Uploaded by User96753

1. Pengantar METODOLOGI PENELITIAN (1)

advertisement
METODOLOGI PENELITIAN
Teori
Aplikasi dalam ilmu farmasi
Penyusunan proposal skripsi
METODOLOGI PENELITIAN
Metode: cara untuk melakukan sesuatu
Logos: ilmu atau pengetahuan
Penelitian: aktivitas mencari jawaban terhadap
sesuatu yang belum diketahui dalam rangka mencari
atau merumuskan kebenaran (menurut akal sehat
manusia)
Metodologi penelitian
Cara melakukan sesuatu menggunakan pikiran /akal
sehat untuk mencapai tujuan mencari/merumuskan
kebenaran tentang sesuatu
PENELITIAN
dalam arti lebih luas
 Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji
kebenaran suatu pengetahuan
 Penelitian akan mencari
 penjelasan (explanation),
 hubungan (relation),
 perbandingan (comparison),
 prediksi (prediction),
 generalisasi (generalization) dan teori (theory)
tentang sesuatu (fenomena alam / natural phenomena).
 Penelitian dilakukan manusia sejak manusia itu ada karena hasrat
ingin tahu (curiosity) dari manusia.
METODOLOGI PENELITIAN
dalam arti luas
ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan
dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui
tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk
mencari,
menyusun serta
menganalisis dan
menyimpulkan data-data, sehingga dapat dipergunakan
untuk menemukan, mengembangkan dan menguji
kebenaran sesuatu pengetahuan berdasarkan bimbingan
Tuhan.
(dosen pembimbing hanya perantara)
METODOLOGI PENELITIAN
dalam arti luas
ilmu mengenai jalan yang dilewati untuk mencapai
pemahaman.
Jalan tersebut harus ditetapkan secara bertanggung
jawab ilmiah dan data yang dicari untuk
membangun/ memperoleh pemahaman harus
melalui syarat ketelitian, artinya harus dipercaya
kebenarannya
JUJUR
dalam PERKEMBANGANNYA
Ilmu pengetahuan memiliki sifat utama yaitu tersusun
secara sistematik dan runtut dengan menggunakan
metode ilmiah.
Karenanya diperlukan sikap ilmiah untuk menyusun
ilmu pengetahuan tersebut atau dengan kata lain ilmu
pengetahuan memiliki 3 (tiga) sifat utama, yaitu :
Sikap ilmiah
Metode ilmiah
Tersusun secara sistematik dan runtut
PERIODE PERKEMBANGAN METODOLOGI
PENELITIAN
(Prof. Sutrisno Hadi MA)
Periode Trial and Error
ilmu pengetahuan masih dalam keadaan embrional,
orang menyusun ilmu pengetahuan dengan cara
mencoba-coba berulang kali sampai ditemukan
pemecahan masalah yang dianggap memuaskan.
dalam PERKEMBANGANNYA
Sikap ilmiah menuntun orang berpikir dengan sikap
tertentu.
Dari sikap tersebut orang dituntun dengan cara
tertentu untuk menghasilkan ilmu pengetahuan.
Selanjutnya cara tertentu itu disebut metode ilmiah.
Jadi dengan sikap ilmiah dan metode ilmiah
diharapkan dapat disusun ilmu pengetahuan dengan
sistematik dan runtut.
 Periode Authority and Tradition
ilmu pengetahuan didasarkan atas pendapat para pemimpin atau
penguasa waktu itu.
Pendapat-pendapat itu dijadikan ajaran yang harus diikuti begitu saja
oleh rakyat banyak dan mereka harus menerima bahwa ajaran
tersebut benar.
Selain pendapat para penguasa atau pemimpin, tradisi dalam
kehidupan manusia memegang peranan yang sangat penting di masa
lampau dan menentang tradisi merupakan hal yang tabu. Karenanya
tradisi dipercaya sebagai hal yang benar, sehingga tradisi menguasai
cara berpikir dan cara kerja manusia berabad-abad lamanya.
Contoh, sampai pertengahan abad 20, petani Jawa masih memegang
tradsisi bahwa mereka akan segera turun ke sawah apabila telah
melihat bintang biduk (gubuk penceng) sebagai pertanda mulai turun
hujan.
Dipercaya karena seringkali
terbukti meskipun tidak selalu
 Periode Speculation and Argumentation
Ajaran atau doktrin para pemimpin atau penguasa serta tradisi
yang bercakal dalam kehidupan masyarakat mulai
menggunakan dialektika untuk mengadakan diskusi dalam
memecahkan masalah untuk memperoleh kebenaran. Dengan
kata lain, masyarakat mulai membentuk kelompok-kelompok
spekulasi untuk memperoleh kebenaran dan menggunakan
argumen-argumen. Masing-masing kelompok membuat
spekulasi dan argumen yang berbeda dalam memperoleh
kebenaran. Saat ini orang terlalu mendewakan akal dan
kepandaian silat lidahnya, yang kadang-kadang dibuat-buat
supaya tampak masuk akal.
 Periode Hypothesis and Experimentation
Pada periode ini orang mulai mencari rangkaian tata cara
untuk menerangkan suatu kejadian.
Mula-mula membuat dugaan-dugaan (hipotesis-hipotesis),
kemudian mengumpulkan fakta-fakta dan dianalisis serta diolah,
hingga akhirnya ditarik kesimpulan.
Fakta-fakta tersebut diperoleh dengan eksperimen atau
observasi-observasi serta dokumen-dokumen
NOW
SARJANA
S-1, S-2, S-3
Gelar akademik yang diperoleh seseorang setelah
menempuh
serangkaian
proses
akademik termasuk penelitian.
Bidang Farmasi
Sarjana Farmasi (S. Farm)
Magister Farmasi (M.Farm)
Doktor Farmasi (Dr.)
pendidikan
WHY????
Orang yang berpendidikan tinggi (sarjana) harus mempunyai
kemampuan meneliti untuk dapat berpikir secara ilmiah sehingga
mampu menerapkan saat memecahkan permasalahan di masyarakat.
karena
FUNGSI-FUNGSI PENELITIAN
Pencandraan (description):
ilmu dan penelitian berfungsi untuk menggambarkan
secara jelas dan cermat hal-hal yang dipersoalkannya
atau yang ingin diketahui manusia;
Menerangkan (explanation):
ilmu dan penelitian berfungsi untuk menerangkan
kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwaperistiwa;
FUNGSI-FUNGSI PENELITIAN
Menyusun teori:
ilmu dan penelitian bertugas untuk mencari dan
merumuskan hukum-hukum atau tata hubungan antara
kondisi yang satu dengan kondisi yang lain atau hubungan
antara suatu peristiwa dengan peristiwa yang lainnya;
Meramalkan (prediction):
ilmu dan penelitian bertugas membuat prediksi , estimasi,
dan proyeksi mengenai peristiwa yang akan terjadi;
Mengendalikan:
ilmu dan penelitian berfungsi untuk melakukan tindakantindakan untuk mengendalikan peristiwa-peristiwa atau
gejala-gejala
RESEARCH CAN BE CLASSIFIED AS:
(Menurut pemakaiannya, dilakukan pada program
akademik/sarjana-magister-doktor)
 Penelitian murni (pure research):
berdampak terhadap pengembangan ilmu itu sendiri (teori).
Contoh: pH partisi hipotesis, ikatan molekul obat dengan
reseptor, ikatan molekul obat dengan protein plasma dll.
 Penelitian terapan (applied research):
akan memberikan atau menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat langsung bagi kehidupan manusia.
Contoh: kurkumin sebagai imunomodulator
DIMENSI MUTU/QUALITY PENELITIAN
Kemanfaatan (usefulness),
Orisinalitas (originality),
Ketepatan metodologi (methodology)
Mengikuti dan memanfaatkan kemajuan ilmu dan
teknologi (aktual)
Kekritisan dalam pengkajian
Pembatasan (limitation) generalisasi
Keterbukaan
Efisiensi penggunaan sumber daya.
Harus
dipenuhi
Skripsi
S-1
3 (TIGA) KRITERIA PENELITIAN PROGRAM
AKADEMIK
Orisinalitas (originality)
Aktualitas (actuality/novelty)
Kemanfaatan/usefulness (perkembangan ilmu
dan pemecahan persoalan di masyarakat)
Harus
dipenuhi
Skripsi
S-1
IDENTIFIKASI TOPIK PENELITIAN
(IDENTIFICATION OF RESEARCH TOPIC)
 Dari penelitian sendiri (our own research)
pengalaman sendiri, mengikuti penelitian dosen yang sedang
berjalan.
 Dari penelitian orang lain (literature)
melanjutkan, mengembangkan, duplikasi (bukan plagiat).
 Permasalahan yang ada di lapangan
(real problem in industry and community pharmacy).
STUDI PUSTAKA
 mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai
macam material yang ada di perpustakaan seperti dokumen,
buku, catatan, majalah (jurnal), koran dsb yang bertujuan
membentuk suatu landasan teori (Arikunto, 2006)
 Dilakukan sebelum dan selama penelitian
 Kajian sistematis hasil penelitian sebelumnya yang ada
hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan dan
diusahakan menunjukkan kondisi mutakhir dari bidang ilmu
tersebut “the state of the art”.
Tujuan studi kepustakaan sebelum melakukan
penelitian
 Menemukan sebuah masalah guna diteliti.
 Mencari informasi yang relevan dengan masalah yang bakal
diteliti.
 Mengkaji sejumlah teori dasar yang relevan dengan masalah
yang bakal diteliti.
 Mencari landasan teori sebagai pedoman untuk pendekatan
solusi masalah dan pemikiran guna perumusan hipotesis
yang bakal diuji dalam penelitian.
 Memperdalam pengetahuan peneliti mengenai masalah dan
bidang yang bakal diteliti.
 Mengkaji hasil-hasil riset terdahulu yang terdapat kaitannya
dengan riset yang bakal dilakukan.
Tujuan studi kepustakaan selama penelitian
berlangsung
Mengumpulkan informasi-informasi yang lebih
khusus mengenai masalah yang sedang diteliti.
Memanfaatkan informasi yang terdapat kaitannya
dengan teori-teori yang relevan dengan riset yang
sedang dilakukan.
Mengumpulkan dan memanfaatkan informasiinformasi yang sehubungan dengan pelajaran dan
metodologi dan riset tersebut.
Sumber studi kepustakaan
 Jurnal Penelitian
Dalam jurnal ini beberapa hasil penelitian terpilih diterbitkan
sehingga dapat digunakan sebagai acuan begi perkembangan ilmu
pengetahuan yang baru.
 Buku
Buku merupakan sumber informasi yang sangat penting karena
sebagian bidang ilmu yang erat kaitannya dengan penelitian
diwujudkan dalam bentuk buku yang ditulis oleh seorang penulis
yang berkompeten di bidang ilmunya.
 Internet
Kemajuan teknologi membawa dampak yang sangat signifikan di
bidang informasi, para peneliti dapat langsung mengakses internet
dan mendapatkan informasi yang diinginkan dari berbagai negara
dengan sangat cepat.
SIMPULAN
 Dengan studi pustaka dapat menemukan masalah yang akan
dijadikan objek penelitian.
 Melakukan penelitian berarti mencoba mencari solusi atas
masalah yang dilakukan dengan cara-cara ilmiah.
 Dari berbagai sumber pustaka akan dapat memecahkan
masalah berdasarkan teori yang telah diuji kebenarannya
 Dari berbagai sumber pustaka dapat ditelaah hasil penelitian
sebelumnya yang berkaitan dengan objek yang akan/sedang
diteliti
Download