umum,
kegiatan kesehatan kesamaptaan bagi pegawai negeri
pada Polri serta menyiapkan dan memelihara materiil
dan fasilitas kesehatan.
(4) Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf c, bertugas menyelenggarakan kegiatan
administrasi pegawai negeri pada Polri dan logistik
serta administrasi umum.
Bagian Ketujuh
Unsur Pelaksana Tugas Kewilayahan
Pasal 53
Polsek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) huruf
w, merupakan unsur pelaksana tugas kewilayahan yang
berada di bawah Kapolres.
Pasal 54
(1)
Unit organisasi Polres sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 sampai dengan Pasal 53 diberikan penyebutan
sebagaimana tercantum dalam daftar penyebutan
pada Lampiran I Butir A yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Kepolisian ini.
- 48 -
(2)
Struktur Organisasi dan Daftar Susunan Personel
Polres berdasarkan tipe tercantum dalam Lampiran II
yang
merupakan
bagian
tidak
terpisahkan
dari
Peraturan Kepolisian ini.
BAB III
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
KEPOLISIAN SEKTOR
Bagian Kesatu
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 55
(1)
Polsek
sebagaimana
dimaksud
dalam
Pasal
53
berkedudukan di wilayah kecamatan atau daerah
kawasan
tertentu
sesuai
dengan
daerah
hukum
masing-masing.
(2)
Pembentukan Polsek diawali dengan pembentukan
Polsubsektor.
(3)
Polsek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri
atas:
a.
tipe A, yaitu Polsek Metro;
b.
tipe B, yaitu Polsek Urban;
c.
tipe C, yaitu Polsek Rural; dan
d.
tipe D, yaitu Polsek Prarural.
Pasal 56
Polsek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 bertugas
menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan
keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakkan hukum,
pemberian perlindungan, pengayoman, dan pelayanan
kepada masyarakat, serta tugas-tugas Polri lain dalam
daerah hukumnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
- 49 -
Pasal 57
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 56, Polsek menyelenggarakan fungsi:
a.
pemberian pelayanan kepolisian kepada masyarakat
dalam
bentuk
penerimaan
laporan/pengaduan,
pertolongan
dan
pemberian
termasuk
penanganan
bantuan
pengamanan
dan
kegiatan
masyarakat dan instansi pemerintah, dan pelayanan
surat izin/keterangan, serta pelayanan pengaduan
atas tindakan anggota Polri sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
b.
penyelenggaraan fungsi intelijen di bidang keamanan
meliputi pengumpulan bahan keterangan/informasi
untuk keperluan deteksi dini dan peringatan dini,
dalam
rangka
keamanan
pencegahan
dan
ketertiban
terjadinya
gangguan
masyarakat,
serta
pelayanan surat keterangan catatan kepolisian;
c.
penyelenggaraan pengaturan, penjagaan, pengawalan
dan patroli, pengamanan kegiatan masyarakat dan
instansi
pemerintah
keamanan
dan
dalam
ketertiban
rangka
pemeliharaan
masyarakat,
dan
penanganan tindak pidana ringan serta pengamanan
markas;
d.
penyelenggaraan pengaturan, penjagaan, pengawalan
dan patroli dan penanganan kecelakaan lalu lintas
guna
mewujudkan
keamanan,
keselamatan,
ketertiban, dan kelancaran lalu lintas;
e.
penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
f.
pemberdayaan
peran
serta
masyarakat
melalui
pemolisian masyarakat dalam rangka pemeliharaan
keamanan dan ketertiban sosial, guna terwujudnya
kemitraan serta membangun kepercayaan masyarakat
terhadap Polri;
g.
penyelenggaraan fungsi kepolisian perairan;
h.
penyelenggaraan administrasi umum dan ketatausahaan;
dan
- 50 -
i.
pengumpulan dan pengolahan data, serta menyajikan
informasi dan dokumentasi kegiatan di lingkungan
Polsek.
Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 58
(1)
Polsek dipimpin oleh Kapolsek.
(2)
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Kapolsek
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibantu oleh
Wakapolsek.
(3)
Susunan organisasi Polsek terdiri atas:
a.
Unit Profesi dan Pengamanan, yang dipimpin oleh
Kepala Unit Profesi dan Pengamanan;
b.
Seksi Umum, yang dipimpin oleh Kepala Seksi
Umum;
c.
Seksi Hubungan Masyarakat, yang dipimpin oleh
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat;
d.
Sentra
Pelayanan
Kepolisian
Terpadu,
yang
dipimpin oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian
Terpadu;
e.
Unit Intelijen Keamanan, yang dipimpin oleh
Kepala Unit Intelijen Keamanan;
f.
Unit Reserse Kriminal, yang dipimpin oleh Kepala
Unit Reserse Kriminal;
g.
Unit Pembinaan Masyarakat, yang dipimpin oleh
Kepala Unit Pembinaan Masyarakat;
h.
Unit Samapta, yang dipimpin oleh Kepala Unit
Samapta;
i.
Unit Lalu Lintas, yang dipimpin oleh Kepala Unit
Lalu Lintas;
j.
Unit Polisi Perairan, yang dipimpin oleh Kepala
Unit Polisi Perairan; dan
k.
Polsubsektor,
Polsubsektor.
yang
dipimpin
oleh
Kepala
- 51 -
(4)
Kapolsek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan
Wakapolsek sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
merupakan unsur pimpinan.
(5)
Unit sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a
merupakan unsur pengawas.
(6)
Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b
dan
huruf
c
merupakan
unsur
pembantu
pimpinan/pelayan.
(7)
Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) huruf d, dan unit sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) huruf e sampai dengan huruf j
merupakan unsur pelaksana tugas pokok.
(8)
Polsubsektor sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
huruf
k
merupakan
unsur
pelaksana
tugas
kewilayahan.
(9)
Unsur-unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
sampai dengan ayat (8) bertanggung jawab kepada
Kapolsek, dan dalam pelaksanaan tugas seharihari di bawah kendali Wakapolsek.
Bagian Ketiga
Unsur Pimpinan
Paragraf 1
Kapolsek
Pasal 59
(1)
Kapolsek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat
(1), merupakan pimpinan Polsek yang berada di bawah
dan bertanggung jawab kepada Kapolres.
(2)
Kapolsek
sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1)
bertugas:
a.
memimpin, membina, mengawasi, mengatur dan
mengendalikan satuan organisasi di lingkungan
Polsek dan unsur pelaksana kewilayahan dalam
jajarannya
markas; dan
termasuk
kegiatan
pengamanan
- 52 -
b.
memberikan
Kapolres
saran
yang
pertimbangan
terkait
dengan
kepada
pelaksanaan
tugasnya.
(3)
Kapolsek pada tipe A, B, dan C, dalam melaksanakan
tugasnya dibantu oleh Wakapolsek.
Paragraf 2
Wakapolsek
Pasal 60
(1)
Wakapolsek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58
ayat (2) merupakan unsur pimpinan Polsek yang
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Kapolsek.
(2)
Wakapolsek sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
bertugas:
a.
membantu
Kapolsek
tugasnya
dengan
dalam
melaksanakan
mengawasi,
mengatur,
mengendalikan, dan mengoordinir pelaksanaan
tugas seluruh satuan organisasi Polsek;
b.
memimpin Polsek dalam batas kewenangannya,
apabila Kapolsek berhalangan; dan
c.
memberikan
saran
pertimbangan
kepada
Kapolsek berkaitan dengan tugas pokok Polsek.
Bagian Keempat
Unsur Pengawas
Paragraf 1
Unit Profesi dan Pengamanan
Pasal 61
(1)
Unit Profesi dan Pengamanan sebagaimana dimaksud
dalam
Pasal
58
melaksanakan
ayat
(3)
pembinaan
huruf
disiplin,
a,
bertugas
pemeliharaan
ketertiban, termasuk pengamanan internal, dalam
rangka penegakan disiplin dan kode etik profesi Polri
dan
pelayanan
pengaduan
masyarakat
tentang
- 53 -
penyimpangan perilaku dan tindakan pegawai negeri
pada Polri;
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Unit
Profesi
dan
Pengamanan
menyelenggarakan fungsi:
a.
pelayanan
pengaduan
masyarakat
tentang
penyimpangan perilaku dan tindakan pegawai
negeri pada Polri;
b.
penegakan disiplin dan ketertiban pegawai negeri
pada Polri di lingkungan Polsek;
c.
pengamanan internal, dalam rangka penegakan
disiplin dan kode etik profesi Polri;
d.
pelaksanaan pengawasan dan penilaian terhadap
pegawai negeri pada Polri di lingkungan Polsek
yang sedang dan telah menjalankan hukuman
disiplin dan kode etik profesi; dan
e.
pengusulan rehabilitasi pegawai negeri pada Polri
di lingkungan Polsek yang telah melaksanakan
hukuman berdasarkan hasil pengawasan dan
penilaian yang dilakukan.
Pasal 62
(1)
Unit Profesi dan Pengamanan sebagaimana Pasal 58,
khusus pada Polsek tipe A terdiri atas:
(2)
a.
Perwira Unit Pengamanan Internal; dan
b.
Perwira Unit Provos.
Perwira
Unit
Pengamanan
Internal
sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf a, bertugas melakukan
pengamanan internal dalam rangka penegakan disiplin
dan/atau
kode
etik
profesi
Polri,
pengusulan
rehabilitasi pegawai negeri pada Polri di lingkungan
Polsek
yang
telah
melaksanakan
hukuman
berdasarkan hasil pengawasan dan penilaian.
(3)
Perwira Unit Provos sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf b, bertugas melakukan pelayanan pengaduan
masyarakat
tentang
penyimpangan
perilaku
dan
tindakan pegawai negeri pada Polri, penegakan disiplin
- 54 -
dan ketertiban pegawai negeri pada Polri di lingkungan
Polsek, serta pelaksanaan pengawasan dan penilaian
terhadap pegawai negeri pada Polri di lingkungan
Polsek yang sedang dan telah menjalankan hukuman
disiplin dan/atau kode etik profesi Polri.
Bagian Kelima
Unsur Pembantu Pimpinan/Pelayan
Paragraf 1
Seksi Umum
Pasal 63
(1)
Seksi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58
ayat
(3)
huruf
perencanaan,
b,
bertugas
pelayanan
menyelenggarakan
administrasi
umum,
ketatausahaan dan urusan dalam, pelayanan markas,
perawatan tahanan serta pengelolaan barang bukti.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Seksi Umum menyelenggarakan fungsi:
a.
perencanaan kegiatan, pelayanan administrasi
umum serta ketatausahaan dan urusan dalam
antara lain kesekretariatan dan kearsipan;
b.
pelayanan administrasi pegawai negeri pada Polri
dan sarana dan prasarana;
c.
pelayanan markas antara lain pelayanan fasilitas
kantor,
rapat,
protokoler
untuk
upacara,
pemakaman dan urusan dalam; dan
d.
perawatan
tahanan
dan
pengelolaan
barang
bukti.
Pasal 64
(1)
Seksi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63,
khusus pada Polsek tipe A terdiri atas:
a.
Urusan Perencanaan Administrasi;
b.
Urusan Tata Usaha dan Urusan Dalam; dan
c.
Urusan Tahanan dan Barang Bukti.
- 55 -
(2)
Urusan
Perencanaan
Administrasi
sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf a, bertugas melakukan
perencanaan kegiatan dan administrasi pegawai negeri
pada Polri serta sarana prasarana.
(3)
Urusan Tata Usaha dan Urusan Dalam sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b, bertugas melakukan
pelayanan administrasi umum, ketatausahaan dan
urusan dalam, kearsipan, dan pelayanan markas.
(4)
Urusan Tahanan dan Barang Bukti sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c, yang bertugas
melakukan
perawatan
tahanan
dan
pengelolaan
barang bukti.
Paragraf 2
Seksi Hubungan Masyarakat
Pasal 65
(1)
Seksi Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud
dalam
Pasal
58
mengumpulkan,
ayat
(3)
mengolah,
huruf
c,
bertugas
memproduksi
dan
menyajikan data informasi serta dokumentasi.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Seksi
Hubungan
Masyarakat
menyelenggarakan fungsi:
a.
pengumpulan,
penyajian
pengolahan,
data,
informasi
produksi
dan
serta
dokumentasi
kegiatan kepolisian di tingkat Polsek;
b.
penerangan masyarakat dalam rangka pemberian
informasi tentang kegiatan kinerja kepolisian; dan
c.
produksi dan diseminasi informasi digital tentang
kinerja Polri melalui media sosial dan media
online.
Pasal 66
(1)
Seksi Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 65, khusus pada Polsek tipe A terdiri atas:
- 56 -
a.
Subseksi Pengelolaan Informasi Dokumentasi
dan Multimedia; dan
b.
(2)
Subseksi Penerangan Masyarakat.
Subseksi Pengelolaan Informasi, Dokumentasi dan
Multimedia, sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
a,
bertugas
mengumpulkan,
memproduksi,
menyajikan
dokumentasi
dalam
penyampaian
informasi,
data,
informasi
mendukung
baik
mengolah,
dan
pelaksanaan
melalui
media
mainstream maupun media sosial dan media online.
(3)
Subseksi
Penerangan
Masyarakat
sebagaimana
dimaksud
pada
(1)
b,
menyelenggarakan
ayat
huruf
penerangan
bertugas
masyarakat
dalam
mendukung pelaksanaan penyampaian informasi baik
untuk intern Polri maupun untuk masyarakat.
(4)
Untuk Polsek tipe C dan Polsek tipe D tugas dan
fungsi Seksi Hubungan Masyarakat diemban oleh Unit
Pembinaan Masyarakat.
Bagian Keenam
Unsur Pelaksana Tugas Pokok
Paragraf 1
Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu
Pasal 67
(1)
Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 58 ayat (3) huruf d, bertugas
memberikan pelayanan kepolisian secara terpadu
terhadap
laporan/pengaduan
memberikan
bantuan
dan
masyarakat,
pertolongan,
serta
memberikan pelayanan informasi.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu
menyelenggarakan fungsi:
a.
pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara
terpadu, antara lain dalam bentuk laporan Polisi,
- 57 -
surat
tanda
terima
laporan
Polisi,
surat
pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan,
surat keterangan tanda lapor kehilangan, surat
keterangan catatan kepolisian, surat tanda terima
pemberitahuan, dan surat izin keramaian;
b.
pengoordinasian dan pemberian bantuan serta
pertolongan,
antara
di
kejadian
tempat
lain
tindakan
perkara,
pertama
pengaturan,
penjagaan, pengawalan, patroli, dan pengamanan
kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah;
c.
pelayanan masyarakat melalui surat dan alat
komunikasi;
d.
pelayanan
informasi
kepentingan
yang
berkaitan
dengan
sesuai
dengan
masyarakat
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
e.
penyiapan registrasi pelaporan, penyusunan dan
penyampaian laporan harian kepada Kapolsek.
Paragraf 2
Unit Intelijen Keamanan
Pasal 68
(1)
Unit
Intelijen
dalam
Pasal
Keamanan
58
ayat
sebagaimana
(3)
huruf
e,
dimaksud
bertugas
menyelenggarakan fungsi intelijen keamanan meliputi
pengumpulan
bahan
keterangan/informasi
untuk
keperluan deteksi dini dan peringatan dini, dalam
rangka pencegahan terjadinya gangguan keamanan
dan ketertiban masyarakat, serta pelayanan perizinan
sesuai kewenangannya;
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Unit
Intelijen
Keamanan
menyelenggarakan fungsi:
a.
pembinaan
kegiatan
intelijen
keamanan
dan
produk intelijen;
b.
pelaksanaan
kegiatan
operasional
intelijen
keamanan guna terselenggaranya deteksi dini
- 58 -
dan peringatan dini, pengembangan jaringan
informasi
melalui
pemberdayaan
personel
pengemban fungsi intelijen;
c.
pengumpulan, penyimpanan, dan pemutakhiran
biodata tokoh formal atau informal organisasi
sosial,
masyarakat,
politik,
dan
pemerintah
tingkat kecamatan/kelurahan;
d.
pendokumentasian dan penganalisisan terhadap
perkembangan
lingkungan
serta
penyusunan
produk intelijen;
e.
penyusunan
intel
dasar,
prakiraan
intelijen
keamanan, dan menyajikan hasil analisis setiap
perkembangan yang perlu mendapat perhatian
pimpinan; dan
f.
pemberian
keramaian
pelayanan
umum
dalam
dan
bentuk
kegiatan
izin
masyarakat
lainnya, penerbitan surat keterangan catatan
kepolisian, serta melakukan pengawasan dan
pengamanan atas pelaksanaannya.
Pasal 69
(1)
Unit
Intelijen
Keamanan
sebagaimana
dimaksud
dalam Pasal 68, khusus pada Polsek tipe A dan Polsek
tipe B terdiri atas:
(2)
a.
Perwira Unit Operasional;
b.
Perwira Urusan Administrasi;
c.
Perwira Unit Pelayanan Administrasi; dan
d.
Sub Unit.
Perwira Unit Operasional sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf a, bertugas menyelenggarakan kegiatan
intelijen dalam bidang keamanan, mengumpulkan,
menyimpan, dan melakukan pemutakhiran biodata
tokoh formal atau informal, pendokumentasian dan
analisis terhadap perkembangan lingkungan serta
penyusunan
produk
intelijen
untuk
mendukung
kegiatan Polsek, dan pemberdayaan pegawai negeri
pada Polri pengemban fungsi intelijen.
- 59 -
(3)
Perwira Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf b, bertugas menyelenggarakan
kegiatan administrasi dan ketatausahaan.
(4)
Perwira Unit Pelayanan Administrasi sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1)
huruf
c,
bertugas
memberikan pelayanan surat izin untuk kegiatan
keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya,
surat tanda terima pemberitahuan, surat keterangan
catatan
kepolisian
dan
rekomendasi
penggunaan
Senpi dan bahan peledak.
(5)
Sub Unit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
d, bertugas melaksanakan tugas-tugas operasional
meliputi kegiatan operasional intelijen dasar guna
terselenggaranya deteksi dini dan peringatan dini,
pengembangan jaringan informasi dan penyusunan
prakiraan intelijen dan menyajikan hasil analisis
setiap perkembangan yang perlu mendapat perhatian
pimpinan.
Paragraf 3
Unit Reserse Kriminal
Pasal 70
(1) Unit Reserse Kriminal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 58 ayat (3) huruf f, bertugas melaksanakan
penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, serta
fungsi identifikasi.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Unit
Reserse
Kriminal
menyelenggarakan fungsi:
a.
pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan tindak
pidana;
b.
pelayanan
dan
perlindungan
khusus
kepada
remaja, anak, dan wanita baik sebagai pelaku
maupun
korban
sesuai
dengan
ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan
c.
pengidentifikasian untuk kepentingan penyidikan.
- 60 -
Pasal 71
(1)
Unit Reserse Kriminal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 70, khusus pada Polsek tipe A terdiri atas:
(2)
a.
Perwira Unit Operasional;
b.
Perwira Urusan Administrasi;
c.
Sub Unit Identifikasi; dan
d.
Sub Unit.
Perwira Unit Operasional sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf a, bertugas melakukan pembinaan
pelaksanaan
penyelidikan
dan
penyidikan
tindak
pidana, menganalisis kasus beserta penanganannya.
(3)
Perwira Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1)
huruf
b,
bertugas
melaksanakan
kegiatan administrasi penyidikan dan ketatausahaan.
(4)
Sub Unit Identifikasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c, bertugas melakukan identifikasi
untuk kepentingan penyidikan.
(5)
Sub Unit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
d, bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan
tindak
pidana
perlindungan
serta
khusus
memberikan
kepada
pelayanan
remaja,
anak,
dan
dan
wanita baik sebagai pelaku maupun korban sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(6)
Untuk
Polsek
tipe
B,
Unit
Reserse
Kriminal
membawahi Perwira Unit Operasional.
Paragraf 4
Unit Pembinaan Masyarakat
Pasal 72
(1) Unit Pembinaan Masyarakat sebagaimana dimaksud
dalam
Pasal
melaksanakan
kegiatan
58
ayat
(3)
pembinaan
pemberdayaan
huruf
g,
bertugas
masyarakat
meliputi
pemolisian
masyarakat,
ketertiban sosial dan kegiatan koordinasi dengan
bentuk-bentuk pengamanan swakarsa, kegiatan kerja
sama dalam memelihara keamanan dan ketertiban
- 61 -
masyarakat,
melaksanakan
pengoordinasian
pembinaan
Bhayangkara
Pembina
dan
Keamanan
dan Ketertiban Masyarakat, penyuluhan dan kegiatan
kehumasan.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1),
Unit
Pembinaan
Masyarakat
menyelenggarakan fungsi:
a.
pelaksanaan koordinasi dengan bentuk-bentuk
pengamanan
swakarsa
dalam
rangka
peningkatan kesadaran dan ketaatan masyarakat
terhadap
hukum
dan
peraturan
perundang-
undangan, serta kegiatan kehumasan;
b.
pembinaan dan penyuluhan di bidang ketertiban
sosial
serta
penyampaian
informasi
dan
dokumentasi kegiatan pada tingkat Polsek;
c.
pemberdayaan peran serta masyarakat dalam
kegiatan pemolisian masyarakat yang meliputi
pengembangan kemitraan dan kerja sama dengan
masyarakat,
pemerintah
tingkat
kecamatan/
kelurahan dan organisasi non pemerintah serta
melaksanakan pembinaan dan pengoordinasian
Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban
Masyarakat.
Pasal 73
(1)
Unit Pembinaan Masyarakat sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 72, khusus untuk Polsek tipe A terdiri
atas:
(2)
a.
Perwira Unit Operasional;
b.
Sub Unit Pembinaan Pemolisian Masyarakat;
c.
Sub Unit Pembinaan Ketertiban Sosial; dan
d.
Sub Unit Pembinaan Keamanan Swakarsa.
Perwira Unit Operasional sebagaimana dimaksud pada
ayat
(1)
huruf
a,
bertugas
merencanakan
dan
menyelenggarakan administrasi kegiatan operasional
pembinaan masyarakat.
- 62 -
(3)
Sub
Unit
sebagaimana
Pembinaan
Pemolisian
dimaksud
pada
ayat
Masyarakat
(1)
huruf
b,
bertugas memberdayakan peran serta masyarakat dan
kegiatan
pemolisian
masyarakat,
yang
meliputi
pengembangan kemitraan dan kerja sama dengan
masyarakat dan pemerintah tingkat kecamatan/kelurahan serta
organisasi non pemerintah dalam rangka menyelesaikan
masalah
sosial
masyarakat,
yang
dan
pengoordinasian
terjadi
dalam
melaksanakan
Bhayangkara
kehidupan
pembinaan
Pembina
dan
Keamanan
dan Ketertiban Masyarakat.
(4)
Sub Unit Pembinaan Ketertiban Sosial sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c, bertugas melakukan
pembinaan di bidang ketertiban masyarakat terhadap
komponen masyarakat antara lain remaja, pemuda,
wanita, dan anak.
(5)
Sub
Unit
sebagaimana
Pembinaan
dimaksud
Keamanan
pada
ayat
Swakarsa
(1)
huruf
d,
bertugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan
teknis terhadap bentuk-bentuk pengamanan swakarsa
dalam rangka meningkatkan kesadaran dan ketaatan
masyarakat
terhadap
hukum
dan
peraturan
perundang-undangan.
Paragraf 5
Unit Samapta
Pasal 74
(1)
Unit Samapta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58
ayat (3) huruf h, bertugas melaksanakan pengaturan,
penjagaan,
pengawalan,
patroli
dan
pengamanan
kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah, objek
vital, tindakan pertama di tempat kejadian perkara,
penanganan tindak pidana ringan, dan pengendalian
massa dalam rangka pemeliharaan keamanan dan
ketertiban masyarakat serta pengamanan markas.
- 63 -
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Unit Samapta menyelenggarakan fungsi:
a.
pelaksanaan
tugas
pengaturan,
penjagaan,
pengawalan, patroli;
b.
penyiapan
personel
dan
peralatan
untuk
kepentingan tugas patroli, pengamanan unjuk
rasa, dan pengendalian massa;
c.
pemeliharaan
ketertiban
umum,
penegakan
hukum tindak pidana ringan dan pengamanan
tindakan pertama di tempat kejadian perkara;
dan
d.
penjagaan dan pengamanan markas.
Pasal 75
(1) Unit Samapta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74,
khusus untuk Polsek tipe A terdiri atas:
a.
Perwira Unit Operasional;
b.
Perwira Urusan Administrasi;
c.
Sub Unit Patroli; dan
d.
Sub Unit Pengendalian Massa.
(2) Perwira Unit Operasional sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf a, bertugas mengendalikan kegiatan
pengaturan,
penjagaan,
pengawalan,
patroli,
penegakan hukum tindak pidana ringan, tindakan
pertama di tempat kejadian perkara dan pengamanan
markas.
(3) Perwira Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf b, bertugas merencanakan dan
menyelenggarakan administrasi umum yang berkaitan
dengan pelaksanaan kegiatan Unit Samapta.
(4) Sub Unit Patroli sebagaiaman dimaksud pada ayat (1)
huruf c, bertugas melaksanakan kegiatan pengaturan,
penjagaan, pengawalan, patroli, penegakkan hukum
tindak pidana ringan dan tindakan pertama di tempat
kejadian perkara.
(5) Sub Unit Pengendalian Massa sebagaimana dimaksud
pada
ayat
(1)
huruf
d,
bertugas
melaksanakan
- 64 -
pengamanan unjuk rasa dan pengendalian massa serta
melaksanakan kegiatan penjagaan dan pengamanan
markas.
Paragraf 6
Unit Lalu Lintas
Pasal 76
(1)
Unit Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalama Pasal
58
ayat
(3)
huruf
i,
bertugas
melaksanakan
pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli serta
penegakan hukum bidang lalu lintas.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Unit Lalu Lintas menyelenggarakan
fungsi:
a.
pembinaan partisipasi masyarakat di bidang lalu
lintas melalui kerja sama lintas sektoral dan
pendidikan masyarakat lalu lintas;
b.
pelaksanaan pengaturan, penjagaan, pengawalan
dan patroli lalu lintas dalam rangka keamanan,
keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu
lintas; dan
c.
pelaksanaan
penindakan
pelanggaran
serta
penanganan kecelakaan lalu lintas dalam rangka
penegakan hukum.
Pasal 77
(1)
Unit Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
76, khusus untuk Polsek tipe A terdiri atas:
a.
Perwira Unit Operasional;
b.
Perwira Urusan Administrasi;
c.
Sub Unit Kecelakaan; dan
d.
Sub Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan,
dan Patroli.
(2)
Perwira Unit Operasional sebagaimana dimaksud pada
ayat
(1)
huruf
a,
bertugas
melaksanakan
mengendalikan pendidikan masyarakat lalu lintas.
dan
- 65 -
(3)
Perwira Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf b, bertugas merencanakan dan
menyelenggarakan administrasi umum yang berkaitan
dengan pelaksanaan kegiatan Unit Lalu Lintas.
(4)
Sub Unit Kecelakaan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c, bertugas menangani kecelakaan lalu
lintas dalam rangka penegakan hukum.
(5)
Sub Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan
Patroli sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d,
bertugas
melaksanakan
kegiatan
pengaturan,
penjagaan, pengawalan dan patroli dan penindakan
terhadap
pelanggaran
penegakan
hukum
lalu
dan
lintas
dalam
keamanan,
rangka
keselamatan,
ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
(6)
Unit Lalu Lintas pada Polsek tipe B membawahi
perwira unit.
(7)
Pembentukan dan operasional Unit Lalu Lintas tingkat
Polsek
tipe
C
dan
Polsek
tipe
D
berdasarkan
Keputusan Kapolda setelah mendapatkan persetujuan
Kapolri.
Paragraf 7
Unit Polisi Perairan
Pasal 78
(1)
Unit Polisi Perairan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 58 ayat (3) huruf j, bertugas menyelenggarakan
fungsi
kepolisian
perairan,
yang
meliputi
patroli
perairan dan pembinaan masyarakat perairan.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Unit Polisi Perairan menyelenggarakan
fungsi:
a.
pelaksanaan patroli, pengawalan, dan pembinaan
masyarakat perairan; dan
b.
(3)
pelaksanaan transportasi kepolisian di perairan;
Unit Polisi Perairan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), khusus untuk Polsek tipe A terdiri atas:
- 66 -
(4)
a.
Perwira Unit Operasional;
b.
Perwira Unit Patroli Polisi Perairan; dan
c.
Perwira Unit Pembinaan Masyarakat Perairan.
Unit Polisi Perairan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), khusus untuk Polsek tipe B terdiri atas:
(5)
a.
Perwira Unit Patroli Polisi Perairan; dan
b.
Perwira Unit Pembinaan Masyarakat Perairan.
Pembentukan dan operasional Unit Polisi Perairan
semua tipe Polsek berdasarkan keputusan Kapolda
setelah mendapatkan persetujuan Kapolri.
Bagian Ketujuh
Unsur Pelaksana Tugas Kewilayahan
Pasal 79
(1)
Polsubsektor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58
ayat (3) huruf k, bertugas menyelenggarakan tugas
pokok
Polri
ketertiban
dalam
pemeliharaan
masyarakat,
keamanan
dan
hukum,
dan
penegakan
pemberian perlindungan, pengayoman, dan pelayanan
kepada masyarakat, serta tugas-tugas Polri lain dalam
daerah hukumnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
(2)
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1), Polsubsektor berfungsi:
a.
penyelenggaraan
patroli
dan
pengamanan
kegiatan masyarakat dalam rangka pemeliharaan
keamanan
dan
ketertiban
masyarakat,
serta
penegakan hukum tindak pidana ringan;
b.
pemberian
pelayanan
masyarakat,
dalam
penanganan
kepolisian
bentuk
kepada
penerimaan
laporan/pengaduan,
dan
pemberian
bantuan dan pertolongan termasuk pengamanan
kegiatan masyarakat;
c.
pemberdayaan peran serta masyarakat melalui
pemolisian
pemeliharaan
masyarakat
keamanan
dalam
dan
rangka
ketertiban
- 67 -
masyarakat, guna terwujudnya kemitraan serta
membangun kepercayaan masyarakat terhadap
Polri; dan
d.
penyelenggaraan
administrasi
umum
dan
ketatausahaan.
Pasal 80
(1)
Polsubsektor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79
terdiri atas:
(2)
a.
Urusan Administrasi;
b.
Unit Patroli; dan
c.
Unit Pelayanan Masyarakat.
Urusan Administrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat
(1)
huruf
a,
bertugas
menyelenggarakan
administrasi umum dan ketatausahaan.
(3)
Unit Patroli sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
b,
bertugas
pengamanan
melaksanakan
kegiatan
masyarakat
patroli
dalam
dan
rangka
pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,
serta penegakan hukum tindak pidana ringan.
(4)
Unit Pelayanan Masyarakat sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf c, bertugas memberikan pelayanan
kepolisian
penerimaan
pemberian
kepada
dan
masyarakat,
penanganan
bantuan
dan
dalam
bentuk
laporan/pengaduan,
pertolongan
termasuk
pengamanan kegiatan masyarakat, serta melakukan
pemberdayaan
peran
serta
masyarakat
melalui
pemolisian masyarakat dalam rangka pemeliharaan
keamanan
terwujudnya
dan
ketertiban
kemitraan
masyarakat,
serta
guna
membangun
kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Pasal 81
(1)
Organisasi Polsek sebagaimana dimaksud dalam Pasal
58 sampai dengan Pasal 80 diberikan penyebutan
sebagaimana tercantum dalam daftar penyebutan
- 68 -
pada Lampiran I Butir B yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Kepolisian ini.
(2)
Struktur Organisasi dan Daftar Susunan Personel
Polsek berdasarkan tipe tercantum dalam Lampiran III
yang
merupakan
bagian
tidak
terpisahkan
dari
Peraturan Kepolisian ini.
(3)
Struktur Organisasi dan Daftar Susunan Personel
Polsubsektor tercantum dalam Lampiran IV yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Kepolisian ini.
BAB IV
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 82
Pada saat Peraturan Kepolisian ini mulai berlaku, seluruh
organisasi dan tata kerja di lingkungan Polres dan Polsek
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Kepala Kepolisian
Negara Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 tentang
Susunan
Organisasi
dan
Tata
Kerja
pada
Tingkat
Kepolisian Resor dan Kepolisian Sektor (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 478), masih tetap
menjalankan
tugas
dan
fungsinya
sampai
dengan
terbentuknya organisasi Polres dan Polsek secara rinci
berdasarkan Peraturan Kepolisian ini.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 83
Pada
saat
Peraturan
Kepolisian
ini
mulai
berlaku,
Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
Nomor 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Resor dan Kepolisian
Sektor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010
Nomor 478), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
- 69 -
Pasal 84
Peraturan Kepolisian ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar
setiap
pengundangan
orang
mengetahuinya,
Peraturan
memerintahkan
Kepolisian
ini
dengan
penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 14 Januari 2021
Paraf:
1. Konseptor/
Kabaglemwil
2. Karolemtala
: ........
: ........
3. Asrena Kapolri : ........
KEPALA KEPOLISIAN NEGARA
REPUBLIK INDONESIA,
4. Kadivkum Polri : ........
5. Kasetum Polri
: ........
6. Wakapolri
: ........
Ttd.
IDHAM AZIS
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 18 Januari 2021
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
Ttd.
WIDODO EKATJAHJANA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2021 NOMOR 26
Download