Uploaded by User83233

(2003) FINAL SOAL&PEMBAHASAN TO UKMPPD 2015

advertisement
Final Soal & Pembahasan
TO UKMPPD
2015
Neurologi
1. SKDI: 3B
Seorang laki-laki, 30 tahun datang ke UGD dikeluhkan gelisah dan
berteriak-teriak bila dia mau minum. Pasien juga mengeluh sesak nafas,
tapi saat diberikan selang oksigen untuk membantu pernafasan, pasien
langsung menolak dan tampak ketakutan. Riwayat digigit anjing liar 5
bulan yang lalu, dan tanpa VAR. Gejala klinis yang tampak pada kasus
diatas adalah:
A. Delirium dan aerofobia
B. Dispeneu dan aerofobia
C. Hidrofobia dan fotofobia
D. Hidrofobia dan Aerofobia
E. Hidrofobia dan ansietas
Pembahasan: Rabies merupakan encephalomyelitis akibat virus rabies
yang ditularkan oleh gigitan anjing terinfeksi rabies dengan gejala
perubahan kesadaran yang berfluktuatif dengan refleks spasme yang
menimbulkan hidrofobia dan aerofobia.
2. SKDI: 3B
Laki-laki usia 28 thn datang ke UGD dengan keluhan demam dan nyeri
kepala berat sejak 2 hari yangdisertai kesadaran menurun.Pemeriksaaan
didapatkan Kernign sign positif. Apakah diagnosis mungkin pada kasus di
atas:
A. Ensefalitis
B. Malaria serebral
C. Tetanus neonatorum
D. Polio mielitis
E. Meningitis
Pembahasan: Meningitis merupakan inflamasi dari meningen yang dapat
disebabkan oleh berbagai organisme yang ditandai dengan demam dan
nyeri kepala yang memberat, disertai dengan penurunan kesadaran. Pada
pemeriksaan ditemukan kaku kuduk, kernig sign yang positif.
3. SKDI: 3B
Perempuan 30 thn datang ke poliklinik dengan keluhan kelopak mata sulit
di buka bersifat fluktuatif, yang sering timbul saat kelelahan. Keluhan ini
muncul setelah pasien melakukan aktivitas yang berlebihan dan saat
istirahat keluhan membaik. Kemungkinan diagnosis pada pasien di atas
adalah:
A. GBS
ILMIAH TO UKMPPD 2015
B. Myastenia gravis
C. Multipel sklerosis
D. Neuritis Optika
E. Sindrom horner
Pembahasan: Myastenia gravis adalah penyakit autoimun pada
neuromuscular junction yang ditandai dengan kelemahan otot rangka dan
kelelahan. Gejala klasik meliputi kelemahan otot rangka yang mengenai
otot-otot mata, wajah, bulbar, dan ektremitas yang bersifat fluktuatif.
4. SKDI: 3B
Seorang laki-laki usia 15 tahun datang dengan keluhan kelemahan pada
kedua tungkai sejak 2 hari yang lalu. Kelemahan kedua tungkai makin
memberat dan menjalar ke atas, disertai rasa tebal pada kedua kaki yang
juga menjalar. Riwayat sebelumnya pasien dengan riwayat diare. Dari
ilustrasi kasus di atas diagnosis mungkin pada pasien di atas:
A. Poliomyelitis
B. GBS
C. Lesi medula spinalis
D. Stroke akut
E. Myopati
Pembahasan: Guillan Bare Syndrome (GBS) adalah salah satu penyakit
autoimun yang ditandai dengan adanya poliradikuloneuropati. Gejala khas
yang khas berupa kelemahan asenden dan simetris. Salah satu faktor
pencetus pada GBS adalah infeksi viral seperti: diare dan infeksi saluran
nafas atas.
5. SKDI: 3B
Seorang wanita usia 18 tahun datang ke UGD dalam keadaan tidak sadar
dan kejang. Kejang kurang lebih 4 kali dengan pola yang sama diawali
dengan kaku kemudian menghentak-hentak seluruh tubuh, lidah tergigit
(+), mulut keluar buih (+). Kejang lebih dari 5 menit, di mana sebelum
kejang pertama pasien dikatakan oleh keluarga masih sadar baik.
Kemudian setelah kejang pertama sekitar 3 jam yang lalu pasien tidak
sadar dan menetap hingga saat ini. Diagnosis yang mungkin pada kasus di
atas adalah:
A. Epilepsi
B. Meningitis
C. Ensefalitis
D. Pseudoseizure
E. Status epileptikus
Pembahasan: Status epileptikus adalah bangkitan yang berlangsung lebih
dari 30 menit, atau adanya dua bangkitan atau lebih dan diantara
bangkitan-bangkitan tadi tidak terdapat pemulihan kesadaran.
6. SKDI: 3B
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Laki-laki, 65 tahun dating dengan keluhan sakit kepala berat berdenyut
diseluruh kepala yang dirasakan mendadak saat beraktifitas disertai mual
dan muntah. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh GCS E3V4M5, TD
180/110 mmHg, nadi: 90 x/menit RR; 24 x/menit. Pemeriksaan neurulogis
ditemukan kaku kuduk dan paresis N. III. Diagnosis mungkin kasus
diatas?
A. Meningitis
B. Encephalitis
C. Perdarahan subarakniod
D. Stroke iskemik
E. Tetanus
Pembahasan: Pada stroke akibat perdarahan subaraknoid ditemukan gejala
sakit kepala berat yang disertai dengan tanda perangsangan meningeal
dengan disertai adanya factor risiko stroke pada pasien sepert: usia tua dan
hipertensi
7. SKDI: 3A
Pasien perempuan usia 8 tahun dikeluhkan oleh orang tuanya sering
bengong. Pasien dikatakan tiba-tiba bengong dan saat dipanggil tidak
menyahut. Keluhan berlangsung beberapa detik dan kurang dari satu menit
kemudian keluhan menghilang dan pasien tampak sadar baik. Pasien juga
dilaporkan oleh gurunya sering bengong saat mengikuti pelajaran dan ada
bagian catatan kosong saat pasien bengong. Apakah diagnosis yang
mungkin pada kasus diatas?
A. Sinkope
B. Pseudoseizure
C. Status epileptikus
D. Epilepsi dengan bangkitan tipe lena
E. Bangkitan umum tonik klonik
Pembahasan: Epilepsi adalah suatu keadaan neurologik yang ditandai oleh
bangkitan epilepsi yang berulang yang timbul tanpa provokasi.Sedangkan
bangkitan adalah terjadinya suatu manifestasi klinik yang disebabkan oleh
lepasnya muatan listrik yang berlebihan pada korteks serebri. Salah satu
tipe bangkitan umum adalah tipe lena (absence) yang biasanya dijumpai
pada anak-anak dan berlangsung beberapa detik.
8. SKDI: 3A
Seorang laki-laki usia 65 tahun datang ke polklinik dengan keluhan tangan
kanan gemetar saat istirahat dan berjalan sangat lambat dengan wajah
tanpa ekpresi. Tampak adanya peningkatan tonus pada ektremitas atas dan
bawah kanan. Apakah diagnosis yang mungkin pada pasien di atas?
A. Stroke
B. Tumor serebri
C. Parkinson
ILMIAH TO UKMPPD 2015
D. Myopati
E. Demensia
Pembahasan: Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif dengan
ngejala tremor saat istirahat, rigiditas dan bradikinesia. Pada kasus di atas
pasien mengeluh gejala tremor, rigiditas dan hipokinesia yang sesuai
dengan penyakit Parkinson.
9. SKDI: 3A
Pasien laki-laki usia 40 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri kepala
yang hebat. Nyeri kepala dirasakan berdenyut di kepala sebelah kiri
disertai dengan kemerahan pada mata, keluar air mata, bengkak pada
kelopak mata kiri, serta dahi dan wajah berkeringat yang satu sisi dengan
lokasi nyeri kepala. Keluhan berlangsung sekitar 1 jam. Sebelumnya
keluhan nyeri kepala ini sering dikeluhkan oleh pasien dan biasanya
muncul menjelang sore hari. Pada pemeriksaan pasien tampak gelisah.
Keluhan mulai membaik setelah pasien diberikan oksigen dan obat suntik.
Dari ilustrasi kasus di atas diagnosis mungkin pada pasien adalah:
A. Nyeri kepala sekunder
B. Nyeri kepala tipe tension
C. Migrain
D. Nyeri kepala kluster
E. Nyeri kepala akibat peningkatan TIK
Pembahasan: Nyeri kepala klaster adalah nyeri kepala hebat, selalu
unilateral di orbita, supraorbita atau kombinasi dari tempat-tempat tersebut
berlangsung sekitar 15-180 menit. Saat serangan disertai dengan satu atau
lebih sebagai berikut dan semua ipsilateral: injeksi konjungtiva, lakrimasi,
kongesti nasal, rhinorrea, berkeringat di kening dan wajah, miosis, ptosis,
edema palpebra. Selama serangan pasien biasanya gelisah atau agitasi.
10. SKDI: 3A
Laki-laki, 45 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri pinggang
sejak 1 minggu yang lalu setelah mengangkat barang. Nyeri dirasakan
menjalar seperti kesetrum ke tungkai bawah lateral kaki kanan. Pada
pemeriksaan ditemukan tanda laseque positif pada tungkai bawah kanan,
KPR 2+, APR -. Diagnosis mungkin kasus diatas
A. LBP ec spasme otot
B. HNP L4-L5 kiri
C. HNP L4-L5 kanan
D. HNP L5-S1 kanan
E. Sindrom Piriformis
Pembahasan: Herniasi Nukleus pulposus (HNP) pada L5-S1 menimbulkan
gejala ischialgia dengan jalaran nyeri ke jari kelima dengan APR menurun
sampai menghilang karena penekanan radiks S1
11. SKDI: 3A
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Laki-laki, 40 tahun mengeluh pusing berputar sejak 2 hari yang lalu
disertai telinga terasa penuh. Keluhan ini dirasakan berulang sejak 6 bulan
yang lalu, pendengaran dirasakan menurun. Diagnosis mungkin kasus
diatas adalah
A. BPPV
B. Neuritis vestibularis
C. Penyakit Meniere
D. Labirintitis
E. Tinitus
Pembahasan: Penyakit Meniere adalah suatu gangguan kronis telinga
dalam yang ditandai dengan vertigo episodik dengan pendengaran
menurun, tinitus dan rasa penuh di telinga.
12. SKDI: 4
Laki-laki usia 45 tahun, pekerjaan kuli bangunan, datang ke rumah sakit
dengan keluhan utama kejang seperti kaku seluruh tubuh, disertai kaku
pada mulut dan sulit di buka. Bila mendengar suara atau dikagetkan pasien
kembali kejang. Pasien masih tetap sadar baik. Sebelumnya pasien dengan
riwayat tertusuk paku pada telapak kaki kanan namun karena luka kecil
sehingga pasien tidak berobat ke dokter. Diagnosis mungkin pada kasus di
atas adalah:
A. Status epileptikus
B. Opistotonus
C. tetanus neonatorum
D. tetanus generalisata
E. Rabies
Pembahasan: Tetanus memiliki gejala adanya trismus, risus sardonicus,
rigiditas general dan spasme otot. Hal ini disebabkan karena adanya
neurotoksin tetanospasmin yang diproduksi oleh Clostridium tetani yang
masuk melalui luka yang terkomntaminasi.
13. SKDI: 4
Laki-laki usia 45 tahun, pekerjaan kuli bangunan, datang ke rumah sakit
dengan keluhan utama kejang seperti kaku seluruh tubuh, disertai kaku
pada mulut dan sulit di buka. Bila mendengar suara atau dikagetkan pasien
kembali kejang. Pasien masih tetap sadar baik. Sebelumnya pasien dengan
riwayat tertusuk paku pada telapak kaki kanan namun karena luka kecil
sehingga pasien tidak berobat ke dokter. Penanganan kasus diatas
A. HTIG dilanjutkan debridement luka
B. Debridement luka kemudian HTIG
C. TT dilanjutkan debridement luka
D. Amoxycillin 3x 500 mg
E. Amitriptilin 3 x 25 mg
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: Pemberian Human Tetanus Imunoglobulin (HTIG) bertujuan
untuk menetralisir eksotoksin yang beredar dalam darah, kemudian
dilanjutkan dengan mengeksisi luka yang mengandung kumam clostridium
tetani sehingga produksi eksotoksin tidak ada.
14. SKDI: 4
Laki-laki, 65 tahun datang ke UGD dengan keluhan sulit menelan dan
membuka mulut disertai perut terasa kaku seperti papan, wajah terlihat
tegang dengan kondisi gigi yang rusak. Pemeriksaan yang dilakukan untuk
menegakkan kasus diatas
A. Tanda Laseque
B. Tanda kernig
C. Tes spatula
D. Tes Romberg
E. Tes Fukuda
Pembahasan: Tes spatula adalah tes yang sensitif untuk menegakkan
diagnosis tetanus dengan cara menggoreskan spatula pada daerah
orofaring, bila positif tetanus akan terjadi kontraksi involunter pada
rahang.
15. SKDI: 4
Laki-laki 32 tahun datang ke poli saraf mengeluh sering sakit kepala
sebelah kiri, terasa nyeri berdenyut, memberat saat pasien beraktivitas
fisik. Pasien juga mengeluh seperti melihat cahaya berkedip-kedip
sebelum nyeri kepala muncul. Diagnosis yang Saudara pikirkan adalah...
A. Vertigo
B. Migrain dengan aura
C. Migrain tanpa aura
D. Tension typeheadache
E. Cluster headache
Pembahasan: Migren merupaka nyeri kepala primer yang ditandai dengan
nyeri kepala unilateral, berdenyut, intensitas sedang/berat bertambah berat
dengan aktifitas. Bila disertai dengan aura yang berupa gangguan visual,
gangguan sensoris atau gangguan bicara disfasia dikategorikan migren
dengan aura.
16. SKDI: 4
Perempuan 26 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan sakit kepala
sejak dua hari yang lalu. Sakit kepala dikatakan nyeri seperti berdenyut ,
hilang timbul, hanya pada satu sisi kepala serta memberat saat beraktivitas.
Terapi nonspesifik apa yang tepat diberikan pada pasien ini?
A. Aspirin
B. Ergotamin
C. NSAID
D. Caffein
ILMIAH TO UKMPPD 2015
E. Verapamil
Pembahasan: Penanganan migren berupa hindari faktor pencetus, terapi
abortif yang terdiri dari terapi non spesifik: analgetik/NSAID dan terapi
spesifik: triptans ergotamin, obat kombinasi
17. SKDI: 4
Laki-laki 32 tahun datang ke poli saraf mengeluh sering sakit kepala
sebelah. Sakit kepala tersebut terasa nyeri berdenyut, memberat saat
pasien beraktivitas fisik, selain itu pasien mengeluh seperti melihat cahaya
berkedip-kedip sebelum nyeri kepala muncul. Pilihan terapi spesifik yang
tepat bagi pasien ini adalah...
A. Sumatriptan
B. Ibuprofen
C. NSAID
D. Verapamil
E. Aspirin
Pembahasan: Penanganan migren berupa hindari faktor pencetus, terapi
abortif yang terdiri dari terapi non spesifik: analgetik/NSAID dan terapi
spesifik: triptans ergotamin, obat kombinasi.
18. SKDI: 4
Seorang perempuan, 20 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan sakit
kepala sisi kiri, berdenyut dan sering dirasakan saat menjelang menstruasi
sejak usia 15 tahun. Keluhan ini dirasakan setiap bulan dan sangat
menganggu. Pilihan terapi preventif untuk kasus diatas
A. Triptans
B. NSAIDs
C. Acetaminofen
D. Flunarizine
E. Ibuprofen
Pembahasan: Terapi preventif pada kasus migren diberikan bila keluhan
berulang dan sangat menganggu aktifitas pasien dengan pilihan obat:
golongan antiepilepsi (asam valproate), Beta bloker (propranolol),
Calcium channel bloker (flunarizine).
19. SKDI: 4
Pasien perempuan, 24 tahun, datang ke Poliklinik Saraf dengan keluhan
nyeri kepala. Keluhan ini dirasakan sejak kurang lebih 2 hari SMRS. Nyeri
dirasakan pada seluruh bagian kepala, simetris, dirasakan seperti terikat,
tidak berdenyut dan terus menerus. Kepala bagian belakang dan tengkuk
juga dikatakan terasa berat. Nyeri kepala dikatakan cukup mengganggu
aktivitas dan membuat pasien susah berkonsentrasi. Diagnosis yang
Saudara pikirkan adalah...
A. Vertigo
B. Migrain dengan aura
ILMIAH TO UKMPPD 2015
C. Migrain tanpa aura
D. Tension typeheadache
E. Cluster headache
Pembahasan: Tension type headache ( nyeri kepala tipe tegang) memiliki
gejala nyeri kepala seperti terikat, tidak berdenyut, bilateral dan sering
berhubungan dengan kekauan leher.
20. SKDI: 4
Seorang perempuan, 45 tahun, datang sadar ke Poliklinik Saraf dengan
keluhan bibirnya mencong ke kanan sejak tadi pagi saat pasien baru
bangun. Sebelumnya pasien merasakan ada rasa nyeri pada daerah
belakang telinga kirinya. Pasien juga mengatakan tidak dapat mengangkat
alis kiri dan menutup kelopak mata kirinya. Pasien juga mengalami
kesulitan saat mengunyah makanan, dimana saat mengunyah air liur keluar
dari sudut bibir kiri dan banyak sisa makanan yang tersisa di dalam rongga
mulut sebelah kiri. Diagnosis mungkin kasus diatas adalah
A. GBS
B. Miastenia gravis
C. Bell’s palsy
D. Sindrom Horner
E. TIA
Pembahasan: Bell’s Palsy merupakan paresis nervus fasialis perifer
bersifat idiopatik dengan gejala kelumpuhan wajah atas dan bawah
unilateral dab bersifat akut.
21. SKDI: 4
Seorang perempuan, 45 tahun, datang sadar ke Poliklinik Saraf dengan
keluhan bibirnya mencong ke kanan sejak tadi pagi saat pasien baru
bangun tidur. Sebelumnya pasien merasakan ada rasa nyeri pada daerah
belakang telinga kirinya. Pasien juga mengatakan tidak dapat mengangkat
alis kiri dan menutup kelopak mata kirinya. Pasien juga mengalami
kesulitan saat mengunyah makanan, dimana saat mengunyah air liur keluar
dari sudut bibir kiri dan banyak sisa makanan yang tersisa di dalam rongga
mulut sebelah kiri. Penanganan kasus diatas
A. Prednison
B. IVIG
C. NSAID
D. Citicholin
E. L-dopa
Pembahasan: Terapi farmakologi Bell’s Palsy adalah prednison 1
mg/KgBB (5 hari), diturunkan 2tab/hari sampai 10 hari, analgetik bila
nyeri dan mecobalamin 3x 500 mg.
22. SKDI: 4
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang perempuan, 45 tahun, datang sadar ke Poliklinik Saraf dengan
keluhan bibirnya mencong ke kanan sejak tadi pagi saat pasien baru
bangun tidur. Sebelumnya pasien merasakan ada rasa nyeri pada daerah
belakang telinga kirinya. Pasien juga mengatakan tidak dapat mengangkat
alis kiri dan menutup kelopak mata kirinya. Pasien juga mengalami
kesulitan saat mengunyah makanan, dimana saat mengunyah air liur keluar
dari sudut bibir kiri dan banyak sisa makanan yang tersisa di dalam rongga
mulut sebelah kiri. Fungsi pengecapan baik. Dimana letak kelainan kasus
diatas
A. Chorda tympani
B. Foramen Stylomastoideus
C. Meatus akustikus internus
D. Gangglion geniculatum
E. Sudut cerebelopontin
Pembahasan: Bell’s Palsy merupakan paresis nervus fasialis perifer yang
didasari oleh proses inflamasi pada perjalanan n. fasialis. Kelainan setinggi
foramen styloimastoideus menimbulkan gejala gangguan motorik N.
fasialis tanpa adanya gangguan pengecapan
Kesehatan Masyarakat
23. SKDI: 3A
Puskesmas Indraprasta terletak di Kecamatan Amerta yang memiliki
jumlah penduduk sebanyak 35.673 orang. Distribusi penduduk di
puskesmas cenderung muda. Data 5 dari 10 penyakit terbanyak urutannya
adalah sbb: ISPA (2300 kasus), rematik (2210 kasus), diare (2011 kasus),
asthma (1450 kasus), dan hipertensi (1200 kasus). Masalah kesehatan yang
ada di wilayah Puskesmas ini adalah:
A. ISPA
B. Rematik
C. Diare
D. Asthma
E. Hipertensi
Pembahasan: Masalah dilihat dari besaran masalah (morbiditas = jumlah
kasus hipertensi per jumlah penduduk usila dan mortalitas = jumlah
kematian akibat hipertensi per jumlah penduduk HT); dampak
sosial/ekonomi akibat penyakit (misal biaya pengobatan, penurunan
produktifitas dll); dan kemungkinan penanggulangannya (hipertensi
karena peyakit kronis maka peluang melakukan intervensi pada perilaku
berisiko terkena hipertensi memungkinkan dilakukan).
24. SKDI: 3B
Puskesmas Indraprasta terletak di Kecamatan Amerta yang memiliki
jumlah penduduk sebanyak 35.673 orang. Distribusi penduduk
ILMIAH TO UKMPPD 2015
berdasarkan umur adalah sebagai berikut: 0-14 tahun 5670 orang; 15 – 45
tahun 25.003 orang; dan >45 tahun 5000 orang. Data 5 dari 10 penyakit
terbanyak urutannya adalah sbb: ISPA (2300 kasus), rematik (2210 kasus),
diare (2011 kasus), asthma (1450 kasus), dan hipertensi (1200 kasus).
Besaran masalah hipertensi di puskesmas ini sebesar:
A. 64,4 per 1000
B. 44,2%
C. 40,6 per 1000
D. 3,3%
E. 24%
Pembahasan: Besaran masalah morbiditas dihitung dari jumlah kasus
hipertensi per jumlah penduduk usila sebagai populasi berisiko dan
dikalikan konstanta (bisa per 100, 1000, dst).
25. SKDI: 3B
Di wilayah Puskesmas Mawar terdapat 5 desa dengan penanggungjawab
wilayah seorang bidan. Bidan Desa Anak Mawar bermaksud
menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pada ibu hamil dengan topik
“Cara Menyusui Bayi agar Tetap Eksklusif”. Jumlah Ibu hamil di desa
tersebut sebanyak 30 orang, rata-rata berpendidikan SMP, dengan
pekerjaan mayoritas petani. Teknik penyuluhan yang dipilih adalah:
A. Konseling
B. Ceramah
C. Role play
D. Buzz
E. Wawancara
Pembahasan: Ceramah ditujukan untuk audiens jumlah besar, tujuan
meningkatkan pengetahuan, sifat lebih superficial; sedangkan konseling
bersifat individual, tujuan merubah perilaku, sifat lebih mendalam namun
hanya bisa dilakukan jika jumlah peserta sedikit. Role play dilakukan pada
kelompok kecil, lebih mudah dipahami audien yang berpendidikan rendah,
dan bisa mengubah perilaku. Buzz adalah alat komunikasi atau
advertisement (contoh: community-based news article website by Yahoo
and Google). Sedangkan wawancara bukan merupakan metode penyuluhan
tapi metode penggalian data.
26. SKDI: 4
Di wilayah Puskesmas Mawar terdapat 5 desa dengan penanggungjawab
wilayah seorang bidan. Bidan Desa Anak Mawar bermaksud
menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pada kelompok usia lanjut yang
tergabung dalam “Persatuan Penderita Diabetes Desa Anak Mawar”
dengan topik “Deteksi Gangguan Saraf Tepi”. Kegiatan tersebut termasuk
dalam pencegahan:
A. Primer: promosi kesehatan
ILMIAH TO UKMPPD 2015
B. Sekunder: deteksi dini
C. Sekunder: pengobatan tepat
D. Tersier: pembatasan ketidakmampuan
E. Tersier: rehabilitasi medis
Pembahasan: Konsep pencegahan ditentukan dari perjalanan alamiah
penyakit dan tujuan kegiatan. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada pasien
diabetes (sudah mengalami sakit), dan kegiatan ditujukan untuk mencegah
terjadinya komplikasi lebih lanjut.
27. SKDI: 4
Kepala Puskesmas Melati diminta menjelaskan tingkat kelangsungan
program penimbangan balita di wilayah tersebut. Data yang diketahui
adalah: terdapat 5000 anak yang memiliki kartu dan berhasil ditimbang
dari jumlah seluruh bayi yang ada 6230. Dari jumlah tersebut, balita yang
naik timbangannya adalah sebanyak 4500.
Dengan demikian jawaban kepala puskesmas adalah:
A. 100%
B. 80,25%
C. 72,2%
D. 1,26%
E. 78%
Pembahasan: Indikator tingkat kelangsungan penimbangan adalah D/K;
indikator tingkat pencapaian program adalah N/S, indikator jangkauan
program adalah K/S, dan indikator tingkat partisipasi masyarakat adalah
D/S. Catatan: S=jumlah semua balita, K=jumlah balita memiliki kartu,
D=jumlah balita ditimbang, N=jumlah balita yang naik timbangannya.
28. SKDI: 4
Di wilayah Puskesmas Melati dilakukan survei status gizi pada anak dan
ibu hamil. Hasil survei menunjukkan hal berikut: prevalensi balita
tergolong kurang gizi sebesar 12,5%; prevalensi anak sekolah dengan
tingkat pengeluaran yodium (EYU) <100 15%; prevalensi jumlah anak
dengan xerophtalmia sebesar 0,4%.
Dengan demikian jumlah masalah gizi komunitas yang ditemukan ada:
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
Pembahasan: Ada empat masalah gizi komunitas yaitu kurang energi dan
protein (KEP), gangguan akibat kurang yodium (GAKY), anemia gizi, dan
kurang vitamin A (KVA). Masing-masing masalah memiliki indikator.
Untuk KEP merupakan masalah komunitas jika >10%; GAKY merupakan
ILMIAH TO UKMPPD 2015
masalah jika EYU anak SD >20%; dan KVA merupakan masalah jika
zeropthalmia >0,5%.
29. SKDI: 4
Di wilayah Puskesmas Wijaya Kusuma terdapat 12 bidan desa. Dalam
rapat koordinasi tingkat puskesmas dibahas tentang program KIA dimana
terdapat 3 desa dengan cakupan K1 berkisar 60%. Data tersebut
menunjukkan hal berikut:
A. Cakupan pelayanan pengobatan masih kurang
B. Bidan desa tidak melakukan tugas dengan baik
C. Bidan desa perlu melakukan sosialisasi pentingnya K1 dan K4
D. Akses bumil ke layanan kesehatan rendah
E. Bumil enggan memeriksakan kehamilannya.
Pembahasan: K1 adalah kunjungan pertama bumil pada trimester 1
kehamilan yang merupakan indikator aksesibilitas bumil terhadap layanan
kesehatan. K4 adalah kunjungan ke empat bumil pada trimester 3, dimana
pada trimester 1 telah melakukan K1 (minimal 1 kali), dan pada trimester
2 telah melakukan K2 (minimal 1 kali), dan pada trimester 3 telah
melakukan K3 dan K4. K4 merupakan indikator tingkat perlindungan
terhadap bumil.
30. SKDI: 4
Dokter Puskesmas Wijaya Kusuma menerima laporan dari salah satu
perawat di puskesmas pembantu (PP) bahwa dalam 3 hari terakhir ia
menerima beberapa anak-anak dengan keluhan demam dan muntah.
Dalam catatan sebelumnya, pasien anak dengan keluhan demam dan
muntah sekitar 2 per minggu. Apa tindakan yang seharusnya dilakukan
oleh dokter?
A. Memberikan suplai obat-obatan ke PP
B. Meminta bidan desa lain untuk membantu di PP
C. Melakukan sosialisasi ada wabah di PP
D. Melakukan penelusuran kebenaran informasi
E. Membentuk tim penanggulangan wabah
Pembahasan: Dalam situasi dimana ada suatu kecurigaan terjadi kejadian
luar biasa (KLB), langkah pertama yang harus dipastikan adalah
melakukan penelusuran kebenaran informasi tersebut. Jika memang benar
suatu KLB, baru dilakukan langkah-langkah yang lainnya.
31. SKDI: 4
Unit Kesling Dinas Kesehatan Kabupaten A melakukan uji cemaran E coli
pada air minum isi ulang. Menurut ketentuan air minum harus bebas E
coli. Diambil 20 sampel air minum dari depo air minum isi ulang.
Didapatkan rata-rata konsentrasi E coli sebesar 4.24 cfu(coliform
unit)/100ml dan standar deviasi 1.54 cfu/100ml. Apakah dapat
ILMIAH TO UKMPPD 2015
disimpulkan dari hasil penelitian ini kalau air minum isi ulang bebas E coli
pada tingkat kesalahan tipe I (α) sebesar 0.01?
Metode uji statistik yang tepat untuk kasus diatas ádalah:
A. Chi-square
B. One –Way Anova
C. One sample t-test
D. Dependence samples t-test
E. Independence samples t-test
Pembahasan: Untuk menentukan jenis uji statistik yang dipergunakan
sebagai pedoman adalah desain (analitik), jenis data/variabel berdasarkan
skala (nominal, ordinal, interval, rasio) dan jumlah kelompok yang
dibandingkan (1, 2, atau >2). Kasus di atas adalah desain analitik crosssectional; menggunakan data numerik (interval/rasio); dan hanya pada 1
kelompok air minum isi ulang yang dibandingkan dengan angka standar.
32. SKDI: 4
Jumlah pasien dengan diabetes mellitus selalu berada di sepuluh besar
penyakit di wilayah kerja Puskesmas Candra dalam waktu 5 tahun
terakhir. Seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Candra memiliki
inisiatif untuk melakukan pendekatan kepada keluarga pasien agar mampu
menjadi pengawas minum obat dalam rangka meningkatkan kepatuhan
pasien terhadap pengobatan. Selain itu, dilakukan upaya konseling
terhadap pasien yang bertujuan untuk mengubah gaya hidup, seperti pola
makan dan frekuensi berolah raga. Program yang dikembangkan ini
bertujuan untuk mencegah terjadinya berbagai macam komplikasi
diabetes. Usaha yang dilakukan oleh dokter tersebut termasuk dalam usaha
pencegahan:
A. Primer
B. Sekunder
C. Tersier
D. Pengobatan tepat
E. Proteksi spesifik
Pembahasan: Usaha pencegahan terdiri dari tiga tahapan yaitu pencegahan
primer, pencegahan sekunder dan pencegahan tersier. Untuk kasus
diabetes, pencegahan primer dilakukan pada kelompok masyarakat yang
berisiko untuk mengalami diabetes namun belum menderita diabetes.
Pencegahan sekunder dilakukan bagi masyarakat yang sudah sakit namun
belum menunjukkan gejala klinis diabetes sehingga harus didahului
dengan kegiatan deteksi dini dan diikuti dengan pengobatan tepat.
Pencegahan tersier dilakukan bagi penderita diabetes dengan tujuan untuk
mencegah munculnya komplikasi/kecacatan (disability limitation) dan jika
sudah timbul kecacatan misalnya mengalami gangguan jantung, dapat
dilakukan upaya rehabilitasi.
ILMIAH TO UKMPPD 2015
33. SKDI: 4
Puskesmas Sehat melakukan kegiatan usaha kesehatan sekolah secara rutin
dengan salah satu tujuannya adalah mencegah kejadian diare pada anak
usia sekolah dasar (SD). Pada saat proses identifikasi masalah sebelumnya
telah diketahui bahwa perilaku mencuci tangan yang rendah pada anak SD
merupakan salah satu faktor risiko diare. Maka dari itu, dr. Wira yang
bertugas di Puskesmas Sehat mengembangkan intervensi yang bertujuan
untuk membangun kebiasaan dan meningkatkan keterampilan mencuci
tangan pada anak SD. Metode pendidikan kesehatan masyarakat di bawah
ini yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah:
A. Melakukan ceramah mengenai bahaya diare pada anak SD
B. Memberikan sabun cuci tangan gratis
C. Diskusi kelompok kecil
D. Demonstrasi dan praktik mencuci tangan bersama
E. Menonton video cara mencuci tangan
Pembahasan: Penjelasan: Masing-masing metode pendidikan kesehatan
masyarakat memiliki tujuan yang berbeda misalnya, metode ceramah
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sedangkan diskusi kelompok,
dan menonton video bertujuan untuk mengubah sikap. Metode yang
diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat adalah demonstrasi
langsung, konseling, atau praktik langsung.
34. SKDI: 4
Dr. Andre adalah seorang dokter pada sebuah klinik dan dia menerima
bayaran tetap setiap bulan. Keluarga Bapak Eka adalah anggota asuransi
kesehatan dan dia membayar premi Rp. 50.000,- per bulan. Bila Bapak
Eka atau keluarganya sakit dia harus mengunjungi klinik dr. Andre
terlebih dahulu, dan pada masalah kesehatan tertentu dilakukan rujukan
pada dokter spesialis. Pada kondisi tertentu dr. Andre juga dapat
mengunjungi pasien di rumahnya untuk melakukan pemantauan
pengobatan kondisi pasien dan memberikan edukasi dan nasehat pada
pasien serta keluarganya. Pelayanan yang diberikan dr. Andre pada
prinsipnya bersifat:
A. Promotif and preventif
B. Kuratif and rehabilitatif
C. Integratif
D. Komprehensif
E. Berbasis kontrak
Pembahasan: Penjelasan: Dari kasus di atas terlihat bahwa dr. Andre
menerapkan prinsip kedokteran keluarga dengan memberikan layanan
yang bersifat komprehensif. Bukan hanya layanan yang bersifat kuratif
yang diberikan, tetapi juga layanan yang bersifat preventif serta
melibatkan keluarga pasien dalam usaha pengobatan pasiennya. Dr. Andre
ILMIAH TO UKMPPD 2015
juga memberikan rujukan jika kasus tersebut tidak dapat ditanganinya
sendiri.
Psikiatri
35. SKDI: 4
Nona A, 26 tahun, belum menikah, datang ke poliklinik psikiatri dengan
keluhan somatik dan mempunyai riwayat medik yang rumit dan panjang.
Juga ditemukan penderitaan psikologis dan masalah interpersonal
menonjol pada gangguan ini. Nona A selalu pindah-pindah dokter
(shopping doctor) oleh karena keluhan fisik tersebut. Namun tidak
berhubungan dgn penyakit fisik dan tak ada bukti yg mendukung adanya
penyakit fisik
Kemungkinan diagnosis kasus di atas :
A. Somatization disorder
B. Panic disorder
C. Depresive disorder
D. Psychotic disorder
E. Conduct disorder
Pembahasan: Pasien memiliki riwayat medis yang rumit dan panjang,
selalu berpidah-pidah dokter, dan memiliki masalah interpersonal yang
menonjol yang merupakan indikasi dari gejala somatisasi. Somatization
disorder adalah gangguan saraf vegetative, terutama karena gangguan
emosional (konflik) yang disalurkan melalui saraf vegetative ke organ
yang mempunyai predisposisi
36. SKDI: 4
Nona A, 26 tahun, belum menikah, datang ke poliklinik psikiatri dengan
keluhan somatik dan mempunyai riwayat medic yang rumit dan panjang.
Juga ditemukan penderitaan psikologis dan masalah interpersonal
menonjol pada gangguan ini. Nona A selalu pindah-pindah dokter
(shopping doctor) oleh karena keluhan fisik tersebut. Namun tidak
berhubungan dgn penyakit fisik dan tak ada bukti yg mendukung adanya
penyakit fisik
Yang bukan termasuk perjalanan penyakit pada kasus di atas adalah :
A. Sering mulai usia tua, pada wanita masalah menstruasi bukan
merupakan sebagai onset penyebab
B. Chronic, fluctuative
C. Remisi spontan jarang terjadi
D. Gejala perlahan-lahan memberat sehingga timbulketidakmampuan yg
mengganggu pekerjaan danrelasi interpersonal
E. Ganti2 dokter sehingga menimbulkan iatrogenic complication,
substance abuse, dan suicide attempts
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: Perjalanan dari penyakit somatisasi dimulai dari pasien yang
merasa memiliki banyak penyakit fisik yang gejalanya perlahan-lahan
memberat sehingga timbul ketidakmampuan yang menganggu pekerjaan
dan relasi interpersonal. Gejala tersebut menyebabkan pasien terus
mencari bantuan dokyter dan bergantu-ganti dokter dengan tujuan
menghilangkan gejala tersebut, gejala ini bisa berlangsung lama dan
fluktuative. Remisi yang spontan jarang terjadi. Yang merupakan ciri
gangguan somatisasi adalah Chronic, fluctuative, Remisi spontan jarang
terjadi. Gejala perlahan-lahan memberat sehingga timbul ketidakmampuan
yg mengganggu pekerjaan dan relasi interpersonal. Berganti-ganti dokter
sehingga menimbulkan iatrogenic complication, substance abuse, dan
suicide attempts.
37. SKDI: 3B
Nona B, 19 tahun, menikah datang ke IRD Psikiatri dengan keluhan
pingsan, disertai dengan Nona B mengalami stress psikologis gejalanya
mirip dengan gejala neurologi yang tidak bisa dijelaskan dengan gangguan
medis atau neurologis yang diketahui. Pada saat wawancara ditemukan
adanya ciri kepribadian histrionic dan dependen.
Pemeriksaan fisik dan neurologi dalam batas normal, rekaman EEG dalam
batas normal
Diagnosis yang paling mungkin untuk kasus di atas ;
A. Somatoform disorder
B. Anxietas disorder
C. Conversion disorder
D. Body dysmorphic disorder
E. Malingering
Pembahasan: Gejala konversi merupakan penyakit psikiatrik dimana
pasien mengalami kumpulan gejala yang berhubungan dengan penyakit
neurologis yang tidak dapat dibuktikan kelainan neurologisnya dengan
pemeriksaan. Pada kasus, pasien mengalami gejala yang mirip gejala
neurologis akan tetapi rekaman EEG masih dalam batas normal.
Kepribadian yang historic dan dependen mendukung asumsi bahwa pasien
memiliki kelainan psikiatrik.
38. SKDI: 3A
Nona K, 26 tahun, belum menikah datang ke poliklinik psikiatri dengan
keluhan merasa hidungnya kurang mancung, gejala ini dirasakan berulangulang, preokupasi membayangkan penampilan yang kurang sehingga
sering melakukan bedah rekonstruksi ke ahli bedah plastic namun tidak
meredakan gejala.
Kemungkinan diagnosis yang paling tepat untuk kasus di atas adalah
A. Body dysmorpic disorder
B. Malingering
ILMIAH TO UKMPPD 2015
C. Somatoform disorder
D. Depressive disorder
E. Anxiety disorder
Pembahasan: Body dismorphik disorder merupakan suatu kondisi dimana
pasien merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya dan selalu merasa ada
yag salah pada bentuk tubuhnya. Dalam kasus ini, pasien merasa
hidungnya kurang mancung sampai berusaha melakukan bedah plastic
untuk meredakan gejala, akan tetapi pasien tetap merasa masih ada yang
salah dengan hidungnya.
39. SKDI: 3A
Nona K, 26 tahun, belum menikah datang ke poliklinik psikiatri dengan
keluhan merasa hidungnya kurang mancung, gejala ini dirasakan berulangulang, preokupasi membayangkan penampilan yang kurang sehingga
sering melakukan bedah rekonstruksi ke ahli bedah plastik namun tidak
meredakan gejala.
Terapi pilihan untuk kasus di atas :
A. Anti OCD dan Anti depressant
B. Anti psychotic
C. Anti Mania
D. Anti Insomnia
E. Anti Anxietas
Pembahasan: Kelainan Body dismorphik merupakan salah satu wujud dari
obsesi seseorang yang menginginkan bentuk sempurna pada tubuhnya dan
berusaha diwujudkan dalam suatu tindakan (kompulsi) oleh karena itu
penggunaan obat anti OCD adalah pilihan yang tepat. Selain itu, gejala
body dismorphik sering kali menimbulkan keputusasaan pasien karena
pasien terus merasa ada yang salah dengan bentuk tubuhnya, hal ini
tentunya akan menyebabkan pasien depresi menyebabkan perlunya
indikasi pemberian antidepressant.
40. SKDI: 3A
Nona K, 26 tahun, belum menikah datang ke poliklinik psikiatri dengan
keluhan merasa hidungnya kurang mancung, gejala ini dirasakan berulangulang, preokupasi membayangkan penampilan yang kurang sehingga
sering melakukan bedah rekonstruksi ke ahli bedah plastic namun tidak
meredakan gejala.
Kasus di atas biasanya berhubungan dengan :
A. Major depressive disorder
B. Obsessive compulsive disorder
C. Social Phobia
D. Family history ob substance abuse
E. Semua yang disebutkan di atas
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: Kasus body dismorphik berhubungan dengan major
depressive karena keputusasaan pasien untuk meringankan gejala yang dia
alami. Penyakit ini juga berhubungan dengan phobia social dimana pasien
merasa takut bahwa bentuk tubuhnya tidak diterima di komunitas. Pasien
juga memiliki obsesi dan kompulsi dalam kasus ini. Selain itu riwayat
keluarga yang mengalami gejala serupa serta riwayat penggunaan obatobat yang mempengaruhi status mental juga mempengaruhi munculnya
body dismorphik.
41. SKDI: 3B
Mr B , 45 tahun, menikah datang ke Poliklinik psikiatri dengan keluhan
preokupasi dengan keyakinan yang salah bahwa mereka mengalami
penyakit berat. Keluhan ini sduah dirasakan selama 6 bulan, namun tidak
ditemukan adanya patologi pada pemeriksaan fisik dan neurologic. Mr B
sering pindah2 dokter (shopping doctor) sehingga menyebabkan distress
emosional dan menganggu kemampuan pasien untuk berfungsi dalam area
penting kehidupan, memiliki tilikan yang buruk : secara konsekuen tidak
menyadari bahwa kekhawatiran mereka mengenai penyakit berlebihan.
Kemungkinan diagnosis yang tepat :
A. Hypokondriasis
B. Depressive disorder
C. Anxietas disorder
D. Body dysmorphic disorder
E. Malingering
Pembahasan: Hipokondriasis merupakan penyakit dimana pasien
menganggap bahwa penyakit ringan yang dialaminya merupakan penyakit
yang berat dan serius. Diagnosis baru dapat ditegakkan setelah gejala ini
dialami sedikitnya 6 bulan lamanya, dan pasien mengalami gangguan
fungsi kegiatan sehari-hari. Bukti bahwa tidak ditemukannya penyakit
serius dalam pemeriksaan sangat mendukung ditegakkannya penyakit
hipokondriasis.
42. SKDI: 4A
Faktor yang berkontribusi dalam perkembangan gangguan somatoform:
A. Gangguan perkembangan dan Genetik
B. Ciri kepribadian
C. Lingkungan keluarga, sekolah
D. Trauma
E. Semua yang disebutkan di atas
Pembahasan: Somatoform disorder adalah kelainan dimana pasien merasa
memiliki banyak penyakit pada sistem yang berbeda. Hal ini dipengaruhi
oleh gangguan perkembangan dan genetik, jenis kepribadian yang dimiliki
pasien, lingkungan tempat pasien beraktivitas sehari-hari, serta adanya
trauma dimasa lalu mempengaruhi jalanannya penyakit ini.
ILMIAH TO UKMPPD 2015
43. SKDI: 3A
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun 5 bulan dibawa ke Poliklinik RS
dengan keluhan utama belum bisa berjalan dan berbicara. Usia ibu saat
hamil anak ini adalah 43 tahun dan merupakan anak yang diharapkan
karena selama 15 tahun pernikahan tidak dikaruniai anak. Phenotype anak
adalah “Mongoloid face”. Riwayat tumbuh kembang anak terlambat dan
mengidap kelainan jantung bawaan.
Diagnosis pasien di atas :
A. Cerebral palsy
B. Down’s syndrom
C. Fragile X syndrome
D. Autistic disorder
E. Prader-Willi syndrom
Pembahasan: Down syndrome adalah kelainan dimana pasien memiliki
ekstra kromosom no 21 yang menyebabkan pasien memiliki gangguan
perkembangan mental (retardasi mental), kelainan jantung bawaan serta
adanya penampakan yang khas berupa wajah yang bulat dengan mata sipit
dan lidah tebal yang agak menjulur menyerupai wajah mongoloid.
44. SKDI: 3A
Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS
dengan keluhan gelisah dan ketakutan karena melihat benang-benang
keluar dari jari kaki kanannya. Penderita tidak mengenal saat ini berada
dimana, siapa yang mengantarnya. Riwayat sebelumnya peminum alkohol
selama 10 tahun dan sejak 1 minggu ini penderita stop minum alkohol.
Apa kemungkinan diagnosis kasus di atas?
A. Delirium tremens
B. Infeksi
C. Intoksikasi alkohol
D. Psikosis
E. Ketergantungan zat
Pembahasan: Delerium tremens adalah sebuah episode akut delirium yang
biasanya disebabkan oleh penarikan diri dari alcohol.
45. SKDI: 3A
Seorang anak perempuan berusia 12 tahun datang ke Poliklinik RS dengan
keluhan ngompol hampir setiap hari baik siang maupun malam selama
kurang lebih 2 tahun. Sebelumnya saat usia 4 tahun sampai 8 tahun
penderita dapat bersih (tidak ngompol), tapi sejak usia 8 tahun sampai usia
10 tahun kadang-kadang ngompol 1 kali dalam seminggu dan setelah usia
10 tahun sampai saat ini hampir setiap hari ngompol. Pada usia 8 tahun
orangtua penderita bercerai dan penderita ikut ibu, saat usia 10 tahun ibu
penderita menikah lagi dan mempunyai anak yang usianya 1 tahun.
Apa kemungkinan diagnosis kasus anak di atas:
ILMIAH TO UKMPPD 2015
A. Gangguan cemas
B. Enkopresis
C. Enuresis
D. Infeksi saluran urinaria
E. Gangguan depresi
Pembahasan: enuresis adalah keluarnya kencing yang sering terjadi pada
anak – anak umumya pada malam hari. Enuresis yang biasa dikenal
dengan istilah mengompol ini,jika terjadi di malam hari disebut dengan
enuresis nocturnal,dan jika terjadi pada siang hari disebut dengan enuresis
diurnal.
46. SKDI: 3A
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun datang ke poliklinik RS dengan
keluhan sulit mengikuti pelajaran dan bicaranya belum lancar. Tahap
perkembangan fisik, mental, sosial dan emosi semua mengalami
keterlambatan, penderita tidak naik kelas 1 sebanyak 2 kali. Hasil tes IQ
nya adalah 48.
Apa kemungkinan diagnosis kasus anak di atas:
A. Gangguan autisme
B. Retardasi Mental
C. Sindrom Asperger
D. Psikosis anak
E. Gangguan penyesuaian
Pembahasan: Pada kasus ini, diketahui pasien mengalami kesulitan
mengikuti pembelajaran, bicara belum lancar, keterlambatan
perkembangan fisik mental dan emosional dan hasil tes IQ = 48. Hasil tes
IQ <90 menunjukan kondisi imbisil. Pasien tidak mengalami autisme
karena pasien autism justru memiliki tingkat intelegensi yang tinggi.
Sindrom Asperger merupakan gejala dimana pasien mengalami gangguan
berat dalam berinteraksi dengan orang lain akan tetapi IQ masih normal
atau tinggi. Gangguan psikosis bukan pilihan karena pasien tidak
menunjukkan adanya waham yang aneh. Pada gangguan penyesuaian pun
IQ anak seharusnya masih normal. Jadi diagnosis yang tepat adalah mental
retardation.
47. Seorang pemuda usia 20 tahun datang ke Rumah Sakit dengan gejala
gelisah, sulit tidur dan ada dorongan keinginan minum alkohol. Pemuda
ini sejak 5 tahun yang lalu setiap hari selalu mengkonsumsi alkohol agar
timbul perasaan segar. Sejak 3 hari yang lalu atas saran dokter agar ia
berhenti minum alkohol, karena akibat penggunaan yang lama dari alkohol
tersebut timbul penyakit hati. Pemuda tersebut akhirnya menghentikan
minum alkohol secara mendadak.
Kemungkinan diagnosis pasien di atas :
A. Insomnia
ILMIAH TO UKMPPD 2015
B. Ketergantungan
C. Putus-zat
D. Intoxsikasi
E. Depresi
48. SKDI: 3B
Seorang laki-laki usia 75 tahun, datang ke UGD Rumah sakit diantar
keluarga. Mengeluh panas badan dari kemarin disertai gelisah, sulit tidur,
bicara kacau, tidak mengenal keluarganya sendiri. Kadang-kadang saatsaat tertentu menjadi tenang, mengenal kembali keluarganya, daya
ingatnya bagus. Setelah diobati cepat baik.
Kemungkinan diagnosis pasien di atas:
A. Dementia
B. Delirium
C. Amnesia
D. Depresi
E. Fobia
Pembahasan: Kata kunci dari kasus ini adalah adanya gejala gelisah, sulit
tidur dan dorongan keinginan minum alkohol. Data juga didukung dengan
riwayat minum alkohol selama 5 tahun dan baru mencoba berhenti sejak 3
hari yang lalu secara mendadak. Gejala ini termasuk dalam intoksikasi.
49. SKDI: 3A
Ibu A, usia 32 tahun, menikah, suku Bali, karyawan swasta, datang ke IRD
Psikiatri dengan keluhan : berdebar-debar yang terjadi mendadak. Keluhan
ini sudah berlangsung kurang lebih 3 (tiga) bulan yang lalu, di rasakan
sebanyak 4 (empat) kali serangan. Disertai keluhan berkeringat (sweating),
nafas pendek, rasa tercekik, takut mati dan takut menjadi gila.
Dari pemeriksaan internistik dan neurologic dalam batas normal, serta
pemeriksaan radiologi tidak ditemukan kelainan. Kemungkinan Diagnosis
kasus di atas :
A. Depressive disorder
B. Panic disorder
C. Generalized Anxiety disorder
D. Boderline disorder
E. Adjusment disorder
Pembahasan: Pada kasus ada gejala khas pada serangan panik yaitu
berkeringat, napas pendek, rasa tercekik, takut mati dan takut menjadi gila.
Diagnosis ini bisa ditegakkan karena gejala sudah dialami sekitar 3 bulan
yang lalu dan sudah lebih dari 3x serangan dalam 3 bulan. Kelainan
organik juga tidak dapat dibuktikan melalui pemeriksaan.
50. SKDI: 3A
Ibu A, usia 32 tahun, menikah, suku bali, karyawan swasta, datang ke IRD
Psikiatri dengan keluhan : berdebar-debar yang terjadi mendadak. Keluhan
ILMIAH TO UKMPPD 2015
ini sudah berlangsung kurang lebih 3 (tiga) bulan yang lalu, di rasakan
sebanyak 4 (empat) kali serangan. Disertai keluhan berkeringat (sweating),
nafas pendek, rasa tercekik, takut mati dan takut menjadi gila. Dari
pemeriksaan internistik dan neurologic dalam batas normal, serta
pemeriksaan radiologi tidak ditemukan kelainan. Di daerah mana terdapat
ketidakseimbangan neurotransmitter GABA pada kasus diatas
A. Daerah mesocortex
B. Sistem nigrostriatal
C. Locus Seroleus
D. Daerah mesolimbik
E. Daerah frontal
Pembahasan: Keseimbangan neurotransmitter GABA pada penyakit panik
terjadi di lokus sereleus.
51. SKDI: 3A
Mrs B, 29 tahun, belum menikah, PNS, datang ke Poliklinik Psychiatri
dengan keluhan takut terjebak dalam situasi tertentu, secara tiba-tiba Mrs
B melarikan diri dengan cepat sehingga merasa tidak nyaman. Sehingga
Mrs B takut akan menjadi gila pada saat ditunjuk untuk memberikan
penyuluhan pada masyarakat yaitu berbicara di auditorium (attendance at
auditorium). Pada pemeriksaan fisik dan radiologi tidak ditemukan
kelainan. Kemungkinan diagnosis kasus di atas :
A. Panic disorder
B. Episode depressive with psychotic symptom
C. Agoraphobia
D. Somatization disorder
E. Conversion disorder
Pembahasan: Gejala yang dialami oleh Mrs B dipacu oleh adanya
kekhawatiran akan tampil di depan banyak orang. Sehingga gejala ini lebih
cocok jika dimasukkan ke dalam agoraphobia.
52. SKDI: 3A
Mrs B, 29 tahun, belum menikah, PNS, datang ke Poliklinik Psychiatri
dengan keluhan takut terjebak dalam situasi tertentu, secara tiba-tiba Mrs
B melarikan diri dengan cepat sehingga merasa tidak nyaman. Sehingga
Mrs B takut akan menjadi gila pada saat ditunjuk untuk memberikan
penyuluhan pada masyarakat yaitu berbicara di auditorium (attendance at
auditorium). Pada pemeriksaan fisik dan radiologi tidak ditemukan
kelainan. Terapi pilihan yang paling efektif untuk kasus di atas :
A. Konseling
B. Behaviour therapy : exposure therapy
C. CBT
D. Psikoedukasi
E. Hipnoterapi
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: Pada pasien yang mengalami anxietas phobic termasuk
dalam agoraphobia, pengobatan akan efektif juka pasien diajak untuk
mengatasi ketakutannya dan membiasakan diri dengan ketakutannya
tersebut. Salah satu caranya adalah dengan exposure therapy.
53. SKDI: 3A
Mrs B, 29 tahun, belum menikah, PNS, datang ke Poliklinik Psychiatri
dengan keluhan takut terjebak dalam situasi tertentu, secara tiba-tiba Mrs
B melarikan diri dengan cepat sehingga merasa tidak nyaman. Sehingga
Mrs B takut akan menjadi gila pada saat ditunjuk untuk memberikan
penyuluhan pada masyarakat yaitu berbicara di auditorium (attendance at
auditorium). Pada pemeriksaan fisik dan radiologi tidak ditemukan
kelainan. Gejala yang sering terkait untuk kasus di atas:
A. Depresive
B. Halusinasi
C. Insomnia
D. Hipobulia
E. Raptus
Pembahasan: Pasien yang mengalami agoraphobia cenderung lebih mudah
mengalami depresi akibat ketidakmampuannya dalam mengatasi
ketakutannya.
54. SKDI: 3A
Mrs B, 29 tahun, belum menikah, PNS, datang ke Poliklinik Psychiatri
dengan keluhan takut terjebak dalam situasi tertentu, secara tiba-tiba Mrs
B melarikan diri dengan cepat sehingga merasa tidak nyaman. Sehingga
Mrs B takut akan menjadi gila pada saat ditunjuk untuk memberikan
penyuluhan pada masyarakat yaitu berbicara di auditorium (attendance at
auditorium). Pada pemeriksaan fisik dan radiologi tidak ditemukan
kelainan. Bila kasus di atas tidak diobati (untreated) maka prognosis nya :
A. Remisi spontan
B. Baik
C. Chronic (buruk )
D. Meragukan
E. Sangat baik
Pembahasan: Pada pasien agoraphobia, apabila penyakit tidak diobati
pasien akan mengalami perburukan gejala. Yang awalnya hanya takut
tampil didepan umum lama kelamaan akan mengalami episode dimana
pasien merasa benar-benar takut untuk naik kendaraan umum, maupun
keluar dari rumah sendiri tanpa didampingi.
55. SKDI: 4
Seorang anak usia 5 tahun,datang ke RS dikeluhkan waktu sedang tidur
mendadak duduk di tempat tidur, berteriak dan seolah berusaha lari dari
suatu ancaman. Matanya membelalak liar seperti kesurupan. Setelah 5-20
ILMIAH TO UKMPPD 2015
menit anak tersebut tenang. Pada pagi harinya anak tersebut tidak
mengingat apa yang terjadi di malam harinya. Pada kasus di atas terjadi
pada fase tidur yang mana?
A. Fase REM
B. Fase tidur Non REM (NREM) yang dalam tahap 3 dan 4
C. Fase tidur Non REM (NREM) tahap 1
D. Fase tidur Non REM (NREM) tahap 2
E. Fase tidur Non REM (NREM) tahap 4
Pembahasan: Kasus ini menunjukkan gejala teror malam yang merupakan
adanya gangguan pada fase tidur non REM pada tahap 3 dan 4.
Urologi
56. SKDI: 4
Seorang pria usia 42 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri
kolik di bagian ureter kiri. Nyerinya relatif ringan (VAS 4-5), menjalar ke
testis kiri, dan LUTS (misalnya urgensi dan frekuensi) yang dimulai dua
belas jam yang lalu, dan kadang ada mual dan muntah. Riwayat
sebelumnya, pasien beberapa tahun sebelumnya keluar batu 3 kali dari
saluran kemih. Apakah diagnosis diferensial pertama kasus tersebut?
A. Batu uereter distal (bawah)
B. Batu uereter proxsimal (atas)
C. Infeksi saluran kemih (ISK) bawah
D. Infeksi saluran kemih (ISK) Atas
E. Epigastrial distress syndome
Pembahasan: Batu ginjal yang turun ke ureter akan memberikan keluhan
nyeri kolik, karena adanya obstrusi pastial dan peristaltik ureter. Iritasi
ureter distal, trigonum dan uretra posterior memberi keluhan yang sama
karena berasal dari embriologi yang sama.
57. SKDI: 4
Seorang pria usia 42 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri
kolik di bagian ureter kiri. Nyerinya relatif ringan (VAS 4-5), menjalar ke
testis kiri, dan LUTS (misalnya urgensi dan frekuensi) yang dimulai dua
belas jam yang lalu, dan kadang ada mual dan muntah. Riwayat
sebelumnya, pasien beberapa tahun sebelumnya keluar batu 3 kali dari
saluran kemih. Jika foto polos abdomen menunjukkan batu 3 mm di ureter
bagian proksimal ureterovesical junction kiri, dan Anda seorang dokter di
kota kecil. Manajemen awal terbaik kasus ini
A. Obat untuk nyeri kolik dan minum banyak air
B. Obat antibiotik untuk ISK dan pengobatan untuk nyeri kolik
C. Selektive alpha-blocker untuk relaksasi ureterovesical junction
D. Obat untuk nyeri kolik dan selektive alpha-blocker
ILMIAH TO UKMPPD 2015
E. Obat untuk nyeri, selektive alpha-blocker, dan minum banyak air
(konservatif)
Pembahasan: Managemen batu saluran kemih harus mencakup terapi
simtomatis dan dan etiologi/penyebab, dengan manfaat tinggi, risiko
rendah dan biaya terjankau.
58. SKDI: 4
Seorang pria usia 42 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri
kolik di bagian ureter kiri. Nyerinya relatif ringan (VAS 4-5), menjalar ke
testis kiri, dan LUTS (misalnya urgensi dan frekuensi) yang dimulai dua
belas jam yang lalu, dan kadang ada mual dan muntah. Riwayat
sebelumnya, pasien beberapa tahun sebelumnya keluar batu 3 kali dari
saluran kemih. Indikasi terbaik untuk merujuk kasus ini
A. Dirujuk untuk melengkapi diagnosis
B. Dirujuk untuk pengobatan devinitive
C. Ureterorenoscopy (URS) tripsy
D. Extra Corporial Shock waves Lithotripsy (ESWL
E. Keluhan pasien semakin parah dengan pengobatan konservatif
Pembahasan: Terapi konservatif gagal termasuk keluhan tidak hilang atau
memberat, terjadi komplikasi SIRS/sepsis, penurunan fungsi ginjal dan
jangka waktu tertentu (biasanya 2 minggu).
59. SKDI: 3A
Seorang pria berusia 44 tahun datang ke UGD dengan keluhan kesulitan
buang air kecil. Riwayat setahun sebelumnya pasien mengalami trauma
penis straddle dan fraktur pelvis. Apakah pemeriksaaan radiologis terbaik
untuk diagnosis kasus tersebut?
A. Foto polos abdomen (BOF / BNO)
B. Urological ultrasonografi (USG)
C. Intra Vena Phyelography (IVP)
D. Urethro-cystography
E. CT Scan abdomen
Pembahasan: Urethro-cystography dapat mengetahui dengan pasti lokasi,
pamjang uretra dan diameter penyempitan uretra (striktura).
60. SKDI: 3B
Pria 21 tahun terpelanting dari mobil. Di rumah sakit terdekat, hipotensi
membaik dengan cairan infus 2 liter. Perut nyeri ringan dengan lecet
pinggang kiri dan hematoma perineum. Apakah pemeriksaan radiologis
pertama kasus tersebut?
A. Plain abdominal or pelvic, and chest X ray
B. Urological ultrasonografi (USG)
C. Intra Vena Phyelography (IVP)
D. Retrograge pyelography (RGP)
E. CT Scan abdomen
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: Foto BOF/pelvis dan Thorax, pemeriksaan cepat dan
sederhana yang dapat memprediksi adanya ancaman air-way, bleeding dan
sirkulasi.
61. SKDI: 3B
Pria 44 tahun pejalan kaki ditabrak dan terlempar 10 m. Di lokasi
kecelakaan mengeluh nyeri di daerah pelvis. Pemeriksaan prostat normal
dan tanda-tanda patah tulang rami pubis. Jika pada pemeriksaan radiologis
diagnosis disertai adanya cedera uretra anterior dengan retensi urin, dan
Anda seorang dokter di kota kecil. Kontraindikasi manajemen awal kasus
ini adalah
A. Obat untuk nyeri fraktur
B. Memasukkan kateter uretra
C. Obat profilaksis antibiotik untuk uro-sepsis
D. Punctie aspirasi kandung kemih
E. Puasa atau Nil asupan peroral (PO)
Pembahasan: Pemasangan kateter secara secarablind (konvensional) pada
trauma uretra berisiko terjadi morbiditas karena dapat menyebabkan luka
terkontaminasi/SIRS/sepsis, cedera menjadi lebih berat/perperasi/false
root.
62. SKDI: 3A
Seorang anak berusia 7 tahun diantar ibunya dengan keterangan perut
semakin membesar sejak 1 tahun. Pada pemeriksaan terabamassa padat
pinggang kiri. Leukosituria, erythrocyturia dan bakteriuria dalam analisis
urin. Pemeriksaan radiologi terbaik untuk diagnosa definitif adalah
A. Plain abdominal or pelvic, and chest X ray
B. Urological ultrasonografi (USG)
C. Intra Vena Phyelography (IVP)
D. CT Scan abdomen
E. Urethro-cystography
Pembahasan: CT Scan abdomen dapat mendiagosis tumor ganas organ
ginjal (nephroblastoma/Wilm tumor) dan staging klinis (T,N,M).
Muskuloskeletal
63. SKDI: 4
Laki-laki umur 25th mengalami kecelakaan lalu lintas (KLL) saat
mengendarai sepeda motor. Setelah kecelakaan pasien dibawa ke dukun
tulang dan 1minggu kemudian dibawa ke UGD & ternyata mengalami
patah tulang terbuka 1/3 atas tibia grade 3A. Tindakan awal yang paling
tepat untuk penderita diatas ?
A. Pemberian Antibiotika dan Anti Tetanus Serum
B. Immobilisasi dengan Gyps
C. Pemeriksaan Kultur dan resistensi test kuman dari luka
ILMIAH TO UKMPPD 2015
D. Debridemen luka dilanjutkan dengan fiksasi eksterna pada
fraktur dan pemberian antibiotika sesuai dengan kultur dan tes
sensitifitas
E. Amputasi kaki
Pembahasan: Fraktur terbuka yang lebih dari waktu golden period
dikalsifikasikan grade III yang penanganan dilakukan debridemen luka
dan pemgambilan bahan untuk pemeriksaan kultur janringan dan tes
sentifitas antibiotika dilajukan dengan stabilisasi tulang dengan
pemasangan Ekternal fiksasi dan pemberian antibiotika broad spectrum
dilanjutkan dengan antibiotika sesuai kultur.
64. SKDI: 3B
Pasien Laki-laki umur 30 tahun datang ke instalasi gawat darurat
mengeluh nyeri pada tungkai bawah kanan setelah kecelakaan lalu-lintas 2
jam sebelum MRS. Pada pemeriksaan fisik primary survey stabil dan pada
secondary survey di cruris dextra ditemukan luka terbuka 2 centimeter
dengan tulang terpapar, neurovaskular distal normal dan ROM jari jari-jari
kaki normal. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan diskontinyuitas pada
tulang tibia dan fibula 1/3 tengah simple. Riwayat imunisasi tetanus
lengkap terkahir dilakukan 3 tahun yang lalu. Pada penderita diatas
diagnosis yang tetapat adalah
A. Fraktur terbuka grade I diaphysis Tibia et Fibula Dextra
B. Fraktur terbuka grade II diaphysis Tibia et Fibula Dextra
C. Fraktur terbuka grade IIIA diaphysis Tibia et Fibula Dextra
D. Fraktur terbuka grade IIIB diaphysis Tibia et Fibula Dextra
E. Fraktur terbuka grade IIIC diaphysis Tibia et Fibula Dextra
Pembahasan: Klasifikasi fraktur terbuka tulang panjang didasarkan pada
Mekanisme trauma.panjangnya luka, Konfigurasi fraktur dan derajat
kontaminasi. Pada Fraktur terbuka derajat II Mekanisme trauma derajat
sedang, panjang luka > 1 cm. Konfigurasi fraktur simple dan kontaminasi
luka ringan.
65. SKDI: 3B
Laki-laki 28 tahun mengalami cedera pada bahu kanan saat bertading
gulat. Pasien mengeluh nyeri pada bahu kanan dan sulit menggerakkanya.
Posisi bahu yang paling nyaman adalah Adduksi dan eksorotasi. Pada
penderita diatas komplikasi awal yang paling sering terjadi adalah
A. Lesi N. Radialis
B. Lesi N. Axilaris
C. Lesi N. Musculocutaneous
D. Lesi Arteri Brachialis
E. Lesi Vena Cephalica
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: Dislokasi yang paling sering pada sendi glenohumerale
adalah dislokasi ke anterior dengan posisi bahu adduksi dan eksorotasi dan
komplikasi yang paling sering terjadi adalah lesi nervus aksilaris.
66. SKDI: 3B
Laki-laki umur 18 tahun mengeluh nyeri pada lutut kanan setelah
mengalami trauma saat bermain sepak bola. Saat kejadian pemderita
merasakan suara “pop” pada lutut kanan dan diikuti dengan
pembengkakan pada lutut tersebut. Setelah kejadian tersebut penderita
tidak dapat melanjutkan bermain sepak bola dan nyeri akan meningkat
apabila menumpu dengan kaki kanan. Pemeriksaan penunjang yang
terbaik untuk kasus diatas adalah
A. Foto Rontgen Polos Genu AP/Lateral
B. CT Scan Genu
C. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Genu
D. Ultrasonografi (USG) Genu
E. Arthrografi
Pembahasan: Pada penderita dengan riwayat cedera lutut dengan
karakteristik yerdengar suara “Pop” di dalam lutut, pembengkakan segera
pada lutut dan tidak dapat melanjutkan permainan diagnosis klinis yang
paling tepat
adalah ruptut ligamentum cruciatum anterior. Untuk
memastikan diagnosis klinis tersebut pemeriksaan penunjang yang paling
baik adalah MRI. Penanganan awal pada kasus seperti itu adalah metode
RICE ( Rest, Ice compress, Compression bandage and Elavation).
67. SKDI: 4
Laki-laki umur 18 tahun mengeluh nyeri pada lutut kanan setelah
mengalami trauma saat bermain sepak bola. Saat kejadian pemderita
merasakan suara “pop” pada lutut kanan dan diikuti dengan
pembengkakan pada lutut tersebut. Setelah kejadian tersebut penderita
tidak dapat melanjutkan bermain sepak bola dan nyeri akan meningkat
apabila menumpu dengan kaki kanan. Penanganan awal pada kasus seperti
atas adalah
A. Immobilisasi dengan Gyps
B. Pemberian Medikamentosa
C. Langsung dilakukan persiapan Operasi
D. Metode RICE
E. Fisioterapi
Pembahasan: Seperti di atas.
68. SKDI: 4
Pasien Wanita umur 20 tahun datang ke instalasi gawat darurat dengan
nyeri pada bahu kanan setelah kecelakaan lalu lintas. Penderita pengendara
sepeda motor terjatuh dengan menumpu pada bahu kanan setelah sepeda
motor menabrak mobil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Primary
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Survey dalam keadaan stabil. Pada Secondaru survey di bahu kanan
ditemukan Deformitas pada clavicula kanan, neurovascular distal normal
dan keterbatasan pada gerakan sendi bahu. Pada pemeriksaan radilogis
ditemukan adanya dikontinyunitas pada clavicula 1/3 tengah simple dan
minimal displace. Terapi apa yang sebaiknya disarankan pada pasien :
A. Protection only dengan Arm sling atau Figure of 8 bandage
B. Immobilisasi dengan U slab Cast
C. Reposisi tertutup dan fiksasi interna
D. Reposisi terbuka dan fiksasi interna
E. Reposisi tertutup dan fiksasi eksterna
Pembahasan: Terapi pada fraktur clavicula 1/3 tengah dengan minimal
displace dapat dilakukan secara konservatif dengan memasang arm sling
atau Figure of 8 Bandagge.
69. SKDI: 3A
Laki-laki umur 6 tahun datang ke poliklinik orthopaedi diatar oleh orang
tuanya dikeluhkan tungkai bawah kanan nyeri dan tidak bisa berjalan sejak
3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya febris
(Temperatur axilla 39 celcius). Pada pemeriksaan status lokalis Cruris
Dextra ditemukan adanya pembengkakan, kemerahan, nyeri tekan dengan
neurovaskular distal normal. ROM ankle dan kaki normal.Gambaran
Radiologis tampak normal. Diagnosis yang paling tepat untuk penderita
diatas adalah
A. Septik Arthritis Akut
B. Coxitis
C. Osteomyelitis Akut
D. Osteomyelitis Kronis
E. Spondylitis
Pembahasan: Pada penderita dengan tanda radang pada cruris dan panas
kurang dari 2 minggu dengan gambaran radiologis normal diagnosis yang
yang paling tepat adalah osteomyelitis akut.
Obstetri dan Ginekologi
70. SKDI: 2
Seorang ibu berusia 28 thn G1P0000, pada pemeriksaan fisik ditemukan
tinggi fundus uteri teraba 2 jari di atas simfisis. Diagnosis yang tepat pada
pasien ini adalah :
A. Ukuran uterus 8 minggu
B. Ukuran uterus 5 minggu
C. Ukuran uterus 17 minggu
D. Ukuran uterus 10 minggu
E. Ukuran uterus 12 minggu
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: Pengukuran tinggi fundus uteri dapat dipergunakan untuk
menentukan usia kehamilan dan berat janin. Menurut kehamilan,
penentuan usia kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri adalah sebagai
berikut :
 Sebelum akhir bulan ke III : fundus uteri belum teraba di luar / di atas
simfisis
 Akhir bulan ke III (usia kehamilan 12 minggu) : fundus uteri 1-2 jari di
atas simfisis
 Akhir bulan ke IV (usia kehamilan 16 minggu) : fundus uteri berada di
pertengahan antara simfisis dan pusat
 Akhir bulan V (usia kehamilan 20 minggu) : fundus uteri 3 jari di
bawah pusat
 Akhir bulan VI (usia kehamilan 24 minggu) : fundus uteri setinggi tepi
atas pusat
 Akhir bulan VII (usia kehamilan 28 minggu) : fundus uteri 3 jari di atas
pusat
 Akhir bulan VIII (usia kehamilan 32 minggu) : fundus uteri mencapai
arcus costae atau 3 jari di bawah procesus xyphoideus
 Akhir bulan X (usia kehamilan 40 minggu) : fundus uteri berada di
pertengahan antara procesus xyphoideus dan pusat
71. SKDI: 2
Seorang perempuan 36 thn, G5P2A2 hamil 36 minggu, kontrol kehamilan
ke puskesmas, saat ini tidak ada keluhan. Pasien memiliki anak usia 4
tahun dengan lahir prematur BB lahir 2300 gram, anak berikutnya umur 8
tahun berat badan lahir 2400 gram. Tujuan pemeriksaan ANC pada pasien
ini adalah :
A. Mengantisipasi dan mengobati anemia
B. Mendeteksi gejala awal kehamilan
C. Mengenali kegagalan kehamilan
D. Mengenali komplikasi kehamilan
E. Mengenali kelainan letak posisi dan presentasi kepala
Pembahasan: Untuk menerima manfaat yang maximum dari kunjungan
antenatal, maka sebaiknya ibu memperoleh 4 kali kunjungan selama
kehamilan yang terdistribusi dalam 3 trimester atau dengan istilah rumus
1-1-2. Meliputi, 1 kali kunjungan pada trimester I (sebelum 14 minggu), 1
kali kunjungan pada trimester II (antara minggu 14-28), 2 kali kunjungan
pada trimester III (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36). Pada
setiap kali kunjungan antenatal care perlu di dapatkan informasi berupa :
 Kunjungan I (16 minggu) : penapisan dan pengobatan anemia,
perencanaan persalinan, pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan
pengobatannya.
ILMIAH TO UKMPPD 2015

Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) :
pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya, penapisan
pre eklamsi, gemelli, infeksi alat reproduksi, dan saluran perkemihan,
mengulang perencanaan persalinan.
 Kunjungan III (36 minggu sampai lahir) : sama seperti kegiatan
kunjungan II dan III :mengenali adanya kelainan letak dan presentasi,
memantapkan rencana persalinan, mengenali tanda-tanda persalinan.
72. SKDI: 2
Seorang perempuan G3P2A0 berusia 30 tahun, hamil 40 minggu datang ke
puskesmas karena merasa sudah akan melahirkan. Pada pemeriksaan fisik
di dapatkan janin tunggal, presentasi kepala, kepala sudah masuk panggul
dan sudah tampak di introitus vagina. Apakah diagnosis yang paling tepat :
A. Kala I fase laten
B. Kala I fase aktif
C. Kala II
D. Kala III
E. Kala IV
Pembahasan:
Kala I : Kala pembukaan serviks
1. Fase laten, berlangsung selama 8 jam sampai pembukaan 3 cm. His
masih lemah dengan frekuensi his jarang.
2. Fase aktif : akselerasi lamanya 2 jam, dengan pembukaan 2-3 cm, fase
dilatasi maksimal lama nya 2 jam, pembukaan lebih dari 9 cm sampai
pembukaan lengkap. His tiap 3-4 menit selama 45 detik.
Kala II : Kala pengeluaran
Setelah serviks membuka lengkap, janin akan segera keluar. His terjadi
tiap 2-3 menit, lamanya 60-90 detik. His sempurna dan efektif bila ada
koordinasi gelombang kontraksi sehingga kontraksi simetris dengan
dominasi di fundus uteri, mempunyai amplitudo 40-60 mmHg,
berlangsung 60-90 detik dengan jangka waktu 2-4 menit, dan tonus uterus
saat relaksasi kurang dari 12 mmHg. Pada primi gravida kala II
berlangsung kira-kira 1,5 jan dan pada multi gravida setengah jam.
Kala III : Kala pengeluaran plasenta : Berlangsung 6-15 menit setelah
janin di keluarkan.
Kala IV sampai 1 jam setelah plasenta keluar : Kala ini penting untuk
menilai perdarahan (maks 500 mL) dan tidak nya kontraksi uterus.
Pada kasus ini, kepala janin sudah terlihat di intaoitus vagina yang
menandakkan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap. Sehingga bisa
dikatakan jika pasien dalam kala II persalinan.
73. SKDI: 2
Seorang perempuan 27 tahun sudah menikah, datang ke poliklinik
kebidanan dan kandungan dengan keluhan bengkak pada daerah bibir
ILMIAH TO UKMPPD 2015
kemaluan sejak 3 hari yang lalu, bengkak terasa nyeri sekali terlebih saat
penderita koitus, berjalan dan sukar duduk. Dari hasil pemeriksaan
ginekologi didapatkan vulva tampak bengkak, merah dan terdapat nyeri
tekan. Diagnosa dari pasien ini adalah
A. Kista Vulva
B. Tumor Vulva
C. Kista kel. Bartholini terinfeksi
D. Kista kel. Bartholini tidak terinfeksi
E. Ca cervix
Pembahasan: Tanda kista bartholini yang tidak terinfeksi berupa
penonjolan yang tidak nyeri pada salah satu sisi vulva disertai kemerahan
atau pambengkakan pada daerah vulva disertai kemerahan atau
pembengkakan pada daerah vulva.
Adapun jika kista terinfeksi maka dapat berkenbang menjadi abses
bartholini dengan gajala klinik berupa: Nyeri saat berjalan, duduk,
beraktifitas fisik atau berhubungan seksual, umunnya tidak diserati demam
kecuali jika terifeksi dengan organisme yang ditularkan melalui hubungan
seksual, pembengkakan pada vulva selama 2-4 hari, biasanya ada sekret di
vagina, dan dapat terjadi ruptur spontan.
74. SKDI: 3A
Seorang perempuan 27 tahun sudah menikah, datang ke poliklinik
kebidanan dan kandungan dengan keluhan bengkak pada daerah bibir
kemaluan sejak 3 hari yang lalu, bengkak terasa nyeri sekali terlebih saat
penderita koitus, berjalan dan sukar duduk. Dari hasil pemeriksaan
ginekologi didapatkan vulva tampak bengkak, merah dan terdapat nyeri
tekan. Penatalaksanaan dari kasus tersebut di atas adalah?
A. Dibiarkan begitu saja karena akan mengecil dengan sendirinya
B. Eksisi drainase dan marsupialisasi
C. Histerektomi totalis
D. Radiasi
E. Kemoterapi
Pembahasan: Penanganan kista bartholini tergantung kondisi kista dan
keluhan yang dirasakan, kalau kelenjar kista bartholininya kecil dan tidak
mengganggu bisa diobservasi saja. Tapi kalau kistanya besar dan
menyebabkan keluhan atau terinfeksi menjadi abses terapi definitifnya
berupa marsupialisasi yaitu sayatan dan pengeluaran isi kista diikuti
penjahitan dinding kista yang terbuka pada kulit vulva yang terbuka.
Tindakan ini terbukti tidak beresiko dan hasilnya memuaskan.
75. SKDI: 3A
Seorang wanita umur 38 tahun, BB 75 kg, TB 150 cm, datang ke bidan
dengan keluhan rasa panas dan nyeri saat kencing, leukorea yang di sertai
rasa gatal, hingga menjadi iritasi. Dia merasa terganggu saat coitus. Hasil
ILMIAH TO UKMPPD 2015
pemeriksaan tampak introitus vagina berwarna merah, bengkak dan
tertutup sekret. Pemeriksaan utama pada kasus ini adalah :
A. Obsetri
B. Ginekologi
C. Antropometri
D. Tanda-tanda vital
E. Pemeriksaan fisik
Pembahasan: Pemeriksaan ginekologi adalah suatu prosedur klinik yang di
lakukan secara bimanual untuk menentukan atau mengetahui kondisi organ
genitalia wanita, berkaitan dengan upaya pengenalan atau penentuan ada
tidak nya kelainan pada bagian tersebut.
76. SKDI: 3A
Seorang wanita umur 38 tahun, BB 75 kg, TB 150 cm, datang ke bidan
dengan keluhan rasa panas dan nyeri saat kencing, leukorea yang di sertai
rasa gatal, hingga menjadi iritasi. Dia merasa terganggu saat coitus. Hasil
pemeriksaan tampak introitus vagina berwarna merah, bengkak dan
tertutup sekret. Data pemeriksaan kasus di atas, pasien mengalami:
A. Vulvitis
B. Vaginitis
C. Servisitis
D. Parametritis
E. Vulvovaginitis
Pembahasan: Vaginitis adalah kondisi medis yang di tandai dengan rasa
gatal atau terbakar pada vagina, yang di sertai oleh sekret vagina dengan
warna atau bau yang abnormal karena peradangan pada vagina.
77. SKDI: 3B
Ibu hamil datang ke UGD bersalin rumah sakit dengan keluhan nyeri
kepala, nyeri pada ulu ati, mual dan muntah. Pasien ditangani oleh dokter
dan tekanan darah pasien saat pemeriksaan 180/100 mmHg. Pasein
sebelumnya dengan riwayat hipeteni sebelum hamil. Tak lama setelah
diperiksa, pasien kejang. Prinsip penanganan yang tepat pada pasien ini
adalah:
A. Prinsip ABC (Airway, Breathing, Circulation)
B. Atasi Kejang dengan pemberian Magnesium sulfat
C. Menurunkan tekanan darah segera
D. Mengatasi kejang berulang
E. Semua benar
Pembahasan: Prinsip penanganan pasien dengan eklampsia ialah teapi
suportif untuk stabilisasi fungsi vital yang terdiri dari penanganan ABC
(airway, breathing, circulation), mengatasi dan mencegah kejang,
mengatasi hipoksemia dan asidemia, mencegaah trauma pada pasien saat
ILMIAH TO UKMPPD 2015
kejang, mengendalikan tekanan darah khususnya pada waktu krisis
hipertensi, melahirkan janin pada waktu yang tepat dengan cara yan tepat.
78. SKDI: 2
Seorang Ibu hamil datang dengan keluhan lemas. Ibu juga mengeluhkan
sering minum, sering berkemih dan banyak makan. Oleh dokter ibu
diperiksa darahnya untuk mencari kelainan pada ibu. Hasil dari
pemeriksaan darah tersebut gula darah acak ibu hamil adalah 150mg/dl.
Ibu sebelumnya tidak ada riwayat penyakit gula sebelumnya. Diagnosis
yang tepat pada kasus diatas adalah?
A. Gestational Diabetes
B. Diabetes melitus
C. Toleransi Glukosa terganggu
D. Semua salah
E. Semua Benar
Pembahasan: Gestasional diabetes didefinisikan sebagai peningkatan gula
darah puasa 100-139 mg/dl pada gula darah puasa dan 140-199 mg/dl pada
gula darah acak yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat
kehamilan berlangsung.
79. SKDI: 2
Ibu hamil datang ke IRD kebidanan dengan keluhan tidak ada sakit perut.
Pasien sebelumnya memeriksakan diri ke bidan. Oleh bidan pasien
dikatakan kehamilan lewat waktu dari taksiran persalinan. Oleh dokter,
pasien dikelola dan lahir bayi dengan APGAR score 8-9. Pernyataan
berikut salah mengenai tanda-tanda bayi dengan postmaturitas :
A. Menghilangnya lemak subkutan
B. Kulit lembab, keriput atau retak-retak
C. Pewarnaan mekonium pada kulit, umbilikus, dan selaput ketuban
D. Kuku dan rambut panjang
E. Bayi malas
Pembahasan: Serotinitas atau postdatism adalah istilah yang
menggambarkan sindrom dismaturitas yang dapat terjadi pada kehamilan
serotinus. Tanda-tanda serotinus: (a) menghilangnya lemak subkutan, (b)
kulit kering, keriput dan reta-retak, (c) pewarnaan mekonium pada kulit,
umbulikus dan selaput ketuban, (d) kuku dan rambut panjang, (e) bayi
malas.
80. SKDI: 2
Seorang Ibu datang dengan keluhan selama kehamilan gerak anak tidak
terlalu banyak. Ibu khawatir akan perkembangan janin. Ibu memeriksakan
ke dokter Sp.OG dan oleh dokter Ibu dinyatakan mengalami insufisiensi
plasenta. Dibawah ini merupakan gejala insufisiensi plasenta yang benar,
kecuali :
ILMIAH TO UKMPPD 2015
A. Berat plasenta kurang dari 500 gram serta indeks plasenta yang
tinggi
B. Uterus yang kurang membesar sesuai usia kandungan
C. Berat badan ibu yang menurun selama kehamilan
D. Penurunan kadar estradiol
E. Adanya gambaran infark pada secara makroskopis dan mikroskopis
Pembahasan: Gejala disfungsi plasenta antara lain: (a) berat plasenta yang
kurang dari 500 gram indeks plasenta yang rendah menambahkan kejadian
kelahiran mati dan fetal distress (gawat janin) (b) bentuk makroskopis dan
mikroskopis yang luar biasa infark dapat menjurus ke disfungsi plasenta
(c) uterus kurang membesar sesuai usia kandungan (d) berat badan ibu
yang turun (e) penurunan kadar estradiol. (sumber: Obstetri patologi)
81. SKDI: 2
Seorang wanita berumur 21 tahun sudah menikah 2 tahun, datang dengan
keluhan terdapat benjolan di bibir kemaluannya sebesar bola ping pong.
TD 120/80 mmHg, N 84x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,9°C. Benjolan
nyeri dan tidak hilang. Diagnosa pasien ini :
A. Kista bartholini
B. Mioma geburt
C. Polip serviks
D. Ca serviks
E. Kista nabothi
Pembahasan: Kista bartholini merupakan tumor kista jinak yang
ditimbulkan akibat duktus kelenjar bartholini yang mengalami sumbatan,
biasanya disebabkan oleh infeksi. Kelenjar ini bermuara pada celah yang
terdapat diantara labium minus pudendi dan tepi himen.
82. SKDI: 2
Seorang wanita 65 tahun datang dengan keluhan keluar benjolan dari
vagina. Pasien mengaku sudah mengalami keluhan tersebut sejak 1 hari
dan rasa nyeri sekali. Pasien mengaku memiliki riwayat obstetri yang
jelek. TD 140/100 mmHg, N 110x/m, RR 20x/m, suhu 37,8 C. Pasien ini
kemungkinan mengalami :
A. Haemoroid
B. Ca Cervix
C. Polip recti
D. Prolaps Uteri
E. Rectokel
Pembahasan: Prolaps Uteri adalah suatu kondisi medis yang ditandai
dengan keluarnya uterus dari posisi normalnya ke dalam vagina akibat
melemahnya otot-otot dan ligamen-ligamen dasar panggul. Prolaps Uteri
sering terjadi pada wanita usia lanjut.
83. SKDI: 2
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang wanita 27 th, datang dengan keluhan nyeri saat behubungan
badan dan terkadang keluar darah. Pasien sudah menikah 1 tahun dan
belum memiliki anak. Pada inspeksi terlihat benjolan pada servix. TD
100/60 mmHg, N 80x/menit, RR 18x/menit, suhu 36,5°C. Kemungkinan
diagnose pasien ini adalah:
A. Prolaps uteri
B. Kista bartolini
C. Polip servix
D. Mola hidatidosa
E. Vulvitis
Pembahasan: Polip serviks adalah penyakit yang timbul akibat adanya
pertumbuhan tidak normal pada jaringan didalam rahim. Hal ini dapat
terjadi pada wanita dengan hygiene buruk.
84. SKDI: 2
Seorang ibu datang ke IGD setelah 4 jam melahirkan di dukun beranak.
Pasien mengeluh keluar darah yang tidak berhenti setelah melahirkan. Ibu
juga merasa nyeri pada bagian vagina. Setelah dilakukan pemeriksaan
didapatkan TD 90/60 mmHg, N 100x/m, RR 24x/m, suhu 37 C.
Kemungkinan ibu ini mengalami:
A. Atonia Uteri
B. Inertia Uteri
C. Sisa Placenta
D. Kelainan Perdarahan
E. Ruptur Perineum
Pembahasan: Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada saat bayi
lahir baik secara spontan maupun dengan alat atau tindakan. Pada pasien
ini kemungkinan terjadi robekan jalan lahir hingga perineum yang tidak
tertangani dengan baik oleh dukun beranak.
85. SKDI: 2
Seorang ibu hamil dengan G2P1A0 memeriksakan kehamilannya di
dokter. Wanita tersebut memiliki riwayat menstruasi terakhir 7 Mei 2013.
Kapankah tanggal taksiran persalinannya?
A. 7 Februari 2014
B. 7 Maret 2014
C. 14 Februari 2014
D. 14 Maret 2014
E. 18 Maret 2014
Pembahasan: Tanggal taksiran partus ditentukan dengan menambahkan
angka hari dengan 7, bulan dikurangkan dengan 3, dan tahun ditambahkan
1  (7 + 7, 5 – 3, 2014 + 1)  14 Februari 2014.
86. SKDI: 2
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang wanita hamil G2P1A0 dengan usia kehamilan 12 minggu datang
untuk pemeriksaan rutin kehamilan. Riwayat kehamilan pertama lahir
spontan, hidup, dan memiliki berat badan normal. Saat ini anaknya sudah
berusia 3 tahun dan sehat. Anamnesis tambahan untuk resiko anemia pada
ibu adalah :
A. Menanyakan kebiasaan dietnya
B. Riwayat anemia defisiensi Zn saat kehamilan yang lalu
C. Apakah anaknya yang sekarang menderita anemia
D. Jenis kontrasepsi yang digunakan sebelum kehamilan
E. Riwayat minum obat-obatan sebelum dan selama kehamilan
Pembahasan Hal penting dalam pengawasan ibu hamil adalah mengenai
diet. Kekurangan atau kelebihan nutrisi dapat menyebabkan kelainan yang
tidak diinginkan pada wanita hamil tersebut. Kekurangan makanan dapat
menyebabkan anemia, abortus, partus prematurus, insersia uteri,
hemorhagia postpartum, sepsis puerpuralis, dan lain-lain. Sedangkan
makan secara berlebihan dapat mengakibatkan komplikasi antara lain preeklampsia, bayi terlalu besar, dan sebagainya.
87. SKDI: 3A
Pasien ibu hamil G3P2A0 hamil 28 minggu mengeluh keputihan sejak 2
bulan yang lalu. Keluhan dirasakan hilang timbul. Setelah pemeriksaan
dokter memberikan resep obat. Obat apa yang bisa diberikan pada pasien
ini?
A. Cefixime
B. Ceftriaxone
C. Imipenem
D. Ciprofloxacin
E. Amoxicilin
Pembahasan: Golongan obat yang berbahaya diberikan pada ibu hamil
karena memiliki efek teratogenik adalah golongan Streptomisin,
Tetrasiklin, Kanamisin. Sedangkan golongan obat yang aman untuk ibu
hamil adalah golongan penisilin.
88. SKDI: 3A
Seorang wanita hamil datang dengan keluhan badan panas sejak 8 hari
yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tifoid tongue. Antibiotik apa
yang diberikan yang sebaiknya diberikan untuk mengobati penyakitnya?
A. Kotrimoxazole
B. Amoksilin
C. Eritromisin
D. Ceftriaxone
E. Kanamisin
Pembahasan: Pemberian antibiotik kotrimoxazole pada wanita hamil
adalah kontraindikasi. Untuk kasus demam tifoid dapat diberikan
ILMIAH TO UKMPPD 2015
antibiotic lini pertama lainnya yaitu ampisilin (3-4 g/hari selama 14 hari)
atau amoksilin dengan dosis yang sama dan aman digunakan untuk
penderita yang sedang hamil.
89. SKDI: 2
Seorang perempuan 30 tahun, hamil dengan usia kehamilan 36-37 minggu.
Dari pemeriksaan ditemukan TD 170/120 mmHg, BB 80kg, sering
mengeluh pusing dan penglihatan seperti berkunang-kunang, jumlah urine
± 200cc/ 24 jam. Dari pemeriksaan urine bakar ditemukan proteinuria
(+4). Diagnosa dari pasien ini adalah :
A. Preeklampsia
B. Preeklampsia ringan
C. Preeklampsia berat
D. Eklampsia
E. HELLP Sindrome
Pembahasan: Preeklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang
ditandai dengan satu atau lebih gejala klinis berikut: TD sistole ≥ 160
mmHg dan diastole ≤ 110 mmHg; TD ibu tidak turun walaupun si ibu
sudah dirawat dan menjalani tirah baring; Proteinuria > 5gr dalam 24 jam
atau secara kualitatif +4, Oligouria; jumlah produksi urine < 500 cc dalam
24 jam yang disertai dengan kenaikan kadar creatinin darah; Adanya
keluhan subjektif berupa: gangguan visus (mata berkunang-kunang),
gangguan cerebral (kepala pusing), nyeri epigastrium, pada kuadran kanan
atas abdomen; Hiperefleks; Adanya sindroma HELLP (hemolysis, elevated
liver enzyme, low platelet count); Sianosis; PJT.
Jantung dan Pembuluh Darah
90. SKDI: 3B
Seorang laki-laki berumur 68 tahun mengeluh sesak napas bila beraktivitas
ringan dan berbaring terlentang. Pasien tersebut sering terbangun saat
malam hari karena sesak dan membaik setelah duduk. Riwayat penyakit
sebelumnya, pasien menderita hipertensi sejak 4 tahun yang lalu, tapi
jarang minum obat dan pasien lupa nama obatnya. Dari pemeriksaan fisik
ditemukan JVP 5+4 cm H2O, dengan kedua pergelangan kaki sedikit
edema. Pemeriksaan berikut ini yang sebaiknya dilakukan untuk
menegakkan diagnosis, kecuali:
A. Rontgen dada
B. EKG
C. Ekokardiografi
D. B-type Natriuretic Peptide
E. Angiografi coroner
Pembahasan: pasien memiliki keluhan dan tanda klinis yang sesuai dengan
gagal jantung, sesuai definisi dari ESC, untuk dapat mendiagnosis gagal
ILMIAH TO UKMPPD 2015
jantung diperlukan kombinasi antara keluhan, tanda klinis, dan bukti
objektif adanya kelainan struktural atau fungsional dari jantung saat
istirahat. Dalam hal ini angiografi koroner tidak termasuk karena
angiografi koroner mengevaluasi pembuluh darah jantung.
91. SKDI: 3B
Seorang laki-laki berumur 65 tahun mengalami sesak napas saat
beraktivitas, kadang-kadang terbangun malam hari karena sesak napas.
Riwayat penyakit sebelumnya, pasien pernah berobat ke spesialis jantung
dan dikatakan menderita penurunan fungsi ventrikel kiri. Pasien
mendapatkan terapi captopril dan bisoprolol dengan dosis yang optimal,
akan tetapi masih merasa sesak bila berjalan 100 meter. Dari pemeriksaan
fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 90 x/menit, respirasi
20x/menit, JVP 5+4 cmH2O, tidak ada edema tungkai. Auskultasi paru
normal. Terapi yang sebaiknya ditambahkan untuk pasien ini adalah:
A. Tambahkan digoxin
B. Tambahkan captopril
C. Tambahkan hydralazine
D. Tambahkan isosorbide dinitrate
E. Tambahkan spironolactone
Pembahasan: dengan mengikuti algoritme dari pedoman ESC, maka terapi
selanjutnya yang diberikan pada pasien yang telah mendapat terapi
captopril dan bisoprolol tapi masih dalam NYHA FC II-IV adalah
spironolactone.
92. SKDI: 3B
Seorang laki-laki berumur 68 tahun datang ke klinik anda untuk
konsultasi, pasien tersebut didiagnosis gagal jantung kronik sejak satu
tahun yang lalu. Pasien tersebut juga membawa hasil ekokardiografi
dengan penurunan fungsi sistolik. Pernyataan berikut ini benar mengenai
pasien tersebut diatas, kecuali:
A. Furosemide memfilter sodium dan kelebihan cairan dari darah untuk
mengurangi preload
B. Valsartan menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah yang
menurunkan afterload
C. Bisoprolol menurunkan aktivitas stress hormones dan menurunkan
heart rate
D. Spironolactone meningkatkan aktivasi neurohormonal dan
mengontrol volume
E. Captopril menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah yang
menurunkan afterload
Pembahasan: spironolactone menurunkan aktivasi neurohormonal.
93. SKDI: 3A
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang wanita berumur 29 tahun datang ke UGD dengan keluhan
berdebar. Dikatakan keluhan tersebut muncul sejak 1 jam yang lalu dan
tidak disertai nyeri dada ataupun sesak napas. Pasien mengatakan pernah
mengalami gejala yang serupa sebelumnya tapi tidak pernah selama ini
dan biasanya dapat hilang dengan batuk. Dari pemeriksaan didapatkan
nadi pasien regular 175 kali/menit. Suaru paru normal, dan
elektrokardiografi menunjukkan tidak tampak gelombang p, interval R-R
regular, dan durasi kompleks QRS 0.11 s. Apa diagnosis yang paling
mungkin untuk pasien tersebut?
A. Atrial fibrilasi
B. Ventrikel fibrilasi
C. Ventrikel takikardia
D. Supraventrikular takikardia
E. Sinus takikardia
Pembahasan: hasil elektrokardiografi sesuai dengan supraventrikular
takikardia.
94. SKDI: 4
Seorang laki-laki berumur 48 tahun datang ke klinik anda untuk
konsultasi. Pasien dengan riwayat hipertensi sejak satu tahun yang lalu,
dan saat ini mendapat terapi thiazide. Pernyataan yang benar tentang terapi
hipertensi pasien tersebut adalah?
A. Thiazide umumnya diberikan sekali sehari pada pagi hari
B. Thizide masih aman diberikan pada pasien dengan gagal ginjal berat
C. Kombinasi dengan obat antihipertensi lain tidak direkomendasikan
karena dapat menimbulkan interaksi obat
D. Tidak ada hasil penelitian yang dapat membuktikan efikasi thiazide
dalam tatalaksana hipertensi
E. Diuretik thiazide bekerja dengan cara menstimulasi reabsorpsi sodium
dan chlorida pada bagian distal dari nefron
Pembahasan: thiazide dapat dikombinasikan dengan obat golongan lain
seperti ace inhibitor.
95. SKDI: 4
Seorang laki-laki berumur 56 tahun datang periksa ke dokter umum.
Ditemukan tekanan darah pasien tersebut 180/110 mmHg. Tidak ada
obesitas, dan tidak ada riwayat merokok. Fungsi ginjal dan kadar
kolesterol normal. Pernyataan yang benar adalah:
A. Berikan sublingual nifedipine untuk mengurangi tekanan darah
B. Lakukan modifikasi pola hidup saja selama 3 bulan
C. Berikan ramipril sebagai obat antihipertensi lini pertama
D. Kontraindikasi pemberian diuretik thiazide
E. Target tekanan darah adalah 140/90 mmHg
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: pasien sudah termasuk hipertensi grade II menurut JNC 7
dan grade 3 menurut ESC, sehingga pasien langsung dapat diberikan
pengobatan selain modifikasi gaya hidup. Sublingual nifedipine tidak
disarankan. Pasien dengan fungsi ginjal normal tidak ada kontraindikasi
diuretik. Target tekanan darah dibawah 140/90 mmHg.
96. SKDI: 4
Seorang laki-laki berumur 48 tahun datang ke klinik anda dengan keluhan
pusing. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg.
Pasien sebelumnya pernah periksa rutin ke bidan, dikatakan tekanan darah
140/95 mmHg, tapi pada saat itu belum ada keluhan. Pernyataan berikut
ini yang benar adalah:
A. Diagnosis pasien tersebut adalah hipertensi stage I
B. Pasien tersebut masih dalam batas normal tinggi, sehingga belum perlu
diterapi.
C. Berikan obat penghilang nyeri kepala seperti paracetamol
D. Terapi dengan modifikasi gaya hidup dan mulai berikan terapi
antihipertensi
E. Pasien tersebut dapat diberikan isosorbid dinitrate sebagai obat
antihipertensi
Pembahasan: pasien termasuk dalam hipertensi stage II, dapat diterapi
dengan modifikasi gaya hidup dan dapat dimulai pengobatan
antihipertensi. Isosorbid dinitrate bukan termasuk obat antihipertensi.
97. SKDI: 4
Seorang pasien laki-laki berumur 50 tahun datang ke UGD dengan
keluhan nyeri dada, dari pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah
190/130 mmHg. Pernyataan mana yang benar untuk pasien tersebut?
A. Tekanan darah harus diturunkan dalam waktu 5 menit untuk mencegah
encepalopati hipertensi
B. Bila pasien tersebut menderita edema paru maka Methyldopa
merupakan obat pilihan pertama
C. Merupakan indikasi pemberian sublingual nifedipine
D. Mannitol dapat diberikan untuk menurunkan tekanan darah
E. Diseksi aorta merupakan salah satu komplikasinya
Pembahasan: pada kasus hipertensi emergensi, tekanan darah diturunkan
maksimal 20-25% dalam satu jam pertama. Salah satu penyebab diseksi
aorta adalah hipertensi yang tidak terkontrol.
98. SKDI: 4
Seorang perempuan berumur 25 tahun yang hamil datang ke dokter umum.
Ditemukan tekanan darah 160/100 mmHg. Tidak terdapat obesitas, tidak
merokok, fungsi ginjal dan kadar kolesterol normal. Terapi yang
sebaiknya diberikan adalah:
A. Captopril
ILMIAH TO UKMPPD 2015
B. Methyldopa
C. Valsartan
D. Ramipril
E. Losartan
Pembahasan: ACE inhibitor dan ARB kontraindikasi pada pasien hamil.
99. SKDI: 4
Seorang pasien datang ke klinik anda untuk follow-up tekanan darah. Pada
kunjungan sebelumnya pasien diberikan terapi obat captopril 25 mg dua
kali sehari. Saat ini tekanan darah pasien 140/100 mmHg. Tindakan
selanjutnya yang dapat dilakukan adalah, kecuali:
A. Mengkombinasikan dengan thiazide
B. Mengkombinasikan dengan amlodipine
C. Mengkombinasikan dengan valsartan
D. Meningkatkan dosis captopril
E. Tetap berikan captopril dengan dosis 25 mg dua kali sehari
Pembahasan: tidak direkomendasikan mengkombinasikan ACE-I dengan
ARB
100.SKDI: 4
Seorang pasien laki-laki berumur 40 tahun datang ke klinik anda untuk
konsultasi. Pasien tersebut khawatir akan terkena penyakit jantung dan
pembuluh darah di masa yang akan datang. Pasieng tersebut jarang
olahraga, dengan IMT 30. Pasien tersebut merokok rata-rata 12 batang
perhari dan sering minum alkohol, rata-rata 3 gelas bir/hari.
Informasi/edukasi yang dapat anda berikan kepada pasien tersebut adalah
sebagai berikut, kecuali:
A. Mengurangi berat badan
B. Mengurangi merokok
C. Olahraga
D. Mengurangi konsumsi garam
E. Mengurangi konsumsi alkohol yang berlebihan
Pembahasan: merokok harus berhenti total. Bila masih merokok meskipun
satu batang/hari masih akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
101.SKDI: 4
Seorang perempuan berumur 22 tahun datang ke klinik anda untuk cek up
rutin. Dia seorang pelari maraton profesional selama 3 tahun terakhir. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah normal dan tidak didengar
adanya mumur. Hasil elektrokardiografi berikut ini yang normal untuk
pasien tersebut adalah?
A. Sinus arrest dengan durasi lebih dari 3 detik
B. Nodal brakikardia
C. Atrial flutter
D. Atrial takikardia
ILMIAH TO UKMPPD 2015
E. Sinus bradikardia
Pembahasan: sinus bradikardia normal bila tidak ada keluhan, dan umum
ditemukan pada atlit.
102.SKDI: 4
Seorang wanita berumur 35 tahun datang ke klinik anda dengan keluhan
berdebar, terutama saat berjalan 100 meter. Pasien sedang hamil 2 bulan.
Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 100/60 mmHg, nadi
iregular 90-110x/menit, respirasi 20 x/menit. JVP 5+3 cmH2O. Dari
auskultasi didengar murmur diastolik, rumbling, di ICS 5 garis
midklavikula kiri, grade III/VI. EKG menunjukkan interval R-R iregular,
gelombang p tidak dapat diidentifikasi, durasi QRS 0.11 s. Terapi
antiaritmia yang sebaiknya diberikan pada pasien ini adalah?
A. Adenosine
B. Amiodarone
C. Digoxin
D. ISDN
E. Methyldopa
Pembahasan: pasien ini menderita atrial fibrilasi, sedangkan amiodarone
kontraindikasi pada wanita hamil, sehingga pilihan terapi yang dapat
diberikan adalah digoxin.
103.SKDI: 4
Seorang perempuan berumur 20 tahun, datang ke klinik anda dengan
keluhan cepat capek bila beraktivitas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan
adanya murmur diastolik, di ruang sela iga V garis midklavikula kiri,
grade III/VI, kualitas rumbling, tidak menjalar. Pada pasien juga
didapatkan nadi yang iregular. Diagnosis yang paling mungkin pada
pasien tersebut adalah?
A. Regurgitasi Katup Aorta
B. Stenosis Katup Aorta
C. Regurgitasi Katup Mitral
D. Stenosis Katup Mitral
E. Murmur fisiologis pada kehamilan
Pembahasan: deskripsi murmur sesuai dengan stenosis katup mitral.
104. SKDI: 4
Mr. S adalah pasien lama di poliklinik dengan diagnosis Hipertensi
esensial. Hasil pemeriksaan tekanan darah saat ini adalah 144/98 mmHg.
Mr. S berusia 60 tahun, tidak menderita Diabetes Melitus, dan telah
menjalani modifikasi gaya hidup sesuai dengan yang telah disarankan. Mr.
S telah mengkonsumsi obat antihipertensi sejak setahun yang lalu, dengan
terapi terakhir Ramipril 5 mg. Apakah pilihan penatalaksanaan berikutnya
yang paling cocok untuk Mr. S?
ILMIAH TO UKMPPD 2015
A. Mereview kembali strategi modifikasi gaya hidup pada pasien dan
memotivasi pasien untuk menurunkan berat badan.
B. Meningkatkan dosis Ramipril menjadi 7,5 mg
C. Menambahkan ARB dalam regimen terapi
D. Menambahkan beta blocker dalam regimen terapi
E. Menambahkan calcium channel blocker dalam regimen terapi
Pembahasan: Pasien yang telah menjalani modifikasi gaya hidup sesuai
yang disarankan dan telah memperoleh obat anti hipertensi tunggal namun
masih belum dapat mencapai target tekanan darah yang diharapkan
biasanya memerlukan kombinasi dua obat antihipertensi dari kelas yang
berbeda. Meningkatkan dosis ACE inhibitor pada pasien ini tidak rasional
mengingat peningkatan dosis juga berhubungan dengan peningkatan efek
samping. Pada pasien berusia lebih dari 55 tahun yang tidak menderita
diabetes mellitus, obat yang direkomendasikan adalah calcium channel
blocker atau diuretic thiazide.
105. SKDI: 3B
Seorang wanita berusia 60 tahun datang dengan gejala klinis nyeri dada
hebat di retrosternal disertai sesak nafas. Pemeriksaan fisik menunjukkan
adanya edema paru dan tekanan darah pasien adalah 190/100 mmHg.
Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya ST elevasi pada sadapan V1-V6.
Hasil pemeriksaan troponin T adalah positif. Pernyataan yang salah
sehubungan dengan kasus diatas adalah
A. Diagnosis pasien adalah infark miokard akut anterior
B. Penurunan tekanan darah merupakan salah satu tatalaksana yang
penting pada pasien
C. Pethidin dapat digunakan sebagai analgesia pada pasien
D. Pemberian streptokinase diindikasikan pada pasien
E. Saat ini pasien sedang berada dalam klasifikasi Killip 3
Pembahasan: Adanya nyeri dada disertai ST elevasi pada sadapan V1-V6
menunjukkan bahwa pasien menderita IMA anterior, dan kondisi tersebut
merupakan indikasi untuk diberikannya streptokinase. Penurunan tekanan
darah merupakan salah satu tatalaksana yang penting bagi pasien karena
dapat menurunkan afterload dan mengurangi konsumsi oksigen. Pethidine
tidak sesuai untuk diberikan sebagai analgesia pada pasien tersebut karena
dapat menyebabkan venokonstriksi paru dan meningkatkan aliran darah
balik vena. Pasien saat ini termasuk dalam Killip 3 karena terjadi edema
paru akut.
106. SKDI: 3B
Seorang laki-laki berusia 70 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak
nafas yang semakin memberat. Tekanan darah pasien 130/90 mmHg,
denyut nadi 120x/menit, dan dari pemeriksaan fisik didapatkan rhonki
pada kedua lapang paru. Pasien memiliki riwayat penyakit gagal jantung
ILMIAH TO UKMPPD 2015
kronik akibat penyakit jantung iskemik. Pernyataan dibawah ini benar
mengenai tatalaksana untuk pasien diatas, kecuali:
A. Pasien harus ditempatkan dalam posisi kepala lebih rendah untuk
memperbaiki perfusi serebral
B. Morfin diindikasikan pada pasien ini untuk mengurangi edema paru
C. Furosemide sebaiknya diberikan melalui jalur intravena
D. ACE inhibitor merupakan salah satu terapi utama pada kasus ini
E. Infus nitrat dapat diberikan untuk mengurangi gejala klinis pada pasien
Pembahasan: Pasien dalam kasus diatas menderita edema paru akut, tanpa
disertai dengan tanda-tanda syok, sehingga pasien sebaiknya diposisikan
dengan kepala lebih tinggi, sehingga mengurangi aliran darah balik vena
serta mengurangi tekanan diafragma. Morfin sangat berguna bila diberikan
pada kasus gagal jantung akut. Morfin dapat mengurangi edema paru
dengan jalan menyebabkan venodilatasi paru, mengurangi kecemasan
pasien, dan memperlambat laju nafas, sehingga mengurangi kerja jantung.
Furosemide sebaiknya diberikan melalui jalur intravena, karena adanya
edema usus pada pasien gagal jantung dapat menyebabkan penurunan
absorpsi obat melalui jalur oral. ACE inhibitor merupakan salah satu terapi
utama karena menyebabkan vasodilatasi perifer dan penurunan afterload.
Infus nitrat dapat menyebabkan venodilatasi dan mengurangi preload,
sehingga mengurangi gejala klinis pada pasien.
107. SKDI: 3B
Seorang wanita berusia 60 tahun dengan riwayat menderita gagal jantung
dan penyakit jantung iskemik mendadak kejang, pada monitor EKG
tampak irama ventrikel fibrilasi. Pernyataan yang salah mengenai pasien
tersebut adalah:
A. Prognosis pasien ad malam
B. Pada pasien ini harus secepatnya dilakukan CPR
C. Amiodarone intravena merupakan obat lini pertama pada pasien
ini
D. Adrenaline diindikasikan pada pasien
E. Defibrilasi merupakan terapi definitif untuk kasus ini.
Pembahasan: Pasien dalam kasus diatas memiliki prognosis buruk dengan
angka survival yang rendah. CPR diindikasikan pada pasien, karena pada
irama ventrikel fibrilasi tidak terdapat output ventrikel. Pada pasien dapat
diberikan adrenaline pada saat CPR. Terapi definitif dari irama VF adalah
defibrilasi dengan menggunakan DC shock.
108. SKDI: 3A
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik jantung dengan
keluhan sesak nafas saat aktivitas. Ia juga mengeluhkan sesak nafas saat
malam hari sejak dua bulan yang lalu, serta bengkak pada kedua kaki.
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Sebutkan temuan yang paling tidak spesifik untuk menegakkan diagnosis
pada pasien ini.
A. Peningkatan JVP (tekanan vena jugularis)
B. Pulsus alternans
C. Wheezing
D. S3 gallop
E. Cephalisasi pada ronsen thoraks
Pembahasan: Wheezing merupakan temuan klinis yang nonspesifik yang
disebabkan oleh peningkatan reaktivitas jalan nafas. Wheezing dapat
disebabkan oleh bronkospasme yang berhubungan dengan peningkatan
reaktivitas pada jalan nafas atau peregangan bronkiolus akibat kondisi
kongestif. Pasien yang menderita gagal jantung kongestif (CHF) dapat
menderita wheezing (disebut juga dengan asma kardiak) yang akan
berkurang dengan pemberian diuretik. Peningkatan JVP mengindikasikan
adanya peningkatan tekanan jantung kanan, yang berkorelasi dengan
peningkatan tekanan pengisian jantung kiri. Pulsus alternans adalah
adanya temuan pulsus arteri dengan intensitas yang bervariasi, dan gejala
klinis tersebut berhubungan dengan gangguan fungsi sistolik jantung yang
berat. Suara S3 gallop disebabkan oleh adanya resistensi terhadap
pengisian ventrikel pada fase awal diastolic dan berhubungan dengan
peningkatan tekanan atau ketebalan dinding ventrikel. Adanya cephalisasi
pada ronsen thoraks menunjukkan kondisi kongestif pada vascular paru
akibat peningkatan tekanan pada jantung kanan.
Ilmu Penyakit Dalam
Hematologi
109. SKDI: 3B
Pada pemeriksaan complete blood count (hematologi) dan pemeriksaan
Prothrombin time (koagulasi), seorang flebotomis akan menampung
sampel darah ke dalam tabung yang bertutup ungu dan bertutup hijau.
Sampel manakah yang sesuai dan dapat diterima untuk pemeriksaan
laboratorium?
A. EDTA untuk pemeriksaan hematologi dan heparin untuk pemeriksaan
koagulasi
B. Meskipun EDTA digunakan untuk pemeriksaan hematologi,
namun untuk pemeriksaan koagulasi harus menggunakan sitrat
dan bukan heparin
C. Heparin digunakan untuk pemeriksaan hematologi, namun sitrat
digunakan untuk pemeriksaan koagulasi
D. Pemeriksaan hematologi menggunakan sitrat dan koagulasi
memerlukan tabung yang dapat membentuk clot.
ILMIAH TO UKMPPD 2015
E. Pemeriksaan hematologi menggunakan sitrat dan koagulasi
menggunakan EDTA
Pembahasan: Pada pemeriksaan laboratorium, harus diperhatikan
antikoagulan atau bahan aditif yang terdapat dalam tabung. Untuk
pemeriksaan CBC, sampel harus ditampung dalam tabung yang
mengandung antikoagulan EDTA yang ditandai dengan warna ungu pada
tutup tabung. Antikoagulan EDTA bertujuan untuk mencegah terjadinya
pembekuan darah, tanpa mempengaruhi hasil pemeriksaan CBC.
Sedangkan untuk pemeriksaan koagulasi (prothrombin time), sampel harus
ditampung dengan tabung yang mengandung antikoagulan sodium sitrat
yang ditandai dengan tutup tabung berwarna biru. Tutup tabung berwarna
hijau mengandung antikoagulan heparin yang tidak direkomendasikan
untuk pemeriksaan koagulasi.
110. SKDI: 3A
Pada pemeriksaan complete blood count (hematologi) dan pemeriksaan
Prothrombin time (koagulasi), seorang flebotomis akan menampung
sampel darah ke dalam tabung yang bertutup ungu dan bertutup hijau.
Langkah terpenting pada saat melakukan flebotomi adalah:
A. Desinfeksi lokasi pengambilan sampel darah
B. Identifikasi pasien
C. Pemilihan alat dan bahan terutama jarum yang akan digunakan untuk
flebotomi
D. Menggunakan tabung vacutainer yang sesuai dengan pemeriksaan
laboratorium yang diminta
E. Semua benar
Pembahasan: keseluruhan langkah diatas adalah urutan langkah-langkah
terpenting sebelum melakukan flebotomi
111. SKDI: 3A
Pada saat pengambilan sampel darah vena, sebaiknya punksi jarum
venipuncture pada vena area fossa antecubital dengan bevel jarum yang
menghadap:
A. Bevel menghadap ke bawah dan sudut insersi antara 15 - 30°
B. Bevel menghadap ke atas dan sudut insersi kurang dari 30°
C. Bevel menghadap ke bawah dan sudut insersi lebih dari 45°
D. Bevel menghadap ke atas dan sudut insersi antara 30 - 45°
E. Bevel menghadap ke atas dan sudut insersi lebih dari 45°
Pembahasan: Punksi jarum saat flebotomi adalah dengan bevel jarum
menghadap ke atas dengan sudut kurang dari 30° antara jarum dengan
kulit.
112. SKDI: 3B
Kegagalan pada saat pengambilan sampel darah vena dapat terjadi karena
semua pernyataan di bawah ini, kecuali:
ILMIAH TO UKMPPD 2015
A. Posisi jarum yang tidak tepat
B. Pemasangan tourniquet yang terlalu ketat
C. Kevakuman pada tabung vacutainer yang tidak sesuai
D. Vena yang mengalami kolaps
E. Semua benar
Pembahasan: Pemasangan tourniquet yang terlalu ketat bukan kegagalan
pada saat pengambilan sampel darah, karena pemasangan tourniquet
bertujuan agar vena terlihat lebih jelas, namun pemasangannya tidak boleh
melebihi 1 menit.
113. SKDI: 4
Ketika seorang pasien mengalami anemia berat dan sumsum tulang tidak
mampu untuk memproduksi sel darah merah secara efektif untuk
memenuhi kebutuhan yang meningkat, maka respon tubuh yang terjadi
adalah:
A. Terjadi hemopoisis ekstrameduler pada hati dan limpa
B. Penurunan produksi eritropoitin oleh ginjal
C. Peningkatan apoptosis dari sel progenitor eritrosit
D. Peningkatan proporsi sumsum tulang kuning pada tulang panjang
E. Penurunan proporsi sumsum tulang yang aktif
Pembahasan: Pada anemia berat dan ketidakmampuan sumsum tulang
untuk melakukan kompensasi maka respon tubuh berupa hemopoisis
ekstramedular.
114. SKDI: 4
Hematopoietic stem cell memproduksi seluruh tipe sel darah dalam jumlah
yang cukup selama kehidupan seorang individu karena:
A. Hematopoietic stem cell bersifat unipoten
B. Hematopoietic stem cell memiliki kemampuan self renewal dengan
asymmetric division
C. Hematopoietic stem cell terdapat dalam jumlah besar pada sumsum
tulang
D. Hematopoietic stem cell memiliki kemampuan mitosis yang rendah
sebagai respon terhadap growth factor
E. Hematopoietic stem cell memiliki kemampuan proliferasi rendah
Pembahasan: Hematopoietic stem cell memliki kemampuan self renewal,
bersifat pluripotent dan dapat berdiferensiasi menjadi berbagai tipe sel
darah.
Endokrin
115. SKDI: 3B
Seorang perempuan 56 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan sering
pusing dan badan lemas sejak 1 tahun terakhir ini. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan, Tinggi badan 160 cm dengan berat badan 75 kg, tekanan
ILMIAH TO UKMPPD 2015
darah 140/90 lainnya dalam batas normal. Kemungkinan pasien ini
menderita
A. Obesitas sentral
B. hipertensi
C. sindroma cushing
D. diabetes melitus
E. sindroma metabolik
Pembahasan: Kriteria Sindroma Metabolik dari IDF (2005) adalah adanya
obesitas sentral (perempuan ≥80cm, pria ≥90cm) ditambah dua atau lebih
dari: TG ≥150; HDL <40 atau pernah mendapatkan obat-obatan dari
gangguan lipid; TD ≥130/85 atau pernah mendapat pengobatan dari
penyakit hipertensi; FPG ≥100 mg/dl atau riwayat T2DM).
116. SKDI: 4
Seorang laki 65 tahun datang ke dokter praktek dengan membawa hasil
pemeriksaan gula darah sewaktu 156 mg/dl. Keluhan tidak ada, hanya
kadang badan sering pegel pegel. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan
adanya kelainan. Pemeriksaan tambahan yang perlu dianjurkan pada
pasien tersebut adalah
A. Periksa ulang gula darah secara laboratorium
B. Periksa lipid profile
C. Periksa test toleransi glukosa oral
D. Periksa glukosa urin
E. Periksa HbA1C
Pembahasan: TTGO (2-h PG dilaksanakan untuk memastikan kecurigaan
akan penyakit T2DM).
117. SKDI: 4
Seorang penderita diabetes mellitus datang dengan hasil pemeriksaan
laboratorium sbb. Trigliserida 250 mg/dl, LDL kolesterol 178 mg/dl, HDL
kolesterol 37mg/dl. Gula darah puasa 135mg/dl dan setelah makan 215
mg/dl. Sering mengeluh nyeri di dada sebelah kiri terutama habis makan.
Pengobatan yang sebaiknya diberikan pada pasien ini adalah,
A. sulfonil urea dan metformin
B. sulfonil urea dan statin
C. metformin, statin dan fibrat
D. metformin, sulfonil urea dan statin
E. metformin, sulfonylurea dan fibrat
Pembahasan: metformin dan sulfonil urea untuk mengatasi penyakit
T2DM, dan statin untuk mengatasi dyslipidemia.
118. SKDI: 4
Pasien datang ke dokter dengan keluhan kaki bengkak tertusuk paku dan
mengeluarkan nanah sejak 2 minggu. Pasien tidak ada riwayat kencing
manis, dan keluarga juga tidak ada yang menderita kencing manis.
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pemeriksaan fisik saat masuk di telapak kaki didapatkan ulkus dengan
warna kemerahan. Gula darah 350 mg/dl. Setelah diulang 2 jam kemudian
gula darah malah naik menjadi 400 mg/dl. Penanganan pada pasien ini
selain membersihkan ulkusnya adalah
A. antibiotic dan metformin
B. antibiotic dan glimipirid
C. antibiotic dan insulin
D. antibiotic , metformin dan glimipirid
E. antibiotic sambil memastikan diagnostic dibetes
Pembahasan: Insulin diberikan pada penderita T2DM yang mengalami
hiperglikemia berat
atau dengan komplikasi maupun stres berat.
Antibiotik diberikan karena ada infeksi (ulkus).
119. SKDI: 4
Pasien seorang laki laki umur 75 tahun, datang dengan digotong anaknya
ke tempat praktek seorang dokter dengan keadaan tidak sadar. Dari
riwayatnya didapatkan pasien seorang penderita diabetes dengan berobat
secara teratur. Sebelum pingsan pasien sempat mengobrol dengan
tetangganya tanpa ada keluhan. Tiba tiba 15 menit setelah mengobrol
pasien pingsan. Yang anda pikirkan penyebab dari penurunan kesadaran
ini adalah
A. serangan jantung
B. stroke
C. pecahnya pembuluh darah otak
D. aneurisma aorta
E. hypoglikemia
Pembahasan: salah satu komplikasi akut yang paling sering terjadi pada
penderita diabetes adalah hipoglikemia.
120. SKDI: 4
Seorang ibu hamil 24 minggu datang ke poliklinik penyakit dalam dengan
membawa hasil gula darah puasa 110 mg/dl, dan setelah makan 210 mg/dl.
Dari riwayat sebelumnya pasien melahirkan anak pertama dengan berat
bayi baru lahir 4300 gram. Pemeriksaan fisik berat badan 75 kg, tinggi
badan 160 cm lainnya dalam batas normal. Setelah 2 minggu diatur diet
ternyata gula darah puasa 100 mg/dl dan gula darah setelah makan 210
mg/dl. Terapi yang tepat pada ibu ini adalah
A. metformin 2 x 500 setelah makan
B. glimipirid 2 mg ½ jam sebelum makan
C. glimipirid dan metformin
D. insulin
E. glimipirid, metformin dan insulin
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: salah satu kriteria pemberian insulin adalah pasien hamil
dengan diabetes mellitus gestasional yang tidak terkendali dengan
perencanaan makanan (konsensus PERKENI).
121. SKDI: 3A
Seorang perempuan datang ke puskesmas dengan keluhan berat badan
yang turun cepat dalam 1 bulan terakhir, padahal makan banyak.
Disamping itu pasien juga mengalami sering berdebar dan badan cepat
capai terutama bila menaiki anak tangga. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan Td 130/80 mmHg, Nadi 120x/menit, teraba kelenjar tiroid
dengan perabaan yang difus. Reflex patella yang meningkat. Untuk
memastikan diagnosis pemeriksaan penunjang yang anda anjurkan adalah
A. T3, T4
B. T3, T4 danTSH
C. FT4 dan TSH
D. FT4, T3, T4 dan TSH
E. FT3, T4 dan TSH
Pembahasan: Pada suspect gangguan tiroid, maka yang diperiksa adalah
free T4 (tiroksin bebas) dan Thyroid Stimulating Hormone (TSH).
122. SKDI: 2
Seorang perempuan datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher
sebesar kurang lebih 2 cm. tidak ada keluhan lain yang dirasakan selain
benjolan tersebut. Dari pemeriksaan fisik hanya didapatkan benjolan
dengan ukuran 2x3x2 cm, kenyal, ikut bergerak saat menelan. Hasil
laboratorium menunjukkan fungsi tiroid yang normal. Dari ultrasonografi
ditemukan benjolan tunggal kelenjar tiroid dengan ukuran 3x3x2 cm
dengan kalsifikasi negative. Apa yang anda anjurkan pada pasien tersebut
A. Terapi PTU 3x100 mg
B. Methymazol 2x 30 mg
C. Tiroidektomi
D. Tiroidektomi ditambah dengan PTU 3x100
E. Tyroidektomi ditambah metymazol 2 x 30 mg
Pembahasan: Tiroidektomi adalah operasi pengangkatan kelenjar tiroid
(subtotal maupun total).
123. SKDI: 4
Seorang anak dewasa muda, 17 tahun datang dengan keluhan berat badan
menurun drastis dalam 1 bulan terakhir ini. Dari pemeriksaan fisik status
gizi kurang, lainnya dalam batas normal. Dari hasil laboratorium
didapatkan gula darah 546 mg/dl. Dari urin didapatkan keton positif.
Terapi yang anda berikan pada pasien tersebut adalah
A. metformin
B. glibenclamid
C. insulin
ILMIAH TO UKMPPD 2015
D. insulin dan metformin
E. insulin dan glibenclamid
Pembahasan: insulin diberikan pada penderita diabetes yang mengalami
penurunan berat badan drastis (cepat) atau penderita diabetes yang
mengalami hiperglikemia yang disertai ketoasidosis.
124. SKDI: 3A
Seorang laki 35 tahun datang dengan keluhan benjolan dileher sejak 1
tahun yl. Tidak mengeluh nyeri, berdebar debar dan berat badan yang
turun disertai sering berkeringat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan
penglihatan terganggu berupa hemianopsia bilateral, dan pembesaran
kelenjar tiroid yang ikut bergerak saat menelan dalam batas normal. Yang
anda pikirkan adalah
A. Hipertiroid primer
B. Hipotiroid primer
C. Hipertiroid sekunder
D. Hipotiroid sekunder
E. Hipertiroid tersier
Pembahasan: dari gejala yang disebutkan mengarah pada penyakit
hipertiroid, sedangkan sekunder berarti suspect karena adanya gangguan
pada kelenjar pituitary (dari adanya penglihatan terganggu berupa
hemianopsia bilateral).
125. SKDI: 4
Seorang perempuan 56 tahun telah diketahui menderita diabetes sejak 3
tahun, datang dengan keluhan mata kabur dan kaki mulai terasa nyeri
serta semutan. Dari pemeriksaan fisik hanya tekanan darah 150/90 mmHg,
lain dalam batas normal. Dari pemeriksaan laboratorium ditemukan
adanya albuminuria positif 2, dengan gula darah puasa 97 mg/dl dan gula
darah 2 jam setelah makan 156 mg/dl. Pemeriksaan anjuran yang anda
anjurkan untuk konfirmasi adalah
A. lipid profile
B. laju filtrasi glomerulus (LFG)
C. HbA1c
D. Elektrocardiografi
E. Thorax foto
Pembahasan: Terlihat bahwa seolah-olah pasien diabetes tersebut dalam
kondisi gula darah yang terkendali, namun ternyata dengan gejala
komplikasi kronis diabetes. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan
konfirmasi dengan HbA1c guna menentukan manajemen yang tepat pada
pasien.
126. SKDI: 4
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang penderita diabetes usia 46 tahun dengan BMI 30 kg/m2. Dengan
lingkar perut 120 cm. Kadar gula darah terkontrol, bertanya tentang olah
raga apa yang sebaiknya dilakukan.
A. fitness dengan beban maksimal yang dapat dia lakukan
B. lari dengan kecepatan tercepat yang dapat dilakukan untuk
menurunkan berat badan
C. jalan cepat dengan beban minimal 1 jam setiap hari, untuk membakar
lemak di perut
D. berenang selama mungkin yang dapat dilakukan
E. olah raga ringan sampai sedang paling tidak 2 hari sekali dengan
waktu 30 menit
Pembahasan: olahraga dengan intensitas berat dan cepat dilarang pada
pasien diabetes karena dapat meningkatkan stres. Olahraga yang
direkomendasikan adalah yang memenuhi : Continous, Rhytmic, Intense,
Progressive, dan Endurance (CRIPE).
127. SKDI: 2
Seorang ibu melahirkan anak dengan berat lahir 3200 gram, laki, dengan
nafas spontan, dan menangis kuat. Dari anamnesis ternyata ibu tersebut
menderita penyakit grave dengan minum PTU 2x 100 mg tiap harinya.
Terakhir control 2 bulan yang lalu dengan kondisi stabil. Pasien jarang
periksa laboratorium karena masalah biaya. Kita perlu periksa bayi yang
baru lahir dengan kecurigaan :
A. hipertiroid
B. hipotiroid
C. agranulositosis
D. gangguan fungsi hati
E. diabetes tipe 1
Pembahasan: bayi ibu tersebut dicurigai dapat menderita hipotiroid karena
riwayat ibu yang rutin meminum PTU dan jarang melakukan pemeriksaan
laboratorium. Selain itu, pemeriksaan hipotiroid pada bayi merupakan
suatu hal yang sangat krusial untuk menemukan sedini mungkin kelainan
hipotiroid kongenital pada anak-anak (golden periode 1 monthly of live).
128. SKDI: 4
Seorang laki 56 tahun dengan berat badan 45 kg, telah menderita dibetes
sejak 5 tahun. Saat ini memakai glibenclamid 10 mg dan metformin
3x500mg. Dari hasil gula darah puasa 220 mg/dl dan 2 jam setelah makan
320 mg/dl. Tekanan darah 150/90 mmHg. Terapi yang anda sarankan
adalah:
A. tambahkan glimipirid 2 mg, dan anti hipertensi
B. Tambahkan pioglitazone dan antihipertensi
C. tambahkan insulin basal dan antihipertensi
D. tambahkan insulin lispro dan antihipertensi
ILMIAH TO UKMPPD 2015
E. tambahkan insulin prandial dan antihipertensi
Pembahasan: Insulin diberikan pada kasus diabetes yang terbukti gagal
dengan kombinasi obat hipoglikemia oral dosis optimal, sedangkan
antihipertensi diberikan sebagai terapi untuk hipertensi pada pasien di atas.
129. SKDI: 4
Bagaimana menurut Anda, kenapa penyakit atherosclerosis sangat sulit
diatasi:
A. pola hidup penduduk sekarang yang cenderung makan makanan yang
tidak sehat
B. aktivitas fisik yang sangat kurang
C. jarang menkonsumsi makanan yangbbanyakmengandung serat
D. atherosclerosis adalah penyakit yang tidak dapat diobati
E. atherosclerosis terjadi jauh sebelum penderita diketahui
menderita diabetes
Pembahasan: Macrovascular changes, dalam hal ini adalah atherosclerosis
dapat berkembang dari 10 tahun sebelum gejala diabetes mellitus
umumnya ditemukan dan terdiagnosis (T2DM BASICS: International
Diabetes Center 2000).
130. SKDI: 4
Seorang penderita diabetes yang melahirkan bayi laki laki dengan berat
badan 4200 gram. Bayi lahir dengan apgar skor baik, Saat hamil ibu
tersebut jarang control gula darah, dengan pengobatan yang tidak teratur.
Menurut anda apa yang harus dicurigai yang akan terjadi pada bayinya,
yang akan memberikan efek serius
A. hiperglikemia
B. hipoglikemia
C. gigantisme
D. hipotiroid
E. hipertiroid
Pembahasan: pengobatan dan kontrol yang tidak teratur pada ibu hamil
dengan DM akan meningkatkan risiko bayi mengalami hipoglikemia.
131. SKDI: 3A
Seorang ibu 75 tahun menderita patah tulang pangkal paha, akibat
tersandung saat bermain dengan cucunya. Penyakit apa yang anda pikirkan
akibat trauma yang ringan tapi membuat fraktur
A. penyakit paget
B. osteosarcoma pada tulang yang sering terjadi pada usia lanjut
C. osteoporosis
D. osteoblastoma , terutama pada wanita post menopause
E. osteopenia, yang dipicu oleh overactivitas pada usia tua
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: Osteoporosis sering terjadi pada wanita tua post menopause,
dimana dengan hanya gerakan yang sedikit saja dapat menyebabkan
fraktur (paling sering di paha, pergelangan tangan dan spine).
132. SKDI:4
Gangguan sel beta pancreas yang pada akhirnya berkembang menjadi
diabetes melitus tipe 2 sebenarnya dimulai dengan gangguan yang dikenal
dengan istilah
A. lipotoxicity
B. glucotoxicity
C. glucolipotoxicity
D. alfa cell toxicity
E. beta cell toxicity
Pembahasan: lipotoxicity adalah sindrom metabolik karena adanya
akumulasi lemak pada jaringan non-adipose (ginjal, hati, jantung dan
otot). Pada pathogenesis T2DM, hal inilah yang kemudian menjadi awal
dari disfungsi serta gangguan sel beta pankreas.
Respirasi
133. SKDI: 3B
Seorang wanita usia 18 tahun ditemukan dengan efusi pleura kanan
minimal. Setelah dlakukan pemeriksaan disimpulkan penyebab efusi
pleura adalah tuberkulosis. Dan Pasien ini menderita penyakit ini pertama
kal dan belum pernah menderita penyakit tuberkulosis sebelumnya.
Pilihan obat yang diberikan pada pasien ini adalah:
A. OAT Kategori I
B. OAT kategori II
C. OAT Sisipan
D. OAT Kategori III
E. OAT paduan untuk MDR
Pembahasan: Untuk terapi pasien tuberkulosis dalam menentukan pilihan
paduan terapi ditentukan oleh ada tidaknya riwayat pengobatan
sebelumnya. Pada kasus ini pasien menderita tuberkulosis untuk pertama
kali (termasuk kasus baru). Jadi pilhan paduan terapi untuk kasus baru
adalah paduan kategori I.
134. SKDI: 3A
Seorang pasien laki-laki datang dengan keluhan batuk-batuk sejak 2 hari
disertai sesak dan nyeri dada kanan. Pasien adalah seorang perokok kurang
lebih 3 pak per hari dan tidak pernah menderita penyakit apapun
sebelumnya. Setelah dilakukan pemeriksaan pasien berperawakan tinggi
kurus. Dari pemeriksaan fisik toraks didapatkan dada kanan tertinggal,
fremitus taktil menurun pada dada kanan, perkusi hipersonor dan suara
napas menurun pada hemitorak kanan. Diagnosis pasien ini yang paling
mungkin adalah?
ILMIAH TO UKMPPD 2015
A. Pneumotoraks Katamenial
B. Pneumotoraks iatrogenik
C. Pneumotoraks primer
D. Pneumotoraks skunder
E. Pneumotoraks Traumatik
Pembahasan: Pneumotorak adalah adanya akumulasi udara pada rongga
pleura. Dari peperiksaan fisik torak dalam keadaan statis dada yang
terkena tampak cembung namun dalam keadaan dinamis tampak
tertinggal, taktil fremitus menurun oleh karena paru kolap, perkusi
didapatkan sonor dan auskultasi suara npapas menurun dan dapat
menghilang. Dari ada tidaknya riwayat penyakit paru sebelumnya
pneumotorak dapat dibedakan jadi penumotorak primer dan sekunder.
Pneumotoraks primer adalah pneumotorak yang penyebabnya belum jelas
dan tidak ada riwayat penyakit baru sebelumnya. Pneumotpraks sekunder
adalah pneumotorak yang penyebabnya diketahui leh karena adanya
penyakit pasru sebelumnya.
135. SKDI: 3A
Seorang pasien wanita datang ke poliinik penyakit dalam dengan keluhan
batuk-batuk sejak 3 minggu lalu. Sejak 2 hari lalu penderita merasa sesak
dan nyeri dada sebelah kiri. Penderita juga mengaku telah diagnosis TB
paru sejak 2 minggu yg lalu. Dari pemeriksaan fisik dada didapatkan
didapatkan perkusi paru kiri hipersonor dan dari auskultasi didapatkan
suara napas paru kiri menurun
A. Pneumotoraks Katamenial
B. Pneumotoraks iatrogenik
C. Pneumotoraks primer
D. Pneumotoraks sekunder
E. Pneumotoraks Ventil
Pembahasan: Pneumotorak adalah adanya akumulasi udara pada rongga
pleura. Dari peperiksaan fisik torak dalam keadaan statis dada yang
terkena tampak cembung namun dalam keadaan dinamis tampak
tertinggal, taktil fremitus menurun oleh karena paru kolap, perkusi
didapatkan sonor dan auskultasi suara npapas menurun dan dapat
menghilang. Dari ada tidaknya riwayat penyakit paru sebelumnya
pneumotorak dapat dibedakan jadi penumotorak primer dan sekunder.
Pneumotoraks primer adalah pneumotorak yang penyebabnya belum jelas
dan tidak ada riwayat penyakit baru sebelumnya. Pneumotpraks sekunder
adalah pneumotorak yang penyebabnya diketahui leh karena adanya
penyakit paru sebelumnya
136. SKDI: 3A
Pasien laki-laki umur 40 tahun datang ke IRD dengan keluhan sesak napas
berat. Disamping itu pasien juga mengeluh dada nyeri dan pasien tampak
ILMIAH TO UKMPPD 2015
sangat gelisah. Dari periksaan Ro dada didapatkan gambaran hiperlusen
hemitoraks kanan, mediastium terdorong ke kiri dan diafragma kanan letak
rendah. Apa diagnosis paling kemungkin dari pasien ini?
A. Pneumotoraks spontan
B. Pneumotoraks iatrogenik
C. Pneumotoraks primer
D. Pneumotoraks sekunder
E. Pneumotoraks Ventil (Tension Pneumothorax)
Pembahasan: Berdasarkan jenis vistelnya pneumotorak dibedakan menjadi
pneumotorak tertutup, pneumotoraks terbuka dan pneumotoraks ventil
(tension pneumotoraks). Pneumotoraks ventil terjadi mekanisme ventil
dimana udara masuk ke ruang pleura saat inspirasi dan tidak dapat keluar
sehingga tekan dalam rongga pleura semakin meningkat yang
menyebabkan gejala terus memberat dan dapat fatal bila tidak ditangani
dengan segera. Akibat tingginya tekanan dalam rongga pleura maka akan
terjadi pendorongan mediastinum ke kontralateral dan penorongan
diafragma ke bawah.
137. SKDI: 4
Seorang pasien laki-laki umur 70 tahun datang Ke IRD dengan keluhan
Batuk, Panas dan sesak sejak 3 hari lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan
didapatkan Tekakanan darah 120/70 MmHg Nadi 100x/Menit, Laju
respirasi 28 x / menit, suhu 38,5 0C, pada pepemriksaan fisik dada ada
suara bronkial , ronki pada parakardial kanan. Apa diagnosis pasien yang
paling mungkin?
A. PPOK
B. Asama Bronkial
C. Bronkitis kronis
D. Bronkiektasis
E. Pneumonia
Pembahasan: Pneumnia adalah adanya peradangan pada jaringan paru
akibat infeksi mikroorganisme. Biasanya kejadiannya akut, yang ditandai
dengan batuk berdahak, demam, sesak napas dan dari periksaan fisik
dijumpai adanya tanda-tanda kosolidasi seperti suara napas bronkial,
fremitus taktil yang meningkat adanya suara ronki pada auskultasi.
138. SKDI: 3A
Pasien laki-laki umur 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk
berdahak terutama saat pagi hari, keluhan ini sdh berlangsung lebih dari 3
bulan dan kadang disertai batuk darah. Dokter di Poliklinik ingin
mencurigai pasien ini mendderita Bronkiektasis. Pemeriksaan yang
diusulkan untuk memastikan diagnosis bronkiektasis pada pasien ini
adalah?
A. Ro toraks PA
ILMIAH TO UKMPPD 2015
B. Pemeriksaan sputum gram
C. Sputum Kultur dan resistensi obat
D. Ct Scan Dada dengan irisan 1-2 mm (HRCT)
E. Bronkoskopi
Pembahasan: Bronkiektasi adalah adanya pelebaran permanen dari
bronkus. Untuk memastikan diagnosis penyakit ini dapat dilakukan
bronkografi dan CT scan toraks dengan irisan 1-2 mm (HRCT). Saat ini ct
scan lebih dipilih oleh karena non invasif.
139. SKDI: 2
Pasien umur 75 tahun datang dengan keluhan sakit kepala dan lemas
separuh tubuh sejak 2 hari lalu. Sebelumnya pasien sudah menerita Kanker
Paru dengan hstologi adeno ca sejak 6 bulan yang lalu. Melihat klinis
pasien tersebut stadium berapakah kemungkinan stadium kanker pada
pasien tersebut?
A. Stadium Ia
B. Stadium Ib
C. Stadium II
D. Stadium III
E. Stadium IV
Pembahasan: Untuk stadium kanker paru jenis NSCLC didasarkan pada
sistem TNM (T=diameter Tumur, N=ada tidaknya metastase ke kelenjar
limfe, M=ada tidaknya metastase jauh).
140. SKDI: 4
Wanita 14 tahun datan ke IRD dengan keluhan sesak napas. Sesak napas
pada pasien ini sering kumat-kumatan yang biasanya terdengar suara
mengi. Saat Di IRD didapatkan Laju respirasi 35 x/menit, pasien tampak
gelisah, sulit bicara dan otot dada tanpak berkontraksi dan sangat sulit
bernapas. Apa kemungkinan diagnosis paling mungkin pada asien ini?
A. Asma persiten ringan
B. Asma Persiten sedang
C. Asma terkontrol
D. Asma eksaserbasi akut sedang
E. Asma eksaserbasi akut berat
Pembahasan: Asma bronkial biasanya ditandai dengan keluhan sesah
napas, batuk dan suara napas mengi yang yang episodik kumat-kumatan.
Dapat mengalami eksaserbasi dan asma eksaserbasi diklasifikasikan dalam
3 kategori sesuai kondisi klinis yaitu eksaserbasi ringan, sedang dan berat.
Melihat klinis pasien tersebut diatas(respirasi 35 x/menit, pasien tampak
gelisah, sulit bicara dan otot dada tanpak berkontraksi dan sangat sulit
bernapas ) maka termasuk kategori asma eksaserbasi akut berat.
141. SKDI: 3B
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang pasien umur 40 tahun datang dengan keluhan sesak. Di Poliklinik
dengan beberapa kali datang pasien diberikan obat bronkodilator Inhalasi
(salbutamol inhalasi), kortikosteroid dan mukolitik. Pada pasien dlakukan
spirometri pada kunjungan berikutnya dengan hasil perbandingan
FEV1/FVC adalah 67% prediksi, apa diagnossis pasien tersebut?
A. Asma Bronkial
B. Bronkhitis kronis
C. PPOK
D. Cystik fibrosis
E. Bronkiektasis
Pembahasan: Diagnosis PPOK ditegakkan melalui pemeriksaan klinis
yang ditandai dengan gejala batuk kronis, berdahak dan sesak napas serta
dipastikan dengan pemeriksaan spirometri post bronkodilator yaitu
perbandingan FEV1/FVC < 70% prediksi.
142. SKDI: 4
Pasien umur 60 tahun didiagnosis pneumonia oleh dokter jaga IRD. Pada
pemeriksaan didapatkan kesadaran kompos mentis, Tekanan darah 110/80
mmHg, Laju respirasi 26x/Menit dan pemeriksaan laboratorium semuanya
dalam batas normal. Di mana sebaiknya pasien ini dirawat?
A. Rawat di ruang ICU
B. Rawat di ruang HCU
C. Rawat ruang biasa
D. Rawt ruang semi intensif
E. Rawat jalan
Pembahasan: Dalam tatalaksana pasien pneumonia, setelah diagnosis
ditegakkan kemudian kita menentukan apakah pasien cukup rawat jalan
atau memerlukan rawat inap. Untuk menentukan tempat perawatan dapat
menggunakan index beratnya pneumonia dengan CRB-65 yaitu
(C=confus, R=resrpasis rate >30x/menit, B=tekanan darah < 90/60 mhHG,
65=Umur ≥ 65 tahun) Bila tidak nilainya 0, bila ya nilainya 1, sehingga
nilai terendah adalah 0 dan maksmal nilainya 4. Bila nilainya dapat 0 maka
rawat jalan bila 1 keatas rawat inap.
143. SKDI: 2
Seorang wanita umur 65 tahun datang ke IRD dengan keluhan sesak napas
dan berat di dada kanan. Setelah dilakukan peperiksaan fisik didapatkan
dada sebelah kanan dalam kondisi diam lebih cembung dari dada sebelah
kiri sedangkan dalam pergerakan napas dada kanan tampak tertinggal.
Dari palpasi dada didapatkan premitus taktil menurun di kanan, pada
perkusi dada kanan redup dan kiri sonor serta dari auskultasi didapatkan
suara napas menghilang pada dada kanan dan kiri terdengan suara
vesikuler dan tidak dijumpai wizing ataupun ronki. Dari hasil pemeriksaan
diatas apa diagnosis paling mungkin pasien tersebut?
ILMIAH TO UKMPPD 2015
A. Pneumotoraks kiri
B. Efusi pleura kanan
C. Pluritis kiri
D. Pneumonia
E. Tumor Paru
Pembahasan: Efusi pleura adalah adanya akumulasi berlebih cairan pada
rongga pleura. Pada pemeriksaan fisik dada akan dijumpai Inspeksi dada
tampak cembung pada sisi yang terkena, gerakan dada tertinggal pada sisi
yang terkena, fremitus taktil menurun pada sisi terkena, suara perkusi
redup pada sisi yang terkena dan suara napas menurun dan bahkan
menghilang pada sisi terkena.
144. SKDI: 3A
Seorang laki-laki umur 35 tahun berperawakan tinggi kurus dan perokok
datang ke IRD dengan sesak napas dan nyeri dada kanan. Sesak dirasa
semakin memberat dengan cepat. Setelah dilakukan pemeriksaan
didapatkan dada kanan tampak tertinggal saat pasien bernapas, premitus
taktil menurun pada dada kanan, perkusi hipersonor dan suara napas tidak
terdengar pada dada kanan. Diagnosis paling mungkin adalah?
A. Pneumotoraks kanan
B. Efusi pleura kanan
C. Pluritis kiri
D. Pneumonia
E. Tumor Paru
Pembahasan: Pneumotoraks adalah adanya akumulasi udara pada rongga
pleura. Pada pemeriksaan fisik dada akan dijumpai Inspeksi dada tampak
cembung pada sisi yang terkena, gerakan dada tertinggal pada sisi yang
terkena, fremitus taktil menurun pada sisi terkena, suara perkusi
hipersonor pada sisi yang terkena dan suara napas menurun dan bahkan
menghilang pada sisi terkena.
145. SKDI: 3B
Pasien seorang laki-laki umur 65 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan batuk lama lebih dari 3 bulan, disertai sesak napas adanya dahak
setiap kali batuk. Pasien adalah seorang perokok sejak umur 20 tahun.
Oleh dokter di ploikilnik pasien inii dicurigai menderita PPOK. Untuk
memastikan diagnosis kerja pasien ini seharusnya dokter poliklinik
meminta pemeriksaan?
A. Ro. Dada
B. Ct scan dada
C. Spirometri
D. ECG
E. Analisa gas darah
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: PPOK didiagnosis secara klinis dengan adanya keluhan
batuk kronis, berdahak, sesak napas dan adanya riwayat merokok. Namun
memastikan diagnosis akan dilakukan pemeriksaan spirometri poist
bronkodilator dengan hasil FEV1/FVC < 70% prediksi.
146. SKDI: 4
Pasien umur 45 tahun datang ke IRD dengan keluhan demam tinggi yang
dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk yang disertai
dahak dan dahaknya berwarna kuning kehijauan. Pasien ini sebelumnya
tidak pernah menderita penyakit apapun. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan respirasi rate 26x/menit Dari auskultasi didapatkan suara napas
bronkial, ada suara ronki di para kardial kanan. Dari Rontgen dada
didapatkan gambar infiltral para parakardial kanan. Apa diagnosis pasien
ini?
A. Pneumonia Komunitas
B. Pneumonia nosokomial
C. HAP
D. HCAP
E. TB Paru
Pembahasan: Pneumonia ditegakan denga adanya keluhan batuk berdahap
, sesak napas demam, adanya tanda-tanda konsolidasi serta didapatkan
infiltrat baru atau adanya perburukan infiltrat pada rontgen dada.
Pneumonia juga diklasifikasikan berdasarkan sumber mikroorganisme
penyebab. Apabila mikroorganisme penyebab diperkirakan berasal dari
masyarakat / komunitas maka pneumonia disebut pneumonia komunitas.
Sedangkan bila sumber mikroorganisme dari rumah sakit atau tempat
pelayanan kesehatan maka disebut pneumonia nosokomial yang
diantaranya adalah HAP, HCAP dan VAP)
147. SKDI: 4
Seorang ibu sedang hamil umur kehamilan 2 bulan, datang ke Poli Paru
RSUP sanglah Denpasar dengan keluhan batuk sejak 3 minggu lalu
disertai darah. Pasien juga mneluh badannya panas, sering keluar keringat
malam, nafsu makan menurun, berat badan menurun dan lemas. Setelah
dilakukan pemeriksaan BTA sputum didapatkan hasilnya positif. Obat
yang dihindari pada pasien ini adalah?
A. Rifampisin
B. INH
C. Etambutol
D. Pirazinamid
E. Streptomisin
Pembahasan: Ibu Hamil dengan penyakit TB tatap dapat diobati dengan
obat anti TB (OAT) selama kehamilannya. Namun obat yang
kontraindikasi pada ibu hamil adalah streptomisin, oleh karena itu jganan
ILMIAH TO UKMPPD 2015
memberikan obat streptomisin pada ibu hamil oleh karena tolsik terhadap
bayi dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada bayi yang
dikandung.
148. SKDI: 2
Seorang pasien laki-laki umur 25 tahun sudah didiagnosis oleh dokter
dengan TB Paru dan telah diobati selama 3 bulan. Setelah dilakukan
pemeriksaan ulang dahak didapatkan BTA sputum masih positif.
Kemudian pasien tersebut dilakukan kultur BTA dan ternyata kulkturnya
tumbuh dan resisten terhadap INH dan etambutol sedang obat lainya
semuanya sensitif. Apa diagnosis pasien ini sekarang?
A. TB paru monoresisten
B. TB Paru MDR
C. TB paru Poli resisten
D. TB Paru XDR
E. TB paru resisten total
Pembahasan: Monoresiten adalah resisten terhadap satu macam obat OAT.
MDR resisten terhadap INH dan rifampisin secara bersamaan. Poli
Resisten adalah resisten terhadap dua atau lebih OAT namun bukan
kombinasi INH dan rifamfisin bersamaan. XDR adalah MDR ditambah
resisten salah satu obat suntik lini 2 yaitu kanamisin atau amikasin,
kapriomisin dan slah satu golongan kuinolon. Totaly resisten adalah
resisten terhadap semua obat TB.
149. SKDI: 4
Seorang pasien 18 tahun datang dengan keluhan batuk selama 4 hari,
panas dan berdahak yang warnanya bening. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan suara napas bronkial, ronki di para hiler kiri. Setelah dilakukan
pemeriksaan rontgen dada ternyata hasilnya dalam batas normal. Apa
diagnosis paling mungkin?
A. Pneumonia
B. Bronkitis akut
C. Bronkiektasis
D. Atelektasis
E. Pleuritis
Pembahasan: Bronkitis akut adalah peradangan bronkus yang terjadi akut
yang sering disebabkan oleh virus, yang ditandai dengan batuk, batuk
berdahak, demam dan dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda suara
bronkial dan ronki, sedang bila dilakukan pemeriksaan rontgen dada
hasilnya tampak normal.
150. SKDI: 4
Seorang pasien lalli-laki 25 tahun datang dengan keluhan batuk 2 minggu
disertai dahak. Penderita juga mngeluh merasa demam, keringat malam,
berkeringat dimalam hari walaupun tanpa aktifitas, napsu makan menurun
ILMIAH TO UKMPPD 2015
dan berat badan menurun. Oleh dokter di Puskesmas dicurigai pasien ini
menderita tuberkuloais. Untuk memastkan diagnosis pemeriksaan apa
yang dianjurkan pada pasien ini?
A. BTA Sputum
B. Kultur BTA
C. Rontgen Dada
D. Ct scan dada
E. Spirometri
Penjelasan: Dalam memastikan diagnsosi TB Paru pemeriksaan yang
paling cepat dan spesitas yang cukup tinggi adalah BTA sutum sebanyak 3
kali pemeriksaan yaitu dahak sewaktu, pagi, sewaktu. Kultur BTA adalah
merupakan gold standar tapi hasilnya cukup lama sehingga bukan pilihan
pertama. Rontgen toraks tidak spesifik sehingga baru dikerjakan bila BTA
sputum negatif.
151. SKDI: 3B
Seorang pasien laki-laki umur 70 tahun datang dengan keluhan sesak
napas, batuk kronis dan berdahak. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 3
tahun lalu dan dirasa semakin memberat saja. Dalam satu tahun terakhir
pasien ini sudah 2 kali opname. Dan masih tetap merasa sesak walaupun
saat istirahat. Setelah dilakukan pemeriksaan spirometri yang dialkukan
setelah pemberian bronkodilator didapatkan FEV1/FVC < 0,70 dan FEV1
< 0,30 Prediksi. Melihat data diatas termasuk kelompok mana pasien
tersebut diatas menurut GOLD 2015?
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E
Pembahasan: PPOK berdasarkan berat ringannya symtom dan tinggi
rendahnya risiko dikelompokan ke dalam kelompok ABCD. A adalah
kelompok simtom ringan risiko rendah, B adalah kelompok simtom berat
ririko rendah. C adalah kelompok simtom ringan risiko tinggi dan D
adalah kelompok simtom bearat risiko tinggi.
152. SKDI: 4
Pasien umur 55 tahun didiagnosis pneumonia oleh dokter jaga IRD.
Riwayat istirahat, 2x opname dalam satu tahun dan FEV!< 0,30 adalah
termasuk kelompok D.penyakit sebelumnya tidak ada. Pada pemeriksaan
didapatkan kesadaran kompos mentis, Tekanan darah 110/80 mmHg, Laju
respirasi 26x/Menit dan pemeriksaan laboratorium semuanya dalam batas
normal. Oleh dokter jaga IRD pasien akan dipulangkan /rawat jalan.
Antibiotika pilihan pada pasien ini sesuai guidline IDSA/ATS adalah:
A. Acitromisin
ILMIAH TO UKMPPD 2015
B. Astreonam
C. Cifrofloxasin
D. Tetrasiiklin
E. Metronidazol
Pembahasan: Pemilihan antibiotika pada pasien pneumonia ditentukan
pada berat ringannya penyakit / apakah rawat jalan atau rawat inap. Pada
pasien rawat jalan dan sebelumnya tidak pernah sakit dan tidak ada
pengunaan antibiotika sebelumnya ada beberapa alternatif yang dapat
dipilih menurut IDSA/ATS guidline yaitu ( azitromisin atau Amoxicilin
dosis tinggi / Doxiciklin).
Gastroenterologi dan Hepatobiliari
153. SKDI: 3A
Seorang laki-laki umur 24 tahun datang ke UGD dengan jalan agak
membungkuk sambil memegang perut kanan. Pasien mengeluh demam
sejak seminggu disertai nyeri perut kanan atas. Pada pemeriksaan pasien
demam, sedikit ikterus, hepar teraba dan nyeri tekan. Diagnosis yang
paling mungkin dari pasien tersebut, adalah:
A. Hepatitis akut
B. Kolesistitis akut
C. Abses hepar
D. Appendicitis akut
E. Pyelonefritis akut
Pembahasan: Pasien dengan abses hepar sering jalan agak membungkuk
untuk mengurangi nyeri, dan pada pemeriksaan fisik ditemukan demam,
hepatomegali dan nyeri, ikterus, dan demam. Pada hepatitis akut, saat
ikterus demam sudah tidak ada lagi, dan ikterusnya lbh berat, sedangkan
pada kolesisititis akut tidak ditemukan adanya ikterus.
154. SKDI: 3A
Seorang laki-laki umur 24 tahun datang ke UGD dengan jalan agak
membungkuk sambil memegang perut kanan. Pasien mengeluh demam
sejak seminggu disertai nyeri perut kanan atas. Pada pemeriksaan pasien
demam, sedikit ikterus, hepar teraba dan nyeri tekan. Pemeriksaan
penunjang yang disarankan untuk memastikan diagnosis tersebut, adalah:
A. Foto polos abdomen
B. USG abdomen
C. Pemeriksaan enzym hati
D. Foto thoraks
E. Pemeriksaan urine lengkap
Pembahasan: Diagnosis pasti abses hepar dengan USG abdomen, tampak
gambaran nodul hipoekoik batas tidak tegas dengan debris di dalamnya
dan disertai dengan distal enhancement.
ILMIAH TO UKMPPD 2015
155. SKDI: 3B
Seorang wanita 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan demam disertai
nyeri perut kanan atas dan sedikit mual. Pada pemeriksaan fisik pasien
tampak obese, demam dan ditemukan Murphy's sign positip. Diagnosis
yang paling mungkin dari pasien tersebut, adalah:
A. Glomerulonefritis akut
B. Abses hepar
C. Demam tifoid
D. Kolesisititis akut
E. Demam dengue
Pembahasan: ada faktor risiko (female, forty dan fatty ), dan Murphy's sign
menandakan ada peradangan kantung empedu
156. SKDI: 3B
Seorang wanita 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan demam disertai
nyeri perut kanan atas dan sedikit mual. Pada pemeriksaan fisik pasien
tampak obese, demam dan ditemukan Murphy's sign positip. Usulan
pemeriksaan yang dianjurkan untuk menegakkan diagnosis pasien
tersebut, adalah:
A. Widal
B. Serologi Amoeba
C. Urine lengkap
D. USG abdomen
E. IgM dan IgG anti-Dengue
Pembahasan: Diagnosis pasti kolesistitis akut dengan USG yaitu adanya
penebalan atau double layer dinding gaal bladder dengan atau tanpa batu
di dalamnya.
157. SKDI: 3B
Seorang wanita 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan demam disertai
nyeri perut kanan atas dan sedikit mual. Pada pemeriksaan fisik pasien
tampak obese, demam dan ditemukan Murphy's sign positip. Pengobatan
yang akan diberikan kepada pasien tersebut, adalah:
A. Parasetamol, anti muntah
B. Parasetamol, antibiotika
C. Parasetamol, anti muntah dan vitamin
D. Parasetamol dan cairan infus
E. Parasetamol, cairan infus, anti muntah dan vitamin
Pembahasan: sudah jelas
158. SKDI: 4
Seorang ibu umur 72 tahun datang ke UGD diantar keluarganya karena
berak hitam. Pasien tsb beberapa tahun yang lalu pernah dirawat karena
serangan jantung dan sampai sekarang masih mengkonsumsi obat-obatan
ILMIAH TO UKMPPD 2015
seperti isosorbid dinitrat (ISDN), asetosal, clopidogrel, simvastatin dan
bisoprolol. Diagnosis mungkin pasien tersebut di atas, adalah:
A. Gastritis erosiva
B. Reaksi anafilaksis
C. Ulkus peptikum
D. A dan C benar
E. Semua benar
Pembahasan: Pemakaian asetosal (NSAID) pada umur diatas 65 thn
merupakan faktor risiko terjadinya perdarahan saluran cerna, dengan
spektrum klinis dari erosi sampai dengan timbulnya ulkus.
159. SKDI: 4
Seorang ibu umur 72 tahun datang ke UGD diantar keluarganya karena
berak hitam. Pasien tsb beberapa tahun yang lalu pernah dirawat karena
serangan jantung dan sampai sekarang masih mengkonsumsi obat-obatan
seperti isosorbid dinitrat (ISDN), asetosal, clopidogrel, simvastatin dan
bisoprolol. Obat yang paling mungkin sebagai penyebab terjadinya
kelainan pada pasien tersebut :
A. Asetosal
B. Clopidogrel
C. ISDN
D. Simvastatin
E. Bisoprolol
Pembahasan: NSAID (asetosal) menyebabkan kerusakan mukosa gaster
secara sistemik melalui penghambatan prostaglandin yang berfungsi
menjaga keutuhan mukosa lambung, dan juga secara lokal melalui difusi
ke dalam sel epithel gaster.
160. SKDI: 4
Seorang ibu umur 72 tahun datang ke UGD diantar keluarganya karena
berak hitam. Pasien tsb beberapa tahun yang lalu pernah dirawat karena
serangan jantung dan sampai sekarang masih mengkonsumsi obat-obatan
seperti isosorbid dinitrat (ISDN), asetosal, clopidogrel, simvastatin dan
bisoprolol. Pemeriksaan lanjutan yang perlu dianjurkan kepada pasien tsb,
adalah:
A. USG abdomen
B. Foto polos abdomen
C. Gastroscopy
D. Angiography
E. Foto thoraks
Pembahasan: Gastroscopy adalah prosedur diagnostik untuk melihat
kelainan saluran cerna atas secara langsung mulai dari esophagus, gaster
dan 2/3 bagian duodenum.
161. SKDI: 4
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang ibu umur 72 tahun datang ke UGD diantar keluarganya karena
berak hitam. Pasien tsb beberapa tahun yang lalu pernah dirawat karena
serangan jantung dan sampai sekarang masih mengkonsumsi obat-obatan
seperti isosorbid dinitrat (ISDN), asetosal, clopidogrel, simvastatin dan
bisoprolol. Penanganan pasien tersebut diatas selain menghentikan obat
yang dicurigai sebagai penyebab, adalah juga dengan memberikan obat
sbb:
A. Antasida
B. Sukralfat
C. Proton pump inhibitor
D. A dan C benar
E. Semua benar
Pembahasan: Penanganan erosi atau ulkus di lambung / duodenum pada
prinsipnya adalah mengurangi aktivitas asam di lambung dengan cara
menghambat produksinya dengan PPI atau menetralkan dengan antasida,
dan memperbaiki mukosa yang rusak dengan pemberian sitoprotektor
yaitu sukralfat.
162. SKDI: 4
Seorang laki-laki warga negara Australia datang ke UGD dengan keluhan
sejak 6 hari yang lalu mengeluh badannya lemah, lesu, anoreksia, mual
disertai muntah dan kencing berwarna gelap seperti teh. Pasien
mengatakan baru 3 minggu yang lalu datang dari India. Selama di India
pasien tsb sering makan salad di warung pinggir jalan. Pada pemeriksaan
ditemukan ikterus. Diagnosis mungkin pasien tersebut :
A. Malaria
B. Demam chikungunya
C. Hepatitis virus A akut
D. Gastritis
E. Demam tifoid
Pembahasan: Keluhan saluran cerna yang disertai dengan ikterus
menunjukkan adanya kelainan di hati, dengan faktor risiko mengkonsumsi
makanan yang tidak higienis, dan keluhan yang muncul sesuai dengan
masa inkubasi dari virus hepatitis A ( 2-6 minggu), yang ditularkan
melalui makanan dan minuman.
163. SKDI: 4
Seorang laki-laki warga negara Australia datang ke UGD dengan keluhan
sejak 6 hari yang lalu mengeluh badannya lemah, lesu, anoreksia, mual
disertai muntah dan kencing berwarna gelap seperti teh. Pasien
mengatakan baru 3 minggu yang lalu datang dari India. Selama di India
pasien tsb sering makan salad di warung pinggir jalan. Pada pemeriksaan
ditemukan ikterus. Pasien di atas kemungkinan tertular penyakit tersebut
melalui :
ILMIAH TO UKMPPD 2015
A. Gigitan nyamuk
B. Makanan dan minuman
C. Saluran nafas
D. Hubungan seksual
E. Semua di atas benar
Pembahasan: Sudah jelas
164. SKDI: 4
Seorang laki-laki warga negara Australia datang ke UGD dengan keluhan
sejak 6 hari yang lalu mengeluh badannya lemah, lesu, anoreksia, mual
disertai muntah dan kencing berwarna gelap seperti teh. Pasien
mengatakan baru 3 minggu yang lalu datang dari India. Selama di India
pasien tsb sering makan salad di warung pinggir jalan. Pada pemeriksaan
ditemukan ikterus. Usulan pemeriksaan penunjang yang dianjurkan untuk
menguatkan diagnosis tersebut :
A. SGOT dan SGPT
B. IgM anti HAV
C. Darah malaria
D. Widal
E. A dan B benar
Pembahasan: Pada hepatitis virus akut enzym SGOT dan SGPT akan
sangat meningkat yang menunjukkan adanya injuri sel-sel hati, dan
diagnosis pasti hepatitis virus A akut adalah dengan pemeriksaan IgM anti
HAV yang positip.
165. SKDI: 4
Seorang laki-laki warga negara Australia datang ke UGD dengan keluhan
sejak 6 hari yang lalu mengeluh badannya lemah, lesu, anoreksia, mual
disertai muntah dan kencing berwarna gelap seperti teh. Pasien
mengatakan baru 3 minggu yang lalu datang dari India. Selama di India
pasien tsb sering makan salad di warung pinggir jalan. Pada pemeriksaan
ditemukan ikterus. Pengobatan yang akan diberikan kepada pasien tersebut
di atas adalah:
A. Artesunat
B. Levofloxacin
C. Hepatoprotektor dan multivitamin
D. Golongan H2 receptor antagonist
E. Proton pump inhibitor
Pembahasan: Penanganan hepatitis virus akut cukup dengan bed rest dan
pemberian hepatoprotektor dan vitamin.
166. SKDI: 3A
Seorang laki-laki dewasa datang ke UGD mengeluh dadanya panas seperti
terbakar yang menjalar sampai ke tenggorokan. Pasien juga mengatakan
sering bersendawa. Pasien pernah dirawat 3 bulan yang lalu dengan
ILMIAH TO UKMPPD 2015
keluhan yang sama dan telah dilakukan pemeriksaan Gastroscopy dengan
hasil adanya erosi di esofagus 1/3 distal dan hiatal hernia. Penyakit lain
tidak ditemukan selama dalam perawatan tersebut. Diagnosis mungkin
pasien tersebut di atas adalah:
A. Gastritis kronis
B. Gastroesophageal reflux disease ( GERD )
C. Dyspepsia fungsional
D. Ulkus peptikum
E. Mallory-Weiss syndrome
Pembahasan: heartburn adalah keluhan utama pasien GERD ditambah
adanya hasil Gastroscopy yang menunjukkan injuri mukosa esofagus
akibat refluks asam lambung.
167. SKDI: 3A
Seorang laki-laki dewasa datang ke UGD mengeluh dadanya panas seperti
terbakar yang menjalar sampai ke tenggorokan. Pasien juga mengatakan
sering bersendawa. Pasien pernah dirawat 3 bulan yang lalu dengan
keluhan yang sama dan telah dilakukan pemeriksaan Gastroscopy dengan
hasil adanya erosi di esofagus 1/3 distal dan hiatal hernia. Penyakit lain
tidak ditemukan selama dalam perawatan tersebut. Pengobatan yang akan
diberikan kepada pasien tersebut, adalah:
A. Obat golongan H2RA
B. Proton pump inhibitor
C. Prokinetik
D. Antasida
E. Semua benar
Pembahasan: Penanganan GERD adalah dengan obat-obatan prokinetik
untuk mengatasi refluks dan obat-obatan untuk mengurangi pengaruh asam
lambung dengan menekan produksinya menggunakan PPI atau H2RA, dan
menetralkan dengan antasida.
Infeksi
168. SKDI: 4
Seorang perempuan usia 35 tahun datang dengan keluhan panas badan
sejak 10 hari. Panas badan meningkat perlahan dan kemudian menetap
tinggi. Panas tidak disertai menggigil dan berkeringat. Perut dikeluhkan
kembung dan BAB sulit sejak 4 hari. Suhu badan saat diperiksa 39◦ C,
nadi 88 x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium awal: Hb 12 g/dL; Leu
8.8 x 103 /uL; HCT 36%; Plt 180 x 103/uL. Pemeriksaan penunjang yang
diminta:
A. NS1
B. RDT malaria
C. Widal
ILMIAH TO UKMPPD 2015
D. Ig M anti Dengue
E. Ig G anti Dengue
Pembahasan: Kasus panas badan hari ke – 10 tipe panas continuous fever
pada minggu kedua, disertai gejala saluran cerna, pemeriksaan dengan
bradikardi relative dan lidah kotor, diagnosa kerja: demam tifoid.
Pemeriksaan penunjang awal pada kasus kecurigaan demam tifoid saat
datang pada minggu ke-2 adalah widal. Untuk konfirmasi harus dilakukan
kultur darah dengan media gall.
169. SKDI: 3A
Seorang laki – laki usia 40 tahun datang dengan keluhan perut membesar
sejak 3 bulan terakhir. Keluhan disertai panas badan meriang dan keringat
malam. Berat badan menurun 6 kg sejak perut membesar. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan limfadenopati inguinal dan perkusi abdomen
pekak timpani berselang seling. Apa diagnosis kerja pasien tersebut di
atas?
A. Appendisitis akut
B. Sirosis hati
C. Peritonitis tuberkulosa
D. Perlemakan hati
E. Hepatoma
Pembahasan: Klinis pembesaran perut kronik yang pada perkusi
menunjukkan chess board phenomena disertai gejala konstitusional panas
badan, penurunan BB dan keringat malam sesuai dengan peritonitis TB
170. SKDI: 4
Laki laki usia 50 tahun datang ke UGD karena muntah dan diare terus
menerus sejak 1 hari sebelumnya. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran
somnolen, TD 70/50 mmHg; Nadi 124 x/menit cepat lemah; RR 24
x/menit, akral dingin. Tindakan yang dikerjakan di UGD:
A. Berikan infus inotropik
B. Berikan infus dekstrosa 40%
C. Diberikan arang aktif per oral
D. Berikan infus Ringer Lactate
E. Berikan loperamide
Pembahasan: Tatalaksana kasus dengan syok adalah pemberian cairan
kristaloid seperti Ringer Lactate
171. SKDI: 4
Seorang wanita usia 19 tahun datang ke UGD dengan keluhan kencing
berwarna kehitaman sejak 1 hari. Sebelumnya pasien panas badan hilang
timbul selama 2 minggu, panas disertai menggigil dan berkeringat.
Riwayat sebelumnya berwisata ke Raja Ampat, Jayapura 1 bulan sebelum
timbulnya panas badan. Pemeriksaan yang diminta untuk menegakkan
diagnosis:
ILMIAH TO UKMPPD 2015
A. Tetes tebal dan tetes tipis malaria
B. Ig M antiSalmonella typhi
C. IgM anti Dengue
D. IgG anti Dengue
E. Kultur urine
Pembahasan: Panas badan khas degan trias malaria dan riwayat bepergian
ke daerah endemis malaria. Diagnosis pasti malaria adalah tetes tebal dan
tipis malaria dan ditemukan plasmodium yang menjadi penyebab infeksi.
172. SKDI: 4
Seorang wanita usia 19 tahun datang ke UGD dengan keluhan kencing
berwarna kehitaman sejak 1 hari. Sebelumnya pasien panas badan hilang
timbul selama 2 minggu, panas disertai menggigil dan berkeringat.
Riwayat sebelumnya berwisata ke Raja Ampat, Jayapura 1 bulan sebelum
timbulnya panas badan. Hasil pemeriksaan didapatkan anemis dengan Hb
4g/dL; Hemoglobinuria dan RDT malaria positif falciparum. Apa
diagnosis pada kasus ini?
A. Demam tifoid komplikata
B. Dengue syok syndrome
C. Leptospirosis
D. Malaria falciparum berat
E. Glomerulonefritis akut
Pembahasan: RDT positif terhadap malaria disertai gejala klinis berat (Hb
< 5g/dL dan hemoglobinuria) sesuai untuk diagnosis malaria falciparum
berat.
173. SKDI: 4
Seorang wanita usia 19 tahun datang ke UGD dengan keluhan kencing
berwarna kehitaman sejak 1 hari. Sebelumnya pasien panas badan hilang
timbul selama 2 minggu, panas disertai menggigil dan berkeringat.
Riwayat sebelumnya berwisata ke Raja Ampat, Jayapura 1 bulan sebelum
timbulnya panas badan. Pemeriksaan didapatkan anemis, Hb 5 g/dL,
hemoglobinuria, RDT malaria positif falciparum. Bagaimana tatalaksana
kasus ini?
A. Transfusi whole blood segera
B. Berikan injeksi arthesunate
C. Terapi klorokuin
D. Hemodialisis segera
E. Berikan sulfadoksin pirimetamin
Pembahasan: Kasus malaria berat ditangani dengan pemberian arthesunate
diberikan dalam bentuk injeksi. Terapi oral tidak disarankan pada kasus
berat. Daerah Indonesia sudah resisten klorokuin dan sulfadoksin
pirimetamin.
174. SKDI: 4
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Wisatawan asal Kanada berencana berlibur ke pulau Alor selama 2
minggu. Wisatawan ini minta saran pencegahan malaria. Apa saran yang
anda berikan?
A. Doksisiklin 1x 100 mg / hari
B. Chloroquin 1x 150 mg/ minggu
C. Sulfadoksin pirimetamin 1x3 tablet/hari
D. Primaquin 1x 30 mg/hari
E. Ciprofloksasin 1x 500 mg/ hari
Pembahasan: Profilaksis primer malaria di Indonesia menggunakan
doksisiklin, terkait resistensi parasit malaria terhadap klorokuin.
175. SKDI: 4
Seorang perempuan usia 35 tahun datang dengan keluhan panas badan
sejak 6 hari. Panas badan meningkat perlahan, tidak disertai menggigil dan
berkeringat. Perut dikeluhkan kembung dan BAB sulit sejak 2 hari. Suhu
badan saat diperiksa 39◦ C, nadi 88 x/menit. Didapatkan lidah kotor.
Pasien sudah membawa laboratorium Widal typhi O 1/160. Tatalaksana
yang sesuai untuk kasus ini:
A. Diet bebas tinggi kalori tinggi protein agar nutrisi mencukupi
B. Berikan laksatif untuk keluhan BAB
C. Perlu dilakukan CT scan abdomen dengan kontras
D. Antibiotik golongan quinolon dapat diberikan
E. Perlu cairan kristaloid 30 cc/kg BB dalam 30 menit
Pembahasan: Tatalaksana demam tifoid meliputi tirah baring, diet rendah
serat, dan pemberian antibiotic golongan quinolon, cephalosporin,
penicillin, co-trimoksasol, chloramfenicol, tiamfenicol, atau macrolide.
Pilihan antibiotic disesuaikan dengan usia pasien, kondisi klinis dan resiko
komplikasi yang mungkin terjadi
176. SKDI: 4
Seorang laki laki 67 tahun bekerja sebagai petani, datang ke klinik dengan
keluhan lemas badan, telinga berdenging, nyeri perut dan diare hilang
timbul sejak 4 bulan. Pemeriksaan didapatkan anemis, Hb 6 g/dL; MCV
60 fl; MCH 25 pg; eosinofil 12 %. Pemeriksaan lain yang diminta:
A. Kultur darah
B. Kultur urine
C. Sitologi sputum
D. Analisa ova dan parasit feses
E. Kultur feses
Pembahasan: Kasus laki laki petani, dengan sindrom anemia, didapatkan
anemia hipokromik mikrositer dengan kadar eosinofil tinggi. Kondisi yang
perlu dicurigai adalah infestasi cacing. Evaluasi yang diminta adalah
pemeriksaan feses untuk analisa telur dan cacing
177. SKDI: 4
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang laki laki 56 tahun datang dengan panas badan hilang timbul
seminggu terakhir disertai batuk, mengi dan sesak. pembengkakan kaki
kanan dan skrotum kanan yang membesar sejak 4 tahun terakhir.
Pemeriksaan fisik didapatkan limfadenopati dan limfangitis inguinal,
limfedema extremitas inferior kanan dan limfedema testis. Pernyataan
yang sesuai untuk kasus tersebut
A. Diagnosis dengan deteksi microfilaria di darah, kiluria dan cairan
hidrokel
B. Terapi filariasis menggunakan ketoconazole
C. Pemeriksaan darah microfilaria dikerjakan pada siang hari
D. Kasus ini disertai aneosinofilia
E. Tes widal mengkonfirmasi diagnosis
Pembahasan: Klinis dengan limfedema dan hidrokel akibat lemfedema
pada skrotum disertai gejala eksaserbasi akut filariasis. Diagnostic dengan
deteksi microfilaria pada darah atau cairan limfe.
178. SKDI: 4
Seorang laki – laki 44 tahun datang dengan keluhan kencing pekat seperti
teh sejak 1 hari yang lalu. Jumlah kencing juga berkurang menjadi sekitar
300 cc/24 jam. Riwayat panas badan sejak 8 hari yang lalu, panas naik
turun tidak membaik dengan parasetamol. Keluhan panas timbul 5 hari
setelah bersih bersih rumah yang tergenang karena kebanjiran. Pada
pemeriksaan didapatkan kesadaran E4V5M6; TD 110/60 mmHg; Tax
37.8˚C; Nadi 99 x/menit; RR 18 x/menit; VAS 0/10. Conjungtival
suffusion dan PCVI +/+. Sklera ikterik. Hepatomegali dengan liver span
14 cm. Nyeri tekan mm. gastrocnemius +. Pernyataan yang sesuai untuk
kasus ini adalah:
A. Kasus ini disebabkan oleh infeksi Clostridium difficile, suatu bakteri
gram negative intraseluler
B. Infeksi ini termasuk infeksi oportunistik
C. Patogenesis kelainan fungsi hati akibat efek toksik endotoksin
D. Pada port d’entre gejala ground itch
E. Kelainan fungsi hati dan keterlibatan ginjal merupakan
manifestasi Weill disease
Pembahasan: Gangguan fungsi hati dan ginjal pada leptospirosis terjadi
pada fase imun sekitar 7 hari (minggu kedua) periode demam. Khas
kelainan edema konjungtiva disertai PCVI, nyeri gastrocnemius akibat
vasculitis.
179. SKDI: 4
Seorang laki – laki 44 tahun datang dengan keluhan kencing pekat seperti
teh sejak 1 hari yang lalu. Jumlah kencing juga berkurang menjadi sekitar
300 cc/24 jam. Riwayat panas badan sejak 8 hari yang lalu, panas naik
turun tidak membaik dengan parasetamol. Keluhan panas timbul 5 hari
ILMIAH TO UKMPPD 2015
setelah bersih bersih rumah yang tergenang karena kebanjiran. Pada
pemeriksaan didapatkan kesadaran E4V5M6; TD 110/60 mmHg; Tax
37.8˚C; Nadi 99 x/menit; RR 18 x/menit; VAS 0/10. Conjungtival
suffusion dan PCVI +/+. Sklera ikterik. Nyeri tekan mm. gastrocnemius +.
Pemeriksaan penunjang apa yang anda usulkan?
A. VDRL dan TPHA
B. HBV DNA
C. NS1
D. Antibodi anti-Leptospira dengan MAT
E. IgM anti-Salmonella typhi O
Pembahasan: Microscopic agglutination test (MAT) adalah standar
diagnosis leptospira, mendeteksi titer antibody terhadap antigen leptospira.
180. SKDI: 4
Seorang laki – laki 44 tahun datang dengan keluhan kencing pekat seperti
teh sejak 1 hari yang lalu. Jumlah kencing juga berkurang menjadi sekitar
300 cc/24 jam. Riwayat panas badan sejak 8 hari yang lalu, panas naik
turun tidak membaik dengan parasetamol. Keluhan panas timbul 5 hari
setelah bersih bersih rumah yang tergenang karena kebanjiran. Pada
pemeriksaan didapatkan kesadaran E4V5M6; TD 110/60 mmHg; Tax
37.8˚C; Nadi 99 x/menit; RR 18 x/menit; VAS 0/10. Conjungtival
suffusion dan PCVI +/+. Sklera ikterik. Nyeri tekan mm. gastrocnemius +.
Billirubin total 7.0 mg/dL; Billirubin direk 4.8 mg/dL; BUN 99 mg/dL;
Creatinine 3.2 mg/dL. CPK 250 unit/L. DFM urine dan serum positif
Spirochaeta. Diagnosa kasus ini adalah:
A. Black water Fever
B. Chronic liver disease decompensate
C. Expanded dengue syndrome
D. Weil’s disease
E. Acute rheumatic Fever
Pembahasan: Manifestasi klinis leptospirosis berat disertai gangguan hati
dan ginjal
181. SKDI: 4
Seorang wanita 20 tahun hamil 5 bulan dengan panas badan hilang timbul
sejak 6 hari sebelumnya. Riwayat bepergian ke Pulau Aru Papua
mengunjungi orang tua 3 minggu sebelumnya. Pada pemeriksaan
didapatkan konjungtiva pucat, sklera ikterik, hepatomegali dengan liver
span 14 cm, splenomegali Schufner 2. Hb 7 g/dL; MCV 98 fL; MCH 29
pg; Rapid diagnostic Test malaria positif falciparum. Pernyataan yang
sesuai untuk kasus ini:
A. Tetes tebal malaria diperlukan untuk mengidentifikasi morfologi
plasmodium
ILMIAH TO UKMPPD 2015
B. Evaluasi klinis dan laboratorium pada hari 1, 2 dan 3 untuk
mengetahui kegagalan terapi dini
C. Eradikasi untuk kasus ini dilakukan termasuk untuk parasit fase
hipnozoit
D. Panas terjadi pada fase eksoeritrositik saat gamet menjadi gametosit
E. Bila pasien bisa makan dan minum, boleh rawat jalan
Pembahasan: Tetes tebal untuk deteksi densitas parasit, tetes tipis
identifikasi morfologi. Fase hipnozoit terjadi pada infeksi oleh p.vivax.
Febris terjadi saat invasi eritrosit oleh gametosit. Malaria pada kehamilan
indikasi rawat inap.
Pediatri
182. SKDI: 4
Seorang anak usia 1 tahun dibawa oleh ibunya ke klinik umum dengan
keluhan kulit dan telapak tangannya berwarna kuning cerah. Anak sudah
diberikan makanan dewasa dengan menu wortel, brokoli, telur dan daging
setiap hari. Nafsu makan dan aktivitas anak baik. Apakah kemungkinan
diagnosis pasien anak ini?
A. Ikterus
B. Hepatitis
C. Hiperbilirubinemia
D. Hiperkarotenemia
E. Kolestasis
Pembahasan: hiperkarotenemia adalh kelebihan beta-karoten dalam darah
183. SKDI: 4
Seorang anak usia 2 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan
sulit makan. Anak tersebut minum susu sampai 6 gelas sehari. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan BB 20 kg, TB 80 cm. Defisiensi apakah
yang mungkin terjadi pada anak tersebut?
A. Karbohidrat
B. Yodium
C. Protein
D. Besi
E. Vitamin B
Pembahasan: gejala defisiensi besi adalah sulit untuk makan, mengalami
obesitas akibat mengonsusmsi susu berlebih
184. SKDI: 4
Seorang anak laki-laki usia 2 tahun dengan berat badan 5,5 kg dan panjang
badan 70 cm, didapatkan anak tampak sangat kurus, tulang belulang
dibungkus kulit, wajah seperti orang tua, rambut hitam jarang, lemak
subkutan sangat sedikit, ototatropi, baggy pant sign +, edema tidak
ILMIAH TO UKMPPD 2015
didapatkan, perut cekung, kulit keriput/berlipat-lipat dan kering.
Berdasarkan data klinis di atas, apakah diagnosis pasien tersebut?
A. Kwashiorkor
B. Marasmus
C. Marasmus kwashiorkor
D. Gizi kurang
E. Gizi baik
Pembahasan: marasmus adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang
buruk paling sering ditemui pada balita penyebabnya antara lain karena
masukan makanan yang sangat kurang, infeksi, pembawaan lahir,
prematuritas, penyakit pada masa neonatus serta kesehatan lingkungan.
185. SKDI: 4
Seorang anak laki-laki usia 1 tahun dibawa oleh ibunya ke klinik tumbuh
kembang untuk konsultasi. Pada pemeriksaan awal ditemukan berat badan
18 kg dan tinggi badan 75 cm. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Bila
ditinjau dari status gizinya, termasuk kelompok status gizi manakah anak
tersebut?
A. Gizi buruk
B. Gizi kurang
C. Gizi baik
D. Gizi lebih
E. Obesitas
Pembahasan: Dihitung dengan BMI yaitu BB/(TB)2 , sehingga didapatkan
30kg/m2 yang kemudian dikategorikan menjadi obese. Pada anak, BMI
yang berada ≥ percentile 95 dinyatakan telah mengalami obesitas (CDC).
186. SKDI: 4
Seorang anak laki-laki usia 1 tahun dibawa oleh ibunya ke klinik tumbuh
kembang untuk konsultasi masalah gizi. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan berat badan 9 kg dan panjang badan 70 cm. Riwayat berat
badan lahir 2,8 kg. Lain-lain dalam batas normal. Apakah diagnosis anak
tersebut?
A. Gizi baik dengan failure to thrive
B. Gizi kurang dengan failure to thrive
C. Gizi baik tanpa failure to thrive
D. Gizi kurang tanpa failure to thrive
E. Gizi buruk
Pembahasan: Gizi buruk (malnutrisi) adalah suatu bentuk terparah akibat
kurang gizi menahun. Gejala umum gizi buruk diantaranya: berat badan
anak kurang, anak kurang aktif, kekebalan tubuh rendah, pertumbuhan
fisik lambat, dan bisa ditemukan masalah lain pada fungsi organ tubuh
anak.
187. SKDI: 4
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang anak usia 5 tahun mengalami lesi pada mata, retardasi fisik,
mental dan apatis, perubahan pada kulit dan metaplasia epitel pada
jaringan yang lain. Kemungkinan anak tersebut mengalami:
A. Defisiensi vitamin A
B. Defisiensi vitamin B
C. Defisiensi vitamin C
D. Defisiensi vitamin D
E. Defisiensi vitamin E
Pembahasan: gejala defisiensi vitamin c adalah lesi pada mata, retardasi
fisik dan mental serta apatis, perubahan pada kulit dan metaplasia epitel
pada jaringan yang lain.
188. SKDI: 4
Seorang anak mengalami failure to thrive, dari pemeriksaan feses rutin
didapatkan adanya eritrosit +3, eosinofil +, lemak -, leukosit -, clinitest -,
maka kemungkinan penyebab dari failure to thrivenya tersebut adalah
karena:
A. Malabsorbsi laktosa
B. Malabsorbsi lemak
C. Malabsorbsi sukrosa
D. Protein losing enteropathy
E. Shigelosis
Pembahasan: Malabsorbsi laktosa adalah segala sesuatu yang merujuk
pada hidrolisis laktosa yang tidak lengkap, yang diukur dengan uji yang
objektif. Hal ini tentunya harus dibedakan dengan intoleransi laktosa dan
defisiensi laktase.
189. SKDI: 4
Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami diare selama 9 hari,
frekuensi 8-10 x/hari, volume 20 cc/mencret, darah pada feses -, lendir
juga tidak ada, terdapat eritema natum, perut kembung, demam tidak ada,
dari pemeriksaan feses didapatkan leukosit-, eritrosit -, lemak-, clinitest +,
kemungkinan anak tersebut diare karena:
A. Infeksi virus
B. Malabsorbsi lemak
C. Shigelosis
D. Malabsobsi laktosa
E. Protein losing enteropathy
Pembahasan: Virusvomit, fever, tidak ada darah pada feses.
Bloody diarrhea  shigella  watery  bloody.
190. SKDI: 4
Seorang anak perempuan berusia 3 tahun, panjang badan 85 cm
(<persentil 5 PB berdasarkan umum, berat badan ideal 11,9 kg) Berat
badan sekarang 9,52. Secara antropometri anak tersebut termasuk:
ILMIAH TO UKMPPD 2015
A. gizi buruk
B. gizi kurang
C. gizi baik
D. gizil lebih
E. obese
Pembahasan: %BB utuk Tb= BB anak:BB normal x 100 =80%
60%-80% tanpa edema tergolong gizi kurang
191. SKDI: 4
Seorang anak laki laki, usia 1,5 tahun, datang dibawa ke IGD rumah sakit
dengan keluhan kejang 1 kali selama 5 menit, suhu saat kejang 39oC .
Penderita saat ini juga mengeluh batuk dan pilek. Sebelumnya penderita
pernah kejang 1 kali pada usia 1 tahun. Pada saat datang kejang telah
berhenti dan anak menangis. Pada pemeriksaan fisik tampak anak sadar,
tanda vital normal, rhinorrea, tonsil T2/T2 faring hiperemi, jantung paru
dalam batas normal. Apakah diagnosis pasien tersebut?
A. Kejang demam kompleks, tonsilopharingitis akut
B. Kejang demam sederhana, tonsilopharingitis akut
C. Kejang demam plus, tonsilopharingitis akut
D. Epilepsi yang diprovokasi panas
E. Meningitis
Pembahasan: Kejang demam sederhana adalah kejang dengan durasi
<15menit , tipe kejang generalized (bukan fokal), dan 1 kali 24 jam.
Tonsilopharangitis adalah peradangan pada tonsil dengan temuan tonsil
membengkak dan hiperemis
192. SKDI: 4
Seorang anak perempuan usia 3 bulan, dibawa ke IGD rumah sakit dengan
keluhan kejang frekuensi 3 kali, kejang terakhir durasi + 20 menit.
Riwayat sebelum kejang anak menangis terus menerus selama + 2 jam.
Tidak ada riwayat panas sebelumnya. Pada saat tiba kejang telah berhenti
tetapi anak tidak menangis. Pada pemeriksaan didapatkan: kesadaran
somnolen, Nadi 140 x/menit, respirasi 40 kali/ menit, suhu36,5oC, UUB
membonjol & tegang, pucat, jantung paru dalam batas normal, abdomen
tidak ada kelainan. Pada pemeriksaan darah rutin ditemukan WBC
9000/uL; Hb 6 g% ; Hct 30%, trombosit 200.000/uL. Untuk menegakkan
diagnosis penderita, pemeriksaan penunjang pertama manakah yang perlu
dilakukan pada kasus ini?
A. Lumbal punksi
B. MRI kepala
C. CT scan kepala dan faal hemostasis (PT, APTT)
D. CT scan kepala dengan kontras
E. MRI kepala dengan kontras
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Pembahasan: kejang demam pada anak menggunakan pemeriksaan
penunjang CT Scan kepala. Pemeriksaan faal hemostasis bertujuan untuk
mencari riwayat perdarahan abnormal , riwayat pemakaian obat, mencari
kelaianan yang mengganggu faal hemostasis
193. SKDI: 4
Seorang anak perempuan usia 3 bulan, dibawa ke IGD rumah sakit dengan
keluhan kejang frekuensi 3 kali, kejang terakhir durasi + 20 menit.
Riwayat sebelum kejang anak menangis terus menerus selama + 2 jam.
Tidak ada riwayat panas sebelumnya. Pada saat tiba kejang telah berhenti
tetapi anak tidak menangis. Pada pemeriksaan didapatkan: kesadaran
somnolen, Nadi 140 x/menit, respirasi 40 kali/ menit, suhu36,5oC, UUB
membonjol & tegang, pucat, jantung paru dalam batas normal, abdomen
tidak ada kelainan. Pada pemeriksaan darah rutin ditemukan WBC
9000/uL; Hb 6 g% ; Hct 30%,
trombosit 200.000/uL. Apakah
kemungkinan diagnosis yang paling mendekati?
A. Suspek ensefalitis
B. Suspek meningitis
C. Suspek perdarahan intrakranial
D. Kejang demam komplek
E. Suspek epilepsi
Pembahasan: gejala perdarahan intracranial adalah iritasi korteks serebri
berupa kejang-kejang, irritable, twitching, pupil melebar, apnea, cephalic
cry.
194. SKDI: 4
Seorang anak, laki, usia 4 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan
panas sejak 5 jam yang lalu. Pasien mempunyai riwayat kejang saat
demam tinggi pada usia 1,5 tahun dan 3 tahun. Saat ini penderita belum
mengalami kejang hanya panas yang pilek. Pada pemeriksaan ditemukan:
kesadaran kompos mentis, temperatur saat ini 38oC, rhinorrhea, jantung &
paru dalam batas normal. Saat ini di diagnosis rhinitis akut. Tatalaksana
yang komprehensif pada penderita tersebut adalah
A. Simptomatis dengan antipiretik dan dekongestan
B. Simptomatis antipiretik saja
C. Simptomatis dengan antipiretik, dekongestan dan phenobarbital
D. Simptomatis dengan antipiretik, dekongestan dan diazepam per
oral
E. Simptomatis dengan antipiretik dan antibiotika
Pembahasan: Antipiretik dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh.
dekongestan mengurangi kongesti hidung dengan menyempitkan
pembuluh. Diazepam untuk melemaskan otot kejang, kejang demam.
195. SKDI: 4
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Seorang anak, laki, usia 1 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan
kejang1 kali dengan durasi + 3 menit, panas sejak 5 jam yang lalu. Pasien
mempunyai riwayat kejang saat demam tinggi pada usia 8 bulan. Riwayat
perkembangan penderita belum bisa duduk sampai saat ini Pada
pemeriksaan ditemukan: kesadaran kompos mentis, temperatur saat ini
38oC, jantung paru normal. Bagaimana tatalaksana kejang pada pasien
tersebut?
A. Pemberian obat antikejang profilaksis kontinyu dengan phenobarbital
selama 1 tahun
B. Pemberian diazepam intermiten per rektal
C. Pemebrian diazepam intermiten per oral
D. Pemberian phenobarbital per oral hanya saat demam
E. Pemberian asam valproate setiap kali demam
Pembahasan: Termasuk dalam simple febrile seizure, dan hanya perlu
pemberian anticonvulsan phenobarbital oral untuk mengatasi kejang
demam yang sedang dialami (<2 tahun  phenobarbital, > 2 tahun
consider valproic acid).
196. SKDI: 4
Seorang anak, laki, usia 5 tahun datang ke UGD dengan keluhan kejang
frekuensi 3 kali, lama setiap kejang + 5 menit, dengan interval 10-15
menit. Saat kejang penderita juga mengalami demam. Penderita mencret
sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi 5-8 kali sehari. Saat datang tampak
lemah kesadaran apatis, mata agak cowong. Pada pemeriksaan penunjang
diperoleh kadar natrium serum 120 mEq/L, Kalium dan klorida normal.
Manakah tatalaksana yang utama pada penderita ini?
A. Atasi dehidrasi dengan pemberian cairan ringer lactat
B. Berikan obat antikejang diazepam per rektal
C. Atasi dehidrasi, koreksi hiponatremi, obat antipiretik, antikejang
phenobarbital
D. Atasi dehidrasi dengan cairan rehidrasi oral, antipiretik, antikejang
diazepam per oral
E. Semua benar
Pembahasan: tatalaksana pertama sesuai dengan gejala klinis darurat dari
pasien, yaitu dengan rehidrasi, koreksi hiponatremi, penurun demam dan
anticonvulsant, sebelum mencari penyebab utama untuk definitive
treatment.
197. SKDI: 4
Seorang anak, laki, usia 5 tahun datang ke UGD dengan keluhan kejang
frekuensi 3 kali, lama setiap kejang + 10 menit, dengan interval 10-15
menit. Diantara waktu kejang penderita tidak menangis. Saat kejang
penderita juga mengalami demam. Penderita mencret sejak 2 hari yang
lalu dengan frekuensi 5-8 kali sehari. Saat datang tampak lemah kesadaran
ILMIAH TO UKMPPD 2015
apatis, mata sangat cowong, turgor kulit kembali lambat, Kencing terakhir
6 jam yang lalu jumlah sangat sedikit. Pada pemeriksaan penunjang
diperoleh kadar gula darah 120g/dL, natrium serum 120 mEq/L, Kalium
3,5 mEq/L, dan klorida 98 mEq/L. Apakah diagnosis pasien tersebut
diatas?
A. Diare akut dengan dehidrasi ringan sedang dan kejang demam
komplek
B. Diare akut dehidrasi berat, hiponatremia, kejang demam komplek
C. Diare akut dehidrasi berat, ensefalopati, hiponatremi
D. Diare akut dehidrasi ringan sedang, kejang lama, hiponatremia
E. Diare akut dehidrasi berat, hiponatremi, kejang demam
Pembahasan:diare akut karena baru terjadi 2 hari dengan frekuensi
mencret 5-8 kali, dehidrasi berat karena mata cowong, tugor kulit
melambat, dan kencing terakhir 6 jam yang lalu dengan jumlah sangat
sedikit. Hiponatremi karena kadar natrium darah <136mEq/L darah.
Ensefalopati merupakan salah satu diagnosis banding kejang demam
dengan gejala perubahan kesadaran yang dapat diakibatkan oleh berbagai
hal, salah satunya karena toksin atau infeksi pada otak.
198. SKDI: 4
XX, anak perempuan usia 7 tahun, dibawa ke IGD rumah sakit kesadaran
menurun setelah kejang 5 kali sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit.
Sebelumnya penderita mengalami demam bolak blik selama 3 minggu
disertai sakit kepala. Penderita jugas sering mengalami muntah muntah.
Pada pemeriksaan didapatkan: kesadaran E2V2M2, Nadi 90x/menit,
respirasi 30 kali/ menit, suhu 37,5oC, pupil anisokor, lesi N VII kiri.
Jantung normal, Paru ronchi difus diseluruh lapangan paru. Abdomen
tidak ada kelainan. Pada pemeriksaan darah rutin ditemukan WBC
16.000/uL; Hb 9,8 g%; Hct 35%, trombosit 210.000/uL. Pada
pemeriksaan LCS ditemukan: Nonne +2, Pandy +2, sel 200/uL dominan
MN, Protein 340 g/dL, Glukosa 40 g/Dl. Apakah kemungkinan diagnosis
yang paling mendekati?
A. Ensefalitis akut
B. Meningitis bakterial
C. Meningitis TBC
D. Ensefalitis HSV
E. Ensefalopati
Pembahasan: Kejang demam berulang dengan sakit kepala serta muntahmuntah dapat menjadi indikasi meningitis, yang disertai dengan tanda
peningkatan tekanan intrakranial (pupil anisokor, napas tidak teratur).
Hasil laboratorium berupa reaksi Nonne dan Pandy yang positif,
leukositosis, kadar glukosa CSS rendah(<1,5mmol/L), kadar protein CSS
tinggi (>0,4 g/L) juga menjadi petunjuk kuat adanya meningitis. TBC
ILMIAH TO UKMPPD 2015
dapat menjadi penyebab dari meningitis pada kasus di atas karena
ditemukan paru ronchi difus di seluruh lapangan paru, demam timbul >1
minggu, serta terdapat lesi N VII kiri sebagai salah satu manifestasi dari
meningitis TBC.
199. SKDI: 4
AS, laki-laki 6 tahun, belum disunat datang dengan keluhan panas, nyeri
saat kencing, dan kencing keruh, dicurigai ISK. Berdasarkan pemeriksaan
fisik didapatkan Tensi 100/70, Nadi:110 x/menit, T axilla:38◦C. Dari
sampel urine tersebut, pemeriksaan apa yang akan anda rencanakan?
A. Pemeriksaan urine lengkap
B. Pemeriksaan urine lengkap dengan identitas pasien
C. Pemeriksan urine lengkap dengan kultur urine
D. Pemeriksaan urine lengkap, kultur urine, dengan identitas pasien
E. Pemeriksaan kultur urine dengan identitas pasien
Pembahasan: Selain pemeriksaan urin lengkap untuk memastikan adanya
infeksi saluran kemih, kultur urin juga sangat dibutuhkan untuk
mengetahui definitive causa dari kecurigaan akan ISK, dimana sampel
untuk kultur urin diambil sebelum memberikan antibiotik kepada pasien
sesuai dengan identitas pasien (menghindari kesalahan atau hasil
laboratorium yang tertukar).
200. SKDI: 4
YO, laki-laki 5 tahun, datang KE Puskesmas dengan keluhan panas, sejak
4 hari yl, dan juga mengeluh mimisan 2 hari yl. Berdasarkan pemeriksaan
fisik didapatkan Tensi 100/70, Nadi:110 x/menit, T axilla:38◦C, RL: (+),
Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan: WBC:4,3 ; Hb:11,8 ; Hct:33,3
; Plt:78. Dari pemeriksaan fisik dan laboratorium di atas, kesimpulan
saudara untuk kasus di atas
A. Suspect Demam Dengue
B. Suspect DHF grade 1
C. Suspect DHF grade 2
D. Suspect DHF grade 3
E. Demam Chikungunya
Pembahasan: Terdapat panas, manifestasi perdarahan, leukopenia, serta
trombositopenia. Dari gejala serta hasil laboratorium sementara,
disimpulkan bahwa pasien anak tersebut baru suspect Demam Dengue
karena belum ada bukti konfirmasi laboratorium berupa penemuan serum
virus dengue, ataupun hasil peningkatan titer immunoglobulin terhadap
virus dengue. DHF juga tidak menjadi pilihan karena belum ada bukti
obyektif mengenai plasma leakage. Demam chikungunya memiliki gejala
klinis yang hampir sama dengan demam dengue, akan tetapi umumnya
diikuti dengan nyeri persendian yang hebat serta harus dikonfirmasi
ILMIAH TO UKMPPD 2015
dengan titer virus chikungunya dalam darah maupun immunoglobulin anti
chikungunya.
ILMIAH TO UKMPPD 2015
Download