Uploaded by User5882

BARISAN DAN DERET ARITMATIKA

advertisement
BARISAN DAN DERET ARITMATIKA
DOSEN PENGAMPU : SYAHRIAL, S.E, M.Sc
Makalah ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Matematika Ekonomi pada Program Studi Perbankan Syariah
Disusun Oleh:
NAMA
: MHD RISWAN
NIM
: 20150030
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) MANDAILING NATAL
2021
1
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa,
karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya kami menyelesaikan
sebuah Makalah dengan tepat waktu.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan
memohon permakluman bilamana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan
yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca. Dengan ini
kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga
Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat kepada
kita semua
.
Panyabungan, Januari 2021
Penulis
2
DAFTAR ISI
A. Pengertian Barisan dan Deret ..........................................................
1
B. Barisan Dan Deret Aritmatika .........................................................
1
1
BARISAN DAN DERET ARITMATIKA
A. Pengertian
Dalam ilmu matematika, pelajaran mengenai barisan dan deret
sudah dipelajari di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Sehingga,
materi ini sudah tidak asing lagi bagi seorang mahasiswa. Seperti yang
diketahui bersama bahwa barisan adalah suatu susunan bilangan yang
dibentuk menurut suatu urutan tertentu.Sedangkan deret adalah jumlah
dari bilangan dalam suatu barisan.
Suatu barisan dan deret terbagi atas dua jenis yaitu :
a. Barisan dan Deret Aritmatika
b. Barisan dan Deret Geometri
B. Barisan dan Deret Aritmatika
1. Barisan Aritmatika
Barisan Aritmetika adalah barisan yang suku berurutannya
mempunyai tambahan bilangan yang tetap. Dalam barisan aritmatika,
akan diadapatkan beberapa istilah. Istilah tersebut adalah suku, suku
pertama, dan beda. Suku merupakan bilangan yang menyusun barisan
aritmatika tersebut. Suku pertama merupakan angka atau bilangan
yang pertama dari susunan barisan aritmatika tersebut. Sedangkan beda
adalah selisih antara setiap suku dengan suku pertama, dimana nilai
beda bernilai tetap seperti pengertian diatas. Contoh :
3,6,9,12,15,..........dst.
U1,U2,U3,U4,U5,….. dst
Sehingga, dari bentuk umum barisan aritmatika di atas dapat di
tentukan atau dituliskan sebagai berikut. Rumus ini di tuliskan, dengan
tujuan untuk memudahkan dalam penentuan suku-suku yang skala
1
besar. Misal, kita akan mencari suku ke 1000. Suatu hal yang tidak
mungkin kalau kita akan menyusun suatu barisan aritmatika sampai
1000 kali. Oleh karena itu, dengan adanya rumus ini, dapat
memudahkan kita untuk menentukannya.
Un = a + ( n – 1)b
Keterangan :
Un= suku ke-n
a = suku pertama
b = beda.
Untuk lebih memahami pernyataan diatas, marilah menyimak contoh
soal berikut. Contoh :
Tentukan suku ke-10 dari barisan aritmetika 2,5,8,11,.....!
Solusi :
Dik : = 2
=3
Dit :
Karena
= ....?
Un = a + ( n – 1 ) b
U10
maka,
= 2 + ( 10 – 1 ) 3
=2+(9)3
= 2 + 27 = 30
.
2. Deret Aritmatika
Deret aritmetika adalah jumlah dari bilangan dalam suatu
barisan aritmetika. Sama halnya dengan barisan aritmatika, dalam
deret aritmatika juga ini dikenal juga istilah suku, beda dan suku
pertama. Hanya saja dalam hal pengertian memiliki perbedaan. Dalam
deret aritmatika, setiap suku pertama akan tetap, suku kedua akan
ditambah dengan beda setiap suku, kemudian suku ketiga yaitu suku
2
pertama akan ditambah dengan dua kali suku pertama, dan begitu
seterusnya dengan setiap suku akan mengalami pertambahan dengan
nilai beda, dimana nilai beda juga akan bertambah di setiap suku.
Sehingga dapat dikatakan bahwa, setiap penaikan suku, maka nilai
beda juga akan bertambah dan nilai setiap suku juga bertmabah. Untuk
lebih memahami pernyataan di atas, maka dapat dilihat dan dipahami
bentuk umum yang akan disajikan sebagai berikut.
Contoh :
3+6+9+12+....dst atau 3+0+(-3)+(-6)+....dst.
a + ( a + b ) + ( a + 2b ) + ( a + 3b ) + …
Dalam barisan aritmatika, kita juga dapat menentukan deret barisan
suatu
aritmatika
tersebut.
Dalam
menentukannya,
kita
dapat
menggunakan rumus sebagai berikut.
Dn =
𝑛
2
(𝑎 + 𝑈𝑛 )
𝑛
Dn = 2 ( 𝑎 + 𝑎 + ( 𝑛 − 1 ) 𝑏 )
Maka,
𝑛
Dn = 2 ( 2𝑎 + ( 𝑛 − 1 ) 𝑏 )
Keterangan :
Dn = Deret ke-n (jumlah sampai suku ke-n).
Untuk lebih memahaminya, kita dapat menyimak contoh soal sebagai
berikut.
Contoh :
1. -15-10-5+....dst. Tentukan jumlah sampai suku ke-7 !
3
jawab :
Dik :
a
= -15
b
=5
Dit :
D7
= .....?
𝑛
Karena, Dn = 2 ( 2a + ( n – 1) b )
7
D7 = 2 ( 2 ( −15 ) + ( 7 − 1 )5 )
7
= 2 ( −30 + 30 )
7
=2 (0)
=0
4
maka,
DAFTAR PUSTAKA
Sofjan. 1994. Matematika Ekonomi, Edisi baru, Cetakan ke-15. Jakarta. PT Raja
Grafindo Persada.
Abdul Halim Fathani, Matematika Praktis, (Jogjakarta: Mitra Belajar, 2009)
5
Download