Uploaded by User85887

JURNAL ADE NUGRAHA GILANG-1

advertisement
E-ISSN 2541-2116
ISSN 2443-2083
Jurnal Geomine, Volume 8, Nomor 2: Agustus 2020, Hal. 80 - 86
STUDI PENGARUH MEDIA
TERHADAP NILAI P80 PADA
PENGGERUS
Ade Nugraha Gilang*, Nurliah Jafar , Alam Budiman
KROMIT
Thamsi
Commented [b1]: Semua kalimat harus dicek plagiatnya
di plagiat checker
Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Muslim Indonesia, Makassar,
Indonesia
*Email : [email protected]
SARI
Endapan bijih kromit yang memiliki senyawa kimia Fe2Cr2O4 atau FeO (Cr, Al) 2O3 selalu
dikaitkan dengan terobosan magma. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung nilai P80
menggunakan jalur dan tanpa menggunakan jalur. Penelitian dilakukan dengan mengayak
dan memasukkan sampel ke dalam ball mill kemudian menimbangnya untuk memantau setiap
fraksi. Hasil penelitian menunjukkan nilai P80 berdasarkan tabel plot log-log. Sehingga dapat
disangkal bahwa P80 atau 80% partikel yang lolos pada ukuran ayakan tanpa menggunakan
lintasan yaitu 1,36 μm dengan waktu gerinda 15 menit, dan P80 menggunakan
lajur 1,32 μm dengan waktu gerinda 15 menit.
Kata kunci : kromit, nilai P80, ball mill, grinding, ayakan.
ABSTRACT
Chromite ore deposits that have chemical compounds Fe2Cr2O4 or FeO (Cr, Al) 2O3
are always associated with magma breakthroughs. The purpose of this study is to
calculate the value of P80 using line and without using lane. The study was conducted
by sifting and inserting samples into the ball mill then weighed to determine the weight
of each fraction. The results showed the value of P80 based on the log-plot table. Then it
can be concluded that, P80 or 80% of particles escaped at the sieve size without using
lane that is 1.3613 μm with a grinding time of 15 minutes, and P80 using lane which is
0.2645 μm with a grinding time of 15 minutes.
How to Cite: Gilang, A. N., Jafar, N., & Thamsi, A. B. (2020). Studi Pengaruh Media
Penggerus Terhadap Nilai P80 Pada Kromit. Jurnal Geomine, 80-86.
Keywords: chromite, P80 value, ball mill, grinding,
sifter
Published By:
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Muslim
Indonesia Address:
Jl. Urip Sumoharjo Km. 05
Makassar, Sulawesi
Selatan
Email:
[email protected]
d Phone:
+6282293770122
Article
History:
Submite
Received in
from Accepted
Available
online Lisensec
By:
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
License.
Copyright © 2020, Jurnal Geomine, Page: 80
Commented [b2]: Tambahkan hasil dan kesimpulan
E-ISSN 2541-2116
ISSN 2443-2083
PENDAHULUAN
Endapan bijih kromit yang mempunyai senyawa kimia Fe2Cr2O4 atau FeO
(Cr,Al)2O3 selalu berhubungan dengan terobosan magma. Kegunaan yang paling penting
adalah dalam industri-industri stainless steel, gray cast iron, iron free high
temperature alloys, dan chromium plating untuk perlindungan permukaan.
Di dalam mineral industri, kromit diproses bergabung dengan magnesite seperti
magnesia sintered, magnesia calcined dan binders seperti clay, lime, gypsum, bauxite,
dan corundum. Hasil yang diperoleh berupa bahan yang tahan terhadap tekanan, tahan
terhadap
perubahan temperatur, baik sebagai isolasi antara tembok bangunan terhadap asam.
Dari beberapa mineral yang mengandung khrom hanya chromium spinel atau khromit
dengan 67,8 % Cr2O3 dan 32,2 % FeO. Rasio Khrom/Besi adalah 2, tetapi apabila ada inklusi
MgO rasio khrom/besi berkisar 2,5 sampai dengan 5. Khromium terjadi juga di dalam semua
grup silikat, dimana khromium mengganti Al 3+ Fe3+, dan Mg2+ (Downing, 1962).
Grinding merupakan bagian dari proses terakhir komunisi. Proses ini merupakan
kelanjutan dari proses crushing untuk mereduksi ukuran partikel <25 mm sebelum masuk ke
proses selanjutnya karena setiap bijih atau material yang digerus memiliki ukuran optimum
agar dapat diolah secara ekonomis. Berdasarkan hal tersebut penulis akan melakukan
penelitian mengenai pengaruh media penggerus pada kromit.
Metode Penelitian
Penelitian di awali dengan pengambilan data di lapangan Dalam pengambilan data terdiri
atas dua jenis yaitu data primer berupa data berat sampel awal, data berat sampel masing
fraksi dan data dokumentasi. Selanjutnya ada data sekunder. Data sekunder berupa referensi
pustaka seperti disertasi, tesis, skripsi, buku, jurnal maupun artikel yang sudah diakui secara
ilmiah yang berhubungan langsung dengan tujuan penelitian.
1. Reduksi Ukuran
Pengecilan ukuran sampel dilakukan untuk merubah ukuran sampel tanpa
menyebabkan perubahan apapun pada massa sampel. Alat yang digunakan untuk melakukan
pengecilan ukuran sampel adalah palu geologi, sehingga bahan galian akan pecah dan
berubah ukuran dari sebelumya sekitar 50 mm menjadi 10 mm. Setelah direduksi sampel
akan di ayak menggunakan ayakan 3 cm, 0,9 cm dan 0,5 cm agar diperoleh sampel yang
mempunyai ukuran partikel yang seragam untuk memudahkan proses selanjutnya.
2. Penggerusan (Grinding)
Grinding (penggerusan) adalah proses reduksi ukuran dari bijih dilakukan setelah
proses reduksi menggunakan palu geologi, untuk mereduksi partikel mineral halus dengan
ukuran yang lebih kecil. Alat yang digunakan dalam proses penggerusan yaitu ball mill tipe.
Ball mill merupakan alat yang digunakan untuk mereduksi ukuran partikel dengan metode
kerja menggerus. Media gerus ball mill berupah bola-bola baja dan, ball mill dapat menggerus
sampai ukuran sebesar -200 mesh. Lama waktu yang digunakan untuk menggerus sampel
adalah 15 menit.
3. Penimbangan dan Pengayakan
Setelah proses penggerusan (Grinding), sampel kemudian ditimbang untuk mengukur
massa sampel yang akan digunakan pada pengujian berikutnya, kemudian dilakukan proses
pengayakan. Pengayakan dilakukan untuk mengetahui distribusi ukuran partikel dari tiap
fraksi ukuran pengayakan. Ukuran ayakan yang dipakai antara lain +20 mesh, -20+48 mesh,
-48+80 mesh, -80+100 mesh, -100+200 mesh, -200 mesh dengan waktu ayak 10 menit. Setelah
itu dilakukan penimbangan untuk tiap fraksi ukuran sehingga diperoleh berat masing-masing
fraksi.
HASIL PENELITIAN
Hasil data pengamatan uji laboratorium untuk analisis ayak dengan wakttu grinding 15menit
yang dilakukan di Laboratorium Pengolahan Bahan Galian Jurusan Pertambangan, Fakultas
Copyright © 2020, Jurnal Geomine, Page: 81
Commented [b3]: Minimal 7 kutipan
E-ISSN 2541-2116
ISSN 2443-2083
Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2
berikut.
Tabel 1 analisis ayak tanpa menggunakan lane dengan waktu grinding 15 menit
No
Ukuran
Ukuran
(µm)
Berat
tertahan
(gr)
% Berat
% Berat
Tertampung
% Berat
Lolos
Komulatif
Log
ukuran
Log Berat
Komulatif
Lolos
1
#+20
1988.2
79.37
79.37
20.62
2.92
1.31
2
#-20,+48
841
142.1
5.67
85.04
14.95
2.47
1.17
3
#-48,+80
297
89.6
3.57
88.62
11.37
2.24
1.05
4
#-80,+100
177
21.1
0.84
89.46
10.53
2.17
1.02
5
#-100,+200
149
134.9
5.38
94.85
5.14
1.86
0.71
6
#-200
74
129
5.14
100
0
2504.9
100
Total
Comulative Direct Plot
25
y = 0.017x + 7.2995
15
10
5
0
0
200
400
1000
600
800
Ukuran Partikel Mikro
Gambar 1 comulative direct plot mencari nilai k dengan waktu grinding 15 menit
Comulative Direct Plot mencari nilai
K Y = 0,0017x + 7,2995
80 = 0,0017x + 7,2995
K=X
0,0017
K= X =42,76 µm
Copyright © 2020, Jurnal Geomine, Page: 82
E-ISSN 2541-2116
ISSN 2443-2083
Log-Log Plot
1.5
1.4
y = 0.5417x 0.2103
-
1.3
1.2
1.1
1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
0
0.5
1
1.5
3.5
2
2.5
3
Log Ukuran
Gambar 2 Log-log plot dengan waktu grinding 15 menit
Log-log Plot Mencari Nilai
X Y = 0,5417x – 0,2103
Log 80 = 0,5417 – 0,2103
Log x = log 80 + 0,2103
0,5417
Log x = 3.90
x = 1,36 µm.
Tabel 2 Analisis ayak dengan waktu grinding 15 menit menggunakan lane
No
Ukuran
Ukuran
µm
Berat
tertaha
n (gr)
Berat
(%)
Berat
Tertampun
g (%)
Berat
Lolos
Komulati
f (%)
27.63
Log
Ukuran
2.92
Log
Berat
Komulati
f Lolos
1.44
1
#+20
1958.9
72.36
72.36
2
#-20,+48
841
311.1
11.49
83.85
16.14
2.47
1.20
3
#-48,+80
297
120.6
4.45
88.30
11.69
2.24
1.06
4
#-80,+100
177
27.5
1.01
89.32
10.67
2.17
1.02
5
#-100,+200
149
90
3.32
92.64
7.35
1.86
0.86
6
#-200
74
199
7.35
100
0
2707.1
100
Total
Copyright © 2020, Jurnal Geomine, Page: 83
E-ISSN 2541-2116
ISSN 2443-2083
Comulative Direct Plot
30
y = 0.0253x +
6.931
25
20
15
10
5
0
0
200
400
1000
600
800
Ukuran Partikel Mikro
Gambar 3 comulative direct plot dengan waktu grinding 15 menit
Comulative Direct Plot mencari nilai K
Y = 0,0253x + 6,931
80 = 0,0253x + 6,931
K = X = (80 - 6,931)
0,0253
K = X = 2,88 µm
Log-Log Plot
1.5
y = 0.5494x - 0.1617
1.3
1.2
1.1
1
0.9
0.8
1.5
1.7
1.9
2.1
2.3
2.5
2.7
2.9
3.1
Log Ukuran
Gambar 4 Log-log Plot untuk denganCopyright
waktu grinding
15 menit
© 2020,
Jurnal Geomine, Page: 84
E-ISSN 2541-2116
ISSN 2443-2083
Y = 0,5494x – 0,1617
Log 80 = 0,5494x – 0,1617
Log x = (Log 80 + 0,1617)
0,5494
Log x = 3,75
x = 1,32 µm
Berdasarkan tabel ukuran ayakan waktu grinding 15 menit yang tanpa menggunakan
line diperoleh berat total 2504,9 gram, dan grinding 15 menit yang menggunakan lane
diperoleh berat total sebesar 2707,1 sedangkan berat material sebelum diayak untuk
masing-masing waktu sebesar 3 kg. Jadi berat yang hilang ketika melakukan grinding tanpa
menggunakan lane selama 15 menit yaitu 495,1 gram dan berat yang hilang menggunakan
lane yaitu 298,9 gram.
Berdasarkan grafik cumulative direct plot juga diperoleh P80 untuk tiap waktu
grinding. Pada waktu grinding tanpa menggunakan lane, diperoleh P80 sebesar = 1,36 μm
dan untuk waktu grinding 15 menit tanpa menggunakan lane diperoleh P80 sebesar 1,32
μm. P80 menunjukkan bahwa sebanyak 80% partikel produk lolos, untuk waktu grinding 15
menit menggunakan lane diperoleh P80 Dari data dapat dilihat bahwa lama grinding
mempengaruhi ukuran hasil gerusan. Semakin lama material melalui proses penggerusan,
maka hasil gerusan akan semakin halus. Oleh karena itu, untuk memperkecil P80 variabelvariabel yang dapat diubah diantaranya adalah waktu penggerusan, jumlah media penggerus
yang digunakan, ukuran awal umpan mill dan kecepatan putar mill.
KESIMPULAN
Bardasarkan dari hasil penelitian penulis yang dilakukan di Laboratorium
Pengolahan Bahan Galian Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia,
maka dapat disimpulkan bahwa, P80 atau 80% partikel lolos pada ukuran ayakan tanpa
menggunakan lane yaitu 1,36 μm dengan waktu grinding 15 menit, dan P80 menggunakan
lane yaitu 1,32 dengan waktu grinding 15 menit.
Commented [b4]: Sesuaikan dengan tujuan penelitian
UCAPAN TERIMA KASIH
Peneliti mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah memberikan
dukungan doa, materi, dan moral, Bapak Ir. Firman Nullah Yusuf, ST., MT., IPP., selaku Ketua
Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim
Indonesia. Ibu Ir. Nurliah Jafar, ST., MT., IPP., selaku Pembimbing I, Bapak Ir. Alam
Budiman Thamsi, ST., MT., IPP., selaku Pembimbing II, Teman-Teman Mahasiswa Teknik
Pertambangan FTI Universitas Muslim Indonesia yang selalu setia membantu baik dalam
suka maupun duka.
DAFTAR PUSTAKA
Abubakre,
O.
K,
Muriana,
R.
A
and
Nwokike,
P.
N,
2007:
Cha
racterization and beneficiation of anka chromite ore using magnetic separation process,:
Journal of Minerals & Materials Characterization & Engineering, v. 6 No. 2, Hal. 143
– 150.
Copyright © 2020, Jurnal Geomine, Page: 85
Commented [b5]: Ucapan terima kasih hanya diberikan
kpd instansi yang membatu penelitian bukan dosen.
Commented [b6]: Harus singkron dengan yang telah
disitasi.
Minimal 15 dapus
E-ISSN 2541-2116
ISSN 2443-2083
Aslan, N. and Kaya, H., 2009. Beneficiations of chromite concentration waste by multi-gravity
separator and high intensity induced roll magnetic separator, The Arabian Journal
for Science and Engineering, Vol. 34 No. 2B, Hal. 285-297.
Purawiardi, R., 2008., Karakteristik Bijih Kromit Barru, Sulawesi Selatan; Jurnal Riset
Geologi dan Pertambangan, Jilid 18 No. 1, Hal. 1-13.
Suparka. S; Sopaheluwakan, Jan; Sugiarta, W, 1977., Penyelidikan geologi dan geomagnet
cebakan kromit di daerah Barru, Sulawesi Selatan Lembaga Geologi dan
Pertambangan Nasional, No. 02/LGPN.
Triparthy S. Kumar, Singh, V. dan Ramamurthy, Y., 2012. Improvement in Cr : Fe ratio of
Indian chromite ore for ferrochrome production, International Journal of Mining
Engineering and Mineral Processing, Vol. 1(3), Hal. 101-106.
Waing Waing Kay Khine Oo, Shwe Wut Hmon Aye and Kay Thi Lwin, 2008., Study on the
production of chromite refractory brick from local chromite ore, World Academic of
Sciene, Engineering and Technology 46, Hal.569 – 574.
Universitas Sriwijaya. 2011. Kominusi atau reduksi ukuran. Google.com. diakses pada 9
Juni.
Andra. 2012. Pengertian, teori, tujuan kominusi. Google.com. diakses pada 9 Juni 2015.
Copyright © 2020, Jurnal Geomine, Page: 86
Download